0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan9 halaman

Mekanisme Perencanaan Puskesmas 2023

Dokumen tersebut membahas mekanisme perencanaan tingkat puskesmas yang meliputi penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dengan mempertimbangkan masukan masyarakat, pembahasan RUK di dinas kesehatan kabupaten, persetujuan dari DPRD, dan penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan oleh puskesmas berdasarkan alokasi yang disetujui. Tahapan penyusunan RUK mencakup analisis situ

Diunggah oleh

hauziah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan9 halaman

Mekanisme Perencanaan Puskesmas 2023

Dokumen tersebut membahas mekanisme perencanaan tingkat puskesmas yang meliputi penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dengan mempertimbangkan masukan masyarakat, pembahasan RUK di dinas kesehatan kabupaten, persetujuan dari DPRD, dan penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan oleh puskesmas berdasarkan alokasi yang disetujui. Tahapan penyusunan RUK mencakup analisis situ

Diunggah oleh

hauziah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

MEKANISME PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS

Langkah pertama dalam mekanisme Perencanaan Tingkat Puskesmas adalah


dengan menyusun RUK yang meliputi usulan kegiatan wajib dan usulan kegiatan
pengembangan. Penyusunan RUK Puskesmas harus memperhatikan berbagai kebijakan
yang berlaku baik secara global, Nasional maupun daerah sesuai dengan hasil kajian data
dan informasi yang tersedia di Puskesmas. Dokumen pendukung yang dimaksud berupa
RPJMD, Renstra Dinkes, dan RSB Puskesmas. Puskesmas perlu mempertimbangkan
masukan dari masyarakat melalui Forum Kesehatan Desa. RUK harus dilengkapi pula
dengan usulan pembiayaan untuk kebutuhan rutin, sarana, prasarana dan operasional
Puskesmas. RUK yang disusun merupakan RUK tahun mendatang (H+1).

Penyusunan RUK tersebut disusun pada bulan Januari tahun berjalan (H),
berdasarkan hasil kajian pencapaian kegiatan tahun sebelumnya (H-1), dan diharapkan
proses penyusunan RUK telah selesai dilaksanakan di Puskesmas pada akhir bulan Januari
tahun berjalan (H). RUK yang telah disusun dibahas di Dinas Kesehatan Kabupaten,
diajukan ke Pemerintah Daerah Kabupaten melalui Dinas Kesehatan Kabupaten.
Selanjutnya RUK Puskesmas yang terangkum dalam usulan Dinas Kesehatan Kabupaten
akan diajukan ke DPRD untuk memperoleh persetujuan pembiayaan dan dukungan politis.

Setelah mendapat persetujuan dari DPRD, selanjutnya di serahkan ke Puskesmas


melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Berdasarkan alokasi biaya yang telah disetujui
tersebut, Puskesmas menyusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan. Sumber pembiayaan
Puskesmas selain dari anggaran daerah (DAU) adalah dari pusat yang dialokasikan melalui
Dinas Kesehatan Kabupaten. RPK disusun dengan melakukan penyesuaian dan tetap
mempertimbangkan masukan dari masyarakat. Penyesuaian ini dilakukan, oleh karena
RPK yang disusun adalah persetujuan atas RUK tahun yang lalu (H-1), alokasi yang
diterima tidak selalu sesuai dengan yang diusulkan, adanya perubahan sasaran kegiatan,
tambahan anggaran (selain DAU) dan lain-lainnya. Penyusunan RPK dilaksanakan pada
bulan Januari tahun berjalan, dalam forum Lokakarya Mini yang pertama.
Untuk memudahkan pemahaman terhadap mekanisme Perencanaan Tingkat
Puskesmas, dapat dilihat pada alur berikut ini :

Pemda Kabupaten
Penyandang Dana Lain

Dinas Kesehatan

...............................................................................................................................................
Upaya Kesehatan
Esensial
Rencana Usulan Rencana Rencana
usulan kegiatan yang Bisnis dan Tahunan
Upaya telah disetujui Anggaran Puskesmas
kegiatan H+1
Kesehatan
Pengembangan

...............................................................................................................................................
Masyarakat
Forum Kesehatan Desa
BAB III
TAHAP PENYUSUNAN PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS

A. TAHAP PERSIAPAN
Tahap ini mempersiapkan staf Puskesmas yang terlibat dalam proses penyusunan
Perencanaan Tinkat Puskesmas agar memperoleh kesamaan pandangan dan
pengetahuan untuk melaksanakan tahap-tahap perencanaan.
Tahap ini dilakukan dengan cara :
1. Kepala Puskesmas membentuk Tim Penyusun Perencanaan Tingkat Puskesmas
yang anggotanya terdiri dari staf Puskesmas.
2. Kepala Puskesmas menjelaskan tentang pedoman Perencanaan Tingkat
Puskesmas kepada Tim agar dapat memahami pedoman tersebut demi
keberhasilan penyusunan Perencanaan Tingkat Puskesmas.
3. Puskesmas mempelajari kebijakan dan pengarahan yang telah ditetapkan oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi dan Departemen
Kesehatan.

B. TAHAP ANALISIS SITUASI


Tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai keadaan dan
permasalahan yang dihadapi Puskesmas melalui proses analisis terhadap data yang
dikumpulkan. Tim yang telah disusun oleh Kepala Puskesmas melakukan
pengumpulan data. Ada 2 (dua) kelompok data yang perlu dukumpulkan yaitu data
umum dan data khusus.
1. Data umum :
a. Peta Wilayah Kerja serta Fasilitas Pelayanan, Data Wilayah mencakup luas
wilayah, jumlah desa/dusun/RT/RW, jarak desa dengan Puskesmas, waktu
tempuh ke Puskesmas. Data ini dapat diperoleh di kantor Kelurahan/Desa atau
Kantor Kecamatan.
b. Data Sumber Daya.
Data sumber daya Puskesmas (termasuk Puskesmas Pembantu dan Bidan di
desa) mencakup :
1) Ketenagaan
2) Obat dan bahan habis pakai.
3) Peralatan.
4) Sumber pembiayaan yang berasal dari Pemerintah (Pusat dan Daerah),
Masyarakat dan sumber lainnya.
5) Sarana dan prasarana, antara lain gedung, rumah dinas, komputer, mesin
tik, meubelair, kendaraan.
c. Data Peran Serta Masyarakat
Data ini mencakup jumlah posyandu, kader, dukun bayi dan tokok masyarakat.
d. Data Penduduk dan Sasaran Program
Data penduduk dan sasaran program mencakup : jumlah penduduk
seluruhnya berdasarkan jenis kelamin, kelompok umur (sesuai sasaran
program), sosio ekonomi pekerjaan, pendidikan, keluarga miskin (persentasi
disetiap desa/kelurahan). Data ini dapat diperoleh di Kantor Kelurahan/Desa,
Kantor Kecamatan, dan data estimasi sasaran di Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota.
e. Data sekolah
Data sekolah dapat diperoleh dari Dinas Pendidikan setempat, mencakup jenis
sekolah yang ada, jumlah siswa, klasifikasi sekolah UKS, jumlah dokter kecil,
jumlah guru UKS, dll.
f. Data Kesehatan Lingkungan wilayah kerja Puskesmas
Data kesehatan lingkungan mencakup rumah sehat, tempat pembuatan
makanan/minuman, tempat-tempat umum, tempat pembuangan sampah,
sarana air bersih, jamban keluarga dan sistem pembuangan air limbah.

2. Data Khusus (hasil penilaian kinerja Puskesmas)


a. Status kesehatan terdiri dari :
1) Data Kematian
2) Kunjungan Kesakitan
3) Pola penyakit yaitu 10 penyakit terbesar yang ditemukan.
b. Kejadian luar biasa, dapat dilihat pada laporan W1 (simpus).
c. Cakupan program pelayanan kesehatan 1(satu) tahun terakhir di tiap
desa/kelurahan, dapat dilihat dari laporan penilaian kinerja puskesmas.
d. Hasil survey (bila ada), dapat dilakukan sendiri oleh puskesmas atau pihak lain.

C. TAHAP PENYUSUNAN RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK)


Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK), dilaksanakan dengan memperhatikan
hal-hal sebagai berikut :
1. Menyusun Rencana Usulan Kegiatan bertujuan untuk mempertahankan kegiatan
yang sudah dicapai pada periode sebelumnya dan memperbaiki program yang
masih bermasalah.
2. Menyusun rencana kegiatan baru yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan di
wilayah tersebut dan kemampuan Puskesmas.

Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan ini terdiri dari 2 (dua) langkah, yaitu Analisis
Masalah dan Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan.

1. Analisis Masalah
Analisis Masalah dapat dilakukan melalui kesepakatan kelompok Tim Penyusun
Perencanaan Tingkat Puskesmas dan Forum Kesehatan melalui tahapan :
a) Identifikasi masalah,
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Identifikasi
masalah dilaksanakan dengan membuat daftar masalah yang diperoleh
dikelompokkan menurut jenis program, cakupan, mutu, ketersediaan sumber
daya.
Contoh Tabel Identifikasi Masalah
No Program Target Pencapaian Masalah
1
2
3
Dst

b) Menetapkan urutan prioritas masalah


Mengingat adanya keterbatasan kemampuan mengatasi masalah secara
sekaligus, ketidaktersediaan teknologi atau adanya keterkaitan satu masalah
dengan masalah lainya, maka perlu dipilih masalah prioritas dengan jalan
kesepakatan Tim. Bila tidak dicapai kesepakatan dapat ditempuh dengan
menggunakan kriteria lain. Dalam penetapan urutan prioritas masalah dapat
mempergunakan berbagai macam metode seperti kriteria matriks, MCUA,
Hanlon, CARL dsb. Penetapan penggunaan metode tersebut diserahkan
kepada masing-masing Puksesmas.
Contoh kriteria matriks.
Masing-masing kriteria ditetapkan dengan nilai 1 – 5. Nilai semakin besar jika
tingkat urgensinya sangat mendesak, atau tingkat perkembangan dan tingkat
keseriusan semakin memprihatinkan apabila tidak diatasi. Kemudian kalikan
tingkat urgensi (U) dengan tingkat perkembangan (G) dan tingkat keseriusan
(S). Prioritas masalah diurutkan berdasarkan hasil perkalian yang paling besar
dari ketiga hal tersebut dan disusun dalam bentuk matriks.

Masalah Masalah Masalah Masalah Masalah


Kriteria 1 2 3 4
Tingkat Urgensi (U)
Tingkat Keseriusan (S)
Tingkat Perkembangan
UXSXG

Penggunaan kriteria penilaian tidak harus terpaku pada contoh di atas, akan
tetapi dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman petugas, situasi dan
kondisi setempat.

c) Merumuskan masalah
Hal ini mencakup apa masalahnya, siapa yang terkena masalahnya, berapa
besar masalahnya, dimana masalah itu terjadi dan bila mana masalah itu
terjadi (what, who, when, where, and how).

d) Mencari akar penyebab masalah


Mencari akar masalah dapat dilakukan dengan menggunakan metode :
1) Diagram sebab akibat dari Ishikawa, atau yang disebut diagram tulang ikan
2) Pohon masalah (problem trees).
e) Menetapkan cara memecahkan masalah
Menetapkan cara pemecahan masalah dapat dilakukan dengan kesepakatan di
antara anggota tim. Bila tidak terjadi kesepakatan dapat digunakan kriteria
matriks. Untuk itu harus dicari alternatif pemecahan masalahnya.
Contoh tabel Cara Pemecahan Masalah

NO Prioritas Penyebab Alternatif Pemecahan Keterangan


masalah Masalah Pemecahan Masalah terpilih
Masalah
1
2
3
dst

2. Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK)


Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan meliputi upaya kesehatan esensial, upaya
kesehatan pengembangan dan upaya kesehatan penunjang, yang meliputi :
a) Kegiatan tahun yang akan datang (meliputi kegiatan rutin, sarana/prasarana,
operasional dan program hasil analisis masalah).
b) Kebutuhan sumber daya berdasarkan keterediaan sumber daya yang ada pada
tahun sekarang.
c) Rekapitulasi Rencana Usulan Kegiatan dan sumber daya yang dibutuhkan ke
dalam format RUK Puskesmas.

Rencana Usulan Kegiatan disusun dalam bentuk matriks dengan memperhatikan


berbagai kebijakan yang berlaku, baik kesepakatan global, nasional, maupun
daerah sesuai dengan masalah yang ada sebagai hasil dari kajian data dan
informasi yang tersedia di Puskesmas.

2.1. Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Esensial


a) Menyusun Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Esensial ke dalam
matriks
Matrik RUK Upaya Kesehatan Esensial

Kebutuhan Sumberdaya Indikator Sumber


Upaya
No Kegiatan Tujuan Sasaran Target Dana Alat Tenaga keberhasil Pembia- Keterangan
Kesehatan
an yaan
1 Prom. Kes.
2 Kes. Ling
3 KIA & KB
4 Gisi Masy.
5 P2M
6 Pengobatan
Catatan:

 Kegiatan diisi dengan kegiatan dari paket program yang diusulkan dalam upaya mencapai
usulan program.
 Tujuan diisi dengan tujuan dari setiap kegiatan program.
 Sasaran adalah jumlah populasi atau area di wilayah kerja yang akan dicakup dalam
kegiatan.
 Target adalah jumlah bagian dari sasaran/ area yang akan diberikan pelayanan oleh
Puskesmas dihitung berdasarkan faktor koreksi kondisi geografi, jumlah sumber daya dan
target pasar serta pencapaian tahun lalu.
 Besar biaya pengacu pada peraturan daerah yang ada.
 Sumber pembiayaan dapat berasal dari Pemerintah, swasta, masyarakat atau pendapatan
fungsional Puskesmas.
 Keterangan : berisi mekanisme pengusulan melalui :
1) Musrenbang
2) Dinas Kesehatan
3) Operasional

b) Mengajukan Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Esensial


RUK Upaya Kesehatan Esensial diajukan ke Dinas Kesehatan Kabupaten untuk
mendapat pembahasan pembiayaan. Apabila sumber pembiayaan berasal dari
non Pemerintah maka diusulkan kepada institusi yang bersangkutan.
c) Waktu Penyusunan Rencanan Usulan Kegiatan
Jadwal penyusunan RUK dilaksanakan dengan memperhatikan siklus
perencanaan Kabupaten, yaitu jadwal pembahasan yang dilakukan Kabupaten
sehingga RUK tersebut harus sudah selesai atau sudah di terima oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten sebelum dilakukan pembahasan.

2.2. Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Pengembangan


a) Identifikasi Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya Kesehatan Pengembangan dapat dipilih dari daftar upaya kesehatan
Puskesmas yang telah ada atau dapat berupa inovasi yang dikembangkan
sesuai dengan permasalahan kesehatan yang terjadi di wilayah kerja
Puskesmas.

Identifikasi masalah dapat dilakukan bersama masyarakat (Forum Kesehatan


Desa) melalui pengumpulan data secara langsung di lapangan Survey Mawas
Diri (SMD), dan ditindaklanjuti dengan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
(lihat langkah analisis masalah), Survei Kepuasan Masyarakat, dan atau SMS
Centre.

Dari hasil identifikasi ini kemungkinan akan muncul usulan Puskesmas yang
sangat beragam. Dengan pertimbangan kondisi sumber daya yang ada, baik
tenaga, sarana maupun biaya, maka perlu dibuat penyusunan prioritas.

Catatan :
Survey Mawas Diri adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengenali
keadaan dan masalah yang dihadapi, serta potensi yang dimiliki untuk
mengatasi masalah tersebut. Tahapannya dimulai dari pengumpulan data
primer dan data sekunder, pengolahan dan penyajian data masalah dan
potensi yang ada.
Survey Mawas Diri dilakukan secara rutin untuk mengetahui permasalahan
kesehatan di masyarakat. Informasi yang didapatkan melalui survey ini
sangat berguna bagi identifikasi masalah dan masukan untuk pemecahan
masalah kesehatan di masyarakat.

b) Menyusun Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Pengembangan ke


dalam matriks.
Matrik Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Pengembangan
No Upaya Kegiatan Tujuan Sasaran Target Kebutuhan Indikator Sumber
Kesehatan Sumberdaya keberhasil Pembiaya-
Dana Alat Tenaga an an
1
2
3
4
5
6

c) Mengajukan Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Pengembangan

Anda mungkin juga menyukai