0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan15 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus untuk Lansia

Satuan acara penyuluhan ini membahas diabetes melitus dengan tujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai penyakit tersebut. Materi penyuluhan meliputi pengertian, penyebab, gejala, faktor risiko, pencegahan, dan komplikasi diabetes serta makanan yang dianjurkan dan dilarang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa kesehatan untuk lansia di puskesmas dan dievaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta.

Diunggah oleh

Tara Karunia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan15 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus untuk Lansia

Satuan acara penyuluhan ini membahas diabetes melitus dengan tujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai penyakit tersebut. Materi penyuluhan meliputi pengertian, penyebab, gejala, faktor risiko, pencegahan, dan komplikasi diabetes serta makanan yang dianjurkan dan dilarang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa kesehatan untuk lansia di puskesmas dan dievaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta.

Diunggah oleh

Tara Karunia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIABETES MILITUS

Oleh Kelompok VII


1. Komang ardidhana nugraha putra (16C11645)
2. Ni Kadek Martara Karonia Putri (16C11835)
3. Ni Made Wahyu Aryani (16C11715)
4. Luh Gede Jayanti Purnami Dewi (16C11832)
5. Dewa Putu Bagus Oka Arimbawa (16C11657)
6. Ni Putu Desy Paramita Dewi (16C11664)
7. Ni Wayan Puri Semadi (16C11774)
8. Ni Komang Sugiri Asri (16C11863)
9. Ni Made Pratiwi Puspa Dewi (16C11849)
10. Ni Wayan Dewi Chima Laksmita (16C11666)
11. I Wayan Ardiana (16C11646)
12. Ni Wayan Sugiari (16C11707)
13. Ni Putu Lina Sukma Dewi (16C11764)
14. Ni Luh Made Sherly Hermawati Wibhisana (16C11855)
SATUAN ACARA PENYULUHAN
15. Ni Nyoman Ningsih (15C11511)

INSTITUTDIABETES
TEKNOLOGI DAN KESEHATAN BALI
MELLITUS
TAHUN AJAR 2020/2021
Pokok Bahasan : Diabetes Melitus (DM)

Sub Pokok Bahasan :

a. Pengertian Diabetes Melitus


b. Penyebab Diabetes Melitus
c. Tanda dan Gejala Diabetes Melitus
d. Faktor Risiko Diabetes Melitus
e. Pencegahan Diabetes Melitus
f. Komplikasi Diabetes Melitus
g. Makanan yang dipantang dan diperbolehkan

Sasaran : Lansia

Tanggal Pelaksanaan : 2 Februari 2020

Waktu : 1 x 35 menit

Pukul : 08.00 WITA

Tempat : UPTD Puskesmas 1 Denpasar Selatan

Penyuluh : Mahasiswa ITEKES BALI

I. Latar Belakang

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang banyak diderita


oleh masyarakat di negara berkembang, ditandai dengan kadar glukosa
darah yang tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan
insulin secara adekuat. DM terbagi atas DM tipe I jika pankreas hanya
menghasilkan sedikit atau sama sekali tidak menghasilkan insulin sehingga
penderita selamanya tergantung insulin dari luar, biasanya terjadi pada usia
kurang dari 30 tahun, sedangkan DM tipe II adalah keadaan pankreas tetap
menghasilkan insulin, kadang lebih tinggi dari normal tetapi tubuh
membentuk kekebalan terhadap efeknya, biasanya terjadi pada usia di atas
30 tahun karena kadar gula darah cenderung meningkat secara ringan tapi
progresif setelah usia 50 tahun terutama pada orang yang tidak aktif dan
mengalami obesitas. Penyebab diabetes lainnya adalah kadarkortikosteroid
yang tinggi, kehamilan (diabetes gestasional), obat-obatan (Dafrian, 2019).
Di Indonesia pada tahun 2010 kasus DM menempati urutan ke
empat tertinggi di dunia setelah Cina, India dan Amerika, yaitu 10,4 juta
jiwa dan diperkirakan jumlahnya melebihi 21 juta jiwa pada tahun 2025
mendatang. Profil Kesehatan Indonesia pada tahun 2012 menunjukkan
bahwa DM berada pada urutan ke 6 dari 10 penyakit utama pada pasien
rawat jalan di rumah sakit di Indonesia (Kemenkes RI, 2013). Berdasarkan
data yang di dapat dari dinas kesehatan provinsi Bali pada tahun 2013
jumlah kunjungan pasien DM diseluruh puskesmas daerah denpasar pada
tahun 2012 cukup tinggi yaitu sebanyak 8.543 kunjungan, sedangkan
jumlah kunjungan pasien DM terbnayak berada di UPT Puskesmas I
Denpasar Utara dengan total kunjungan1.391 kunjungan. Pada tahun 2013
jumlah kunjungan pasien DM di UPT Puskesmas I Denpasar Utara
meningkat yaitu sebanyak 1.630 kunjungan dengan 85% jumlah
kunjungan adalah pasien dengan DM Tipe II yaitu sebanyak 1.387
kunjungan (RISKESDAS Bali, 2013).

DM disebabkan karena faktor keturunan, pola hidup yang salah,


pola makan yang sudah berubah, aktivitas yang kurang dan faktor
lingkungan. Faktor lingkungan sepertiadanya fast food yang
mendorong masyarakat mengkonsumsi makanan tersebut secara
berlebih, kurangnya aktivitas, juga menyebabkan prevalensi DM menjadi
tinggi dengan persentase sekitar 60%-70%. Selain menimbulkan banyak
keluhan bagi penderitanya, DM juga sangat berpotensi menimbulkan
komplikasi yang berat yang membuat penderita tidak mampu
lagi beraktivitas atau bekerja seperti biasa, dan memberikan beban
bagi keluarga, dan merupakan penyakit yang paling merugikan dari
segi ekonomi, karena memerlukan perawatan dan pengobatan
seumur hidup (Purwandari, 2017). Berdasarkan data diatas maka dipilih
penyakit diabetes melitus sebagai materi penyuluhan di UPTD Puskesmas
I Denpasar Barat.

II. Tujuan Penyuluhan

A. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, peserta penyuluhan diharapkan
mengerti dan memahami tentang penyakit diabetes mellitus.

B. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan selama 35 menit, peserta


penyuluhan diharapkan mampu :

1. Menjelaskan kembali pengertian Diabetes Mellitus;

2. Menjelaskan penyebab Diabetes Melitus;

3. Menjelaskan tanda dan gejala Diabetes Melitus;

4. Menjelaskan faktor risiko Diabetes Melitus;

5. Menjelaskan pencegahan Diabetes Melitus;

6. Mengetahui komplikasi Diabetes Melitus;

7. Makanan yang dipantang dan diperbolehkan.

III. Metode

A. Ceramah;

B. Diskusi tanya jawab.

IV. Media

A. Leaflet;

B. Lembar balik.

V. Pelaksana

Mahasiswa Itekes Bali semester VI

Moderator : Tara

Penyaji : Serly, Ardhidana

Fasilitator : Ardiana, Jayanti, Wahyu, Desy, Puri, Sugiri, Chima,


Sugiari, Ningsih.

Notulen : Tiwi

Dokumentasi : Dewa Oka, Lina

VI. Materi Penyuluhan (terlampir)

A. Pengertian Diabetes Melitus;

B. Penyebab Diabetes Melitus;

C. Tanda dan Gejala Diabetes Melitus;

D. Faktor Risiko Diabetes Melitus;

E. Pencegahan Diabetes Melitus;

F. Komplikasi Diabetes Melitus;

G. Makanan yang dipantang dan diperbolehkan.

VII. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan

Tahap Kegiatan Waktu

Pembukaan / 1. Mengucapkan 5 menit


Pendahuluan salam

2. Penyampaian
maksud dan
tujuan pertemuan
sesuai kontrak
waktu.

Proses Penyampaian Materi : 15 menit


Melakukan penyuluhan
tentang pengertian
diabetes mellitus.
Penutup 1. Melakukan 15 menit
diskusi / sesi
tanya jawab
dengan peserta
penyuluhan

2. Melakukan
evaluasi

3. Pembagian leaflet

4. Menutup
pertemuan dan
mengucapkan
salam

5. Kontrak waktu
untuk pertemuan
selanjutnya.

VIII. Setting Tempat

Penyuluhan dilaksanakan di Puskesmas 1 Denpasar Barat

Penyaji

Peserta Peserta

Peserta Peserta

IX. Rencana Evaluasi

A. Struktur

1. Persiapan media
Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan
bisa digunakan dalam penyuluhan yaitu :

a. Leaflet;

b. Lembar Balik.

2. Persiapan materi

Materi disiapkan dalam bentuk makalah dan leaflet agar lebih


mudah saat penyampaian kepada peserta.

3. Undangan

Dalam penyuluhan tentang diabetes mellitus ini kami


mengundang lansia.

B. Proses pembelajaran

1. Penyuluhan mengenai diabetes mellitus berlangsung lancar dan


peserta mengerti tentang penyuluhan yang diberikan;

2. Di dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara


penyuluh dengan peserta yang menerima penyuluhan;

3. Kehadiran undangan diharapkan sekitar 75% dan tidak ada


yang meninggalkan tempat saat penyuluhan berlangsung.

C. Hasil penyuluhan

1. Jangka pendek

Keluarga mampu menyebutkan pengertian diabetes mellitus,


mampu menyebutkan 5 dari 8 penyebab diabetes mellitus yang
dijelaskan, mampu menyebutkan 3 dari 4 tanda dan gejala yang
dijelaskan, mampu menyebutkan 4 dari 6 faktor risiko yang
dijelaskan, mampu menyebutkan 2 dari 3 pencegahan yang
dijelaskan, dan mampu menyebutkan 5 dari 8 komplikasi.

2. Jangka panjang
Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai diabetes mellitus
sehingga dapat meningkatkan kondisi kesehatan klien.

Daftar Pustaka

Andini, W.C. 2018. 7 Jenis Obat yang Efek Sampingnya Bisa Bikin
Gula Darah Naik. URL [Link]
kesehatan/diabeteskencing-manis/obat-yang-membuat-gula-
darah-naik/.
Dafriani, P., & Dewi, R. I. S. (2019). Tingkat pengetahuan pada pasien
diabetes melitus (DM) TIPE 2). Jurnal Abdimas Saintika, 1(1),
45-50.
Handayani, S. T., Hubayah. Noerjoedianto, D. (2018). Hubungan
Obesitas dan Aktivitas dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe
II di Wilayah Kerja Puskesmas Olak Kemang Tahun 2018.
Jurnal Kesmas Jambi (JKJ), 2(1): 1-11. Retrieved from
[Link]
Kemenkes RI. 2013 Riset Kesehatan Dasar; RIKESDAS. Jakarta:
Balitbang Kemenkes Ri
Marianti. 2018. Diabetes. URL [Link]
Mita, N. 2017. Awas, Stress Berdampak Fatal Pada Penderita Diabetes.
URL [Link]
kesehatan/diabeteskencingmanis/komplikasi-diabetes-akibat-
stress/
Noya., A.B. 2018. Berapakah Kadar Gula Darah Normal pada Tubuh?.
URL [Link]
normal-padatubuh
Nuraisyah, F. (2015). Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal
Majority, 4(5): 120-127. Retrieved from
[Link]
wFile/6 15/619.
Purwandari, H., & Susanti, S. N. (2017). Hubungan Kepatuhan Diet
dengan Kualitas Hidup pada Penderita Dm di Poli Penyakit
dalam RSUD Kertosono. STRADA Jurnal Ilmiah
Kesehatan, 6(2), 16-21.
Veratamala, A. 2018. Mengenali 3P, Gejala Diabetes yang Perlu
Diwaspadai. URL [Link]
kesehatan/diabeteskencing-manis/gejala-kencing-manis-3p/
LAMPIRAN

DIABETES MILITUS

A. Pengertian

Diabetes atau sering disebut dengan kencing manis adalah


penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar
gula darah atau glukosa yang tinggi atau di atas nilai normal (Sebelum
makan 70-130 mg/dL, 2 jam setelah makan 150 mg/dL). Glukosa yang
menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik
dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak
dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang
membahayakan nyawa penderita.

Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.


Kadar gula dalam darah dikendalika oleh hormon insulin yang diproduksi
oleh pancreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada
penderita diabetes, pancreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai
kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan
mengolah glukosa menjadi energi.

B. Penyebab

Penyebab penyakit diabetes tergantung pada jenis diabetes yang diderita.


Adapun penyebab diabetes mellitus yaitu

1. Keturunan Orang yang memiliki salah satu atau lebih anggota


keluarga baik dari orang tua, saudara, atau anak yang menderita
diabetes mellitus, memiliki kemungkinan 2 sampai 6 kali lebih besar
untuk menderita diabetes mellitus dibandingkan dengan orang-orang
yang tidak memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes
mellitus. Bukan hanya disebabkan oleh gen genotip yang menjadi
faktor risiko penunjang dari riwayat keluarga pengidap diabetes
mellitus, namun ada hal lain yang menjadi faktor risiko penunjang
yaitu pola makan yang tanpa disadari orang tua pengidap diabetes
mellitus telah mendidik anaknya untuk mengkonsumsi makanan
manis hingga dewasa (Nuraisyah, 2015).

2. Kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama


berkembangnya resistensi insulin pada diabetes mellitus. Akibat
resistensi insulin glukosa sulit masuk ke dalam sel keadaan ini
membuat glukosa darah tetap tinggi (hiperglikemi) dan terjadilah
diabetes. Selain itu, saat hamil biasanya terjadi penambahan berat
badan dan peningkatan konsumsi makanan sehingga keadaan ini dapat
berdampak pada meningkatnya gula darah di atas normal (Nuraisyah,
2015).

3. Stress

Stress menyebabkan gula darah naik. Peningkatan kadar gula


darah yang terjadi merupakan sebuah respon akibat stress yang
dialami. Respon yang dilakukan oleh tubuh sebagian besar adalah
perubahan kadar berbagai jenis hormon yang dapat mempengaruhi
kadar gula darah. Hormon yang akan muncul ketika stress adalah
adrenalin dan kortisol, yang mana kedua hormon ini juga berfungsi
untuk meningkatkan gula darah untuk meningkatkan energi dalam
tubuh (Mita, 2017).

4. Obat-obatan

Adapun obat-obatan yang memiliki efek samping menyebabkan


kadar gula darah naik seperti dekongestan yaitu obat flu, beta blocker
yaitu obat tekanan darah, niasin yaitu vitamin penurun lemak darah,
kortikosteroid yaitu obat antiradang, dan statin yaitu obat penurun
kolesterol buruk (Andini, 2018).
5. Gaya hidup

Pada saat melakukan aktivitas fisik (berolahraga) restensi


insulin berkurang, sebaliknya sensitifitas insulin meningkat, hal ini
dapat menyebabkan kebutuhan insulin meningkat pada DM tipe II
akan berkurang. Sensitifitas insulin meningkat dikarenakan pada saat
melakukan aktivitas fisik (berolahraga) terjadinya peningkatan aliran
darah. Bila seseorang kurang beraktivitas (olahraga) maka akan
menyebabkan kadar gula darah meningkat (Handayani, 2018).

6. Pola makan

Seseorang yang memiliki pola makan yang tidak seimbang


mengakibatkan diabetes mellitus seperti makanan karbohidrat yang
berlebih, makan disaat larut malam, dan kurangnya serat.

C. Tanda dan gejala

1. Poliuria

Kondisi yang mana seseorang lebih sering buang air kecil. Hal
ini disebabkan jumlah cairan yang terlalu banyak masuk ke dalam
tubuh atau terlalu banyak minum (polidipsia). Selain itu poliuria juga
disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh
(Veratamala, 2019).

2. Polidipsia

Kondisi yang mana seseorang memiliki rasa haus yang


berlebihan sehingga seseorang ingin lebih banyak minum. Hal ini
disebabkan karena banyaknya cairan keluar dari tubuh (poliuria).
Semakin banyak minum karena haus, maka semakin banyak pula urin
yang keluar dari tubuh (Veratamala, 2019).
3. Polifagia

Gejala ini membuat seseorang sering merasa lapar atau nafsu


makan meningkat. Hal ini bisa saja disebabkan karena mengalami
ingin buang air kecil terus menerus dapat menyebabkan terbuangnya
kalori (Veratamala, 2019).

D. Faktor resiko

1. Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes;

2. Menderita infeksi virus;

3. Kelebihan berat badan;

4. Kurang aktivitas;

5. Usia;

6. Hipertensi

E. Pencegahan

1. Mengatur frekuensi dan menu makanan menjadi lebih sehat

2. Menjaga berat badan ideal

3. Rutin berolahraga

4. Rutin menjalani pengecekan gula darah.

F. Komplikasi

1. Penyakit jantung

2. Stroke

3. Gagal ginjal kronis

4. Gangguan penglihatan

5. Depresi
6. Demensia

7. Gangguan pendengaran

8. Luka sulit sembuh

9. Kerusakan kulit

G. Makanan yang dipantang dan diperbolehkan

Proporsi diet/ makanan harian bagi penderita DM:

Berdasarkan anjuran dari PERKERNI (Perkumpulan Endokrinologi

Indonesia) diet harian penderita DM disusun sebagai berikut:

1. Karbohidrat : 60-70%

2. Protein : 10-15%

3. Lemak : 20-25%

Jenis makanan yang harus dikonsumsi yang dikonsumsi oleh penderita

DM diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi:

a. Manisan buah

b. Gula pasir

c. Susu kental manis

d. Madu

e. Abon

f. Kecap

g. Sirup

h. Es krim
2. Jenis makanan yang boleh dimakan tetapi harus dibatasi:

a. Nasi

b. Singkong

c. Roti

d. Telur

e. Ikan

f. Pisang

3. Jenis makanan yang dianjurkan untuk dimakan:

a. Kol

b. Tomat

c. Kangkung

d. Bayam

e. Kacang panjang

f. Pepaya

g. Jeruk

h. Labu siam

i. Tempe

j. Tahu

k. Kacang hijau

l. Kacang tanah

Anda mungkin juga menyukai