SUMMARY CHAPTER 8
MANAGING IN COMPETITIVE, MONOPOLISTIC, AND
MONOPOLISTICALLY COMPETITIVE MARKETS
Tugas Managerial Economic Pra MBA
Insyirahman - 37P18047
Fernandus Satria Nugraha - 37P18045
Magister Manajemen
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Jakarta
2018
Outline
1. Pengantar ………………………………………………………………………………………………… ………… 2
2. Tujuan Pembelajaran ………………………………………………………………………………………… 3
3. Pokok Bahasan ………………………………………………………………………………………………….. 4
3.1 Pasar Persaingan Sempurna …………………………………………………………………………. 4
3.2 Pasar Monopoli ……………………………………………………………………………………………. 7
3.3 Pasar Monopolistik Kompetitif …………………………………………………………………….. 8
4. Studi Kasus ………………………………………………………………………………………………………… 10
5. Kesimpulan ……………………………….………………………………………………………………………… 12
1
1. Pengantar
Makalah ini dibuat untuk memudahkan pemahaman materi dari Chapter 8, “Managing in
Competitive, Monopolistic and Monopolistically Competitive Markets”.
Terdapat 3 jenis perusahaan yang beroperasi dan memiliki ciri berbeda, yaitu perusahaan
yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna, pasar monopoli dan pasar monopolistik
kompetitif. Ketiga-tiganya memiliki cara pengelolaan yang berbeda, pasar yang berbeda dan
penentuan keuntungan yang berbeda pula.
Dalam pasar persaingan sempurna, ketahanan suatu produk sangat ditentukan oleh pasar.
Harga produk memiliki margin yang tipis, jenis produk sama, bahan baku juga sama dan harga
produk dibanding kompetitor yang nyaris sama.
Dalam pasar monopoli, ketahanan suatu produk ditentukan oleh regulator, pemerintah
setempat memiliki andil. Di satu sisi, perusahaan monopoli tidak memiliki kompetitor, tidak
ada barang sejenis sehingga tidak bisa disubstitusi. Pasar dipaksa memiliki produk dengan
harga yang sudah ditentukan oleh perusahaan dan pemerintah setempat. Perusahaan
monopoli bisa memiliki keuntungan yang besar, namun bisa juga beroperasi dalam kondisi
rugi.
Pada pasar monopolistik kompetitif, perusahaan perlu fokus untuk memaksimalkan profit dan
membuat diferensiasi produk. Selain itu diperlukan juga optimalisasi penggunaan iklan
sebagai media penyampaian fitur dalam produk yang membedakan produknya dengan
produk kompetitor kepada pelanggan.
2
2. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran pada Bab 8 “Managing in Competitive, Monopolistic and
Monopolistically Competitive Markets” adalah:
1) Mengidentifikasi perusahaan pada pasar persaingan sempurna, monopoli, dan
monopolistik kompetitif
2) Mengidentifikasi sumber kekuatan dan strategi pada perusahaan monopoli
3) Menerapkan prinsip marjinal untuk mendapatkan keuntungan dengan
memaksimalkan harga dan produksi
4) Mengetahui hubungan antara elastisitas kebutuhan dari suatu produk perusahaan
dengan pendapatan marjinal suatu perusahaan
5) Menjelaskan bagaimana penerapan “long-run” mempengaruhi perusahaan yang
bersifat persaingan sempurna, monopoli dan monopolistik kompetitif; mendiskusikan
akibat terhadap struktur pasar dan kesejahteraan sosial
6) Memutuskan keberlanjutan perusahaan apakah terus beroperasi atau ditutup setelah
mengetahui hasil jangka pendek
7) Meng-ilustrasikan hubungan antara biaya marjinal, suplai jangka pendek bagi
perusahaan pada pasar persaingan sempurna dan suplai dari industri.
3
3. Pokok Bahasan
3.1 Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna memiliki karakteristik, sebagai berikut:
terdapat banyak sekali pembeli dan penjual di pasar, dan gangguan satu perusahaan
sangat kecil pengaruhnya terhadap pasar dimana setiap perusahaan memproduksi
produk yang sama (identical product), sementara kualitas dan harga sudah diketahui
konsumen
tidak ada biaya transaksi (misalnya biaya distribusi suplier ke store, perbedaan harga
antar store manjadikan konsumen beralih ke store lainnya)
mudah masuk dan mudah keluar dari pasar (bergantung untung dan rugi)
harga pasar hanya satu dan ditentukan oleh interaksi kebutuhan dan suplai
Perusahaan tidak mendapatkan economic profit alias zero dalam jangka panjang
Kebutuhan jumlah produk dalam suatu pasar persaingan sempurna dihubungkan ke setiap
perusahaan
Perpotongan garis Supply dan Demand
dalam kondisi persaingan sempurna, maka
harga produk (Pe) dibentuk oleh pasar
Perusahaan akan memproduksi quantity
sebanyak mungkin (bersaing dengan
perusahaan lainnya sejumlah Df, karena
keuntungan sangat tipis
= adalah jumlah volume produksi Df memiliki harga Pe pada setiap perusahaan
(Pe adalah harga yg ditentukan pasar, jika Pe suatu perusahaan lebih besar dari Pe di
pasar, maka konsumen beralih ke produk sejenis dari perusahaan yang lain)
Hubungan Revenue, Costs, and Profits untuk satu perusahaan dikaitkan dengan biaya
marjinal.
Untuk memudahkan pemahaman
maka bisa digambarkan misalnya
aktivitas perusahaan membuat
universitas/ sekolah.
Q* adalah titik dimana jumlah
mahasiswa paling banyak untuk
mendapat keuntungan maksimal,
jika jumlah mahasiswa lebih dari
Q*, maka costnya akan naik (fix cost dan variable cost) kenaikan bisa dengan perluasan
gedung, penambahan dosen , insentif dosen dan penambahan biaya overhead lain lain.
4
Titik E adalah titik harga yg tidak ada profit dan tidak ada loss.
Titik A adalah titik BEP-1 (cost = revenue) dan titik B adalah BEP-2 (revenue = cost).
Marginal cost (MC), adalah kenaikan biaya produksi untuk setiap unit produk
∆
=∆
Nilai marginal cost akan besar diawal karena jumlah mahasiswa sedikit. Seiring bertambahnya
mahasiswa, revenue bertambah (R = P x Q) dan marginal cost semakin mengecil (fix cost tetap,
variabel cost berkurang)
Memaksimalkan profit pada pasar persaingan sempurna dapat dipahami sebagai berikut.
Beberapa notasi/ rumus yang perlu diketahui:
• Average costs
• Average fixed cost: =
( )
• Average variable costs: =
( )
• Average total cost: =
∆
• Marginal cost: =∆
Karena persaingan sempurna, maka harga produk = marginal cost (P = MC)
Jika cost (fix cost dan variabel cost) < marginal cost, maka diperoleh keuntungan yang disebut
profit. Nilai profit berupa satuan luas. Profit = [(Q* - 0) x (Pe - 0)] – [(Q* - 0) x (ATC(Q*) - 0)]
Agar semakin besar profit dalam persaingan sempurna, maka perusahaan harus menekan ATC
(Avarage Total Cost) dan memproduksi produk sampai quantity optimum (sesuai kapasitas).
Meminimalisasi kerugian pada short run yang dialami perusahaan pada persaingan
sempurna.
Karena persaingan sempurna, maka harga
produk = marginal cost.
Jika Cost (fix cost dan variabel cost) >
marginal cost, maka diperoleh kerugian yang
disebut Loss.
Nilai Loss berupa satuan luas.
Loss =
[(Q* - 0) x (ATC(Q*) - 0)] - [(Q* - 0) x (Pe - 0)]
Untuk meminimalisasi kerugian pada periode jangka pendek pada persaingan sempurna,
maka hal-hal yang menjadi perhatian adalah: menekan nilai ATC (Avarage Total Cost) sampai
menyentuh Marginal cost. Karena ATC adalah penjumlahan dari AVC dan AFC, maka AVC
(Avarage Variabel Cost) yang memungkinkan dilakukan efisiensi, misalnya efisiensi
penggunaan listrik, pengeluaran perjalanan dinas, seminar, dll.
Pada grafik diatas, nilai AVC < Biaya produksi (Pe), maka perusahaan masih bisa bertahan
karena masih bisa berproduksi.
5
Kasus Menutup Perusahaan, memperlihatkan kondisi perusahaan dengan kerugian yang
besar dan kecenderungan akan bangkrut.
Karena persaingan sempurna, maka harga
produk = marginal cost
Jika Cost (fix cost dan variabel cost) >
marginal cost, maka diperoleh kerugian yang
disebut Loss. Nilai Loss berupa satuan luas.
Loss =
[(Q* - 0) x (ATC(Q*) - 0)] - [(Q* - 0) x (Pe - 0)]
Melihat grafik diatas, setiap melakukan produksi, akan terjadi kerugian (baik fix cost dan
variabel cost). Karena biaya produksi > variabel cost, maka perusahaan ini lebih baik ditutup
karena tidak mampu mengcover biaya produksi dan operasional sehari-hari.
Keputusan Jangka panjang untuk menentukan suatu perusahaan kapan masuk dan keluar
dari pasar persaingan sempurna.
= = adalah posisi
jumlah produk dan harga produk
ideal yang diharapkan perusahaan.
Kondisi ini menjadikan perusahaan
kompetitor baru untuk masuk dan
menambah suplai sampai dengan
jumlah produksi bertambah dan
harga produk turun, yaitu:
= =
Pada kondisi = = beberapa perusahaan yang tidak kuat permodalannya akan
keluar dari market karena harga jual sudah turun menyentuh batas marginal revenue. Dengan
keluarnya beberapa perusahaan dari market, maka suplai produk semakin sedikit, sehingga
mendorong harga meningkat, kondisi ini sampai menyentuh = =
Pada kondisi = = , perusahaan yang sudah keluar atau perusahaan baru akan
tertarik masuk, dan mulai memproduksi produk dan membanjiri market sampai dengan =
= . Begitu seterusnya, ini adalah sifat dari pasar persaingan sempurna.
6
3.2 Pasar Monopoli
Pasar Monopoli adalah pasar dimana:
hanya terdapat satu penjual produk tertentu;
terdapat hambatan masuk pasar (barriers to entry) untuk mencegah persaingan.
Karena semua konsumen melakukan permintaan
produk dari pasar monopoli, maka kurva permintaan
pasar, DM, adalah sama dengan permintaan untuk
produk perusahaan, Df. Tanpa adanya pembatasan
legal, maka perusahaan monopoli tersebut bebas
membebankan harga berapapun untuk produk
tersebut. Namun, ini tidak berarti perusahaan dapat
menjual sebanyak yang diinginkan dengan harga itu.
Mengingat harga yang ditentukan oleh monopoli,
konsumen memutuskan berapa banyak yang harus
dibeli. Misalnya, jika monopolis menetapkan harga P1
yang relatif rendah, maka kuantitas yang diminta oleh konsumen adalah Q1.
Namun, apabila perusahaan monopoli dapat menetapkan harga P0 yang lebih tinggi, maka
kuantitas permintaan produk tersebut menjadi lebih rendah.
Sumber kekuatan dari pasar monopoli adalah:
Skala ekonomi: yang terjadi ketika biaya rata-rata jangka panjang menurun saat
output produksi meningkat meningkat;
Lingkup ekonomi: yang terjadi ketika total biaya produksi untuk dua produk dalam
perusahaan yang sama lebih rendah daripada ketika produk diproduksi oleh
perusahaan terpisah;
Biaya komplementer: terjadi ketika biaya marjinal untuk menghasilkan satu output
produk berkurang ketika output dari produk yang lain meningkat;
Paten dan hambatan hukum lainnya: terjadi ketika sistem paten memberikan hak
eksklusif pada sebuah produk baru untuk dijual oleh sebuah perusahaan monopoli,
selain itu juga terdapat intervensi pemerintah yang dapat memberikan hak monopoli
kepada individu atau perusahaan.
7
Aturan utama dari perusahaan monopoli
adalah memaksimalkan profit dengan cara
menghasilkan output QM, dimana Marginal
Revenue sama dengan Marginal Cost:
MR (QM) = MC (QM)
Kurva MR memotong kurva MC ketika QM
unit diproduksi, sehingga tingkat produksi
output untuk memaksimalkan profit adalah
QM, sementara harga untuk memaksimalkan
profit adalah pM. Sehingga profit monopoli
adalah:
[pM– ATC (QM)] x (QM)
Kekuatan pasar monopoli yang dinikmati oleh perusahaan monopoli seringkali
mempengaruhi terjadinya biaya sosial di masyarakat seperti ilustrasi berikut ini.
Diketahui bahwa perusahaan monopoli berusaha
untuk memproduksi output produk sejumlah
kuantitas yang memaksimalkan profit (QM) dengan
harga produk (pM). Sementara itu pada perusahaan
di pasar persaingan sempurna berusaha untuk
memproduksi output produk sejumlah kuantitas
pada titik dimana harga (pC) adalah sama dengan
Marginal Cost (MC).
Akibat dari perusahaan monopoli yang cenderung
memproduksi lebih sedikit namun membebankan
harga yang lebih tinggi dibanding perusahaan pada
pasar persaingan sempurna, maka terjadi
“deadweight loss”, yaitu kerugian atau hilangnya kesejahteraan sosial di masyarakat akibat
ketidaktersediaan barang yang diharapkan di masyarakat pada harga yang lebih rendah.
3.3 Pasar Monopolistik Kompetitif
Sebuah industri adalah monopolistik kompetitif, jika:
terdapat banyak pembeli dan penjual;
masing-masing perusahaan dalam industri menghasilkan produk yang berbeda;
terdapat free entry masuk dan keluar dari industri.
Kunci perbedaan antara pasar monopolistik kompetitif dan pasar persaingan sempurna
adalah masing-masing perusahaan memproduksi produk yang sedikit berbeda. Implikasinya
8
adalah produk mirip, tetapi tidak sempurna dan barang substitusi. Oleh karena itu, kurva
permintaan perusahaan miring ke bawah di bawah pasar monopolistik kompetitif.
Penentuan harga dan output untuk memaksimalkan profit pada pasar monopolistik
kompetitif adalah persis sama dengan perusahaan yang beroperasi pada pasar monopoli.
Untuk memaksimalkan profit perusahaan pada
pasar monopolistik kompetitif harus
menghasilkan output Q*, dimana Marginal
Revenue sama dengan Marginal Cost:
MR (Q*) = MC (Q*)
Tingkat produksi output untuk memaksimalkan
profit adalah Q*, sedangkan harga untuk
memaksimalkan profit adalah p*. Sehingga profit
pada pasar monopolistik kompetitif adalah:
[p*– ATC (Q*)] x (Q*)
Karena ada free entry masuk dan keluar industri pada pasar monopolistik kompetitif, maka
jika perusahaan mendapatkan keuntungan jangka pendek maka dalam jangka panjang
terdapat perusahaan lain yang akan memasuki industri tersebut untuk menangkap sebagian
dari keuntungan tersebut. Demikian sebaliknya, jika perusahaan yang ada mengalami
kerugian, maka dalam jangka panjang beberapa perusahaan akan keluar dari industri
tersebut.
Pengaruh entry pada pasar monopolistik
kompetitif dapat diilustrasikan sebagai berikut.
Pada saat kurva permintaan (D0) terletak di atas
kurva ATC, perusahaan memperoleh profit positif,
sehingga memikat lebih banyak perusahaan
masuk ke dalam industri. Pada saat perusahaan
tambahan masuk, maka permintaan untuk
produk pada perusahaan ini akan berkurang
karena beberapa konsumen akan beralih kepada
produk-produk baru yang ditawarkan oleh
perusahaan yang masuk. Entry berlanjut sampai
kurva permintaan menurun menjadi D1, di mana
akan bersinggungan dengan kurva biaya rata-rata perusahaan. Pada titik ini, perusahaan-
perusahaan hanya memperoleh zero profit dan tidak menarik bagi perusahaan lain untuk
masuk industri.
9
4. Studi Kasus
4.1 Pasar Persaingan Sempurna
Case (from Book): Persaingan di pasar internasional seringkali lebih banyak dibandingkan di
pasar domestik, terutama di negara berkembang, dimana harga adalah pendorong utama
konsumen dalam memutuskan pembelian. Sebagai contoh adalah pembuat mobil asal
Perancis PSA Peugeot- Citroën. Divisi Citroën-nya sangat kecil untuk pangsa pasar otomotif
China apabila dibandingkan dengan pangsa pasar di Prancis dan Eropa. Di China, Citroën
memiliki kendali yang sangat sedikit atas harga. Sebagai price taker, tidak ada insentif untuk
harga di bawah harga pasar. Sementara, Citroën akan kehilangan pelanggan jika mencoba
membebankan harga premium di pasar China. Keputusan utama Citroën adalah bagaimana
caranya banyak mobil yang diproduksi dengan harga pasar serta memastikan bahwa kapasitas
di pabrik cukup untuk menghasilkan volume mobil yang optimal.
Di Indonesia, penjual bakso, adalah contoh yang mudah untuk memahami persaingan
sempurna. Siapapun pengusaha yang akan terjun ke bisnis bakso sangat mudah, cara
produksi, kebutuhan bahan baku sangat mudah diperoleh, dan pasar penikmat bakso pun
banyak. Sering dijumpai munculnya pedagang bakso baru, dan sering juga tutupnya beberapa
pedagang bakso yang sudah eksis. Saat musim hujan dan
harga daging murah, banyak muncul pedagang bakso.
Sedangkan saat harga daging mahal, maka banyak
pedagang bakso menghentikan usahanya alias tutup atau
keluar dari market dan membuka usaha lainnya. Entry dan
exit cukup tinggi. Harga per porsi bakso antara pedagang
satu dengan lainnya hampir sama. Jika satu pedagang
menaikkan harga baksonya lebih tinggi dari pesaingnya,
maka konsumen akan berpindah ke penjual bakso yang
lebih murah.
4.2 Pasar Monopoli
Case (from Book): Perusahaan pengisisan bahan bakar gas berdiri di satu wilayah bagian AS
dan melayani pasar tersebut. Hak pengelolaan pengisisan bahan bakar gas diberikan ke satu
perusahaan. Dengan market tertentu, tidak ada perusahaan sejenis yang diperbolehkan
beroperasi menjadi kompetitornya, selain itu pemerintah setempat ikut menentukan harga
jual.
10
Di Indonesia, contohnya adalah Pertamina Retail,
perusahaan dibawah naungan PT Pertamina
Persero ini diberikan hak khusus menjual BBM
jenis premium (subsidi), Pertalite dan Pertamax.
Harga Premium sudah ditentukan pemerintah RI.
Harga premium ini mendapat subsidi dari
pemerintah RI karena Marginal Cost lebih besar
dari Marginal Revenue, sehingga selisih menjadi tanggung jawab pemerintah. Tidak ada
perusahaan lain, selain Pertamina Retail, yang dapat menjadi pemasok BBM jenis premium
atau sejenisnya di Indonesia.
4.3 Pasar Monopolistik Kompetitif
Case (from Book): McDonald bersaing tidak hanya melawan Burger King dan Wendy’s tetapi
melawan sejumlah perusahaan lainnya. Sementara masing-masing restoran tersebut
menawarkan makanan cepat saji dengan harga terjangkau, produk yang ditawarkan juga
berbeda. Diferensiasi produk tersebut memberikan kekuatan pasar yang berbeda. Namun,
program McCafé dirancang untuk semakin lebih membedakan McDonald's dari yang lain,
sehingga McDonald's berharap dapat meningkatkan permintaannya sendiri dengan menarik
pelanggan dari restoran cepat saji lainnya sekaligus merebut pelanggan dari kedai kopi
tradisional dan modern (seperti Starbucks).
Di Indonesia, contohnya adalah Industri makanan & minuman seperti Indofood dengan salah
satu varian produk berlabel “Indomie” yang menguasai pasar mie instan selama lebih dari 30
tahun, hingga kemudian pada tahun 2003, muncul Wings Food yang membawa label “Mie
Sedap” berusaha merebut pasar mie instan tersebut. Dengan munculnya produk sejenis dari
2 perusahaan berbeda tersebut, maka dari sisi produsen terjadi kompetisi sehingga
diperlukan penyesuaian output produk maupun harga
jual. Hal ini kemudian juga memberikan kesempatan
pada pasar untuk memilih baik berdasarkan selera
maupun harga. Untuk dapat bertahan dalam pasar
monopolistik kompetitif ini, masing-masing perusahaan
terus memperbanyak iklan serta melakukan differensiasi
produk dengan memunculkan variasi rasa yang berbeda
setiap tahun.
11
5. Kesimpulan
Beberapa perbedaan mendasar pada tiap-tiap tipe pasar adalah sebagai berikut:
Pada pasar persaingan sempurna, perusahaan perlu fokus produksi pada kuantitas
yang tepat/optimum dan menjaga cost yang rendah.
Pada pasar monopoli, perusahaan perlu fokus pada produksi dengan sejumlah
kuantitas dimana marginal cost = marginal revenue, yang dipergunakan untuk
memaksimalkan profit.
Pada pasar monopolistik kompetitif, perusahaan perlu fokus untuk memaksimalkan
profit dan membuat diferensiasi produk.
Pasar Persaingan Pasar Monopolistik
Pasar Monopoli
Sempurna Kompetitif
Jumlah Perusahaan Banyak Satu Cukup banyak
Rata-Rata Ukuran
Kecil Sangat Besar Kecil - Menengah
Perusahaan
Jenis Produk Sama Unik Terdapat perbedaan
Barriers to Entry Tidak Ada Signifikan Sedikit
Intervensi
Tidak Ada Ada Tidak Ada
Pemerintah
Profit Making Rendah Tinggi Medium
Price dan Marginal
P = MC P > MC P > MC
Cost
Implikasi untuk Kurva Miring kebawah; Miring kebawah;
Horizontal
Permintaan inelastis elastis
Pricing Decission MC = MR = P MC = MR MC = MR
12