SATUAN ACARA PENYULUHAN
KELUARGA BERENCANA
DI RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA
Disusun Oleh:
Ida Apriani P2.[Link].014
Kamila Nur Khumairo P2.[Link].018
PROGRAM STUDI D IV KEBIDANAN TASIKMALAYA POLTEKKES
KEMENKES TASIKMALAYA
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
POKOK BAHASAN : Keluarga berencana
WAKTU : 30 Menit
HARI / TANGGAL : 28 November 2019
SASARAN : Ibu Nifas Atau Keluarga
TEMPAT : Ruang 1 (cempaka) RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta
dapat mengerti dan memahami tentang Keluarga berencana.
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
1. Menjelaskan Pengertian
2. Menjelaskan Keluarga berencana
III. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
NO. TAHAP KEGIATAN KEGIATAN IBU
Mengucapkan salam Menjawab
1. Pembukaan Menyampaikan tujuan salam
(5 menit) Mendengarkan
Memberikan pengetahuan Mendengarkan
2. Pelaksanaan tentang pengertian masa nifas Memperhatikan
(15 menit) Menjelaskan tentang tanda
menceritakan
bahaya masa nifas.
pengalamannya
Menggali pengalaman peserta
dan berdiskusi
setelah dilakukan tindakan.
dengan
penyuluh
Tanya jawab Megajukan
3. Penutup Evaluasi pertanyaan,
(10 menit) Menyimpulkan hasil Menjawab
penyuluhan Menjawab
Menutup penyuluhan dengan salam
Salam
IV. MEDIA
(Terlampir)
V. METODE
Ceramah
Tanya jawab
VI. EVALUASI
Metode Evaluasi : Diskusi dan Tanya Jawab
Jumlah soal : 2 soal
Jenis pertanyaan :
1) Apa yang di maksud dengan keluarga berencana?
2) Apa saja macam-macam kontrasepsi?
VII. OBSERVASI
a. Respon klien/masyarakat
b. Masyarakat antusias/tidak
VIII. LAMPIRAN :
Materi
Soal
.
A. PENGERTIAN KELUARGA BERENCANA
Keluarga Berencana (KB) merupakan usaha untuk mengukur jumlah anak dan jarak
kelahiran anak yang diinginkan. Maka dari itu, Pemerintah mencanangkan program atau cara
untuk mencegah dan menunda kehamilan (Sulistyawati, 2013).
Tujuan dilaksanakan program KB yaitu untuk membentuk keluarga kecil sesuai
dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak agar
diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya
(Sulistyawati, 2013). Tujuan program KB lainnya yaitu untuk menurunkan angka kelahiran
yang bermakna, untuk mencapai tujuan tersebut maka diadakan kebijakaan yang dikategorikan
dalam tiga fase (menjarangkan, menunda, dan menghentikan) maksud dari kebijakaan tersebut
yaitu untuk menyelamatkan ibu dan anak akibat melahirkan pada usia muda, jarak kelahiran
yang terlalu dekat dan melahirkan pada usia tua (Hartanto, 2002).
KONTRASEPSI
Kontrasepsi merupakan usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha-
usaha itu dapat bersifat sementara dan permanen (Wiknjosastro, 2007). Kontrasepsi yaitu
pencegahan terbuahinya sel telur oleh sel sperma (konsepsi) atau pencegahan menempelnya
sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim (Nugroho dan Utama, 2014).
Macam-macam Kontrasepsi
a. Metode Kontrasepsi Sederhana
Metode kontrasepsi sederhana terdiri dari 2 yaitu metode kontrasepsi sederhana tanpa alat
dan metode kontrasepsi dengan alat. Metode kontrasepsi tanpa alat antara lain: Metode
Amenorhoe Laktasi (MAL), Couitus Interuptus, Metode Kalender, Metode Lendir
Serviks, Metode Suhu Basal Badan, dan Simptotermal yaitu perpaduan antara suhu basal
dan lendir servik. Sedangkan metode kontrasepsi sederhana dengan alat yaitu kondom,
diafragma, cup serviks dan spermisida
(Handayani, 2010).
b. Metode Kontrasepsi Hormonal
Metode kontrasepsi hormonal pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu kombinasi
(mengandung hormon progesteron dan estrogen sintetik) dan yang hanya berisi
progesteron saja. Kontrasepsi hormonal kombinasi terdapat pada pil dan suntikan/injeksi.
Sedangkan kontrasepsi hormon
yang berisi progesteron terdapat pada pil, suntik dan implant (Handayani, 2010).
c. Metode Kontrasepsi dengan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Metode kontrasepsi ini secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu AKDR yang
mengandung hormon sintetik (sintetik progesteron) dan yang tidak mengandung hormon
(Handayani, 2010). AKDR yang mengandung hormon Progesterone atau Leuonorgestrel
yaitu Progestasert (Alza-T dengan daya kerja 1 tahun, LNG-20 mengandung
Leuonorgestrel (Hartanto, 2002).
d. Metode Kontrasepsi Mantap
Metode kontrasepsi mantap terdiri dari 2 macam yaitu Metode Operatif Wanita (MOW)
dan Metode Operatif Pria (MOP). MOW sering dikenal dengan tubektomi karena prinsip
metode ini adalah memotong atau mengikat saluran tuba/tuba falopii sehingga mencegah
pertemuan antara ovum dan sperma. Sedangkan MOP sering dikenal dengan
namavasektomi, vasektomi yaitu memotong atau mengikat saluran vas deferens sehingga
cairan sperma tidak dapat keluar atau ejakulasi (Handayani, 2010).
Kontrasepsi Hormonal
Kontrasepsi hormonal merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling
efektif dan reversibel untuk mencegah terjadinya konsepsi (Baziad, 2008). Kontrasepsi
hormonal merupakan kontrasepsi dimana estrogen dan progesteron memberikan umpan
balik terhadap kelenjar hipofisis melalui hipotalamus sehingga terjadi hambatan terhadap
folikel dan proses ovulasi (Manuaba, 2010).
1. Kontrasepsi Pil
Pil oral akan menggantikan produksi normal estrogen dan progesteron oleh ovarium.
Jenis KB Pil menurut Sulistyawati (2013) yaitu:
a) Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengamdung hormon aktif
estrogen atau progestin, dalam dosisi yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif,
jumlah dan porsi
hormonnya konstan setiap hari.
b) Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen,
progestin, dengan dua dosis berbeda 7 tablet tanpa hormon aktif, dosis hormon bervariasi.
c) Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen
atau progestin, dengan tiga dosis yang berbeda 7 tablet tanpa hormon aktif, dosis hormon
bervariasi
setiap hari.
o Cara kerja KB Pil menurut Saifuddin (2010) yaitu:
a) Menekan ovulasi
b) Mencegah implantasi
c) Mengentalkan lendir serviks
d) Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi ovum akan
terganggu.
o Keuntungan KB Pil menurut Handayani (2010) yaitu:
a) Tidak mengganggu hubungan seksual
b) Siklus haid menjadi teratur (mencegah anemia)
c) Dapat digunakam sebagai metode jangka panjang
d) Dapat digunakan pada masa remaja hingga menopouse
e) Mudah dihentikan setiap saat
f) Kesuburan cepat kembali setelah penggunaan pil dihentikan
g) Membantu mencegah: kehamilan ektopik, kanker ovarium, kanker endometrium, kista
ovarium, acne, disminorhea.
o Keterbatasan KB Pil menurut Sinclair (2010) yaitu:
a) Amenorhea
b) Perdarahan haid yang berat
c) Perdarahan diantara siklus haid
d) Depresi
e) Kenaikan berat badan
f) Mual dan muntah
g) Perubahan libido
h) Hipertensi
i) Jerawat
j) Nyeri tekan payudara
k) Pusing
l) Sakit kepala
m) Kesemutan dan baal bilateral ringan
n) Mencetuskan moniliasis
o) Cloasma
p) Hirsutisme
q) leukorhea
r) Pelumasan yang tidak mencukupi
s) Perubahan lemak
t) Disminorea
u) Kerusakan toleransi glukosa
v) Hipertrofi atau ekropi serviks
w) Perubahan visual
x) Infeksi pernafasan
y) Peningkatan episode sistitis
z) Perubahan fibroid uterus.
2. Kontrasepsi Suntik
1) Efektivitas kontrasepsi Suntik.
Menurut Sulistyawati (2013), kedua jenis kontrasepsi suntik mempunyai efektivitas yang
tinggi, dengan 30% kehamilan per 100 perempuan per tahun, jika penyuntikannya
dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan. DMPA maupun NET EN
sangat efektif sebagai metode kontrasepsi. Kurang dari 1 per 100 wanita akan mengalami
kehamilan dalam 1 tahun pemakaian DMPA dan 2 per 100 wanita per tahun pemakain
NET EN (Hartanto, 2002).
2) Jenis kontrasepsi Suntik
Menurut Sulistyawati (2013), terdapat dua jenis kontrasepsi suntikan yang hanya
mengandung progestin, yaitu :
a) Depo Mendroksi Progesteron (DMPA), mengandung 150 mg DMPA yang diberikan
setiap tiga bulan dengan cara di suntik intramuscular (di daerah pantat).
b) Depo Noretisteron Enantat (Depo Noristerat), mengandung 200 mg Noretindron
Enantat, diberikan setiap dua bulan dengan cara di suntik intramuscular (di daerah pantat
atau bokong).
3) Cara kerja kontrasepsi Suntik menurut Sulistyawati (2013) yaitu:
a) Mencegah ovulasi
b) Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan
kemampuan penetrasi sperma
c) Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi
d) Menghambat transportasi gamet oleh tuba falloppii.
4) Keuntungan kontrasepsi Suntik
Keuntungan pengguna KB suntik yaitu sangat efektif, pencegah kehamilan jangka
panjang, tidak berpengaruh pada hubungan seksual, tidak mengandung estrogen sehingga
tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah, tidak
mempengaruhi ASI, efek samping sangat kecil, klien tidak perlu menyimpan obat suntik,
dapat digunakan oleh perempuan usia lebih 35 tahun sampai perimenopause, membantu
mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik, menurunkan kejadian tumor jinak
payudara, dan mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul (Sulistyawati,
2013).
5) Keterbatasan
Adapun keterbatasan dari kontrasepsi Suntik menurut Sulistyawati (2013) yaitu:
a) Gangguan haid
b) Leukorhea atau Keputihan
c) Galaktorea
d) Jerawat
e) Rambut Rontok
f) Perubahan Berat Badan
g) Perubahan libido.
3. Kontrasepsi Implant
1) Profil kontrasepsi Implant menurut Saifuddin (2010) yaitu:
a) Efektif 5 tahun untuk norplant, 3 tahun untuk Jedena, Indoplant, atau Implanon
b) Nyaman
c) Dapat dipakai oleh semua ibu dalam usia reproduksi
d) Pemasangan dan pencabutan perlu pelatihan
e) Kesuburan segera kembali setelah implan dicabut
f) Efek samping utama berupa perdarahan tidak teratur, perdarahan
bercak, dan amenorea
g) Aman dipakai pada masa laktasi.
2) Jenis kontrasepsi Implant menurut Saifuddin (2010) yaitu:
a) Norplant: terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm,
dengan diameter 2,4 mm, yang diisi dengan 3,6 mg levonorgestrel dan lama kerjanya 5
tahun.
b) Implanon: terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm, dan
diameter 2 mm, yang diisi dengan 68 mg 3Keto-desogestrel dan lama kerjanya 3
tahun.
c) Jadena dan indoplant: terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg. Levonorgestrel
dengan lama kerja 3 tahun.
3) Cara kerja kontrasepsi Implant menurut Saifuddin (2010) yaitu:
a) Lendir serviks menjadi kental
b) Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit
terjadi implantasi
c) Mengurangi transportasi sperma
d) Menekan ovulasi.
4) Keuntungan kontrasepsi Implant menurut Saifuddin (2010) yaitu:
a) Daya guna tinggi
b) Perlindungan jangka panjang
c) Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
d) Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
e) Tidak mengganggu dari kegiatan senggama
f) Tidak mengganggu ASI
g) Klien hanya kembali jika ada keluhan
h) Dapat dicabut sesuai dengan kebutuhan
i) Mengurangi nyeri haid
j) Mengurangi jumlah darah haid
k) Mengurangi dan memperbaiki anemia
l) Melindungi terjadinya kanker endometrium
m) Melindungi angka kejadian kelainan jinak payudara
n) Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul
o) Menurunkan kejadian endometriosis.
5) Keterbatasan kontrasepsi Implant menurut Saifuddin (2010) yaitu:
Pada kebanyakan pasien dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan
bercak (spooting), hipermenorea atau meningkatnya jumlah darah haid, serta
amenorhea.
DAFTAR PUSTAKA
Sulistyawati, 2013. Pelayanan Keluarga Berencana, Jakarta : Salemba Medika
Hartanto, 2002, Keluarga Berencans Dan Kontrasepsi, Jakarta :Pustaka
Nugroho Dan Utama, 2014. Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : Gramedia
Wiknjosastro, 2007. Ilmu Kebidanan : Jakarta : Egc
Manuaba, 2010. Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan KB,jakarta : EGC