0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan22 halaman

Sistem Injeksi Bahan Bakar Elektronik EFI

Makalah ini membahas tentang sistem Electronic Fuel Injection (EFI) pada mesin bensin. EFI adalah sistem injeksi bahan bakar yang dikontrol secara elektronik untuk mengukur udara dan mengontrol penyemprotan bahan bakar sesuai kebutuhan mesin agar mendapatkan daya maksimal dengan pemakaian bahan bakar minimal. EFI terdiri atas tiga sistem yaitu sistem udara masuk, sistem distribusi bensin, dan sistem kontrol elektron

Diunggah oleh

Niko F Manurung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan22 halaman

Sistem Injeksi Bahan Bakar Elektronik EFI

Makalah ini membahas tentang sistem Electronic Fuel Injection (EFI) pada mesin bensin. EFI adalah sistem injeksi bahan bakar yang dikontrol secara elektronik untuk mengukur udara dan mengontrol penyemprotan bahan bakar sesuai kebutuhan mesin agar mendapatkan daya maksimal dengan pemakaian bahan bakar minimal. EFI terdiri atas tiga sistem yaitu sistem udara masuk, sistem distribusi bensin, dan sistem kontrol elektron

Diunggah oleh

Niko F Manurung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. 1


BAB I ............................................................................................................................................................ 3
PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 3
A. Latar Belakang .................................................................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah .................................................................................................................................... 4
C. Tujuan ...................................................................................................................................................... 4
BAB II........................................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ........................................................................................................................................... 5
A. PENGERTIAN ..................................................................................................................................... 5
B. PRINSIP KERJA EFI ........................................................................................................................... 5
C. MACAM-MACAM SISTEM EFI ........................................................................................................ 6
D. SUSUNAN DASAR SISTEM EFI ....................................................................................................... 7
E. NAMA KOMPONEN DAN FUNGSI SISTEM EFI ............................................................................... 8
B . SISTEM BAHAN BAKAR (Fuel System) ........................................................................................... 12
C. SISTEM PENGONTROL ELEKTRONIK (ELECTRONIC CONTROL SYSTEM) ........................... 16
BAB III ....................................................................................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 22

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatnya kami
dapat menyelesaikan makalah ENGINE OTOMOTIF I ini untuk memenuhi dan melengkapi
tugas serta proses belajar mengajar pada mahasiswa S1 Pendidikan teknik Otomotif. Terimakasih
kepada bapak dosen yang telah memberikan motivasi belajar kami.

Makalah ENGINE OTOMOTIF I ini mempelajari tentang sistem pendinginan. Sistem


pendingin adalah sebuah sistem dalam mesin kendaran yang berfungsi mempertahankan agar
temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi
sehingga mesin dapat bekerja secara optimal. Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang fungsi,
konstruksi, dan cara kerja dari setiap komponen sistem pemdinginan. Perbaikan dan penservisan
sistem pendingin juga kami rangkum kedalam makalah ini beserta gambar sehingga dapat lebih
mudah dalam memahaminya.

Kami menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih banyak memiliki kekurangan, karena
keterbatasan pengetahuan dan wawasan yang kami miliki. Saya mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Dan kami juga
berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri dan dapat bermanfaat bagi para
pembaca.

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Setelah banyak kontrol elektronik digunakan pada mobil, penggunaan karburator mulai
digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah terintegrasi dengan sistem yang
lain untuk mencapai efisiensi bahan [Link] bahan bakar atau EFI (Electronic Fuel
Injection )adalah sistem injeksi bahan bakar yang dikontrol secara elektronik. Sistem ini
merupakan salah satu jenis sistem bahan bakar pada motor [Link] injeksi bahan
bakar akan meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan penggunaan karburator. Dan
injeksi bahan bakar juga dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat,
baik dalam proporsi dan keseragaman. Injeksi bahan bakar dapat berupa mekanikal, elektronik
atau campuran dari keduanya. Sistem awal berupa mekanikal namun sekitar 1980 mulai banyak
menggunakan sistem [Link] elektronik modern menggunakan banyak sensor untuk
memonitor kondisi mesin, dan sebuah unit kontrol elektronik (electronic control unit, ECU)
untuk menghitung jumlah bahan bakar yang diperlukan. Oleh karena itu injeksi bahan bakar
dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi polusi, dan juga memberikan tenaga
keluaran yang lebih.

Dizaman sekarang banyak orang yang kurang mengerti tentang perbedaan sistem karburator dan
sistem EFI (Electronic Fuel Injection) dan kebanyakan orang mengabaikan perbedaan itu mereka
tidak tahu bahwa sisitem EFI lebih irit bahan bakar dari pada sistem karburator.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin pesat dewasa ini
menimbulkan dampak pada dunia pendidikan dengan makin besarnya tantangan yang harus
dihadapi oleh dunia pendidikan. Dunia pendidikan sekarang ini makin dituntut untuk dapat
menghasilkan sumber daya manusia yang handal, yang mampu menjawab dan mengantisipasi
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia pendidikan harus dapat mewujudkan hal
itu, maka perlu adanya peningkatan dan penyempurnaan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Salah satu upaya peningakatan dan penyempurnaan dalam penyelenggaraan pendidikan
khususnya dibidang teknik mesin khususnya otomotif.

3
Aplikasi Sistem Pengaturan Elektronik pada kendaraan telah demikian pesatnya, seiring dengan
kemajuan teknologi dan tuntutan global yang mensyaratkan baik aspek pemenuhan pengguna
teknologi maupun aspek dampak lingkungannya, sehingga rancang bangun kendaraan modern
dengan Advance Technology memiliki kelebihan/keunggulan yang mampu meningkatkan antara
lain:

 Unjuk kerja
 Efisiensi penggunaan bahan bakar
 Penanggulangan dampak lingkungan
 Kenyamanan dan keamanan

Kendaraan dengan fasilitas control elektronik dibandingkan dengan kendaraan konvensional


memiliki perbedaan pada piranti elektroniknya yang pada dasarnya terdiri dari beberapa
komponen, yaitu Sensor, Electronik Control Unit (ECU), dan Unit Actuator.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Electronic Fuel Injection?
2. Bagaimana Prinsip Kerja EFI?
3. Komponen-komponen dasar EFI?

C. Tujuan
Tujuan dibentuknya makalah ini agar pembaca dan kususnya penulis bisa mengetahui dan
menambah pengetahuan tentang electronic fuel injection.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN

EFI adalah sebuah kata singkatan dari Electronic Fuel Injection. Adapun pengertian dari
EFI adalah sebuah sistem penyemprotan bahan bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara
elektronik agar didapatkan nilai campuran udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan
motor bakar, sehingga didapatkan daya motor yang optimal dengan pemakaian bahan bakar yang
minimal serta mempunyai gas buang yang ramah [Link] sebab itu,pada sistem EFI
menggunakan sensor,kontrol,dan aktuator.

B. PRINSIP KERJA EFI

Sistem pengontrolan penginjeksian bahan bakar dewasa ini berkembang dengan pesat , terutama
pada mesin bensin. Namun harus kita ingat bahwa tidak hanya kendaraan dengan bahan bakar
bensin yang menggunakan sistem control injeksi. Sistem EFI dirancang untuk mengukur jumlah
udara yang diisap dan untuk mengontrol penginjeksian bahan bakar yang sesuai.

5
C. MACAM-MACAM SISTEM EFI

Sistem EFI dirancang untuk mengukur jumlah udara yang diisap dan mengontrol penginjeksian
bahan bakar yang sesuai. Besar udara yang diisap diukur langsung berdasarkan tekanan di intake
manipold atau jumlah udara di airflow meter.
1. Tipe D-EFI
EFI jenis ini pengukuran udara masuk yang menuju ke intake manifold menggunakan vaccum sensor,
dimana besar kecilnya tekanan didalam intake manifold dijadikan informasi ke ECU sebagai salah satu
penentu banyak sedikitnya bahan bakar yang akan diinjeksikan

2. Tipe L-EFI
Pada EFI jenis L jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold diukur banyak sedikitnya
dengan menggunakan aiflow meter dan besarnya volume udara dijadikan informasi ke ECU
sebagai salah satu penentu banyak sedikitnya bahan bakar yang akan diinjeksikan.

6
D. SUSUNAN DASAR SISTEM EFI
Sistem EFI secara umum dapat dibagi menjadi tiga sistem fungsi, yaitu :
a) sistem control udara masuk ( Air Induction System )
b) sistem distribusi bensin ( Fuel Delivery System )
c) sistem control elektronik ( Electronic Control System ) Skema gambar susunan dasar
EFI adalah :

Skema gambar susunan dasar EFI adalah :

7
A. SISTEM INDUKSI UDARA ( AIR INDUCTION SYSTEM )
Udara bersih dari saringan udara masuk ke airflow meter dengan membuka measuring plate,
besar pembukaan ini bergantung pada kecepatan aliran udara yang masuk ke intake chamber
yang dipengaruhi oleh lebar throttle terbuka.
1. Skema gambar diagram udara masuk tipe D-EFI.

2. Skema gambar diagram udara masuk tipe L-EFI

E. NAMA KOMPONEN DAN FUNGSI SISTEM EFI


1. Throttle body Therottle body

Merupakan komponen sistem kontrol udara sebagai saluran utama yang dilalui oleh udara,
sebelum masuk ke intake manipold.

Di dalam throttle body ini terdapat :

 Throttle valve TPS (Throttle Position Sensor)


 IAC ( Idle Air Control )
 FIAC ( Fast Idle Air Control )
 ISAS ( Idle Speed Adjusting Screw )

8
2. Throttle Position Sensor Throttle Position Sensor

Berfungsi mendeteksi sudut pembukaan throttle valve. TPS dihubungkan langsung dengan
sumbu throttle valve, jika throttle valve bergerak, TPS akan mendeteksi perubahan pembukaan
throttle valve. Selanjutnya dengan menggunakan tahanan geser, perubahan tahanan ini dikirim ke
ECU sebagai input untuk koreksi rasio udara dan bensin.

3. Intake Air Temperatur


Sensor temperatur udara masuk ini biasa terpasang pada air cleaner atau hose antara air cleaner
dengan throttle body. Sensor temperatur udara masuk ini berupa thermistor dengan bahan
semikonduktor yang mempunyai sifat semakin panas temperatur maka nilai tahanannya semakin
kecil.

9
4. Air Flow Meter

MAF (Massa Air Flow Meter) salah satu jenis sensor dengan tipe measuring plate, yang terdiri
atas plat pengukur, pegas pengembali, dan potensiometer.

Udara yang masuk ke intake air chamber akan dideteksi dengan gerakan membuka dan menutup
plat pengukur. Plat pengukur ini ditahan oleh sebuah pegas pengembali. Plat pengukur dan
potensiometer bergerak pada poros yang sama sehingga sudut membuka plat pengukur ini akan
diubah nilai tahanan potensiometer. Variasi nilai tahanan ini akan dirbah menjadi output voltage
sensor ke ECM sebagai dasar untuk menentukan jumlah udara yang masuk ke intake air
chamber.

Gambar : Air Flow Meter posisi menutu

10
Gambar : Air Flow Meter posisi membuka

4. Fast Idle Air Control

Fast idle air control terbuat dari thermo wax yang bekerjanya sesuai dengan temperatur mesin.
Bila temperatur masih dingin, thermo wax belum mengembang sehingga jumlah udara yang
masuk melalui saluran bypass menjadi lebih banyak. Saat temperatur mesin panas, thermo wax
akan mengembang sehingga saluran bypass akan menyempit. Jumlah udara yang masuk menjadi
berkurang, putaran mesin ke putaran idle

Gambar : Fast idle air control (Dingin)

11
Gambar : Fast idle air control Posisi (Panas)

B . SISTEM BAHAN BAKAR (Fuel System)

Perbedaan paling mendasar antara sistem karburator dengan sistem injeksi pada suplai system
bahan bakar adalah pada sistem injeksi, suplai bahan bakar dari tangki bensin ke ruang bakar
dikontrol secara elektronik oleh ECM, sedangkan pada sistem carburator, suplai bensin dari
tangki ke ruang bakar masih dikontrol oleh kunci kontak.
Komponen utama dari fuel delivery system adalah :
 Fuel pump
 Fuel filter
 Fuel pressure regulator
 Pulsation dumper
 Injector

12
Diagram system bahan bakar EFI

KOMPONEN SISTEM BAHAN BAKAR

1. Fuel Pump
Pada semua tipe mesin dengan injeksi, penempatan pompa bensin selalu ada di dalam tangki
bensin. Tipe yang digunakan adalah elektrik dengan motor listrik. Pompa terdiri atas motor,
pompa itu sendiri, check valve, relief valve dan filter yang diletakkan di saluran masuk pompa.

13
2. Fuel Filter

Fuel Filter berfungsi menyaring kotoran–kotoran dan partikel asing lainnya dari bensin supaya
tidak masuk ke injektor. Fuel filterdipasangkan pada saluran tekanan tinggi dari fuel pump. Fuel
filter ada yang diletakkan di luar tangki bensin, ada juga yang diletakkan di dalam tangki bensin.

3. Fuel Pressure Regulator

 Fuel Pressure Regulator berfungsi mengatur tekanan bensin yang ke injector – injector.
Jumlah injeksi bensin dikontrol sesuai lama signal yang diberikan ECU ke injector. Oleh
karena itu tekanan tetap pada injektor harus dipertahankan.
 Karena adanya perubahan tekanan pada bensin (injeksi bensin oleh injector) dan variasi
perubahan vacuum intake manifold, jumlah bensin yang diinjeksikan sedkit berubah

14
sekalipun signal injeksi dan tekanan bensin tetap. Oleh karena itu, agar jumlah injeksinya
tepat, tekanan bensin harus dipertahankan pada 2,1 ~ 2,6 kg/cm2

4. Pulsation Damper

Pulsation damper terpasang pada delivery pipe berfungsi menyerap variasi tekanan bensin yang
diakibatkan perubahan kevakuman intake manifold dan penginjeksian bensin oleh injector untuk
membantu mempertahankan tekanan bensin pada 2,1–2,6 kg/cm2 di dalam pipa pembagi
(delivery pipe)

5. InjectoR

15
Injektor adalah nosel electromagnet yang bekerjanya dikontrol oleh ECU untuk menginjeksikan
bensin ke intake manifold. Injektor dipasangkan di ujung intake manifold dekat intake
port(lubang pemasukan) dan dijamin oleh delivery pipe.

B. SISTEM PENGONTROL ELEKTRONIK (ELECTRONIC CONTROL SYSTEM)

Selain ECU yang berfungsi untuk mengontrol besar penginjeksian bensin dan seluruh aktivitas
elektronik, pada mesin terdapat pula sensor – sensor selain yang sudah dijelaskan di atas yang
berfungsi sebagai sistem koreksi air fuel ratio dan juga sebagai ignition control system. Sensor –
sensor yang dimaksud akan dijelaskan bersama dengan electronic control system yang juga akan
membahas lebih detail kerja daripada ECU.
Sensor-sensor itu adalah :
1. ECT ( Electronic Control Temperature )
2. TPS ( Throttle Position Sensor )
3. VSS ( Vehicle Speed Sensor )
4. CMP (Camshaft Position Sensor )
5. CKP ( Crankshaft Position Sensor )
6. Oxygen Sensor

NAMA KOMPONEN DAN FUNGSI SISTEM PENGONTROL ELEKTRONIK


1. ECT (Electronic Control Temperature)

16
ECT terbuat dari thermistor, yaitu sebuah variable resistor yang dipengaruhi oleh temperatur.
Kerja ECT sama dengan IAT, hanya fungsi pendeteksiannya yang berbeda. ECT berfungsi
mendeteksi temperatur air pendingin mesin sebagai input ECM untuk mengoreksi besar
penginjeksian bensin pada injector. ECT juga berfungsi sebagai kontrol temperatur air pendingin
mesin kepada pengemudi melalui temperature gauge pada instrument panel.

2. TPS (Throttle Position Sensor)

Throttle Position Sensor (TPS) dihubungkan dengan throttle valve shaft pada throttle bodyuntuk
mendeteksi pembukaan throttle valve.

17
3. VSS (Vehicle Speed Sensor)

Sensor ini dipasangkan pada transmisi dan digerakkan oleh driver gear poros output. Jenis VSS
yang digunakan adalah tipe MRE ( Magnetic Resistance Element ). Signal yang dihasilkan oleh
VSS berupa gelombang bolak – balik, oleh komparator (yang terdapat di speed sensor pada panel
instrument) gelombang bolak – balik tersebut dirubah menjadi sinyal digital yang kemudian
dikirim ke ECU.

4. CMP (Camshaft Position Sensor)

18
 CMP sensor terdiri atas komponen elektronik yang terdapat di dalam sensor case dan
tidak dapat distel maupun diperbaiki. Sensor ini mendeteksi posisi piston pada langkah
kompresi melalui putaran signal rotor yang diputar langsung oleh camshaft untuk
mengetahui posisi pembukaan dan penutupan intake dan exhaust valve.
 Signal digital dari CMP ini, oleh ECU digunakan untuk memproses kerja dari sistem EFI
bersama-sama dengan signal dari sensor CKP.

5. CKP ( Crankshaft Position Sensor )

 CKP terdiri dari magnit dan coil yang ditempatkan di bagian bawah timing belt pulley
atau dibelakang V-belt pulley. Saat mesin berputar CKP menghasilkan pulsa tegangan
listrik.
 Sensor CKP digunakan sebagai sensor utama untuk mendeteksi putaran mesin, output
signal dari CKP sensor dikirim ke ECU untuk menentukan besar basic injection volume.
 Selain digunakan untuk mendeteksi putaran mesin, sensor CKP juga digunakan sebagai
sensor utama sistem pengapian. Output signal dari sensor CKP digunakan ECU untuk
menentukan ignition timing.

19
7. Oxygen Sensor

 Sensor O2 dipasangkan di exhaust manifold yang berfungsi untuk mendeteksi konsentrasi


oksigen pada gas buang kendaraan, menghitung perbandingan udara dan bensin, dan
menginformasikan hasilnya pada ECU.
 Bila kadar oksigen pada gas buang tinggi, ECU akan menyimpulkan bahwa campuran
terlalu kurus (lebih banyak udaranya)
 Bila kadar oksigen pada gas buang rendah, ECU akan menyimpulkan bahwa campuran
terlalu gemuk (lebih banyak bensinnya ).

20
BAB III

PENUTUP

EFI adalah sebuah kata singkatan dari Electronic Fuel Injection. Adapun pengertian dari
EFI adalah sebuah sistem penyemprotan bahan bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara
elektronik agar didapatkan nilai campuran udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan
motor bakar, sehingga didapatkan daya motor yang optimal dengan pemakaian bahan bakar yang
minimal serta mempunyai gas buang yang ramah [Link] sebab itu,pada sistem EFI
menggunakan sensor,kontrol,dan aktuator.

Sistem EFI secara umum dapat dibagi menjadi tiga sistem fungsi, yaitu :
a) sistem control udara masuk ( Air Induction System )
b) sistem distribusi bensin ( Fuel Delivery System )
c) sistem control elektronik ( Electronic Control System )

21
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
UJt48KHcDvDHkQ1QIIeCgE&biw=1366
[Link]
[Link]
ed=0ahUKEwiv89Sr88vTAhUJt48KH

22

Anda mungkin juga menyukai