Dynamic Routing – Praktikum 2 Manajemen Jaringan
Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum adalah agar mahasiswa dapat :
-Mahasiswa mampu menganalisa bagaimana cara kerja dynamic routing pada router
mikrotik
-Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi routing dynamic pada router mikrotik.
-Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan antara routing dynamic RIP dan OSPF.
Topologi Jaringan
Dasar Teori
Dinamik routing adalah sebuah teknik routing dimana jalur koneksi ditentukan
otomatis oleh perangkat router itu sendiri. Dimana pada static routing jalur koneksi
atau alur data di tentukan oleh admistrator jaringan sedangkan pada dinamik routing
administrator hanya memasukkan network ( jaringan ) mana yang terhubung pada
router tersebut.
Pada dinamik routing terdapat banyak protokol konfigurasinya, dimana pada
percobaan ini dilakukan konfigurasi menggunakan dua buah protokol dinamik routing
yaitu OSPF dan RIP.
OSPF adalah suatu protokol pada dynamic routing yang mampu mengatur konfigurasi
routing dimana OSPF dapat mengikuti perubahan jaringan dalam skala kecil maupun
skala [Link] pada ospf masing masing router akan mencari jalan tercepat atau
terpendek untuk mencapai network tujuan. Kebanyakan OSPF digunakan untuk
memanajemen jaringan dalam skala besar.
RIP adalah sebuah protokol dyanamic routing yang menggunakan sebuah algoritman
bernama Distance Vector dimana maksudnya adalah setiap router akan memberikan
informasi tabel jaringan ( informasi jaringan yang di tangani router) secara kontinyu
setiap waktu tertentu terhadap router-router tetangganya.
Langkah Percobaan
Hubungkan PC dengan Router yang akan kita konfigurasi dengan
menggunakan kabel UTP
Lakukan Konfigurasi IP pada PC yang kita gunakan dengan memasukkan
alamat ipnya adalah [Link]/24 dan gatewaynya arahkan ke IP Router
Mikrotik dimana saya akan menggunakan IP [Link]/24 sebagai ipnya.
Matikan Firewall pada PC
Buka winbox dan lanjutkan dengan mengkonfigurasi IP pada mikrotik,
Gunakan Eth2 sebagai Interface yang akan ber-interaksi langsung dengan PC
Client. ( apabila anda tidak tahu cara melakukan konfigurasi IP kunjungi artikel
saya sebelumnya tentang Static Routing disini. )
Setelah melakukan konfigurasi IP untuk PC Client, lanjutkan dengan
memasangkan IP ke interface Eth3 yang akan terhubung langsung dengan
router tetangga. Gunakan IP
[Link]/24.
Setelah melakukan konfigurasi IP selanjutnya adalah melakukan konfigurasi
Dinamik routing dengan menggunakan protokol OSPF.
Langkah Routing Ospf
Untuk melakukan konfigurasi OSPF adalah dengan masuk ke menu OSPF yang
terdapat pada Routing – Ospf. Maka akan tampil display seperti dibawah
ini
Untuk melakukan konfigurasi pada OSPF adalah dengan memasukkan 2
network tetangga, dimana networknya adalah [Link]/24 dan
[Link]/24 maka masukkan kedua buah network tersebut. Klik pada tab
network lalu klik icon “+” masukkan kedua network tersebut.
Tunggu beberapa saat, maka Router akan mengupdate Routing secara otomatis.
Lakukan juga hal tersebut pada Router Kedua agar router sama sama meng-
update Routing Tablenya.
Coba lakukan Ping Antara PC 1 dan PC 2 Jika berhasil maka anda telah
berhasil melakukan routing menggunakan protokol OSPF
Langkah Routing RIP
Untuk melakukan Routing menggunakan Protokol RIP masuk pada menu RIP
di Routing – RIP.
Masukkan Interface yang akan kita gunakan untuk melakukan Dynamic
Routing pilih saja ALL agar semua interface masuk kedalam list routing
RIP.
Lalu masukkan network yang akan kita hubungkan menggunakan Routing RIP,
masuk ke tab network,lakukan penambahan network dengan cara klik pada
ikon “+” pada tab network dilanjutkan dengan memasukkan dua network yang
ingin kita hubungkan.
Lakukan konfigurasi yang sama pada router 2. Tunggu beberapa saat maka
router akan melakukan update routing table. Lakukan PING antar PC client,
jika berhasil maka anda terlah berhasil melakukan Dynamic Routing
Menggunakan Router Mikrotik.
Percobaan selesai.
Hasil
Kedua pc dapat melakukan ping, yang berarti kedua pc telah tersambung satu sama
lain.
Analisa
Pada praktikum ini dilakukan konfigurasi dinamik routing menggunakan dua buah
protokol dinamic routing yaitu dynamic routing menggunakan OSPF dan juga
menggunakan RIP. Dimana dapat dilihat bahwa OSPF adalah dynamic routing yang
lebih baru dan unggul daripada Dynamic routing RIP. Hal ini dikarenakan Protokol
OSPF lebih baru daripada protokol RIP. Dimana protokol OSPF dapat mengikuti
perubahan jaringan secara dinamis, OSPF dapat digunakan pada skala jaringan yang
besar, sedangkan RIP biasanya hanya di gunakan untuk jaringan lokal. Pada RIP
update Routing Table dilakukan pada jeda waktu tertentu sehingga tidak sedinamis
protokol OSPF. Protokol RIP harus mendefenisikan Interface mana yang akan di
pakai sebelum memasukkan network – network yang akan saling terkoneksi.
Kesimpulan
Pada praktikum ini didapat kesimpulan sebagai berikut :
[Link] routing digunakan untuk jaringan yang dinamis.
[Link] merupakan protokol dynamic routing yang lebih unggul daripada RIP.