LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN ST. ELEVASI MIOCARD
INFARK (STEMI) DI INSTALASI GAWAT DARURAT
RS. PKU MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu Praktik Profesi Ners
Stase Keperawatan Gawat Darurat
Disusun Oleh:
ZULKARNAIN ROPE
( 1820206010)
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2019
MIND MAP ST. ELEVASI MIOCARD INFARK (STEMI)
Pengertian Etiologi Manifestasi Klinis
ST Elevasi Miokard Infark (STEMI) adalah 1. Penyempitan arteri koroner nonsklerolik 1. Keluhan utama: nyeri dada sentral yang berat ,
rusaknya bagian otot jantung secara permanen 2. Penyempitan aterorosklerotik seperti rasa terbakar, ditindih benda berat yang
akibat insufisiensi aliran darah koroner oleh 3. Trombus berlangsung ≥ 20 menit, gejala yang menyertai :
proses degeneratif maupun di pengaruhi oleh 4. Plak aterosklerotik berkeringat, pucat dan mual, sulit bernapas, cemas,
banyak faktor dengan ditandai keluhan nyeri 5. Lambatnya aliran darah didaerah plak atau dan lemas
dada, peningkatan enzim jantung dan ST oleh viserasi plak 2. Nyeri membaik atau menghilang dengan istirahat
elevasi pada pemeriksaan EKG. STEMI 6. Peningkatan kebutuhan oksigen (O2) atau obat nitrat.
adalah cermin dari pembuluh darah koroner miokardium 3. Kelainan lain: diantaranya atrima, henti jantung atau
tertentu yang tersumbat total sehingga aliran gagal jantung akut
darahnya benar-benar terhenti, otot jantung 4. Pada manula bisa kolaps atau bingung.
yang dipendarahi tidak dapat nutrisi-oksigen 5. Pada pasien diabetes yaitu perburukan status
dan mati (Fauci,dkk.,2010). metabolik atau atau gagal jantung bisa tanpa
disertai nyeri dada.
STEMI Terapi
1. Terapi reperfusi : PCI, Fibrinolitik
Penatalaksanaan 2. Terapi lain : Anti trombotik,
Thienopiridin, Penyekat beta,
1. Keperawatan inhibitor ACE
Tirah baring / bed rest: untuk relaksasi dan
stabilisasi jantung.
Oksigenasi untuk meningkatkan suplay O2 Komplikasi
ke target organ Patofisiologi
2. Farmakologi 1. Disfungsi ventrikuler
STEMI umumnya terjadi jika aliran darah koroner menurun
Vasodilator 2. Gangguan hemodinamik secara mendadak setelah oklusi thrombus pada plak aterosklerotik
Anti koagulan 3. Syok kardiogenik yang sudah ada sebelumnya. STEMI terjadi jika trombus arteri
Trombolitik streptokinase 4. Infark ventrikel kanan koroner terjadi secara cepat pada lokasi injuri vascular. Pada
5. Aritmia paska STEMI sebagian besar kasus, infark terjadi jika plak aterosklerosis
6. Ekstrasistol ventrikel mengalami fisur, rupture atau ulserasi dan jika kondisi local atau
7. Takikardi dan fibrilasi sistemik memicu trombogenesis, sehingga terjadi thrombus mural
ventrikel
pada lokasi rupture yang mengakibatkan oklusi arteri koroner.
MIND MAP ASKEP. STEMI
Ketidakefektifan Pola nafas Penurunan Curah Jantung
NOC:Respiratory Status:Ventilation dengan kriteria: NOC:Cardiac Pump Effectiveness dengan ktiteria hasil:
Pengkajian Primer - Frekuensi pernafasan - Tekanan darah sistolik
- Tekanan darah diastolik
Airway: tidak ada sumbatan/obstruksi jalan napas - Irama pernafasan
- Denyut nadi perifer
Breathing: Kelemahan menelan/ melindungi jalan - Kedalaman inspirasi
- Ukuran jantung
napas, timbulnya pernapasan yang sulit dan / - Hasil rontgen dada
atau tak teratur, - Urin output
- Suara perkusi napas - Keseimbangan cairan selama 24 jam
Circulation:TD dapat normal atau meningkat ,
hipotensi terjadi pada tahap lanjut, takikardi, NIC : Airway Management
bunyi jantung normal pada tahap dini, kulit dan - Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi. NIC :Cardiac Care
membran mukosa pucat, dingin - Motivasi pasien untuk bernapas dalam dan pelan. - Pastikan tingkat aktivitas pasien tidak membahayakan
Disability: Klien dalam keadaan sadar - Regulasi asupan cairan untuk mengoptimalkan curah jantung atau emnyebabkan serangan jantung
Pengkajian Sekunder keseimbangan cairan. - Dorong peningkatan aktivitas bertahap ketika kondisi
1. Aktivitas dan istirahat - Posisikan untuk meringankan sesak napas. sudah stabil
2. Sirkulasi
- Instruksikan pasien tentang pentingnya untuk segera
3. Integritas ego
4. Eliminasi melaporkan bila merasakan nyeri dada.
5. Makan/ minum - Evaluasi episode nyeri dada (onset, intensitas, durasi,
6. Sensori neural ASUHAN KEPERAWATAN lokasi, radiasi, dan faktor pemicu).
7. Nyeri / kenyamanan DENGAN STEMI - Pantau EKG 12 lead.
8. Respirasi
[Link]
10. Interaksi social
Intoleransi Aktivitas
NOC:Activity Tolerance Nyeri Akut
- Saturasi oksigen ketika beraktivitas
- Tekanan darah sistolik ketika beraktivitas NOC : Pain Control
- Tekanan darah diatolik ketika beraktivitas - Mengenal faktor-faktor penyebab nyeri
- Frekuensi nadi ketika beraktivitas - Mengenal onset nyeri
- Frekuensi napas ketika beraktivitas
- Menggunakan tindakan pengurang nyeri tanpa analgesik
- Kemudahan bernapas ketika beraktivitas
- Melaporkan perubahan gejala nyeri
NIC :Energy Management
- Melaporkan nyeri berkurang
- Kaji status fisiologis pasien yang menyebabkan kelelahan.
NIC : Pain Management
- Anjurkan pasien mengungkapkan secara verbal mengenai keterbatasan
yang dialami. - Kaji secara komprehensif tentang nyeri (lokasi, karakteristik dan onset, durasi, frekuensi, kualitas)
- Tentukan jenis dan banyaknya aktivitas yang dibutuhkan untuk menjaga - Observasi isyarat-isyarat non verbal klien terhadap ketidanyamanan
ketahanan tubuh. - Gunakan komunikasi terapeutik agar pasien dapat mengekspresikan nyeri
- Monitor asupan nutrisi untuk rmengetahui sumber energi yang adekuat - Kaji pengalaman individu tentang nyeri
serta kolaborasi dengan ahli gizi mengenai cara meningkatkan asupan - Evaluasi tentang keefektifan dari tindakan mengontrol nyeri yang telah digunakan
energi
PATHWAYS OF STEMI
DISCHARGE PLANNING PASIEN STEMI
Rencana pemulangan pasien dengan STEMI dilakukan dengan tetap memperhatikan:
1. Evaluasi kesiapan untuk pulang.
a. Status pernafasan yang stabil
b. Masukan nutrisi dan pertumubuhan yang adekuat
c. Kebutuhan obat yang stabil
d. Rencana pengobatan medis yang realistik untuk di rumah
1) keluarga dan pemberi asuhan lain dapat memberi perawatan yang diperlukan
2) sarana di rumah dan monitor yang diperlukan disediakan
3) keluarga memiliki dukungan social dan finansial yang dibutuhkan
4) keperluan perawatan di rumah dan istirahat disediakan
2. Beri instruksi pemulangan kepada keluarga seperti berikut :
a. penjelasan tentang penyakit
b. bagaimana memantau tanda tanda distress pernafasan dan masalah medis lainnya
c. kebutuhan makan perorangan
d. kebutuhan pasien
e. kapan harus memanggil dokter
f. bagaimana melakukan resusitau jantung paru
g. penggunaan peralatan dirumah dan pemantauan
h. bagaimana memberi dan memantau efek pengobatan
i. pencegahan infeksi
j. pentingnya daerah bebas rokok
k. aktivitas perkembangan yang tepat
l. sumber di komunitas dan sarana pendukung yang ada.
3. Lakukan program tindak lanjut untuk memantau kebutuhan pernafasan, nutrisi, perkembangan, dan
kebutuhan khsus lainnya yang sifatnya terus menerus.
a. Bantu keluarga membuat janji kunjungan pemeriksan tindak lanjut yang pertama, beri catatan tertulis
tentang kapan janji itu harus dilaksanakan
b. Buat rujukan untuk kunjungan keperawatan di rumah sesuai yang dibutuhkan pasien dan keluarga
DAFTAR PUSTAKA
Antman, E.M. & Braundwald, E. 2010. Harrison’s Principles of Internal Medicine 17th ed
Chapter 239, ST-Segment Elevation Myocardial Infarction; p.1532-4. New South Wales: McGraw
Hill.
Bulecheck, G. M., Butcher, H. K., Dochterman, J. M., Wagner, C. M. 2013. Nursing Interventions
Classification (NIC) 6th Edition. USA: Elsevier Mosby.
Firdaus, I. 2012. Pharmacoinvasive Strategy in Acute STEMI. Jurnal Kardiologi Indonesia, 33;
266-271.
Guyton , A.C. & Hall, J.E. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.
Herdman, T. H., Kamitsuru, S. 2015. NANDA International Nursing Diagnoses: Definition &
Classification 2015-2017. Oxford: Wiley Blakwell.
Irsad, A.A., Setianto, B.Y., Taufiq, N., & Hartopo, A.B. 2014. In-hospital Major Cardiovascular
Events between STEMI Receiving Thrombolysis Therapy and Primary PCI. The Indonesian
Journal of Internal Medicine, 46(2);124-130.
Kemenkes Litbang. Riset Kesehatan Dasar. 2013. Jakarta: Kemenkes RI.
Moorhead, S., Johnson, M., Maas, M. L., Swanson, E. 2013. Nursing Outcomes Classification
(NOC) 5th Edition. SA: Elsevier Mosby.
PERKI. 2015. Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut Edisi Ketiga. Jakarta: PERKI.
Safitri, E.S. 2013. ST ELEVASI MIOKARD INFARK (STEMI) Anteroseptal pada Pasien dengan
Faktor Resiko Kebiasaan Merokok Menahun dan Tingginya Kadar Kolestrol dalam Darah.
Medula, 1(4);60-68.