Nama : Muhammad Ikhsan Pratama
NIM : 1910811210027
Kelompok :
Angkatan : 2019
Mata Kuliah : Praktikum Mekanika Tanah I
SONDIR
Pengertian Sondir
Sondir merupakan salah satu alat berbentuk silindris dengan ujungnya berupa konus.
sondir digunakan sebagai alat pengujian tanah untuk mengetahui karakteristik tanah yang
dilakukan di lapangan atau pada lokasi yang akan dilakukan pembangunan konstruksi. Sondir
ada dua macam, yang pertama adalah sondir ringan dengan kapasitas 0-250 kg/cm² dan yang
kedua adalah sondir berat dengan kapasitas 0-600 kg/cm². Jenis tanah yang cocok disondir
dengan alat ini adalah tanah yang tidak banyak mengandung batu.
Pengertian Uji Sondir
Uji sondir merupakan salah satu pengujian dalam bidang teknik sipil yang berfungsi
untuk mengetahui letak kedalaman tanah keras, yang nantinya dapat diperkirakan seberapa
kuat tanah tersebut dalam menahan beban yang didirikan di atasnya. pengujian ini biasa
dilakukan sebelum membangun pondasi tiang pancang, atau pondasi-pondasi dalam lainnya.
Data yang didapatkan dari uji sondir ini nantinya berupa besaran gaya perlawanan dari tanah
terhadap konus, serta hambatan pelekat dari tanah yang dimaksud. Hambatan pelekat adalah
perlawanan geser dari tanah tersebut yang bekerja pada selubung bikonus alat sondir dalam
gaya per satuan panjang.
Uji sondir saat ini merupakan salah satu uji lapangan yang telah diterima oleh para
praktisi dan pakar geoteknik. Uji sondir ini telah menunjukkan manfaat untuk pendugaan profil
atau pelapisan (stratifikasi) tanah terhadap kedalaman karena jenis perilaku tanah telah dapat
diidentifikasi dari kombinasi hasil pembacaan tahanan ujung dan gesekan selimutnya.
Besaran penting yang diukur pada Uji sondir adalah perlawanan ujung yang diambil
sebagai gaya penetrasi per satuan luas penampang ujung sondir (qc). Besarnya gaya ini sering
kali menunjukkan identifikasi dari jenis tanah dan konsistensinya. Pada tanah pasiran, tahanan
ujung jauh lebih besar daripada tanah butiran halus.
Hasil dari uji sondir ini dipakai untuk:
1. Menentukan tipe atau jenis pondasi apa yang mau dipakai
2. Menghitung daya dukung tanah asli
3. Menentukan seberapa dalam pondasi harus diletakkan nantinya
Metode Uji Sondir
Metode sounding/sondir terdiri dari penekanan suatu tiang pancang untuk meneliti
penetrasi atau tahanan gesernya. Alat pancang dapat berupa suatu tiang bulat atau pipa bulat
tertutup dengan ujung yang berbentuk kerucut dan atau suatu tabung pengambil contoh tanah,
sehingga dapat diperkirakan (diestimasi) sifat-sifat fisis pada strata dan lokasi dengan variasi
tahanan pada waktu pemancangan alat pancang itu. Metode ini berfungsi untuk eksplorasi dan
pengujian di lapangan. Uji ini dilakukan untuk mengetahui elevasi lapisan “keras” (Hard
Layer) dan homogenitas tanah dalam arah lateral. Hasil Cone Penetration sondir disajikan
dalam bentuk diagram sondir yang mencatat nilai tahanan konus dan friksi selubung, kemudian
digunakan untuk menghitung daya dukung pondasi yang diletakkan pada tanah tersebut.
Di Indonesia alat sondir sebagai alat uji di lapangan yang sangat terkenal karena di
negara ini banyak dijumpai tanah lembek (misalnya lempung) hingga kedalaman yang cukup
besar sehingga mudah ditembus dengan alat sondir. Di dunia penggunaan Sondir ini semakin
populer terutama dalam menggantikan SPT untuk pengujian yang dilakukan pada jenis tanah
liat yang lunak dan untuk tanah pasir halus sampai tanah pasir sedang/kasar. Pemeriksaan ini
dimaksudkan untuk mengetahui perlawanan penetrasi konus (qc), hambatan lekat (fs) tanah
dan friction ratio (rf) untuk memperkirakan jenis tanah yang diselidiki.
Cara Menggunakan Alat Sondir
1. Menentukan lokasi yang permukaannya datar
2. Memasang empat buah angker ke dalam tanah dengan memutarnya menggunakan
kunci pemutar angker (kunci T). kemudian memasang 2 pelat persegi yang memanjang
di samping angker. Jarak antar angker dan jarak kedua pelat disesuaikan dengan ukuran
mesin sondir.
3. Memasang mesin sondir tegak lurus dan perlengkapannya pada lokasi pengujian, yang
diperkuat dengan pelat besi pendek untuk menjepit mesin dan diperkuat dengan mur
pengunci angker yang dipasang ke dalam tanah.
4. Memasang Traker tekan setang dalam. Pada penekanan pertama ujung konus akan
bergerak ke bawah sedalam 4 cm, kemudian manometer dibaca yang menyatakan
perlawanan ujung. Pada penekanan berikutnya konus dan mantelnya bergerak 4cm.
Nilai pada manometer yang terbaca adalah nilai tekanan ujung dan perlawanan lekat
5. Menekan setang luar sampai kedalaman baru, penekanan setang dilakukan sampai
setiap kedalaman tambahan sebanyak 20 cm.
6. Melakukan hal yang sama dengan langkah kerja di atas sampai pembacaan manometer
tiga kali berturut-turut menunjukkan nilai ≥150 kg/cm2 dan jika penekanan mesin
sondir sudah mencapai maksimalnya atau dirasa telah mencapai tanah keras, maka
pengujian ini dapat dihentikan.
HAND-BORING
Pengertian Pemboran
Pemboran tanah adalah pekerjaan paling umum dan paling akurat dalam survei geoteknik
lapangan. Pemboran tanah yang dimaksud adalah pembuatan lubang ke dalam tanah dengan
menggunakan alat bor manual maupun alat bor mesin, untuk tujuan berikut :
1. Mengidentifikasi jenis tanah sepanjang kedalaman lubang bor, yang dilakukan terhadap
contoh tanah terganggu yang diambil dari mata bor atau core barrel.
2. Untuk memasukkan alat tabung pengambil contoh tanah asli di kedalaman yang
dikehendaki, untuk mengambil contoh tanah asli.
3. Untuk memasukkan alat uji penetrasi baku (Standar Penetration Test, STP) di
kedalaman yang dikehendaki.
4. Untuk memasukkan alat-alat uji lainnya di kedalaman yang dikehendaki.
Pemboran pada percobaan ini dilakukan dengan menggunakan alat bor tangan. Prinsip
percobaan ini adalah untuk memperoleh sampel pada suatu kedalaman tertentu guna diteliti
lebih lanjut pada percobaan di laboratorium. Pemboran dilakukan untuk mendapatkan
gambaran visual setiap kelipatan kedalaman 20 cm.
Hand Boring
Hand Boring merupakan pengeboran secara manual dengan menggunakan tangan untuk
pengambilan contoh tanah (tanah tidak terganggu dan terganggu untuk keperluan penyelidikan
lebih lanjut di laboratorium).bertujuan untuk mendapatkan keterangan mengenai struktur tanah
secara visual pada lapisan tanah bawah yang nantinya akan menjadi pondasi pada suatu
bangunan.
Metode Pemboran
Prosedur yang paling murah dan paling baik dalam pemboran adalah wash boring, rotary
drilling dan auger drilling. Lubang dangkal sampai kedalaman 10 ft (3,05 meter) biasa dibuat
dengan auger. Untuk melakukan pengeboran yang lebih dalam digunakan metode-metode lain.
Wash Drilling
Alat ini merupakan peralatan yang paling primitif yang biasa digunakan dalam pemboran
dengan air (Mohr 1943) meliputi :
1. Pipa dengan panjang 5 ft dan diameter 21/2 inci, yang disebut dengan pipa pelindung
(casing), yang berfungsi sebagai penyangga dinding lubang.
2. Beban memancangkan pipa pelindung ke dalam tanah.
3. Derek untuk menangani beban dan pipa pelindung.
4. Pipa/selang karet penghubung dipasang di antara kepala swivel dan ujung atas pipa
pengunci dan di ujung bawah pipa dipasang mata bor.
5. Bak penampung air dan pompa tangan atau berbahan bakar.
Untuk memulai pekerjaan pemboran dengan air, terlebih dahulu ditegakkan derek dan
selanjutnya dipancang pipa pelindung yang panjangnya 5 ft sedalam 4 ft ke dalam tanah.
Diujung atas pipa pelindung dipasang tee dengan gagangnya pada posisi horizontal, dan sebuah
pipa pendek dimasukkan dalam arah horizontal ke dalam gagang tee tersebut. Bak air
diletakkan di bawah ujung pipa pendek tersebut dan diisi oleh air. Pipa pencuci (wash pipa)
diangkat ke posisi vertikal dengan menggunakan tali yang ditarik oleh tangan dan melalui
sebuah katrol yang berada di puncak derek dan selanjutnya diturunkan ke dalam pipa
pelindung. Pompa dijalankan dan air mengalir dari bak melewati kepala swivel masuk ke dalam
pipa pencuci dan akhirnya sampai ke mata bor serta ruang di antara pipa pencuci dan pipa
pelindung. Sementara proses pemboran berjalan, pembor mengamati warna dan kondisi umum
campuran tanah dan air yang keluar melalui lubang bor. Bilamana ada perubahan yang
mencolok, maka pemberian air dihentikan dan diambil contoh tanah dengan split-spoon.
Contoh tanah semacam ini diambil pada setiap kedalaman 5 ft andai kata karakter tanah
tampaknya tidak berubah.
Rotary Drilling
Gambaran pokok rotary drilling dengan pemboran dengan air, hanya saja batang bor dan
mata bor diputar secara mekanik ketika pembuatan lubang dilakukan. Mata bor memiliki
wadah air tempat keluarnya air dari mata bor masuk ke dalam ruang di luar mata bor.
Penekanan batang ketika sedang berputar dikerjakan secara mekanik dan hidraulik. Batang
tersebut diganti dengan tabung sampel tanah bilamana diinginkan pengambilan contoh.
Auger Drilling
Pemboran yang dangkal biasanya acapkali dikerjakan dengan auger. Cara kerjanya, auger
dibenamkan tak seberapa ke dalam tanah dan selanjutnya ditarik beserta tanah yang melekat
padanya. Tanah tersebut diambil untuk diteliti, auger tersebut kembali dimasukkan ke dalam
tanah dan kemudian diputar ke bawah. Apabila lubang tersebut tidak bias terus terbuka
sehingga dapat dimasuki auger karena di sekeliling sisi-sisinya tertekan atau karena dinding
runtuh, maka harus dipergunakan pipa pelindung yang berdiameter sedikit lebih besar daripada
diameter auger. Pipa pelindung ini harus dipancang sampai kedalaman tak lebih dari kedalaman
puncak dari contoh yang berikutnya dan harus dibersihkan dengan memakai auger tersebut.
Kemudian auger dimasukkan ke dalam lubang yang sudah bersih dan diputar ke bawah dasar
pipa pelindung untuk memperoleh contoh tanah. Auger boring dapat dilaksanakan pada pasir
yang terletak di bawah muka air tanah karena pasir tersebut tidak melekat pada auger.
Cara Menggunakan Hand Boring
1. Sambung mata bor dengan setang bor dengan kuat.
2. Gunakan setang pemutar untuk mulai pengeboran tanah.
3. Lakukan pengangkatan setelah dirasa mata bor penuh kurang lebih 10 sampai 15 cm.
4. Catat kedalaman pengeboran dan lakukan deskripsi tanah secara visual.
5. Amati kedalaman setiap pengambilan tanah ini , jenis tanah, warna tanah dan
keadaannya serta muka air bila ada .
6. Lakukan pengambilan contoh sesuai dengan keperluan atau pada setiap pergantian
lapisan.
7. Ganti mata bordengan stick apparatus
8. Pasang tabung contoh dengan dongkrak yang dipasangkan pada angker dan ambang,
atau Pasang kop penahan dan lakukan pemukulan dengan palu untuk mengambil
contoh tanah sampai dengan tabung terisi penuh dengan tanah.
9. Penekanan tabung harus lebih kecil atau sama panjangnya dengan tabung.
10. Bukastick apparatus dan buang sedikit tanah pada ujungnya dan segera ditutup dengan
parafin kedua ujung-ujungnya.
11. Beri label nama lokasi titik bor dan kedalaman contoh tanah yang diambil.