SOLAS
(Safety Of Life At Sea)
Sejarah SOLAS
Pembelajaran Dunia dari Tragedi Titanic
July 23, 2018
SOLAS adalah akronim dari Safety Of Life At Sea, merupakan konvensi paling penting
dari seluruh konvensi internasional tentang kemaritiman. SOLAS menjadi standar
keselamatan maritim yang wajib diterapkan pada kapal niaga (merchant vessel)
berukuran tertentu dan menjadi induk bagi terbitnya berbagai standar (code) bagi
kontruksi kapal, peralatan, dan pengoperasian.
Titanic, Sejarah SOLAS
Tenggelamnya kapal Titanic setelah menabrak gunung es pada 14 April 1912, yang
menewaskan lebih dari 1.500 penumpang dan awak kapal, telah menimbulkan begitu
banyak pertanyaan tentang standar keamanan pelayaran. Tragedi Titanic menginspirasi
berbagai upaya mengevaluasi standar keselamatan pelayaran hingga
diselenggarakannya konfrensi pertama SOLAS di tahun 1914.
Konfrensi yang dipelopori Kerajaan Inggris dihadiri oleh perwakilan dari 13 negara,
memperkenalkan persyaratan keselamatan pelayaran bagi kapal niaga, yang terdiri
atas: penyediaan sekat kedap air, penggunaan material tahan api; peralatan
keselamatan, peralatan pencegahan dan pemadam kebakaran, termasuk kewajiban
penggunaan radio/telegraf bagi kapal yang membawa lebih dari 50 orang. Konferensi
juga menyetujui pembentukan gugus tugas ice patrol di Atlantik Utara.
SOLAS diadopsi pada 20 Januari 1914 dan ditandatangani oleh hanya 5 negara. Namun
SOLAS generasi pertama ini batal diberlakukan karena pecah perang dunia pertama di
eropa. Walau demikian, SOLAS 1914 diaplikasikan cukup masif di Inggris, Prancis,
Amerika Serikat dan beberapa negara Skandinavia.
Pada tahun 1929 kembali digelar konferensi di London yang dihadiri 18 negara.
Menyepakati sekitar 60 pasal yang meliputi pembangunan kapal, peralatan
keselamatan, pencegahan dan pemadaman kebakaran, peralatan telegrafi nirkabel, alat
bantu navigasi, dan aturan pencegahan tabrakan (Collision Regulations). SOLAS versi
1929 ini mulai berlaku pada tahun 1933.
Pada tahun 1948, Inggris tetap menjadi tuan rumah konfrensi SOLAS yang ketiga, dan
menghasilkan beberapa perubahan dalam format SOLAS 1929 namun lebih detil dan
lebih luas cakupannya.
Konfrensi SOLAS 1960 – yang hasilnya diadopsi pada 17 Juni 1960 dan mulai berlaku
pada 26 Mei 1965 – menjadi tugas pertama bagi IMCO yang baru terbentuk pada 1958.
IMCO adalah Inter-Governmental Maritime Consultative Organization kemudian
berganti nama menjadi IMO pada tahun 1982. IMCO (IMO) dibentuk di Geneva Swiss
oleh PBB dan berkantor di London Inggris hingga hari ini.
SOLAS 1974
Konferensi SOLAS di tahun 1974 diadakan di markas IMO di London sejak 21 Oktober
hingga 1 November, dan dihadiri oleh 71 negara. Menghasilkan konvensi SOLAS 1974
yang formatnya berlaku hingga saat ini.
Selain berisi tentang persyaratan keselamatan, SOLAS 1974 juga menetapkan prosedur
penerimaan terhadap sebuah perubahan (amandemen) atau disebut the tacit
acceptance. Prosedur ini dirancang untuk memberi kepastian bahwa perubahan
terhadap konvensi dapat dilakukan dan diterima dalam jangka waktu yang ditentukan.
Prosedur acceptance menetapkan bahwa suatu amandemen akan mulai berlaku (enter
into force) pada tanggal tertentu, kecuali dalam kurun waktu sebelum enter into force,
ada penolakan dari sejumlah tertentu negara anggota. Konvensi SOLAS sendiri, walau
diadopsi pada 1 November 1974, namun baru diberlakukan (enter into force) pada 25
Mei 1980.
Dengan adanya pemberlakuan prosedur acceptance di atas, IMO dapat bekerja secara
sistematis membahas usulan perbaikan konvensi sesuai perkembangan industri
pelayaran. Itulah mengapa konvensi SOLAS 1974 pada perjalanannya mengalami
beberapa kali amandemen. Hampir setiap dua tahun sekali terjadi perubahan terhadap
SOLAS 1974. Usulan perubahan dibahas di MSC (Marine Safety Commitee) yang
merupakan badan kelengkapan IMO. (Daftar amandemen SOLAS 1974 dapat dilihat
di sini).
Sekilas Isi SOLAS 1974
Format SOLAS 1974 mengatur standar keselamatan pelayaran pada tiga aspek:
konstruksi kapal, peralatan, dan operasional, yang tersebar dalam 14 bab (chapter),
plus code yang menjadi derivasinya. Isi dari SOLAS 1974 cetakan tahun 2014
(Consolidated Edition 2014), adalah sebagai berikut:
Bab I Ketentuan Umum, berisi tentang peraturan-peraturan survei berbagai
jenis kapal, dan ketentuan pemeriksaan kapal oleh negara lain.
Bab II-1 Konstruksi, berisi persyaratan konstruksi kapal, sekat-sekat kedap air,
stabilitas kapal, permesinan kapal dan kelistrikan.
Bab II-2 Perlindungan dari kebakaran, deteksi kebakaran dan pemadam
kebakaran. Berisi tentang ketentuan tentang sekat kedap api, sistim
deteksi kebakaran, dan peralatan, jenis dan jumlah pemadam kebakaran
diberbagai jenis kapal. Detail bab ini dapat dilihat di FP Code.
Bab III Alat-alat keselamatan dan penempatannya. Dari Bab ini kemudian
diberlakukan LSA Code.
Bab IV Komunikasi Radio (Radio Communications), berisi ketentuan pembagian
wilayah laut, jenis dan jumlah alat komunikasi yang harus ada di kapal
serta peroperasiannya. Derivasi dari bab ini adalah GMDSS.
Bab V Keselamatan Navigasi (Safety of Navigation), berisi ketentuan tentang
peralatan navigasi yang harus ada di kapal, termasuk Radar, AIS, VDR
dan mesin serta kemudi kapal.
Bab VI Pengangkutan muatan (Carriage of Cargoes), berisi ketentuan tentang
bagaimana menyiapkan dan penanganan ruang muat dan muatan,
pengaturan muatan termasuk lashing. Derivasinya adalah IG
(International Grain) Code.
Bab VII Pengangkutan muatan berbahaya (Carriage of dangerous goods), berisi
ketentuan tentang bagaimana menyiapkan dan menangani muatan
berbahaya yang dimuat di kapal. Turunan dari bab ini kita kenal dengan
nama IMDG Code.
Bab VIII Kapal nuklir (Nuclear ships), berisi ketentuan yang harus dipenuhi oleh
kapal yang menggunakan tenaga nuklir, termasuk bahaya-bahaya radiasi
yang ditimbulkan.
Bab IX Manajemen keselamatan dalam mengoperasikan kapal (Management for
the Safe Operation of Ships), berisi ketentuan tentang manajemen
pengoperasian kapal untuk menjamin keselamatan pelayaran. Bab ini
hadir karena peralatan canggih tidak menjamin keselamatan tanpa
manajemen pengoperasian yang benar. Dari Bab inilah lahir ISM Code.
Bab X Keselamatan untuk kapal berkecepatan tinggi (Safety measures for high-
speed craft), berisi ketentuan pengoperasian kapal yang berkecepatan
tinggi. Dari sini kemudian diberlakukan HSC Code.
Bab XI-1 Langkah khusus untuk meningkatkan keselamatan maritim (Special
measures to enhance maritime safety), berisi ketentuan tentang RO
(Recognized Organization), yaitu badan yang ditunjuk pemerintah sebagai
pelaksana survey kapal atas nama pemerintah, nomor identitas kapal dan
Port State Control (Pemeriksaan kapal berbendera asing oleh suatu
negara).
Bab XI-2 Langkah khusus untuk meningkatkan keamanan maritim (Special
measures to enhance maritime security), berisi ketentuan bagaimana
meningkatkan keamanan maritim, oleh kapal, syahbandar dan pengelola
pelabuhan. Dari Bab ini kemudian diberlakukan ISPS Code.
Bab XII Langkah keselamatan tambahan untuk kapal pengangkut muatan curah
(Additional safety measures for bulk carriers), berisi ketentuan tambahan
tentang konstruksi untuk kapal pengangkut curah yang memiliki panjang
lebih dari 150 meter.
Bab XIII Verifikasi kesesuaian (Verification of compliance), berisi ketentuan
tentang implementasi SOLAS 1974 di negara-negara yang telah
meratifikasi. Penambahan Bab ini untuk mendukung pemberlakuan Triple
I Code (IMO Instrument Implementation Code).
Bab XIV Langkah keselamatan untuk kapal yang beroperasi di perairan kutub
(Safety measures for ships operating in polar waters), berisi ketentuan
yang harus dipenuhi oleh kapal yang berlayar di wilayah kutub dan
sekitarnya. Derivasi bab ini adalah Polar Code.