0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan36 halaman

Strategi Pemasaran dan Komponennya

Bab ini membahas konsep strategi pemasaran dan komponennya. Strategi pemasaran adalah rencana untuk mencapai tujuan bisnis dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal. Komponennya mencakup segmentasi pasar untuk memilih kelompok target, positioning untuk menempatkan produk di benak konsumen, dan marketing mix.

Diunggah oleh

Kiventrilia lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan36 halaman

Strategi Pemasaran dan Komponennya

Bab ini membahas konsep strategi pemasaran dan komponennya. Strategi pemasaran adalah rencana untuk mencapai tujuan bisnis dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal. Komponennya mencakup segmentasi pasar untuk memilih kelompok target, positioning untuk menempatkan produk di benak konsumen, dan marketing mix.

Diunggah oleh

Kiventrilia lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Strategi Pemasaran

1. Pengertian Strategi

Setiap pelaku usaha tentunya mempunyai tujuan dan cara tersendiri untuk

kemajuan usahanya tersebut, baik itu dalam jangka pendek maupun jangka

panjang. Untuk mencapai tujuan tersebut usaha atau bisnis perlu adanya

rancangan dan tindakan untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi atau rancangan

antara pelaku usaha yang satu dengan yang lainya tentunya berbeda, selain itu

setiap pelaku usaha juga mempunyai kebijakan tersendiri yang digunakan dalam

menjalankan proses pemasaran. Sedangkan menurut beberapa tokoh

mengatakan konsep strategi sebagai berikut:

Menurut John A. Byrne yang dikutip oleh M. Suyanto mendefinisikan

strategi adalah sebuah pola yang mendasar dari sasaran yang berjalan dan yang

direncanakan, penyebaran sumberdaya dan interaksi organisasi dengan pasar,

pesaing dan faktor-faktor lingkungan.19

Menurut Basu Swastha dan Irawan strategi yaitu suatu rencana yang

diutamakan untuk mencapai suatu tujuan.20

19
M. Suyanto, Marketing Strategy Top Brand Indonesia, (Yogyakarta: ANDI, 2007), hlm. 16
20
Basu Swastha Dh & Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty, 2003),
hlm. 67

21
22

Sedangkan menurut Buchari Alma dalam bukunya menjelaskan

Strategi adalah pola penentuan keputusan dalam perusahaan dengan


menentukan sasaran, maksud atau tujuan yang menghasilkan kebijaksanaan
utama serta merencanakan untuk mencapai tujuan secara terperinci dari
jangkauan bisnis yang akan dicapai perusahaan.21

Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa strategi adalah suatu rencana

yang akan dilakukan dalam usaha untuk menghadapi persaingan.

2. Pengertian Pemasaran

Dalam perkembangan ekonomi di zaman modern ini, pemasaran

merupakan salah satu kegiatan-kegiatan penting dalam usaha atau bisnis yang

pokok dilakukan dalam usahanya untuk mengembangkan usaha atau bisnisnya,

mempertahankan kelangsungan hidup usaha atau bisnis dan untuk mendapatkan

keuntungan. Ditambah lagi sekarang berlakunya perekonomian bebas, dimana

masyarakat bebas memproduksi dan menjual barang tanpa batas. Dengan

demikian persaingan antara pelaku usaha akan semakin ketat. Maka dari itu

kegiatan pemasaran yang dilakukan pelaku usaha harus dapat memberikan

kepuasan terhadap konsumen, hal tersebut dapat dilakukan dengan menjual

produk yang berkualitas serta menentukan cara-cara agar menarik minat

masyarakat atau calon konsumen untuk menggunakan produk tersebut.

Sebagaimana yang dikutip oleh beberapa ahli mengenai definisi pemasaran

sebagai berikut:

Pengertian pemasaran seperti yang dikemukakan oleh ahli pemasaran

dunia yaitu Philip Kotler adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan mana

21
Buchari Alma, Kewirausahaan, (Bandung: ALFABETA, 2006), hlm. 176
23

individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan

dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak

lain.22

Menurut Stanton yang dikutip oleh Husein Umar dalam bukunya

menjelaskan.

Pemasaran adalah keseluruhan sistem yang berhubungan dengan


kegiatan-kegiatan usaha, yang bertujuan merencanakan, menentukan harga,
hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang
akan memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang aktual maupun yang potensial.23

American Marketing Association (AMA), Pemasaran yaitu proses

perencanaan dan pelaksanaan rencana penetapan harga, promosi dan distribusi

dari ide-ide, barang-barang dan jasa-jasa untuk menciptakan pertukaran yang

memuasakan dari tujuan individual dan organisasional.24

Sedangkan William J. Stanton, Pemasaran adalah suatu sistem

keseluruhan dari kegiatan-kegiatan pada bisnis yang dilakukan untuk

merencanakan, mementukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan

barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen, baik kepada pembeli

yang ada maupun pembeli potensial. Jadi pemasaran dapat ditinjau sebagai suatu

system dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, ditujukan untuk

merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, serta mendistribusikan

barang dan jasa kepada kelompok pembeli.25

22
Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), hlm. 171
23
Husein Umar, Riset Pemasaran & Perilaku Konsumen, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama, 2005), hlm. 31
24
M. Mursid, Manajemen Pemasaran, (Jakarta:Bumi Aksara, 2003), hlm. 26
25
Basu Swastha Dh & Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty, 2003),
hlm. 5
24

Dari keseluruhan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pemasaran

ialah suatu cara yang dilakukan oleh individu/organisasi/produsen untuk

menyebarluaskan informasi seputar produk atau jasa yang dihasilkan kepada

konsumen demi memperoleh keuntungan melalui berbagai strategi yang

diterapkan oleh pihak perusahaan tersebut.

3. Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran sangatlah mutlak dan sangatlah penting dalam

pengembangan sebuah perusahaan, strategi pemasaran bukan merupakan

variabel bebas melainkan harus terkait dengan tujuan dan sasaran perusahaan

secara keseluruhan. Tujuan dan sasaran pemasaran harus merupakan bagian

integral dari keseluruhan kegiatan-kegiatan perusahaan. Dengan kata lain, agar

bidang pemasaran mampu menjalankan perannya dengan tingkat efektifitas yang

tinggi maka dari itu perumusan dan penentuannya harus memperhatikan

keunggulan kompetitif perusahaan, saran dan prasarana yang dimiliki dan

ketepatan perusahaan dalam memanfaatkan peluang yangh timbul.

Menurut Bygrave sebagaimana dikutip Muhammad Ismail Yusanto dan

Muhammad Karebet Widjajakusuma menjelaskan.

Strategi pemasaran adalah kumpulan petunjuk dan kebijakan yang


digunakan secara efektif untuk mencocokkan program pemasaran (produk,
harga, promosi, tempat dan distribusi) dengan peluang pasar sasaran guna
mencapai sasaran usaha.26

Menurut Buchari Alma strategi pemasaran adalah memilih dan

menganalisa pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin

26
Muhammad Ismail Yusanto & Muhammad Karebet Widjajakusuma, Menggagas Bisnis
Islami, (Jakarta: Gema Insani, 2002), hlm. 169
25

dicapai oleh perusahaan dalam menjual produknya dan menciptakan suatu

bauran pemasaran yang cocok dan yang dapat memuaskan pasar sasaran

tersebut.27

Menurut Suryana strategi pemasaran adalah perpaduan dari kinerja

wirausaha dengan hasil mengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam

mengembangkan perusahaan untuk menjual produknya. Untuk menarik

konsumen, seorang wirausaha bisa merekayasa indikator-indikator yang

terdapat dalam bauran pemasaran (marketing mix), yaitu kombinasi yang terbaik

dari elemen-elemen yang paling banyak digunakan dalam starategi pemasaran.28

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran

adalah rancangan kegiatan dalam bisnis agar tercapainya tujuan dengan

memperhatikan aspek-aspek dalam usaha baik itu aspek internal maupun

eksternal. Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis,

yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan

antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu strategi pemasaran mempunyai

peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada

bidang pemasaran khususnya. Disamping itu strategi pemasaran yang diterapkan

harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan

lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian strategi pemasaran harus dapat

memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan

27
Buchari Alma, Kewirausahaan, (Bandung: CV Alfabeta, 2006), hlm. 176
28
Suryana, Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses, (Jakarta :
Penerbit Salemba Empat, 2003), hlm. 102
26

perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan pada beberapa

sasaran pasar.

4. Komponen Strategi Pemasaran Segmentasi, Targeting, Positioning

Dalam kenyataannya, pasar yang ada dalam suatu dunia usaha terdiri dari

berbagai macam kelompok pembeli. Oleh karena itu, pengusaha harus pandai

menentukan segmen mana yang akan dimasuki. Pengusaha juga harus pandai

menetapkan pasar sasarannya sehingga tepat. Seorang pengusaha harus dapat

memosisikan produknya di antara produk-produk pesaing. Setiadi menyebutkan

bahwa factor-faktor utama dari strategi pemasaran adalah segmentasi pasar

(segmentation), penentuan target pasar (targeting), dan penentuan posisi produk

perusahaan (positioning).

a. Segmentasi Pasar (Segmentation)

Konsep segmentasi pasar pertama kali diperkenalkan oleh Wendell R.

Smith pada tahun 1956 dalam artikel terkenalnya berjudul “Product

Differentiation and Market Segmentation as Alternative Marketing

Strategies” yang dimuat di Journal of Marketing. Menurutnya, konsumen itu

bersifat unik dan berbeda-beda. Konsekuensinya, mereka membutuhkan

program pemasaran yang berbeda pula. Dalam artikel orisinalnya tersebut,

Smith mnawarkan diferensiasi produk untuk melayani segmen berbeda

sebagai alternative strategi pemasaran.

Pada dasarnya segmentasi pasar adalah sebagai proses

mengelompokkan pasar keseluruhan yang heterogen menjadi kelompok atau

segmen-segmen yang memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan, keinginan,


27

perilaku dan atau respon terhadap program pemasaran spesifik.29 Berdasarkan

definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan

tetapi kenyatannya adalah heterogen. Pada dasarnya segmentasi pasar adalah

suatu strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang

orientasinya adalah konsumen. Dengan segmentasi pasar, suatu perusahaan

dapat menentukan sasaran pasar yang ditetapkan atas dasar pilihan segmen,

yang relatif menarik. Penetapan pilihan tersebut dilakukan dengan

mempertimbangkan adanya potensial pasar dari alternatif segmen-segmen

pasar, tingkat pertumbuhan, intensitas persaingan dan faktor-faktor lainnya.

Menurut Rambat Lupiyoadi, segmentasi pasar adalah membagi pasar

menjadi kelompok pembeli yang dibedakan menurut kebutuhan,

karakteristik, atau tingkah laku, yang mungkin membutuhkan produk yang

berbeda.30 Jadi pada dasarnya segmentasi pasar adalah suatu proses

atau tindakan pengelompokan pasar menjadi kelompok-kelompok kecil

dengan pembeli yang mempunyai karakteristik dan keinginan yang berbeda-

beda.

Ada empat variabel yang dapat digunakan untuk melakukan segmentasi

pasar, yaitu:31

29
Fandy Tjiptono, et. all., Pemasaran Strategik, (Yogyakarta: ANDI, 2008), hlm. 211
30
Dadang Munandar, Analisis Penentuan Segmen, Target, dan Posisi Pasar Home Care di
Rumah Sakit Al-Islam Bandung, Majalah Ilmiah UNIKOM,Vol. 6 No. 2 , hlm. 235
31
Husein Umar, Riset Pemasaran & Perilaku Konsumen, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama, 2005), hlm. 45
28

1. Segmentasi geografis, segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara

membagi pasar kedalam unit-unit geografis yang berbeda seperti negara,

propinsi, kabupaten, kota, desa, dan lain sebagainya.

2. Segmentasi demografis, segmentasi pasar ini dapat dilakukan dengan cara

memisahkan pasar kedalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada

variabel-variabel demografis sebagai berikut; umur, jenis kelamin,

besarnya keluarga, pendapatan, agama, pendidikan, pekerjaan, dan lain-

lain. Variabel demografis merupakan dasar yang paling populer

untuk melakukan segmentasi pasar karena variabelvariabel demografis

lebih mudah diukur daripada variabel-variabel yang lainnya.

3. Segmentasi psikografis, segmentasi pasar dilakukan dengan cara

membagi-bagi konsumen ke dalam kelompok-kelompok yang berlainan

menurut kelas sosial, gaya hidup, berbagai ciri kepribadian, motif pembeli,

dan lain-lain.

Menurut Tjiptono, agar dapat bermanfaat secara maksimal, maka

segmen-segmen pasar harus memenuhi empat karakteristik berikut yaitu:32

1. Terukur (Measurable), artinya segmen pasar tesebut dapat diukur, baik

besarnya, maupun luasnya serta daya beli segmen pasar tersebut.

2. Terjangkau (Accessible), artinya segmen pasar tersebut dapat dicapai

sehingga dapat dilayani secara efektif.

3. Cukup luas (Substantial), sehingga dapat menguntungkan bila dilayani.

32Premi Wahyu Widyaningrum, Peran Media Sosial sebagai Strategi Pemasaran pada Sewa

Kostum Meiyu Aiko Malang, ejournal, No. 02, Vol.02, Desember 2016, hlm. 234
29

4. Dapat dilaksanakan (Actjonable), sehingga semua program yang telah

Disusun untuk menarik dan melayani segmen pasar itu dapat efektif.

b. Penetapan Pasar Sasaran (Targeting)

Setelah melakukan segmenting (segmentasi pasar), maka diperoleh

beberapa segmen yang diinginkan atau potensial untuk digarap oleh

perusahaan. Setelah teridentifikasi segmen apa saja yang akan atau dapat

dipilih, maka langkah selanjutnya adalah melakukan targeting (penetapan

pasar sasaran). Pasar sasaran mencangkup seperangkat pembeli yang

memiliki kebutuhan atau karakteristik umum yang ingin dilayani oleh

perusahaan.33 Karena sebuah perusahaan tidak mungkin melayani semua

konsumen dalam satu pasar, maka perusahaan harus mengetahui dimana

tempat yang sesuai dengan kemampuan perusahaan. Dengan hal itu,

perusahaan harus mengadakan evaluasi terlebih dahulu.

Targeting atau penetapan pasar sasaran merupakan mengevaluasi

keaktifan setiap segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar

atau lebih untuk dilayani.34 Setelah mengevaluai berbagai segmen,

perusahaan harus memutuskan segmen mana dan berapa segmen yang akan

dilayani, maka langkah yang pertama adalah menghitung dan menilai potensi

profit dari berbagai segmen yang ada tadi. Maka dalam hal ini pemasar harus

mengerti betul tentang teknik-teknik dalam mengukur potensi pasar dan

meramalkan permintaan pada masa yang akan datang. Teknik-teknik yang

33
Serli Wijaya & Gunawan Adi Chandra, Analisis Segmentasi, Penentuan Target Dan Posisi
Pasar Pada Restoran Steak dan Grill Di Surabaya, Vol. 2 No. 2 (Jurnal Manajemen Perhotelan,
2006)
34
Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), hlm. 177
30

dipergunakan ini sangat bermanfaat dalam memilih pasar sasaran, sehingga

pemasar dapat menghindarkan kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi, atau

paling tidak menguranginya sekecil mungkin dalam prakteknya. Maka untuk

tujuan tersebut perusahaan harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-

segmen pasar utama, setiap segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan

diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran. Dalam kenyataannya perusahaan

dapat mengikuti salah satu diantara lima strategi peliputan pasar, yaitu:35

1) Konsentrasi pasar tunggal, ialah sebuah perusahaan dapat memusatkan

kegiatannya dalam satu bagian daripada pasar. Biasanya perusahaan yang

lebih kecil melakukan pilihan ini.

2) Spesialisasi produk, sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi

satu jenis produk. Misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk

memproduksi hanya mesin tik listrik bagi sekelompok pelanggan.

3) Spesialisasi pasar, misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk

membuat segala macam mesin tik, tetapi diarahkan untuk kelompok

pelanggan yang kecil.

4) Spesialisasi selektif, sebuah perusahaan bergerak dalam berbagai kegiatan

usaha yang tidak ada hubungan dengan yang lainnya, kecuali bahwa setiap

kegiatan usaha itu mengandung peluang yang menarik.

5) Peliputan keseluruhan, yang lazim dilaksanakan oleh industri yang lebih

besar untuk mengungguli pasar. Mereka menyediakan sebuah produk

untuk setiap orang, sesuai dengan daya beli masing-masing.

35
Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta:ANDI, 2010), hlm. 75
31

c. Positioning (Penetapan Posisi Pasar)

Positioning atau menentukan posisi pasar adalah suatu kegiatan

merumuskan penempatan produk dalam persaingan dan menetapkan bauran

pemasaran yang terperinci. Penentuan posisi pasar bagi produk ataupun jasa

suatu perusahaan sangat penting. Produk atau jasa diposisikan pada posisi

yang diinginkan oleh konsumen, sehingga dapat menarik minat konsumen

untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Positioning diperlukan

agar citra terhadap produk atau perusahaan dapat terbentuk sesuai dengan niat

dan tujuan dari perusahaan.36

Menurut Kotler, setidaknya ada tiga langkah dalam melakukan

positioning, yaitu:

1. Mengenali keunggulan-keunggulan yang mungkin dapat ditampilkan

dalam hubungan dengan pesaing.

2. Memilih keunggulan-keunggulan yang paling kuat atau menonjol.

3. Menyampaikan keunggulan itu secara efektif kepada target pasar.37

Tidak semua keunggulan merupakan indikator yang bisa ditampilkan ke

pasar, tetapi harus diseleksi. Menurut Kotler, sebuah keunggulan yang patut

ditampilkan harus memenuhi kriteria, yaitu penting, berbeda, lebih unggul

dibandingkan pesaing, dapat dikomunikasikan, tidak mudah ditiru,

terjangkau, dan menguntungkan.

36
Hermawan Kartajaya & Muhammmad Syakir Sula, Syariah Marketing, (Bandung:Mizan
Pustaka, 2006), hlm. 172-173
37
Amelia Saliha, Penerapan Strategi Pemasaran Syariah Melalui Jejaring Sosial (Studi
Kasus Pada Mahasiswa Komunitas Bisnis Fakultas Ekonmi dan Bisnis Islam UIN WALISONGO
SEMARANG), (Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang: Skripsi, 2016) hlm. 32
32

5. Bauran Pemasaran

Setelah strategi pemasaran ditetapkan maka perusahaan diharapkan

untuk menerapkan dan merencanakan rincian bauran pemasaran (marketing

mix) merupakan kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yaitu produk,

harga, tempat dan promosi yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan

respon yang dinginkan di pasar sasaran. Menurut Freddy Rangkuti bauran

pemasaran adalah seperangkat yang digunakan perusahaan untuk mencapai

tujuan pemasarannnya dalam pasar sasarannya.38 Dari definisi tersebut dapat

disimpulkan bahwa produk, harga, distribusi, promosi saling berhubungan di

mana masing-masing elemen didalamnya saling memengaruhi. Kegiatan-

kegiatan ini perlu dikontribusikan secara efektif dan efisien sehingga

perusahaan atau organisasi tidak hanya memilih kombinasi yang baik saja,

tetapi juga harus mengkoordinasikan berbagai macam elemen dari bauran

pemasaran tersebut untuk melaksanakan program pemasaran. Dalam

perencanaan dan pelaksanaan strategi, para manajer tergantung pada empat

komponen dasar, yaitu:

a. Product (Produk)

Yaitu suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak

dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan

pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembeli

untuk memuaskan keinginan atau kebutuhanya.39 Dalam strategi

38
Freddy Rangkuti, Strategi Promosi Yang Kreatif Dan Analisis Kasus Integrated
Marketing Communication, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009), hlm. 22
39
Basu Swastha Dh & Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty,2003),
hlm. 165
33

pemasaran, yang perlu diperhatikan pertama kali adalah strategi produk.

Hal ini penting karena tanpa adanya produk, strategi pemasaran lainnya

tidak dapat dilakukan. Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan

ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan.

Setiap produk yang diluncurkan ke pasar tidak semuanya mendapat

respon yang positif. Untuk mengatisipasi agar produk berhasil sesuai

dengan tujuan yang diharapkan, maka peluncuran produk diperlukan

strategi-strategi tertentu. Dalam dunia bisnis strategi produk yang

dilakukan adalah mengembangkan suatu produk antara lain adalah40:

(1) Kualitas barang baik

(2) Desain barang baik

(3) Barang baru dapat ditambah jika diperlukan

(4) Barang sekarang dapat dikurangi jika diperlukan

(5) Kegunaan-kegunaan baru selalu diusahakan

(6) Bungkusnya sesuai

(7) Barangnya diberi cap yang pantas.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa produk

merupakan segala sesuatu yang ditawarkan produsen atau pelaku usaha

kepada konsumen baik berupa barang fisik maupun jasa. Selain itu produk

yang dipasarkan juga harus mempunyai nilai kegunanaan dan tampilan

yang menarik sehingga konsumen akan tertarik terhadap barang atau jasa

tersebut.

40
Danang Suntoyo, Strategi Pemasaran, (Jakarta: PT Buku seru, 2015), hlm. 95
34

b. Price (Harga)

Penentuan harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan

pemasaran. Harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat

harga juga mempengaruhi laku tidaknya produk dan jasa perusahaan.

Harga berarti adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan

sejumlah kombinasi dari produk dan pelayananya.41

Strategi penentuan harga dapat dilakukan dengan metode-metode

sebagai berikut:42

(1) Metode biaya tambah

Metode ini menyatakan bahwa menentuan harga satu unit produk

dengan menjumlahkan biaya produksi ditambah dengan margin laba

yang diinginkan. Sehingga secara matematika dirumuskan sebagai

berikut: Harga jual = biaya total unit/harga beli + margin

(2) Metode harga keseimbangan permintaan dan suplai

Metode penetapan harga harga ini biasanya digunakan oleh pengusaha

dengan tujuan memaksimalkan keuntungan atau laba. Dalam proses

penetapan harga berdasarkan keseimbangan permintaan dan suplai ini

perusahaan akan terus menjual dan memproduksi jumlah unit yang

lebih banyak selama jumlah pendaptan yang diperoleh dari hasil

penjualan terakhir lebih besar dari biaya produksi. Metode tersebut

41
Basu Swastha Dh & Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty,
2003), hlm. 241
42
Danang Suntoyo, Strategi Pemasaran, (Jakarta: PT Buku seru, 2015), hlm. 141 -144
35

dapat dilakukan dengan mempertimbangkan keadaan permintaan,

keadaan pasar, dan keinginan konsumen yang meliputi:

a. Nilai produk yang dipandangan konsumen terhadap yang dihasilkan

perusahaan

b. Penetapan harga jual poduk dengan dua macam harga atau lebih

yang didasarkan pada konsumen, versi produk, tempat atau gudang

dan waktu.

(3) Metode harga pesaing

Metode penetapan ini berorientasi pada kekuatan pasar, dimana harga

jual dapat sama dengan pesaing dan juga lebih mahal atau lebih murah

dari pesaing. Penetapan harga ini digunakan jika terjadi persaingan

yang ketat dan produk tidak jauh beda dengan produk pesaing.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam

penentuan harga ada tiga metode yaitu: metode biaya tambah, metode

harga keseimbangan permintaan dan suplai dan metode harga pesaing.

Harga menjadi patokan keberhasilan suatu usaha dalam meningkatkan

penjualan produk. Semakin besar keuntungan yang diperoleh pengusaha

akan mempengaruhi perkembangan usaha tersebut.

c. Place (Tempat)/distribusi

Distribusi dalam menjual produk, produsen bisa saja menjual

langsung produknya kepada konsumen. Akan tetapi banyak juga dari

produsen yang menjual produknya melalui saluran distribusi. Saluran


36

distribusi yaitu suatu jalur yang dilalui oleh arus barang dari produsen ke

konsumen.43 Berikut macam-macam saluran distribusi, yaitu:44

1. Produsen ke konsumen

Saluran ini merupakan saluran terpendek, dimana produsen menjual

produk secara langsung kepada konsumen maupun lewat pos.

2. Produsen ke pengecer ke konsumen

Produsen mendistribusikan tidak langsung ke konsumen melainkan

melalui pengecer.

3. Produsen ke agen ke konsumen

Pada saluran ini produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah

besar kepada pedagang besar saja, kemudian pedagang besar menjual

kepada konsumen.

4. Produsen ke agen ke pengecer ke konsumen

Disini produsen memilih agen untuk mencapai para pengecer dipasar.

Kemudian pengecer mnjual kepada konsumen.

Jadi pelaku usaha mempunyai mempunyai kuasa penuh dalam

menentukan saluran distribusi yang nantinya akan digunakan untuk

memasarkan produknya, karena ini akan sangat berpengaruh terhadap

kelangsungan berkembangnya suatu [Link] produk bagi

konsumennya yang tepat sasaran perusahaan.

43
Basu Swastha Dh & Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty,
2003), hlm. 285
44
Danang Suntoyo, Strategi Pemasaran, (Jakarta: PT Buku seru, 2015), hlm. 194
37

d. Promotion (Promosi)

Promosi adalah kegiatan tertentu atau penawaran tertentu untuk

memberitahukan, membujuk, dan mengingatkan tentang produk kepada

konsumen.45 Tanpa adanya promosi, konsumen tidak akan mengetahui

produk yang dimiliki perusahaan tersebut.

Oleh karenanya, promosi merupakan sarana paling ampuh untuk

menarik dan mempertahankan konsumennya. Salah satu tujuan promosi

perusahaan adalah menginformasikan segala jenis produk dan jasa yang

ditawarkan dan berusaha menarik calon konsumen yang baru. Kemudian

promosi juga ikut meningkatkan konsumen akan permintaan produk,

promosi juga ikut mempengaruhi konsumen untuk membeli dan akhirnya

promosi juga akan meningkatkan citra perusahaan dimata para

konsumennya.

5. Solusi Mengatasi Permasalahan dalam Strategi Pemasaran

Prinsip dasar pemasaran adalah menciptakan nilai bagi langganan

(customer value), keunggulan bersaing (competitive advantages), dan fokus

pemasaran. Dalam konteks ini, seorang wirausaha harus mampu

memproduksi barang dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang lebih

murah, dan penyerahan lebih cepat daripada pesaing dan seorang wirausaha

harus mempunyai strategi-strategi dan teknik di dalam suatu pemasaran dari

45
Sadono Sukirno, Pengantar Bisnis, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006), hlm.
237
38

produk yang akan ditawarkan. Strategi-strategi tersebut mulai dari

perencanaan sampai pada hal kerja sama dengan pengusahapengusaha

internasional demi melancarkan pemasaran yang akan dijelaskan sebagai

berikut sebagai upaya mengatasi kendala pemasaran.

1. Melaksanakan Perencanaan Pemasaran

Sebelum seorang wirausahawan memasarkan suatu produk maka

diperlukan suatu perencanaan yang jelas dan matang agar tidak terjadi

kendala yang menyebabkan kerugian di dalam memproduksi suatu produk

ataupun akibat yang bersifat negatif lainnya terhadap produksi seperti

rendahnya omset pembelian oleh konsumen. Untuk mempertajam fokus

dari rencana pemasaran, seorang wirausahawan harus mengenal pasar

dengan sempurna.

2. Melaksanakan Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Secara Tepat Cara pengusaha mempengarui konsumennya

merupakan hal yang memerlukan perencanaan dan pengawasan secara

matang serta perlu dilakukan tindakan-tindakan konkrit dan terprogram.

Untuk keperluan tersebut pengusaha melakukan tindakan-tindakan yang

dipadukan dan disebut Bauran Pemasaran (Marketing Mix). Tindakan itu

terdiri dari lima macam yaitu mengenai probe, Product, price, place dan

promotion, perpaduan antara lima macam aspek tersebut merupakan

senjata yang harus dimiliki oleh para wirausaha di dalam memasarkan

produknya.
39

3. Mengikuti Perkembangan IPTEK

Seorang wirausaha haruslah mengenal tentang teknologi informasi

yang berkembang. Dengan menggunakan sarana media elektronik seperti

internet wirausaha dapat mengetahui tentang keadaan perekonomian suatu

negara baik dalam negeri maupun luar negeri yang bermanfaat untuk

pangsa pasar produknya. Seorang wirausaha harus tahu tentang bagaimana

penggunaan internet ataupun media-media elektronik lainnya agar dapat

di manfaatkan di dalam membantu usahanya itu. Dengan memanfaatkan

internet atau media elekronik lainnya atau media cetak, para wirausaha

akan mengetahui informasi yang akurat mengenai peluang-peluang pasar

di dalam maupun di luar negeri ataupun mengenai peraturan-peraturan

terbaru tentang pasar atau perekonomian internasional. Selain hal tersebut

penggunaan teknologi akan memperluas jaringan pemasaran wirausaha

dengan menemukan jaringan-jaringan baru di dunia maya tersebut.

B. Media Sosial

a. Pengertian Media Sosial

Media sosial adalah sebagai sebuah media online, dimana para

penggunanya (user) melalui aplikasi berbasis internet dapat berbagi,

berpartisipasi, dan menciptakan konten berupa blog, wiki, forum, jejaring sosial,

dan ruang dunia virtual yang disokong oleh teknologi multimedia yang kian
40

canggih.46 Melalui media sosial kita dapat melakukan berbagai bentuk

pertukaran, kolaborasi, dan saling berkenalan dalam bentuk tulisan, visual,

maupun audiovisual. Seperti facebook, twitter, blog, dan lainnya. Media sosial

mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:47

1. Pesan yang disampaikan dibagikan kepada banyak orang dan tidak terbatas

pada satu orang tertentu.

2. Pesan yang disampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper.

3. Isi disampaikan secara online dan langsung.

4. Pesan yang disampaikan cenderung lebih cepat dibanding media lainnya.

5. Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi.

Media sosial memberikan kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat

antara berbagai pihak, seperti antara produsen dengan konsumen, media sosial

dapat menjadi media untuk membentuk komunitas online. Media sosial dapat

menjadi bagian dari keseluruhan e-marketing strategi yang digabungkan dengan

media sosial lainnya. Dewasa ini, praktek pemasaran melalui media sosial mulai

berkembang dan digunakan sebagai alat pemasaran produk mempromosikan

merek dan brand suatu perusahaan.

46
Tim Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, Panduan Optimalisasi Media Sosial
Untuk Kementerian Perdagangan RI, (Jakarta: Pusat Hubungan Masyarakat, 2014), hlm. 25
47
Tim Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, Panduan Optimalisasi Media Sosial
Untuk Kementerian Perdagangan RI, (Jakarta: Pusat Hubungan Masyarakat, 2014), hlm. 27
41

b. Manfaat, Peran dan Fungsi Media Sosial

Melihat perkembangan media sosial yang terus berkembang, pengguna

harus mengetahui manfaat, peran dan fungsi dari media sosial. Adapun

manfaat, peranan dan fungsi media sosial sebagai berikut:

1. Sarana belajar, mendengarkan, dan menyampaikan. Berbagai aplikasi media

sosial dapat dimanfaatkan untuk belajar melalui beragaminformasi, data dan

isu yang termuat di dalamnya. Pada aspek lain, medsos juga menjadi sarana

untuk menyampaikan berbagai informasi kepada pihak lain. Konten- konten

di dalam media sosial berasal dari berbagai belahan dunia dengan beragam

latar belakang budaya, sosial, ekonomi, keyakinan, tradisi dan tendensi. Oleh

karena itu, benar jika dalam arti positif, media sosial adalah sebuah

ensiklopedi global yang tumbuh dengan cepat. Dalam konteks ini, pengguna

media sosial perlu sekali membekali diri dengan kekritisan, pisau analisa

yang tajam, perenungan yang mendalam, kebijaksanaan dalam penggunaan

dan emosi yang terkontrol.48

2. Sarana dokumentasi, administrasi dan integrasi. Bermacam aplikasi medsos

pada dasarnya merupakan gudang dan dokumentasi beragam konten, dari

yang berupa profil, informasi, reportase kejadian, rekaman peristiwa, sampai

pada hasil- hasil riset kajian. Dalam konteks ini, organisasi, lembaga dan

perorangan dapat memanfaatkannya dengan cara mem bentuk kebijakan

penggunaan media sosial dan pelatihannya bagi segenap karyawan, dalam

48
Tim Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, Panduan Optimalisasi Media Sosial
Untuk Kementerian Perdagangan RI, (Jakarta: Pusat Hubungan Masyarakat, 2014), hlm. 33
42

rangka memaksimalkan fungsi media sosial sesuai dengan target-target yang

telah direncanangkan. Beberapa hal yang bisa dilakukan dengan medsos,

antara lain membuat blog organisasi, mengintegrasikan ber bagai lini di

perusahaan, menyebarkan konten yang relevan sesuai target di masyarakat,

atau memanfaatkan media sosial sesuai kepentingan, visi, misi, tujuan,

efisiensi dan efektifitas operasional organisasi.

2. Sarana perencanaan, strategi dan manajemen. Akan diarahkan dan dibawa ke

mana media sosial, merupakan domain dari penggunanya. Oleh sebab itu,

media sosial di tangan para pakar manajemen dan marketing dapat menjadi

senjata yang dahsyat untuk melancarkan perencanaan dan strateginya.

Misalnya saja untuk melakukan promosi, menggaet pelanggan setia,

menghimpun loyalitas customer, menjajaki market, mendidik publik, sampai

menghimpun respons masyarakat.49

3. Sarana kontrol, evaluasi dan pengukuran. Media sosial berfaedah untuk

melakukan kontrol organisasi dan juga mengevaluasi berbagai perencanaan

dan strategi yang telah dilakukan. Ingat, respons publik dan pasar menjadi

alat ukur, kalibrasi dan parameter untuk evaluasi. Sejauh mana masyarakat

memahami suatu isu atau persoalan, bagaimana prosedur-prosedur ditaati

atau dilanggar publik, dan seperti apa keinginan dari masyarakat, akan bisa

dilihat langsung melalui medsos. Pergerakan keinginan, ekspektasi, tendensi,

opsi dan posisi pemahaman publik akan dapat terekam dengan baik di dalam

49
Tim Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, Panduan Optimalisasi Media Sosial
Untuk Kementerian Perdagangan RI, (Jakarta: Pusat Hubungan Masyarakat, 2014), hlm. 34
43

media sosial. Oleh sebab itu, media sosial juga dapat digunakan sebagai

sarana preventif yang ampuh dalam memblok atau memengaruhi pemahaman

publik.50

c. Kelebihan Media Sosial

Beberapa kelebihan media sosial dibanding dengan media konvensional

sebagai berikut:

1. Interactivity, kemampuan sifat interaktif yang hampir sama dengan

kemampuan interaktif komunikasi antarpersonal.

2. Sociability, berperan besar dalam membangun sense of personal contact

dengan partisipan komunikasi lain.

3. Media richness, yaitu menjadi jembatan bila terjadi perbedaan kerangka

referensi, mengurangi ambiguitas, memberikan isyarat, serta lebih peka dan

lebih personal.

4. Autonomy, memberikan kebebasan tinggi bagi pengguna untuk

mengendalikan isi dan penggunanya, sehingga dapat bersikap independen

terhadap sumber komunikasi.

5. Playfulness, sebagai hiburan dan kenikmatan.

6. Privacy, fasilitas yang bisa membuat peserta komunikasi menggunakan

media dan isi sesuai dengan kebutuhan.

7. Personalization, menekankan isi pesan dalam komunikasi antar

penggunanya.

50
Ibid, hlm. 35
44

d. Kelemahan Atau Kendala Yang Terjadi Dalam Bisnis Online

Hal yang menjadi kelemahan atau kendala yang mungkin terjadi dalam

bisnis online adalah:

1. Produk tidak tersentuh, dari perspektif konsumen, ketidakmampuan

menyentuh, merasakan atau mencoba produk secara nyata sebelum membeli

merupakan kekurangan pemasaran on-line.

2. Membutuhkan serangkaian proses berbelanja yang melibatkan berbagai pihak

untuk memastikan proses transaksi berhasil (jasa kurir, penyedia jasa

keuangan dan sebagainya).

3. Barang tidak dapat diterima segera setelah pembelian.

4. Rentan penipuan, yakni tidak dapat langsung mengalamati keberadaan si

penjual, kondisi barang, dan lokasi toko fisik.51

5. Persaingan bisnis online yang sangat tinggi

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mendukung sebagian

besar orang memasarkan produknya melalui internet. Dengan demikian dapat

dipastikan akan terjadinya persaingannya yang sangat ketat, karena peluang

bisnis toko online, reseler produk, atau affiliate yang sudah dijalankan ribuan

orang di berbagai Negara.

51
Feri Sulianta, Kiat Dahsyat Membangun Usaha Online Dari Nol, (Jakarta: PT Elex Media
Komputindo,2015), hlm. 2
45

6. Kendala koneksi internet

Bagi pelaku bisnis online yang tinggal di daerah kota, koneksi internet bukan

menjadi kendala. Namun bagi orang-orang yang tinggal di daerah pinggiran,

koneksi internet masih sangat terbatas.52

C. Facebook

Menurut Rudi Haryanto facebook merupakan situs jaringan sosial di internet

yang membolehkan kita bersosial secara maya dengan siapa saja yang diinginkan.

Facebook dibuat oleh Mark Zuckerberg dan resmi diluncurkan 4 Februari 2004 dan

berkantor pusat di Menio Park California, Amerika Serikat.53 Pada September 2012,

facebook memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif. Facebook merupakan salah

satu media jejaring sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran

langsung. Melalui facebooklah produk barang/jasa ditawarkan dengan mengupload

foto atau video singkat, sehingga para calon konsumen dapat melihat jenis-jenis

barang/jasa yang ditawarkan. Ada beragam fitur dalam facebook, antara lain:54

1. Group, untuk membuat kelompok atau untuk membentuk komunitas online

seperti diskusi.

2. Selling, untuk menawarkan barang atau jasa ke pengguna facebook lain.

3. Flayer, untuk mengiklankan sesuatu tapi pengguna facebook lain tidak akan

menyangka adalah iklan. Di facebook tidak menggunakan iklan gambar yang

mencolok.

52
Gabriel, et. all., Analisis Hambatan Bisnis Online Bagi Mahasiswa Unsrat, (E-
Journal”Acta Diurnal” Vol. VI No.02, 2007)
53
Rudi Hariyanto, Cerdas Jelajah Internet, (Jakarta: Kriya Pustaka, 2009), hlm. 28
54
Duwi Priyanto, Belajar Mudah Internet: Browsing, Download-Upload, E-Mail, Chatting,
Maailing List, Friendster, Blog Dan Facebook, (Yogyakarta: Mediakom, 2009), hlm. 133
46

4. Event, untuk menuliskan even atau kegiatan yang selanjutnya dapat dibaca oleh

pengguna facebook lain.

5. Status update, untuk mengisi status kita, tentang apa yang sedang kita lakukan.

Misalnya sedang pergi atau di rumah. Dengan adanya fitur ini kita bisa

mengetahui kegiatan sehari-hari teman kita.

6. Message/pesan, untuk mengirim pesan ke pengguna lainnya.

7. Chat/obrolan, untuk saling berbicara dengan pengguna facebook lain melalui

tulisan secara langsung dan real time.

8. Photos/poto, anda dapat mengupload foto-foto anda/ruang untuk memasang

foto.

9. Videos/video, anda dapat mengupload video anda.

10. Applications/aplikasi, banyak aplikasi menarik yang tersedia yang dapat

dipakai untuk hiburan.

11. Notes/catatan, anda dapat menulis catatan untuk kemudian di share dengan

pengguna facebook lainnya.

12. Wall/dinding, ruang tempat sesama pengguna mengirimkan pesan-pesan

terbuka.

13. Like, pengguna dapat memberikan feedback like ini pada update status teman,

komentar teman, foto-foto yang dipublish, dan lain-lain.

Ada tiga hal yang dapat dilakukan di facebook untuk berbisnis antara lain:55

55
Yuhefizar, Berteman Dan Berbisnis Lewat Facebook, (Jakarta: PT Elex Media
Komputindo,2009), hlm.5
47

1. Sebagai media promosi yang sangat efektif. Banyak sekali fitur-fitur facebook

yang dapat dimanfaatkan untuk promosi bisnis yang dijalani.

2. Sebagai media memperoleh uang langsung. Melalui aplikasi pihak ketiga yang

dapat dipasang pada facebook.

3. Sebagai website produk bisnis, melalui fitur pembuatan halaman web yang

tersedia.

D. Omzet Penjualan

a. Pengertian Omzet Penjualan

Menurut Swastha dan Irawan, omzet penjualan adalah akumulasi dari

kegiatan penjualan suatu produk barang dan jasa yang dihitung secara

keseluruhan selama kurun waktu tertentu secara terus menerus atau dalam satu

proses akutansi.56

Pengertian lain tentang omzet penjualan menurut Chaniago adalah

keseluruhan jumlah pendapatan yang didapat dari hasil penjualan suatu barang

atau jasa dalam kurun waktu tertentu.57

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa omzet penjualan adalah

keseluruhan jumlah penjualan barang atau jasa dalam kurun waktu tertentu, yang

dihitung berdasarkan jumlah uang yang diperoleh.

Penjualan barang dagang pada suatu perusahaan dagang biasanya hanya

disebut penjualan, dimana jumlah transaksi yang terjadi cukup besar bila

56
I Komang Gede Aditya Wiraguna, Penerapan Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan
Omzet Penjualan di PT. Kelapa Gading Denpasar, Jurnal Manajemen Dan Bisnis, Vol. 13, No. 03,
November 2016, Hlm. 138
57
Dyah Ayu Wulansari, Pengaruh Penjualan Online Terhadap Omzet Penjualan Butik Zieta
Desa Sewulan [Link] Kab. Madiun, Jurnal Manajemen Dan Bisnis, Vol. 03, No. 02, Juli
2015, Hlm. 137
48

dibandingkan jenis transaksi lainnya. Dalam menjual barang dagangan dapat

menerapkan sistem transaksi penjualan diantaranya yaitu:58

1. Penjualan Tunai

Penjualan tunai adalah penjualan yang dilakukan oleh perusahaan, di mana

transaksi pembayaran dilakukan secara tunai (cash) pada saat barang tersebut

diterima oleh pembeli.

2. Penjualan Kredit

Penjualan kredit adalah penjualan yang dilakukan oleh perusahaan, di mana

transaksi pembayaran dilakukan secara kredit atau memiliki tempo

pembayaran tertentu sesuai dengan kebijakan yang diberikan oleh perusahaan

kepada pembeli tersebut.

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penjualan

Menurut Swastha dan Irawan, dalam prakteknya kegiatan penjualan

dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:59

1. Kondisi dan Kemampuan Pasar

Penjual harus menyakinkan konsumen agar mau membeli sehingga tercapai

sasaran target yang telah ditentukan oleh perusahaan/penjual. Penjual harus

memahami beberapa masalah yang cukup penting di antaranya:

a. Harga produk yang ditawarkan

b. Jenis dan karakter produk yang ditawarkan

58
Jujun Juansah & Dadang Sudrajat, Penerapan E-Commerce Dalam Rangka Meningkatkan
Omzet Penjualan Jok Kursi Rotan Di PD. Langgan Wajar Cushion Plumbon Kabupaten Cirebon,
Jurnal Online ICT STMIK IKMI Vol 1, 2012, hlm. 25
59
Rina Racmawati, Peranan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) terhadap Peningkatan
Penjualan (Sebuah Kajian terhadap Bisnis restoran), dalam jurnal Kompetensi Teknik, Vol. 2,
No.2, Mei 2011, hlm.148
49

c. Syarat penjualan seperti pembayaran, pengantaran, garansi dan

sebagainya.

Masalah-masalah tersebut menjadi pusat perhatian pembeli sebelum

melakukan pembelian. Maka dari itu para penjual harus meningkatkan

kepercayaan konsumen untuk membeli produk tersebut dan menyakinkan

konsumen.

2. Kondisi pasar

Pasar sebagai salah satu sasaran kegiatan penjualan. Hal-hal yang harus

diperhatikan kondisi pasar di antaranya:

a. Jenis pasarnya, apakah pasar konsumen, pasar industri, pasar penjual,

dan lainnya.

b. Daya beli.

c. Frekuensi pembelian.

d. Keinginan dan Kebutuhan konsumen.

e. Kelompok pembeli dan segmen pasar.

3. Modal

Para pemasar di perusahaan akan kesulitan menjual produk/barangnya,

apabila para calon konsumen tidak mengenal produk yang ditawarkan. Dalam

hal ini perusahaan harus memperkenalkan produk tersebut langsung kepada

pembeli atau melakukan secara online. Maka modal yang diperlukan seperti

alat transportasi, tempat usaha, promosi, pemasaran dan alat modal lainya

sebagai penunjang penjualan. Perusahaan harus memiliki modal yang cukup

untuk memenuhi kegiatan tersebut. Apabila modal kerja perusahaan sudah


50

mampu memenuhi target penjualan, modal tersebut bisa dianggarkan sebagai

berikut:

a. Kemampuan untuk membiayai usaha-usaha untuk mencapai target

penjualan.

b. Kemampuan untuk membeli bahan-bahan mentah untuk dapat

memenuhi target.

4. Faktor Lain

Faktor-faktor lain seperti: periklanan, peragaan sering mempengaruhi

penjualan. Namun untuk melaksanakanya, diperlukan sejumlah dana yang

tidak sedikit. Bagi perusahaan yang modalnya banyak kegiatan seperti

periklanan dilaksanakan secara rutin dapat dilakukan. Tapi bagi perusahaan

yang memiliki modal sedikit kegiatan seperti periklanan jarang dilakukan.

E. Penelitian Terdahulu

Berbagai penelitian tentang strategi pemasaran melalui media sosial telah

banyak dilakukan. Sebagai bahan pembanding, peneliti menggunakan beberapa

referensi penelitian, dengan tema penelitian yang hampir sama, diantarannya adalah

sebagai berikut:

1. Agustina, penelitian pada tahun 2014 bertujuan untuk mengidentifikasi strategi

pemasaran yang selama ini telah dilakukan oleh pemilik usaha dalam

memasarkan produk-produk 96 Bakery melalui media sosial instagram dan

untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan jumlah konsumen dalam usaha 96

Bakery. Metode penelitian yang digunakan asosiatif dengan pendekatan

kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk variabel strategi


51

pemasaran berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan jumlah

konsumen terhadap home industry 96 Bakery.60

2. Muhammmad, penelitian pada tahun 2015 bertujuan untuk mengetahui dan

mengidentifikasi secara optimal strategi komunikasi pemasaran yang digunakan

sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan ke Coffe Toffe Makasar dan

menganalisis pemanfaatan media sosial akun twitter sebagai strategi pemasaran

dalam meningkatkan kunjungan ke Coffe Toffe Makasar. Metode penelitian

yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif. Wawancara dilakukan kepada

empat orang dari Marketing Komunikasi PT. Coffe Toffee Indonesia dan lima

orang dari konsumen pengguna Twitter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

Twitter memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kunjungan ke

gerai Coffe Toffe dilihat dari peningkatan jumlah followers yang semakin

meningkat setiap tahunnya, hal tersebut dikarenakan strategi pemasaran yang

dilakukan oleh bagian Marketing Komunikasi PT. Coffe Toffee Indonesia

dengan berbagai cara promosi yang dilakukan dan dengan cara memposting

tweet dengan waktu tertentu, memposting gambar atau foto-foto even yang

sedang atau berlangsung, dll. Serta memperikan compliment kepada pelanggan

baik sera offline maupun online.61

3. Amelia, penelitian pada tahun 2016 bertujuan untuk mengetahui penerapan

strategi pemasaran syariah melalui jejaring sosial yang dilakukan oleh

60
Agustina Megawati Pasaribu, Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial Instagram Dalam
Meningkatkan Jumlah Konsumen (Studi Kasus Pada Home Industri “96 Bakery”, ( Universitas
Sumatera Utara: Skripsi, 2014)
61
Arfa Azhary, Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial Akun Twitter @Coftofmks Dalam
Meningkatkan Kunjungan Pelanggan Coffee Toffee Makassar, (Universitas Hasanudin: Skripsi,
2015)
52

mahasiswa Komunitas Bisnis Universitas Islam Walisongo Semarang. Jenis

penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan

menggunkan metode deskriptif kualitatif. Wawancara dilakukan kepada sepuluh

mahasiswa Komunitas Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN

Walisongo Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran

syariah yang diterapkan oleh mahasiswa Komunitas Bisnis melalui jejaring

sosial pada umumnya telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yaitu

mencontoh praktik marketing Rasululloh yang meliputi segmentasi, targeting,

positioning, dan bauran pemasarannya. Serta karakteristik pemasaran Islami

yaitu Theitis (Rabbaniyah), Etis (Akhlaqiyah), Realistis (Al-Waqi’iyyah), dan

Humanistis (Al-Insaniyyah). Namun, masih ada mahasiswa Komunitas Bisnis

yang dalam penerapan strategi pemasarannya belum sesuai dengan syariah

Islam. Yaitu mempromosikan produk yang gambarnya tidak sesuai dengan

warna aslinya.62

4. Djoko dan Sri, penelitian pada tahun 2016 bertujuan untuk

mengimplementasikan strategi pemasaran berbasis media sosial bagi pengrajin

Batik di Dolokgede, Bojonegoro. Wawancara dilakukan kepada dua kelompok

pengrajin batik yang masing-masing branggotakan lima orang. Metode

penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian

menunjukkan berdasarkan hasil wawancara dan observasi mengusulkan

penggunaan facebook sebagai alat untuk penunjang pemasaran dengan tiga

62
Amelia Saliha, Penerapan Strategi Pemasaran Syariah Melalui Jejaring Sosial (Studi
Kasus Pada Mahasiswa Komunitas Bisnis Fakultas Ekonmi dan Bisnis Islam UIN WALISONGO
SEMARANG), (Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang: Skripsi, 2016)
53

tujuan: a) meningkatkan jumlah jumlah basis “anggota (teman)” dalam laman

Dolokgede, b) meningkatkan reputasi merek produk melalui komunitas anggota

“teman”, dan c) melakukan update kegiatan pengrajin ke komunitas “anggota

(teman)”. Untuk itu mengusulkan 4 rencana tindakan strategis pemasaran, yaitu:

a) memposting konten tentang aktivitas kerja mereka sehari-hari dalam bentuk

cerita (story), b) meng-audit dan update laman facebook secara berkelanjutan, c)

meningkatkan “like” dan komentar melalui posting konten interaktif dan d)

meningkatkan keterlibatan komunitas “anggota (teman)”.63

5. Premi, penelitian pada tahun 2016 bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan

media sosial sebagai strategi pasar bagi UMKM. Metode penelitian yang

digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Wawancara dilakukan

kepada pemilik, pegawai dan konsumen Meiyu Aiko. Hasil penelitian

menunjukkan marketing online dilakukan melalui facebook, twitter, instagram

dan website mempunyai dampak positif terhadap penjualan pada jasa mereka.

Selain itu facebook dapat memberikan informasi yang cepat pada konsumen

Meiyu Aiko, facebook juga dimanfaatkan sebagai buzz marketing karena banyak

konsumen yang mengugah foto self picture (selfi) dengan kostum dan

merekomendasikan pada kerabatnya.64

63
Djoko Sigit Sayogo & Sri Budi Cantika Yuli, Strategi Pemasaran Berbasis Media Sosial
Bagi Pengrajin Batik, Vol. 02 No. 01 (Jurnal Marketing, 2016)
64
Premi Wahyu Widyaningrum, Peran Media Sosial Sebagai Strategi Pemasaran Pada Sewa
Kostum Meiyo Aiko Malang, Vol. 2 No. 2 (Jurnal Marketing, 2016)
54

Tabel 2.2
Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu
Judul Penelitian Perbedaan Peneliti Persamaan
Peneliti Peneliti
Terdahulu Sekarang
1. Strategi a. Subjek Home a. Analisis a. Sama-sama
Pemasaran Industri “96 Strategi meneliti
Melalui Media Bakery” Pemasaran mengenai
Sosial Instagram Melalui Media strategi
Dalam b. Metode Sosial Akun pemasaran
pengumpulan Facebook
Meningkatkan melalui media
data wawancara, Dalam
Jumlah Meningkatkan sosial.
Konsumen (Studi kuesioner dan
studi pustaka. Omzet
Kasus Pada Penjualan di
Home Industri UD. Mebel
c. Menggunakan
“96 Bakery”) Kayana
penelitian
kuantitatif Karunia
asosiatif. Trenggalek.

b. Menggunaka
n penelitian
kualitatif
deskriptif.

c. Metode
pengumpulan
datanya riset
kepustakaan
dan penelitian
lapangan
(observasi,
wawancara
dan
dokumentasi)
2. Strategi Pemasaran a. Subjek Coffee a. Analisis a. Menggunakan
Melalui Media Toffee Strategi penelitian
Sosial Akun Pemasaran kualitatif
Twitter b. Metode Melalui Media
@Coftofmks pengumpulan Sosial Akun b. Sama-sama
Dalam data observasi Facebook
meneliti
Meningkatkan (pengamatan), Dalam
Kunjungan dokumentasi,wa Meningkatkan mengenai
Pelanggan Coffee wancara Omzet strategi
Toffee Makassar mendalam, dan Penjualan di pemasaran
penelitian UD. Mebel melalui media
pustaka Kayana sosial.
55

Karunia
Trenggalek.

b. Metode
pengumpulan
data riset
kepustakaan
dan penelitian
lapangan
(observasi,
wawancara
dan
dokumentasi
3. Penerapan Strategi a. Subjek a. Analisis a. Menggunakan
Pemasaran Syariah mahasiswa Strategi penelitian
Melalui Jejaring Komunitas Pemasaran kualitatif
Sosial (Studi Kasus Bisnis Fakultas Melalui Media
Pada Mahasiswa Ekonomi dan Sosial Akun b. Sama-sama
Komunitas Bisnis Bisnis Islam Facebook
meneliti
Fakultas Ekonmi UIN Walisongo Dalam
dan Bisnis Islam Semarang. Meningkatkan mengenai
UIN Omzet pemasaran
WALISONGO b. Metode Penjualan di melalui media
SEMARANG) pengumpulan UD. Mebel sosial.
datanya Kayana
wawancara, Karunia
observasi dan Trenggalek.
dokumentasi.
b. Metode
pengumpulan
data riset
kepustakaan
dan penelitian
lapangan
(observasi,
wawancara
dan
dokumentasi).
4. Djoko Sigit a. Subjek a. Analisis a. Menggunakan
Sayogo dan Sri pengrajin batik Strategi penelitian
Budi Cantika Yuli di Dolokgede, Pemasaran kualitatif
berjudul “Strategi Bojonegoro. Melalui Media
Pemasaran Sosial Akun b. Sama-sama
Berbasis Media b. Metode Facebook
meneliti
Sosial Bagi pengumpulan Dalam
Pengrajin Batik” datanya Meningkatkan mengenai
wawancara, Omzet pemasaran
observasi dan Penjualan di melalui media
analisa dokumen UD. Mebel sosial.
56

Kayana
Karunia
Trenggalek.

b. Metode
pengumpulan
data riset
kepustakaan
dan penelitian
lapangan
(observasi,
wawancara
dan
dokumentasi).
5. Premi Wahyu a. Subyek Meiyo c. Analisis a. Menggunakan
Widyaningrum Aiko jasa sewa Strategi penelitian
dengan judul kostum. Pemasaran kualitatif
“Peran Media Melalui Media deskriptif.
Sosial Sebagai b. Metode Sosial Akun
pengumpulan Facebook
Strategi b. Sama-sama
datanya observasi Dalam
Pemasaran Pada Meningkatkan meneliti
Sewa Kostum wawancara dan mengenai
dokumentasi. Omzet
Meiyo Aiko Penjualan di pemasaran
Malang” UD. Mebel melalui media
Kayana sosial.
Karunia
Trenggalek.

d. Metode
pengumpulan
data riset
kepustakaan
dan penelitian
lapangan
(observasi,
wawancara
dan
dokumentasi).

Anda mungkin juga menyukai