BAB 2.
TINJAUAN PUSTAKA
A. Anatomi Ankle
Ankle tersusun oleh tulang, ligamen, tendon, dan jaringan penghubung. Susunan sendi ankle
terdiri atas distal tibia,fibula, dan superior talus. Ligamen anterior talofibular sebagai
stabilizer utama untuk bagian lateral mengungkapkan bahwa sendi ankle disusun oleh tiga
ligamen ankle yakni ligamen anterior talofibular ligamen, ligamen calcaneal fibular dan
ligamen posterior talofibular. Susunan sendi ankle dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 2.1 Anatomi Ankle (Colbenson and McMahon, 2016).
Anterior talofibular ligament menahan inversi ketika plantar fleksi dan calcaneofibular
ligament ketika dorsifleksi (Pada saat dorsifleksi anterior talofibular ligament tegang
dancalcaneofibular ligament renggang, sedangkan plantarfleksi terjadi sebaliknya).
Calcaneofibular ligament lebih tebal secara struktur, lebih kuat dibandingkan anterior
talofibular ligament, dan berfungsi pula untuk mencegah adduksi pada posisi netral dan
posisi dorsifleksi. Selain itu, karena calcaneofibular ligament terbentang dari lateral
ankle joint sampai subtalar joint, ligamen ini berkontribusi terhadap stabilitas untuk sendi
ankle dan subtalar. Posterior talofibular ligament merupakan ligamen yang paling kuat
diantara ketiga ligamen di [Link] ini mengalami tekanan paling kuat ketika
dorsifleksi dan berfungsi membatasi posterior talar displacement dalam mortise dan rotasi
eksterna dari talus. Apabila terdapat disrupsi pada anterior talofibular ligament dan
calcaneofibular ligament, posterior talofibular ligament berfungsi membatasi rotasi interna
dan aduksi pergelangan kaki ketika dorsifleksi.
1. Innervasi, Otot dan Pergerakan Sendi Pergelangan Kaki
Persarafan pergelangan kaki berasal dari plexus lumbalis dan plexus sacralis.
Persarafan otot yang berfungsi mengontrol pergerakan pergelangan kaki berasal dari n.
tibialis, n. fibularis profundus dan n. fibularis superficialis. Sedangkan saraf sensorisnya
berasal dari n. suralis dan n. saphenus. Selain ligamentum, otot juga memiliki peranan
dalam menjaga stabilitas sendi.
Pada pergelangan kaki, m. fibularis longus dan m. fibularis brevis berfungsi mengontrol
gerakan supinasi dan menjaga dari timbulnya sprain pada pergelangan kaki. Selain
kedua otot tersebut, otot pada bagian anterior tungkai bawah seperti m. tibialis anterior,
m. extensor digitorum longus, m. extensor digitorum brevis dan m. fibularis tertius juga
berperan mencegah terjadinya sprain dengan berkontraksi saat terjadi gerakan supinasi,
sehingga otot dapat memperlambat gerakan plantar- fleksi pada gerakan supinasi dan
cedera dapat dihindari. Berikut ini beberapa dari penjabaran otot yang fungsinya
berkaitan dengan pergerakan sendi pergelangan kaki:
a. m. tibialis anterior
Terletak sepanjang permukaan anterior tibia dari condylus lateralis hingga bagian
medial dari bagian tarsometatarsal. Setelah sampai duapertiganya otot ini
merupakan tendo. Origonya berada pada tibia dan membrana interossea, sedangkan
insersionya berada pada [Link] I. Otot ini dipersarafi oleh n. fibularis
profundus dan berfungsi melakukan dorsofleksi dan supinasi kaki.
b. m. extensor digitorum longus
Terletak disebelah lateral m. tibialis anterior pada bagian proximalnya dan m.
extensor hallucis longus di bagian distal. Origonya pada tibia dan membrana
interossea, berinsersio pada phalanx medial dan distal digitorum II-V, dipersarafi
oleh n. fibularis profundus. Fungsinya untuk dorsofleksi dan abduksi.
c. m. extensor hallucis longus
Bagian proximalnya terletak dibawah m. tibialis anterior dan m. extensor digitorum
longus, lalu pada bagian tengahnya berada di antara kedua otot tersebut hingga
akhirnya pada bagian distal terletak di superfisial. Berorigo pada fibula dan
membrana interossea, berinsersio pada phalanx distalis digiti I. Dipersarafi oleh n.
fibularis posterior dan berfungsi untuk dorsofleksi.