Prosedur Pasien Keluar dari ICU
Prosedur Pasien Keluar dari ICU
PENGERTIAN Suatu tata cara pasien keluar dari Ruang Rawat Intensif untuk menjalani
perawatan lanjutan di ruang perawatan dengan alasan:
a. Pasien sudah bisa menjalani perawatan lanjutan di ruang
perawatan.
b. Pasien memerlukan perawatansesuaikondisi ekonomi/permintaan
keluargapasien.
c. Pasien keluar dari Ruang Rawat Intensif karena pindah RS / Rujuk
/ Pulangpaksa.
PROSEDUR Pasien Keluar dari Ruang Rawat Intensif ke Unit Perawatan Lain
/Paviliun Lain.
1. Memberitahukan kepada pasien dan keluarganya bahwa dari dokter
sudah diperbolehkan keluar dari Ruang Rawat Intensif.
2. Menanyakan pada pasien dan keluarganya untuk permintaan kelas
kamar di unit perawatanselanjutnya.
3. Memberitahukan ke kantor terima untuk permintaan kamar dan kelas
pasien yang akan keluar Ruang Rawat Intensif.
4. Menganjurkan pada keluarga untuk minta surat pernyataan pindah
kamar dan tanda tangan perubahan kelas (bila ada perubahan kelas)
ke bagian kantor terima.
1
PASIEN KELUAR RUANG RAWAT INTENSIF
2
PASIEN KELUAR RUANG RAWAT INTENSIF
3
PASIEN KELUAR RUANG RAWAT INTENSIF
4
PETUGAS MASUK ICU
PENGERTIAN Suatu prosedur kegiatan pelayanan di dalam tata cara petugas masuk ruang
ICU .
1. Menjaga kebersihanruangan
KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
Halimah No :
2. Melepas sandal/sepatudiluar
8. Petugas mencucitangan
UNIT RAWAT INTENSIF
UNIT TERKAIT
5
PENGUNJUNG MASUK ICU
Ditetapkan
STANDAR Tgl. Terbit
Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR
01 November 2019 Halimah
OPERASIONAL
6
MENERIMA PASIEN BARU ICU
BH /VIII/2019
7
MENERIMA PASIEN BARU ICU
BH /VIII/2019
8
MEMINDAHKAN PASIEN DARI ICU
H /VIII/2019
9
MEMINDAHKAN PASIEN DARI ICU
10
PASIEN PULANG PAKSA
H /VIII/2019
PENGERTIAN Pasien pulang paksa adalah pasien yang sedang mendapatkan perawatan
dan pengobatan dari tenaga medis, yang dinyatakan belum sembuh, serta
meminta pulang atas kemauan sendiri.
11
PASIEN PULANG PAKSA
12
PERSIAPAN PEMASANGAN ENDOTRACHEAL
TUBE ATAU INTUBASI
H /VIII/2019
2. Membebaskan jalannafas
- Laryngoscopehandle
- Laryngoscopeblades
- Flexiblestylet
- Connectingtube
- Xylocainjelly
13
PERSIAPAN PEMASANGAN ENDOTRACHEAL
TUBE ATAU INTUBASI
BH /VIII/2019
- Aquasteril
- Spuit 20 cc 1buah
- Orofaringeal(guedel)
- Stetoskop
- Plester
- Gunting
- Masker
B. Persiapan Pasien:
- Memberikansalam.
C. Pelaksanaan:
- Mencuci tangan.
- Menyiapkan oropharingealgudel.
14
PERSIAPAN PEMASANGAN
ENDOTRACHEAL TUBE ATAU INTUBASI
15
PERSIAPAN PEMASANGAN
ENDOTRACHEAL TUBE ATAU INTUBASI
BH /VIII/2019
UNIT TERKAIT 1. OK
2. IGD
16
PERSIAPAN MELAKUKAN TINDAKAN
EXTUBASI
- Minute volume90mk/kg
- Vital capacity15ml/kg
2. Persiapan Alat:
- EmergencyTrolly
- SetExtubasi
17
PERSIAPAN MELAKUKAN TINDAKAN
EXTUBASI
3. Persiapan Alat:
- EmergencyTrolly
- SetExtubasi
- Spuit 10 cc / 20cc
- Handscoon
4. Persiapan Pasien:
5. Pelaksanaan:
a. Cucitangan.
b. Gunakan handscoon.
18
PERSIAPAN MELAKUKAN TINDAKAN
EXTUBASI
k. Rapikan pasien
l. Bereskan alat
m. Lepaskan handscoon
n. Cucitangan
p. Lakukan observasi
- Tingkat kesadaran
- Ekspansi dada
r. Cek analisa gas darah setelah 30 menit sampai 1 jam pasca extubasi.
- OK
UNIT TERKAIT
- IGD
- ICU
19
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG
PARU (RJP)
PENGERTIAN RJP adalah suatu prosedur tindakan untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan
fungsi jantung guna mempertahankan kelangsungan hidup pasien yang dilakukan
pada pasien henti jantung dan henti nafas, ventrikel fibrilasi serta asistole.
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda Halimah No :
KEBIJAKAN
- Posisi pasien diatur dengan posisi terlentang datar dan diusahakan tidak
menyentuh tempattidur
- Baju bagian atasdibuka
- Jaga privacypasien
2. Persiapan Alat:
3. Pelaksanaan:
20
MELAKUKAN RESUSITASI
JANTUNG PARU (RJP)
4. Pelaksanaan:
- Merasakan adanya udara dari mulut dan hidung dengan pipi atau
punggung tangan.
b. Menilai denyut jantung pasien dengan cara meraba arteri karotis.
c. Mengecek kesadaran pasien dengan cara:
- Memanggil nama
- Menanyakan keadaan
- Menggoyangkan bahupasien
- Ekstensi kepala
21
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG
PARU (RJP)
BH /VIII/2019
- Penolong sudah tidak mampu atau sudah 30 menit tidak ada respon dari
pasien. Frekuensi tekanan 80- 100 kali/menit
k. Dokumentasikan
A. Dewasa:
22
MELAKUKAN RESUSITASI
JANTUNG PARU (RJP)
B. Anak:
C. Pada Bayi:
UNIT TERKAIT 1. OK
2. UGD
23
PERSIAPAN & PEMASANGAN ALAT
VENTILATOR MEKANIK
PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan persiapan dan pemasangan alat bantu mekanik untuk
memberikan bantuan nafas pada pasien yang memerlukan pemasangan alat
ventilasi mekanik dan dilakukan oleh dokter atau perawat terlatih/ahli yang
sudah mendapatkan pendelegasian dari [Link]/[Link]
24
PERSIAPAN & PEMASANGAN ALAT
VENTILATOR MEKANIK
- PulseOxymetri
- Endo Trachealtube
25
PERSIAPAN & PEMASANGAN ALAT
VENTILATOR MEKANIK
H /VIII/2019
- Cek pengembangan tes lung sesuai dengan Tidal Volume yang sudah
diatur
- Sambungkan selang pasien ke ETT
a. Mengisap sekresi.
26
PERSIAPAN & PEMASANGAN
ALAT VENTILATOR MEKANIK
c. Menilai volume udara yang masuk dengan cara membaca jarum petunjuk
pada jarum ventilator, atau melihat pada layarmonitor
d. Menentukan sistem alarm volume udara yang masuk/tekanan udara, sesuai
dengan jenis ventilator yang digunakan.
e. Menentukan sensitifitas kearah negatif 20 cmH2O bagi pasien dengan
resusitasiotak.
f. Menghubungkan ventilator ke pasien dengan memakai konektor.
B. Pada Pasien Dengan Pernapasan Assisted:
3. Mengisapsekresi.
27
PERSIAPAN & PEMASANGAN
ALAT VENTILATOR MEKANIK
- Kerjaventilator
3. Mengisapsekresi
a) Kerjaventilator
2. Pola pernapasan kendali dengan PEEP, cara kerjanya sama pada pasien
dengan pola pernapasan kendali,ditambah
28
PERSIAPAN & PEMASANGAN
ALAT VENTILATOR MEKANIK
3. Pola pernapasan SIMV dan PEEP, cara kerjanya sama pada pasien
dengan pola pernapasan SIMV, ditambah dengan pemasangan katup pada
selang ekspirasi
4. Pada pasien dengan pernapasan “Continuous Positif Airway Pressure”
(CPAP) :
a) Mengatur ventilator kearah CPAP pada pasien yang sudah
bernapasspontan
b) Menghubungkan selang ekspirasi kedalam botol berisi air untuk pasien
yang sudah tidak memakai ventilator, tetapi masih memerlukan tekanan
positif pada akhir ekspirasi. Besarnya tekanan positif dalam alveoli sama
dengan panjang selang ekspirasi yang masuk kedalam air.
29
PEMASANGAN BEDSIDE MONITOR
PENGERTIAN Bedside monitor adalah alat yang difungsikan untuk memonitor kondisi
fisiologis pasien dimana proses monitoring tersebut dilakukan secara
real-time sehingga dapat diketahui kondisi fisiologis pasien pada saat itu
juga.
PROSEDUR 1. PersiapanAlat.
- Sumberlistrik
2. PersiapanPasien.
3. Pelaksanaan.
30
PEMASANGAN BEDSIDE MONITOR
- Mencuci tangan.
- Dokumentasikan.
31
PEMBERIAN TERAPI INHALASI DENGAN ALAT NEBULIZER
STANDAR Ditetapkan
PROSEDUR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tgl. Terbit
OPERASIONAL Halimah
01 November 2019
PROSEDUR 1. PersiapanAlat
3) Bengkok 1buah.
4) Tissue.
5) Spuit 5cc.
6) Nacl 0,9 %.
2. Persiapan Pasien
32
PEMBERIAN TERAPI INHALASI DENGAN ALAT NEBULIZER
3. Pelaksanaan:
- Mencuci tangan
- Mencuci tangan
33
PEMANTAUAN HEMODINAMIK DENGAN TRANDUSER
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
- Monitor.
- Tranduser.
- Alatflush.
- Kantongtekanan.
- Cairan NACL0,9%.
- Heparin.
- Manometerline.
34
PEMANTAUAN HEMODINAMIK DENGAN TRANDUSER
- Spuit 1cc.
- Threeway stopcock.
- PipaV.
- Infuseset.
2. Persiapan Pasien:
- Menyampaikansalam.
3. Pelaksanaan:
- Mencuci tangan
35
PEMANTAUAN HEMODINAMIK DENGAN TRANDUSER
36
MELAKUKAN SUCTIONING TRACHEAL
(PADA ALAT BANTU JALAN NAPAS )
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan dalam melakukan penghisapan secret melalui alat
bantu jalan nafas seperti endotracheal tube atau tracheostomy tube dengan
menggunakan kateter suction yang di hubungkan pada mesin suction dan
dilakukan pada pasien yang tidak mampu melakukan pembersihan jalan
nafas juga tidak dapat batuk efektif serta pada pasien yang mengalami
penurunan kesadaran yang memerlukan pengeluaran secret.
Persiapan Alat :
PROSEDUR
- Mesin suction portable atau suctiondinding.
37
MELAKUKAN SUCTIONING TRACHEAL
(PADA ALAT BANTU JALAN NAPAS )
- Kom steril.
- Selimut atau handuk untuk melindungi baju pasien dan alat tenun.
- Masker.
Persiapan Pasien :
- Sampaikan salam.
- Cuci tangan.
- Atur posisi klien. Untuk pasien yang sadar posisi semi fowler dan
pasien tidak sadar posisi supine.
38
MELAKUKAN SUCTIONING TRACHEAL
(PADA ALAT BANTU JALAN NAPAS )
H /VIII/2019
39
MELAKUKAN SUCTIONING TRACHEAL
(PADA ALAT BANTU JALAN NAPAS )
40
MELAKUKAN SUCTIONING TRACHEAL
(PADA ALAT BANTU JALAN NAPAS )
- Rapikanpasien.
- Cucitangan.
41
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR (SUCTIONING)
MELALUI OROFARINGEAL DAN NASOFARINGEAL
PENGERTIAN Suatu prosedur penghisapan secret melalui hidung dan mulut dengan
menggunakan kateter suction yang di hubungkan dengan mesin suction dan
dilakukan pada pasien yang tidak mampu melakukan pembersihan jalan nafas
juga tidak dapat batuk efektif serta pasien yang mengalami penurunan
kesadaran yang memerlukan pengeluaran secret.
42
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI OROFARINGEAL DAN
NASOFARINGEAL
- Sarung tangansteril.
- Sampiran.
2. PersiapanPasien
- Sampaikan salam.
1) Cucitangan
43
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI OROFARINGEAL DAN
NASOFARINGEAL
44
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI OROFARINGEAL DAN
NASOFARINGEAL
10) Lakukansuction.
45
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI OROFARINGEAL DAN
NASOFARINGEAL
23)Rapikanpasien.
24)Cucitangan.
- Waktu penghisapan
- Posisi pasien
46
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI HIDUNG
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan pembersihan secret yang ada pada jalan nafas
utama dalam rangka pemenuhan kebutuhan oksigen dan dilakukan pada
pasien yang tidak mampu batuk atau pasien-pasien tidak sadar.
- Tissue
- Sarungtangan
47
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI HIDUNG
2. Persiapan Pasien:
- Sampaikansalam
- Assessment kondisipasien
48
MELAKUKAN PENGHISAPAN LENDIR
(SUCTIONING) MELALUI HIDUNG
15) Cucitangan.
49
CARA MENGUKUR CVP
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
e. Standar infus.
50
CARA MENGUKUR CVP
2. Pelaksanaan:
51
CARA MENGUKUR CVP
tangan kanan atau kiri geser ujung waterpass yang satunya tentukan
nilai nol pada manometer sejajar dengan ujung waterpass tersebut.
52
CARA MENGUKUR CVP
p. Atur aliran tetesan cairan ke cateter CVP supaya cateter CVP tidak
macet.
q. Dokumentasikan hasil pengukuran.
53
MENGGANTI BALUTAN IV LINE CATETER
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Suatu tindakan membuka balutan infus yang terpasang pada area
penusukan infus dan menggantinya dengan balutan infus baru.
PROSEDUR 1. PersiapanAlat.
a. Metode Konvensional :
- Plester dangunting
54
MENGGANTI BALUTAN IV LINE CATETER
b. Metode Modern
- Pengalas
- Bengkok
- Sarung tanganbersih
- Perlak danpengalas
2. Persiapan Pasien :
- Sampaikansalam
a. Cuci tangan .
b. Dekatkan alat –alat ke samping tempat tidur dan jaga kesterilan alat.
c. Pasang perlak dan pengalas di bawah tempat IVcateter.
55
MENGGANTI BALUTAN IV LINE CATETER
56
MENGGANTI BALUTAN IV LINE CATETER
n. Sampaikansalam.
o. Cucitangan.
57
PROSEDUR PEREKAMAN ELEKTROKARDIOGRAM
(EKG)
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PROSEDUR [Link].
- Kertas EKG
58
PROSEDUR PEREKAMAN ELEKTROKARDIOGRAM
(EKG)
b. Jelly /air
c. Tissue
2. Persiapan pasien:
a. Menyampaikansalam.
59
PROSEDUR PEREKAMAN ELEKTROKARDIOGRAM
(EKG)
60
PROSEDUR PEREKAMAN ELEKTROKARDIOGRAM
(EKG)
p. Mematikan mesinEKG.
u. Mencuci tangan.
61
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG TRACHEOSTOMY
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PROSEDUR 1. PersiapanAlat
62
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG TRACHEOSTOMY
- Alas kerja.
- Neirbekken 2 buah.
- Plester.
- Gunting verban.
- Wash bensin,alcohol.
- Sarung tangan.
2. Persiapan Pasien:
- Menyampaikansalam
- Mengatur posisi semi fowler bila pasien sadar, atau posisi supinasi
pada pasien tidak sadar
- Memastikan pasien dalam keadaa aman untuk dilakukan tindakan
3. Pelaksanaan:
63
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG TRACHEOSTOMY
- Buka balutan lama dengan pinset cirurgis dan lidi waten yang
sudah dicelupkan ke dalam wash bensin
- Buang balutan lama ke dalam neirbekken masukkan pinset
cirurgis ke dalam neirbekken yang berisi larutan desinfektan.
- Bersihkan tube tracheostomy dengan kapas sublimat atau kassa
NaC1 0,9 % sampaibersih.
- Pastikan tracheostomy tube dalam posisi yang tepat dan aman
pada saat mengganti balutan.
- Keringkan luka dan [Link] dengan cermat adakah
tanda –tanda peradangan atau perdarahan.
64
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG TRACHEOSTOMY
- Mencuci tangan.
65
PEMBERIAN MAKAN MELALUI ENTERAL FEEDING
(BLENDERIZE)
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Pemberian makan dengan menggunakan selang naso gastrik terbuat dari
poly ethylene (NGT) yang di pasang melalui naso/ oropharing pasien ke
dalam lambung untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien yang
terpasang NGT/OGT/Gastrostomy.
- Serbet.
- Stetoskop.
66
PEMBERIAN MAKAN MELALUI ENTERAL FEEDING
(BLENDERIZE)
- Tissue makan.
- Neirbekken.
- GelasUkur.
- Persiapan pasien:
- Sampaikan salam.
3. Pelaksanaan:
2) Cucitangan.
67
PEMBERIAN MAKAN MELALUI ENTERAL FEEDING
(BLENDERIZE)
68
PEMBERIAN MAKAN MELALUI ENTERAL FEEDING
(BLENDERIZE)
69
PEMBERIAN TOTAL PARENTERAL NUTRISI
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
- Caiaran infus
- Infus pump
- Infusset
- Kapas alcohol
- Plester
- Tiang infus
70
PEMBERIAN TOTAL PARENTERAL NUTRISI
2. Persiapan pasien:
- Sampaikansalam.
3. Pelaksanaan:
71
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
WATER SEALAD DRAINAGE (WSD)
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
- Kain kasa.
72
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
WATER SEALAD DRAINAGE (WSD)
d. Neirbekken.
f. Gunting verban.
h. Klem 2buah.
2. Persiapan Pasien:
- Sampaikan salam.
3. Pelaksanaan:
- Kaji rasa nyaman pasien dan pemberian obat analgetik pada saat
pasien bergerak, nafas dalam,dan batuk.
- Kaji tanda vital untuk mengetahui apakah terdapat pneumothorax.
- Observasi pergerakan dada, auskultasi bunyi nafas.
73
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
WATER SEALAD DRAINAGE (WSD)
- Periksa fluktuasi air atau udara pada selang WSD dengan mengklem
sementara selang dada.
Mengganti Balutan :
- Mendekatkan alat.
74
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
WATER SEALAD DRAINAGE (WSD)
Yang kotor.
- Tutup sekitar selang dada dengan kain kassa (kompres) dan tutup
kembali dengan menggunakan kain kassa kering.
- Tutup pakaian pasien.
- Mencuci tangan.
75
PEMBERIAN OBAT SECARA TITRASI (DRIP)
MENGGUNAKAN ALAT SYRINGE PUMP
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Syringe Pump merupakan suatu alat yang bekerja secara otomatis untuk
mengalirkan cairan / obat didalam syringe / spuit dalam bentuk bilangan
bulat atau secara decimal dengan pemberian secara titrasi (dalam
pengenceran) agar diperoleh kecepatan dan jumlah tetesan yang tepat
sesuai dengan dosis obat yang dibutuhkan.
PROSEDUR 1. Persiapanpasien
2. Persiapanalat
- Alat syringpump.
- Perfusor Line.
76
PEMBERIAN OBAT SECARA TITRASI (DRIP)
MENGGUNAKAN ALAT SYRINGE PUMP
- Sumber listrik.
3. Pelaksanaan:
a. Hitung dan rubah jumlah cairan yang diinginkan menjadi bentuk
cc/jam.
b. Isi syringe yang sesuai dengan pump yang digunakan dengan obat
yang sudah dioplos sesuai kebutuhan.
c. Isi perfusor line yang sudah tersambung dengan syringe sampai
ujung selang bebas dari udara.
d. Masukkan syringe/spuit ke dalam mesin dengan menekan tombol
push.
e. Hubungkan syringe pump dengan sumber listrik.
77
PEMBERIAN OBAT SECARA TITRASI (DRIP)
MENGGUNAKAN ALAT SYRINGE PUMP
78
PEMBERIAN BANTUAN NAPAS DENGAN MENGGUNAKAN
ALAT BVM
Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tgl. Terbit
PROSEDUR Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019
79
PEMBERIAN BANTUAN NAPAS DENGAN MENGGUNAKAN
ALAT BVM
- Inform consentkeluarga.
2. Persiapan alat
- Satu set Ambubag.
3. Pelaksanaan:
a. Cucitangan.
80
PEMBERIAN BANTUAN NAPAS DENGAN MENGGUNAKAN
ALAT BVM
serta memfiksasi masker, pada saat memegang masker, ibu jari dan jari
telunjuk membentuk huruf C sedangkan jari-jari lainnya memegang
rahang bawah sekaligus membuka jalan nafas dengan membentuk
huruf E.
j. Lakukan sebanyak 10-12 kali/menit sampai dada nampakterangkat.
k. Lakukan dengan cepat, tepat dan hati-hati.
o. Observasi pasien, bila terjadi henti nafas dan henti jantung lakukan
resusitasi.
p. Bereskan alat-alat.
q. Cuci tangan .
r. Dokumentasi.
81
MEMBERIKAN KEJUTAN LISTRIK JANTUNG DENGAN
DEFIBRILATOR
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
b. Monitor EKG.
c. Jelly.
82
MEMBERIKAN KEJUTAN LISTRIK JANTUNG DENGAN
DEFIBRILATOR
- Resuscitation bag
- IntubasiSet
- Disposible
- Abocath
- InfusSet
- Perfusor
- Threeway
- Adrenalin Injeksi
e. Tissue pembersih.
f. Oksigen.
2. Persiapan Pasien:
- Pasang IV Line
- Beri Oksigen
3. Pelaksanaan:
83
MEMBERIKAN KEJUTAN LISTRIK JANTUNG DENGAN
DEFIBRILATOR
h. Jika energi sudah terisi dan siap dilepaskan, beri aba-aba pada
lingkungan sekitar “CLEAR AREA”, DC SIAP?”, “OK” dengan
suarakeras.
i. Tekan tombol pada kedua paddle secara bersamaan.
84
MEMBERIKAN KEJUTAN LISTRIK JANTUNG DENGAN
DEFIBRILATOR
- Monitor jantung
- Akses intravena
- EKG 12 Lead
85
MEMBERIKAN DEFIBRILASI EKSTERNAL
PADA PASIEN DEWASA
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan pemberian therapi kejut listrik dengan “Mode
Asynkrone” yang dapat menghantarkan listrik ke miokard pada keadaan
aritmia pada pasien yang bmengalami Ventrikel Fibrilasi. Tindakan ini
dilakukan oleh dokter dan perawat terlatih/ahli yang sudah
mendapatkan pendelegasian dari dokterDPJP.
a. Defibrilar
b. Kabel elektroda
d. Jelly EKG
e. Kertas EKG
86
MEMBERIKAN DEFIBRILASI EKSTERNAL
PADA PASIEN DEWASA
- Resuscitation bag
- Intubasi Set
- Disposible
- Abocath
- Infus Set
- Perfusor
- Three Way
- Adrenalin Injeksi
- Tissue pembersih
- Oksigen
2. Persiapan Pasien:
c. Pasang IV Line
e. Beri Oksigen
3. Pelaksanaan:
a. Cuci tangan.
87
MEMBERIKAN DEFIBRILASI EKSTERNAL PADA
PASIEN DEWASA
h. Letakkan paddle apex pada posisi apkes (ICS V) mid klavikula kiri
dan paddle sternum pada garis sternal kanan dibawah klavikula
(ICSII).
i. Yakinkan irama EKG pasien masih Ventrikel Fibrilasi.
88
MEMBERIKAN DEFIBRILASI EKSTERNAL
PADA PASIEN DEWASA
- Monitor jantung
- Akses intravenal.
- EKG 12 Lead
89
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
d. Tissue.
f. Handuk.
90
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)
i. Stetoskop
j. suction.
2. Persiapan pasien:
1) Sampaikan salam.
3. Pelaksanaan:
a. Cuci tangan.
POSTURAL DRAINAGE
Pilih salah satu posisi berikut :
1) Bronchus pada lobus apical anterior atas bagian kanan
91
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)
dan kiri : pasien duduk di kursi, bersandar pada bantal atau duduk
semifowler.
2) Bronchus pada lobus apical posterior atas bagian kanan dan kiri :
pasien duduk dikursi condong ke depan pada bantal danmeja.
3) Bronchus pada lobus atas anterior bagian kanan dan kiri : pasien
berbaring terlentang datar dengan bantal kecil dibawahlutut.
4) Bronchus pada lobus linguinal atas bagian kiri : pasien berbaring
miring kanan dengan lengan atas ke kepala pada posisi
trendelenburg dengan kaki tempat tidur ditinggikan 30 cm.
Tempatkan bantal dibelakang punggung dan gulingkan pasien
seperempat putaran kebantal.
5) Bronchus pada lobus tengah bagian kanan : pasien berbaring
miring kiri dan tinggikan kaki tempat tidur 30 cm. Tempatkan
bantal di belakang punggung dan gulingkan pasien seperempat
putaran kebantal.
6) Bronchus pada lobus bawah anterior bagian kanan dan kiri : pasien
berbaring terlentang dengan posisi trendelenburg dengankaki
tempat tidur ditinggikan 45- 50 cm. Biarkan lutut menekuk
padabantal.
7) Bronchus pada lobus lateral bagian bawah kanan : pasien
berbaring miring kanan posisi tendelenburg, dengan kaki tempat
tidur ditinggikan 45-50cm.
92
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)
1) Pastikan bahwa area yang akan di perkusi tertutup oleh gaun atau
handuk.
2) Minta pasien untuk bernafas dalam dan lambat.
93
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)
terkena.
MELAKUKAN BATUK
1) Atur posisi pasien duduk dengan agak sedikit membungkuk ke
depan dan kaki diluruskan di atas tempattidur
2) Pertahankan posisi panggul dan lutut fleksi untuk merelaksasikan
dan mengurangi ketegangan otot-otot abdomen ketikabatuk
3) Anjurkan pasien menarik nafas lambat dan dalam melalui hidung
dan menghembuskannya melalui bibir yang dira-
94
FISIOTHERAPI DADA (POSTURAL DRAINAGE,
PERKUSI, VIBRASI DAN BATUK EFEKTIF)
9) Lakukan evaluasi :
Bereskan alat
Cuci tangan
95
MELAKSANAKAN PERAWATAN LUKA
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan dalam melakukan perawatan luka pada pasien
yang memiliki luka operasi, luka karena trauma mekanik, electric
maupun chemis serta luka karena ganggren.
PROSEDUR 1. Persiapanalat.
- Kapas lidi(secukupnya).
96
MELAKSANAKAN PERAWATAN LUKA
- Bengkok (2buah)
- Tempatsampah
2. Persiapan pasien:
- Sampaikansalam.
3. Pelaksanaan
1) Cucitangan
97
MELAKSANAKAN PERAWATAN LUKA
Wash bensin.
10) Luka diberi obat dan di tutup dengan kassa steril dengan
menggunakan pinset steril / sarung tangan steril. Penutup luka bisa
juga dengan menggunakan modern wound dressing.
11) Buka sarung tangan.
15) Catat hasil observasi luka dan semua keadaan yang terjadi pada
saat mengganti balutan.
16) Observasi dan catat respon pasien.
98
MELAKSANAKAN PERAWATAN LUKA
99
MELAKSANAKAN PERAWATAN STOMA
Halaman
No. Dokumen : No. Revisi
001 1/3
030/SPO/ICU/RS
BH /VIII/2019
PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan merawat luka stoma untuk membantu proses
eliminasi buang air besar dari usus /colon yang dikeluarkan melalui
dinding perut dan dilakukan pada pasien yang mengalami karsinoma,
inflamasi, truma atau obstruksi di bawah sisi ostomi.
Sebagai penerapan acuan langkah-langkah untuk merawat lubang yang
TUJUAN
dibuat melalui pembedahan ke dalam usus guna memberikan jalan
keluar feses baik temporer maupun
permanent.
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :
- Airhangat
- Kapas
- Kassa
100
MELAKSANAKAN PERAWATAN STOMA
- Vaseline
- Gunting 1buah
- Tempatsampah
- Sabun
- Waslap 1buah
- Cetakan ukuranstoma
- Spidol
2. Persiapan pasien
1) Sampaikan salam.
3. Pelaksanaan
1) Cucitangan.
2) Pakai sarungtangan.
101
MELAKSANAKAN PERAWATAN STOMA
102
PEMASANGAN IV CATETER PERIFER
[Link] tranfusi.
[Link].
Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
KEBIJAKAN
Halimah No :
a. IVKateter
103
PEMASANGAN IV CATETER PERIFER
e. Plester
i. Tourniquet.
j. Sarungtangan.
k. Neirbekken.
l. Gunting.
2. Persiapan :
a. Sampaikan alam.
c. Cek hasilLaboratorium.
3. Pelaksanaan:
1) Cucitangan
104
PEMASANGAN IV CATETER PERIFER
15) Lepaskantourniquet.
19) Lakukanfiksasi.
105
PEMASANGAN IV CATETER PERIFER
kassa steril.
21) Atur jumlah cairan infus yang masuk dengan system tetes
ataden atau menggunakan pump sesuai dengan kebutuhan.
22) Pada set infus dan kateter di beri tanggalpemasangan.
23) Bereskanalat-alat.
25) Rapikanpasien.
26) Cucitangan.
a) Tanggalpemasangan
c) Jumlah kebutuhancairan
106
PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT)
Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tgl. Terbit
PROSEDUR Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019
107
PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE
(NGT)
- Sampaikansalam.
2. Persiapan Alat:
- NGT, sesuaiukuran
- Pelumas ataujelly
- Sarung tangansteril
- Neirbekken
- Perlakpengalas
- Stetoscope
- Feedingbag
- Kapas ataukassa
- Plester
- Gunting
- Klem (bilaperlu)
108
PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT)
3. Persiapan pasien:
109
PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT)
110
PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT)
o. Rapikanpasien.
p. Cuci tanganbersih.
q. Lakukandokumentasi.
111
ISOLASI PASIEN
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR 01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan memisahkan pasien dan atur peralatan pada
suatu tempat tersendiri / khusus dan dilakukan pada pasien yang
memiliki penyakit menular yang harus ditempatkan di tempat isolasi.
- Masker
- Barakschort
2. Persiapan pasien:
112
ISOLASI PASIEN
a. Cuci tangan.
113
ISOLASI PASIEN
114
PEMBERIAN NASAL CANULA OKSIGEN
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
- Canula oksigen
- Aqua bideststeril
- Manometer oksigen
- Pengalaskerja
- Tissue
- Neirbekken
115
PEMBERIAN NASAL CANULA OKSIGEN
- Jelly
- Sumber O2
- Humidifier
2. Persiapan pasien:
1) Sampaikan salam.
3. Pelaksanaan:
1) Cucitangan.
116
PEMBERIAN NASAL CANULA OKSIGEN
117
PEMBERIAN CANULA BINASAL OKSIGEN
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
- Aqua bideststeril
- Manomete roksigen
- Pengalaskerja
- Tissue
- Neirbekken
118
PEMBERIAN CANULA BINASAL OKSIGEN
- Jelly
- SumberO2
- Humidifier
2. Persiapan pasien:
1) Sampaikansalam.
1) Cuci tangan.
119
PEMBERIAN CANULA BINASAL OKSIGEN
120
PEMBERIAN SIMPLE MASK OKSIGEN
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan cara memberikan oksigen aliran rendah dengan
konsentrasi yang tinggi dan dapat digunakan dalam pemberian
therapiaerosol.
PROSEDUR 1. Persiapanalat
- Simple maskoksigen
- Aquabideststeril
- Manometeroksigen
- Kassa
- SumberO2
- Humidifier
2. Persiapanpasien
1) Sampaikan salam
121
PEMBERIAN SIMPLE MASK OKSIGEN
1) Cuci tangan.
122
PEMBERIAN SIMPLE MASK OKSIGEN
13) Keringkan wajah pasien jika pada masker terlihat uap atau
basah.
14) Observasi ketat apabila ada reaksi muntah.
123
PEMBERIAN SIMPLE MASK NON REBREATHING OKSIGEN
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan cara pemberian oksigen dengan aliran rendah
dengan konsentrasi yang tinggi.
- Masker nonrebreathing
- Aquabideststeril
- Manometeroksigen
- SumberO2
- Humidifier
2. Persiapan pasien:
1) Sampaikan salam.
124
PEMBERIAN SIMPLE MASK NON REBREATHING OKSIGEN
1) Cuci tangan.
125
PEMBERIAN SIMPLE MASK NON REBREATHING OKSIGEN
126
PEMBERIAN SIMPLE MASK REBREATHING OKSIGEN
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Suatu prosedur tindakan cara pemberian oksigen dengan aliran rendah
dengan konsentrasi yang tinggi.
- Maskerrebreathing
- Aquabideststeril
- Manometeroksigen
- SumberO2
- Humidifier
2. Persiapan pasien:
1) Sampaikansalam.
127
PEMBERIAN SIMPLE MASK REBREATHING OKSIGEN
1) Cuci tangan.
128
PEMBERIAN SIMPLE MASK REBREATHING OKSIGEN
129
PEMASANGAN NASAL OKSIGEN KATETER
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PROSEDUR 1. Persiapanalat
- Nasal Kateter
- Aqua bideststeril
- Manometeroksigen
- Pengalas kerja
- Tissue
- Neirbekken
- Jelly
- Humidifier
130
PEMASANGAN NASAL OKSIGEN KATETER
2. Persiapanpasien
1) Sampaikan salam.
1) Cuci tangan.
2) Alat-alat didekatkan.
131
PEMASANGAN NASAL OKSIGEN KATETER
132
MENGUKUR BALANCE CAIRAN
Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tgl. Terbit
PROSEDUR Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019
- Gelasukururin/urinbag.
- Alatpengukurberatbadan.
B. PROSEDUR:
1. Menjelaskantujuandanprosedur yangakandilakukan.
2. Mencucitangan.
3. Mengukurberatbadanpasien.
4. Menghitung intake:
- Oral ( makan,minum).
133
MENGUKUR BALANCE CAIRAN
a. Air metabolisme:
- usiabalita ( 1-3tahun) :8cc/kgBB/hari.
- usia5-7tahun :8-8,5cc/kgBB/hari.
- usia7-11tahun :6-7cc/kgBB/hari.
- usia12-14tahun :5-6cc/kgBB/hari
a. CM(input) :Cairanmasuk
- Infus
- Minuman
- Kandungan cairan dalam makanan
- Volume cairandalam obat2an
(sirup, suntikan,drip).
b. CK (Out Put) :Cairan keluar
- Urine
- Muntah
- NGT
- Draine.
134
MENGUKUR BALANCE CAIRAN
13. Mencucitangan
135
PEMULANGAN PASIEN KRITIS
Rehabilitasi
Obat-obatan
Manajemen Nyeri
Perwatan Luka
136
PEMULANGAN PASIEN KRITIS
Bidang Pelayanan.
Bidang Keperawatan.
137
TRANSPORTASI PASIEN KRITIS
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
138
TRANSPORTASI PASIEN KRITIS
139
PERAWATAN PASIEN
DENGAN KONDISI TERMINAL
Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tgl. Terbit
PROSEDUR Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019
TUJUAN 1. Memberikan rasa puas secara jasmani dan rohani kepada pasien
dengan kondisi terminal.
140
PERAWATAN PASIEN DENGAN
KONDISI TERMINAL
PROSEDUR 1. Persiapan:
141
PELAYANAN PASIEN DENGAN KONDISI
KOMA
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PENGERTIAN Kondisi koma adalah keadaan penurunan kesadaran dan respons dalam
bentuk yang berat, kondisinya seperti tidur yang dalam di mana pasien
tidak dapat bangun dari tidurnya.
TUJUAN 1. Memberikan rasa puas secara jasmani dan rohani kepada pasien
dengan kondisi koma.
2. Memberikan rasa nyaman dan bebas nyeri pada pasien dengan
kondisikoma.
3. Memberikan rasa ikhlas dan tabah kepada keluarga pasien
dengan kondisikoma.
PROSEDUR 1. Persiapan:
142
PELAYANAN PASIEN DENGAN KONDISI KOMA
4. Perawatan Dasar:
143
PELAYANAN PASIEN DENGAN KONDISI KOMA
144
RUMUS DOBUTAMIN dalam SYRING PUMP
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PROSEDUR 1. Sediaan:
2. Pengenceran:
50 cc 1 cc = 5000 µgr
3. Dosis :
1 – 20 µgr
4. Rumus:
𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑏𝑒𝑟𝑖𝑘𝑎𝑛(𝑀𝑔)𝑥𝐵𝐵𝑥𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛
145
RUMUS DOBUTAMIN dalam SYRING PUMP
5. Tabel :
Dosis 40Kg 45 Kg 50 55 60 Kg 65 Kg 70 75 80 Kg
Kg Kg Kg Kg
1. 0,48 0,54 0,6 0,66 0,72 0,78 0,84 0,9 0,96
2. 0,96 1,08 1,2 1,32 1,44 1,56 1,68 1,9 1,92
3. 1,44 1,62 1,8 1,98 2,16 2,34 2,52 2,7 2,88
4. 1,92 2,16 2,4 2,64 2,88 3,12 3,36 3,6 3,84
5. 2,4 2,7 3 3,3 3,6 3,9 4,2 4,5 4,8
6. 2,88 3,24 3,6 3,96 4,32 4,68 5,04 5,4 5,76
7. 3,36 3,78 4,2 4,62 5,04 5,46 5,88 6,3 6,72
8. 3,84 4,32 4,8 5,28 5,76 6,24 6,72 7,2 7,68
9. 4,32 4,86 5,4 5,94 6,48 7,02 7,56 8,1 8,64
10. 4,8 5,4 6 6,6 7,2 7,8 8,4 9 9,6
11. 5,28 5,94 6,6 7,26 7,92 8,58 9,24 9,9 10,56
12. 5,76 6,48 7,2 7,92 8,64 9,36 10,08 10,8 11,52
13. 6,24 7,02 7,8 8,58 9,36 10,14 10.92 11,7 12,48
14. 6,72 7,56 8,4 9,24 10,08 10,92 11,76 12,6 13,44
15. 7,2 8,1 9 9,9 10,8 11,7 12,6 13,5 14,4
16. 7,68 8,64 9,6 10,56 11,52 12,48 13,44 14,4 15,36
17. 8,16 9,18 10,2 11,22 12,24 13,26 14,28 15,3 16,32
18. 8,64 9,72 10,8 11,88 12,96 14,04 15,12 16,2 17,28
19. 9,12 10,26 11,4 12,54 13,68 14,82 15,96 17,1 18,24
20. 9,6 10,8 12 13,2 14,4 15,6 16,8 18 19,2
146
RUMUS DOPAMIN dalam SIRINGE
PUMP
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
1 Ampul – 200mg
2. Pengenceran :
200 mg / 50 cc
1 cc = 4000 µgr
3. Dosis :
1 – 20
µgr/kgBB/mnt
4. Rumus :
𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑏𝑒𝑟𝑖𝑘𝑎𝑛(𝑀𝑔)𝑥𝐵𝐵𝑥𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛
Drip infus :
147
RUMUS DOPAMIN dalam SIRINGE PUMP
5. Tabel :
Dosis 40Kg 45 Kg 50 Kg 55 Kg 60 Kg 65 Kg 70 Kg 75 Kg 80 Kg
11. 6,6 7,425 8,25 9,075 9,9 10,725 11,55 12,375 13,2
13. 7,8 8,775 9,75 10,725 11,7 12,675 13,65 14,625 15,6
14. 8,4 9,45 10.5 11,55 12,6 13,65 14,7 15,75 16,8
17. 10,2 11,475 12,75 14,025 15,3 16,575 17,85 19,125 20,4
18. 10,8 12,15 13,5 14,85 16,2 17,55 18,9 20,25 21,6
19. 11,4 12,825 14,25 15,675 17,1 18,525 19,95 21,375 22,8
148
NOR EPINEPRINE dalam SIRINGE
PUMP (1 AMPUL)
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
1 Ampul : 4 cc = 4mg
2. Pengence
ran : 4 mg /
50cc
1 cc = 0,80 mg = 80µgr
3. Dosis :
µgr/kgBB/mnt
4. Rumus:
𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠𝑥𝐵𝐵𝑥𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛
149
NOR EPINEPRINE dalam
SIRINGE PUMP (1 AMPUL)
BH /VIII/2019
5. Tabel :
40 80
Dosis 45 Kg 50 Kg 55 Kg 60 Gg 65 Kg 70 Kg 75Kg
Kg Kg
0,1 3 3,375 3,75 4,125 4,5 4,875 5,25 5,625 6
0,2 6 6,75 7,5 8,25 9 9,75 10,5 11,25 12
0,3 9 10,125 11,25 12,375 13,5 14,625 15,75 16,875 18
0,4 12 13,5 15 16,5 18 19,5 21 22,5 24
0,5 15 16,875 18,75 20,625 22,5 24,375 26,25 28,125 30
0,6 18 20,25 22,5 24,75 27 29,25 31,5 33,75 36
150
NOR EPINEPRINE dalam SIRINGE
PUMP (2 AMPUL)
BH /VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
2 Ampul : 8 cc = 8 mg
2. Pengence
ran : 8 mg /
50cc
1 cc = 0,160 mg = 160 µgr
3. Dosis :
µgr/kgBB/mnt
4. Rumus:
𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠𝑥𝐵𝐵𝑥𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛
151
NOR EPINEPRINE dalam SIRINGE PUMP
(2 AMPUL)
BH /VIII/2019
6. Tabel
40 60 80
Dosis 45 Kg 50 Kg 55 Kg 65 Kg 70 Kg 75Kg
Kg Kg Kg
0,1 1,5 1,6875 1,875 1,875 2,25 2,4375 2,625 2,8125 3
0,2 3 3,375 3,75 3,75 4,5 4,875 5,25 5,625 6
0,3 4,5 5,0625 5,625 5,625 6,75 7,3125 7,875 8,4375 9
0,4 6 6,75 7,5 7,5 9 9,75 10,5 11,25 12
0,5 7,5 8,4375 9,375 9,375 11,25 12,1875 13,125 14,0625 15
0,6 9 10,125 11,25 11,25 13,5 14,625 15,75 16,875 18
0,7 10,5 11,8125 13,125 13,125 15,75 17,0625 18,375 19,6875 21
0,8 12 13,5 15 15 18 19,5 21 22,5 24
0,9 13,5 15,1875 16,875 16,875 20,25 21,9375 23,625 25,3125 27
1 15 16,875 18,75 18,75 22,5 26,25 26,25 28,125 30
152
RUMUS ADRENALIN dalam SIRINGE PUMP
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda
Halimah No :
PROSEDUR
1. Pengence
ran : 5 mg /
50cc
1 cc = 0,1 mg = 100 µgr
2. Dosis :
0,01 s/d0,2
µgr/kgBB/mnt
3. Rumus:
𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠𝑥𝐵𝐵𝑥𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
摲𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑛
153
RUMUS ADRENALIN dalam SIRINGE
PUMP
4. Tabel :
Dosis 40Kg 45 50 55 60 65 K 70 75 Kg 80
Kg Kg Kg Kg Kg Kg
0,01 0,24 0,27 0,3 0,33 0,36 0,39 0,42 0,45 0,48
0,02 0,48 0,54 0,6 0,66 0,72 0,78 0,84 0,90 0,96
0,03 0,72 0,81 0,9 0,99 1,08 1,17 1,26 1,35 1,44
0,04 0,96 1,08 1,2 1,32 1,44 1,56 1,68 1,80 1,92
0,05 1,2 1,35 1,5 1,65 1,80 1,95 2,1 2,25 2,40
0,06 1,44 1,62 1,8 1,98 2,16 2,34 2,52 2,70 2,88
0,07 1,68 1,89 2,1 2,31 2,52 2,73 2,94 3,15 3,36
0,08 1,92 2,16 2,1 2,64 2,88 3,12 3,36 3,6 3,84
0,09 2,16 2,43 2,7 2,97 3,24 3,51 3,78 4,05 4,32
0,1 2,4 2,7 3,0 3,30 3,6 3,90 4,2 4,5 4,80
0,15 3,6 4,05 4,5 4,95 5,4 5,83 6,3 6,75 7,20
0,2 4,8 5,4 6,0 6,60 7,2 7,80 8,4 9,0 9,60
0,25 6,0 6,75 7,5 7,5 9,0 9,73 10,5 11,25 12
0,3 7,2 8,1 9,0 9,9 10,8 11,7 12,6 13,5 14,4
0,35 8,4 9,45 10,5 11,55 12,6 13,65 14,7 15,75 16,8
0,4 9,6 10,8 12,0 13,2 14,4 15,6 16,3 18,0 19,2
0,45 10,8 12,15 13,5 14,85 16,2 17,55 18,9 20,25 21,6
0,5 12,0 13,5 15,0 16,5 18,0 19,5 2,1 22,5 24,0
154
RUMUS NITRAT dalam SIRINGE PUMP
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
PROSEDUR
1. Sediaan:
1 cc = 1 mg = 1000 µgr
2. Pengenceran:
5 mg / 50cc
- Sasaran tergantungkasus.
155
RUMUS NITRAT dalam SIRINGE PUMP
Dosisx60 = Cc / Jam
…………….
1000
6. Tabel :
156
PENILAIAN GLASGOW COMA
SKALE (GCS) DEWASA
157
PENILAIAN GLASGOW COMA
SKALE (GCS) DEWASA
158
PENILAIAN GLASGOW COMA
SKALE (GCS) DEWASA
RAWAT INAP
159
PENILAIAN GLASGOW COMA SKALE
(GCS) ANAK-ANAK / BAYI.
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tgl. Terbit
Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah RS. Hj. Bunda Halimah No :
160
PENILAIAN GLASGOW COMA SKALE
(GCS) ANAK-ANAK / BAYI.
IGD
UNIT TERKAIT
RAWAT INAP
161
PDEFIBRILATOR CARDIAC SHOCK
Nomor Dokumen
No. Revisi : Halaman
0 1/ 3
053/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
162
1. Persiapan alat :
a. Defibrilator siap pakai
b. Jelly EKG
c. Tissue
d. Emergenci troli
e. Persiapan intubasi
f. Ambubag dan one way
g. Nierbekken
h. Obat anti aritmia
i. Spuit 10 cc, spuit 50 cc, dext 5 % : 25-50 cc
j. Ektension tube
k. Syringe pump
l. Papan resusitasi
m. Sarung tangan
1. Prosedur Kerja :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas pasien
2. Persiapan alat :
PROSEDUR
n. Defibrilator siap pakai
o. Jelly EKG
p. Tissue
q. Emergenci troli
r. Persiapan intubasi
s. Ambubag dan one way
t. Nierbekken
u. Obat anti aritmia
v. Spuit 10 cc, spuit 50 cc, dext 5 % : 25-50 cc
w. Ektension tube
x. Syringe pump
y. Papan resusitasi
z. Sarung tangan
3. Prosedur Kerja :
b. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas pasien
163
DEFIBRILATOR CARDIAC SHOCK
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 3
053/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
c. Dokter menginformasikan tujuan tindakan kepada keluarga, bila
kardioversi harus ada IC
d. Perawat mempersiapkan alat dan membawa kedekat pasien
e. Perawat menutup gorden/sampiran
f. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
g. Perawat membuka baju bagian dada dan memasang chest lead
h. Chest Lead RA, LA, N
i. Perawat menghubungkan kabel power ke sumber listrik dan
menghidupkan mesin defibrillator sesuai tombol yang ada di
mesin
j. Dokter/ perawat memastikan gelombang EKG : VT/VF tanpa
nadi atau SVT, PAT, AF
k. Perawat mengolesi paddle dengan jelly EKG
PROSEDUR l. Dokter menentukan energy dengan memutar tombol energy yang
ada dimesin
m. Dokter meletakan padle disternum dan Apek
n. Dokter memberi aba-aba area clear/ jangan memagang tempat
tidur
o. Dokter menekan tombol charge lihat sampai energy yang
diinginkan tercapai
p. Dokter menekan tombol SHOCK dengan member tekanan ±10-
12 kg
q. Dokter/perawat mengevaluasi gelombang EKG bila masih
menetap, asistol atau irama sinus ritme
r. Dokter melajutkan defibrilisasi/ cardioversi dengan energy lebih
tinggi bila gambaran EKG masih menetap
164
PENGENDALIAN
DEFIBRILATOR CARDIAC SHOCK
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 3/ 3
053/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
s. Perawat/dokter melakukan RJP bila gelombang EKG Asistol
t. Dokter/perawat memberikan obat sulfasatropin bila gambaran
EKG bradicardi, bila EKG sinus ritme observasi pasien
u. Perawat/ Dokter memberikan dosis maintenance obat anti aritmia
(amiodaron) sesuai kolaborasi
v. Perawat membersihkan dada pasien dengan tissue,
w. Perawat membersihkan padle dengan tissue
x. Perawat membuang sampah ke bengkok dan memasukan sampah
dalam medis dan non medis
y. Perawat membuka gorden
PROSEDUR
z. Perawat /Dokter melakukan cuci tangan sesuai SPO PPIRS
aa. Perawat/Dokter melkaukan dokumentasi tindakan
4. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a. Bila melakukan cardioversi tekan tombol syncronice pada mesin
defibrillator
b. Saat memasang chest lead letakkan RA di ekstremitas kanan atas
dan N di Midaksila sejajar iga ke-4
c. Saat mengolesi jelly energy jangan diisi
d. Jika pasien menggunakan TPM maka mesin harus dimatikan
e. Saat meberikan obat anti aritmia gunakan mesin syringe pump
UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. IGD
165
INDIKASI PEMASANGAN VENTILATOR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 2
054/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Suatu alat yang mampu ( sebagian ) atau mengambil alih semua pertukaran
PENGERTIAN
gas paru untuk mempertahankan hidup.
1. Indikasi klinis :
a. Penderita dengan resiko tinggi mis penderita tidak sadar,
trauma dan syock, kemudian penyakit paru paru menahun yang
mendapat infeksi jalan nafas mendadak, bedah mayor dan post
tenggelam ( aspirasi )
b. Apnoe
c. RR lebih dari 35/ menit
d. Volume Tidal kurang dari 3,5 ml / kg berat badan.
2. Laboratorium :
PROSEDUR a. PaO2 < 55-60 mm Hg dengan Oxigen 21% PaO2 tetap < 55-
60 mmHg dengan Oxigen 40 %.
b. PCO2 > 45-55 mmHg
c. PH < 7,25
3. Dokter telah memeriksa dan ada indikasi pemasangan ventilator
4. Setting Ventilator sesuai dengan hasil AGD atau sesuai instruksi
dokter anasthesi
5. Lapor ke dokter Intensivist untuk nutrisi dan oksigenisasi yang
adekuat
Lakukan Mobilisasi dan Weaning secara bertahap
166
GIAINTUBASI
Nomor Dokumen :
No. Revisi Halaman
0 1/ 3
055/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
1. Persiapan Alat :
a. Ambu bag dan face mask, one way
b. ETT sesuai kebutuhan
c. Laringoskop dn handle
d. Margil forcep bila diperlukan
e. Mandrain
f. Xylokain jelly
g. Spuit 20 cc/ cuff inflator
h. Guedel sesuai kebutuhan
i. Plester
PROSEDUR
j. Stetoskop
k. Sarung tangan
l. Oximetri
m. Gunting
n. Monitoring set
o. Obat relaxan atau sedasi
p. Obat obat untuk resusitasi apabila dibutuhkan
q. Mesin dan chateter suction sesuai kebutuhan
r. Nierbekken
s. Spirometer
167
PENGENDALIAN
INTUBASI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 3
055/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Dokter menjelaskan kepada keluarga tujuan tindakan dan minta
inform concent
b. Perawat memasang monitoring sesuai spo
c. Perawat membawa alat kedekat pasien dan mempersiapkan
mesin suction siap pakai
d. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokkan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas
e. Perawat dan dokter mencuci tangan sesuai SPO PIRS dan
memakai sarung tangan
f. Perawat menutup sampiran
g. Perawat mengecek balon ett untuk mengetahui apakah ada
kebocoran dengan memasukkan udara sebanyak 8-10 cc melalui
PROSEDUR cuff ett dengan spuit 20 cc atau cuff inflator kemudian
memasukkan mandrain ke dalam ett dan mengolesi dengan
xylokain jelly
h. Perawat memastikan laringoskop dalam keadaan siap pakai
i. Perawat mempersiapkan pasien:
1) Memasang monitoring
2) Membuat posisi pasien dengan posisi telentang dan tengadah
kepala topang dagu
3) Memasang gudel
4) Melakukan suction bila ada slym
j. Dokter bersama perawat melakukan bagging dengamn
konsentrasi oksigen tinggi (hiperventilasi) dengan penekanan
krikoid dan observasi saturasi oksigen
168
PENGENDALIAN
INTUBASI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
055/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. NICU
169
PENGENDALIAN
KRITERIA PASIEN MASUK DAN KELUAR ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
056/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Suatu ketentuan apakah pasien perlu masuk ICU atau tidak serta menentukan
PENGERTIAN
kapan pasien boleh dikeluarkan dari ICU.
Agar prosedur pelayanan pasien di ICU dapat terlaksana dengan baik, teratur
TUJUAN
sesuai dengan kebijakan Rumah Sakit.
1. Pesyaratan
a. Pasien yang akan masuk ICU harus diketahui dan mendapat
persetujuan dari dokter jaga ICU pada saat itu.
b. Pasien yang akan keluar dari ICU harus diketahui dan ditentukan
oleh dokter jaga ICU pada saat itu.
2. Indikasi rawat ICU:
a. Prioritas I Pasien sakit kritis, tidak stabil dan memerlukan terapi
intensive dan tertitrasi. Antara lain :
1) Perlu bantuan nafas dengan ventilasi mekanik
PROSEDUR 2) Perlu obat vasoaktive kontinu.
3) Perlu obat tertitrasi secara kontinu. Contoh: Sepsis berat,pasca
bedah jantung, gangguan asam basa yang mengancam nyawa dan
lain sebagainya.
b. Prioritas II Pasien yang memerlukan pemantauan
canggih (invasive) Antara lain:
1) Kateter vena central
2) Arteri line
3) Kateter arteri pulmonal, contoh: pasien dengan penyakit
170
PKRITERIA PASIEN MASUK DAN KELUAR ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 3
056/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Jantung, paru. Pasien dengan gagal ginjal akut berat dan paska bedah
mayor.
171
PENGENDALIAN
KRITERIA PASIEN MASUK DAN KELUAR ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 3/ 3
056/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
c) Pasien gawat nafas :
HR >100x/i
RR > 36x/i
AGDA : PO2 <60 Dengan FiO2 60 % PCO2 >60
d) Pasien dengan GCS < 8 yang memerlukan intubasi.
f. Indikasi keluar dari ICU Berdasarkan pertimbangan Konsulen
UNIT
ICU
TERKAIT
172
EKSTUBASI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 3
057/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Nafas spontan
2. Mencegah agar ETT tidak menimbulkan trauma
Indikasi :
1. Pasien sudah compos mentis dan kooperatif
2. Tensi, nadi dan pernafasan normal
TUJUAN 3. Suhu badan tidak panas
4. Bisa batuk secara efektif
5. Hasil thorax foto terakhir keadaanya bersih, tidak ada retensi
sputum
6. Tidak ada gejala hypoxia, hiperkarbi dan takikardi
7. Tidal volume cukup
8. Hasil AGDA normal
PersiapanAlat :
a. Mesin dan cateter suction sesuai kebutuhan
b. Caff invlator atau spuit 20 cc
PROSEDUR
c. Sarung tangan,
d. Nearbeaken
e. NRM
173
PENGENALIAN
EKSTUBASI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 3
057/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
f. Oksigen Central
g. Kapas alcohol/ casa
h. Tissue
i. Obatdexametason
j. Spuit 3 cc
ProsedurPelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas.
b. Perawat memberitahu tujuan tindakan kepada pasien
c. Perawat membawa alat-alat kedekat pasien
d. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PIRS
e. Perawat memakai handscoon
f. Perwat melakukan kolaborasi untuk pemberian obat
dexametason dengan dokter dan pemberian obat dexametason
15 menit sebelum ekstubasi.
174
PENGENDALIAN
EKSTUBASI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 3/ 3
057/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a. Ajarkan teknik relaksasi dan batuk efektif.
PROSEDUR b. Observasi tanda-tanda vital dan SO2, keluhan dan kesadaran
pasien.
c. Pemeriksaan AGD 6 jam setelah ekstubasi
175
MELAKUKAN ELEKTROKARDIOGRAM
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 3
058/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan Alat :
a. Mesin ekg lengkap dengan: 12 kabel ekg (12 lead) 6 chest
elektroda dan 4 elektroda
b. Alcohol swab
c. Bengkok
2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien (nama, tanggal lahir) dan
memastikan sesuai dengan gelang identitas pasien (pedoman
identifikasi keselamatan pasien RS)
PROSEDUR b. Perawat:
1) Memberitahukan tujuan tindakan
2) Melepaskan alat alat logam yang dipakai
3) Menganjurkan pasien untuk tetap berbaring dan tidak
bergerak, batuk, berbicara saat dilakukan rekaman
4) Tidak memegang penghalang tempat tidur
c. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PIRS
d. Perawat membawa alat kedekat pasien dan
e. Perawat menutup sampiran
176
MELAKUKAN ELEKTROKARDIOGRAM
177
MELAKUKAN ELEKTROKARDIOGRAM
1. ICU
UNIT 2. IGD
178
PENGENDALIAN
MELAKUKAN PENGISAPAN ENDOTRAKEAL /TRAKEAL TUBE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 4
059/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat:
2. Non-steril;
a. Kateter pengisap steril disertai penutup (No. 12-16 Fr-
Dewasa), (No. 8-10 Fr - anak-anak)
b. Air/NaCl 0,9% steril dalam wadah
c. Sarung tangan steril dan bersih
d. Masker
e. Pakaian/clemek dan Pelindung wajah
f. Nearbeken / bengkok
PROSEDUR g. Swab alkohol
h. Stetoskop
3. Steril ;
a. Duk steril
b. Kom
c. Kain kasa
4. Persiapan pasien :
Memberitahu pada pasien bila sadar dengan menjelaskan prosedur yang
akan dilakukan
179
PENGENDALIAN
MELAKUKAN PENGISAPAN ENDOTRAKEAL /TRAKEAL TUBE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
059/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 4
/VIII/2019
5. Pelaksanaan :
a. Mencuci tangan
b. Memasang sarung tangan dan masker
c. Memasang gudel bila perlu
d. Mengecek daya hisap mesin sesuai dengan kebutuhan pasien
(500-750 cmHg) membantu pasien dalam posisi semi-Fowler
atau fowler bila sadar.
e. Jika pasien tidak sadar harus diposisikan miring menghadap
perawat.
f. Kumpulkan peralatan periksa fungsi peralatan penghisap dan
kantong resusitasi manual tersambung pada sumber oksigen.
g. Pakai masker wajah dan cuci tangan secara menyeluruh.
h. Buka wadah steril dan ambil duk letakkan diatas dada pasien.
Buka swab alkohol dan letakkan disudut duk.
PROSEDUR i. Buka set kateter sterill dan letakkan diwadah steril dan isi
mangkok dengan air steril
j. Bila pasien terpasang ventiklasi mekanik, pelepasan
sambungan ventilator dapat dilakukan dengan satu tangan
k. Pakai sarung tangan steril. Pakai satu tangan sebagai tangan
ygang berisih untuk melepaskan sambungan memompa dan
mengendalikan pengisapan dilakukan dominan oleh tangan
yang tetap steril untuk memutar kateter penghisap
l. Sambungkan kateter penghisap ke mesin penghisap. Dengan
tangan yang bersih lepaskan sambungan ventilator atau CPAP
atau sumber oksigen lainnya pada pasien, letakkan
sambungan ventilator diatas duk steril dan lipat salah satu
sudut duk untuk menutup sambungan jangan sampai ada
cairan yang menciprat area steril
180
PENGENDALIAN
MELAKUKAN PENGISAPAN OROFARING
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 3
060/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat :
a. Kateter penghisap steril dengan ukuran yang sesuai (diameter
terkecil yang akan mengeluarkan sekret secara efektif)12-18 Fr
atau kateter khusus penghisapan orofaring.
b. Unit penghisap portable atau dinding beserta selang
penghubung dan konektor Y
c. Air steril/NACL 0,9% Steril didalam mangkuk steril
d. Sarung tangan sekali pakai yang bersih.
e. Masker wajah
f. Alat pembuka jalan nafas nasal atau gudel bila perlu
PROSEDUR g. Duk atau alas tahan air
2. Persiapan pasien :
a. Jelaskan kepada pasien bahwa penghisapan akan merangsang
batuk, refleks tersedak, atau bersin
b. Jelaskan pentingnya dan dorong pasien untuk batuk selama
prosedur
Pelaksanaan :
1) Periksa tanda dan gejala yang menandakan adanya sekret
saluran nafas atas, gelisah, menetesnya air liur
2) Kumpulkan peralatan
181
PENGENDALIAMELAKUKAN PENGISAPAN OROFARING
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
060/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
182
PENGENDALIAN
MELAKUKAN PENGISAPAN OROFARING
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
060/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
3. Perhatian khusus :
a. Untuk pasien yang telah menjalani operasi orofaring,prosedur
harus dilakukan dengan teknik aseptik yang keat.
b. Pengisapan hanya dilakukan selama 10-15 [Link]
PROSEDUR
waktu ini ,kateter dimasukkan ,pengisapan dilakukan dan
dihentikan serta kateter dikeluarkan
c. Berikan jarak waktu 20 sampai 50detik diantarea setiap
penghisapan dan batasi waktu total selamat menit
1. ICU
UNIT
2. Unit Rawat inap
TERKAIT
3. IGD
183
MELAKUKAN PUNKSI ARTERI UNTUK PEMERIKSAAN ANALISA
GAS DARAH
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
061/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 4
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
01 November 2019
PENGERTIAN Pengambilan darah dari arteri untuk pemeriksaan analisa gas darah
1. Persiapan Alat :
a. Spuit AGD
b. Needle no 23 dan jelly
c. Sarung tangan
d. Swab alcohol
e. Plester 3M
PROSEDUR
f. Es dan tempatnya
g. Bengkok
h. Kain pengalas
i. Label identitas pasien (barcode)
j. Formulir pemeriksaan
184
MELAKUKAN PUNKSI ARTERI UNTUK PEMERIKSAAN ANALISA
GAS DARAH
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
061/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 4
/VIII/2019
2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokkan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas
b. Perawat memberitahukan kepada pasien/keluarga tujuan tindakan
c. Perawat mengisi formulir pemeriksaan dan mendekatkan alat-alat
ke dekat pasien
d. Perawat dan dokter mencuci tangan sesuai SPO PIRS dan
memakai sarung tangan
e. Perawat memilih/menetapkan daerah arteri yang akan di punksi :
1) Arteri radialisis
2) Arteri dorsalis pedis
PROSEDUR 3) Arteri brachialis
4) Arteri femoralis
f. Perawat melakukan Allen s’test pada daerah yang akan di
punksi dengan cara :
1) Anjurkan pasien mengepal tangan yang kuat
2) Lakukan penekanan langsung pada kedua arteri radialis dan
ulnaris
3) Anjurkan klien membuka kepalan tangan
4) Lepaskan tekanan diatas artei ulnaris dan observasi warna
jari, jempol dan tangan bila warna kulit kembali dengan cepat
arteri dapat di punksi
185
MELAKUKAN PUNKSI ARTERI UNTUK PEMERIKSAAN ANALISA
GAS DARAH
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
061/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 4
/VIII/2019
186
MEMANDIKAN JENAZAH
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 2
062/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
Membersihkan tubuh pasien yang sudah dinyatakan meninggal denga air dan
PENGERTIAN
sabun dengan menggunakan washlap
TUJUAN Jenazah pasien dibawa kekamar jenazah yang sudh dalam keadaan bersih
1. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengn mencocokkan nama
tanggal lahir pada gelang identitas
b. Perawat memberitahu kepada keluarga bahwa jenazah akan
dimandikan dan jenazah 1 jam di ICU kemudian dijemput
kekamar jenazah oleh petugas kamar jenazah (security)
c. Perawat mempersiapkan peralatan mandi jenazah dan kapas
lemak, plester putih, kasa standar, kasa gulung, pinset
PROSEDUR d. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
e. Perawat memasang gorden/sampiran
f. Perawat memakai sarung tangan dan melepaskan alat-alat yang
ada ditubuh pasien seperti infuse, elektroda, ventilator, ETT, dan
NGT, dan membungkus plastik warning
g. Perawat melepaskan pakaian jenazah pakaian atas
h. Perawat memasang handuk diatas dada jenazah
i. Perawat membashi daerah muka, leher, telinga dengan washlap
basah dan menggunakan sabun
187
MEMANDIKAN JENAZAH
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 2
062/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
j. Perawat melakukan suction sebelum jenazah dimiringkan
k. Perawat memasukkan kapas lemak kebagian hidung, telinga,
anus
l. Perawat menelentangkan jenazah dan memakai baju jenazah
m. Perawat menyisir rambut jenazah
n. Perawat mengikat bagian tangan dan kaki jenazah
o. Perawat menutup jenazah dengn selimut
PROSEDUR
p. Perawat memanggil petugas kamar jenazah untuk menejmput
jenazah disertakan identitas jenazah nama , alalamt, dan
meninggal jam berapa
2. Hal-hal yang perlu diperhatikan
a. Menyerahkan obat obatan uang dimiliki jenazah menggunakan
buku ekspedisi
b. Memaklumkan dokter yang merawat dan suster mod
1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Unit Rawat Inap
188
MEMASANG ECG MONITORING
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 3
063/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat :
a. 1 Alat Monitoring EKG siap pakai
b. 3 buah elektroda / 5 buah elektroda
c. Alkohol Swab
d. Alat cukur
2. Persiapan pasien:
a. Pastikan indentitas pasien benar dengan mencocokan Nama,
Tanggal Lahir pada gelang identitas pasien.
b. Menjelaskan kepada keluarga atau pasien tindakan yang akan
PROSEDUR
dilakukan
3. Penatalaksanaan :
a. Beri salam dan panggil nama pasien
b. Perawat memperkenalkan diri
c. Perawat memberitahu tujuan tindakan kepada pasien dan keluarga
d. Menghubungkan kabel monitor ECG ke sumber listrik ( apabil
belum tersambung )
e. Perawat Mencuci tangan sesuai SPO PIRS
189
MEMASANG ECGMONITORING
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
063/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
190
MEMASANG ECGMONITORING
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 3/ 3
063/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
n. Pakaikan manset pada lengan tangan atas kiri atau kanan
o. Pakaikan SPO2 pada ibu jari
p. Perawat mengatur atau pengesetan size, Lead II dan alarm pada
monitor
q. Merapikan pasien
r. Merapikan alat-alat
s. Cuci tangan sesuai SPO PIRS
t. Catat tanggal dan jam pelaksanaan
PROSEDUR u. Observasi vital sign pasien baik subyektif maupun obyektif dan
catat pada catatan lembar Flowsheet ICU
4. Dokumentasikan tindakan dalam catatan keperawatan dalam bentuk
SOAP
5. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a. Observasi pasien bila ada peningkatan atau penurunan HR,
Ganguan irama segera lakukan kolaborasi,
b. Lakukan EKG 12 Lead bila ada aritmia,
c. Ganti Elektroda setiap hari dan observasi iritasi
1. ICU
UNIT 2. IGD
TERKAIT 3. OK
4. NICU
191
ENDALIAN
MENGGANTI VERBAN PADA LOKASI PENUSUKAN KATETER
VENA SENTRA
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat :
1. Pinset cirurgi 1 dan pinset biasa 1
2. Kapas usap
3. Potongan kasa
4. Pot kecil
5. Larutan swab betadin
6. Salep betadin
7. Sarung tangan steril dan sarung tangan bersih
8. Plester dan gunting untuk memfiksasi
9. Label dan tanggal penggantian verban
10. Masker wajah
PROSEDUR 11. Cara Perawatan :
2. Beri penjelasan kepada pasien tentang penggantian verban dan
alasannya.
3. Cuci tangan dan pakai sarung tangan bersih .
4. Lepaskan verban lama dengan hati-hati dan jangan sampai menarik
kateter vena sentral .
5. Perhatikan ada tidaknya sekret pada verban.
6. Amati ada tidaknya kemerahan , nyeri tekan, atau bengkak pada kulit,
lokasi penusukan.
7. Amati kateter mulai dari port sampai kulit.
8. Lepaskan sarung tangan bersih dan pakai sarung tangan steril
192
PENGENDALIAN
MENGGANTI VERBAN PADA LOKASI PENUSUKAN KATETER
VENA SENTRAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
064/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
UNIT 1. ICU
193
MENGUKUR CVP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
065/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat
a. Monitor VCP
b. NaCl 0,9% dan set medifix CVP
2. Persiapan pasien
a. Pasien diberitahu tentang tindakan yang akan dilakukan
b. Posisi tidur diatur dan tentukan sesuai tempat pengukuran (titik
nol)
3. Langkah-langkah
a. Perawat mencuci tangan
b. Menggunakan cairan infus NaCl, bila terpasang cairan hypertonik
PROSEDUR
c. Mempercepat tetesan infus untuk menilai kelancaran aliran cairan.
d. Menghentikan aliran cairan ke pasien dengan cara memutar three
way stop cock
e. Mengalirkan cairan infus kearah monometer sampai setinggi 34
cm H2O diatas titik nol.
f. Menghentikan cairan infus yang mengalir kearah
g. monometer dengan menggunakan medifix line.
h. Mengalirkan cairan dari magnometer dengan cara mengukur antara
intercostal dan pada garis mix-axilla titik O.
194
MENGUKUR CVP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
065/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
UNIT
1. ICU
TERKAIT
195
MENILAI KESADARAN PASIEN MENGGUNAKAN SKALA GCS
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
066/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Skala GCS adalah pengkajian yang dirancang untuk mengevaluasi tingkat dan
PENGERTIAN kualitas kesadaran dengan cepat dalam hubungannya dengan membuka mata,
respon motorik dan respon verbal
1. Persiapan Alat :
a. Alat tulis dan buku tulis
b. Flowsheet ICU
2. Penatalaksanaan :
a. Perawat mencuci tangan sesuai PPIRS
b. Perawat mengidentifikasi pasien (Nama, Tanggal lahir) dan
memastikan sesuai dengan gelang identitas (pedoman identifikasi
PROSEDUR keselamatan pasien RS)
c. Perawat melakukan penilaian dengan cara
1) Perawat memanggil nama pasien dan bertanya dengan suara
jelas dan keras untuk melihat respon verbal dan respon mata
2) Memberikan rangsangan nyeri yang tepat untuk menilai
motorik dengan cara menekan dengan keras procesus xipoideus
dengan ibu jari, menekan ujung kuku dengan pulpen, menekan
bagian tulang kelopak mata.
196
MENILAI KESADARAN PASIEN MENGGUNAKAN SKALA GCS
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
066/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
3. Penilaian Skala GCS :
1. ICU
UNIT 2. IGD
197
PENGENDALIAN
PEMANTAUAN EKG KONTINU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
067/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat :
a. Kapas alkohol
b. Alat cukur
c. 3 buah chest lead / elektrode
d. Monitor EKG
e. Kabel elektroda lengkap dengan monitor
2. Persiapan pasien :
a. Pasien / keluarga diberitahu tentang tindakanyang dilakukan
b. Atur posisi supine / semifowler
3. Tindakan :
a. Cuci tangan sesuai prosedur
PROSEDUR b. 2. Identifikasi sesuai prosedur.
c. Jelaskan tujuan pemasangan monitor jantung pada pasien dan
keluarga
d. Bersihkan / cukur area lokasi elektrode di dada yang berambut
(segitiga Enthoven)
e. Pasang elektrode / chest lead
f. Sambungkan elektrode pada monitor dengan kabel (merah /
kode RA – kanan, kuning / kode LA - kiri, hitam / kode LL
atau L -kiri bawah)
g. Setting alarm, suara monitor dan tampilan EKG
h. Rapikan kembali alat-alat
198
PENGENDALIAN
PEMANTAUAN EKG KONTINU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
067/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. IGD
199
PEMASANGAN OROPHARYGEAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
068/SPO/ICU/RSBH
0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR Tanggal Terbit Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Memelihara/ membuka jalan nafas bagian atas karena ada sumbatan oleh
slym atau lidah jatuh kebelakang (dipasang pada pasien kesadaran
TUJUAN menurun)
2. Memudahkan pengisapan lendir
1. Persiapan Alat :
a. Piala ginjal
b. OPA sesuai ukuran
c. Plester
d. Tissue
2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama, tanggal
lahir pada gelang identitas
b. Perawat memberitahukan tujuan pemasangan oropharygeal kepada
PROSEDUR
keluarga/pasien
c. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
d. Perawat membuat posisi pasien terlentang atau semi fowler
e. Perawat mengukut OPA dari ujung bibir ke ujung telinga
f. Perawat membuka mulut dan masukkan OPA di ujung daun telinga
g. Perawat membuka mulut dan masukkan OPA di ujung lidah 2-3 cm,
OPA menghadap muka.
h. Perawat memutar 180º dan dorong OPA lewat uvula menuju pharynx
i. Perawat mengfiksasi OPA
200
PEMASANGAN OROPHARYGEAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
068/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Rawat Inap
201
PEMASANGAN T-PIECE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
069/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat :
a. Cuff invlator/ spuit 20 cc
b. Selang oksigen one way
c. Suction lengkap
d. T- Conector atau Mounth Face
e. O2 Central
f. Oksimetri
g. Nerbekken
2. Prosedur Kerja :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama,
PROSEDUR
tanggal lahir pada gelang identitas pasien
b. Perawat menjelaskan tujuan tindakan
c. Perawat membawa alat-alat kedekat pasien
d. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
e. Perawat memasang oksimetri untuk observasi saturasi oksigen
f. Perawat mengosongkan cuff ETT atau spuit 20 cc
g. Perawat membuat posisi pasien senyaman mungkin/ semi
fowler
202
PEMASANGAN T-PIECE
UNIT
ICU
TERKAIT
203
PENGENDALIAN
PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL TOTAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 4
070/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat :
a. Peralatan pengakses vena sentral (central venous acces
devices/VAD):VAD jangka panjang seperti kateter
hickman,broviac,atau groshung atau kateter sentral yang dimasukkan
dari perifer (jalur PICC)atau akses IV perifer
b. Infuser pengontrol volume
c. Filter :0,22 mikron untuk TPN 9tanpa emulsi lemak)
Filter 3,2 mikron untuk TNA atau emulsi lemak
PROSEDUR
d. Kantung nutrisi parenteral
e. Selang dengan konektor luer-lock
f. Plester hipoalergik
g. Sungkup muka (opsional)
h. Sarung tangan
2. Persiapan pasien :
a. Jelaskan prosedurnya pada pasien dan keluarganya secara detail
b. Dapatkan izin melakukan tindakan.
204
PENGENDALIAN
PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL TOTAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
070/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 4
/VIII/2019
1. Pelaksanaan :
Periksa kebutuhan nutrisi parenteral dengan melakukan penilaian nutrisi.
a. Periksa intruksi dokter mengenai metode pemberian nutrisi
parenteral (TPN,PPN, TNA atau lipid) serta kecepatan
pemberiannya
b. Ambil peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan prosedur
c. Keluarkan kantung nutrisi parenteral dari lemari es paling tidak 1
jam sebelum melakukan prosedur (jika diinginkan)
d. Periksa cairan apakah berbusa atau ada perubahan pada strukturnya
atau tidak
e. Cuci tangan,pakai topi,masker,gaun,dan sarung tangan steril
f. Dengan menggunakan teknik aseptic ketat ,hubungankan selang
(dengan filter) ke kantung TNA dan keluarkan udara
PROSEDUR f. Tutup semua klem pada selang yang baru dan masukkan selang
kedalam infuser pengontrol volume
g. Posisikan pasien terlentang dan putar kepala pasien menjauhi lokasi
penusukan (insersi/VAD)
h. Bersihkan lokasi penusukan dengan alcohol dan larutan iodine-
povidon
i. Bantu dokter memasang VAD
j. Setelah pemasangan VAD hubungkan selang kepusat VAD dengan
menggunakan teknik steril dan pastikan sambungan terkunci dengan
konektor luer-lock.
k. Buka semua klem dan aliran dengan infuser pengontrol volume
l. Pantau pemberianya setiap jam dengan memeriksa kebutuhan cairan
dan system pemberian serta tolenransi pasien
205
PENGENDALIAN
PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL TOTAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
070/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 4
/VIII/2019
206
PENGENDALIAN
PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL TOTAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
070/SPO/ICU/RSBH 0 4/ 4
/VIII/2019
2) Nutrisi parenteral perifer (peripheral parenteral nutrision/PPN)
Formula perenteral ini menggabungkan karbohidrat dalam bentuk
larutan glukosa dengan konsentrasi yang lebih kecil dengan asam
amino,vitamin,mineral dan lipid
3) Nutrisi parenteral total (Total parenteral nutrision/TPN) Formula
parenteral ini menggabungkan glukosa,asam amino,vitamin ,dan
PROSEDUR
[Link] lewat jalur IV [Link] membtuhkan lipid
digabung intermiten dengan TPN.
4) Emulsi lemak (lipid) Terdiri dari trigliserida 10 -20%
mis:fosfolipid,gliserol dan [Link] diberikan lewat jalur sentral
atau perifer.
UNIT
ICU
TERKAIT
207
PEMBERIAN OKSIEN DENGAN MENGGUNAKAN MASKER
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
071/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR Tanggal Terbit Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019
Mempertahan kadar oksigen yang adekuat di dalam darah arteri pada kondisi
TUJUAN
paru dan jantung yang bermasalah serta peningkatan fungsi metabolic.
1. Persiapan Alat :
a. Oksigen sentral dengan flow meter dan humidifier
b. Aqua steril
c. Masker NRM/RM
2. Penatalaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien (Nama, Tanggal lahir) dan
memastikan sesuai dengan gelang identitas (pedoman
identifikasi keselamatan pasien RS)
b. Perawat mencuci tangan sesuai PPIRS
PROSEDUR
c. Perawat menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang
tujuan tindakan
d. Perawat mengontrol flow meter dan mengisi humidifier
dengan aqua sterile
e. Perawat mengecek alat berfungsi dengan baik
f. Perawat mengisi kantong masker dengan udara dengan
oksigen sampai mengembang penuh dengan cara menekan
filter di tengn masker NRM/RM
208
PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN MENGGUNAKAN MASKER
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
071/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Rawat Inap
209
PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN MENGGUNAKAN NASAL
KANUL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
072/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan Alat :
a. Oksigen sentral dengan flow meter dan humidifier
b. Oximetri
c. Aqua sterile
d. Nasal kanul
2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengan mencocokan nama,
tanggal lahir pada gelang identitas.
b. Perawat memberitahu tujuan tindakan kepada pasien
PROSEDUR
c. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PIRS
d. Perawat menyambungkan nasal kanul ke oksigen
e. Perawat mengatur oksigen sesuai kebutuhan (2-6lpm)
f. Rasakan oksigen yang mengalir dengan punggung tangan
g. Perawat memasang kanul pada hidung dan kencangkan tali fiksasi
dibelakang telinga atau dagu pasien
h. Perawat menanyakan kepada pasien apakah pasien sudah
merasakan adanya aliran oksigen melalui hidung
210
PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN MENGGUNAKAN NASAL
KANUL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
072/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
i. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PIRS
j. Perawat mendokumentasikan hasil tindakan
3. Hal hal yang diperhatikan:
PROSEDUR a. Cek aliran oksigen setiap jam
b. Pastikan udara humidifier tetap menggelembung
c. Pastikan selang tidak bocor
d. Pastikan selang oksigen tidak terlepas
1. ICU
UNIT 2. IGD
211
PENGENPEMELIHARAAN ALAT VENTILATOR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
073/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
Pemeliharaan alat ventilator adalah suatu cara untuk memelihara alat ventilator
PENGERTIAN beserta perangkatnya sehingga pada saat dipergunakan kondisi alat tersebut
beserta perangkatnya dapat dipergunakan dengan baik .
212
PENGENDALIANPEMELIHARAAN ALAT VENTILATOR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
073/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
UNIT 1. ICU
213
PENGENDALIAN
PEMELIHARAAN PULSE OXYMETRI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
074/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR Tanggal Terbit Halimah
OPERASIONAL
01 November 2019
Pemeliharaan pulse oxymetry adalah suatu cara untuk memelihara alat pulse
PENGERTIAN
oxymetry setelah dipakai sehingga tetap bersih dan baik.
1. ICU
UNIT 2. OK
TERKAIT 3. IGD
4. NICU
214
PEMBERIAN THERAPY NEBULEZER
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
075/SPO/ICU/RSBH
0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
215
PEMBERIAN THERAPY NEBULEZER
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 2/ 3
075/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
f. Perawat menghidupkan nebulizer, naikan oksigen atau tekan tombol
nebulizer di ventilator
g. Perawat menghidupkan nebulizer, naikkan oksigen atau tekan tombol
nebulizer di ventilator dan pastikan cek out flow apakah timbul uap
h. Perawat memasang alat menutupi hidung dan mulut pasien, bila pakai
ventilator pasang di tubing inspirasi
i. Perawat menginstruksikan pasien untuk melakukan nafas dalam, tahan
sbentar lalu ekspirasi
j. Perawat mengechek keadaan umum pasien, tanda-tanda vital dan
lakukan auskultasi paru secara berkala
k. Perawat menganjurkan pasien batuk efektif mengeluarkan
dahak/secret
l. Perawat melepas masker nebulizer dan mengechek
m. oksigen bila obat sudah habis
PROSEDUR
n. Perawat membersihkan alat
o. Perawat memberikan air untuk kumur-kumur
p. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
UNIT
ICU
TERKAIT
216
PENGENDALNTATA LAKSANA HARIAN DI ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
075/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
Pelaksanaan kegiatan harian di ICU dilakukan setiap hari oleh tim dokter dan
perawat
1. Pemeriksaan harian : Vital sign dan kardio vaskuler dan pola pernapasan
,iv line ,Nutrisi, obat obatan ,kesadaran ,cairan ,,darah
2. Ditulis pada status cppt pasien setiap jam 06.00 Wib Pagi oleh dr. Jaga
[Link] dokter DPJP pemeriksaan tambahan yang dilakukan atau
tindakan yang akan dilakukan
3. Petugas laboratorium mengambil sampel darah pada pukul 05.00 wib –
06.00 wib ( cek ulang label formulir darah.)dan hasilnya diharapkan
datang pada pukul 08.00 wib untuk pengambilan keputusan tentang hasil
yang telah diperisakan .
4. pemeriksaan X ray Thorax dilakukan sesuai indikasi.
PROSEDUR
5. Serah terima pasien dilakukan:
a. Pada pukul 07.00 Wib dari perawat ataupun dokter jaga malam ICU
kepada dr. ICU pagi,
b. Pada pukul 14.00 dari dokter ICU pagi kepada dr jaga malam ICU,
pada pukul 21.00 dari dokter ICU perawat laporan di depan Ruangan
ICU dengan pembagian pasien sistem MPKP dengan perbandingan
jumlah pasien dengan perawat ke dalam Ruangan dengan menyapa
untuk salam cuaca Memperkenelkan diri.
6. Visit dokter pagi dimulai pada pukul 08.00 pagi tujuanya menetapkan
rencana yang akan dilakukan berikutnya diikuti oleh perawat pj Pasien
217
PEMINDAHAN PASIEN DARI ICU KE RAWAT INAP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
076/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
Suatu prosedur pemindahan pasien dari ICU pada pasien yang kondisinya
PENGERTIAN
sudah terbebas dari kegawatan
1. Persiapan :
a. Memberitahu rawat inap, bahwa akan ada pasien pindah dari ICU
dan meminta persetujuan pihak rawat inap tersebut
b. Meminta konfirmasi rawat inap tentang waktu kesiapan untuk
menjemput pasien dari ICU
2. Penatalaksanaan :
a. Menyiapkan pasien dan kelengkapannya
b. Pasien dijemput ke rawat inap dengan memperhatikan syarat – syarat
transportasi pasien
PROSEDUR
c. Melakukan serah terima pasien dengan perawat rawat inap, yang
diserah terimakan adalah :
1) Kelengkapan catatan medik dan keperawatan pasien
2) Masalah yang perlu diperhatikan dalam perawatan dan
pengobatan selanjutnya sehingga dapat dilakukan diteksi dini
apabila timbul kegawatan kembali
3) Semua hasil pemeriksaan ( yang telah dikerjakan ) baik yang
sudah dikerjakan maupun yang belum
218
PEMINDAHAN PASIEN DARI ICU KE RAWAT INA
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
076/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
UNIT 1. ICU
219
MENERIMA PASIEN BARU KRISIS
DI RUANGAN ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
077/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR Tanggal Terbit Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019
Menerima pasien gawat / krisis dari IGD, ruang perawatan atau luar rumah
PENGERTIAN
sakit untuk mendapatkan pengawasaan ketat
1. Persiapan alat :
a. Tempat tidur terbuka lengkap dengan alatnya
b. 1 buah selang oksigen dengan humidifier berisi aquadest yang
sudah disambung keregulator oksigen
c. 3 atau 5 buah elektroda ECG
d. Seperangkat suction :
1) 10 buah cateter suction ( baru )
2) 1 cangkir berisi air untuk membilas cateter suction
3) 1 ember berisi desinfektan berserta tutupnya
e. Air viva, 1 buah gudel dan 1 buah selang oksigen one way
PROSEDUR f. ABN ( Alat bantu nafas / Ventilator ) yang siap pakai
g. Flowsheet ICU
2. Penatalaksanaan :
a. Ruangan yang akan mengirim pasien ( ruang perawatan, UGD )
memberitahu terlebih dahulu ke ICU bahwa akan ada pasien masuk
dan dokter ICU, sendiri yang memberi persetujuan
b. Menerima pasien / keluarga dengan ramah dan penuh perhatian
sambil memperkenalkan diri
c. Memindahkan pasien ke tempat tidur ICU dengan menggunakan
patslide
220
MENERIMA PASIEN BARU KRISIS
DI RUANGAN ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
077/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
d. Memperhatikan ABC : Air way, Breathing, Circulation
1) Memasang gudel
2) Melakukan suction bila perlu ( lihat SOP suction )
3) Ekstensi kepala
4) Memberikan oksigen menggunakan selang oksigen nasal (
bila pasien apnoe : memberikan oksigen menggunakan air viva
( lihat SOP Air viva dan RJP )
e. Menempelkan elektroda pada dada pasien untuk memasang
monitoring jantung ( ECG )
f. Menganti pakaian pasien dengan pakaian ICU
g. Melakukan pemeriksaan fisik
1) Memeriksa keadaan umum pasien
2) Mengukur suhu tubuh
3) Menghitung frekuensi pernafasan, pola pernafasaan
4) Mengukur tekanan darah
PROSEDUR
5) Mengukur frekuensi nadi
6) Tingkat kesadaran berdasarkan nilai GCS, reflek pupil dan
diameter pupil
7) Gerakan anggota badan
h. Melakukan serah terima pasien meliputi identitas pasien,
diagnose status, hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan dan hasil
assessment pasien therapy dan program selajutnya foto radiologi,
asuhan keperawatan dan obat – obatan didokumentasikan.
i. Menulis dan melengkapi Flowsheet ICU
j. Mempertimbangan pemasangan NGT, Foley cateter, ETT dan
ABN ( alat bantu nafas / Ventilator )
k. Merapikan pasien ( memasang selimut )
l. Memberitahu kepada dokter DPJP dan Penanggungjawab ICU
tentang pasien baru dan mendokumentasikan di CPPT
221
MENERIMA PASIEN BARU KRISIS
DI RUANGAN ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
077/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
m. Memberitahu keluarga tentang keadaan pasien dan tata tertib ICU
n. Mengkonfirmasi data pasien ke penerimaan pasien baru masuk yang
ada di Sistem.
o. Melakukan program terapi : Mengatur tetesan infus,
p. mengambil dan mengirim sampel darah untuk pemeriksaan
laboratorium
q. Mengadakan komunikasi dengan keluarga pasien minimal sekali
PROSEDUR dalam sehari ( terutama pada waktu kunjungan keluarga )
3. Hal – hal yang perlu diperhatikan :
a. Surat persetujuan masuk ICU tersedia.
b. Meminta informed concent sebelum melakukan intubasi dan
pemasangan ABN ( alat bantu nafas / ventilator )
c. Pasien yang dipindahkan dari ruangan perawatan harus
memperhatikan frekuensi pernafasan dan dosis oksigen.
d. Mengetahui tanda-tanda gagal nafas dan indikasi penggunaan ABN
1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Unit Rawat Inap
222
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/ 7
078/SPO/ICU/RSBH
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Masuk
a. Masuk : diisi tanggal pasien masuk ke ICU
b. Dari : diisi bangsal/ instalasi asal pasien sebelum masuk ke
ICU
c. Mengantar : nama perawat yang mengantar pasien ke ICU
d. Menerima : nama perawat yang menerima pasien di ICU
2. Indentitas
a. REG : diisi rekam medic pasien ( No RM )
PROSEDUR
b. Tanggal : diisi tanggal saat intruksi harian dibuat
c. Nama : diisi nama pasien
d. Umur : diisi umur pasien dalam tahun / bulan atau hari
e. Diangnosa : diisi diangnosa medis masuk dan selama di ICU
f. Hari perawatan : diisi hari keberapa pasien dirawat di ICU,
dihitung mulai pasien masuk ICU
g. Dr. Pribadi : Diisi nama dokter yang merawat di ICU
h. Dr. Konsul : Diisi nama dokter yang dikonsulkan
223
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 7
/VIII/2019
3. Intake :
a. Enteral : diisi jenis makanan, jumlah dan cara pemberian / 24 jam
b. Volume di isi volume enteral ( cc ) dalam 24 jam
c. Parenteral diisi jenis, jumlah dan cara pemberian nutrisi
peraeanteral dalam 24 jam
d. Volume diisi, volume parenteral ( cc ) dalam 24 jam
4. Pola ventilasi, diisi jenis ventilasi pasien yaitu:
a. Spontan tanpa / dengan oksigen binasal / NRM / RM beserta
alirannya
b. Bantu ( ventilasi mekanik ) : jika menggunakan ventolasi
mekanik ( ventilator ) harus dituliskan mode yang digunakan dan
FiO₂
5. Obat :
a. Enteral : diisi nama, dosis, cara dan jadwal pemberian obat dalam
24 jam
b. Parenteral : diisi nama, dosis, cara dan jadwal pemberian obat
PROSEDUR
dalam 24 jam
6. Laboratorium dan hasil rontgen : diisi jenis pemeriksaan hasil
laboratorium dan rontgent thorax yang diprogramkan pada hari tersebut,
ditulis hasil expertise sesuai tanggal dan hasil pemeriksaan
7. Program : diisi intruksi dokter yang terpogram, misalnya cek darah,
fisioteraphy, balance cairan negative atau positif
8. Program ganti alat : diisi tanggal, nama program ganti alat, misalnya
ganti cateter pada tenggal 16-4-2016
9. Jam : ditulis setiap tindakan dan pemberian therapy serta masalah yang
terjadi
10. SSP ( Susunan Saraf Pusat )
a. Kes : diisi kesadaran pasien secara kualitatif ( compos mentis / cm,
apatis, somnolent, soporous coma, coma )
b. Pupil ka / ki : diisi diameter pupil dalam bentuk gambar lingkaran
atau besar pupil dalam mm
224
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 7
/VIII/2019
225
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 4/ 7
/VIII/2019
226
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 5/ 7
/VIII/2019
c. Lain-lain, diisi cairan yang keluar dari tubuh selain urine dan NGT
yang dapat keluar melalui drain atau perdarahan dapat berupa darah
atau yang lainnya termasuk feses
15. Resprasi:
a. Pola , diisi pola ventilasi pasien yang berupa bagging, spontan, spontan
nasal, NRM, RM atau mode ventilasi dari ventilator yang digunakan
b. Tv (tidal volume), diisi tidal volume pasien baik yang spontan ataupun
yang menggunakan alat bantu
c. RR (respirasi rate), diisi jumlah nafas permenit baik spontan maupun
alat bantu
d. Fio2 , diisi jumlah oksigen yang diberikan melalui floe-meter oksigen
atau oksigen yang diberikan melalui ventilator (%)
e. PEEP (positive end expiratory pressure), diisi jumlah peep yang
PROSEDUR diberikan melalui ventilator atau alat bantu lain
f. S (suhu), diisi suhu badan pasien pada jam tersebut, jika suhu pasien
normal atau stabil pengisian tiap 4 jam , jika suhu pasien abnormal
diukur tiap jam atau setelah tindakan normalisasi suhu
16. Motorik
a. SUP (superior), diisi hasil test reflex tangan kanan dan kiri pasien
missalnya (+)/(-)
b. INF (inferior), diisi hasil test reflex kaki kanan dan kiri pasien
missalnya (+)/(-)
17. Masalah, diisi masalah medis atau keperawatan pasien pada jam tersebut
18. Insruksi cito, diisi instruksi dokter atau perawat yang ditunjukkan untuk
mengatasi masalah pada jam tersebut
19. PPO (pelaksanaan pemberian obat), diisi nama obat , dosis obat, dan cara
pemberiannya, jika mungkin tulis dengan tinta merah
227
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 6/ 7
/VIII/2019
20. Hasil laboratorium, ditulis hasil laboratorium pasien pada jam /hari
tersebut baik yang dinyatakan melalui telepon atau dari format
laboratorium, untuk format laboratorium yang asli sertakan dalam
rekam medis
21. Tindakan , diisi tindakan perawatan/ medis yang telah dilakukan pada
jam tersebut
22. Jenis cairan, ditulis nama dan jumlah cairan / nutrisi parenteral / darah/
komponen darah/ obat yang terpasang, jika yang terpasang darah /
komponen darah/ tuliskan nomor seri dari golongan darah tersebut, jika
cairan yang diberikan berupa obat titrasi atau darah /komponen darah
ditulis dengan tinta merah
23. Jam pemberian obat titrasi tuliskan dosis atau jumlah ml tiap jamnya
PROSEDUR jika terjadi perubahan dosis
24. Keseimbangan cairan (diisi oleh perawat dinas malam)
25. Masuk , diisi jumlah total cairan yang masuk dihitung dari jumlah
komulatif cairan enteral, parenteral, dan tranfusi dalam 24 jam
26. Keluar, diisi jumlah total cairan keluar yang dihitung dari jumlah
komulatif urine, NGT, dan lain-lain dihitung dalam 24 jam
27. IWL (insensible water loss), diisi dalam 24 jam atau dalam jam dimana
hari itu pasien dirawat
a. Dewasa untuk IWL 10-15cc/kgBB/24 jam
b. Anak/bayi untuk IWL 25-30cc/kgBB/24 jam
28. Catatan dokter di ICU diisi masalah dan penyelesaian masalah medis
yang perlu diperhatiakn oleh seluruh pemberian pelayanan pasien
228
PENGISIAN DOKUMEN MONITORING HARIAN
(FLOW SHEET) DI ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
078/SPO/ICU/RSBH 0 7/ 7
/VIII/2019
29. Catatan dokter jaga diisi masalah dan penyelesaian masalah medis yang
diusulkan oleh dokter jaga kepada dokter ICU saat dokter jaga tersebut
berdinas
30. Catatan perkembangan , diisi catatan perkembangan pasien selama Shift
PROSEDUR pagi, diisi oleh dokter atau perawat yang merawat pasien pada shift
tersebut komponen catatan perkembangan yang harus diisi pada kolom
ini adalah SOAP, dokter atau perawat yang menulis catatan
perkembangan harus mencantumkan nama dan paraf
UNIT
ICU
TERKAIT
229
PROSEDUR AIR VIVA (AMBUBAG)
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
079/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persipan alat:
a. Ambubag / airviva
b. 1 Selang O2 one way
c. 1 Gudel/oropharygeal sesuai ukuran
d. Facemask bila pasien tidak menggunakan ETT/TT
e. Oksigen sentral/tabung
2. Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengn mencocokkan nama
tanggal lahir pada gelang identitas
b. Perawat memberitahu kepada keluarga/pasien tentang tindakan
yang akan dilakukan
PROSEDUR
c. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
d. Perawat memakai sarung tangan
e. Perawat mendekatkan alat kedekat pasien
f. Perawat menghubungkan selang O2 one way ke tabung O2
g. Perawat memasang gudel, bila belum memakai ETT
h. Perawat memberi oksigen antara 10-15 liter
i. Perawat memompakan O2 sesuai irama nafas 15-20x/menit (saat
inspirasi)
j. Perawat menyambungkan tube yang terpasang ke ventilator bila
pasien tidak mampu bernafas
230
PROSEDUR AIR VIVA (AMBUBAG)
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
079/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
1. ICU
UNIT 2. IGD
231
WEANING VENTILATOR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
080/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
232
WEANING VENTILATOR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
080/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
233
WEANING VENTILATOR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
080/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
UNIT
ICU
TERKAIT
234
MEMBANTU PEMASANGAN ENDOTRACHEAL TUBE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
081/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat:
a. Endotracheal tube dalam berbagai ukuran :
1) Anak - anak : 5,0-6,0 mm
2) Dewasa pria : 8,0-8,5 mm
3) Wanita : 7,0-8,0 mm
PROSEDUR b. Stylet
c. Laryngoscope dengan ukuran blade yang sesuai.
d. Anastesi jelly, anastesi spray ( Xylocain 2 % spray )
e. Spuit 10 cc tanpa jarum atau pressure cuff
f. Oropharyngeal tube ( Mayo )
235
MEMBANTU PEMASANGAN ENDOTRACHEAL
TUBE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
081/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
236
MEMBANTU PEMASANGAN ENDOTRACHEAL
TUBE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
081/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
1. ICU
2. OK
UNIT
3. IGD
TERKAIT
4. NICU
237
MEMBANTU PEMASANGAN ENDOTRACHEAL
TUBE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
082/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 5
/VIII/2019
Ditetapkan
STANDAR Direktur Rumah Sakit [Link]
PROSEDUR Tanggal Terbit Halimah
OPERASIONAL 01 November 2019
238
1. Persiapan alat:
a. Set perawatan trakeostomi yang berisi:
b. Pot kecil (3)
c. Duk steril
d. Sikat nilon atau sikat selang steril
e. Potongan persegi kasa steril
f. Pita pengikat trakeostomi
2. Sebuah nampan bersih berisi
a. Kateter pengisap steril
PROSEDUR
b. Hidrogen peroksida
c. NaCl 0,9 %
d. Sarung tangan steril 2 pasang
e. Gunting bersih
f. Masker wajah dan pelindung mata (optional)
g. Nampan K
h. Alas tidak tembus air / perlak
3. Alat perlengkapan pengisap.
239
4. Persiapan pasien :
a. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
b. Posisikan pasien senyaman mungkin
5. Pelaksanaan :
a. Periksa kondisi stoma: (kemerahan, bengkak, ciri sekret,
adanya nanah atau perdarahan)
b. Periksa leher untuk mengetahui ada tidaknya emfisema
subkutan yang ditandai oleh adanya krepitasi disekitar
lokasi trakeostomi.
c. Jelaskan prosedurnya pada pasien dan ajarkan cara
berkomunikasi seperti mengedipkan mata atau
mengangkat jari untuk memberitahukan bila pasien
merasa nyeri atau sesak.
d. Bantu pasien berada dalam posisi semi-fowler dan
letakkan alas tahan air pada dada.
e. Cuci tangan secara menyeluruh
PROSEDUR f. Kumpulkan peralatan
1) Buka set trakeostomi steril, tuangkan hidrogen peroksida
dan NaCl 0,9% steril dalam pot kecil yang terpisah
2) Buka perlengkapan steril lainnya sesuai kebutuhan
termasuk aplikator sterilm peralatan pengisap, dan set
perawatan trakeostomi (set balutan).
3) Pakai masker wajah dan pelindung mata.
g. Pakai sarung tangan. Letakkan handuk steril pada dada
pasien.
h. Mengisap keseluruhan panjang selang trakeostomi dan
faring secara menyeluruh.
i. Cuci kateter pengisap dan buang.
j. Buka kanul dalam (bila ada) dan lepas dengan cara
menariknya keluar secara perlahan ke arah anda segaris
dengan garis kelengkungannya. Letakkan kanul dalam
pada mangkuk berisi larutan hidrogen peroksid
240
MELAKUKAN PERAWATAN
TRACHEOSTOMI TUBE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
082/SPO/ICU/RSBH 0 3/5
/VIII/2019
241
MELAKUKAN PERAWATAN
TRACHEOSTOMI TUBE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
082/SPO/ICU/RSBH 0 4/ 5
/VIII/2019
1. ICU
UNIT
2. Kamar bedah
TERKAIT
3. Unit Rawat Inap
242
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
ENDOTRACHEAL TUBE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
083/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat :
a. 1 kom untuk oral Hygiene
b. Pinset atau tong spatel
c. Kain kasa 4 lbr
d. Betadine gargle secukupnya
e. Leukoplast 1cm x 30 cm = 2 bh atau hypapix
f. Bran spritus
g. 1 suction cateter NO 14 untuk dewasa dan 1 botol cairan
steril untuk suction
h. Pressure cuff atau spuit 10 cc
PROSEDUR
i. Masker wajah dan sarung tangan
2. Persiapan pasien :
Beritahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan
a. Perawat mencuci tangan
b. Pakai sarung tangan bersih untuk Oral hygiene
c. Lakukan oral hygiene
d. Lakukan auskultasi dada dengar suara napas apakah sama
atau terlalu dalam dan bila slim banyak lakukan
penghisapan slim
e. dan lihat nomor yang tertera di ETT
243
PERAWATAN PASIEN YANG TERPASANG
ENDO TRACHEAL TUBE
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
083/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
UNIT
ICU
TERKAIT
244
TATA LAKSANA PENGGANTIAN
ATAU PENGADAAN ALAT
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
084/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
245
TATA LAKSANA PENGGANTIAN
ATAU PENGADAAN ALAT
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
084/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
1. ICU
UNIT
2. Direktur Rumah Sakit [Link] Halimah
TERKAIT
3. Logistik /Pengadaan
246
MEMBANTU PEMASANGAN CVP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
085/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
CVP adalah memasukkan chateter dari vena tepi sehingga ujungnya berada
PENGERTIAN
di dalam atrium kanan atau di muara vena cava superior dan inferior.
247
MEMBANTU PEMASANGAN CVP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
085/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
248
MEMBANTU PEMASANGAN CVP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
085/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Kamar Operasi
249
PEMBERIAN ADRENALIN ( EPINEPRINE ) UNTUK RESUSITASI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
086/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Adrenalin atau Epineprine adalah salah satu obat penting dalam resusitasi
PENGERTIAN
jantung paru
1. Pemberian obat yang sesuai indikasi, dosis yang sesuai dengan cara
pemberian yang tepat.
TUJUAN
2. Semua obat, jumlah dan cara pemberian dicatat pada rekam medis
pasien.
250
PEMBERIAN ADRENALIN ( EPINEPRINE ) UNTUK
RESUSITASI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
086/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
4) Hypotensi berat
5) Reaksi anafilaksis,reaksi alergi berat : diberikan bersamaan
PROSEDUR
dengan pemberian cairan dalam jumlah banyak corticosteroid
dan antihistamin
1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Rawat Inap
251
MEMPERSIAPKAN SYRINGE PUMP DAN CARA
PEMELIHARAAN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
087/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
PENGERTIAN Suatu alat yang digunakan untuk pemberian obat / therapy secara continue
252
MEMPERSIAPKAN SYRINGE PUMP DAN CARA
PEMELIHARAAN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
087/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
1. ICU
UNIT 2. Unit Rawat Inap
TERKAIT 3. OK
4. IGD
253
MEMPERSIAPKAN INFUS PUMP DAN CARA PEMELIHARAAN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
088/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Suatu alat yang digunakan untuk pemberian cairan / obat obatan yang dapat
PENGERTIAN
diatur sesuai dengan jumlah tetesan yang diinginkan.
Cara pemeliharaan :
[Link] selesai pakai bersihkan alat dengan kain lembut
[Link] hari alat harus alirkan arus dengan 5 - 15 menit.
[Link] alat pada tempat yang telah disediakan
[Link] ada kerusakan lapor kebagian tehnisi.
[Link] sekali dalam 6 bulan (enam bulan)
[Link] keberadaan alat / inventaris
254
MEMPERSIAPKAN INFUS PUMP DAN CARA PEMELIHARAAN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
088/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
1. ICU
UNIT 2. IGD
TERKAIT 3. OK
4. Unit Rawat Inap
255
MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN-METODE KANUL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
089/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Suatu metode pemberian oksigen kadar rendah melalui sebuah kanul yang
PENGERTIAN merupakan sebuah alat plastik sekali pakai dengan dua buah cabang yang
menonjol untuk dimasukkan kedalam lubang hidung.
1. Indikasi
a. Hypoxia apapun penyebabnya
b. Infrak Miodardium akut
c. Decompensation cordis
d. Kejang
e. Kesadaran menurun
f. Gangguan fungsi paru / pernafasan, dll.
2. Persiapan alat
PROSEDUR a. Oksigen sentral / oksigen tabung dengan regulator, Flow
meter dan humidifier.
b. Humidifier selalu berisi air steril sampai batas pada dinding
tabungnya.
c. Nasal kanula
d. Face mask.
3. Persiapan pasien
a. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan kepada
pasien/keluarga
256
MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN-METODE KANUL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
089/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
4. Pelaksanaan
a. Nilai kebutuhan terapi oksigen pasien. Periksa instruksi dokter terkait
besarnya aliran oksigen, alat yang dipakai kadar oksigen.
b. Lakukan pemeriksaan tanda vital, tingkat kesadaran, hasil
pemeriksaan laboratorium, dll dan rekam medis.
c. Nilai faktor risiko pemberian terapi oksigen pada pasien dan
lingkungan sekitar, seperti pasien dengan tanda hipoksia, kerusakan
sambungan listrik, dll.
d. Pasang tanda ”dilarang merokok” pada pintu kamar pasien dan dapat
dilihat oleh pasien dan pengunjung serta jelaskan kepada mereka
bahaya merokok ketika oksigen sedang mengalir.
e. Cuci tangan.
f. Pasang peralaran oksigen dan pelembab udara
1) Pasang tabung pelembab udara dengan air steril sampai setinggi
PROSEDUR
tanda yang ada pada tabung.
2) Pasang alat pengatur aliran oksigen (flow meter) pada sumber
oksigen dan atur pada posisi ”off”.
3) Pasang tabung pelembab udara pada dasar alat pengatur aliran
oksigen.
4) Pasang selang dan kanul nasal pada tabung pelembab udara.
5) Atur aliran oksigen sesuai instruksi.
6) Pastikan alat bekerja dengan baik dengan melihat adanya
gelembung udara pada tabung pelembab udara atau rasakan
adanya aliran oksigen yang keluar dari selang.
g. Masukkan ujung kanul kedalam lubang hidung pasien dan selipkan
tali pengikat disektar telinga agar kanul tidak jatuh.
h. Alasi selang dengan kain kasa pada bagian telinga untuk menghindari
iritasi pada kulit di daerah telinga.
1. ICU
UNIT 2. Rawat inap
TERKAIT 3. IGD
4. NICU
257
MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN-METODE SUNGKUP
(MASK METHOD)
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
090/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat
a. Sumber oksigen
b. Sungkup (sederhana/ dengan alat aliran tinggi adpator venturi
dengan ukuran yang sesuai).
c. Pelembab udara dengan air destilasi.
d. Alat pengatur aliran oksigen
e. Kain kasa
f. Tanda ”dilarang merokok”.
2. Pelaksanaan
a. Nilai kebutuhan terapi oksigen pasien. Periksa instruksi dokter
terkait besarnya aliran oksigen, alat yang dipakai, kadar oksigen,
PROSEDUR
dll.
b. Lakukan pemeriksaan tanda vital, tingkat kesadaran, hasil
pemeriksaan laboratorium, dll dan rekam medis.
c. Nilai faktor risiko pemberian terapi oksigen pada pasien dan
lingkungan sekitar, seperti pasien dengan tanda hipoksia,
kerusakan sambungan listrik, dll.
d. Pasang tanda ”dilarang merokok” pada pintu kamar pasien dan
dapat dilihat oleh pasien dan pengunjung serta jelaskan kepada
mereka bahaya merokok ketika oksigen sedang mengalir.
e. Cuci tangan.
f. Pasang peralaran oksigen dan pelembab udara
258
MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN-METODE SUNGKUP
(MASK METHOD)
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
090/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
1. ICU
UNIT
2. Unit Rawat Inap
TERKAIT
3. IGD
259
PENYEDIAAN ALAT KESEHATAN DAN OBAT – OBAT YANG
DIPERLUKAN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
091/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
Suatu kegiatan yang dilakukan oleh pihak ruangan ke gudang farmasi dalam
PENGERTIAN
hal permintaan obat- obat emergency, infuse serta alat kesehatan .
260
PENYEDIAAN ALAT KESEHATAN DAN
OBAT – OBAT YANG DIPERLUKAN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
091/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
1. ICU
2. IGD
UNIT
3. Gudang Farmasi
TERKAIT
4. Unit Rawat Inap
5. Unit Rawat Jalan
261
PERSIAPAN EMERGENCY TROLLY
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
092/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
1. Persiapan alat :
a. Cardiac massage board
b. Alat -alat untuk memberi nafas buatan
1) Ambu bag
2) Selang oxygen
3) Oropharyngeal tube /mayo dengan berbagai ukuran
4) Selang suction
c. Alat alat untuk intubasi
1) ETT dengan bebagai ukuran
2) Laryngoscope denagn blade besar/sedang/kecil.
262
PERSIAPAN EMERGENCY TROLLY
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
092/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
d. Obat obatan
1) Adrenalin
2) Sulfas Atropin
3) Meylon
PROSEDUR
4) Dormicum,/Valium
5) Dexamethason
6) Dopamin, Dobutamin
7) Anti arrythmia : cordaron.
UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. IGD
263
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
093/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 4
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
RJP adalah suatu tindakan penanganan gawat darurat untuk mencegah henti
PENGERTIAN atau insifisiensi jantung dan mengembalikan serta menyokong fungsi
pernafasan dan sirkulasi guna mempertahankan kelangsungan hidup pasien.
1. Indikasi
a. Henti nafas
Akibat tenggelam, stroke, obstruksi jalan napas, tersengat listrik,
inhalasi asap, infark miokard, akibat suatu sebab apapun yang
menimbulkan obstruksi jalan napas.
b. Henti jantung
1) Ventrikel fibrilasi
2) Asistole
3) Dll.
2. Persiapan Alat :
a. Trolly emergency dan persiapan intubasi:
PROSEDUR
1) Obat-obatan emergency
2) Guedel (oral airway)
3) Suction aparat dan kateter suction
4) Sungkup dan kantung ambu
5) Stylet ETT
6) Handschoen
7) Jelly
8) Magill forceps
9) Pipa trachea berbagai ukuran
10) Nasotrachea tube berbagai ukuran
264
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI RUANGAICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
093/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 4
/VIII/2019
265
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI RUANGAN
ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
093/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 4
/VIII/2019
266
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI RUANGAN
ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
093/SPO/ICU/RSBH 0 4/ 4
/VIII/2019
UNIT
ICU, Rawat Inap, IGD, NICU
TERKAIT
267
PENGISIAN DAN PENYIMPANAN
REKAM MEDIS PASIEN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
094/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Sistem yang telah dibuat untuk mengisi dan menyimpan data yang
PENGERTIAN
berhubungan dengan status pasien untuk dilaksanakan dan dipatuhi bersama
268
PENGISIAN DAN PENYIMPANAN
REKAM MEDIS PASIEN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
094/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
269
PELAYANAN DI ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
095/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
UNIT
ICU
TERKAIT
270
PERAWATAN TUBUH SETELAH
PASIEN MENINGGAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
096/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
PENGERTIAN Perawatan tubuh dalam 2 jam setelah pasien dinyatakan meninggal oleh dokter
1. Persiapan alat
a. Wadah yang dilapisi handuk
b. Klem arteri panjang
c. Perban
d. Kapas yang menyerap dan tidak menyerap air
e. Jubah rumah sakit atau pakaian pasien
f. Perlak
g. Amplop untuk menyimpan barang-barang berharga milik pasien
h. Kain kafan/kantung jenazah/kain jenazah
PROSEDUR i. Sarung tangan
j. Alat untuk membersihkan atau memandikan tubuh jenazah
2. Pelaksanaan
a. Periksa apakah keluarga atau kerabat dekat lainnya sudah hadir dan
apakah mereka sudah diberitahu mengenai kematian pasien atau
belum. Tanyakan apakah mereka mau melihat tubuh jenazah, amati
respons mereka dan dan izinkan mereka untuk bertanya.
b. Periksa agama dan adat istiadat pasien. Tanyakan apakah keluarga
mau mengundang pemuka agama atau pendeta.
271
PERAWATAN TUBUH SETELAH
PASIEN MENINGGAL
Nomor Dokumen :
No. Revisi : Halaman :
096/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
UNIT
ICU
TERKAIT
272
PENGIRIMAN PASIEN KE RUANG JENAZAH
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
097/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
Agar pengiriman pasien ke ruang jenazah dapat berjalan secara efektif dan
TUJUAN
efisien
1. ICU
UNIT 2. SATPAM (Petugas keamanan RSE Batam Kota)
273
MEMAKAI DAN MEMELIHARA MASKER
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
098/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. Farmasi
274
PEMERIKSAAN RADIOLOGI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
099/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. Radiologi
275
PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
100/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
276
PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
100/SPO/ICU/RSBH
0 2/ 3
/VIII/2019
3. Pasien
12. Perawatan kebersihan pasien sebaik baiknya
13. Pertahankan status gizi pasien
14. Penggunaan alat tenun selalu kering dan bersih
15. Pasien dengan penderita penyakit kronis mendapat perawatan
khusus
16. Memperhatikan mobilisasi pasien serta mencegah terjadinya
decubitus
4. Alat alat kesehatan
a. Semua alat kesehatan harus steril
b. Semua tindakan dilakukan sesuai dengan SOP yang ada.
c. Alat-alat/instrumen yang telah dipakai dicuci pakai sabun,
dikeringkan dan diantar ke CCSD untuk disterilkan.
d. Alat Respirator misalnya: serkuit ventilator disterilkan sesuai dengan
PROSEDUR SOP
e. Alat –alat disposible misalnya: spuit, infus set dan lain-lain yang
sudah dipakai dimasukkan kedalam tong sampah yang khusus dan
tertutup yang sudah tersedia( sesuai jenis sampah). Kemudian setiap
pergantian sift dikirim kebagian pembakaran melalui petugas yang
mengelola sampah Rumah Sakit.
f. Segera bersihkan permukaan troli setelah selesai melakukan tindakan
g. Linen diganti setiap pergantian sift/saat memandikan pasien atau
sewaktu-waktu bila kotor dan bash. Linen yang sudah dipakai segera
dimasukkan ke tempat khusus (ember tertutup) sesuai dengan noda
misalnya: linen yang terkena darah, feces (tersedia tempat masing-
masing) dan dikirim ke Wasrey.
h. Alat –alat umum dan lingkungan
i. Semua alat-alat yang dipakai harus selalu kering dan bersih
j. Mencuci tangan sesuai dengan prosedur sebelum dan sesudah
277
PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
100/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
278
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN
STANDART INFUS
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
101/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
UNIT 1. ICU
279
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN
TIMBANGAN BAYI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
102/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Penggunaan:
a. Perawat/bidan mengatur skala harus menunjukan diangka nol.
b. Perawat/bidan meletakkan timbangan ditempat yang keras.
c. Perawat/bidan membersihkan timbangan yang telah dipakai
dan telah dikembalikan ketempatnya.
2. Pemeliharaan:
PROSEDUR
Dibersihkan setiap hari dan kalibrasi sekali dalam setahun.
3. Perbaikan :
a. Kepala ruangan membuat permintaan kerusakan .
b. Kepala ruangan memberitahu tehnik pemeliharaan tentang
perbaikan timbangan bayi yang rusak.
c. Tehnisi memperbaiki timbangan bayi.
1. ICU
UNIT 2. NICU
280
PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN
SENTER PUPIL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
103/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Tanggal Terbit Halimah
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
UNIT 1. ICU
281
PENANGANAN POLIURIA DI ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
104/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
Poliuria adalah produksi urin yang berlebihan dalam 24 jam (>2,8liter per 24
PENGERTIAN
jam/3liter per 24 jam)
TUJUAN Penurunan produksi urine per 24 jam dan keseimbangan cairan dan elektrolit
282
PENANGANAN POLIURIA DI ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
104/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
6. Therapy
a. Koreksi hipovolemik dengan hipotonik saline/D5W
b. Cairan rumatan + (75%x jumlah urine 1jam sebelumnya)
PROSEDUR atauCairan rumatan + jumlah urine 1 jam sebelumnya -50cc)
1) Jika urine >300 ml/jam berikan desmopresin (minirin) nasal
spray Semprotan ) tiap 12 jam (DD/ dengan Nefrogenik DI)
2) Karbamazepin 3 x 200 mg Chlorpropamide
UNIT
ICU
TERKAIT
283
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
105/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
PENGERTIAN Tata laksana pasien yang akan dilakukan pemerikasaan ke bagian laboratorium
UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. Laboratorium
284
PEMBERIAN OBAT DOPAMIN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
105/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Pemberian obat yang sesuai indikasi, dosis yang sesuai dan dengan cara
TUJUAN
Pemberian dengan tepat.
1. Indikasi
a. Obat kedua setelah atropine untuk bradikardi simpotomatik
a. Hypotensi ( sistolik < 70 – 100 mmhg ) dengan tanda dan gejala syock.
2. Dapat digunakan pada pasien hypovolemik setelah pemberian cairan
adekuat
3. Pemberianya tidak dicampur dengan natrium bicarbonat.
4. Efek samping : Takiaritmia, vasokontriksi berat.
Persiapan alat:
Dopamin, syringe pump, spuit 50 cc, ekstention tube, alkohol swab,
PROSEDUR needle 19, NaCl 0,9% / Dextrose 5% untuk pelarut
5. Pelaksanaan:
a. Perawat mencuci tangan
b. Siapkan Dopamin 200 mg dicampur dalam 50 ml Nacl 0.9 % atau
c. Dextrose 5 %
d. Diberikan dengan syringe pump secara kontiniu dititrasi sesuai dengan
respon Pasien.
e. Dosis rendah : 1-5 uq/kg/BB/menit. Dosis, sedang : 5-10
uq/kg/BB/menit.
f. Dosis besar : 10-20 uq/kg/BB/menit (dosis vassopressor)
285
PEMBERIAN OBAT DOPAMIN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
105/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Rawat Inap
286
MELAKUKAN FISIOTERAPI DADA
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
106/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Indikasi
a. Pasien yang Broncho pneumonia
b. Pasien yang sulit mengeluarkan sputum
c. Pasien atelektasis paru
d. Pasien setelah operasi /pasien yang tidak ada komplikasi
2. Persiapan Pasien
a. Pasie diberitahu penjelasan tentang tindakan yang akan
dilakukan
287
MELAKUKAN FISIOTERAPI DADA
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
106/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
4. Pelaksanaan
a. Cuci tangan sebelum melakukan tindakan
b. Melatih pernafasan (breating exercise) dan batuk efektif
c. Mengajarkan pasien tehnik relaksasai sesuai kondisi pasien
1) Menepuk(” perkusi/clapping ”) untuk membantu agar sekresi yang
melekat pada dinding alveoli terlepas dan terdorong sehingga dapat
keluar kepercabangan bronkus dan trakhea sehingga merangsang batuk .
Cara melakukan Penepukan :
a) penepukan dilakukan secara seksama pada dinding torak pasien
b) posisi pasien diatur pada satu sisi miring
c) posisi perawat berdiri dibelakang pasien sambil satu tangan diletakkan
pada bagian posterior
PROSEDUR d) posisi tangan perawat telungkup membuat rongga, sehingga pada saat
pasien ditepuk tidak merasa kesakitan
2) menggetarkan atau vibarasi untuk mendorong keluar sekresi yang
tertimbun di alveoli dengan bantuan menggetarkan dinding torak pada
saat ekspirasi.
Cara melakukan vibrasi:
a) Posisi pasien diatur pada satu sisi(miring)
b) Posisi perawat berdiri dibelakan pasien sambil satu tangan diletakkan
pada bagian dada anterior dan satu tangan lain pada bagian posterior.
Berikan tekanan pada saat pasien ekspirasi dengan menggunakan
kekuatan otot bahu perawat sambil mendorong dan menggetarkan
dinding dada pasien
288
MELAKUKAN FISIOTERAPI DADA
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
106/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
1. ICU
UNIT
2. Rawat Inap
TERKAIT
3. Rehabilitasi medik
289
MELAKUKAN TINDAKAN HUMIDIFIKASI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
107/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Indikasi
a. Pasien pasca ekstubasi
b. Pasien dengan sekresi kental
c. Pasien terpasang ventilator
2. Persiapan Pasien:
Pasien diberitahu tentang tujuan tindakan yang akan dilakukan
Posisi pasien diatur sesuai kebuituhan
3. Persiapan Alat :
a. Air oksigen 1 wadah untuk mengisi tabung flowmeter sentral
b. Flowmeter I buah
PROSEDUR c. Humidifier 1 buah untuk udara : diisi dengan aquades + 1/3 – ½
dari volume humidifier
d. Corugeted tubing digunakan untuk mengalirkan uap dan
menghubungkan uap humidifier dengan Mask
e. Sungkup muka/ mask Trakhea shild untuk pasien dengan
trakheastomy Aquades dalam tempatnya
4. Pelaksanaan :
a. Cuci tangan sesuai prosedur
b. Memasang flowmeter dengan humidifier oksigen pada
tabung/sentral oksigen
290
MELAKUKAN TINDAKAN HUMIDIFIKASI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
107/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
UNIT
ICU
TERKAIT
291
MEMANTAU SATURASI OKSIGEN (SAO2)
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
108/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Indikasi:
Pasien yang dirawat diruang perawatan intensive
2. Persiapan:
a. Pasien
b. Pasien diberitahu tentang tujuan tindakan yang akan dilakukan
c. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan
3. Alat
Pulse oksimetri
4. Pelaksanaan
a. Memilh lokasi yang akan dipasang”sensing probe” sebaiknya
PROSEDUR didaerah ekstremitas
b. Memasang “sensing probe”dan fiksasi yang baik
c. Menghidupkan alat oksimetri (power on)
d. Tunggu sampai ada angka dan gelombang pada alat oksimetri
e. Pantau hasil yang keluar di monitoring EKG .
f. Mencatat hasil SaO2 setiap jam sesuai kondisi pasien
5. Hal-hal yang perlu diperhatikan:
a. Monitor daerah pemasangan setiap 4 jam
b. Hindari adanya kontak jaringan
c. Bebaskan ekstremitas yang terpasang sensing probe dari
tekanan contoh: tekanan oleh manset spignomanometer
1. ICU
UNIT 2. IGD
292
PEMBERIAN OBAT MELALUI
SYRINGE PUMP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
109/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
PENGERTIAN Alat yang dipakai menggunakan alat syringe pump untuk memasukkan obat
1. Untuk pemberian obat dan cairan melalui spuit 50cc dengan dosis yang
TUJUAN tepat ,konsisten dan kontiniu .
2. Terpeliharanya fungsi syringe pump
1. Penggunaan
a. Menghubungkan syringe pump dengan sumber arus
b. Menekan tombol power untuk menghidupkan mesin
c. Mengisi spuit 50cc dengan cairan dan obat yang diinstuksikan dokter
d. Menyambungkan spuit dengan ekstention tube atau tubing perfusor
sambil mengeluarkan udara dari ekstention tubing set.
e. Memasang spuit di mesin
f. Menghubungkan tubing dengan Treway atau abocath yang terpasang ke
pasien.
PROSEDUR g. Menekan tombol angka jumlah cc / jam sesuai dengan anjuran
h. Menekan tombol start untuk menjalankan obat
i. Apabila alarm bunyi, menekan tombol stop lalu cek apa penyebabnya
j. Kemudian tekan start.
k. Apabila alarm ” Nearly empty ” berarti peringatan bahwa cairan sudah
hampir Habis (memberi perhatian )
l. Apabila alarm ” Oclusion ” brarti ada hal yang tidak beres atau sumbat
menyebabkan cairan tidak lancar, mis : treway belum dibuka, set
terlipat atau ada udara
293
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
109/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
m. Jika pemberian sudah selesai, tekan tombol stop lalu tarik tombol ”raise
fist
n. Then turn ” diangkat lalu diputar samping kearah luar
o. Kalau cairan obat masih dilanjutkan mengisi spuit kembali
PROSEDUR
p. Bila syringe pump tidak dipakai lagi, menekan tombol power untuk
OFF
1. Pemeliharaan :
Setiap sesudah dipergunakan dibersihkan dan dilap dengan lap kering
1. ICU
UNIT 2. Ruang rawat Inap
TERKAIT 3. IGD/OK
4. Bio Medik
294
PEMELIHARAAN DAN PENGGUNAAN MONITORING MINDRAY
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
110/SPO/ICU/RSBH
0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Penggunaan :
a. Menyambungkan cok stok kontak monitoring mindray ke aliran
listrik
b. Memasang manset ke tangan ataupun ke kaki
c. Memasang saturasi oksigen ,EKG,suhu dan mengatur grafik
pernapasan dari EKG lalu menyambungkan kabel ke monitoring
mindray
d. menekan tombol control power ON
e. Setelah seleesai pemakaian menekan tombol OFF dan membuka
setiap kabel yang terpasang dan digulung atau digantungkan di
PROSEDUR tempat yang tersedia .
f. Merapikan alat kembali
2. Pemeliharaan :
Monitoring mindray dibersihkan dan diletakkan kembali ketempatnya
sesudah digunakan
3. Perbaikan :
a. Memasukkan ke komputer bila ada monitoring mindray yang
rusak
b. Koordinasi Penunjang memberitahu tehnisi tentang perbaikan
monitoring mindray Yang rusak
c. Tehnisi memperbaiki Monitoring mindray
1. ICU
UNIT 2. IGD
TERKAIT 3. NICU
4. Kamar Operasi
295
PENGGUNAAN PEMELIHARAAN AMBUBAG
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
111/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Pelaksanaan :
a. Memperhatikan keadaan umum pasien
b. Menyiapkan ambu bag lengkap dengan reservoir oksigen .
c. Pompa ambu apakah mengembang atau ada kerusakan katup
d. Sambungkan ambubag dengan selang oksigen yang dihubungkan
dengan oksigen
e. Pasangkan face mask bila pasien belum di Intubasi .
f. Lakukan baging dengan ambu bag dan jangan terlalu keras
memompa sesuaikan dengan berat badan pasien 1 tangan atau 2
PROSEDUR
tangan , ambu bag yang dipakai sesuai dengan besar dan kecil
volume yang akan dipompakan (jangan sampai bocor ).
g. Pemakaian ambu bag sewaktu RJP ( resusitasi jantung paru ).
h. Ambu bag dipergunakan sewaktu-waktu di butuhkan dan selalu
siap jika dibutuhkan .
i. Setelah selesai dipakai ambu bag selalu dibersihkan dengan
larutan desinfektan dan dikeringkan dan dikembalikan pada
tempatnya
296
PENGGUNAAN PEMELIHARAAN AMBUBAG
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
111/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
2. Pemeliharaan :
a. Ambu bag setelah selesai dipakai dicuci dan dikembalikan pada
PROSEDUR tempatnya
b. Tidak memakaikan Ambu bag dari pasien yang satu kepasien yang
lain bila tidak dicuci mencegah penularan penyakit .
1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. NICU
4. Rawat Inap
297
CARA MEMELIHARA SUCTION PUMP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
112/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat :
a. Suction pump
b. Cairan desinfektan : saflon atau lysol
c. Alat pembersih ( air sabun,sikat botol )
d. Lap kering dan basah
2. Pelaksanaan :
a. Setelah dipakai pasien, suction cateter dilepas dari aparat
suction
b. Botol dibuka dari penutup, cairan yang ada didalam botol
dibuang.
PROSEDUR
c. Botol dibilas dengan air bersih, kemudian disikat dengan
sikat botol.
d. Botol dibilas dengan air sampai bersih, lalu dilap kering.
e. Alat dipasang tutup dan di pasangkan pada aparat suction
dikembalikan pada tempatnya yang mudah dijangkau.
f. Tulis etiket, suction dalam keadaan bersih dan tanggal
pembersihan .
g. Dekatkan selalu suction dekat tempat tidur pasien
h. Perawat cuci tangan
298
CARA MEMELIHARA SUCTION PUMP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
112/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
3. Perbaikan :
a. Koord penunjang membuat permintaan bila terjadi
kerusakan
PROSEDUR b. Memasukkan ke komputer alat yang rusak
c. Koord Penunjang memberitahu tehnisi tentang perbaikan
Suction pump
d. Bila ada yang rusak
1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Tehnisi Bio Medik
299
PEMBERIAN CAIRAN MELALUI
INFUS PUMP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
113/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan pasien :
a. Penderita diberitahu jika sadar
b. Atur posisi tidur supine / head up
2. Persiapan alat :
a. Infus pump
b. Set infus
c. Cairan infus
d. Tiang infus
3. Pelaksanaan :
a. Pasang infus pump pada tiang infus
PROSEDUR b. Hubungkan kabel power infus dengan sumber listrik
c. Tusukkan selang infus pada botol infus dan pastikan slang infuse telah
terisi cairan infus kemudian matikan stop cock
d. Buka pintu infus pump masukkan slang infus yang telah terisi cairan
pada jalur slang di infus pump dan tutup kembali pintunya
e. Hidupkan power infus pump setting jumlah total cairan dan rate cairan
yang diinginkan
f. Ganti aliran infus pasien dengan infus yang dihubungkan dengan
infus pump
g. Tekan tombol start pada infus pump maka cairan akan mengalir
h. Bereskan alat jika sudah selesai
300
PEMBERIAN CAIRAN MELALUI
INFUS PUMP
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
113/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. IGD
3. NICU
301
MENYIAPKAN LARINGOSCOP
UNTUK INTUBASI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
114/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Pelaksanaan :
1. Menyiapkan alat handle dan blade sesuai ukuran
2. Menentukan jenis laringoscop pasangkan handle dan blade yang
tepat, sesuai dengan ukuran pasien perhatikan bola lampu blade
apakah masih terang dan baterai masih baik .
3. Perawat menyiapkan laringoscope saat dokter akan melakukan
PROSEDUR Intubasi
4. Setelah selesai, perawat / membersihkan laringoscope dengan
direndam selama 15 menit dengan cairan desinfektan lalu dicuci dan
dekat sudut bola disikat ,jangan ada slim yang masih menempel
kemudian dicuci ,dibilas sampai bersih , dilap dan disimpan kembali
pada tempatnya .
5. Perhatikan blade tidak ikut direndam hanya dilap sampai bersih
UNIT
ICU
TERKAIT
302
SETTING VENTILASI MEKANIK
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
115/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan Alat :
a. Mesin ventiltor
b. Cubing ventilator steril
c. Humidifier set (wire penghangat
d. Aquadest steril
e. Sarung tangan steril
f. Test lung
2. Prosedur :
PROSEDUR a. Cuci tangan dan identifikasi sesuai prosedur.
b. Siapkan alat- alat
c. Petugas memakai sarung tangan steril
d. Pasang humidifier ( masukkan filter kertas pada tabung
penghangat kemudian tutup )
e. Hubungkan cubing inspirasi dari ventilator ke humidifier (in)
f. Pasang cubing inspirasi panjang dengan menggunakan kawat
pengait masukkan wire heater kemudian hubungkan dengan
humidifier (out)
303
SETTING VENTILASI MEKANIK
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
115/SPO/ICU/RSBH 2/ 3
/VIII/2019
UNIT
ICU
TERKAIT
304
CARA PEMELIHARAAN LEMARI ES
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
116/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Pelaksanaan
a. Sebelum menggunakan lemari es
1) Kabel dicokkan kealiran listrik
2) Tekan stelan maximum – minimum sesuai keinginan
3) Tutup lemari es dengan rapat
b. Bila ingin mencuci lemari es
1) Cabut power dari aliran listrik
2) Biarkan es mencair dengan sendirinya dari freezer
3) Semua bagian di dalam lemari es dilap satu persatu
4) Masukkan kembali bagian bagiandan alat atau obat yang
PROSEDUR dapat disimpan di lemari es .
5) Hidupkan kembali lemari es, hubungkan power ke aliran
listrik dan tekan stelan maximum – minimum sesuai
keinginan
2. Pemeliharaan :
Lemari dibersihkan dan dilap sekali dalam seminggu
3. Perbaikan :
a. memasukkan ke komputer bila ada yang rusak
b. Koord Penunjang memberitahu tehnisi tentang perbaikan Lemari es
c. Yang rusak dan tehnisi memperbaiki lemari es
UNIT
ICU
TERKAIT
305
MELAKUKAN RESUSITASI CAIRAN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
117/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL
01 November 2019
1. Indikasi :
4) Syok hipovolemyk
5) Syok haemorhagic
6) Lika bakar
7) Psien dengan dehidrasi berat
2. Persiapan Alat
Set infus lengkap
3. Infus
a. Cairan kristaloid ( Asering ,RL / Normal salin )
PROSEDUR
b. Cairan koloid ( Plasma expander atau cairan HES .Gelatin )
4. Persiapan psien .
a. Tentukan cairan yang akan di resusitasi /sesuai jumlah
penggantian kehilangan cairan
b. Pasang iv line yang sesuai
c. Pantau produksi urine
d. Periksa tanda vital
e. Pantau Ekg secara Continiu
f. Catat jumlah cairan yang hendak diresusitasi dan waktunya
TERKAIT
306
PENGISIAN FORMULIR INFORMED CONSENT
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
118/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Tata cara pengisian formulir informed conset bagi pasien yang memerlukan
PENGERTIAN
tindakan medik
1. ICU
UNIT
2. IGD
TERKAIT
3. Rawat Inap
307
PROGRAM PEMELIHARAAN ALAT
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
119/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Agar semua alat terpelihara dengan baik, dan selalu siap untuk
digunakan dalam pelayanan intensif
TUJUAN
2. Untuk menunjang pelayanan intensif perlu dibuat dan dilaksanakan
program pemeliharaan alat.
Pelaksanaan
1. Petugas mencatat inventaris alat
2. Petugas membuat program pemeliharaan alat
PROSEDUR 3. Petugas ruangan intensif bekerjasama dengan bagian umum dalam
melaksanakan program tersebut
4. Petugas membuat catatan pelaksanaan pemeliharaan tersebut dan
ditempatkan pada alat tersebut.
UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. Biomedical
308
MEMBERSIHKAN MULUT PADA PASIEN TIDAK SADAR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
120/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
309
MEMBERSIHKAN MULUT PADA PASIEN TIDAK SADAR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
120/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
e. Membersihkan rahang dan gigi dengan kasa yang dibasahi
betadin gargle yang dililitkan pada sepatel atau pinset
f. Sela-sela gigi pasien dibersihkan dengan kapas lidi.
g. Mengolesi bibir dan mukosa mulut dengan kenalog in ora base
h. Membersihkan/membereskan peralatan
1) Gelas dan sikat gigi dibersihkan dibawah air mengalir.
dikeringkan dan dikembalikan pada tempatnya
PROSEDUR 2) Spatel direndam dalam piala ginjal dengan cairan desinfektan
3) Sarung tangan dilepas dan perawat mencuci tangan
i. Prosedur mencuci mulut dilakukan 3 x sehari
4. Sikap perawat:
a. Tidak tergesa gesa
b. Tidak menunjukkan rasa jijik
c. Bekerja dengan teliti dan hati-hati sehingga tidak menyakitkan
pasien
UNIT 1. ICU
310
PEMBEBANAN ALKES / OBAT YANG DIPAKAI PASIEN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
121/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Meng input kekomputer alkes – obat yang dipakai pasien selama dirawat
PENGERTIAN
di ruangan intensif
1. Untuk mengetahui jumlah dan jenis alkes /obat yang terpakai pada
tiap pasien
TUJUAN
2. Untuk kontrol pemakaian dan penyediaan alkes
3. Untuk membantu penghitungan Rekening
1. Komputer selalu siap pakai link dengan gudang farmasi , kasir dan
hitung Rekening
2. Setiap perawat wajib menginput ke komputer alkes dan obat
setelah dipakaikan ke pasien dengan menggunakan pasword
masing _masing
PROSEDUR 3. Setelah selesai menginput supaya dilogout Paswordnya untuk
menghindari hal- hal yang tidak diinginkan .
4. Setiap PJ ship. Mengontrol pemakaian alkes selama shipnya
sampai selesai
5. Bagian ADM melakukan Verifikasi terhadap alkes dan Obat yang
sesuai stok Ruangan
UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. KASIR
311
KUNJUNGAN KELUARGA PASIEN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
122/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR
01 November 2019
OPERASIONAL
UNIT
ICU
TERKAIT
312
PELAYANAN PASIEN KRITIS DAN PENOLAKAN TINDAKAN
MEDIS
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
123/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
UNIT
ICU
TERKAIT
313
PENGIRIMAN DAN PENGAMBILAN ALAT DARI
RUANG STERILISASI (CSSD)
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
124/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. CSSD
314
RESUSITASI CAIRAN PADA LUKA
BAKAR AKUT
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
125/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan Pasien
a. Siapkan pasien
b. Jelaskan prosedur pada pasien
2. Persiapan Alat
a. Kemasan steril
b. Larutan anti septik
c. Cairan IV sesuai kebutuhan
d. Set infus darah
e. Konektor tiga jalur
f. dengan ekstensinya
3. Pelaksanaan
b. Bila pasien tidak dapat makan puasakan pasien dengan aspirasi
setiap 4 jam
c. Mulai terapi cairan dalam satu jam setelah kejadian luka bakar
berat
d. Pertimbangkan 3 jenis cairan dalam menghitung kebutuhan
pasien koloid, kristaloid, elektrolit
315
RESUSITASI CAIRAN PADA LUKA
BAKAR AKUT
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
125/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
UNIT 1. ICU
TERKAIT 2. IGD
3. Rawat Inap
316
MEMBANTU PELAKSANAAN PEMASANGAN
THORAKS DRAIN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
126/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan Alat:
a. Set Aspirasi Pleura yang berisi
1) Forsep penjepit kasa 1
2) Spuit 5cc dan jarum
3) Spuit 20 cc dengan kunci Luer
4) Jarum pengaspirasi no 16 G
5) Mangkuk kecil 2
6) Pinset 1
7) Forsep Arteri 1
PROSEDUR 8) Botol sampel
9) Sarung tangan, masker, gaun
10) Duk steril
11) Kapas usap, potongan potongan kasa dan alas
12) Skalpel
b. Nampan bersih berisi
1) Perlak dan duk
2) Bengkok
3) Alkohol,Betadin
4) Lidokain,pehakain
317
MEMBANTU PELAKSANAAN PEMASANGAN
THORAKS DRAIN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
126/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
c. Peralatan lain seperti
1. Meja di atas ranjang
2. Bantal
2. Prosedur
a. Identifikasi pasien dan jelaskan prosedur nya pada pasien dan
keluarganya
b. Periksa kembali hasil Foto rontgen
c. Minta izin tertulis dari pasien
d. Instruksi pada pasien tidak boleh bergerak pada saat
pemasangan
e. Posisikan pasien dengan nyaman
1) Duduk dipinggir ranjang dengan kaki ditopang, lengan dan
kepala di bantal pada meja diatas ranjang
2) Mengangkangi kursi dengan lengan dan kepala menyandar
pada sandaran kursi
3) Berbaring pada sisi yang sehat, dengan ranjang dielevasikan
PROSEDUR 30-40derajat jika pasien tidak dapat berada dalam posisi
duduk
f. Paparkan dada. Dokter memastikan lokasi aspirasi dengan
melihat foto rontgen dada dan melakukan perkusi dada. Jika
akan akan mengeluarkan udara lokasi penusukan biasanya inter
costa 2 atau 3 jika mengeluarkan cairan lokasi penusukan inter
costa 8 atau 9
g. Bersihkan lokasi dengan larutan anti septik dan bantu dokter
memberikan obat anastesi lokal
h. Dokter menusukkan jarum toraks drain instruksikan pasien
untuk menahan nafas ketika jarum di tusukkan
i. Ketika jarum sudah berada dirongga pleura dokter mengaspirasi
cairan pleura menggunakan spuit 20cc bantu menampung
sampel dalam wadah steril
j. Spuit 20cc dengan adaptor 3 jalur disambungkan dengan jarum
selang yang mengarah ke wadah di sambungkan pada port ke
tiga dari adaptor tiga jalur
318
MEMBANTU PELAKSANAAN PEMASANGAN
THORAKS DRAIN
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
126/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
k. Bila akan menarik cairan dalam jumlah banyak jarum ditahan
pada posisinya di dinding dada
j. Untuk tujuan terapeutik biasanya 1000 sampai 1200 ml cairan
dikeluarkan dengan tujuan diagnostik 30 sampai 60 ml cairan
dikeluarkan dorong pasien untuk tetap diam selama
pelaksanaan prosedur dan pantau tanda vital
k. Setelah jarum ditarik tutup lokasi dengan betadin sol tutup
lokasi pasang verban penekan
l. Atur posisi pasien menghadap ke atas sisi yang sakit tidak
boleh turun 4 sampai 6 jam selam a prosedur
m. Pantau tanda vital setiap setenga jam selama 4 sampai 6 jam
PROSEDUR
sampai stabil amati komplikasi seperti: syok, pinsan, td turun ,
nadi cepat, nafas cepat, bercak darah, periksa bunyi nafas pada
semua lapangan paru
n. Catat prosedur beserta jumlah cairan yang di tarik keluar warna
ciri dan tanda komplikasi
o. Kirim sampel yang sudah diberi label ke laboratorium
p. Ajarkan dan latih pasien untuk nafas dalam dan batuk
q. Lakukan foto rontgen dada bila perlu
r. Cuci peralatan thoraks drain dengan air dingin, kemudian di
air sabun hangat bilas dan keringkan kemudian dikirim untuk
autoclaf. Pakai sarung tangan untuk mencuci
UNIT 1. ICU
319
MEMASANG KEKANGAN (RESTREIN)
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
127/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat :
a. Sprei pengangkut atau selimut bayi untuk bayi (neonatus)
b. Pakaian pengekang siku dengan 5-6 kantung tempat meletakkan spatula
(anak-anak)
c. Simpul jenis bunga 10 c m perban,bantalan katun,perban yang sudah
disulam
d. Bantalan untuk melindungi penonjolan tulang
2. Persiapan pasien :
Jelaskan pada pasien dan keluarga mengenai pentingnya
PROSEDUR
pengekangan,jenis pengekangan yang dipilih dan perkiraan durasinya
3. Pelaksanaan :
a. Identifikasi pasien yang memerlukan kekangan,mis :pasien linglung
atau disorientasi,pasien yang memerlukan imobilitasi ekstremitas,dan
anak-anak yang memerlukan kekangan pada sendi siku untuk mencegah
terlepasnya peralatan terapi, Pasien gelisah dengan atau tanpa obat
sedativa atau penenang
b. Periksa intruksi dokter dan nilai jenis pengekangan apa yang
dibutuhkan.
320
MEMASANG KEKANGAN (RESTREIN)
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
127/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
4. Cuci tangan
5. Pasang pengekang yang dipilih :
a. Jaket pengekang :pakaian seperti rompi yang biasnya
menyilang di depan pasien
b. Sabuk pengekang :Alat yang mengamankan pasien diatas
brankar atau [Link] memasang sabuk teralalu kencang
diatas dada atau perut pasien
c. Pengekangan ekstremitas(pengekangan pergelangan kaki atau
pergelangan tangan ) :Pengekangan yang dirancang untuk
mengimobolisasi satu atau semua ektremitas
d. Kekangan cemplak :Alat kekang campak tanpa bagian ibu jari
untuk mengekang tangan pasien
e. Kekangan siku ; Potongan kain dengan slot tempat
meletakkan spatula sehingga dapat mencegah fleksi sendi siku
PROSEDUR f. Pembedongan :Selimut atau kain dibuka diatas ranjang atau
palungan,dengan satu sudut dilipat kearah [Link]
diletakkan diatas selimut dengan bahunya berada diatas
lipatan dan kaki mengarah ke sudut yang berlawanan.
6. Penonjolan tulang harus dialasi sebelum memasang kekangan
7. Pengekang harus dilepas total paling tidak setiap 2 jam 30
[Link] jangan ditinggal sendiri
8. Kekangan harus dikencangkan agar tidak bisa dilepas pasien
9. Kekangan yang dipasang pada pasien diatas ranjang atau brankar
harus diikat ke rangka ranjang dan bukan pada jeruji disamping
ranjang
10. Cuci tangan
11. Periksa kekuatan kekangan dan apakah ada tidaknya cesera system
musculoskeletal setiap 2 jam
12. Pastikan alat pengekang berada dalam posisi yang benar setiap 2 jam
321
MEMASANG KEKANGAN (RESTREIN)
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
127/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
UNIT 1. ICU
322
MEMBANTU PELAKSANAAN BRONKOSKOPI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
128/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Terapeutik:
a. Mengambil benda asing
b. Mengisap sekret yang kental dan lengket
c. Mengambil dan menghancurkan lesi
d. Terapi atelektasis pasca operasi
TUJUAN
2. Diagnostik :
a. Pemeriksaan jaringan
b. Evaluasi tumor lebih lanjut terkait potensi operasi reseksi
c. Mengambil bahan jaringan untuk diagnosis
d. Mengevaluasi lokasi pendarahan
1. Persiapan pasien
a. Jelaskan kepada pasien dan keluarga prosedur yang akan
dilakukan
b. Minta izin tertulis dari pasien atau keluarga
c. Instruksikan pasien untuk puasa 6-12 jam sebelum prosedur
PROSEDUR 2. Pelaksanaan ;
a. Lakukan cuci tangan sesuai prosedur .
b. Lepas gigi palsu, lensa kontak dan prostesis lainnya
c. Berikan pre-medikasi sesuai instruksi dokter (biasanya
atropin, sedatif,opioid)
d. Berikan obat anestesi lokal sesuai instruksi dokter
323
MEMBANTU PELAKSANAAN BRONKOSKOPI
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
128/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
NB:
1. Pantau tanda vital
2. Amati pasien terkait tanda gangguan pernapasan meliputi sesak
PROSEDUR napas , perubahan frekuensi,pemakaian otot-otot bantu dan
hilangnya suara napas
3. Amati sekret yang di batukkan untuk melihat ada tidaknya
hemoptisis
4. Tetap puasakan pasien sampai Reflek tersedak muncul kembali
5. Berikan kepingan es dan seteguk kecil air ketika refleks menelan
kembali
6. Pantau bunyi napas selama 24 jam
7. Periksa ada tidaknya letargi dan disorientasi pada pasien tua yang
dapat muncul sebagai akibat pemberian lignokain dalam dosis besar
selama prosedur
8. Instruksikan pasien dan keluarga yang menjaga untuk melaporkan
segera bila muncul sesak napas atau perdarahan .
UNIT 1. ICU
324
MEMBILAS KATETER VENA SENTRAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
129/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan alat:
a. Swab atau larutan betadin
b. Swab atau larutan alkohol
c. Spuit ukuran 10mL
d. Ampul berisi pembilas heparin (heparin 100 u/mL) atau vial
berisi NaCl 0,9% sesuai peraturan isntitusi
e. Jarum steril (20-22 G)
f. Sarung tangan steril
g. Masker wajah
2. Persiapan pasien dan lingkungan:
PROSEDUR a. Memberitahu kepada pasien dan keluarga tentang tindakan
yang akan dilakukan.
b. Menyiapkan lingkungan yang nyaman
c. Atur ketinggian tempat tidur supaya perawat nyaman dalam
bekerja
3. Pelaksanaan:
a. Jelaskan kepada pasien alasan pembilasan kateter.
b. Cuci tangan dan pakai sarung tangan.
c. Siapkan dua spuit, satu berisi 10 mL NaCl0,9% dan yang
lainnya berisi 5 mL larutan pembilas heparin.
325
MEMBILAS KATETER VENA SENTRAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
129/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
UNIT
ICU
TERKAIT
326
MENGGANTI SELANG VENA SENTRAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
130/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Indikasi :
a. Penggantian selang
1) Pasien yang mendapat nutrisi parenteral total
2) Pasien dengan sistem imunitas yang terganggu
3) Pasien neutropenia. Seperti pasien kanker yang
menjalani kemoterapi
4) Pasien yang mendapatkan cairan hidrasi dan mereka
mempunyai sistem imunitas yang baik memerlukan
penggantian selang yang tidak terlalu sering
PROSEDUR
5) Penggantian selang diperlukan bila selang rusak atau
terkontaminasi
b. Persiapan alat:
Sebuah nampan berisi:
1. Paket selang kateter vena sentral
2. Obat atau cairan sesuai instruksi
3. Plester yang disertai tanggal dan waktu penggantian
selang
4. Sarung tangan steril
327
MENGGANTI SELANG VENA SENTRAL
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
130/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 2
/VIII/2019
2. Pelaksanaan:
a. Periksa rekam medis pasien terkait jenis dan kecepatan
pemberian obat dan cairan
b. Jelaskan pada pasien alasan pengkajian kateter
c. Siapkan obat atau cairan sesuai instruksi dan kumpulkan
peralatan
d. Cuci tangan dan pakai sarung tangan steril
e. Periksa gelang tangan pasien sebelum menggantung cairan vena
sentral yang baru
f. Klem obat atau cairan beserta selang yang baru. Peras tabung
penetesan sampai setengah penuh. Buka klem pada selang yang
PROSEDUR baru sampai obat atau cairan memenuhi keseluruhan selang.
g. Klem kateter vena sentral dan selang yang lama. Bila masih
menggantung lepaskan selang yang lama dari lokasi kateter
vena sentral. Sambungkan selang yang baru tanpa
mengkontaminasi ujung kateter atau jarum.
h. Sambungkan selang pada pompa IV bila memakai pompa IV
dan lepas klem selang baru, atur kecepatan tetesan pada pompa
untuk menginfus pada kecepatan yang diinstruksikan.
i. Pasang lebel pada selang,disertai tanggal penggantian selang.
Catat penggantian selang pada status atau catatan perawat
j. Buang selang bekas sesuai protocol rumah sakit
k. Cuci tangan.
UNIT
ICU
TERKAIT
328
PENGENDALIAN INFESKSI DI RUANG
INTENSIF
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
131/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Personil
a. Pahami tentang pengendalian infeksi nosokomial melalui
pelatihan, seminar, dll
b. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh atau melakukan
tindakan prosedur kepada pasien
c. Gunakan alat pelindung diri sesuai prosedur yang dilakukan
d. Lakukan semua tindakan/ prosedur sesuai SPO dan teknik
aseptik/ antiseptik
e. Lakukan pembuangan sampah/ limbah rumah sakit sesuai SPO
PROSEDUR
2. Pasien
a. Berikan posisi yang nyaman dan aman kepada pasien
b. Lakukan mobilisasi pasif untuk menghindari decubitus
c. Berikan jarak tempat tidur antar pasien kurang lebih 3 meter
d. Lakukan prosedur SPO yang ditetapkan
e. Lakukan pengisolasian pasien jika diduga terpapar penyakit
infeksi
f. Gunakan perlatan kesehtan yang berbeda antar pasien kecuali
peralatan tertentu seperti tensimeter/ dynamap
329
PENGENDALIAN INFESKSI DI RUANG
INTENSIF
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
131/SPO/ICU/RSBH
0 2/ 3
/VIII/2019
330
PENGENDALIAN INFESKSI DI RUANG
INTENSIF
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
131/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
4. Peralatan
a. Gunakan peralatan kesehatan antar pasien yang berbeda
b. Beri label nama pasien, tanggal dan obat yang diberikan
c. Catat semua tindakan dan peralatan yang menetap pada tubuh
pasien di lembar perawatan dan formulir surveilens infeksi
nosokomial
d. Siapkan alat proteksi diri (Sarung tangan, masker, baju kerja, alat
pelindung mata) di ruanga perawatan
e. Bersihkan dan desinfeksi tempat tidur atau alat kesehatan terlebih
PROSEDUR
dahulu, sebelum dipakai pasien lainnya
f. Gunakan alat kesehatan seperti spuit, suction kateter sekali pakai
g. Tempatkan alat kesehatan di tempat yang steril atau bersih
h. Jika pasien menggunakan kateter urin menetap, gantungkan
penampung urin jangan menyentuh lantai
i. Hindarkan pemakaian obat multi dosis
j. Bersihkan semua peralatan kesehatan dengan desinfektan
k. Bersihkan alat furniture/ alat rumah tangga sesuai SPO yang telah
ditetapkan
UNIT
ICU
TERKAIT
331
PERAWATAN LUKA BAKAR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR
Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
1. Persiapan Alat:
Troli pembalut berisi
a. Set perban
b. Perban steril dalam wadah
c. Kasa steril dalam wadah
d. Perban vaselin steril
e. Sulfa diazin perak 1%
f. NaCl 0,9% steril
g. Forseps bengkok
h. Plester dan gunting
PROSEDUR
i. Gunting steril
j. Kain steril
k. Tempat pembuangan sampah
2. Berbagai Jenis Perawatan Luka Bakar:
a. Perawatan terbuka
b. Perawatan tertutup
3. Metode terbuka
Krim antimikroba dioleskan pada luka dengan menggunakan sarung
tangan dan luka dibiarkan terbuka terkena udara tanpa ditutup kasa.
Krim dioleskan ulang sesuai kebutuhan.
332
PERAWATAN LUKA BAKAR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
4. Keuntungan:
a. Meningkatkan visibilitas luka
b. Kebebasan mobilitas sendi
5. Kerugian:
Meningkatkan resiko Hipotermia
METODE TERTUTUP:
Pada metode tertutup kasa diolesi krim antimikroba dan dipasang pada luka.
1. Keuntungan:
a. Mengurangi penguapan cairan dan kehilangan panas dari
permukaan luka
b. Penutupan dengan kasa membantu membersihkan luka
2. Kerugian:
a. Keterbatasan mobilitas
PROSEDUR b. Pemeriksaan luka yang terbatas.
PELAKSANAAN
1. Jelaskan prosedurnya pada pasien
2. Berikan analgesik sekitar 20 menit sebelum prosedur sesuai instruksi
Dokter
3. Basahi perban yang lama dengan NaCl 0,9% dan lepaskan
4. Berikan hidrothrerapy/ cuci luka. Membantu membersihkan luka
5. Atur suhu ruangan pada 24 derajat Celcius dan kelembaban pada 40-
50% menggunakan pelembab ruangan portabel bila ada
6. Pakai masker dan topi
7. Cuci tangan dan pakai gaun serta sarung tangan steril
8. Bersihkan dan lakukan debridement luka dengan menggunakan gunting
steril dan forsep. Angkat jaringan mati yang mengelupas dan kulit mati
9. Bersihkan luka dengan NaCl 0,9% dan tepuk-tepuk sampai kering
333
PERAWATAN LUKA BAKAR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
UNIT 1. ICU
334
PROSEDUR GENERAL CLEANING RUANG ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 3
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
335
PROSEDUR GENERAL CLEANING RUANG ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 2/ 3
/VIII/2019
e. Bersihkan kaca, plavon dan gorden dengan lap basah dan air bersih
kemudian dikeringkan
f. Bersihkan/ sikat wastafel dengan air bersih kemudian di lap sampai
kering
g. Cuci dan bersihkan tabung suction dan tabung humidifier,
kemudian keringkan, tidak diperbolehkan tabung suction dan
tabung humidifier dipasang pada tempatnya saat tidak ada pasien
h. Sapu sisi lantai yang paling jauh dari pintu keluar dengan
menggunakan lobby duster
i. Sapu dan bersihkan sudut-sudut lantai dan lap bersih sehingga tidak
ada
j. Penumpukan debu di area tersebut
k. Bila yakin sudah tidak ada debu lanjutkan pengepelan lantai
menggunakan mop yang sudah dibasahi air dan dicampur bahan
PROSEDUR kimia pembersih secara merata, pengepelan mulai dari area terjauh
dari pintu keluar
l. Periksa kembali ruangan, bila ada kerusakan laporkan kepada
penanggungjawab ruangan dan kepada penanggungjawab petugas
kebersihan
m. Rapikan kembali semua peralatan dan buka Alat Pelindung Diri
(APD), sarung tangan dan masker
n. Lakukan kebersihan tangan dan informasikan kepada petugas
ruangan bahwa ruangan siap dipakai
o. Petugas/ staf ruangan mengecek kembali apakah ruangan sudah
bisa dipakai, bila pembersihan belum maksimal, dapat dilakukan
ulang oleh petugas kebersihan
p. Lakukan ceklist pada formulir ceklist general cleaning yang
ditandatangani oleh petugas kebersihan dan staf ruang ICU
tersebut.
336
PROSEDUR GENERAL CLEANING RUANG ICU
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
132/SPO/ICU/RSBH 0 3/ 3
/VIII/2019
4. Lingkungan :
a. Tidak dianjurkan melakukan fogging desinfectan
b. Segera bersihkan permukaan lingkungan yang terkontaminasi
darah atau cairan tubuh pasien
c. Pertahankan udara lingkungan memadai
d. Batasi jumlah personil di ruangan
e. Batasi jumlah pengunjung maksimum 2 orang sekali berkunjung
PROSEDUR NB :
1. Saat pasien baru datang, segera isi tabung suction dengan cairan
desinfectan sebanyak 5cc, dan buang serta bersihkan setiap shift
2. Saat pasien baru datang, segera isi tabung humidifier dengan air aqua
steril dan ganti tiap 24 jam, kemudian tulis formulir penggantian air
humidifier
3. Saat pasien tidak ada / kamar kosong, tetap lakukan pengecekan suhu
ruang/ kamar pasien dan didokumentasikan.
UNIT 1. ICU
337
MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR PELAYANAN INTENSIF
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
133/SPO/ICU/RSBH
0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
Halimah
STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL 01 November 2019
UNIT
ICU
TERKAIT
338
PENILAIAN PASIEN KRITIS
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
133/SPO/ICU/RSBH
0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
Prosedur Pelaksanaan :
a. Perawat mengidentifikasi pasien dengn mencocokkan nama tanggal
lahir pada gelang identitas
b. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
c. Perawat mengukur tanda-tanda vital (suhu,nadi,tensi,pernafasan)
d. Perawat melakukan pemeriksaan fisik (inspeksi,auskultasi,palpasi,
PROSEDUR perkusi), Head to Toe
e. Perawat menilai tingkat kesadaran sesuai SPO
f. Perawat memasukkan hasil observasi ke skala news
g. Perawat melaporkan kondisi pasien kedokter DPJP atau kedokter
jaga
h. Perawat mencuci tangan sesuai SPO PPIRS
i. Perawat mendokumentasikan hasil tindakan
1. ICU
UNIT TERKAIT 2. IGD
3. PERAWATAN INAP
339
PENGGUNAAN VENTILATOR
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
134/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 2
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
340
PENGHITUNGAN MASUKAN DAN KELUARAN CAIRAN TUBUH
Nomor Dokumen
No. Revisi Halaman
135/SPO/ICU/RSBH 0 1/ 1
/VIII/2019
Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit [Link]
STANDAR Halimah
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 01 November 2019
341
342