GERTHA GULTOM
ROPITA SINAMBELA
RAHEL SIMANGUNSONG
SARAH TAMPUBOLON
YEHEZKIEL DAMANIK
PANGERAN [Link]
I. PENGERTIAN MAGNET:
Magnet atau magnit adalah suatu objek yang mempunyai suatu medan
magnet. Magnet dapat menarik benda lain. Beberapa benda bahkan tertarik lebih
kuat dari yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua logam mempunyai
daya tarik yang sama terhadap magnet. Besi dan baja adalah dua contoh materi
yang mempunyai daya tarik yang tinggi oleh magnet. Sedangkan oksigen cair
adalah contoh materi yang mempunyai daya tarik yang rendah oleh magnet.
Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/ N) dan kutub
selatan (south/S). Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil
tersebut akan tetap memiliki dua kutub.
II. SIFAT-SIFAT MAGNET:
a. Magnet hanya menarik benda tertentu yang ada di sekitarnya. Tidak semua
jenis benda bisa ditarik oleh magnet meski berada dalam jangkauannya.
b. Gaya magnet dapat menembus benda.
c. Magnet mempunyai dua kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan.
d. Apabila kutub magnet yang sejenis didekatkan satu sama lain, kedua kutub
akan saling tolak menolak. Sebaliknya, kutub yang berlainan akan saling
tarik-menarik.
e. Medan magnet akan membentuk gaya magnet. Medan magnet akan semakin
rapat jika didekatkan dengan magnet.
f. Sifat kemagnetan dapat melemah atau hilang karena hal tertentu, seperti
sering jatuh, terbakar, atau lainnya.
III. JENIS-JENIS MAGNET
Berdasarkan sifat kemagnetannya, jenis bahan magnet secara umum terbagi
menjadi dua, yaitu bahan magnetik (feromagnetik) dan bahan nonmagnetik.
Bahan Magnetik (Feromagnetik)
Feromagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Jika benda
jenis feromagnetik berada dekat dengan magnet, magnet akan menarik benda
tersebut. Selain itu, benda yang termasuk bahan feromagnetik dapat dijadikan suatu
magnet. Contoh bahan feromagnetik adalah baja, besi, nikel, dan kobalt.
Bahan Nonmagnetik
Bahan nonmagnetik terbagi atas:
1. Paramagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat.
Contohnya alumunium, tembaga, platina, dan lain-lain.
2. Diamagnetik adalah benda yang menolak magnet. Benda ini tidak dapat ditarik
sama sekali oleh magnet meski berada sangat dekat dengan magnet yang kuat.
Contoh benda diamegnetik adalah emas, seng, merkuri, dan lainnya.
HAL YANG DIAMATI : Magnet
WAKTU PENGAMATAN : Senin, 27 Januari 2020
TEMPAT PENGAMATAN : Laboratorium IPA SMP N 4 BALIGE
TUJUAN PENGAMATAN : [Link] mengetahui garis-garis gaya magnet
[Link] mengetahui kutub-kutub pada magnet
BAHAN YANG DIPERLUKAN : a. Magnet batang 2 buah
b. Serbuk besi
c. Kertas HVS
d. Kompas kecil
I. Menentukan Garis-Garis Gaya Magnet Menggunakan Serbuk Besi
Medan magnet adalah suatu daerah yang masih dapat dipengaruhi oleh gaya magnet.
Garis-garis gaya magnet atau fulks magnetic adalah garis-garis yang menggambarkan
adanya medan magnet. Pada pengamatan ini, kelompok kami menaburkan serbuk besi
diatas kerta dimana ada magnet batang dibawahnya. Serbuk tersebut membentuk garis-
garis atau pola, inilah yang disebut dengan garis-garis gaya magnet. Ada tiga percobaan
yang kami lakukan, yaitu menggunakan satu magnet, dua magnet sejenis dan dua
magnet tidak sejenis (keterangan gambar di halaman berikutnya). Dari pengamatan
yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan tiga hal.
Garis-garis gaya magnet tidak pernah saling berpotongan
Garis-garis gaya magnet selalu keluar dari kutub utara(north) dan masuk
ke kutub selatan magnet(south). Arah garis gaya magnet dalam pola garis
melengkung mengalir dari arah kutub utara menuju kutub selatan.
didalam batang magnet sendiri garis gaya magnet yang mengalir
sebaliknya, yaitu dari kutub selatan ke kutub utara. didaerah netral tidak
ada garis gaya magnet diluar batang magnet.
Tempat-tempat yang garis-garis gaya magnetnya rapat menunjukkan
medan magnet yang kuat begitu pula sebaliknya tempat yang garis-garis
magnetiknya renggang menunjukkan medan magnet yang lemah. Ujung
kutub utara dan selatan muncul pola garis gaya yang sangat kuat. daerah
netral pola garis gaya magnet sangat lemah.
Pengamatan ini juga membuktikan bahwa garis gaya magnet untuk sifat tarik-menarik
pada kutub berbeda dan sifat tolak-menolak pada kutub sejenis memiliki pola yang
berbeda. Tampak jelas kutub sejenis utara-utara garis gaya magnet saling menolak satu
sama lainnya. pada kutub yang berbeda utara-selatan, garis gaya magnet memiliki pola
tarik menarik.
II. Menentukan Kutub-Kutub pada Magnet Menggunakan Kompas
Pada pengamatan ini, kami menggunakan magnet yang tidak memiliki penanda arah
utara ataupun selatan, hanya perbedaan warna antara sebelah kiri dan sebelah kanan.
Magnet yang kami gunakan adalah magnet dengan warna merah dan hitam. Seperti yang
kita ketahui bahwa sifat dasar dari magnet adalah akan saling tolak-menolak bila sejenis
dan tarik-menarik bila berbeda jenis. Hanya dengan mengandalkan sifat ini belum tentu
dapat menentukan kutub-kutub dari magnet tersebut. Jadi, pada kesempatan ini kami
menggunakan kompas kecil.
Kompas yang kami gunakan memiliki penunjuk magnetis dimana bagian yang
berwarna merah menunjukkan arah utara dan yang berwarna putih menunjukkan arah
selatan. Untuk menentukan kutub magnet, kami mengarahkan magnet pada kompas yang
akan membuat reaksi tarik menarik pada ujung jarum magnetis yang berbeda jenis dari
magnet. Dengan cara ini lah kita dapat menentukan kutub magnet.
Pengamatan kami ini menyimpulkan:
Panah penunjuk kompas berwarna merah(utara) saling tarik menarik dengan
magnet hitam yang menunjukkan bahwa jenis magnet keduanya berbeda
jenis. Maka, sisi magnet berwarna hitam adalah bagian kutub selatan.
Panah penunjuk kompas berwarna putih(selatan) saling tari menarik dengan
magnet berwarna merah yang menunjukkan bahwa jenis magnet keduanya
berbeda jenis. Maka, sisi magnet berwarna merah adalah bagian kutub
utara.
Dengan pengamatan ini, kami membuktikan bahwa salah satu cara efektif dalam
menentukan kutub-kutub magnet adalah dengan menggunakan kompas.