0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
525 tayangan25 halaman

Rencana Induk Penyediaan Air Minum Magelang

Dokumen tersebut membahas rencana induk sistem penyediaan air minum Kota Magelang tahun 2019. Kota Magelang bergantung pada sumber air di luar wilayahnya dan kebutuhan akan air minum masyarakat terus meningkat. Rencana ini bertujuan mengembangkan sistem penyediaan air minum yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan masa depan.

Diunggah oleh

Petrus Janu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
525 tayangan25 halaman

Rencana Induk Penyediaan Air Minum Magelang

Dokumen tersebut membahas rencana induk sistem penyediaan air minum Kota Magelang tahun 2019. Kota Magelang bergantung pada sumber air di luar wilayahnya dan kebutuhan akan air minum masyarakat terus meningkat. Rencana ini bertujuan mengembangkan sistem penyediaan air minum yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan masa depan.

Diunggah oleh

Petrus Janu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAPPEDA KOTA MAGELANG

TAHUN 2019

BAPPEDA
KOTA MAGELANG

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

OPD : BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH


KOTA MAGELANG

KEGIATAN : PENYUSUNAN RENCANA INDUK SISTEM


PENYEDIAAN AIR MINUM (RISPAM)

NAMA PEKERJAAN : JASA KONSULTANSI PERENCANAAN PENYUSUNAN


RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM
(RISPAM)

TAHUN 2019

KERANGKA ACUAN KERJA


1
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

KERANGKA ACUAN KERJA

RENCANA INDUK SISTEM


PENYEDIAAN AIR MINUM
KOTA MAGELANG TAHUN 2019

1. Latar Belakang

Air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia. Oleh
karenanya air minum wajib tersedia dalam kualitas dan kuantitas yang memadai.
Penyediaan air minum berhubungan erat dengan jumlah air baku yang tersedia, yang
untuk selanjutnya diolah menjadi air minum dan didistribusikan kepada masyarakat.

Kondisi geografis, topografis dan geologis serta sumber daya manusia yang berbeda di
setiap wilayah di Indonesia berpengaruh terhadap penyediaan air baku. Tingkat
pelayanan air minum yang berbeda juga berdampak pada penyelenggaraan Sistem
Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berbeda pula untuk masing-masing wilayah.

Kebutuhan air minum bagi masyarakat terus meningkat seiring dengan pertambahan
populasi penduduk, mendorong untuk dilakukan kajian tentang pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum (SPAM). Kewajiban untuk mengembangkan Sistem Penyediaan
Air Minum (SPAM) pada dasarnya adalah merupakan tanggung jawab Pemerintah
Daerah. Namun mengingat masih sangat terbatasnya sumber daya manusia yang ada di
daerah (kabupaten/kota), maka baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi
harus dapat memberikan dukungan dan bantunan teknis pembinaan yang tepat dan
sesuai dengan kebutuhan daerah. Pada dasarnya Pemerintah Pusat maupun
Pemerintah Provinsi harus mendorong Pemerintah Daerah dalam upaya melaksanakan
penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara optimal, menyeluruh,
berkelanjutan dan dilakukan secara terpadu dengan sarana dan prasarana sanitasi pada
setiap tahapan penyelenggaraannya.

KERANGKA ACUAN KERJA


2
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

Kota Magelang merupakan salah satu Kota terkecil di wilayah Propinsi Jawa Tengah
dengan luas wilayah Kota Magelang 1.812 Ha (18,12 km2) dan secara administratif
terbagi atas 3 kecamatan (Kecamatan Magelang Utara, Kecamatan Magelang Tengah
dan Kecamatan Magelang Selatan) dan 17 kelurahan dengan rata-rata luas wilayah per
kelurahan tidak lebih dari 2 km². Berdasarkan Permendagri Nomor 64 Tahun 2017
tentang Batas Wilayah Kabupaten Magelang dengan Kota Magelang Provinsi Jawa
Tengah, wilayah Kota Magelang mendapatan luasan wilayah terkait dengan perluasan
batas wilayah Kota Magelang seluas 0.03 km2. Total luasan wilayah Kota Magelang saat
ini seluas 1.854 Ha (18,54 km2). Kedudukan Kota Magelang di Provinsi Jawa Tengah di
gambarkan pada peta berikut :
Gambar 1
Peta Kedudukan Kota Magelang terhadap Provinsi Jawa Tengah

Sumber : Dokumen Perencanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Kota Magelang,


2013

Secara geografis Kota Magelang terletak di tengah-tengah Kabupaten Magelang dengan


batas wilayah administrastif sebagai berikut : sebelah Utara berbatasan dengan desa
Jambewangi, Kecamatan Secang Kabupaten Magelang; sebelah Timur berbatasan
dengan Sungai Elo/Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang; sebelah Selatan
berbatasan dengan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang; sebelah Barat
berbatasan dengan Sungai Progo/ Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang.

KERANGKA ACUAN KERJA


3
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

Posisi Kota Magelang yang strategis di jalur persilangan lalu lintas ekonomi dan
transportasi antara Semarang-Magelang-Yogyakarta dan Purworejo-Temanggung dan
pada persimpangan jalur wisata lokal dan regional antara Yogyakarta–Borobudur–
Kopeng-Ketep Pass- dataran tinggi Dieng menjadikannya sebagai kota kecil dengan nilai
strategis dalam katagori sebagai Pusat Pelayanan Kegiatan Wilayah (PKW) yaitu sebagai
Pusat Kegiatan Wilayah Kawasan Purwomanggung (Kabupaten Purworejo, Kabupaten
Wonosobo, Kabupaten Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang dalam
Rencana Tata Ruang Nasional dan Rencana Tata Ruang Provinsi.

KERANGKA ACUAN KERJA


4
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

Luas Kota Magelang berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64


Tahun 2017 sebesar 1853.64 Ha sedikit lebih luas dari pada luas Kota Magelang pada
tahun sebelumnya yaitu sebesar 1812 Ha. Adapun batas wilayah untuk Kota Magelang
berdasarkan Permendagri Nomor 64 Tahun 2017, sebagai berikut :
Gambar 2
Batas Wilayah Kota Magelang sesuai dengan Permendari 64 Tahun 2017

Sumber: Permendagri Nomor 64 Tahun 2017

Sumber air di Kota Magelang dapat digolongkan dari air pemukaan dan air tanah. Air
permukaan merupakan air limbah dan air hujan. Potensi air hujan perlu dilestarikan
dengan membuat sumur resapan. Sedangkan potensi air tanahnya juga tergantung
pada pelestarian pemanfaatan air permukaan yaitu air hujan.

KERANGKA ACUAN KERJA


5
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

Air tanah di Kota Magelang kurang menguntungkan jika dikembangkan mengingat air
tanah yang ada mayoritas cukup dalam dengan aquifer yang dangkal, sehingga sulit
untuk dikembangkan (dipompa).

Untuk kebutuhan air bersih Kota Magelang sampai saat ini bergantung pada sumber-
sumber air yang ada di luar wilayah Kota Magelang yaitu dari mata air yang berada di
wilayah Kabupaten Magelang dan satu-satunya mata air yang berada di Kawasan Kota
Magelang adalah Mata Air Tuk Pecah. Di kawasan Kota Magelang juga terdapat 2 (dua)
saluran air yaitu: (i) Kali Bening (Kali Kota), dan (ii) Kali Progo Manggis. Berdasarkan
data pemakaian air minum pada tahun 2016 sebesar 7.606.319 m3 . Apabila di
bandingkan dengan data tahun 2015 sebesar 7.434.942 m3 maka terjadi kenaikan
kebutuhan dari penggunaan air PDAM di Kota Magelang. Sementara data tahun 2017
penggunaan air PDAM sebanyak 7.633.558 m3/ tahun. Jumlah pemakaian air minum
terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Apabila perkiraan kebutuhan air bersih perorangan adalah sebesar 60 liter/hari maka
jika dikalikan dengan jumlah penduduk Kota Magelang pada tahun 2017 kapasitas
mata air yang tersedia masih mampu untuk mencukupi kebutuhan air bersih
masyarakat Kota Magelang walaupun masih mengandalkan sumber air yang berasal
dari kabupaten Magelang. Namun hal ini perlu menjadi perhatian untuk ke depan
mengingat semakin hari kebutuhan akan air bersih akan terus meningkat seiring
dengan bertambahnya jumlah penduduk padahal untuk memenuhi kebutuhan akan air
Kota Magelang masih bergantung pada mata air yang berada di daerah lain.

Rata-rata cakupan pelayanan air minum di Kota Magelang pada akhir Tahun 2017 baru
mencapaia sebesar 82,33 % melalui jaringan perpipaan dan 8,12% melalui Bukan
Jaringan Perpipaan (BJP). Salah satu kendala pemenuhan dalam pelayanan sistem
penyediaan air minum perpipaan ini adalah sistem jaringan yang sebagian besar sudah
berusia cukup lama dan bahkan ada yang peninggalan zaman Belanda. Kondisi pipa
transmisi saat ini dibeberapa titik sudah banyak kebocoran terutama untuk pipa
Aluminium Composite Panel (ACP), sedangkan untuk pipa ductile cast iron (DCIP)
kebocoran yang timbul kebanyakan pada sambungan karet (Rubbering). Disamping
kebocoran pada pipa transmisi, kebocoran juga terjadi pada jaringan distribusi yang
kurang layak dan kondisi perpipaan yang buruk sehingga menyebabkan tingginya tingkat
kebocoran air.

KERANGKA ACUAN KERJA


6
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

Gambar 3
Sumber Air dan Kapasitas Produksi

SPAM Mata Air Kalimas I (1972)

Elevasi: 474 M

Terpasang saat ini : 81 lt/det

PRODUKSI : 81 lt/det

SPAM Mata Air Kalimas II (1979)

Elevasi : 470 M

Terpasang saat ini : 87 lt/det

PRODUKSI : 87 lt/det

SPAM Mata Air Wulung & Karang (1920) SPAM Mata Air Tuk Pecah (2006)
Elevasi : 661 M
Elevasi : 315 M
Terpasang saat ini : 71 lt/det
Produksi: 71 lt/det
Terpasang saat ini : 102 lt/det

PRODUKSI : 102 lt/det

SPAM Mata Air Kanoman I (1994)

Elevasi : 302 M

Terpasang saat ini : 74 lt/det

PRODUKSI : 74 lt/det

MATA Air Kanoman II (1996) AKMIL

Elevasi : 302 M

Terpasang saat ini : 69 lt/det

PRODUKSI : 69 lt/det

KERANGKA ACUAN KERJA


7
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

Salah satu solusi untuk mengatasi masalah kebocoran adalah dengan mengendalikan
jumlah kehilangan air di jaringan distribusi. Kehilangan air bisa disebabkan oleh beberapa
penyebab, termasuk kebocoran, kesalahan meteran, penggunaan publik misalnya untuk
keperluan pemadam kebakaran dan pembilasan, serta pencurian.

Angka kebocoran distribusi PDAM Kota Magelang pada tahun 2014 mencapai 41,57%.
Pada tahun 2017 angka kebocoran turun menjadi 37,12%. Tingginya angka kebocoran
ini karena masih lemahnya PDAM Kota Magelang menangani masalah kebocoran secara
teknis terutama karena pipa di jaringan distribusi yang telah tua sehingga rentan terhadap
kerusakan.

Pipa distribusi yang rusak menjadi faktor utama tingginya angka kebocoran air secara
teknis. Kerusakan pada pipa distribusi tidak hanya menyebabkan kehilangan air tetapi
juga menimbulkan resiko bagi kesehatan masyarakat, kerugian ekonomis akibat
tingginya biaya dan energi yang terbuang pada pemompaan dan resiko terhadap
infrastruktur seperti pondasi bangunan dan jalan. Dengan demikian, penurunan
kebocoran air dari jaringan distribusi adalah strategi penting dalam peningkatan
pemanfaatan air yang berkelanjutan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan


Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota, Pemerintah Kota Magelang berkewajiban meninjau seluruh
permasalahan yang ada kaitannya dengan pengadaan sarana dan prasarana Sistem
Penyediaan Air Minum yang bersifat lintas Kabupaten/Kota. Untuk melihat hal tersebut
diperlukan gambaran secara utuh seluruh kawasan, khususnya kawasan yang
berbatasan dengan wilayah Kota Magelang. Tinjauan mulai dari kebutuhan, sumber daya
yang tersedia, prioritas program dalam pelaksanaan pembangunan dan lain sebagainya.
Pemenuhan sumber daya tersebut apabila dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor
7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun
2005 tentang Sistem Penyediaan Air Minum, maka untuk penyediaan prasarana tersebut
harus mengacu terhadap unsur kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

KERANGKA ACUAN KERJA


8
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

Dalam target Suistainable Developments Goals (SDGs), pada tahun 2030 dicanangkan
bahwa setengah penduduk perkotaan yang belum terlayani sistem penyediaan air minum
harus sudah mendapatkan akses terhadap hal tersebut diatas. Melihat potensi yang ada
di Kota Magelang tentang sumber air yang dimanfaatkan sebagai sumber air baku pada
sistem penyediaan air minum PDAM Kota Magelang saat ini, masih terdapat idle capacity
yang cukup besar. Total kapasitas sumber yang digunakan dari 7 (tujuh) mata air adalah
967,46 lt/det, sedangkan kapasitas produksi saat ini mecapai 509,60 lt/det dan kapasitas
distribusi total 463,22 lt/det, sehingga apabila dilihat dari kapasitas sumber yang ada
dengan kapasitas produksi, masih terdapat sisa pada sumber sebesar 457,85 lt/det.

Berdasarkan paparan diatas dibutuhkan suatu konsep dasar yang kuat guna menjamin
ketersediaan air minum bagi masyarakat sesuai dengan tipologi dan kondisi daerah.
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) merupakan jawaban bagi dasar
pengembangan air minum suatu wilayah. Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
(RISPAM) dapat menjadi dasar tersusunnya program pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum (SPAM) wilayah yang berkelanjutan dan terarah.

Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) adalah suatu rencana jangka
panjang (15-20) tahun yang merupakan bagian atau tahap awal dari perencanaan air
minum jaringan perpipaan dan non perpipaan berdasarkan proyeksi kebutuhan air minum
suatu priode yang dibagi dalam beberapa tahapan dan memuat komponen utama sistem
beserta dimensinya. Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM)
memperhatikan aspek keterpaduan dengan prasarana dan sarana sanitasi, sejak dari
sumber air hingga unit pelayanan, yang diwujudkan dalam bentuk gambar rencana induk
yang memuat antara lain lokasi sarana dan prasarana Sistem Penyediaan Air Minum,
sarana prasarana sanitasi dan rencana perlindungan dan pelestarian air.

Penyelenggaraan air minum merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah sesuai


dengan kebijakan otonomi daerah yang diterapkan, namun Pemerintah Pusat dapat
memberikan dukungan sehingga tujuan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor
7 Tahun 2004 dapat tercapai yaitu terciptanya pengelolaan dan pelayanan air minum yang
berkualitas dengan harga terjangkau, tercapainya kepentingan yang seimbang antara
konsumen dan penyedia jasa pelayanan serta meningkatnya efisiensi dan cakupan
pelayanan air minum.

KERANGKA ACUAN KERJA


9
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

Kewajiban menyusun Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) sesuai
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum, merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah. Untuk memenuhi
itu, Pemerintah Kota Magelang melaksanakan kegiatan penyusunan Rencana Induk Sistem
Penyediaan Air Minum (RISPAM) pada Tahun Anggaran 2019.

2. Maksud, Tujuan dan Sasaran

2.a Maksud

Maksud kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
Kota Magelang Tahun 2019 yaitu :
- Mengidentifikasi kebutuhan air minum pada daerah studi perencanaan,
khususnya di Kota Magelang.
- Mengetahui program yang dibutuhkan untuk pencapaian target pelayanan
Sistem Penyediaan Air Minum di Kota Magelang yang terukur pada setiap
tahapan rencana (per 5 tahun)
- Memberikan masukan bagi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan
Pemerintah Kota Magelang dalam upaya mengembangkan prasarana dan
sarana air minum di Kota Magelang melalui program yang berkelanjutan
serta terpadu dengan prasarana dan sarana sanitasi lingkungan

2.b Tujuan

Tujuan Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota
Magelang Tahun 2019 adalah tersusunnya dokumen Rencana Induk Sistem
Pengembangan Air Minum (SPAM), yang akan dapat menjadi pedoman
penyelenggaraan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota
Magelang dan nantinya dilegalkan dan ditetapkan oleh Surat Keputusan Walikota
Magelang

KERANGKA ACUAN KERJA


10
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

2.c Sasaran

Sasaran Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota
Magelang Tahun 2019 adalah :
- Identifikasi permasalahan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum di Kota
Magelang.
- Identifikasi kebutuhan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (unit air baku,
produksi, transmisi dan distribusi, cakupan pelayanan).
- Tersusunnya strategi dan program pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (pola
investasi dan pembiayaan, dan tahapan rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air
Minum).
- Memberikan arah bagi perencanaan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
untuk periode 20 tahun kedepan. Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
merupakan dokumen yang dijadikan sebagai pedoman awal untuk perencanaan
pengembangan selanjutnya, sehingga melihat pentingnya penyusunan dokumen
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) ini maka dalam menyusun
dokumen harus mengikuti kaidah-kaidah yang dipersyaratkan agar dapat memberikan
arah yang benar bagi pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum di Kota
Magelang.

3. Nama Organisasi Pengguna Jasa

Pemerintah Kota Magelang yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah Kota Magelang yang beralamat di Jalan Sarwo Edhie Wibowo
No. 2 Telp (0293) 363650 - 313126 Kota Magelang.

4. Sumber Pendanaan

Untuk pelaksanaan kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan


Air Minum (RISPAM) Kota Magelang Tahun 2019 ini dibiayai dari APBD Kota Magelang
Tahun 2019.

5. Lokasi

Lokasi kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
Kota Magelang Tahun 2019 adalah Wilayah Administrasi Kota Magelang.

KERANGKA ACUAN KERJA


11
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

6. Data Dasar

Data penunjang Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
Kota Magelang Tahun 2019 meliputi data primer dan data sekunder. Data primer meliputi
data-data hasil survey, observasi lapangan, foto, video dan alat rekam lainnya.
Sedangkan data sekunder meliputi konsep yang ada dalam dokumen perencanaan
daerah dan peraturan perundang-undangan.

7. Standar Teknis

Standar teknis calon penyedia jasa konsultansi perencanaan memiliki kapasitas teknis
konsultansi perencanaan di bidang jasa studi, penelitian dan bantuan teknis yang
dibuktikan dengan sertifikat.

8. Referensi Hukum

Landasan hukum yang digunakan dalam kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Induk
Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang Tahun 2019 adalah :
a. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
b. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional.
c. Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang
d. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
e. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
f. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan
Permukiman.
g. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-Undangan.
h. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

KERANGKA ACUAN KERJA


12
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

i. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem


Penyediaan Air Minum
j. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan
Penerapan Sistem Penyediaan Air Minum.
k. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota.
l. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber
Daya Air.
m. Peraturan Pemerintah Nomor 121 Tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya Air
n. Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air
Minum.
o. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 18/PRT/M/2007 tentang
Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum.
p. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2009 tentang
Penyelenggaraan Pengembangan SPAM Bukan Jaringan Perpipaan.
q. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2010 tentang Pedoman
Kerjasama Pengusahaan Pengembangan SPAM.
r. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2016
tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum.
s. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009 – 2029.
t. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Magelang Tahun 2005-2025.
u. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kota Magelang Tahun 2011-2031.
v. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Magelang Tahun 2016-2021.
w. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan
Susunan Perangkat Daerah
x. Peraturan Daerah Kota Magelang 11 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah Kota Magelang Tahun 2019

KERANGKA ACUAN KERJA


13
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

9. Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Minum Kota Magelang Tahun 2019 meliputi :
 Melakukan kegiatan pengumpulan data pada instansi-instansi terkait
pengelola air minum eksisting, khususnya data yang berkaitan erat dengan
sistem penyediaan air minum eksisting, kondisi air baku, cakupan
pelayanan, dan permasalahan yang berkaitan dengan air minum termasuk
kondisi kesehatan masyarakatnya.
 Mengkaji kondisi daerah studi perencanaan, meliputi :
a. Kondisi dan karakteristik daerah/aspek fisik daerah.
b. Perkembangan Penduduk.
c. Gambaran mengenai perkembangan daerah.
d. Sumber air dan ketersediaannya.
e. Gambaran kondisi sistem air minum eksisting.
 Melakukan diskusi/koordinasi dengan instansi terkait sebagai persamaan
persepsi program.
 Melakukan kajian terhadap hasil studi terdahulu tentang sistem penyediaan
air minum di daerah studi, serta mengenai sistem penyediaan air minum
regional yang relevan.
 Melakukan survey lapangan yang meliputi sumber air baku dan daerah
pelayanan.
 Melakukan survey sosial dan ekonomi secara sampling melalui penyebaran
kuesioner kepada masyarakat di daerah studi yang dilakukan secara
random untuk mendapatkan informasi mengenai ketersediaan dan
kebutuhan air minum, termasuk didalam survey ini adalah mendapatkan
informasi yang akurat mengenai kemampuan dan keinginan membayar
masyarakat terhadap penyediaan air minum (Affordability & Willingness to
Pay).
 Melakukan pemeriksaan sampel air terhadap sumber air baku yang mungkin
digunakan.
 Menyajikan kondisi sistem pelayanan, cakupan pelayanan air minum
eksisting dalam bentuk tabulasi.
 Melakukan perhitungan secara akurat mengenai kebutuhan air minum
masyarakat di wilayah studi sampai tahun 2040.

KERANGKA ACUAN KERJA


14
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

 Mengusulkan alternatif sistem yang sesuai berdasarkan jumlah penduduk,


kondisi social ekonomi, kondisi daerah pelayanan, kebutuhan investasi dan
kondisi sumber air baku yang ada.
 Menyusun perhitungan secara garis besar mengenai :
a. Debit yang dibutuhkan untuk masing-masing sistem sampai dengan
tahun proyeksi.
b. Menentukan daerah pelayanan, jalur pipa, panjang dan diameter pipa
serta bangunan penunjangnya.
 Menentukan sistem pola pelayanan air minum sesuai dengan kondisi daerah
pelayanan.
 Menentukan prioritas dalam membuat Sistem Penyediaan Air Minum di Kota
Magelang, dengan berpedoman kepada : kesiapan pengelola (PDAM Kota
Magelang) dan Pemerintah Kota Magelang dalam mengaplikasikan
perencanaan, adanya sistem eksisting yang dapat dikembangkan, kesiapan
kerjasama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah
Kota serta pihak investor, dapat melayani lintas Kabupaten/Kota, sudah
mempunyai Surat Ijin Pengambilan Air (SIPA) terhadap sumber yang
dianggap potensi dll.
 Melakukan survey sosial ekonomi secara sampling melalui penyebaran
kuesioner kepada masyarakat di daerah studi yang dilakukan secara
random untuk mendapatkan informasi mengenai ketersediaan dan
kebutuhan air minum, termasuk di dalam survey ini adalah mendapatkan
informasi yang akurat mengenai kemampuan dan keinginan membayar
masyarakat terhadap penyediaan air minum (Affordability & Willingness to
Pay).
 Melakukan kajian finansial sistem pengolahan air minum.
 Menentukan alternatif pola-pola pembiayaan untuk pembangunan sistem
penyediaan air minum yang telah ditentukan rancangan dan biayanya
diatas.
 Menentukan alternatif pengelolaan sistem penyediaan air minum. Termasuk
dalam pekerjaan ini adalah pembagian peran antara Pemerintah Pusat,
Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Daerah dan swasta.
 Menentukan skala prioritas pembangunan sistem air minum berdasarkan
perkembangan sosial ekonomi/kebutuhan pelayanan air minum sampai
dengan tahun 2040.

KERANGKA ACUAN KERJA


15
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

 Melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan stakeholders terkait di


Kota Magelang untuk menentukan rencana/strategi pengelolaan air minum
di Kota Magelang serta mendiskusikan secara intensif mengenai tindak
lanjut dari hasil-hasil studi ini untuk mendapatkan rencana tindak (action
plan) yang mengikat bagi Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat.
 Penyusunan Kebutuhan sistem air minum eksisting dan rencana
interkonektingnya dengan sistem air minum yang dibangun.
 Penyusunan rencana teknis rinci meliputi :
a. Melakukan survey dan pengukuran.
b. Menganalisa hasil survey dan pengukuran.
c. Penyusunan kriteria teknis dan desain.
d. Membuat perhitungan-perhitungan desain jaringan pipa transmisi dan
distribusi dan Hidrant Umum.
e. Melakukan pengukuran elevasi muka air tertinggi dan terendah.
 Studi perencanaan ini diproyeksikan sampai akhir tahun 2040. Perencanaan
harus teliti dan lengkap yang menunjukkan lokasi, penyusunan letak,
evaluasi, bagian-bagian penting dari pekerjaan yang akan dilaksanakan.
 Membuat rencana jadwal studi perencanaan dalam bentuk bar-chart
berbagai kegiatan teknis dan non teknis terbagi atas bagian-bagian
pekerjaan dari kegiatan yang akan dilaksanakan (schedule pelaksanaan).
 Membuat perkiraan biaya untuk operasi dan pemeliharaan sistem yang
terbangun (perkiraan pemakaian bahan kimia, bahan bakar atau listrik).
 Perhitungan dan desain perencanaan :
a. Perhitungan debit perencanaan :
- Rata-rata.
- Maximum day.
- Peak Hour.
b. Sumber air yang digunakan.
c. Jenis pengolahan yang dilakukan.
d. Perhitungan desain unit reservoir dan jaringan pipa distribusi utama dan
sekunder dan pipa transmisi dan bangunan-bangunan pelengkap
lainnya.

KERANGKA ACUAN KERJA


16
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

e. Intake
Perhitungan dan desain intake meliputi :
- Dimensi bangunan-bangunan intake.
- Alat ukur yang digunakan.
- Instalasi listrik.
- Alat pencatat tinggi muka air.
f. Instalasi Pengolahan Air
Perhitungan dan desain perencanaan instalasi meliputi :
- Dimensi masing-masing hidrolis (kehilangan-kehilangan energi
sepanjang aliran masuk hidrofor sampai reservoir (bawah)).
- Ground Reservoir, perhitungan volume dan dimensinya juga
dilampirkan perhitungan konstruksi dengan nota desain.
g. Perpipaan
Perhitungan dan desain perpipaan meliputi :
- Pipa Transmisi.
Perhitungan : panjang pipa, diameter dan kehilangan tekanan
sepanjang aliran.
- Penentuan jaringan pipa utama yang melayani distribusi.
- Penentuan letak-letak tapping (penyadapan).
- Menghitung debit aliran pada pipa dan diameter pipa utama.
· Menghitung kebutuhan masing-masing jalur pipa yang akan
ditapping.
h. Bangunan Penunjang
Bangunan penunjang meliputi Rumah Jaga dll sesuai dengan
kebutuhan.
i. Penggambaran
Penggambaran untuk masing-masing unit yaitu Ground Reservoir,
perpipaan dan drainase .

KERANGKA ACUAN KERJA


17
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

10. Keluaran (Output)

Keluaran (output) yang dihasilkan dari kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana


Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang adalah dokumen
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang yang siap
ditindaklanjuti oleh Penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota
Magelang untuk menjadi dokumen Legal Pemerintah Kota Magelang mengenai
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum.

11. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan

Lingkup kewenangan penyedia jasa konsultansi perencanaan kegiatan Penyusunan


Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang
Tahun 2019 adalah :
a. Melakukan tanggapan sekaligus penjabaran Kerangka Acuan Kerja ini untuk
selanjutnya menyusun rencana kerja dan melakukan persiapan pekerjaan, serta
menyerahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen dalam bentuk laporan, untuk
dikoordinaikan guna memperoleh kesepakatan yang akan menjadi pegangan
bersama.
b. Mengumpulkan dan mengakses data primer dan data sekunder selama bukan
diklarifikasikan sebagai rahasia negara dan mengganggu ketertiban umum.
c. Memberikan masukan dan saran, mulai dari sasaran, sistematika pembuatan
laporan dan metodologi pekerjaan.
d. Menentukan/menetapkan dan menjustifikasi konsep perencanaan dan
perancangan yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional akademik,
independen, dan penuh tanggung jawab sesuai keahliannya dan peraturan
perundang-undangan.
e. Koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen serta instansi terkait untuk
memperoleh informasi terkait dengan kajian/penelitian yang dilaksanakan.
f. Melaksanakan survey dan kompilasi data berbagai aspek fakta di wilayah
penelitian/kajian.
g. Melakukan pengumpulan data dan analisa dan hasil tersebut dituangkan dalam
laporan. Hasil laporan tersebut diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen
untuk dapat didiskusikan guna memperloleh berbagai masukan yang konstruktif.
h. Menyusun data dan informasi kawasan wilayah perencanaan.

KERANGKA ACUAN KERJA


18
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

i. Membuat serta menyerahkan setiap bentuk kewajiban berupa laporan


pendahuluan, laporan antara, laporan akhir, executive summary dan data digital
(compact disc) dan diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen secara tepat
waktu dengan suatu Berita Acara Serah Terima.

12. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan

Jangka waktu penyelesaian kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem


Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang Tahun 2019 adalah 90 (Sembilan
puluh puluh) hari kalender atau 3 (tiga) bulan kalender sejak penandatangan kontrak.

13. Kebutuhan Personil (Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung)

Personil yang dibutuhkan dalam kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Induk


Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang Tahun 2019 adalah sebagai
berikut :
1. Tenaga Ahli
a. Ketua Tim (Team Leader) – Ahli Teknik Lingkungan
Ketua Tim (Team Leader) sebanyak 1 (satu) orang sebagai koordinator tim
dalam pekerjaan ini. Ketua Tim (Team Leader) disyaratkan minimal lulusan
Sarjana (S1) Teknik Lingkungan dengan pengalaman kerja sedikitnya 3 (tiga)
tahun, memiliki pengalaman dibidang yang berkaitan dengan pekerjaan yang
akan dilaksanakan, memiliki SKA Teknik Lingkungan dan memiliki NPWP.
Ketua tim harus mampu mengkoordinasikan pekerjaan dari tim dan
menentukan standar yang seragam untuk pekerjaan yang dilakukan oleh
anggota tim yang berkaitan dengan rancangan kegiatan serta perencanaan
teknis Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum.
b. Tenaga Ahli Teknik Sanitasi dan Limbah
Tenaga Ahli Teknik Sanitasi dan Limbah sebanyak 1 (satu) orang disyaratkan
minimal lulusan Sarjana (S1) Teknik Lingkungan atau Sarjana (S1) Teknik
Penyehatan dengan pengalaman kerja sedikitnya 3 (tiga) tahun, memiliki
pengalaman dibidang yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan
dilaksanakan, memiliki SKA Teknik Sanitasi dan Limbah dan memiliki NPWP.

KERANGKA ACUAN KERJA


19
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

c. Tenaga Ahli Teknik Air Minum


Tenaga Ahli Teknik Air Minum sebanyak 1 (satu) orang disyaratkan minimal
lulusan Sarjana (S1) Teknik Lingkungan atau Sarjana (S1) Teknik Penyehatan
atau Sarjana (S1) Teknik Kimia dengan pengalaman kerja sedikitnya 3 (tiga)
tahun, memiliki pengalaman dibidang yang berkaitan dengan pekerjaan yang
akan dilaksanakan, memiliki SKA Teknik Air Minum dan memiliki NPWP.
d. Tenaga Ahli Teknik Sumber Daya Air
Tenaga Ahli Teknik Sumber Daya Air sebanyak 1 (satu) orang disyaratkan
minimal lulusan Sarjana (S1) Teknik Sipil atau Sarjana (S1) Teknik Pengairan
dengan pengalaman kerja sedikitnya 3 (tiga) tahun, memiliki pengalaman
dibidang yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan, memiliki
SKA Teknik Sumber Daya Air dan memiliki NPWP.
e. Tenaga Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota
Tenaga Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota sebanyak 1 (satu) orang
disyaratkan minimal lulusan Sarjana (S1) Planologi atau Sarjana (S1) Wilayah
dan Perkotaan atau Sarjana (S1) Arsitek dengan pengalaman kerja sedikitnya
3 (tiga) tahun, memiliki pengalaman dibidang yang berkaitan dengan
pekerjaan yang akan dilaksanakan, memiliki SKA Perencanaan Wilayah dan
Kota dan memiliki NPWP.
f. Tenaga Ahli Teknik Bangunan Gedung
Tenaga Ahli Teknik Bangunan Gedung sebanyak 1 (satu) orang disyaratkan
minimal lulusan Sarjana (S1) Teknik Sipil, dengan pengalaman kerja
sedikitnya 3 (tiga) tahun, memiliki pengalaman dibidang yang berkaitan
dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan, memiliki SKA Teknik Bangunan
Gedung dan memiliki NPWP.
2. Tenaga Pendukung
a. Surveyor
Surveyor disyaratkan minimal D3 dari berbagai disiplin ilmu, minimal 2 (dua)
orang, memiliki pengalaman pernah terlibat dalam pekerjaan survey dibidang
yang yang berkaitan dengan pekerjaan, pengalaman minimal 2 (dua) tahun,
dan memiliki SKT.
b. Drafter
Drafter disyaratkan minimal lulusan D3, minimal 1 (satu) orang, memiliki
pengalaman kerja sedikitnya 2 (dua) tahun dalam menyiapkan gambar desain
untuk bidang yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan.

KERANGKA ACUAN KERJA


20
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

c. Operator Komputer
Operator Komputer disyaratkan minimal lulusan STM/SMK/SMA sederajat,
minimal 1 (satu) orang, memiliki pengalaman kerja sedikitnya 2 (dua) tahun
dalam bidang yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan.
c. Tenaga Administrasi
Tenaga Administrasi disyaratkan minimal lulusan STM/SMA/SMK sederajat,
minimal 1 (satu) orang, memiliki pengalaman kerja serta pernah terlibat dalam
pekerjaan studi perencanan atau pekerjaan lainnya minimal 2 (dua) tahun.

14. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum


dilaksanakan oleh Tim Penyusun Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
(RISPAM) Kota Magelang Tahun 2019 dibantu oleh Penyedia Jasa Konsultansi
Perencanaan Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM)
Kota Magelang Tahun 2019. Untuk itu perlu disusun strategi pelaksanaan kegiatan
secara intensif dan maksimal.

Prosedur dan mekanisme pelaksanaan kegiatan Penyusunan Rencana Induk Sistem


Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang Tahun 2019 terdapat beberapa
prinsip yang perlu diperhatikan guna menjamin tercapainya tujuan yaitu :
a. Obyektif dan profesional
b. Tepat waktu
c. Berkesinambungan
d. Berbasis kinerja

Metodologi kegiatan Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum


(RISPAM) Kota Magelang Tahun 2019 terdiri atas 2 (dua) tahap, meliputi :
a. Tahap Persiapan
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder
2. Identifikasi wilayah perencanaan
3. Identifikasi Konsep Dokumen Perencanaan Daerah berupa Dokumen
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Tata
Ruang Wilayah.

KERANGKA ACUAN KERJA


21
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

b. Tahap Pelaksanaan
1. Penyajian perencanaan dan perancangan
2. Diskusi dengan Tim Penyusun Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
(RISPAM) Kota Magelang Tahun 2019 untuk mengumpulkan masukan dan
penajaman konsep.
3. Membuat perencanaan dan perancangan Rencana Induk Sistem
Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang.

Dalam tahap pelaksanaan, penyedia jasa konsultansi perencanaan menuangkan


hasil ke dalam bentuk laporan secara berjenjang meliputi laporan pendahuluan,
laporan antara dan laporan akhir.

15. Laporan

a. Laporan Pendahuluan
Laporan pendahuluan merupakan laporan awal pelaksanaan yang telah
didiskusikan dengan pihak pemberi tugas. Laporan pendahuluan memuat
tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja dan rencana/program kerja
pelaksanaan secara keseluruhan dari kegiatan yang disampaikan oleh pemberi
tugas, berkaitan dengan rencana survey, jenis survey yang akan dilaksanakan.
Serta dilengkapi rancangan awal yang berisi rencana kerja konsultan perencana
dan masukan penyajian desain obyek/kawasan strategis dan prioritas daerah.
Laporan pendahuluan dalam bentuk draft buku, harus diserahkan selambat-
lambatnya 30 (tiga puluh) hari, sebanyak 30 (tiga puluh) buku laporan, setelah
SPMK diterbitkan.
b. Laporan Antara
Laporan antara memuat hasil pengumpulan data dan hasil analisa/konsep serta
gambar sementara perencanaan dan perancangan Rencana Induk Sistem
Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang.
Laporan antara dalam bentuk draft buku harus diserahkan selambat-lambatnya
akhir bulan ke-2 (dua), sebanyak 30 (tiga puluh) buku laporan antara, setelah
SPMK diterbitkan.

KERANGKA ACUAN KERJA


22
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

c. Laporan Akhir
Laporan akhir memuat perencanaan dan rancangan akhir yang telah didiskusikan
dengan pihak terkait, berisikan rencana dan rancangan meliputi kompilasi data
survey, hasil sintesa analisis, konsep pengembangan, dan rekomendasi dari
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang.
Laporan akhir dalam bentuk buku harus diserahkan selambatnya pada akhir
bulan ke-3 (tiga), sebanyak 30 (tiga puluh) buku setelah SPMK diterbitkan.

Sistematika penyusunan Laporan Rencana Induk Sistem Pengembangan Air


Minum (RISPAM) Kota Magelang adalah sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan secara ringkas mengenai latar belakang, maksud dan tujuan,
keluaran dari kegiatan ini, landasan hukum dan ruang lingkup kegiatan dalam
Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengembangan Air Minum (RISPAM) Kota
Magelang

BAB II. KONDISI UMUM DAERAH


Bab ini menjelaskan tentang gambaran umum wilayah studi yang terdiri dari
kondisi fisik wilayah, kondisi sosial ekonomi, dan kondisi infrastruktur yang
terdapat di wilayah Kota Magelang yang akan menjadi salah satu dasar
penyusunan Rencana Induk Sistem Pengembangan Air Minum (RISPAM) Kota
Magelang.

BAB III. KONDISI SPAM EKSISTING


Bab ini menjelaskan tentang kondisi Sistem Penyediaan Air Minum di Kota
Magelang yang menjelaskan mengenai jumlah sambungan, sistem transmisi dan
distribusi, sumber air yang digunakan diwilayah Kota Magelang yang dilayani oleh
PDAM Kota Magelang serta keuangan dan kelembagaan.

BAB IV. STANDAR/KRITERIA PERENCANAAN


Bab ini menguraikan kriteria teknis, metoda dan standar pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum di Kota Magelang yang meliputi periode perencanaan,
standar pemakaian air, kebutuhan air, kehilangan air serta metode proyeksi
penduduk.

KERANGKA ACUAN KERJA


23
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

BAB V. PROYEKSI KEBUTUHAN AIR


Bab ini menguraikan rencana pemanfaatan ruang, rencana daerah pelayanan,
proyeksi jumlah penduduk dan proyeksi kebutuhan air minum di Kota Magelang
melalui perhitungan-perhitungan sampai dengan tahun perencanaan RISPAM
(Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum).

BAB VI. POTENSI AIR BAKU


Bab ini menjelaskan secara umum tentang kondisi geohidrologi (air baku) yang
terdapat di wilayah Kota Magelang yang berpotensi sebagai sumber air baku untuk
pengembangan penyediaan air minum di wilayah tersebut.

BAB VII. RENCANA PENGEMBANGAN SPAM


Bab ini menguraikan rencana pengembangan dan perencanaan Sistem
Penyediaan Air Minum di wilayah Kota Magelang sampai tahun 2040 ke depan.
Rencana ini digunakan sebagai acuan pengembangan SPAM Kota Magelang
sampai dengan akhir tahun periode perencanaan.

BAB VIII. RENCANA PENDANAAN/INVESTASI


Bab ini menguraikan potensi sumber-sumber pendanaan dan inventasi untuk
mendukung terlaksananya rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum di Kota Magelang sampai dengan akhir tahun periode perencanaan.

BAB X. RENCANA PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN


Bab ini menjelaskan tentang aspek kelembagaan pengelola Sistem Penyediaan
Air Minum (SPAM) di Kota Magelang sehingga kontinuitas pelayanan air minum
tetap terjaga.

BAB XI. PENUTUP


Bab ini berisikan tentang saran dan rekomendasi

d. Executive Summary
Executive Summary merupakan ringkasan laporan akhir dari hasil pelaksanaan
pekerjaan. Executive Summary dalam bentuk buku yang harus diserahkan
selambatnya akhir bulan ke-3 (tiga), sebanyak 30 (tiga puluh) buku setelah
SPMK diterbitkan.

KERANGKA ACUAN KERJA


24
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019
BAPPEDA KOTA MAGELANG
TAHUN 2019

16. Lain-Lain

a. Produksi Dalam Negeri


Semua kegiatan jasa konsultansi perencanaan berdasarkan Kerangka Acuan Kerja
ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecuali
ditatapkan lain dalam Kerangka Acuan Kerja dengan pertimbangan keterbatasan
kompetensi dalam negeri.
b. Pedoman Pengumpulan Data Lapangan
Pengumpulan data/survey lapangan harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut :
1. Pendataan lokasi/lingkungan berada di wilayah administrasi Kota Magelang dan
seijin lembaga pengelola aset terpilih.
2. Dalam melaksanakan pendataan harus bersedia diawasi Tim Penyusun
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang Tahun
2019 atau petugas yang ditunjuk Pejabat Pembuat Komitmen
c. Alih Pengetahuan
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan berkewajiban untuk
menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan
kepada Personil Perangkat Daerah

Demikian, Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of Reference (ToR) ini dibuat dalam
rangka memberi kejelasan (paling tidak secara garis besarnya) kepada semua pihak
yang berkepentingan terhadap kegiatan ini, baik maksud, tujuan maupun sasaran yang
akan dituju, dengan catatan bahwa segala bentuk materi dan makna yang telah disusun
ini masih belum dapat dikatakan sempurna. Oleh karenanya segala masukan dan
tanggapan dari berbagai pihak terkait sangat diharapkan sekali guna kesempurnaannya.

Magelang, 10 Juni 2019


Disusun oleh :
Pejabat Pembuat Komitmen
Kegiatan Penyusunan Rencana Induk
Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM)
pada Bappeda Kota Magelang Tahun 2019

WIDOYOKO, [Link], MT
NIP. 19691113 199603 1 005

KERANGKA ACUAN KERJA


25
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA MAGELANG TAHUN 2019

Anda mungkin juga menyukai