Strategi Pemasaran dan Komponennya
Strategi Pemasaran dan Komponennya
KAJIAN PUSTAKA
A. Strategi Pemasaran
1. Pengertian Strategi
Setiap pelaku usaha tentunya mempunyai tujuan dan cara tersendiri untuk
kemajuan usahanya tersebut, baik itu dalam jangka pendek maupun jangka
panjang. Untuk mencapai tujuan tersebut usaha atau bisnis perlu adanya
rancangan dan tindakan untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi atau rancangan
antara pelaku usaha yang satu dengan yang lainya tentunya berbeda, selain itu
setiap pelaku usaha juga mempunyai kebijakan tersendiri yang digunakan dalam
strategi adalah sebuah pola yang mendasar dari sasaran yang berjalan dan yang
Menurut Basu Swastha dan Irawan strategi yaitu suatu rencana yang
19
M. Suyanto, Marketing Strategy Top Brand Indonesia, (Yogyakarta: ANDI, 2007), hlm. 16
20
Basu Swastha Dh & Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty, 2003),
hlm. 67
21
22
Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa strategi adalah suatu rencana
2. Pengertian Pemasaran
merupakan salah satu kegiatan-kegiatan penting dalam usaha atau bisnis yang
demikian persaingan antara pelaku usaha akan semakin ketat. Maka dari itu
sebagai berikut:
dunia yaitu Philip Kotler adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan mana
21
Buchari Alma, Kewirausahaan, (Bandung: ALFABETA, 2006), hlm. 176
23
individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan
dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak
lain.22
menjelaskan.
barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen, baik kepada pembeli
yang ada maupun pembeli potensial. Jadi pemasaran dapat ditinjau sebagai suatu
22
Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), hlm. 171
23
Husein Umar, Riset Pemasaran & Perilaku Konsumen, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama, 2005), hlm. 31
24
M. Mursid, Manajemen Pemasaran, (Jakarta:Bumi Aksara, 2003), hlm. 26
25
Basu Swastha Dh & Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty, 2003),
hlm. 5
24
variabel bebas melainkan harus terkait dengan tujuan dan sasaran perusahaan
menganalisa pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin
26
Muhammad Ismail Yusanto & Muhammad Karebet Widjajakusuma, Menggagas Bisnis
Islami, (Jakarta: Gema Insani, 2002), hlm. 169
25
bauran pemasaran yang cocok dan yang dapat memuaskan pasar sasaran
tersebut.27
terdapat dalam bauran pemasaran (marketing mix), yaitu kombinasi yang terbaik
yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan
antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu strategi pemasaran mempunyai
peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada
memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan
27
Buchari Alma, Kewirausahaan, (Bandung: CV Alfabeta, 2006), hlm. 176
28
Suryana, Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses, (Jakarta :
Penerbit Salemba Empat, 2003), hlm. 102
26
sasaran pasar.
Dalam kenyataannya, pasar yang ada dalam suatu dunia usaha terdiri dari
berbagai macam kelompok pembeli. Oleh karena itu, pengusaha harus pandai
menentukan segmen mana yang akan dimasuki. Pengusaha juga harus pandai
perusahaan (positioning).
definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan
dapat menentukan sasaran pasar yang ditetapkan atas dasar pilihan segmen,
beda.
pasar, yaitu:31
29
Fandy Tjiptono, et. all., Pemasaran Strategik, (Yogyakarta: ANDI, 2008), hlm. 211
30
Dadang Munandar, Analisis Penentuan Segmen, Target, dan Posisi Pasar Home Care di
Rumah Sakit Al-Islam Bandung, Majalah Ilmiah UNIKOM,Vol. 6 No. 2 , hlm. 235
31
Husein Umar, Riset Pemasaran & Perilaku Konsumen, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama, 2005), hlm. 45
28
menurut kelas sosial, gaya hidup, berbagai ciri kepribadian, motif pembeli,
dan lain-lain.
32Premi Wahyu Widyaningrum, Peran Media Sosial sebagai Strategi Pemasaran pada Sewa
Kostum Meiyu Aiko Malang, ejournal, No. 02, Vol.02, Desember 2016, hlm. 234
29
Disusun untuk menarik dan melayani segmen pasar itu dapat efektif.
perusahaan. Setelah teridentifikasi segmen apa saja yang akan atau dapat
keaktifan setiap segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar
perusahaan harus memutuskan segmen mana dan berapa segmen yang akan
dilayani, maka langkah yang pertama adalah menghitung dan menilai potensi
profit dari berbagai segmen yang ada tadi. Maka dalam hal ini pemasar harus
33
Serli Wijaya & Gunawan Adi Chandra, Analisis Segmentasi, Penentuan Target Dan Posisi
Pasar Pada Restoran Steak dan Grill Di Surabaya, Vol. 2 No. 2 (Jurnal Manajemen Perhotelan,
2006)
34
Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), hlm. 177
30
segmen pasar utama, setiap segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan
dapat mengikuti salah satu diantara lima strategi peliputan pasar, yaitu:35
usaha yang tidak ada hubungan dengan yang lainnya, kecuali bahwa setiap
35
Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta:ANDI, 2010), hlm. 75
31
pemasaran yang terperinci. Penentuan posisi pasar bagi produk ataupun jasa
suatu perusahaan sangat penting. Produk atau jasa diposisikan pada posisi
agar citra terhadap produk atau perusahaan dapat terbentuk sesuai dengan niat
positioning, yaitu:
pasar, tetapi harus diseleksi. Menurut Kotler, sebuah keunggulan yang patut
36
Hermawan Kartajaya & Muhammmad Syakir Sula, Syariah Marketing, (Bandung:Mizan
Pustaka, 2006), hlm. 172-173
37
Amelia Saliha, Penerapan Strategi Pemasaran Syariah Melalui Jejaring Sosial (Studi
Kasus Pada Mahasiswa Komunitas Bisnis Fakultas Ekonmi dan Bisnis Islam UIN WALISONGO
SEMARANG), (Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang: Skripsi, 2016) hlm. 32
32
5. Bauran Pemasaran
perusahaan atau organisasi tidak hanya memilih kombinasi yang baik saja,
a. Product (Produk)
Yaitu suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak
38
Freddy Rangkuti, Strategi Promosi Yang Kreatif Dan Analisis Kasus Integrated
Marketing Communication, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009), hlm. 22
39
Basu Swastha Dh & Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty,2003),
hlm. 165
33
Hal ini penting karena tanpa adanya produk, strategi pemasaran lainnya
kepada konsumen baik berupa barang fisik maupun jasa. Selain itu produk
yang menarik sehingga konsumen akan tertarik terhadap barang atau jasa
tersebut.
40
Danang Suntoyo, Strategi Pemasaran, (Jakarta: PT Buku seru, 2015), hlm. 95
34
b. Price (Harga)
sebagai berikut:42
41
Basu Swastha Dh & Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty,
2003), hlm. 241
42
Danang Suntoyo, Strategi Pemasaran, (Jakarta: PT Buku seru, 2015), hlm. 141 -144
35
perusahaan
b. Penetapan harga jual poduk dengan dua macam harga atau lebih
dan waktu.
jual dapat sama dengan pesaing dan juga lebih mahal atau lebih murah
yang ketat dan produk tidak jauh beda dengan produk pesaing.
penentuan harga ada tiga metode yaitu: metode biaya tambah, metode
c. Place (Tempat)/distribusi
distribusi yaitu suatu jalur yang dilalui oleh arus barang dari produsen ke
1. Produsen ke konsumen
melalui pengecer.
kepada konsumen.
43
Basu Swastha Dh & Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty,
2003), hlm. 285
44
Danang Suntoyo, Strategi Pemasaran, (Jakarta: PT Buku seru, 2015), hlm. 194
37
d. Promotion (Promosi)
konsumennya.
memproduksi barang dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang lebih
murah, dan penyerahan lebih cepat daripada pesaing dan seorang wirausaha
45
Sadono Sukirno, Pengantar Bisnis, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006), hlm.
237
38
diperlukan suatu perencanaan yang jelas dan matang agar tidak terjadi
dengan sempurna.
terdiri dari lima macam yaitu mengenai probe, Product, price, place dan
produknya.
39
negara baik dalam negeri maupun luar negeri yang bermanfaat untuk
internet atau media elekronik lainnya atau media cetak, para wirausaha
B. Media Sosial
berpartisipasi, dan menciptakan konten berupa blog, wiki, forum, jejaring sosial,
dan ruang dunia virtual yang disokong oleh teknologi multimedia yang kian
40
maupun audiovisual. Seperti facebook, twitter, blog, dan lainnya. Media sosial
1. Pesan yang disampaikan dibagikan kepada banyak orang dan tidak terbatas
antara berbagai pihak, seperti antara produsen dengan konsumen, media sosial
dapat menjadi media untuk membentuk komunitas online. Media sosial dapat
media sosial lainnya. Dewasa ini, praktek pemasaran melalui media sosial mulai
46
Tim Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, Panduan Optimalisasi Media Sosial
Untuk Kementerian Perdagangan RI, (Jakarta: Pusat Hubungan Masyarakat, 2014), hlm. 25
47
Tim Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, Panduan Optimalisasi Media Sosial
Untuk Kementerian Perdagangan RI, (Jakarta: Pusat Hubungan Masyarakat, 2014), hlm. 27
41
harus mengetahui manfaat, peran dan fungsi dari media sosial. Adapun
isu yang termuat di dalamnya. Pada aspek lain, medsos juga menjadi sarana
di dalam media sosial berasal dari berbagai belahan dunia dengan beragam
latar belakang budaya, sosial, ekonomi, keyakinan, tradisi dan tendensi. Oleh
karena itu, benar jika dalam arti positif, media sosial adalah sebuah
ensiklopedi global yang tumbuh dengan cepat. Dalam konteks ini, pengguna
media sosial perlu sekali membekali diri dengan kekritisan, pisau analisa
pada hasil- hasil riset kajian. Dalam konteks ini, organisasi, lembaga dan
48
Tim Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, Panduan Optimalisasi Media Sosial
Untuk Kementerian Perdagangan RI, (Jakarta: Pusat Hubungan Masyarakat, 2014), hlm. 33
42
mana media sosial, merupakan domain dari penggunanya. Oleh sebab itu,
media sosial di tangan para pakar manajemen dan marketing dapat menjadi
dan strategi yang telah dilakukan. Ingat, respons publik dan pasar menjadi
alat ukur, kalibrasi dan parameter untuk evaluasi. Sejauh mana masyarakat
atau dilanggar publik, dan seperti apa keinginan dari masyarakat, akan bisa
opsi dan posisi pemahaman publik akan dapat terekam dengan baik di dalam
49
Tim Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, Panduan Optimalisasi Media Sosial
Untuk Kementerian Perdagangan RI, (Jakarta: Pusat Hubungan Masyarakat, 2014), hlm. 34
43
media sosial. Oleh sebab itu, media sosial juga dapat digunakan sebagai
publik.50
sebagai berikut:
lebih personal.
penggunanya.
50
Ibid, hlm. 35
44
Hal yang menjadi kelemahan atau kendala yang mungkin terjadi dalam
bisnis toko online, reseler produk, atau affiliate yang sudah dijalankan ribuan
51
Feri Sulianta, Kiat Dahsyat Membangun Usaha Online Dari Nol, (Jakarta: PT Elex Media
Komputindo,2015), hlm. 2
45
Bagi pelaku bisnis online yang tinggal di daerah kota, koneksi internet bukan
C. Facebook
yang membolehkan kita bersosial secara maya dengan siapa saja yang diinginkan.
Facebook dibuat oleh Mark Zuckerberg dan resmi diluncurkan 4 Februari 2004 dan
berkantor pusat di Menio Park California, Amerika Serikat.53 Pada September 2012,
facebook memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif. Facebook merupakan salah
satu media jejaring sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran
foto atau video singkat, sehingga para calon konsumen dapat melihat jenis-jenis
barang/jasa yang ditawarkan. Ada beragam fitur dalam facebook, antara lain:54
seperti diskusi.
3. Flayer, untuk mengiklankan sesuatu tapi pengguna facebook lain tidak akan
mencolok.
52
Gabriel, et. all., Analisis Hambatan Bisnis Online Bagi Mahasiswa Unsrat, (E-
Journal”Acta Diurnal” Vol. VI No.02, 2007)
53
Rudi Hariyanto, Cerdas Jelajah Internet, (Jakarta: Kriya Pustaka, 2009), hlm. 28
54
Duwi Priyanto, Belajar Mudah Internet: Browsing, Download-Upload, E-Mail, Chatting,
Maailing List, Friendster, Blog Dan Facebook, (Yogyakarta: Mediakom, 2009), hlm. 133
46
4. Event, untuk menuliskan even atau kegiatan yang selanjutnya dapat dibaca oleh
5. Status update, untuk mengisi status kita, tentang apa yang sedang kita lakukan.
Misalnya sedang pergi atau di rumah. Dengan adanya fitur ini kita bisa
foto.
11. Notes/catatan, anda dapat menulis catatan untuk kemudian di share dengan
terbuka.
13. Like, pengguna dapat memberikan feedback like ini pada update status teman,
Ada tiga hal yang dapat dilakukan di facebook untuk berbisnis antara lain:55
55
Yuhefizar, Berteman Dan Berbisnis Lewat Facebook, (Jakarta: PT Elex Media
Komputindo,2009), hlm.5
47
1. Sebagai media promosi yang sangat efektif. Banyak sekali fitur-fitur facebook
2. Sebagai media memperoleh uang langsung. Melalui aplikasi pihak ketiga yang
3. Sebagai website produk bisnis, melalui fitur pembuatan halaman web yang
tersedia.
D. Omzet Penjualan
kegiatan penjualan suatu produk barang dan jasa yang dihitung secara
keseluruhan selama kurun waktu tertentu secara terus menerus atau dalam satu
proses akutansi.56
keseluruhan jumlah pendapatan yang didapat dari hasil penjualan suatu barang
keseluruhan jumlah penjualan barang atau jasa dalam kurun waktu tertentu, yang
disebut penjualan, dimana jumlah transaksi yang terjadi cukup besar bila
56
I Komang Gede Aditya Wiraguna, Penerapan Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan
Omzet Penjualan di PT. Kelapa Gading Denpasar, Jurnal Manajemen Dan Bisnis, Vol. 13, No. 03,
November 2016, Hlm. 138
57
Dyah Ayu Wulansari, Pengaruh Penjualan Online Terhadap Omzet Penjualan Butik Zieta
Desa Sewulan [Link] Kab. Madiun, Jurnal Manajemen Dan Bisnis, Vol. 03, No. 02, Juli
2015, Hlm. 137
48
1. Penjualan Tunai
transaksi pembayaran dilakukan secara tunai (cash) pada saat barang tersebut
2. Penjualan Kredit
58
Jujun Juansah & Dadang Sudrajat, Penerapan E-Commerce Dalam Rangka Meningkatkan
Omzet Penjualan Jok Kursi Rotan Di PD. Langgan Wajar Cushion Plumbon Kabupaten Cirebon,
Jurnal Online ICT STMIK IKMI Vol 1, 2012, hlm. 25
59
Rina Racmawati, Peranan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) terhadap Peningkatan
Penjualan (Sebuah Kajian terhadap Bisnis restoran), dalam jurnal Kompetensi Teknik, Vol. 2,
No.2, Mei 2011, hlm.148
49
sebagainya.
konsumen.
2. Kondisi pasar
Pasar sebagai salah satu sasaran kegiatan penjualan. Hal-hal yang harus
dan lainnya.
b. Daya beli.
c. Frekuensi pembelian.
3. Modal
apabila para calon konsumen tidak mengenal produk yang ditawarkan. Dalam
pembeli atau melakukan secara online. Maka modal yang diperlukan seperti
alat transportasi, tempat usaha, promosi, pemasaran dan alat modal lainya
berikut:
penjualan.
memenuhi target.
4. Faktor Lain
E. Penelitian Terdahulu
referensi penelitian, dengan tema penelitian yang hampir sama, diantarannya adalah
sebagai berikut:
pemasaran yang selama ini telah dilakukan oleh pemilik usaha dalam
empat orang dari Marketing Komunikasi PT. Coffe Toffee Indonesia dan lima
gerai Coffe Toffe dilihat dari peningkatan jumlah followers yang semakin
dengan berbagai cara promosi yang dilakukan dan dengan cara memposting
tweet dengan waktu tertentu, memposting gambar atau foto-foto even yang
60
Agustina Megawati Pasaribu, Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial Instagram Dalam
Meningkatkan Jumlah Konsumen (Studi Kasus Pada Home Industri “96 Bakery”, ( Universitas
Sumatera Utara: Skripsi, 2014)
61
Arfa Azhary, Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial Akun Twitter @Coftofmks Dalam
Meningkatkan Kunjungan Pelanggan Coffee Toffee Makassar, (Universitas Hasanudin: Skripsi,
2015)
52
warna aslinya.62
62
Amelia Saliha, Penerapan Strategi Pemasaran Syariah Melalui Jejaring Sosial (Studi
Kasus Pada Mahasiswa Komunitas Bisnis Fakultas Ekonmi dan Bisnis Islam UIN WALISONGO
SEMARANG), (Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang: Skripsi, 2016)
53
media sosial sebagai strategi pasar bagi UMKM. Metode penelitian yang
dan website mempunyai dampak positif terhadap penjualan pada jasa mereka.
Selain itu facebook dapat memberikan informasi yang cepat pada konsumen
Meiyu Aiko, facebook juga dimanfaatkan sebagai buzz marketing karena banyak
konsumen yang mengugah foto self picture (selfi) dengan kostum dan
63
Djoko Sigit Sayogo & Sri Budi Cantika Yuli, Strategi Pemasaran Berbasis Media Sosial
Bagi Pengrajin Batik, Vol. 02 No. 01 (Jurnal Marketing, 2016)
64
Premi Wahyu Widyaningrum, Peran Media Sosial Sebagai Strategi Pemasaran Pada Sewa
Kostum Meiyo Aiko Malang, Vol. 2 No. 2 (Jurnal Marketing, 2016)
54
Tabel 2.2
Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu
Judul Penelitian Perbedaan Peneliti Persamaan
Peneliti Peneliti
Terdahulu Sekarang
1. Strategi a. Subjek Home a. Analisis a. Sama-sama
Pemasaran Industri “96 Strategi meneliti
Melalui Media Bakery” Pemasaran mengenai
Sosial Instagram Melalui Media strategi
Dalam b. Metode Sosial Akun pemasaran
pengumpulan Facebook
Meningkatkan melalui media
data wawancara, Dalam
Jumlah Meningkatkan sosial.
Konsumen (Studi kuesioner dan
studi pustaka. Omzet
Kasus Pada Penjualan di
Home Industri UD. Mebel
c. Menggunakan
“96 Bakery”) Kayana
penelitian
kuantitatif Karunia
asosiatif. Trenggalek.
b. Menggunaka
n penelitian
kualitatif
deskriptif.
c. Metode
pengumpulan
datanya riset
kepustakaan
dan penelitian
lapangan
(observasi,
wawancara
dan
dokumentasi)
2. Strategi Pemasaran a. Subjek Coffee a. Analisis a. Menggunakan
Melalui Media Toffee Strategi penelitian
Sosial Akun Pemasaran kualitatif
Twitter b. Metode Melalui Media
@Coftofmks pengumpulan Sosial Akun b. Sama-sama
Dalam data observasi Facebook
meneliti
Meningkatkan (pengamatan), Dalam
Kunjungan dokumentasi,wa Meningkatkan mengenai
Pelanggan Coffee wancara Omzet strategi
Toffee Makassar mendalam, dan Penjualan di pemasaran
penelitian UD. Mebel melalui media
pustaka Kayana sosial.
55
Karunia
Trenggalek.
b. Metode
pengumpulan
data riset
kepustakaan
dan penelitian
lapangan
(observasi,
wawancara
dan
dokumentasi
3. Penerapan Strategi a. Subjek a. Analisis a. Menggunakan
Pemasaran Syariah mahasiswa Strategi penelitian
Melalui Jejaring Komunitas Pemasaran kualitatif
Sosial (Studi Kasus Bisnis Fakultas Melalui Media
Pada Mahasiswa Ekonomi dan Sosial Akun b. Sama-sama
Komunitas Bisnis Bisnis Islam Facebook
meneliti
Fakultas Ekonmi UIN Walisongo Dalam
dan Bisnis Islam Semarang. Meningkatkan mengenai
UIN Omzet pemasaran
WALISONGO b. Metode Penjualan di melalui media
SEMARANG) pengumpulan UD. Mebel sosial.
datanya Kayana
wawancara, Karunia
observasi dan Trenggalek.
dokumentasi.
b. Metode
pengumpulan
data riset
kepustakaan
dan penelitian
lapangan
(observasi,
wawancara
dan
dokumentasi).
4. Djoko Sigit a. Subjek a. Analisis a. Menggunakan
Sayogo dan Sri pengrajin batik Strategi penelitian
Budi Cantika Yuli di Dolokgede, Pemasaran kualitatif
berjudul “Strategi Bojonegoro. Melalui Media
Pemasaran Sosial Akun b. Sama-sama
Berbasis Media b. Metode Facebook
meneliti
Sosial Bagi pengumpulan Dalam
Pengrajin Batik” datanya Meningkatkan mengenai
wawancara, Omzet pemasaran
observasi dan Penjualan di melalui media
analisa dokumen UD. Mebel sosial.
56
Kayana
Karunia
Trenggalek.
b. Metode
pengumpulan
data riset
kepustakaan
dan penelitian
lapangan
(observasi,
wawancara
dan
dokumentasi).
5. Premi Wahyu a. Subyek Meiyo c. Analisis a. Menggunakan
Widyaningrum Aiko jasa sewa Strategi penelitian
dengan judul kostum. Pemasaran kualitatif
“Peran Media Melalui Media deskriptif.
Sosial Sebagai b. Metode Sosial Akun
pengumpulan Facebook
Strategi b. Sama-sama
datanya observasi Dalam
Pemasaran Pada Meningkatkan meneliti
Sewa Kostum wawancara dan mengenai
dokumentasi. Omzet
Meiyo Aiko Penjualan di pemasaran
Malang” UD. Mebel melalui media
Kayana sosial.
Karunia
Trenggalek.
d. Metode
pengumpulan
data riset
kepustakaan
dan penelitian
lapangan
(observasi,
wawancara
dan
dokumentasi).