0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
543 tayangan342 halaman

Prosedur Pasien Keluar dari ICU

Standar prosedur untuk pasien keluar dari ruang rawat intensif, petugas masuk ICU, dan pengunjung masuk ICU diatur. Prosedur mencakup persiapan administrasi dan medis pasien, serta langkah-langkah kebersihan dan pencegahan infeksi bagi petugas dan pengunjung.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
543 tayangan342 halaman

Prosedur Pasien Keluar dari ICU

Standar prosedur untuk pasien keluar dari ruang rawat intensif, petugas masuk ICU, dan pengunjung masuk ICU diatur. Prosedur mencakup persiapan administrasi dan medis pasien, serta langkah-langkah kebersihan dan pencegahan infeksi bagi petugas dan pengunjung.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PASIEN KELUAR RUANG RAWAT INTENSIF

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001/SPO/ICU/RS 1/4
BH /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

Drg. Bramantio, [Link]

PENGERTIAN Suatu tata cara pasien keluar dari Ruang Rawat Intensif untuk menjalani
perawatan lanjutan di ruang perawatan dengan alasan:
a. Pasien sudah bisa menjalani perawatan lanjutan di ruang
perawatan.
b. Pasien memerlukan perawatansesuaikondisi ekonomi/permintaan
keluargapasien.
c. Pasien keluar dari Ruang Rawat Intensif karena pindah RS / Rujuk
/ Pulangpaksa.

TUJUAN A. Mempertahankan pelayanan dan kelangsungan perawatan pasien.


B. Memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan kondisi dan
kemampuanekonominya.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN Halimah No :

PROSEDUR Pasien Keluar dari Ruang Rawat Intensif ke Unit Perawatan Lain
/Paviliun Lain.
1. Memberitahukan kepada pasien dan keluarganya bahwa dari dokter
sudah diperbolehkan keluar dari Ruang Rawat Intensif.
2. Menanyakan pada pasien dan keluarganya untuk permintaan kelas
kamar di unit perawatanselanjutnya.
3. Memberitahukan ke kantor terima untuk permintaan kamar dan kelas
pasien yang akan keluar Ruang Rawat Intensif.
4. Menganjurkan pada keluarga untuk minta surat pernyataan pindah
kamar dan tanda tangan perubahan kelas (bila ada perubahan kelas)
ke bagian kantor terima.
1
PASIEN KELUAR RUANG RAWAT INTENSIF

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
001/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019
5. Memberitahukan kepada Unit Perawatan yang bersangkutan bahwa
ada pasien yang keluar Ruang Rawat Intensif dan memerlukan
perawatan lanjutan, memberitahukan jenis kelamin, permintaan
kelas, diagnosa, dokter yang merawat, keadaan umum pasien dan
alat medis yangdipakai.
6. Perawat menyiapkan penghitungan rekening sementara di Ruang
RawatIntensif.
7. Perawat menyiapkan semua sisa obat yang masih diteruskan dan
obat yang tidak diteruskan dikembalikan ke Farmasi, serta
menyiapkan semua hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pada
pasien seperti foto, ECG,USG.
8. Bila ruangan perawatan yang dituju sudahsiap.
9. Perawat Ruang Rawat Intensif melakukan timbang terima kepada
perawat unit perawatan yang akan ditempati.
10. Memindahkan pasien dari tempat tidur Ruang Rawat Intensif ke
tempat tidur dari unit perawatan yang akan ditempati.
11. Menuliskan di statistik/buku sensus pasien keluar Ruang Rawat
Intensif, tanggal, jam, kamar dan kelas kamar yang baru, serta
keadaan pasien saat keluar dari Ruang Rawat Intensif.

B. Pasien Keluar dari Ruang Rawat Intensif ke Rumah Sakit Lain /


Rujuk :
1. Memberitahukan kepada pasien dan keluarganya bahwa dari
dokter diinstruksikan untuk keluar Ruang Rawat Intensif dan
menjalani tindakan perawatan tertentu/khusus di rumah sakit lain.
2. Memberitahukan ke kantor terima untuk menhubungi petugas jaga
ambulance dan memberitahukan ada pasien harus dirujuk.
3. Menginformasikan kepada keluarga mengenai prosedur
penyelesaianadministrasi.
4. Mengirim rekening pasien ke bagian pembayaran/administrasi.

2
PASIEN KELUAR RUANG RAWAT INTENSIF

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
001/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019
5. Perawat menyiapkan semua obat baik yang masih diberikan
maupun yang sudah dihentikan, hasil pemeriksaan seperti laborat,
foto, USG, ECG, surat pengantar,dll
6. Bila dokter yang merawat tidak ada di tempat, surat pengantar
rujuk dimintakan ke dokter jagaIGD.
7. Perawat Ruang Rawat Intensif melakukan timbang terima kepada
petugas jaga ambulance dan menyertakan surat pengantar rujuk
ke RSlain.
8. Memindahkan pasien dari tempat tidur kebran card.
9. Menuliskan di statistik/sensus pasien keluar Ruang Rawat Intensif
: tanggal, jam, RS yang dituju, serta keadaan pasien saat keluar
Ruang Rawat Intensif.

C. Pasien Keluar dari Ruang Rawat Intensif langsung Pulang /


PulangPaksa.
1. Memberitahukan kepada pasien dan keluarganya bahwa dokter
belum memperbolehkan pulang.
2. Bila pasien pulang paksa memberitahukan kepada keluarganya
untuk tanda tangan surat pernyataan pulang paksa dan resikonya.
3. Memberitahukan kepada keluarga mengenai prosedur
penyelesaianadministrasi.
4. Mengirim rekening pasien ke bagian pembayaran / administrasi.
5. Menganjurkan keluarga pasien untuk menyelesaikan administrasi.
Dan jika sudah selesai menganjurkan pada keluarga untuk
menyerahkan bukti pembayaran ke perawat Ruang Rawat
Intensif.
6. Perawat menyiapkan semua keperluan , seperti obat- obat yang
diteruskan di rumah, obat yang dihentikan, diit, waktu kontrol ke
dokter, hasil pemeriksaan seperti laborat, foto, USG, ECG dll,
kemudian ditulis pada formulir pesanan pasien pulang.
7. Memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga mengenai :
aturan minum obat, diet, waktu kontrol ke dokter, perawatan luka
(bila pasien post operasi yang memerlukan perawatan luka),hasil-
hasil
pemeriksaan yang dibawa pulang.

3
PASIEN KELUAR RUANG RAWAT INTENSIF

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/4
001/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019
8. Selesai menjelaskan, pasien dan keluarga dipersilahkan untuk
membutuhkan tanda tangan dan nama terang pada format pasien
pulang dan perawat yang memberikan penjelasan juga
tandatangan.
9. Pasien diantar oleh perawat menggunakan kursi roda atau kereta
dorong sampai pintu keluarRS.
10. Menuliskan di statistik / sensus harian pasien keluar Ruang Rawat
Intensif : tanggal dan jam keluar, serta keadaan pasien saat keluar
Ruang RawatIntensif.
UNIT TERKAIT UNIT RAWAT INTENSIF

4
PETUGAS MASUK ICU

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/1
002/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

Drg. Bramantio, [Link]

PENGERTIAN Suatu prosedur kegiatan pelayanan di dalam tata cara petugas masuk ruang
ICU .

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk :

1. Menjaga kebersihanruangan

2. Sebagai upaya pengendalian infeksinosocomial

KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
Halimah No :

PROSEDUR 1. Mencuci tangan saat sebelum masuk ruanganICU

2. Melepas sandal/sepatudiluar

3. Untuk perawat mengganti baju luar dengan baju dinasICU

4. Untuk dokter memakai baju/jasdokter

5. Memakai sandal khusus ruangICU

6. Bila perlu memakai penutupkepala

7. Bila perlu memakaimasker

8. Petugas mencucitangan
UNIT RAWAT INTENSIF
UNIT TERKAIT

5
PENGUNJUNG MASUK ICU

No. Dokumen No. Revisi Halaman


002/SPO/ICU/RSB 001 1/2
H /VIII/2019

Ditetapkan
STANDAR Tgl. Terbit
Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR
01 November 2019 Halimah
OPERASIONAL

Drg. Bramantio, [Link]

PENGERTIAN Suatu prosedur kegiatan tata tertib pengunjung dalam


membesuk pasien di ruang ICU

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk :

1. Menciptakan ruangan yang bersih dannyaman

2. Sebagai upaya pengendalian infeksi nosocomial


Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda Halimah
KEBIJAKAN
No :

PROSEDUR 1. Melepas sandal/sepatudiluar

2. Menggunakan sandal ruangan yang telah disediakanrungan

3. Cuci tangan sebelum dan sesudah masuk RuanganICU

4. Pengunjung maksimal 2 orang per pasien secara bergantian masuk saat


besuk dalam jam kunjung yang telah ditentukan oleh pihak RumahSakit
5. Pengunjung melakukan kunjungan sesuai dengan aturan jam
kunjungpasien
6. Selain dari jam kunjung yang ditentukan oleh pihak Rumah Sakit yang
boleh melihat pasien hanya pihak terdekat (suami, isteri, ayah, ibu, atau
anak) dengan pengunjung maksimal 1 orang perpasien
7. Pengunjung menggunakan tanda pengunjung

6
MENERIMA PASIEN BARU ICU

No. Dokumen [Link] Halaman

003/SPO/ICU/RS 001 1/2

BH /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

Drg. Bramantio, [Link]


Pasien masuk dirawat di ruang ICU adalah pasien yang datang dari
PENGERTIAN
Poliklinik, UGD, pindahan dari ruangan lain yang sedang dirawat di Unit
Rawat Inap, pasien post operasi dari ruangan Instalasi Bedah Sentral atau
pasien dengan rujukan dokter
spesialis yang membutuhkan perawatan intensif.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk perawatan dalam


TUJUAN
menerima pasien baru di ruang ICU guna meningkatkan pelayanan yang
baik kepada pasien serta menurunkan angka
kematian dan kecacatan.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Petugas dari Bagian Lain menghubungi Petugas di Ruang ICU


untuk memesantempat
2. Petugas dari Bagian Lain melakukan konsultasi kepada Dokter
Penanggung Jawab ICU yaitu DokterAnastesi
3. Pasien datang ke ruangan ICU setelah mendapatkan ACC dari
Dokter Anastesi dengan diantar oleh perawat dan disertai
statuspasien.

4. Pasien diterima oleh PJ Shift / Ka. TIM / Wa. Koord yang


sedangbertugas.
5. Melakukan serah terima antarperawat.

7
MENERIMA PASIEN BARU ICU

No. Dokumen [Link] Halaman

003/SPO/ICU/RS 001 2/2

BH /VIII/2019

6. Pasien diterima oleh PJ Shift / Ka. TIM / Wa. Koord yang


sedangbertugas.
7. Melakukan serah terima antarperawat.

8. Pasien dibaringkan di tempat yang telah disiapkan dengan


menggunakan pakaian yang telah disiapkan (bila perlu)
diruanganICU.
9. PJ Shift / Ka. TIM / Wa. Koord memperkenalkan perawat
penangung jawab pasien bersama denganTim
10. Perawat menjelaskan hak dan kewajiban kepada pasien dan
keluarganya
11. Perawat melaksanakan program orientasi kepada keluarga pasien,
memberitahu tentang denah ruangan, letak kamar mandi, ruang
perawat, dan memberitahu fasilitas yang tersedia
12. Perawat memberitahu tentang jadwal kegiatan rutin ruangan antara
lain waktu mandi, makan, kunjungan dokter, dan waktubesuk
13. Perawat membaca dan melengkapi status jika belum lengkap, serta
melaksanakan Asuhan Keperawatan mulai dari pengkajian
sampaievaluasi
14. Perawat melaporkan keadaan umum pasien baru, tanda- tanda vital
perkembangan pasien dan therapy pasien kepada Dokter Anastesi
dan DokterDPJP

UNIT TERKAIT Semua Unit Rawat Inap, UGD, VK, OK

8
MEMINDAHKAN PASIEN DARI ICU

No. Dokumen [Link] Halaman

004/SPO/ICU/RSB 001 1/2

H /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur kegiatan pelayanan keperawatan dalam pelaksanaan


pasien keluar dari ruang ICU setelah mendapatkan perawatan dan
pengobatan yang telah dinyatakan ada kemajuan dan kondisinya semakin
membaik oleh dokter anastesi / dokter DPJP.

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk memindahkan pasien


dari ruang ICU ke ruang tertentu.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No: Tentang PedomanPelayanan
ICU.

PROSEDUR 1. Pasien dan keluarganya diberitahu bahwa pasien akan di pindah ke


ruangan tertentu atas instruksi [Link]/[Link]
2. Pasien dan keluarganya diinformasikan tentang hak kelas perawatan
3. Khusus untuk pasien umum, pasien/keluarga dapat menentukan
kelas perawatan yang di inginkan
4. Untuk pasien jaminan, perawat menyampaikan ruang perawatan
yang sesuai dengan hak kelasperawatan.

5. Petugas menyelesaikan dan menyiapkan administrasi pasien


yangdibutuhkan.
6. Surat perincian diantar ke Loket Pembayaran oleh bagian
administrasi perawat atau disertakan dalam status pasien.

7. Petugas menyelesaikan dan menyiapkan administrasi pasien


yangdibutuhkan.

9
MEMINDAHKAN PASIEN DARI ICU

No. Dokumen [Link] Halaman


001 2/2
004/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

8. Petugas menyelesaikan dan menyiapkan administrasi pasien


yangdibutuhkan.
9. Surat perincian diantar ke Loket Pembayaran oleh bagian
administrasi perawat atau disertakan dalam statuspasien.
10. Perawat ruang ICU menghubungi perawat ruang rawat inap yang
dituju untuk memesan ruangan sesuai permintaan keluarga pasien,
agar dapatdisiapkan.
11. Perawat ruang ICU menghubungi perawat ruang rawat inap untuk
menjemput pasien dengan menggunakanbrankard.
12. Perawat ruang ICU memberikan penjelasan dan melakukan serah
terima kepada perawat ruang rawat inap tentang perawatan pasien
selanjutnya serta obat-obatanpasien.

UNIT TERKAIT UGD, OK,VK, Ruang rawat inap

10
PASIEN PULANG PAKSA

No. Dokumen [Link] Halaman

005/SPO/ICU/RSB 001 1/2

H /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Pasien pulang paksa adalah pasien yang sedang mendapatkan perawatan
dan pengobatan dari tenaga medis, yang dinyatakan belum sembuh, serta
meminta pulang atas kemauan sendiri.

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam melakukan proses


pasien pulang paksa dari ruangan rawat inap khususnya ruang ICU.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Dokter / perawat menerima permohonan pulang paksa pasien.


2. Dokter / perawat memberikan penjelasan dan informasi tentang
keadaan penyakit pasien kepada pasien dan keluarganya serta
kemungkinan resiko-resiko yang ditangung keluarga /pasien.
3. Setelah mendapat penjelasan, apabila pasien atau keluarga
memutuskan untuk tetap tidak dirawat, maka perawat / dokter
menyampaikan semua kewajiban yang harus diselesaikan.

4. Jika pasien menggunakan kartu jaminan maka pasien yang pulang


paksa tersebut diberlakuan sebagai pasien umum kecuali untuk
pasien E-KTP
5. Keluarga / pasien menandatangani Surat Pernyatan Pulang Paksa
6. Perawat meminta keluarga pasien menyelesaikan administrasi ke
loket administrasi

11
PASIEN PULANG PAKSA

No. Dokumen [Link] Halaman


001 2/2
005/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

7. Jika pasien menggunakan kartu jaminan maka pasien yang pulang


paksa tersebut diberlakuan sebagai pasien umum kecuali untuk
pasien E-KTP
8. Keluarga / pasien menandatangani Surat Pernyatan Pulang Paksa
9. Perawat meminta keluarga pasien menyelesaikan administrasi ke
loket administrasi
10. Surat bukti pembayaran diserahkan kepada bagian administrasi
perawat
11. Perawat memberikan penjelasan tentang perawatan selanjutnya di
rumah dan menyerahkan surat-surat yang diperlukanpasien
12. Perawat melepaskan alat alat medis yang terpasang ditubuh pasien
13. Pasien dapat pulang sesuai dengan permintaan pasien dan keluarga

UNIT TERKAIT Semua Unit Perawatan.

12
PERSIAPAN PEMASANGAN ENDOTRACHEAL
TUBE ATAU INTUBASI

No. Dokumen [Link] Halaman

006/SPO/ICU/RSB 001 1/4

H /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Persiapan pemasangan endotracheal tube / intubasi adalah tindakan


persiapan untuk memasukan suatu tubing melalui jalan nafas,yang
dilakukan pada pasien dengan sumbatan jalan nafas atau dengan
gagalnafas.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk :


TUJUAN
1. Membuka jalannafas

2. Membebaskan jalannafas

3. Fasilitas pemasangan ventilasimekanik


Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR A. Persiapan Alat:

- Laryngoscopehandle

- Laryngoscopeblades

- ETT ( Endotracheal Tube ) sesuaiukuran

- Flexiblestylet

- Connectingtube

- Xylocainjelly

- Sarung tangan steril 2 buah

13
PERSIAPAN PEMASANGAN ENDOTRACHEAL
TUBE ATAU INTUBASI

No. Dokumen [Link] Halaman

006/SPO/ICU/RS 001 2/4

BH /VIII/2019

- Aquasteril

- Spuit 20 cc 1buah

- Orofaringeal(guedel)

- Stetoskop

- Bag Valve Mask(ambubag)

- Set penghisap lendirlengkap

- Cateter suction beberapaukuran

- Plester

- Gunting

- Masker

B. Persiapan Pasien:

- Memberikansalam.

- Inform Concent Keluargapasien.

- Memberikan informasi kepada pasien/ keluarga tentang


tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan sehingga
kooperatif
- Menjaga Privasi Pasien

C. Pelaksanaan:

- Mencuci tangan.

- Menyiapkan oropharingealgudel.

- Menyiapkan alat penghisaplender.

- Mengecek alat-alat yang akan di gunakan : kembangkan


balon ETT untuk mengecek kebocoran dan masukkan stylet
dalam ETT.

14
PERSIAPAN PEMASANGAN
ENDOTRACHEAL TUBE ATAU INTUBASI

No. Dokumen : [Link] Halaman


001 3/4
006/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Mengatur posisi pasien terlentang dengan kepala hiperekstensi (bila


perlu atur posisi pasien dengan mengganjal dengan bantal tipis di
daerah oksiput dan pasien di tidurkan dengan obat pelumpuh otot
yang sesuai).
- Mengecek daerah mulut dari gigi palsu dan sisa-sisa makanan.
- Melakukan preoksigenasi selama 3 menit dengan menggunakan
BVM dengan FiO2 100%.
- Berikan premidikasi sesuai rencanapengobatan.

- Bantu operator atau dokter dalam melakukanintubasi.

- Menyambungkan ETT dengan BVM yang sudah terpasang.

- Mengecek posisi ETT dengan menggunakan stetoskop pada rongga


dada pasien.

- Kembangkan balon ETT dengan menggunakan spuit 20cc.

- Melakukan fiksasi ETT.


- Membereskan alat –alat yang sudah tidak digunakan.
- Sambungkan ETT dengan ventilator
- Mengatur posis tidur pasien dan merapikan pasien
- Mencuci tangan.
- Mendokumentasikan prosedur dan kondisi pasien selama prosedur
dan setelah pemasangan

15
PERSIAPAN PEMASANGAN
ENDOTRACHEAL TUBE ATAU INTUBASI

No. Dokumen [Link] Halaman

006/SPO/ICU/RS 001 4/4

BH /VIII/2019
UNIT TERKAIT 1. OK

2. IGD

16
PERSIAPAN MELAKUKAN TINDAKAN
EXTUBASI

No. Dokumen [Link] Halaman


001 1/4
007/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

drg. Bramantio, [Link]

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan dalam pengangkatan pipa endotrachea melalui


hidung / mulut.

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengembalikan fungsi


pernafasan.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No: Tentang Pedoman Pelayanan
ICU.

PROSEDUR 1. Melakukan Pengkajian:

Kaji apakah pasien sudah mampu bernapas spontan dan tidak


memerlukan alat bantu napas dengan kriteria :
- Pasien sudah kooperatif dan mampu batuk efektif

- RR per menit stabil ataunormal

- Analisa Gas darahstabil

- Minute volume90mk/kg

- Inspiratory Force : 20-25 cmH2O

- Vital capacity15ml/kg

- Tanda-tanda vital stabil

2. Persiapan Alat:

- Set terapi oksigen

- EmergencyTrolly

- SetExtubasi

17
PERSIAPAN MELAKUKAN TINDAKAN
EXTUBASI

No. Dokumen [Link] Halaman


001 2/4
007/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

3. Persiapan Alat:

- Set terapi oksigen

- EmergencyTrolly

- SetExtubasi

- Obat-obat life saving

- Spuit 10 cc / 20cc

- Handscoon

- Selang kateter dan alat penghisap lendir

4. Persiapan Pasien:

- Pasien dan keluarga diberi penjelasan tentang tujuandan

prosedur tindakan yang akan dilakukan.

- Mengajarkan pasien cara batuk dan mengeluarkan sputum yang


efektif.
- Menjaga privacy pasien.

5. Pelaksanaan:

a. Cucitangan.

b. Gunakan handscoon.

c. Menghisap sekresi sebelum dilakukan tindakan extubasi

d. Mengempiskan cuff ETT.

e. Melepaskan fiksasi ETT.

f. Dokter / perawat melakukan tindakan extubasi.

g. Memberi terapi oksigen melalui sungkup dengan


konsentrasi tinggi (8 – 10Lpm).

18
PERSIAPAN MELAKUKAN TINDAKAN
EXTUBASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
007/SPO/ICU/R
SBH /VIII/2019

h. Perhatikan humidifikasi (kelembapan)oksigen

i. Anjurkan pasien untuk batuk dan nafas dalam

j. Membersihkan bekas plester dengan NaCl

k. Rapikan pasien

l. Bereskan alat

m. Lepaskan handscoon

n. Cucitangan

o. Lakukan pemantauan respirasi pasien

p. Lakukan observasi

- Tingkat kesadaran

- Tanda-tanda vital meliputi frekuensi pernafasan, nadi, tensi dan suhu


- Warna kulit

- Ekspansi dada

q. Dokumentasikan pada lembar catatan perawatan

r. Cek analisa gas darah setelah 30 menit sampai 1 jam pasca extubasi.

- OK
UNIT TERKAIT
- IGD

- ICU

19
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG
PARU (RJP)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/4
008/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN RJP adalah suatu prosedur tindakan untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan
fungsi jantung guna mempertahankan kelangsungan hidup pasien yang dilakukan
pada pasien henti jantung dan henti nafas, ventrikel fibrilasi serta asistole.

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengembalikan fungsi jantung


danparu.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda Halimah No :
KEBIJAKAN

PROSEDUR 1. Persiapan Pasien:

- Menjelaskan tentang tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan


kepada keluargapasien
- Inform consentkeluarga

- Posisi pasien diatur dengan posisi terlentang datar dan diusahakan tidak
menyentuh tempattidur
- Baju bagian atasdibuka

- Jaga privacypasien

2. Persiapan Alat:

a. Trolly Emergancy yang berisi : BVM

3. Pelaksanaan:

a. Menilai pernapasan pasien dengan cara:

- Melihat pergerakan dada atauperut

- Mendengar suara keluar masuknya udara dari hidung

20
MELAKUKAN RESUSITASI
JANTUNG PARU (RJP)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
008/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

4. Pelaksanaan:

a. Menilai pernapasan pasien dengan cara:

- Melihat pergerakan dada atauperut

- Mendengar suara keluar masuknya udara dari hidung

- Merasakan adanya udara dari mulut dan hidung dengan pipi atau
punggung tangan.
b. Menilai denyut jantung pasien dengan cara meraba arteri karotis.
c. Mengecek kesadaran pasien dengan cara:

- Memanggil nama

- Menanyakan keadaan

- Menggoyangkan bahupasien

d. Memasang papan resusitasi dibawah punggung pasien.

e. Membebaskan jalan napas dengan cara:

a) Membersihkan sumbatan jalan napas dengan cara menghisap


sekresi
b) Tripel manuver:

- Ekstensi kepala

- Mengangkat rahang bawah

- Mempertahankan posisi rahang bawah.

f. Melakukan pernapasan buatan (bagging 12-20 kali/menit) bila denyut


jantung teraba.
g. Melakukan RJP dengan ABC kombinasi bila denyut jantung tidak
teraba dengan cara:

- Pernapasan buatan / bagging 2 kali

- Cek arteri korotis. Bila tidak ada denyut bagging 1 kali

- Kompresi jantung luar bergantian dengan bagging dengan perbandingan


30 : 2 bila RJP

21
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG
PARU (RJP)

No. Dokumen No. Revisi Halaman

008/SPO/ICU/RS 001 3/4

BH /VIII/2019

- Pernapasan buatan / bagging 2 kali

- Cek arteri korotis. Bila tidak ada denyut bagging 1 kali

- Kompresi jantung luar bergantian dengan bagging dengan perbandingan


30 : 2 bila RJP
- Cek arteri korotis. Bila tidak ada denyut bagging 1 kali

- Kompresi jantung luar bergantian dengan bagging perbandingan 30:2


i. Evaluasi pernafasan pasien tiap 3-5menit

j. Lakukan RJP sampai:

- Timbul napas spontan

- Diambil oleh petugas lain atau alat

- Pasien dinyatakan meninggal

- Penolong sudah tidak mampu atau sudah 30 menit tidak ada respon dari
pasien. Frekuensi tekanan 80- 100 kali/menit
k. Dokumentasikan

Kompresi Jantung Luar Dilakukan Dengan :

A. Dewasa:

- Penekanan menggunakan 2 pangkal telapak tangan dengan kekuatan


bahu
- Penekanan pada daerah sternum 2-3 jari diatas Procesus Xipoideus
- Kedalaman tekanan 3-5cm

22
MELAKUKAN RESUSITASI
JANTUNG PARU (RJP)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
008/SPO/ICU/R
SBH /VIII/2019

- Frekuensi penekanan 100 kali/menit

B. Anak:

- Penekanan menggunakan 1 pangkal telapaktangan

- Kedalaman tekanan 2-3cm

C. Pada Bayi:

- Punggung bayi diletakkan pada lengan bawah kiri penolong, sedangkan


tangan kiri memegang lengan atas bayi sambil meraba arteri brachialis
- Jari tengah dan jari telunjuk kanan penolong menekan dada bayi pada
posisi sejajar punting susu 1 cm kebawah
- Kedalaman tekanan 1-2cm.

Perbandingan kompresi jantung dan bagging 5:1

UNIT TERKAIT 1. OK

2. UGD

3. Ruang rawat inap

23
PERSIAPAN & PEMASANGAN ALAT
VENTILATOR MEKANIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/6
009/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan persiapan dan pemasangan alat bantu mekanik untuk
memberikan bantuan nafas pada pasien yang memerlukan pemasangan alat
ventilasi mekanik dan dilakukan oleh dokter atau perawat terlatih/ahli yang
sudah mendapatkan pendelegasian dari [Link]/[Link]

TUJUAN Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk :

1. Memberikan bantuan nafas dengan cara memberikan tekanan positif


melalui jalan nafasbuatan

2. Memberikan kekuatan mekanis pada paru untuk mempertahankan


pertukaran O2 dan CO2 yangfisiologis

3. Mengambil alih (manipulasi) tekanan jalan nafas dan pola pernafasan


untuk memperbaiki pertukaran O2 dan CO2 secara efisien dan
oksigenisasi yang adekuat

4. Mengurangi kerja otot jantung dengan jalan mengurangi kerjaparu

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda Halimah No :


KEBIJAKAN

24
PERSIAPAN & PEMASANGAN ALAT
VENTILATOR MEKANIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/6
009/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

PROSEDUR A. Persiapan Alat:

- Ventilator lengkap dan siappakai

- PulseOxymetri

- Manual Resucitation Bag (ambubag)

- Alat-alat penghisap lender

- Endo Trachealtube

- Meletakkan ventilator disamping tempat tidur sisi kiri kepala pasien


B. Persiapan Pasien:

- Inform Concent Keluargapasien

- Memberikan informasi kepada keluarga pasien tentang tujuan dan


prosedur tindakan yang akan dilakukan
- Mengatur posisi yang aman dan nyaman sesuai kondisi pasien.
[Link]:

- Perawat mencuci tangan

- Atur mode ventilasi mekanik

- Setting tidal volume 8-12 ml/KgBB

- Pilih frekuensi nafas antara 10-12 kali/menit

- Atur ratio inspirasi : ekspirasi(1:2)

- Setting sensitifitas (triger sensitivity) antara 0 s/d-20

- Set fraksi oksigen (FiO2) 21 % - 100%

- Atur level PEEP

- Atur semua alarm (batas atas dan batas bawah)

- Sambungkan kabel listrik ke sumber listrik dan nyalakan power


mesin.
- Sambungkan selang udara ke sumber udara

25
PERSIAPAN & PEMASANGAN ALAT
VENTILATOR MEKANIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman

009/SPO/ICU/RSB 001 3/6

H /VIII/2019

- Atur semua alarm (batas atas dan batas bawah)

- Sambungkan kabel listrik ke sumber listrik dan nyalakan power


mesin.
- Sambungkan selang udara ke sumber udara

- Sambungkan selang pasien ke testlung

- Cek pengembangan tes lung sesuai dengan Tidal Volume yang sudah
diatur
- Sambungkan selang pasien ke ETT

- Perawat mencuci tangan

- Mendokumentasikan prosedur dan kondisi pasien selama prosedur dan


setelah pemasangan

PENETAPAN PEMASANGAN VENTILATOR DILAKUKAN OLEH


DOKTER

A. Pada Pasien Dengan Pernapasan Kendali:

a. Mengisap sekresi.

b. Bekerjasama dengan dokter dalam menentukan pola pernapasan


kendali dengan cara:

- Menentukan tidal volume (TV) 8-12 cc/kg BB

- Menentukan minute volume (MV) = RR xTV

- Menentukan frekuensi pernapasan 12kali/menit.

- Menentukan kosentrasi oksigen (FiO2) sesuaikebutuhan

- Mengatur sensitifitas kearah kendali sesuai jenis ventilator yang


digunakan.

26
PERSIAPAN & PEMASANGAN
ALAT VENTILATOR MEKANIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/6
010/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

c. Menilai volume udara yang masuk dengan cara membaca jarum petunjuk
pada jarum ventilator, atau melihat pada layarmonitor
d. Menentukan sistem alarm volume udara yang masuk/tekanan udara, sesuai
dengan jenis ventilator yang digunakan.
e. Menentukan sensitifitas kearah negatif 20 cmH2O bagi pasien dengan
resusitasiotak.
f. Menghubungkan ventilator ke pasien dengan memakai konektor.
B. Pada Pasien Dengan Pernapasan Assisted:

1. Terangkan prosedur padapasien.

2. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukantindakan.

3. Mengisapsekresi.

4. Bekerjasama dengan dokter dalam menentukan pola pernapasan assisted


dengan cara:
a. Menentukan sensitifitas sesuai dengan jenis ventilator yang digunakan.
b. Mengatur ventilator dengan frekuensi pernapasan 10 kali/menit, agar bila
pasien apnoe ventilator dapat membantu pernapasan.
c. Menentukan tidal volume disesuaikan dengan frekuensi pernapasan yang
disiapkan.
d. Menentukan konsentrasi oksigen.

e. Menghubungkan ventilator ke pasien dengan menggunakan konektor.

27
PERSIAPAN & PEMASANGAN
ALAT VENTILATOR MEKANIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 5/6
010/SPO/ICU/R
SBH /VIII/2019

f. Melakukan observasi setiap 30 menit antara lain:

- Kerjaventilator

- Tensi, nadi, pernapasan dan tandasyanotik

- Tanda-tanda fighting (penolakan bantuanventilator)

[Link] Dengan Pernapasan “Sincronize Intermitten Mandatori


Ventilation” (SIMV) :
1. Terangkan prosedur tindakan yang akandilakukan

2. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukantindakan

3. Mengisapsekresi

4. Bekerjasama dengan dokter dalam menentukan pola pernapasan SIMV


dengan cara:
a) Mengatur ventilator sesuai pola pernapasan(SIMV)

b) Menyesuaikan frekuensi pernapasan ventilator dengan frekuensi


pernapasan pasien sesuai dengan ventilator yangdigunakan
c) Menghubungkan ventilator ke pasien dengan memakai konektor
5. Melakukan observasi setiap 30 menit antara lain:

a) Kerjaventilator

b) Tensi, nadi, pernapasan, dan tanda-tandasyanotik

c) Tanda-tanda fighting (penolakan bantuanventilator)

D. Pada Pasien Pernapasan “Positive End Expiratory Pressure”


(PEEP):
1. Menentukan tekanan positif sesuai kondisipasien

2. Pola pernapasan kendali dengan PEEP, cara kerjanya sama pada pasien
dengan pola pernapasan kendali,ditambah

28
PERSIAPAN & PEMASANGAN
ALAT VENTILATOR MEKANIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 6/6
010/SPO/ICU/R
SBH /VIII/2019

dengan pemasangan katup pada selang ekspirasi

3. Pola pernapasan SIMV dan PEEP, cara kerjanya sama pada pasien
dengan pola pernapasan SIMV, ditambah dengan pemasangan katup pada
selang ekspirasi
4. Pada pasien dengan pernapasan “Continuous Positif Airway Pressure”
(CPAP) :
a) Mengatur ventilator kearah CPAP pada pasien yang sudah
bernapasspontan
b) Menghubungkan selang ekspirasi kedalam botol berisi air untuk pasien
yang sudah tidak memakai ventilator, tetapi masih memerlukan tekanan
positif pada akhir ekspirasi. Besarnya tekanan positif dalam alveoli sama
dengan panjang selang ekspirasi yang masuk kedalam air.

UNIT TERKAIT UGD, OK, Perina

29
PEMASANGAN BEDSIDE MONITOR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
011/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Bedside monitor adalah alat yang difungsikan untuk memonitor kondisi
fisiologis pasien dimana proses monitoring tersebut dilakukan secara
real-time sehingga dapat diketahui kondisi fisiologis pasien pada saat itu
juga.

TUJUAN Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk pemasangan Bedside


Monitor secara benar.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. PersiapanAlat.

- Satu Set lengkap BedsideMonitor

- Sumberlistrik

2. PersiapanPasien.

- Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan dan


tindakan yang akandilakukan
- Mengatur posisi pasien sesuaikondisi

3. Pelaksanaan.

- Sebelum dipergunakan pastikan tidak adakerusakan

30
PEMASANGAN BEDSIDE MONITOR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/2
011/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

atau gangguan pada mesin Bedside Monitor.

- Mencuci tangan.

- Atur posisi mesin Bedside Monitor disamping pasien, diatas meja


yang sudah ditentukan.
- Memasang 5 buah elektroda dipermukaan dada pasien dan
hubungkan ke-5 elektroda tersebut dengan Bedside Monitor.
- Pasang kabel saturasi oksigen pada jari telunjuk pasien.
- Pasang manset pengukur tekanan darah pada lengan pasien.
- Pasang kabel pengukur suhu pada ketiak pasien.

- Pasangkan kabel monitor ke stop kontak listrik.

- Nyalakan mesin monitor dengan menekan tombol power “on” tunggu


sampai tampak gambar EKG pada layar monitor.
- Tekan tombol menu untuk mengatur hal-hal yang perlu ditampilkan
pada layar monitor (BP, HR, EKG, TEMP).
- Baca hasil yang tertera pada monitor sesuai kebutuhan.
- Cucitangan.

- Dokumentasikan.

UNIT TERKAIT UGD, Perina, OK

31
PEMBERIAN TERAPI INHALASI DENGAN ALAT NEBULIZER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
012/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

STANDAR Ditetapkan
PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tgl. Terbit
OPERASIONAL Halimah
01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Adalah suatu prosedur tindakan memberikan therapi inhalasi


menggunakan alat nebulizer.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk membantu


TUJUAN
mengencerkan dahak.
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No: Tentang Pedoman Pelayanan
ICU.

PROSEDUR 1. PersiapanAlat

1) Satu set alatnebulizer.

2) Obat bronchodilator sesuai instruksi dokter.

3) Bengkok 1buah.

4) Tissue.

5) Spuit 5cc.

6) Nacl 0,9 %.

2. Persiapan Pasien

1) Memberikan salam dan menyapa nama pasien.

2) Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan

3) Meminta persetujuan dan kesiapan pasien.

4) Mengatur posisi sesuai kandisi pasien.

32
PEMBERIAN TERAPI INHALASI DENGAN ALAT NEBULIZER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/2
012/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

3. Pelaksanaan:

- Mencuci tangan

- Menyambungkan kabel power ke stop kontak.

- Menyiapkan obat inhalasi yang akan digunakan dan isi di dalam


tabung nebulizer.
- Tambahkan cairan NaCl 0,9% ke dalam tabung nebulizer sesuai
dengan ukuran yang ditentukan.
- Menghidupkan saklar“on”.

- Memasang masker menutup mulut dan hidung pasien.

- Menganjurkan pasien untuk menghirup uap yang keluar dari


dalammasker.
- Apabila obat dalam tabung habis, matikan saklar pada posisi“off”.
- Meberes kanalat

- Mencuci tangan

- Mendokumentasi tindakan yang telah dilakukan

UNIT TERKAIT ICU, UGD, OK dan Ruang perawatan rawat inap.

33
PEMANTAUAN HEMODINAMIK DENGAN TRANDUSER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
013/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Pemantauan hemodinamik dengan tranduser adalah pemantauan tekanan


vena sentral, arteri pulmonal, kapiler arteri pulmonal dan takanan darah
arteri sistemik secara terus menerus, yang dilakukan pada pasien yang
terpasang CVP, Arteri Line, Swan Ganz.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk menilai


TUJUAN
tekanan vena sentral, arteri pulmonal, kapiler arteri pulmonal dan tekanan
darah arteri secara terus menerus.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan Alat:

- Monitor.

- Tranduser.

- Alatflush.

- Kantongtekanan.

- Cairan NACL0,9%.

- Heparin.

- Manometerline.

34
PEMANTAUAN HEMODINAMIK DENGAN TRANDUSER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
013/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

- Spuit 1cc.

- Threeway stopcock.

- Penyangga tranduser/ standar infus.

- PipaV.

- Infuseset.

2. Persiapan Pasien:

- Menyampaikansalam.

- Inform Concent Keluarga pasien.

- Memberikan informasi kepada pasien / keluarga tentang tujuan dan


prosedur tindakan yang akan dilakukan.
- Atur posisi pasien ( posisi tidur terlentang).

3. Pelaksanaan:

- Mencuci tangan

- Ambil heparin sebanyak 500 unit dan masukan ke dalam cairan


NaCl 0,9 % 1 kolf
- Hubungkan cairan tersebut dengan selang infus

- Hubungkan cairan infus dengan kantongtekanan

- Hubungkan tranduser dengan alatflush

- Pasang threeway stopcock dengan alatflush

- Hubungkan bagian distal selang infus dengan alat flush

- Hubungkan manometer dengan threeway stopcock

- Keluarkan udara dari seluruh sistem alat pemantauan

- Pompa kantung tekanan sampai 300 mmHg.

35
PEMANTAUAN HEMODINAMIK DENGAN TRANDUSER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
013/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

- Hubungkan manometer dengan kateter yang sudah terpasang


- Lakukan kalibrasi alat sebelum pengukuran.

- Lakukan laveling (gunakan pipaV)

- Tutup threeway kearah pasien dan buka keara hudara

- Tekan tombol kalibrasi sampai monitor terlihat angkanol

- Buka threeway kearah pasien dan menutup kearah udara.


- Pastikan gelombang dan nilai tekanan terbaca dengan baik.
- Mencuci tangan.

- Mendokumentasikan pada daftar check list / tindakan pada catatan


perawatan.

UNIT TERKAIT Neonatologi, OK

36
MELAKUKAN SUCTIONING TRACHEAL
(PADA ALAT BANTU JALAN NAPAS )

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/5
014/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan dalam melakukan penghisapan secret melalui alat
bantu jalan nafas seperti endotracheal tube atau tracheostomy tube dengan
menggunakan kateter suction yang di hubungkan pada mesin suction dan
dilakukan pada pasien yang tidak mampu melakukan pembersihan jalan
nafas juga tidak dapat batuk efektif serta pada pasien yang mengalami
penurunan kesadaran yang memerlukan pengeluaran secret.

TUJUAN Sebagai penerapan acuan langkah-langkah :

1. Untuk mengeluarkan secret yang menghalangi jalannafas.

2. Untuk memelihara kepatenan jalan nafas.

3. Untuk mempermudah Ventilasi.

4. Mengambil secret untuk bahan pemeriksaan.

5. Mencegah infeksi pada saluran pernafasan.


Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda Halimah
KEBIJAKAN
No :

Persiapan Alat :
PROSEDUR
- Mesin suction portable atau suctiondinding.

- Selang penghubung dan konektor – Y, biladiperlukan.

37
MELAKUKAN SUCTIONING TRACHEAL
(PADA ALAT BANTU JALAN NAPAS )

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/5
014/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Kateter suction steril sesuai ukuran, tidak boleh melebihi setengah


diameter alat bantu jalan nafas.
- Tabung oksigen dan bag resusitasi.

- Air steril atau normal saline.

- Spuit 5 cc dan aqua bides tilata.

- Kom steril.

- Sarung tangan steril.

- Selimut atau handuk untuk melindungi baju pasien dan alat tenun.
- Masker.

Persiapan Pasien :

- Sampaikan salam.

- Informasikan pada pasien atau keluarga tentang tujuan dan prosedur


tindakan yang akan dilakukan.
- Inform Concent Keluarga pasien.

- Jelaskan bahwa tindakan dapat merangsang batuk dan reflexgag.


- Jaga privacy pasien dengan menutup gorden atau pasang sampiran.
Pelaksanaan:

- Cuci tangan.

- Atur posisi klien. Untuk pasien yang sadar posisi semi fowler dan
pasien tidak sadar posisi supine.

38
MELAKUKAN SUCTIONING TRACHEAL
(PADA ALAT BANTU JALAN NAPAS )

No. Dokumen No. Revisi Halaman

014/SPO/ICU/RSB 001 3/5

H /VIII/2019

- Letakkan handuk dibawah trachea pasien.

- Atur tekanan (tidak boleh lebih dari 120mmHg).

- Hidupkan mesin suction. Ada 3 kalibrasi tekanan,tekanan tinggi 120-


150 mmHg, sedang 80-120 mmHg,rendah 0-80 mmHg. Pada orang
dewasa :120-150 mmHg,pada anak- anak 100–120 mmHg dan bayi
60–100mmHg.
- Buka kateter suction, tuangkan air steril atau normal saline pada kom
atau mangkok untuk melumasikateter.
- Pasang sarung tangan steril.

- Dengan tangan memakai sarung tangan hubungkan kateter suction


denganmesin.
- Basahi ujung kateter dengan air steril untuk mengurangi gesekan
sehingga memudahkanpemasukan.
- Test fungsi suction dan kepatenan kateter dengan menutup dan
membuka port atau konektor -Y dengan ibu jari.
- Jika secret tidak berlebihan berikan hiperventilasi dengan memompa
bag resusitasi dengan kadar oksigen 12–15L
/mnt .

- Jika secret berlebihan cukup dengan memberikan oksigen dengan


kadar lebih tinggi dari sebelumnya (12–15L/mnt).
- Berikan oksigen dengan konsentrasi 12-15L/mnt.

- Tanpa melakukan penghisapan masukan secara cepat tetapi hati–hati


kateter suction ke dalam alat bantujalan nafas (saat yang tepat adalah
pada saat inspirasi) hingga-

39
MELAKUKAN SUCTIONING TRACHEAL
(PADA ALAT BANTU JALAN NAPAS )

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/5
014/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

10-12,5 cm atau sampai mentok (kemungkinan sampai carina) atau


pasien batuk. Kemudian tarik kembali kira– kira 1 cm.
- Lakukan penghisapan intermitten dengan membuka atau menutup
port kateter. Putar kateter sambil ditarik keluar perlahan. Anjurkan
pasien untuk batuk. Observasi kemungkinan adanya distress nafas.
Suctioning dilakukan selama 5–10 detik dan tidak boleh lebih dari 15
detik.
- Jika secret sangat kental,bilas kateter suction dengan air steril dan
masukan 3–5 ml air steril ke dalam tracheal kemudian suction.
- Reoksigenasikan dan inflasikan paru – paru selama beberapa kali
bernafas.
- Bilas kateter dengan larutan steril yang tersedia,kemudian ulangi
prosedur sampai jalan nafas bersih. Jangan lakukan prosedur lebih
dari 5 menit .
- Bila pasien tidak mengalami distress pernafasan, istirahatkan selama
20 – 30 detik sebelum mengulang suctioning.
- Anjurkan pasien untuk nafas dalam dan batuk diantara tindakan
suctioning.
- Lakukan suctioning orofaring setelah menyelesaikan suctioning
tracheal.

40
MELAKUKAN SUCTIONING TRACHEAL
(PADA ALAT BANTU JALAN NAPAS )

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 5/5
014/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Setelah kateter dikeluarkan bilas dengan air steril kemudian buang


pada tempat yang telah ditentukan.
- Amati perubahan warna kulit dan denyutnadi.

- Observasi respon pasien setelah dilakukan tindakan


suctioning meliputi suara nafas dengan auskultasi.
- Rapikan alat –alat.

- Rapikanpasien.

- Cucitangan.

- Dokumentasikan tindakan meliputi tanggal, waktu, pelaksanaan,


respon juga posisi pasien, jumlah, konsistensi, bau dan warna secret
serta hal yang terjadi selama penghisapan di daftar chek list atau
tindakan perawatan pada catatanperawatan.

UNIT TERKAIT Neonatologi

41
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR (SUCTIONING)
MELALUI OROFARINGEAL DAN NASOFARINGEAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/5
015/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur penghisapan secret melalui hidung dan mulut dengan
menggunakan kateter suction yang di hubungkan dengan mesin suction dan
dilakukan pada pasien yang tidak mampu melakukan pembersihan jalan nafas
juga tidak dapat batuk efektif serta pasien yang mengalami penurunan
kesadaran yang memerlukan pengeluaran secret.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah :


TUJUAN
1. Untuk mengeluarkan secret yang menghalangi jalannafas.

2. Untuk memelihara kepatenan jalan nafas.

3. Untuk mempermudah ventilasi.

4. Mengambil secret untuk bahan pemeriksaan.

5. Mencegah infeksi pada saluran pernapasan.


Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda Halimah No
KEBIJAKAN
:

PROSEDUR 1. Persiapan Alat :

- Mesin suction portable atau suctiondinding.

- Selang penghubung dan konektor-Y, bila diperlukan.

42
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI OROFARINGEAL DAN
NASOFARINGEAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/5
015/SPO/ICU/R
SBH /VIII/2019

- Kateter steril ukuran No 12 atau 16 French.

- Air steril atau normal saline.

- Kom steril ataumangkok.

- Sarung tangansteril.

- Selimut atau handuk untuk melindungi baju pasien dan


alattenun.
- Masker.

- Sampiran.

2. PersiapanPasien

- Sampaikan salam.

- Informasikan pada pasien atau keluarga tentang tujuan


dan prosedur tindakan yang akandilakukan.
- Inform Concent Keluargapasien.

- Jelaskan bahwa tindakan dapat merangsang batuk dan


refleksgag.
- Jaga privacy pasien dengan menutup gorden atau pasang
sampiran.
3. Pelaksanaan:

1) Cucitangan

2) Atur posisi pasien yang sesuai dengan kondisi pasien:

- Bila sadar dengan refleks gag berfungsi,baringkan pasien pada


posisi semi fowler dengan kepala menghadap perawatuntuk
suctioning oral. Baringkan pasien pada posisi fowler dengan leher
ekstensi untuk suctioningnasal.

43
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI OROFARINGEAL DAN
NASOFARINGEAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/5
015/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

3) Bila tidak sadar baringkan pasien pada posisi lateral menghadap


pada perawat untuk suctioning oral atau nasal.
4) Letakan handuk di bawah dagupasien.

5) Atur tekanan dan hidupkan mesin suction. Ada 3 kalibrasi


tekanan,tekanan tinggi 120-150 mmHg, sedang 80-120
mmHg,rendah 0-80 mmHg. Pada orang dewasa :120-150
mmHg,pada anak-anak 100–120 mmHg dan bayi 60–100 mmHg.

6) Buka kateter suction,tuangkan air steril atau normal saline pada


kom atau mangkok untuk melumasi kateter.
7) Pasang sarung tangansteril.

8) Dengan tangan memakai sarung tangan hubungkan kateter suction


dengan mesin.
9) Tentukan panjang kateter yang akan dimasukkan dengan cara
mengukur jarak antara ujung daun telinga dengan puncak hidung
dan beri tanda dengan dipegang oleh ibu jari dan jari telunjuk dari
tangan dominan atau kira – kira 14 cm untuk ibu jari:
- Coba lubang hidung yanglain.

- Untuk nasofaringeal suction,masukkan kateter ke salah satu


lubang hidung secara perlahan arahkan kearah medial sepanjang
dasar rongga hidung. Jangan mendorong paksa kateter. Bila
lubang hidung yang satu tidak paten.

44
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI OROFARINGEAL DAN
NASOFARINGEAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/5
015/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

10) Lakukansuction.

11) Untuk orofaringeal suction,masukkan kateter melalui sisi rongga


mulut secara perlahan dengan valve/ port dalam keadaan terbuka
dan arahkan keorofaring.
12) Basahi ujung kateter dengan air steril untuk mengurangi gesekan
sehingga memudahkan pemasukan.
13) Test fungsi suction dan kepatenan kateter dengan menutup dan
membuka port atau konektor-Y dengan jangan melakukan
penghisapan selama pemasangan untuk menghindari turbinasi
nasal oleh kateter dan akan lebih memudahkan masuknya kateter
ke dalamnasofaring
14) Setelah kateter mencapai nasofaring, tutup port dengan ibu jari.
Putar kateter sambil di tarik keluar perlahan. Suctioning
dilakukan selama 5 – 10 detik dan tidak boleh lebih dari 15 detik.
15) Bilas kateter dengan larutan steril yag tersedia,kemudian ulangi
prosedur sampai jalan nafas bersih. Jangan lakukan prosedur
lebih dari 5 menit
16) Bila pasien tidak mengalami distress pernafasan,istirahatkan
selama 20 – 30 detik sebelum mengulang suctioning.
17) Anjurkan pasien untuk nafas dalam dan batuk diantara tindakan
suctioning.
18) Lakukan suctioning secret pada rongga mulut atau bawah lidah
setelah suctioning orofaring atau nasofaring.

45
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI OROFARINGEAL DAN
NASOFARINGEAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 5/5
015/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Untuk mempertahankan asepsis steril daerah mulut harus di


hisap hanya setelah area steril telah dihisap secara keseluruhan.

19) Setelah kateter dikeluarkan, bilas dengan air steril kemudian


buang ke tempat yang telah ditentukan.
20) Amati perubahan warna kulit dan denyutnadi.

21) Observasi respon pasien setelah dilakukan tindakan suctioning


meliputi suara nafas denganauskultasi.
22)Rapikan alat –alat.

23)Rapikanpasien.

24)Cucitangan.

25)Mencatat dan mendokumentasikan tindakan:

- Waktu penghisapan

- Kondisi dan respon pasien terhadap tindakan

- Karakter secret : warna, konsistensi, jumlah danbau

- Hal yang terjadi selama penghisapan

- Posisi pasien

UNIT TERKAIT UGD, OK, ruang perawatan rawat inap

46
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI HIDUNG

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
016/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan pembersihan secret yang ada pada jalan nafas
utama dalam rangka pemenuhan kebutuhan oksigen dan dilakukan pada
pasien yang tidak mampu batuk atau pasien-pasien tidak sadar.

TUJUAN Sebagai penerapan acuan langkah-langkah :

1. Jalan nafas pasien bebas dari secret

2. Kebutuhan oksigen terpenuhi

3. Mencegah komplikasi penumpukan secret


Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda Halimah
KEBIJAKAN
No :

PROSEDUR 1. Persiapan Alat:

- Suction machine portable atau sentral suction

- Kateter suction sesuai dengan kebutuhan

- Cairan NaCl 0,9%

- Tissue

- Sarungtangan

47
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI HIDUNG

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
016/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

2. Persiapan Pasien:

- Sampaikansalam

- Informasikan pada pasien atau keluarga tentang tujuan dan prosedur


tindakan yang akan dilakukan, lama, sensasi serta harapan selama
pemeriksaan
- Inform Concent Keluarga pasien

- Assessment kondisipasien

- Auskultasi dada (memastikan adanyasecret)

- Observasi tentang frekuensi nafas, nadi dan visualsecret

- Jaga privacy pasien dengan menutup gorden atau pasang sampiran


3. Pelaksanaan:

1) Cuci tangan secaraaseptic.

2) Atur posisi tidur pasien sesuai kebutuhan dan kondisi pasien.


3) Sambungkan suction machine portable atau sentral suction dengan
sumber listrik.
4) Hidupkan (putar) sumber penghisap sesuai dengan tekanan yang
dibutuhkan.
5) Pasang sarung tangan.

6) Hubungkan sumber penghisap dengan connecting tube dan suction


kateter.
7) Masukkan ujung kateter penghisap kedalam lubang hidung sampai
trakea.

48
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI HIDUNG

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
016/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

8) Lakukan penghisapan dengan menutup lubang pada kateter


sambil memutar suction kateterkeluar.
9) Kateter suction di bilas.

10) Suction diulang sampai secretbersih.

11) Berikan oksigen dengan per nasal diantara tindakan suction.


12) Apabila sudah bersih dari secret, kateter suction dilepas dari
sumber penghisap kemudian dibuang.
13) Bilas connecting tube dengan menggunakan NaCl 0,9 %.

14) Buka sarungtangan.

15) Cucitangan.

16) Mencatat dan mendokumentasikan tindakan:

- Kondisi dan respon pasien terhadaptindakan


- Karakter secret : warna, konsistensi, jumlah danbau

UNIT TERKAIT OK, UGD, Ruang rawat inap

49
CARA MENGUKUR CVP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/4
017/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Pengukuran CVP adalah satu tindakan untuk melakukan pengukuran


tekanan vena sentral dengan menggunakan manometer .

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam melakukan


TUJUAN
pengukuran CVP untuk mengetahui kebutuhan cairan pasien.
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan Alat:

a. Kateter CVP yang terpasang baik sentral maupun perifer (singel


lumen / 2 lumen / 3lumen).
b. Manometer CVP dengan setnya yang tersambung dengan cateter
CVP dan cairan.
c. Cairan isotonis yang dilengkapi dengan infuse set dan three way
untuk menyambungkan antara manometer dan cateterCVP.
d. Waterpass.

e. Standar infus.

50
CARA MENGUKUR CVP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
017/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

2. Pelaksanaan:

a. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada pasien dan


keluarganya
b. Atur posisi pasien sesuai dengan kondisipasien

c. Tentukan nilai titik nol antara manometer dan pasien dengan


menggunakan water pass yang kita kenal dengan istilah zeroing /
zero point, adapun langkahnya:
- Tarik garis pada area mid clavicula dengan garis vertical antara
KS3 dan KS4 tentukan satutitik
- Tarik garis pada area mid axilaris dengan garis horizontal tentukan
satu titik
- Titik pertemuan antara garis vertical di mid clavicula dan garis
horizontal di mid axilaris pada ICS3 dan ICS4 itulah titik nol nya
- Jika di lihat pada rongent thoraks ujung kateter tersebut berada
pada muara vena cava superior dan vena cava interior pada
atriumkanan
- Bisa juga tetapkan titik nol (zero point) dengan cara menarik garis
dari ICS IV ke arah lateral, kemudian tarik garis mid axilla. Titik
perpotongan tersebut harus sejajar dengan titik nol dari manometer
dengan bantuan waterpass.
d. Ambil waterpass untuk menentukan nilai nol pada manometer,
dengan cara : tarik ujung waterpass yang ada airnya (pastikan
tidak ada udara di antaranya) dengan

51
CARA MENGUKUR CVP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
017/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

tangan kanan atau kiri geser ujung waterpass yang satunya tentukan
nilai nol pada manometer sejajar dengan ujung waterpass tersebut.

e. Pastikan cairan infus yang dipakai NaCl 0,9%.

f. Apabila cairan yang terpasang bukan NaCl 0,9 % bilas terlebih


dahulu dengan NaCl 0,9%.
g. Buka cairan isotonis / NaCl 0,9% (pastikan aliran tetesan infus
pada cateter CVP lancar) dengan posisi three way arah panah
terbuka pada infus dan cateter CVP, three way pada manometer
tertutup.
h. Isi manometer CVP dengan cairan isotonis / NaC10,9% dengan
menutup arah three way pada pasien atau cateter CVP dan three
way manometer terbuka (pastikan tidak ada udara pada
manometer set dan clep berwarna hijau dibuka).
i. Tutup three way dari cairan isotonis, yang terbuka hanya three
way dari manometer dan cateter CVP /pasien.
j. Cairan manometer dibiarkan turun sesuai gravitasi.

k. Perhatikan undulasi / pergerakan cairan yang ada pada manometer


CVP. Cairan akan mengukur dengan mulai turun dari nilai
tertinggi ke arah bawah.
l. Pada undulasi bertahan (naik – turun pada nilai tertentu) itulah
nilai CVP pada pasien tersebut. Undulasi dapat di bandingkan
dengan proses respirasi pasien.
m. Setelah nilai CVP di nilai , beri tanda manometer pada nilai

52
CARA MENGUKUR CVP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/4
017/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Yang telah di tentukan dengan tanda merah pada Manometer dan


clep berwarna hijau di tutup.

n. Tutup three way antara manometer dan cateterCVP.

o. Buka three way antara cairan isotonis /NaC10,9%.

p. Atur aliran tetesan cairan ke cateter CVP supaya cateter CVP tidak
macet.
q. Dokumentasikan hasil pengukuran.

r. Evaluasi kondisi klinis pasien.

s. Kaji parameter / data yang lain yang berhubungan dengan status


cairan pasien. Apakah pasien normo / hipo / hipervolemik.
t. Lapor dan kolaborasi dengan dokter tentang status cairan pasien
dan intervensinya.

UNIT TERKAIT UGD

53
MENGGANTI BALUTAN IV LINE CATETER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/4
018/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu tindakan membuka balutan infus yang terpasang pada area
penusukan infus dan menggantinya dengan balutan infus baru.

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya


infeksi bakteri melalui IV line cateter.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. PersiapanAlat.

a. Metode Konvensional :

- Perlak dan pengalas

- Plester dangunting

- Lidi ,kapas dengan cairan wash bensin / kayuputih

- Betadine cair /salep

- Sarung tangan bersih

- Bak instrument steril berisi lidi kapas steril, pinset anatomis


steril 2 buah,kassa steril 2 x2
- Bengkok

54
MENGGANTI BALUTAN IV LINE CATETER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
018/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

b. Metode Modern

- Set ganti balutan IVcateter

- Pengalas

- Bengkok

- Sarung tanganbersih

- Pinset anatomis steril satubuah

- Perlak danpengalas

2. Persiapan Pasien :

- Sampaikansalam

- Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tujuan dan


prosedur tindakan yang akan dilakukan
3. Pelaksanaan:

a. Cuci tangan .

b. Dekatkan alat –alat ke samping tempat tidur dan jaga kesterilan alat.
c. Pasang perlak dan pengalas di bawah tempat IVcateter.

d. Pakai sarung tanganbersih.

e. Buka bak instrument dengan teknik aseptic.

f. Lepaskan plester dengan lidi kapas yang telah di basahi wash


bensin.
g. Angkat kassa satu per satu dari tempat pemasangan IV cateter
dengan pinset anatomis dan bersihkan sisa –sisa perekat.

55
MENGGANTI BALUTAN IV LINE CATETER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
018/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

h. Letakkan pinset yang telah di gunakan ke dalam neirbekken.


i. Amati area : penusukan, warna, pembengkakkan. Apabila ada tanda -
tanda peradangan sekitar matikan aliran infus dan up IVcateter.
j. Jika tidak ada tanda – tanda peradangan,angkat plester yang
memfiksasi abocath dengan hati – hati, jangan sampai bergeser atau
terangkat dengan menggunakan lidi kapas yang berisi wash bensin,
kemudian bersihkan sisa-sisa perekat pada kulit, jaga jangan sampai
menyentuh area penusukan, buang plester kebengkok.
k. Gunakan tangan yang non dominan untuk menstabilkan IV cateter
pada tempat penusukan.
l. Gunakan tangan yang dominan untuk memegang pinset anatomis:
- Bersihkan area penusukan secara sirkuler dari tempat penusukan ke
arah luar satu kali usap dengan kapas betadine, kemudian dengan
kapas alcohol.
- Fiksasi dengan plester di bawah IV cateter dengan perekatnya
menghadap keatas dan silangkan plester di atas IV cateter,hati – hati
jangan sampai menyentuh dan menutup tempat penusukan.
- Berikan betadine salep atau cair pada area penusukan, biarkan sesaat
sampai mengering. Dekatkan selang IV cateter kemudian rekatkan
plester kedua di atas selang infuse.

56
MENGGANTI BALUTAN IV LINE CATETER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/4
018/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Tutup dengan kassa transparan di atas tempat penusukan (jika tidak


ada,tutup dengan kassa steril kering) dan rekatkan dengan plester .
j. Catat tanggal dan waktu penggantian balutan IVcateter.

k. Evaluasi respon klien dan lakukan rencana tidaklanjut.

l. Angkat pengalas serta bereskan alat–alat.

m. Lepaskan sarung tangan.

n. Sampaikansalam.

o. Cucitangan.

p. Dokumentasikan hasil tindakan dan responklien.

UNIT TERKAIT UGD dan Semua Ruangan Rawat Inap

57
PROSEDUR PEREKAMAN ELEKTROKARDIOGRAM
(EKG)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/4
019/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Merekam dan mencatat aktivitas listrik jantung melalui elektroda -


elektroda yang di pasang pada permukaan tubuh yang dilakukan pada
pasien dengan kelainan jantung, pre operasi maupun kelainan elektrolit
serta dilakukan pada seluruh pasien baru yang berusia diatas 40tahun.

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk:

1. Merekam aktivitas listrikjantung.

2. Mendekteksi kelainan gambaran listrikjantung.


Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR [Link].

a. Mesin EKG yang dilengkapi :

- Kabel untuk sumberlistrik

- Kabel untuk bumi(ground)

- Kabel elektoda (ekstremitas dandada)

- Kertas EKG

- Plat elektroda ekstremitas / karetpengikat

58
PROSEDUR PEREKAMAN ELEKTROKARDIOGRAM
(EKG)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
019/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Balon penghisap elektroda dada

b. Jelly /air

c. Tissue

d. Kain kassa / kapasalcohol

e. Spidol atau ballpoint (untuk perekaman EKGserial)

2. Persiapan pasien:

a. Menyampaikansalam.

b. Memberikan informasi pada pasien dan keluarga tentang


tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan beserta
lama, sensasi dan harapan selama pemeriksaan.
c. Meminta persetujuan pasien.

d. Jaga privacy pasien dengan menutup gorden.

e. Mengatur posisi tidur terlentang pada pasien (tangan dan


kaki tidak saling bersentuhan).
3. Pelaksanaan :
a. Perawat mencucitangan.

b. Menghubungkan kabel listrik EKG dengan sumber listrik.

c. Membuka dan melonggarkan pakaian bagian atas pasien


serta melepas jam tangan, dan logam lain.
d. Tentukan dan periksa kulit daerah ekstremitas yang akan di
pasang elektroda.
e. Menginformasikan pada pasien bahwa
pemasangan elektroda akan dilakukan.
f. Membersihkan kedua pergelangan tangan dan kaki serta

59
PROSEDUR PEREKAMAN ELEKTROKARDIOGRAM
(EKG)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
019/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

pada daerah dada dengan menggunakan kapas alkohol (kalau perlu


cukur daerah pergelangan kaki) dilokasi tempat pemasangan
elektroda.
g. Mengoleskan jelly EKG pada permukaan elektroda, bila tidak ada
jelly gunakan kapas basah.
h. Memasang kabel EKG pada kedua pergelangan tangan dan kedua
tungkai pasien untuk merekam bagian ekstremitas
(leadI,II,III,aVR,aVF,aVL), dengan cara sebagai berikut:
- Kabel merah pada pergelangan tangan kanan

- Kabel kuning pada pergelangan tangankiri

- Kabel hijau pada pergelangan kaki kiri

- Kabel hitam pada pergelangan kaki kanan

i. Memasang elektroda dada dengan menekan karet penghisapnya


untuk rekaman precordial lead sebagai berikut:
- V1 berada di ruang intercostal IV garis sternal kanan.
- V2 berada di intercostal IV garis sternal kiri sejajar V1.
- V3 berada di pertengahan antara V2 danV4.

- V4 berada pada ruang intercostal V garis mid clavicula kiri.


- V5 berada sejajr V4 garis axilaris depan.

- V6 berada sejajar V5 garis axilaris tengah.

60
PROSEDUR PEREKAMAN ELEKTROKARDIOGRAM
(EKG)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/4
019/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

j. Melakukan kalibrasi dengan ukuran 10 mm dengan kecepatan 25


mm/volt.
k. Melakukan rekaman EKG secara berurutan sesuai dengan pilihan
lead yang terdapat pada mesin EKG.
l. Melakukan kalibrasi kembali setelah perekaman.

m. Melepaskan semua elektroda.

n. Membersihkan jelly dari badan pasien.

o. Memberitahu pasien bahwa perekaman sudah selesai.

p. Mematikan mesinEKG.

q. Mencatat : nama pasien, umur,waktu, tanggal, serta nama perawat


yang melakukan EKG.
r. Membereskan alat-alat.

s. Mengevaluasi respon pasien dan melakukan rencana tidak lanjut.


t. Menyampaikan salam.

u. Mencuci tangan.

v. Mendokumentasikan hasil tindakan dan respon pasien.

UNIT TERKAIT Semua Ruangan Rawat Inap dan UGD

61
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG TRACHEOSTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/4
020/SPO/ICU/R
SBH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Perawatan pasien yang terpasang tracheostomy adalah suatu tindakan


membersihkan luka, mengganti balutan tracheostomy, dan
membersihkan tracheostomy tube.

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk:


1. Menjaga luka tetap bersih dan mencegah infeksi pada tempat
pemasangan tracheostomy
2. Mempertahankan kepatenan tracheoltube.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. PersiapanAlat

a. Bak steril berisi:

- Pinset cirurgis 1buah

- Pinset anatomis 2buah

- Kom kecil berisi bethadine atauantibiotic

- Kom kecil berisi NaC10,9%

- Kom kecil berisi kapas sublimate /kassa

- Lidi wotten 3buah

- Kassa steril ukuran 4 x6 1lembar

62
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG TRACHEOSTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
020/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Alas kerja.

- Neirbekken 2 buah.

- Korentang dalam tempatnya.

- Plester.

- Gunting verban.

- Wash bensin,alcohol.

- Tali pengikat racheostomy.

- Perlengkapan suction ingtracheal.

- Sarung tangan.

2. Persiapan Pasien:

- Menyampaikansalam

- Menjelaskan kepada keluarga tentang tujuan dan prosedur


tindakan yang akan dilakukan
- Menjaga privacypasien

- Mengatur posisi semi fowler bila pasien sadar, atau posisi supinasi
pada pasien tidak sadar
- Memastikan pasien dalam keadaa aman untuk dilakukan tindakan
3. Pelaksanaan:

- Mengkaji status pernafasan pasien termasuk kebutuhan akan


peghisapan dan perawatan endotracheal.

63
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG TRACHEOSTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
020/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Meletakkan semua alat –alat didekat pasien.

- Membantu pasien untuk mengambil posisi semi fowler bila pasien


sadar, atau posisi supinasi pada pasien tidak sadar.
- Mencuci tangan.

- Lakukan penghisapan tracheal sebelum mengganti balutan.


- Pasang alas kerja.

- Letakan neirbekken kosong pada alas kerja.

- Buka tutup bak steril.

- Siapkan screen (pelembab udara tracheostomy) atau siapkan


TPiece.
- Buka tutup wash bensin.

- Buka balutan lama dengan pinset cirurgis dan lidi waten yang
sudah dicelupkan ke dalam wash bensin
- Buang balutan lama ke dalam neirbekken masukkan pinset
cirurgis ke dalam neirbekken yang berisi larutan desinfektan.
- Bersihkan tube tracheostomy dengan kapas sublimat atau kassa
NaC1 0,9 % sampaibersih.
- Pastikan tracheostomy tube dalam posisi yang tepat dan aman
pada saat mengganti balutan.
- Keringkan luka dan [Link] dengan cermat adakah
tanda –tanda peradangan atau perdarahan.

64
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG TRACHEOSTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/4
020/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Olesi luka tracheostomy dengan bethadine atau antibiotik dengan


menggunakan lidi watten.
- Bila luka kotor dan menunjukkan adanya tanda peradangan, luka di
kompres bethadine dengan menggunakan kassa atau di beri salep
antibiotik sesuai advis dokter.
- Tutup dengan kasa kering steril kemudian di plester (bila perlu).
- Pasang screen atau T Piece pada bagian atas lubang tracheostomy
untuk melembabkan udara.
- Bereskan alat –alat dan rapikan pasien.

- Evaluasi respon klien.

- Mencuci tangan.

- Dokumentasi pada daftar chek list tindakan pada catatan perawatan.

UNIT TERKAIT Rawat Inap, UGD.

65
PEMBERIAN MAKAN MELALUI ENTERAL FEEDING
(BLENDERIZE)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/4
021/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Pemberian makan dengan menggunakan selang naso gastrik terbuat dari
poly ethylene (NGT) yang di pasang melalui naso/ oropharing pasien ke
dalam lambung untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien yang
terpasang NGT/OGT/Gastrostomy.

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk memperbaiki atau


mempertahankan kebutuhan nutrisi pada klien yang tidak mampu
makan melalui oral dan untuk memberikan obat.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan Alat:

- Serbet.

- Chateter tip / Feeding bag.

- Stetoskop.

- Sarung tangan bersih.

- Air matang pembilas dalamgelas.

- Makan cair dalam tempatnya.

- Klem / penjepit selang.

66
PEMBERIAN MAKAN MELALUI ENTERAL FEEDING
(BLENDERIZE)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
021/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Tissue makan.

- Neirbekken.

- GelasUkur.

- Persiapan pasien:

- Sampaikan salam.

- Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tujuan dan prosedur


tindakan yang akan dilakukan.
- Menjaga privacy pasien.

3. Pelaksanaan:

1) Mengecek program therapy medic.

2) Cucitangan.

3) Alat –alat didekatkan di samping tempat tidur pasien

4) Mengkaji adanya alergi makanan, bising usus, masalah- masalah


yang berkaitan dengan pemberian makanan melalui NGT (muntah,
diare, konstipasi, distensi abdomen).
5) Siapkan makanan dan obat (jika ada) yang akan diberikan. Sesuai
dengan therapy medic.
6) Bantu klien untuk posisi semi fowler yangnyaman.

7) Pasang pengalas di daerah atas dadaklien.

8) Pasang sarung tangan bersih.

9) Pastikan penempatan posisi NGT dengan mengecek aspirasi isi


lambung. Jika ada indikasi tidak ada absorpsi makanan lakukan
kolaborasi dengan bertanggung jawab.

67
PEMBERIAN MAKAN MELALUI ENTERAL FEEDING
(BLENDERIZE)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
021/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

10) Mengkaji residulambung.

11) Memberikan makanan melalui NGT:

a. Bolus / Intermiten Feeding

- Klem selang dengan cara menekuk ujung selang dengan


menggunakan tangan yang tidak dominan.
- Lepaskan kateter tip dari selang dengan tangan yang
dominan, kemudian lepaskan pendorongnya dari katetertip.
- Masukkan kembali suntikan tanpa pendorongnya di ujung
selang. Tangan yang tidak dominan tetap mengklemselang.
- Isi syringe chateter tip dengan makanan cair yang tersedia
50 cc, tinggikan 45 cm di atas lambung pasien, lepaskan
klem. Biarkan isi spuit secara bertahap masuk dan jangan
sampai spuit kosong. Ulangi tindakan tersebut sampai
makananhabis.
- Bilas selang NGT dengan air hangat sejumlah 1–2 cc untuk
bayi, 3-4cc untuk anak, dan 10-30 cc untuk dewasa atau
sampai selangjernih.
- Bila selang NGT sudah bersih, di tutup atau di klem.
- Pertahankan posisi pasien 30 derajat selama 30 menit
setelah pemberian makananselesai.

68
PEMBERIAN MAKAN MELALUI ENTERAL FEEDING
(BLENDERIZE)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/4
021/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

b. Contineus Drip Method:

- Hubungkan selang NGT dengan pengaturan kecepatan aliran


(seperti selang infus) yaitu dengan feeding bag.
- Alirkan makanan / formula sampai ke ujung selang atau keluar
sedikit.
- Atur klem, gantung feeding bag sekitar 12 inch atau 30 cm dari
hidung.
- Hubungkan selang dari feeding bag denganNGT

- Buka klem dan atur aliran.

- Setelah makanan / formula habis, bilas dengan air putih 60 ml,


sisakanair tetap berada di selang NGT.
- Klem dan tutup selangNGT.

12) Bantu pasien mengatur posisi yang nyaman sesuai keinginan


pasien, setelah 30 menit pemberian makanan.
13) Bersihkan dan rapikan alat –alat.
14) Lepaskan sarung tangan.
15) Cuci tangan.
16) Evaluasi respon pasien.
17) Rencanakan tindak lanjut.
18) Dokumentasikan jumalah makanan yang di berikan dan respon
pasien pada daftar chek list atau tindakan pada catatan perawatan.
19) Pastikan fiksasi selang pada posisi yang benar

UNIT TERKAIT UGD dan semua unit perawatan rawat inap.

69
PEMBERIAN TOTAL PARENTERAL NUTRISI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
022/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Pemberian total parenteral nutrisi adalah kegiatan memberikan cairan


makanan melalui infuse berupa protein, gula hipertonik dan tambahan
zat lain pada pasien yang tidak bisa diberikan makanan melalui
gastrointestinal.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untukmemenuhi kebutuhan


TUJUAN
makanan yang lengkap secara parenteral pada pasien yang tidak bisa
memberikan makananmelalui
gastrointestinal guna mendapatkan nutrisi yang tepat.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan alat:

- Caiaran infus

- Infus pump

- Infusset

- Kapas alcohol

- Plester

- Tiang infus

- Cairan makanan sesuai kebutuhan

70
PEMBERIAN TOTAL PARENTERAL NUTRISI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/2
022/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

2. Persiapan pasien:

- Sampaikansalam.

- Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tujuan dan prosedur


tindakan yang akan dilakukan.

3. Pelaksanaan:

- Sediakan cairan makanan sesuai kebutuhan

- Cek label cairan makanan sesuai advis dokter

- Cek tanggal kadaluarsa cairan makanan

- Sambungkan infus set dengan caiaran makanan

- Buang udara dengan mengisi caiaran dalam selang

- Set infusion pump sesuai dengan perhitungan

- Nyalakan infusion pump

- Bereskan alat- alat yang tidak dipakai

- Observasi dan dokumentasikan prosedur

UNIT TERKAIT Semua Unit Pelayanan Keperawatan.

71
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
WATER SEALAD DRAINAGE (WSD)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/4
023/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Perawatan pasien yang terpasang WSD adalah melakukan persiapan


botol WSD dan pergantian botol,perawatan luka jahitan pada daerah
pemasangan WSDuntuk mempertahankan keamanan dan keamanan
sistem drainage.

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk:


TUJUAN
- Menghindari komplikasi pasca pemasangan WSD.

- Menjaga kebersihan dan kesterilan peralatan WSD.

- Memelihara system drainage dan mencegah insiden


pneumothorak.
- Memelihara kepatenan system drainage.

- Meningkatkan pengembangan paru.


Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No: Tentang PedomanPelayanan
ICU.

PROSEDUR 1. Persiapan Alat:

a. Bag steril berisi:

- pincet cirurgis 1 buah.

- pincet anatomis 2 buah.

- Kain kasa.

72
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
WATER SEALAD DRAINAGE (WSD)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
023/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019
b. Plester.

c. Perlak alas kerja.

d. Neirbekken.

e. Air destilasi steril atau NaC10,9%.

f. Gunting verban.

g. Wash bensin, alcohol.

h. Klem 2buah.

i. Botol WSD steril dengan larutan NaC1 0,9% atau aquadest.

j. Perlengkapan suctioning jika diperlukan.

2. Persiapan Pasien:

- Sampaikan salam.

- Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tujuan dan prosedur


tindakan yang akan dilakukan.
- Jaga privacy pasien.

3. Pelaksanaan:

- Kaji rasa nyaman pasien dan pemberian obat analgetik pada saat
pasien bergerak, nafas dalam,dan batuk.
- Kaji tanda vital untuk mengetahui apakah terdapat pneumothorax.
- Observasi pergerakan dada, auskultasi bunyi nafas.

- Periksa luka daerah penusukan selang dada dan kemungkinan


adanya krepitus subcutan.
- Periksa jumlah cairan yang keluar pada botol atau container.
- Periksa fluktuasi level caiaran pada botol WSD.

73
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
WATER SEALAD DRAINAGE (WSD)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
023/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Periksa fluktuasi air atau udara pada selang WSD dengan mengklem
sementara selang dada.

Menyiapkan botol sistem satu botol :


- Isilah botol WSD dengan 300 ml air destilasi steril atau NaCl 0,9 %.
- Masukkan satu lubang gelas pendek dan satu yang panjang pada
penutup karet botol. Pastikan bahwa tabung selang yang panjang
masuk 2 cm dibawah permukaan air botol.
- Beri tanda pada level permukaan air botol dengan plester.
- Tempatkan botol pada rak botol pada lantai di samping tempat tidur
pasien.
- Hubungkan botol dengan selang dada pasien.

- Plester semua sambungan selang termasuk tutup botol.

Mengganti Balutan :

- Membuka pakaian pasien bagian atas.

- Posisikan pasien untuk perawatan pemasangan WSD. Pada posisi


pasien terlentang dengan satu bantal dengam tangan di keataskan
pada bagian yang dipasang WSD.
- Mencuci tangan.

- Mendekatkan alat.

- Membuka balutan dengan hati-hati.

- Bersihkan luka dengan NaCl 0,9 % dari yang bersihke

74
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
WATER SEALAD DRAINAGE (WSD)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/4
023/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Yang kotor.

- Bersihkan selang dengan alkohol 70%

- Jaga selang dada agar tidak tertarik

- Observasi kulit sekitar penusukan selang dada

- Tutup sekitar selang dada dengan kain kassa (kompres) dan tutup
kembali dengan menggunakan kain kassa kering.
- Tutup pakaian pasien.

- Bila akan mengganti botol WSD terlebih dahulu selang di klem


dengan kocher.
- Botol WSD pengganti sudah diiisi NaCl 0,9 % atau aquade
stilatasteril.
- Setelah botol WSD diganti dan selang WSD terfiksasi dengan baik
kocher klem dilepas.
- Pasien dirapikan dan alat dibereskan.

- Mencuci tangan.

- Dokumentasikan pada daftar check list tindakan pada catatan


perawatan.

UNIT TERKAIT UGD dan ruanga perawatan rawat inap.

75
PEMBERIAN OBAT SECARA TITRASI (DRIP)
MENGGUNAKAN ALAT SYRINGE PUMP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
024/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Syringe Pump merupakan suatu alat yang bekerja secara otomatis untuk
mengalirkan cairan / obat didalam syringe / spuit dalam bentuk bilangan
bulat atau secara decimal dengan pemberian secara titrasi (dalam
pengenceran) agar diperoleh kecepatan dan jumlah tetesan yang tepat
sesuai dengan dosis obat yang dibutuhkan.

Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah untuk


TUJUAN
memenuhi obat/cairan pasien.
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapanpasien

- Pasien diberitahu penjelasan tentang tujuan tindakan yang


akan dilakukan.
- Posisi pasien diatur sesuai dengan kebutuhan.

2. Persiapanalat

- Alat syringpump.

- Disposable syringe pump sesuai ukuran.

- Perfusor Line.

76
PEMBERIAN OBAT SECARA TITRASI (DRIP)
MENGGUNAKAN ALAT SYRINGE PUMP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
024/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Cairan dan obat yang digunakan sesuai kebutuhan.

- Sumber listrik.

3. Pelaksanaan:
a. Hitung dan rubah jumlah cairan yang diinginkan menjadi bentuk
cc/jam.
b. Isi syringe yang sesuai dengan pump yang digunakan dengan obat
yang sudah dioplos sesuai kebutuhan.
c. Isi perfusor line yang sudah tersambung dengan syringe sampai
ujung selang bebas dari udara.
d. Masukkan syringe/spuit ke dalam mesin dengan menekan tombol
push.
e. Hubungkan syringe pump dengan sumber listrik.

f. Nyalakan tombol power dengan menekan hold 1 sec selama 1


detik.
g. Atur jumlah aliran yang diinginkan dengan cara menekan tombol
ke atas untuk menaikkan angka atau tombol ke bawah untuk
menurunkan angka sehingga muncul angka pada layar syringe
pump.
h. Tekan tombol infuse / standbay untuk memulai tetesan.

i. Tekan prime untuk mempercepat aliran pada pengisian kateter.


j. Trouble shoother :

- Bila alarm menyala pada out of infus, perbaiki syringe / spuit


terhadap kemungkinan kesalahan dalam meletakkan syringe .

77
PEMBERIAN OBAT SECARA TITRASI (DRIP)
MENGGUNAKAN ALAT SYRINGE PUMP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
024/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Bila alarm menyala pada stopped, tekan infuse / standbay.


- Bila alarm menyala pada occlusion, perbaiki triway atau perfusor
line terhadap kemungkinan terlipat, terdapat emboli atau
kemungkinan triway dalam keadaan tertutup.
- Bila alarm menyala pada near empty, menunjukkan cairan yang di
set sudah hamper habis.
- Bila alarm menyala pada empty, menunjukkan cairan yang diset
sudah habis.
- Bila alarm menyala pada low batt, perbaiki sambungan listrik
dengan mesin, kemungkinan aliran listrik tidak berfungsi baik.
k. Observasi jalannya cairan.

l. Jelaskan pada pasien atau keluarga bahwa pemasangan telah


selesai.
m. Dokumentasikan

UNIT TERKAIT UGD, Perinatologi, Rawat Inap Umum.

78
PEMBERIAN BANTUAN NAPAS DENGAN MENGGUNAKAN
ALAT BVM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
025/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tgl. Terbit
PROSEDUR Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Suatu prosedur kegiatan memperbaiki fungsi ventilasi dengan cara
PENGERTIAN
memberikan pernafasan buatan dengan menggunakan alat ambu bag
atau bag valve mask untuk menjamin kebutuhan
oksigen (O2) dan pengeluaran gas CO2.

TUJUAN Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah untuk menjamin


pertukaran antara oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) yang terjadi
di paru-paru secara normal pada :

1. Pasien dengan gangguan system pernafasan danmemerlukan


bantuan pernafasan.
2. Pasien dengan henti nafas.

3. Pasien dengan cardiac arrest.

4. Pasien dengan respiratory failure.

5. Pasien yang sebelum, selama atau sesudah menjalani suction.


Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan pasien :

- Pasien / keluarga diberi penjelasan tentang maksud dan


tujuan dari tindakan yang akan dilakukan.

79
PEMBERIAN BANTUAN NAPAS DENGAN MENGGUNAKAN
ALAT BVM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
025/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Inform consentkeluarga.

- Pasien dalam posisi terlentang,dengan kepala ekstensi.

2. Persiapan alat
- Satu set Ambubag.

- Tempat tidur yang aman, datar dankeras.

3. Pelaksanaan:
a. Cucitangan.

b. Siapkan alat ambu bag dan pastikan alat tersebut dapat


digunakan.
c. Bebaskan jalan nafas.

d. Periksa pernafasan pasien dengan cara:

- Look (lihat) : gerak dada, gerak cuping hidung (flaring nostril),


retraksi selaiga.
- Listen (dengar) : suara nafas, suara ambahan.

- Feel (rasakan) : udara nafas keluar hidung –mulut.

e. Nilai pernafasan pasien.

f. Nilai tanda tanda distress nafas, jika tanda-tanda muncul lakukan


pemberian nafas buatan menggunakan ambubag.
g. Angkat rahang bawah pasien untuk mempertahankan jalan nafas
terbuka.
h. Tekan sungkup pada muka pasien secarakuat.

i. Pompa udara dengan cara tangan satu memegang bag sambil


memompa udara dan yang satunya memegang

80
PEMBERIAN BANTUAN NAPAS DENGAN MENGGUNAKAN
ALAT BVM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
025/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

serta memfiksasi masker, pada saat memegang masker, ibu jari dan jari
telunjuk membentuk huruf C sedangkan jari-jari lainnya memegang
rahang bawah sekaligus membuka jalan nafas dengan membentuk
huruf E.
j. Lakukan sebanyak 10-12 kali/menit sampai dada nampakterangkat.
k. Lakukan dengan cepat, tepat dan hati-hati.

l. Lakukan sampai ada tindak lanjut atau perbaikan keadaan umum


pasien.
m. Evaluasi pernafasan.

n. Pastikan pernafasan pasien tetap stabil.

o. Observasi pasien, bila terjadi henti nafas dan henti jantung lakukan
resusitasi.
p. Bereskan alat-alat.

q. Cuci tangan .

r. Dokumentasi.

UNIT TERKAIT Perinatologi, OK

81
MEMBERIKAN KEJUTAN LISTRIK JANTUNG DENGAN
DEFIBRILATOR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/4
026/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan pemberian therapi yang mengunakan listrik


dalam waktu yang singkat secara asinkron pada gelombang
EKGVentrikel Fibrilasi (VF) atau Ventrikel Takikardi (VT) tanpa nadi
sehingga terjadi depolarisasi sel-sel miokard, repolarisasi dan kontraksi
kembali. Tindakan ini dilakukan oleh dokter dan perawat terlatih/ahli
yang sudah mendapatkan pendelegasian dari dokter DPJP.

TUJUAN Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah untuk


mengembalikanirama jantung dari irama yang mengancam jiwa,
sehingga memungkinkan timbulnya kembali aktivitas listrik jantung
yang terkoordinasi.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No: Tentang PedomanPelayanan
ICU.

PROSEDUR 1. Persiapan alat:


a. Defibrilator.

b. Monitor EKG.

c. Jelly.

82
MEMBERIKAN KEJUTAN LISTRIK JANTUNG DENGAN
DEFIBRILATOR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
026/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

d. Troli Emergency yang berisi:

- Resuscitation bag

- IntubasiSet

- Disposible

- Abocath

- InfusSet

- Perfusor

- Threeway

- Adrenalin Injeksi

e. Tissue pembersih.

f. Oksigen.

2. Persiapan Pasien:

- Pasang Monitor EKG

- Buat Rekaman EKG

- Pasang IV Line

- Posisi pasien terlentang

- Beri Oksigen

- Observasi tanda-tanda vital

3. Pelaksanaan:

a. Perhatikan gambaran irama jantung di layar bed side monitor.


(Perubahan tiba-tiba dari irama jantung akan membedakan
tahapan intervensi yang akan diberikan)
b. Hubungkan kabel listrik ke sumber listrik.

c. Berikan jelly pada kedua paddle.

83
MEMBERIKAN KEJUTAN LISTRIK JANTUNG DENGAN
DEFIBRILATOR

No. Dokumen [Link] Halaman


001 3/4
026/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

d. Hidupkan defibrilator (poweron).

e. Letakkan paddle apex pada posisi apkes (ICS V / letak atrio


ventrikular nodal) mid klavikula kiri dan paddle sternum pada
garis sternal kanan dibawah klavikula (ICS II / letak sino atrial
nodal) dengan tekanan + 10-12kg
f. Beri energi langsung 360joule.

g. Tekan tombol pengisi energi(charger).

h. Jika energi sudah terisi dan siap dilepaskan, beri aba-aba pada
lingkungan sekitar “CLEAR AREA”, DC SIAP?”, “OK” dengan
suarakeras.
i. Tekan tombol pada kedua paddle secara bersamaan.

j. Nilai kembali irama gambaran EKG pada monitor setelah


dilakukan defibrilasi (jika irama EKG masih menunjukkan
VF/VT tanpa nadi, defibrilasi dapat diberikan dengan energi 300
joule maksimal2x, ulang dalam jarak 5 menit dan paddle masih
tetap diletakkan pada tubuh pasien / jika gambaran EKG
meragukan, periksa nadi dan sensor elektroda EKG).
k. Apabila setelah 2x 300 joule belum berhasil, energi dapat
dinaikkan 360 joule dan boleh diulang dengan energi yang sama
360 joule diikuti pemberian Adrenalin 1 mg setiap 5 menit
(drug-shock-drug-shock).

84
MEMBERIKAN KEJUTAN LISTRIK JANTUNG DENGAN
DEFIBRILATOR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/4
026/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

l. Periksa kembali apakah perlu untuk mengakhiri defibrilasi jika


irama listrik jantung di monitor EKG masih tetap Fibrilasi
(lakukan sesuai prosedur Algoritma ACLS).
- Bila terjadi asistole, lakukan segera RJP.

- Tindakan DC Shock dihentikan bilamana tidak ada respon.


- Setiap perubahan EKG harus diprint.

m. Bereskan dan bersihkan kembali alat-alat yang sudah tidak


digunakan lagi serta simpan pada empatnya.
n. Dokumentasikan semua prosedur dan kondisipasien Follow
up:
- Nilai status respirasi

- Monitor jantung

- Monitor tanda-tanda vital

- Akses intravena

- Cari pencetus VF atau VT tanpa nadi

- EKG 12 Lead

UNIT TERKAIT UGD, OK

85
MEMBERIKAN DEFIBRILASI EKSTERNAL
PADA PASIEN DEWASA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/4
027/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan pemberian therapi kejut listrik dengan “Mode
Asynkrone” yang dapat menghantarkan listrik ke miokard pada keadaan
aritmia pada pasien yang bmengalami Ventrikel Fibrilasi. Tindakan ini
dilakukan oleh dokter dan perawat terlatih/ahli yang sudah
mendapatkan pendelegasian dari dokterDPJP.

Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah:


TUJUAN
1. Untuk mengevaluasi VentrikelFibrilasi.
2. Untuk mengembalikan irama ke sistem konduksi yang normal.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No: Tentang PedomanPelayanan
ICU.

PROSEDUR 1. Persiapan alat:

a. Defibrilar

b. Kabel elektroda

c. Ring EKG 3 buah

d. Jelly EKG

e. Kertas EKG

86
MEMBERIKAN DEFIBRILASI EKSTERNAL
PADA PASIEN DEWASA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
027/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

f. Troli Emergency yang berisi:

- Resuscitation bag

- Intubasi Set

- Disposible

- Abocath

- Infus Set

- Perfusor

- Three Way

- Adrenalin Injeksi

- Tissue pembersih

- Oksigen

- Alat-alat penghisap lender

2. Persiapan Pasien:

a. Pasang Monitor EKG

b. Buat Rekaman EKG

c. Pasang IV Line

d. Posisi pasien terlentang

e. Beri Oksigen

f. Observasi tanda-tanda vital

3. Pelaksanaan:
a. Cuci tangan.

b. Pasang kabel dan elektroda defibrillator.

c. Pastikan gambaran EKG Ventrikel Fibrilasi.

d. Pastikan adanya aliran listrik.

87
MEMBERIKAN DEFIBRILASI EKSTERNAL PADA
PASIEN DEWASA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
027/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

e. Atur jumlah energi yang akan diberikan.

f. Berikan jelly pada kedua paddle.

g. Hidupkan defibrilator (poweron).

h. Letakkan paddle apex pada posisi apkes (ICS V) mid klavikula kiri
dan paddle sternum pada garis sternal kanan dibawah klavikula
(ICSII).
i. Yakinkan irama EKG pasien masih Ventrikel Fibrilasi.

j. Tekan paddle cukup adekuat.

k. Pastikan tidak ada orang yang menyentuh tempat tidur selama


tindakan, beri aba-aba “CLEAR AREA”, DC SIAP?”, “OK” dengan
suara keras.
l. Tekan tombol “discharge” untuk melepaskanenergy.

m. Cek irama jantung tanpa mengangkat kedua paddle.

n. Ulangi prosedur jika diperlukan.

o. Apabila gagal prosedur defibrilasi mulai dengan tindakanACLS.


p. Apabila berhasil, observasi tanda-tanda vital dan kaji kembali
kondisi pasien.
q. Apabila terjadi asistole, lakukan segera RJP. Setiap perubahan EKG
harus diprint.
r. Bereskan dan bersihkan kembali alat-alat yang tidak digunakan lagi
serta simpan pada tempatnya.
Dokumentasi semua prosedur dan kondisi pasien Follow up :
- Nilai status respirasi.

88
MEMBERIKAN DEFIBRILASI EKSTERNAL
PADA PASIEN DEWASA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/4
027/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Monitor jantung

- Monitor tanda-tanda vital

- Akses intravenal.

- EKG 12 Lead

UNIT TERKAIT UGD, OK

89
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/6
028/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur serangkaian tindakan manipulasi pada dinding dada


yang terdiri dari Postural Drainge, Perkusi, Vibrasi dan Batuk.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk membersihkan jalan


TUJUAN
nafas berdasarkan gaya gravitasi secret dari segmen
bronchus tertentu.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan alat:

a. Tempat tidur pasien yang dapat diatur (diturunkan atau


dinaikkan).
b. Kursi.

c. Bantal 1-4 buah.

d. Tissue.

e. Kantung plastik untuk menampung sputum.

f. Handuk.

g. Teko dan air minum.

h. Sarung tangan sekali pakai.

90
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/6
028/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

i. Stetoskop

j. suction.

2. Persiapan pasien:

1) Sampaikan salam.

2) Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan dan


langkah-langkah tindakan yang akan dilakukan.
3) Anjurkan minum sebelum tindakan dilakukan.

4) Jangan makan 1-2 jam sebelum Postural Drainage diberikan.


5) Stop semua makanan melalui NGT selama 30-45 menit sebelum
dilakukan tindakan.
6) Periksa Residual isi lambung (bila terpasang NGT), jika lebih dari
100 ml tunda tindakan.
7) Jaga privacy pasien dengan menutup gorden atau pasangsampiran.
8) Mengatur posisi pasien sesuai kondisi.

3. Pelaksanaan:

a. Cuci tangan.

b. Pasang sarung tangan.

c. Bantu pasien mengatur posisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

POSTURAL DRAINAGE
Pilih salah satu posisi berikut :
1) Bronchus pada lobus apical anterior atas bagian kanan

91
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/6
028/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

dan kiri : pasien duduk di kursi, bersandar pada bantal atau duduk
semifowler.
2) Bronchus pada lobus apical posterior atas bagian kanan dan kiri :
pasien duduk dikursi condong ke depan pada bantal danmeja.
3) Bronchus pada lobus atas anterior bagian kanan dan kiri : pasien
berbaring terlentang datar dengan bantal kecil dibawahlutut.
4) Bronchus pada lobus linguinal atas bagian kiri : pasien berbaring
miring kanan dengan lengan atas ke kepala pada posisi
trendelenburg dengan kaki tempat tidur ditinggikan 30 cm.
Tempatkan bantal dibelakang punggung dan gulingkan pasien
seperempat putaran kebantal.
5) Bronchus pada lobus tengah bagian kanan : pasien berbaring
miring kiri dan tinggikan kaki tempat tidur 30 cm. Tempatkan
bantal di belakang punggung dan gulingkan pasien seperempat
putaran kebantal.
6) Bronchus pada lobus bawah anterior bagian kanan dan kiri : pasien
berbaring terlentang dengan posisi trendelenburg dengankaki
tempat tidur ditinggikan 45- 50 cm. Biarkan lutut menekuk
padabantal.
7) Bronchus pada lobus lateral bagian bawah kanan : pasien
berbaring miring kanan posisi tendelenburg, dengan kaki tempat
tidur ditinggikan 45-50cm.

92
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/6
028/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

8) Bronchus pada lobus lateral bawah bagian kiri : pasien berbaring


miring kanan posisi trendelenburg dengan kaki tempat tidur
ditinggikan 45-50 cm.
9) Bronchus pada lobus superior bawah bagian kanan dan kiri :
pasien berbaring telungkup dengan bantal dibawah lambung.
10)Bronchus pada bagian lobus basal posterior bagian kanan dan kiri
: pasien berbaring telungkup dengan posisi trendelenburg dengan
kaki tempat tidur ditinggikan 45-50 cm.
 Gunakan bantal secukupnya untuk mempertahankan
posisi dan memberi rasa nyaman pasien.
 Minta pasien mempertahankan posisi selama 10- 15 menit
kemudian lakukan perkusi dada.

MELAKUKAN PERKUSI DADA :

1) Pastikan bahwa area yang akan di perkusi tertutup oleh gaun atau
handuk.
2) Minta pasien untuk bernafas dalam dan lambat.

3) Cekungkan telapak tangan sehingga jari-jari fleksi dan ibu jari


merapat ke jari telunjuk.
4) Relaksasikan pergelangan tangan dan fleksikan sikut perawat.
5) Secara bergantian tangan, tepuk-tepuk area paru yang terdapat
secret selama 1-5 menit untuk setiap areayang

93
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 5/6
028/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

terkena.

MELAKUKAN VIBRASI DADA :


1) Minta pasien untuk menarik nafas dalam (inspirasi) melalui mulut
dan mengeluarkan nafas (ekspirasi) melalui hidung atau mulut yang
dirapatkan
2) Pada saat ekspirasi tekankan telapak tangan (saling menumpang)
secara merata pada area dada yang terkena
3) Luruskan dan kuatkan siku serta getarkan / goyangkan tangan pada
area dada yang terkena. Vibrasi dilakukan selama 5 kaliekspirasi
4) Anjurkan pasien untuk batuk dan membuang dahak ke tempatnya.
5) Bersihkan mulut pasien dengan tissue, jika diperlukan

6) Anjurkan pasien untuk batuk

MELAKUKAN BATUK
1) Atur posisi pasien duduk dengan agak sedikit membungkuk ke
depan dan kaki diluruskan di atas tempattidur
2) Pertahankan posisi panggul dan lutut fleksi untuk merelaksasikan
dan mengurangi ketegangan otot-otot abdomen ketikabatuk
3) Anjurkan pasien menarik nafas lambat dan dalam melalui hidung
dan menghembuskannya melalui bibir yang dira-

94
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 6/6
028/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

patkan bebrapa kali (3 kali).

4) Batukkan 2 kali selama mengeluarkan nafas (ekspirasi) sambil


mengencangkan otot-otot abdomen bersamaan denganbatuk.
5) Tahan dan bebat apabila ada luka pada abdomen atau daerahdada.
6) Buang lendir di wadah yang bersih.

Bila pasien tidak dapat batuk, penghisapan lendir (suctioning) harus


dilakukan.
7) Biarkan pasien istirahat sebentar, bila perlu.

8) Biarkan pasien minum secukupnya.

9) Lakukan evaluasi :

a) Auskulasi lapang pasru

b) Inspeksi jumlah, warna dan karakter sputum

c) Review catatan diagnostik meliputi pengumpulan sputum /


culture, X-Ray dan analisa gas darah.
d) Ukur tanda-tanda vital dan pulse oksimetri:

 Kembalikan posisi pasien yang nyaman

 Bereskan alat

 Cuci tangan

 Lakukan dokumentasi keperawatan

UNIT TERKAIT ICU dan Ruang rawat Inap.

95
MELAKSANAKAN PERAWATAN LUKA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/4
029/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan dalam melakukan perawatan luka pada pasien
yang memiliki luka operasi, luka karena trauma mekanik, electric
maupun chemis serta luka karena ganggren.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk melakukan


TUJUAN
perawatan luka.
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapanalat.

a. Container steril berisi:

- Pinset anatomis / cirurgis ( 3buah).

- Gunting jaringan (1buah).

- Gunting kassa (1buah).

- Gunting untuk mengangkat jaringan (bilaperlu).

- Mangkok kecil (2Buah).

- Kapas lidi(secukupnya).

- Kassa steril (sesuaikebutuhan).

- Kassa menutup luka / modern wound dressing (sesuai


kebutuhan).

96
MELAKSANAKAN PERAWATAN LUKA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
029/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Sarung tangan steril (1pasang).

- Hemostatik klem forceps (sesuaikebutuhan).

b. Peralatan tidak steril:

- Gunting untuk buka balutan (1buah)

- Adhesif tape / plester / hypafix (secukupnya)

- Desinfektan dan antiseptic(secukupnya)

- Wash bensin dalam tempatnya(secukupnya)

- Bengkok (2buah)

- Obat luka sesuaikebutuhan

- Perlak dan kain pengalas (1lembar)

- Tempatsampah

2. Persiapan pasien:

- Sampaikansalam.

- Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan


dan prosedur tindakan yang akandilakukan.
- Inform concentkeluarga.

- Jaga privacy pasien dengan menutup gorden atau


memasangsampiran.
- Dekatkan alat-alat yang akandibutuhkan.

- Mengatur posisi pasien (sesuaikebutuhan).

3. Pelaksanaan

1) Cucitangan

2) Lepaskan plester / adhesive wound dressing dengan cara


memegang bagian ujungnya dengan pinset dan ditarik dengan
sebelumnya dibasahi terlebih dahuludengan

97
MELAKSANAKAN PERAWATAN LUKA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
029/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Wash bensin.

3) Pakai sarung tangan steril.

4) Bersihkan luka dengan cairanan tiseptik.

5) Bersihkan luka dengan menggunakan kassa yang dijepit pinset


ataupun langsung dipegang tangan dengan sarung tangan steril.
6) Bersihkan luka dari dalam ke luar, pinset atau tangan yang
digunakan membersihkan luka, hindarkan kontak dengan kassa /
barang steril yang belum digunakan.
7) Buang kassa bekas mencuci luka pada tempat sampah.

8) Alat yang telah terkontaminasi di simpan pada bengkok yang


berisi desinfektan.
9) Observasi keadaaan luka

10) Luka diberi obat dan di tutup dengan kassa steril dengan
menggunakan pinset steril / sarung tangan steril. Penutup luka bisa
juga dengan menggunakan modern wound dressing.
11) Buka sarung tangan.

12) Rapian pasien.

13) Bereskan alat alat.

14) Cuci tangan.

15) Catat hasil observasi luka dan semua keadaan yang terjadi pada
saat mengganti balutan.
16) Observasi dan catat respon pasien.

17) Dokumentasikan pada daftar chek list catatan perawatan.

98
MELAKSANAKAN PERAWATAN LUKA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/4
029/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

UNIT TERKAIT - UGD


- Ruang rawat inap

99
MELAKSANAKAN PERAWATAN STOMA

Halaman
No. Dokumen : No. Revisi
001 1/3
030/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan merawat luka stoma untuk membantu proses
eliminasi buang air besar dari usus /colon yang dikeluarkan melalui
dinding perut dan dilakukan pada pasien yang mengalami karsinoma,
inflamasi, truma atau obstruksi di bawah sisi ostomi.
Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk merawat lubang yang
TUJUAN
dibuat melalui pembedahan ke dalam usus guna memberikan jalan
keluar feses baik temporer maupun
permanent.
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan alat:

- Sarung tangan bersih 1buah

- Airhangat

- Kantong kolostomi bersih sesuai dengan ukuranostomi

- Bengkok atau pispot 1buah

- Kapas

- Kassa

100
MELAKSANAKAN PERAWATAN STOMA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
030/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Vaseline

- Gunting 1buah

- Perlak pengalas 1buah

- Tempatsampah

- Sabun

- Waslap 1buah

- Cetakan ukuranstoma

- Spidol

2. Persiapan pasien

1) Sampaikan salam.

2) Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan


dan prosedur tindakan yang akan dilakukan.
3) Jaga privacy pasien dengan menutup gorden atau
memasang sampiran.
4) Dekatkan alat-alat yang dibutuhkan.

5) Mengatur posisi pasien (sesuai kebutuhan).

3. Pelaksanaan

1) Cucitangan.

2) Pakai sarungtangan.

3) Pasang perlak di bawah atau pinggir stoma.

4) Buka kantong lama dan skin barier (bila ada) buang ke


tempat sampah.
5) Tutup stoma dengan kassa.

6) Bersihkan area kulit sekitar stoma dengan kapas.

7) Kulit dibersihkan perlahan dengan menggunakan sabun

101
MELAKSANAKAN PERAWATAN STOMA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
030/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

dan waslap lembab secara lembut.

8) Kulit dikeringkan dengan kassa secara perlahan-lahan,


hindari menggosok area stoma.
9) Ambil kassa yang menutup stoma, buang kebengkok.

10) Pasang kantung stoma dengan cara membuka kertas


perekat dan menekan di atas stoma selama 30 detik.
11) Buka sarungtangan.

12) Rapikan pasien.

13) Bereskan alat.

14) Cuci tangan.

15) Observasi sekitar stoma.

16) Dokumentasikan pada daftar chek list catatan perawatan.

UNIT TERKAIT UGD, Ruang Rawat Inap.

102
PEMASANGAN IV CATETER PERIFER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/4
031/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan invasive dengan cara memasukkan cateter ke


dalam pembuluh darah vena perifer.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk :


TUJUAN
[Link] kebutuhan cairan dan elektrolit.

[Link] nutrisi parenteral.

[Link] therapy intravena.

[Link] tranfusi.

[Link].
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan Alat:

a. IVKateter

- untuk tranfusi dan resusitasi cairan : ukuran kateter


besar.
- untuk maintenance dan cairan yang mempunyai
osmolaritas tinggi : ukuran kateter kecil.
b. Jenis cairan : kristaloid, koloid,nutrisi

c. Set infus : tranfusi set, parenteral set, mikrodripset

103
PEMASANGAN IV CATETER PERIFER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/4
031/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

d. Swab alcohol 70%

e. Plester

f. Kassa steril padatempatnya

g. Bethadine / zalf providoniodine

h. Perlak kecil danalas

i. Tourniquet.

j. Sarungtangan.

k. Neirbekken.

l. Gunting.

m. Tree way stop cock : untuk cairan lebih darisatu.

n. Clave conector : untuk pemberian therapy intravena

2. Persiapan :

a. Sampaikan alam.

b. Periksa vital sign : Tensi, Pernafasan, Nadi danSuhu.

c. Cek hasilLaboratorium.

d. Periksa integritas kulit dan faktorpredisposisi.

e. Jelaskan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan dan


prosedur tindakan yang akan dilakukan.
f. Inform consentkeluarga.

g. Atur peralatan di samping pasien.

3. Pelaksanaan:

1) Cucitangan

2) Lepaskan penutup cairan infus dengan memperhatikan


sterilitas
3) Buka set infus kemudian atur roll klem 2-4 cmdibawah

104
PEMASANGAN IV CATETER PERIFER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/4
031/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

drip dengan posisi off

4) Pasang set infus dengan cairan yangdiperlukan.

5) Lakukan pengisian cairan pada set infus dan pastikan tidak


ada udara di sekitar setinfus.
6) Atur posisi tidur pasien sesuai dengan kondisipasien.

7) Pilih pembuluh darah vena yang akan di pasang sesuai


kebutuhan.
8) Pasang perlakkecil.

9) Lakukan pembendungan 10-12 cm di atas tempat yang akan


dilakukanpenusukkan.
10) Pasang sarungtangan.

11) Lakukan desinfeksi pada area penusukan dengan swab


alcohol 70 % atau bethadine dengan carasirkulasi.
12) Lakukan punksi vena dengan lubang jarum menghadap
keatas.
13) Perhatikan keluarnya darah melalui kateter.

14) Tarik wire sedikit dan masukkan kateter secaraperlahan.

15) Lepaskantourniquet.

16) Cabut wire dan hubungkan cairan infus dengan IV kateter.


17) Test apakah cairan infus mengalir dengan lancar atau tidak.
18) Tempat penusukan diberi zalf ataubethadine.

19) Lakukanfiksasi.

20) Tutup tempat tusukan dengan penutup transparanatau

105
PEMASANGAN IV CATETER PERIFER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 4/4
031/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

kassa steril.

21) Atur jumlah cairan infus yang masuk dengan system tetes
ataden atau menggunakan pump sesuai dengan kebutuhan.
22) Pada set infus dan kateter di beri tanggalpemasangan.

23) Bereskanalat-alat.

24) Lepaskan sarungtangan.

25) Rapikanpasien.

26) Cucitangan.

27) Awasi tempat penusukan apakah ada perdarahan, edema,


kemerahan, sakit,bocor.
28) Lakukan dokumentasi:

a) Tanggalpemasangan

b) Jenis cairan yang dipasang

c) Jumlah kebutuhancairan

UNIT TERKAIT UGD, Ruang Rawat Inap.

106
PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/5
032/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tgl. Terbit
PROSEDUR Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan memasukkan alat selang plastic (selang


nasogastric / NG Tube) yang dipasang melalui hidung melewati
tenggorokan dan terus sampai ke dalam lambung pada pasien tidak
sadar, pasien karena kesulitan menelan, keracunan, muntah darah
maupun pra atau post operasi esophagus atau mulut.

TUJUAN Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk:

[Link] cairan, nutrisi dan obat-obatan pada pasien yang


tidak mampu mengkonsumsi makanan, cairan dan obat-obatan
secaraoral.
[Link] terjadinya atropi esophagus / lambung pada pasien
tidaksadar.
[Link] isi perut dengan cara menghisap / disedot apa
yang ada di dalam lambung (cairan, udara, darah, racun).
[Link] memudahkan diagnosa klinik melalui analisa
subtansi isilambung.
[Link] sebelum operasi dengan generalanaesthesia.

107
PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE
(NGT)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/5
032/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019
6. Menghisap dan mengalirkan pada pasien yang sedang
melaksanakan operasi pneumonectomy guna mencegah muntah dan
kemungkinan aspirasi isi lambungsewaktu
recovery (pemulihan dari general anaesthesia).

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda Halimah


KEBIJAKAN
No :

PROSEDUR 1. Melakukan Pengkajian:

- Sampaikansalam.

- Kaji adanya gangguan menelan, gastric bleeding atau


distensi abdomen.
- Cek kembali instruksi dokter untuk pemasanganNGT.

2. Persiapan Alat:

- NGT, sesuaiukuran

- Pelumas ataujelly

- Sarung tangansteril

- Neirbekken

- Perlakpengalas

- Spuit 50 cc, catetertip

- Stetoscope

- Feedingbag

- Kapas ataukassa

- Plester

- Gunting

- Klem (bilaperlu)

108
PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/5
032/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

3. Persiapan pasien:

a. Informasikan tentang rencana pemasangan NGT, tujuan dan


prosedur tindakan yang akan dilakukan, lama, sensasi serta
harapan selamatindakan
b. Bila pasien sadar informasikan pada pasien untuk
membantu kelancaran pemasangan NGT dengan cara
menelan
c. Inform consent keluarga

d. Jaga privacy pasien dengan menutup gorden atau


memasangsampiran
e. Posisi pasien diatur dalam posisi semi fowler Untuk pasien
gelisah, tangan dan kaki di ikat dengan memperhatikan segi
keamanan dan kenyamanan pasien
4. Pelaksanaan:

a. Cuci tangan bersih

b. Perlak pengalas diletakkan di dada pasien

c. Neirbekken diletakkan di samping pasien

d. Sarung tangan dipakai

e. Lubang hidung dibersihkan dengan kapas atau kassa

f. NGT di ukur dari epigastrium sampai ke hidung, kemudian


belok ke telinga, selanjutnya di beri tanda (ujung NGT
berada diepigastrium).
g. Ujung NGT di beri pelumas.

h. Bila pada pangkal NGT dilengkapi dengan penutup, tutup


bagian pangkalnya, bila tidak maka gunakan klem.

109
PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT)

No. Dokumen : No. Revisi Halaman


001 4/5
032/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

i. NGT dimasukkan perlahan-lahan, sambil pasien dianjurkan


untuk menelan (untuk pasien yang sadar) sampai batas yang telah
di beri tanda pada saat pengukuran
j. Cek apakah NGT terpasang dengan benar, dengan cara:

- Isi spuit dengan udara, cara menarik perfusor sebanyak


10cc.
- Buka klem atau penutup dan masukkan udara melalui
pangkal NGT sambil dengarkan masuknya udara dengan
menggunakan stetoscope (stetoscope berada di atas
epigastrium).
- Bila terdengar adanya aliran udara di daerah epigastrium
berarti letak NGT benar. Udara di tarik kembali dengan
menggunakan spuit yang sama.
- Bila tidak terdengar aliran udara, berarti ada kesalahan, tarik
kembali NGT dengan perlahan dengan bagian pangkal NGT
tertutup atau di klem. Ulangi langkah seperti diatas.
k. Setelah yakin NGT terpasang dengan benar, bagian yang
telah di beri tanda di fiksasi ke bagian puncak hidung dengan
plester dan pastikan bagian tersebut terfiksasi dengan baik
dankuat.
l. Pemasangan selesai, beri informasi pada pasien dan
keluarga bahwa pemasangan NGT telahselesai.
m. Alat-alat dibereskan.

110
PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 5/5
032/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

n. Sarung tangan dibuka.

o. Rapikanpasien.

p. Cuci tanganbersih.

q. Lakukandokumentasi.

- Catat tanggal pemasangan NGT, ukuran NGT dan


efektifitasNGT.
- Cantumkan nama jelas dan tanda tangan pemasang NGT.

UNIT TERKAIT UGD, Perina, OK, Ruang rawat inap.

111
ISOLASI PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
033/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR 01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan memisahkan pasien dan atur peralatan pada
suatu tempat tersendiri / khusus dan dilakukan pada pasien yang
memiliki penyakit menular yang harus ditempatkan di tempat isolasi.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk menjauhkan /


TUJUAN
mengasingkan pasien dari keramaian secara fisik, memberikan
ketenangan, mencegah penularan dan meningkatkan efektifitas
serta efisiensi kerja.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan alat:

- Sarung tangan steril

- Masker

- Google

- Barakschort

2. Persiapan pasien:

- Sampaikan salam (siapkan diri untuk berkomunikasi


dengan pasien dan keluarga).

112
ISOLASI PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
033/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Berikan penjelasan pada pasien dankeluarga.

- Siapkan ruangan isolasi sesuai standar yang telah


ditetapkan.
3. Pelaksanaan:

a. Cuci tangan.

b. Gunakan alat pelindung diri (sarung tangan, masker, gaun


pelindung) pada pasien dengan penyakit menular.
c. Jika pasien dengan penyakit tidak menular, pergunakan
alatpelindung diri jika diperlukan.
d. Berikan penjelasan pada pasien dan keluarga.

e. Pindahkan pasien ke ruang isolasi.

f. Berikan posisi dan lingkungan yang aman serta nyaman.

g. Berikan penjelasan tata cara dan lingkungan ruang


perawatan.
h. Buka alat pelindung diri jika dipergunakan dan masukkan
ke dalam kantong bertanda “infeksius” pada pasien
dengan penyakit menular.
i. Buang limbah pasien dengan penyakit menular ke dalam
kantong sampah bertanda “infeksius”.
j. Buang limbah pasien bukan penyakit menular sesuai
standar pembuangan sampah yang telah ditetapkan.
k. Cuci tangan.

l. Pintu harus selalu tertutup saat meninggalkan ruangan


isolasi.

113
ISOLASI PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
033/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

m. Pembersihan ruangan isolasi dilakukan sesuai prosedur


yang telah ditetapkan.
n. Dokumentasikan dalam daftar chek list pada catatan
perawatan.

UNIT TERKAIT Ruang rawat inap, UGD

114
PEMBERIAN NASAL CANULA OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
034/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan memberikan oksigen dengan menggunakan


canula yang dipasang melalui salah satu lubang hidung dengan cara
pemberian oksigen dengan aliran rendah dengan konsentrasi yang
rendah.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untukmemenuhi kebutuhan


TUJUAN
oksigen pada pasien yang mengalami gangguan pemenuhan oksigenasi
dengan aliran yang rendah dan lebih
efektif diberikan pada pasien yang terpasang NGT.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan alat:

- Canula oksigen

- Aqua bideststeril

- Manometer oksigen

- Pengalaskerja

- Sarung tangan bersih dalamtempatnya

- Tissue

- Neirbekken

115
PEMBERIAN NASAL CANULA OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
034/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Jelly

- Sumber O2

- Humidifier

2. Persiapan pasien:

1) Sampaikan salam.

2) Informasikan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan


dan prosedur tindakan yang akan dilakukan.
3) Atur posisi tidur yang nyaman sesuai dengan hemodinamik
pasien.
4) Jaga privacy pasien tidur dengan menutup gorden atau
memasang sampiran.

3. Pelaksanaan:

1) Cucitangan.

2) Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada pasien atau


keluarganya.
3) Isi humidifier oksigen dengan aquabidest steril sampai batas
yang telah ditentukan pada humidifier, jangan dibiarkan
kosong.
4) Hubungkan canula binasal O2 ke humidifier yang sudah di
isi aquabidest.
5) Tes aliran oksigen, lihat gelembung udara yang mengalir
dihumidifier.
6) Beri pelicin (jelly) pada ujung canula, jika diperlukan, tetapi
tidak menutup lubang canul.

116
PEMBERIAN NASAL CANULA OKSIGEN

No. Dokumen : No. Revisi Halaman


001 3/3
034/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

7) Bersihkan hidung dengan menggunakan tissue.

8) Masukkan ujung canula ke dalam lubang hidung sedalam


1cm.
9) Fiksasi selang O2 atau selang bisa dilekatkan pada kedua
telinga.
10) Alirkan oksigen secara perlahan dari aliran yang paling
kecil sampai aliran yang dibutuhkan untuk pasien.
11) Aliran antara 1-3 lpm dengan konsentrasi oksigen antara
24-32 %, aliran > 3 lpm reservoir anatomi hidung penuh
dan oksigen akan terbuang.
12) Observasi hemodinamikpasien.

13) Jelaskan pada pasien bahwa tindakan pemasangan sudah


selesai .
14) Jelaskan pada pasien untuk tidak menggunakan pernafasan
mulut.
15) Rapikan pasien dan alat-alat.

16) Cuci tangan.

17) Periksa canula secara periodic karena canula dapat dengan


mudah keluar dari hidung.
18) Dokumentasikan tindakan yang dilakukan.

UNIT TERKAIT UGD, Ruang rawat inap.

117
PEMBERIAN CANULA BINASAL OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
035/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan memberikan oksigen dengan menggunakan


canula yang dipasang melalui kedua lubang hidung dengan cara
pemberian oksigen dengan aliran rendah dengan konsentrasi yang
rendah.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untukmemenuhi kebutuhan


TUJUAN
oksigen pada pasien yang mengalami gangguan pemenuhan oksigenasi
dengan aliran yang rendah dan lebih
efektif diberikan pada pasien yang tidak terpasang NGT.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan alat:

- Canula binasal oksigen

- Aqua bideststeril

- Manomete roksigen

- Pengalaskerja

- Sarung tangan bersih dalam tempatnya

- Tissue

- Neirbekken

118
PEMBERIAN CANULA BINASAL OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
035/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

- Jelly

- SumberO2

- Humidifier

2. Persiapan pasien:

1) Sampaikansalam.

2) Informasikan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan


dan prosedur tindakan yang akan dilakukan.
3) Atur posisi tidur yang nyaman sesuai dengan hemodinamik
pasien.
4) Jaga privacy pasien tidur dengan menutup gorden atau
memasang sampiran.
3. Pelaksanaan:

1) Cuci tangan.

2) Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada pasien atau


keluarganya.
3) Isi humidifier oksigen dengan aquabidest steril sampai batas
yang telah ditentukan pada humidifier, jangan dibiarkan
kosong.
4) Hubungkan canula binasal O2 ke humidifier yang sudah di
isi aquabidest.
5) Tes aliran oksigen, lihat gelembung udara yang mengalir
dihumidifier.
6) Beri pelicin (jelly) pada kedua ujung canula, jika
diperlukan, tetapi tidak menutup lubang canul.
7) Bersihkan hidung dengan menggunakan tissue.

119
PEMBERIAN CANULA BINASAL OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
035/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

8) Masukkan kedua ujung canula ke dalam lubang hidung


sedalam 1cm.
9) Fiksasi selang O2 atau selang bisa dilekatkan pada kedua
telinga.
10) Alirkan oksigen secara perlahan dari aliran yang paling
kecil sampai aliran yang dibutuhkan untukpasien.
11) Aliran antara 1-6 lpm (untuk anak < 1 tahun,aliran O21- 3
lpm) dengan konsentrasi oksigen antara 24-44 %, aliran > 6
lpm reservoir anatomi hidung penuh dan oksigen akan
terbuang.
12) Observasi hemodinamikpasien.

13) Jelaskan pada pasien bahwa tindakan pemasangan sudah


selesai .
14) Jelaskan pada pasien untuk tidak menggunakan pernafasan
mulut.
15) Rapikan pasien dan alat-alat.

16) Cuci tangan.

17) Periksa canula secara periodic karena canula dapat dengan


mudah keluar dari hidung.
18) Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.

UNIT TERKAIT UGD, Ruang rawat inap.

120
PEMBERIAN SIMPLE MASK OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
036/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan cara memberikan oksigen aliran rendah dengan
konsentrasi yang tinggi dan dapat digunakan dalam pemberian
therapiaerosol.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk :


TUJUAN
1. Meningkatkan kadar PO2 yang normal dalam darah pada pasien
dengan kekurangan oksigen.
2. Mengikat PCO2 dengan aliran antara 3-4lpm.
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapanalat

- Simple maskoksigen

- Aquabideststeril

- Manometeroksigen

- Kassa

- SumberO2

- Humidifier

2. Persiapanpasien

1) Sampaikan salam

121
PEMBERIAN SIMPLE MASK OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
036/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

2) Informasikan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan


dan prosedur tindakan yang akan dilakukan.
3) Atur posisi tidur yang nyaman sesuai dengan hemodinamik
pasien.
4) Jaga privacy pasien tidur dengan menutup gorden atau
memasang sampiran.
3. Pelaksanaan:

1) Cuci tangan.

2) Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada pasien atau


keluarganya.
3) Isi humidifier oksigen dengan aquabidest steril sampai batas
yang telah ditentukan pada humidifier, jangan dibiarkan
kosong.
4) Hubungkan selang O2 simple mask ke humidifier yang
sudah di isi aquabidest.
5) Tes aliran oksigen, lihat gelembung udara yang mengalir
dihumidifier.
6) Atur aliran oksigen antara 5-8 lpm dengan konsentrasi yang
dihasilkan 35-55 % untuk meningkatkan oksigen dan aliran
antara 3-4 lpm untuk mengikat PCO2
7) Pasang sungkup muka, yang sebelumnya aliran O2 sudah
diatur sesuai dengan kebutuhan
8) Atur tali pengikat sungkup muka sehingga menutup rapat
dan menjaga kenyamanan bagi pasien, bila perlu gunakan
kain kassa pada daerah yang tertekan.

122
PEMBERIAN SIMPLE MASK OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
036/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

9) Jelaskan pada pasien bahwa tindakan pemasangan sudah


selesai.
10) Rapikan pasien dan alat-alat.

11) Cuci tangan.

12) Observasi hemodinamik pasien.

13) Keringkan wajah pasien jika pada masker terlihat uap atau
basah.
14) Observasi ketat apabila ada reaksi muntah.

15) Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.

UNIT TERKAIT UGD, OK, dan semua Ruang Rawat Inap.

123
PEMBERIAN SIMPLE MASK NON REBREATHING OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
037/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan cara pemberian oksigen dengan aliran rendah
dengan konsentrasi yang tinggi.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk :


TUJUAN
1. Meningkatkan kadar PO2 yang normal dalam darah pada
pasien dengan kekurangan oksigen yang tinggi.
2. Diberikan pada pasien sesudah extubasi.
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan alat:

- Masker nonrebreathing

- Aquabideststeril

- Manometeroksigen

- SumberO2

- Humidifier

2. Persiapan pasien:

1) Sampaikan salam.

2) Informasikan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan


dan prosedur tindakan yang akandilakukan.

124
PEMBERIAN SIMPLE MASK NON REBREATHING OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
037/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

3) Atur posisi tidur yang nyaman sesuai dengan


hemodinami pasien.
4) Jaga privacy pasien tidur dengan menutup gorden atau
memasang sampiran.
3. Pelaksanaan:

1) Cuci tangan.

2) Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada pasien atau


keluarganya.
3) Isi humidifier oksigen dengan aquabidest steril sampai
batas yang telah ditentukan pada humidifier, jangan
dibiarkan kosong.
4) Hubungkan selang O2 masker non rebreathing ke
humidifier yang sudah di isi aquabidest.
5) Tes aliran oksigen, lihat gelembung udara yang mengalir
dihumidifier.
6) Alirkan oksigen dengan aliran maksimal yang ada di
flowmeter.
7) Isi O2 ke dalam kantong dengan cara menekan volve
(katup) yang ada diantara sungkup dan kantong dengan
ibu jari sampai terisi penuh.
8) Alirkan oksigen antara 8-12 lpm dengan konsentrasi yang
akan dihasilkan antara 55-90 % dan bag (kantong) harus
terisi maksimal 2/3 volume bag.

125
PEMBERIAN SIMPLE MASK NON REBREATHING OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
037/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

9) Pasang sungkup muka, yang sebelumnya aliran O2 sudah


diatur sesuai dengan kebutuhan.
10) Atur tali pengikat sungkup muka sehingga menutup rapat
dan menjaga kenyamanan bagi pasien, bila perlu gunakan
kain kassa pada daerah yang tertekan.
11) Observasi ketat apabila kantong kempis dan jika terdapat
air dalam kantong harus segera dikosongkan.
12) Jelaskan pada pasien bahwa tindakan pemasangan sudah
selesai .
16) Rapikan pasien dan alat-alat.

17) Cuci tangan.

18) Observasi hemodinamik pasien.

19) Keringkan wajah pasien jika pada masker terlihat basah.

20) Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.

UNIT TERKAIT UGD, OK

126
PEMBERIAN SIMPLE MASK REBREATHING OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
038/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan cara pemberian oksigen dengan aliran rendah
dengan konsentrasi yang tinggi.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk meningkatkan


TUJUAN
PCO2 dengan tetap mempertahankan kadar PO2 yang normal dalam
darah.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan alat:

- Maskerrebreathing

- Aquabideststeril

- Manometeroksigen

- SumberO2

- Humidifier

2. Persiapan pasien:

1) Sampaikansalam.

2) Informasikan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan


dan prosedur tindakan yang akandilakukan.

127
PEMBERIAN SIMPLE MASK REBREATHING OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
038/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

3) Atur posisi tidur yang nyaman sesuai dengan hemodinamik


pasien.
4) Jaga privacy pasien tidur dengan menutup gorden atau
memasang sampiran.
3. Pelaksanaan

1) Cuci tangan.

2) Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada pasien atau


keluarganya.
3) Isi humidifier oksigen dengan aquabidest steril sampai batas
yang telah ditentukan pada humidifier, jangan dibiarkan
kosong.
4) Hubungkan selang O2 masker rebreathing ke humidifier
yang sudah di isi quabidest.
5) Tes aliran oksigen, lihat gelembung udara yang mengalir
dihumidifier.
6) Alirkan oksigen dengan aliran maksimal yang ada di flow
meter.
7) Isi O2 ke dalam kantong dengan cara menutup lubang yang
ada diantara sungkup dan kantong dengan ibu jari sampai
terisi penuh.
8) Alirkan oksigen antara 6-12 lpm dengan konsentrasi yang
akan dihasilkan antara 35-60 % dan bag (kantong) harus
terisi maksimal 2/3 volume bag.
9) Pasang sungkup muka, yang sebelumnya aliran O2 sudah
diatur sesuai dengan kebutuhan.

128
PEMBERIAN SIMPLE MASK REBREATHING OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
038/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

10) Atur tali pengikat sungkup muka sehingga menutup rapat


dan menjaga kenyamanan bagi pasien, bila perlu gunakan
kain kassa pada daerah yang tertekan.
11) Observasi ketat apabila kantong kempis dan jika terdapat air
dalam kantong harus segera dikosongkan.
12) Jelaskan pada pasien bahwa tindakan pemasangan sudah
selesai .
13) Rapikan pasien dan alat-alat.

14) Cuci tangan.

15) Observasi hemodinamik pasien.

16) Keringkan wajah pasien jika pada masker terlihat basah.

17) Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.

18) Cek analisa gas darah setelah 2 jam pemasangan, jika


diperlukan.
19) Pantau ketat apabila terjadi peningkatan PCO2.

UNIT TERKAIT UGD, OK, Seluruh Ruang Rawat Inap.

129
PEMASANGAN NASAL OKSIGEN KATETER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
039/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan memberikan oksigen dengan menggunakan


kateter yang di pasang melalui hidung.

Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untukmemenuhi kebutuhan


TUJUAN
oksigen pada pasien yang mengalami gangguan
pemenuhan oksigenasi.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapanalat

- Nasal Kateter

- Aqua bideststeril

- Manometeroksigen

- Oksigen tabung / oksigen sentral

- Pengalas kerja

- Sarung tangan bersih dalam tempatnya

- Tissue

- Neirbekken

- Jelly

- Humidifier

130
PEMASANGAN NASAL OKSIGEN KATETER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
039/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

2. Persiapanpasien

1) Sampaikan salam.

2) Kaji ulang kebutuhan oksigen melalui nasal kateter.

3) Informasikan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan dan


prosedur tindakan yang akan dilakukan.
4) Atur posisi tidur yang nyaman sesuai dengan
hemodinamik pasien.
5) Jaga privacy pasien tidur dengan menutup gorden atau
memasang sampiran.
3. Pelaksanaan

1) Cuci tangan.

2) Alat-alat didekatkan.

3) Pasang sarung tangan.

4) Bersihkan hidung dengan menggunakan tissue.

5) Isi humidifier oksigen dengan aquabidest steril sampai batas


yang telah ditentukan pada humidifier, jangan dibiarkan
kosong.
6) Hubungkan nasal kateter O2 ke humidifier yang sudah di isi
aquabidest.
7) Beri pelicin (jelly) pada kedua ujung canula, jika diperlukan,
jangan sampai menutupi lubang dari kanula tersebut.
8) Test aliran oksigen, jika ada aliran kemudian tutup kembali.

131
PEMASANGAN NASAL OKSIGEN KATETER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
039/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

9) Ukur nasal kateter oksigen mulai ujung hidung dampai ke


daun telinga.
10) Masukkan ke lubang hidung secara perlahan-lahan sampai
batas yang telah ditentukan.
11) Anjurkan untuk membuka mulut, kemudian lihat bagian uvula.
12) Apabila kateter telah tampak, tarik kembali kateter sampai
ujung kateter tepat di belakang uvula.
13) Alirkan oksigen secara perlahan dari aliran yang paling kecil
sampai aliran yang dibutuhkan untuk pasien.
14) Fiksasi selang O2 atau selangnya bisa dilekatkan pada kedua
telinga.
15) Aliran antara 1-6 lpm (pada anak < 1 tahun aliran O2 antara 1-
3 lpm) dengan konsentrasi oksigen antara 24- 44 %, aliran > 6
lpm reservoir anatomi hidung penuh dan oksigen akan
terbuang..
16) Observasi hemodinamik pasien.

17) Jelaskan pada pasien bahwa tindakan pemasangan sudah


selesai.
18) Rapikan pasien dan alat-alat.

19) Cuci tangan.

20) Dokumentasikan tindakan yang dilakukan

UNIT TERKAIT UGD, OK, Seluruh Ruang Rawat Inap.

132
MENGUKUR BALANCE CAIRAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
040/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tgl. Terbit
PROSEDUR Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Mengukur balance cairan merupakan suatu tindakan mengukur keseimbangan


cairan masuk dengan cairan keluar tubuh.

TUJUAN Mengetahui keseimbangan cairan tubuh.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda Halimah No :


KEBIJAKAN

PROSEDUR A. PERSIAPAN ALAT:


- Alattulis /pencatatan.

- Gelasukururin/urinbag.

- Alatpengukurberatbadan.

B. PROSEDUR:
1. Menjelaskantujuandanprosedur yangakandilakukan.
2. Mencucitangan.
3. Mengukurberatbadanpasien.
4. Menghitung intake:

- Oral ( makan,minum).

- Enteral ( obat oral, ngt ) dalam 24jam.


5. Menghitung intake parental ( cairaninfus, injeksi ) dalam24
jam.
6. Menentukancairanmetabolismedalam 24jam.
7. Menghitungout put urine dalam 24jam.
8. Menghitungout put feces dalam 24jam.
9. Menentukan Balance cairananak:
a. Air metabolisme :

133
MENGUKUR BALANCE CAIRAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
040/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

a. Air metabolisme:
- usiabalita ( 1-3tahun) :8cc/kgBB/hari.
- usia5-7tahun :8-8,5cc/kgBB/hari.
- usia7-11tahun :6-7cc/kgBB/hari.
- usia12-14tahun :5-6cc/kgBB/hari

b. Menghitung IWL padaanak:


Rumus : (30 – usia anak dalam tahun ) x cc/KgBB/hari.
c. Menghitung urine anakngompol : 0.5 – 1 cc /kgBB/hari.
d. Menghitung Balance cairan anak dengan kenaikan
suhu : Rumus : IWL + 200 (Suhutinggi –36,8°C).
10. Menghitung IWL ( INSENSIBLE WATER LOSS )dewasa:
Jml cairan yang keluar tdk disadari dan sulit dihitung.
- Keringat
- Uap hawa nafas.
a. Insensible Water Loss (IWL) dewasa
: Rumus : ( 15 X BB)
24 JAM
b. IWL dengan kenaikan suhu :
Rumus : [( 10% x cairan masuk) x jumlah
kenaikan suhu ] / 24jam+ IWLNormal.
11. Menghitung balance cairan:

CM – CK – IWL (CAIRAN MASUK – CAIRAN KELUAR – IWL).

a. CM(input) :Cairanmasuk
- Infus
- Minuman
- Kandungan cairan dalam makanan
- Volume cairandalam obat2an
(sirup, suntikan,drip).
b. CK (Out Put) :Cairan keluar
- Urine
- Muntah
- NGT
- Draine.
134
MENGUKUR BALANCE CAIRAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
040/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

12. Dokumentasikan hasil dari penghitungan balancecairan

13. Mencucitangan

UNIT TERKAIT Unit rawat Intensif

135
PEMULANGAN PASIEN KRITIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
041/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan,


PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
01 November 2019
OPERASIONAL Halimah

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Pasienkritisadalahpasiendengandisfungsiataugagalpadasatuataulebih system


tubuh, tergantungpadapenggunaanperalatan monitoring danterapi.

Agar pasienmendapatkanperawatanlanjutan diRumahsesuaidengankondisi yang


TUJUAN
di butuhkan.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda Halimah No:


KEBIJAKAN

PROSEDUR 1. Memberikan edukasi pada pasien dan atau keluarga seperti:

 Diagnosa dan manajemen

 Rehabilitasi

 Obat-obatan

 Manajemen Nyeri

 Perwatan Luka

 Diet dan Nutrisi lain-lainnya

2. Perencanaan pulang dilengkapi dalam 24 jam pertama pasien


masuk ruang rawat:

a. Pasien tinggal dengan siapa.

136
PEMULANGAN PASIEN KRITIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/2
041/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

b. Dimana letak kamar pasien dirumah?

c. Bagaimana kondisi rumah pasien?

d. Bagaimana perawatan kebutuhan dasar pasien?

e. Apakah pasien memerlukan alat bantu khusus?

f. Apa makanan pasien?

g. Apakah perlu dirujuk ke komunitas tertentu?

3. Menjelaskan masalah keperawatan serta tujuan / target terukur.

4. Mengisi nama lengkap dan tanda tangan perawat yang melakukan


pengkajian dan perawat yang melengkapi pengkajian.

UNIT TERKAIT  Instalasi Rawat Inap.

 Instalasi Gawat Darurat.

 Bidang Pelayanan.

 Bidang Keperawatan.

137
TRANSPORTASI PASIEN KRITIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
042/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt


Transportasi pasien critical adalah pemindahan pasien dalam keadaan
PENGERTIAN
kritis dari unit lain ke ICU atau sebaliknya, atau pun ke rumah sakit lain
untuk tindakan diagnostic atau pun keperluan
lain.

TUJUAN Menjaga Keamanan Pasien Selama Transportasi Pasien.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. DPJP/ perawat icu melakukan assessment pasien sebelum


dilakukan transportasi, dan mengkordinasikan dengan petugas
tempat tujuan pasien tentang identitas, diagnostic, dan kondisi
pasien, keperluantransportasi.
2. Pasien yang di transportasikan potensial mengalami perburukan.
kebutuhan monitoring,fisiologis dan intervensi akut, kelanjutan
terapi selama transportasi.
3. DPJP/ yang mewakili /perawat penanggung jawab pasien
menjelaskan kepada keluarga pasien terkait prosedur transportasi
yang akan dilakukan, dan alasaandi

138
TRANSPORTASI PASIEN KRITIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/2
042/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

transportasikan ke unit lain.

4. Perawat penanggung jawab menyiapkan pasien dan alat- alat


yang di butuhkan selama transportasi.
5. Petugas yang mengantar pasien adalah yang sudah terlatih
dokter, perawat, dan petugas ambulan yang mengerti dan
mengenal dengan kondisi alat transportasi.
6. Ada alat dan prosedur komunikasi yang aman dalam keadaan
emergency, dan tersedia alat pelindung personil, pemadam api.
7. Sedapat mungkin kondisi pasien stabil, kecuali pasien
memerlukan intervensi segera di rumah sakittujuan.
8. Jalan nafas pasien harus aman, sendiri ataupun dengan intubasi,
bantuan ventilasi manual/mekanik. Sudah harus ada akses
intravena.
9. Pasien harus dalam keadaan keamanan terjamin, terpasang sabuk
pengaman selama transportasi, monitor dan dokumen tasi harus
terus dilakukan.
10. Serah terima tentang kondisi pasien , terapi yang telah dan
sedang di lakukan, dukumentasi . resume medik, hasil
pemeriusaan penunjang.

UNIT TERKAIT Seluruh unit pelayanan keperawatan.

139
PERAWATAN PASIEN
DENGAN KONDISI TERMINAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
043/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tgl. Terbit
PROSEDUR Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN 1. Keadaan terminal adalah suatu keadaan sakit dimana menurut


akal sehat sudah tidak ada harapan lagi bagi si sakit untuk
sembuh, keadaan itu dapat disebabkan oleh suatu penyakit atau
suatu kecelakaan.

2. Penyakit terminal adalah suatu penyakit yang tidak dapat


disembuhkan lagi.

3. Kematian adalah tahap akhir kehidupan.

4. Perawatan pasien dengankondisiterminal adalah memberikan


pelayanan khusus baik secara jasmaniyah maupun rohaniyah
kepada pasien dengan kondisi terminal.

TUJUAN 1. Memberikan rasa puas secara jasmani dan rohani kepada pasien
dengan kondisi terminal.

2. Memberikan rasa nyaman dan bebas nyeri pada pasien dengan


kondisi terminal.

3. Memberikan rasa ikhlas dan tabah kepada keluarga pasien


dengan kondisi terminal.

140
PERAWATAN PASIEN DENGAN
KONDISI TERMINAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/2
043/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan:

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan melakukan Asesmen kondisi


terminal terhadap pasien.
2. Memenuhi kebutuhan emosi:

a. Menginformasikan ke keluarga terkait kondisi pasien

b. Pendampingan Keagamaan oleh petugas Bina Rohani


kepada pasien dengan kondisi terminal.
c. Memberikan kesempatan pada keluarga untuk memberikan
tuntunan menjelang ajal sesuai agamanya.
3. Memenuhi kebutuhan jasmani pasien.

a. Perawat melakukan evaluasi Vital sign/tanda-tanda


kehidupan pasien.

b. Membantu pasien mendapatkan posisi yang nyaman dalam


berbaring.

c. Memberikan obat-obatan anti nyeri.

d. Melakukan perawatan personal higiene.

e. Memenuhi kenutuhan nutrisi melalui NGT / cairan infus.

UNIT TERKAIT - Dokter Penanggung Jawab Pelayanan(DPJP)


- Dokter Jaga
- Perawat
- Petugas Bina Rohani

141
PELAYANAN PASIEN DENGAN KONDISI
KOMA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
044/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Kondisi koma adalah keadaan penurunan kesadaran dan respons dalam
bentuk yang berat, kondisinya seperti tidur yang dalam di mana pasien
tidak dapat bangun dari tidurnya.

TUJUAN 1. Memberikan rasa puas secara jasmani dan rohani kepada pasien
dengan kondisi koma.
2. Memberikan rasa nyaman dan bebas nyeri pada pasien dengan
kondisikoma.
3. Memberikan rasa ikhlas dan tabah kepada keluarga pasien
dengan kondisikoma.

Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda


KEBIJAKAN
Halimah No :

PROSEDUR 1. Persiapan:

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) atau dokter jaga


melakukan Asesment kondisi koma terhadap pasien.
2. Memenuhi kebutuhan emosi:

a. Menginformasikan ke keluarga terkait kondisi pasien

142
PELAYANAN PASIEN DENGAN KONDISI KOMA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
044/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

b. Pendampingan Keagamaan oleh petugas Bina Rohani kepada


pasien dengan kondisi terminal
c. Memberikan kesempatan pada keluarga untuk memberikan
tuntunan menjelang ajal sesuai agamanya.
3. Memenuhi kebutuhan jasmanipasien.

a. Perawat melakukan evaluasi Vital sign/tanda-tanda


kehidupan pasien
b. Membantu pasien mendapatkan posisi yang nyaman dalam
berbaring.
c. Memberikan obat-obatan anti nyeri.

d. Melakukan perawatan personal higiene.

e. Memenuhi kenutuhan nutrisi melalui NGT / cairan infus.

4. Perawatan Dasar:

a. Memenuhi kebutuhan zat asam, makanan, dancairan

b. Memelihara kebersihan tubuh

c. Mempertahankan miksi dan defekasi dapat berlangsung


secara teratur
d. Mencegah terjadinya infeksi sekunder

e. Mencegah terjadinya decubitus

5. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan klien dengan


koma:
a. Zat asam: jaga pernapasan tetap leluasa.

b. Jika ada secret di faring, lakukan suction.

c. Jika pernapasan masih belum bebas, pasang endotracheal


tube.

143
PELAYANAN PASIEN DENGAN KONDISI KOMA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
044/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

d. Cairan, glukosa, dan elektrolit. Untuk mencukupi kebutuhan


protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan elektrolit diberikan
sonde/NGT.
e. Kandung kencing. Jika terjadi retensi urine pasang
kataterisasi. Perhatikan sterilitas dalam pemasangan kateter,
jangan sampai terjadi UTI.
f. Rectum: BAB 2-3 hari sekali, kalau perlu diberikan gliserin
secara rectal.
g. Perawatan mata: beri oxytetracycline salep mata.

h. Perawatan kulit: beri bedak setelah mandi agar tidak timbul


maserasi.

UNIT TERKAIT Ruang Rawat Inap


ICU / ICCU
IGD

Bagian Bina Rohani

144
RUMUS DOBUTAMIN dalam SYRING PUMP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
045/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt


PENGERTIAN Suatu rumus yang digunakan untuk pemberian obat Dobutamin dalam Syring
Pump.
TUJUAN
Agar jumlah obat yang di berikan sesuai dengan yang di butuhkan
KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda Halimah No :

PROSEDUR 1. Sediaan:

b. Dobutrex : 1 vial : 20 cc = 250mg

c. Dobujec : 1 Ampul : 5 cc = 250mg

2. Pengenceran:

50 cc 1 cc = 5000 µgr

3. Dosis :

1 – 20 µgr

4. Rumus:

𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑏𝑒𝑟𝑖𝑘𝑎𝑛(𝑀𝑔)𝑥𝐵𝐵𝑥𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛

145
RUMUS DOBUTAMIN dalam SYRING PUMP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/2
045/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

5. Tabel :

Dosis 40Kg 45 Kg 50 55 60 Kg 65 Kg 70 75 80 Kg
Kg Kg Kg Kg
1. 0,48 0,54 0,6 0,66 0,72 0,78 0,84 0,9 0,96
2. 0,96 1,08 1,2 1,32 1,44 1,56 1,68 1,9 1,92
3. 1,44 1,62 1,8 1,98 2,16 2,34 2,52 2,7 2,88
4. 1,92 2,16 2,4 2,64 2,88 3,12 3,36 3,6 3,84
5. 2,4 2,7 3 3,3 3,6 3,9 4,2 4,5 4,8
6. 2,88 3,24 3,6 3,96 4,32 4,68 5,04 5,4 5,76
7. 3,36 3,78 4,2 4,62 5,04 5,46 5,88 6,3 6,72
8. 3,84 4,32 4,8 5,28 5,76 6,24 6,72 7,2 7,68
9. 4,32 4,86 5,4 5,94 6,48 7,02 7,56 8,1 8,64
10. 4,8 5,4 6 6,6 7,2 7,8 8,4 9 9,6
11. 5,28 5,94 6,6 7,26 7,92 8,58 9,24 9,9 10,56
12. 5,76 6,48 7,2 7,92 8,64 9,36 10,08 10,8 11,52
13. 6,24 7,02 7,8 8,58 9,36 10,14 10.92 11,7 12,48
14. 6,72 7,56 8,4 9,24 10,08 10,92 11,76 12,6 13,44
15. 7,2 8,1 9 9,9 10,8 11,7 12,6 13,5 14,4
16. 7,68 8,64 9,6 10,56 11,52 12,48 13,44 14,4 15,36
17. 8,16 9,18 10,2 11,22 12,24 13,26 14,28 15,3 16,32
18. 8,64 9,72 10,8 11,88 12,96 14,04 15,12 16,2 17,28
19. 9,12 10,26 11,4 12,54 13,68 14,82 15,96 17,1 18,24
20. 9,6 10,8 12 13,2 14,4 15,6 16,8 18 19,2

UNIT TERKAIT Ruang rawat Intensif

146
RUMUS DOPAMIN dalam SIRINGE
PUMP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
046/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt


PENGERTIAN Suatu rumus yang digunakan untuk pemberian obat Dopamine dalam Syring
Pump.
TUJUAN
Agar jumlah obat yang di berikan sesuai dengan yang di butuhkan
KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda Halimah No
: 042/PER/DIR/RSU-
N /VIII/2019Tentang Pedoman Pelayanan ICU.
PROSEDUR 1. Sediaan :

1 Ampul – 200mg

2. Pengenceran :
200 mg / 50 cc
1 cc = 4000 µgr

3. Dosis :
1 – 20
µgr/kgBB/mnt
4. Rumus :
𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑏𝑒𝑟𝑖𝑘𝑎𝑛(𝑀𝑔)𝑥𝐵𝐵𝑥𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛

Drip infus :

(Dosis x BB x 60 x vol infus ) : 200.000 = … ml/Jam.

147
RUMUS DOPAMIN dalam SIRINGE PUMP

No. Dokumen [Link] Halaman


001 2/2
046/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

5. Tabel :
Dosis 40Kg 45 Kg 50 Kg 55 Kg 60 Kg 65 Kg 70 Kg 75 Kg 80 Kg

1. 0,6 0,675 0,75 0,825 0,9 0,975 1,05 1,125 1,2

2. 1,2 1,35 1,5 1,65 1,8 1,95 2,1 2,25 2,4

3. 1,8 2,025 2,25 2,45 2,7 2,93 3,15 3,375 3,6

4. 2,4 2,7 3,0 3,3 3,6 3,9 4,2 4,5 4,8

5. 3,0 3,375 3,75 4,125 4,5 4,875 5,25 5,625 6

6. 3,6 4,05 4,5 4,95 5,4 5,85 6,3 6,75 7,2

7. 4,2 4,725 5,25 5,775 6,3 6,825 7,35 7,875 8,4

8. 4,8 5,4 6 6,6 7,2 7,8 8,4 9 9,6

9. 5,4 6,075 6,75 7,425 8,1 8,775 9,45 10,125 10,8

10. 6,0 6,75 7,5 8,25 9 9,75 10,5 11,25 12

11. 6,6 7,425 8,25 9,075 9,9 10,725 11,55 12,375 13,2

12. 7,2 8,1 9 9,9 10,8 11,7 12,6 13,5 14,4

13. 7,8 8,775 9,75 10,725 11,7 12,675 13,65 14,625 15,6

14. 8,4 9,45 10.5 11,55 12,6 13,65 14,7 15,75 16,8

15. 9,0 10,125 11,25 12,375 13,5 14,625 15,75 16,875 18

16. 9,6 10,8 12 13,2 14,4 15,6 16,8 18 19,2

17. 10,2 11,475 12,75 14,025 15,3 16,575 17,85 19,125 20,4

18. 10,8 12,15 13,5 14,85 16,2 17,55 18,9 20,25 21,6

19. 11,4 12,825 14,25 15,675 17,1 18,525 19,95 21,375 22,8

20. 12,0 13,5 15 16,5 18 19,5 21 22,5 24

UNIT TERKAIT Ruang rawat intensif

148
NOR EPINEPRINE dalam SIRINGE
PUMP (1 AMPUL)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
047/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt


PENGERTIAN
Suatu rumus yang digunakan untuk pemberian obat Nor Epineprine dalam
Siringe pump
TUJUAN
Agar jumlah obat yang di berikan sesuai dengan yang di butuhkan
KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda Halimah
No :
PROSEDUR 1. Sediaan:

1 Ampul : 4 cc = 4mg

2. Pengence
ran : 4 mg /
50cc
1 cc = 0,80 mg = 80µgr

3. Dosis :

Mulai 0,1 µg/kg/mnt

µgr/kgBB/mnt

4. Rumus:

𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠𝑥𝐵𝐵𝑥𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛

149
NOR EPINEPRINE dalam
SIRINGE PUMP (1 AMPUL)

No. Dokumen No. Revisi Halaman

047/SPO/ICU/RS 001 2/2

BH /VIII/2019

5. Tabel :
40 80
Dosis 45 Kg 50 Kg 55 Kg 60 Gg 65 Kg 70 Kg 75Kg
Kg Kg
0,1 3 3,375 3,75 4,125 4,5 4,875 5,25 5,625 6
0,2 6 6,75 7,5 8,25 9 9,75 10,5 11,25 12
0,3 9 10,125 11,25 12,375 13,5 14,625 15,75 16,875 18
0,4 12 13,5 15 16,5 18 19,5 21 22,5 24
0,5 15 16,875 18,75 20,625 22,5 24,375 26,25 28,125 30
0,6 18 20,25 22,5 24,75 27 29,25 31,5 33,75 36

0,7 21 23,625 26,25 28,875 31,5 34,125 36,75 39,375 42


0,8 24 27 30 33 36 39 42 45 48
0,9 27 30,375 33,75 37,125 40,5 43,875 47,25 50,625 54
1 30 33,75 37,5 41,25 45 48,75 52,5 56,25 60

UNIT TERKAIT Unit Rawat Intensif

150
NOR EPINEPRINE dalam SIRINGE
PUMP (2 AMPUL)

No. Dokumen No. Revisi Halaman

048/SPO/ICU/RS 001 1/2

BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt


PENGERTIAN Suatu rumus yang digunakan untuk pemberian obatm Nor Epineprine
dalam Siringe pump
TUJUAN Agar jumlah obat yang di berikan sesuai dengan yang di butuhkan
KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda Halimah
No :
PROSEDUR 1. Sediaan:

2 Ampul : 8 cc = 8 mg

2. Pengence
ran : 8 mg /
50cc
1 cc = 0,160 mg = 160 µgr

3. Dosis :

Mulai 0,1 µg/kg/mnt

µgr/kgBB/mnt

4. Rumus:

𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠𝑥𝐵𝐵𝑥𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛

151
NOR EPINEPRINE dalam SIRINGE PUMP
(2 AMPUL)

No. Dokumen No. Revisi Halaman

048/SPO/ICU/RS 001 2/2

BH /VIII/2019
6. Tabel
40 60 80
Dosis 45 Kg 50 Kg 55 Kg 65 Kg 70 Kg 75Kg
Kg Kg Kg
0,1 1,5 1,6875 1,875 1,875 2,25 2,4375 2,625 2,8125 3
0,2 3 3,375 3,75 3,75 4,5 4,875 5,25 5,625 6
0,3 4,5 5,0625 5,625 5,625 6,75 7,3125 7,875 8,4375 9
0,4 6 6,75 7,5 7,5 9 9,75 10,5 11,25 12
0,5 7,5 8,4375 9,375 9,375 11,25 12,1875 13,125 14,0625 15
0,6 9 10,125 11,25 11,25 13,5 14,625 15,75 16,875 18
0,7 10,5 11,8125 13,125 13,125 15,75 17,0625 18,375 19,6875 21
0,8 12 13,5 15 15 18 19,5 21 22,5 24
0,9 13,5 15,1875 16,875 16,875 20,25 21,9375 23,625 25,3125 27
1 15 16,875 18,75 18,75 22,5 26,25 26,25 28,125 30

UNIT TERKAIT Unit Rawat intensif

152
RUMUS ADRENALIN dalam SIRINGE PUMP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
049/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt


PENGERTIAN Suatu rumus yang digunakan untuk pemberian obat Adrenalin dalam
Siringe pump.
TUJUAN Agar jumlah obat yang di berikan sesuai dengan yang di butuhkan

KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
Halimah No :
PROSEDUR
1. Pengence
ran : 5 mg /
50cc
1 cc = 0,1 mg = 100 µgr

2. Dosis :

0,01 s/d0,2

µgr/kgBB/mnt

3. Rumus:

𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠𝑥𝐵𝐵𝑥𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

摲𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛

153
RUMUS ADRENALIN dalam SIRINGE
PUMP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/2
049/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

4. Tabel :

Dosis 40Kg 45 50 55 60 65 K 70 75 Kg 80
Kg Kg Kg Kg Kg Kg
0,01 0,24 0,27 0,3 0,33 0,36 0,39 0,42 0,45 0,48
0,02 0,48 0,54 0,6 0,66 0,72 0,78 0,84 0,90 0,96
0,03 0,72 0,81 0,9 0,99 1,08 1,17 1,26 1,35 1,44
0,04 0,96 1,08 1,2 1,32 1,44 1,56 1,68 1,80 1,92
0,05 1,2 1,35 1,5 1,65 1,80 1,95 2,1 2,25 2,40
0,06 1,44 1,62 1,8 1,98 2,16 2,34 2,52 2,70 2,88
0,07 1,68 1,89 2,1 2,31 2,52 2,73 2,94 3,15 3,36
0,08 1,92 2,16 2,1 2,64 2,88 3,12 3,36 3,6 3,84
0,09 2,16 2,43 2,7 2,97 3,24 3,51 3,78 4,05 4,32
0,1 2,4 2,7 3,0 3,30 3,6 3,90 4,2 4,5 4,80
0,15 3,6 4,05 4,5 4,95 5,4 5,83 6,3 6,75 7,20
0,2 4,8 5,4 6,0 6,60 7,2 7,80 8,4 9,0 9,60
0,25 6,0 6,75 7,5 7,5 9,0 9,73 10,5 11,25 12
0,3 7,2 8,1 9,0 9,9 10,8 11,7 12,6 13,5 14,4
0,35 8,4 9,45 10,5 11,55 12,6 13,65 14,7 15,75 16,8
0,4 9,6 10,8 12,0 13,2 14,4 15,6 16,3 18,0 19,2
0,45 10,8 12,15 13,5 14,85 16,2 17,55 18,9 20,25 21,6
0,5 12,0 13,5 15,0 16,5 18,0 19,5 2,1 22,5 24,0

UNIT TERKAIT Unit Rawat Intensif

154
RUMUS NITRAT dalam SIRINGE PUMP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
050/SPO/ICU/RSB
H /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt


PENGERTIAN Suatu rumus yang digunakan untuk pemberian obat Nitrat (Nitrocin /
Gliseril Trinitrat) dalam Siringe pump.
TUJUAN
Agar jumlah obat yang di berikan sesuai dengan yang di butuhkan
KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda Halimah No :

PROSEDUR
1. Sediaan:

1 vial = 10 cc = 10 mg = 10.000 µgr

1 cc = 1 mg = 1000 µgr

2. Pengenceran:

5 mg / 50cc

3. Dosis : Mulai dosis kecil 10 mikro / mnt atau 30 mikro /mnt.

4. Hal2 yang perlu diperhatikan:

- Tekanan darah harus adekuat dan monitor Tekanan Darah


ketat.
- Dosis dinaikan 10 mikro tiap 10menit.

- Sasaran tergantungkasus.

- Efek samping : hipotensi, Nyeri kepala, toleransi in


countinous use (2hr).

155
RUMUS NITRAT dalam SIRINGE PUMP

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/2
050/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019
5. Rumus :

Dosisx60 = Cc / Jam
…………….
1000

6. Tabel :

Dosis Kecepatan Dosis Kecepatan


µgr SiringePump µgr Siringe Pump

10 0,6 160 9,6


20 1,2 170 10,2
30 1,8 180 10,8
40 2,4 190 11,4
50 3,0 200 12
60 3,6 210 12,6
70 4,2 220 13,2
80 4,8 230 13,8
90 5,4 240 14,4
100 6,0 250 15,0
110 6,6 260 15,6
120 7,2 270 16,2
130 7,8 280 16,8
140 8,4 290 17,4
150 9,0 300 18

UNIT TERKAIT Unit Rawat Intensif

156
PENILAIAN GLASGOW COMA
SKALE (GCS) DEWASA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/3
051/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

STANDAR Tgl. Terbit Ditetapkan


Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR 01 November 2019
Halimah
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt


Memeriksa tingkat kesadaran pasien dewasa dengan menggunakan Skala
PENGERTIAN
Koma Glasgow.

TUJUAN 1. Mendapatkan data obyektif.

2. Evaluasi perkembangan pasien.


Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS Hj Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No : Tentang PedomanPelayanan
ICU.

PROSEDUR 1. Mengatur posisi klien :supinasi.

2. Menempatkan diri disebelah kanan pasien, bilamungkin.

3. Memeriksa reflek membuka mata denganbenar.

4. Memeriksa reflek verbal denganbenar.

5. Memeriksa reflek motorik denganbenar.

Tabel Penilaian GCS

NO Elemen penilaian Skore


01. MEMBUKA MATA (EYE) :
- Spontan 4
- Denganperintah 3
- Dengan rangsangannyeri 2
- Tidak bukamata 1
02 RESPON VERBAL :
- Orientasi tempat &waktu 5
- Bicaramembingungkan. 4

157
PENILAIAN GLASGOW COMA
SKALE (GCS) DEWASA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/3
051/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

NO Elemen penilaian Skore


- Kata-kata tidaktepat 3
- Suara tidakdimengerti. 2
- Tidak adasuara. 1
03. RESPON MOTORIK:
- Denganperintah. 6
- Melokalisirnyeri. 5
- Menarik areanyeri. 4
- Fleksi abnormal. 3
- Extensi. 2
- Tidak adagerakan
1

6. Menilai hasil pemeriksaan:

a. Compos Mentis (conscious) = Skor 15 -14 Adalah


kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab
seluruh pertanyaan mengenai kondisi sekelilingnya.
b. Apatis = Skor 13 -12 Adalah kondisi kesadaran yg segan
buat berhubungan bersama sekitarnya, sikapnya acuh tidak
acuh.
c. Delirium = Skor 11 -10 Adalah gelisah, disorientasi (orang,
tempat, waktu), memberontak, berhalusinasi, berteriak-
teriak, kadang berhayal.
d. Somnolen (Obtundasi, Letargi) = Skor 09 -07 yakni
kesadaran menurun, respon psikomotor yg lambat, mudah
tertidur, namun kesadaran dapat pulih apabila dirangsang
(mudah dibangunkan) namun jatuh tertidur lagi, dapat
memberi jawabanverbal.

158
PENILAIAN GLASGOW COMA
SKALE (GCS) DEWASA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 3/3
051/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

e. Stupor (soporo koma) = Skor 06 –05 Adalah kondisi seperti


tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap nyeri.
f. Semi Coma = Skor04 Adalah Penurunan kesadaran yang
tidak memberikan respon terhadap pertanyaan, tidak dapat
dibangunkan sama sekali, respon terhadap rangsang nyeri
hanya sedikit, Tetapi reflek kornea & pupil masih ada.
g. Coma (comatose) = Skor03 Aalah tidak dapat dibangunkan,
tidak ada respon terhadap rangsangan apapun (tak ada
respon kornea ataupun reflek muntah, mungkin saja serta
tidak ada respon pupil pada cahaya).
7. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

UNIT TERKAIT IGD

RAWAT INAP

159
PENILAIAN GLASGOW COMA SKALE
(GCS) ANAK-ANAK / BAYI.

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/2
052/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Memeriksa tingkat kesadaran pasien anak-anak dengan menggunakan Skala


Koma Glasgow.

TUJUAN 1. Mendapatkan data obyektif.

2. Evaluasi perkembangan pasien.

KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda Halimah No :

PROSEDUR 8. Mengatur posisi klien :supinasi.

9. Menempatkan diri disebelah kanan pasien, bila mungkin.

10. Memeriksa reflek membuka mata dengan benar.

11. Memeriksa reflek verbal denganbenar.

12. Memeriksa reflek motorik denganbenar.

Tabel Penilaian GCS

NO Elemen penilaian Skore


01. MEMBUKA MATA (EYE) :
- Spontan 4
- Patuh pada perintah /suara 3
- Dengan rangsangannyeri 2
- Tidak bukamata 1
02 RESAPON VERBAL :
- Mengoceh 5
- Menangis lemah 4

160
PENILAIAN GLASGOW COMA SKALE
(GCS) ANAK-ANAK / BAYI.

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 2/2
052/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019

NO Elemen penilaian Skore


- Menangis (karena diberi rangsang 3
nyeri).
- Merintih (karena diberi rangsang 2
nyeri).
- Tidak adasuara. 1
03. RESPON MOTORIK:
- Spontan. 6
- Menarik (karenasentuhan) 5
- Menarik (karena rangsangnyeri). 4
- Fleksi abnormal. 3
- Extensi abnormal. 2
- Tidak adagerakan
1

13. Menilai hasil pemeriksaan.

14. Mencatat kegiatan dalam lembar catatankeperawatan.

IGD
UNIT TERKAIT
RAWAT INAP

161
PDEFIBRILATOR CARDIAC SHOCK

Nomor Dokumen
No. Revisi : Halaman
0 1/ 3
053/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt


Alat yang terdiri dari daya arus searah dan sebuah kapasitor untuk menyimpan
muatan listrik dalam jumlah yang ditentukan. Muatan dilepaskan melalui
padle yang ditempel di dada.
Prinsip penggunaanya :
1. Defibrilasi tindakan dengan aliran listrik asyncronic diberikan pada
PENGERTIAN pasien dengan gelombang EKG VF dan VT tanpa nadi, dosisnya 200-400
joule
2. Cardioversi tindakan dengan aliran listrik synchronic diberikan pada
pasien dengan gelombang EKG PAT, SVT/VT dengan nadi, AV
dosisnya 50-150 joule

1. Defibrilasi : depolarisasi sel-sel miocard dan kemudian terjadi


repolarisasi yang seragam dan kontraksi otot jantung membaik
TUJUAN
2. Kardioversi : irama menjadi sinus

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

162
1. Persiapan alat :
a. Defibrilator siap pakai
b. Jelly EKG
c. Tissue
d. Emergenci troli
e. Persiapan intubasi
f. Ambubag dan one way
g. Nierbekken
h. Obat anti aritmia
i. Spuit 10 cc, spuit 50 cc, dext 5 % : 25-50 cc
j. Ektension tube
k. Syringe pump
l. Papan resusitasi
m. Sarung tangan
1. Prosedur Kerja :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas pasien
2. Persiapan alat :
PROSEDUR
n. Defibrilator siap pakai
o. Jelly EKG
p. Tissue
q. Emergenci troli
r. Persiapan intubasi
s. Ambubag dan one way
t. Nierbekken
u. Obat anti aritmia
v. Spuit 10 cc, spuit 50 cc, dext 5 % : 25-50 cc
w. Ektension tube
x. Syringe pump
y. Papan resusitasi
z. Sarung tangan
3. Prosedur Kerja :
b. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas pasien

163
DEFIBRILATOR CARDIAC SHOCK

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 3
053/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
c. Dokter menginformasikan tujuan tindakan kepada keluarga, bila
kardioversi harus ada IC
d. Perawat mempersiapkan alat dan membawa kedekat pasien
e. Perawat menutup gorden/sampiran
f. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
g. Perawat membuka baju bagian dada dan memasang chest lead
h. Chest Lead RA, LA, N
i. Perawat menghubungkan kabel power ke sumber listrik dan
menghidupkan mesin defibrillator sesuai tombol yang ada di
mesin
j. Dokter/ perawat memastikan gelombang EKG : VT/VF tanpa
nadi atau SVT, PAT, AF
k. Perawat mengolesi paddle dengan jelly EKG
PROSEDUR l. Dokter menentukan energy dengan memutar tombol energy yang
ada dimesin
m. Dokter meletakan padle disternum dan Apek
n. Dokter memberi aba-aba area clear/ jangan memagang tempat
tidur
o. Dokter menekan tombol charge lihat sampai energy yang
diinginkan tercapai
p. Dokter menekan tombol SHOCK dengan member tekanan ±10-
12 kg
q. Dokter/perawat mengevaluasi gelombang EKG bila masih
menetap, asistol atau irama sinus ritme
r. Dokter melajutkan defibrilisasi/ cardioversi dengan energy lebih
tinggi bila gambaran EKG masih menetap

164
PENGENDALIAN
DEFIBRILATOR CARDIAC SHOCK

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 3/ 3
053/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
s. Perawat/dokter melakukan RJP bila gelombang EKG Asistol
t. Dokter/perawat memberikan obat sulfasatropin bila gambaran
EKG bradicardi, bila EKG sinus ritme observasi pasien
u. Perawat/ Dokter memberikan dosis maintenance obat anti aritmia
(amiodaron) sesuai kolaborasi
v. Perawat membersihkan dada pasien dengan tissue,
w. Perawat membersihkan padle dengan tissue
x. Perawat membuang sampah ke bengkok dan memasukan sampah
dalam medis dan non medis
y. Perawat membuka gorden
PROSEDUR
z. Perawat /Dokter melakukan cuci tangan sesuai SPO PPIRS
aa. Perawat/Dokter melkaukan dokumentasi tindakan
4. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a. Bila melakukan cardioversi tekan tombol syncronice pada mesin
defibrillator
b. Saat memasang chest lead letakkan RA di ekstremitas kanan atas
dan N di Midaksila sejajar iga ke-4
c. Saat mengolesi jelly energy jangan diisi
d. Jika pasien menggunakan TPM maka mesin harus dimatikan
e. Saat meberikan obat anti aritmia gunakan mesin syringe pump

UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. IGD

165
INDIKASI PEMASANGAN VENTILATOR

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 2
054/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Suatu alat yang mampu ( sebagian ) atau mengambil alih semua pertukaran
PENGERTIAN
gas paru untuk mempertahankan hidup.

1. Memperbaiki kebutuhan oksigen dan pembuangan CO2


2. Memperbaiki sirkulasi oksigen pada jaringan.
TUJUAN
3. Membantu nutrisi yang adekuat ( distribusi oksigen pada sel )
4. Memperbaiki keadaan yang pathologis yang akut.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Indikasi klinis :
a. Penderita dengan resiko tinggi mis penderita tidak sadar,
trauma dan syock, kemudian penyakit paru paru menahun yang
mendapat infeksi jalan nafas mendadak, bedah mayor dan post
tenggelam ( aspirasi )
b. Apnoe
c. RR lebih dari 35/ menit
d. Volume Tidal kurang dari 3,5 ml / kg berat badan.
2. Laboratorium :
PROSEDUR a. PaO2 < 55-60 mm Hg dengan Oxigen 21% PaO2 tetap < 55-
60 mmHg dengan Oxigen 40 %.
b. PCO2 > 45-55 mmHg
c. PH < 7,25
3. Dokter telah memeriksa dan ada indikasi pemasangan ventilator
4. Setting Ventilator sesuai dengan hasil AGD atau sesuai instruksi
dokter anasthesi
5. Lapor ke dokter Intensivist untuk nutrisi dan oksigenisasi yang
adekuat
Lakukan Mobilisasi dan Weaning secara bertahap

166
GIAINTUBASI

Nomor Dokumen :
No. Revisi Halaman
0 1/ 3
055/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Memasukkan ETT melalui mulut dan hidung

1. Membebaskan jalan nafas


2. Memudahkan penghisapan slym
TUJUAN
3. Pemberian pernafasan dengan ventilator

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan Alat :
a. Ambu bag dan face mask, one way
b. ETT sesuai kebutuhan
c. Laringoskop dn handle
d. Margil forcep bila diperlukan
e. Mandrain
f. Xylokain jelly
g. Spuit 20 cc/ cuff inflator
h. Guedel sesuai kebutuhan
i. Plester
PROSEDUR
j. Stetoskop
k. Sarung tangan
l. Oximetri
m. Gunting
n. Monitoring set
o. Obat relaxan atau sedasi
p. Obat obat untuk resusitasi apabila dibutuhkan
q. Mesin dan chateter suction sesuai kebutuhan
r. Nierbekken
s. Spirometer

167
PENGENDALIAN
INTUBASI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 3
055/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Dokter menjelaskan kepada keluarga tujuan tindakan dan minta
inform concent
b. Perawat memasang monitoring sesuai spo
c. Perawat membawa alat kedekat pasien dan mempersiapkan
mesin suction siap pakai
d. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokkan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas
e. Perawat dan dokter mencuci tangan sesuai SPO PIRS dan
memakai sarung tangan
f. Perawat menutup sampiran
g. Perawat mengecek balon ett untuk mengetahui apakah ada
kebocoran dengan memasukkan udara sebanyak 8-10 cc melalui
PROSEDUR cuff ett dengan spuit 20 cc atau cuff inflator kemudian
memasukkan mandrain ke dalam ett dan mengolesi dengan
xylokain jelly
h. Perawat memastikan laringoskop dalam keadaan siap pakai
i. Perawat mempersiapkan pasien:
1) Memasang monitoring
2) Membuat posisi pasien dengan posisi telentang dan tengadah
kepala topang dagu
3) Memasang gudel
4) Melakukan suction bila ada slym
j. Dokter bersama perawat melakukan bagging dengamn
konsentrasi oksigen tinggi (hiperventilasi) dengan penekanan
krikoid dan observasi saturasi oksigen

168
PENGENDALIAN
INTUBASI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
055/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019

k. Perawat memberikan obat obat sedasi sesuai kolaborasi


l. Dokter memasang ett melalui mulut atau hidung
m. Perawat meletakkan alat yng sudah dipakai di nierbekken
n. Dokter atau perawat mengauskultasi dada dan bagging untuk
mengecek posisi ett
o. Perawat mengisi cuff dan fiksasi
p. Perawat merapikan pasien, alat alat dan membuka gorden
q. Perawat membuang sampah ketempat samph medis/non medis
dan spuit dimasukkan kedalam box
PROSEDUR
r. Dokter atau perawat mencuci tangan sesuai spo PIRS
s. Perawat melakukan dokumentasi
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a. Selama intubasi observasi tanda tanda vital dan SPO2
b. Bila ett masuk kelambung segera ett di AFF dan lakukan
hiperventilasi
c. Bila so2 lebih kecil dari 95% kolaborasi untuk pemasangan
ventilator
d. Cek AGD

1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. NICU

169
PENGENDALIAN
KRITERIA PASIEN MASUK DAN KELUAR ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
056/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Suatu ketentuan apakah pasien perlu masuk ICU atau tidak serta menentukan
PENGERTIAN
kapan pasien boleh dikeluarkan dari ICU.

Agar prosedur pelayanan pasien di ICU dapat terlaksana dengan baik, teratur
TUJUAN
sesuai dengan kebijakan Rumah Sakit.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Pesyaratan
a. Pasien yang akan masuk ICU harus diketahui dan mendapat
persetujuan dari dokter jaga ICU pada saat itu.
b. Pasien yang akan keluar dari ICU harus diketahui dan ditentukan
oleh dokter jaga ICU pada saat itu.
2. Indikasi rawat ICU:
a. Prioritas I Pasien sakit kritis, tidak stabil dan memerlukan terapi
intensive dan tertitrasi. Antara lain :
1) Perlu bantuan nafas dengan ventilasi mekanik
PROSEDUR 2) Perlu obat vasoaktive kontinu.
3) Perlu obat tertitrasi secara kontinu. Contoh: Sepsis berat,pasca
bedah jantung, gangguan asam basa yang mengancam nyawa dan
lain sebagainya.
b. Prioritas II Pasien yang memerlukan pemantauan
canggih (invasive) Antara lain:
1) Kateter vena central
2) Arteri line
3) Kateter arteri pulmonal, contoh: pasien dengan penyakit

170
PKRITERIA PASIEN MASUK DAN KELUAR ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 3
056/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Jantung, paru. Pasien dengan gagal ginjal akut berat dan paska bedah
mayor.

c. Prioritas III Pasien sakit krritis yang tidak stabil


status kesehatan sebelumnya karena
penyakitnya secara sendirian atau kombinasi,
dimana kemungkinan sembuh atau manfaat
terapi di ICU sangat kecil Contoh: Penyakit paru
terminal dan proses keganasan yang sudah
metastase
d. Pengecualian c
e. Dengan pertimbangan luar biasa dan disetujui kepala ICU dengan
PROSEDUR
catatan pasien tersebut dapat dikeluarkan apabila pasien prioritas
I,II,III memerlukan tempat di ICU Contoh:
1) Pasien mati batang otak yang memerlukan penunjang organ untuk
transplantasi
2) Pasien dengan vegetative state
3) Pasien yang memerlukan criteria masuk tapi menolak terapi yang
agresif
4) Kriteria Klinis:
a) Pasca henti jantung yang respone terhadap tindakan RJP
b) Pasien gagal nafas

171
PENGENDALIAN
KRITERIA PASIEN MASUK DAN KELUAR ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 3/ 3
056/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
c) Pasien gawat nafas :
 HR >100x/i
 RR > 36x/i
 AGDA : PO2 <60 Dengan FiO2 60 % PCO2 >60
d) Pasien dengan GCS < 8 yang memerlukan intubasi.
f. Indikasi keluar dari ICU Berdasarkan pertimbangan Konsulen

PROSEDUR ICU yang secara klinis dijumpai :


1) Hemodinamik stabil ( Tekanan darah dan denyut jantung
normal) tanpa obat Vasoaktif
2) Tidak demam
3) Tidak memerlukan bantuan nafas Indikasi Lain :
1) Permintaan pasien/keluarga pasien
2) Dinyatakan meninggal

UNIT
ICU
TERKAIT

172
EKSTUBASI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 3
057/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Melepaskan ETT dari Trachea dari mulut dan hidung

1. Nafas spontan
2. Mencegah agar ETT tidak menimbulkan trauma

Indikasi :
1. Pasien sudah compos mentis dan kooperatif
2. Tensi, nadi dan pernafasan normal
TUJUAN 3. Suhu badan tidak panas
4. Bisa batuk secara efektif
5. Hasil thorax foto terakhir keadaanya bersih, tidak ada retensi
sputum
6. Tidak ada gejala hypoxia, hiperkarbi dan takikardi
7. Tidal volume cukup
8. Hasil AGDA normal

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

PersiapanAlat :
a. Mesin dan cateter suction sesuai kebutuhan
b. Caff invlator atau spuit 20 cc
PROSEDUR
c. Sarung tangan,
d. Nearbeaken
e. NRM

173
PENGENALIAN
EKSTUBASI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 3
057/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
f. Oksigen Central
g. Kapas alcohol/ casa
h. Tissue
i. Obatdexametason
j. Spuit 3 cc

ProsedurPelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas.
b. Perawat memberitahu tujuan tindakan kepada pasien
c. Perawat membawa alat-alat kedekat pasien
d. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PIRS
e. Perawat memakai handscoon
f. Perwat melakukan kolaborasi untuk pemberian obat
dexametason dengan dokter dan pemberian obat dexametason
15 menit sebelum ekstubasi.

PROSEDUR g. Perawat memasang oksimetri


h. Perawat menutup gorden atau sampiran
i. Perawat memastikan cuff sudah dikempeskan dengan menarik
udara dengan spuit 20 cc
j. Perawat melakukan suction sampai bersih sesuai SPO
k. Perawat melepaskan plester dengan kapas alcohol kemudian
dibuang di nearbeaken
l. Perawat memberikan oksigen melalui masker (NRM) sesuai
dengan kolaborasi (SPO Pemberian oksigen)
m. Perawat mengatur posisi semi fowler/fowler
n. Perawat merapikan pasien dan alat-alat, kemudian buka
gorden atau sampiran
o. Perawat membuang sampah dari nearbeaken ketempat
sampah medis/non medis, dan membuang spuit ke box
p. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PIRS.
q. Perawat melakukan dokumentasi tindakan

174
PENGENDALIAN
EKSTUBASI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 3/ 3
057/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a. Ajarkan teknik relaksasi dan batuk efektif.
PROSEDUR b. Observasi tanda-tanda vital dan SO2, keluhan dan kesadaran
pasien.
c. Pemeriksaan AGD 6 jam setelah ekstubasi

175
MELAKUKAN ELEKTROKARDIOGRAM

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 3
058/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Melakukan perekaman gambaran aktivitas listrik pada atrium dan ventrikel


PENGERTIAN
saat depolarisasi dan repolarisasi

1. Mengetahui ada tidaknya kelainan irama jantung (arithmia )


2. Mengetahui adanya kekurangan oksigen maupun kematian jaringan
otot jantung ( iskemik dan infark miocard )
TUJUAN
3. Mengetahui ada tidaknya gangguan elektrolit
4. Mengetahui ada tidaknya efek obat jantung (digitalis)
5. Mengetahui perubahan ECG / EKG selama terapi

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan Alat :
a. Mesin ekg lengkap dengan: 12 kabel ekg (12 lead) 6 chest
elektroda dan 4 elektroda
b. Alcohol swab
c. Bengkok
2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien (nama, tanggal lahir) dan
memastikan sesuai dengan gelang identitas pasien (pedoman
identifikasi keselamatan pasien RS)
PROSEDUR b. Perawat:
1) Memberitahukan tujuan tindakan
2) Melepaskan alat alat logam yang dipakai
3) Menganjurkan pasien untuk tetap berbaring dan tidak
bergerak, batuk, berbicara saat dilakukan rekaman
4) Tidak memegang penghalang tempat tidur
c. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PIRS
d. Perawat membawa alat kedekat pasien dan
e. Perawat menutup sampiran

176
MELAKUKAN ELEKTROKARDIOGRAM

Nomor Dokumen No. Revisi Halaman


0 2/ 3
058SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
f. Perawat membuka pakaian atas, kaus kaki
g. Perawat membersihkan area ekstremitas dan dada yang akan
dipasang elektroda dengan kapas alcohol
h. Perawat memasang elektroda dan kabel elektroda sesaui
lokasi elektroda (hindari memasang elektroda diatas massa
otot yang besar dan struktur tulang)
1) Kabel RA ditangan kanan
2) Kabel LA ditangan kiri
3) Kabel RL dikaki kanan
4) Kabel LL dikaki kiri
5) Pump V1 disela iga 4 kanan
6) Pump V2 disela iga 4 kiri
7) Pump V3 diantara V2 dan V4
8) Pump V4 diruang iga ke 5 pada garis tengah klavikula
PROSEDUR
kiri
9) Pump V5 di anterior axial kiri
10) Pump V6 di mid axilaris kiri
i. Perawat menghubungkan kabel power ke listrik
j. Perawat menghidupkan mesin dengan menekan tombol On
k. Perawat menekan tombol start untuk melakukan perekaman
l. Perawat mematikan mesin dengan menekan tombol Off
m. Perawat merapikan pasien dan alat-alat
n. Perawat membuang sampah medis/non medis
o. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
p. Perawat menuliskan nama pasien, umur pasien, dan perawat yang
melakukan dilembaran hasil perekaman
q. Perawat mendokumentasikan tindakan

177
MELAKUKAN ELEKTROKARDIOGRAM

Nomor Dokumen No. Revisi Halaman


0 3/ 3
058/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
3. Hal hal yang perlu diperhatikan:
PROSEDUR a. Jangan menggunakan jelly untuk meletakkan pump
b. Pastikan posisi pemasangan kertas ekg tepat

1. ICU
UNIT 2. IGD

TERKAIT 3. Unit Rawat Inap


4. Poliklinik

178
PENGENDALIAN
MELAKUKAN PENGISAPAN ENDOTRAKEAL /TRAKEAL TUBE

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 4
059/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Pengeluaran secret dari cabang-cabang trakeobronkial lewat selang


PENGERTIAN
endotrakeal dengan bantuan alat pengisap mekanik atau suction.

1. Mempertahankan patenitas saluran napas dengan mengeluarkan sekret.


TUJUAN 2. Mencegah infeksi saluran pernapasan bawah akibat retensi sputum.
3. Tidak terjadi aspirasi dan jalan nafas lancar.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat:
2. Non-steril;
a. Kateter pengisap steril disertai penutup (No. 12-16 Fr-
Dewasa), (No. 8-10 Fr - anak-anak)
b. Air/NaCl 0,9% steril dalam wadah
c. Sarung tangan steril dan bersih
d. Masker
e. Pakaian/clemek dan Pelindung wajah
f. Nearbeken / bengkok
PROSEDUR g. Swab alkohol
h. Stetoskop
3. Steril ;
a. Duk steril
b. Kom
c. Kain kasa
4. Persiapan pasien :
Memberitahu pada pasien bila sadar dengan menjelaskan prosedur yang
akan dilakukan

179
PENGENDALIAN
MELAKUKAN PENGISAPAN ENDOTRAKEAL /TRAKEAL TUBE

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
059/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 4
/VIII/2019
5. Pelaksanaan :
a. Mencuci tangan
b. Memasang sarung tangan dan masker
c. Memasang gudel bila perlu
d. Mengecek daya hisap mesin sesuai dengan kebutuhan pasien
(500-750 cmHg) membantu pasien dalam posisi semi-Fowler
atau fowler bila sadar.
e. Jika pasien tidak sadar harus diposisikan miring menghadap
perawat.
f. Kumpulkan peralatan periksa fungsi peralatan penghisap dan
kantong resusitasi manual tersambung pada sumber oksigen.
g. Pakai masker wajah dan cuci tangan secara menyeluruh.
h. Buka wadah steril dan ambil duk letakkan diatas dada pasien.
Buka swab alkohol dan letakkan disudut duk.
PROSEDUR i. Buka set kateter sterill dan letakkan diwadah steril dan isi
mangkok dengan air steril
j. Bila pasien terpasang ventiklasi mekanik, pelepasan
sambungan ventilator dapat dilakukan dengan satu tangan
k. Pakai sarung tangan steril. Pakai satu tangan sebagai tangan
ygang berisih untuk melepaskan sambungan memompa dan
mengendalikan pengisapan dilakukan dominan oleh tangan
yang tetap steril untuk memutar kateter penghisap
l. Sambungkan kateter penghisap ke mesin penghisap. Dengan
tangan yang bersih lepaskan sambungan ventilator atau CPAP
atau sumber oksigen lainnya pada pasien, letakkan
sambungan ventilator diatas duk steril dan lipat salah satu
sudut duk untuk menutup sambungan jangan sampai ada
cairan yang menciprat area steril

180
PENGENDALIAN
MELAKUKAN PENGISAPAN OROFARING

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 3
060/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Proses mengeluarkan secret dari rongga mulut dan faring

1. Mengeluarkan sekret yang menyumbat saluran nafas


2. Memudahkan ventilasi
TUJUAN
3. Mengambil sampel sekret untuk tujuan diagnostik
4. Mencegah infeksi akibat penumpukan sekret

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat :
a. Kateter penghisap steril dengan ukuran yang sesuai (diameter
terkecil yang akan mengeluarkan sekret secara efektif)12-18 Fr
atau kateter khusus penghisapan orofaring.
b. Unit penghisap portable atau dinding beserta selang
penghubung dan konektor Y
c. Air steril/NACL 0,9% Steril didalam mangkuk steril
d. Sarung tangan sekali pakai yang bersih.
e. Masker wajah
f. Alat pembuka jalan nafas nasal atau gudel bila perlu
PROSEDUR g. Duk atau alas tahan air
2. Persiapan pasien :
a. Jelaskan kepada pasien bahwa penghisapan akan merangsang
batuk, refleks tersedak, atau bersin
b. Jelaskan pentingnya dan dorong pasien untuk batuk selama
prosedur
Pelaksanaan :
1) Periksa tanda dan gejala yang menandakan adanya sekret
saluran nafas atas, gelisah, menetesnya air liur
2) Kumpulkan peralatan

181
PENGENDALIAMELAKUKAN PENGISAPAN OROFARING

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
060/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019

3) Atur tempat tidur sesuai posisi kerja yang [Link] jeruji


pembatas samping yang dekat dengan anda,posisikan semi fowler
bila pasien [Link] tidak sadar harus diposisikan miring
menghadap anda.
4) Pakai masker atau pelindung wajah
5) Nyalakan mesin penghisap dan atur tekanan yang sesuai
a) Unit mesin penghisap
b) Dewasa : 100-120mmhg
c) Anak-anak : 95-110mmhg
d) Bayi : 50-95mmhg
6) Cuci tangan
7) Lakukan pengisapan orofaring
a) Pakai sarung tangan sekali pakai yang bersih
b) Sambungkan satu ujung selang penghubung ke mesin
PROSEDUR
pengisap dan ujung yang lainya ke kateter pengisap,isi
mangkuk steril dengan air steril
c) Isap sejumlah kecil air steril dari mangkuk
d) Lepas sungkup oksigen bila ada.
e) Masukan kateter ke dalam mulut di sepanjang garis gusi
sampai ke [Link] kateter didalam rongga mulut
sampai semua sekret [Link] pasien untuk batuk
selama proses pengisapan.
f) Pasang kembali sungkup oksigen
g) Cuci kateter dengan air dalam mangkuk sampai selang
penghubung bersih dari [Link] mesin pengisap
8) Periksa kembali status pernafasan pasien
9) Lepas duk dan letakkan didalam kantung laundry lepas sarung
tangan dan buang pada tempat yang seharusnya.

182
PENGENDALIAN
MELAKUKAN PENGISAPAN OROFARING

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
060/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019

3. Perhatian khusus :
a. Untuk pasien yang telah menjalani operasi orofaring,prosedur
harus dilakukan dengan teknik aseptik yang keat.
b. Pengisapan hanya dilakukan selama 10-15 [Link]
PROSEDUR
waktu ini ,kateter dimasukkan ,pengisapan dilakukan dan
dihentikan serta kateter dikeluarkan
c. Berikan jarak waktu 20 sampai 50detik diantarea setiap
penghisapan dan batasi waktu total selamat menit

1. ICU
UNIT
2. Unit Rawat inap
TERKAIT
3. IGD

183
MELAKUKAN PUNKSI ARTERI UNTUK PEMERIKSAAN ANALISA
GAS DARAH

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
061/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 4
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Pengambilan darah dari arteri untuk pemeriksaan analisa gas darah

1. Mengetahui keseimbangan asam dan basa dalam darah


2. Efesiensi pertukaran O2 dan CO2
TUJUAN 3. Mengetahui O2 dan metabolism sel
4. Mengetahui kemampuan Hb mengangkat O2 dan CO2
5. Mengetahui tekanan O2 dalam arteri
6. Memberikan pengobatan

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan Alat :
a. Spuit AGD
b. Needle no 23 dan jelly
c. Sarung tangan
d. Swab alcohol
e. Plester 3M
PROSEDUR
f. Es dan tempatnya
g. Bengkok
h. Kain pengalas
i. Label identitas pasien (barcode)
j. Formulir pemeriksaan

184
MELAKUKAN PUNKSI ARTERI UNTUK PEMERIKSAAN ANALISA
GAS DARAH

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
061/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 4
/VIII/2019

2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokkan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas
b. Perawat memberitahukan kepada pasien/keluarga tujuan tindakan
c. Perawat mengisi formulir pemeriksaan dan mendekatkan alat-alat
ke dekat pasien
d. Perawat dan dokter mencuci tangan sesuai SPO PIRS dan
memakai sarung tangan
e. Perawat memilih/menetapkan daerah arteri yang akan di punksi :
1) Arteri radialisis
2) Arteri dorsalis pedis
PROSEDUR 3) Arteri brachialis
4) Arteri femoralis
f. Perawat melakukan Allen s’test pada daerah yang akan di
punksi dengan cara :
1) Anjurkan pasien mengepal tangan yang kuat
2) Lakukan penekanan langsung pada kedua arteri radialis dan
ulnaris
3) Anjurkan klien membuka kepalan tangan
4) Lepaskan tekanan diatas artei ulnaris dan observasi warna
jari, jempol dan tangan bila warna kulit kembali dengan cepat
arteri dapat di punksi

185
MELAKUKAN PUNKSI ARTERI UNTUK PEMERIKSAAN ANALISA
GAS DARAH

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
061/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 4
/VIII/2019

g. Perawat meraba daerah yang akan di punksi


h. Perawat melakukan desinfeksi dengan swab alcohol searah
jarum jam dan membuang swab alcohol di bengkok
i. Perawat melakukan punksi arteri dengan spuit AGD biarkan
darah naik secara spontan sebanyak 0,5-1cc
j. Perawat mencabut jarum danmmenutup needle dengan jelly.
Lakukan penekanan bekas luka 5-10 menit dan plester
k. Perawat memasang label (barcode) dan memasukkan bahan
pemeriksaan kedalam kantong yang berisi es dan kirim segera
ke laboratorium
l. Perawat merapikan alat dan pasien
m. Perawat membuang sampah dari bengkok dengan memisahkan
sampah medis dan non medis
n. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
o. Perawat mendokumentasikan hasil tindakan.
PROSEDUR
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a. Bila hasil allen test negative jangan dilakukan punksi
b. Lokasi arteri femoralis adalah tempat pemilihan terakhir
c. Bila pasien sering dilakukan punksi arteri disarankan untuk
pemasangan arteri line
d. Chek darah penusukan (pendarahan dan haematom)
e. Lokasi penusukan :
1) Arteri radialis 30°-40°
2) Arteri dorsalis pedis 45°
3) Arteri branchialis 45°-60°
4) Arteri femoralis 90°
5) Pengisian formulir :
a) Hb terakhir
b) Nama, MR, Register, Ruangan

186
MEMANDIKAN JENAZAH

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 2
062/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Membersihkan tubuh pasien yang sudah dinyatakan meninggal denga air dan
PENGERTIAN
sabun dengan menggunakan washlap

TUJUAN Jenazah pasien dibawa kekamar jenazah yang sudh dalam keadaan bersih

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengn mencocokkan nama
tanggal lahir pada gelang identitas
b. Perawat memberitahu kepada keluarga bahwa jenazah akan
dimandikan dan jenazah 1 jam di ICU kemudian dijemput
kekamar jenazah oleh petugas kamar jenazah (security)
c. Perawat mempersiapkan peralatan mandi jenazah dan kapas
lemak, plester putih, kasa standar, kasa gulung, pinset
PROSEDUR d. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
e. Perawat memasang gorden/sampiran
f. Perawat memakai sarung tangan dan melepaskan alat-alat yang
ada ditubuh pasien seperti infuse, elektroda, ventilator, ETT, dan
NGT, dan membungkus plastik warning
g. Perawat melepaskan pakaian jenazah pakaian atas
h. Perawat memasang handuk diatas dada jenazah
i. Perawat membashi daerah muka, leher, telinga dengan washlap
basah dan menggunakan sabun

187
MEMANDIKAN JENAZAH

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 2
062/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
j. Perawat melakukan suction sebelum jenazah dimiringkan
k. Perawat memasukkan kapas lemak kebagian hidung, telinga,
anus
l. Perawat menelentangkan jenazah dan memakai baju jenazah
m. Perawat menyisir rambut jenazah
n. Perawat mengikat bagian tangan dan kaki jenazah
o. Perawat menutup jenazah dengn selimut
PROSEDUR
p. Perawat memanggil petugas kamar jenazah untuk menejmput
jenazah disertakan identitas jenazah nama , alalamt, dan
meninggal jam berapa
2. Hal-hal yang perlu diperhatikan
a. Menyerahkan obat obatan uang dimiliki jenazah menggunakan
buku ekspedisi
b. Memaklumkan dokter yang merawat dan suster mod

1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Unit Rawat Inap

188
MEMASANG ECG MONITORING

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 3
063/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Suatu cara pemasangan alat monitoring jantung, yang dipergunakan untuk
PENGERTIAN memonitor atau memantau dan merekam potensial listrik otot jantung yang
terlihat pada layar monitor ECG
1. Mengetahui perubahan – perubahan ECG selama pengobatan
2. Mengetahui adanya kelainan irama jantung ( aritmia ) sejak dini
TUJUAN 3. Mengetahui adanya kekurangan oksigen atau kematian jaringan otot
jantung ( iskemik dan infark miocard )
4. Mengetahui adanya gangguan elektrolit

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat :
a. 1 Alat Monitoring EKG siap pakai
b. 3 buah elektroda / 5 buah elektroda
c. Alkohol Swab
d. Alat cukur
2. Persiapan pasien:
a. Pastikan indentitas pasien benar dengan mencocokan Nama,
Tanggal Lahir pada gelang identitas pasien.
b. Menjelaskan kepada keluarga atau pasien tindakan yang akan
PROSEDUR
dilakukan
3. Penatalaksanaan :
a. Beri salam dan panggil nama pasien
b. Perawat memperkenalkan diri
c. Perawat memberitahu tujuan tindakan kepada pasien dan keluarga
d. Menghubungkan kabel monitor ECG ke sumber listrik ( apabil
belum tersambung )
e. Perawat Mencuci tangan sesuai SPO PIRS

189
MEMASANG ECGMONITORING

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
063/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019

f. Menghubungkan kabel monitor ECG ke sumber listrik ( apabila


belum tersambung )
g. Perawat Mencuci tangan sesuai SPO PIRS
h. Menghidupkan monitoring EKG dengan menekan tombol power
i. Mengatur posisi pasien ( pasien terlentang )
j. Perawat membuka baju pasien dan membersihkan area dada pasien
dan mencukur bulu didada bila ada.
k. Menempelkan elektroda pada dada pasien dan menghubungkan
chest lead ke elektroda ( Tiga Elektroda )
1) R ( right arm ) elektroda : terletak di dada kanan, interkostalis 2
2) L ( left arm ) elektroda : terletak di dada kiri, interkostalis 2
PROSEDUR 3) LL/N ( leaft leg ) elektroda : terletak di dada kiri interkostalis 5
l. Lima elektroda :
1) RA ( right arm ) elektroda : terletak di dada kanan, interkostalis 2
2) LA ( left arm ) elektroda : terletak di dada kiri, interkostalis 2
3) LL ( left leg ) elektroda : terletak di dada kiri interkostalis 5
4) RL ( right leg ) elektroda : terletak dibagian kanan interkostalis 5
5) V ( precordial ) elektroda : di atas dada
k. Pakaikan manset pada lengan tangan atas kiri atau kanan
l. Pakaikan SPO2 pada ibu jari
m. Perawat mengatur atau pengesetan size, Lead II dan alarm pada
monitor

190
MEMASANG ECGMONITORING

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 3/ 3
063/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
n. Pakaikan manset pada lengan tangan atas kiri atau kanan
o. Pakaikan SPO2 pada ibu jari
p. Perawat mengatur atau pengesetan size, Lead II dan alarm pada
monitor
q. Merapikan pasien
r. Merapikan alat-alat
s. Cuci tangan sesuai SPO PIRS
t. Catat tanggal dan jam pelaksanaan
PROSEDUR u. Observasi vital sign pasien baik subyektif maupun obyektif dan
catat pada catatan lembar Flowsheet ICU
4. Dokumentasikan tindakan dalam catatan keperawatan dalam bentuk
SOAP
5. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a. Observasi pasien bila ada peningkatan atau penurunan HR,
Ganguan irama segera lakukan kolaborasi,
b. Lakukan EKG 12 Lead bila ada aritmia,
c. Ganti Elektroda setiap hari dan observasi iritasi

1. ICU
UNIT 2. IGD

TERKAIT 3. OK
4. NICU

191
ENDALIAN
MENGGANTI VERBAN PADA LOKASI PENUSUKAN KATETER
VENA SENTRA

Nomor Dokumen No. Revisi Halaman


064/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Melakukan penggantian perban secara aseptic pada lokasi penusukan vena
PENGERTIAN sentral ketika verban tersebut sudah longgar dan basah atau secara berkala
sesuai peraturan Rumah sakit
1. Untuk mencegah infeksi tempat tusukan dan tidak longgar dan basah
TUJUAN
2. Mempertahankan cvp tetap terawat

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat :
1. Pinset cirurgi 1 dan pinset biasa 1
2. Kapas usap
3. Potongan kasa
4. Pot kecil
5. Larutan swab betadin
6. Salep betadin
7. Sarung tangan steril dan sarung tangan bersih
8. Plester dan gunting untuk memfiksasi
9. Label dan tanggal penggantian verban
10. Masker wajah
PROSEDUR 11. Cara Perawatan :
2. Beri penjelasan kepada pasien tentang penggantian verban dan
alasannya.
3. Cuci tangan dan pakai sarung tangan bersih .
4. Lepaskan verban lama dengan hati-hati dan jangan sampai menarik
kateter vena sentral .
5. Perhatikan ada tidaknya sekret pada verban.
6. Amati ada tidaknya kemerahan , nyeri tekan, atau bengkak pada kulit,
lokasi penusukan.
7. Amati kateter mulai dari port sampai kulit.
8. Lepaskan sarung tangan bersih dan pakai sarung tangan steril

192
PENGENDALIAN
MENGGANTI VERBAN PADA LOKASI PENUSUKAN KATETER
VENA SENTRAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
064/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

9. Bersihkan lokasi keluar dengan gerakan melingkar sekitar 3cm dengan


swab bethadine dan alkohol
10. Oleskan salep bethadine pada lokasi keluar, sesuai peraturan rumah
sakit
11. Pasang verban kasa atau balutan transparan
12. Pasang label berisi tanggal dan waktu penggantian verban
PROSEDUR
13. Rekatkan selang ke pakaian pasien
14. Lepas sarung tangan dan buang semua bahan yang sudah terpakai
15. Bersihkan dan simpan kembali alat-alat yang masih dapat digunakan
kembali
16. Perawat mencuci tangan

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Unit Rawat Inap

193
MENGUKUR CVP

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
065/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Adalah suatu cara pengukuran tekanan pembuluh darah vena sentral dengan
cara memasukkan kateter CVP melalui pembuluh darah tepi sehingga
PENGERTIAN
ujungnya berada di atrium kanan atau di muara vena cava superior/vena cava
inferior.
Untuk mengetahui tekanan vena central dan menilai jumlah cairan dalam
TUJUAN
tubuh.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat
a. Monitor VCP
b. NaCl 0,9% dan set medifix CVP
2. Persiapan pasien
a. Pasien diberitahu tentang tindakan yang akan dilakukan
b. Posisi tidur diatur dan tentukan sesuai tempat pengukuran (titik
nol)
3. Langkah-langkah
a. Perawat mencuci tangan
b. Menggunakan cairan infus NaCl, bila terpasang cairan hypertonik
PROSEDUR
c. Mempercepat tetesan infus untuk menilai kelancaran aliran cairan.
d. Menghentikan aliran cairan ke pasien dengan cara memutar three
way stop cock
e. Mengalirkan cairan infus kearah monometer sampai setinggi 34
cm H2O diatas titik nol.
f. Menghentikan cairan infus yang mengalir kearah
g. monometer dengan menggunakan medifix line.
h. Mengalirkan cairan dari magnometer dengan cara mengukur antara
intercostal dan pada garis mix-axilla titik O.

194
MENGUKUR CVP

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
065/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

i. Menunggu sampai cairan dalam manometer tidak turun lagi sambil


memperhatikan adanya undulasi yang sesuai dengan irama pernafasan.
j. Menghitung nilai CVP sampai batas turunnya air.
k. Mengalirkan kembali tetesan infus menuju pasien
PROSEDUR
l. Nilai normal CVP 5-15 cm H2O
4. Sikap perawat
a. Peka terhadap pasien/kebutuhan pasien
b. Lembut dan hati-hati

UNIT
1. ICU
TERKAIT

195
MENILAI KESADARAN PASIEN MENGGUNAKAN SKALA GCS

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
066/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Skala GCS adalah pengkajian yang dirancang untuk mengevaluasi tingkat dan
PENGERTIAN kualitas kesadaran dengan cepat dalam hubungannya dengan membuka mata,
respon motorik dan respon verbal

1. Untuk mengetahui tingkat kesadaran pasien


a. Skor 15 composmentis
b. Skor 9-14 apatis
c. Skor 4 – 7 somnolent
TUJUAN d. Skor 3 koma
2. Untuk mengetahui cidera kepala
a. Ringan : skor 14
b. Sedang : skor 9 – 13
3. Berat : skor 3-8

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan Alat :
a. Alat tulis dan buku tulis
b. Flowsheet ICU
2. Penatalaksanaan :
a. Perawat mencuci tangan sesuai PPIRS
b. Perawat mengidentifikasi pasien (Nama, Tanggal lahir) dan
memastikan sesuai dengan gelang identitas (pedoman identifikasi
PROSEDUR keselamatan pasien RS)
c. Perawat melakukan penilaian dengan cara
1) Perawat memanggil nama pasien dan bertanya dengan suara
jelas dan keras untuk melihat respon verbal dan respon mata
2) Memberikan rangsangan nyeri yang tepat untuk menilai
motorik dengan cara menekan dengan keras procesus xipoideus
dengan ibu jari, menekan ujung kuku dengan pulpen, menekan
bagian tulang kelopak mata.

196
MENILAI KESADARAN PASIEN MENGGUNAKAN SKALA GCS

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
066/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
3. Penilaian Skala GCS :

Respon membuka 1. Membuka mata spontan


mata (E) 2. Membuka mata terhadap perintah
3. Membuka mata terhadap rangsangan
nyeri
4. Tidak membuka mata terhadap
ransangan
Respon Motorik 1. Bereaksi terhadap perintah
2. Mengidentifikasi nyeri terlokalisasi
3. Fleksi dan menarik dari rangsangan
nyeri
4. Membentuk posisi Dekortikasi
4. Membentuk posisi deserebrasi
5. Tidak berespon
PROSEDUR
Respon Verbal 1. Orientasi baik dan mampu bicara
2. Disorientasi dan bingung
3. Mengulang kata yang tidak tepat
secara acak
4. Mengerang atau merintih (kata-kata
tidak jelas)
5. Tidak berespon

4. Perawat menentukan nilai dari hasil pemeriksaan


5. Perawat mendokumentasikan hasil dan melakukan kolaborasi bila
hasil rendah
6. Perawat merapikan pasien
7. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
8. Perawat mendokumentasikan hasil penilaian.

1. ICU
UNIT 2. IGD

TERKAIT 3. Rawat Inap

197
PENGENDALIAN
PEMANTAUAN EKG KONTINU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
067/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Pemantauan (monitor) jantung merupakan suatu alat pemantauan irama
PENGERTIAN jantung yang dapat digunakan secara terus menerus selama pasien dirawat atau
selama diperlukan pemantauan

TUJUAN Untuk mengidentifikasi disritmia agar dapat menentukan intervensi dini

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat :
a. Kapas alkohol
b. Alat cukur
c. 3 buah chest lead / elektrode
d. Monitor EKG
e. Kabel elektroda lengkap dengan monitor
2. Persiapan pasien :
a. Pasien / keluarga diberitahu tentang tindakanyang dilakukan
b. Atur posisi supine / semifowler
3. Tindakan :
a. Cuci tangan sesuai prosedur
PROSEDUR b. 2. Identifikasi sesuai prosedur.
c. Jelaskan tujuan pemasangan monitor jantung pada pasien dan
keluarga
d. Bersihkan / cukur area lokasi elektrode di dada yang berambut
(segitiga Enthoven)
e. Pasang elektrode / chest lead
f. Sambungkan elektrode pada monitor dengan kabel (merah /
kode RA – kanan, kuning / kode LA - kiri, hitam / kode LL
atau L -kiri bawah)
g. Setting alarm, suara monitor dan tampilan EKG
h. Rapikan kembali alat-alat

198
PENGENDALIAN
PEMANTAUAN EKG KONTINU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
067/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

i. Nilai kondisi pasien


j. Cuci tangan sesuai prosedur.
PROSEDUR
k. Dokumentasikan prosedur dan respon pasien

UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. IGD

199
PEMASANGAN OROPHARYGEAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
068/SPO/ICU/RSBH
0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR Tanggal Terbit Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Pemasangan OPA adalah tindakan pemenuhan oksigen dengan cara
PENGERTIAN membebaskan jalan nafas melalui pemasangan OPA melalui rongga mulut ke
dalam pharing

1. Memelihara/ membuka jalan nafas bagian atas karena ada sumbatan oleh
slym atau lidah jatuh kebelakang (dipasang pada pasien kesadaran
TUJUAN menurun)
2. Memudahkan pengisapan lendir

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan Alat :
a. Piala ginjal
b. OPA sesuai ukuran
c. Plester
d. Tissue
2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama, tanggal
lahir pada gelang identitas
b. Perawat memberitahukan tujuan pemasangan oropharygeal kepada
PROSEDUR
keluarga/pasien
c. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
d. Perawat membuat posisi pasien terlentang atau semi fowler
e. Perawat mengukut OPA dari ujung bibir ke ujung telinga
f. Perawat membuka mulut dan masukkan OPA di ujung daun telinga
g. Perawat membuka mulut dan masukkan OPA di ujung lidah 2-3 cm,
OPA menghadap muka.
h. Perawat memutar 180º dan dorong OPA lewat uvula menuju pharynx
i. Perawat mengfiksasi OPA

200
PEMASANGAN OROPHARYGEAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
068/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

j. Perawat merapikan alat


k. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
l. Perawat mendokumentasikan
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
PROSEDUR
a. Bisa terjadi muntah pada pemasangan OPA pasien sadar
b. Perhatikan ukuran OPA
c. Lakukan perawatan mulut setiap 2-4 jam
d. Pastikan OPA tidak menekan lidah pasien

1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Rawat Inap

201
PEMASANGAN T-PIECE

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
069/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Pernafasan spontan melalui ETT tanpa ventilator

1. Melatih pasien bernafas spontan


TUJUAN
2. Member oksigen melalui ETT
3. Tahapan menuju Ekstubasi

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat :
a. Cuff invlator/ spuit 20 cc
b. Selang oksigen one way
c. Suction lengkap
d. T- Conector atau Mounth Face
e. O2 Central
f. Oksimetri
g. Nerbekken
2. Prosedur Kerja :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama,
PROSEDUR
tanggal lahir pada gelang identitas pasien
b. Perawat menjelaskan tujuan tindakan
c. Perawat membawa alat-alat kedekat pasien
d. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
e. Perawat memasang oksimetri untuk observasi saturasi oksigen
f. Perawat mengosongkan cuff ETT atau spuit 20 cc
g. Perawat membuat posisi pasien senyaman mungkin/ semi
fowler

202
PEMASANGAN T-PIECE

Nomor Dokumen No. Revisi Halaman


069/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
h. Perawat melakukan suction
i. Perawat menyambungkan selang one way ke o2 dan
mengalirkan oksigen sesuai kebutuhan/sesuai kolaborasi
j. Perawat merapikan pasien dan alat-alat
k. Perawat membuang sarung tangan dan spuit di nerbekken
l. Perwata sampah ke tempat sampah medis dan non medis,
spuit dimasukkan ke box
m. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
n. Perawat mendokumentasikan tindakan
PROSEDUR 3. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a. Sebelum melakukan T-Piece, lakukan pengukuran tidal
volume dan tanda-tanda vital
b. Saat T-Piece observasi TTV bila ada yang abnormal
kembalikan ke ventilator
c. Viksasi ETT dengan tepat
d. Lakukan pemeriksaan AGD 1 Jam sesudah T-Piece
disesuaikan dengan kolaborasi
e. Lakukan T-Piece dengan saturasi diatas 95% dan tidal volume
diatas 50 kg BB

UNIT
ICU
TERKAIT

203
PENGENDALIAN
PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL TOTAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 4
070/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Pemberian berbagai kombinasi glukosa hipertonik atau isotonic,lipid,asam


amino,elektrolit,vitamin dan elemen renik (vitamin and trace element) secara
PENGERTIAN
intravena lewat alat pengakses vena/venous acces device (VAD) secara
langsung kedalam cairan intravascular untuk memberikan nutrisi pada pasien
yang tidak mampu menerima nutrisi yang adekuat lewat saluran pencernaan.

1. Memberikan nutrisi yang diperlukan untuk metabolisme


normal,memelihara,perbaikan jaringan,dan kebutuhan energy
TUJUAN
2. Untuk memintas saluran percernaan pada pasien yang tidak dapat
makan secara oral

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat :
a. Peralatan pengakses vena sentral (central venous acces
devices/VAD):VAD jangka panjang seperti kateter
hickman,broviac,atau groshung atau kateter sentral yang dimasukkan
dari perifer (jalur PICC)atau akses IV perifer
b. Infuser pengontrol volume
c. Filter :0,22 mikron untuk TPN 9tanpa emulsi lemak)
Filter 3,2 mikron untuk TNA atau emulsi lemak
PROSEDUR
d. Kantung nutrisi parenteral
e. Selang dengan konektor luer-lock
f. Plester hipoalergik
g. Sungkup muka (opsional)
h. Sarung tangan
2. Persiapan pasien :
a. Jelaskan prosedurnya pada pasien dan keluarganya secara detail
b. Dapatkan izin melakukan tindakan.

204
PENGENDALIAN
PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL TOTAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
070/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 4
/VIII/2019

1. Pelaksanaan :
Periksa kebutuhan nutrisi parenteral dengan melakukan penilaian nutrisi.
a. Periksa intruksi dokter mengenai metode pemberian nutrisi
parenteral (TPN,PPN, TNA atau lipid) serta kecepatan
pemberiannya
b. Ambil peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan prosedur
c. Keluarkan kantung nutrisi parenteral dari lemari es paling tidak 1
jam sebelum melakukan prosedur (jika diinginkan)
d. Periksa cairan apakah berbusa atau ada perubahan pada strukturnya
atau tidak
e. Cuci tangan,pakai topi,masker,gaun,dan sarung tangan steril
f. Dengan menggunakan teknik aseptic ketat ,hubungankan selang
(dengan filter) ke kantung TNA dan keluarkan udara
PROSEDUR f. Tutup semua klem pada selang yang baru dan masukkan selang
kedalam infuser pengontrol volume
g. Posisikan pasien terlentang dan putar kepala pasien menjauhi lokasi
penusukan (insersi/VAD)
h. Bersihkan lokasi penusukan dengan alcohol dan larutan iodine-
povidon
i. Bantu dokter memasang VAD
j. Setelah pemasangan VAD hubungkan selang kepusat VAD dengan
menggunakan teknik steril dan pastikan sambungan terkunci dengan
konektor luer-lock.
k. Buka semua klem dan aliran dengan infuser pengontrol volume
l. Pantau pemberianya setiap jam dengan memeriksa kebutuhan cairan
dan system pemberian serta tolenransi pasien

205
PENGENDALIAN
PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL TOTAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
070/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 4
/VIII/2019

2. Perhatikan indikasi sebagia berikut :


a. Pasien tidak dapat mentoleransi nutrisi enteral karena :
1) Ileus paralitik
2) Obstruksi usus
3) Pankreatitis akut
4) Sindrom usus pendek
5) Penyakit inflamasi usus
6) Fistula gastro entestinal
7) Diare berat,muntah persisten,malabsorpsi
b. Keadaan hiper metabolic dimana terapi enteral tidak mungkin
diberikan atau tidak adekuat.
1) Luka bakar berat
2) Trauma (operasi) yang menyebabkan tidak ada
PROSEDUR
makanan masuk lewat mulut selam alebih dari 5 hari
3) Gagal ginjal akut
4) Tumor pada saluran pencernaan
c. Pasien beresiko mangalami malnutrisi karena :
1) Banyak kekurangan berat badan
2) Knker metastase
3) Tidak boleh makan peroral lebih dari 5 hari
d. Metode pemberian nutrisi parenteral
1) Pencampuran nutrisi total ,total nutrient admixture/
(TNA) kedalam vena [Link] parenteral
menggabungkan karbohidrat dalam bentuk larutan dextrose
yang konsentrasinya antara 10-20 % termasuk nutrisi
trigleselida,fosfolipid,gliserol,air mineral dan vitamin .

206
PENGENDALIAN
PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL TOTAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
070/SPO/ICU/RSBH 0 4/ 4
/VIII/2019
2) Nutrisi parenteral perifer (peripheral parenteral nutrision/PPN)
Formula perenteral ini menggabungkan karbohidrat dalam bentuk
larutan glukosa dengan konsentrasi yang lebih kecil dengan asam
amino,vitamin,mineral dan lipid
3) Nutrisi parenteral total (Total parenteral nutrision/TPN) Formula
parenteral ini menggabungkan glukosa,asam amino,vitamin ,dan
PROSEDUR
[Link] lewat jalur IV [Link] membtuhkan lipid
digabung intermiten dengan TPN.
4) Emulsi lemak (lipid) Terdiri dari trigliserida 10 -20%
mis:fosfolipid,gliserol dan [Link] diberikan lewat jalur sentral
atau perifer.

UNIT
ICU
TERKAIT

207
PEMBERIAN OKSIEN DENGAN MENGGUNAKAN MASKER

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
071/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR Tanggal Terbit Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Memberikan tambahan O2 kadar sedang dengan konsentrasi yang lebih tinggi


dari nasal kanul
PENGERTIAN Oksien adalah suatu zat yang tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, tidak
terlihat, mempunyai berat jenis lebih rendah dibandingkan komponen udara
lainnya

Mempertahan kadar oksigen yang adekuat di dalam darah arteri pada kondisi
TUJUAN
paru dan jantung yang bermasalah serta peningkatan fungsi metabolic.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan Alat :
a. Oksigen sentral dengan flow meter dan humidifier
b. Aqua steril
c. Masker NRM/RM
2. Penatalaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien (Nama, Tanggal lahir) dan
memastikan sesuai dengan gelang identitas (pedoman
identifikasi keselamatan pasien RS)
b. Perawat mencuci tangan sesuai PPIRS
PROSEDUR
c. Perawat menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang
tujuan tindakan
d. Perawat mengontrol flow meter dan mengisi humidifier
dengan aqua sterile
e. Perawat mengecek alat berfungsi dengan baik
f. Perawat mengisi kantong masker dengan udara dengan
oksigen sampai mengembang penuh dengan cara menekan
filter di tengn masker NRM/RM

208
PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN MENGGUNAKAN MASKER

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
071/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

g. Perawat mengatur posisi pasien semi fowler bila


memungkinkan
h. Perawat mengatur kebutuhan oksigen sesuai kebutuhan (6-12
lpm)
i. Perwat memasang masker pada wajah pasien pastikan penjepit
metal masker terpasang dengan benar
j. Perawat mengikatkan karet pengikat melingkar kepala pasien
sehingga pasien merasa nyaman
k. Perawat menganjurkn pasien bernafas biasa
l. Mencuci tangan sesaui SPO PPIRS
m. Perawat melakukan dokumentasi hasil tindakan
PROSEDUR
3. Hal hal yang diperhatikan:
a. Cek aliran oksigen setiap jam
b. Pastikan kantong masker NRM/RM tetap mengembang dan
tidsk terlipat
c. Kaji kulit sekitar area pemasangan masker apakah ada iritasi
d. Pastikan udara humidifier tetap mengggelembung
e. Pastikan selang tidak bocor
f. Pastikan masker menutup wajah sehingga oksigen tidak keluar
leawat mata atau sekitar pipi dan dagu
g. NRM dipakai bila PO2 turun
n. RM dipakai bila PCO2 turun

1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Rawat Inap

209
PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN MENGGUNAKAN NASAL
KANUL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
072/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Memberikan konsentrasi oksigen antara 24-44% dengan aliran 1-6 l/menit.


Konsentrasi oksigen akan naik 4% pada tiap kenaikan aliran 1 l/menit
PENGERTIAN
Oksien adalah suatu zat yang tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, tidak
terlihat, mempunyai berat jenis lebih rendah dibandingkan komponen udara
lainnya

Mempertahankan kadar oksigen yang adekuat didalam darah arteri pada


TUJUAN
kondisi paru dan jantung yang bermasalah serta peningkatan fungsi metabolic

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan Alat :
a. Oksigen sentral dengan flow meter dan humidifier
b. Oximetri
c. Aqua sterile
d. Nasal kanul
2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas.
b. Perawat memberitahu tujuan tindakan kepada pasien
PROSEDUR
c. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PIRS
d. Perawat menyambungkan nasal kanul ke oksigen
e. Perawat mengatur oksigen sesuai kebutuhan (2-6lpm)
f. Rasakan oksigen yang mengalir dengan punggung tangan
g. Perawat memasang kanul pada hidung dan kencangkan tali fiksasi
dibelakang telinga atau dagu pasien
h. Perawat menanyakan kepada pasien apakah pasien sudah
merasakan adanya aliran oksigen melalui hidung

210
PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN MENGGUNAKAN NASAL
KANUL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
072/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
i. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PIRS
j. Perawat mendokumentasikan hasil tindakan
3. Hal hal yang diperhatikan:
PROSEDUR a. Cek aliran oksigen setiap jam
b. Pastikan udara humidifier tetap menggelembung
c. Pastikan selang tidak bocor
d. Pastikan selang oksigen tidak terlepas

1. ICU
UNIT 2. IGD

TERKAIT 3. Unit Rawat Inap


4. NICU

211
PENGENPEMELIHARAAN ALAT VENTILATOR

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
073/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Pemeliharaan alat ventilator adalah suatu cara untuk memelihara alat ventilator
PENGERTIAN beserta perangkatnya sehingga pada saat dipergunakan kondisi alat tersebut
beserta perangkatnya dapat dipergunakan dengan baik .

Agar alat ventilator beserta perngkatnya terpelihara dengan baik sehingga


TUJUAN
selalu siap dipakai sewaktu waktu.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Pemeliharaan harian oleh perawat:


a. Alat ventilator dan perangkatnya dibersihkan setiap hari
b. Setelah alat ventilator selesai dipergunakan, semua circuit dilepas
untuk dibersihkan /disterilkan.
c. Power diputar OFF Kabel penghubung alat ventilator kelistrik
dicabut
d. Selang circuit penghubung ventilator Ke pasien direndam dengan
cairan desinfektan selama 1 jam kemudian dicuci dibilas dengan
air bersih mengalir .. kemudian dicuci , kemudian dibersihkan
dengan air bersih kemudian direndam dengan Gigaseft 4 % selama
PROSEDUR 15 menit kemudian di blas dengan air steril setelah itu
dikeringkan dengan dry tube .
e. Setelah dikeringkan lalu disimpan didalam kontainer dibungkus
dengan kain di simpan tertutup atau di pasangkan ke ventilator
untuk siap pakai.
f. Humidifier, water hyter direndam dengan Gigazyme 0,5 % selama
5- 15 menit untuk menghilangkan noda yang lengket kemudian
dicuci dibawah air mengalir dan direndam dengan Gigasept instru
af 2 % selama 30 menit kemudian di bilas. dengan air steril dan di
keringkan

212
PENGENDALIANPEMELIHARAAN ALAT VENTILATOR

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
073/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

2. Pemeliharaan rutin setiap 3 bln oleh tenaga tehnisi.


Persiapan alat
a. Lap kering
PROSEDUR
b. Gigazym
c. Gigasept
d. Kain penutup

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Unit pemeliharaan Bio medic

213
PENGENDALIAN
PEMELIHARAAN PULSE OXYMETRI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
074/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019

Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR Tanggal Terbit Halimah
OPERASIONAL
01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Pemeliharaan pulse oxymetry adalah suatu cara untuk memelihara alat pulse
PENGERTIAN
oxymetry setelah dipakai sehingga tetap bersih dan baik.

Agar alat pulse oxymetry lebih terpelihara sehingga dapat dipergunakan


TUJUAN
dengan segera pada saat dibutuhkan.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Pemeliharaan harian oleh perawat :


a. Alat dan semua kabel dibersihkan setiap hari
b. Setelah selesai pemakaian, maka kabel penghubung ke listrik
dicabut.
c. Semua kabel dan alat penyambung ke monitor dibersihkan dan
digulung rapi.
PROSEDUR d. Tutup dengan kain penutup.
2. Pemeliharaan rutin
Setiap 3 bulan alat tersebut diservis oleh tehnisi.
Persiapan alat :
a. Lap kering
b. Kain penutup
c. Peralatan Tehnis

1. ICU
UNIT 2. OK

TERKAIT 3. IGD
4. NICU

214
PEMBERIAN THERAPY NEBULEZER

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
075/SPO/ICU/RSBH
0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Merupakan salah satu tindakan pemeliharaan pada system pernafasan dalam


PENGERTIAN upaya hygiene bronchial dengan pembersih secret, pelembaban udara,
inspirasi dan pemberian therapy

1. Memberikan obat secara langsung pada saluran pernafasan untuk


pengobatan bronchospasme akut, produksi secret yang berlebihan
2. Pemberian obat paru-paru melalui nebulizer sangat cepat efeknya lebih
cepat dari pada injeksi atau oral
TUJUAN
3. Merelaksasikan jalan nafas
4. Memobilisasi mengencerkan secret
5. Menurunkan edema mukosa

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:


Persiapan Alat :
a. Nebulizer dan perlengkapannnya 1 set
b. Obat dan pengencernya
c. Tussue
d. Sarung tangan
e. Mesin suction dan canule
f. Air dalam gelas untuk kumur-kumur
1. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokkan nama, tanggal
PROSEDUR lahir pada gelang identitas
b. Perawat mempersiapkan pasien, jelaskan kepada pasien prosedur
pelaksanaan
c. Perawat dan dokter mencuci tangan sesuai SPO PIRS dan memakai
sarung tangan
d. Perawat member posisi yang nyaman (semi fowler)
e. Perawat memasukan obat ke dalam nebulizer (salterlab)
Perawat menghubungkan nebulizer ke listrik atau salterlab ke oksigen atau
ventilator

215
PEMBERIAN THERAPY NEBULEZER

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 3
075/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
f. Perawat menghidupkan nebulizer, naikan oksigen atau tekan tombol
nebulizer di ventilator
g. Perawat menghidupkan nebulizer, naikkan oksigen atau tekan tombol
nebulizer di ventilator dan pastikan cek out flow apakah timbul uap
h. Perawat memasang alat menutupi hidung dan mulut pasien, bila pakai
ventilator pasang di tubing inspirasi
i. Perawat menginstruksikan pasien untuk melakukan nafas dalam, tahan
sbentar lalu ekspirasi
j. Perawat mengechek keadaan umum pasien, tanda-tanda vital dan
lakukan auskultasi paru secara berkala
k. Perawat menganjurkan pasien batuk efektif mengeluarkan
dahak/secret
l. Perawat melepas masker nebulizer dan mengechek
m. oksigen bila obat sudah habis
PROSEDUR
n. Perawat membersihkan alat
o. Perawat memberikan air untuk kumur-kumur
p. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS

2. Hal-hal yang perlu diperhatikan :


a. Observasi pasien terhadap efek obat
b. Posisi alat tepat pada tempatnya selama pemakaian
c. Evaluasi pasien selama dan sesudah tindakan meliputi : tanda-tanda
vital, sputum/secret yang dikeluarkan, auskultasi suara nafas
d. Dokumentasikan hasil pengkajian sebelum, selama, sesudah
pemberian obat.
e. Evaluasi pasien selama dan sesudah tindakan meliputi : tanda-tanda
vital, sputum/secret yang dikeluarkan, auskultasi suara nafas
Dokumentasikan hasil pengkajian sebelum, selama, sesudah pemberian obat.

UNIT
ICU
TERKAIT

216
PENGENDALNTATA LAKSANA HARIAN DI ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
075/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Tata laksana harian di ICU adalah pedoman kegiatan harian penanganan
PENGERTIAN
pasien di ICU.
1. Meningkatkan kualitas pelayanan pasien di ICU
TUJUAN
2. Menurunkan angka mortalitas dan morbiditas

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

Pelaksanaan kegiatan harian di ICU dilakukan setiap hari oleh tim dokter dan
perawat
1. Pemeriksaan harian : Vital sign dan kardio vaskuler dan pola pernapasan
,iv line ,Nutrisi, obat obatan ,kesadaran ,cairan ,,darah
2. Ditulis pada status cppt pasien setiap jam 06.00 Wib Pagi oleh dr. Jaga
[Link] dokter DPJP pemeriksaan tambahan yang dilakukan atau
tindakan yang akan dilakukan
3. Petugas laboratorium mengambil sampel darah pada pukul 05.00 wib –
06.00 wib ( cek ulang label formulir darah.)dan hasilnya diharapkan
datang pada pukul 08.00 wib untuk pengambilan keputusan tentang hasil
yang telah diperisakan .
4. pemeriksaan X ray Thorax dilakukan sesuai indikasi.
PROSEDUR
5. Serah terima pasien dilakukan:
a. Pada pukul 07.00 Wib dari perawat ataupun dokter jaga malam ICU
kepada dr. ICU pagi,
b. Pada pukul 14.00 dari dokter ICU pagi kepada dr jaga malam ICU,
pada pukul 21.00 dari dokter ICU perawat laporan di depan Ruangan
ICU dengan pembagian pasien sistem MPKP dengan perbandingan
jumlah pasien dengan perawat ke dalam Ruangan dengan menyapa
untuk salam cuaca Memperkenelkan diri.
6. Visit dokter pagi dimulai pada pukul 08.00 pagi tujuanya menetapkan
rencana yang akan dilakukan berikutnya diikuti oleh perawat pj Pasien

217
PEMINDAHAN PASIEN DARI ICU KE RAWAT INAP

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
076/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Suatu prosedur pemindahan pasien dari ICU pada pasien yang kondisinya
PENGERTIAN
sudah terbebas dari kegawatan

1. Supaya proses pengobatan dan perawatan pasien yang sudah tidak


memerlukan lagi fasilitas ICU dapat dilanjutkan di ruang rawat inap
biasa
TUJUAN 2. Perlu diupayakan kelangsungan proses pengobatan dan perawatan
dirawat inap berkesinambungan dengan pengobatan dan perawatan di
ICU, agar dapat dicegah berulangnya kegawatan atau deteksi dini
keadaan tersebut

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan :
a. Memberitahu rawat inap, bahwa akan ada pasien pindah dari ICU
dan meminta persetujuan pihak rawat inap tersebut
b. Meminta konfirmasi rawat inap tentang waktu kesiapan untuk
menjemput pasien dari ICU
2. Penatalaksanaan :
a. Menyiapkan pasien dan kelengkapannya
b. Pasien dijemput ke rawat inap dengan memperhatikan syarat – syarat
transportasi pasien
PROSEDUR
c. Melakukan serah terima pasien dengan perawat rawat inap, yang
diserah terimakan adalah :
1) Kelengkapan catatan medik dan keperawatan pasien
2) Masalah yang perlu diperhatikan dalam perawatan dan
pengobatan selanjutnya sehingga dapat dilakukan diteksi dini
apabila timbul kegawatan kembali
3) Semua hasil pemeriksaan ( yang telah dikerjakan ) baik yang
sudah dikerjakan maupun yang belum

218
PEMINDAHAN PASIEN DARI ICU KE RAWAT INA

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
076/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

d. Terapy dan perawatan lanjutan sesuai dengan program terapy doter


e. Memberikan pesan agar menghubungi ICU kembali apabila terdapat
PROSEDUR hal – hal yang belum jelas atau terjadi kegawatan ulang
f. Selanjutnya perawatan terhadap pasien menjadi tanggung jawab
perawat rawat inap

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Unit Rawat Inap

219
MENERIMA PASIEN BARU KRISIS
DI RUANGAN ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
077/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR Tanggal Terbit Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Menerima pasien gawat / krisis dari IGD, ruang perawatan atau luar rumah
PENGERTIAN
sakit untuk mendapatkan pengawasaan ketat

Pasien segera memperoleh pelayanan sesuai dengan kebutuhannya secara


TUJUAN
holistic (Bio – Psiko - Sosio– spiritual)

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat :
a. Tempat tidur terbuka lengkap dengan alatnya
b. 1 buah selang oksigen dengan humidifier berisi aquadest yang
sudah disambung keregulator oksigen
c. 3 atau 5 buah elektroda ECG
d. Seperangkat suction :
1) 10 buah cateter suction ( baru )
2) 1 cangkir berisi air untuk membilas cateter suction
3) 1 ember berisi desinfektan berserta tutupnya
e. Air viva, 1 buah gudel dan 1 buah selang oksigen one way
PROSEDUR f. ABN ( Alat bantu nafas / Ventilator ) yang siap pakai
g. Flowsheet ICU
2. Penatalaksanaan :
a. Ruangan yang akan mengirim pasien ( ruang perawatan, UGD )
memberitahu terlebih dahulu ke ICU bahwa akan ada pasien masuk
dan dokter ICU, sendiri yang memberi persetujuan
b. Menerima pasien / keluarga dengan ramah dan penuh perhatian
sambil memperkenalkan diri
c. Memindahkan pasien ke tempat tidur ICU dengan menggunakan
patslide

220
MENERIMA PASIEN BARU KRISIS
DI RUANGAN ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
077/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
d. Memperhatikan ABC : Air way, Breathing, Circulation
1) Memasang gudel
2) Melakukan suction bila perlu ( lihat SOP suction )
3) Ekstensi kepala
4) Memberikan oksigen menggunakan selang oksigen nasal (
bila pasien apnoe : memberikan oksigen menggunakan air viva
( lihat SOP Air viva dan RJP )
e. Menempelkan elektroda pada dada pasien untuk memasang
monitoring jantung ( ECG )
f. Menganti pakaian pasien dengan pakaian ICU
g. Melakukan pemeriksaan fisik
1) Memeriksa keadaan umum pasien
2) Mengukur suhu tubuh
3) Menghitung frekuensi pernafasan, pola pernafasaan
4) Mengukur tekanan darah
PROSEDUR
5) Mengukur frekuensi nadi
6) Tingkat kesadaran berdasarkan nilai GCS, reflek pupil dan
diameter pupil
7) Gerakan anggota badan
h. Melakukan serah terima pasien meliputi identitas pasien,
diagnose status, hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan dan hasil
assessment pasien therapy dan program selajutnya foto radiologi,
asuhan keperawatan dan obat – obatan didokumentasikan.
i. Menulis dan melengkapi Flowsheet ICU
j. Mempertimbangan pemasangan NGT, Foley cateter, ETT dan
ABN ( alat bantu nafas / Ventilator )
k. Merapikan pasien ( memasang selimut )
l. Memberitahu kepada dokter DPJP dan Penanggungjawab ICU
tentang pasien baru dan mendokumentasikan di CPPT

221
MENERIMA PASIEN BARU KRISIS
DI RUANGAN ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
077/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
m. Memberitahu keluarga tentang keadaan pasien dan tata tertib ICU
n. Mengkonfirmasi data pasien ke penerimaan pasien baru masuk yang
ada di Sistem.
o. Melakukan program terapi : Mengatur tetesan infus,
p. mengambil dan mengirim sampel darah untuk pemeriksaan
laboratorium
q. Mengadakan komunikasi dengan keluarga pasien minimal sekali
PROSEDUR dalam sehari ( terutama pada waktu kunjungan keluarga )
3. Hal – hal yang perlu diperhatikan :
a. Surat persetujuan masuk ICU tersedia.
b. Meminta informed concent sebelum melakukan intubasi dan
pemasangan ABN ( alat bantu nafas / ventilator )
c. Pasien yang dipindahkan dari ruangan perawatan harus
memperhatikan frekuensi pernafasan dan dosis oksigen.
d. Mengetahui tanda-tanda gagal nafas dan indikasi penggunaan ABN

1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Unit Rawat Inap

222
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 7
078/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Flow sheet merupakan bagian dari clinical record ( rekam medis ), merupakan
kumpulan data komprehensif yang menggambarkan kondisi pasien, kebutuhan
PENGERTIAN
perawatan, pelayanan kesehatan yang di berikan dan respon terhadap
perawatan
1. Sarana komunikasi bagi semua staf di ICU
2. Legal proteksi bagi rumah sakit
3. Media pembelajaran bagi staf dan peserta didik di ICU
TUJUAN 4. Dasar pemberian therapy dan planing berikutnyabagi pasien
5. Sebagai salah satu data kendali mutu dan penelitian
6. Sebagai dasar perhitungan biaya

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Masuk
a. Masuk : diisi tanggal pasien masuk ke ICU
b. Dari : diisi bangsal/ instalasi asal pasien sebelum masuk ke
ICU
c. Mengantar : nama perawat yang mengantar pasien ke ICU
d. Menerima : nama perawat yang menerima pasien di ICU
2. Indentitas
a. REG : diisi rekam medic pasien ( No RM )
PROSEDUR
b. Tanggal : diisi tanggal saat intruksi harian dibuat
c. Nama : diisi nama pasien
d. Umur : diisi umur pasien dalam tahun / bulan atau hari
e. Diangnosa : diisi diangnosa medis masuk dan selama di ICU
f. Hari perawatan : diisi hari keberapa pasien dirawat di ICU,
dihitung mulai pasien masuk ICU
g. Dr. Pribadi : Diisi nama dokter yang merawat di ICU
h. Dr. Konsul : Diisi nama dokter yang dikonsulkan

223
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 7
/VIII/2019
3. Intake :
a. Enteral : diisi jenis makanan, jumlah dan cara pemberian / 24 jam
b. Volume di isi volume enteral ( cc ) dalam 24 jam
c. Parenteral diisi jenis, jumlah dan cara pemberian nutrisi
peraeanteral dalam 24 jam
d. Volume diisi, volume parenteral ( cc ) dalam 24 jam
4. Pola ventilasi, diisi jenis ventilasi pasien yaitu:
a. Spontan tanpa / dengan oksigen binasal / NRM / RM beserta
alirannya
b. Bantu ( ventilasi mekanik ) : jika menggunakan ventolasi
mekanik ( ventilator ) harus dituliskan mode yang digunakan dan
FiO₂
5. Obat :
a. Enteral : diisi nama, dosis, cara dan jadwal pemberian obat dalam
24 jam
b. Parenteral : diisi nama, dosis, cara dan jadwal pemberian obat
PROSEDUR
dalam 24 jam
6. Laboratorium dan hasil rontgen : diisi jenis pemeriksaan hasil
laboratorium dan rontgent thorax yang diprogramkan pada hari tersebut,
ditulis hasil expertise sesuai tanggal dan hasil pemeriksaan
7. Program : diisi intruksi dokter yang terpogram, misalnya cek darah,
fisioteraphy, balance cairan negative atau positif
8. Program ganti alat : diisi tanggal, nama program ganti alat, misalnya
ganti cateter pada tenggal 16-4-2016
9. Jam : ditulis setiap tindakan dan pemberian therapy serta masalah yang
terjadi
10. SSP ( Susunan Saraf Pusat )
a. Kes : diisi kesadaran pasien secara kualitatif ( compos mentis / cm,
apatis, somnolent, soporous coma, coma )
b. Pupil ka / ki : diisi diameter pupil dalam bentuk gambar lingkaran
atau besar pupil dalam mm

224
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 7
/VIII/2019

c. Ref : diisi refleksi pupil terhadap cahaya ( - / + / ± - / lambat / cepat


)
11. GCS :

1. Membuka mata spontan


2. Membuka mata terhadap
Respon membuka mata perintah
(E) 3. Membuka mata terhadap
rangsangan nyeri
4. tidak membuka mata terhadap
ransangan
Respon Motorik 1. Bereaksi terhadap perintah
2. Mengidentifikasi nyeri
terlokalisasi
3. Fleksi dan menarik dari
PROSEDUR
rangsangan nyeri
4. Membentuk posisi Dekortikasi
5. Membentuk posisi deserebrasi
6. Tidak berespon
Respon Verbal 1. Orientasi baik dan mampu
bicara
2. Disorientasi dan bingung
3. Mengulang kata yang tidak
tepat secara acak
4. Mengerang atau merintih (kata-
kata tidak jelas)
5. Tidak berespon
6. ETT Terintubasi

225
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 4/ 7
/VIII/2019

Ket:Ketiga macam penilaian tersebut kemudian dijumlahkan


E:M:V= 4:6:5=15= compos mentis , 13-10: Apatis, kurang dari
10 somnolent , coma : 3
12. KV (Kardiovaskuler)
a. T (tensi) jelas
b. N (nadi), diisi dari pengukuran manual atau nilai HR di monitor
c. RR ( Respirasi Rate), diisi respirasi pasien dari perhitungan,monitor, atau
nilai respirasi pasien yang keluar dari ventilator, serta jenis pernafasan
spontan, adekuat/tidk ataupun control
d. TVS (tekanan vena sentral) diisi nilai cvp dalam cmH2O
e. Ekg , diisi nama irama EKG yang terlihat pada monitoring, jika terjadi
perubahan dalam satu jamnya tuliskan semuanya
13. CM (Cairan Masuk)
a. ENT (enteral), jumlah cairan atau makanan yang masuk pada jam
PROSEDUR
tersebut dalam ml dan jumlah setiap 3 jam PAR (parenteral), diisi jumlah
cairan parenteral yang telah habis dimasukkan pada
b. jam tersebut, untuk jenis cairan dan mulai pemberian, obat dilihat pada
kolom jenis cairan, dijumlah tiap 3 jam
c. PAR (tranfusi), tulis jenis darah , jumlah tranfusi darah/ komponen darah
dalam ml yang telah habis/masuk pada jam tersebut, untuk jenis darah
dan mulai pemberian dapat dilihat pada kolom. Jenis cairan dijumlah tiap
3 jam
14. CK (cairan Keluar)
a. Urine, diisi jumlah urine dalam ml yang telah dibuang pada jam tersebut,
diukur tiap 3 jam atau sesuai planing
b. NGT, diisi jumlah ml dan warna cairan yang keluar melalui NGT yang
telah dibuang pada jam tersebut, hitung tiap 2 jam

226
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 5/ 7
/VIII/2019

c. Lain-lain, diisi cairan yang keluar dari tubuh selain urine dan NGT
yang dapat keluar melalui drain atau perdarahan dapat berupa darah
atau yang lainnya termasuk feses
15. Resprasi:
a. Pola , diisi pola ventilasi pasien yang berupa bagging, spontan, spontan
nasal, NRM, RM atau mode ventilasi dari ventilator yang digunakan
b. Tv (tidal volume), diisi tidal volume pasien baik yang spontan ataupun
yang menggunakan alat bantu
c. RR (respirasi rate), diisi jumlah nafas permenit baik spontan maupun
alat bantu
d. Fio2 , diisi jumlah oksigen yang diberikan melalui floe-meter oksigen
atau oksigen yang diberikan melalui ventilator (%)
e. PEEP (positive end expiratory pressure), diisi jumlah peep yang
PROSEDUR diberikan melalui ventilator atau alat bantu lain
f. S (suhu), diisi suhu badan pasien pada jam tersebut, jika suhu pasien
normal atau stabil pengisian tiap 4 jam , jika suhu pasien abnormal
diukur tiap jam atau setelah tindakan normalisasi suhu
16. Motorik
a. SUP (superior), diisi hasil test reflex tangan kanan dan kiri pasien
missalnya (+)/(-)
b. INF (inferior), diisi hasil test reflex kaki kanan dan kiri pasien
missalnya (+)/(-)
17. Masalah, diisi masalah medis atau keperawatan pasien pada jam tersebut
18. Insruksi cito, diisi instruksi dokter atau perawat yang ditunjukkan untuk
mengatasi masalah pada jam tersebut
19. PPO (pelaksanaan pemberian obat), diisi nama obat , dosis obat, dan cara
pemberiannya, jika mungkin tulis dengan tinta merah

227
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 6/ 7
/VIII/2019

20. Hasil laboratorium, ditulis hasil laboratorium pasien pada jam /hari
tersebut baik yang dinyatakan melalui telepon atau dari format
laboratorium, untuk format laboratorium yang asli sertakan dalam
rekam medis
21. Tindakan , diisi tindakan perawatan/ medis yang telah dilakukan pada
jam tersebut
22. Jenis cairan, ditulis nama dan jumlah cairan / nutrisi parenteral / darah/
komponen darah/ obat yang terpasang, jika yang terpasang darah /
komponen darah/ tuliskan nomor seri dari golongan darah tersebut, jika
cairan yang diberikan berupa obat titrasi atau darah /komponen darah
ditulis dengan tinta merah
23. Jam pemberian obat titrasi tuliskan dosis atau jumlah ml tiap jamnya
PROSEDUR jika terjadi perubahan dosis
24. Keseimbangan cairan (diisi oleh perawat dinas malam)
25. Masuk , diisi jumlah total cairan yang masuk dihitung dari jumlah
komulatif cairan enteral, parenteral, dan tranfusi dalam 24 jam
26. Keluar, diisi jumlah total cairan keluar yang dihitung dari jumlah
komulatif urine, NGT, dan lain-lain dihitung dalam 24 jam
27. IWL (insensible water loss), diisi dalam 24 jam atau dalam jam dimana
hari itu pasien dirawat
a. Dewasa untuk IWL 10-15cc/kgBB/24 jam
b. Anak/bayi untuk IWL 25-30cc/kgBB/24 jam
28. Catatan dokter di ICU diisi masalah dan penyelesaian masalah medis
yang perlu diperhatiakn oleh seluruh pemberian pelayanan pasien

228
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 7/ 7
/VIII/2019

29. Catatan dokter jaga diisi masalah dan penyelesaian masalah medis yang
diusulkan oleh dokter jaga kepada dokter ICU saat dokter jaga tersebut
berdinas
30. Catatan perkembangan , diisi catatan perkembangan pasien selama Shift
PROSEDUR pagi, diisi oleh dokter atau perawat yang merawat pasien pada shift
tersebut komponen catatan perkembangan yang harus diisi pada kolom
ini adalah SOAP, dokter atau perawat yang menulis catatan
perkembangan harus mencantumkan nama dan paraf

UNIT
ICU
TERKAIT

229
PROSEDUR AIR VIVA (AMBUBAG)

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
079/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Suatu alat ambu bag untuk memompakan oksigen ke pasien melalui


PENGERTIAN
ETT/facemask

1. Membantu memberikan oksigen dengan adekuat


TUJUAN 2. Memberikan oksigen konsentrasi tinggi

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persipan alat:
a. Ambubag / airviva
b. 1 Selang O2 one way
c. 1 Gudel/oropharygeal sesuai ukuran
d. Facemask bila pasien tidak menggunakan ETT/TT
e. Oksigen sentral/tabung
2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengn mencocokkan nama
tanggal lahir pada gelang identitas
b. Perawat memberitahu kepada keluarga/pasien tentang tindakan
yang akan dilakukan
PROSEDUR
c. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
d. Perawat memakai sarung tangan
e. Perawat mendekatkan alat kedekat pasien
f. Perawat menghubungkan selang O2 one way ke tabung O2
g. Perawat memasang gudel, bila belum memakai ETT
h. Perawat memberi oksigen antara 10-15 liter
i. Perawat memompakan O2 sesuai irama nafas 15-20x/menit (saat
inspirasi)
j. Perawat menyambungkan tube yang terpasang ke ventilator bila
pasien tidak mampu bernafas

230
PROSEDUR AIR VIVA (AMBUBAG)

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
079/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

k. Perawat merapikan pasien dan alat-alat


l. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
m. Perawat mendokumentasikan hasil tindakan
3. Hal hal yang perlu diperhatikan:
PROSEDUR a. Ambubag di lap dan dimasukkan kekotak (ketempatnya)
b. Selang O2 one way selalu ada dikotak
c. Konektor airviva selalu diganti dengan yang baru dan selalu dalam
kotak

1. ICU
UNIT 2. IGD

TERKAIT 3. Unit Rawat Inap


4. NICU

231
WEANING VENTILATOR

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
080/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Weaning Ventilasi Mekanik adalah pengurangan bantuan hingga penghentian


PENGERTIAN pemberian therapy oksigen ventilasi mekanik karena kebutuhan ventilasi
pasien terpenuhi.

Mempersingkat kebutuhan ventilasi mekanik sehingga resiko untuk terjadi


TUJUAN infeksi nasokomial dapat di minimalisir dan lama perawatan pasien di ruang
intensive dapat dipersingkat

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Perawat mampu menilai pasien sesuai dengan criteria weaning :


a. Gagal nafas dapat di atas dengan optimal
b. Fungsi paru baik.
1) MV-10 e/mt
2) TV adekuat 6-8 cc/kg BB
3) Usaha nafas pasien ˃ atau 2x MV saat istirahat
4) Pa02 ˃60 mmhg pada F1O2˂40% dan peep ˂ 5
5) PaCo2˂45 mmhg
6) Ph 7,35-7,45
7) Rontgen thorax baik
PROSEDUR
c. Cardiavasculer stabil
1) Preload baik : CVP 8-14 CMH20
2) After load baik SVR 800-1200
3) TD Sistol 100-140 mmhg
4) HR 80-100 x/mt
5) Tanpa atau minimal dosis inotropik
6) Tidak ada aritma
d. Perfusi organ baik
1) Fungsi ginjal baik : ur cr baik
2) Produksi urine 0,5-1 cc/kg bb, tanpa diuretic

232
WEANING VENTILATOR

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
080/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019

e. Asam basa dan elektrolit baik


f. Temperature normal
g. Status nutrisi baik
h. Nafas dan batuk adekuat
i. Tidak ada anemia dan infeksi
2. Perawat mengidentifikasi pasien dengan cara mencocokan
nama, tanggal lahir pada gelang pasien
3. Perawat menghentikan pemakaian sedative/sensitive beberapa
jam sebelum penyapihan jka ada
4. Perawat member informasi kepada pasien tentang tindakan
weaning yang akan dilakukan
5. Perawat mengukur TTV dan saturasi oksigen sebelum
dilakukan weaning
6. Perawat melakukan weaning yang akan dilakukan pada
pasien dengan cara sebagai berikut :
a. Merobah pola ventilator dari CMV ke SIMV, dari SMIV ke
PROSEDUR CPAP/Spontan dari CPAP/spontan ke [Link]
b. Menentukan kadar oksigen
c. Menetukan RR
d. Menetukan pressure
e. Menentukan TV
f. Volume contole diubah SIMV-sesuai order
g. SIMV diubah CPAP sesuai order
h. CPAP diubah [Link] sesuai order
i. O2 100% diturunkan ke 80%, 60%, 40% sesuai hasil AGD dan
sesuai order
7. Perawat mengobservasi TTV, saturasi setelah dilakukan
weaning (observasi ketat)
8. Perawat mencuci tngan sesuai SPO PPIRS
9. Perawat mendokumnetasikan tindakan yng sudah dilakukan
10. Perawat memperhatikan : pasien AGD sesuai kolaborasi
setiap berubah pola

233
WEANING VENTILATOR

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
080/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019

11. Hal hal yang harus diperhatikan:


a. Jangan meninggalkan pasien saat dilakukan weaning
PROSEDUR b. Observsi TTV dan Spo serta keadaan umum pasien
c. Jika terjadi perubahan TTV dan SPO2 dan Keadan umum pasien
memburuk kembali ke pola semula

UNIT
ICU
TERKAIT

234
MEMBANTU PEMASANGAN ENDOTRACHEAL TUBE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
081/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Membantu melakukan pemasangan endotracheal tube yang dimasukkan
lewat hidung atau mulut ke trachea, menggunakan laryngoscope sebagai
PENGERTIAN
alat bantu dengan tehnik aseptic untuk memudahkan ventilasi buatan dan
resusitasi.
1. Menangani gagal napas akut, hipoksemia menetap, dan kenaikan
PCO2 yang menetap.
2. Memepertahakan patensi jalan napas
3. Memastikan oxygen yang adekuat
4. Memberikan bantuan ventilasi bila diindikasikan
5. Mempermudah melakukan penghisapan slym
Indikasi
TUJUAN 1. Coma
2. Apnoe/ gawat nafas
3. Terancam aspirasi (muntah muntah atau perdarahan).
4. Ancaman sumbatan jalan nafas karena cedera inhalasi,cedera
masillofasial berat atau kejang yang berulang dan lama.
5. Hyperventilasi pada trauma Capitis.
6. Gagal mempertahankan oksigenasi dengan pemberian oksigen
menggunakan face mask

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat:
a. Endotracheal tube dalam berbagai ukuran :
1) Anak - anak : 5,0-6,0 mm
2) Dewasa pria : 8,0-8,5 mm
3) Wanita : 7,0-8,0 mm
PROSEDUR b. Stylet
c. Laryngoscope dengan ukuran blade yang sesuai.
d. Anastesi jelly, anastesi spray ( Xylocain 2 % spray )
e. Spuit 10 cc tanpa jarum atau pressure cuff
f. Oropharyngeal tube ( Mayo )

235
MEMBANTU PEMASANGAN ENDOTRACHEAL
TUBE

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
081/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019

g. Ambu bag dan kantong ambu, dan sungkup


h. Peralatan penghisap serta selang
i. Plester dan gunting
j. Gulungan handuk
k. Kateter penghisap sesuai ukuran nomor 6,8,10,12,14.
l. Sumber dan selang oksigen
m. Magill forseps
n. Sarung tangan dan masker
2. Persiapan pasien :
a. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan baik pada pasien/keluarga
b. Minta persetujuan tindakan medik secara tertulis.
c. Jika memakai gigi palsu agar dilepaskan
d. Persiapan pasien dalam posisi leher fleksi dan kepala ekstensi dan
meletakkan gulungan handuk dibawah leher
PROSEDUR
e. Pasien mendapat terapy intravena yang stab
3. Pelaksanaan :
a. Persiapan laryngoscope, sesuai kebutuhan pasien dengan lampu
yang terpasang baik, sehingga tidak lepas saat intubasi
b. Persiapan ETT yang dibutuhkan dengan pengecekan balon pada
tube
c. Siapkan wire stylet yang dipasang kedalam ETT sehingga ujungnya
tidak menonjol ( 2 – 3 cm ) dari ujung tube.
d. Pasang sungkup menutupi mulut dan hidung pasien dan kantong
ambu bag, mulai memompa oksigen
e. Berikan Laryngoscope kepada dokter
f. Lakukan penghisapan rongga mulut dan siapkan selang ETT yang
sudah dilumasi gel beserta stylet insitu.

236
MEMBANTU PEMASANGAN ENDOTRACHEAL
TUBE

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
081/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019

g. Dengan memegang suction dan ETT dan menekan cartilago cricoid


dengan ibu jari dan jari telunjuk kearah esofagus
h. Bantu mencabut stylet ketika selang ETT sudah masuk kedalam
trachea, selang dimasukkan sampai batas penanda 22cm pada gigi
seri.
i. Pastikan posisi selang dengan melakukan auskultasi,
mendengarkan/memastikan posisi selang.
j. Merasakan aliran udara melewati selang dan amati pergerakan dada
bilateral.
k. Sambungkan kantong ambu dengan oksigen pada selang ETT dan
lanjutkan memompa
l. Kembangkan balon selang ETT dengan 10ml udara atau 25-30cm
PROSEDUR H2O dengan pressure cuff.
m. Masukkan gudel dan lakukan penghisapan endotracheal bila perlu
fiksasi selang ETT pada posisinya dengan plester.
n. Selang harus difiksasi pada garis tengah untuk mencegah terjadinya
ulkus akibat penekanan pada sudut mulut.
o. Sambungkan ventilator bila perlu .
p. Posisikan pasien pada posisi miring.
q. Ambil foto rontgen untuk memastikan posisi selang ETT
r. Lakukan penghisapan ETT bila ada sekret
s. Amati pergerakan dada, lengkungan selang ETT, perubahan posisi
ETT, dan penggembungan balon yang berlebihan.
t. Catat jenis dan ukuran selang yang digunakan, pergerakan dada,
tanda vital, dan toleransi pasien terhadap prosedur

1. ICU
2. OK
UNIT
3. IGD
TERKAIT
4. NICU

237
MEMBANTU PEMASANGAN ENDOTRACHEAL
TUBE

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
082/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 5
/VIII/2019

Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR Tanggal Terbit Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Meliputi mengganti selang dalam atau inner kanule tracheostomi dan
PENGERTIAN
mengganti verban disekitar pemasangan

1. Mempertahankan patensi jalan napas


2. Mencegah infeksi pada lokasi tracheostomi
TUJUAN 3. Untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah ekskoriasi
kulit disekitar lokasi tracheostomi
4. Memberi rasa nyaman
5. Memeriksa kondisi ostomi

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

238
1. Persiapan alat:
a. Set perawatan trakeostomi yang berisi:
b. Pot kecil (3)
c. Duk steril
d. Sikat nilon atau sikat selang steril
e. Potongan persegi kasa steril
f. Pita pengikat trakeostomi
2. Sebuah nampan bersih berisi
a. Kateter pengisap steril
PROSEDUR
b. Hidrogen peroksida
c. NaCl 0,9 %
d. Sarung tangan steril 2 pasang
e. Gunting bersih
f. Masker wajah dan pelindung mata (optional)
g. Nampan K
h. Alas tidak tembus air / perlak
3. Alat perlengkapan pengisap.

239
4. Persiapan pasien :
a. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
b. Posisikan pasien senyaman mungkin
5. Pelaksanaan :
a. Periksa kondisi stoma: (kemerahan, bengkak, ciri sekret,
adanya nanah atau perdarahan)
b. Periksa leher untuk mengetahui ada tidaknya emfisema
subkutan yang ditandai oleh adanya krepitasi disekitar
lokasi trakeostomi.
c. Jelaskan prosedurnya pada pasien dan ajarkan cara
berkomunikasi seperti mengedipkan mata atau
mengangkat jari untuk memberitahukan bila pasien
merasa nyeri atau sesak.
d. Bantu pasien berada dalam posisi semi-fowler dan
letakkan alas tahan air pada dada.
e. Cuci tangan secara menyeluruh
PROSEDUR f. Kumpulkan peralatan
1) Buka set trakeostomi steril, tuangkan hidrogen peroksida
dan NaCl 0,9% steril dalam pot kecil yang terpisah
2) Buka perlengkapan steril lainnya sesuai kebutuhan
termasuk aplikator sterilm peralatan pengisap, dan set
perawatan trakeostomi (set balutan).
3) Pakai masker wajah dan pelindung mata.
g. Pakai sarung tangan. Letakkan handuk steril pada dada
pasien.
h. Mengisap keseluruhan panjang selang trakeostomi dan
faring secara menyeluruh.
i. Cuci kateter pengisap dan buang.
j. Buka kanul dalam (bila ada) dan lepas dengan cara
menariknya keluar secara perlahan ke arah anda segaris
dengan garis kelengkungannya. Letakkan kanul dalam
pada mangkuk berisi larutan hidrogen peroksid

240
MELAKUKAN PERAWATAN
TRACHEOSTOMI TUBE

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
082/SPO/ICU/RSBH 0 3/5
/VIII/2019

k. Lepaskan perban trakeostomi yang kotor, buang perban dan


sarung tangan.
l. Pakai sepasang sarung tangan steril yang kedua.
m. Bersihkan penahan selang menggunakan aplikator steril atau
kasa yang dibasahi dengan hidrogen peroksida dan kemudian
dengan NaCl0,9%. Gunakan setiap aplikator hanya sekali.
n. Bersihkan area stoma dengan kasa sekali pakai.
1) Dapat menggunakan hidrogen peroksida setengah bagian
(dicampur dengan NaCl 0,9%).
2) Bersihkan area secara menyeluruh menggunakan kasa
persegi yang dibasahi dengan NaCl 0,9%
o. Keringkan stoma dengan kasa steril kering. Luka yang terinfeksi
dapat dibersihkan dengan kasa yang dibasahi dengan larutan
PROSEDUR antiseptik kemudian keringkan. Lapisan tipis salep antibiotik
dapat dioleskan pada stoma menggunakan kapas usap.
p. Bersihkan kanul dalam
1) Angkat kanul dalam dari larutan perendam.
2) Bersihkan lumen dan seluruh kanul secara menyeluruh
menggunakan sikat.
3) Bilas kanul yang sudah dibersihkan dengan NaCl 0,9%.
4) Tepuk-tepuk kanul secara perlahan pada bagian dalam
wadah NaCl setelah dibilas.
q. Pasang kembali kanul dalam dan fiksasi pada tempatnya.
1) Masukkan kanul dalam dengan menggemgam penahan luar
dan mendorongnya sesuai arah kelengkungannya.
2) Kunci kanul pada tempatnya dengan mengembalikan posisi
kunci (bila ada).

241
MELAKUKAN PERAWATAN
TRACHEOSTOMI TUBE

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
082/SPO/ICU/RSBH 0 4/ 5
/VIII/2019

r. Pasang perban steril


1) Buka dan lipat ulang kasa perban 4 x 4 menjadi bentuk ’V’
dan letakkan dibawah penahan selang trakeostomi. Jangan
memotong kasa.
2) Pastikan bahwa selang trakeostomi sudah difiksasi sambil
memasang perban.
s. Ganti tali trakeostomi
1) Biarkan tali yang kotor pada tempatnya sampai tali yang
baru dipasang.
2) Potong taling dengan panjang dua kali lipat lingkar leher
ditambah 10cm. Potong ujung tali secara diagonal.
3) Pasang tali yang baru.
a) Genggam ujung tali yang bersih dan tarik melewati
lubang pada satu sisi selang trakeostomi.
PROSEDUR b) Tarik ujung tali yang lain melewati celah selang
trakeostomi pada sisi yang lainnya
c) Ikat tali disamping leher dengan menggunakan simpul
mati.
d) Ubah simpul dari satu sisi ke sisi lain setiap kali tali
diganti.
e) Ikatan harus cukup kuat untuk memfiksasi selang pada
stoma, dan cukup longgar untuk memungkinkan dua
jari masuk diantara tali dan leher.
4) Lepaskan tali yang lama secara perlahan.
t. Catat semua informasi yang relevan pada status pasien
1) Pengisapan yang dilakukan
2) Perawatan trakeostomi yang dilakukan
3) Penggantian verban
4) observasi

1. ICU
UNIT
2. Kamar bedah
TERKAIT
3. Unit Rawat Inap

242
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
ENDOTRACHEAL TUBE

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
083/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Melakukan perawatan Endotracheal tube yaitu melakukan kebersihan dan
PENGERTIAN
mengganti fiksasi ETT pada pasien yang terpasang ETT

1. Mempertahankan patensi jalan napas


2. Mencegah infeksi pada sekitar mulut
TUJUAN
3. Untuk mempercepat proses penyapihan dan ekstubasi
4. Memberi rasa nyaman

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat :
a. 1 kom untuk oral Hygiene
b. Pinset atau tong spatel
c. Kain kasa 4 lbr
d. Betadine gargle secukupnya
e. Leukoplast 1cm x 30 cm = 2 bh atau hypapix
f. Bran spritus
g. 1 suction cateter NO 14 untuk dewasa dan 1 botol cairan
steril untuk suction
h. Pressure cuff atau spuit 10 cc
PROSEDUR
i. Masker wajah dan sarung tangan
2. Persiapan pasien :
Beritahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan
a. Perawat mencuci tangan
b. Pakai sarung tangan bersih untuk Oral hygiene
c. Lakukan oral hygiene
d. Lakukan auskultasi dada dengar suara napas apakah sama
atau terlalu dalam dan bila slim banyak lakukan
penghisapan slim
e. dan lihat nomor yang tertera di ETT

243
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
ENDO TRACHEAL TUBE

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
083/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


f. Catat, tanggal, dan merek dari tube, pemasangan oral atau nasal dan
jumlah udara yang dimasukkan kedalam cuff
g. Buka fiksasi ett dengan hati – hati jangan sampai pasien merasa
kesakitan
h. Kosongkan cuff dengan pressure cuff atau spuit 10 cc untuk
mencegah penekanan dan lakukan prosedur suction
i. Lakukan fiksasi kembali di garis tengah mencegah kerusakan atau
penekanan sudut bibir pasien , Fiksasi tube yang baik jangan sampai
PROSEDUR terlepas apabila pasien batuk atau bergerak ( fiksasi dengan plester
kekiri dan kekanan)
j. Cuff ETT diisi kembali dengan inflator tekanan 15-25 cm H2o
sampai tidak bocor, dengan cara udara dimasukkan secara perlahan-
lahan dengan tangan merasakan udara tidak keluar dari permukaan
mulut dan hidung kecuali pasien tidak pakai ventilator cuff tidak
[Link] tetap dievaluasi
k. Bila tube diperlukan untuk jangka lama maka harus diganti setiap 5-7
hari.

UNIT
ICU
TERKAIT

244
TATA LAKSANA PENGGANTIAN
ATAU PENGADAAN ALAT
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
084/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Suatu alur untuk memudahkan Mengganti alat yang Rusak/ mengadakan alat
PENGERTIAN
yang baru agar alat tetap tersedia dalam kondisi baik

TUJUAN Agar alat tersedia dan siap pakai

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Alat > 1 juta


a. Mendata alat yang rusak dan akan di ganti
b. Melaporkan kerusakan alat ke bagian bio medikal untuk perbaikan
c. Bila alat tidak dapat diperbaiki oleh bagian bio medikal
dilaporkan ke icu bahwa alat tersebut tidak dapat diperbaiki lagi
d. Perawat membawa alat yang rusak ke bagian Logistik
e. Mengajukan permintaan penggantian barang ( PP ) ke Direktur
Rumah Sakit [Link] Halimah
f. Perawat menerima alat
g. Perawat mencatat di buku inventaris Ruangan dan penerimaan alat
PROSEDUR
2. Alat < 1 juta
3.
a. Mendata alat yang hilang dan rusak
b. Mengeluarkan alat yang mau diminta dari komputer
c. Membuat permintaan dilembar PP dan disetujui oleh Ka. Sie. Dan
Logistik.
d. Mengantar Lembar PP ( Permintaan pembelian ) ke bagian
pengadaan.
e. Perawat menerima alat
f. Mencatat ke buku inventaris dan penerimaan alat

245
TATA LAKSANA PENGGANTIAN
ATAU PENGADAAN ALAT

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
084/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

1. ICU
UNIT
2. Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah
TERKAIT
3. Logistik /Pengadaan

246
MEMBANTU PEMASANGAN CVP

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
085/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

CVP adalah memasukkan chateter dari vena tepi sehingga ujungnya berada
PENGERTIAN
di dalam atrium kanan atau di muara vena cava superior dan inferior.

1. Untuk mengetahui tekanan vena sentral yang gunanya untuk pemberian


cairan banyak atau sedikit
2. Untuk memberi cairan nutrisi parenteral yang bersifat hipertonik
TUJUAN 3. Untuk pengambilan contoh darah vena yang sering dilakukan
4. Untuk pemberian obat obat intravena pada keadaan yang darurat
5. Untuk memberikan cairan dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang
singkat

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat CVP


a. Manometer
b. Chateter CVP
c. Treway stop cock
d. Medifix line
e. Nacl 0,9 %
f. Benang mersilk 2/0 dan pisau scalpel no 11
g. Duk bolong
PROSEDUR h. Bhetadine
i. Kain kasa steril secukupnya
j. Obat anastesi lokal mis Xilocain,lidocain
k. Plester dan gunting atau plester transparant
l. Tiang infus
m. Sarung Tangan steril
n. Spuit 20 cc, spuit 10cc
o. Jelaskan kepada pasien prosedur yang akan dilakukan dan sensasi
yang dirasakan

247
MEMBANTU PEMASANGAN CVP

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
085/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019

p. Siapkan alat dekat pasien


q. Cuci tangan dengan 6 langkah
r. Posisikan pasien berbaring telentang dengan kepala sedikit
ditekuk ke bawah. Dan kepala ddiputar ke kiri dan sedikit keatas
2. Dokter memasang sarung tangan,
a. Sarung tangan steril untuk melakukan desinfeksi didaerah dada
dan clavikula dengan betadine solution dan kemudian diikuti
dengan alkohol dan Tutup dengan kain steril atau duk bolong
b. Bantu dokter dalam memberi Anastesi lokal.
c. Sambungkan Spuit 10 cc dengan jarum , dokter memasukkan
jarum kedalam vena central yang dipilih jarum diteruskan maju
smbil terus mengaspirasi .
d. Bila dokter sudah yakin jarum berada dalam lumen vena spuit di
cabut dan kawat pemandu dimasukkan ke dalam Jarum .ketika
PROSEDUR kawat sudah berada pada posisinya dokter menarik jarumnya.
e. Berikan pisau skalpel kepada dokter atau bila tersedia , dokter
membuat sayatan kecil dalam kulit tempat kawat pemandu berada
.dokter melewatkan dilatator pada kawat dan memasukkan pada
lumen pembuluh darah , perawat membatu dengan menahan
kepala pasien
f. Dokter mencabut dilatator dan memasukkan cateter vena central
dengan melewatkannya pada pada kawat pemandu ke dalam
pembuluh darah
g. Dokter menarik kawat pemandu dan memastikan posisi kateter
dengan mengaspirasi darah dari cateter .
h. Berikan cairan pembilas NACL0,9 % / heparin steril agar lumen
tetap Paten
i. Bantu dokter untuk memfiksasi cateter pada tempatnya dengan
jahitan

248
MEMBANTU PEMASANGAN CVP

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
085/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019

j. Berikan penutup 3 jalur pada dokter untuk disambungkan pada


setia lumen
k. Pastikan setiap port di bilas.
l. Bantu dokter memasang verban transparant pada lokasi
pemasukan kateter
PROSEDUR m. Reposisikan pasien ,buang sampah ,cuci dan simpan alat – alat
yang masih dapat digunakan
n. Atur pengambilan foto Rontgen dada bila di instruksikan dokter
o. Catat tanggal dan waktu pemasukan kateter ,jenis kateter yan
dimasukkan lokasi , hasil foto Rontgen dada dan
bagaimana toleransi pasien terhadap prosedur.

1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Kamar Operasi

249
PEMBERIAN ADRENALIN ( EPINEPRINE ) UNTUK RESUSITASI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
086/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Adrenalin atau Epineprine adalah salah satu obat penting dalam resusitasi
PENGERTIAN
jantung paru

1. Pemberian obat yang sesuai indikasi, dosis yang sesuai dengan cara
pemberian yang tepat.
TUJUAN
2. Semua obat, jumlah dan cara pemberian dicatat pada rekam medis
pasien.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Pada kasus RJP


a. Henti jantung :
1) Dosis intravena : 1mg adrenalin diberikan setiap 3-5 menit
selama [Link] pemberian diikuti dengan pemberian
flash 20 ml.
2) Infus kontiniu : 30 mg Epineprine ( 30 ml 1;1000) kedalam
250ml Nacl 0,9 % atau Dexrose 5 % diberikan dengan kecepatan
awal 100ml / jam( 40 tts macro/menit) Titrasi sesuai respon.
3) Melalui pipa endoktrahea : 2- 2,5 mg dilarutkan dalam 10 ml
Nacl 0,9 %.
PROSEDUR
2. Bradikardi atau hypotensi berat
a. Infus dengan kecepatan 2-10u/menit ( atau 1mg larutan 1:1000
dimasukkan kedalam 500ml Nacl 0,9%.beri dengan kecepatan 1-
5m
b. Adrenalin diindikasikan untuk :
1) Henti jantung : VF/VT tanpa denyut, atau asosisto,pulse
electrical activity.
2) Bradikardi simptomatik : setelah atropine, dopamine dan
transcutaneus
3) Pacing

250
PEMBERIAN ADRENALIN ( EPINEPRINE ) UNTUK
RESUSITASI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
086/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

4) Hypotensi berat
5) Reaksi anafilaksis,reaksi alergi berat : diberikan bersamaan
PROSEDUR
dengan pemberian cairan dalam jumlah banyak corticosteroid
dan antihistamin

1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Rawat Inap

251
MEMPERSIAPKAN SYRINGE PUMP DAN CARA
PEMELIHARAAN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
087/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Suatu alat yang digunakan untuk pemberian obat / therapy secara continue

Untuk memberikan cairan/ obat obat yang memerlukan pemantauan khusus/


TUJUAN
jumlah tetesan yang benar

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Letakkan srynge pump diatas meja


2. Isilah spuit 50cc dengan cairan dan obat
3. klem diangkat dan diputar kemudian masukkan spuit
4. Putar kembali klem dan tekan spuit
5. Tarik slinder dan sesuaikan dengan panjang spuit
6. Hubungkan AC power kesumber listrik
7. Tekan tombol ”ON”, ”OF” yang disamping kanan dan tunggu
sampai semua lampu menyala
8. Tekan tombol ”Flow Rate” dan tentukan berapa cc/ jam
PROSEDUR 9. Selanjutnya tekan tombol ”Start”
10. Srynge pump siap dipakai.
Cara pemeliharaan
1. Selesai pemakain alat dibersihkan dengan kain yang lembut
2. Memperhatikan kondisi/keberadaan alat, sebelum,selama dan
sesudah alat dipakai.
3. Pastikan alat dalam OFF setelah pemakaian alat.
4. Sehari sekali alat dihidupkan kurang lebih 1 jam
5. Susun pelatan dengan rapi pada tempatnya terutama posisi kabel
kabel elektroda tergulung Rapi .

252
MEMPERSIAPKAN SYRINGE PUMP DAN CARA
PEMELIHARAAN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
087/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

1. ICU
UNIT 2. Unit Rawat Inap

TERKAIT 3. OK
4. IGD

253
MEMPERSIAPKAN INFUS PUMP DAN CARA PEMELIHARAAN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
088/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Suatu alat yang digunakan untuk pemberian cairan / obat obatan yang dapat
PENGERTIAN
diatur sesuai dengan jumlah tetesan yang diinginkan.

Untuk memberikan cairan / obat obat yang memerlukan pemantauan khusus /


TUJUAN
tetesan yang benar

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

[Link] alat alat yang dibutuhkan


[Link] cairan, kemudian mengisi set TS*PA atau set darah dengan
cairan infus yang diberikan
[Link] ruang tetes dengan cairan tersebut kira kira setengahnya.
[Link] TS*PA atau set darah dengan cairan infus tersebut dengan cara
mem buka klem pengatur sampai selang terisi semua dan tidak ada udara
[Link] infusion pump dibuka dan masukkan selang kedalam pump
[Link] pintu pump ditutup kembali ( biarkan klem pada selang dalam
posisi terbuka ).
[Link] tombol power
PROSEDUR
[Link] jumlah tetesan yang akan diberikan
[Link] tombol start.

Cara pemeliharaan :
[Link] selesai pakai bersihkan alat dengan kain lembut
[Link] hari alat harus alirkan arus dengan 5 - 15 menit.
[Link] alat pada tempat yang telah disediakan
[Link] ada kerusakan lapor kebagian tehnisi.
[Link] sekali dalam 6 bulan (enam bulan)
[Link] keberadaan alat / inventaris

254
MEMPERSIAPKAN INFUS PUMP DAN CARA PEMELIHARAAN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
088/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

1. ICU
UNIT 2. IGD

TERKAIT 3. OK
4. Unit Rawat Inap

255
MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN-METODE KANUL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
089/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Suatu metode pemberian oksigen kadar rendah melalui sebuah kanul yang
PENGERTIAN merupakan sebuah alat plastik sekali pakai dengan dua buah cabang yang
menonjol untuk dimasukkan kedalam lubang hidung.

[Link] oksigen pada pasien yang mengalami ganguan ventilasi, perfusi


atau oksigenisasi jaringan.
[Link] sesak napas.
TUJUAN
[Link] oksigen kadar rendah pada pasien.
[Link] pasokan oksigen selama aktifitas seperti makan, minum dll
tanpa terputus.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Indikasi
a. Hypoxia apapun penyebabnya
b. Infrak Miodardium akut
c. Decompensation cordis
d. Kejang
e. Kesadaran menurun
f. Gangguan fungsi paru / pernafasan, dll.
2. Persiapan alat
PROSEDUR a. Oksigen sentral / oksigen tabung dengan regulator, Flow
meter dan humidifier.
b. Humidifier selalu berisi air steril sampai batas pada dinding
tabungnya.
c. Nasal kanula
d. Face mask.
3. Persiapan pasien
a. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan kepada
pasien/keluarga

256
MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN-METODE KANUL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
089/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019

4. Pelaksanaan
a. Nilai kebutuhan terapi oksigen pasien. Periksa instruksi dokter terkait
besarnya aliran oksigen, alat yang dipakai kadar oksigen.
b. Lakukan pemeriksaan tanda vital, tingkat kesadaran, hasil
pemeriksaan laboratorium, dll dan rekam medis.
c. Nilai faktor risiko pemberian terapi oksigen pada pasien dan
lingkungan sekitar, seperti pasien dengan tanda hipoksia, kerusakan
sambungan listrik, dll.
d. Pasang tanda ”dilarang merokok” pada pintu kamar pasien dan dapat
dilihat oleh pasien dan pengunjung serta jelaskan kepada mereka
bahaya merokok ketika oksigen sedang mengalir.
e. Cuci tangan.
f. Pasang peralaran oksigen dan pelembab udara
1) Pasang tabung pelembab udara dengan air steril sampai setinggi
PROSEDUR
tanda yang ada pada tabung.
2) Pasang alat pengatur aliran oksigen (flow meter) pada sumber
oksigen dan atur pada posisi ”off”.
3) Pasang tabung pelembab udara pada dasar alat pengatur aliran
oksigen.
4) Pasang selang dan kanul nasal pada tabung pelembab udara.
5) Atur aliran oksigen sesuai instruksi.
6) Pastikan alat bekerja dengan baik dengan melihat adanya
gelembung udara pada tabung pelembab udara atau rasakan
adanya aliran oksigen yang keluar dari selang.
g. Masukkan ujung kanul kedalam lubang hidung pasien dan selipkan
tali pengikat disektar telinga agar kanul tidak jatuh.
h. Alasi selang dengan kain kasa pada bagian telinga untuk menghindari
iritasi pada kulit di daerah telinga.

1. ICU
UNIT 2. Rawat inap

TERKAIT 3. IGD
4. NICU

257
MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN-METODE SUNGKUP
(MASK METHOD)

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
090/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Pemberian oksigen ke pasien melalui sungkup (sederhana/ venturi) sesuai


PENGERTIAN
kebutuhan pasien.

1. Meringankan sesak napas.


TUJUAN
2. Memberikan oksigen kadar tinggi.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat
a. Sumber oksigen
b. Sungkup (sederhana/ dengan alat aliran tinggi adpator venturi
dengan ukuran yang sesuai).
c. Pelembab udara dengan air destilasi.
d. Alat pengatur aliran oksigen
e. Kain kasa
f. Tanda ”dilarang merokok”.
2. Pelaksanaan
a. Nilai kebutuhan terapi oksigen pasien. Periksa instruksi dokter
terkait besarnya aliran oksigen, alat yang dipakai, kadar oksigen,
PROSEDUR
dll.
b. Lakukan pemeriksaan tanda vital, tingkat kesadaran, hasil
pemeriksaan laboratorium, dll dan rekam medis.
c. Nilai faktor risiko pemberian terapi oksigen pada pasien dan
lingkungan sekitar, seperti pasien dengan tanda hipoksia,
kerusakan sambungan listrik, dll.
d. Pasang tanda ”dilarang merokok” pada pintu kamar pasien dan
dapat dilihat oleh pasien dan pengunjung serta jelaskan kepada
mereka bahaya merokok ketika oksigen sedang mengalir.
e. Cuci tangan.
f. Pasang peralaran oksigen dan pelembab udara

258
MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN-METODE SUNGKUP
(MASK METHOD)

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
090/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

1) Pasang tabung pelembab udara dengan air steril sampai setinggi


tanda yang ada pada tabung.
2) Pasang alat pengatur aliran oksigen (flow meter) pada sumber
oksigen dan atur pada posisi ”off”.
3) Pasang tabung pelembab udara pada dasar alat pengatur aliran
oksigen.
4) Pasang selang dan kanul nasal pada tabung pelembab udara.
5) Atur aliran oksigen sesuai instruksi.
6) Pastikan alat bekerja dengan baik dengan melihat adanya gelembung
udara pada tabung pelembab udara atau rasakan adanya aliran
oksigen yang keluar dari selang.
g. Arahkan sungkup pada wajah pasien dan pasang dari daerah hidung
PROSEDUR ke bawah. Atur klip logam pada sungkup agar mengikuti bentuk
hidung pasien.
h. Kencangkan tali pengikat disekeliling kepala pasien.
i. Tempelkan kasa dibelakang telinga untuk menghindari iritasi kulit
pada telinga.
j. Pastikan anda melakukan kewaspadaan keselamatan.
k. Sering-seringlah mengamati pasien dan peralatan terkait aliran
oksigen, kondisi klinis, ketinggian air pada tabung pelembab udara,
dll.
l. Cuci tangan.
m. Lepas sungkup dan keringkan kulit setiap 2-3 jam jika oksigen
diberikan terus menerus. Jangan meletakkan bedak disekita sungkup.
n. Catat yang relevan pada rekam medis pasien.

1. ICU
UNIT
2. Unit Rawat Inap
TERKAIT
3. IGD

259
PENYEDIAAN ALAT KESEHATAN DAN OBAT – OBAT YANG
DIPERLUKAN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
091/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Suatu kegiatan yang dilakukan oleh pihak ruangan ke gudang farmasi dalam
PENGERTIAN
hal permintaan obat- obat emergency, infuse serta alat kesehatan .

1. Untuk memastikan bahwa kebutuhan obat , infus tertentu dan alat


kesehatan pasien diruangan dapat dipenuhi pada saat yang tepat.
TUJUAN
2. Menjamin terlaksananya pencatatan dan pelaporan penggunaan stok
diatas oleh pasien dan oleh ruangan.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Dilakukan oleh petugas administrasi dan perawat


2. Petugas gudang Farmasi menyediakan alat kesehatan,infus dan obat- obat
dan menentukan minimum dan maksimal.
3. Petugas ruangan memeriksa stok alat kesehatan, infus dan obat sesuai
dengan daftar dan stok maksimal yang sudah ditentukan.
4. Petugas administrasi / perawat melakukan pembebanan ke dalam
komputer alat kesehatan yang dipergunakan.
5. Petugas ruangan mengantar troly ke gudang farmasi sehari sebelum
PROSEDUR
pengambilan stok.
6. Petugas farmasi melakukan pendistribusian perbekalan kebagian ruangan
ICU pada hari Rabu dan Sabtu, bila pemakain melebihi dari stok bisa
diambil diluar dari jadwal pemesanan pada waktu pagi atau sore hari.
7. Petugas farmasi mencetak slib penyediaan farmasi rangkap dua sesuai
dengan ruangan.
8. Petugas ruangan melakukan serah terima dengan petugas farmasi.
9. Penyediaan alat kesehatan,infus,obat- obat siap untuk dibawa ke ruangan.

260
PENYEDIAAN ALAT KESEHATAN DAN
OBAT – OBAT YANG DIPERLUKAN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
091/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

1. ICU
2. IGD
UNIT
3. Gudang Farmasi
TERKAIT
4. Unit Rawat Inap
5. Unit Rawat Jalan

261
PERSIAPAN EMERGENCY TROLLY

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
092/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt


Emergency trolly adalah seperangkat meja dorong yang berisi alat alat dan
PENGERTIAN obat- obat an yang dapat dipergunakan dengan segera pada penderita dalam
keadaaan gawat darurat.

Untuk mempermudah bagi dokter maupun perawat dalam memberikan


TUJUAN
pertolongan pada pasien dalam keadaan gawat darurat.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat :
a. Cardiac massage board
b. Alat -alat untuk memberi nafas buatan
1) Ambu bag
2) Selang oxygen
3) Oropharyngeal tube /mayo dengan berbagai ukuran
4) Selang suction
c. Alat alat untuk intubasi
1) ETT dengan bebagai ukuran
2) Laryngoscope denagn blade besar/sedang/kecil.

PROSEDUR 3) Margil forceps


4) Xylocain spray dan jelly
5) Disposible spuit 3cc, 5cc, 10cc.
6) Arteri klem kecil
7) Konektor dalam berbagai ukuran
8) Presuure Cuff /spuit 10 cc
9) Gunting
10) Plester
11) Stylet ETT
12) Handschoen
13) Steteskop

262
PERSIAPAN EMERGENCY TROLLY

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
092/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

d. Obat obatan
1) Adrenalin
2) Sulfas Atropin
3) Meylon
PROSEDUR
4) Dormicum,/Valium
5) Dexamethason
6) Dopamin, Dobutamin
7) Anti arrythmia : cordaron.

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. IGD

263
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
093/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 4
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

RJP adalah suatu tindakan penanganan gawat darurat untuk mencegah henti
PENGERTIAN atau insifisiensi jantung dan mengembalikan serta menyokong fungsi
pernafasan dan sirkulasi guna mempertahankan kelangsungan hidup pasien.

1. Mengalirkan oksigen ke otak dan organ-organ vital lainnya


TUJUAN
2. Mengembalikan fungsi jantung dan fungsi paru ventilasi

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Indikasi
a. Henti nafas
Akibat tenggelam, stroke, obstruksi jalan napas, tersengat listrik,
inhalasi asap, infark miokard, akibat suatu sebab apapun yang
menimbulkan obstruksi jalan napas.
b. Henti jantung
1) Ventrikel fibrilasi
2) Asistole
3) Dll.
2. Persiapan Alat :
a. Trolly emergency dan persiapan intubasi:
PROSEDUR
1) Obat-obatan emergency
2) Guedel (oral airway)
3) Suction aparat dan kateter suction
4) Sungkup dan kantung ambu
5) Stylet ETT
6) Handschoen
7) Jelly
8) Magill forceps
9) Pipa trachea berbagai ukuran
10) Nasotrachea tube berbagai ukuran

264
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI RUANGAICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
093/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 4
/VIII/2019

11) Oropharingeal air way berbagai ukuran


12) CVP set
13) Infs set/ blood set
14) Papan resusitasi
15) Gunting verband
16) Ambubag lengkap
17) DC Shock lengkap
18) Spuit 10 cc- jarum no 18
19) Obat-obatan dan cairan
20) Set terapi oksigen lengkapdan siap pakai.
21) Set pengisap sekresi lengkap dan siap pakai
22) Formulir EKG
23) EKG monitor bila memungkinkan
24) Steteskop
25) Bengkok
3. Persiapan Pasien
PROSEDUR a. Dimulai fase penilaian untuk memastikan kebutuhan akan tindakan
yang meliputi pasien tidak sadar, tidak bernapas, dan tidak ada
denyut nadi secara berurutan.
b. Posisi pasien diatur telentang datar dan diusahakan baju bagian atas
dibuka.
4. Obat obatan
1) Adrenalin
2) Sulfas Atropin
3) Meylon
4) Dormicum,Valium
5) Dexamethason
6) Dopamin, Dobuject
7) Anti arrythmia : cordaron.
5. Pelaksanaan
a. Mengecek kesadaran pasien dengan cara :
1) Memanggil nama
Menepuk bahu pasien

265
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI RUANGAN
ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
093/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 4
/VIII/2019

6. Menilai pernafasan pasien dengan cara :


a. Melihat pergerakan dada atau perut
b. Mendengar suara nafas keluar mulut dan hidung
c. Membebaskan jalan nafas dengan cara : Membersihkan sumbatan
jalan nafas dengan cara mengisapsekresi
d. Triple manuver : Ekstensi kepala ,Mengangkat rahang bawah, buka
mulut
e. Bila memungkinkan lakukan intubasi endotrachea memudahkan
ventilasi
f. Melakukan pernafasan buatan (baging 12-20 kali/ menit) bila denyut
jantung teraba.
g. Cek arteri karotis bila tidak ada denyut jantung atau Asistole pasang
PROSEDUR papan resusitasi di bawah punggung pasien.
h. Melakukan RJP dengan ABC kombinasi bila denyut jantung tidak
teraba atau asistole pada gambaran Ekg Monitoring dengan cara :
1) Pernafasan buatan/ baging 2 kali jika dilakukan oleh 1 orang.
2) Kompresi jantung luar sambil melihat dimonitoring ekg respon
bergantian dengan baging degan perbandingan 30 : 2
i. RJP baik dilakukan 2 atau 3 orang dengan algoritme 1 perawat
memberikan obat epineprin 1mg bila keadaan asistole, dan 1 perawat
melakukan pijat jantung luar dengan kedalaman 5-6 cm dengan1
periode 5 siklus dan 1 perawat lainnya melakukan bagging.
j. Setiap 5 siklus lakukan evaluasi dan berikan epineprin 1 mg
k. Lakukan evaluasi gambaran perubahan monitoring ekg setiap 3-5
menit.

266
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI RUANGAN
ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
093/SPO/ICU/RSBH 0 4/ 4
/VIII/2019

7. Hal-hal yang perlu diperhatikan


a. Evaluasi pernapasan pasien tiap 3-5 menit saat dilakukan RJP ABC
kombinasi.
b. Lakukan RJP ABC sampai timbul:
1) nafas spontan
2) Diambil oleh petugas lain atau alat
3) Pasien dinyatakan meninggal
4) Penolong sudah tidak mampu atau sudah 30 menit tidak ada
respon.
c. Kompresi jantung luar dilakukan dengan cara :
1) Dewasa. Penekanan menggunakan 2 pangkal telapak tangan
dengan kekuatan bahu. Penekanan pada daerah sternum 2-3 jari
PROSEDUR diatas prosesus xipoideus kedalam tekanan 5-6 cm Frekwensi
penakan 100-120 kali/ menit
2) Anak. Penekanan menggunakan 1 pangkal telapak tangan
Kedalaman tekanan 2-3 cm Frekwensi penekanan 80-100 kali/
menit
3) Bayi. Punggung bayi diletakkan pada lengan bawah kiri
penolong. Sedangkan tangan kiri memegang lengan atas bayi
sambil meraba arteri brachialis.
8. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
Jari tangan dan telunjuk kanan penolong menekan dada bayi pada posisi
sejajar puting susu 1 cm kebawah
Kedalaman tekanan 1-2 cm
Perbandingan kompresi jantung dan baging 3:1

UNIT
ICU, Rawat Inap, IGD, NICU
TERKAIT

267
PENGISIAN DAN PENYIMPANAN
REKAM MEDIS PASIEN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
094/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Sistem yang telah dibuat untuk mengisi dan menyimpan data yang
PENGERTIAN
berhubungan dengan status pasien untuk dilaksanakan dan dipatuhi bersama

Untuk proses pengisiandan penyimpanan rekam medis pasien yang dirawat di


TUJUAN
ruangan ICU agar terisi dengan benar .

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Pengisian kelengkapan status :


a. Perawat bertanggung jawab atas pengisian status pasien dan harus
diisi dengan lengkap dalam waktu 1x 24 jam ( Catatan keperawatan
dan CPPT ) dan seluruh yang menyangkut identitas pasien
b. Dokter DPJP mengisi rekam medis pasien mulai dari status awal (
RM-2) lembar catatan harian ( RM ), lembar instruksi dokter ( RM- )
dengan lengkap.
c. Dokter mengisi lembar DPJP dan ditanda tangani keluarga atau
pasien
d. Bila pasien dikonsulkan ke spesialis lain, termasuk untuk rawat
PROSEDUR bersama dokter yang merawat harus mengisi di lembar konsultasi
dengan jelas dan lengkap ( RM 15 )
e. Bila pasien keluar dari rumah sakit ( Pindah rumah sakit, PAPS, dan
meninggal dunia) dokter yang merawat harus mengisi dengan
lengkap lembar ringkasan perawatan ( resume ) dan lembar pulang (
RM-10 dan RM -11 )
f. Petugas administrasi dan kepala Ruang mengaudit kelengkapan
pengisian rekam medis.
2. Penyimpanan Rekam medis :
a. Menyimpan status pasien di lemari /laci terkunci bila tidak dipakai
lagi

268
PENGISIAN DAN PENYIMPANAN
REKAM MEDIS PASIEN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
094/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

b. Status dilengkapi bila Pasien paps dan meninggal dan diantar ke


Rekam medis dalam waktu 2 x 24 jam
PROSEDUR
c. petugas mengirim status kebagian rekam Medis dengan membuat
buku expedisi dengan jelas

1. Unit Rawat Inap


2. Poliklinik
UNIT
3. OK
TERKAIT
4. ICU
5. IGD

269
PELAYANAN DI ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
095/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Intensive Care Unit menyediakan high level of care dengan kekhususan


experise dan fasilitas yang tersedia ditempatkan lain di rumah sakit dengan
PENGERTIAN Merupakan unit terpisah,dengan staff khusus,peralatan khusus ditujukan untuk
observasi,perawatan dan terapi pasien - pasien dengan penyakit - penyakit
yang mengancam nyawa,cedera atau komplikasi dimana secara umum
kemungkinan penyakitnya masih bisa disembuhkan atau pulih kembali.

Untuk mengembalikan agar fungsi organ normal dengan maksud mempercepat


TUJUAN
terapi terhadap penyakit dasarnya.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Pelayanan UMUM sesuai kriteria masuk ICU / ICCU /PICU yang


menentukan masuk adalah dokter Intensivist dari IGD /dari Rawat Inap
2. pelayanan BPJS Kriteria masuk ICU /ICCU/PICU sesuai ketentuan dari
PROSEDUR dokte dokter intensivist dan verifikator BPJS di icu dilakukan
a. Pengelolaan Administrasi
b. Pengelolaan Keperawatan
c. Pengelolaan Sarana Penunjang

UNIT
ICU
TERKAIT

270
PERAWATAN TUBUH SETELAH
PASIEN MENINGGAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
096/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Perawatan tubuh dalam 2 jam setelah pasien dinyatakan meninggal oleh dokter

1. Menjaga kesegarisan tubuh normal sebelum timbulnya kaku jenazah


(rigor mortis)
TUJUAN
2. Mengurangi stres mental pada keluarga
3. Memudahkan transportasi ke kamar jenazah/kediaman keluarga pasien

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat
a. Wadah yang dilapisi handuk
b. Klem arteri panjang
c. Perban
d. Kapas yang menyerap dan tidak menyerap air
e. Jubah rumah sakit atau pakaian pasien
f. Perlak
g. Amplop untuk menyimpan barang-barang berharga milik pasien
h. Kain kafan/kantung jenazah/kain jenazah
PROSEDUR i. Sarung tangan
j. Alat untuk membersihkan atau memandikan tubuh jenazah
2. Pelaksanaan
a. Periksa apakah keluarga atau kerabat dekat lainnya sudah hadir dan
apakah mereka sudah diberitahu mengenai kematian pasien atau
belum. Tanyakan apakah mereka mau melihat tubuh jenazah, amati
respons mereka dan dan izinkan mereka untuk bertanya.
b. Periksa agama dan adat istiadat pasien. Tanyakan apakah keluarga
mau mengundang pemuka agama atau pendeta.

271
PERAWATAN TUBUH SETELAH
PASIEN MENINGGAL

Nomor Dokumen :
No. Revisi : Halaman :
096/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019

c. Periksa apakah pasien berada dalam isolasi karena penyakit infeksi


tertentu atau menular atau tidak
d. Jelaskan kepada keluarga bila pasien berpenyakit menular agar tidak
memegangi lagi atau membuka jenajah dari kantung jenajah setelah
dibersihkan .
e. Pakai sarung tangan dan jubah atau peralatan pelindung lainnya
sesuai keperluan
f. Tutup pintu kamar atau tirai
g. Identifikasi jenazah sesuai peraturan institusi
h. Posisikan tubuh telentang dengan lengan disamping badan, telapak
tangan menghadap kebawah atau lengan diatas perut.
i. Letakkan bantal kecil dibawah kepala pasien atau naikkan kepala
ranjang 10-15 derajat.
j. Tempelkan jari-jari tangan secara perlahan pada kelopak mata agar
tertutup selama beberapa detik.
PROSEDUR
k. Lepas perban atau Lepaskan semua perhiasan bila ada .
l. Mandikan pasien sesuai prosedur .
m. Pasang tali kasa pada rahang (jika rahang tidak terkatup ).
n. Masukkan kapas ke anus dan hidung dan mulut .
o. Rapikan rambut dan wajah pasien.
p. Lipat tangan pada posisi berdoa dan ikut kedua ibu jari.
q. Luruskan tungkai dan rapatkan kedua kaki serta ikat kedua ibu jari
kaki.
r. Atur pemindahan jenazah ke kamar jenazah
s. Pindahkan jenazah dengan hati-hati ke brankar dengan tubuh tetap
lurus. Tutupi dengan kain putih .
t. Angkut semua sisa barang dan sprei yang kotor dari tempat tidur
u. Catat tanggal dan waktu kematian, waktu ketika dokter menyatakan
pasien meninggal.
v. Cuci tangan

UNIT
ICU
TERKAIT

272
PENGIRIMAN PASIEN KE RUANG JENAZAH

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
097/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Merupakan kegiatan pengiriman jenazah dari ICU ke ruang jenajah

Agar pengiriman pasien ke ruang jenazah dapat berjalan secara efektif dan
TUJUAN
efisien

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Perawat membuat surat ijin membawa mayat


2. Setelah perawat memandikan /memakaikan pakaian
3. perawat mengurus administrasi ,dan mengurus untuk pemulasaran
jenajah dan mobil ambulans yang akan dipakai untuk membawa
jenajah.
PROSEDUR 4. keluarga dianjurkan menyelesaikan administrasi ke bagian kasir
5. Perawat menelpon satpam membawa kereta jenazah
6. Perawat dan satpam membawa jenazah ke ruang jenazah untuk
diformalin dikamar jenazah
7. bila tidak di formalin jenazah langsung diserahkan kepada keluarga
untuk di bawa pulang .

1. ICU
UNIT 2. SATPAM (Petugas keamanan RSE Batam Kota)

TERKAIT 3. Ruang jenazah


4. Kasir

273
MEMAKAI DAN MEMELIHARA MASKER

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
098/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Cara menutup mulut dan hidung dengan menggunakan masker

TUJUAN Mencegah terjadinya kontaminasi

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

Penggunaan dan pemeliharaan


1. Perawat mencuci tangan
2. Memasang masker menutupi hidung dan mulut, kemudian ikat tali ;
a. Tali bagian atas diikat di belakang kepala
b. Tali bagian bawah diikat dibelakang leher
c. Bagian depan disesuaikan dengan bentuk hidung
3. Masker langsung dibuang ke tong sampah jika tidak terpakai lagi
4. Hal hal yang harus diperhatikan :
PROSEDUR
a. Masker hanya dipakai 1x dengan waktu 4-6 jam kemudian
dibuang jika tidak dipergunakan
b. Jika masker sudah lembab berarti tidak efektif lagi dan harus
diganti
5. Jangan menggantungkan masker dileher atau dimasukkan dikantong
dan kemudian dipake lagi.
6. Tidak memakai masker saat keluar dari lingkungan pasien
7. Perawat mencuci tangan.

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Farmasi

274
PEMERIKSAAN RADIOLOGI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
099/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Tatalaksana pasien yang akan dilakukan pemeriksaan kebagian radiologi

TUJUAN Agar pemeriksaan terlaksana dengan cepat dan tepat.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Mengantar formulir kekasir (kertas warna putih tinggal di kasir) dan


mengan tar formulir ke bagian radiologi ( warna kuning ) kemudian
formulir warna merah dimasukkan ke status pasien
2. Pasien yang akan memerlukan pemerikasaan radiologi sesuai prosedur.
3. Jika kondisi pasien perlu pemantauan yang intensif maka perawat
menghubungi dr jaga intensif untuk mendampingi pasien tersebut di
ruangan radiologi.
4. Petugas menentukan jadwal pemerikasaan radiologi
5. Perawat mengantar pasien ke radiologi sesuai jadwal sebelumnya
PROSEDUR
petugas radiologi menghubungi ke ruangan bahwa pasien bisa diantar.
6. Setelah pasien selesai pemeriksaan radiologi pasien dibawa kembali ke
ruangan intensif dan petugas radiologi mencatat,waktu,jenis pemeriksaan
ke lembar tindakan yang tersedia didalam rekam medis pasien.
7. Petugas radiologi menginput kekomputer biaya pemeriksaan.
8. Perawat ruangan intensif mengambil hasil pemeriksaan radiologi yang
sudah selesai dan sudah ditanda tangani oleh Dr. Radiologi.
9. Perawat ruangan intensif melaporkan hasil pemeriksaan kepada dr. Yang
merawat.

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Radiologi

275
PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
100/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Sebagai acuan untuk petugas pelaksana guna menghindari terjadinya infeksi
PENGERTIAN
nosokomial

Melindungi pasien, pengunjung, Petugas dari kejangkitan infeksi melalui


TUJUAN
upaya pencegahan, penanggulangan dan pengobatan rasional.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Petugas bekerja dalam keadaan sehat


a. Sehat, tidak ada kondisi sakit yang memungkinkan penularan kepada
pasien
b. Jaga agar kuku tetap pendek
c. Hindari pemakaian cincin dan gelang
d. Memakai pakaian khusus / gaun
e. Menggunakan alas kaki khusus
f. Lotion dapat digunakan untuk menghindari dermatitis dari pemakaian
deterjen atau sarung tangan.
PROSEDUR 2. Pengunjung
a. Berkunjung pada waktunya ( pukul 11.00-12.00 Wib dan pukul18.00-
19.00 Wib)
b. Keluarga pasien tidak di izinkan menunggu di ruangan intensif
c. Anjurkan keluarga pasien untuk cuci tangan sebelum dan sesudah
berkunjung ke pasien
d. Pengunjung yang dalam keadaan kondisi sakit tidak diperkenankan
e. Jumlah pengunjung dibatasi ( maximal 2 orang untuk satu pasien )
f. Yang sedang sakit tidak boleh berkunjung
g. Anak-anak usia kurang dari 12 tahun tidak boleh masuk

276
PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
100/SPO/ICU/RSBH
0 2/ 3
/VIII/2019

3. Pasien
12. Perawatan kebersihan pasien sebaik baiknya
13. Pertahankan status gizi pasien
14. Penggunaan alat tenun selalu kering dan bersih
15. Pasien dengan penderita penyakit kronis mendapat perawatan
khusus
16. Memperhatikan mobilisasi pasien serta mencegah terjadinya
decubitus
4. Alat alat kesehatan
a. Semua alat kesehatan harus steril
b. Semua tindakan dilakukan sesuai dengan SOP yang ada.
c. Alat-alat/instrumen yang telah dipakai dicuci pakai sabun,
dikeringkan dan diantar ke CCSD untuk disterilkan.
d. Alat Respirator misalnya: serkuit ventilator disterilkan sesuai dengan
PROSEDUR SOP
e. Alat –alat disposible misalnya: spuit, infus set dan lain-lain yang
sudah dipakai dimasukkan kedalam tong sampah yang khusus dan
tertutup yang sudah tersedia( sesuai jenis sampah). Kemudian setiap
pergantian sift dikirim kebagian pembakaran melalui petugas yang
mengelola sampah Rumah Sakit.
f. Segera bersihkan permukaan troli setelah selesai melakukan tindakan
g. Linen diganti setiap pergantian sift/saat memandikan pasien atau
sewaktu-waktu bila kotor dan bash. Linen yang sudah dipakai segera
dimasukkan ke tempat khusus (ember tertutup) sesuai dengan noda
misalnya: linen yang terkena darah, feces (tersedia tempat masing-
masing) dan dikirim ke Wasrey.
h. Alat –alat umum dan lingkungan
i. Semua alat-alat yang dipakai harus selalu kering dan bersih
j. Mencuci tangan sesuai dengan prosedur sebelum dan sesudah

277
PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
100/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019

5. Menjaga kebersihan ruangan dan lingkungan


a. Pembersihan harian
1) Tehnik pembersihan: Dibersihkan dengan air sabun kemudian
dibersihkan dengan air bersih lalu ulangi lagi dengan
menggunakan larutan desinfektan (lysol).
2) Lantai harus dibersihkan setiap sift (dilakukan 2x pukul
06.00 dan pukul 09.00 Wib, sore 2x pukul 15.00 dan 20.00
Wib)
3) Tehnik pengepelan, memakai kain pel khusus atau tersendiri
serta memaki larutan desinfektan.
PROSEDUR
b. Pembongkran
1) Diusahakan tiap 1X sebulan atau melihat jumlah pasien.
Tehnik pembersihan : Tempat tidur yang kosong
dikeluarkan,barang-barang lainnya ditutup dengan kain,
kemudian dilawa-lawa langit-langitnya, disapu dan dilap
tempat-tempat yang terkena debu dengan memakai air +
desinfektan. Selanjutnya bersihkan lantai dengan air sabun,
memakai sikat kemudian dibersihkan (siram) dengan air
bersih, setelah kering dipel dengan menggunakan larutan
desinfektan.
1. ICU
UNIT
2. Unit Ruangan Inap
TERKAIT

278
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN
STANDART INFUS

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
101/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Cara menggunakan dan memelihara standart infuse

TUJUAN Agar dapat digunakan sewaktu – waktu.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

Pengunaan dan pemeliharaan :


1. Standart infuse diambil dari tempatnya
2. Pada saat pesien mau dipasang infuse,standart infuse dipakai tempat
menggantungkan cairan infuse.
PROSEDUR
3. Standart infuse harus lebih tinggi dari pada tempat tidur pasien.
4. Setiap selesai memakai infuse, standart infuse dibersihkan dan
kembalikan pada tempatnya.
5. Bila tidak dipergunakan kembalikan ketempatmya

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Tehnik Pemeliharaan

279
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN
TIMBANGAN BAYI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
102/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Cara untuk menggunakan dan memelihara timbangan bayi.

TUJUAN Untuk mengetahui penggunaan timbangan bayi.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Penggunaan:
a. Perawat/bidan mengatur skala harus menunjukan diangka nol.
b. Perawat/bidan meletakkan timbangan ditempat yang keras.
c. Perawat/bidan membersihkan timbangan yang telah dipakai
dan telah dikembalikan ketempatnya.
2. Pemeliharaan:
PROSEDUR
Dibersihkan setiap hari dan kalibrasi sekali dalam setahun.
3. Perbaikan :
a. Kepala ruangan membuat permintaan kerusakan .
b. Kepala ruangan memberitahu tehnik pemeliharaan tentang
perbaikan timbangan bayi yang rusak.
c. Tehnisi memperbaiki timbangan bayi.

1. ICU
UNIT 2. NICU

TERKAIT 3. Rawat Inap


4. Tehnik pemeliharaan

280
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN
SENTER PUPIL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
103/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Cara memakai dan memelihara senter pupil.

TUJUAN Sebagai pedoman untuk memakai dan pemeliharaan senter pupil.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Penggunaan dan pemeliharaan:


a. Isi batre kedalam senter
b. Tekan tangkai penjepit untuk menghidupkan senter
c. Lepaskan tangkai penjepit untuk mematikan senter
d. Kembalikan senter ke tempatnya
PROSEDUR
2. Perbaikan :
a. Kepala ruangan membuat permintaan perbaikan
b. Kepala ruangan memberitahu tehnisi tentang akan perbaikan serter
pupil yang rusak
c. Tehnisi memperbaiki senter pupil

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Tehnik pemeliharaan

281
PENANGANAN POLIURIA DI ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
104/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Poliuria adalah produksi urin yang berlebihan dalam 24 jam (>2,8liter per 24
PENGERTIAN
jam/3liter per 24 jam)

TUJUAN Penurunan produksi urine per 24 jam dan keseimbangan cairan dan elektrolit

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

Pengenalan tanda – tanda poliuria


1. Tanda –tanda hipovolemik, yaitu:
2. Hipotensi
a. Takikardia
b. Tanda-tanda shock
c. Gejala penurunan kesadaran
3. Tanda-tanda tersebut disebabkan oleh hipernatremi dan peningkatan
osmolalitas serum
4. Kriteria diagnosis :
a. Poliuria > 30 ml/kg/jam (>5 liter/24 jam )
PROSEDUR b. Hipermatremia
c. Penurunan na Urine
d. Peningkatan osmolalitas serum
e. Penurunan osmolalitas urine < 150 mmol/L
f. BJ urine < 1.002
5. Monotoring
17. Monitoring Kardiovaskuler
18. Pemasangan CVP untuk monitoring volume intravaskuler
19. Monitoring cairan masuk dan keluar
d. Monitoring jumlah urine/jam

282
PENANGANAN POLIURIA DI ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
104/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

6. Therapy
a. Koreksi hipovolemik dengan hipotonik saline/D5W
b. Cairan rumatan + (75%x jumlah urine 1jam sebelumnya)
PROSEDUR atauCairan rumatan + jumlah urine 1 jam sebelumnya -50cc)
1) Jika urine >300 ml/jam berikan desmopresin (minirin) nasal
spray Semprotan ) tiap 12 jam (DD/ dengan Nefrogenik DI)
2) Karbamazepin 3 x 200 mg Chlorpropamide

UNIT
ICU
TERKAIT

283
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
105/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Tata laksana pasien yang akan dilakukan pemerikasaan ke bagian laboratorium

TUJUAN Agar perikasaan berjalan dengan lancar

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Dokter mengidentifikasi keperluan pemeriksaan laboratorium dengan


cara mengisi formulir permintaan
2. Menghubungi petugas laboratorium/memberitahu bahwa ada pasien
pemeriksaan laboratorium sesuai dengan formulir yang sudah ditandai
oleh dokter.
3. Petugas laboratorium/analis datang dengan membawa peralatan untuk
pengambilan sampel sesuai dengan formulir yang diisi oleh dokter.
4. Analis melakukan pemeriksaan/mengambil sampel darah pasien sesuai
dengan permintaan dokter.
5. Analis mencatat di status nama, hari tanggal pengambilan sampel darah
PROSEDUR
dan membawa sampel darah bersama formulir pasien tersebut
6. Petugas Laboratorium meng – input jenis pemerikasaan tersebut
kekomputer untuk keperluan pembayaran / administrasi.
7. Dalam waktu 10-15 menit perawat Intensif melihat hasil pemeriksaan
melalui komputer.
8. Petugas ruangan intensif mengambil hasil pemerikasaan yang sudah
selesai dan ditanda tangani dr laboratorium dan ditulis ke buku
pengambilan hasil lab yang sudah tersedia.
9. Memasukkan hasil [Link] rekam medis pasien ( status pasien)
10. Melaporkan kedokter mengenai hasil pemeriksaan

UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. Laboratorium

284
PEMBERIAN OBAT DOPAMIN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
105/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Dopamin adalah salah satu obat inotropik untuk meningkatkan tekanan
PENGERTIAN
darah.

Pemberian obat yang sesuai indikasi, dosis yang sesuai dan dengan cara
TUJUAN
Pemberian dengan tepat.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Indikasi
a. Obat kedua setelah atropine untuk bradikardi simpotomatik
a. Hypotensi ( sistolik < 70 – 100 mmhg ) dengan tanda dan gejala syock.
2. Dapat digunakan pada pasien hypovolemik setelah pemberian cairan
adekuat
3. Pemberianya tidak dicampur dengan natrium bicarbonat.
4. Efek samping : Takiaritmia, vasokontriksi berat.
Persiapan alat:
Dopamin, syringe pump, spuit 50 cc, ekstention tube, alkohol swab,
PROSEDUR needle 19, NaCl 0,9% / Dextrose 5% untuk pelarut
5. Pelaksanaan:
a. Perawat mencuci tangan
b. Siapkan Dopamin 200 mg dicampur dalam 50 ml Nacl 0.9 % atau
c. Dextrose 5 %
d. Diberikan dengan syringe pump secara kontiniu dititrasi sesuai dengan
respon Pasien.
e. Dosis rendah : 1-5 uq/kg/BB/menit. Dosis, sedang : 5-10
uq/kg/BB/menit.
f. Dosis besar : 10-20 uq/kg/BB/menit (dosis vassopressor)

285
PEMBERIAN OBAT DOPAMIN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
105/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

g. Setelah selesai dipasang perawat mencuci tangan dan mengembalikan


alat ke tempatnya.
PROSEDUR
h. Catat dosis yang terpasang di catatan perawatan dan Respon pasien saat
terpasang dopamin

1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Rawat Inap

286
MELAKUKAN FISIOTERAPI DADA

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
106/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Fisioterapi dada adalah tindakan penepukan pada daerah punggung untuk


PENGERTIAN pencegahan penumpukan sekresi yang mengakibatkan tersumbatnya jalan
nafas dan komplikasi penyakit pernafasan lainnya.

1. Untuk mempertahankan ventilasi yamg adekuat dan mencegah infeksi


saluran pernafasan pada pasien tirah baring
TUJUAN 2. Merangsang terjadinya batuk dan mempertahankan kelancaran
sirkulasidarah.
3. Mencegah kolaps paru yang disebabkan retensi sputum

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Indikasi
a. Pasien yang Broncho pneumonia
b. Pasien yang sulit mengeluarkan sputum
c. Pasien atelektasis paru
d. Pasien setelah operasi /pasien yang tidak ada komplikasi
2. Persiapan Pasien
a. Pasie diberitahu penjelasan tentang tindakan yang akan
dilakukan

PROSEDUR b. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan


3. Persiapan Alat
a. Handuk untuk alas
b. Bantal
c. Minyak untuk digosokkan pada bagian tubuh yang tertekan
d. Set penghisap sekresi lengkap siap pakai
e. Stetoskop
f. Bengkok
g. Tissue

287
MELAKUKAN FISIOTERAPI DADA

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
106/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019

4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan sebelum melakukan tindakan
b. Melatih pernafasan (breating exercise) dan batuk efektif
c. Mengajarkan pasien tehnik relaksasai sesuai kondisi pasien
1) Menepuk(” perkusi/clapping ”) untuk membantu agar sekresi yang
melekat pada dinding alveoli terlepas dan terdorong sehingga dapat
keluar kepercabangan bronkus dan trakhea sehingga merangsang batuk .
Cara melakukan Penepukan :
a) penepukan dilakukan secara seksama pada dinding torak pasien
b) posisi pasien diatur pada satu sisi miring
c) posisi perawat berdiri dibelakang pasien sambil satu tangan diletakkan
pada bagian posterior
PROSEDUR d) posisi tangan perawat telungkup membuat rongga, sehingga pada saat
pasien ditepuk tidak merasa kesakitan
2) menggetarkan atau vibarasi untuk mendorong keluar sekresi yang
tertimbun di alveoli dengan bantuan menggetarkan dinding torak pada
saat ekspirasi.
Cara melakukan vibrasi:
a) Posisi pasien diatur pada satu sisi(miring)
b) Posisi perawat berdiri dibelakan pasien sambil satu tangan diletakkan
pada bagian dada anterior dan satu tangan lain pada bagian posterior.
Berikan tekanan pada saat pasien ekspirasi dengan menggunakan
kekuatan otot bahu perawat sambil mendorong dan menggetarkan
dinding dada pasien

288
MELAKUKAN FISIOTERAPI DADA

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
106/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019

3) memberikan posisi drainase(“postural drainase”) untuk mengalirkan


sekresi dari dalam paru kejalan nafas agar mudah dihisap.
Caranya;
a) megatur posisi lateral dalam sikap mennungging 10-200/posisi
“Sim”.
b) Mengatu posisi lateral dalam sikap lurus
c) Mengatur posisi terlentang
d) Mengatur posisi telungkup
e) Lamanya posisi postural drainase 15-20 menit
f) Mengembalikan pasien keposisi semula
4) Lakukan penghisapan bila perlu dan sputum banyak
5. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a. Perhatikan kondisi pasien saat dilakukan fisioterapi dan drainase
PROSEDUR b. Observasi vital sign
c. Fisioterapi dada dilakukan sebelum makan untuk mencegah
muntah
d. Berikan obat penenang / relaksan pada pasien yang kejang
sebelum fisioterapi [Link] fisioterapi dada bila pasien
kelihatan letih dan kesakitan.
6. Kontra indikasi
a. Patah tulang rusuk
b. Infeksi paru akut
c. Perdarahan/haemoptue
d. Asma akut
e. Daerah penepukan ada luka
f. Miocard infark

1. ICU
UNIT
2. Rawat Inap
TERKAIT
3. Rehabilitasi medik

289
MELAKUKAN TINDAKAN HUMIDIFIKASI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
107/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Humidifikasi adalah suatu tindakan untuk melembabkan udara inspirasi agar


PENGERTIAN
tidak terjadi pengentalan sekresi dengan memberikan humidifikasi

TUJUAN Melembabkan dan menghangatkan udara inspirasi dan mengencerkan sekresi

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Indikasi
a. Pasien pasca ekstubasi
b. Pasien dengan sekresi kental
c. Pasien terpasang ventilator
2. Persiapan Pasien:
Pasien diberitahu tentang tujuan tindakan yang akan dilakukan
Posisi pasien diatur sesuai kebuituhan
3. Persiapan Alat :
a. Air oksigen 1 wadah untuk mengisi tabung flowmeter sentral
b. Flowmeter I buah
PROSEDUR c. Humidifier 1 buah untuk udara : diisi dengan aquades + 1/3 – ½
dari volume humidifier
d. Corugeted tubing digunakan untuk mengalirkan uap dan
menghubungkan uap humidifier dengan Mask
e. Sungkup muka/ mask Trakhea shild untuk pasien dengan
trakheastomy Aquades dalam tempatnya
4. Pelaksanaan :
a. Cuci tangan sesuai prosedur
b. Memasang flowmeter dengan humidifier oksigen pada
tabung/sentral oksigen

290
MELAKUKAN TINDAKAN HUMIDIFIKASI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
107/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

c. Memasang flowmeter dari humidifier udara tekan dari sumber


udara
d. Mengatur aliran oksigen dengan membuka flowmeter sesuai
kebutuhan
e. Memasang selang oksigen pada botol humidifier udara.
f. Mengatur aliran udara dengan membuka flow meter sesuai
kebutuhan.
g. Menyambung corrugated tubing dari humidifier udara dengan
OHIO mask, untuk pasien pasca ekstubasi sambil memeriksa
apakah ada uap yang keluar dan memasangkan kepasien
h. Menyambung corrugated tubing dan humidifier udara dengan
PROSEDUR
tracheal shield pada pasien trakeostomi
i. Menyambung [Link] dengan pipa endhotrachea pada pasien
dengan proses weaning
j. Melakukan observasi:vital sign dan uap pada corrugated
tubing:keberhasilan tindakan(jumlah,warna,konsiitensi)
5. Hal –hal yang harus diperhatikan:
a. Upayakan tingkat kelembapan udara inspirasi tidak terlalu banyak
mengandung partikel air
b. Pantau efektifitas kerja humidifikasi
c. Aquades dalam humidifier tidak lebih dari batas aquades
d. Perhatikan humidifier jangan sampai kosong

UNIT
ICU
TERKAIT

291
MEMANTAU SATURASI OKSIGEN (SAO2)

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
108/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


PENGERTIAN Adalah tindakan untuk memantau oksigenisasi

TUJUAN Mengetahui oksigen jaringan perifer secara terus menerus.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Indikasi:
Pasien yang dirawat diruang perawatan intensive
2. Persiapan:
a. Pasien
b. Pasien diberitahu tentang tujuan tindakan yang akan dilakukan
c. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan
3. Alat
Pulse oksimetri
4. Pelaksanaan
a. Memilh lokasi yang akan dipasang”sensing probe” sebaiknya
PROSEDUR didaerah ekstremitas
b. Memasang “sensing probe”dan fiksasi yang baik
c. Menghidupkan alat oksimetri (power on)
d. Tunggu sampai ada angka dan gelombang pada alat oksimetri
e. Pantau hasil yang keluar di monitoring EKG .
f. Mencatat hasil SaO2 setiap jam sesuai kondisi pasien
5. Hal-hal yang perlu diperhatikan:
a. Monitor daerah pemasangan setiap 4 jam
b. Hindari adanya kontak jaringan
c. Bebaskan ekstremitas yang terpasang sensing probe dari
tekanan contoh: tekanan oleh manset spignomanometer

1. ICU
UNIT 2. IGD

TERKAIT 3. Rawat Inap


4. NICU

292
PEMBERIAN OBAT MELALUI
SYRINGE PUMP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
109/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Alat yang dipakai menggunakan alat syringe pump untuk memasukkan obat

1. Untuk pemberian obat dan cairan melalui spuit 50cc dengan dosis yang
TUJUAN tepat ,konsisten dan kontiniu .
2. Terpeliharanya fungsi syringe pump

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Penggunaan
a. Menghubungkan syringe pump dengan sumber arus
b. Menekan tombol power untuk menghidupkan mesin
c. Mengisi spuit 50cc dengan cairan dan obat yang diinstuksikan dokter
d. Menyambungkan spuit dengan ekstention tube atau tubing perfusor
sambil mengeluarkan udara dari ekstention tubing set.
e. Memasang spuit di mesin
f. Menghubungkan tubing dengan Treway atau abocath yang terpasang ke
pasien.
PROSEDUR g. Menekan tombol angka jumlah cc / jam sesuai dengan anjuran
h. Menekan tombol start untuk menjalankan obat
i. Apabila alarm bunyi, menekan tombol stop lalu cek apa penyebabnya
j. Kemudian tekan start.
k. Apabila alarm ” Nearly empty ” berarti peringatan bahwa cairan sudah
hampir Habis (memberi perhatian )
l. Apabila alarm ” Oclusion ” brarti ada hal yang tidak beres atau sumbat
menyebabkan cairan tidak lancar, mis : treway belum dibuka, set
terlipat atau ada udara

293
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
109/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

m. Jika pemberian sudah selesai, tekan tombol stop lalu tarik tombol ”raise
fist
n. Then turn ” diangkat lalu diputar samping kearah luar
o. Kalau cairan obat masih dilanjutkan mengisi spuit kembali
PROSEDUR
p. Bila syringe pump tidak dipakai lagi, menekan tombol power untuk
OFF
1. Pemeliharaan :
Setiap sesudah dipergunakan dibersihkan dan dilap dengan lap kering

1. ICU
UNIT 2. Ruang rawat Inap

TERKAIT 3. IGD/OK
4. Bio Medik

294
PEMELIHARAAN DAN PENGGUNAAN MONITORING MINDRAY

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
110/SPO/ICU/RSBH
0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Cara perawat menggunakan dan memelihara monitoring mindray

1. Untuk memonitoring keadaan pasien secara kontiniu


TUJUAN
2. Terpeliharanya fungsi alat monitoring mindray

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Penggunaan :
a. Menyambungkan cok stok kontak monitoring mindray ke aliran
listrik
b. Memasang manset ke tangan ataupun ke kaki
c. Memasang saturasi oksigen ,EKG,suhu dan mengatur grafik
pernapasan dari EKG lalu menyambungkan kabel ke monitoring
mindray
d. menekan tombol control power ON
e. Setelah seleesai pemakaian menekan tombol OFF dan membuka
setiap kabel yang terpasang dan digulung atau digantungkan di
PROSEDUR tempat yang tersedia .
f. Merapikan alat kembali
2. Pemeliharaan :
Monitoring mindray dibersihkan dan diletakkan kembali ketempatnya
sesudah digunakan
3. Perbaikan :
a. Memasukkan ke komputer bila ada monitoring mindray yang
rusak
b. Koordinasi Penunjang memberitahu tehnisi tentang perbaikan
monitoring mindray Yang rusak
c. Tehnisi memperbaiki Monitoring mindray

1. ICU
UNIT 2. IGD

TERKAIT 3. NICU
4. Kamar Operasi

295
PENGGUNAAN PEMELIHARAAN AMBUBAG

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
111/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Cara perawat memberi bantuan pernafasan dengan menggunakan alat
PENGERTIAN
ambu bag
Untuk pemberian bantuan pernafasan dengan bantuan alat agar kebutuhan
TUJUAN
oksigen dapat terpenuhi

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Pelaksanaan :
a. Memperhatikan keadaan umum pasien
b. Menyiapkan ambu bag lengkap dengan reservoir oksigen .
c. Pompa ambu apakah mengembang atau ada kerusakan katup
d. Sambungkan ambubag dengan selang oksigen yang dihubungkan
dengan oksigen
e. Pasangkan face mask bila pasien belum di Intubasi .
f. Lakukan baging dengan ambu bag dan jangan terlalu keras
memompa sesuaikan dengan berat badan pasien 1 tangan atau 2
PROSEDUR
tangan , ambu bag yang dipakai sesuai dengan besar dan kecil
volume yang akan dipompakan (jangan sampai bocor ).
g. Pemakaian ambu bag sewaktu RJP ( resusitasi jantung paru ).
h. Ambu bag dipergunakan sewaktu-waktu di butuhkan dan selalu
siap jika dibutuhkan .
i. Setelah selesai dipakai ambu bag selalu dibersihkan dengan
larutan desinfektan dan dikeringkan dan dikembalikan pada
tempatnya

296
PENGGUNAAN PEMELIHARAAN AMBUBAG

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
111/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

2. Pemeliharaan :
a. Ambu bag setelah selesai dipakai dicuci dan dikembalikan pada
PROSEDUR tempatnya
b. Tidak memakaikan Ambu bag dari pasien yang satu kepasien yang
lain bila tidak dicuci mencegah penularan penyakit .

1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. NICU
4. Rawat Inap

297
CARA MEMELIHARA SUCTION PUMP

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
112/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Mempertahankan kebersihan suction pump dengan cara membersihkan
PENGERTIAN
setelah dipakai pasien.

1. Untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial


TUJUAN 2. Supaya tetap dalam keadaan bersih dan siap pakai
3. Supaya alat terpelihara

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat :
a. Suction pump
b. Cairan desinfektan : saflon atau lysol
c. Alat pembersih ( air sabun,sikat botol )
d. Lap kering dan basah
2. Pelaksanaan :
a. Setelah dipakai pasien, suction cateter dilepas dari aparat
suction
b. Botol dibuka dari penutup, cairan yang ada didalam botol
dibuang.
PROSEDUR
c. Botol dibilas dengan air bersih, kemudian disikat dengan
sikat botol.
d. Botol dibilas dengan air sampai bersih, lalu dilap kering.
e. Alat dipasang tutup dan di pasangkan pada aparat suction
dikembalikan pada tempatnya yang mudah dijangkau.
f. Tulis etiket, suction dalam keadaan bersih dan tanggal
pembersihan .
g. Dekatkan selalu suction dekat tempat tidur pasien
h. Perawat cuci tangan

298
CARA MEMELIHARA SUCTION PUMP

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
112/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

3. Perbaikan :
a. Koord penunjang membuat permintaan bila terjadi
kerusakan
PROSEDUR b. Memasukkan ke komputer alat yang rusak
c. Koord Penunjang memberitahu tehnisi tentang perbaikan
Suction pump
d. Bila ada yang rusak

1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Tehnisi Bio Medik

299
PEMBERIAN CAIRAN MELALUI
INFUS PUMP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
113/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Alat untuk mengatur laju tetesan cairan yang dihubungkan dengan slang
PENGERTIAN
infuse ke pasien
1. Mengatur tetesan secara adekuat
TUJUAN 2. Memberikan cairan secara cepat dan akurat
3. Menghindari kelebihan cairan

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan pasien :
a. Penderita diberitahu jika sadar
b. Atur posisi tidur supine / head up
2. Persiapan alat :
a. Infus pump
b. Set infus
c. Cairan infus
d. Tiang infus
3. Pelaksanaan :
a. Pasang infus pump pada tiang infus
PROSEDUR b. Hubungkan kabel power infus dengan sumber listrik
c. Tusukkan selang infus pada botol infus dan pastikan slang infuse telah
terisi cairan infus kemudian matikan stop cock
d. Buka pintu infus pump masukkan slang infus yang telah terisi cairan
pada jalur slang di infus pump dan tutup kembali pintunya
e. Hidupkan power infus pump setting jumlah total cairan dan rate cairan
yang diinginkan
f. Ganti aliran infus pasien dengan infus yang dihubungkan dengan
infus pump
g. Tekan tombol start pada infus pump maka cairan akan mengalir
h. Bereskan alat jika sudah selesai

300
PEMBERIAN CAIRAN MELALUI
INFUS PUMP

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
113/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. IGD
3. NICU

301
MENYIAPKAN LARINGOSCOP
UNTUK INTUBASI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
114/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Cara memakai / menggunakan dan memelihara alat laringoscop

1. Untuk memasang ETT


TUJUAN
2. Untuk memelihara apakah ada benda asing pada laring.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

Pelaksanaan :
1. Menyiapkan alat handle dan blade sesuai ukuran
2. Menentukan jenis laringoscop pasangkan handle dan blade yang
tepat, sesuai dengan ukuran pasien perhatikan bola lampu blade
apakah masih terang dan baterai masih baik .
3. Perawat menyiapkan laringoscope saat dokter akan melakukan
PROSEDUR Intubasi
4. Setelah selesai, perawat / membersihkan laringoscope dengan
direndam selama 15 menit dengan cairan desinfektan lalu dicuci dan
dekat sudut bola disikat ,jangan ada slim yang masih menempel
kemudian dicuci ,dibilas sampai bersih , dilap dan disimpan kembali
pada tempatnya .
5. Perhatikan blade tidak ikut direndam hanya dilap sampai bersih

UNIT
ICU
TERKAIT

302
SETTING VENTILASI MEKANIK

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
115/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Suatu tindakan memasang alat bantu nafas (ventilasi mekanik)


PENGERTIAN
untukmembantu pernafasan pasien secara mekanik

1. Memberikan kekuatan mekanis pada paru untuk mempertahankan


pertukaran O2dan CO2 yang fisiologis
TUJUAN 2. Mengambil alih tekanan jalan nafas dan pola pernafasan untuk
memperbaiki oksigenasi secara adekuat
3. Mengurangi kerja jantung, dan paru

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan Alat :
a. Mesin ventiltor
b. Cubing ventilator steril
c. Humidifier set (wire penghangat
d. Aquadest steril
e. Sarung tangan steril
f. Test lung
2. Prosedur :
PROSEDUR a. Cuci tangan dan identifikasi sesuai prosedur.
b. Siapkan alat- alat
c. Petugas memakai sarung tangan steril
d. Pasang humidifier ( masukkan filter kertas pada tabung
penghangat kemudian tutup )
e. Hubungkan cubing inspirasi dari ventilator ke humidifier (in)
f. Pasang cubing inspirasi panjang dengan menggunakan kawat
pengait masukkan wire heater kemudian hubungkan dengan
humidifier (out)

303
SETTING VENTILASI MEKANIK

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
115/SPO/ICU/RSBH 2/ 3
/VIII/2019

g. Ujung cubing inspirasi panjang pasang y piece ( lubang kabel


penghangat ada jalur inspirasi
h. Ujung Y piece yang lain pasang cubing expirasi diantara cubing
expirasi pasang water trap, ujung cubing expirasi yang lain
dihunbungkan dengan valve expirasi
i. Pasang urogated ujung yang satu pasang konektor dan ujung yang
lain pasang elbow
j. Ujung urogated yang dipasang conector dihubungkan dengan Y
piece
k. Ujung urogated yang dipasng elbow dihubungkan dengan test lung
l. Hubungkan sumber udara tekan (air compressor) dengan ventilator
m. Hubungkan sumber oxygen dengan ventilator
n. Hubungkan power ventilator dan humidifier dengan sumber listrik
o. Lakukan setting mode sesuai dengan order dokter
1) Mode CMC/ IPPV, BIPAP, SIMV, ASP
PROSEDUR
2) Tentukan tidal volume 8 - 12 cc / kg BB
3) Berikan oksigenasi ( Fio2 ) mulai 100% sampai 40 %
4) Atur PEEP /CPAP mulai 3 cmH2O
5) Atur tekanan puncak (peak press) 30 – 40 m Bar
6) Atur flow oksigen 30 – 40 lt / mnt
7) Atur batas alarm 10 % diatas dan 10% dibawah mode yang
diset
8) Atur invers ratio inspirasi dan exspirasi ( I:E ratio ) 1:2 atau1:5
p. Cek displai apakah sudah sesuai dengan yang kita setting
q. Jika setting sesuai dengan yang kita kehendaki maka hubungkan
konektor urogated ke cubing endotracheal / tracheostomy pada
pasien
r. Observasi hemodinamik secara ketat
s. Rapikan alat
t. Cuci tangan

UNIT
ICU
TERKAIT

304
CARA PEMELIHARAAN LEMARI ES

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
116/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

PENGERTIAN Cara menggunakan dan memelihara lemari es

TUJUAN Terpeliharanya fungsi lemari es

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Pelaksanaan
a. Sebelum menggunakan lemari es
1) Kabel dicokkan kealiran listrik
2) Tekan stelan maximum – minimum sesuai keinginan
3) Tutup lemari es dengan rapat
b. Bila ingin mencuci lemari es
1) Cabut power dari aliran listrik
2) Biarkan es mencair dengan sendirinya dari freezer
3) Semua bagian di dalam lemari es dilap satu persatu
4) Masukkan kembali bagian bagiandan alat atau obat yang
PROSEDUR dapat disimpan di lemari es .
5) Hidupkan kembali lemari es, hubungkan power ke aliran
listrik dan tekan stelan maximum – minimum sesuai
keinginan
2. Pemeliharaan :
Lemari dibersihkan dan dilap sekali dalam seminggu
3. Perbaikan :
a. memasukkan ke komputer bila ada yang rusak
b. Koord Penunjang memberitahu tehnisi tentang perbaikan Lemari es
c. Yang rusak dan tehnisi memperbaiki lemari es

UNIT
ICU
TERKAIT

305
MELAKUKAN RESUSITASI CAIRAN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
117/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Pemberian cairan secara cepat dalam waktu tertentu yang diberikan
PENGERTIAN
mempertimbangkan penyebab dari kehilangan cairan pasien
1. Menghentikan kehilangan akut cairan tubuh
TUJUAN 2. Untuk ekspansi cepat dari cairan ekstravaskuler dan memperbaiki perfusi
jaringan

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Indikasi :
4) Syok hipovolemyk
5) Syok haemorhagic
6) Lika bakar
7) Psien dengan dehidrasi berat
2. Persiapan Alat
Set infus lengkap
3. Infus
a. Cairan kristaloid ( Asering ,RL / Normal salin )
PROSEDUR
b. Cairan koloid ( Plasma expander atau cairan HES .Gelatin )
4. Persiapan psien .
a. Tentukan cairan yang akan di resusitasi /sesuai jumlah
penggantian kehilangan cairan
b. Pasang iv line yang sesuai
c. Pantau produksi urine
d. Periksa tanda vital
e. Pantau Ekg secara Continiu
f. Catat jumlah cairan yang hendak diresusitasi dan waktunya

UNIT ICU, IGD

TERKAIT

306
PENGISIAN FORMULIR INFORMED CONSENT
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
118/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Tata cara pengisian formulir informed conset bagi pasien yang memerlukan
PENGERTIAN
tindakan medik

1. Memberi informasi dan penjelasan mengenai tindakan medik yang akan


dilakukan dengan syah
TUJUAN
2. Keluarga mendapat kejelasan /membuat pernyataan setujuatau menolak
atas tindakan yang akan dilakukan .

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Jenis-jenis formulir informed consent


a. Informed consent untuk konsul ke DPJP lain
b. Persetujuan Tindakan medis adalah Persetujuan yang diberikan
oleh pasien atau keluarganya atas dasar informasi
dan penjelasan mengenai tindakan medik yang dilakukan
terhadap pasien tersebut.
c. Penolakan Tindakan medis adalah Penolakan yang diberikan oleh
pasien atau keluarganya atas dasar informasi dan penjelasan
PROSEDUR mengenai tindakan medik yang dilakukan terhadap pasien
tersebut.
d. Penghentian tindakan medis adalah Penghentian perawatan dari
pasien atau keluarga atau PAPS pulang atas permintaan sendiri
keadaan pasien belum memungkinkan untuk dibawa pulang.
2. Dokter yang memberikan penjelasan
3. Saksi perawat
4. Pasien atau keluarga yang membuat persetujuan dan ada saksidari
keluarga

1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Rawat Inap

307
PROGRAM PEMELIHARAAN ALAT

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
119/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Suatu rencana yang teratur dan berkesinambungan dari perawatan dan


PENGERTIAN
pemeliharaan alat-alat.

1. Agar semua alat terpelihara dengan baik, dan selalu siap untuk
digunakan dalam pelayanan intensif
TUJUAN
2. Untuk menunjang pelayanan intensif perlu dibuat dan dilaksanakan
program pemeliharaan alat.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

Pelaksanaan
1. Petugas mencatat inventaris alat
2. Petugas membuat program pemeliharaan alat
PROSEDUR 3. Petugas ruangan intensif bekerjasama dengan bagian umum dalam
melaksanakan program tersebut
4. Petugas membuat catatan pelaksanaan pemeliharaan tersebut dan
ditempatkan pada alat tersebut.

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Biomedical

308
MEMBERSIHKAN MULUT PADA PASIEN TIDAK SADAR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
120/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Membantu memenuhi kebutuhan kebersihan rongga mulut dan gigi pada
PENGERTIAN
pasien tidak sadar.
[Link] terjadinya masalah – masalah pada rongga mulut
TUJUAN [Link] bau mulut
[Link] perasaan nyaman pada pasien

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:


1. Persiapan alat
a. Handuk atas.
b. Bethadine garle/ Pasta gigi
c. Sarung tangan
d. K./P gention violet
e. Gelas kumur berisi air matang
f. Spatel ,pinset dan kasa bersih
g. Piala ginjal
h. Kapas lidi
2. Persiapan pasien dan lingkungan
a. Memberi penjelasan kepada pasien/keluarga tentang
PROSEDUR
tindakan yang akan dilakukan
b. Menyiapkan lingkungan dan menutup tabir disekeliling
tempat tidur
c. Atur ketinggian tempat tidur supaya perawat nyaman
dalam bekerja.
3. Prosedur
a. Perawat mencuci tangan dan memakai sarung tangan
b. Meletakkan handuk atas dibawah dagu pasien.
c. Memiringkan kepala pasien diatas pinggiran bantal
d. Membuka mulut pasien dengan spatelatau pinset yang
dibungkus dengan kasa Bersi

309
MEMBERSIHKAN MULUT PADA PASIEN TIDAK SADAR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
120/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
e. Membersihkan rahang dan gigi dengan kasa yang dibasahi
betadin gargle yang dililitkan pada sepatel atau pinset
f. Sela-sela gigi pasien dibersihkan dengan kapas lidi.
g. Mengolesi bibir dan mukosa mulut dengan kenalog in ora base
h. Membersihkan/membereskan peralatan
1) Gelas dan sikat gigi dibersihkan dibawah air mengalir.
dikeringkan dan dikembalikan pada tempatnya
PROSEDUR 2) Spatel direndam dalam piala ginjal dengan cairan desinfektan
3) Sarung tangan dilepas dan perawat mencuci tangan
i. Prosedur mencuci mulut dilakukan 3 x sehari
4. Sikap perawat:
a. Tidak tergesa gesa
b. Tidak menunjukkan rasa jijik
c. Bekerja dengan teliti dan hati-hati sehingga tidak menyakitkan
pasien

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Unit Rawat Inap

310
PEMBEBANAN ALKES / OBAT YANG DIPAKAI PASIEN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
121/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Meng input kekomputer alkes – obat yang dipakai pasien selama dirawat
PENGERTIAN
di ruangan intensif

1. Untuk mengetahui jumlah dan jenis alkes /obat yang terpakai pada
tiap pasien
TUJUAN
2. Untuk kontrol pemakaian dan penyediaan alkes
3. Untuk membantu penghitungan Rekening

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Komputer selalu siap pakai link dengan gudang farmasi , kasir dan
hitung Rekening
2. Setiap perawat wajib menginput ke komputer alkes dan obat
setelah dipakaikan ke pasien dengan menggunakan pasword
masing _masing
PROSEDUR 3. Setelah selesai menginput supaya dilogout Paswordnya untuk
menghindari hal- hal yang tidak diinginkan .
4. Setiap PJ ship. Mengontrol pemakaian alkes selama shipnya
sampai selesai
5. Bagian ADM melakukan Verifikasi terhadap alkes dan Obat yang
sesuai stok Ruangan

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. KASIR

311
KUNJUNGAN KELUARGA PASIEN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
122/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL

drg. Bramantio, SpOrt


Suatu prosedur tatacara mengatur kunjungan dan jam besuk keluarga pasien
PENGERTIAN
yang akan menbesuk.

Untuk memberikan pelayanan kepada keluarga pasien


TUJUAN
Menerapkan program Kunjungan

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Waktu berkunjung keluarga pasien


a. Pagi pukul 11.00-12.00 Wib
b. Sore pukul 18.00-19.00 Wib
2. Tata Cara
a. Petugas keamanan/ satpam mengedukasi keluarga untuk
melakukan hand hygiene di pintu masuk dengan handrub
yang tersedia.
b. Hanya keluarga pasien yang diperkenankan masuk kedalam
ruang perawatan pasien dengan cara bergantian dua orang
PROSEDUR
sekali masuk.
c. Tidak diperkenankan makan dan minum dalam ruang
perawatan
d. Anak dibawah umur 7 tahun tidak diperkenankan masuk ke
ruang rawat intensive
e. Pengunjung masuk melalui pintu service coridor
f. Keluarga pasien diperkenankan menunggu di ruang tunggu
pasien.
g. Cuci tangan sesudah meninggalkan ruang rawat pasien.

UNIT
ICU
TERKAIT

312
PELAYANAN PASIEN KRITIS DAN PENOLAKAN TINDAKAN
MEDIS
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
123/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Pelayanan pasien dalam situasi dan kondisi gawat/kritis dan atau penolakan
PENGERTIAN
terhadap tindakan medis.

TUJUAN Sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan di ruangan.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

Pelayanan dan penanganan pasien kritis


1. Apabila ada pasien dalam keadaan gawat/kritis,dan keluarga
menolak tindakan medis yang akan dilakukan maka :
2. Lapor dokter mengenai keadaan dan tindakan yang akan dilakukan
bahwa keluarga menolak tindakan
3. Dokter memberi penjelsan kepada keluarga terdekat Resiko –
Resiko bila tindakan tidak dilakukan
PROSEDUR
4. Bila keluarga telah mengerti dan tetap menolak tindakan setelah
dokter memberi penjelasan maka, keluarga pasien mengisi dan
menandatangani formulir penolakan tindakan dengan saksi keluarga
5. Dan bila keluarga setuju kembali atas tindakan maka surat
penolakan dibatalkan dan tindakan dilakukan dengan informedconsent
persetujuan tindakan medis , maka dokter tetap melakukan tindakan
atas permintaan keluarga sesuai indikasi.

UNIT
ICU
TERKAIT

313
PENGIRIMAN DAN PENGAMBILAN ALAT DARI
RUANG STERILISASI (CSSD)

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
124/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Mengantar alat instrument yang sudah “ON” ke CSSD dan mengambil
PENGERTIAN
kembali instrument yang sudah steril
1. Agar alat instrument steril dan bebas dari kuman
TUJUAN 2. Mencegah terjadinya infeksi
3. Terpeliharanya kesterilan alat medik

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Membawa alat instrumen yang sudah on dalam wadah yang tertutup,


dan sekaligus membawa tempat untuk alat instrument yang steril.
PROSEDUR 2. Mengantar alat yang sudah on melalui pintu belakang CSSD dan
3. Mengambil kembali lagi ke pintu depan CSSD untuk mengambil
alat yang steril dan memasukkannya ke tempat alat instrument steril.

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. CSSD

314
RESUSITASI CAIRAN PADA LUKA
BAKAR AKUT

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
125/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Resusitasi cairan pada luka bakar akut adalah memulai dan mempertahankan
PENGERTIAN
resusitasi cairan sesuai protocol luka bakar

1. Mencegah syok hipovolemik


TUJUAN
2. Mencegah komplikasi lebih lanjut

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan Pasien
a. Siapkan pasien
b. Jelaskan prosedur pada pasien
2. Persiapan Alat
a. Kemasan steril
b. Larutan anti septik
c. Cairan IV sesuai kebutuhan
d. Set infus darah
e. Konektor tiga jalur
f. dengan ekstensinya
3. Pelaksanaan
b. Bila pasien tidak dapat makan puasakan pasien dengan aspirasi
setiap 4 jam
c. Mulai terapi cairan dalam satu jam setelah kejadian luka bakar
berat
d. Pertimbangkan 3 jenis cairan dalam menghitung kebutuhan
pasien koloid, kristaloid, elektrolit

315
RESUSITASI CAIRAN PADA LUKA
BAKAR AKUT

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
125/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

e. Jumlah penggantian cairan pada 48 jam pertama ditentukan oleh


pemeriksaan faktor seperti :
1) Produksi urin
2) Kadar elektrolit serum
3) Tekanan Vena sentral
4) Hasil AGD
5) Berat badan
6) Kadar hematokrit
7) Tingkat kesadaran
8) Tanda Vital
f. Pasang jalur IV atau pemasangan CVC dan sambungkan cairan IV
sesuai rumus resusitasi cairan
g. Bantu mengambil sampel darah sambil memulai pemasangan CVC
PROSEDUR h. Caritau tanggal dan waktu kejadian luka bakar
i. Periksa Berat badan pasien
j. Pantau produksi urine
k. Lebih sering pantau tanda Vital
l. Pantau EKG secara kontinyu
4. Perhatian:
a. Rumusan penggantian cairan pada pasien Luka Bakar Menurut
Parkland/ Baxter yaitu
b. Larutan Kristaloid ( RL) 4 ml/Kg BB/Luas luka bakar
setengahnya diberikan 8 jam pertama seper empat bagian dalam
8 jam berikutnya
c. Pantau warna dan volume urine Produksi 30 sampai 50mL/jam
pada orang deweasa 15ml pada bayi dianggap adekuat, bila
kurang dari

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. IGD
3. Rawat Inap

316
MEMBANTU PELAKSANAAN PEMASANGAN
THORAKS DRAIN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
126/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Pemasangan thoraks drain adalah Penusukan jarum ke dalam rongga pleura


PENGERTIAN untuk mengeluarkan penumpukan cairan dan udara menggunakan teknik
aseptik

1. Mengeluarkan uadara dan cairan dari rongga pleura


2. Menurunkan tekanan pada jaringan paru- paru
TUJUAN 3. Mengaspirasi cairan pleura untuk tujuan diagnostik
4. Memberikan obat kedalam rongga pleura
5. Melakukan biopsi pleura

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan Alat:
a. Set Aspirasi Pleura yang berisi
1) Forsep penjepit kasa 1
2) Spuit 5cc dan jarum
3) Spuit 20 cc dengan kunci Luer
4) Jarum pengaspirasi no 16 G
5) Mangkuk kecil 2
6) Pinset 1
7) Forsep Arteri 1
PROSEDUR 8) Botol sampel
9) Sarung tangan, masker, gaun
10) Duk steril
11) Kapas usap, potongan potongan kasa dan alas
12) Skalpel
b. Nampan bersih berisi
1) Perlak dan duk
2) Bengkok
3) Alkohol,Betadin
4) Lidokain,pehakain

317
MEMBANTU PELAKSANAAN PEMASANGAN
THORAKS DRAIN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
126/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
c. Peralatan lain seperti
1. Meja di atas ranjang
2. Bantal
2. Prosedur
a. Identifikasi pasien dan jelaskan prosedur nya pada pasien dan
keluarganya
b. Periksa kembali hasil Foto rontgen
c. Minta izin tertulis dari pasien
d. Instruksi pada pasien tidak boleh bergerak pada saat
pemasangan
e. Posisikan pasien dengan nyaman
1) Duduk dipinggir ranjang dengan kaki ditopang, lengan dan
kepala di bantal pada meja diatas ranjang
2) Mengangkangi kursi dengan lengan dan kepala menyandar
pada sandaran kursi
3) Berbaring pada sisi yang sehat, dengan ranjang dielevasikan
PROSEDUR 30-40derajat jika pasien tidak dapat berada dalam posisi
duduk
f. Paparkan dada. Dokter memastikan lokasi aspirasi dengan
melihat foto rontgen dada dan melakukan perkusi dada. Jika
akan akan mengeluarkan udara lokasi penusukan biasanya inter
costa 2 atau 3 jika mengeluarkan cairan lokasi penusukan inter
costa 8 atau 9
g. Bersihkan lokasi dengan larutan anti septik dan bantu dokter
memberikan obat anastesi lokal
h. Dokter menusukkan jarum toraks drain instruksikan pasien
untuk menahan nafas ketika jarum di tusukkan
i. Ketika jarum sudah berada dirongga pleura dokter mengaspirasi
cairan pleura menggunakan spuit 20cc bantu menampung
sampel dalam wadah steril
j. Spuit 20cc dengan adaptor 3 jalur disambungkan dengan jarum
selang yang mengarah ke wadah di sambungkan pada port ke
tiga dari adaptor tiga jalur

318
MEMBANTU PELAKSANAAN PEMASANGAN
THORAKS DRAIN

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
126/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
k. Bila akan menarik cairan dalam jumlah banyak jarum ditahan
pada posisinya di dinding dada
j. Untuk tujuan terapeutik biasanya 1000 sampai 1200 ml cairan
dikeluarkan dengan tujuan diagnostik 30 sampai 60 ml cairan
dikeluarkan dorong pasien untuk tetap diam selama
pelaksanaan prosedur dan pantau tanda vital
k. Setelah jarum ditarik tutup lokasi dengan betadin sol tutup
lokasi pasang verban penekan
l. Atur posisi pasien menghadap ke atas sisi yang sakit tidak
boleh turun 4 sampai 6 jam selam a prosedur
m. Pantau tanda vital setiap setenga jam selama 4 sampai 6 jam
PROSEDUR
sampai stabil amati komplikasi seperti: syok, pinsan, td turun ,
nadi cepat, nafas cepat, bercak darah, periksa bunyi nafas pada
semua lapangan paru
n. Catat prosedur beserta jumlah cairan yang di tarik keluar warna
ciri dan tanda komplikasi
o. Kirim sampel yang sudah diberi label ke laboratorium
p. Ajarkan dan latih pasien untuk nafas dalam dan batuk
q. Lakukan foto rontgen dada bila perlu
r. Cuci peralatan thoraks drain dengan air dingin, kemudian di
air sabun hangat bilas dan keringkan kemudian dikirim untuk
autoclaf. Pakai sarung tangan untuk mencuci

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Kamar Badah

319
MEMASANG KEKANGAN (RESTREIN)
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
127/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Peralatan mekanik yang digunakan untuk mengimobilisasi dan melindungi
PENGERTIAN pasien dari cedera atau untuk memudahkan pemeriksaan,terapi dan
perawatan
1. Memberikan keamanan
2. Memudahkan pemeriksaan
TUJUAN
3. Menjalankan prosedur diagnostik maupun terapeutik
4. Mempertahankan anak pada posisi yang diinginkan

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat :
a. Sprei pengangkut atau selimut bayi untuk bayi (neonatus)
b. Pakaian pengekang siku dengan 5-6 kantung tempat meletakkan spatula
(anak-anak)
c. Simpul jenis bunga 10 c m perban,bantalan katun,perban yang sudah
disulam
d. Bantalan untuk melindungi penonjolan tulang
2. Persiapan pasien :
Jelaskan pada pasien dan keluarga mengenai pentingnya
PROSEDUR
pengekangan,jenis pengekangan yang dipilih dan perkiraan durasinya
3. Pelaksanaan :
a. Identifikasi pasien yang memerlukan kekangan,mis :pasien linglung
atau disorientasi,pasien yang memerlukan imobilitasi ekstremitas,dan
anak-anak yang memerlukan kekangan pada sendi siku untuk mencegah
terlepasnya peralatan terapi, Pasien gelisah dengan atau tanpa obat
sedativa atau penenang
b. Periksa intruksi dokter dan nilai jenis pengekangan apa yang
dibutuhkan.

320
MEMASANG KEKANGAN (RESTREIN)

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
127/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
4. Cuci tangan
5. Pasang pengekang yang dipilih :
a. Jaket pengekang :pakaian seperti rompi yang biasnya
menyilang di depan pasien
b. Sabuk pengekang :Alat yang mengamankan pasien diatas
brankar atau [Link] memasang sabuk teralalu kencang
diatas dada atau perut pasien
c. Pengekangan ekstremitas(pengekangan pergelangan kaki atau
pergelangan tangan ) :Pengekangan yang dirancang untuk
mengimobolisasi satu atau semua ektremitas
d. Kekangan cemplak :Alat kekang campak tanpa bagian ibu jari
untuk mengekang tangan pasien
e. Kekangan siku ; Potongan kain dengan slot tempat
meletakkan spatula sehingga dapat mencegah fleksi sendi siku
PROSEDUR f. Pembedongan :Selimut atau kain dibuka diatas ranjang atau
palungan,dengan satu sudut dilipat kearah [Link]
diletakkan diatas selimut dengan bahunya berada diatas
lipatan dan kaki mengarah ke sudut yang berlawanan.
6. Penonjolan tulang harus dialasi sebelum memasang kekangan
7. Pengekang harus dilepas total paling tidak setiap 2 jam 30
[Link] jangan ditinggal sendiri
8. Kekangan harus dikencangkan agar tidak bisa dilepas pasien
9. Kekangan yang dipasang pada pasien diatas ranjang atau brankar
harus diikat ke rangka ranjang dan bukan pada jeruji disamping
ranjang
10. Cuci tangan
11. Periksa kekuatan kekangan dan apakah ada tidaknya cesera system
musculoskeletal setiap 2 jam
12. Pastikan alat pengekang berada dalam posisi yang benar setiap 2 jam

321
MEMASANG KEKANGAN (RESTREIN)

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
127/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019

13. Inspeksi kulit untuk melihat perubahan warna yang


[Link] waktu pengisian kapiler dan raba denyut nadi
distal dari alat pengekang setiap 30 menit
14. Lakukan latihan jangkauan pergerakan setiap 2 jam pada
ekstremitas yang dikekang
PROSEDUR
15. Catat pada “catatan perawat ”pemeriksaan keperawatan sebelum
dan sesudah pengekangan dengan focus pada keselamatan
pasien,tingkat orientasi pasien,jenis alat pengekang yang
dipilih,respon pasien terhadap kekangan,keutuhan kulit dan
kondisi system muskusskletal

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Unit Rawat Inap

322
MEMBANTU PELAKSANAAN BRONKOSKOPI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
128/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Membantu inspeksi dan pemeriksaan langsung laring, trakea, dan bronkus


PENGERTIAN
lewat bronkoskop fiber-optik fleksibel atau bronkoskop kaku.

1. Terapeutik:
a. Mengambil benda asing
b. Mengisap sekret yang kental dan lengket
c. Mengambil dan menghancurkan lesi
d. Terapi atelektasis pasca operasi
TUJUAN
2. Diagnostik :
a. Pemeriksaan jaringan
b. Evaluasi tumor lebih lanjut terkait potensi operasi reseksi
c. Mengambil bahan jaringan untuk diagnosis
d. Mengevaluasi lokasi pendarahan

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan pasien
a. Jelaskan kepada pasien dan keluarga prosedur yang akan
dilakukan
b. Minta izin tertulis dari pasien atau keluarga
c. Instruksikan pasien untuk puasa 6-12 jam sebelum prosedur
PROSEDUR 2. Pelaksanaan ;
a. Lakukan cuci tangan sesuai prosedur .
b. Lepas gigi palsu, lensa kontak dan prostesis lainnya
c. Berikan pre-medikasi sesuai instruksi dokter (biasanya
atropin, sedatif,opioid)
d. Berikan obat anestesi lokal sesuai instruksi dokter

323
MEMBANTU PELAKSANAAN BRONKOSKOPI

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
128/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

e. Semprotkan obat anastesi topikal-lignokain pada faring untuk


menekan refleks batuk dan meminimalisasi rasa tidak nyaman
f. Berikan sedatif intravena sesuai instruksi. Instruksikan pasien
untuk berbaring telentang dengan kepala hiperekstensi
g. Pantau tanda vital, saturasi O2, irama jantung dan yakinkan
pasien selama pelaksanaan prosedur
h. Bereskan alat sesudah melakukan tindakan
i. Lakukan cuci tangan sesudah prosedur .

NB:
1. Pantau tanda vital
2. Amati pasien terkait tanda gangguan pernapasan meliputi sesak
PROSEDUR napas , perubahan frekuensi,pemakaian otot-otot bantu dan
hilangnya suara napas
3. Amati sekret yang di batukkan untuk melihat ada tidaknya
hemoptisis
4. Tetap puasakan pasien sampai Reflek tersedak muncul kembali
5. Berikan kepingan es dan seteguk kecil air ketika refleks menelan
kembali
6. Pantau bunyi napas selama 24 jam
7. Periksa ada tidaknya letargi dan disorientasi pada pasien tua yang
dapat muncul sebagai akibat pemberian lignokain dalam dosis besar
selama prosedur
8. Instruksikan pasien dan keluarga yang menjaga untuk melaporkan
segera bila muncul sesak napas atau perdarahan .

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Unit Rawat inap

324
MEMBILAS KATETER VENA SENTRAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
129/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Membilas kateter vena sentral merupakan tindakan pembilasan secara
PENGERTIAN berkala dengan NaCl dan mungkin larutan heparin untuk mencegah
terjadinya bekuan darah di dalam kateter atau pada ujung kateter.

TUJUAN Untuk mencegah terjadinya bekuan darah didalam kateter

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan alat:
a. Swab atau larutan betadin
b. Swab atau larutan alkohol
c. Spuit ukuran 10mL
d. Ampul berisi pembilas heparin (heparin 100 u/mL) atau vial
berisi NaCl 0,9% sesuai peraturan isntitusi
e. Jarum steril (20-22 G)
f. Sarung tangan steril
g. Masker wajah
2. Persiapan pasien dan lingkungan:
PROSEDUR a. Memberitahu kepada pasien dan keluarga tentang tindakan
yang akan dilakukan.
b. Menyiapkan lingkungan yang nyaman
c. Atur ketinggian tempat tidur supaya perawat nyaman dalam
bekerja
3. Pelaksanaan:
a. Jelaskan kepada pasien alasan pembilasan kateter.
b. Cuci tangan dan pakai sarung tangan.
c. Siapkan dua spuit, satu berisi 10 mL NaCl0,9% dan yang
lainnya berisi 5 mL larutan pembilas heparin.

325
MEMBILAS KATETER VENA SENTRAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
129/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

d. Usap penutup port injeksi menggunakan betadine dan alkohol,


e. Klem kateter dan buka penutupnya.
f. Periksa keutuhan kateter
1) Sambungkan spuit yang berisi NaCl 0,9%
2) Lepaskan klem
3) Aspirasi larutan heparin lama dari kateter dan amati
keluarnya darah
4) Bilas dengan cepat menggunakan NaCl 0,9% dan klem
kembali
5) Lepas spuit yang sudah kosong
g. Bilas dengan cepat menggunakan larutan heparin
PROSEDUR 1) Sambungkan spuit yang berisi 5 mL larutan heparin ke
kateter
2) Lepaskan klem
3) Bilas dengan cepat dan klem kembali
h. Pasang penutup yang baru pada ujung kateter. Plester semua
sambungan selang dan rekatkan selang pada pakaian pasien.
i. Buang semua peralatan dan perlengkapan yang kotor.
Bersihkan dan simpan kembali peralatan yang masih dapat
digunakan.
j. Cuci tangan untuk mengurangi mikroorganisme.
k. Catat prosedur beserta waktu dan hasil pemantauan pada
catatan perawat.

UNIT
ICU
TERKAIT

326
MENGGANTI SELANG VENA SENTRAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
130/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Selang kateter vena sentral diganti secara berkala untuk memastikan
PENGERTIAN resiko infeksi yang minimal. Frekuensi pergantian tergantung dari
peraturan isntitusi, status pasien, dan jenis cairan yang diinfuskan.

TUJUAN Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi pada aliran darah

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Indikasi :
a. Penggantian selang
1) Pasien yang mendapat nutrisi parenteral total
2) Pasien dengan sistem imunitas yang terganggu
3) Pasien neutropenia. Seperti pasien kanker yang
menjalani kemoterapi
4) Pasien yang mendapatkan cairan hidrasi dan mereka
mempunyai sistem imunitas yang baik memerlukan
penggantian selang yang tidak terlalu sering
PROSEDUR
5) Penggantian selang diperlukan bila selang rusak atau
terkontaminasi
b. Persiapan alat:
Sebuah nampan berisi:
1. Paket selang kateter vena sentral
2. Obat atau cairan sesuai instruksi
3. Plester yang disertai tanggal dan waktu penggantian
selang
4. Sarung tangan steril

327
MENGGANTI SELANG VENA SENTRAL

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
130/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019

2. Pelaksanaan:
a. Periksa rekam medis pasien terkait jenis dan kecepatan
pemberian obat dan cairan
b. Jelaskan pada pasien alasan pengkajian kateter
c. Siapkan obat atau cairan sesuai instruksi dan kumpulkan
peralatan
d. Cuci tangan dan pakai sarung tangan steril
e. Periksa gelang tangan pasien sebelum menggantung cairan vena
sentral yang baru
f. Klem obat atau cairan beserta selang yang baru. Peras tabung
penetesan sampai setengah penuh. Buka klem pada selang yang
PROSEDUR baru sampai obat atau cairan memenuhi keseluruhan selang.
g. Klem kateter vena sentral dan selang yang lama. Bila masih
menggantung lepaskan selang yang lama dari lokasi kateter
vena sentral. Sambungkan selang yang baru tanpa
mengkontaminasi ujung kateter atau jarum.
h. Sambungkan selang pada pompa IV bila memakai pompa IV
dan lepas klem selang baru, atur kecepatan tetesan pada pompa
untuk menginfus pada kecepatan yang diinstruksikan.
i. Pasang lebel pada selang,disertai tanggal penggantian selang.
Catat penggantian selang pada status atau catatan perawat
j. Buang selang bekas sesuai protocol rumah sakit
k. Cuci tangan.

UNIT
ICU
TERKAIT

328
PENGENDALIAN INFESKSI DI RUANG
INTENSIF

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
131/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Suatu usaha yang dilakukan untuk mencegah/ mengurangi terjadinya infeksi


PENGERTIAN
nosokomial di ruang intensif.

1. Mencegah terjadinya infeksi nosokomial di ruang intensif


TUJUAN
2. Mengurangi terjadinya infeksi nosokomial di ruang intensif

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Personil
a. Pahami tentang pengendalian infeksi nosokomial melalui
pelatihan, seminar, dll
b. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh atau melakukan
tindakan prosedur kepada pasien
c. Gunakan alat pelindung diri sesuai prosedur yang dilakukan
d. Lakukan semua tindakan/ prosedur sesuai SPO dan teknik
aseptik/ antiseptik
e. Lakukan pembuangan sampah/ limbah rumah sakit sesuai SPO
PROSEDUR
2. Pasien
a. Berikan posisi yang nyaman dan aman kepada pasien
b. Lakukan mobilisasi pasif untuk menghindari decubitus
c. Berikan jarak tempat tidur antar pasien kurang lebih 3 meter
d. Lakukan prosedur SPO yang ditetapkan
e. Lakukan pengisolasian pasien jika diduga terpapar penyakit
infeksi
f. Gunakan perlatan kesehtan yang berbeda antar pasien kecuali
peralatan tertentu seperti tensimeter/ dynamap

329
PENGENDALIAN INFESKSI DI RUANG
INTENSIF

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
131/SPO/ICU/RSBH
0 2/ 3
/VIII/2019

g. Catat semua tindakan/ peralatan yang menetap di tubuh pasien pada


lembaran perawatan dan surveilens infeksi nosokomial
h. Amati dan kolaborasikan kepada dokter yang merawat serta Tim
PPIRS adanya tanda-tanda infeksi yang terjadi untuk tindakan lebih
lanjut
i. Hindarkan pasien terpapar infeksi silang dari petugas dan
pengunjung rumah sakit
3. Lingkungan
a. Siapkan fasilitas cuci tangan dan alat pelindung diri
b. Batasi jumlah personil atau pengunjung yang masuk
c. Bersihkan ruangan dua kali sehari atau jika diperlukan, lakukan
pembersihan seluruh ruangan terjadwal atau jika memungkinkan
PROSEDUR
d. Buanglah dan tempatkan pembuangan sampah dan beri tanda
sesuai SPO
e. Bersihkan peralatan dan tempat tidur pasien dengan desinfektan
sebelum dipakai pasien lainnya
f. Pisahkan antara ruangan penanganan linen dan peralatan medis
kotor dan bersih
g. Jagalah kebersihan, kerapihan lingkungan di sekitar tempat tidur
pasien dan alat tenun tidak menyentuh lantai
h. Jadwalkan pemberantasan serangga sesuai kondisi ruangan
i. Bedakan ruangan penanganan linen dan peralatan bersih dan kotor
j. Bersihkan dengan desinfektan jika cairan tubuh pasien tercecer di
lantai atau alat kesehatan lainnya

330
PENGENDALIAN INFESKSI DI RUANG
INTENSIF
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
131/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
4. Peralatan
a. Gunakan peralatan kesehatan antar pasien yang berbeda
b. Beri label nama pasien, tanggal dan obat yang diberikan
c. Catat semua tindakan dan peralatan yang menetap pada tubuh
pasien di lembar perawatan dan formulir surveilens infeksi
nosokomial
d. Siapkan alat proteksi diri (Sarung tangan, masker, baju kerja, alat
pelindung mata) di ruanga perawatan
e. Bersihkan dan desinfeksi tempat tidur atau alat kesehatan terlebih
PROSEDUR
dahulu, sebelum dipakai pasien lainnya
f. Gunakan alat kesehatan seperti spuit, suction kateter sekali pakai
g. Tempatkan alat kesehatan di tempat yang steril atau bersih
h. Jika pasien menggunakan kateter urin menetap, gantungkan
penampung urin jangan menyentuh lantai
i. Hindarkan pemakaian obat multi dosis
j. Bersihkan semua peralatan kesehatan dengan desinfektan
k. Bersihkan alat furniture/ alat rumah tangga sesuai SPO yang telah
ditetapkan

UNIT
ICU
TERKAIT

331
PERAWATAN LUKA BAKAR

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt

Membersihkan luka bakar dengan NaCl 0,9% menggunakan tekhnik


PENGERTIAN
aseptic untuk mengangkat eksudat dan mengoleskan obat anti bakteri.

1. Mempercepat penyembuhan luka


TUJUAN 2. Mencegah komplikasi
3. Membersihkan luka

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. Persiapan Alat:
Troli pembalut berisi
a. Set perban
b. Perban steril dalam wadah
c. Kasa steril dalam wadah
d. Perban vaselin steril
e. Sulfa diazin perak 1%
f. NaCl 0,9% steril
g. Forseps bengkok
h. Plester dan gunting
PROSEDUR
i. Gunting steril
j. Kain steril
k. Tempat pembuangan sampah
2. Berbagai Jenis Perawatan Luka Bakar:
a. Perawatan terbuka
b. Perawatan tertutup
3. Metode terbuka
Krim antimikroba dioleskan pada luka dengan menggunakan sarung
tangan dan luka dibiarkan terbuka terkena udara tanpa ditutup kasa.
Krim dioleskan ulang sesuai kebutuhan.

332
PERAWATAN LUKA BAKAR

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019

4. Keuntungan:
a. Meningkatkan visibilitas luka
b. Kebebasan mobilitas sendi
5. Kerugian:
Meningkatkan resiko Hipotermia

METODE TERTUTUP:
Pada metode tertutup kasa diolesi krim antimikroba dan dipasang pada luka.
1. Keuntungan:
a. Mengurangi penguapan cairan dan kehilangan panas dari
permukaan luka
b. Penutupan dengan kasa membantu membersihkan luka
2. Kerugian:
a. Keterbatasan mobilitas
PROSEDUR b. Pemeriksaan luka yang terbatas.

PELAKSANAAN
1. Jelaskan prosedurnya pada pasien
2. Berikan analgesik sekitar 20 menit sebelum prosedur sesuai instruksi
Dokter
3. Basahi perban yang lama dengan NaCl 0,9% dan lepaskan
4. Berikan hidrothrerapy/ cuci luka. Membantu membersihkan luka
5. Atur suhu ruangan pada 24 derajat Celcius dan kelembaban pada 40-
50% menggunakan pelembab ruangan portabel bila ada
6. Pakai masker dan topi
7. Cuci tangan dan pakai gaun serta sarung tangan steril
8. Bersihkan dan lakukan debridement luka dengan menggunakan gunting
steril dan forsep. Angkat jaringan mati yang mengelupas dan kulit mati
9. Bersihkan luka dengan NaCl 0,9% dan tepuk-tepuk sampai kering

333
PERAWATAN LUKA BAKAR

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019

10. Inspeksi luka dan area sekitarnya


11. Oleskan obat topical pada luka
12. Jika memakai metode tertutup, tutup luka dengan perban vaselin dan
pasangkan kasa steril
13. Pasang perban di atas kasa
PROSEDUR
14. Cuci alat yang masih bisa digunakan dengan otoklaf
15. Buang sarung tangan dan gaun serta cuci tangan
16. Catat prosedurnya dan perhatikan bau, warna, ukuran, jumlah
eksudut, tanda epitelisasi dan perubahan apapun yang terjadi
dibandingkan saat pemasangan perban yang sebelumnya.

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Rawat Inap

334
PROSEDUR GENERAL CLEANING RUANG ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Ruang ICU adalah ruangan Critical Care dimana kejadian infeksi
nosokomialnya 5 sampai 10 kali lebih besar di ruang ICU dari pada ruang
PENGERTIAN
rawat (General ward) dikarenakan pasien yang mempunyai daya tahan tubuh
menurun, peralatan banyak terpasang dan pasien yang kondisinya kritis.
1. Untuk mencegah/ meminimalkan terjadinya infeksi melalui ruangan,
pasien, petugas, keluarga, dan pengunjung
TUJUAN
2. Agar ruangan tetap bersih dan kelihatan rapi serta siap pakai kapan saja
dibutuhkan/ ditempati pasien baru

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

1. General Cleaning atau Pembersihan Besar secara umum pada


ruangan ICU adalah :
a. Dilakukan segera setelah pasien pulang
b. Waktu pembersihan selama 1-2 jam
2. Persiapan Alat Kebersihan :
a. Ember
b. Mop pel
c. Sapu/ lobby duster
d. Lap
e. Plastik
3. Prosedur :
PROSEDUR
Lakukan kebersihan tangan sebelum memulai pekerjaan
a. Gunakan alat pelindung diri : sarung tangan dan masker
b. Lakukan pembersihan semua tempat sampah walaupum belum
penuh ¾, segera dicuci dan di lap sampai kering dan buang sampah
benda tajam walaupum belum penuh ¾
c. Ganti plastik sampah sesuai kebutuhan dan sesuai jenis
d. Dusting atau lap rak-rak di dalam ruangan (Furniture), monitor,
meja pasien, tempat tidur pasien sampai roda-roda tempat tidur,
jendela, dan kabel-kabel dengan cairan klorin yang diencerkan
dengan air

335
PROSEDUR GENERAL CLEANING RUANG ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
e. Bersihkan kaca, plavon dan gorden dengan lap basah dan air bersih
kemudian dikeringkan
f. Bersihkan/ sikat wastafel dengan air bersih kemudian di lap sampai
kering
g. Cuci dan bersihkan tabung suction dan tabung humidifier,
kemudian keringkan, tidak diperbolehkan tabung suction dan
tabung humidifier dipasang pada tempatnya saat tidak ada pasien
h. Sapu sisi lantai yang paling jauh dari pintu keluar dengan
menggunakan lobby duster
i. Sapu dan bersihkan sudut-sudut lantai dan lap bersih sehingga tidak
ada
j. Penumpukan debu di area tersebut
k. Bila yakin sudah tidak ada debu lanjutkan pengepelan lantai
menggunakan mop yang sudah dibasahi air dan dicampur bahan
PROSEDUR kimia pembersih secara merata, pengepelan mulai dari area terjauh
dari pintu keluar
l. Periksa kembali ruangan, bila ada kerusakan laporkan kepada
penanggungjawab ruangan dan kepada penanggungjawab petugas
kebersihan
m. Rapikan kembali semua peralatan dan buka Alat Pelindung Diri
(APD), sarung tangan dan masker
n. Lakukan kebersihan tangan dan informasikan kepada petugas
ruangan bahwa ruangan siap dipakai
o. Petugas/ staf ruangan mengecek kembali apakah ruangan sudah
bisa dipakai, bila pembersihan belum maksimal, dapat dilakukan
ulang oleh petugas kebersihan
p. Lakukan ceklist pada formulir ceklist general cleaning yang
ditandatangani oleh petugas kebersihan dan staf ruang ICU
tersebut.

336
PROSEDUR GENERAL CLEANING RUANG ICU

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
4. Lingkungan :
a. Tidak dianjurkan melakukan fogging desinfectan
b. Segera bersihkan permukaan lingkungan yang terkontaminasi
darah atau cairan tubuh pasien
c. Pertahankan udara lingkungan memadai
d. Batasi jumlah personil di ruangan
e. Batasi jumlah pengunjung maksimum 2 orang sekali berkunjung
PROSEDUR NB :
1. Saat pasien baru datang, segera isi tabung suction dengan cairan
desinfectan sebanyak 5cc, dan buang serta bersihkan setiap shift
2. Saat pasien baru datang, segera isi tabung humidifier dengan air aqua
steril dan ganti tiap 24 jam, kemudian tulis formulir penggantian air
humidifier
3. Saat pasien tidak ada / kamar kosong, tetap lakukan pengecekan suhu
ruang/ kamar pasien dan didokumentasikan.

UNIT 1. ICU

TERKAIT 2. Clening sevice

337
MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR PELAYANAN INTENSIF

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
133/SPO/ICU/RSBH
0 1/ 1
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Tata cara untuk menyiapkan tempat tidur agar siap untuk menerima pasien
PENGERTIAN
baru di ruangan intensif

TUJUAN Menyiapkan tempat tidur agar siap pakaai

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

Persiapan sebelum menerima pasien baru


1. 1 Tempat tidur yang komplit ; matras I bh .tempat softamen ,tempat
tabung oksigen, standard infuse , papan untuk nama pasien
2. Test terlebih dahulu tempat tidur apakah palang tempat tidur atas
atau bawah dapat dibuka.
3. Pemutar untuk menaikkan kaki apakah berfungsi
PROSEDUR 4. Pemutar untuk turun naik apakah berfungsi yang letaknya di bawah
tempat tidur
5. Bagian atas tempat tidur apakah bisa ditekan untuk naik dan turun
kepala
6. Lap setiap hari tempat tidur selama pasien dirawat atau bila pasien
telah keluar dari icu
7. Tempat tidur selalu siap pakai

UNIT
ICU
TERKAIT

338
PENILAIAN PASIEN KRITIS

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
133/SPO/ICU/RSBH
0 1/ 1
/VIII/2019

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


PENGERTIAN Suatu cara yang dilakukan untuk dapat menilai pasie yang kritis
Mampu memberikan tindakan yang akan dilakukan dengan tepat dan cepat
TUJUAN
bila pasien mengalami kondisi kritis.

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:

Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengn mencocokkan nama tanggal
lahir pada gelang identitas
b. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
c. Perawat mengukur tanda-tanda vital (suhu,nadi,tensi,pernafasan)
d. Perawat melakukan pemeriksaan fisik (inspeksi,auskultasi,palpasi,
PROSEDUR perkusi), Head to Toe
e. Perawat menilai tingkat kesadaran sesuai SPO
f. Perawat memasukkan hasil observasi ke skala news
g. Perawat melaporkan kondisi pasien kedokter DPJP atau kedokter
jaga
h. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
i. Perawat mendokumentasikan hasil tindakan
1. ICU
UNIT TERKAIT 2. IGD
3. PERAWATAN INAP

339
PENGGUNAAN VENTILATOR

Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
134/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Ventilator adalah suatu alat yang menghasilkan tekanan positif secara ritmik
PENGERTIAN untuk mengembangkan paru-paru selama ventilasi dengan jalan nafas
buatan.
1. Mempertahankan ventilasi alveolus yang sesuai dengan kebutuhan
metabolic pasien
2. Memperbaiki kondisi hipoksemia dan memaksimalkan transport
oksigen
TUJUAN
3. Pemulihan gawat nafas
4. Mengistirahatkan otot-otot pernafasan
5. Mencegah dan perbaikan atelektatis

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:


1. Perawat memastikan persetujuan pemakaian ventilator dan
menginformasikan tujuan pemasangan ventilator
2. Perawat mengidentifikasi pasien (Nama, Tanggal lahir) dan
memastikan sesuai dengan gelang identitas (pedoman identifikasi
keselamatan pasien RS)
3. Perawat membawa alat ventilator ke samping samping pasien
4. Perawat mencuci tangan 6 langkah (SPO PPIRS)
5. Perawat memasang oksigen dan udara tekan
6. Perawat menghubungkan power suplay dan tekan tombol on
7. Perawat mengisi humidifier dengan air steril (aquadest)
ROSEDUR 8. Perawat melakukan pengesetan terlebih dahulu tentukan BB pasien
kemudian tentukan mode, TV, MV, RR, Peak flow, peep, I:E rasio,
FIO2, insp pouse, trigger sesuai ventilator yang dipakai dan order
dokter (vella)
9. Perawat mengatur batas alarm RR, TV, MV, Presure
10. Perawat menyambung tubing dengan test lung dan lakukan pengecekan
nilai yang kita set dengan nilai yang dikeluarkan oleh mesin bila semua
hasil sesuai maka ventilator siap disambung ke pasien.
11. Perawat menyambung ventilator ke pasien
12. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS

340
PENGHITUNGAN MASUKAN DAN KELUARAN CAIRAN TUBUH
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
135/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019

drg. Bramantio, SpOrt


Pengukuran dan pencatatan intake-output cairan tubuh selama periode 24
PENGERTIAN jam yang memberikan informasi penting mengenai keseimbangan cairan dan
elektrolit pasien
1. Untuk menilai kesehatan umum pasien
TUJUAN 2. Untuk memantau kondisi penyakit khusus
3. Untuk menilai keseimbangan cairan

KEBIJAKAN SK Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah No:


A. Persiapan alat:
B. Formulir masukan dan keluaran cairan disamping tempat tidur
C. Catatan grafik masukan dan keluaran cairan
D. Pispot atau urinal
E. Cangkir atau gelas ukur
F. Wadah dengan ukuran untuk menampung keluaran cairan
G. Sarung tangan bersih
H. Tanda pada sisi tempat tidur yang memberitahukan bahwa pasien
sedang dalam pengukuran masukan dan keluaran cairan
A. Pelaksanaan
PROSEDUR
a. Identifikasi pasien
b. Jelaskan metode pengukuran masukan dan keluaran cairan.
c. Cuci tangan setiap sebelum memberikan cairan oral
d. Ukur semua cairan oral sesuai dengan peraturan institusi
e. Catat waktu dan jumlah masukan cairan pada kolom yang
ditentukan
f. Pindahkan total masukan dan keluaran cairan selama 8 jam
g. Catat semua masukan dan keluaran cairan selama 24jam
h. Lengkapi catatan masukan selama 24 jam
i. Mencatat jumlah keluaran dan masukan cairan dengan tepat.
1. ICU
UNIT TERKAIT 2. Rawat inap
3. IGD

341
342

Anda mungkin juga menyukai