0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
238 tayangan4 halaman

K3 Radiologi di RS Muhammadiyah Lamongan

Standar K3 radiologi di RS Muhammadiyah Lamongan bertujuan untuk melindungi pekerja dan masyarakat dari bahaya radiasi dengan mendesain ruangan dan peralatan yang aman, menyediakan perlengkapan proteksi, mengukur paparan radiasi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja radiasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
238 tayangan4 halaman

K3 Radiologi di RS Muhammadiyah Lamongan

Standar K3 radiologi di RS Muhammadiyah Lamongan bertujuan untuk melindungi pekerja dan masyarakat dari bahaya radiasi dengan mendesain ruangan dan peralatan yang aman, menyediakan perlengkapan proteksi, mengukur paparan radiasi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja radiasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDAR KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA KARYAWAN ( K3 )

DI INSTALASI RADIOLOGI RS MUHAMMADIYAH LAMONGAN

I. PENDAHULUAN
Radiasi yang digunakan di instalasi radiologi disamping bermanfaat untuk membantu
menegakkan diagnosa, juga dapat menimbulkan bahaya bagi pekerja dan masyarakat
umum yang berada disekitar sumber radiasi tersebut.

II. PRINSIP DAN TUJUAN


Prinsip dan tujuan keselamatan kerja karyawan di instalasi radiologi adlah sebagai upaya
untuk melindungi pekerja radiasi serta masyarakat umum dari ancaman bahaya radiasi
dan benda atau gas berbahaya yang ditimbulkan oleh pelayanan radiologi di RS
Muhammadiyah Lamongan

III. STANDAR
Standar untuk memenuhi keselamatan kerja di instalasi radiologi RS Muhammadiyah
Lamongan adalah sebagai berikut :

1. Mendesaian ruangan radiologi sedemikian rupa sehingga paparan radiasi tidak


melebihi batas – batas yang dianggap aman

2. Melengkapi setiap ruangan radiasi dengan perlengkapan proteksi radiasi yang


dan dalam jumlah cukup atau sesuai dengan kebutuhan

3. Melengkapi setiap pekerja radiasi dan pekerja lainnya yang karena bidang
pekerjaannya harus berada disekitar medan radiasi dengan alat monitor radiasi

4. Memakai pesawat radiasi yang memenuhi persyaratan keamanan radiasi

5. Membuat dan melaksanakan prosedur bekerja dengan radiasi yang baik dan
aman

IV. PELAKSANAAN
Pelaksanaan untuk pemenuhan K3 radiologi di RS Muhammadiyah Lamongan seperti
yang tertuang dalam standar K3 radiologi .
1. Desain ruangan radiasi
Desain ruangan radiasi di radiologi RS Muhammadiyah Lamongan meliputi :
a. Ukuran Ruangan Radiasi
Ukuran minimal ruangan radiasi sinar-X adalah 4 m x 3 m x 2.8 m, ukuran tersebut
tidak termasuk untuk keperluan ruang operator.

b. Tebal Dinding
Ketebalan dinding suatu ruangan radiasi sinar-x dibuat sedemikian rupa sehingga
penyerapan radiasinya setara dengan penyerapan radiasi dari timbal setebal
minimal 2 mm.
Bata merah dengan ketebalan 25cm, kerapatan jenis 2.2 g/cm³ atau beton
dengan ketebalan 20 cm atau setara dengan 2mm pb

c. Paparan Radiasi
Besaran paparan radiasi yang masih dianggap aman di ruangan radiasi dan daerah
sekitarnya tergantung kepada penggunaan ruangan tersebut.
 Untuk ruangan yang digunakan oleh pekerja radiasi besarnya paparan
maksimal 100mR/minggu
 Untuk ruangan yang digunakan oleh selain pekerja radiasi besaran paparan
radiasi maksimal 10 mR/minggu

d. Pintu dan Jendela


 Pintu ruang sinar-x dilapisi dengan pb minimal 2mm
 Ventilassi minimal setinggi 2 m dari lantai sebelah luar
 Diatas pintu masuk ruang pemeriksaan dipasang lampu merah saat pesawat
dihidupkan
 Kaca di ruang operator harus menggunakan kaca Pb setara dengan 2 mm Pb
 Diatas pintu ruangan radiasi harus ada lampu merah yang menyalah ketika
meja control pesawat dihidupkan

Tujuan dari mendesain ruangan sebagai standar keselamatan kerja karyawan adalah :
a. Untuk membedakan ruangan yang mempunyai paparan bahaya radiasi dengan
ruangan yang tidak mempunyai paparan bahaya radiasi
b. Sebagai indikator peringatan bagi orang lain selain petugas radiologi untuk tidak
memasuki ruangan karena adanya bahaya radiasi didalam ruangan tersebut
c. Sebagai indikator bahwa didalam ruangan tersebut ada pesawat sinar-x yang aktif
atau dilakukan exspose
d. Diharapkan selalu tertutup rapat untuk mencegah bahaya paparan radiasinya
terhapat orang lain disekitar ruangan radiasi

2. Perlengkapan Proteksi Radiasi


Perlengkapan prokteksi radiasi yang dimiliki adalah :
a. Pakaian proteksi radiasi ( APRON ) dalam jumlah mencukupi atau
sesuai dengan kebutuhan
b. Adanya sarung tangan Pb
c. Adanya pelindung gonad
d. Adanya pelindung tyroid

3. Alat Monitor Radiasi


Perlengkapan alat monitor radiasi yang dimilki adalah :
a. TLD
Setiap pekerja radiasi dan atau pekerja lainnya yang karena bidang pekerjaannya
harus berada disekitar medan radiasi diharuskan memakai TLD setiap memulai
pekerjaannya setiap hari

b. Survey meter
Tersedianya survey meter di instalasi radiologi jika memungkinkan atau karena
kebutuhan wajib dimiliki

4. Pesawat Radiasi
Beberapa standar tentang pesawat radiasi harus memiliki standar sebagai berikut :
a. Kebocoran tabung
Tabung pesawat sinar-x harus mampu menahan radiasi sehingga radiasi yang
menembusnya tidak melebihi 100 m / s pada jaran 1 meter dari focus pada
tegangan maksimum. Ini dibuktikan dengan uji kalibrasi yang dilakukan oleh
instansi yang berwenang

b. Filter
Filter radiasi harus terpasang pada setiap tabung sinar-x

c. Diafragma berkas radiasi


 Diafragma berkas radiasi pada suatu pesawat sinar-x harus berfungsi dengan
baik
 Ketebalan diafragma minimal setara dengan 2 mm timbal
 Posisi berkas sinar diafragma harus berhimpit dengan berkas sinar-x

d. Peralatan fluoroskopi
Jika peralatan fluoroskopi memang terdapat pada instalasi radiologi RS
Muhammadiyah Lamongan, maka yang harus memenuhi standar adalah :
 Tabir fluoroskopi harus mengandung gelas timbale dengan ketebalan yang
setara dengan 2 mm pb untuk pesawat dengan kapasitas maksimal 100 kV
atau 2.5 mm pb untuk pesawat dengan kapasitas kemampuan maksimum 150
kV
 Karet timbale yang digantungkan pada sisi tabir fluoroskopi harus mempunyai
ketebalan setara dengan 0.5 mm pb dengan ukuran minimal 45 cm x 45 cm
 Tabung sinar-x dengan tbir fluoroskpi harus dihubungkan secara permanent
dengan sebuah stop kontak otomatis dan harus dipasang untuk mencegah
berpotensinya pesawat apabila pusat berkas radiasi tidak jatuh tepat ditengah
– tengah tabir fluoroscopi
 Semua peralatan fluoroskopi harus dilengkapi dengan tombol pengatur waktu
yang memberikan peringatan dengan bunyi sesudah waktu penyinaran
terlampaui. Penyinaran akan berakhir jika pengaturan waktu tidak di reset
dalam waktu satu menit.

5. Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan bagi pekerja radiasi dan atau pekerja lainnya yang karena
bidang pekerjaannya harus berada disekitar medan radiasi harus menjalani
pemeriksaan kesehatan secara berkala sedikitnya sekali dalam satu tahun

6. Kalibrasi Alat
Pesawat sinar-x atau peralatan yang mengeluarkan radiasi harus dikalibrasi secara
berkala terutama untuk memastikan penunjukkan angka / standar keamanan sesuai
dengan keadaan yang sebenarnya

7. Dosis Radiasi
Dosis yang diteriam oleh pekerja radiasi dan atau pekerja lainnya yang karena bidang
pekerjaannya harus berada disekitar medan radiasi berdasarkan atas rumus dosis
akumulasi :
D = 5 ( N – 18 ) rem
Ket :
D : Dosis tertinggi yang diizinkan untuk diterima oleh pekerja
N : Usia pekerja ( batas minimum adalah 18 tahun )
Standar penerimaan dosis adalah sebagai berikut :
 Jumlah tertinggi dosis yang diterima oleh pekerja dalam jangka satu tahun
sebesar 5 rem
 Jumlah tertinggi penerimaan dosis dalam jangka waktu 13 hari ialah 1.25 rem,
sedangkan untuk wanita hamil 1 rem
 Jumlah tertinggi penerimaan dosis dalam jangka waktu 1 minggu adalah 0.1 rem

8. Exstra Fooding
RS Muhammadiyah Lamongan berkewajiban menyediakan makanan ekstra yang
bergizi bagi pekerja radaisi dan atau pekerja lainnya yang karena bidang pekerjaannya
harus berada disekitar medan radiasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap
paparan radiasi
9. Prosedur Kerja di Ruangan Radiasi
a. Menghidupkan lampu merah atau lampu tanda bahaya yang berada diatas pintu
masuk ruang radiasi saat pesawat sinar-x dihidupkan
b. Berkas sinar langsung tidak boleh mengenahi orang lain selain pasien yang akan
diperiksa
c. Pada saat penyinaran berlangsung, semua yang tidak berkepentingan berada
diluar ruangan pemeriksaan, sedangkan petugas
10. Prosedur Kerja di Luar Radiologi dengan menggunakan mobile x-ray

V. STANDAR K3 RADIOLOGI

Anda mungkin juga menyukai