Pengertian dan Fungsi Modul Sensor
Pengertian dan Fungsi Modul Sensor
Oleh:
Ilmawan Mustaqim, [Link].T.,M.T
i
SENSOR DAN TRANDUSER
I. PENDAHULUAN
Manusia sebagai makhluk hidup, harus berinteraksi dengan
lingkungan yang ada, baik interaksi langsung maupun tidak langsung.
Interaksi dengan lingkungan sekitar, manusia mempunyai beberapa alat
yang ada di tubuhnya untuk menangkap dan merespon apa yang ada di
lingkungannya.
Pada dasarnya manusia mempunyai 5 indra, yang digunakan
manusia untuk berinteraksi dengan lingkungannya, indra tersebut adalah :
mata, telinga, hidung, kulit, dan lidah. Masing-masing dari organ manusia
tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri, yaitu:
1. Mata (Indra Penglihatan)
Mata merupakan organ manusia yang berfungsi sebagai alat
penglihatan. Manusia dapat menangkap visual dari lingkungan sekitar
dengan organ tubuh ini.
2. Telinga (Indra Pendengaran)
Telinga merupakan organ manusia yang berfungsi untuk
menangkap audio/suara dari lungkungan sekitar. Organ ini membuat
manusia dapat mengetahui suara-suara yang ada di sekitarnya.
3. Hidung (Indra Pencium)
Manusia dapat mengetahui bau apa saja yang ada di
lingkungan sekitarnya melalui organ ini sehingga dapat membedakan
berbagai macam bau yang ada.
4. Lidah (Indra Perasa)
Lidah membantu manusia untuk membedakan rasa dari benda-
benda di sekitarnya. Lidah terletak di dalam mulut manusia. Biasanya
organ ini digunakan untuk membedakan bahan-bahan yang akan
dikonsumsi manusia.
5. Kulit (Indra Perasa)
Dengan menggunakan Indra ini manusia akan dapat
merasakan apa yang ada di sekitarnya, baik secara langsung maupun
tidak langsung, misalnya merasakan permukaan kasar, halus, panas,
dingin, dan lain-lain.
1
Organ-organ tubuh manusia yang digunakan untuk berinteraksi
dengan lingkungan sekitar merupakan organ dari Maha Pencipta, dan
memang merupakan kodratnya ada pada manusia yang digunakan untuk
berinteraksi dengan lingkungannya.
Dalam perkembangannya manusia menciptakan alat yang
mempunyai fungsi menyamai atau mungkin mendekati dari organ-organ
di atas. Alat alat yang diciptakan manusia akan digunakan untuk
membantu dalam melakukan pekerjaan yang dilakukan manusia,
misalnya dalam pabrik dibutuhkan suatu system yang bekerja dengan
melakukan penyensoran atau pengidentifikasian seperti organ manusia
mata, maka manusia menciptakan alat yang mempunyai karakteristik
kerja seperti mata.
Sensor-sensor yang diciptakan manusia, terdiri dari banyak jenis,
dan mempunyai banyak fungsi. Beberapa fungsi dan kerja alat
didasarkan pada organ indra manusia walaupun tidak seratus persen
sama. Alat yang diciptakan manusia untuk melakukan pengindraan
disebut dengan sensor.
2
III. PERSYARATAN UMUM SENSOR
Dari beberapa pengertian di atas dapat dilihat, bahwa sensor
merupakan alat yang mempunyai perubahan karakteristik setelah pada
alat tersebut diberi perubahan besaran. Perubahan karakteristik sensor
tersebut ada bermacam-macam, mulai dari gerakan, perubahan besar
resistansi, perubahan panjang, dan lain-lain. Sensor dalam teknik
pengukuran dan pengaturan ini harus memenuhi persyaratan-persyaratan
kualitas, yaitu :
1. Linieritas
Sensor biasanya menghasilkan sinyal keluaran yang berubah
secara kontinyu sebagai tanggapan terhadap masukan yang berubah
secara kontinyu, misalnya sebuah sensor panas dapat menghasilkan
tegangan sesuai dengan panas yang dirasakannya. Perubahannya dapat
digambarkan dalam bentuk grafik. Gambar 1.1 merupakan contoh grafik
keluaran sensor, yaitu perbandingan antara tegangan dan suhu.
Liner Non linier
3
secara mendadak. Sensor harus dapat menyesuaikan perubahan yang
terjadi bila nilai masukan pada sistem tempat sensor tersebut berubah.
5. Batas frekuensi terendah dan tertinggi
Batas-batas tersebut adalah nilai frekuensi masukan periodik
terendah dan tertinggi yang masih dapat dikonversi oleh sensor secara
benar. Pada kebanyakan aplikasi disyaratkan bahwa frekuensi terendah
adalah 0 Hz.
6. Stabilitas waktu
Untuk nilai masukan (input) tertentu sensor harus dapat
memberikan keluaran (output) yang tetap nilainya dalam waktu yang
lama.
7. Histerisis
Gejala histerisis yang ada pada magnetisasi besi dapat pula
dijumpai pada sensor. Misalnya, pada suatu temperatur tertentu sebuah
sensor dapat memberikan keluaran yang berlainan.
Empat sifat diantara syarat-syarat dia atas, yaitu linieritas,
ketergantungan pada temperatur, stabilitas waktu dan histerisis
menentukan ketelitian sensor (Link, 1993).
Dari perubahan karakteristik jika ditambahkan dengan beberapa
komponen lagi, dan akan membuat sensor tersebut mempunyai
peribahan yang bersifat merubah besaran yang ada maka alat tersebut
sudah menjadi tranduser. Seperti pada pengertian berikut :
Transduser (Inggris: transducer) adalah sebuah alat yang
mengubah satu bentuk daya menjadi bentuk daya lainnya untuk berbagai
tujuan termasuk pengubahan ukuran atau informasi (misalnya, sensor
tekanan).
4
sensor juga akan terjadi perubahan karakteristik, pada tranduser
karakteristik sensor akan digunakan untuk membuat perubahan
karakteristik yang dapat digunakan sebagai sinyal inputan.
Perbedaan dari sensor dan tranduser adalah.
Sensor merupakan sebuah alat yang mempunyai perubahan
karakteristik, saat alat tersebut diberi perubahan besaran, sesuai jenis
sensornya, sedangkan tranduser merupakan alat yang di dalamnya
terdapat sensor, dan komponen lain, yang fungsinya, untu meneruskan
perubahan karakteristik sensor tersebut, dalam sebuah sinyal/besaran.
Tranduser sendiri dibagi menjadi dalam 2 jenis umum, yaitu :
1. Transduser pasif, yaitu transduser yang dapat bekerja bila mendapat
energi tambahan dari luar, contohnya :
thermistor. Untuk mengubah energi panas menjadi energi listrik
yaitu tegangan listrik, maka thermistor harus dialiri arus listrik. Ketika
hambatan thermistor berubah karena pengaruh panas, maka tegangan
listrik dari thermistor juga berubah
2. Transduser aktif, yaitu transduser yang bekerja tanpa tambahan energy
dari luar, tetapi menggunakan energi yang akan diubah itu sendiri,
contohnya :
Termokopel. Ketika menerima panas, termokopel langsung meng-
hasilkan tegangan listrik tanpa membutuhkan energi dari luar.
Dalam kenyataaannya, banyak tranduser yang mrubah dari energy
yang disensor menjadi energy listrik, karena dalam perkembangannya
banyak teknologi yang dikembangkan bersifat elektris. Tranduser-
tranduser yang dibuat manusia, bermacam-macam, dan mempunyai
banyak aplikasi. Baik dalam industry maupun kehidupan sehari-hari,
Suatu sensor mempunyai tingkat sensitivitas, sensitivitas merupakan
tingkat kepekaan sensor dalam menanggapi gejala-gejala masukan yang
terjadi pada sensor tersebut.
5
V. JENIS SENSOR DAN TRANDUSER
Jenis jenis sensor dan tranduser sanngat banyak, mulai dariyang
sederhana sampai yang komplek. Jenis-jenisnya antara lain :
1. Tranduser dan Sensor Posisi
Tranduser dan sensor ini merupakan Tranduser dan sensor
yang memiliki perubahan karakteristik. Dengan perubahan posisi. Jadi
tranduser ini merubah energy mekanik, ke energy elektrik. Biasanya
yang disensor merupakan gerakan, misalnya: gerakan maju-mundur,
gerakan berputar, dan naik turun
a. Potentiometric
b. Gravitasi sensor
c. Sensor Kapasitif
d. Sensor Induktif dan Magnetic
LVDT and RVDT
Eddy Current Sensors
Sensor Transverse induktif
Hall Effect Sensors
Sensor Magnetoresistive
Detektor Magnetostrictive
e. Optical Sensors
Jembatan Optic
Kedekatan Detector dengan Cahaya Terpolarisasi
Fiber-Optic Sensors
Fabry–Perot Sensors
Grating Sensors
Linear Optical Sensors (PSD)
f. Sensors Ultrasonic
g. Radar Sensors
Micropower Impulse Radar
Ground-Penetrating Radar
2. Sensor Gaya
Sensor ini secara umum merubah gaya menjadi energy listrik,
misalnya, gaya tekanan. Sensor ini akan mengeluarkan karakteristik
berdasarkan dari gaya yang diberikan kepadanya, jenisnya
a. Bonded strain gage
6
b. Unbonded strain gage
c. Piezoelectric force sensors
3. Tranduser Aliran
Tranduser ini merupakan tranduser digunaan untuk menyensor
aliran, biasanya yang disensor merupakan aliran liquid atau cairan.
a. Pressure Tranducer
b. Liquid/Flow Tranducer
c. Level Tranducer
4. Tranduser Suhu
Suatu sensor yang berfungsi untuk mengkonversikan energi
panas menjadi sinyal listrik. Jenisnya adalah
a. Sensor-sensor Thermoresistif
Resistance Temperature Detector (RTD)
Thermistor
Thermoelektric Contact Sensors
b. Sensor Suhu Rangkaian Terpadu (IC)
IC LM35
5. Tranduser Kelembaban
Tranduser kelembaban, yaitu tranduser yang digunakan untuk
mengukur atau mengetahui kelembaban,misalnya kelembaban udara,
kelembaban benda, dan lain-lain. Beberapa jenis tranduser
kelembaban:
a. Capacitive Sensors
b. Electrical Conductivity Sensors
c. Thermal Conductivity Sensor
d. Optical Hygrometer
e. Oscilating Hygrometer
6. Tranduser Kimia
Merupakan tranduser yang memiliki perubahan karakteristik
berdasarkan reaksi kimia yang ada, jenis- jenisnya :
a. Direct Sensor
Metal-Oxide Chemical Sensors
AchemFET
Sensor Elektromekanikal
Ampermetric Sensor
7
Enhanced Catalytic Gas Sensors
b. Sensor komplek.
Thermal Sensors
Optical Chemical Sensors
Biochemical Sensors
8
SENSOR POSISI
1. Potensiometri Sensor
Sebuah posisi atau transduser perpindahan dapat dibangun dengan
potensiometer linear atau putar atau pot untuk pendek. Prinsip operasi dari
sensor ini didasarkan pada Pers. (3.54) Bab 3 untuk ketahanan kawat. Dari
rumus, maka bahwa perlawanan linear berhubungan dengan panjang kawat.
Jadi, dengan membuat objek untuk mengendalikan panjang kawat, seperti
yang dilakukan dalam pot, pengukuran perpindahan dapat dilakukan. Karena
pengukuran resistansi memerlukan bagian dari sebuah arus listrik melalui
kawat panci, transduser potensiometri adalah jenis aktif, yaitu, membutuhkan
sinyal eksitasi, (misalnya, arus DC). Sebuah stimulus (perpindahan)
digabungkan ke panci wiper, yang menyebabkan gerakan resistensi
perubahan (Gambar 7.1A). Di sirkuit paling praktis, pengukuran resistansi
digantikan oleh pengukuran drop tegangan. Tegangan pada wiper dari pot
linear sebanding dengan perpindahan d:
(7.1)
9
Gambar. 2.1. (A) Potensiometer sebagai sensor posisi; (B) cairan tingkat
sensor gravitasi dengan pelampung; (C) potensiometer linier. (Courtesy of
Piher Group, Tudela, Spanyol.)
Gaya yang diperlukan untuk memindahkan wiper berasal dari objek yang
diukur, dan energi yang dihasilkan didisipasikan dalam bentuk [Link]-luka
potensiometer yang dibuat dengan kawat tipis yang memiliki diameter pada
urutan 0,01 mm. Sebuah potensiometer kumparan yang baik dapat
memberikan resolusi rata-rata sekitar 0,1% dari FS (skala penuh), sedangkan
berkualitas tinggi potensiometer Film resistif dapat menghasilkan resolusi
yang sangat kecil yang hanya dibatasi oleh keseragaman bahan resistif dan
lantai kebisingan antarmuka sirkuit. Yang terus menerus resolusi pot yang
10
dibuat dengan plastik konduktif, film karbon, film logam, atau campuran
keramik-logam yang dikenal sebagai keramik logam. Wiper dari
potensiometer presisi terbuat dari paduan logam mulia. Perpindahan
dirasakan oleh berbagai sudut potensiometer dari sekitar 10 ◦ untuk lebih dari
3000 ◦ untuk pot multiturn (dengan mekanisme gear). Meski cukup berguna
dalam beberapa aplikasi, potensiometer memiliki beberapa kelemahan:
1. Terlihat mekanik beban (gesekan)
2. Perlu untuk kopling fisik dengan objek
3. kecepatan rendah
4. Gesekan dan tegangan eksitasi penyebab pemanasan potensiometer
5. Rendah stabilitas lingkungan
2. Sensor Gravitasi
Gravitasi populer -tingkat transduser digunakan dalam tangki toilet. Unsur
utama transduser adalah pelampung-perangkat yang densitasnya lebih
rendah dari air. Dalam kebanyakan tank, secara langsung digabungkan ke
katup air untuk menjaga itu baik membuka atau menutup, tergantung pada
seberapa banyak air tangki memegang. Mengapung adalah detektor dari
posisi permukaan air. Untuk tujuan pengukuran, mengapung dapat
digabungkan dengan transduser posisi, seperti (Gambar 7.1B) potensiometri,
11
magnetik, kapasitif, atau sensor langsung lainnya. Perlu dicatat bahwa
sensor gravitasi rentan terhadap berbagai kekuatan yang mengganggu, yang
dihasilkan dari gesekan dan percepatan. Jelas, seperti sensor tidak akan
bekerja setiap kali gravitasi diubah atau tidak ada. Stasiun luar angkasa atau
jet adalah bukan tempat yang cocok untuk seperti sensor. Kecenderungan
detektor, yang mengukur sudut dari arah ke pusat gravitasi bumi, bekerja di
konstruksi jalan, peralatan mesin, sistem navigasi inersia, dan aplikasi lain
yang membutuhkan referensi gravitasi. Detektor tua dan masih cukup populer
posisi adalah switch merkuri (Gambar 2.3A dan 2.3B). Saklar terbuat dari non
konduktif (sering kaca) tabung yang memiliki dua kontak listrik dan setetes
merkuri. Ketika sensor diposisikan sehubungan dengan gaya gravitasi
sedemikian rupa sehingga merkuri bergerak menjauh dari kontak, saklar
terbuka. Perubahan dalam orientasi saklar menyebabkan merkuri untuk
pindah ke kontak dan menyentuh kedua mereka, sehingga menutup saklar.
Salah satu aplikasi yang populer dari desain ini adalah termostat rumah
tangga, di mana merkuri saklar dipasang pada kumparan bimetal yang
berfungsi sebagai sensor suhu sekitarnya. Gulungan atau lilitan kumparan
dalam menanggapi suhu kamar mempengaruhi orientasi saklar. Membuka
dan menutup saklar kontrol sistem pemanas / pendingin. Keterbatasan yang
jelas dari desain ini adalah pada pengoperasian (pengontrol bang-bang di
jargon rekayasa). Sebuah saklar merkuri adalah perangkat ambang batas,
yang terkunci ketika sudut rotasi melebihi nilai yang telah ditentukan.
Untuk mengukur perpindahan sudut dengan resolusi yang lebih tinggi,
sebuah sensor yang lebih kompleks diperlukan. Satu desain yang elegan
ditunjukkan pada Gambar. 2.3C. Hal ini disebut sensor kemiringan elektrolitik.
Sebuah tabung gelas kecil sedikit melengkung diisi dengan elektrolit
konduktif sebagian. Tiga elektroda yang dibangun ke dalam tabung: dua di
ujung, dan elektroda ketiga di tengah tabung. Sebuah gelembung udara
berada dalam tabung dan bisa bergerak sepanjang panjangnya sebagai
tabung miring. Resistensi listrik antara elektroda pusat dan masing-masing
akhir elektroda tergantung pada posisi gelembung. Sebagai tabung bergeser
jauh dari posisi keseimbangan, resistensi kenaikan atau penurunan secara
proporsional. Elektroda yang terhubung ke dalam satu sirkuit jembatan yang
sangat tertarik dengan ac saat ini untuk menghindari kerusakan pada
elektrolit dan elektroda.
12
Gambar. 2.3. Konduktif gravitasi sensor: (A) merkuri saklar dalam posisi
terbuka; (B) merkuri saklar dalam posisi tertutup; (C) sensor kemiringan
elektrolitik.
Sensor kemiringan elektrolitik yang tersedia untuk spektrum yang luas
dari sudut berkisar dari ± 1 ◦ untuk ± 80 ◦. Sejalan dengan itu, bentuk tabung
kaca bervariasi dari sedikit melengkung ke doughnutlike. Sebuah sensor
kemiringan lebih maju menggunakan sebuah array dari photodetectors.
Detektor berguna dalam teknik sipil dan mekanik untuk pengukuran bentuk
dari obyek yang kompleks dengan resolusi tinggi.
13
Gambar. 2.4. Optoelektronik kecenderungan sensor: (A) desain; (B)
bayangan pada posisi horisontal; (C) bayangan pada posisi miring.
Contoh termasuk pengukuran tanah dan jalan bentuk dan kerataan dari
plat besi, yang tidak dapat dilakukan dengan metode konvensional. Sensor
(Gambar 2.4A) terdiri dari dioda pemancar cahaya (LED) dan tingkat
semangat hemispherical dipasang pada array photodiode pn-junction.
Sebuah bayangan gelembung dalam cairan diproyeksikan ke permukaan dari
array photodiode. Ketika sensor disimpan horisontal, bayangan pada sensor
adalah melingkar, seperti yang ditunjukkan pada Gambar. 2.4B, dan daerah
bayangan pada setiap photodiode array adalah sama. Namun, ketika sensor
cenderung, bayangan menjadi sedikit berbentuk bulat panjang, seperti yang
ditunjukkan pada Gambar. 2.4C, menyiratkan bahwa arus output dari dioda
tidak lagi sama. Dalam sensor praktis, diameter LED adalah 10 mm dan jarak
antara LED dan tingkat adalah 50 mm, dan diameter dari kaca hemispherical
dan gelembung itu adalah 17 dan 9 mm, masing-masing.
Keluaran dari dioda diubah menjadi bentuk digital dan dikalibrasi pada
berbagai sudut kemiringan. Data kalibrasi dikompilasi ke dalam tabel look-up
yang diproses oleh perangkat komputasi. Dengan posisi sensor pada titik
silang dari garis yang ditarik longitudinal dan latitudinally pada interval pada
permukaan miring dari sebuah objek, komponen x dan y dari sudut
14
kemiringan dapat diperoleh dan bentuk objek yang direkonstruksi oleh
komputer.
3. Sensor Kapasitif
Sensor perpindahan kapasitif memiliki aplikasi yang sangat luas, mereka
dipekerjakan secara langsung untuk mengukur perpindahan dan posisi dan
juga sebagai building blocks dalam sensor lain di mana perpindahan yang
dihasilkan oleh kekuatan, tekanan, suhu, dan sebagainya. Kemampuan
detektor kapasitif merasakan hampir semua bahan membuat mereka sebuah
pilihan menarik bagi banyak aplikasi. Persamaan (3.20) Bab 3 menyatakan
bahwa kapasitansi dari kapasitor datar berbanding terbalik dengan jarak
antara pelat. Prinsip operasi dari sensor pengukur, kedekatan, dan posisi
kapasitif didasarkan atas perubahan geometri (yaitu, jarak antara pelat
kapasitor) atau variasi kapasitansi di hadapan konduktif atau bahan dielektrik.
Ketika perubahan kapasitansi, dapat dikonversi menjadi sinyal listrik variabel.
Seperti dengan banyak sensor, sensor kapasitif dapat berupa monopolar
(menggunakan hanya satu kapasitor) atau diferensial (menggunakan dua
kapasitor), atau jembatan kapasitif dapat digunakan (menggunakan empat
kapasitor). Ketika dua atau empat kapasitor yang digunakan, satu atau dua
kapasitor dapat baik tetap atau variabel dengan fase berlawanan.
Sebagai contoh pengantar mempertimbangkan tiga piring sama spasi,
masing-masing dengan luas A (Gambar 2.5A). Pelat membentuk dua
kapasitor C1 dan C2. Pelat atas dan bawah diberi makan dengan out-of-fase
gelombang sinus sinyal, yaitu fase sinyal bergeser oleh 180 ◦. Kedua
kapasitor hampir sama satu sama lain dan dengan demikian pelat pusat telah
hampir tidak ada tegangan karena arus melalui C1 dan C2 membatalkan satu
sama lain. Sekarang, mari kita asumsikan bahwa lempeng utama bergerak
ke bawah dengan jarak x (Gambar 2.5B). Hal ini menyebabkan perubahan
dalam nilai-nilai kapasitansi masing-masing:
15
Selama x << x0, tegangan output dapat dianggap sebagai fungsi linear
dari perpindahan. Para summand kedua merupakan ketidakcocokan
kapasitansi awal dan merupakan penyebab utama untuk output offset. Offset
juga disebabkan oleh efek renda di bagian perifer dari piring dan oleh
kekuatan yang disebut elektrostatik. Gaya adalah hasil dari tarik biaya dan
tolakan diterapkan pada pelat dari sensor, dan piring berperilaku seperti mata
air. Nilai sesaat dari gaya adalah
16
Gambar. 2.5. Prinsip operasi sensor kapasitif plat datar (A) - posisi yang
seimbang; B - posisi yang tidak seimbang
Gambar. 2.6. Sebuah probe kapasitif dengan cincin penjaga: (A) potongan
melintang; (B) tampilan luar. (Courtesy of ADE Technologies, Inc, Newton,
MA.)
Sensor mengukur kapasitansi antara elektroda dan objek. Namun
demikian, bahkan untuk objek konduktif rokok, sensor ini dapat digunakan
cukup efisien, meskipun dengan akurasi yang lebih rendah. Setiap objek,
konduktif atau non konduktif, yang dibawa di sekitar elektroda, memiliki sifat
dielektrik sendiri yang akan mengubah kapasitansi antara elektroda dan
perumahan sensor dan, pada gilirannya, akan menghasilkan respon terukur.
Untuk meningkatkan sensitivitas dan mengurangi efek renda, sensor
kapasitif monopolar mungkin disertakan dengan perisai didorong. Seperti
perisai diposisikan di sekitar sisi operasi non elektroda dan diberi makan
dengan tegangan sama dengan yang dari elektroda. Karena perisai dan
17
tegangan elektroda InPhase dan memiliki magnituda yang sama, tidak ada
medan listrik ada antara dua dan semua komponen diposisikan di belakang
perisai tidak berpengaruh pada operasi. Teknik didorong-perisai diilustrasikan
pada Gambar. 2.7.
Gambar. 2.7. Didorong perisai sekitar elektroda dalam sebuah sensor jarak
kapasitif.
Gambar. 2.8. Pelat sejajar kapasitif sensor jembatan: (A) pelat pengaturan,
(B) Diagram rangkaian ekuivalen.
19
4. Sensor Induktif dan Magnetic
Salah satu dari banyak keuntungan dari menggunakan medan magnet
untuk merasakan posisi dan jarak adalah bahwa setiap bahan bukan
magnetik dapat ditembus oleh lapangan tanpa kehilangan akurasi posisi.
Stainless steel, aluminium, kuningan, tembaga, plastik, batu, dan kayu dapat
ditembus, yang berarti bahwa posisi yang akurat sehubungan dengan probe
di sisi berlawanan dari tembok dapat ditentukan hampir seketika. Keuntungan
lain adalah sensor magnetik dapat bekerja dalam lingkungan yang parah dan
situasi korosif karena probe dan target dapat dilapisi dengan bahan inert
yang tidak akan mempengaruhi medan magnet.
20
Ada dua teknik untuk mengubah kopling. Salah satunya adalah
gerakan obyek terbuat dari bahan feromagnetik dalam jalur fluks. Hal ini
akan mengubah keengganan jalan, yang, pada gilirannya, mengubah
kopling antara kumparan. Ini adalah dasar untuk pengoperasian LVDT
(transformator diferensial linear variabel), sebuah RVDT (diferensial rotary
variabel transformator), dan sensor induktansi bersama kedekatan.
Metode lainnya adalah untuk fisik memindahkan satu kumparan
sehubungan dengan yang lain.
LVDT adalah transformator dengan inti mekanis digerakkan.
Kumparan primer didorong oleh gelombang sinus (sinyal eksitasi) yang
memiliki amplitudo stabil. Gelombang sinus menghilangkan kesalahan
yang terkait harmonik dalam transformator. Sebuah sinyal AC diinduksi
dalam kumparan sekunder. Sebuah inti yang terbuat dari bahan
feromagnetik dimasukkan ke dalam pembukaan coaxially silinder tanpa
menyentuh fisik kumparan. Kedua sekunder yang terhubung dalam fase
menentang. Ketika inti diposisikan di pusat magnetik transformator, sinyal
output sekunder membatalkan dan tidak ada tegangan output. Inti
bergerak menjauh dari posisi sentral tidak seimbang rasio fluks induksi
magnet antara sekunder, mengembangkan output. Sebagai bergerak inti,
keengganan perubahan jalur fluks. Oleh karena itu, derajat kopling fluks
tergantung pada posisi aksial dari inti. Pada keadaan stabil, amplitudo
dari tegangan induksi sebanding, di wilayah operasi linier, untuk
perpindahan inti. Akibatnya, tegangan dapat digunakan sebagai ukuran
perpindahan. LVDT memberikan arah serta besarnya perpindahan. Arah
ditentukan oleh sudut fase antara tegangan (referensi) primer dan
tegangan sekunder. Tegangan eksitasi yang dihasilkan oleh osilator
stabil. Untuk contoh bagaimana sensor bekerja, Gambar. 2.10
menunjukkan LVDT terhubung ke detektor sinkron yang memperbaiki
gelombang sinus dan menyajikan pada output sebagai sinyal dc. Detektor
sinkron terdiri dari multiplekser analog (MUX) dan detektor nol-
persimpangan yang mengubah gelombang sinus menjadi pulsa persegi
yang kompatibel dengan input kontrol dari multiplexer. Sebuah fase dari
detektor nol-persimpangan harus dipangkas untuk output nol pada posisi
sentral inti. Amplifier output dapat dipangkas dengan keuntungan yang
diinginkan untuk membuat sinyal yang kompatibel dengan tahap
21
berikutnya. Jam disinkronisasi ke multiplexer berarti bahwa informasi
yang disajikan ke filter RC di masukan dari penguat adalah amplitudo dan
fase sensitif. Tegangan keluaran mewakili seberapa jauh inti adalah dari
pusat dan di sisi mana.
Untuk LVDT untuk mengukur gerakan secara akurat sementara,
frekuensi dari osilator harus setidaknya 10 kali lebih tinggi daripada
frekuensi yang signifikan tertinggi gerakan. Untuk proses yang lambat
berubah, osilator stabil mungkin akan digantikan dengan kopling ke
frekuensi kabel listrik 60 atau 50 Hz.
22
peralatan mengukur. Dalam kasus itu, inti dari LVDT adalah musim semi
dimuat untuk mengembalikan kepala ukur untuk referensi posisi preset.
RVDT beroperasi pada prinsip yang sama seperti LVDT, kecuali
bahwa inti feromagnetik rotary digunakan. Penggunaan utama untuk
RVDT adalah pengukuran perpindahan sudut. Kisaran linier pengukuran
adalah sekitar ± 40 ◦, dengan kesalahan non-linear dari sekitar 1%.
23
dari depan. Akibatnya, rentang mendeteksi sebuah sensor tanpa
pelindung biasanya agak lebih besar daripada sensor terlindung dari
diameter yang sama. Untuk beroperasi dengan baik, sensor tanpa
pelindung membutuhkan benda-benda non logam sekitarnya.
Gambar. 2.11. (A) Electromagnetic sensor jarak; (B) sensor dengan ujung
depan terlindung; (C) sensor tanpa pelindung.
24
digabungkan dengan objek dan, dengan demikian, efek pembebanan
sangat rendah.
25
detektor jarak untuk indikasi dari dekat obyek yang terbuat dari bahan
padat. Besarnya sinyal keluaran sebagai fungsi dari jarak ke disk
ditunjukkan pada Gambar. 2.13B.
Gambar. 2.14. Sirkuit diagram dari sensor (B) efek linear (A) dan ambang
Hall.
26
dan lebih stabil dalam lingkungan yang bising. Sensor ini tidak cukup
linear (Gambar.2.15A) sehubungan dengan kerapatan medan magnet
dan, oleh karena itu, pengukuran presisi memerlukan kalibrasi. Selain
penguat, sensor tipe ambang berisi detektor pemicu Schmitt dengan
histeresis built-in. Sinyal output sebagai fungsi dari kerapatan medan
magnet ditunjukkan pada Gambar.27.15B. Sinyal adalah satu dua tingkat
dan telah jelas diucapkan histeresis sehubungan dengan medan magnet.
Ketika kerapatan fluks magnet diterapkan melebihi ambang tertentu,
memicu menyediakan transien bersih dari OFF ke posisi ON. Histeresis
menghilangkan osilasi palsu dengan memperkenalkan zona mati-band, di
mana tindakan dinonaktifkan setelah nilai ambang batas telah berlalu.
Sensor Hall biasanya dibuat sebagai chip silikon monolitik dan dikemas
ke dalam epoksi kecil atau paket keramik.
Gambar. 2.15. Fungsi transfer dari sebuah sensor (B) efek linear
(A) dan ambang Hall.
Untuk posisi dan pengukuran perpindahan, sensor efek Hall harus
disediakan dengan sumber medan magnet dan sebuah sirkuit elektronik
antarmuka. Medan magnet memiliki dua karakteristik penting untuk
aplikasi ini: kepadatan fluks dan polaritas (atau orientasi). Perlu dicatat
bahwa untuk responsivitas yang lebih baik, garis-garis medan magnet
harus normal (tegak lurus) ke wajah datar sensor dan harus di polaritas
yang benar. Di ambang sensor Sprague, kutub magnet selatan akan
menyebabkan beralih tindakan dan kutub utara tidak akan berpengaruh.
Sebelum merancang sebuah detektor posisi dengan sensor Hall,
sebuah analisis keseluruhan harus dilakukan di sekitar dengan cara
berikut. Pertama, kekuatan medan magnet harus diselidiki. Kekuatan ini
27
akan menjadi terbesar di wajah tiang dan akan menurun dengan jarak
meningkat dari magnet. Lapangan dapat diukur oleh gaussmeter atau
sensor Hall dikalibrasi. Untuk sensor Hall ambang-jenis, jarak terpanjang
di mana output sensor pergi dari ON (tinggi) ke OFF (rendah) disebut titik
pelepasan. Hal ini dapat digunakan untuk menentukan jarak kritis di mana
sensor berguna. Kekuatan medan magnet tidak linear dengan jarak dan
sangat tergantung pada bentuk magnet, rangkaian magnetik, dan jalan
yang ditempuh oleh magnet. Strip konduktif Hall adalah terletak pada
kedalaman beberapa di dalam perumahan sensor. Ini menentukan jarak.
Magnet operasi minimum harus beroperasi andal dengan celah udara
total yang efektif di lingkungan kerja. Ini harus sesuai dengan ruang yang
tersedia dan harus mountable, terjangkau, dan tersedia.
Sensor Hall dapat digunakan untuk saklar pemutus dengan objek
yang bergerak. Dalam mode ini, mengaktifkan magnet dan sensor Hall
terpasang pada perakitan kasar tunggal dengan celah udara kecil di
antara mereka (Gambar 2.16). Jadi, sensor diadakan dalam posisi ON
dengan mengaktifkan magnet. Jika piring feromagnetik, atau baling-
baling, ditempatkan antara magnet dan sensor Hall, baling-baling bentuk
shunt magnetis yang mendistorsi fluks magnetik jauh dari sensor. Hal ini
menyebabkan sensor untuk flip ke posisi OFF. Sensor Hall dan magnet
bisa dibentuk menjadi perumahan umum, sehingga menghilangkan
masalah keselarasan. Baling-baling besi yang mengganggu fluks magnet
dapat memiliki gerakan linier atau berputar. Sebuah contoh dari
perangkat adalah distributor mobil.
Seperti sensor lainnya, empat Hall sensor dapat dihubungkan ke
dalam satu sirkuit jembatan untuk mendeteksi gerakan linier atau
melingkar. Angka 2.17Aand 2.17B menggambarkan konsep di mana
sensor ini dibuat menggunakan teknologi MEMS pada satu chip tunggal
dan dikemas dalam sebuah perumahan-SOIC 8 plastik. Sebuah magnet
melingkar ditempatkan di atas chip dan sudut rotasi dan arah dirasakan
dan dikonversi menjadi kode digital. Sifat dari sebuah konverter analog-
ke-digital menentukan kecepatan respon yang memungkinkan untuk
memutar magnet dengan tingkat hingga 30.000 rpm. Seperti sensor
mengizinkan penginderaan gesekan-bebas linear dan sudut presisi posisi,
pengkodean presisi sudut, dan bahkan membuat rotary switch diprogram.
28
Karena koneksi jembatan sensor individu, sirkuit ini sangat toleran
terhadap misalignment magnet dan gangguan eksternal, termasuk medan
magnet.
Gambar. 2.16. Efek Hall sensor di pemutus switching modus: (A) fluks
magnet berubah sensor pada; (B) fluks magnet didorong oleh baling-
baling satu.
29
Gambar. 2.17. sensor Hall sudut jembatan (A) dan antarmuka sensor
internal (B) (Courtesy dari Austria Sistem Mikro). Sebuah dipotong - view
jauhnya (C) sensor dengan target dan probe menunjukkan jalur fluks
magnetik. Sebuah dipotong - view jauhnya (D) menunjukkan empat
sensor efek Hall dengan empat jalur fluks kembali.
Probe memiliki wajah tiang pusat dibagi menjadi empat bagian
yang sama. Nilai fluks di A, B, C, dan D adalah jalan diukur oleh sensor
efek Hall masing-masing. Ada dua cara untuk membuat target. Salah
satunya adalah aktif dan yang lainnya adalah target [Link] aktif
menggunakan magnet permanen untuk menghasilkan medan magnet,
yang dirasakan oleh probe ketika berada dalam kisaran operasi. Target
pasif tidak menghasilkan medan magnet, sebaliknya, bidang ini dihasilkan
oleh probe dan dikembalikan oleh target.
Sebuah contoh dari aplikasi ini adalah sistem bimbingan
kendaraan tak berawak yang mengarah kendaraan atas roadbed dengan
target strip logam pasif terkubur tepat di bawah permukaan jalan. Probe
terpasang pada kendaraan. Sasaran akan memberikan posisi, kecepatan,
dan arah sebagai probe melewati di atasnya. Sebuah probe dan target
dapat dipisahkan dengan beberapa inci.
30
Gambar. 2.18. Konversi dari perpindahan linier (panjang benang atau
kabel) menjadi gerakan berputar (A) dan kabel sensor posisi (B).
(Courtesy Ruang Umur Kontrol, Inc)
32
menyebabkan tegangan sensor untuk bergerak sepanjang BE. Jika
sensor tersebut akan dipindahkan ke arah yang berlawanan,
bagaimanapun, Hx meningkat sampai melebihi + Hx dan V0 bergerak dari
B ke C. Pada titik ini, karakteristik sensor lagi membalik dan V0 bergerak
dari C ke D. Kemudian, di bawah kondisi ini, karakteristik sensor akan
melacak ABCD histeresis loop dan loop serupa di x-arah. Gambar 7.19E
adalah kasus ideal, karena tidak pernah seperti pembalikan tiba-tiba
seperti yang ditunjukkan.
Gambar 2.20A menunjukkan bagaimana KMZ10B dan sensor
KM110B magnetoresistive dapat digunakan untuk membuat pengukuran
posisi benda logam. Sensor terletak antara plat dan magnet permanen,
yang berorientasi dengan sumbu magnetik normal terhadap sumbu plate.
Pemegatan logam dalam struktur plat itu, seperti lubang atau wilayah dari
bahan bukan magnetik, akan mengganggu medan magnet dan
menghasilkan variasi pada sinyal output dari sensor. Gambar 2.20B
menunjukkan sinyal output untuk dua nilai spasi d. Pada titik mana lubang
dan sensor yang tepat sesuai, output adalah nol terlepas dari jarak d atau
suhu sekitarnya.
33
Gambar. 2.20. Satu titik pengukuran dengan KMZ10 tersebut. (A) Sensor
terletak antara magnet permanen dan pelat logam; sinyal output (B) untuk
dua jarak antara magnet dan plat.
34
Gambar 2.22A menggambarkan penggunaan sensor KM110
tunggal untuk mendeteksi rotasi dan arah roda bergigi. Metode deteksi
arah didasarkan pada pemrosesan sinyal terpisah untuk dua sensor
setengah-jembatan output.
Gambar. 2.23. Sinyal output dari amplifier untuk arah 1 (A) dan 2 (B).
35
roda bergigi harus tetap mendekati nol. Selanjutnya, kedua sumbu
(sensor dan roda itu) harus sesuai. Rangkaian (Gambar 2.22B)
menghubungkan kedua output jembatan ke amplifier yang sesuai dan,
selanjutnya, untuk low-pass filter dan Schmitt memicu untuk membentuk
[Link] perbedaan keluaran persegi panjang antara kedua output
(Gambar 2.23Aand 2.23B) adalah indikasi arah rotasi.
36
pengalaman kedutan itu. Ini set pulsa listrik sampai pendek di kumparan.
Waktu tunda ini pulsa dari pulsa eksitasi yang sesuai pada konduktor
koaksial adalah ukuran yang tepat dari posisi magnet cincin. Sebuah
sirkuit elektronik yang sesuai mengubah waktu tunda menjadi kode digital
perwakilan posisi dari magnet permanen di Waveguide. Keuntungan dari
sensor ini adalah linearitas yang tinggi (pada orde 0,05% dari skala
penuh), pengulangan yang baik (pada urutan 3 pM), dan stabilitas jangka
panjang. Sensor dapat menahan lingkungan agresif, seperti tekanan
tinggi, suhu tinggi, dan radiasi yang kuat. Keuntungan lain dari sensor ini
adalah suhu rendah sensitivitas yang dengan desain yang cermat dapat
dicapai pada urutan 20 ppm / ◦ C.
Aplikasi dari sensor ini termasuk silinder hidrolik, mesin molding
injeksi-(untuk mengukur perpindahan linier untuk posisi cetakan penjepit,
injeksi bahan cetakan, dan ejeksi dari bagian dibentuk), pertambangan
(untuk deteksi gerakan batu sekecil 25 pM), bergulir pabrik, menekan,
menempa, lift, dan perangkat lain di mana resolusi baik di sepanjang
dimensi yang besar adalah suatu kebutuhan.
5. Optical Sensors
Setelah kontak mekanik dan sensor potentionometric, sensor optik
mungkin yang paling populer untuk mengukur posisi dan perpindahan.
Keuntungan utama mereka adalah kesederhanaan, tidak adanya efek
pembebanan, dan jarak operasi relatif lama. Mereka tidak sensitif
menyimpang medan magnet dan gangguan listrik, yang membuat mereka
sangat cocok untuk aplikasi yang sensitif banyak. Posisi sensor optik
biasanya memerlukan setidaknya tiga komponen penting: sumber
cahaya, photodetektor, dan perangkat bimbingan cahaya, yang mungkin
termasuk lensa, cermin, serat optik, dan sebagainya. Pengaturan serupa
sering dilaksanakan tanpa serat optik ketika cahaya dipandu menuju
sasaran dengan berfokus lensa dan dialihkan kembali ke detektor oleh
reflektor. Produk secara substansial [Link] kompleks dan
canggih saat ini, teknologi ini dasar telah telah berevolusi. Perbaikan ini
bertujuan untuk selektivitas yang lebih baik, kekebalan kebisingan, dan
kehandalan dari sensor optik.
37
5.1 Jembatan Optic
Konsep dari rangkaian jembatan, seperti jembatan Wheatstone
klasik, digunakan di banyak sensor dan sensor optik adalah contoh
yang baik itu. Salah satu penggunaan tersebut ditunjukkan pada
Gambar. 2,25. Sebuah empat kuadran photodetektor terdiri dari
empat detektor cahaya terhubung dalam sirkuit bridgelike. Objek
harus memiliki kontras optik terhadap latar belakang. Pertimbangkan
sebuah sistem posisi pesawat ruang angkasa (Gambar 2.25A).
Sebuah gambar dari Matahari atau benda cukup terang lainnya
difokuskan oleh sebuah sistem optik (teleskop) pada photodetektor
empat kuadran. Bagian kebalikan dari detektor yang terhubung ke
input amplifier yang sesuai dari perbedaan (Gambar 2.25B). Setiap
amplifier menghasilkan sinyal output sebanding dengan perpindahan
gambar dari pusat optik sensor sepanjang sumbu yang sesuai. Ketika
gambar sempurna berpusat, baik amplifier menghasilkan output nol.
Hal ini mungkin terjadi hanya ketika sumbu optik teleskop melewati
objek.
38
Gambar. 2,25. Empat kuadran photodetektor: (A) fokus objek pada
sensor; (B) sambungan dari elemen penginderaan ke amplifier
perbedaan; (C) sensor dalam kemasan. (Dari Lanjutan Photonix, Inc
Camarillo, CA.)
39
Gambar. 2.27. Kedekatan detektor dengan dua filter polarisasi
diposisikan pada sudut 90 ◦ sehubungan dengan satu sama lain: (A)
mengembalikan cahaya terpolarisasi dari objek logam dalam pesawat
yang sama polarisasi; (B) bukan logam depolarizes objek cahaya,
sehingga memungkinkan untuk melewati polarisasi filter.
40
Gambar.2.28. Optical cair-tingkat deteksi memanfaatkan perubahan
dalam indeks bias.
41
memiliki dua daerah sensitif di dekat tikungan, di mana jari-jari
kelengkungan adalah yang terkecil. Perakitan seluruh dikemas ke
probe 5-mm diameter dan memiliki pengulangan kesalahan sekitar
0,5 mm. Perhatikan bahwa bentuk dari elemen penginderaan menarik
tetesan cair jauh dari daerah penginderaan ketika probe tinggi di atas
tingkat cair.
42
cermin) mungkin menjadi subyek pengukuran. Ini termasuk regangan,
gaya, tekanan, dan suhu.
43
Gambar. 2.30. (A) Beberapa sinar-gangguan di dalam rongga Fabry-Perot;
(B) frekuensi cahaya ditransmisikan.
44
Gambar. 2.31. Pembangunan sensor tekanan Fabry-Perot (A) dan
pandangan FISO FOP-M sensor tekanan (B).
45
Gambar. 2.32. Mengukur sistem untuk sensor Fabry-Perot. (Courtesy
of [Link].)
46
perpindahan skala penuh adalah 5 pM. Sumber cahaya adalah 2-mW
Dia-Ne laser yang cahaya digabungkan ke kisi-kisi melalui serat optik.
Uji hidrofon telah menunjukkan bahwa perangkat ini sensitif dengan
rentang dinamis dari 125 dB tekanan sebagai direferensikan 1 μPa,
dengan respon frekuensi sampai 1 kHz.
47
Gambar. 2.34. Incremental (A) dan mutlak (B) disk optik pengkodean.
Ketika roda berputar searah jarum jam (CW), saluran sinyal mengarah
b oleh 90 ◦ (C); ketika roda berputar berlawanan arah jarum (CCW),
saluran b sinyal memimpin dengan 90 ◦ (D).
Ada dua jenis disket pengkodean: incremental, yang
menghasilkan transien setiap kali diputar untuk sudut pitch, dan
absolut, yang sudut posisi dikodekan dalam kombinasi daerah buram
dan transparan di sepanjang jari-jari. Encoding dapat didasarkan pada
setiap kode digital yang nyaman. Yang paling umum adalah kode
abu-abu, biner, dan BCD (desimal kode biner).
Sistem pengkodean inkremental lebih sering digunakan daripada
sistem mutlak, karena biaya yang lebih rendah dan kompleksitas,
terutama dalam aplikasi di mana jumlah yang diinginkan, bukan
posisi. Ketika menggunakan disk pengkodean inkremental,
penginderaan dasar gerakan dapat dibuat dengan saluran optik
tunggal (sebuah pasangan emitor-detektor), sedangkan kecepatan
dan posisi tambahan dan penginderaan arah harus menggunakan
dua. Pendekatan yang paling umum digunakan adalah penginderaan
kuadratur, di mana posisi relatif dari sinyal output dari dua saluran
optik dibandingkan. Perbandingan memberikan informasi arah, dan
48
salah satu saluran individu memberikan sinyal transisi digunakan
untuk menurunkan baik menghitung atau kecepatan informasi
(Gambar 2.31C dan 2.31D).
49
APSD beroperasi pada prinsip photoeffect. Itu membuat
penggunaan resistensi permukaan fotodioda silikon. Tidak seperti MOS
dan mengintegrasikan sensor CCD array multielement dioda, PSD
memiliki daerah sensitif nondiscrete. Ini memberikan sinyal posisi satu-
dimensi atau dua dimensi pada sebuah titik cahaya perjalanan selama
[Link] sensitif yang dibuat dari sepotong resistensi tinggi silikon
dengan dua lapisan (p dan n + jenis) yang dibangun di sisi berlawanan
(Gbr. 2.36). AonE-dimensi sensor memiliki dua elektroda (A dan B) yang
terbentuk pada lapisan atas untuk memberikan kontak listrik untuk
perlawanan tipe-p. Ada elektroda umum (C) di tengah-tengah lapisan
bawah. Efek fotolistrik terjadi di persimpangan pn atas. Jarak antara dua
elektroda atas ISD, dan resistensi yang sesuai antara kedua elektroda
RD.
50
Jika resistensi dibandingkan jarak adalah linear, mereka dapat digantikan
dengan jarak masing-masing di permukaan:
51
Gambar. 2.37. Optical sensor perpindahan posisi (Dari Keyence Corp of
America, Fair Lawn, NJ.)
Sebuah prinsip operasi serupa diimplementasikan dalam sebuah sensor
perpindahan industri optik (Gambar 2.37) di mana PSD digunakan untuk
pengukuran pergeseran kecil pada jarak operasi beberapa sentimeter.
Sensor optik tersebut sangat efisien untuk on-line pengukuran ketinggian
dari perangkat (papan sirkuit tercetak inspeksi, cairan dan padatan-tingkat
pengendalian, laser kontrol obor tinggi, dll), untuk pengukuran
eksentrisitas benda berputar , untuk ketebalan dan pengukuran presisi
perpindahan, untuk mendeteksi ada atau tidak adanya obyek (obat tutup
botol), dan sebagainya. Sebuah keuntungan besar dari sebuah sensor
perpindahan optik dengan PSD adalah bahwa keakuratan mungkin jauh
lebih besar daripada keakuratan PSD itu sendiri.
52
Unsur-unsur PSD diproduksi dari dua tipe dasar: satu dan dua
dimensi. Setara sirkuit kedua ditunjukkan pada Gambar. 2.38. Karena
rangkaian ekivalen memiliki kapasitansi didistribusikan dan resistansi,
konstanta waktu PSD bervariasi tergantung pada posisi titik cahaya.
Dalam menanggapi sebuah fungsi langkah input, PSD kecil daerah
memiliki waktu naik di kisaran 1-2 mikrodetik. Respon spektral adalah
sekitar 320-1100 nm, yaitu PSD meliputi ultraviolet (UV), terlihat, dan
rentang spektral nearinfrared. PSDS kecil area satu-dimensi memiliki
permukaan sensitif mulai dari 1 × 2 sampai 1 × 12 mm, sedangkan area
yang luas-dua-dimensi sensor memiliki area persegi dengan sisi berkisar
4-27 mm.
6. Sensors Ultrasonic
Untuk pengukuran jarak noncontact, sebuah sensor aktif yang
mengirimkan semacam sinyal pilot dan menerima sinyal yang dipantulkan
dapat dirancang. Energi dapat ditransmisikan dalam bentuk apapun
radiasi elektromagnetik-misalnya, elektromagnetik dalam rentang optik
(seperti dalam sebuah PSD) di kisaran microwave, akustik, dan
sebagainya. Transmisi dan penerimaan dari energi ultrasonik merupakan
dasar untuk yang sangat populer jarak ultrasonik meter, dan detektor
kecepatan. Gelombang ultrasonik adalah gelombang akustik mekanis
meliputi rentang frekuensi baik di luar kemampuan telinga manusia (yaitu,
lebih dari 20 kHz). Namun, frekuensi ini mungkin cukup perseptif oleh
hewan yang lebih kecil, seperti anjing, kucing, tikus, dan serangga.
Memang, detektor ultrasonik adalah perangkat mulai biologis untuk
kelelawar dan lumba-lumba.
Ketika gelombang insiden pada objek, bagian dari energi mereka
adalah tercermin. Dalam banyak kasus praktis, energi ultrasonik
tercermin dalam cara difus, yaitu, terlepas dari arah dari mana energi
berasal, hal ini tercermin hampir seragam dalam sudut padat yang luas,
yang dapat mendekati 180 ◦. Jika objek bergerak, frekuensi dari
gelombang yang dipantulkan akan berbeda dari gelombang yang
ditransmisikan. Ini disebut efek Doppler.
53
Gambar. 2.38. Setara sirkuit untuk (A) satu-dan (B) dua-dimensi posisi-
sensitif detektor. (Courtesy of Hamamatsu Photonics K.K., Jepang.)
54
Gambar. 2.39. Jarak ultrasonik pengukuran: (A) pengaturan dasar; (B)
impedansi karakteristik transduser piezoelektrik.
Gambar. 2.41. (A) ultrasonik transduser untuk udara. (B) Diagram terarah.
56
7. Radar Sensors
57
G
ambar. 2.42. Blok diagram dari microPower radar (A) dan diagram
waktu (B)
58
bandwidth yang sama). Ada sedikit kemungkinan bahwa semburan
dari pemancar campur tumpang tindih, dan jika mereka
melakukannya, tingkat gangguan secara signifikan dikurangi dengan
sirkuit rata-rata. Hampir 10.000 pulsa rata-rata yang diterima sebelum
waktu tunda diukur.
Gambar. 2.43. Pencitraan baja beton dengan MIR: (A) unsur internal
dari pelat beton sebelum menuangkan; (B) 3-D direkonstruksi MIR
gambar unsur-unsur tertanam dalam lempengan 30-cm-tebal beton
selesai.
Keuntungan lain dari MIR adalah biaya rendah dan sangat rendah
konsumsi daya dari penerima radio, sekitar 12 μW. Konsumsi daya
total dari sistem MIR seluruh dekat 50 μ[Link] baterai
mungkin kekuatan terus menerus selama beberapa tahun.
Aplikasi untuk kisaran MIR termasuk meter (Gambar 7.43), alarm
intrusi, detektor level, perangkat kendaraan mulai, sistem otomasi,
robotika, peralatan medis, senjata, produk baru, dan bahkan mainan
mana kisaran yang relatif singkat deteksi diperlukan.
59
Meskipun radar dioperasikan di udara dan ruang memiliki rentang
yang mencapai ribuan kilometer, kisaran GPR paling hanya beberapa
ratus meter. Radar beroperasi pada frekuensi dari 500 MHz sampai
1,5 GHz (noggin Sistem dari Sensor & Software, Inc, Kanada,
[Link]).
60
Dalam bahan seragam yang sederhana, ini biasanya merupakan
faktor dominan. Dalam bahan yang paling, energi juga hilang untuk
hamburan dari variabilitas material dan isi air. Air memiliki dua efek:
Pertama, air yang mengandung ion berkontribusi untuk konduktivitas
massal, dan kedua, molekul air menyerap energi elektromagnetik
pada frekuensi tinggi, biasanya di atas 1000 MHz. Gambar 2.44
menunjukkan bahwa atenuasi bervariasi dengan frekuensi eksitasi
dan material. Jadi, jarak maksimum praktis untuk meningkatkan
bahan kering (Gambar 2.45A). Sebuah contoh dari data yang
disajikan pada monitor radar ditunjukkan pada Gambar. 2.45B.
Menurunkan frekuensi meningkatkan kedalaman eksplorasi
karena pelemahan terutama meningkat dengan frekuensi. Seperti
frekuensi berkurang, Namun, dua aspek fundamental lainnya dari
pengukuran GPR ikut bermain. Pertama, mengurangi hasil frekuensi
pada hilangnya resolusi. Kedua, jika frekuensi terlalu rendah, medan
elektromagnetik perjalanan tidak lagi sebagai gelombang, tetapi
menyebar, yang merupakan bidang elektromagnetik induktif (EM)
atau eddy-saat pengukuran.
61
Gambar. 2.45. (A) maksimum mendalam untuk berbagai bahan; (B)
presentasi grafis dari tempat tidur diukur dalam deposito pasir basah.
(Courtesy of Sensor & Software, Inc, Kanada, [Link].)
62
EVALUASI
1. Jika potensiometer digunakan untuk mengukur sebuah panel yang bergerak
sejauh 0,8 meter, dengan diperlukan perubahan tahanan setiap 0,1 cm. Pada
o
bagian mekanim panel mempunyai sudut putar poros sebesar 250 jika
digerakkan dari posisi awal sampai ke posisi akhir. Kemudian untuk
mendeteksi putaran panel ini digunakan potensiometer yang mempunyai rasio
o
300 pada putaran penuh dan mempunyai 1000 lilitan. Dapatkah hal ini
dilakukan
2. Potensiometer mempunyai rate 150 /1 watt (pada temperatur diatas 65 oC
terjadi kenaikan 10 mW/oC) dan mempunyai tahanan terhadap panas sebesar
30oC/Watt. Dapatkah potensiometer ini digunakan apabila dengan catu daya
10 volt yang di-operasikan pada temperatur ambang 80 oC
3. Buatlah blok diagram untuk menggunakan sensor ultrasonik dengan
jangkauan detektor pada tangki ditentukan dengan kedalaman 5 m. Keluaran
harus 0 saat tangki kosong dan 1000 pada saat tangki penuh.
4. Sebutkan kelemahan potensiometer!
5. Sebutkan keuntungan penggunaan LVDT dan RVDT!
63
JAWABAN
65
SENSOR GAYA
STRAIN GAGE
Sensor ini terbuat dari kawat tahanan tipis berdiameter sekitar 1 mm.
Kawat tahanan yang biasa digunakan adalah campuran dari bahan konstantan
(60 % Cu dan 40 % Ni).
Kawat tahanan ini dilekatkan pada papan penyangga membentuk strain
gage dengan tipe-tipe:
1. Bonded strain gage
66
Konstruksi strain gage :
67
PIEZOELECTRIC FORCE SENSORS
Meskipun sensor taktil yang menggunakan efek piezoelektrik
seperti yang dijelaskan sebelumnya tidak dimaksudkan untuk pengukuran
presisi kekuatan, efek yang sama dapat digunakan cukup efisien untuk
pengukuran presisi. Efek piezoelektrik dapat digunakan dalam sensor
gaya, baik pasif dan aktif. Harus diingat, bagaimanapun, bahwa efek
piezoelektrik, sehingga untuk berbicara, efek ac. Dengan kata lain, dapat
mengkonversi kekuatan berubah menjadi sinyal listrik berubah,
sedangkan kekuatan mapan tidak menghasilkan respons listrik. Namun,
gaya dapat mengubah beberapa sifat bahan yang akan mempengaruhi
respon ac piezoelektrik saat sensor disediakan oleh sinyal eksitasi yang
aktif. Salah satu contoh pendekatan aktif ditunjukkan pada Gambar. 9.4.
Namun, untuk pengukuran kuantitatif, gaya yang diberikan harus terkait
dengan resonansi mekanik dari kristal piezoelektrik. Ide dasar dibalik
operasi sensor adalah bahwa pemotongan tertentu dari kristal kuarsa, bila
digunakan sebagai resonator dalam osilator elektronik, menggeser
frekuensi resonansi mekanis pada yang dimuat. Persamaan
menggambarkan spektrum frekuensi alami mekanik dari osilator
piezoelektrik diberikan oleh
68
adalah penting. Namun, dalam aplikasi sensor, tujuannya adalah justru
sebaliknya. Sebagai contoh, kekuatan diametral telah digunakan untuk
transduser tekanan tinggi-kinerja (Gambar 3.12).
Lain desain sebuah sensor yang mengoperasikan lebih dari
kisaran yang relatif sempit 0-1,5 kg tetapi dengan linearitas yang baik dan
lebih dari 11-bit resolusi yang ditunjukkan pada Gambar. 3.12. Untuk
membuat sensor, piring persegi panjang dipotong dari kristal seperti itu
hanya satu sisi yang sejajar dengan sumbu x, dan wajah piring dipotong
pada sudut sekitar K = 35 ◦ sehubungan dengan sumbu z. Potongan ini
umumnya dikenal sebagai plat potongan AT (Gambar 3.13A).
69
Gambar. 3.13. Kuarsa sensor gaya: (A) AT-potongan kristal kuarsa; (B)
struktur sensor; (C) penampilan luar. (Courtesy of Quartzcell, Santa
Barbara, CA.)
70
EVALUASI
1. Strain Gage mempunyai panjang 10 cm dan luas penampangnya 4cm2.
Modulus elastisitasnya 20,7x1010 N/m2. Strain gage mempunyai tahanan
nominal 240 dan Gage Faktornya 2,2. Jika diberikan beban maka akan
terjadi perubahan tahanan 0,013. Hitung besarnya perubahan panjang dan
besarnya gaya yang diberikan.
2. Apa sajakah fungsi sensor gaya?
3. Sebutkan berbagai macam konstruksi straingage beserta gambarnya!
4. Gambarkan struktur bounded strain gage!
5. Sebutkan perbedaan bounded dan unbounded strain gage!
71
JAWABAN
72
3. Sebutkan berbagai macam konstruksi straingage beserta gambarnya!
73
FLOW SENSOR
74
Pada prinsipnya besar aliran fluida dapat diukur melalui :
1. Kecepatan (velocity)
2. Berat (massanya)
3. Luas bidang yang dilaluinya
4. Volumenya
Biasanya sensor aliran adalah elemen penginderaan yang digunakan
dalam flowmeter atau perangkat datalogging aliran. Sensor aliran biasanya dapat
mengukur baik kecepatan, laju aliran, atau arus totalised. Flow sensor kadang-
kadang berkaitan dengan sensor yang disebut velocimeter yang berfungsi
mengukur kecepatan cairan yang mengalir melaluinya. Aliran teknologi sensor
dapat didasarkan pada hal-hal seperti: cahaya, panas, sifat-sifat elektromagnetik,
ultrasonik, dan banyak teknologi lainnya dalam spektrum yang luas. Sebuah
sensor aliran dapat bekerja dengan pengukuran langsung atau pengukuran
inferensial. Beberapa jenis sensor aliran non-mekanis dan biasanya bekerja
dengan metode inferensial.
Flow (aliran) dalam pipa kapiler dijelaskan oleh hukum Hagen-Poiseuille
dengan persamaan :
75
Jenis-jenis sensor aliran:
1. pressure-based flow sensor
2. turbine flow sensors
3. magnetic flowmeters
76
Untuk mengetahui luas penampang digunakan rumus:
77
2) Jenis Eccentric Orifice
Eccentric Orifice memiliki potongan lubang pembatas secara
eccentric sehingga mencapai bagian dasar pipa. Pada jenis eccentric
orifice ini dipergunakan untuk fluida yang mengandung partikel-partikel
padat. Tipe orifice ini sangat bermanfaat untuk pengukuran cairan
yang telah memiliki padatan. Bila padatan tidak berkumpul pada
orifice, maka sisi orifice tidak akan mengalami kerusakan atau error
dalam pengukurannya dapat dikurangi. Jenis Eccentric Orifice dapat
dilihat pada Gambar.
78
Gambar 4.3. Flat Orifice Jenis Segmental
b. Venturi
Penyempitan bertahap pada pipa menyebabkan kecepatan fluida
meningkat. Daerah yang memiliki kecepatan tinggi akan memiliki tekanan
rendah. Aliran sebanding dengan perbedaan tekanannya. Sensor ini
cenderung menjaga aliran agar laminer (halus), tapi orifice dan venturi
menyebabkan tekanan jatuh pada pipa di mana mungkin tidak dapat
disetujui.
Alat yang digunakan untuk mengukur aliran dengan ,memanfaatkan
beda tekanan disebut venturimeter. Venturimeter ini merupakan alat primer
dari pengukuran aliran yang berfungsi untuk mendapatkan beda tekanan.
Sedangkan alat untuk menunjukan besaran aliran fluida yang diukur atau
alat sekundernya adalah manometer pipa U. Venturi Meter memiliki
kerugian karena harganya mahal, memerlukan ruangan yang besar, dan
rasio diameter throatnya dengan diameter pipa tidak dapat diubah.
Untuk sebuah venturi meter tertentu dan sistem manometer tertentu,
kecepatan aliran yang dapat diukur adalah tetap, sehingga jika kecepatan
aliran berubah maka diameter throatnya dapat diperbesar untuk
memberikan pembacaan yang akurat atau diperkecil untuk
mengakomodasi kecepatan aliran maksimum yang baru.
Untuk Venturi Meter ini dapat dibagi 4 bagian utama yaitu :
79
1) Bagian Inlet
Bagian yang berbentuk lurus dengan diameter yang sama
seperti diameter pipa atau cerobong aliran. Lubang tekanan awal
ditempatkan pada bagian ini.
2) Inlet Cone
Bagian yang berbentuk seperti kerucut, yang berfungsi untuk
menaikkan tekanan fluida.
3) Throat (leher)
Bagian tempat pengambilan beda tekanan akhir bagian ini
berbentuk bulat datar. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengurangi
atau menambah kecepatan dari aliran yang keluar dari inlet cone.
Pada Venturi meter ini fluida masuk melalui bagian inlet dan
diteruskan ke bagian outlet cone. Pada bagian inlet ini ditempatkan titik
pengambilan tekanan awal. Pada bagian inlet cone fluida akan mengalami
penurunan tekanan yang disebabkan oleh bagian inlet cone yang
berbentuk kerucut atau semakin mengecil kebagian throat. Kemudian fluida
masuk kebagian throat inilah tempat-tempat pengambilan tekanan akhir
dimana throat ini berbentuk bulat datar. Lalu fluida akan melewati bagian
akhir dari venturi meter yaitu outlet cone. Outlet cone ini berbentuk kerucut
dimana bagian kecil berada pada throat, dan pada Outlet cone ini tekanan
kembali normal.
Jika aliran melalui venturi meter itu benar-benar tanpa gesekan,
maka tekanan fluida yang meninggalkan meter tentulah sama persis
dengan fluida yang memasuki meteran dan keberadaan meteran dalam
jalur tersebut tidak akan menyebabkan kehilangan tekanan yang bersifat
permanen dalam tekanan.
Penurunan tekanan pada inlet cone akan dipulihkan dengan
sempurna pada outlet cone. Gesekan tidak dapat ditiadakan dan juga
kehilangan tekanan yang permanen dalam sebuah meteran yang
dirancangan dengan tepat.
c. Pitot tube
Pitot tube ialah pipa terbuka kecil dimana permukaannya
bersentuhan langsung dengan aliran. Terdiri dari 2 pipa, yaitu :
80
Static tube (untuk mengukur tekanan statis)
Pipa ini membuka secara tegak lurus sampai ke aliran sehingga dapat
diketahui tekanan statisnya.
Impact/stagnation tube (untuk mengukur tekanan stagnasi = velocity
head)
Impact pressure selalu lebih besar daripada static pressure dan
perbedaan antara kedua tekanan ini sebanding dengan kecepatan.
Gambar A
Gambar B
Gambar 4.4. A dan B Skema Pipa Pitot
Cara kerja pitot tube :
Pipa yang mengukur tekanan statis terletak secara radial pada batang
yang dihubungkan ke manometer (pstat)
Tekanan pada ujung pipa di mana fluida masuk merupakan tekanan
stagnasi(p0)
81
Kedua pengukuran tekanan tersebut dimasukkan dalam persamaan
Bernoulli untuk mengetahui kecepatan alirannya
Sensor ini menggunakan prinsip perbedaan tekanan untuk mengetahui
kecepatan aliran dengan persamaan Bernoulli.
P0 = stagnation pressure
Pstat = static pressure
Sulit untuk mendapat hasil pengukuran tekanan stagnasi secara
nyata karena adanya friksi pada pipa. Hasil pengukuran selalu lebih kecil
dari kenyataan akibat faktor C (friksi empirik)
Ada beberapa macam kegunaan dari Pipa Pitot, diantaranya:
mengukur tekanan fluida pada wind tunnel
menghitung profil kecepatan aliran pada pipa
Gambar A
82
Gambar B
Gambar 4.5. A dan B Pengukuran Tekanan Fluida
Pipa pitot ini memiliki banyak kegunaan dan dapat diaplikasikan dalam beberapa
hal. Contoh aplikasi pipa pitot:
Mengukur kecepatan pada pesawat (airspeed)
Altimeter pesawat
Mengukur tekanan fluida pada wind tunnel (terowongan angin)
Namun dalam pengaplikasiaannya, pipa pitot ini memiliki kelebihan dan
kekurangan. Kelebihan dari pipa pitot antara lain :
Susunan sederhana
Relatif mudah dan murah
Tidak perlu adanya kalibrasi
Pressure drop aliran kecil
Sedangkan kekurangan dari pipa pitot antara lain:
Keakuratan rendah untuk beberapa aplikasi
Pipa harus lurus dengan kecepatan aliran untuk mendapatkan hasil
yang baik
83
d. Flow Nozzle
Flow Nozzle sama halnya dengan plat orifice yaitu terpasang diantara dua
flensa. Flow Nozzle biasa digunakan untuk aliran fluida yang kecil. Karena flow
nozzle mempunyai lubang lebih besar dan kehilangan tekanan lebih kecil
daripada plat orifice sehinga flow nozzle dipakai untuk fluida kecepatan tinggi
pada temperatur tinggi dan untuk penyediaan air ketel. Flow nozzle ini
merupakan alat primer dari pengukuran aliran yang berfungsi untuk
mendapatkan beda tekanannya. Sedangkan alat untuk menunjukkan besaran
aliran fluida yang diukur atau alat sekundernya adalah berupa manometer. Pada
flow nozzle kecepatan bertambah dan tekanan semakin berkurang seperti dalam
venturi meter. Dan aliran fluida akan keluar secara bebas setelah melewati
lubang flow nozzle sama seperti pada plat orifice. Flow nozzle terdiri dari dua
bagian utama yang melengkung pada silinder.
84
3. Magnetic flow meters
Jika sebuah cairan bersifat konduktif, maka magnetic flow meter dapat
digunakan. Magnetic flow meter tidak memiliki bagian yang bergerak dan hadir tidak
untuk mengganggu atau menghalangi aliran. Sebuah bagian nonconducting dari
pipa ditempatkan pada medan magnetik. Fluida yang mengalir pada pipa seperti
perpindahan konduktor pada sebuah generator yang menghasilkan tegangan.
Tegangan sebanding dengan kecepatan fluida, dimana dideteteksi dari elektrode
yang ditempatkan pada sisi dari pipa.
85
EVALUASI
1. Sebutkan dan jelaskan alat ukur aliran fluida dari dua bagian pokok yaitu :
a. Alat Ukur Primer
b. Alat Ukur Sekunder
2. Sebutkan komponen inti pipa pitot beserta fungsinya!
3. Sebutkan aplikasi penggunaan pipa pitot!
4. Air mengalir sepanjang pipa horisontal, penampang tidak sama besar. Pada tempat
dengan kecepatan air 35 cm/det tekanannya adalah 1 cmHg. Tentukanlah tekanan
pada bagian pipa dimana kecepatan aliran airnya 65 cm/det.(g = 980 cm/det2) !
5. Sebutkan faktor yang menentukan besarnya aliran fluida!
86
JAWABAN
1. Sebutkan dan jelaskan alat ukur aliran fluida dari dua bagian pokok yaitu :
a. Alat Ukur Primer
Yang dimaksud alat ukur primer adalah bagian alat ukur yang berfungsi
sebagai alat perasa (sensor).
b. Alat Ukur Sekunder
Sedangkan alat ukur sekunder adalah bagian yang mengubah dan
menunjukkan besaran aliran yang dirasakan alat perasa supaya dapat dibaca.
2. Sebutkan komponen inti pipa pitot beserta fungsinya!
Static tube (untuk mengukur tekanan statis)
Pipa ini membuka secara tegak lurus sampai ke aliran sehingga dapat
diketahui tekanan statisnya.
Impact/stagnation tube (untuk mengukur tekanan stagnasi = velocity head)
Impact pressure selalu lebih besar daripada static pressure dan perbedaan
antara kedua tekanan ini sebanding dengan kecepatan.
3. Sebutkan aplikasi penggunaan pipa pitot!
Mengukur kecepatan pada pesawat (airspeed)
Altimeter pesawat
Mengukur tekanan fluida pada wind tunnel (terowongan angin)
4. Air mengalir sepanjang pipa horisontal, penampang tidak sama besar. Pada
tempat dengan kecepatan air 35 cm/det tekanannya adalah 1 cmHg. Tentukanlah
tekanan pada bagian pipa dimana kecepatan aliran airnya 65 cm/det.(g = 980
cm/det2) !
P1 = 1 cmHg = 1.13,6.980 dyne/cm2
P1 = 13328 dyne/cm2
v1 = 35 cm/det; v2 = 65 cm/det
Prinsip Bernoulli:
2 2
P1 + pgy1 + 1/2 1 = P2 2 2
87
P1 - P2 = 1/2 3000
P1 - P2 = 1500 dyne/cm2
Jadi:
P2 = P1 - 1500
P2 = 13328 - 1500
P2 = 11828 dyne/cm
P2 = 0,87 cmHg
5. Sebutkan faktor yang menentukan besarnya aliran fluida!
Kecepatan (velocity)
Berat (massanya)
Luas bidang yang dilaluinya
Volumenya
88
TEMPERATURE SENSORS
89
dQ = aA(T1-T)dt
a = konduktivitas suhu
A = permukaan penyebaran panas
Jika sensor mempunyai panas spesifik dan massa (m) maka panas yang diserap:
dQ = mcdT
Jika kerugian suhu diabaikan, maka persamaan menjadi:
aA(T1-T)dt = mcdT
Selanjutnya jika mc/aA = T merupakan konstanta waktu dari suhu, maka:
dT/(T1-T) = dt/T
Solusi persamaan:
T = T1 - T0 e –t/T
90
2. Kontak-kontak yaitu pad atau kawat yang interface antara elemen sensor dan
rangkaian elektronik luar. Kontak-kontak harus mempunyai daya hantar panas dan
resistansi listrik serendah mungkin . Digunakan untuk mensuport sensor.
3. Selubung protektif semacam sarung atau pelapis yang secara pisik memisahkan
elemen sensor dari lingkungan luar. Selubung yang baik harus mempunyai
resistansi panas yang rendah dan isolasi kelistrikan yang tinggi. Juga harus kedap
terhadap kelembaban dan faktor lain yang dapat mempengaruhi secara langsung
elemen sensor
1. Sensor-sensor Thermoresistif
Sensor Thermoresistif memiliki beberapa keuntungan, yaitu: sederhana,
sensitif dan stabil dalam jangka waktu lama. Sensor thermoresistive dapat
digolongkan dalam 3 kelompok yaitu :
a. Resistance Temperature Detector (RTD)
Resistance Temperature Detector (RTD) atau dikenal dengan Detektor
Temperatur Tahanan adalah sebuah alat yang digunakan untuk menentukan nilai
atau besaran suatu temperatur atau suhu dengan menggunakan elemen sensitif
dari kawat platina, tembaga, atau nikel murni, yang memberikan nilai tahanan
91
yang terbatas untuk masing-masing temperatur di dalam kisaran suhunya.
Semakin panas benda tersebut, semakin besar atau semakin tinggi nilai tahanan
listriknya, begitu juga sebaliknya.
Konsep utama dari yang mendasari pengukuran suhu dengan detektor
suhu tahanan (resistant temperature detector = RTD) adalah tahanan listrik dari
logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah
presisi dan dapat diulang lagi sehingga memungkinkan pengukuran suhu yang
konsisten melalui pendeteksian tahanan.
RTD biasanya berhubungan dengan sensor logam dan dibuat dalam
bentuk thin film (film tipis) atau kawat. Film tipis pada RTD banyak yang terbuat
dari platinum tipis atau alloy. Bentuknya sering dibuat dalam bentuk spiral untuk
memastikan ratio panjang/lebar yang mencukupi. Kawat pada RTD, di mana
platinum yang dililitkan pada perekat kaca yang bertemperatur tinggi ditempatkan
dalam tabung keramik. Konstruksi ini memberikan detektor yang sangat stabil
untuk keperluan sains dan di industri.
92
Gambar 5.5. Lilitan kawat (wire-wound)
93
Rt = Tahanan listrik pada temperatur t 0C (Ohm)
R0 = Tahanan listrik pada temperatur 0 0C (Ohm) = 100Ω (PT100)
A = 3.9083 x 10 -3
B = -5.775 x 10 -7
t = Suhu
Gambar grafik karakteristik RTD dapat terlihat seperti gambar di bawah ini:
94
Gambar 5.8. Grafik Perbandingan Karakteristik antara NTC dan PTC
1) Thermistor NTC
Elemen resistansi NTC, seperti resistor lainnya, ditentukan oleh ukuran
fisik dan resistivitas bahan. Hubungan antara resistansi dan suhu sangat
nonlinier
95
Gambar 5.10. Error sensor termistor yang dihasilkan dari penggunaan
pendekatan empat dan dua - parameter
Dari rangkaian ekuivalen diatas diturunkan persamaan :
1/(R-rs) = gp + 1/R0 e -(1/T – 1/To)
rs = tahanan seri,
R0 & T0 = Tahanan & suhu referensi
= jumlah yang mewakili sensitivitas suhu (karakteristik
temperatur termistor)
Jika nilai rs dan gp sangat kecil dan dianggap nol, maka persamaan menjadi :
R = R0 e - (1/T – 1/To)
Untuk menguji parameter R0 dan hanya dibutuhkan 2 temperatur uji T1 dan
T2. Nilai ditentukan dengan pengukuran R1 dan R2 pada suhu tersebut.
= (1/(1/T1-1/T2) ln(R1/R2)
Menentukan kurva termistor tetapi tidak secara langsung menggambarkan
sensitivitasnya yang merupakan koefisien suhu negatip, (NTC). Nilai
dapat dicari dengan persamaan:
= 1/R . dR/dT = - /T2
Untuk pengukuran presisi digunakan persamaan Steinhart-Hart dalam suhu) :
1/T = A + B ln RT + C ln3RT (T dalam kelvin)
dimana A, B dan C merupakan koefisien yang diperoleh dari eksperimen.
Persamaan Steinhart-Hart ( dengan eksplisit Resistansi )
96
1 1
2 3 3 2 3 3
RT exp α α β α α β
2 4 27 2 4 27
1
dimana A B
α T, β
C C
2) PTC thermistor
Semua logam dapat disebut bahan PTC.
Koefisien suhu resistivitasnya (TCR)rendah
97
Pabrik pembuat PTC biasanya menetapkan spesifikasi suatu PTC
termistor dengan besaran-besaran :
1. Zero power resistance, R25, pada 25 oC, dimana self-heating diabaikan.
2. Minimum Resistance Rm yaitu nilai pada kurva dimana TCR termistor
berubah dari nilai positip ke negatip.
3. Transition temperature T yaitu temperatur dimana resistansi mulai
berubah secara cepat. Interval transisi suhu dari -30 sampai +160 oC
4. TCR didefinisikan dalam bentuk standar : 1
AB
α T, β
C C
5. Tegangan maksimum Emax adalah nilai tegangan tertinggi dimana
termistor dapat tahan terhadap suatu suhu.
6. Thermal Characteristics, yang dinyatakan dengan kapasitas termal,
konstanta disipasi dan konstanta waktu termal.
98
Gambar 5.15 Karakteristik tegangan-arus termistor PTC
Beberapa pemakaian dimana pengaruh self-regulating thermistor sangat
diperlukan :
1. Pengaman rangkaian
Sebuah PTC thermistor dapat bekerja sebagai fuse yang dapat direset di
dalam rangkaian listrik, menyensor arus yang berlebihan.
2. Miniatur self-heating thermostat
Sebuah miniatur self-heating thermostat untuk mikroelektronik, biomedical,
chemical dan pemakaian lainnya yang sesuai dapat dirancang dengan PTC
thermistor tunggal. Perpindahan temperatur harus dipilih secara tepat.
3. Time delay.
Rangkaian time delay dapat dikreasi dengan PTC thermistor berkat waktu
transisi yang relative panjang antara pemakaian daya listrik pada pemanas
terhadap titik resistansi rendah
4. Flow meter dan liquid level.
Flow meter dan pendeteksi ketinggian cairan yang bekerja
berdasarkanprinsip disipasi panas dengan mudah dapat dibuat dengan
PTC thermistor.
99
Gambar 5.16 Pemakaian Thermistor PTC dengan Current Limiting Circuit
R R PTC
R NTC R
Vo Vo
100
Gambar 5.18. Grafik Hubungan antara Tegangan dan Thermistor
2. Rangkaian Jembatan Wheatstone
Lebih linier akurasi lebih tinggi
Daerah ukur lebih lebar
Perlu resistor yang match dengan NTC nya
Perlu penguat diferensial
VCC
R
NTC
R1
+ Vo
R2 R3
101
Gambar 5.20. Rangkaian Pembaca dalam IC
102
sedangkan elektron mengitari inti atom. Elektron mudah berpindah dari orbit
atom satu ke orbit atom yang lain jika dikenai suatu energi. Perpindahan elektron
inilah yang kita sebut dengan arus listrik.
Timbulnya tegangan ini dapat terjadi berdasarkan fisika quantum. Jika
ujung suatu logam dipanaskan maka elektron pada ujung yang dipanaskan akan
memiliki energi yang cukup untuk berpindah orbit. Perpindahan orbit ini adalah
dari ujung yang dipanaskan menuju ujung yang tidak dipanaskan. Perpindahan
elektron inilah yang mengakibatkan ujung yang dipanaskan memiliki polaritas
yang lebih positif dibandingkan ujung yang tidak dipanaskan sehingga peristiwa
ini menimbulkan tegangan Hukum ini berlaku pada setiap logam yang memiliki
ujung yang berbeda suhu.
Secara umum rakitan sebuah thermokopel yang lengkap terdiri dari satu
atau lebih komponen berikut:
Rakitan elemen sensor (the junction)
Tabung protektif ( ceramic or metal jackets)
103
Sebuah thermowell
terminasi
Untuk pemakaian dengan temperatur tinggi, isolator mungkin terbuat dari
keramik jenis ball atau fish-spine (tulang ikan)
Jika kawat thermokopel tidak diisolasi secara kelistrikan maka kesalahan
pengukuran dapat terjadi. Isolasi dipengaruhi oleh kelembaban, goresan,
lenturan, panas yang berlebihan dan bahan kimia. Untuk itu diperlukan
pengetahuan tentang bahan isolasi yang esensial untuk ketelitian pengukuran.
104
Gambar 5.24. Beberapa rakitan termokopel
Berdasarkan ISA dan mengadopsi dari American standard dalam ANSI MC
96.1, direkomendasikan untuk menggunakan thermokopel sebagai sensor
sebagai berikut:
1. Type T : cu (+) versus constantan (-), tahan terhadap korosi dan cocok
untuk mengukur subzero temperatur. (sampai 370 oC)
2. Type J : Fe (+) versus constantan (-), cocok untuk ruang hampa dan oksidasi
atau atmosfir lembam. (0 – 760 oC)
3. Type E : 10% Ni/Cr (+) versusConstantan (-), direcomendasikan untuk
temperatur -200 sampai 900 oC.
4. Type K : 10% Ni/Cr (+) versus 5% Ni/Al/Si (-), direkomendasikan untuk
temperatur -200 sd. 1260 oC
5. Type R dan S : Pt/Rh (+) versus Pt (-), direkomendasikan untuk pemakaian
yang kontinyu ( 0 – 1480 oC )
6. Type B : 30% Pt/Rh (+) versus 6% Pt/Rh (-), direkomendasikan untuk
pemakaian yang kontinyu ( 870 – 1700 oC )
105
2. Sensor Suhu Rangkaian Terpadu (IC)
Sensor suhu dengan IC ini menggunakan chip silikon untuk elemen yang
merasakan (sensor). Memiliki konfigurasi output tegangan dan arus. Meskipun
terbatas dalam rentang suhu (dibawah 200oC), tetapi menghasilkan output yang
sangat linear di atas rentang kerja.
a. IC LM35
Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi
untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan.
Sensor Suhu LM35 berupa sebuah komponen dari berbagai rangkaian
elektronika untuk pengukuran. LM 35 ini difungsikan sebagai basic temperature
sensor seperti pada gambar.
106
Gambar 5.26. IC LM 35
Gambar diatas menunjukan bentuk dari LM35 tampak depan dan tampak
bawah. 3 pin LM35 menujukan fungsi masing-masing pin diantaranya, pin 1
berfungsi sebagai sumber tegangan kerja dari LM35, pin 2 atau tengah
digunakan sebagai tegangan keluaran atau Vout dengan jangkauan kerja dari 0
Volt sampai dengan 1,5 Volt dengan tegangan operasi sensor LM35 yang dapat
digunakan antar 4 Volt sampai 30 Volt. Keluaran sensor ini akan naik sebesar 10
mV setiap derajad celcius sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut :
VLM35 = Suhu x 10 mV
Secara prinsip sensor akan melakukan penginderaan pada saat perubahan
suhu setiap suhu 1 ºC akan menunjukan tegangan sebesar 10 mV. Pada
penempatannya LM35 dapat ditempelkan dengan perekat atau dapat pula
disemen pada permukaan akan tetapi suhunya akan sedikit berkurang sekitar
0,01 ºC karena terserap pada suhu permukaan tersebut. Dengan cara seperti ini
diharapkan selisih antara suhu udara dan suhu permukaan dapat dideteksi oleh
sensor LM35 sama dengan suhu disekitarnya, jika suhu udara disekitarnya jauh
lebih tinggi atau jauh lebih rendah dari suhu permukaan, maka LM35 berada
pada suhu permukaan dan suhu udara disekitarnya .
Sensor suhu LM35 berfungsi untuk mengubah besaran fisis yang berupa
suhu menjadi besaran elektri tegangan. Sensor ini memiliki parameter bahwa
setiap kenaikan 1°C tegangan keluarannya naik sebesar 10mV dengan batas
maksimal keluaran sensor adalah 1,5V pada suhu 150°C. Pengukuran secara
langsung saat suhu ruang, keluaran LM35 adalah 0,3V (300mV). Tegangan ini
diolah dengan mengunakan rangkaian pengkondisi sinyal agar sesuai dangan
tahapan masukan ADC.
107
Jarak yang jauh diperlukan penghubung yang tidak terpengaruh oleh
interferensi dari luar, dengan demikian digunakan kabel selubung yang
ditanahkan sehingga dapat bertindak sebagai suatu antenna penerima dan
simpangan didalamnya, juga dapat bertindak sebagai perata arus yang
mengkoreksi pada kasus yang sedemikian, dengan mengunakan metode bypass
kapasitor dari Vin untuk ditanahkan.
Berikut ini adalah karakteristik dari sensor LM35:
Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan
suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius.
Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25ºC.
Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55ºC sampai +150ºC.
Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.
Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 μA.
Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1ºC
pada udara diam.
Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.
Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC.
108
dibandingkan sensor temperatur linear dalam satuan kelvin, karena tidak
memerlukan pembagian dengan konstanta tegangan yang besar dan
keluarannya untuk mendapatkan nilai dalam satuan celcius yang tepat. LM35
memiliki impedansi keluaran yang rendah, keluaran yang linear, dan sifat
ketepatan dalam pengujian membuat proses interface untuk membaca atau
mengotrol sirkuit lebuh mudah. Pin V+ dari LM35 dihubungkan ke catu daya, pin
GND dihubungkan ke Ground dan pin Vout- yang menghasilkan tegangan analog
hasil pengindera suhu dihubungkan ke Vin (+) dan rangkaian ADC.
109
Tidak linear Mahal Tidak linear T < 200C
Tegangan Memerlukan Range suhu Memerlukan
rendah suply daya terbatas suply daya
Kelemahan
Kesimpulan
Temperatur dapat dideteksi dengan beberapa jenis sensor suhu.
Ada beberapa jenis sensor temperatur dengan karakteristik pendeteksian suhu
yang berbeda.
Dari keterengan diatas, pengukuran dan atau pendeteksian dapat dilakukan
dengan sistem ON/OFF dengan indikator LED, dsbnya, atau dapat dengan sistem
membatasi range suhu yang dapat diukur/dideteksi.
Berdasarkan itu pula, guna membantu pengajaran/pengenalan tentang pengukuran
temperatur dengan menggunakan elemen sensor, maka dapat dibuat alat bantu
pengajaran ( trainer ), dengan dilengkapi satu atau lebih sensor temperatur dan
dengan sistem ON/OFF atau dengan set point ( membatasi range pengukuran
temperatur )
Untuk pengukuran dengan set point, perlu pengetahuan dan perangkat lainnya
seperti transduser, Op-amp, ADC/DAC, dan lainnya yang mendukung.
110
EVALUASI
1. Sebuah thermokopel menghasilkan tegangan keluaran sebesar 50mV pada suhu
1400 derajat celcius, sedangkan pada suhu 200 derajad celcius menhasilkan
tegangan 10mV. Berapa tegangan sesungguhnya 9 (Vnet) yang dihasilkan
thermokopel?
2. Buatlah rangkaian sensor suhu dengan menggunakan LM 35 agar output keluaran
tegangan menjadi 0V-5 V saat suhu 00C-500C dengan menggunakan op-amp!
3. Jika rangkaian menggunakan IC LM335 yang mempunyai jarak –10oC sampai
dengan +50oC pada temperatur nominal 20oC, menggunakan catu daya +5V hitung
tahanan beban minimum yang diperbolehkan
4. Sebutkan dan jelaskan kelebihan serta kelemahan sensor-sensor suhu!
111
JAWABAN
112
RL >> (0,5V)-(4,7K = 522
5V – 0.5V
113
TRANSDUSER KELEMBABAN
Pengertian Kelembaban
Kelembaban merupakan konsentrasi dari uap air pada udara, jadi di dalam
udara terdapat banyak elemen, antara lain :
a. Oksigen
Oksigen (H2O) merupakan gas yang sangat penting bagi makhluk hidup.
Manusia dan hewan memerlukan oksigen untuk pernapasan. Sebagian besar
jasad renikpun memerlukan oksigen. Pada jasad renik oksigen diperlukan untuk
penguraian bahan makanan. Tumbuhan juga menggunkan oksigen, tetapi
hanya pada malam hari, sedangkan pada sang hari tumbuhan berfotosintesis,
dan menghasilkan oksigen.
b. Nitrogen
Nitrogen adalah gas terbanyak dalam udara. Nitrogen disebut juga zat lemas.
Zat ini tidak berbau dan tidak berwarna, juga tidak mengganggu kesehatan.
c. Karbondioksida
Gas ini berasal dari hasil pernapasan manusia dan binatang. Karbon dioksida
juga berasal dari hasil penguraian zat-zat dari tumbuhan atau hewan oleh
bakteri.
d. Gas Amoniak
Berasasl dari sampah yang dalam proses pembusukan. Jadi, semakin banyak
sampah, semakin banyak pula gas amoniak yang terdapa di udara.
e. Uap Air
Jumlah uap air di udara tidak tetap. Uap air berasal dari penguapan sumber-
sumber air yang terdapat di permukaan bumi. Sumber-sumber air tersebut
sungai, danau, dan laut.
Dari banyak zat di atas ada uap air, banyaknya uap air di udara akan
menentukan tingkat kelembaban dari udara tersebut. Kelembaban diekspresikan
dalam beberapa bentuk, yaitu: kelembaban absolute, kelembaban spesifik, dan
kelembaban relatif, definisinya :
114
- Kelembaban absolute: Merupakan bilangan yang menunjukkan berapa gram
uap air yang tertampung dalam satu meter kubik udara.
Dimana :
T = ketentuan suhu (dalam K)
P = adalah tekanan udara basah (dalam mHg)
115
Ps = adalah tekanan saturasi uap air ditemperatur T (dalam mHg)
H = adalah kelembaban relative (dalam %)
116
2. material yang dijadikan sample harus bersih dari partikel asing selain
itu bahan tersebut harus memiliki konstanta dielektrik relative yang
tinggi (contohnya: benda metal dan plastic).
3. hasil sampel pengukuran harus tetap
Prinsip dari sensor kapasitif adalah :
Memanfaatkan perubahan kapasitif
perubahan posisi bahan dielektrik diantara kedua keping
pergeseran posisi salah satu keping dan luas keping yang berhadapan
langsung
Perubahan jarak antara kedua keepi
117
Contoh:
karakteristik (Ta = 25ºc, frekuensi :10khz)
- Hasil respon, berdasarkan grafik (10kHz/1V)
contoh penggunaan :
118
Keterangan :
R22 = 499kΩ
R4 = 49.9 Ω
R1 =1kΩ
RV1 = 50 k Ω potentiometer
C1 = 10nF
C2 = 2.2nF
C3 = 100nF
119
Gambar di atas merupakan gambar contoh layout sensor kelembaban.
Gambar (a)
Gambar (b)
120
(Gambar a) merupakan gambar sensor kelembaban solid-state yang
terbuat dari substrat silicon. Silikon tersebut harus berkonduktansi tinggi, yang
mempunyai garis edar elektrik dari elektroda aluminium hampa udara/vacuum
yang ditempatkan pada permukaan sensor.
Lapisan oksida diletakkan pada bagian atas lapisan aluminium
konduktiv, dan pada bagian atas itu, dilektakkan elektroda lainnya. Lapisan
aluminium tersebut dianodized dalam suatu cara untuk membentuk permukaan
oksida berpori. Elektroda bagian paling atas terbuat dari emas berpori yang
dapat ditembus gas, dan diwaktu yang sama dapat menyediakan kontak
elektric. Oksida aluminium (Al2O3), seperti banyak material-material lainnya,
yang dengan siap mengabsorbsi air ketika sensor terhubung dengan
campuran gas yang mengandung air dalam keadaan beruap air.
(Gambar b) merupakan ekuivalen sederhana dari circuit sensor,R1 dan
C1 merupakan variabel yang tergantung pada kelembaban,nilai variabel
diperoleh dari perubahan pada pori-pori Al203. R2 dan C2 merupakan istilah
untuk lapisan oksida yag tidak terpengaruh oleh kelembaban, R3 dan C3 juga
tidak terpengaruh juga dengan kelembaban.
121
Pada awalnya sistem tersebut dikalibrasi dalam udara kering untuk
menentukan suatu nilai referensi nol. Kemudian setelah digunakan untuk
pengkuran gas yang masuk melalui termistor yang tutupnya terbuka, maka
keluaran dari sensor ini bertambah secara berangsur-angsur seperti kenaikan
kelembaban absolute dari nol. Gambar B merupakan gambar karakteristik
keluaran tegangan dari sensor tersebut.
d. Optical Hygrometer
Ide dari sensor ini adalah memanfaatkan photo detector untuk
menyensor titik embun yang berasal dari udara yang dipompakan melalui
sensor tersebut, dengan menurunnya suhu pada cermin, seiring dengan
tingkat kelembaban dari udara yang dipompakan, maka pada cermin tersebut
akan terjadi titik-titik embun, dengan adanya titik- titk air pada cermin maka
akan merubah kesetimbangan dari photodetector, dan dari perubahan yang
terjadi akan diteruskan ke rangkaian pengontrol, sehingga dengan adanya
rangakaina tersebut, maka perubahan kelembaan dapat disensor, pada bagian
bawah cermin, terdapat pompa panas, yang berfungsi untuk memompa panas
dari udara yang dimasukkan.
Photodetectors menyensor dari cahaya LED, pada saat di cermin itu
terdapat titik air, maka cahaya yang diterima photodetectors akan terbias. Pada
saat kering reflektifitas dari cermin akan tinggi.
122
e. Oscillating Hygrometer
123
EVALUASI
1. Sebutkan prinsip dari sensor kapasitif!
2. Sebutkan beberapa aplikasi yang menggunakan sensor kelembapan!
3. Perhatikan gambar di bawah!
124
JAWABAN
125
pengontrol, sehingga dengan adanya rangakaina tersebut, maka perubahan
kelembaan dapat disensor, pada bagian bawah cermin, terdapat pompa panas,
yang berfungsi untuk memompa panas dari udara yang dimasukkan.
5. Sebutkan prinsip kerja dari Oscillating Hygrometer!
Penggunakan plat yang terbuat dari Kristal kuarsa tipis, yang merupakan bagian
dari rangkaian isolasi. karena osilasi piring kuarsa didasarkan pada efek
piezoelektrik. kristal kuarsa digabungkan dengan pendingin Peltier. Suhu turun
dikarenakan dengan adanya gas lembab yang dipompakan pada permukaan plat
kristal kuarsa, maka embun, maka pada permukaan itu akan ada titik-titik uap.
Karena terjadi perubahan massa Kristal. Akan terjadi perubahan frekuensi
resonansi, yang akan diteruskan ke rangkaian pengolah perubahan frekuensi. Dari
situ maka kelembaban yang dari udara dapat di sensor dengan sensor ini.
126
CHEMICAL SENSORS
127
Gambar di atas memperlihatkan sensor kimia langsung berbagai
fenomena reaksi kimia secara langsung memberikan karakteristik listrik seperti
resistansi, potensial, atau kapasitansi. Jadi sama seperti sensor-sensor lainnya,
dia juga mempunyai karakteristik-karakteristik keluaran, yaitu: resistif,
tegangan, dan kapasitansi, tanpa mengalami pengkonversian-pengkonversian.
Intinya yaitu reaksi kimia akan langsung memberikan perubahan-perubahan
elektrikal secara langsung.
128
Sedangkan gambar di atas memperlihatkan tentang sensor yang
komplek. Hasil Perangkat yang kompleks reaksi kimia maka secara tidak
langsung akan mempengaruhi karakteristik listrik tidak langsung di sini
dimaksudkan bahwa untuk memerlukan beberapa bentuk perubahan untuk
mendapatkan sinyal, sehingga hasil/sinyal outputan akan diolah dahulu dengan
menggunakan rangkaian elektronik, sebelum digunakan untuk control, maupun
pengukuran. perubahan yang mungkin terjadi bentuk fisik, pergeseran
frekuensi, modulasi cahaya, temperatur atau perubahan panas yang dihasilkan,
dan bahkan perubahan massa.
Perangkat reaktif kimia mempunyai kelemahan/kekurangan ketika ada
reversibilitas tidak yang lengkap, atau bila terjadi penurunan dari penyerapan
dari sensor / analit kimia, misalnya ketika pengukuran ada zat-zat lain yang
mempengaruhi, dalam pengukuran tersebut. Sedangkan perangkat reaktif fisik,
biasanya akan memakan tempat, dan biaya yang harus bertambah, sedangkan
untuk tingkat penyensorannya juga lambat, walaupun dengan stabilitas
pengukuran yang lerbih baik.
129
jenis potensiometri hasil reaksi kimia yaitu perubahan potensial listrik atau
tegangan sepasang elektroda. Dengan menggunakan komponen tambahan
lainnya , karakteristik ini dapat dikonversi ke dalam bentuk karakteristik
yang lain.
130
Koefisien Suhu negatif (NTC) termistor dengan resistor paralel
digunkaan untuk mengatur titik keseimbangan jembatan tersebut.
Dengan menggunakan comparator, maka ketika pada sensor Metal
Oxide memberika perubahan karakteristik, kesetimbangan dari
jembatan akan berubah, dan jika tegangan pada Vrl, lebih besar dari
tegangan Vref, maka output komparator akan positive, sehingga pada
rangkaian itu akan memicu transistor dan akan menyalakan Alarm. Hasil
outputan dari rangkaian tersebut, juga dapat digunakan untuk
melakukan tindakan lain, misal, memberikan picu ke microcontroller,
relay, dll.
2. AchemFET
AchemFET adalah transistor efek medan yang di dalamnya
terdapat laisan penyensor gas dan rangkaian elektronik. Berikut
gambarnya
131
ChemFETs dapat digunakan untuk mendeteksi H2 di udara, O2
dalam darah,gas syaraf yang digunakan dalam militer, CO2, dan gas
peledak. ChemFET ini dibuat menggunakan film tipis biasanya silikon
tipe-p dan dua silikon difusi tipe-n. Lapisan isolator memisahkan
gerbang akhir logam elektroda teratas agar tetap kering. chemFET
adalah sebuah konduktor kimia yang dikontrol (resistor). Konduktansi
dari chemFET yang diukur oleh sebuah penguat diferensial dan diwakili
oleh tegangan output e. Untuk menghitung konduktansi, arus dalam
rangkaian diukur oleh converter I / Vdengan sebuah resistor R
referensi.
3. Sensor Elektromekanikal
Sensor ini merupakan sensor yang paling fleksible digunakan
dan paling maju diantara sensor kimia yang lainnya. Sensor ini
menggunakan elektroda khusus dalam melakukan pengukuran, yang
mudah termodulasi dengan reaksi kimia. Dasar dari sensor ini adalah,
Elektroda dalam sistem penginderaan sering dibuat dari logam katalitik
seperti platina atau paladium, logam-logam itu juga dapat dilapisi oleh
logam karbon.
132
RE (Refrence Electrode) atau elektroda refrensi digunakan untuk
mengukur dan referensi dari potensial sensor yang dihasilkan oleh
masing-masing elektroda dan elektrolit atau lebih tepatnya sebagai
pembanding potensial. WE (Working Electrode) adalah penynsor dari
ahan yang akan disensor, AE (auxiliary electrode) adalah electrode yang
bukan merupakan katalis dalam sensor ini, ketiga electrode di atas akan
bereaksi sesuai dengan jernis bahan yang disensor oleh elektroda-
elektroda tersebut, yang kemudian tegangan outputan yang akan diolah
ke pengendali, atau digunakan ntuk pengukuran.
4. Ampermetric Sensor
Contoh dari sensor kimia amperometrik adalah sensor oksigen
Clark yang diusulkan pada tahun 1956. Prinsip operasi elektroda
didasarkan pada penggunaan larutan elektrolit yang terkandung dalam
elektrode untuk transportasi oksigen dari suatu membran permeabel
oksigen ke katoda logam selektif yang membutuhkan arus yang sangai
tinggi, representasi dari proses pengurangan oksigen yang
kemungkinan terjad adalah :
O2 +2H2O+2e−→H2O2 +2OH−
H2O2 +2e−→2OH−
133
Gambar di atas menunjukkan membran yang membentang di
ujung elektroda, memungkinkan oksigen berdifusi melalui lapisan
elektrolit tipis untuk katoda. Baik anoda dan katoda yang terkandung
dalam pembuatan sensor, dan tidak ada hubungan dengan kelistrikan
dari luar (pada gambar tersebut). Sistem membran elektrolit-elektroda
dianggap bertindak sebagai sistem difusi satu dimensi dengan tekanan
parsial di membran sama dengan tekanan p0 ekuilibrium parsial
permukaan dan bahwa pada katoda sama dengan nol. Perubahan arus
pada sensor ini dapat ditunjukkan dengan :
134
Sebagai contoh, sebuah membram, ketebalannya adalah 25 µm,
dan area katoda adalah 2×10−6 cm2, Sensor kimia tipe amperometic
dibuat dengan menggunakan. Sensor yang mampu mengukur
kekurangan oksigen relatif yang disebabkan oleh reaksi enzimatik
dengan menggunakan dua elektroda oksigen Clark. Prinsip operasinya
adalah :
135
memberikan reaksi untuk pengukuran delam bentuk potensiometri dan
amperometri.
Perangkat katalitik ditingkatkan dibagi menjadi elektro-
enchanced dan foto-enchanced. Elektrokatalitik menggunakan film tebal
padat elektrolit elektrokimia. Sel ini dibuat menggunakan teknik screen-
printing/firing untuk menghasilkan sandwich dari keramik-logam
(keramik logam) bahan pada aluminium dengan tebal 625-µm terbuat
dari substrat oksida (Al2O3).
Elektroda referensi yang rendah berukuran sekitar 15µm, yang
terbuat dari terbuat dari platinum (Pt) terikat pada oksida nikel (NiO).
Elektroda referensi bagian atas, berukuran 5 µm yang terbuat dari
platinum (Pt). dua electrode itu dipisahkan dengan jarak 25-30 µm. dan
Dalam mode sederhana sebuah potensial listrik yang dihasilkan sebagai
fungsi dari og natural dari tekanan parsial gas-gas pada permukaan
yang berlawanan dari sensor. Ketika elektroda dalam keadaan yang
sangat tinggi perbedaan maka sebenarnya terjadi reaksi kimia. Sebagai
potensi berubah adalah gas pada permukaan perangkat akan
mengurangi atau teroksidasi dan melepaskan atau menangkap elektron
bebas. Reaksi ini mempengaruhi arus listrik (i) melewati film, yang dapat
diukur dengan amperimeter sebagai sebuah fungsi dari sample gas
yang mempengaruhi rangkaian tersebut. Saat ini dipengaruhi oleh
tingkat perubahan potensi diterapkan dan komponen arus reaktif.
Dengan mengubah bentuk berbasis waktu dari potensi
diterapkan, kedua komponen sinyal dapat dipisahkan dan lebih baik
digunakan untuk mendeteksi jenis gas. Karena reaksi tergantung pada
suhu, pemanas dan sensor suhu dimasukkan ke dalam sensor untuk
mempertahankan suhu pada tingkat yang telah ditetapkan.
Electrocatalyst Enchanced, menggunakan bahan seperti
Titanium Dioksida (TiO2) sebagai alat yang mempunyai reaksi dengan
adanya peningkatan catalyst. TiO2 elektro-oksidasi bereaksi ketika
terkena gelombang dari ultraviolet (UV) yang panjangnya kurang dari
320 nm. Sensor electro catalyst Enchanced resistensinya perubahan
136
bila terkena gelombang yang tepat dari sinar UV dan reaksi perubahan
gas. Berikut merupakan gambaran dari sensor tersebut:
137
Gambar di atas merupakan gambaran dari thermal sensor,
thermal shield digunakan untuk mereduksi panas yang ditangkap oleh
sensor hasil reaksi dari penyensoran kimia adalah. Termistor terhubung
dengan rangkaian jembatan westone. Peningkatan temperature
merupakan hasil pengukuran reaksi kimia yang proporsional, dengan
adanya jembatan westone, keluaran dari penyensoran akan dapat
diukur, atau diteruskan ke rangkaian lain.
b. Optical Chemical Sensors
Sensor optik didasarkan pada interaksi radiasi elektromagnetik
dengan materi, yang menghasilkan mengubah (modulasi) beberapa
sifat radiasi. Contoh modulasi tersebut variasi dalam intensitas,
polarisasi, dan kecepatan cahaya dalam media. Keberadaan bahan
kimia yang berbeda dalam analit akan mempengaruhi panjang
gelombang cahaya yang dimodulasi. Modulasi optik dipelajari oleh
spektroskopi, yang
menyediakan informasi tentang berbagai struktur mikroskopis dari atom
hingga ke dinamika dalam polimer. Dalam pengaturan umum, radiasi
monokromatik melewati sampel (yang mungkin gas, cair, atau padat),
dan sifat-sifatnya diperiksa pada output.
Optik spektroskopi berguna untuk menyerap panjang gelombang
UV dan IR yang dapat digunakan untuk deteksi target O3. Dalam semua
cara panjang gelombang sumber cahaya secara rutin dicocoka dengan
energi reaktif dari indikator optrode untuk mencapai sinyal elektronik
138
terbaik. Deteksi cahaya asli dan yang dihasilkan diperoleh dengan
fotodioda atau tabung photomultiplier.
Sensor kimia optik dapat dan dirancang dan dibangun dalam
berbagai macam bentuk, salah satu dari bentuknya adalah sensor gas
CO2. Sensor ini terdiri dari dua bagian yang diterangi oleh LED. Masing-
masing bagian memiliki ba metalisasi permukaan untuk reflektifitas
internal yang lebih baik. Ruang kiri memiliki slot ditutup dengan
membran gas-permeable.
139
fase membran atau indikator yang sifat optik yang dipengaruhi oleh
analit.
c. Biochemical Sensors
Biosensor adalah kelas khusus dari sensor kimia. Evolusi
spesies melalui seleksi alam menyebabkan organ yang sangat sensitif,
yang dapat merespon hanya beberapa molekul. Sensor buatan
manusia, secara umum tidak sensitif, tetapi dengan menggunakan
bahan biologis aktif dalam kombinasi dengan beberapa unsur-unsur
dapat digunakan untuk penginderaan fisik (misalnya, amperometri atau
termal). Unsur biorecognition sebenarnya adalah sebuah bioreaktor
yang lebih dari sensor konvensional, sehingga respon dari biosensor
akan ditentukan oleh difusi, reaksi produk analit, coreactants atau bahan
yang mengganggu, dan kinetika dari proses penyensoran. Unsur-unsur
biologis berikut dapat dideteksi secara kualitatif dan kuantitatif oleh
biosensor antara lain: organisme, jaringan, sel, organel, membran,
enzim, reseptor, antibodi, dan asam nukleat.
Dalam pembuatan biosensor, salah satu kunci adalah imobilisasi
analit pada transduser fisik. Imobilisasi harus membatasi bahan biologis
aktif pada elemen sensing dan menjaga kebocoran keluar selama
biosensor digunakan, memungkinkan kontak untuk solusi analit,
memungkinkan produk ke berdifusi keluar dari lapisan imobilisasi, dan
140
tidak mengubah sifat bahan biologis aktif . Sebagian besar bahan
biologis aktif yang digunakan dalam biosensor adalah protein atau
mengandung protein dalam struktur kimia mereka. Oleh karena itu,
untuk melumpuhkan protein pada permukaan sensor, ada dua teknik
dasar yang digunakan: retensi mengikat atau fisik. Adsorpsi dan
mengikat kovalen adalah dua jenis teknik mengikat. Retensi ini
melibatkan memisahkan bahan biologis aktif dari solusi analit dengan
lapisan pada permukaan sensor, yang permeabel terhadap analit dan
produk dari reaksi pengakuan, tetapi tidak untuk bahan biologis aktif.
141
DAFTAR PUSTAKA
Abu Ahmad Abdul Alim Ricky, dkk. Prinsip Dasar Thermokopel. Diakses 25
September 2011 dari [Link]
content/uploads/2009/07/prinsip_dasar_thermokopel.pdf
Fraden, Jacob. 2003. Handbook of Modern Sensors. Diakses 22 September 2011 dari
[Link]
[Link]?tsid=20111118-163006-3104dc96
Lilik Gunarta. 2011. Mengenal Sensor dan Actuator. Diakses pada 18 September
2011 dari [Link]
dan_lilikgunarta_12437.pdf
Saud Maruli Tua, dkk. 2006. Penambahan Pengaman Motor Listrik dengan Sensor
Suhu IC LM 135. Diakses 18 September 2011 dari
[Link]
[Link]
Tim Fakultas Teknik. 2003. Sensor dan Tranduser. Diakses pada 18 September 2011
dari [Link]
[Link]
Kgc1/BAB%20II%20Dasar%[Link]?key=huflepuff:journal:24&nmid=436218
430 diakses 20 September 2011
[Link] diakses 25
September 2011
142
[Link]
31604<=1321635214&uahk=KWqatwSIHP9vQoUfc7iw88WcfLk diakses 18
September 2011
143
Teknik spektroskopi optik digunakan dalam sensor kimia optik dengan memanfaatkan interaksi antara radiasi elektromagnetik dan bahan. Sifat radiasi, seperti intensitas dan panjang gelombang, dapat berubah ketika berinteraksi dengan bahan tertentu. Deteksi perubahan ini memungkinkan identifikasi bahan kimia berdasarkan panjang gelombang cahaya yang diserap atau dipantulkan, menggunakan fotodioda atau photomultiplier untuk analisis lebih lanjut .
Prinsip Bernoulli menjelaskan bahwa dalam pipa horizontal tanpa hilang energi, penjumlahan tekanan statis dan tekanan dinamik suatu titik sama dengan titik lainnya sepanjang aliran. Ketika kecepatan aliran meningkat, tekanan menurun, dan sebaliknya. Dalam pipa dengan penampang yang bervariasi, ini berarti jika kecepatan bertambah pada penampang yang lebih kecil, tekanan akan berkurang sesuai persamaan Bernoulli, sehingga menyeimbangkan energi total .
Keuntungan pipa pitot termasuk desain sederhana, biaya yang relatif rendah, dan tidak memerlukan kalibrasi. Namun, kelemahan termasuk akurasi yang rendah untuk beberapa aplikasi, terutama jika pipa tidak terletak lurus mengikuti kecepatan aliran, yang dapat mengakibatkan hasil pengukuran yang kurang akurat .
Metode inferensial pada sensor flow non-mekanis memungkinkan pengukuran aliran tanpa perlu kontak langsung dengan fluida, sehingga mengurangi risiko kontaminasi atau kerusakan sensor. Sensor ini dapat menghasilkan data yang akurat berdasarkan perubahan dalam kondisi aliran, seperti perbedaan tekanan atau medan elektromagnetik, tanpa bagian bergerak yang dapat terdegradasi .
Sensor piezoelektrik mendeteksi pulsa mekanis dengan mengubah kedutan ultrasonik menjadi output listrik. Ketika pulsa listrik disuntikkan ke waveguide, pulsa mekanis dihasilkan dan bergerak sepanjang waveguide. Saat tiba di sensor, kedutan ini menyebabkan sensor piezoelektrik menghasilkan sinyal listrik yang dapat diukur, memberikan informasi tentang posisi magnet permanen .
Sensor kontak membutuhkan kontak fisik dengan objek untuk mengukur suhu melalui konduksi panas, sedangkan sensor non-kontak mengukur suhu dengan mendeteksi radiasi inframerah yang dipancarkan oleh objek. Sensor kontak memiliki potensi mengganggu sistem yang diukur, sedangkan sensor non-kontak mengukur tanpa interaksi langsung yang dapat mengubah keadaan termal objek .
Hukum Hagen-Poiseuille menjelaskan aliran fluida dalam pipa kapiler dengan mempertimbangkan faktor seperti perbedaan tekanan, diameter kapiler, viskositas fluida, dan panjang kapiler. Ini digunakan untuk menghitung laju aliran dengan memahami bagaimana variasi dalam variabel ini mempengaruhi aliran fluida. Alat ukur aliran seperti flowmeter menggunakan prinsip ini untuk mengukur laju aliran dengan akurasi tinggi .
Karakteristik elektrik dari kristal oksida logam seperti SnO2 mengalami perubahan ketika berinteraksi dengan gas reduksi. Gas ini mengurangi hambatan permukaan oksida dan meningkatkan konduktivitas. Proses ini menurunkan resistansi secara langsung sebanding dengan konsentrasi gas, memfasilitasi deteksi gas melalui perubahan arus listrik yang terukur dalam sensor. Sensitivitas perubahan ini memungkinkan deteksi efektif berbagai gas .
Sensor optik lebih disukai karena tidak terpengaruh oleh medan magnet dan gangguan listrik. Mereka menggunakan cahaya untuk pengukuran, yang membuatnya ideal untuk aplikasi sensitif di mana medan magnet dan gangguan listrik dapat mempengaruhi hasil pengukuran .
Selektivitas penting dalam sensor kimia karena memastikan sensor hanya bereaksi terhadap senyawa tertentu yang diukur, menghindari interferensi dari bahan lain. Sensitivitas penting karena menentukan seberapa kecil perubahan konsentrasi bahan yang dapat terdeteksi, mempengaruhi ketepatan dan keakuratan pengukuran. Kedua sifat ini memastikan performa optimal dalam identifikasi dan kuantifikasi kimia .