Cara Kerja dan Komponen Sistem AC
Cara Kerja dan Komponen Sistem AC
215
7.1.2. Uraian Materi
Pendahuluan
Pada percobaan telah dibuktikan, air dan bensin yang diturunkan tekanannya akan lebih
cepat menguap.
Demikian juga dengan titik didih air pada ketinggian tertentu (di atas gunung), air lebih cepat
menguap, dibanding di atas permukaan laut dengan tekanan 1 atmosfir, karena diatas
gunung dengan ketinggian tertentu tekanan udaranya < 1 tmosfir.
Apabila jari kita diberi bensin seperti pada gambar, kemudian ditiupkan udara maka jari
terasa dingin.
216
Kesimpulan : - Penurunan tekanan akan mempercepat proses penguapan
217
Zat pendingin yang berbentuk gas diberi tekanan oleh kompresor (1) sehingga beredar
dalam sistem AC, karena adanya tekanan maka zat pendingin menjadi panas.
Kondensor (2) akan mendinginkan zat pendingin tersebut (kondensasi), sementara
tekanan zat pendingin masih tetap tinggi dan berubah bentuk menjadi cair.
Saringan / filter (3) akan mengisap uap air dan menyaring kotoran dalam zat pendingin
agar tidak beredar pada sistem.
Tekanan zat pendingin pada sistem akan diturunkan oleh katup ekspansi (4) berubah
bentuk dari cair menjadi uap.
Evaporator akan mengambil panas di sekelilingnya, menyebabkan zat pendingin
menguap menjadi gas dan kembali ke kompresor.
Proses ini berlanjut seperti semula.
218
Gambar 7. 6. Posisi komponen sistem AC
Berilah nama-nama bagian sistem AC mobil pada gambar diatas yang sudah terpasang
pada kendaraan.
Kenapa kondensor dipasang pada bagian depan kendaraan (di depan radiator) ?
Supaya panas radiator tidak dipindahkan ke kondensor sehingga pendinginan kondensor
dapat berjalan dengan sempurna.
219
Fungsi Bagian-Bagian
Secara umum sirkulasi udara dingin dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Pada waktu turun hujan atau udara yang terlalu lembab akan menimbulkan kondensasi
pada kaca-kaca mobil yang menghalangi pandangan.
Dengan menghidupkan sistem AC, kondensasi itu segera dapat dihilangkan,karena udara
yang keluar pada sistem AC cukup kering, dan udara lembab cepat akan dihilangkan.
Udara kotor dari luar juga dibersihkan oleh evaporator, karena sebelum udara kotor masuk
ke dalam ruang terlebih dulu disaring oleh evaporator.
Agar pendinginan lebih merata maka saluran-saluran udara dingin dibuat lebih banyak dan
sirkulasinya diarahkan ke atas, karena sifat udara dingin akan turun dengan sendirinya. Hal
ini akan terbalik kalau menggunakan sistem pemanas.
Pada bagian samping dekat kaca belakang dibuat ventilasi ke luar udara dari dalam
ruangan, hal ini juga dimaksudkan agar sirkulasi udara terjadi dengan baik pada bagian
ruangan dekat kaca belakang.
220
Kompresor
1. Kompresor torak
2. Kompresor rotari
Untuk menggerakkan kompresor dipakai tenaga
motor dari mobil itu sendiri atau memakai motor
penggerak tersendiri
Gambar 7. 8. Konstrusi kompresor
Kondensor
221
Gambar 7. 10. kondensor yang akan
dipasangkan di depan kendaraan
Fungsi kondensor mendinginkan zat pendingin yang telah diberi tekanan oleh kompresor.
Zat pendingin yang bertekanan tinggi dari kompresor suhunya panas melalui kondensor
panas itu dihilangkan (diperkecil) dan zat pendingin berubah bentuk menjadi cair.
Filter
Uap air adalah gangguan yang paling utama
dalam sistem AC, karena uap air
menyebabkan terjadi pembekuan (es) pada
saluran-saluran dalam sistem, terutama pada
katub ekspansi mengakibatkan sistem AC
tidak berfungsi dengan baik.
222
Katup Ekspansi
Zat pendingin yang sudah dikondensasi oleh
kondensor tekanannya harus diturunkan oleh
katub ekspansi supaya zat pendingin dapat
menyerap panas di sekeliling evaporator.
Katup expansi ini dipasangkan pada saluran
masuk evaporator ( menjadi satu unit ).
Gambar 7. 12. Katup Ekspansi sistem AC
Evaporator
Pada evaporator zat pendingin akan mengambil panas dan berubah bentuk menjadi gas.
Supaya pengambilan panas pada evaporator dapat berlangsung sempurna, maka
evaporator dilengkapi dengan motor blower yang juga berfungsi untuk menghembuskan
udara dingin ke dalam ruang kendaraan.
223
Gambar 7. 14. Evaporator bentuk universal lengkap dengan Blower dan motornya
Zat pendingin
- Saat ini zat pendingin yang dipakai pada AC mobil adalah Freon (CF2 Cl2) dengan
nomor kode R – 12
R = Refrigerant
224
Kompresor
Energi mekanik pada motor penggerak dirubah menjadi energi pneumatis oleh kompresor,
sehingga zat pendingin beredar dalam instalasi sistem AC.
Secara umum kompresor ada 2 jenis.
1. Katub hisap
2. Katub tekan
3. Saluran hisap / tekan
4. Dudukan katub
5. Torak
6. Silinder
7. Batang penggerak
8. Poros engkol
225
Cara kerja
Katub hisap terbuka, akibat hisapan dari Katup tekan terbuka, akibat tekanan torak
torak terhadap zat pendingin
Zat pendingin masuk ke dalam silinder Katup hisap tertutup
Katup tekan tertutup
Pada waktu hisap katup hisap melengkung ke bawah akibat hisapan torak … saluran hisap
terbuka, sebaliknya pada langkah tekan, katup tekan akan melangkung ke atas.
226
B. Kompresor Torak Gerak Memanjang
1. Torak
2. Roda gigi gerak putar
3. Piring dudukan goyang
4. Bantalan piring
5. Roda gigi gerak putar & goyang
6. Poros kompresor
Kompresor model ini akan terlihat diameternya lebih kecil dan badan tidak terlalu panjang.
227
C. Kompresor Torak Gerak Aksial (Berlawanan)
1. Silinder
2. Torak
3. Bola baja
4. Poros
5. Bantalan
6. Piring goyang
Dengan mekanisme piring goyang (6) gerakan torak dapat diatur berlawanan.
Kompresor ini badannya panjang dari kompresor gerak torak memanjang, oleh karena itu
cocok dipasang pada ruangan mesin yang kecil/sempit, tapi cukup besar untuk arang yang
memanjang.
228
D. Kompresor Torak Gerak Radial
229
Kompresor Gerak Torak Menyudut
Kompresor ini hampir sama dengan kompresor gerak torak tegak lurus hanya gerakan torak
dan batang penggeraknya dibuat menyudut (V)
Keuntungan :
Dapat dipakai untuk segala macam jenis AC
Konstruksi lebih tahan lama
Untuk mengurangi kerugian akibat getaran, maka kompresor model torak dibuat bersilinder
banyak seperti gerak memanjang, aksial, radial atau model V.
Kompresor Rotari
230
Konstruksi dan cara kerja
Rotor adalah bagian yang berputar di dalam stator. Rotor terdiri dari dua baling – baling (1)
dan (4).
Langkah hisap terjadi saat pintu masuk (2) mulai terbuka dan berakhir setelah pintu masuk
tertutup, pada waktu pintu masuk sudah tertutup dimulai langkah tekan, sampai katup
pengeluaran (5) membuka, sedangkan pada pintu masuk secara bersamaan sudah terjadi
langkah hisap demikian seterusnya.
Karena setiap putaran menghasilkan langkah – langkah hisap dan tekan secara
bersamaan, maka momen putar lebih merata akibatnya getaran/kejutan lebih kecil.
Ukuran dimensinya dapat dibuat lebih kecil & menghemat tempat.
Kerugian :
Sampai saat ini hanya dipakai untuk sistem AC yang kecil saja sebab pada volume
yang besar, rumah dan rotornya harus besar pula dan kipas pada rotor tidak cukup
kuat menahan gesekan.
231
Kopling Magnet, Kondensor dan Filter
A. Kopling magnet
Supaya hubungan kompresor dengan motor penggeraknya dapat diputuskan dan
dihubungkan (pada saat AC dihidupkan dan dimatikan), maka kita perlukan sebuah
kopling magnet yang dipasang pada poros kompresor, bersama roda puli.
1. Sakelar
2. Plat penekan
3. Roda pulley
4. Poros kompresor
5. Gulungan magnet listrik
6. Kompresor
7. Pegas plat pengembali
8. Baterai
Bila sakelar dihubungkan, magnet listrik akan menarik plat penekan sampai
berhubungan dengan roda pulley ... poros kompresor terputar.
Pada waktu sakelar putuskan pegas plat pengembali akan menarik plat penekan
sehingga putaran motor penggerak terputus dari poros kompresor (putaran motor
penggerak hanya memutar pulley saja).
232
B. Kondensor
Dalam kondensor akan terjadi perubahan bentuk zat pendingin, karena kondensasi yang
dilakukan oleh kondensor.
Perubahan bentuk itu dari gas menjadi cair.
233
Gambar 7. 27. Kondensor dengan kipas pendingin
Sistem ini merugikan bila sistem AC tidak dipakai, karena kipas yang besar akan makan
daya mekanis mesin, akibatnya boros bahan bakar.
Untuk itu memakai kipas pendingin listrik tersendiri pada kondensor adalah solusi lain
meskipun kondensor dipasang di depan radiator, diatas atap mobil ataupun di bawah
lantai dan dimana saja memungkinkan.
234
Konstruksi :
Pipa – pipa kondensor ada yang dibuat bulat dan ada juga seperti gambar (dengan
banyak lubang aliran zat pendingin) pipa itu dilengkungkan secara pararel dari awal
sampai keluarnya zat pendingin menuju saringan.
Untuk memperluas permukaan pendingin diantara pipa yang dilengkungkan itu diberi
kisi – kisi pendingin supaya pendinginan lebih sempurna (panas diserap oleh kisi
pendingin). Sehingga kondensasi & perubahan bentuk zat pendinginan dari gas
menjadi cair akan terjadi.
C. Filter/saringan
235
Konstruksi
Saringan diskonstruksi berupa tabung silinder yang di dalamnya terdapat sel silika
yang menyerap uap air pada zat pendingin.
Pada bagian atas saringan kebanyakan dilengkapi dengan kaca pengontrol untuk
melihat zat pendingin yang beredar dalam sistem.
Adakalanya pada saringan dipasangkan dua buah sakelar yang bekerja berdasarkan
tekanan atau temperatur (sakelar menghubung bila tekanan atau temperatur dalam
saringan melebihi dari batas maximal ).
Kadang – kadang saringan dilengkapi pula dengan tutup pengaman yang terbuat dari
wood metal. Tutup pengaman ini akan cair bila temperatur zat pendingin sudah
mencapai batas yang di tentukan.
236
Evaporator & Katup Ekspansi
A. Evaporator
Bentuk dan konstruksi evaporator tidak berbeda dari kondensor, tapi fungsi kedua – duanya
berlainan.
Pada kondensor panas zat pendingin harus dikeluarkan, agar terjadi perubahan bentuk zat
pendingin dari gas ke cair.
Prinsip ini berlaku sebaliknya pada evaporator , zat pendingin cair dari kondensor harus
dirubah kembali menjadi gas dalam evaporator, dengan demikian evaporator harus
menyerap panas, agar penyerapan panas ini dapat berlangsung dengan sempurna, pipa –
pipa evaporator juga diperluas permukaannya dengan memberi kisi – kisi (elemen) dan
kipas listrik (blower), supaya udara dingin juga dapat dihembus ke dalam ruangan.
Pada rumah evaporator bagian bawah dibuat saluran/pipa untuk keluarnya air yang
mengumpul disekitar evaporator akibat udara yang lembab. Air ini juga akan membersihkan
kotoran – kotoran yang menempel pada kisi – kisi evaporator, karena kotoran itu akan turun
bersama air.
B. Katup Ekspansi
237
Tekanan zat pendingin yang berbentuk cair dari kondensor, saringan harus diturunkan
supaya zat pendingin menguap, dengan demikian penyerapan panas dan perubahan bentuk
zat pendingin dari cair menjadi gas akan berlangsung dengan sempurna sebelum keluar
evaporator.
Untuk itulah pada saluran masuk evaporator dipasang katub ekspansi.
Bekerjanya katup ekspansi diatur sedemikian rupa agar membuka dan menutupnya katup
sesuai dengan temperatur evaporatur atau tekanan di dalam sistem.
238
Sebaliknya pada saat temperatur evaporator naik, tekanan cairan di atas membran akan
naik pula, sampai melebihi tekanan pegas, katup terdorong ke bawah, saluran terbuka.
Suhu evaporator turun kembali, demikian seterusnya.
239
Gambar 7. 35. Katup ekspansi dengan kontrol tekanan dan temperatur
Kontrol temperatur tetap seperti sebelumnya, tekanan di atas membran tergantung dari
suhu pipa keluar evaporator.
Pada waktu tekanan pipa keluar evaporator turun, tekanan di atas membran akan
mendorong batang dan katup sampai membuka saluran.
Zat pendingin mengalir ke evaporator.
Bila tekanan evaporator naik, Pe juga naik, Pt turun (lihat persamaan), Pp akan
mendorong katup ke atas kembali sampai menutup saluran. Zat pendingin tidak
mengalir ke evaporator ----- Suhu evaporator naik kembali dan tekanannya akan turun
katup akan bekerja seperti semula, demikian seterusnya.
Kesimpulan : Katub membuka dan menutup sesuai/tergantung dari suhu dan
tekanan pada pipa keluar evaporator.
240
Katup ekspansi bentuk blok (dengan kontrol temperatur dan tekanan)
Bagian di atas membran adalah cairan yang mengontrol dengan temperatur pipa keluar
evaporator
Di bawah membran pengontrolan dengan tekanan zat pendingin pada pipa keluar
evaporator
Membuka dan menutupnya katup diatur oleh : Tekanan pegas, tekanan diatas dan
dibawah membran miring tanpa garis bawah
241
Instalasi Listrik
242
C. Motor blower & pengatur putaran
Keterangan :
O - Motor mati
L - Motor putaran rendah
M - Motor putaran medium
H - Motor putaran tinggi
D. Termostat
1. Terminal
2. Pipa kontrol temperatur
3. Selektor temperatur
243
Gambar 7. 41. Prinsip kerja saklar termostat
Bagian pipa kontrol temperatur diisi dengan cairan yang sensitif terhadap perubahan
suhu evaporator dan pipa itu didempetkan dengan pipa evaporator. Bila temperatur
evaporator naik, tekanan cairan dalam pipa kontrol juga naik sampai kontak pemutus
berhubungan …… kompresor bekerja sampai suhu evaporator turun lagi, tekanan cairan
pipa kontrol juga akan turun demikian seterusnya.
Lamanya kompresor bekerja dapat diatur dengan memutar selektor temperatur, hal ini
berarti, tekanan cairan dalam pipa kontrol diimbangi dengan tekanan pegas.
Jenis lain dari termostat ini adalah model thermistor yang biasanya berfungsi bersama
unit kontrol sistem AC.
244
Gambar 7. 42. Saklar tekanan tinggi
Komponen ini dipasang pada saluran tekanan tinggi atau pada filter/saringan dalam
keadaan normal kontak akan terhubung, bila tekanan zat pedingin sudah melebihi
kira-kira 23 bar kontak akan terbuka, aliran listrik ke kopling magnet terputus/tidak
bekerja.
Kontak akan memutuskan hubungan bila tekanan zat pendingin dalam sistem kurang
dari 1,5 bar, karena kebocoran atau pada waktu pengisian, volume yang masih
kurang, hal ini menyebabkan kompresor cepat panas. Pendinginan kompresor juga
dilakukan oleh zat pendingin yang kembali kesaluran hisap (S), karena tekanan zat
pendingin kecil, maka pendingin kompresor juga akan sedikit, sementara kompresor
terus bekerja, akan menimbulkan kerusakan karena panas.
245
Pengontrol temperatur
Tekanan dan temperatur akan selalu berkaitan, tekanan yang tinggi pada zat
pendingin akan mengakibatkan temperaturnya akan tinggi pula, biasanya sebagai
ganti pengontrol tekanan tinggi digunakan pengontrol temperatur, yang bekerja
berdasarkan temperatur, kontak akan memutuskan listrik ke kopling magnet bila
sudah mencapai temperatur tertentu pada zat pendingin.
E. Rangkaian lengkap
246
waktu motor putaran idle, supaya motor tidak mati pada putaran idle saat sistem AC
hidup.
Ada juga pengganti sakelar mekanis ini dipasang sebuah relai elektronika yang dapat
menghubung dan memutuskan aliran listrik ke kopling magnet berdasar-kan induksi
dari koil pengapian. Relai secara automatis akan memutus aliran listrik ke kopling
magnet pada waktu putaran idle.
Ke kopling magnit
Sekerup penyetel :
Berfungsi untuk mengatur cepat atau
Ke 1(-) koil pengapian
lambatnya kopling magnet menghbung
sesuai dengan putaran motor
Gambar 7. 46. Relai putaran
Kedua cara di atas dipakai bila pada kaburator tidak dilengkapi dengan sistem idle up
yang berfungsi untuk meninggikan putaran idle motor pada saat sistem AC
dihidupkan.
247
Variasi rangkaian listrik sistem AC mobil VW Minibus 1985 (untuk self study)
Keterangan :
A. Sakelar kontrol temperatur air pendingin dipasang pada radiator
B. Sakelar kontrol tekanan untuk pengatur kecepatan II kipas pendingin
C. Pengontrol tekanan rendah saluran TR sistem AC
D. Pengontrol temperatur udara luar
E. Unit kontrol
248
7.1.3. Rangkuman
Secara garis besar kompresor ada dua jenis yaitu : Kompresor torak dan Kompresor rotari
Untuk menyerap uap air dan kotoran kecil pada sistem digunakan saringan / filter.
Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan zat pendingin sehingga terjadi perubahan
bentuk dari gas menjadi cair dengan jalan melepas panas melalui kisi kisi kondensor
Tekanan zat pendingin yang berbentuk cair dari kondensor, saringan harus diturunkan
supaya zat pendingin menguap, dengan demikian penyerapan panas dan perubahan bentuk
zat pendingin dari cair menjadi gas akan berlangsung dengan sempurna sebelum keluar
evaporator. Untuk itulah pada saluran masuk evaporator dipasang katub ekspansi.
zat pendingin cair dari kondensor harus dirubah kembali menjadi gas dalam evaporator,
dengan demikian evaporator harus menyerap panas, agar penyerapan panas ini dapat
berlangsung dengan sempurna, pipa – pipa evaporator juga diperluas permukaannya
dengan memberi kisi – kisi (elemen) dan kipas listrik (blower)
249