100% menganggap dokumen ini bermanfaat (5 suara)
1K tayangan46 halaman

Periodic Inspection

PI Exca

Diunggah oleh

Syakur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (5 suara)
1K tayangan46 halaman

Periodic Inspection

PI Exca

Diunggah oleh

Syakur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERIODIK

INSPECTION PC 200
PC 300 & PC 400

PT ACSET INDONUSA TBK


ACSET TRAINING CENTER
2019

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT yang selalu melimpahkan rahmat dan kasih
sayang kepada seluruh umat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan modul ini sesuai dengan yang
diharapkan. Modul ini berjudul “Periodik inspection PC 200, 300, & 400” sebagai salah satu materi dalam
program Advance Mechanic Course di PT. Acset Indonusa Tbk.
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan modul ini. Namun demikian, tidak
menutup kemungkinan adanya kekurangan yang dikarenakan keterbatasan pengetahuan, kemampuan dan
pengalaman yang dimiliki penulis. Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun atas segala
kekurangannya, sehingga akan menjadi sebuah perbaikan di kemudian hari.
Penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan modul ini. Akhir kata penulis berharap dengan segala kekurangannya, semoga
modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Jakarta, Desember 2018

Penulis

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................................ 2
DAFTAR ISI .............................................................................................................................................. 3
BAB I.......................................................................................................................................................... 4
A. DESKRIPSI ........................................................................................................................................ 4
B. PRASYARAT ..................................................................................................................................... 4
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL .................................................................................................... 4
D. TUJUAN AKHIR ................................................................................................................................. 5
E. KOMPTENSI ...................................................................................................................................... 5
BAB II ........................................................................................................................................................ 7
A. RENCANA BELAJAR PESERTA ........................................................................................................... 7
B. KEGIATAN BELAJAR PESERTA PELATIHAN ....................................................................................... 8
1. Kegiatan Belajar 1 ........................................................................................................................ 8
A. Basic Maintenance ....................................................................................................................... 9
a. Product Inspection ...................................................................................................................10
b. Prosedure Kawashima..............................................................................................................10
2. Kegiatan Belajar 2 .......................................................................................................................18
B. Component Failure and Recommendation ....................................................................................19
a. Check Inspection .....................................................................................................................19
3. Kegiatan Belajar 2 .......................................................................................................................25
C. General Term of Inspection Analysis ...........................................................................................27
a. Basic Machine Inspection Process............................................................................................27
b. Machine Inspection Analisys Procedure ...................................................................................28
c. Machine Inspection Analysis Tools ..........................................................................................31
d. Machine Inspection Analisys ...................................................................................................34
BAB III EVALUASI .................................................................................................................................45

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 3
BAB I
Pendahuluan

A. Deskripsi
Modul Periodic Inspection ini membahas tentang cara dan bagaimana melakukan inspection pada unit –
unit alat berat. Modul ini terdiri dari 3 kegiatan pembelajaran.
(1) Basic Maintenance
(2) Component Failure and Recomended
(3) General Term Of Inspection Analysis
B. Prasyarat
Sebelum memulai modul ini, anda harus menyelesaikan modul – modul yang harus dipelajari lebih awal
sesuai dengan kedudukan modul
C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Petunjuk bagi Peserta Pelatihan
Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini, langkah – langkah
yang perlu dilakasanakan antara lain :
a. Baca dan pahami dengan seksama uraian materi yang ada pada masing – masing kegiatan belajar. Bila
ada materi yang kurang jelas, peserta dapat bertanya pada instruktur
b. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahu seberapa besar pemahaman yang
telah dimiliki terhadap materi – materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktek, perhatikanlah hal – hal berikut ini :
1) Perhatikan petunjuk – petunjuk keselamatan kerja yang diberikan
2) Pahami setiap langkah kerja (Shop manual, OMM) dengan baik.
3) Sebelum melaksanakan praktek rencanakan tools yang diperlukan secara cermat
4) Gunakanlah alat sesuai dengan procedure pemakaian yang benar
5) Untuk melakukan kegiatan belajar praktek yang belum jelas, harus meminta ijin instruktur lebih
dahulu.
6) Setelah selesai praktek kembalikan alat dan bahan ke tempat semula.
d. Jika belum mengusai tingkat materi yang diharapkan ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya
atau bertanyalah kepada instrukutr bersangkutan.

2. Peran Instruktur antara lain.


a. Membantu peserta dalam merencanakan proses belajar
b. Membimbing peserta melalui tugas – tugas pelatihan yang dijelasakan dalam tahap belajar
c. Membantu peserta dalam memahami konsep dan praktek baru serta menjawab pertanyaan peserta
mengenai proses belajar peserta

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 4
d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk
belajar
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan
f. Merencanakan mentor/pedamping dari tempat kerja utnuk membantu jika diperlukan
g. Merencanakan proses penilaian dan menyipakan perangkatnya.
h. Menjelasakn kepada siswa tentang sikap pengetahuan dan keterampilan dari suatu kompetensi
yang perlu dibenahi dan merundigkan rencana pembelajaran selanjutnya.
i. Mencatat pencapaian kemajuan siswa.

D. Tujuan Akhir
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini peserta diharapkan “mampu
mendeskripsikan nama, fungsi, prinsip kerja, serta bagaimana melakukan inspeksi maintenance dengan baik.

E. Komptensi
Modul ini membantu peserta dalam membentuk kompetensi mengetahui nama unit, fungsi, cara kerja,
serta aplikasi penggunaan unit dengan tepat dan benar
Elemen Kriteria Lingkup Pokok Pembelajaran
No
Kompetensi Unjuk Kerja Bahasan Pengetahuan Keterampilan Sikap
Mengetahui Basic 1. Product - Memahami - Menyebutkan - Mengikuti
Basic Maintenance Inspection definisi dari jenis dan pembelajaran
Maintenance 2. Prosedur inspection fungsi sesuai dengan
kawashima - Memahami maintenance prosedure
1 prosedure - Menjelaskan - Memperhatikan
kawashima periodic faktor – faktor
inspection keselamatan
dan prosedur kerja dan
kawashima lingkungan.
Mengetahui Component 1. Check - -
Component Failure and Inspection
2 Sda
failure and Recommended
recommended
Mengetahui General Term 1. Basic Machine - -
General Term of Inspection Inspection
of Inspection Analysis Analysis
3 Analysis 2. Machine
Inspection
Analysis
Procedure

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 5
3. Machine
inspection
Tools
4. Machine
Inspection
Analysis

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 6
BAB II
PEMBAHASAN

A. Rencana Belajar Peserta


Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel dibawah ini dan mintalah bukti belajar kepada
instruktur jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.
Tempat Alasan Paraf
Elemen Kompetensi Hari/Tanggal Waktu
Belajar Perubahan Instruktur
A. Basic Maintenance

B. Component Failure
and Recommendation
C. General Term Of
Inspection Analysis

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 7
B. Kegiatan Belajar Peserta Pelatihan
1. Kegiatan Belajar 1
Tujuan Kegiatan Belajar 1
Ranah
Elemen
Kegiatan Pembelajaran Indikator Keberhasilan Kompetensi
Kompetensi
P K S
Basic a. Product Inspection
Maintenance b. Prosedure Kawashima

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 8
A. Basic Maintenance
Secara garis besar maintenance merupakan kunci dari kondisi dan performance unit yang baik (standart),
lebih dari itu cost yang digunkan terhadap unit juga akan terkendali (reduce) jikalau paln yang digunakan
adalah tepat dalam melakukan maintenance unit. Ini adalah alasan penting dimana maintenance sangatlah
berperan tinggi dalam pengelolahan unit alat berat. Berikut tabel klasifikasi maintenance :

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 9
a. Product Inspection
Periodic inspection yaitu insfeksi atau pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dengan management
waktu yang telah distandartkan untuk melihat kondisi aktual unit supaya dapat dipersiapkan dalam jangka
waktu tertentu untuk melakukan aktifitas perbaikan.
Selain kegiatan insfeksi ini berlangsung dalam konteks preventive maintenance akan tetapi dalam
pelaksanaannya juga akan menyangkut dengan aktifitas corrective maintenance ini akan terjadi bila dalam
kegiatan inspection diperlukan untuk repair dan adjustment saat ditemui kondisi yang kurang standart dan
harus segera ditangani karena masaah safety ataupun kinerja unit.

b. Prosedure Kawashima
Dalam suatu kegiatan inspeksi sangatlah diperlukan sekali keahlian dalam menilai kondisi suatu
komponen dalam unit, ini sangat berhubungan erat dengan tingkat selera seseorang inspector dalam
menilainya. Baik penilaian terhadap komponen secara instalasi maupun dalam kondisi fisik dari komponen.
Dalam aktifitas kawashima project hal – hal tersebut sangat diperhatikan.
Terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian penting saat melakukan aktifitas kawashima project yaitu
mengenai penanganan harness dan penanganan hose. Beberapa contoh kasus tentang perlakuan pada
pemasangan hose dan harnes serta beberapa problem yang terjadi beserta penyelesaian dapat kita lihat dalam
materi dibawah ini :
a. Point 1 :
Permasalahan :
Harness atau hose pada engine bergerak bebas, berpotensi untuk bersinggungan dengan kabel atau hose
lainnya.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 10
Langkah pencegahan :
Antara hose dan wiring harness tidak dijadikan satu dan diclamp ataupun ditierap sehingga tidak bergerak
bebas dan bersinggungan.

Clamp tambahan

Wiring harness

Clearance sesuai
standard

Clamp tambahan

Spill hose

Langkah perbaikan :
 Tambahkan clamp pada wiring harness atau hose, pasang clamp pada dudukan atau mounting bolt
yang sudah ada. Spesifikasi untuk tierap, vinyl tape, rubber, spiral wrap, dan lain – lain pada kabin
engine minimal 100oC, dan jarak ideal antara hose dan wiring harness adalah antara 80mm – 100 mm.
 Pisahkan antara hose dan wiring harness dengan jarak yang aman, yaitu aman dari persinggungan satu
dengan yang lain saat unit beroperasi dan hose bergetar karea tekanan.

Bebas Tambah
bergerak Clamp

 
b. Point 2 :
Permasalahan :
Harness diikat dengan hose yang bertekanan sehingga kabel ikut bergtar dan dalam jangka waktu tertentu
akan menyebabkan kabel putus diujung konektor dan komponen elektrik.
Langkah pencegahan :
Antara hose dan wiring harnesss tidak dijadikan satu dan diclamp ataupun ditierap meskipun sudah
digunakan rubber untuk proteksinya.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 11
Langkah perbaikan :
 Pisahkan antara hose dan wiring harness dengan jarak yang aman, yaitu aman dari persinggungan satu
dengan yang lain saat unit beroperasi dan hose bergetar akrena tekanan.
 Tempatkan dan pastikan kekencangan posisi dari hose dan wiring harness dengan menggunakan clamp
dan bolt, jika tidak terdapat dudukan gunakan double clam atau ditambahkan bracket datau cara lauin
sehingga pada posisi aman. Jarak idela antara hose dan wiring harness adalah antara 80mm – 100mm.

c. Point 3
Permasalahan :
Radius tekukan dari kabel (pada starting motor, battery, dan lain – lain) terlalu kecil , sehingga dapat
menimbulkan serabut kawat dari kabel patah. Disamping itu dapat juga menimbulkan bolt mudah kendur
karena vibrasi/getaran jika tekukan terlalu kecil.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 12
Lagkah pencegahan :
Tidak melakukan penekukan yang berlebihan pada kabel hingga dibawah standard.

Langkah perbaikan :
 Reposisi dan pastikan dari tekukan kabel adalah 6 kali dari diameter kabel.
 Fixed posisi dari kabel dengan menggunakan clamp dan bolt, tierap atau media lainnya sehingga kabel
pada posisi aman.
Gambar

d. Point 4
Permasalahan :
Radius tekukan dari kabel (pada konektor) terlalu kecil, sehingga dapat menimbulkan putusnya pada
persambungan dan serabut kawat dari kabel patah.
Langkah pencegahan :
Tidak melakukan penekukan yang berlebihan pada kabel hingga dibawah standard

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 13
Langkah perbaikan :
 Reposisi dan pastikan radius dari tekukan kabel adalah 6 kali diameter kabel.
 Fixed posisi dari kabel dengan menggunakan clamp dan bolt, tierap atau media lainnya sehingga kabel
pada posisi aman. (perhatikan posisi tierap pada konektor seperti gambar diatas)

e. Point 5
Permasalahan :
Kabel power menghasilkan percikan api yang cukup besar jika terjadi short circuits.
Langkah perbaikan :
 Tambahkan spiral conduit pada kabel power (kabel yang berarus tinggi) dan tambahkan Vinyl tape
pada ujung conduit.
 Tempatkan dan pastikan kekencangan dari posisi dari kabel dengan menggunakan clamp dan bolt,
tierap atau media lainnya sehingga kabel pada posisi aman.
 Aplikasikan spiral conduit dan clamp sesuai standard.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 14
f. Point 6
Permasalahan :
 Hose/harness bersinggungan dengan ujung dari tekukan body sehingga dapat menimbulkan
hose/harness rusak.
 Hose bersingungan satu dengan yang lainnya sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan.
Langkah Perbaikan :
 Reposisi hose/harness sehingga pada ujung tekukan body jarak antara hose dengan body + minimal
1,5 cm jika perlu tambahkan plate agar posisi dudukan hose/harness lebih tinggi.
 Jika hose pada posisi lurus keatas dan dekat dengan body dan tekukan body unit maka jarak antara
hose dengan body minimal 3 cm.
 Tempatkan dan pastikan kekencangan dari posisi hose/harness dengan menggunakan clamp dan bol,
tierap atau media lainnya sehingga kabel pada posisi aman. (perhatikan posisi clamp pada gambar)

g. Point 7
Permasalah :

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 15
Kesalahan dalam hose installation sehingga fungsi kondisi hose sudah tegang saat install dikarenakn twist
pada hose.
Langkah perbaikan :
Lakukan metode installasi hose sesuai dengan ukuran hose yang genuine-nya.

h. Point 8
Permasalahan :
Kesalahan dalam hose installation yaitu untuk penentuan panjang hose saat dilakukan instalasi. Hose
terlalu pendek akan mengakibatkan sudut bending menjadi radius yang kecil sehingga akan muncul stress.
Langkah perbaikan :
Lakukan metode instalasi hose sesuai dengan pasangannya, hindari tekukan hose yang terlalu kecil dan
panjang hose juga harus diperhatikan.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 16
Soal Latihan 1
1. Apa yang dimaksud periodic inspection.?
2. Sebutkan jenis maintenance secara garis besar.

Jawaban
1. Periodic Inspection adalah pemeriksaan yang dilakukan secar berkala dengan management
waktu yang telah distandartkan untuk melihat kondisi actual unit supaya dapat dipersipakan
dalam jangka waktu tertenti untuk melakukan aktifitas perbaikan.
2. Preventive maintenance dan Corrective maintenance

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 17
2. Kegiatan Belajar 2
Tujuan Kegiatan Belajar 2
Ranah
Elemen Kegiatan
Indikator Keberhasilan Komptensi
Kompetensi Pembelajaran
P K S
Component a. Check
Failure and Inspection
Recomended

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 18
B. Component Failure and Recommendation
a. Check Inspection
Dalam suatu kegiatan inspeksi kemungkinan besar akan banyak diteui kondisi – kondisi yang tidak normal
jika dalam operasional ataupun maintenance unit kurang bagus. Kondisi tidak normal tersebut dapat berupa
beberapa hal antara lain :
1. Crack (Retak)
Kerusakan ini terjadi biasanya karena external force atau internal force yang ditunjang dengan komposisi
material yang kurang bagus. Faktor yang mempengaruhi konidisi ini adalah getaran tinggi, panas yang tinggi,
umur dan benturan. Beberapa contoh kasus yang mungkin terjadi dapat dilihat dibawah ini.

2. Missing (Hilang)
Sering sekali dijumpai bahwa kondisi komponen tidak termounting dengan benar karena tidak ada
/kurangnya fastener yang disebabkan hilang pada saat operasi ataupun kecerobohan saat melakukan
maintenance unit.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 19
3. Bending (Bengkok)
Kerusakan ini terjadi biasanya karena external force tau beban yang terjadi dalam kurun waktu lama akan
tetapi pembebannanya kurang seimbang.

4. Dent (Penyok)
Kerusakan ini terjadi biasanya karena external force atau ketika unit beroeperasi.

5. Scratch (Bergores)
Kerusakan tipe ini biasanya disebabkan oleh bergesekannya antara material metal dengan metal atau metal
dengan debu. Goresan yang terjadi bisa saja dalam skala besar atau hanya kecil tergantung dengan beban saat
bergesekan.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 20
6. Worn (Aus)
Kerusakan tipe ini biasanya disebabkan oleh bergesekannya antara material metal dengan metal dan
material lainnya. Keausan adalah wajar kecuali berada diluar dari umur yang telah ditentukan maka dari itu
inspeksi sangat diperlukan sekali. Khususnya untuk komponen undercarrige management penanganan keausan
sangat diperhatikan.

7. Leak (bocor)
Kerusakan tipe ini dapat disebabkan akibat pengencangan komponen yang kurang dari standart (jika
merupakan assembly component), keausan dalam sakala besar, kerusakan komponen penyekat, dan lain – lain.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 21
8. Weep (rembes)
Kerusakan tipe ini dapat disebabkan akibat pengencangan komponen yang kurang dari standart (jika
merupakan assembly component), keausan dalam skala kecil, kerusakan komponen penyekat, dan lain – lain.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 22
9. Broken
Kerusakan tipe ini dapat disebabkan akibat instalasi yang kurang tepat, kesalahan operasi, dan lain – lain. Ini
dapat terjadi pada komponen hose atau komponen lainnya.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 23
Soal Latihan
1. Apa yang dimaksud dengan crack.?
2. Apa yang dimaksud dengan missing.?
3. Apa yang dimaksud dengan bending.?

Jawaban
1. Crack adalah kerusakan yang terjadi karena eksternal force ataupun internal force yang ditunjang
dengan komposisi material yang kurang bagus
2. Missing adalah komponen yang hilang, biasanya berupa bolt untuk memonting suatu komponen
guna mengencangkan yang disebabkan karena kendur
3. Bending adalah kerusakan yang terjadi biasanya karena force atau beban yang terjadi dalam kurun
waktu lama akan tetapi pembebannya kurang seimbang.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 24
3. Kegiatan Belajar 2
Tujuan Kegiatan Belajar 2
Ranah
Elemen
Kegiatan Pembelajaran Indikator Keberhasilan Kompetensi
Kompetensi
P K S
a. Basic Machine
Insoection Process
b. Machine Inspection
General Term
Analysis Prosedure
of Inspection
c. Machine Analysis
Analysis
Tools
d. Machine Inspection
Analysis

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 25
Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 26
C. General Term of Inspection Analysis
a. Basic Machine Inspection Process
1. Definisi
Maintenance adalah suatu kegiatan perawatan alat berat yang dilaksanakan secara teratur, terkendali dan
terencana berdasarkan catatan kondisi alat – alat tersebut.
Tujuan maintenance :
- Mencapai tingkat kesiapan alat yang tinggi (high physical avalability)
- Memiliki daya guna yang maksimal (best performance)
- Biaya perbaikan yang wajar (reliable repair cost)

Keuntungan maintenance :
- Mencegah kerusakan dini (premature) suatu alat
- Meperpanajang masa pakai suatu alat
- Mencapai nilai ekonomis yang optimal

MIA (Machine Inspection Analisys) adalah salah satu kegiatan maintenance yang dilakukan pada pekerjaan
PS (Periodic Service). Istilah MIA pada shop manual komatsu dibatasi dengan istilah PM Tune Up atau PM
Clinic. Pada

2. Fungsi MIA
Machine inspection analisys berfungsi untuk mengetahui
kondisi dan performa unit actual. Sama halnya dengan
manusia medical check up dilakukan untuk mendapatkan
data mengenai kondisi kesehatan aktual seseorang. Data
tersebut jika dibandingkan dengan standar, maka dapat
diketahui orang tersebut dalam kondisi sehat atau tidak.
Begitu pula dengan mesin, MIA kita lakukan untuk
mendapatkan data performa aktual mesin. Jika dara tersebut
dibadningkan dengan standar pada shop manual, dapat diketahui performa mesin tersebut normal atau tidak.
Pada umumnya Pm Tune Up atau PM Clinic Sheet digunakan untuk mencatat hasil MIA dan mendapatkan
nilai standar untuk dibandingkan dengan hasil MIA tersebut. Pekerjaan ini dilakukan bersamaan dengan
kegiatan PS.

3. Objectif MIA
Lebih baik mencegah daripada mengobati, pepatah ini cocok untuk menggambarkan tujuan dari kegiatan MIA.
Performa mesin yang telah diketahui dari kegiatan MIA dapat menentuka langkag yang perlu dilakukan
selanjutnya. Jika diketahui performa mesin tidak normal, maka dapat memungkinkan adanya perlakuan
adjusment, repair, bahkan replace. Perlakuan tersebut memerlukan adanya persiapan schedule breakdown unit,

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 27
ketersedian man power, kesiapan tools, dan workshop equipment sampai spare part pengganti jika diperlukan.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hasil kegiatan MIA dapat menjadikan kegiatan corrective
maintenance lebih terencana dengan baik.
b. Machine Inspection Analisys Procedure
1. Machine Outline

1. Bucket Cylinder 7. Cabin


2. Arm 8. Upper Structure
3. Bucket 9. Track Frame
4. Arm Cylinder 10. Final Drive
5. Boom 11. Track Roller
6. Boom Cylinder 12. Idler

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 28
2. Monitor Panel
PC 200 – 8 M0 memiliki resolusi layar yang lebih tajam dibandingkan dengan PC 200 – 8. Selain rrsolusi yang
tajam, konfigurasin menu pada monitor panel PC200 – 8 lebih Human Friendly dalam penggunaan.

Alarm Monitor List

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 29
Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 30
Untuk melakukan machine inspection kita bisa memanfaatkan menu yang ada dalam monitor panel, hal ini
dapat dilakukan dengan cara masuk ke menu service. Cara masuk ke dalam menu service dengan menekan
tombol 4 (buzzer cancel) secara terus menerus, kemudian menekan tombol 1, 2, dan 3 secara berurutan dengan
tetap menekan tombol (buzzer cancel). Tampilan monitor panel akan berubah menjadi tampilan service mode.

c. Machine Inspection Analysis Tools


1. Measurement Tools
a. Temperature Gauge
thermometer ini digunakan untuk mengukur temperatur atau suhu. Thermometer ada
yang menggunakan fluida dan ada yangb digital. Thermometer digital dapat untuk
mengukur suhu dari 99,50 C.

b. Pressure Gauge
Preasure gauge group digunakan untuk mengukur oil pressure,
boost dan fuel pressure. Satuan pressure gauge menggunakan PSI
(pound per Square Inch), Kpa (Kilo Pascal) dan Kg/cm. Dimana
dalam pengukuran harus menggunakan gauge yang memiliki skala

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 31
diatas tekanan yang akan diukur agar tidak terjadi kerusakan gauge karena overload. Pada pressure gauge
group terdapat beberapa gauge dengan berbagai ukuran, yaitu 1500 mmHg, 10 kg/cm2, 25 kg/cm2, 60
kg.cm2, 400 kg/cm2, dan 600 kg/cm2.

c. Hydrometer
Hydrometer jenis ini berbentuk menyerupai pipet, dan dibagian dalam
terdapat pelampung (floating beam) yang terdapat skala yang akan
menunjukan hasil pengukuran. Untuk menggunakannya kita bisa
langsung memasukan air battery (electrolit battery) kedalam hydrometer
dengan cara menyedotnya.

d. Vernier Caliper
Slide caliper atau vernier caliper adalah alat ukur yang terdiri
dari caliper dan ckala. Vernier caliper biasanyab digunakan
untuk 3 (tiga) pengukuran antara lain :
 Mengukur diameter luar
 Mengukur diameter dalam
 Mengukur kedalaman.

e. Multi tester
Multi tester adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan, besarnya
arus yang mengalir dan besarnya tahanan.

f. Handly Smoke Checker


Handy smoke checker adalah tools yang berfungsi untuk mengukur
warna gas buang engine. Untuk menganalisis keadaan engine
berdasar dari warna gas buang tersebut. Hasil pembacaan berupa
perubahan warna kerta (filter papan) yang sebelumnya dipasang pada
alat ini selanjutnya perubahan warna tadi dibandingkan dengan skala
yang tersedia apa masih bagus atau terdapat penyimpangan.

g. Refractrometer
Hydromter dengan pembiasan cahaya ini disebut juga refratromter. Cara
pemkaianannya yaitu sebelum digunakan kemudian bersihkan dengan air dengan
kain lap bersih. Hdyrometer dapat digunakan untuk mengukur berat jenis air,
dimana alat dalam keadaan terbaik jika tebaca 1, jika hasil pembacaan tidak sama
dengan 1 maka hydrometer harus dilakukan pengaturan dengan cara memutar

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 32
adjustment screw pada bagian atas hydrometer. Hydrometer ini juga dapt digunkan untuk mengetahui
bagus ataun tidaknya suat coolant yang dipakai sebagai media pendingin.

h. Battery load tester


Battery load tesetr adalah sebuah alat untuk mengetahui bagus tidaknya battery
pada saat dibebani atau mendapatkan load.

i. Feller Gauge
Alat ini digunakan untuk mengukur lebar gap. Pada dunia engineering sering sekali digunakan sebagai
mengukur celah diantara dua kompone (clearance)

j. Tachometer
Tachometer adalah diagnostic tool yang berfungsi untuk mengukur kecepatan putaran suatu benda, salah
satu contohnya adalah putaran engine.

k. Blow by tester /manometer


Blow by checker merupakan diagnostic tool yangb berfungsi untuk mengetahu blow by engine

l. Anemometer radiator
Anemometer adalah sebuah tool yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan angin

m. Push pull scale


Push pull scale adalah tools yang digunakan untuk mengtahui besarnya beban dorong ataupun beban tarik
pada sebuah komponen. Contoh penggunaannya adalah pada saat mengukur pre load pada differential
axle.

n. Stop watch
Stop watch merupakan alat yang digunakan untuk mengukur waktu. Ada dua macam stop watch, yaitu
analog dan digital, dimana untuk stop watch digital memiliki ketelitian hingga 1ms, sedangkan stop watch
analog umunya hanya sampai tingkat detik.

o. Compression tester
Compression tester adalah tool yang berfungsi untuk mengukur tekanan kompresi pada ruang bakar
engine. Adapun engine yang dapat diukur tekanan kompresinya adalah engine yang memiliki nozzle sesuai
dengan adaptor yang tersedia.

p. Heat gun tool/ infrared manual thermometer

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 33
Heat gun tool adalah sebuah tool yang dapat mengukurn panas dengan jarak jauh. Cara pakai alat ini adalah
dengan cara menembakan tools ke arah komponen area yang akan dikur temperaturenya, besar area tembak
tool hanya sebesar titik.

2. Diagnostic Tool
a. Radiator Cap tester
Tool ini digunakan untuk mengecek kebocoran pada pressure valve di cap raditor. Dapt juga diaplikasikan
dengan cara memberikan pressure pada radiator untuk menentukan kebocoran pada sistem pendingin unit.

b. KOMTRAX
KOMTRAX adalah sebuah komponen yang terapsang pada unit komatsu dibeberapa unit small, alat ini
berpasangan dengan satelit dan nantinya data unit dapat ditampilkan pada web KOMTRAX tersebut.
Pengunaannya memerlukan User Id dan password. Fungsi dari keseluruhan fasilitas KOMTRAX ini
adalah sebagai asset management, operator management, machine operatio management dan fleet
management sebagi pemilik beberapa unitv komatsu.

d. Machine Inspection Analisys


a. PM Clinic Sheet
 Condition for Check : Kondisi alat harus terpenuhi saat melakukan pengukuran atau pengecekan.
 Standart value : Nilai standar yang ditetapkan pabrik atas item penukuran (untuk uni baru)
 Repair Limit :Batas maksimal nilai pengukuran yangb ditentukan pabrik, apabila hasil
pengukuran telah melewati nilai tersebut maka item tersebut perlu perbaikan/ penggantian.
 Masured Value : Nilai hasil pengukuran/pengetesan

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 34
Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 35
b. Engine System
1. Pengukuran engine speed
Pengukuran engine speed dilakukan memanfaatkan menu yang ada pada monitor panel. Sebelum
melakukan pengukuran engine speed, terdapat beberapa kondisi yang harus terpenuhi terlebih dahulu,
diantaranya :
 Engine Coolant Temperature : berada pada range temperatur kerja
 Hydraulic oil temperatur : berada pada range temperatur kerja

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 36
Setelah syarat tersebut terpenuhi, kemudian masuk menu sevice mode pada monitor panel dan pilih
menu monitoring pre define . monitoring custom. Pilih item engine speed.

 Pengukuran low idle speed


- Hidupkan engine dan set FCD (fuel Control Dial) pada posisi manimum.
- Set seluruh pedal dan lever pada posisi netral, kemudian baca nilai engine speed pada monitor panel.

 Pengkuran High Idle Speed


- Hidupkan engine dan set FCD pada posisi maximum.
- Set mode kerja pada posisi “Power Mode (P)”.
- Matikan auto – decelarator.
- Set seluruh pedal dan lever pada posisi netral, kemudian baca nilai engine speed pada monitor panel.

 Pengukuran 2 – pump relief speed


- Hidupkan engine dan set FCD pada posisi maksimum
- Set swing loct switch pada posisi Off
- Gerakan attachement ARM menuju ke posisi ARM in end stroke hingga relief.
- Baca nilai engine speed dan monitor panel.

 Pengukuran 2 – pump relief dan power maximizing speed (mendekati rated speed)
- Hidupkan engine dan set FCD pada posisi maksimum
- Getaran attachement ARM menuju ke posisi ARM In end stroke hingga relief.
- Pada saat relief tekan tombol Power Max pada lever sebelah kiri.
- Baca nilai engine speed pada monitor panel.
 Fungsi dari power maximizing akan reset secara otomatis kurnag lebih sekitar 8,5 engine
setelah 8,5 detik setelah tombol ditekan. Fungsi ini tetap akan reset walaupun tombol ditekan
secara terus – menerus. Lakukan pembacaan engine speed sebelum fungsi ini reset.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 37
 Pengukuran ini juga dapat dilakukan dengan cara mengaktifkan swing lock. Dengan
mengaktifkan swing lock switch, proses pengkuran tidak perlu menggunakan power
maximizing.

 Pengukuran auto – deceleration speed


- Hidupkan engine dan set FCD pada posisi maximum
- Aktifkan auto – decelerator (tombol gambar kura – kura)
- Set seluruh pedal dan lever pada posisi netral, dan lakukan pembacaan engine speed saat auto –
decelerator telah aktif.
- Engine speed akan turun 5 detik stelah semua lever dan pedal dalam keadaan netral, keadaan ini
terjadi pada ssat auto – decelerator aktif.

2. Pengukuran Engine Oil Pressure


Sebelum melakukan pengukuran engine oil pressure, pastikan unit terpakir pada tempat yang rata
dan engine coolant temperature berada pada temperature kerja.
- Buka cover sebelah kiri (bagian pompa) kemudian buka plug nomer 1 pada oil filter.

- Pasang niple, kemudian hubungkan dengan pressure gauge


- Hidupkan engine dan set auto – decelerator pada posisi off
- Lakukan pengukuran engine oil pressure pada kondisi low idle speed dan high idle speed.

3. Pengukuran Blow – by pressure


Sebelum melakukan pengukuran engine oil pressure, pastikan unit terpakir pada tempat yang rata, engine
coolant temperature dan hydraulic oil temperature berada pada temperature kerja.
- Buka cover bagian bawah dari hydraulic pump
- Pasang adapter dari blow – by checker pada hose breather dan hubungkan adapter dengan pressure
gauge.
- Hidupka engine dan set mode kerja pada posisi power mode.
- Set swing lock switch pada posisi ON (high – pressure relief)

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 38
- Running engine pada posisi high idle dan set ARM circuit posisi relief
- Baca hasil pengukuran blow – by pressure pada pressure gauge
- Lakukan pembacaan hasil pada saat jarum pada gauge telah stabil.

c. Work Equipment Speed


Sebelum melakukan pengukuran work euipment seepd, pastikan unit telah diparkir pada tempat yang
rata dan luas. Engine coolant temperature dan hydraulic oil temperature berada pada temperature kerja.
 Pengukuran Boom Raise Speed
- Hidupkan engine dan set FCD pada posisi Maksimum.
- Posisikan attachment pada posisi parkir dan mode kerja pada posisi P

- Siapkan stopwatch
- Mulai menghitung waktu pergerakan boom pada saat lever boom radius mulai ditarik
- Boom raise speed dihitung hingga boom extend full.

 Pengukuran ARM in Speed


- Hidupkan engine dan set FCD pada posisi Maksimum.
- Posisikan bagian atas boom sejajar dengan permukaan tanah (horizotal)
- Set mode kerja pada posisi P mode
- Set posisi ARM pada posisi full out (arm cylinder retracrt full)
- Siapkan stopwatch
- Mulai hitung waktu pergerakan arm in saat lever arm in mulai ditarik
- Arm in speed dihitung hingga arm benar – benar posisi in.
- Lakukan pengukuran pada mode kerja E & L.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 39
 Pengukuran ARM Out Speed
- Hidupkan engnien dan set FCD pada posisi Maksimum
- Posisikan bagian atas Boom sejajar dengan permukaan tanah (horizontal)
- Set mode kerja pada posisi P mode
- Set arm pada posisi arm in
- Siapkan stopwatch
- Mulai hitung waktu pergerakan arm out pada saat lever arm out mulai digerakan.

 Pengukuran Bucket Curl Speed


- Hidupkan engine dan set FCD pada posisi maksimum
- Posisikan bagian atas boom sejajar dengan permukaan tanah (horizontal)
- Set mode kerja pada posisi P mode
- Siapkan stopwatch
- Mulai menghitung waktu pergerakan bucket curl pada saat lever bucket curl mulai digerakan.

 Pengukuran Swing Speed


- Hidupkan engine dan set FCD pada posisi maksimum
- Set mode kerja pada posisi P mode
- Set attachment seperti gambar berikut

- Siapakan stopwatch
- Swing unit ke arah kanan, mulai hitung swing speed pada putaran kedua
- Swing speed dihitung hingga putaran keenam
- Lakukan langkah yang sama untuk swing ke arah kanan.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 40
 Pengukuran Travel Speed
- Hidupkan engine dan set FCD pada posisi maksimum
- Set mode kerja pada posisi P mode
- Set travel speed pada posisi Lo
- Berilah tanda pada track
- Siapkan stopwatch
- Putar track kanan kearah depan sebanyak 6 kali
- Mulai menghitung travel speed pada putaran kedua dan berakhir pada putaran keenam
- Lakukan langkah yang sama dengan putaran track kebelakang.
- Lakukan langkah sama pada track kiri.

d. Hydraulic Drift of Work Equipment


Sebelum melakukan pengukuran hydraulic drift of work equipment, pastikan unit telah diparkir pada
tempat yang rata.
- Posisikan unit seperti digambar berikut :

Posisi boom top horizontal, arm cylinder full retract, dan bucket cylinder full extend.
- Bebani bucket dengan beban sebesar 1,440 kg (0,8 m3)
- Matikan engine dan ukur jarak bucket tip ke tanah kemudian catat.
- Tunggu 15 menit kemudian ukur jarak bucket tip ke tanah
- Hitung berapa selisihnya dan bandingkan dengan standrat value.

e. Hydraulic Circuit
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan pengukuran/pengetesan
pada hydraulic circuit diantaranya adalah :
 Parkir unit pada tempat yang rata.
 Turunkan semua attachement sesuain dengan metode parkir
 Release pressure yang masih ada dalam hydraulic circuit.
 Hydraulic oil temperature berada pada pada temperature kerja.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 41
Pengukuran / pengetesan pressure pada hydraulic circuit dapat menggunakan dua cara yaitu memanfaatkan
monitor panel dan menggunakan pressure gauge.
 Menggunakan monitor panel.
- Masuk ke mode service
- Pilih menu monitoring custom
- Pilih 01100 F pump pressure & 01101 R pump pressure
 Menggunakan pressure gauge
Gambar

- Buka plug no.1 dan no.2


- No.1 untuk output pompa depan dan no.2 untuk output pompa belakang
- Install niple dan hubungkan dengan pressure gauge 600K

 Pengukuran main relif valve (low pressure)


 Hidupkan engine dan set FCD pada posisi max
 Matikan swing lock switch.
 Set mode kerja pada posisi P mode.
 Gerakan arm ciruit pada posisi arm out hingga relief.
 Baca hasil pengukuran pada monitor panel atau pressure gauge.

 Pengukuran main relief valve (high pressure)


 Hidupkan engine dan set FCD pada posisi max
 Set mode kerja pada posisi P mode
 Gerakan arm circuit pada posisi arm out hingga relief.
 Pada saat arm circuit relief, tekan tombol power maximizing pada lever sebelah kiri.
 Baca hasil pengukuran pada monitor panel atau pressure gauge.
 Fungsi dari power maximizing akan reset secara otomatis kurang lebih sekitar 8,5
detik setelah tombol ditekan. Fungsi ini tetap akan reset walaupun tombol ditekan
secara terus menerus. Lakukan pembacaan engine speed sebelum fungsi ini reset.
 Pengukuran ini juga dapat dilakukan dengan cara mengaktifkan swing lock. Dengan
mengaktifkan swing lock, prowses pengukuran tidak perlu menggunakan power
maximizing.

 Pengkuran Unload valve


 Hidupkan engine dan set FCD pada posisi max.
 Set mode kerja pada posisi P mode
 Matikan auto decelarator
 Set seluruh attachement pada posisi netral

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 42
 Baca oil pressure pada monitor panel/pressure gauge.

 Pengukuran LS valve
 Buka plug no.1,2,3 dan 4 pada pompa.
Gambar
 Plug (1) output pompa depan, plug (2) output pompa belakang, plug (3) front LS valve output
pressure dan plug (4) rear LS valve output pressure.
 Install nipple kemudian hubungkan dengan pressure gauge 600K (60Mpa)
 Hidupkan.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 43
Soal Latihan 3
1. Apa yang dimaksud dengan maintenance.?
2. Sebutkan tujuan maintenance
3. Apa fungsi MIA.?

Jawaban
1. Maintenance adalah suatu kegiatan perawatn alat – alat berat yang dilaksanakan secara teratur,
terkendali, dan terencanan berdasarkan komdisi alat – alat tersebut.
2. Tujuan mainteance adalah :
- Mencapai tingkat kesiapan alat yang tinggi
- Memiliki daya guna yang maksimal
- Biaya perbaikan yang wajar
3. MIA atau machine inpection Analisys berfungsi untuk mengetahui kondisi dan performa unit
actual.

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 44
BAB III
Evaluasi
I. Soal
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan cara memberi tanda silang pada jawaban yang anada anggap
paling benar.
1. Bahan bakar dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
a. Solid, Liquid, Gas fuel c. Solid, Gasoline, Kerosine
b. Solar, kerosine, Gasoline d. LPG, LNG, Naptha

2. Titik didih untuk bahan bakar jenis light diesel oil adalah. . .
a. 240 sampai 350 oC c. 170 sampai 250 oC
b. 200 sampai 300 oC d. 160 sampai 200oC

3. Menyaring kotoran yang terkandung didalam oli, agar tidak ikut bersikulasi kedalam sistem adalah
fungsi dari. .
a. Oil Filter c. Air Filter
b. Fuel Filter d. Water Filter

4. Punch, chisel, file, scrapper termasuk tools dalam kelompok. . .


a. Wrench c. Addional
b. Pliers d. Measurement

5. Air Radiator yang diijinkan adalah air yang mempunyai niali keasaman (pH). . .
a. 7 c. 9
b. 8 d. Dibawah 7

II. Jawaban
1. A
2. C
3. A
4. C
5. A

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 45
III. Kriteria Kelulusan
1. Nilai minimum standar kelulusan untuk setiap pelatihan adalah sebagai berikut:
Program Peserta Nilai Teori Nilai Praktek
Pelatihan Pelatihan Minimum Minimum

Basic Training Lulusan SMK 75 70


(BMC, BOC) Lulusan D3/ S1 80 70
Customer 70 70
Mechanic existing 70 70
Technical Technical Officer 80 70
Training (Capable, Instructor 85 70
Intermidiate, Master, Customer 70 70
Expert) Operator 75 70
Mechanic 80 70
Welder 75 70
Machining 75 70
Operation Technical Officer 80 70
Training Instructor 85 70
Customer 70 70
Parts Training Parts Crew 75
Mechanic 80
Technical Officer 80
Instructor 85
Customer 70
Management Parts Crew 75
Training Mechanic 80
Technical Officer 80
Instructor 85
Customer 70

2. Nilai test teori dan praktek minimal pada point (1) diatas mempunyai bobot yang sama dan berdiri
sendiri pada setiap pelajaran, salah satu tidak memenuhi nilai minimal tersebut, berarti tidak lulus, baik
pada ujian per paket maupun pada ujian akhir.
3. Nilai Prestasi Rata-rata merupakan penggabungan Nilai Pengetahuan Rata-rata dengan bobot 30% dan
Nilai Ketrampilan Rata-rata dengan bobot 70%. Nilai Prestasi Rata-rata ini merupakan tolak ukur
prestasi Peserta Pelatihan

Copyright © 2018 Acset Training Center Sys. & MP. Dev. _ PT Acset Indonusa Tbk IMCPI-IS-/20/12/18 46

Common questions

Didukung oleh AI

The document suggests managing component failures by conducting thorough inspections to identify issues such as cracks, which are caused by factors like excessive external or internal forces. Effective management includes addressing them based on standard repair processes and components' material quality .

Periodic inspections are significant as they are standard routine checks that assess the actual condition of a unit and prepare it for timely repairs to ensure operational safety and performance. They also support preventive and corrective maintenance activities when conditions are below standard .

To properly execute engine speed measurement, first ensure engine coolant and hydraulic oil temperatures are in their working range. Engage service mode on the monitor panel, select the monitoring custom menu, and measure low and high idle speeds by adjusting the fuel control dial and setting all pedals and levers in neutral .

Safety considerations are crucial in practical learning activities, requiring adherence to safety instructions, proper planning and usage of tools, and obtaining instructor permission when unclear about procedures to ensure a safe learning environment .

To check engine oil pressure, ensure the unit is parked on a flat surface and the engine coolant temperature is at working level. Connect a pressure gauge via the correct nipple after removing a plug from the oil filter area, run the engine, and record pressure levels at both low and high idle speeds .

The document outlines that preventive maintenance involves regular inspections to preemptively fix issues, while corrective maintenance addresses immediate repairs when problems arise during inspections, ensuring operational standards and safety are maintained .

Hydraulic circuit pressure testing involves parking the unit on a flat surface, releasing circuit pressure, and ensuring oil temperature is at working level. Use either the monitor panel's service mode or a pressure gauge connected to specific outlets for accurate readouts .

The instructor plays a critical role by helping participants plan the learning process, guiding them through training tasks, assisting in understanding new concepts and practices, organizing group learning activities, and planning assessments .

Improper installation causes hoses or harnesses to move freely, potentially leading to contact with other components and damage. The solution is to separate the hose and wiring harness using clamps or other methods to prevent movement and ensure they are secured properly .

Inappropriate hose lengths lead to overly tight bends, which cause stress and possible damage. Installation should ensure correct length to avoid tight bends, minimizing stress and potential failure of the hose .

Anda mungkin juga menyukai