PRONOMINA (KATA GANTI)
Pengertian Pronomina
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata yang dipakai untuk mengganti
orang atau benda ; kata ganti seperti aku, engkau, dia. Sedangkan menurut Wikipedia Bahasa
Indonesia, Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa
nomina. Contohnya adalah saya, kapan, -nya, ini. Nah, dari pernyataan di atas kita dapat
menyimpulkan bahwa pronomina adalah kata yang digunakan untuk menunjukan kata ganti
terhadap subjek atau objek tertentu.
Macam-macam Pronomina :
Kata Ganti Orang (pronomina persona)
Kata ganti orang adalah kata ganti yang hanya bisa digunakan untuk menunjukan kata
ganti orang. Pada pronomina persona terdapat kata ganti yang menunjukan orang pertama
seperti aku,saya dan ada kata ganti yang menggantikan orang kedua seperti (anda, kamu) dan
ada kata ganti yang menunjukan orang ketiga seperti (ia, dia mereka). Semua kata ganti
mempunyai kegunaan yang berbeda-beda sesuai dengan konteks kalimatnya. Berikut ini
adalah macam-macam pronomina persona beserta contohnya. Perhatikan pernyataan berikut
ini.
Kata ganti orang pertama ada dua macam yaitu kata ganti orang pertama tunggal dan kata
ganti orang pertama jamak.
a. Kata Ganti Orang Pertama tunggal : Saya, aku, daku, diriku.
Pronomina persona tunggal “saya” biasanya lebih sering digunakan dalam kalimat yang lebih
formal sehingga dapat menampakkan kesopanan, seperti dalam pidato dan sambutan.
kemudian kata ganti “aku, daku” biasanya digunakan dalam kalimat yang sifatnya tidak
formal dan lebih digunakan dalam pengungkapan hal yang sifatnya pribadi, sehingga kata
ganti tersebut dapat kita temukan dalam karya sastra sepserti prosa, puisi, cerpen, novel dan
lain-lain. Berikut ini adalah contoh penggunaan pronomina tunggal.
o “Saya harap ramadhan tahun ini semakin banyak orang yang bersedekah”
o “Terimakasi telah memberi tahu saya”
o “Terus terang saya merasa tersanjung atas jamuan ini”
o “Aku tak bisa tidur malam ini”
o “Hari ini hari yang menyebalan bagi diriku”
o “Daku tak bisa hidup tanpamu”
Kata Ganti Orang Pertama jamak : Kami
Kata ganti orang pertama jamak (lebih dari satu) adalah “kami”. Kata kami sering digunakan
dalam kalimat yang lebih formal, sama halnya dengan saya. Perhatikan contoh berikut ini :
o “Kami sekeluarga berlibur ke Surabaya minggu lalu”
o “kami akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan”
o “Kami harap, anda semua berkenan hadir dalam undangan buka bersama nanti
malam”
b. Kata Ganti Orang Kedua tunggal : Kamu, Anda
Kata ganti orang kedua sering digunakan untuk menyebut orang yang kita ajak bicara.
Perhatikan contoh di bawah ini :
o “Kamu kalo ke sekolah berangkat jam berapa?”
o “Terimakasih, kamu orangnya baik sekali”
o “Kamu bekerja di bidang apa?”
o “Terimakasih atas partisipasi anda dalam pembangunan sekolah ini”
o “Saya harap, anda dapat bekerja dengan baik di perusahaan ini”
o “Kepuasan anda adalah pelayanan terbaik kami”
Kata Ganti Orang Kedua jamak : Kalian, anda
Kata ganti orang kedua jamak adalah kata ganti yang digunakan untuk orang yang kita ajak
bicara lebih dari satu (banyak). Kata anda dapat digunakan untuk menyebut orang kedua
tunggal dan jamak. Perhatikan contoh berikut ini :
o “Semoga anda mendapatkan manfaat dari yang saya sampaikan”
o “Anda dapat mencoba menerapkan pola sehat dirumah”
o “Sekiranya anda semua kurang berkenan, saya mohon maaf”
o “Untuk kalian yang masih di bawah umur, dilarang melakukan adegan yang
berbahaya”
o “Semoga perjalanan kalian selamat sampai tujuan”
o “Kalian luar biasa hebat dapat menari secara kompak dan rapi”
c. Kata Ganti Orang Ketiga : Dia, ia, beliau, mereka
Kata ganti orang ketiga adalah kata ganti yang digunakan untuk menyebut orang yang
dibicarakan. terdapat pengecualian bahwa kata ganti “ia” tidak hanya digunakan untuk
menyebut orang saja, tapi juga bisa digunakan untuk menunjuk benda. Perhatikan contoh
berikut :
o “Produk Samsung, ia sangat mamanjakan konsumen”
o “Kemarin, dia pergi bersama pacarnya ke taman kota”
o “Dia adalah ketua kelas, jadi tidak heran dia selalu menjadi andalan”
o “Beliau adalah kepala sekolah, jadi semua perintahnya selalu di patuhi oleh para
siswa”
o “Mereka di hukum karena tidak mengerjakan PR”
2. Kata Ganti Penunjuk
Kata ganti penunjuk adalah kata ganti yang digunakan untuk menunjuk sesuatu Kata ganti
penunjuk yaitu, (ini, itu, anu, sini, sana, situ). Perhatikan contoh berikut ini :
o “Anak kecil berusia 3 tahun telah menghafal Al-Qur’an 30 Juz, Ini adalah hal yang
menakjubkan”
o “Kuda hitam, itulah sebutan yang tepat untuk Persela Lamongan yang berlaga di liga
Indonesia”
o “Dia kesini bersama neneknya tadi siang”
o “Danau toba adalah danau yang indah, disana terdapat pemandangan gunung yang
cukup tinggi”
3. Kata Ganti Pemilik
Kata ganti pemilik digunakan untuk menunjuk kepemilikan seseorang. Termasuk kata ganti
pemilik adalah (ku, -mu, -nya. Untuk -nya). Kata ganti pemilik tidak hanya digunakan untuk
menunjukan orang(personal) saja. Perhatikan contoh berikut ini :
o “Kucing ini milikku, setelah aku membelinya dari rumah kucing”
o “Motormu aku pinjam dahulu sementara waktu”
o “Kalajengking adalah binatang yang beracun, ekornya memiliki bisa”
o “Adik menagis tak henti-henti, kemudia aku membelikan es krim untuknya“
4. Kata Ganti Penanya
Kata ganti penanya adalah kata ganti yang berfungsi menanyakan benda, waktu, tempat,
keadaan, atau jumlah,dsb. Misalnya (apa, kapan, mengapa, siapa, bagaimana, berapa, di
mana, ke mana.) Perhatikan contoh berikut ini :
o “Siapakah yang menemani perjalanmu pulang kampung?”
o “Apa yang kau bawa ketika bepergian jauh?”
o “Mengapa dia menangis tersedu?”
o “Kapan kamu berkungjung lagi ke kampung halamanmu ini?
o “Bagaimana bisa dia meninggalkanmu sendirian?”
o “Berapa jumlah uang yang kamu bawa ketika berlibur di pulau Bali”
o “Kemana kau akan pergi untuk merantau?”
5. Kata Ganti Penghubung
Kata ganti penghubung adalah kata ganti yang digunakan untuk menghubungan sesuatu yang
sedang dibicarakan”. Termasuk kata ganti penghubung adalah (yang, serta) Perhatikan contoh
berikut ini:
o “Dia adalah anak yang nakal karena suka mencuri mangga tetangga”
o “Semua kegiatan sekolah yang menentukan adalah kepala sekolah”
o “Dokter adalah pekerjaan yang mulia serta bermanfaat untuk orang lain”
6. Kata Ganti Tak Tentu
Kata ganti tak tentu adalah kata ganti yang digunakan untuk menunjuk hal secara umum yang
belum jelas kekhususannya. Kata ganti tak tentu adalah (barang siapa). Kata ganti tak tentu
biasanya digunakan untuk memberikan petuah atau nasehat untuk orang banyak tanpa
menebut nama, kelompok atau golongan tertentu sehingga menggunakan kata “barang siapa”.
Perhatikan contoh berikut ini :
o “Barang siapa dapat menjaga mulutnya supaya tidak menyakiti orang lain, maka ia
akan terhindar dari api neraka”
o “Barang siapa memutus tali persaudaraan, maka tidak akan masuk surga orang
tersebut”.
o “Barang siapa berbuat baik kepada sesama, maka pahalanya akan berlipat ganda pada
bulan puasa”.
FRASA ADVERBIAL
Pengertian :
Frasa adverbial (frasa keterangan) sama dengan kata keterangan. Umumya inti frasa
keterangan juga berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering menduduki fungsi sebagia
keterangan. Frasa keterangan umumya mempunyai keleluasaan berpindah karena berfungsi
sebagai keterangan. Sebab itu frasa keterangan bisa terletak di depan atau belakang subjek.
Contoh :
o Tidak biasanya dia pulang larut malam
o Dia tidak biasanya larut malam
o Dia pulang larut malam tidak biasanya
Frasa keterangan sebagai keterangan pada kata kerja contoh : saya tidak hanya bertanya,
tetapi juga mengusulkan sesuatu.
Verba Material
Pengertian :
Verba material adalah kata kerja berimbuhan yang mengacu pada tindak fisik, atau
pun perbuatan yang dilakukan secara fisik oleh partisipan. Struktur kalimat dari verba
material adalah subjek + verba material + objek. Partisipan pada verba material disebut
dengan aktor. Dan partisipan yang tidak selalu ada yang dituju oleh kata kerja disebut
sasaran. Contoh : ahmad (aktor) membaca (verba) koran (objek). Contoh penggunaan verba
material dalam kata dan kalimat :
Mengendarai : diki mengendarai motor gede yang baru saja dibelinya.
Menebang : ayah menebang pohon di depan rumah karena sudah rapuh.
Memukul : ali memukul lawan main nya dengan keras hingga KO
Melihat : subhan melihat mobil itu di parkir dilantai 2 mall.
Menulis : arum menulis kegiatan hari kemarin di buku diary nya.
Contoh :
o Memukul
o Meraba
o Menendang
o Memasak
o Menyuci
o Menyapu
o Memotong
o Mencubit
o Meremas
o Menulis
o Menggambar
o Mencabik
o Memeluk
o Menyium
o Mendengar
o Mengendarai
o Mengetik
o Menebang
o Mewarnai
o Memakan
o Berupa bentuk fisik (aktivitas yang dilakukan seseorang/actor)
o Dapat dilihat secara nyata
o Terjadi dalam sebuah kejadian/peristiwa
o Dibentuk dari kata benda (nomina)
Konjungsi Temporal
Pengertian :
Kata hubung yang menerangkan waktu dari dua hal atau peristiwa yang berbeda.
Konjungsi temporal dibagi menjadi 2 bagian yaitu : konjungsi temporal sederajat dan
konjungsi temporal bertingkat.
Konjunsi temporal sederajat adalah kata penghubung yang bersifat setara atau sederajat.
Konjungsi jenis ini tidak boleh digunakan pada awal kalimat, jika kita meletakkannya pada
awal kalimat maka kalimat yang telah kita buat menjadikannya tidak efektif. Contoh
konjungsi temporal sederajat : lalu, sesudahnya, selanjutnya, sebelumya, kemudian,
setelahnya.
Konjungsi temporal bertingkat
Konjungsi temporal bertingkat adalah : konjungsi yang menghubungkan dua kejadian,
dimana kedudukan kalimat bertingkat/tidak sederajat dapat digunakan dalam segala jenis
kalimat jenis kalimat majemuk. Konjungsi temporal bertingkat dapat diletakkan pada posisi
awal, tengah, bahkan akhir dari kalimat. Contoh kata hubungnya dalah : bila, apabila,
bilamana,demi, hingga, ketika, waktu, tatkala, sambil, seraya, sebelum, semenjak , sedari,
sejak, sementara, selama.