Elektromagnet dan Pembuatan Magnet
Elektromagnet dan Pembuatan Magnet
Di daerah yang tepat di atas garis katulistiwa, posisi jarum kompas dalam keadaan seimbang.
Namun jika kompas dibawa ke kutub Bumi, posisi jarum kompas akan condong ke atas atau ke bawah.
Ketika dibawa mendekati kutub utara Bumi, kutub utara jarum kompas condong ke bawah karena
tertarik oleh kutub selatan magnet Bumi. Sedangkan ketika dibawa mendekati kutub selatan Bumi,
kutub selatan jarum kompas akan condong ke bawah karena tertarik oleh kutub utara magnet Bumi.
Kemiringan jarum kompas tersebut membentuk sudut inklinasi. Sudut Inklinasi adalah sudut yang
dibentuk oleh jarum kompas terhadap permukaan Bumi.
MEDAN MAGNETIK
Besi dapat tertarik oleh magnet karena adanya gaya magnetik. Gaya tarik magnet terhadap besi
ini semakin jauh semakin kecil, dan pada suatu saat nol. Selama besi masih dapat tertarik oleh magnet
berarti besi tersebut masih berada dalam medan magnetik. Medan magnetik adalah daerah di sekitar
magnet di mana benda dipengaruhi oleh gaya magnetic.
Dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa pola medan magnetik tersebut berbentuk garis lengkung
dari kutub utara ke kutub selatan, (Menurut kesepakatan, arah medan magnetik berasal dari kutub utara
menuju kutub selatan magnetik).
Berdasarkan hasil percobaan tersebut terbukti bahwa arus listrik yang mengalir dalam kawat
penghantar itu menghasilkan medan magnetik, atau di sekitar kawat berarus listrik terdapat medan
magnetik. Pada saat arus listrik yang mengalir dalam penghantar diperbesar, ternyata kutub utara jarum
kompas menyimpang lebih jauh. Hal ini berarti semakin besar arus listrik yang digunakan, semakin
besar medan magnet magnetik yang dihasilkan.
Arah medan magnetik di sekitar kawat penghantar lurus berarus listrik dapat ditentukan dengan
kaidah tangan kanan. Jika arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik (I), maka arah keempat jarimu
yang lain menunjukkan arah medan magnetik (B). Kaidah tangan kanan ini juga dapat digunakan untuk
menentukan arah medan magnetik pada penghantar berbentuk lingkaran yang dialiri listrik.
Untuk mengetahui letak kutub utara dan kutub selatan yang terbentuk pada kumparan berarus
listrik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
Perhatikan arah arus listrik
yang mengalir pada
kumparan. Ujung kumparan
yang pertama kali mendapat
arus listrik dijadikan
pedoman untuk
menentukan letak kutub-
kutub magnet. Caranya,
genggamlah ujung
kumparan yang pertama
kali teraliri arus listrik
dengan posisi jari tangan
kanan sesuai dengan letak kawat pada inti besi. Apabila kawat itu berada di depan inti besi, letakkan
telapak tangan menghadap ke depan, kemudian genggamlah kumparan berinti besi itu.
Kaidah tangan kanan
Letak kutub utara magnet ditunjukkan oleh arah
ibu jari, sedangkan arah sebaliknya menunjukkan
kutub selatan. Jika kawat penghantar yang
pertama kali teraliri arus listrik berada di belakang
inti besi, maka hadapkan telapak tanganmu ke
belakang, kemudian genggamlah kumparan kawat
itu. Dengan cara yang sama kamu dapat
menentukan letak kutub utara dan kutub selatan
magnet.
Evaluasi
1. Daerah gaya magnet yang gaya magnetnya paling kuat disebut…
2. Jelaskan cara membuat magnet!
3. Apa saja cara menghilangkan sifat magnet?
4. Jelaskan cara untuk menentukan kutub magnet!
5. Apa yang kamu ketahui tentang maget bumi?
6. Apa yang dimaksud bahan magnetic dan bahan nonmagnetic?
7. Apa perbedaan sudut deklinasi dan sudut inklinasi? Jelaskan pula dengan gambar!
8. Apa manfaat magnet bumi?
9. Sebutkan contoh benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet!
10. Sebutkan contoh benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet!
11. Apa yang dimaksud dengan medan magnet?
12. Sebutkan bentuk-bentuk magnet yang kamu ketahui! Gambar !
13. Jelaskan bagaimana benda bersifat magent dengan mengunakan istilah magnet elemener!
14. Jelaskan bagimana jarum kompas dapat menunjukkan arah utara dan selatan!
15. Apa yang dimaksud dengan kutub magnet? Bagaimana perilaku kutub magnet jika didekatkan dengan kutub
magnet lain?
ELEKTROMAGNET
Elektromagnet adalah magnet yang terjadi karena aliran listrik pada kumparan berinti besi.
Elektromagnet ini memiliki beberapa kelebihan dibanding magnet permanen. Kelebihan-kelebihan
tersebut antara lain:
- Sifat kemagnetannya dapat diperbesar dengan cara memperbanyak jumlah liitan atau memperbesar
arus listrik.
- Sifat kemagnetannya dapat dihilangkan dengan cara memutus arus listrik, dan dapat ditimbulkan
kembali dengan cara meyambung arus listrik
- Kutub-kutub magnetnya dapat ditukar dengan cara mengubah arah arus listrik.
- Peralatan sehari-hari yang berprinsip pada elektromagnet antara lain: telepon, bel listrik, alat ukur
listrik, dan alat pengangkat besi.
GAYA LORENTZ
Gaya Lorentz terjadi apabila kawat penghantar berarus listrik berada di dalam medan magnetik.
Besar gaya Lorentz bergantung pada besar medan magnetik, panjang penghantar, dan besar arus listrik
yang mengalir dalam kawat penghantar. Besar gaya Lorentz dapat ditentukan dengan rumus:
Soal!
1. Sebuah penghantar sepanjang 30 cm membawa arus sebesar 3A dalam suatu medan magnet
seragam. Kuat medan magnet diketahui sebesar 4T. Tentukan besarnya gaya Lorentz yang bekerja
pada penghantar tersebut!
2. Sebuah penghantar panjangnya 50 cm berarus listrik 2A, di dalam medan magnetik homogen B =
0,4 T, berapa gaya Lorentz yang dihasilkan?
Jika sebuah penghantar dialiri listrik berada dalam daerah magnetic, penghantar itu akan
mengalami gaya magnetik. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan Gaya Lorentz diantaranya:
1. Kuat arus yang mengalir dalam penghantar
2. Panjang penghantar
3. Kuat medan magnet disekitar penghantar
TRANSFORMATOR
Transformator (Trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan
bolak balik (AC). Transformator terdiri atas tiga komponen pokok yaitu ; kumparan pertama (primer)
yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (sekunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi
yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.
Transformator ada dua macam diantaranya :
1. Transformator penaik tegangan (step-up)
Ciri-ciri :
- Jumlah lilitan sekunder lebih banyak dari pada jumlah lilitan primer
- Tegangan sekunder lebih besar dari pada tegangan primer
- Kuat arus sekunder lebih kecil dari pada kuat arus primer
2. Transformator penurun tegangan (step-down)
- Jumlah lilitan sekunder lebih sedikit daripada jumlah lilitan primer
- Tegangan sekunder lebih kecil daripada tegangan primer
- Kuat arus sekunder lebih besar daripada kuat arus primer
Hubungan antara jumlah lilitan kumparan dan gaya gerak listrik induksi (tegangan) pada kumparan
primer dan sekunder dapat dinyatakan dalam persamaan berikut!
𝑁𝑝 𝑉𝑝
=
𝑁𝑠 𝑉𝑠
Adapun antara tegangan dan kuat arus listrik pada kumparan primer dan sekunder dapat
ditentukan dengan menganggap transformator bersifat ideal. Pada transfomator ideal berlaku hubungan
berikut!
P = V. I Ket :
Pp =daya primer (Watt)
Pp = Ps Ps = daya sekunder (Watt)
Vp x Ip = Vs x Is Vp = tegangan primer (Volt)
Vs = tegangan sekunder (Volt
sehingga Ip = kuat arus primer (Ampere)
Is = kuat arus sekunder (Ampere)
𝑉𝑝 𝐼𝑠 𝑁𝑝 𝐼𝑠
= = Np = jumlah lilitan primer
𝑉𝑠 𝐼𝑝 𝑁𝑠 𝐼𝑝 Ns = jumlah lilitan sekunder
Soal!
1. Perbandingan jumlah lilitan kumparan primer dan kumparan sekunder sebuah transformator adalah
2:5. Jika transformator tersebut dihubungkan dengan sumber arus listrik bolak balik 220 V,
tentukan : a. tegangan sekunder, b. kuat arus sekunder jika kuat arus primer0,4 A.
2. Sebuah transformator step down mepunyai jumlah lilitan primer 1000 lilitan dan lilitan sekunder
200 lilitan, digunakan untuk menyalakan lampu 12 V, 48 W. Tentukan : a. arus listrik sekunder, b.
arus listrik primer!
EFISIENSI TRANSFORMATOR
Efisiensi transformator didefinisikan sebagai perbandingan antara daya listrik keluaran dengan
daya listrik yang masuk pada transformator. Pada transformator ideal efisiensinya 100 %, tetapi pada
kenyataannya efisiensi tranformator selalu kurang dari 100 %.hal ini karena sebagian energi terbuang
menjadi panas atau energi bunyi.
Efisiensi transformator dapat dihitung dengan:
Soal!
1. Sebuah transformator mempunyai efisiensi 80%. Jika lilitan primer dihubungkan dengan tegangan
200V dan mengalir kuat arus listrik 5 A. Tentukan ; a. daya primer, b. daya sekunder!
2. Sebuah trafo arus primer dan sekundernya 0,8A dan 0,5A. Jika jumlah lilitan primer dan
sekundernya masing-masing 1000 dan 800. Berapa efisiensi trafo tersebut?
Latihan soal!
1. Sebuah transformator step down terdiri atas kumparan primer yang memiliki 1200 lilitan dan
kumparan sekunder yang memiliku 40 lilitan. Jika kumparan primer dihubungkan dengan beda
potensial 220 Volt, maka berapa beda potensial pada kumparan sekunder?
2. Sebuah transformator memiliki jumlah lilitan primer sebesar 900 lilitan dan kumparan sekunder
300 lilitan. Kumparan sekunder menghasilkan beda potensial 200 V. ujung-ujung kumparan
sekunder dihubungkan denga pemanas berhambatan 20 ohm. Tentukan kuat arus primernya!
3. Sebuah transformator memiliki efisiensi 60%. Jika daya primernya 300 Watt. Tentukan besar
daya sekundernya!
4. Sebuah trafo arus primernya dan sekundernya 0,8A dan 0,5A. jika jumlah lilitan primer dan
sekunder masing-masing 1000 dan 800 lilitan, maka berapakah efisiensi trafo tersebut?
Evaluasi
1. Apa perbedaan antara elektromagentik dengan magnet permanen?
2. Bagaiamana arus listrik dapat menghaslkan medan magnetic?
3. Jelaskan bagaimana bekerjanya transformator?
4. Bagaimanan perbedaan antara transformator step up dan transformator step down?
5. Apa manfaat dari elektromagnetik?
6. Sebuah transformator memiliki jumlah lilitan masukan 600 lilitan dihubungkan dengan
jumlah lilitan keluaran 1200 lilitan. Jika lilitan dihubungkan dengan tegangan 100 Volt AC,
hitunglah; a. besar tegangan keluarn (ouput), b. arus pada kumparan output jika arus inputnya
6A!
7. Sebuah trafo penurun tegangan dihubungkan dengan sumber tegangan 6000 V. Jika arus
listrik yang mengalir pada kumparan primer 5A dan daya listrik pada kumparan sekunder
27000 W. Tentukan efisiesi transformator tersebut!
TATA SURYA
Tata surya kita terdir atas bintang, planet, komet, asteroid dan benda-benda langit yang
membentuk satu sistem. Semua benda-benda langit menjadi satu kesatuan dan membentuk sebuah
sistem yang sangat teratur. Sistem ini disebut tata surya.
Jadi tata surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya
dan planet-planet, meteorid, komet, serta asteroid yang mengelilingi matahari. Susunan tata surya terdiri
atas matahari, delapan planet, satelit-satelit pengiring planet, komet, asteroid, dan meteorid. Terdapat 8
planet dalam tata surya kita, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus
yang selalu beredar mengelilingi matahari.
2. Lapisan-lapisan matahari
Matahari adalah bola gas pijar yang sangat panas. Matahari terdiri atas empat lapisan, yaitu inti
matahari, fotosfer, kromosfer, dan korona.
a. Inti Matahari
Bagian dalam dari matahari, yaitu inti matahari. Pada bagian ini terjadi reaksi fusi sebagai
sumber energi matahari. Suhu pada inti matahari dapat mencapai 15000000 derajat celcius.
Energi yang dihasilkan dari reaksi fusi akan dirambatkan sampai pada lapisan yang paling luar,
yang kemudian akan terealisasi ke angkasa luar.
b. Fotosfer
Fotosfer adalah bagian permukaan matahari. Lapisan ini mengeluarkan cahaya sehingga
mampu memberikan penerangan sehari-hari. Suhu pada lapisan ini mampu mencapai lebih
kurang 16.000 derajat C dan mempunyai ketebalan sekitar 500 km.
c. Kromosfer
Kromosfer adalah lapisan di atas fotosfer dan bertindak sebagai atmosfer matahari. Kromosfer
mempunyai ketebalan 16.000 km dan suhunya mencapai lebih kurang 9.800 derajat C.
Kromosfer terlihat berbentuk gelang merah yang mengelilingi bulan pada waktu terjadi
gerhana matahari total.
d. Korona
Korona adalah lapisan luar atmosfer matahari. Suhu korona mampu mencapai lebih kurang
1.000.000 derajat C. Warnanya keabu-abuan yang dihasilkan dari adanya ionisasi pada atom-
atom akibat suhunya yang sangat tinggi. Korona tampak ketika terjadi gerhana matahari total,
karena pada saat itu hampir seluruh cahaya matahari tertutup oleh bulan. Bentuk korona,
seperti mahkota dengan warna keabu-abuan.
BULAN
Bulan adalah satelit bumi pada sistem tata surya. Jika dilihat dari permukaan bumi pada saat-
saat tertentu, Bulan merupakan benda langit yang tampak paling terang pada malam hari.
Waktu yang dibutuhkan bulan untuk satu kali berevolusi sekitar 27,3 hari; disebut kala revolusi Sideris
(satu bulan Sideris). Tetapi karena bumi juga bergerak searah gerak bulan, maka menurut pengamatn
di bumi untuk melakukan satu putaran penuh menjadi lebih panjang yaitu sekitar 29,5 hari disebut kala
revolusi sinodis (satu bulan sinodis). Satu bulan sinodis digunakan sebagai dasar penanggalan
Komariyah.
Fase-fase bulan
1. Bulan baru
Disebut sebagai bulan baru ketika posisi bulan berada di antara bumi dan matahari. Kemudian
bagian bulan yang gelap ini menghadap ke matahari. Pada fase bulan baru ini bulan tidak terlihat
dari bumi. Atau bulan dalam ke adaan gelap.
2. Bulan sabit
Bulan sabit ini terjadi satu minggu setelah terjadinya bulan baru. Bulan sabit bisa kita lihat ketika
di langit sebelah barat setelah matahari terbenam. Jadi kalau kita ingin melihat bulan sabit muncul,
bisa dimulai setelah matahari terbenam. Bulan sabit ini lama-kelamaan akan semakin melebar dan
akan membentuk separuh bulan. Atau bulannya semakin terlihat separuh.
3. Bulan separuh
Bulan separuh ini terlihat setelah beberapa hari dari bulan sabit. Kita bisa melihat bulan separuh
ini karena separuh dari permukaan bulan yang terkena sinar matahari. Jadi yang terlihat oleh kita
hanya separuhnya saja.
4. Bulan purnama
Terjadinya bulan purnama adalah ketika seluruh sisi bulan terkena cahaya matahari, sehingga
seluruh permukaan bulan bisa terlihat oleh kita yang berada di bumi. Kalau kita lihat peristiwa
bulan purnama ini sangatlah indah. Kita bisa menikmatinya ketika cuaca sedang cerah dan tentunya
pada waktu malam hari.
Terjadinya bulan purnama ini terjadi setelah bulan sabit atau pada empat belas hari setelah bulan
baru. Pada waktu ini, bulan telah berpindah pada suatu titik. Pada posisi ini, bumi terletak di antara
bulan dan matahari. Oleh karena itu, seluruh sisi bulan bisa terkena sinar matahari.
Setelah terjadi bulan purnama, maka bulan akan kembali menciut lagi menjadi bulan separuh. Dari
bulan separuh mucul lagi menjadi bulan sabit dan seterusnya menjadi bulan baru yang tidak
terlihat. Begitu indah sekali ciptaanNya kalau kita perhatikan dengan seksama. Kalau terjadi bulan
purnama, bisa kita lihat keindahannya. Sinar bulan bisa menerangi bumi yang gelap.
GERHANA MATAHARI
Pada saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam posisi sejajar, seperti terlihat dan posisi Bulan
berada di antara Matahari dan Bumi, terjadilah gerhana matahari. Bayangan bulan akan menutupi
cahaya matahari sehingga pada tempat tertentu Matahari tidak dapat dilihat karena terhalang oleh
bayangan bulan.
Gerhana matahari total terjadi
jika tempat di Bumi berada
pada daerah umbra, yaitu
seluruh cahaya matahari
tertutup Bulan. Gerhana
matahari sebagian terjadi jika
tidak seluruh bagian Bulan
menghalangi Matahari atau
Bulan hanya memasuki daerah
penumbra
GERHAN BULAN
Gerhana bulan disebabkan oleh posisi relatif Bulan, Bumi, dan Matahari. Gerhana bulan terjadi
pada saat posisi Matahari dan Bumi berada dalam garis sejajar sehingga Bulan memasuki daerah
bayangan bumi yang terbentuk akibat penyinaran Matahari. Gerhana bulan dapat berupa gerhana
bulan sebagian ataupun gerhana bulan total.
Gerhana bulan sebagian terjadi jika
tidak seluruh permukaan bulan
memasuki daerah umbra atau
Bulan hanya memasuki daerah
penumbra. Jika seluruh permukaan
bulan memasuki daerah umbra,
terjadilah gerhana bulan total.
PASANG SURUT AIR LAUT
Jika kamu tinggal di tepi pantai, mungkin kamu pernah mengamati gejala berikut. Pada saat bulan
purnama, permukaan air laut mengalami kenaikan yang disebut laut pasang. Mengapa hal tersebut dapat
terjadi? Air laut sebagai zat cair memiliki ikatan molekul yang lebih rendah dibandingkan dengan
lapisan bumi yang berupa batuan dan termasuk zat padat. Akibatnya, gaya gravitasi berpengaruh lebih
besar pada air laut daripada daratan.
Pada saat Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, gaya gravitasi bertambah menjadi 5,2 kali lebih
besar sehingga terjadi kenaikan permukaan air laut di dua bagian bumi dan di permukaan bumi lainnya
terjadi penurunan permukaan air laut. Kenaikan dan penurunan air laut karena posisi bulan terhadap
Bumi disebut pasang-surut air laut. Bulan mengelilingi Bumi satu kali dalam sehari semalam sehingga
dua daerah di permukaan bumi mengalami laut pasang dan pada saat yang bersamaan dua daerah di
permukaan bumi lainnya mengalami laut surut.
EVALUASI
1.