0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan13 halaman

Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Makalah ini membahas tentang pengelolaan sumber daya manusia, termasuk pengertian SDM, komponen data SDM, fungsi dan tujuan SDM, manfaat pengelolaan SDM, serta pelaksanaan pengelolaan SDM."

Diunggah oleh

Adiwirambawa Tuadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan13 halaman

Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Makalah ini membahas tentang pengelolaan sumber daya manusia, termasuk pengertian SDM, komponen data SDM, fungsi dan tujuan SDM, manfaat pengelolaan SDM, serta pelaksanaan pengelolaan SDM."

Diunggah oleh

Adiwirambawa Tuadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN

“MENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA”

Oleh :

Kelompok 1

Kelas 2B Semester 4

1. I Putu Adi Wirambawa (P07134018057)


2. I Gusti Ayu Made Wulan Diantari (P07134018060)
3. Luh Mas Kaniya Wulandari (P07134018075)
4. Putu Talia Jayanti (P07134018088)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

JURUSAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS

2020
BAB I

PENDAHULUAN

[Link] Belakang
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah
perusahaan untuk mencapai tujuan dan sasarannya, karena sumber daya manusia
merupakan salah satu faktor penentu berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam
mencapai tujuannya. Salah satu yang harus diperhatikan dalam mengelola sumber daya
manusia adalah mengenai penempatan kerja karyawan. Menurut Mathis dan Jackson
(2006) penempatan adalah menempatkan posisi seseorang ke posisi pekerjaan yang
tepat, seberapa baik seorang karyawan cocok dengan pekerjaannya akan mempengaruhi
jumlah dan kualitas pekerjaan.
Perusahaan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan
berkualitas, terutama di era globalisasi ini. Semua organisasi bisnis harus siap
beradaptasi dan memperkuat diri agar dapat bersaing sehingga mampu menjawab
semua tantangan di masa yang akan datang. Sumber daya manusia dalam hal ini adalah
karyawan yang selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi
karena manusia sebagai perencana, pelaku serta penentu terwujudnya tujuan.
Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah suatu proses menangani
berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga
kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sumber daya manusia merupakan faktor yang
sangat berharga, maka perusahaan bertanggung jawab untuk memelihara kualitas
kehidupan kerja dan membina tenaga kerja agar bersedia memberikan kontribusinya
secara optimal untuk mencapai tujuan perusahaan (Pruijt, 2003).
Peranan sumber daya manusia menjadi semakin penting bila dikaitkan dengan
perkembangan global yang penuh dengan persaingan diantara organisasi. Salah satu
cara yang dilakukan organisasi dalam menghadapi persaingan yaitu dengan
memberdayakan dan menggali seluruh potensi SDM yang dimilikinya itu secara
maksimal. Sejalan dengan hal tersebut, maka suatu organisasi perlu meningkatkan
perhatiannya terhadap kualitas karyawannya, baik perhatian dari segi kualitas
pengetahuan dan keterampilan, karir maupun tingkat kesejahteraannya, sehingga dapat
meningkatkan prestasi dan motivasi pegawai untuk memberikan seluruh
kemampuannya dalam pencapaian tujuan organisasi.

[Link] Masalah

1. Apa Pengertian Sumber Daya Manusia?


2. Apa saja Komponen Data Sumber Daya Manusia?
3. Apa Fungsi dan Tujuan Sumber Daya Manusia?
4. Apa Manfaat Pengelolaan Sumber Daya Manusia?
5. Bagaimana Pelaksanaan Pengelolaan Sumber Daya Manusia ?

1.3 Tujuan Penulisan

Dalam makalah ini akan dibahas mengenai fungsi-fungsi manajemen sumber daya
manusia, dan untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana fungsi-fungsi
sumber daya manusia.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sumber Daya Manusia


Manajemen adalah seni atau suatu ilmu. Manajemen sebagai suatu bidang ilmu
pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan
bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat kerjasama
ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan (Nurahmi, H. 2014).
Pengertian sumber daya manusia (SDM) yaitu berawal dari kata Daya (energi)
dalam konteks SDM mempunyai arti “Daya yang bersumber dari manusia berupa
tenaga atau kekuatan yang ada pada diri manusia itu sendiri, yang memiliki kemampuan
(competency) untuk dinamika, artinya untuk bisa maju positif dalam setiap aspek
kegiatan dalam lembaga. Kegiatan membangun atau melakukan kegiatan
pembangunan, adalah suatu proses kegiatan yang sistematis yang ada kelanjutannya
untuk lebih baik dibandingakan dengan keadaan sebelumnya, baik bagi diri manusia itu
sendiri, maupun lembaga dimana ia berkerja maupun bagi masyarakan lingkungan
dimana kemampuan manusia tersebut dilaksanakan. Mampu membangun berarti
“Daya” (energi) dan adanya kemauan untuk bekerja dengan benar, baik dan
bertanggungjawab. Dari pengertian SDM ini menunjukkan bahwa tidak semua manusia
dapat disebut sebagai SDM karena manusia yang tidak mempunyai / memiliki daya
dalam arti kemampuan, maka itu tidak layak disebut sebagai SDM.
Menurut Nawawi mengatakan ada tiga pengertian Sumber Daya Manusia yaitu:
1. Sumber Daya Manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu lembaga
(disebut juga personil, tenaga kerja, pekerja atau karyawan).
2. Sumber Daya Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi
dalam mewujudkan eksistensinya
3. Sumber Daya Manusia adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai
modal (nonmaterial/nonfinansial) di dalam organisasi bisnis yang dapat diwujudkan
menjadi potensi nyata secara fisik dan nonfisik dalam mewujudkan eksistensi
organisasi (Amiruddin, I. 2016).

Sumber daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal
perasaan, keinginan, keterampilan, pengetahuan, dorongan, daya, dan karya (rasio, rasa,
dan karsa). Semua potensi sumber daya manusia tersebut berpengaruh terhadap upaya
organisasi dalam mencapai tujuan. Betapapun majunya teknologi informasi,
tersedianya modal, dan memadainya bahan, jika tanpa sumber daya manusia sulit bagi
organisasi itu untuk mencapai tujuannya (T, Hani 2008).

2.2 Komponen Data Sumber Daya Manusia

Adapun komponen data-data SDM untuk meningkatkan dan mengelola SDM


dalam mengembangkan usaha yaitu :

1. Kualitas pekerjaan dan inovatifnya

kualitas kerja adalah suatu hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi
suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia atau sumber daya
lainnya dalam pencapaian tujuan atau sasaran perusahaan dengan baik dan berdaya
guna. Inovatif yaitu Kemampuan seseorang dalam mendayagunakan kemampuan
dan keahlian untuk menghasilkan karya baru.

2. Kejujuran dalam bekerja


Kejujuran selain membawa banyak dampak positif juga membawa kepada
kehidupan yang jauh lebih baik. Pentingnya kejujuran dalam bekerja wajib kita
terapkan sejak usia dini agar senantiasa bersikap jujur dalam berbagai tindakan.

3. Kehadiran dalam bekerja

Kehadiran seorang karyawan sebagai sebuah kewajiban yang harus dilakukan


kecuali ada hal-hal lain yang sifatnya penting dan hal tersebut dapat dipertanggung
jawabkan oleh yang bersangkutan. Sistem kehadiran karyawan sudah ditentukan
dan diatur dari perusahaan dan kemudian duterapkan di masing-masing bagian.

4. Sikap dalam bekerja

Sikap positif diperlukan terutama jika menemukan masalah dalam pekerjaan.


Jangan langsung pasrah melainkan berusaha mencari berbagai jalan untuk mencari
solusi permasalahannya. Bisa jadi ini langkah untuk mencapai posisi yang lebih
tinggi jadi selesaikan dengan hati yang jernih.

5. Inisiatif dan kreatif

Seseorang akan dikatakan kreatif apabila dia mampu membuat atau menciptakan
sesuatu, entah itu hasil pemikiran atau asumsi dari orang” yang belum pernah
melihat hal yang dibuatnya, namun orang yang kreatif belum tentu inisiatif,
Sedangkan seseorang akan dikatakan mempunyai inisiatif apabila dia mampu
melakukan sesuatu tanpa disadari oleh orang lain disekitarnya, mungkin pula dia
selalu mengandalkan dirinya sendiri dalam melakukan hal apapun, namun orang
yang punya inisiatif belum tentu kreatif. Kerjasama dengan pihak lain

Kerjasama dengan pihak lain sangat diperlukan dalam bekerja, karena kerjasama
akan membantu kelancaran dalam bekerja dan berjalannya suatu pekerjaan.

6. Keandalan dalam bekerja

Keandalan dalam menjaga pekerjaan berarti mampu menjalani kepatuhan terhadap


prinsip-prinsip moral dan etika kerja; mampu mengembangkan karakter diri yang
taat moral dan etika; mampu menjaga kejujuran dan keikhlasan hati untuk
berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan, serta mampu membebaskan diri dari
kontrol dan pengaruh negatif orang lain.

7. Pengetahuan tentang pekerjaan

Pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang tenaga kerja agar dapat melakukan
kerja dengan wajar, Pengalaman kerja ini sebelum ditempatkan dan harus
diperoleh pada ia bekerja dalam pekerjaan tersebut.
8. Tanggung jawab terhadap pekerjaan

Dalam bertanggung jawab berarti kita sedang menyelesaikan sebuah masalah. Di


dalam bekerja selalu saja ada kesalahan yang kita perbuat. Dan kesalahan tersebut
harus dipertanggung jawabkan, harus diselesaikan. Di saat kita menyelesaikan
masalah itu kita harus bijaksana dalam memilih cara untuk menyelesaikan
masalah tersebut. Hal tersebut agar rasa tanggung jawab yang telah kita kerjakan
dapat berhasil dengan baik. Sehingga masalah itu kita dapat selesaikan dengan
bijaksana.

9. Pemanfaatan waktu dalam bekerja

Waktu tidak hanya setara dengan uang, namun lebih dari itu. Waktu merupakan
aset tak kasat mata yang paling sulit untuk dikendalikan penggunaannya. Untuk
itulah kita harus memanfaatkan waktu dengan lebih efisien lagi.

2.3 Fungsi dan Tujuan Sumber Daya Manusia

2.3.1 Fungsi Pengelolaan Sumber Daya Manusia

1. Fungsi Pengadaan Tenaga Kerja

Fungsi pengadaan tenaga kerja meliputi kegiatan penentuan kebutuhan tenaga


kerja (baik mengenai mutu maupun jumlahnya), mencari sumber-sumber tenaga
kerja secara efektif dan efisien, mengadakan seleksi terhadap para pelamar,
menempatkan tenaga kerja sesuai dengan posisi yang sesuai, dan memberikan
pendidikan serta latihan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas bagi para tenaga
kerja baru.

2. Fungsi pemeliharaan tenaga kerja

Fungsi pemeliharaan tenaga kerja mencakup pelaksanaan program-program


ekonomis maupun non-ekonomis, yang diharapkan dapat memberikan ketentraman
kerja bagi pekerja, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang dan penuh
konsentrasi guna menghasilkan prestasi kerja yang diharapkan oleh organisasi.

2.3.2 Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia


Dengan memahami fungsi manajemen, maka akan memudahkan pula untuk
memahami fungsi manajemen SDM yang selanjutnya akan memudahkan kita dalam
mengidentifikasikan tujuan manajemen SDM. Tujuan yang hendak diklarifikasikan
adalah manfaat apa yang akan kita peroleh dengan penerapan manajemen SDM dalam
suatu perusahaan.
Tujuan manajemen SDM ialah meningkatkan kontribusi produktif orangorang
yang ada dalam perusahaan melalui sejumlah cara yang bertanggung jawab secara
strategis, etis dan social. Tujuan ini menuntun studi dan praktik manajemen SDM yang
umumnya juga dikenal sebagai manajemen personalia. Studi manajemen menguraikan
upaya-upaya yang terkait dengan SDM kalangan manajer operasional dan
memperlihatkan bagaimana para professional personalia memberikan andil atas upaya-
upaya ini. SDM memengaruhi keberhasilan setiap perusahaan atau organisasi.
Meningkatkan andil manusia sangat penting, sehingga seluruh perusahaan membentuk
departemen SDM. Dikatakan penting karena departemen SDM tidak mengontrol
banyak faktor yang membentuk andil SDM misalnya: modal, bahan baku, dan prosedur.
Departemen ini tidak memutuskan masalah strategi atau perlakuan supervisor terhadap
karyawan, meskipun departemen tersebut jelas-jelas memengaruhi keduanya.
Manajemen SDM mendorong para manajer dan tiap karyawan untuk melaksanakan
strategi-strategi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Untuk mendukung para
pimpinan yang mengoperasikan departemen-departemen atau unit-unit organisasi
dalam perusahaan sehingga departemen SDM harus memiliki sasaran.
Berkaitan dengan hal diatas, maka tujuan manajemen sumber daya manusia
adalah memperbaiki konstribusi produktif orang-orang atau tenaga kerja terhadap
organisasi atau perusahaan dengan cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis
dan social. Para manajer dan departemen sumber daya manusia mencapai maksud
mereka dengan memenuhi tujuannya, selain itu tujuan manajemen sumber daya
manusia tidak hanya mencerminkan kehendak manajemen senior, tetapi juga harus
menyeimbangkan tantangan organisasi, fungsi sumber daya manusia dan orang-orang
terpengaruh kegagalan melakukan tugas itu dapat merusak kinerja, produktivitas, laba,
bahkan kelangsungan hidup organisasi atau perusahaan (Veithazal R, Dkk. 2015).

2.4 Manfaat Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Sedangkan manfaat dan tujuan dari kegiatan pengembangan sumber daya manusia
menurut Schuler (1992), yaitu :

1. Mengurangi dan menghilangkan kinerja yang buruk


Dalam hal ini kegiatan pengembangan akan meningkatkan kinerja pegawai saat ini,
yang dirasakan kurang dapat bekerja secara efektif dan ditujukan untuk dapat
mencapai efektivitas kerja sebagaimana yang diharapkan oleh organisasi.

1. Meningkatkan produktivitas

Dengan mengikuti kegiatan pengembangan berarti pegawai juga memperoleh


tambahan ketrampilan dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pelaksanaan
pekerjaan mereka. Dengan semikian diharapkan juga secara tidak langsung akan
meningkatkan produktivitas kerjanya.

1. Meningkatkan fleksibilitas dari angkatan kerja

Dengan semakin banyaknya ketrampilan yang dimiliki pegawai, maka akan lebih
fleksibel dan mudah untuk menyesuaikan diri dengan kemungkinan adanya
perubahan yang terjadi dilingkungan organisasi. Misalnya bila organisasi
memerlukan pegawai dengan kualifikasi tertentu, maka organisasi tidak perlu lagi
menambah pegawai yang baru, oleh Karena pegawai yang dimiliki sudah cukup
memenuhi syarat untuk pekerjaan tersebut.

1. Meningkatkan komitmen karyawan

Dengan melalui kegiatan pengembangan, pegawai diharapkan akan memiliki


persepsi yang baik tentang organisasi yang secara tidak langsung akan
meningkatkan komitmen kerja pegawai serta dapat memotivasi mereka untuk
menampilkan kinerja yang baik.

1. Mengurangi turn over dan absensi

Bahwa dengan semakin besarnya komitmen pegawai terhadap organisasi akan


memberikan dampak terhadap adanya pengurangan tingkat turn over absensi.
Dengan demikian juga berarti meningkatkan produktivitas organisasi.

2.5 Pelaksanaan Pengelolaan Sumber Daya Manusia

1. Pengelolaan SDM Melalui Mutasi

Mutasi adalah kegiatan dari pimpinan perusahaan untuk memindahkan karyawan


dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain yang dianggap setingkat/sejajar. Mutasi
merupakan aspek yang penting untuk menghilangkan rasa jemu/bosan menghadapi
pekerjaan pada diri pegawai. Mutasi akan terjadi bila adanya lowongan suatu
jabatan yang harus segera diisi oleh SDM yang berkualitas.
2. Pengelolaan SDM Melalui Promosi

Promosi adalah kenaikan jabatan yang lebih tinggi, baik kekuasaan maupun
tanggungjawabnya dalam struktur organisasi perusahaan. Promosi merupakan alat
untuk meningkatkan SDM yang berkualitas, meningkatkan prestasi, dan moral
pegawai di dalam.

3. Pengelolaan SDM Melalui Motivasi

Motivasi adalah suatu perangsang dan dorongan bagi karyawan agar bekerja lebih
giat dan produktif. Motivasi dapat berupa inspirasi, semangat dan dorongan kepada
karyawan agar dapat bekerja dengan baik sesuai dengan keinginan wirausaha.
Pemberian motivasi bisa dengan dua cara: 1) Pemberian insentif semimaterial:
pemberian motivasi ini tidak dalam bentuk pemberian uang, seperti : penempatan
pegawai ditempat yang tepat, memberikan latihan pendidikan/kursus menyediakan
fasilitas kerja, dll 2) Pemberian insentif material: pemberian motivasi dengan
memberikan upah/gaji/bonus yang memadai dan cukup untuk keperluan hidupnya.

4. Pengelolaan SDM Melalui Actuating

Untuk melaksanakan perencanaan SDM perlu diadakan tindakan Actuating


(penggerakan). Ini semata-mata ditujukan untuk mendapatkan SDM yang penuh
disiplin, taat, patuh, dan setia dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya.

2.6 Analisis Jabatan dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Dalam melaksanakankan analisis jabatan ada beberapa prinsip-prinsip yang perlu


diperhatikan, yaitu proses analisis jabatan dilakukan untuk memahami tanggung
jawab pada setiap jabatan dan kontribusi hasil jabatan tersebut terhadap pencapaian
hasil atau tujuan organisasi. Objek dari kegiatan analisis ini adalah jabatan,
bukanlah si pemegang jabatan yang memangku jabatan tersebut. Meskipun data
diperoleh dari si pemegang jabatan (incumbent) melalui pengamatan, wawancara
atau pun kuesioner/angket, produk yang menjadi hasil analisis jabatan adalah
berupa uraian jabatan (job description) atau spesifikasi jabatan (specifications of
the job), bukan suatu uraian tentang orang (description of the person). Jabatan
yang akan dideskripsikan kedalam uraian jabatan merupakan jabatan yang sesuai
dengan struktur organisasi pada saat ini.

Kegunaan Analisis Jabatan, yaitu :

1. Fungsi Administratif

Fungsi ini erat hubungannya dengan dokumen yang berhubungan juga dengan
fungsi control dan pengendaliannya. Bagi perusahaan yang telah menggunakan
ISO akan sangat membutuhkan hal ini. seluruh fungsi dalam pengelolaan SDM
membutuhkan job description dalam melakukan berbagai kegiatan darirekruitment,
seleksi dan penempatan pegawai baru., merancang program pendidikan dan
pelatihan yang dibutuhkan, melakukan penilaian dan standar hasil kerja, dan
melakukan evaluasi kerja.

2. Fungsi Maintenance

Bagi perusahaan dan mempertahankan SDM dalam karirnya di masa yang akan
datang dalam perusahaan tersebut. Bagi perusahaan, evaluasi dan pengembangan
organisasi menjadi perhatian yang khusus dalam menjawab tantangan kebutuhan
bisnis yang sangat kompetitif saat ini. hasil job analysis ini dapat digunakan untuk
pengembangan organisasi, perencanaan tenaga kerja, perencanaan karir dan
konseling kerjanya

2.7 Cara Memotivasi Sumber Daya Manusia

1. Melakukan pendekatan emosional terhadap para karyawan

Kedekatan emosional antara seorang pimpinan dan bawahan yang proporsional


akan membuat seorang bawahan merasa lebih nyaman saat berinteraksi.
Kenyamanan akan menumbuhkan hubungan yang baik, dan hubungan baik
tersebut bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap perusahaan. Kecintaan dan rasa
memiliki akan membuat seseorang memiliki motivasi kerja yang baik terhadap
perusahaan Anda.

2. Motivasi karyawan dibangun didasarkan pada contoh suri tauladan

Keteladanan meliputi keteladanan sikap, moral, kinerja, kecerdasan dan


sebagainya. Motivasi akan terbangun kuat apabila seorang pimpinan memiliki hal
yang memang pantas untuk di tularkan kepada para karyawan atau bawahan.

3. Melibatkan karyawan atau bawahan untuk memberikan usul, ide dan saran bagi
pengembangan sebuah perusahaan.

Motivasi karyawan akan terbangun apabila ia diberi kesempatan untuk


menyampaikan ide, gagasan atau saran yang membangun bagi perkembangan
perusahaan. Memberikan kesempatan menyampaikan ide, saran dan gagasan
tersebut juga akan membuat kualitas sumber daya manusia perusahaan semakin
berkembang. Bisa jadi usul atau ide mereka lebih cemerlang dan baru dibanding
apa yang Anda pikirkan.
4. Menjelaskan mengenai visi misi, tujuan serta misi mulia apa sebenarnya yang
ada di perusahaan untuk masyarakat.

Melakukan bisnis usaha tidak semata-mata ditujukan untuk kepentingan profit


pribadi pemilik perusahaan, namun juga memiliki misi kebermanfaatan terhadap
masyarakat. Pelayanan bisnis usaha yang baik terhadap konsumen perlu dibangun
pada karyawan agar motivasi karyawan dalam bekerja tidak hanya untuk
kepentingan pribadi, namun juga untuk manfaat kehidupan masyarakat.

5. Pelatihan Manajemen

Tujuan diadakan pelatihan yang diselenggarakan organisasi/perusahaan terhadap


SDM karena ,menginginkan adanya perubahan dalam prestasi kerja SDM sehingga
dapat sesuai dengan tujuan perusahaan.

6. Tata Usaha Sistem Penggajian dan Upah SDM


7. Kondisi kerja

Kondisi kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi motivasi
karyawan, dengan motivasi yang tinggi maka kinerja suatu perusahaan dapat
meningkat bahkan produktivitaspunakan meningkat sehingga tujuan perusahaan
dapat tercapai.

8. Menghargai dan Memerhatikan SDM

BAB III

PENUTUP

9. 3.1 Kesimpulan
10. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Sumber daya
manusia merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk
mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan
transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi
yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan
dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Adapun komponen data-
data SDM untuk meningkatkan dan mengelola SDM dalam
mengembangkan usaha yaitu : kualitas pekerjaan dan inovatifnya, kejujuran
dalam bekerja, kehadiran dalam bekerja, sikap dalam bekerja, inisiatif dan
kreatif, kerjasama dengan pihak lain, keandalan dalam bekerja, pengetahuan
tentang pekerjaan, tanggung jawab terhadap pekerjaan, pemanfaatan waktu
dalam bekerja.

11. Fungsi Pengelolaan Sumber Daya Manusia terdiri atas Fungsi Pengadaan
Tenaga Kerja dan Fungsi pemeliharaan tenaga kerja. Tujuan manajemen
SDM adalah menigkatkan kontribusi produktif orang-orang yang ada dalam
perusahaan. Beberapa Manfaat Mengelola Sumber Daya Manusia yaitu
Mengurangi dan menghilangkan kinerja yang buruk, Meningkatkan
produktivitas, eningkatkan fleksibilitas dari angkatan kerja, Meningkatkan
komitmen karyawan, dan Mengurangi turn over dan [Link]
Pengelolaan Sumber Daya Manusia yaitu dengan Pengelolaan SDM melalui
Mutasi, Pengelolaan SDM Melalui Promosi, Pengelolaan SDM melalui
Motivasi, Pengelolaan SDM Melalui Actuating.

12.

13. 3.2 Saran

14. Dalam makalah ini penulis menyarankan agar manajemen sumber daya
manusia hendaknya dijalankan dengan sebaik mungkin, mengingat begitu
pentingnya peran dan fungsi sumber daya manusia dalam rangka pencapaian
tujuan yang ditetapkan organisasi. Perkembangan psikologi manusia perlu
menjadi perhatian utama bagi manajer sumber daya manusia, dalam rangka
melakukan manajemen terhadap sumber daya manusia dalam organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Dessler, Gary. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Indeks.

Flippo, Edwin B. 1994. Manajemen Personalia: Edisi Keenam, Jilid 1. Jakarta:


Erlangga.

Marwansyah. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua.


Bandung: Alfabeta.

Sastrohadiwiryo, B. Siswanto. 2002. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia:


Pendekatan Administratif dan Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Siagian, Sondang P. 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi


Aksara.
Usman, Husaini. 2009. Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara.

Anda mungkin juga menyukai