0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan16 halaman

Pengukuran Viskositas Zat Cair

Dokumen tersebut membahas tentang pengukuran viskositas zat cair menggunakan dua metode, yaitu viskometer Oswald dan Hoppler. Metode Oswald mengukur waktu aliran cairan melalui pipa kapiler, sedangkan metode Hoppler mengukur waktu jatuh bola di dalam cairan. Dokumen tersebut juga membahas teori dan rumus yang terkait dengan viskositas serta prosedur pengukuran viskositas beberapa zat c

Diunggah oleh

sarii
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan16 halaman

Pengukuran Viskositas Zat Cair

Dokumen tersebut membahas tentang pengukuran viskositas zat cair menggunakan dua metode, yaitu viskometer Oswald dan Hoppler. Metode Oswald mengukur waktu aliran cairan melalui pipa kapiler, sedangkan metode Hoppler mengukur waktu jatuh bola di dalam cairan. Dokumen tersebut juga membahas teori dan rumus yang terkait dengan viskositas serta prosedur pengukuran viskositas beberapa zat c

Diunggah oleh

sarii
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Vis kosi tas

Yan mailapa Lotong


03 33 049 / I B

1. TUJUAN
 Kita dapat menentukan angka kekentalan (viskositas) relatif suatu zat cair dengan
menggunakan air sebagai pembanding.
 Kita dapat menimbulkan pengaruh termometer terhadap viskositas cairan.
 Dapat menggunakan alat viskositas.

II. PERINCIAN KERJA


 Menentukan diameter bola.
 Menentukan viskositas relatif Aquadest, Ethanol, Gliserol, dan Solar

III. ALAT yang DIPAKAI DIGUNAKAN


 Viskositas Meter / Hopler 1 Buah  Bola Isap 1 Buah
 Viskositas Otswold 1 Buah  Gelas Kimia 100 ml 1 Buah
 Termostat 1 Buah  Gelas Kimia 400 ml 1 Buah
 Bola Viskositas Kaca 1 Buah  Gelas Kimia 600 ml 1 Buah
 Piknometer 1Buah  Pipet Volume 10 ml 1 Buah
 Mikrometer 1 Buah  Pipet ukur 25 ml 1 Buah
 Stop Watch 1 Buah  Selang Karet 1 Buah
 Corong Kaca 1 Buah  Labu Semprot 1 Buah

IV. BAHAN yang DIGUNAKAN


 Aquadest
 Etanol
 Gliserol

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

 Solar
V. DASAR TEORI
Viskositas suatu cairan murni atau larutan merupakan indeks hambatan alir
cairan. Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan yang melalui
tabung berbentuk silinder. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dan
dapat digunakan baik untuk cairan dan gas.
Menurut hukum Poiseuille, jumlah volume cairan yang mengalir melalui pipa
per satuan waktu dirumuskan dengan persamaan :
V PR 4

t 8L

Dimana :  = Viskositas Cairan


V = Volume total cairan
t = Waktu yang dibutuhkan cairan dengan V mengalir melalui
viscometer
P = Tekanan yang bekerja pada cairan
R = Jari-jari tabung
L = Tengang pipa
Persamaan ini juga berlaku untuk gas
Ada beberapa viskometer yang digunakan untuk menentukan viskositas
suatu larutan yaitu :
 Viskometer Oswald ; Untuk menentukan laju aliran kuat kapiler
 Viskometer Hoppler ; Laju bola dalam cairan
 Gaya yang diperlukan untuk memutar satu dari dua silinder yang konsentris pada
kecepatan sudut tertentu.

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

Viskometer Oswald
Pada viskometer Oswald yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh
sejumlah cairan tertentu untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang
disebabkan oleh berat cairan itu sendiri.
Pengukuran viskositas ini digunakan pembanding air. Hal ini dimasukkan
untuk mengurangi kesalahan pengukuran nilai. Dengan menggunakan persamaan :
R 4  Pt 

8VL
Sehingga :
1 R 4 ( Pt )1 8VL
  4
2 8VL R ( Pt )2
1  Pt  1 P1t1
 
 2  Pt  2 P2 t 2
Dimana :
P =  x Konstanta
= Density

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

Viskometer Hoppler
Pada viskometer Hoppler yang diukur waktu yang dibutuhkan oleh sebuah
bola untuk melewati cairan pada jarak atau tinggi tertentu. Karena adanya gravitasi
benda yang jatuh melalui medium yang berviskositas dengan kecepatan yang semakin
besar sampai mencapai kecepatan maksimum. Kecepatan maksimum akan dicapai
bila gaya gravitasi (g) sama dengan gaya tahan (frictional resistance) untuk benda
yang berbentuk bola oleh stokes dirumuskan :
f=6rV
Dimana : f = Frictional resistance
η = Viskositas
r = Jari-jari bola
V = Kecepatan
Pada kesetimbangan gaya kebawah (m – mo) g = f sehingga
6  r V  = (m – mo) g
g (m  mo)

6rV
Dimana : m = Massa bola logam
mo = Massa cairan yang dipindahkan oleh bola logam
g = Konstanta grafitasi
Kebanyakan cairan viskositasnya turun dengan naiknya suhu dan meningkat
dengan naiknya tekanan. Menurut “teori lubang” terdapat kekosongan didalam cairan
dan molekul bergerak secara kontiniu kedalam kekosongan ini, sehingga kekosongan
akan bergerak keliling. Proses ini menyebabkan aliran, tetapi memerlukan energi
karena ada energi pengaktifan yang harus dipunyai suatu molekul agar dapat bergerak
kedalam kekosongan. Pada suhu tinggi energi pengaktifan lebih, sehingga cairan
lebih mudah mengalir pada suhu tinggi. Hubungan antara suhu dan viskositas ini oleh
Carransio pada tahun 1913 mengajukan persamaan :

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

E vis
  
RT 
  Ae 

A = Konstanta
ΔE = Energi aktivasi untuk aliran viskositas
Bila diplotkan dengan log η sebagai sumbu y dan 1/T sebagai sumbu x, akan
diperoleh garis lurus sebagai contoh :

Sedang untuk viskositas gas bertambah bila suhu naik, dan tidak tergantung
pada tekanan. Dalam percobaan ini yang akan dilakukan adalah Viskometer Hoppler,
dengan menggunakan bola jatuh.

VI. PROSEDUR KERJA


 Menentukan viskositas cairan dengan cara Oswald
 Dimasukkan aquadest kedalam pipa kapiler.
 Dihisap aquadest dengan menggunakan bola isap, kemudian aquadest
dijatuhkan.
 Dijalankan stop watch saat aquadest berada pada tanda batas paling atas dan
menghentikan stop watch pada saat aquadest telah sampai pada tanda batas
paling bawah.
 Dilakukan hal yang sama untuk Etanol, Gliserol dan Solar.

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

 Menentukan viskositas cairan dengan cara Hoppler


 Ditentukan massa jenis bola dan massa jenis zat cair.
 Dimasukkan Ethanol kedalam tabung miring
 Temperatur diset 23C, dengan cara menambahkan bongkahan-bongkan
es ke dalam bak penampungan air termostat.
 Dimasukkan bola kedalam tabung miring. Menjalankan stopwatch pada
saat bila telah sampai pada tanda paling atas, dan menghentikan stopwatch
pada saat bola mencapai tanda paling bawah.
 Dicatat waktu yang dibutuhkan bola untuk sampai dari tanda paling atas
sampai tanda paling bawah.
 Dibalik tabung kemudian kembali menghitung waktu yang dibutuhkan
oleh bola untuk jatuh dari tanda paling atas sampai tanda paling bawah.
 Percobaan diatas diulangi dengan mengubah suhu 23C dengan suhu
18C, 13C, 8C dan 3C

 Menentukan berat jenis cairan


 Menimbang piknometer kosong, kemudian menimbang piknometer berisi
aquades
 Mengukur suhu aquadest
 Menimbang piknometer berisi etanol
 Untuk gliserol, menimbang tabung berskala berisi gliserol.

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

VII. DATA PENGAMATAN


 Viskositas Hoppler

No Suhu Waktu (1) Waktu (2) Waktu rata-rata


1 5C 31 detik 31 detik 314,0 detik
2 10C 26 detik 26 detik 264,0 detik
3 15C 22 detik 22 detik 224,0 detik
4 20C 19 detik 19 detik 197,0 detik
5 25C 17 detik 17 detik 172,5 detik

 Untuk Viskositas Oswald


No Nama Zat Waktu
1 Air 0,35
2 Alkohol 0,80
3 Minyak Kelapa 23
4 Solar 22,3

 Berat jenis Zat cair


 Berat Piknometer kosong = 29,3645 gram
 Berat piknometer + Aquadest = 53,9777 gram
 Berat Piknometer + Minyak kelapa = 51,8985 gram
 Berat Piknometer + Alkohol = 51,5015 gram
 Berat Berat Tabung reaksi + Solar = 50,8344 gram
 Berat Tabung reaksi Berskala = 21,9213 gram
 Suhu penimbangan aquadest = 31C

VIII. PERHITUNGAN
Berat Air
Volume Piknometer = BJ Air pada 31C

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

53,9777  29,3645 gr
= 0 ,99534 gr
cm 3
= 24,7284 cm3

Berat zat cair


Berat jenis zat cair = Volume Piknometer

53,9777  29,3645 gr
 Berat jenis air =
24 ,7284 cm 3

= 0,99534 gr/cm3

22 ,534 gr
 Berat jenis Minyak Kelapa = 24 ,7284 cm 3

= 0,904 gr/cm3

22 ,137 gr
 Berat jenis Alkohol =
24 ,7284 cm 3

= 0,8952 gr/cm3

21,4699 gr
 Berat jenis Solar =
24 ,7284 cm 3

= 0,8682 gr/cm3

 absolute Laru tan


 relatif =  absolute Air

0 ,99534 gr x 0,35 s
cm 3
  relatif Air =
0,99534 gr x 0,35 s
cm 3
= 1 mPa.s

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

0 ,8952 gr x 0 ,8 s
cm 3
  relatif Alkohol =
0 ,99534 gr x 0 ,35 s
cm 3
= 2,0058 mPa.s

0 ,904 gr x 0 ,23 s
cm 3
  relatif Minyak Kelapa =
0 ,99534 gr 3 x 0 ,35 s
cm
= 59,7 mPa.s

0 ,8682 gr x 22 ,3 s
cm 3
  relatif Solar =
0 ,99534 gr 3 x 0 ,35 s
cm
= 55,58 mPa.s

 Viskositas Hoppler
No Suhu Waktu Berat Etanol BJ Air
1 5C 314,0 detik 51,7834 – 29,3645 gr = 22,4189 gr 0,99996 gr/cm3
2 10C 264,0 detik 51,7832 – 29,3645 gr = 22,4187 gr 0,99970 gr/cm3
3 15C 224,0 detik 51,7003 – 29,3645 gr = 22,3358 gr 0,99910 gr/cm3
4 20C 197,0 detik 51,6439 – 29,3645 gr = 22,2794 gr 0,99820 gr/cm3
5 25C 172,5 detik 51,5308 – 29,3645 gr = 22,1663 gr 0,99704 gr/cm3

24 ,6132 gr
 Volume piknometer 5C = 0 ,99996 gr
cm 3
= 24,6142 cm3
22 ,4189 gr
 BJ pada 5C = 24 ,6142 gr
cm 3

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

= 0,9108 gr/cm3

24 ,6132 gr
 Volume piknometer 10C = 0 ,9997 gr
cm 3
= 24,6102 cm3
22 ,4187 gr
 BJ pada 10C = 24 ,6206 gr
cm 3
= 0,9106 gr/cm3

24,6132 gr
 Volume piknometer 15C = 0 ,9991 gr
cm 3
= 24,6354 cm3
22 ,3358 gr
 BJ pada 15C = 24 ,6354 gr
cm 3
= 0,9067 gr/cm3
24 ,6132 gr
 Volume piknometer 20C = 0 ,99820 gr
cm 3
= 24,6576 cm3
22 ,2794 gr
 BJ pada 20C = 24 ,6576 gr
cm 3
= 0,9036 gr/cm3

24 ,6132 gr
 Volume piknometer 25C = 0 ,99704 gr
cm 3
= 24,6863 cm3

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

22 ,1663 gr
 BJ pada 25C = 24 ,6863 gr
cm 3
= 0,8979 gr/cm3

 = K x ( bola -  cairan ) x t
  5C = 0,4 mpa.s Cm3/g.s x (2,2 gr/cm3 – 0,9108 gr/cm3) x 314 s

= 161,92 mPa.s
  10C = 0,4 mpa.s Cm3/g.s x (2,2 gr/cm3 – 0,9106 gr/cm3) x 264 s

= 136,16 mPa.s
  15C = 0,4 mpa.s Cm3/g.s x (2,2 gr/cm3 – 0,9067 gr/cm3) x 224 s

= 115,90 mPa.s
  20C = 0,4 mpa.s Cm3/g.s x (2,2 gr/cm3 – 0,9036 gr/cm3) x 197 s

= 102,16 mPa.s
  25C = 0,4 mpa.s Cm3/g.s x (2,2 gr/cm3 – 0,8979 gr/cm3) x 172,5 s

= 89,94 mPa.s


VKinematik = 

161,92 mPa .s
 V5C  = 177,12 mm2 s1
0 ,9108 gr / cm 3

136 ,16 mPa .s


 V10C  = 149,53 mm2 s1
0 ,9106 gr / cm 3

115 ,90 mPa .s


 V15C  = 127,83 mm2 s1
0 ,9067 gr / cm 3

102 ,16 mPa .s


 V20C  = 113,06 mm2 s1
0 ,9036 gr / cm 3

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

89 ,84 mPa .s
 V25C  = 100,06 mm2 s1
0 ,8979 gr / cm 3

 Data untuk pembuatan grafik


No  Waktu 1/T Log 
1 161,92 mPa.s 314,0 detik 3,2 x 103 2,2093
2 136,16 mPa.s 264,0 detik 3,8 x 103 2,1340
3 115,90 mPa.s 224,0 detik 4,5 x 103 2,0640
4 102,16 mPa.s 197,0 detik 5,1 x 103 2,0093
5 89,84 mPa.s 172,5 detik 5,8 x 103 1,9535

Evis

  Ae RT

Evis
ln  ln A 
RT
Evis
log   log A 
2 ,303RT
Evis 1
log   log A  
2 ,303R T
Evis 1
log      log A
2 ,303R T

Dimana :
y = b + ax
y = 2,512015  97,7668x

Dari grafik diperoleh :


  EVis
Slope =
2 ,303 x R

 Evis = Slope x 2,303 x 0,082


 Evis =  97,7668 x 2,303 x 0,082

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

 Evis = 18,46
 Evis = 18,46

IX. PEMBAHASAN
 Didalam percobaan ini kemungkinan hasil yang didapat berbeda
jika dibandingkan hasil secara teoritis, kesalahan-kesalahan tersebut
kemungkinan disebabkan oleh :
 Adanya gelembung udara pada saat penentuan viskositas zat cair
tersebut.
 Kekurang telitian mata saat melihat gerakan bola dari tanda paling atas
sampai tanda paling bawah.
 Pada saat dilakukan percobaan Oswald cairan yang dimasukkan kedalam
alat viskometer sudah tidak murni lagi karena adanya zat-zat cair lain yang
masih berada dalam alat tersebut.
 Kesalahan dalam menghitung hasil.
 Secara numerik harga viskositas zat cair besar, dan harga itu berkurang dengan
cepat bila temperatur bertambah. Gejala viskositas disebabkan oleh berpindahnya
momentum akibat tumbukan antara molekul-molekul yang bergerak secara acak
dari lapisan yang satu kelapisan lain yang berbeda kecepatan. Perpindahan
momentum ini terdapat dalam zat cair, meskipun biasanya tersamar dibalik
medan-medan gaya interaktif antara molekul-molekul zat cair yang tersusun
rapat. Kerapatan zat cair mempunyai sifat sedemikian sehingga jarak pisah
antarmolekul rata-rata tidak jauh berbeda dari rentang efektif medan-medan gaya
semacam itu.
 Tekanan sangat berpengaruh terhadap viskositas zat cair, dimana makin besar
tekanan maka viskositas makin tinggi pula. Selain tekanan temperatur juga sangat

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

berpengaruh terhadap viskositas zat cair, dimana viskositas zat cair akan
berkurang dengan meningkatnya temperatur.
 Dalam percobaan ini kita menentukan viskositas dari Aquadest, Ethanol, Gliserol
dan Solar. Dimana dalam penentuan viskositas cairan diperoleh suatu data yang
menyatakan hubungan antara temperatur dan viskositas cairan. Dari data
diperoleh makin tinggi suhu maka waktu yang dibutuhkan oleh bola untuk jatuh
dari batas paling atas sampai batas paling bawah semakin cepat. Atau dengan kata
lain makin tinggi suhu maka viskositas cairan akan semakin kecil. Ini dapat kita
lihat dari grafik.

y = 2,512015  97,7668x

X. KESIMPULAN
 Viskositas berbanding lurus dengan waktu dan berbanding terbalik
dengan temperatur, dimana semakin rendah temperaturnya maka akan
viskositasnya semakin tinggi, sedangkan waktu yang dibutuhkan zat cair untuk
mengalir semakin besar
 Untuk Viskometer Hoppler

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

Berat zat cair x BJ air pada suhu ( 5,10,15,20 dan 25 )


BJ zat cair = Berat air
,

didapatkan bahwa :
 η pada suhu 5C = 161,92 mPa.s C, dengan log η = 177,12 mm2/s

 η pada suhu 10C = 136,16 mPa.s C, dengan log η = 149,53 mm2/s

 η pada suhu 15C = 115,90 mPa.s C, dengan log η = 127,83 mm2/s

 η pada suhu 20C = 102,16 mPa.s C, dengan log η = 103,06 mm2/s

 η pada suhu 25C = 89,94 mPa.s C, dengan log η = 100,06 mm2/s

 ΔEvis = 18,46

 Untuk Viskometer Oswald


Berat Air
BJ air = Volume Piknometer didapatkan bahwa pada suhu 31C angka kental

relatif beberapa cairan sebagai berikut :


  relatif Air = 1 mPa.s ; Waktu = 0,35 s

  relatif Alkohol = 2,0058 mPa.s ; Waktu = 0,80 s

  relatif Minyak Kelapa = 59,7 mPa.s ; Waktu = 23,00 s

  relatif Solar = 55,58 mPa.s ; Waktu = 22,30 s

XI. JAWABAN PERTANYAAN


 Viskositas = Indeks hambatan alir yang dimiliki oleh suatu zat alir pada kondisi
tertentu
 Cara-cara menentukan Viskositas :
 Viskometer Oswald  Untuk menentukan laju aliran kuat kapiler
 Viskometer Hoppler  Laju bola dalam cairan
 Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas :

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003


Vis kosi tas
Yan mailapa Lotong
03 33 049 / I B

 Temperatur
 Volume cairan
 Waktu
 Tekanan
 Pengaruh suhu terhadap viskositas cairan :
Viskositas cairan berkurang dengan meningkatnya temperatur atau dengan kata
lain makin tinggi temperatur maka viskositas cairan akan mengecil dan
sebaliknya makin rendah temperatur maka semakin besar viskositas cairan.

XII. DAFTAR PUSTAKA


 Daniels Cs (Terjemahan N M Surdia) : Kimia Fisika jilid 2, edisi 5,
Erlangga, Jakarta 1984.

Teknik Kimia Politeknik Negeri Makassar 2003

Anda mungkin juga menyukai