NAMA :
KELAS/ABSEN:
Cara memegang cakram:
Pegang seperti memegang buku,ujung jari-jari tangan, ibu jari memegang
samping cakram, kemudian pergelangan tangan ditekuk sedikit ke dalam.
Ada 3 tahap dalam melempar cakram:
Persiapan
o Berdiri dengan kedua telapak tangan dibuka lebar.
o Pegang cakram dengan kaki kanan. Ayunkan sampai di atas pinggul sambil
memutar badan ke kiri, kemudian ke kanan secara berulang-ulang. Saat cakram
diayun ke kiri, bantu kaki kiri dengan cara mengangkang.
Pelaksanaan
o Ayunkan cakram ke depan lalu ke belakang.
o Pada saat cakram di belakang, putar badan dan ayunkan cakram ke samping-
depan-atas (membentuk sudut 40 derajat) .
o Lepaskan cakram pada saat berada di depan muka.
Penutup
o Bantu lemparan dengan kaki kanan agar tercipta suatu tolakan kuat pada tanah
sehingga badan melonjak ke depan-atas.
o Langkahkan kaki kanan ke depan untuk menumpu, sedangkan kaki kiri diangkat
rileks untuk menjaga keseimbangan badan.
Peraturan tentang perlombaan lempar cakram:
1. Lapangan
Lingkaran tempat untuk melempar harus mempunyai diameter 2,5 meter, terutama pada
perlombaan atau pertandingan resmi.
Lingkaran tempat untuk melempar harus terbuat dari baja atau metal agar dianggap resmi.
Permukaan lantai tempat untuk melempar yang benar adalah tidak licin dan harus datar.
Bagian tersebut juga harus terbuat dari aspal, semen atau lainnya.
Harus ada pagar atau sangkar kawat yang mengelilingi lingkaran lemparan supaya mampu
menjamin keselamatan penonton, peserta, dan petugas pada waktu penyelenggaraan
perlombaan lempar cakram.
Bentuk lapangan harus mirip dengan huruf C di mana diameternya juga wajib berukuran 7
meter dengan mulutnya berukuran 3,3 meter.
Garis yang berbentuk sudut 40 derajat pada pusat lingkaran harus membatasi sektor
lemparan.
2. Ukuran, Berat dan Bahan Cakram
Berat cakram yang diperuntukkan bagi putri adalah 1 kg dengan garis tengah 180-182 mm.
Berat cakram yang diperuntukkan bagi putra adalah 2 kg dengan garis tengah 219-221 mm.
Bahan cakram standar yang paling sah untuk dipergunakan untuk perlombaan olahraga
lempar cakram adalah yang terbuat dari kayu. Boleh juga bila terbuat dari bahan lainnya
apabila dengan bingkai dari metal.
Bingkai pada cakram bentuknya lingkaran penuh dan tepat ada di bagian tengah cakram
terdapat beban yang dapat kita lepas dan pindahkan bila memang diperlukan.
Garis tengah pada cakram secara umum memiliki ukuran 220 mm.
3. Juri
Juri 1 – Untuk juri 1, tugas paling utama adalah memanggil peserta serta menjadi pengawas
gerakan-gerakan kaki yang mengalami kesalahan di sisi lingkaran ketika pelempar melakukan
gerakan putaran, seperti halnya ada di belakang lingkaran lempar.
Juri 2 – Untuk juri 2, tugas paling utama adalah sebagai pengawas gerakan kaki peserta yang
salah di sisi lingkaran, seperti misalnya ketika cakram tengah dilepaskan dari tangan si peserta
yang melempar. Juri satu ini harus selalu siap dengan pengeras suara atau megaphone dan
sebaiknya memegangnya supaya bisa memberitahukan peserta yang menjadi pelempar supaya
bersiap. Ia juga perli memegang bendera yang menjadi tanda atau isyarat bahwa apakah sah
atau tidak lemparan yang dilakukan peserta.
Juri 3 – Untuk juri 3, tugas paling utama adalah menempatkan alat pengukur sesudah
bendera penanda tempat jatuhnya cakram sudah ditempatkan. Alat pengukur ini biasanya
juga disebut dengan ujung pita meteran.
Juri 4 dan Juri 5 – Untuk juri 4 dan 5 , tugas paling utama keduanya adalah sama, yakni
menjadi pengamat dan setia melihat tempat jatuhnya cakram paling dekat alias jatuhnya
cakram pertama. Untuk peserta yang kidal, posisi juri maupun wasit perlu untuk mengalami
perubahan supaya tetap bisa sesuai dengan keadaan selama perlombaan berlangsung.
4. Aturan Bermain
Pelemparan cakram wajib untuk dimulai dari sikap berdiri dan peserta harus siap di dalam
lingkaran. Peserta juga tidak diperbolehkan menginjak garis lingkaran apalagi meninggalkan
lingkaran sebelum posisi berdirinya dianggap sah lewat setengah lingkaran bagian dalam oleh
juri.
Pengukuran pelemparan akan dilakukan dengan lemparan yang ditarik dengan sumber dari
bekas tempat jatuhnya cakram persis di mana paling dekat dengan tepi pada balok. Jika
peserta ada 8 orang lebih, peserta biasanya akan diberikan hak untuk melempar 3 kali dan juri
kemudian menentukan 8 pelempar paling baik supaya bisa masuk final. Kesempatan
melempar menjadi 6 kali dan langsung masuk final apabila peserta lomba di bawah jumlah 8
orang.
5. Hal Penting untuk Dilakukan dalam Lempar Cakram
Melakukan putaran secara sempurna dan memang dianjurkan juga untuk melakukan putaran
besar antara tubuh bagian bawah dan atas.
Cakram perlu didorong melewati lingkaran.
Peserta harus mencapai jarak yang cukup di saat melayang melintasi lingkaran.
Peserta harus mendarat dengan jari-jari kanan lalu memutar secara progresif.
Pesreta harus mendarat menggunakan kaki kanan dan wajib tepat di titik pusat lingkaran
serta kaki kiri yang sedikit ke arah kiri dari garis lemparan.
6. Hal Penting yang Harus Dihindari dalam Lempar Cakram
Peserta di awal putaran jatuh ke belakang.
Tubuh terlalu membungkuk ke arah depan.
Tubuh berputar di tempat saja.
Peserta melompat terlalu tinggi di udara.
Peserta menumpukan berat badan di bagian kaki depan dan membiarkannya jatuh.
Kaki peserta terlalu tegang sehingga akhirnya penempatan menjadi tidak sempurna atau
salah.
Peserta melakukan lemparan sebelum waktunya; pada banyak kasus, peserta melempar terlalu
dini.
Cakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg
untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan.
Berat cakram untuk putra 2 kg dengan garis tengah 219 – 221 mm.
Berat cakram untuk putri 1 kg dengan garis tengah 180 – 182 mm