0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan9 halaman

Sifat dan Kegunaan Unsur Karbon

Percobaan ini membahas tentang karbon dan fulerena. Mahasiswa diajak untuk membentuk model fulerena C60, C70, dan C80 menggunakan kertas heksagonal. Mereka belajar tentang jumlah atom karbon dan ikatan dalam fulerena serta mengidentifikasi posisi ikatan rangkap dua.

Diunggah oleh

Windy Ning Tias
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan9 halaman

Sifat dan Kegunaan Unsur Karbon

Percobaan ini membahas tentang karbon dan fulerena. Mahasiswa diajak untuk membentuk model fulerena C60, C70, dan C80 menggunakan kertas heksagonal. Mereka belajar tentang jumlah atom karbon dan ikatan dalam fulerena serta mengidentifikasi posisi ikatan rangkap dua.

Diunggah oleh

Windy Ning Tias
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN TETAP

PRAKTIKUM KIMIA UNSUR GOLONGAN UTAMA


KARBON

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 3
1. AMARA DEWANTI (06101381823046)
2. ASTRY LESTARI (06101381823055)
3. ELA AGUSTIN (06101381823059)
4. WINDI NING TIAS (06101381823043)
DOSEN PEMBIMBING: MAEFA EKA HARYANI,S,PD.,[Link]
EKA ADHIYAS,PD.,[Link]

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2020
Percobaan ke-3

I. Judul Percobaan : Karbon


II. Tujuan Percobaan : Mahasiswa memahami sifat kovalensi atom karbon.
Setelah diberikan diagram kerangka map heksagon,
mahasiswa mampu (a) mengemas bangun geometri bola
C60, (b) mengidentifikasi prosisi ikatan rangkap dua, (c)
menghitung jumlah atom karbon dalam bangun C60, (d)
menghitung jumlah total ikatan atom karbon, (e)
menghitung jumlah masing-masing ikatan tunggal maupun
ikatan rangkap dua, dan mengemas bangn geometri C70
dan C80.

III. Dasar Teori


Karbon merupakan unsur yang ditemukan sejak jaman pra-sejarah dan
banyak ditemukan di alam. Karbon terkandung di matahari, bintang-bintang,
komet dan amosfir kebanyakan planet. Karbon dalam bentuk berlian mikroskopik
telah ditemukan di dalam beberapa meteor yang jatuh ke bumi. Berlian alami juga
ditemukan di kimberlite pipa gunung berapi, di Afrika Selatan, Arkansas dan
beberapa tempat lainnya. Berlian sekarang ini diambil dari dasar samudera di
lepas pantai Cape of Good Hope. Sekitar 30% berlian industri yang dipakai di AS
sekarang ini merupakan hasil sintesis.
Energi dari matahari dan bintang-bintang dapat diatribusikan setidaknya
pada siklus [Link] merupakan salah satu unsur dari unsur-unsur
yang terdapat dalam golongan IV A dan merupakan salah unsur terpenting dalam
kehidupan sehari-hari karena terdapat lebih banyak senyawa yang terbentuk dari
unsur karbon.
Keistimewaan karbon yang unik adalah kecenderungannya secara alamiah
untuk mengikat dirinya sendiri dalam rantai-rantai atau cincin-cincin, tidak hanya
dengan ikatan tunggal, C - C , tetapi juga mengandung ikatan ganda C = C, serta
rangkap tiga, C≡[Link], jenis senyawa karbon luar biasa banyaknya. kini
diperkirakan terdapat sekitar dua juta jenis senyawa karbon, dan jumlah itu makin
meningkat dengan laju kira-kira lima persen per tahun. Alasan bagi kestabilan
Termal rantai-rantai karbon adalah kekuatan hakiki yang tinggi dari ikatan
tunggal C-C. Konfigurasi elektron karbon dalam keadaan dasar adalah (1s 2 2s2
2p2) mudah terhibridasi menghasilkan perangkat orbital sp3, atau sp2+p, atau
sp+p2. Lebih dari sembilan puluh persen senyawa karbon merupakan senyawa
sintetik, sedangkan sisanya diperoleh dari mahluk hidup (tumbuh-tumbuhan,
hewan, jamur, dan mikroorganisme) serta fosil mereka (batubara dan minyak
bumi).
Karbon memiliki beberapa jenis alotrop, yang paling terkenal adalah
grafit, intan, dan karbon amorf. Sifat-sifat fisika karbon bervariasi bergantung
pada jenis alotropnya. Sebagai contohnya, intan berwarna transparan, manakala
grafit berwarna hitam dan kusam. Intan merupakan salah satu materi terkeras di
dunia, manakala grafit cukup lunak untuk meninggalkan bekasnya pada kertas.
Intan memiliki konduktivitas listik yang sangat rendah, sedangkan grafit adalah
konduktor listrik yang sangat baik. Di bawah kondisi normal, intan memiliki
konduktivitas termal yang tertinggi di antara materi-materi lain yang diketahui.
Semua alotrop karbon berbentuk padat dalam kondisi normal, tetapi grafit
merupakan alotrop yang paling stabil secara termodinamik di antara alotrop-
alotrop lainnya. Keberadaan karbon di alam terjadi dalam dua wujud, yang
pertama dalam wujud mineral dan yang kedua dalam wujud grafit. Intan
merupakan wujud mineral dari karbon. Ini disebabkan satu atom karbon berikatan
kovalen dengan empat atom karbon lain sehingga membentuk geometri molekul
tetrahedral, molekul berkembang ke segala arah menjadi molekul yang sangat
keras. Arang, wujud grafit dari karbon, juga terikat dengan empat atom kabon
yang lain, tetapi geometri molekulnya tidak membentuk tetrahedral, karena hanya
ada tiga ikatan yang berikatan kovalen tetap sedangkan yang satu ikatan lagi
membentuk ikatan kovalen sesaat dengan atom karbon lapisan atas dan bawah
secara bergantian.
Karbon adalah suatu unsur yang sangat luwes dan berguna. Kegunaan
karbon hanya akan jelas terlihat apabila kita sebutkan satu persatu dalam berbagai
bentuk kehidupan sehari-hari. Berdasarkan unsurnya kegunaan karbon terbagi
menjadi dua, yaitu:
Grafit, baik yang alamiah maupun sintetik mempunyai banyak kegunaan.
Kegunaannya itu di antaranya untuk bahan hitam dalam pensil biasa, pigmen
dalam cat hitam, bahan pembuatan krus (mangkok untuk bahan kimia), elektode
untuk penggunaan pada suhu yang sangat tinggi, pelumas kering, bila serbuk
grafit didispersikan dengan minyak akan dihasilkan pelumas cair.
Intan, terutama yang bernoda dan kecil-kecil digunakan dalam industri
untuk membuat bubuk penggosok yang paling keras untuk roda pengasah, ujung
mata bor dan gigi [Link] juga memiliki manfaat dibidang pertanian yaitu
sebagai pembangun bahan organik karena sebagian besar bahan kering tanaman
terdiri dari bahan organik, diambil tanaman berupa CO2. Sedangkan kegunaan
karbon berdasarkan persenyawaannya, yaitu: as CO2 dalam air akan membentuk
senyawa H2CO3. Asam karbonat, bila ditambahkan ke dalam minuman (minuman
berkarbonasi), akan memberikan rasa tajam yang menyegarkan. Asam karbonat
H2CO3, merupakan bahan baku untuk pembuatan garam-garam karbonat.
Karbondioksia berfungsi untuk menjaga suhu permukaan bumi pada malam hari
tidak terlalu dingin. CO2 dalam udara dapat menyerap sinar infra merah (sinar
yang mengndung energi panas) dari sinar matahari yang dipantulkan bumi. Pada
malam hari CO2 melepaskan infra merah tersebut ke permukaan bumi yang dingin
sehingga permukaan bumi menjadi hangat. Meskipun karbon hanyalah salah satu
unsur dari sekian banyak unsur dalam sistem periodik, tetapi atom karbon dapat
terikat secara kovalen dengan atom karbon yang lain dan terhadap unsur-unsur
lain menurut beragam cara sehingga dapat membentuk beegitu banyak senyawa
yang jumlahnya hampir tak terhigga. Karbon ditemukan di alam dalam tiga
bentuk alotropik: amorphous, grafit dan berlian. Diperkirakan ada bentuk
keempat, yang disebut karbon. Ceraphite (serafit) merupakan bahan terlunak,
sedangkan belian bahan yang terkeras.
Grafit ditemukan dalam dua bentuk: alfa dan beta. Mereka memiliki sifat
identik., kecuali struktur kristal mereka. Grafit alami dilaporkan mengandung
sebanyak 30% bentuk beta, sedangkan bahan sintesis memiliki bentuk alfa.
Bentuk alfa hexagonal dapat dikonversi ke beta melalui proses mekanikal, dan
bentuk beta kembali menjadi bentuk alfa dengan cara memanaskannya pada suhu
di atas 1000 derajat Celcius. Pada tahun 1969, ada bentuk alotropik baru karbon
yang diproduksi pada saat sublimasi grafit pirolotik (pyrolytic graphite) pada
tekanan rendah. Di bawah kondisi free-vaporization (vaporisasi bebas) di atas
2550K, karbon terbentuk sebagai kristal-kristal tranparan kecil pada tepian grafit.
Karbon dioksida ditemuka di atmosfir bumi dan terlarut dalam air. Karbon juga
merupakan bahan batu besar dalam bentuk karbonat unsur-unsur berikut: kalsium,
magnesium, dan besi. Batubara, minyak dan gas bumi adalah hidrokarbon.
Karbon sangat unik karena dapat membentuk banyak senyawa dengan hidrogen,
oksigen, nitrogen dan unsur-unsur lainnya. Dalam banyak senyawa ini atom
karbon sering terikat dengan atom karbon lainnya. Ada sekitar sepuluh juta
senyawa karbon, ribuan di antaranya sangat vital bagi kehidupan. Tanpa karbon,
basis kehidupan menjadi mustahil. Walau silikon pernah diperkirakan dapat
menggantikan karbon dalam membentuk beberapa senyawa, sekarang ini
diketahui sangat sukar membentuk senyawa yang stabil dengan untaian atom-
atom silikon. Atmosfir planet Mars mengandung 96,2% CO2. Beberapa senyawa-
senyawa penting karbon adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO),
karbon disulfida (CS2), kloroform (CHCl3), karbon tetraklorida (CCl4), metana
(CH4), etilen (C2H4), asetilen (C2H2), benzena (C6H6), asam cuka(CH3COOH) dan
turunan-turunan mereka.

IV. Alat dan Bahan


1. Kertas Manila dengan map heksagon (hasil fotokopi)
2. Penggaris, pisau pemotong atau gunting
3. Lem
4. Spidol warna merah

V. Prosedur Percobaan

Map heksagon diatas kertas


manila ukuran A4
Gunting bagian sisi heksagon,
ada 8 sisi

Bagian heksagon yang sudah


digunting dinomori

Rekatkan dengan lem disetiap 2 heksagon yang digunting satu


sisi penghubung disekitar tiap lubang heksagon membentuk
lubang pentagon, seperti bangun bola

Map heksagon untuk pembentukan fulerena C60

: Gunting disini dan arah lipat


: Arah Lipat
1,2,3,4,5 dan 6 = Bidang heksagon yang harus dilubangi atau dibuang
Map Heksagon untuk pembentukan fulerena C70
: Gunting disini dan arah lipat
: Arah Lipat
1,2,3,4,5 dan 6 = Bidang heksagon yang harus dilubangi atau dibuang

Map heksagon untuk pembentukan fulerena C80

: Gunting disini dan arah lipat


: Arah Lipat
1,2,3,4,5 dan 6 = Bidang heksagon yang harus dilubangi atau dibuang

VI. Hasil Pengamatan


1. Bangun yang mendekati bentuk bola soccer ini terdiri dari bidang heksagon
dan (lubang) pentagon, sejumlah untuk heksagon C60 = 20, C70 = 25, C80 =
30 dan untuk jumlah pentagon C60 = 12, C70 = 12, C80 =12.
2. Setiap bidang pentagon selalu dikelilingi oleh 5 bidang heksagon dan setiap
bidang heksagon selalu dikelilingi oleh 3 bidang pentagon untuk C60.
Setiap bidang pentagon selalu dikelilingi oleh 5 bidang heksagon dan setiap
bidang heksagon selalu dikelilingi oleh 2 dan 3 bidang pentagon untuk C70.
Setiap bidang pentagon selalu dikelilingi oleh 5 bidang heksagon dan setiap
bidang heksagon selalu dikelilingi oleh 2 bidang pentagon untuk
C80.
3. Setiap atom C (titik sudut bidang) selalu merupakan titik persekutuan dari
sejumlah 1 bidang pentagon dan 2 bidang heksagon untuk C60, sejumlah 1
bidang pentagon dan 2 bidang heksagon untuk C70, sejumlah 1 bidang
pentagon dan 2 bidang heksagon untuk C80. Jadi setiap atom C selalu
membentuk ikatan dengan sejumlah 3 atom C lainnya untuk C60, 3 atom C
lainnya untuk C70, 3 atom C lainnya untuk C80.
4. Jumlah atom C penyusun bola soccer ini yaitu sebanyak C60 = 60 atom, C70 =
70 atom, C80 = 80 atom, berdasarkan data 1 dan 3, jumlah atom C ini dapat
dihitung menurut cara perhitungan sebagai berikut:
C60 =
(𝑛×ℎ)+(𝑚×𝑝)
= 𝑧

[ 20 × 6 ]+[12 × 5 ]
= 3

= 60 𝑎𝑡𝑜𝑚
C70 =
(𝑛×ℎ)+(𝑚×𝑝)
= 𝑧

[ 25 × 6 ]+[12 × 5 ]
= 3

= 70 𝑎𝑡𝑜𝑚
C80 =
(𝑛×ℎ)+(𝑚×𝑝)
= 𝑧
[ 30 × 6 ]+[12 × 5 ]
= 3

= 80 𝑎𝑡𝑜𝑚
5. Dimana: n = jumlah bidang heksagon, h= jumlah atom C tiap bidang
heksagon, m = jumlah bidang pentagon, p= jumlah atom C tiap bidang
pentagon, dan Z = jumlah ikatan untuk tiap atom C.
6. Jumlah total ikatan C-C yaitu C60 = 90 ikatan, C70 = 105 ikatan, C80 = 120
ikatan. Hal ini dapat diperoleh menurut cara perhitungan sebagai berikut:
Jumlah ikatan C-C:
(C60) = ½ (q x z ) = ½ (60 x 3) = 90 ikatan
(C70) = ½ (q x z ) = ½ (70 x 3) = 105 ikatan
(C80) = ½ (q x z ) = ½ (80 x 3) = 120 ikatan
dimana angka ½ diperoleh dari kenyataan bahwa setiap ikatan C-C selalu
merupakan sisi persekutuan antara dua bidang (baik heksagon-heksagon ataupun
heksagon-pentagon), q = jumlah atom C total dan z = jumlah ikatan tiap atom C.
7. Jumlah ikatan rangkap dua C=C (yang ditandai dengan garis spidol merah)
yaitu sebanyak C60 = 30, C70 = 35, C80 = 40. Ikatan dan jumlah ikatan tunggal
C-C (yang tidak ditandai apapun) yaitu C60 = 60 ikatan, C70 = 70 ikatan, C80 =
80 ikatan. Hal ini juga dapat dilakukan dengan cara perhitungan berikut:
(a) Jumlah ikatan tunggal C-C = 2/3 x jumlah ikatan total
C60= 2/3 x 90 = 60 ikatan
C70= 2/3 x 105 = 70 ikatan
C80= 2/3 x 120 = 80 ikatan
(b) Jumlah ikatan rangkap C=C = 1/3 x jumlah ikatan total
C60= 1/3 x 90 = 30 ikatan
C70= 1/3 x 105 = 35 ikatan
C60= 1/3 x 120 = 45 ikatan

Anda mungkin juga menyukai