LABORATORIUM ASPAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Medan
No. JOB : 09
Subjek : Pengujian Aspal
Topik : Uji Angularitas
PEMERIKSAAN ANGULARITAS
AGREGAT HALUS DAN AGREGAT KASAR
A. Tujuan
Pengujian ini adalah untuk menentukan kadar rongga agregat halus dalam
keadaan lepas (tidak dipadatkan).
B. Referensi
SNI 03-6877-2002 (MetodePengujianAngularitasAgregat )
Standar ASTM C 1252-93 Standard Test Methods for Uncompacted Void
Content of Fine Aggregate (as Influenced by Particle Shape, Surface Texture,
and Grading).
C. Teori Singkat
Agregat mempunyai peranan yang sangat penting dalam prasarana transportasi,
khususnya pada konstruksi jalan. Dan dukung konstruksi perkerasan jalan sebagian
besar ditentukan oleh karakteristik agregat yang digunakan. Dengan pemilihan agregat
yang tepat dan memenuhi syarat akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan
jalan.
Maka dari itu untuk mengetahui apakah agregat itu memenuhi syarat atau tidak,
kita dapat melakukan pengujian pada agregat tersebut. Salah satunya yaitu pengujian
angularitas pada agregat. Tujuan dari pengujian angularitas agregat adalah untuk
mengetahui persen rongga pada agregat. Dalam hal ini terdapat dua jenis penguujian
angularitas, yaitu pengujian angularitas pada agregat halus dan pengujian angularias
pada agregat kasar.
D. Peralatan
a) Alat Pengujian Angularitas Agregat Halus
1. Silinder Pengukur
2. Corong
3. Penyangga Corong
4. Pelat Kaca
5. Pan
6. Timbangan
LABORATORIUM ASPAL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
Jl. Almamater No. 1 Kampus USU 20155, Medan
No. JOB : 09
Subjek : Pengujian Aspal
Topik : Uji Angularitas
b) Alat Pengujian Angularitas Agregat Halus
1. Saringan 19 mm, 12.5 mm, 9.5 mm
2. Timbangan
3. Oven
Bahan Angularitas Agregat Halus Bahan yang digunakan adalah agregat halus.
1. Bahan Angularitas Agregat Kasar Bahan yang digunakan adalah agregat kasa
1. LANGKAH KERJA
A. Persiapan Sampel
1. Persiapan Sampel Agregat Halus
Dalam hal ini, kami menggunakan cara pengujian A, berikut adalah tahap - tahap persiapan
bahan pada metode pengujianA .
Timbang dan gabung kan agregat halus yang telah dikeringkan dan disaring sesuai Metode
Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar 03-1968-1990 dengan berat
masing-masing fraksi sebagai berikut :
Toleransi berat masing-masing fraksi adalah ± 0,2 gram.
2. Persiapan Sampel Agregat Kasar
1. Agregat lolos Ø 19 mm – tahan Ø 12.5 mm ± 500 gram > cuci> Oven
2. Agregat lolos Ø 12.5 mm – tahan Ø 9.5 mm ± 500 gram > cuci> Oven
B. ProsedurPengujian
a. Prosedur Pengujian Angularitas Agregat Halus
1. Timbang berat kosong silinder pengukur ,lalu isi silinder pengukur dengan air
untuk mengetahui volume silinder.
2. Aduk setiap contoh uji dengan spatula sampai kelihatan homogen.
3. Tempatkan tabung dan corong pada penyangga dan letakkan di tengah-tengah
dudukan silinder pengukur seperti diperlihatkan pada Gambar di bawah ini.
4. Tutup lubang terkecil corong dengan kaca kecil.
5. Tuangkan contoh uji kedalam corong secara perlahan.
6. Lepaskan kaca yang menjadi penutup lubang terkecil corong sehingga contoh uji
mengalir bebas kedalam silinder pengukur.
7. Setelah corong kosong, ratakan kelebihan agregat halus dalam silinder pengukur
dengan satu lintasan menggunakan spatula dengan bilah spatula pada posisi tegak
lurus permukaan silinder pengukur tanpa tekanan. Sampai perataan selesai, harus
dihindari terjadi getaran atau gangguan yang dapat menyebabkan pemadatan dari
agregat halus dalam silinder pengukur . Setelah perataan sifinder pengukuran dapat
di ketuk-ketuk sehingga
8. Bersihkan dengan kuas butiran yang menempel di bagian luar silinder atas, dan
timbang silinder pengukur dan isinya dengan ketelitian 0,1 gram. Kumpulkan
kembali agregat halus untuk pengujian berikutnya.
9. Gabungkan kembali contoh uji dari pan dan silinder pengukur serta ulangi prosedur.
10. Rata-ratakan hasil dari dua kali pengujian.
b. Prosedur Pengujian Angularitas Agregat Kasar
1. Siapkan agregat yang telah dicuci dan kering sebagai berikut :
2. Seleksi agregat pecah yang terdapat pada benda uji, amati bidang pecah pada benda
uji secara visual mana yang memilki 1 bidang pecah atau lebih dan yang memiliki 2
bidang pec atau lebih.
3. Timbang agregat yang mempunyai bidang pecah (A)
4. Lalu ulangi cara kerja untuk sampel II
2. PERHITUNGAN
a. Perhitungan Angularitas Agregat Halus
Hitung rongga agregathalus yang tidak dipadatkan sebagai berikut:
𝐹
𝑉 − (𝐺 )
𝑈= (100%)
𝑉
dengan:
V : Volume silinder pengukur, ml
F :Berat bersih agregat halus dalam silinder pengukur, gram (berat total dikurangi
Berat silinder kosong).
G :Berat jenis balk dari agregat halus
U :Rongga agregat halus tidak dipadatkan, %
b. Perhitungan Angularitas Agregat Kasar
Perhitungan angularitas kasar dapat diketahui dengan persamaan :
𝐴
𝐴𝑛𝑔𝑢𝑙𝑎𝑟𝑖𝑡𝑎𝑠 = × 100
𝐵
Keterangan :
A = Benda uji yang memliki benda pecah
B = Berat total benda uji yang tertahan saringan