0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan2 halaman

Kolaborasi Interprofesi dalam ANC DM

Dokumen tersebut membahas tentang pentingnya pelayanan kesehatan ibu hamil yang terpadu dan kolaboratif antar berbagai profesi kesehatan untuk menangani ibu hamil dengan kondisi medis yang kompleks seperti diabetes melitus, gizi kurang, dan masalah gigi. Dokumen tersebut menggunakan skenario seorang ibu hamil dengan diabetes yang mendapatkan layanan antenatal terpadu dan kolaboratif dari berbagai tenaga kesehatan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan2 halaman

Kolaborasi Interprofesi dalam ANC DM

Dokumen tersebut membahas tentang pentingnya pelayanan kesehatan ibu hamil yang terpadu dan kolaboratif antar berbagai profesi kesehatan untuk menangani ibu hamil dengan kondisi medis yang kompleks seperti diabetes melitus, gizi kurang, dan masalah gigi. Dokumen tersebut menggunakan skenario seorang ibu hamil dengan diabetes yang mendapatkan layanan antenatal terpadu dan kolaboratif dari berbagai tenaga kesehatan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Judul : Antenatalcare Terpadu Pada Ibu Hamil Dengan DM

B. Sasaran Belajar
1. Mahasisma mampu menjelaskan:
a. Fisiologi kehamilan
b. Patofisiologi kehamilan dengan diabetes melitus
c. Patofisiologi kehamilan pada ibu dengan gizi kurang dan anemia
d. Patofisiologi kehamilan pada ibu dengan caries dentis
e. Tatalaksana kehamilan dengan diabetes mellitus, caries dentis, dan gizi kurang
f. Konsep dan implementasi kolaborasi interprofesi dalam ANC terpadu
g. Implementasi kolaborasi interprofesi dalam penatalaksanaan kehamilan beresiko
2. Mahasiswa mampu melakukan penilaian dan implementasi manajemen kesehatan

C. Pengertian IPE
IPE adalah dua atau lebih profesi belajar dengan, dari, dan tentang satu sama
lain untuk meningkatkan kolaborasi dan kualitas pelayanan. Sebuah rekomendasi dari
WHO (2010) yang bertema “Framework For Action On Interprofessional Education &
Collaborative Practice” menjelaskan bahwa IPE merupakan strategi pembelajaran
inovatif yang menekankan pada kerjasama dan kolaborasi interprofesi dalam
melakukan proses perawatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pasien.
Lebih jauh WHO (2010) menjelaskan bahwa kerjasama interprofesi merupakan
kemampuan yang harus selalu dipelajari dan dilatih melalui IPE. Kemampuan
kerjasama interprofesi yang baik dapat dilihat dari kemampuan mahasiswa untuk
menjadi team leader dan mampu mengatasi hambatan dalam kerjasama interprofesi.

D. Tujuan IPE
Tujuan IPE adalah untuk melatih mahasiswa untuk lebih mengenal peran
profesi kesehatan yang lain, sehingga diharapkan mahasiswa akan mampu untuk
berkolaborasi dengan baik saat proses perawatan pasien. Proses perawatan pasien
secara interprofessional akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan
meningkatkan kepuasan pasien. Menurut The Canadian Interprofessional Health
Collaborative (2009), praktek kolaborasi terjadi ketika penyelenggara pelayanan
kesehatan bekerja dengan orang yang berasal dari profesinya sendiri, luar profesinya
sendiri, dan dengan pasien atau klien serta keluarganya.
E. Skenario
Seorang Wanita berusia 36 tahun G2P0A1, hamil 15 minggu melakukan pemeriksaan
kehamilan di sebuah puskesmas PONED. Anamnesis dan Pemeriksaan ANC terpadu yang
dilakukan oleh berbagai profesi kesehatan di puskesmas tersebut di dapatkan informasi bahwa
ibu memiliki riwayat menderita diabetes mellitus sejak 5 tahun yang lalu, kontrol teratur dan
minum OHO secara teratur. Dari pemeriksaan fisik ibu ditemukan, tekanan darah ibu 140/90
mmHg, Nadi 88 x/menit RR 24x/menit suhu : 37,30 C dan Pemeriksaan obstetri didapatkan
TFU 2 jari di atas Shympisis pubis.. dari pemeriksaan tersebut bidan dapat mendiagnose
bahwa ibu mengalami kehamilan dengan Diabetes Militus. Sehingga bidan
memberikan penanganan terhadap ibu tersebut dengan melakukan kolaborasi terhadap
tenaga kesehatan lainnya.
1. Kolaborasi bidan dengan poli gigi
Setelah bidan itu ibu dirujuk ke poli gigi dan didapatkan hasil ibu menderita caries pada gigi
3.6, 4.5, 1.6 dan 2.7.
2. Kolaborasi bidan dengan Gizi
BMI Ibu 17.5.
3. Kolaborasi bidan dengan laboratorium
Pemeriksaan lab didapatkan HB ibu 9 mg/dl. Ibu belum pernah memeriksakan kehamilan
sebelumnya.
4. Kolaborasi bidan dengan Dokter
Dokter umum di puskesmas kemudian melakukan kolaborasi dengan profesi lain yang
bekerja di puskesmas untuk merencanakan pengelolaan ibu selanjutnya terutama melakukan
rujukan yang sesuai agar kondisi kehamilan ibu bisa mendapatkan perawatan yang
maksimal.

Kata Kunci : Puskesmas PONED, ANC terpadu, Diabetes Mellitus, BMI, caries dentis
Masalah : Praktik kolaborasi interprofesi pada pelayanan antenatalcare kompleks

Anda mungkin juga menyukai