100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
656 tayangan24 halaman

Anamnesis Nyeri Menggunakan SOCRATES

Pemeriksaan fisik kaki dan mata kaki meliputi inspeksi umum untuk melihat deformitas, benjolan, atau luka. Palpasi dilakukan untuk mengecek nyeri pada tendon achilles dan persendian serta cek denyut nadi dan warna kulit. Gerakan pasif diberikan untuk tes silverskiold.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
656 tayangan24 halaman

Anamnesis Nyeri Menggunakan SOCRATES

Pemeriksaan fisik kaki dan mata kaki meliputi inspeksi umum untuk melihat deformitas, benjolan, atau luka. Palpasi dilakukan untuk mengecek nyeri pada tendon achilles dan persendian serta cek denyut nadi dan warna kulit. Gerakan pasif diberikan untuk tes silverskiold.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Musculoskeletal

Anamnesis

Perkenalkan diri

Identitas Pasien (Nama, Umur, Pekerjaan, Tempat Tinggal)

Tanya keluhan utama yang bikin pasiennya datang

No. Anamnesis Checklist


1. SOCRATES
 S: Nyerinya di mana?
 O: Sudah sejak kapan?
 C: Nyerinya kayak apa?
- Kayak ditusuk-tusuk benda tajam atau benda tumpul?
 R: Nyerinya menyebar ga?
- Kalo nyebar ke mana?
 T: Nyeri biasanya terjadi pas kapan?
- Kalo nyeri biasanya berapa lama?
- Nyerinya terus-terusan atau hilang-timbul?
 E: Nyerinya makin parah pada saat ngapain?
- Nyerinya mereda pas ngapain?
 S: Skala nyerinya dari 1 yang paling tidak sakit dan 10 paling sakit kira-kira
berapa?
 A: Ada kram atau kesemutan?
- Ada mati rasa ga pada ekstremitas?
- Ada rasa kaku ga pas pagi hari pada jari?
- Sebelum ini ada cedera ga?
- Pas cedera gimana?
- Yg kena bagian mananya?
- Pasien ngerasain adanya penurunan tinggi badan/berat badan ga?
Makin hari berasa makin pendek?
- Kalo pasien perempuan udah lanjut usia tanyain udah menopause atau
belum?
- Seberapa parah nyerinya mengganggu aktivitas pasien?
- Ada keringat malam?
Progresivitas jangan lupa ditanya klo perlu
2. Riwayat Penyakit Dahulu
 Ada riwayat trauma ga? Pernah cedera ga?
 Kalo pernah tanyain cederanya gimana? Cederanya kena di mana?
 Pernah dioperasi ga?
 Pernah dirawat di rumah sakit ga?
 Udah pernah mengonsumsi obat belum untuk ngilangin rasa nyerinya?
Klo masih untuk penyakit yg sekarang, masuk ke RPS
 Ada riwayat penyakit rematik, asam urat, HT, DM, penyakit jantung?
Kalo ada, dimasukkin ke RPS. Tanya sekarang dalam pengobatan apa,
obanya diminum rutin ga, dan kontrol rutin ga, tnya info ttg hasil kontol
terakhir (mis. TD berapa, gulanya berapa).
 Ada riwayat penyakit keganasan?
3. Riwayat Penyakit Keluarga
 Keluarga ada yang begini juga ga? Atau ada yang pernah ngalamin hal yang
sama?
 Ada riwayat penyakit rematik, asam urat, HT, DM, penyakit jantung?
 Riwayat keganasan?
4. Riwayat Sosial
 Aktivitas sehari-hari?
 Olahraga ga? Jenis olahraga? Rutin ga?
 Pola makan? Jenis makanan?
5. FIFE

Buat resume dari semua jawaban pasien yg positif dan mendukung diagnosis

Penutupan
Physical Examination Elbow

No. Activity
1 Perkenalan diri dan inform consent
2 Cuci tangan dan meminta pasien untuk expose sikutnya
3 Periksa tanda tanda vital (TTV)
4 Look
a Lakukan inspeksi dari posisi anatomis. Normal? Fix flexion? Hyperextension?
Apakah ada scar, hyperpigmentation, hypopigmentation atau rash?
5 Feel
a Pegang sikut pasien dan cek apakah ada tenderness? Swelling? Dislocation?
b Fix olecranon pasien agar tidak gerak lalu:
geser tangan ke arah medial epicondyle (Golfist elbow)
geser tangan ke arah lateral epicondyle (Tennis elbow)
lalu tanyakan apakah ada nyeri
c Suruh pasien extend wristnya dan cek lateral epicondyle
Suruh pasien flex wristnya dan cek di medial epicondyle
6 Move
a Suruh pasien melakukan gerakan aktif berupa fleksi, ekstensi, pronasi dan supinasi
b Suruh pasien melakukan gerakan pasif berupa fleksi, ekstensi, pronasi dan supinasi
PEMERIKSAAN FISIK CLINICAL SKILLS 2

Theme: Knee Examination

1. Special Test Tutorial


a. Patellar Tab:
1. Kosongkan supra patellar patch dengan cara mendorong bagian paha atas
menuju Patella
2. Tahan , lalu gunakan dua jari untuk menekan (tapping) dari pada patella
b. Ripple/Bulge Test:
1. Kosongkan supra patella patch dengan cara mendorong again paha atas
menuju Patella
2. Tahan; gunakan tangan satunya juga untuk mengosongkan patellar patch
3. Raba pada bagian lateral
Hasil: teraba ada ripple / x (ada ripple = ada efusi; x ripple = tense fluid/
normal)
c. Palpation
1. Angkat lutut 90o
2. Palpasi sponginess dari synovitis pada sisi dari quadriceps tendon medial dan
lateral, articular margin tibia, femur, dan tuberositas tibia
3. Yg dicek: rasa sakit atau tenderness
d. Krepitus Test
1. Kaki ditekuk satu demi Satu hingga ±140o
2. Satu tangan pegang kaki ankle, satu tangan pegang atau raba patella
3. Terdengear krepitus atau crack sound = (+) krepitus test
e. Straight Leg Raise
1. Pasien diminta mengangkat kaki satu-satu dengan posisi kaki lurus
2. Lihat dari extensive lag (ketidak mampuan untuk membuat lutut tetap lurus)
f. Flex Test
1. Tekuk kaki pasien dengan cara meng flexi dan extensi daripada kaki
2. Satu tangan memegan ankle satu tangan memegang lutut, lalu tekuk
g. Hyperextension test
1. Angkat kaki pasien dari pergelangan dengan kedua tangan
2. Minta pasien sebelumnya untuk melemaskan kaki
3. Lihat sebereapa sudut dari extensi lutut (10o normal)
h. Colateral Ligament Stability test
1. Angkat salahs atu kaki pasien, topang pada sela ketiak (antara sikut dan dada)
2. Satu tangan menopang lutut, satu tangan memegang lutut
3. Gunaan jempol untuk merasakan sendi (tekan sedikit)
4. Berikan tekanan ke arah valgus dan varus
5. Tekuk kaki kurang lebih 30o (kalau tense atau Tegang saja)
6. Lakukan hal yang sama

Hasil: kalau sendinya bergeser secara ekstrim = collateral dan axonal injury

Lax atau ruptured = abnormal movement bisa terjadi dan tidak sakit

Strained and intact = normal movement tapi sakit

i. Cruciate Ligament Stability test


1. Tekuk kedua kaki pasien 90o
2. Observasi ada sac (sakus) atau tidak pada posterior dari patella ( false positive
anterior drawer sign)
3. Dengan posisi yang sama, duduki telapak kai pasien untuk mengunci
pergerakan
4. Genggam salah satu lutut pasien dengan kedua tangan
5. Dorong dan Tarik untuk mengecek pergerakan dan resisten dari cruciate
ligament dengan jari telunjuk
6. Ada pergerakan abnormal = injury atau rupture dari cruciate ligament
j. Patella Apprehension test
1. Tekuk sedikit kaki pasiend an angkat seddikit
2. Satu tangan memegang kaki, satu tangan memegang patella
3. Pada patella berikan dorongan ke arah lateral
4. Sembari diberkan dorongan ke lateral turunkan kembali kaki
Hasil: adanya resisten atau ketidak nyamanan atau sakit menandakan ada
history dari dislocation atau injury dari patella itu sendiri
k. Medial dan Lateral Meniscus Stress test
1. Fleksikan lutut
2. Satu tangan memegang pergelangan, satu tangan memegana lutut
3. Rotasikan kaki ke arah medial untuk mengecek lateral meniscus
4. Berikan gaya pada patella kea rah lateral
5. Sembari melakukan hal tsb. Turunkan kaki ke posisi semula sambal menahan
posisi tsb.
6. Lakukan hal yang sebaliknya untuk medial meniscus
Hasil: pasien akan merasakan sakit kalau ada injury dari meniscus
2. Check List Knee Examination

No. Pemeriksaan Fisik Check List


1. Infomr Concern & Cuci tangan

2. Look

-) Inspeksi:
Redness, Rash, Muscle Weakness, Genu varum, valgum, scars,
inflamasi, kesimterisan
-) Pasien jalan ( cek Gait )
3. Feel
-) Raba rasa termal pada kaki kiri & kanan

-) Patellar tap
-) Ripple test
-) Palpasi : Cek sponginess dari synovitis & margin dari patela
4. Move

Active Movement:
-) Krepitus test
-) Straight Leg test

Passive Movement:
-) Flex test
-) Hyperextension test
-) Collateral ligament stability test

-) Cruciate Ligament stability Test


-) Patella Apprehension Test
-) Medial & Lateral Meniscus stress test

-) Squad test
5. Penutupan, Rangkuman, cuci tangan, terimakasih
PHYSICAL EXAMINATION CLINICAL SKILL 2

Theme: Ankle and foot

No. Pemeriksaan Fisik Check List


1. Perkenalkan diri, cuci tangan inform concern, jelaskan prosedur
2. Look (inspeksi general)
Dari DEPAN: flat foot, bunion (tonjolon dekat jempol), tonjolan tidak
normal, inflamasi, arah jari, arah forefoot, deformity toes : hammer toes
(melengkung kedalam) atau claw toes (belih dalam lagi), mallet, sianosis,
jamur kuku. Kondisi tibiotalar dan subtalar ligament
Lateral: peroneal tendon robek / x? telapak kaki pes plannus atau pes calvus
Gambar: 1/3 distal cruris & calcaneus line
Posterior: tendon Achilles ad massa /x? cekung? Perhatikan toes sign
(maks 3 jari lateral keliatan dri belakang)
Pasien Berbaring
Inpseksi: simteris, deformeitas, bekas operasi/luka, hiper hipo pigment?,
rash, benjolan, mata ikan
3. Feel
Nyeri tendon Achilles ada /x
Cek pulse A. dorsalis pedis & Tibialis Posterior
CRT >2 detik
Joint line: tibiotalar,subtalar,talonavicular,talocuboid, setip jari
Edain temperature sama bagian atas
Silverskiold test: equineus kaki, tiduran rileks, kaki ekstensi, kaki dipegan
sedikit supinasim lihat dari lateral Tarik garis lurus, lihat berapa derajat
bisa dorsoflexi
note: ekstensi ga sakit fleksi sakit = soleus, dua-duanya sakit =
gastrocnemius & soleus
ekstensi sait fleksi gasakit = gastrocnemius

4. Move (aktif&pasif)
Inversi, Eversi, Dorsalflexi
Jari: fleksi dan ekstensi
Ankle drawer test : mirip drawaer tapi cruris dipegang. Telapak
digantungin, tekan kiri dan kanan
Mulder sign: satu tangan squeeze footnya, satu tangan tekan-tekan antara
jari 3&4, ada nyeri atau bunyi klik = (+)
5. Penutupan dan cuci tangan plus resume

CHECKLIST OSCE PHYSICAL EXAMINATION OF HIP


1. Perkenalan diri, klarifikasi identitas pasien, menjelaskan prosedur, dan meminta izin
pemeriksaan kepada pasien
2. Minta kesediaan pasien untuk membuka celana sehingga hanya menggunakan pakaian dalam.
Pastikan sendi yang akan diperiksa terekspos
3. Mencuci tangan

No. Pemeriksaan fisik Check list


4. Look
 Pasien berdiri diam dan dokter memutari pasien 360° (Depan,
Belakang, Samping) periksa apakah ada deformitas (scar, muscle
wasting, kemerahan, luka, dll)
 Minta pasien berjalan (menjauh dan mendekat) dan perhatikan
cara berjalan pasien. Gait pasien antalgic?
 Perhatikan adanya muscle bulk pada sekitar sendi pinggul pasien
dan adanya limp atau tidak
 Periksa dan bandingkan pinggul kiri dan kanan untuk
kesimetrisan atau asimetris.
 Pasien masih berdiri dan memeriksa tredelenburg’s sign dengan
meminta pasien secara bergantian berdiri pada satu kaki.
 Agar memudahkan pasien, persilahkan pasien bepergangan
pada meja pemeriksaan
 Dari belakang pasien, periksa pelvis apakah simetris atau
tidak.
 Trendelenburg’s sign (+) jika saat pasien berdiri pada 1 kaki,
tulang pelvis sisi kaki yang diangkat jatuh untuk mengurangi
beban otot abduktor pinggang. Hal ini terjadi akibat otot
gluteus (medius/minimus) lemah. Pasien tidak seimbang dan
tubuh meliuk ke arah kaki yang menapak.
 Minta pasien berbaring di atas kasur untuk inspeksi general lebih
lanjut. Berdiri di sebelah kanan pasien.
 Periksa apakah simetris kiri kanan, ada kemerahan, muscle
wasting, scar, rash, muscle bulk, hiper/hipo pigmentasi, benjolan,
kemerahan dll.
 Cek apparent length dari kedua kaki (kanan dulu baru kiri)
Mulai dari umbilicus atau xiphosternum ke medial malleolus
 Cek true length dari kedua kaki
Mulai dari anterior superior iliac spine ke medial malleolus
 Cek Anatomical length
Mengukur femur sendiri dan tibia sendiri.
5. Feel
 Palpasi sendi pinggul untuk pemeriksaan temperature dengan
bagian belakang tangan dan bandingkan dengan daerah lainnya
dan sendi lainnya.
 Palpasi greater trochanter untuk temperatur dan tenderness. Jika
tenderness = ada trochanteric bursitis
6. Move
Mulai dari ekstermitas kanan (atau kaki yg gak sakit) secara aktif
dan pasif. Setiap pemeriksaan gerakan harus dilakukan dan disertai
selalu dengan pemeriksaan adanya krepitus.
 Pasif : fleksi, ekstensi, rotasi internal, rotasi lateral, adduksi, dan
abduksi pinggul pasien
 Untuk fleksi fleksikan lutut 90° lalu secara pasif fleksikan
pinggul dengan mendorong lutut ke arah dada
 Untuk ekstensi letakkan tangan di bawah pergelangan kaki
pasien dan minta pasien untuk menekan tangan
 Untuk rotasi dilakukan dengan lutut terfleksikan dan inverse
lutut untuk rotasi internal dan eversi lutut untuk rotasi lateral
dari pinggul
 Untuk abduksi arahkan kaki yang satu menjauh kaki yang
lainnya.
 Untuk adduksiarahakan kaki yang satu menyilangi kaki
yang lainnya.

 Aktif: minta pasien menggerakkan pinggulnya sendiri sesuai


dengan gerakan yang sudah dilakukan, yaitu fleksi, ekstensi,
rotasi internal, rotasi lateral, adduksi, dan abduksi pinggul pasien
 Special test: Thomas’ Test (Fixed Flexion Deformity Test)
 Letakkan salah satu tangan di bawah lumbar pasien
 Tangan lainnya melakukan fleksi maksimal dari hip
 Normalnya tangan di bawah lumbar akan tertekan
 Obervasi tungkai lainnya. Tungkai lainnya naik = (+) / ada
fixed flexion deformity dari pinggul tersebut.

7. Pemeriksaan sudah selesai, persilahkan pasien bangun dari tempat tidur dan untuk
menggunakan kembali celananya

8. Terima kasih kepada pasien

9. Menuci tangan

10. Laporkan hasil pemeriksaan fisik

Physical Examination Spine

Perkenalkan diri

Minta ijin untuk melakukan tindakan

Cuci tangan

No. Pemeriksaan fisik Check list


1. Look
- Inspeksi dari belakang (ada hairy patch/x, ada lymphoma/x,
ada skin rash/x, ada hyper/hypo pigmentation/x, scoliosis/x)
- Inspeksi dari samping (lordosis/kyphosis/normal)
2. Feel
- Palpasi dari prosesus spinosus sampai lumbar (ada nyeri/x)
- Palpasi di paraspinal muscle (ada nyeri/x)
3. Move
Beridiri:
- Cervical:
o Flexi (nunduk), extension (dongak)
o Lateral flexion (kuping tempel ke pundak)
o Internal & external rotation
- Lumbar:
o Extension (dorong badan ke belakang)
o Flexion (bungkuk)
o Lateral flexion (pegang/fiksasi hip pasien): minta pasien
coba pegang lutut
Duduk:
- Thoracal:
o Lateral flexion: pasien tangannya di silang ke depan dada,
lalu minta pasien rotasi lateral ke kanan dan kiri
Tiduran:
- Straight leg test: kaki pasien lurusin, naikin 90, bila ada sakit
dibawah 60 kaki di dorsoflexi
- Tibial nerve stretch test: tekuk lutut pasien 90 kemudian
diangkat dan dipencet di popliteal fossa
Tengkurep:
- Femoral nerve stretch test: tekuk lutut pasien 90 kemudian
ekstensi pahanya
Berterimakasih atas kerjasama pasien

Cuci tangan

Cardio

1. Anamnesis

Perkenalkan diri

Identitas Pasien (Nama, Umur, Pekerjaan, Tempat Tinggal)

Tanya keluhan utama yang bikin pasiennya datang

No. Anamnesis Checklist


1. SOCRATES
CHEST DISCOMFORT
 S: Nyerinya di mana?
 O: Sudah sejak kapan?
 C: Nyerinya kayak apa?
- Kayak ditusuk-tusuk benda tajam/ benda tumpul/ kayak ditimpa gajah/
kayak luka yang dikasi perasan jeruk nipis/ kayak tertekan?
 R: Nyerinya menyebar ga?
- Kalo nyebar ke mana?
 T: Nyeri biasanya terjadi pas kapan?
- Kalo nyeri biasanya berapa lama?
- Nyerinya terus-terusan atau hilang-timbul?
- Nyerinya makin lama makin nyeri atau nyeri rasanya tetap gam akin
hari makin nyeri? (maksudnya PROGRESIVITAS)
 E: Nyerinya makin parah pada saat ngapain? Nyerinya mereda pas ngapain?
 S: Skala nyerinya dari 1 yang paling tidak sakit dan 10 paling sakit kira-kira
berapa?
 A: Ada sesak ga?
- Ada mual dan muntah ga?
- Ada keringat malam ga?
- Sebelum ini ada cedera ga?
- Pas cedera gimana?
- Yg kena bagian mananya?
- Pasien ngerasain adanya penurunan berat badan ga?
- Seberapa parah nyerinya mengganggu aktivitas pasien?
PALPITATIONS
 Sejak kapan?
 Berdebar biasanya pas kapan?
 Kalo berdebar biasanya berapa lama?
 Jantungnya berdebar terus-terusan atau hilang-timbul?
 Ada faktor yang memperparah dan memperingan berdebarnya ga?
 Seberapa cepat berdebarnya?
 Kalo berdebar biasanya di terus-terusan cepet atau ada saat dia melambat
terus jadi cepet lagi?
SYNCOPE
 Pernah pingsan tiba-tiba ga?
 Sebelum pingsan pasien merasa lemes ga?
 Sebelum pingsan pasien makan ga?
 Biasanya berapa lama kalo pingsan?
PROGRESIVITAS jangan lupa ditanya
2. Riwayat Penyakit Dahulu
 Ada riwayat trauma ga? Pernah cedera ga?
 Kalo pernah tanyain cederanya gimana? Cederanya kena di mana?
 Pernah dioperasi ga?
 Pernah dirawat di rumah sakit ga?
 Udah pernah mengonsumsi obat belum untuk ngilangin rasa nyerinya?
 Ada riwayat penyakit rematik, asam urat, kolesterol tinggi, HT, DM,
penyakit jantung?
 Kalo ada riwayat hipertensi tanyain rutin minum obat ga? Nama obat?
Dosis? Teratur ga minumnya? ( Kalau ada Riwayat Penyakit Sebelumnya)
 Pasien perempuan tanyain kalo mengonsumsi obat kontrasepsi oral?
 Ada riwayat anemia atau kurang darah ga?
 Ada riwayat penyakit keganasan?
3. Riwayat Penyakit Keluarga
 Keluarga ada yang begini juga ga? Atau ada yang pernah ngalamin hal yang
sama?
 Ada riwayat penyakit rematik, asam urat, kolesterol tinggi, HT, DM,
penyakit jantung?
 Riwayat keganasan?
4. Riwayat Sosial
 Aktivitas sehari-hari?
 Olahraga ga? Jenis olahraga? Rutin ga?
 Pola makan? Jenis makanan?
 Pola tidur? Kalo tidur berapa bantal?
 Konsumsi obat-obatan terlarang? Alkohol? Kopi?
 Merokok ga? Kalo merokok tanyain berapa bungkus atau berapa batang
per hari?
 Udah berapa lama ngerokok?
 Biasanya kalo rokokny abis ada jeda buat ngerokok lagi apa terus-terusan?
5. FIFE

Buat resume dari semua jawaban pasien yg positif dan mendukung diagnosis

Penutupan

2. PEMERIKSAAN FISIK

No. Activity
1. Inspeksi
a Mata: anemis? Icteric?
b Hidung: nafas cuping hidung?
c Bibir: cyanosis? Pursed lip breathing?
d Leher: Jugular vein distended?
e Dada: Bekas luka? Caput medusa? Pergerakan simetris? Ictus cordis?
f Tangan: Cyanosis? Clubbing finger?
2 Palpasi
a Ictus cordis (mid clav ICS 5) → indicate cardiomegaly
b Heave? Thrill?
3 Perkusi
a Batas jantung kanan
Perkusi dari ICS 2 kanan ke arah caudal sampai suara berubah dari sonor menjadi dull.
Naik 1 ICS perkusi ke arah medial sehingga suara menjadi dull
b Batas jantung kiri
Dari batas kanan jantung, perkusi ke arah kiri sehingga suara dari dull menjadi sonor
c Batas atas jantung
Perkusi dari ICS 2 kiri ke arah caudal sehingga suara berubah dari sonor menjadi dull
4 Auskultasi
a Dengar apakah rhythm normal (S1 S2 reguler) di 4 posisi
- Aortic valve: Para sternal kanan ICS 2
- Pulmonary valve: Para sternal kiri ICS 2
- Tricuspid valve: Para sternal kiri ICS 4
- Mitral valve: Mid clavicula ICS 5
5 Anggota gerak bawah
a Edema? (Tekan di anggota gerak bawah dan lepas)
Pitting edema: Setelah di tekan dan di lepas lekukan tetap ada
Non-pitting edema: Setelah di tekan dan di lepas lekukan hilang
6 Jugular Venous Pressure (JVP)
a Posisikan pasien berbaring dengan sudut 30-45 derajat
Identifikasi vena jugularis kanan pasien (pemeriksa harus selalu di kanan pasien)
Bendung titik tertinggi vena jugularis kanan pasien dan di lepas
Tandai titik pulsasi tertingginya
Ukur titik tertinggi terhadap angulus sterni pasien
Nilai normal adalah 3-7 ( 5 +/- 2)
b Hepatojugular reflex
Tekan pada bagian bawah hepar ke arah cranial dan tahan
Jika terdapat Right Heart Failure (RHF), akan ada distensi dari jugular vein
Respiratory

1. Anamnesis Asthma

Kenalin diri

Identitas Pasien (ditanya lengkap -> Nama, Umur, Pekerjaan, Tempat Tinggal, TB/BB

Keluhan Utama

No. Anamnesis
1. Sesak Nafas
 Sejak kapan?
 Timbul pas kapan aja? Pagi/siang/sore/malam? TIba-tiba?
 Ada jarak waktu gak pas sesaknya datang?
 Pemicu sesak? Alergi atau debu?
 Kalo ngapain sesak? (abis aktifitas? Setelah ngomong? Atau pas tidur?)
 Ada bunyi ngik-ngik atau mengi?
 Sering kebangun pas malem kalo tidur gak?
 Kira-kira seminggu berapa kali kebangunnya?
 Ganggu aktifitas gak?
2. Nyeri dada
 Nyerinya dimana? Bisa ditunjuk?
 Karakteristik nyerinya kayak apa? Ditusuk-tusuk? Diremas? Ditimpa?
 Nyeri dadanya muncul pas kapan? Pas inspirasi/expirasi?
 Menyebar gak nyerinya?
 Membaik/memburuk saat kapan?
3. Batuk
 Batuk saat kapan?
 Berdahak gak? Warna dahaknya apa?
 Dahaknya lebih banyak pas kapan (pagi/siang/sore/malem)
 Batuknya nyebabin sesak nafas/nyeri dada gak?
4. Riwayat Penyakit Dahulu
 Pernah kayak gini gak sebelumnya?
 Pernah diobatin pake apa? Pernah terima bantuan oksigen gak?
 Pernah dirawat dirumah sakit? Operasi?
5. Riwayat Alergi
 Punya alergi gak?
 Sering bersin-bersin kalo ditempat dingin? Kotor?
 Apa alerginya memicu sesak nafas/batuknya muncul?
6. Riwayat Penyakit Keluarga
 Ada yang punya gejala sama gak?
 Keluarga ada yang punya alergi juga gak?
7. Lingkungan
 Ada yang kayak gini juga gak? Temen-temen atau tetangga?
 Ada yang ngerokok disekitar?
 Ventilasi dirumah gimana?
 Rumah bersih gak? Atau berdebu?
Anamnesis Pneumonia

Chief Complain: Fever and Dyspnea

Fever ( GOODPASSOFATEAM)

1. Grade (demamnya setinggi apa)


2. Onset (sudah dari kapan)
3. Occurrence (
4. Duration (sudah berapa lama demamnya?)
5. Pattern (Apakah demamnya naik turun?)
6. Associated symptoms
7. Severity (Apakah sering meriang atau kebingungan?)
8. Sepsis sign ( Apakah sering pingsan saat demamnya sedang sangat tinggi?)
9. Occupation ( Pekerjaan bapak apa?)
10. Family History (apakah ada anggota keluarga lainnya yang mengalami ini?)
11. Animal history (apakah ada binatang peliharaan dirumah?)
12. Travel History (apakah bapak sudah berpergian jauh belakang ini ?)
13. Eating (apakah bapak ada memakan hal yang baru di akhir-akhir ini?)
14. Area endemic (bapak tinggal dimana?)
15. Medication (apakah bapak sedang mengkomsumsi obat-obatan?)

Dyspnea

1. Tanya dari kapan mulai sesaknya


2. Sesaknya apakah seperti tertimpa?
3. Sesak apakah akut atau gradual onsetnya
4. Seberapa lama sesaknya
5. Apakah ada progresi di sesaknya (sesaknya semakin parah setiap hari)?
6. Apakah sesaknya intermittent atau kontinuous?
7. Apa yang bisa memicu sesaknya?
8. Kalau tiduran apakah tambah sesak?
9. Apakah sering terbangun malam karena sesak?
10. Apakah sesaknya hilang timbul?

Cough:

1. Dari kapan batuknya?


2. Apakah batuknya akut atau kronik?
3. Apakah batuknya bisa dipicu oleh sesuatu?
4. Sudah seberapa lama batuknya?
5. Apakah batuknya tambah parah?
6. Apakah batuknya hilang timbul atau terus menerus?
7. Batuknya berdahak atau ngga
8. Dahaknya seberapa banyak?
9. Seberapa sering batuk berdahak?
10. Warna dari batuk tersebut warna apa?
11. Apakah batuk ada darah?
a. Apabila ada darah
i. Seberapa banyak darahnya?
ii. Warna darah yang keluar apa?
iii. Seberapa sering batuk darah?
iv. Apakah darahnya tercampur dengan dahaknya secara merata
Others:

1. Apakah sering kena ISPA?


2. Apakah Pengguna NAPZA
3. Apakah keluarganya juga mengalami penyakit yang sama?

Pneumothorax (Dyspnea)

SOCRATES

 Sudah berapa lama ibu/bapak mengalami sesak nafas?


 Apakah sesak nafas ini terjadi secara tiba-tiba?
 Apakah sesak nafas berlangsung secara terus menerus?
 Apakah sesak nafas ibu/bapak timbul jika sedang melakukan aktifitas berat atau saat beristirahat
atau saat berbaring atau duduk?
 Apa yang memperparah sesak nafas dan yang memperingan?
 Berapa jauh ibu/bapak dapat berjalan sampai terasa sesak?
 Apakah keluhan yang ibu/bapak alami disertai dengan suara mengi?
 Apakah ada demam?
 Apakah ada batuk? Jika iya, apakah disertai dengan darah?
 Apakah ada kebiruan di jari atau mulut?
 Apakah ada rasa nyeri pada dada?
 Apakah ibu/bapak merasa berdebar-debar?
 Apakah suara ibu/bapak menjadi serak?

Cough

SOCRATES

 Boleh tolong dijelaskan batuk ibu/bapak?


 Sudah berapa lama ibu mengalami keluhan ini yaitu batuk-batuk?
 Apakah batuknya timbul secara tiba-tiba?
 Apakah ibu/bapak merokok? Jika iya, berapa banyak sehari dan sudah berapa lama?
 Apakah batuknya berdahak? Jika iya, kira-kira berapa banyak dahaknya? Apakah sesendok makan
atau sebanyak aqua gelas kecil? Warna apakah dahak anda? Apakah berbau tidak enak? Apakah
berdarah?
 Apakah batuknya berlangsung terus menerus atau hilang timbul?
 Apakah batuknya terjadi setelah makan?
 Apakah batuknya diperparah saat duduk/berdiri?
 Apa yang dapat memperingan batuk ibu/bapak?
 Apakah ada gejala lain? Demam? Pusing? Sakit kepala? Keringat dingin? Nyeri dada? Pilek? Sesak
nafas? Penurunan berat badan? Serak? Kehilangan kesadaran?
 Apakah anda memiliki hewan peliharan?
 Di lingkungan anda, apakah anda yang memiliki gejala yang serupa seperti anda atau yang
mengalami TBC?

Haemoptysis

SOCRATES

 Apakah ibu/bapak merokok?


 Apakah batuk berdarah ini timbul secara tiba-tiba?
 Disetiap batuknya disertai dengan adanya darah atau tidak?
 Apakah darah didalam dahaknya sedikit, kental atau cair?
 Sudah sejak kapan anda ketahui bahwa ada darah dalam dahak?
 Karena apakah darah keluar didalam dahak? Saat muntah/batuk/nausea?
 Apakah anda pernah memiliki TBC?
 Apakah di keluarga anda ada yang memiliki TBC atau memiliki gejala serupa seperti dahak
berdarah?
 Apakah anda pernah menjalani operasi?
 Apakah ada keringat malam? Sesak nafas? Berdebar-debar? Detak jantung yang tidak teratur?
Suara serak? Penurunan berat badan? Pembengkakan atau rasa nyeri pada kaki?
 WANITA: Apakah anda sedang dalam penggunaan pil KB?
 Apakah dalam penggunaan obat apapun?
 Kira-kira jumlah darah yang dibatukkan itu seberapa? Aqua gelas atau sesendok?
No. Activity
1 Inspeksi
a Mata: anemis? Icteric?
b Hidung: nafas cuping hidung?
c Bibir: cyanosis? Pursed lip breathing?
d Leher: Jugular vein distended?
e Dada: Bekas luka? Caput medusa? Pergerakan simetris? Ictus cordis?
f Tangan: Cyanosis? Clubbing finger?
2 Palpasi
a Tactile vocal fremitus(Suruh pasien mengatakan “tujuh-puluh-tujuh”)
Pastikan menggunakan telapak tangan dan bukan jari tangan
b Check Chest expansion
3. Perkusi
a Suara perkusi paru: sonor
Jika suara perkusi redup (dull) → ada massa
Jika suara perkusi hypersonor → pneumothorax
4 Auskultasi
a Suara auskultasi paru: vesikuler
Di dengar di 8 titik berbentuk ular tangga
5 Lakukan semuanya pada punggung pasien. Jangan lupa suruh pasien lipet tangannya

NOTES :

UNTUK PF THORAX (CARDIO DAN RESPI)

No. Activity
1 Perkenalan diri dan inform consent
2 Cuci tangan dan meminta pasien untuk membuka baju dan berbaring
3 Periksa tanda tanda vital (TTV)

EDUKASI ASMA

Definisi: Penyakit radang kronis, alergi sehingga saluran pernafasan menyempit, dapat
dikontrol sesuai derajatnya

Faktor pencetus:

Alergen: binatang hidup (peliharaan), kondisi kebersihan seprei (tungau), kecoak, obat-

obatan

Pekerjaan

Suku

Rokok: ada yg ngerokok di rumah, pestisida, pengharum ruangan, hair spray?

Makanan: kacang, coklat, buah2an(tomat, kelengkeng, rambutan), seafood

Exercise

Panas

Keluarga: ada yg alergi/asma, gerd?

Faktor komorbid lainnya: obesitas, gerd?

Jenis asma:

a. Intermitten: Gejala <1x/minggu, Eksaserbasi ringan, Gejala malam <=2x/bulan

b. Persistent :

i. Ringan : Gejala >1x/minggu, <1x/hari Eksaserbasi dapat menganggu aktivitas dan

tidur, Gejala malam >2x/bulan.

ii. Sedang: Gejala setiap hari, Eksaserbasi mengganggu aktivitas dan tidur,

Membutuhkan bronkodilator setiap hari , Gejala malam >1x/minggu.

iii. Berat: Gejala setiap hari, Eksaserbasi sering, Aktivitas fisik terbatas, Gejala malam

sering.

Treatment:

- Hindari factor pencetus


- Berdasarkan derajat

Asma intermitten: kasi aja reliever kalo lagi serangan SABA

Asma persistent ringan:

Saat serangan : reliever SABA

Controller: Glucocorticosteroid inhalasi (200-400 ug BD/hari) dosis dan LABA

Asma persistent sedang :

Saat serangan : reliever SABA

Controller: Glucocorticosteroid inhalasi (400-800) dosis menengah

Asma persistent berat :

1. Kasi reliever pas serangan SABA

2. Controller: ICS menengah + LABA + OCS/theofilin/leukotriene modifier

OCS + LABA + theofilin

Kondisi mengancam jiwa: ketika serangan pemberian obat salah, harus ke dokter secepatnya!

Pasien asma bisa menjalani hidup seperti biasa, sering olahraga untuk meningkatkan faal paru,

harus bawa inhaler kemana-mana.

Cara pake inhaler:

Kocok inhaler min 5s, kalo baru pertama beli atau sudah lebih dari 48 jam tidak digunakan

harus dibuang

Buka tutup

Cek lubang bersih atau tidak?


Duduk tegak, buang nafas ekspirasi maksimum.

Gigit, tutup pake bibir

Tarik nafas pelan-pelan, ditengah-tengah tarik nafas, semprot (setelah semprotan

lepas), teruskan tarik nafas sampai inspirasi maksimum.

Tahan 10-15s

Keluarkan pelan-pelan

Tunggu 30-60s sebelum ulangi dari inspirasi lagi.

Cuci mulut/kumur-kumur/sikat gigi.

Anda mungkin juga menyukai