Nontraditional Machining
Machining adalah istilah untuk proses menghilangkan sebagian bahan
(removal of material) dari benda kerja.
Kategori Machining:
1. Traditional machining
a) Cutting processes, menggunakan single-point atau multiple
point cutting tools. Masing masing dengan geometri tertentu.
b) Abrasive processes, misalnya grinding.
2. Nontraditional machining, menggunakan energi secara
mechanical, thermal, chemical, dan electrochemical.
Mengapa Nontraditional Machining?
Karena traditional machining tidak dapat memproses benda kerja
dengan kondisi seperti berikut ini:
1. Bahan benda kerja terlalu keras, kuat, atau sulit.
2. Benda kerja terlalu fleksibel sehingga tak dapat menahan gaya
pada waktu dikerjakan atau sulit diklem.
3. Bentuknya terlalu kompleks dengan profil luar maupun dalam,
atau lubang kecil.
4. Tuntutan surface finish dan toleransi yang tinggi.
5. Terjadi kenaikan temperatur yang tak diharapkan/tak dapat
diterima.
Berdasarkan sumber energi yang digunakan, nontraditional machining
dapat diklasifikasikan menjadi:
1. mechanical, 2. thermal, 3. chemical, dan 4. electrochemical.
Mechanical:
Erosi bahan benda kerja akibat adanya pancaran partikel-partikel
abrasif baik yang dicampur cairan maupun tidak
Thermal:
Pemanasan dilakukan hanya pada permukaan benda kerja sehingga
pada bagian yang kena panas akan hilang (removed) karena fusi atau
karena penguapan (vaporization). Energi panasnya diperoleh dari
energi listrik
Electrochemical:
Prosesnya kebalikan dari electroplating.
Chemical:
Kebanyakan bahan khususnya metal rentan terhadap reaksi bahan
kimia. Pada chemical machining, bahan kimia secara selektif
menghilangkan sebagaian permukaan benda kerja yang tidak ditutupi,
sementara bagian permukaan yang ditutupi tidak terpengaruh.
Macam-macam alat Nontraditional Machining
1. Ultrasonic Machining (USM)
2. Water-Jet Machining (WJM)
3. Abrasive Water-Jet Machining (AWJM)
4. Abrasive-Jet Machining (AJM)
5. Chemical Machining (CM)
6. Electrochemical Machining (ECM)
7. Electrical-Discharge Machining (EDM)
8. High-Energy-Beam Machining
a) Laser-beam machining (LBM)
b) Electron-beam machining (EBM)
1. Ultrasonic Machining (USM)
Kemampuan:
Dapat memproses bahan yang rapuh (brittle materials) dengan
presisi tinggi.
Membuat lubang yang diameternya kecil (0.3mm).
Dengan abrasiv yang halus tolerance dapat mencapai 0.0125 mm
bahkan bisa lebih dari itu.
Kelebihan:
Cocok untuk bahan yang keras, rapuh seperti keramik, carbides,
glass, batu berharga, dan baja yang diperkeras.
Tidak menimbulkan kerusakan baik secara elektris, termal,
maupun kimia.
Kekurangan:
Laju material removal rendah (hanya sekitar 0.8 cm3/min); alat
cepat aus.
Machining area dan kedalaman potong terbatas.
2. Water-Jet Machining (WJM)
Disebut juga “hydrodynamic machining”
Cara kerja:
Memanfaatkan erosi karena panacaran air dengan cara
memaksa air melewati lubang kecil pada nozzle diarahkan ke
benda kerja.
Air yang bertekanan sangat tinggi mengenai permukaan penda
kerja bagaikan gergaji memotong alur sempit pada bahan benda
kerja.
Kemampuan:
Memotong bahan lunak sepert kayu, plastik, karet, kertas, kulit,
composite, dll.
Untuk food preparation.
Kelebihan:
Tidak perlu membuat lubang pendahuluan.
Tidak terjadi panas.
Tidak terjadi defleksi pada benda kerja ( cocok untuk bahan
yang flexible), ramah lingkungan.
Kekurangan:
Terbatas untuk bahan tertentu atau bahan yang lebih lunak.
3. Abrasive-Jet Machining (AJM)
Spesifikasi:
Cutting speed bervariasi antara 25 -125 mm/min
Toleransi dimensi antara 2 - 5 μm
Kemampuan:
Dapat memotong bahan yang keras yang tak dapat dipotong
secara tradisional, misalnya composite, ceramics, glass.
Cocok untuk bahan yang tidak tahan temperatur tinggi.
Keterbatasan:
Prosesnya mahal
Tidak cocok untuk produksi massal karena kebutuhan
perawatannya tinggi.
Cara kerja:
1. Udara kering, atau nitrogen, atau carbon dioxida
dicampur abrasive particle dipancarkan dengan kecepatan tinggi
diarahkan ke permukaan benda kerja.
2. Tekanan gas sekitar 850 kPa (125 psi) dan kecepatan pancarannya
dapat mencapai 300 m/s diatur menggunakan valve.
4. Abrasive Water -Jet Machining (AWJM)
Mirip AJM tetapi partikel abrasivenya (silicon carbide) dipancarkan
bersama air sehingga dapat meningkatkan MRR.
Kemampuan:
Dapat memotong bahan-bahan metal khususnya bahan–bahan
yang sensitif terhadap panas.
Contoh produk hasil AWJM
5. Chemical Machining (CM)
Chemical machining berbasis pada proses etsa (etching process).
Merupakan proses nontraditional machining yang tertua.
Cara kerja
1. Sebagian bahan dihilangkan dari permukaan benda kerja
menggunakan cairan kimia (chemical reagents), atau etchants
seperti acids dan alkaline.
2. Benda kerja dicelupkan di wadah yang berisi etchant. Area yang
tidak perlu dihilangkan ditutup dengan cat, atau bahan polymeric.
Kegunaan:
Untuk membuat printed-circuit boards (PCB), decorative panels,
atau produk kecil yang bentuknya kompleks.
Untuk membuat rongga yang kedalamannya bisa sampai 12 mm
pada plate dan sheets untuk mengurangi berat bahan di
aerospace industry.
Kelebihan:
Biaya setup dan maintenance rendah.
Dapat memproses benda kerja yang kecil dan lembut.
Cocok untuk produksi dalaam jumlah yang sedikit.
Kekurangan:
Prosesnya lambat (0.025-0.1 mm/min).
Terjadi surface defects.
Bahan kimia dapat emembahayakan kesehatan.
6. Electrochemical Machining (ECM)
7. Electrical Discharge Machining (EDM)
EDM ini paling akurat hasilnya dan biaya prosesnya terjangkau.
Cara kerjanya:
Bekerja berdasar thermal erosion. Benda kerja dicelupkan ke dalam
cairan dielectric . Karena dialiri listrik, maka terjadi percikan antara
electrode dan benda kerja. Dengan demikian material akan meleleh
kemudian menguap
Spesifikasi:
1. MRR antara 2 sampai 400 mm3/min. Semakin cepat akan
memberikan hasil yang kasar.
2. Toleransi dimensi sesuai kebutuhan, biasanya antara 0.005
sampai 0.125 mm
3. Surface Finish tergantung pada bahan dan kepadatannya.
4. Teknik baru menggunakan oscillating electrode dapat
menghasilkan surface finish yang sangat halus.
8. Laser-Beam Machining (LBM)
Kemampuannya:
1. Membuat lubang pada bahan yang sangat tipis maupun tebal.
2. Membuat lubang atau slot yang tidak standar.
3. Membuat prototype produk.
4. Memotong dan mengukir pada bahan yang sangat keras.
5. Membuat lubang untuk pelumasan.
6. Memperkeras permukaan.
7. Mengelas.
8. Drilling.
Spesifikasi:
1. Cutting speed dapat mencapai 4 m/min.
2. Material removal rate (MRR) 5 mm3/min.
3. Toleransi antara 0.015 - 0.125 mm.
Kelebihan:
1. Lebih presisi.
2. Dapat memproses berbagai macam bahan: metals, composites,
plastics, dan ceramics.
3. Hasil pemotongannya halus dan bersih.
4. Procesnya lebih cepat.
5. Zona terkena dampak panas berkurang
9. Electron-Beam Machining (EBM)
Cara kerjanya:
1. Pancaran elektron ditimbulkan oleh perbedaan potensial pada
katode. Katode berbentuk cekung menyebabkan pancaran
elektron terkonsentrasi menuju anode.
2. Anode mempercepat electron melalui potential field.
3. Kemudian pancaran elektron dipaksa melewati valve di dalam
mesin EBM.
4. Pancaran diarahkan fokus ke permukaan benda kerja,
memanaskannya, menecairkannya, kemudian menguapkannya.
Keseluruhan proses terjadi dalam ruang vacuum karena tabrakan
antara elektron dengan molekul udara menyebabkan elektron
membelok.
Comparative Performance