100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
351 tayangan4 halaman

Kriteria Diagnosis Penyakit HHD

Dokumen tersebut merangkum tentang penyakit jantung hipertensi atau hipertensi heart disease (HHD) yang disebabkan oleh hipertensi sistemik berkepanjangan. Memberikan panduan langkah-langkah diagnosis dan penatalaksanaan penyakit ini di fasilitas kesehatan primer termasuk pemeriksaan, pengobatan, edukasi, dan kriteria rujukan.

Diunggah oleh

fajar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
351 tayangan4 halaman

Kriteria Diagnosis Penyakit HHD

Dokumen tersebut merangkum tentang penyakit jantung hipertensi atau hipertensi heart disease (HHD) yang disebabkan oleh hipertensi sistemik berkepanjangan. Memberikan panduan langkah-langkah diagnosis dan penatalaksanaan penyakit ini di fasilitas kesehatan primer termasuk pemeriksaan, pengobatan, edukasi, dan kriteria rujukan.

Diunggah oleh

fajar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HIPERTENSI HEART DISEASE (HHD)

No. Dokumen : SOP/ 31/UKP/I/2020


SOP No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 3 Januari 2020
Halaman : 1/4

UPTD Puskesmas
Tabanan II
Kabupaten Tabanan
dr. I Wayan Panca
NIP. 19641201199003031011

1. Pengertian Penyakit jantung hipertensi atau Hipertensi heart disease (HHD) adalah istilah yang diterapkan
untuk menyebutkan penyakit jantung secara keseluruhan, mulai dari left ventricle hyperthrophy
(LVH), aritmia jantung, penyakit jantung koroner, dan penyakit jantung kronis (CHF), yang
disebabkan karena peningkatan tekanan darah, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penyakit jantung hipertensi adalah suatu penyakit yang berkaitan dengan dampak sekunder pada
jantung karena hipertensi sistemik yang lama dan berkepanjangan.
Penyakit jantung hipertensi merujuk kepada suatu keadaan yang disebabkan oleh peningkatan
tekanan darah (hipertensi). Hipertensi yang berkepanjangan dan tidak terkendali dapat mengubah
struktur miokard, pembuluh darah dan sistem konduksi jantung. Perubahan-perubahan ini dapat
mengakibatkan hipertrofi ventrikel kiri, penyakit arteri koroner, gangguan sistem konduksi, disfungsi
sistolik dan diastolik miokard yang nantinya bermanifestasi klinis sebagai angina (nyeri dada),
infark miokard, aritmia jantung (terutama fibrilasi atrium) dan gagal jantung kongestif.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk penanganan penyakit Hipertensi heart disease
(HHD)

3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Tabanan II Nomor: I / SK /[Link]/I /2020 tentang Jenis Layanan

4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.02.02/Menkes/514/2015 Tentang


Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5. Alat dan Bahan 1. Buku Rekam medis pasien 4. Timbangan


2. Stetoscope 5. Alat tulis
3. Senter

6. Langkah- Hasil Anamnesis (Subjective)


Langkah Keluhan
1. Sesak pada saat beraktifitas (dyspneu d’effort)
2. Gangguan napas pada perubahan posisi (ortopneu)
3. Sesak napas malam hari (paroxysmal nocturnal dyspneu)
Keluhan tambahan: lemas, mual, muntah dan gangguan mental pada orangtua
Faktor Risiko
1. Hipertensi
2. Dislipidemia
3. Obesitas
4. Merokok
5. Diabetes melitus
6. Riwayat gangguan jantung sebelumnya
7. Riwayat infark miokard

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)


Pemeriksaan Fisik:
1. Peningkatan tekanan vena jugular
2. Frekuensi pernapasan meningkat
3. Kardiomegali
4. Gangguan bunyi jantung (gallop)
5. Ronki pada pemeriksaan paru
6. Hepatomegali
7. Asites
8. Edema perifer

Pemeriksaan Penunjang
1. X Ray thoraks untuk menilai kardiomegali dan melihat gambaran edema paru
2. EKG (hipertrofi ventrikel kiri, atrial fibrilasi, perubahan gelombang T, dan gambaran abnormal
lain).
3. Darah perifer lengkap

Penegakan Diagnostik (Assessment)


Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria Framingham yaitu minimal 1 kriteria mayor dan 2
kriteria minor.
Kriteria Mayor:
1. Sesak napas tiba-tiba pada malam hari (paroxysmal nocturnal dyspneu)
2. Distensi vena-vena leher
3. Peningkatan tekanan vena jugularis
4. Ronki basah basal
5. Kardiomegali
6. Edema paru akut
7. Gallop (S3)
8. Refluks hepatojugular positif

Kriteria Minor:
1. Edema ekstremitas
2. Batuk malam
3. Dyspneu d’effort (sesak ketika beraktifitas)
4. Hepatomegali
5. Efusi pleura
6. Penurunan kapasitas vital paru sepertiga dari normal
7. Takikardi >120 kali per menit

Diagnosis Banding
1. Penyakit paru: obstruktif kronik (PPOK), asma, pneumonia, infeksi paru berat (ARDS), emboli
paru.
2. Penyakit Ginjal: Gagal ginjal kronik, sindrom nefrotik
3. Sirosis hepatik
4. Diabetes ketoasidosis

Komplikasi
1. Syok kardiogenik
2. Gangguan keseimbangan elektrolit

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
1. Modifikasi gaya hidup
a. Pembatasan asupan cairan maksimal 1,5 liter (ringan), maksimal 1 liter (berat)
b. Berhenti merokok dan konsumsi alkohol
2. Aktivitas fisik
a. Pada kondisi akut berat: tirah baring
b. Pada kondisi sedang atau ringan:batasi beban kerja sampai 60% hingga 80% dari denyut nadi
maksimal (220/umur)
3. Penatalaksanaan farmakologi

Pada gagal jantung akut:


a. Terapi oksigen 2-4 liter per menit
b. Pemasangan iv line untuk akses dilanjutkan dengan pemberian furosemid injeksi 20 s/d 40 mg
bolus dapat diulang tiap jam sampai dosis maksimal 600 mg/hari.
c. Segera rujuk.

Pada gagal jantung kronik:


a. Diuretik: diutamakan loop diuretic (furosemid) bila perlu dapat dikombinasikan Thiazid, bila
dalam 24 jam tidak ada respon rujuk ke layanan sekunder.
b. ACE Inhibitor (ACE-I) atau Angiotensine II receptor blocker (ARB) mulai dari dosis terkecil dan
titrasi dosis sampai tercapai dosis yang efektif dalam beberapa minggu. Bila pengobatan
sudah mencapai dosis maksimal dan target tidak tercapai segera dirujuk.
c. Digoksin diberikan bila ditemukan takikardi untuk menjaga denyut nadi tidak terlalu cepat.

Konseling dan Edukasi


1. Edukasi tentang penyebab dan faktor risiko penyakit gagal jantung kronik misalnya tidak
terkontrolnya tekanan darah, kadar lemak atau kadar gula darah.
2. Pasien dan keluarga perlu diberitahu tanda-tanda kegawatan kardiovaskular dan pentingnya
untuk kontrol kembali setelah pengobatan di rumah sakit.
3. Patuh dalam pengobatan yang telah direncanakan.
4. Menjaga lingkungan sekitar kondusif untuk pasien beraktivitas dan berinteraksi.
5. Melakukan konferensi keluarga untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan
penghambat penatalaksanaan pasien, serta menyepakati bersama peran keluarga pada
masalah kesehatan pasien.

Kriteria Rujukan
1. Pasien dengan gagal jantung harus dirujuk ke fasilitas peayanan kesehatan sekunder yang
memiliki dokter spesialis jantung atau spesialis penyakit dalam untuk perawatan maupun
pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi.
2. Pada kondisi akut, dimana kondisi klinis mengalami perburukan dalam waktu cepat harus
segera dirujuk layanan sekunder atau layanan tertier terdekat untuk dilakukan penanganan
lebih lanjut.

Peralatan
1. EKG
2. Radiologi (X ray thoraks)
3. Laboratorium untuk pemeriksaan darah perifer lengkap

Prognosis
Tergantung dari berat ringannya penyakit, komorbid dan respon pengobatan.

7. Diagram
Alir 1. Anamnese 3. Pemeriksaan
2. Pemeriksaan fisik penunjang

5. Pengobatan dan
6. HE (Health perawatan (sesuai 4. Penegakan
Education) PROTAP) diagnosa

8. Hal-hal Kriteria Rujukan


Yang Perlu 1. Pasien dengan gagal jantung harus dirujuk ke fasilitas peayanan kesehatan sekunder yang
Diperhatikan memiliki dokter spesialis jantung atau spesialis penyakit dalam untuk perawatan maupun
pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi.
2. Pada kondisi akut, dimana kondisi klinis mengalami perburukan dalam waktu cepat harus segera
dirujuk layanan sekunder atau layanan tertier terdekat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

9. Unit Terkait Seluruh unit ruang pelayanan yang terkait

10. Dokumen 1. SK Kepala Puskesmas


Terkait 2. Manual Mutu
3. SOP
11. Rekaman Historis

N Halaman Yang Diubah Perubahan Diberlakukan Tanggal


o

Anda mungkin juga menyukai