100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
92 tayangan35 halaman

Cara Kerja dan Komponen Sistem AC

Dokumen tersebut membahas sistem AC pada kendaraan, meliputi komponen-komponen utamanya seperti kompresor, kondensor, filter, katup ekspansi, dan evaporator beserta fungsi masing-masing. Sistem ini bekerja dengan menaikkan dan menurunkan tekanan zat pendingin sehingga dapat menyerap dan melepaskan panas untuk mendinginkan ruang kendaraan.

Diunggah oleh

Heru Hadisiswanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
92 tayangan35 halaman

Cara Kerja dan Komponen Sistem AC

Dokumen tersebut membahas sistem AC pada kendaraan, meliputi komponen-komponen utamanya seperti kompresor, kondensor, filter, katup ekspansi, dan evaporator beserta fungsi masing-masing. Sistem ini bekerja dengan menaikkan dan menurunkan tekanan zat pendingin sehingga dapat menyerap dan melepaskan panas untuk mendinginkan ruang kendaraan.

Diunggah oleh

Heru Hadisiswanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB VII

PENGANTAR SISTEM KELISTRIKAN OTOMOTIF


KELAS XI SEMESTER 1
PERTEMUAN 9 & 10

SISTEM AIR CONDITIONER (AC)


7.1. Kegiatan Pembelajaran : Sistem Pengisian

Amatilah Rangkaian sistem pengapian di bawah ini dan diskusikan hasilnya

Gambar 7. 1. Skema siatem AC


7.1.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat memahami komponen dan cara kerja
dari sistem siatem AC serta menerangkan fungsi rangkaian sistem AC

215
7.1.2. Uraian Materi
Pendahuluan

Pada percobaan telah dibuktikan, air dan bensin yang diturunkan tekanannya akan lebih
cepat menguap.
Demikian juga dengan titik didih air pada ketinggian tertentu (di atas gunung), air lebih cepat
menguap, dibanding di atas permukaan laut dengan tekanan 1 atmosfir, karena diatas
gunung dengan ketinggian tertentu tekanan udaranya < 1 tmosfir.

Gambar 7. 2. Pengaruh titik didih air terhadap ketinggian

Apabila jari kita diberi bensin seperti pada gambar, kemudian ditiupkan udara maka jari
terasa dingin.

Gambar 7. 3. Ilustrasi penyerapan panas


Hal ini disebabkan karena bensin mengambil panas dari jari kita dan akibatnya bensin
menguap menjadi gas.

216
Kesimpulan : - Penurunan tekanan akan mempercepat proses penguapan

- Penguapan akan menyebabkan penyerapan panas


Proses kenaikan dan penurunan tekanan seperti di atas berlangsung secara alami, agar
proses itu dapat diterapkan pada sistem AC, maka sistem AC harus terdiri dari bagian-
bagian yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tekanan, supaya penguapan dan
penyerapan panas dapat berlangsung.
Secara sederhana bagian-bagian sistem AC dapat dilihat pada gambar :

Gambar 7. 4. Skema sistem AC


a. Zat pendingin bertekanan tinggi dari kompresor berupa gas
b. Zat pendingin yang sudah didinginkan oleh kondensor berubah bentuk dari gas menjadi
cair
c. Zat pendingin yang telah diturunkan tekanannya oleh katup ekspansi, berubah bentuk
menjadi uap
d. Zat pendingin telah menyerap panas pada evaporator berubah bentuk menjadi gas

217
Zat pendingin yang berbentuk gas diberi tekanan oleh kompresor (1) sehingga beredar
dalam sistem AC, karena adanya tekanan maka zat pendingin menjadi panas.
Kondensor (2) akan mendinginkan zat pendingin tersebut (kondensasi), sementara
tekanan zat pendingin masih tetap tinggi dan berubah bentuk menjadi cair.
Saringan / filter (3) akan mengisap uap air dan menyaring kotoran dalam zat pendingin
agar tidak beredar pada sistem.
Tekanan zat pendingin pada sistem akan diturunkan oleh katup ekspansi (4) berubah
bentuk dari cair menjadi uap.
Evaporator akan mengambil panas di sekelilingnya, menyebabkan zat pendingin
menguap menjadi gas dan kembali ke kompresor.
Proses ini berlanjut seperti semula.

Gambar 7. 5. Bagan sistem AC

218
Gambar 7. 6. Posisi komponen sistem AC

Berilah nama-nama bagian sistem AC mobil pada gambar diatas yang sudah terpasang
pada kendaraan.
Kenapa kondensor dipasang pada bagian depan kendaraan (di depan radiator) ?
Supaya panas radiator tidak dipindahkan ke kondensor sehingga pendinginan kondensor
dapat berjalan dengan sempurna.

Fungsi sistem AC pada mobil


Memberikan udara sejuk ke dalam ruangan kendaraan
Menghindari udara kotor masuk ke dalam ruangan
Menghilangkan dengan cepat kondensasi pada kaca mobil waktu hujan atau udara
lembab

219
Fungsi Bagian-Bagian

Secara umum sirkulasi udara dingin dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 7. 7. Ilustrasi aliran udara dingin AC

Pada waktu turun hujan atau udara yang terlalu lembab akan menimbulkan kondensasi
pada kaca-kaca mobil yang menghalangi pandangan.

Dengan menghidupkan sistem AC, kondensasi itu segera dapat dihilangkan,karena udara
yang keluar pada sistem AC cukup kering, dan udara lembab cepat akan dihilangkan.

Udara kotor dari luar juga dibersihkan oleh evaporator, karena sebelum udara kotor masuk
ke dalam ruang terlebih dulu disaring oleh evaporator.

Agar pendinginan lebih merata maka saluran-saluran udara dingin dibuat lebih banyak dan
sirkulasinya diarahkan ke atas, karena sifat udara dingin akan turun dengan sendirinya. Hal
ini akan terbalik kalau menggunakan sistem pemanas.

Pada bagian samping dekat kaca belakang dibuat ventilasi ke luar udara dari dalam
ruangan, hal ini juga dimaksudkan agar sirkulasi udara terjadi dengan baik pada bagian
ruangan dekat kaca belakang.

220
Kompresor

Fungsi kompresor pada sistem AC adalah :

Memberi tekanan pada zat pendingin, agar


mengalir (bersirkulasi) dalam sistem.

Secara garis besar kompresor ada dua jenis


yaitu :

1. Kompresor torak
2. Kompresor rotari
Untuk menggerakkan kompresor dipakai tenaga
motor dari mobil itu sendiri atau memakai motor
penggerak tersendiri
Gambar 7. 8. Konstrusi kompresor
Kondensor

Gambar 7. 9. Kondensor sistem AC

221
Gambar 7. 10. kondensor yang akan
dipasangkan di depan kendaraan

Fungsi kondensor mendinginkan zat pendingin yang telah diberi tekanan oleh kompresor.
Zat pendingin yang bertekanan tinggi dari kompresor suhunya panas melalui kondensor
panas itu dihilangkan (diperkecil) dan zat pendingin berubah bentuk menjadi cair.

Filter
Uap air adalah gangguan yang paling utama
dalam sistem AC, karena uap air
menyebabkan terjadi pembekuan (es) pada
saluran-saluran dalam sistem, terutama pada
katub ekspansi mengakibatkan sistem AC
tidak berfungsi dengan baik.

Untuk menyerap uap air dan kotoran kecil


pada sistem digunakan saringan / filter.

Gambar 7. 11. Filter sistem AC

222
Katup Ekspansi
Zat pendingin yang sudah dikondensasi oleh
kondensor tekanannya harus diturunkan oleh
katub ekspansi supaya zat pendingin dapat
menyerap panas di sekeliling evaporator.
Katup expansi ini dipasangkan pada saluran
masuk evaporator ( menjadi satu unit ).
Gambar 7. 12. Katup Ekspansi sistem AC

Evaporator

Pada evaporator zat pendingin akan mengambil panas dan berubah bentuk menjadi gas.
Supaya pengambilan panas pada evaporator dapat berlangsung sempurna, maka
evaporator dilengkapi dengan motor blower yang juga berfungsi untuk menghembuskan
udara dingin ke dalam ruang kendaraan.

Gambar 7. 13. Evaporator dan Blower terpasang pada kendaraan

223
Gambar 7. 14. Evaporator bentuk universal lengkap dengan Blower dan motornya

Zat pendingin
- Saat ini zat pendingin yang dipakai pada AC mobil adalah Freon (CF2 Cl2) dengan
nomor kode R – 12
R = Refrigerant

Gambar 7. 15. Zat pendingin AC

224
Kompresor

Energi mekanik pada motor penggerak dirubah menjadi energi pneumatis oleh kompresor,
sehingga zat pendingin beredar dalam instalasi sistem AC.
Secara umum kompresor ada 2 jenis.

1. Kompresor model torak : terdiri dari beberapa bentuk gerak torak :


A. Tegak lurus C. Aksial
B. Memanjang D. Radial
E. Menyudut (model V)
Untuk menghisap dan menekan zat pendingin dilakukan oleh gerakan torak di dalam
silinder kompresor.

2. Kompresor model rotari


Gerakan rotor di dalam stator kompresor akan menghisap dan menekan zat pendingin.

A. Kompresor torak gerak tegak lurus

1. Katub hisap
2. Katub tekan
3. Saluran hisap / tekan
4. Dudukan katub
5. Torak
6. Silinder
7. Batang penggerak
8. Poros engkol

Gambar 7. 16. Kompresor torak

225
Cara kerja

Langkah hisap Langkah tekan

Gambar 7. 17. Kerja kompresor torak

Katub hisap terbuka, akibat hisapan dari Katup tekan terbuka, akibat tekanan torak
torak terhadap zat pendingin
Zat pendingin masuk ke dalam silinder Katup hisap tertutup
Katup tekan tertutup

Konstruksi katup – katup dan dudukannya :

Gambar 7. 18. Katup kompresor torak

Pada waktu hisap katup hisap melengkung ke bawah akibat hisapan torak … saluran hisap
terbuka, sebaliknya pada langkah tekan, katup tekan akan melangkung ke atas.

226
B. Kompresor Torak Gerak Memanjang

1. Torak
2. Roda gigi gerak putar
3. Piring dudukan goyang
4. Bantalan piring
5. Roda gigi gerak putar & goyang
6. Poros kompresor

Gambar 7. 19. Kompresor torak gerak memanjang

Kompresor model ini akan terlihat diameternya lebih kecil dan badan tidak terlalu panjang.

227
C. Kompresor Torak Gerak Aksial (Berlawanan)

1. Silinder
2. Torak
3. Bola baja
4. Poros
5. Bantalan
6. Piring goyang

Gambar 7. 20. Kompresor torak gerak aksial

Dengan mekanisme piring goyang (6) gerakan torak dapat diatur berlawanan.

Kompresor ini badannya panjang dari kompresor gerak torak memanjang, oleh karena itu
cocok dipasang pada ruangan mesin yang kecil/sempit, tapi cukup besar untuk arang yang
memanjang.

228
D. Kompresor Torak Gerak Radial

Agar gerakan torak pada silinder dapat menuju ke


arah diameter luar kompresor, maka dipasang
sebuah eksentrik pada poros kompresor.

Kompresor jenis ini akan lebih baik dipasang pada


ruang mesin yang sempit tapi cukup luas pada
arah diameter kompresor.

Gambar 7. 21. Kompresor torak gerak radial

229
Kompresor Gerak Torak Menyudut

Kompresor ini hampir sama dengan kompresor gerak torak tegak lurus hanya gerakan torak
dan batang penggeraknya dibuat menyudut (V)

Kerugian kompresor model torak :


Momen putar yang dibutuhkan tidak merata, maka kejutan/getaran lebih besar
Bentuk dan konstruksi lebih besar dan memakan tempat

Keuntungan :
Dapat dipakai untuk segala macam jenis AC
Konstruksi lebih tahan lama

Untuk mengurangi kerugian akibat getaran, maka kompresor model torak dibuat bersilinder
banyak seperti gerak memanjang, aksial, radial atau model V.

Kompresor Rotari

Gambar 7. 22. Kompresor rotari

230
Konstruksi dan cara kerja

Gambar 7. 23. Konstruksi kompresor rotari

Rotor adalah bagian yang berputar di dalam stator. Rotor terdiri dari dua baling – baling (1)
dan (4).
Langkah hisap terjadi saat pintu masuk (2) mulai terbuka dan berakhir setelah pintu masuk
tertutup, pada waktu pintu masuk sudah tertutup dimulai langkah tekan, sampai katup
pengeluaran (5) membuka, sedangkan pada pintu masuk secara bersamaan sudah terjadi
langkah hisap demikian seterusnya.

Keuntungan kompresor rotari

Karena setiap putaran menghasilkan langkah – langkah hisap dan tekan secara
bersamaan, maka momen putar lebih merata akibatnya getaran/kejutan lebih kecil.
Ukuran dimensinya dapat dibuat lebih kecil & menghemat tempat.

Kerugian :
Sampai saat ini hanya dipakai untuk sistem AC yang kecil saja sebab pada volume
yang besar, rumah dan rotornya harus besar pula dan kipas pada rotor tidak cukup
kuat menahan gesekan.

231
Kopling Magnet, Kondensor dan Filter

A. Kopling magnet
Supaya hubungan kompresor dengan motor penggeraknya dapat diputuskan dan
dihubungkan (pada saat AC dihidupkan dan dimatikan), maka kita perlukan sebuah
kopling magnet yang dipasang pada poros kompresor, bersama roda puli.

Konstruksi & cara kerja :

1. Sakelar
2. Plat penekan
3. Roda pulley
4. Poros kompresor
5. Gulungan magnet listrik
6. Kompresor
7. Pegas plat pengembali
8. Baterai

Gambar 7. 24. Konstruksi kopling magnet

Bila sakelar dihubungkan, magnet listrik akan menarik plat penekan sampai
berhubungan dengan roda pulley ... poros kompresor terputar.

Pada waktu sakelar putuskan pegas plat pengembali akan menarik plat penekan
sehingga putaran motor penggerak terputus dari poros kompresor (putaran motor
penggerak hanya memutar pulley saja).

232
B. Kondensor
Dalam kondensor akan terjadi perubahan bentuk zat pendingin, karena kondensasi yang
dilakukan oleh kondensor.
Perubahan bentuk itu dari gas menjadi cair.

Gambar 7. 25. Bagan zat pendingin kondensor sistem AC

Supaya pendingin/kondensasi dari zat pendingin lebih sempurna maka pasangan


kondensor perlu diperhatikan arah aliran udara yang membantu proses pendinginan
kondensor, pada mobil ditempatkan biasanya di depan radiator supaya dapat dialiri udara
waktu mobil berjalan.

Gambar 7. 26. Kondensor terpasang dibagian depan mobil

233
Gambar 7. 27. Kondensor dengan kipas pendingin

Adakalanya pemasangan kondensor di depan radiator tidak dilengkapi dengan kipas–


kipas pendingin, tapi kipas pendingin mesin diganti dengan yang lebih besar supaya
pendinginan mesin akan dapat dilaksanakan bersama – sama dengan pendinginan
kondensor.

Sistem ini merugikan bila sistem AC tidak dipakai, karena kipas yang besar akan makan
daya mekanis mesin, akibatnya boros bahan bakar.

Untuk itu memakai kipas pendingin listrik tersendiri pada kondensor adalah solusi lain
meskipun kondensor dipasang di depan radiator, diatas atap mobil ataupun di bawah
lantai dan dimana saja memungkinkan.

234
Konstruksi :

Gambar 7. 28. Konstruksi kisi kisi kondensor

Pipa – pipa kondensor ada yang dibuat bulat dan ada juga seperti gambar (dengan
banyak lubang aliran zat pendingin) pipa itu dilengkungkan secara pararel dari awal
sampai keluarnya zat pendingin menuju saringan.
Untuk memperluas permukaan pendingin diantara pipa yang dilengkungkan itu diberi
kisi – kisi pendingin supaya pendinginan lebih sempurna (panas diserap oleh kisi
pendingin). Sehingga kondensasi & perubahan bentuk zat pendinginan dari gas
menjadi cair akan terjadi.

C. Filter/saringan

Gambar 7. 29. Konstruksi filter AC

235
Konstruksi
Saringan diskonstruksi berupa tabung silinder yang di dalamnya terdapat sel silika
yang menyerap uap air pada zat pendingin.

Pada bagian atas saringan kebanyakan dilengkapi dengan kaca pengontrol untuk
melihat zat pendingin yang beredar dalam sistem.

Adakalanya pada saringan dipasangkan dua buah sakelar yang bekerja berdasarkan
tekanan atau temperatur (sakelar menghubung bila tekanan atau temperatur dalam
saringan melebihi dari batas maximal ).

Kadang – kadang saringan dilengkapi pula dengan tutup pengaman yang terbuat dari
wood metal. Tutup pengaman ini akan cair bila temperatur zat pendingin sudah
mencapai batas yang di tentukan.

Gambar 7. 30. Aliran zat pendingin pada filter

1. Tutup pengaman 3. Kaca pengontrol 5. Sel silika


2. Sakelar tekanan 4. Filter penyaring

236
Evaporator & Katup Ekspansi

A. Evaporator

Bentuk dan konstruksi evaporator tidak berbeda dari kondensor, tapi fungsi kedua – duanya
berlainan.

Pada kondensor panas zat pendingin harus dikeluarkan, agar terjadi perubahan bentuk zat
pendingin dari gas ke cair.

Prinsip ini berlaku sebaliknya pada evaporator , zat pendingin cair dari kondensor harus
dirubah kembali menjadi gas dalam evaporator, dengan demikian evaporator harus
menyerap panas, agar penyerapan panas ini dapat berlangsung dengan sempurna, pipa –
pipa evaporator juga diperluas permukaannya dengan memberi kisi – kisi (elemen) dan
kipas listrik (blower), supaya udara dingin juga dapat dihembus ke dalam ruangan.

Pada rumah evaporator bagian bawah dibuat saluran/pipa untuk keluarnya air yang
mengumpul disekitar evaporator akibat udara yang lembab. Air ini juga akan membersihkan
kotoran – kotoran yang menempel pada kisi – kisi evaporator, karena kotoran itu akan turun
bersama air.

Gambar 7. 31. Bagan sistem AC

B. Katup Ekspansi

237
Tekanan zat pendingin yang berbentuk cair dari kondensor, saringan harus diturunkan
supaya zat pendingin menguap, dengan demikian penyerapan panas dan perubahan bentuk
zat pendingin dari cair menjadi gas akan berlangsung dengan sempurna sebelum keluar
evaporator.
Untuk itulah pada saluran masuk evaporator dipasang katub ekspansi.
Bekerjanya katup ekspansi diatur sedemikian rupa agar membuka dan menutupnya katup
sesuai dengan temperatur evaporatur atau tekanan di dalam sistem.

Macam – macam konstruksi & cara kerja


1. Katup ekspansi bentuk siku
- Katup ekspansi dengan kontrol temperatur

Gambar 7. 32. Bagan katup ekspansisistem AC


Tabung kontrol, pipa kapiler dan ruangan di atas membran diisi dengan cairan khusus
yang sensitif terhadap perubahan temperatur, tabung kontrol dan pipa kapiler ini
didempetkan dengan pipa keluar evaporator.
Bila temperatur evaporator rendah, tekanan cairan di atas membran tidak mampu
melawan tekanan pegas, katup jarum menutup saluran masuk ke evaporator,
penguapan zat pendingin terhenti ......... temperatur evaporator naik kembali.

238
Sebaliknya pada saat temperatur evaporator naik, tekanan cairan di atas membran akan
naik pula, sampai melebihi tekanan pegas, katup terdorong ke bawah, saluran terbuka.
Suhu evaporator turun kembali, demikian seterusnya.

Katup membuka Katup menutup


Gambar 7. 33. Proses kerja katup ekspansi

Katup ekspansi dengan kontrol tekan dan temperatur

Pt = Tekanan cairan di atas membran


(kontrol temperatur)
Pp = Tekanan pegas
Pe = Tekanan zat pendingin yang
keluar
dari evaporator

Supaya pengaturan menutup dan


membuka disesuaikan dengan tekanan
yang ada, maka dapat ditulis persamaan
:
Pt = Pp + Pe

Gambar 7. 34. Skema kerja katup ekspansi

239
Gambar 7. 35. Katup ekspansi dengan kontrol tekanan dan temperatur

Kontrol temperatur tetap seperti sebelumnya, tekanan di atas membran tergantung dari
suhu pipa keluar evaporator.
Pada waktu tekanan pipa keluar evaporator turun, tekanan di atas membran akan
mendorong batang dan katup sampai membuka saluran.
Zat pendingin mengalir ke evaporator.
Bila tekanan evaporator naik, Pe juga naik, Pt turun (lihat persamaan), Pp akan
mendorong katup ke atas kembali sampai menutup saluran. Zat pendingin tidak
mengalir ke evaporator ----- Suhu evaporator naik kembali dan tekanannya akan turun
katup akan bekerja seperti semula, demikian seterusnya.
Kesimpulan : Katub membuka dan menutup sesuai/tergantung dari suhu dan
tekanan pada pipa keluar evaporator.

Apakah akibatnya saluran keluar evaporator tertutup ?


Katup akan selalu membuka karena tekanan diatas membran selalu lebih besar dari
tekanan pegas, Pada waktu AC tidak dipakai katup juga akan tetap membuka

240
Katup ekspansi bentuk blok (dengan kontrol temperatur dan tekanan)

Gambar 7. 36. Katup ekspansi model blok

Bagian di atas membran adalah cairan yang mengontrol dengan temperatur pipa keluar
evaporator
Di bawah membran pengontrolan dengan tekanan zat pendingin pada pipa keluar
evaporator
Membuka dan menutupnya katup diatur oleh : Tekanan pegas, tekanan diatas dan
dibawah membran miring tanpa garis bawah

241
Instalasi Listrik

A. Kopling magnet & motor kipas pendingin kondensor

Gambar 7. 37. Skema kelistrikan kopling magnet dan motor blower

Kopling magnet yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan poros


kompresor dengan poros mesin, harus dapat bekerja berdasarkan temperatur
evaporator.
Untuk itu pada evaporator dilengkapi dengan sakelar kontrol temperatur (TERMOSTAT)
yang bekerja memutus arus pengendali pada relai bila evaporator sudah mencapai
suhu tertentu ….. kompresor tidak bekerja.
Motor kipas kondensor biasanya paralel dengan kopling magnet, bekerjanya juga diatur
oleh sakelar kontrol temperatur.

B. Rangkaian pada evaporator


Instalasi listrik pada evaporator biasanya terbagi atas komponen-komponen sebagai
berikut :
Motor blower dan pengatur putaran
Termostat

242
C. Motor blower & pengatur putaran

Keterangan :
O - Motor mati
L - Motor putaran rendah
M - Motor putaran medium
H - Motor putaran tinggi

Gambar 7. 38. Pengatur putaran motor blower

1. Saklar termostat ( Saklar kontrol temperatur)


2. Saklar motor blower
- Pengatur putaran motor blower evaporator
dilakukan dengan memasang tahanan
seperti gambar
- Untuk motor blower yang besar pengatur
yang besar pengatur putaran dilengkapi
pada motor itu sendiri (seperti pada motor
penghapus kaca)
Gambar 7. 39. Blower set sistem AC

D. Termostat

1. Terminal
2. Pipa kontrol temperatur
3. Selektor temperatur

Gambar 7. 40. Saklar termostat

243
Gambar 7. 41. Prinsip kerja saklar termostat

Bagian pipa kontrol temperatur diisi dengan cairan yang sensitif terhadap perubahan
suhu evaporator dan pipa itu didempetkan dengan pipa evaporator. Bila temperatur
evaporator naik, tekanan cairan dalam pipa kontrol juga naik sampai kontak pemutus
berhubungan …… kompresor bekerja sampai suhu evaporator turun lagi, tekanan cairan
pipa kontrol juga akan turun demikian seterusnya.
Lamanya kompresor bekerja dapat diatur dengan memutar selektor temperatur, hal ini
berarti, tekanan cairan dalam pipa kontrol diimbangi dengan tekanan pegas.
Jenis lain dari termostat ini adalah model thermistor yang biasanya berfungsi bersama
unit kontrol sistem AC.

E. Sistem kontrol ( Pengaman )


Sistem kontrol pada AC dipasang untuk mencegah kerusakan-kerusakan yang terjadi
pada kompresor atau bagian-bagian lain apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam
instalasi sistem AC.
Sistem kontrol itu berupa sakelar yang bekerja memutuskan aliran listrik ke kopling
magnet, bila tekanan atau temperatur zat pendingin terlalu tinggi atau tekanan zat
pendingin terlalu rendah.
Dengan demikian kompresor tidak akan bekerja bila kesalahan-kesalahan seperti di atas
terjadi dalam sistem, maka kerusakan yanglebih besar akibat kesalahan itu dapat di
hindari.
1. Pengontrol tekanan tinggi
2. Pengontrol tekanan rendah
3. Pengontrol temperatur
4. Pengontrol tekanan tinggi

244
Gambar 7. 42. Saklar tekanan tinggi
Komponen ini dipasang pada saluran tekanan tinggi atau pada filter/saringan dalam
keadaan normal kontak akan terhubung, bila tekanan zat pedingin sudah melebihi
kira-kira 23 bar kontak akan terbuka, aliran listrik ke kopling magnet terputus/tidak
bekerja.

5. Pengontrol tekanan rendah

Gambar 7. 43. Saklar tekanan rendah

Kontak akan memutuskan hubungan bila tekanan zat pendingin dalam sistem kurang
dari 1,5 bar, karena kebocoran atau pada waktu pengisian, volume yang masih
kurang, hal ini menyebabkan kompresor cepat panas. Pendinginan kompresor juga
dilakukan oleh zat pendingin yang kembali kesaluran hisap (S), karena tekanan zat
pendingin kecil, maka pendingin kompresor juga akan sedikit, sementara kompresor
terus bekerja, akan menimbulkan kerusakan karena panas.

245
Pengontrol temperatur
Tekanan dan temperatur akan selalu berkaitan, tekanan yang tinggi pada zat
pendingin akan mengakibatkan temperaturnya akan tinggi pula, biasanya sebagai
ganti pengontrol tekanan tinggi digunakan pengontrol temperatur, yang bekerja
berdasarkan temperatur, kontak akan memutuskan listrik ke kopling magnet bila
sudah mencapai temperatur tertentu pada zat pendingin.

1. Relay 3. Pengontrol tekanan rendah


2. Pengontrl tekanan tinggi 4. Pengontrol temperatur
Gambar 7. 44. Bagan kontrol listrik sistem AC

E. Rangkaian lengkap

Gambar 7. 45. Skema kelistrikan sistem AC

Komponen sistem kontrol (pengaman) biasanya tidak ke tiga-tiganya dipasang sering


dipakai 2 atau 1 saja
Relai mencari massa dengan terminal 50, pada kumparan fiksasi motor starter
dorong sekrup, agar pada saat motor starter bekerja aliran listrik ke kopling magnet
dan kipas kondensor terputus.
Sakelar mekanis (A) dipasang pada trotel gas atau dimana saja yang memung-
kinkan sakelar ini berfungsi untuk memutuskan aliran listrik ke kopling magnet pada

246
waktu motor putaran idle, supaya motor tidak mati pada putaran idle saat sistem AC
hidup.
Ada juga pengganti sakelar mekanis ini dipasang sebuah relai elektronika yang dapat
menghubung dan memutuskan aliran listrik ke kopling magnet berdasar-kan induksi
dari koil pengapian. Relai secara automatis akan memutus aliran listrik ke kopling
magnet pada waktu putaran idle.

Ke kopling magnit
Sekerup penyetel :
Berfungsi untuk mengatur cepat atau
Ke 1(-) koil pengapian
lambatnya kopling magnet menghbung
sesuai dengan putaran motor
Gambar 7. 46. Relai putaran
Kedua cara di atas dipakai bila pada kaburator tidak dilengkapi dengan sistem idle up
yang berfungsi untuk meninggikan putaran idle motor pada saat sistem AC
dihidupkan.

Gambar 7. 47. Skema idle up sistem AC

Bila sistem AC dihidupkan katup elektro magnetis akan terbuka, kevakuman di


bawah trotel akan menarik membran ke atas dan membuka trotel sedikit, daya motor
waktu idle bertambah.

247
Variasi rangkaian listrik sistem AC mobil VW Minibus 1985 (untuk self study)

Gambar 7. 48. Contoh rangkaian kelistrikan sistem AC

Keterangan :
A. Sakelar kontrol temperatur air pendingin dipasang pada radiator
B. Sakelar kontrol tekanan untuk pengatur kecepatan II kipas pendingin
C. Pengontrol tekanan rendah saluran TR sistem AC
D. Pengontrol temperatur udara luar
E. Unit kontrol

248
7.1.3. Rangkuman

Fungsi sistem AC pada mobil


Memberikan udara sejuk ke dalam ruangan kendaraan
Menghindari udara kotor masuk ke dalam ruangan
Menghilangkan dengan cepat kondensasi pada kaca mobil waktu hujan atau udara
lembab
Kompresor pada sistem AC berfungsi untuk Memberi tekanan pada zat pendingin, agar
mengalir (bersirkulasi) dalam sistem.

Secara garis besar kompresor ada dua jenis yaitu : Kompresor torak dan Kompresor rotari

Supaya hubungan kompresor dengan motor penggeraknya dapat diputuskan dan


dihubungkan (pada saat AC dihidupkan dan dimatikan), maka kita perlukan sebuah kopling
magnet yang dipasang pada poros kompresor, bersama roda puli.

Untuk menyerap uap air dan kotoran kecil pada sistem digunakan saringan / filter.
Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan zat pendingin sehingga terjadi perubahan
bentuk dari gas menjadi cair dengan jalan melepas panas melalui kisi kisi kondensor

Tekanan zat pendingin yang berbentuk cair dari kondensor, saringan harus diturunkan
supaya zat pendingin menguap, dengan demikian penyerapan panas dan perubahan bentuk
zat pendingin dari cair menjadi gas akan berlangsung dengan sempurna sebelum keluar
evaporator. Untuk itulah pada saluran masuk evaporator dipasang katub ekspansi.

zat pendingin cair dari kondensor harus dirubah kembali menjadi gas dalam evaporator,
dengan demikian evaporator harus menyerap panas, agar penyerapan panas ini dapat
berlangsung dengan sempurna, pipa – pipa evaporator juga diperluas permukaannya
dengan memberi kisi – kisi (elemen) dan kipas listrik (blower)

249

Anda mungkin juga menyukai