Sejarah dan Lokasi PT Musi Prima Coal
Sejarah dan Lokasi PT Musi Prima Coal
TINJAUAN UMUM
PT. Musi Prima Coal didirikan pada tahun 1975 sebagai perusahaan yang
GHEMM Indonesia yang berlokasi di Dusun II, Desa Gunung Raja, Kecamatan
perekonomian daerah khususnya propinsi Sumatera selatan. PT. Musi Prima Coal
PT. Musi Prima Coal mempunyai luas ijin usaha pertambangan sebesar
4.442 Ha, dan mempunyai kualitas batubara yang rendah dengan kandungan air
TM 42-62%, PT. Musi Prima Coal mempunyai cadangan dilokasi IUP Gunung
Raja dan air limau sebanyak 120.742.286 MT (terukur),133.062.272 MT
(terunjuk).
2.2 Lokasi Dan Kesampaian Daerah
Lokasi tambang batubara di PT. Musi Prima Coal terletak sekitar ± 130 km
di sebelah laut kota Palembang. Secara administratif lokasi tambang PT. Musi
6
Prima Coal berada dalam wilayah Desa Gunung Raja, Kecamatan Rambang
ini terletak berbatasan langsung dengan wilayah kota Prabumulih adalah sekitar
± 50 km kearah barat jalur darat, sedangkan apabila ditempuh dengan roda dua
memerlukan waktu 45 menit sampai satu jam perjalanan dari kota prabumulih ke
lokasi pertambangan. Posisi geografis tambang PT. Musi Prima Coal terletak
diantara 3° 22’ 42’’ - 3° 23’ 55’’ Lintang Selatan dan 104° 6’ 42’’ - 104° 6’ 42’’
Bujur Timur. Daerah penambangan ini merupakan derah dataran rendah yang
awalnya adalah rawa-rawa dan dataran dengan puncak yang tertinggi hanya 30
Lokasi Wilayah Kuasa Pertambangan Eksploitasi PT. MUSI PRIMA COAL dapat
1. Dari kota Palembang ke kota Prabumulih dapat dilalui melalui jalur darat
7
2. Dari kota Prabumulih menuju desa III Gunung Raja dapat ditempuh dengan
PT. Musi Prima Coal mempunyai peta lokasi kesampaian daerah sebagai
berikut:
terealisasi dan terpadu dari semua anggota untuk mencapai sasaran atau tujuan
mencapai sistematika kerja yang baik, terencana, dan terlaksana dengan baik dan
8
stuktur organisasi yang saling berkaitan dan melengkapi untuk mencapai sasaran
DIREKTUR
GENERAL MANAGER
SITE MANAGER
(KEP. TEKNIK
TAMBANG)
KEUANGAN LEGAL &
ADMINISTRA
SI
MANAGER TEKNIK
(WKL KEP. TEKNIK
TAMBANG) STAF STAF
PENGAWAS PENGAWAS
OPERASIONA TEKNIK
L
STAF STAF
antara Lempeng Eurasia yang relatif diam dan Lempeng India-Australia yang
9
penyelidikan dan sekitarnya yang berada di Cekungan Sumatera Selatan (Gambar
2.3).
kali orogenesa, yakni pada jaman Mesozoikum Tengah, Kapur Akhir – Tersier
kondisi struktur geologi regional seperti terlihat pada saat ini, yaitu :
Hindia dan Pulau Sumatera. Akibat dari tumbukan ini menimbulkan gerak
2. Perlipatan dengan arah utama barat laut – tenggara yang terbentuk dari hasil
mengalami peremajaan.
2.5 Statigrafi
10
Stratigrafi regional Cekungan Sumatera Selatan menurut peneliti terdahulu
dibagi atas beberapa formasi dan satuan batuan dari tua sampai muda
dan granodiorit.
pada kala Paleosen Oligosen Awal di lingkungan darat. Formasi ini tersusun
dari tufa, aglomerat, breksi tufaan, andesit, serpih, batulanau, batupasir, dan
batubara.
Formasi Talang Akar; terdiri dari batupasir berbutir kasar – sangat halus,
batu lanau dan batubara. Formasi ini diendapkan secara tidak selaras di atas
Formasi Baturaja; terdiri dari batu gamping terumbu, serpih gamping dan
napal. Formasi ini diendapkan secara selaras di atas Formasi Talang Akar
Formasi Gumai; terdiri dari serpih gampingan dan serpih lempungan. Formasi
ini diendapkan secara selaras di atas Formasi Batu raja pada kala Miosen
Formasi Air Benakat; terdiri dari batupasir, diendapkan secara selaras di atas
11
Air Benakat pada kala Miosen di lingkungan paludal, delta dan bukan laut.
Formasi Kasai; terdiri dari batupasir tufaan dan tufa, terletak selaras diatas
Formasi Muara Enim, diendapkan di lingkungan darat pada kala Pliosen Akhir
– Plistosen Awal.
Endapan Kuarter; terdiri dari hasil rombakan batuan yang lebih tua,
berukuran kerakal, kerikil, pasir, lanau dan lempung, diendapkan secara tidak
Kebon N4
Kebon
Benuang
U. Mangus Burung N3
L. Mangus U. Mangus
U. Suban
L. Mangus Mangus Mangus
L. Suban
U. Suban Suban Suban
L. Suban Petai N2
U. Petai Petai
L. Petai
N1
Merapi
12
Lokasi PT. Musi Prima Coal pada umumnya hampir sama dengan daerah-
daerah lain di Indonesia yaitu beriklim tropis dengan musim hujan dan musim
udara rata rata ini berbanding lurus dengan penyinaran matahari, dan kelembapan,
13
2.8 Kualitas Batubara
adanya jejak jejak akar pohon, warna gores coklat, tidak keras, berdasarkan hasil
kalori sekitar 3427 hingga 5143 kkal (rata-rata 4347 kkal), kandungan air total
sekitar 13,98 sampai 63,03 (rata-rata 54,62), Air lembab dari 13,98 sampai 41,58
(rata-rata 20,07), kadar abu sekitar 2,94 sampai 16,26 (rata-rata 5,96), zat terbang
Tabel 2.3 Kisaran Nilai-nilai Parameter Batubara PT. Musi Prima Coal
No Parameter Nilai terendah Nilai tetinggi Rata-rata
1 Air Total 13,98 63,03 54,62
2 Air Lembab 13,98 41,58 20,07
3 KandunganAbu 2,94 16,26 5,96
4 Zat Terbang 28,64 42,91 36,21
5 Karbon Padat 67,08 100,00 67,84
6 HGI 61 113 89,38
7 Berat Jenis 1,21 1,38 1,30
8 Nilai Kalori 3423 5143 4347
Sumber:PT. Musi Prima Coal
Kualitas batubara dengan nilai kalori 4.500 s.d 4.650 kcal/kg. Kondisi
batubara yang ada sesuai dengan hasil analisa laboratorium adalah 4.100 s.d 5.300
kcal/kg, Produksi batubara yang direncanakan oleh PT. Musi Prima Coal adalah
kondisi front kerja memerlukan persiapan, maka rencana produksi batubara pada
tahun pertama diharapkan sebesar 1.800.000 ton selanjutnya pada tahun kedua
hal tersebut dilakukan karena tahun pertama baru fokusnya pada pekerjaan
14
pembukaan lahan, penyiapan jalan masuk tambang, pembangunan fasilitas
WM.
bertahap dan dilakukan dengan cara musyawarah dengan mediator Kepala Desa
setempat, Rencana luasan pembebasan lahan tanah PT. Musi Prima Coal adalah
sesuai dean luasan yang diberikan dalam ijin KP Ekploitasi. Pada tahun 2010 di
a. Land claring
out untuk membuat batas sesuai dengan desain plan dari mine plain. Selanjutnya
merintis jalan masuk kedalam lokasi yang akan dibersihkan lahan dari material-
material semak belukar dan pepohonan kecil. Untuk pohon yang berdiameter
semak semak belukar dan kayu kecil diangkut dan ditumpuk menggunakan dump
ditentukan.
15
b. Penanganan Tanah Pucuk
lahan dari pohon dan tetumbuhan dengan menggunakan alat berat jenis buldozer
dan gergaji mesin (chain saw). Tanah pucuk diangkut ke tempat penimbunan
khusus yang tidak terpengaruh oleh aliran air dan ditanami jenis tanaman
merambat (LCC) agar tanah pucuk tidak tererosi. Penanganan tanah pucuk ini
tidak saja pada areal tambang tetapi juga tanah pucuk yang diambil dari lahan
untuk penimbunan tanah penutup. Tanah pucuk ini akan digunakan kembali pada
menggunakan alat gali muat Excavator dan alat angkut DT Volvo menuju tempat
buldozer dan excavator sebagai alat gali, excavator sebagai alat muat dan dump
pada ujung lahan kemudian dimuat keatas dump truck untuk diangkut ke tempat
dikumpulkan diluar areal tambang dengan jarak maksimal 2 km dan luas areal
yaitu setelah diratakan dengan buldozer tumpahan tanah penutup dari dump truck
16
penimbunan setiap 30 cm dengan cara seperti tersebut diatas berulang-ulang
erosi, lantai jenjang/teras dibuat miring kearah dinding teras dan dikaki teras
dibuat saluran gengan kemiringan 1% dan dibeberapa tempat dibuat semacam cek
dam untuk mengendapkan larutan. Pada dasar dan dinding saluran utama
penirisan dipasang pecahan batu untuk menahan laju arus air dan sekaligus
menahan erosi, apabila tinggi timbunan telah final, akan ditaburkan tanah pucuk
mencegah erosi akibat aliran air hujan. Untuk mencegah laju aliran air
dipermukaan tanah dan erosi juga dibuat gulu dan terutama pada lereng-lereng
teras timbunan tanah penutup, Setelah tersedia cukup ruang didaerah bekas
penambangan pada tahun ketiga, maka tanah penutup akan dikembalikan pada
daerah bekas tambang tahun pertama dan kedua, dengan penanganan sama seperti
pada timbunan diluar tambang, saluran diseputar tanah timbunan dibuat dengan
dimensi seperti tersebut pada sub bab Rancangan Penirisan Tambang dan
timbunan.
d. Penambangan
dimulai setelah lapisan batubara seam 1 terekspose, dimulai dari bagian atas
gali buldozer, alat muat excavator dan shovel loader serta alat angkut dump truck.
17
Kegiatan pengangkutan batubara dilakukan dengan menggunakan DT scania P
380 dengan kapasitas 12,8 Bcm dari front penambangan diangkut menuju
Tempat Penimbunan
Pengupasan Tanah
Pembersihan Lahan Lapisan Penutup
Penutup
Penambangan Batubara
dan Pengangkutan
Reklamasi dan
Revegetasi
e. Reklamasi
18
aktivitas penambangan itu sendiri. Sedangkan pengertian lain reklamasi dalam
dengan alat bersangkutan dan setelah itu kita menanami kembali areal yang telah
ditambang menjadi kawasan hijau menjadi lahan yang lebih bermamfaat. Program
reklamasi dalam kegiatan penambangan adalah hal mutlak harus dilakukan. Pada
bertentangan yaitu disatu pihak membutuhkan sumber daya mineral yang tidak
sumber alam dan lingkungan sekitarnya bila tidak dikelola dengan baik. Untuk
telah selesai melakukan penambangan bahan galian pada suatu tempat pekerjaan,
masyarakat sekitar.
19
Merupakan tahap untuk meratakan dan memperbaiki permukaan tanah
lahan bekas tambang tertentu dibantu dengan membuat kemiringan lereng sebesar
30° agar lahan stabil dan tidak mudah terkena erosi ketika musim hujan.
penutup ini sangat penting dalam pertambangan karana untuk membuat kesuburan
dibibitkan
Kesuburan tanah adalah potensi tanah yang menyediakan unsur hara dalam
jumlah yang cukup besar, dalam bentuk tersedia serta seimbang untuk menjamin
pertumbuhan yang optimum, namun demikian bahwa tanah yang subur juga
kecukupan faktor pertumbuhan lainnya. (Anna dkk, 1985), Menurut Subagyo dan
Samad (1970) menyatakan bahwa kesuburan tanah ditentukan oleh keadaan fisik,
a. Keadaan fisik tanah salah satunya kedalaman efektif tanah yaitu dalamnya
pada berbagai kondisi tekstur, struktur, kelembaban dan tata udara tanah.
20
b. Keadaan kimia tanah yaitu, reaksi tanah banyaknya cadangan unsur hara
untuk mengatasi ini adalah dengan cover cropping, crop cropping, strip
cropping dan pembuatan teras. Keadaan biologi tanah yaitu bahan organik,
2. Leaching, yaitu tercuci terbawa oleh air sehingga tidak dapat diserap oleh
Untuk menentukan kelas tekstur suatu tanah secara teliti harus dilakukan
dikelompokkan ke dalam 12 kelas tanah. Dari kelas tekstur ini bisa diketahui
banyak mengenai sifat fisik tanah lainnya seperti, porositas, daya tahan tanah
21
terhadap air, ketersediaan air, mudah tidaknya diolah, kecepatan infiltrasi,
kosistensi dan kandungan unsur hara yang tersedia, serta jumlah kebutuhan air,
kepadatan tanah, makin padat suatu tanah makin tinggi bulk densitynya yang
berarti makin sulit meneruskan air atau menembus akar tanah. Bulk density
3. Tanaman local atau tanaman utama merupakan jenis tanaman yang asli di
i. Perawatan Tanama
hasil yang baik perlu pemeliharaan yang teratur sehingga terjamin kepastian dan
kesinambungan hasil seperti yang diharapkan. Dalam hal ini pemeliharaan yang
22
a. Penyiangan dari tumbuhan rumput yang berada disekitar atau disamping
tanaman.
c. Pemupukan kembali
sebaiknya dilakukan sekali dalam seminggu, sehingga kalau ada tanaman yang
mati akan dapat segera diketahui dan diganti dengan tanaman yang baru.
Penanaman tanaman yang baru sebagai pengganti tanaman yang mati tersebut,
sebaikknya dilakukan pada pagi hari, agar tanaman dapat menyesuaikan dengan
23