SATUAN ACARA PENYULUH
RESIKO PERILAKU KEKERASAN (RPK)
Dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Tugas Keperawatan Jiwa
Disusun Oleh :
Siti Nilna Laili M (P1337420717003)
Parikesit
PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN MAGELANG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN
SEMARANG
2019/2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
1. Pokok Bahasan : Perawatan klien gangguan jiwa di rumah
2. Sub Pokok Bahasan : Perawatan klien gangguan jiwa dengan resiko
perilaku kekerasan
3. Sasaran : Keluarga klien
4. Waktu : Jam 09.00 WIB
5. Hari/tanggal : Senin, 4 November 2019
6. Tempat : Kediaman Tn.A
7. Penceramah : Siti Nilna Laili Muflikah
I. Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan, keluarga diharapkan dapat mengerti tentang
perawatan pada perilaku kekerasan.
2. Tujuan khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 20 menit, keluarga diharapkan mampu:
a. Mengetahui tentang tanda dan gejala perilaku kekerasan.
b. Mengetahui tentang penyebab perilaku kekerasan.
c. Mengetahui akibat dari perilaku kekerasan.
d. Mengetahui penanganan dan perawatan pasien dengan perilaku kekerasan.
II. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab / diskusi
III. Media :
1. Leaflet
IV. Materi (terlampir)
V. Pelaksanaan
Kegiatan
No Tahap Waktu
Pengampu Pasien atau Keluarga
1 Pembukaan 5 menit 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan 3. Menyimak hal-hal
umum dan tujuan yang penting
khusus
2 Penyajian 10 menit 1. Menjelaskan materi 1. Menyimak dan
tentang pengertian mencatan penjelasan
perilaku kekerasan, yang disampaikan
tanda dan gejala, penceramah
penyebab, akibat dan
penanganan perilaku
kekerasan. 2. Menanyakan hal
2. Memberi kesempatan yang kurang jelas
pada keluarga untuk
bertanya. 3. Menyimak jawaban
3. Menjawab pertanyaan penceramah.
dari keluarga.
5 menit 1. Menjawab
3 Penutup 1. Memberikan pertanyaan dari
pertanyaan lisan pada pengampu.
keluarga sesuai dengan
TUK. 2. Mendengarkan
2. Menyimpulkan penjelasan
kegiatan pengampu
3. mendengarkan
3. Memberi pujian dan penceramah
motivasi pada pasien
dan keluarga 4. Kesepakatan
4. Kontrak untuk kontrak
pertemuan selanjutnya 5. Menjawab salam
5. Mengucapkan salam
VI. Evaluasi
1. Apa yang dimaksud dengan perilaku kekerasan?
2. Apa saja tanda dan gejala perilaku kekerasan?
3. Apa yang menyebabkan terjadinya perilaku kekerasan?
4. Apa akibat dari perilaku kekerasan?
5. Bagaimana penanganan pasien dengan perilaku kekerasan?
MATERI
A. PENGERTIAN
Perilaku kekerasan adalah keadaan seseorang melakukan tindakan yang dapat
membahayakan bahkan dapat melukai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.
B. TANDA DAN GEJALA
1. Wajah tampak merah.
2. Pandangan tajam.
3. Otot tegang.
4. Nada suara tinggi.
5. Berdebat.
6. Tampak memaksakan kehendak.
7. Merampas makanan.
8. Memukul jika tidak senang.
C. PENYEBAB
1. Psikologis
Kegagalan yang dialami
Masa kanak tidak menyenangkan yaitu: perasaan ditolak,
dihina, dianiaya atau sanksi penganiayaan.
2. Perilaku, sering melihat perilaku kekerasan dirumah atau diluar rumah.
3. Budaya tertutup dan membalas secara diam dan kontrol sosial yang tidak pasti
terhadap perilaku kekerasan.
D. AKIBAT
Klien dengan perilaku kekerasan dapat melakukan tindakan-tindakan berbahaya bagi
dirinya, orang lain maupun lingkungannya, seperti menyerang orang lain,
memecahkan perabot, membakar rumah dll.
E. PENANGANAN
1. Medis
Psikofarmaka/Obat
ECT
2. Non medis
a. Mengidentifikasi penyebab marah, tanda dan gejala yang dirasakan, perilaku
kekerasan, akibat.
b. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara fisik pertama (latihan napas
dalam)
c. Membantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara fisik
kedua (pukul kasur dan bantal).
d. Membantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan secara
sosial/verbal (menolak dengan baik, meminta dengan baik, mengungkapkan
perasaan dengan baik)
e. Bantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan secara spiritual (latihan
beribadah dan berdoa), buat jadwal latihan ibadah/berdoa.
f. Membantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan dengan obat
(bantu pasien minum obat secara teratur)
F. PENANGANAN DI RUMAH
1. Memberikan perhatian dan rasa kasih sayang dan penghargaan sosial kepada
pasien.
2. Mengawasi kepatuhan dalam minum obat.
3. Bantu untuk selalu berinteraksi dengan lingkungan.
4. Beri kegiatan yang positif untuk mengisi waktu dirumah.
5. Jangan biarkan menyendiri, libatkan dalam kegiatan sehari-hari.
6. Memberikan pujian jika melakukan hal yang positif.
7. Jangan mengkritik jika melakukan kesalahan.
8. Menjauhkan pasien dari pengalaman atau keadaan yang menyebabkan merasa
tidak berdaya dan tidak berarti.
9. Rutin memeriksakan kondisi kesehatan pasien.
DAFTAR PUSTAKA
Keliat, B. A, (2009). Model Praktek Keperawatan Jiwa Profesional. Jakarta: EGC.
Yosep, I. (2012). Keperawatan Jiwa Edisi Revisi. Bandung: PT Refika Aditama.