PERCOBAAN PETAK TERBAGI
(SPLIT PLOT DESIGN)
Rancangan Petak Terbagi (RPT) adalah rancangan percobaan yang menggunakan
dua faktor yang menitikberatkan pada penyelidikan terhadap pengaruh utama salah
satu faktor dan interaksi dari kedua faktor yang dianggap lebih penting untuk diteliti
daripada pengaruh dari faktor yang lain. Oleh karena itu, dalam Rancangan Petak
Terpisah terdapat petak-petak yang terbagi menjadi :
1. Petak utama (main plot)
2. Anak petak (sub plot)
“Faktor yang dianggap lebih penting diterapkan pada anak petak dan faktor yang lain
diterapkan pada petak utama”
Alasan menggunkan split plot design yaitu:
1 faktor lebih dipentingkan dari factor yang lain
Lebih mudah untuk dilakukan
Pengacakan dan Tata Letak
1. Tempat percobaan dibagi ke dalam blok, banyaknya blok = banyaknya
ulangan. Pembagian blok sesuai dengan prinsip pengawasan setempat (local
control). Setiap blok dibagi menjadi petak utama (PU). Banyaknya PU dalam
tiap blok sama, misalnya n jenis pengolahan tanah . Penempatan perlakuan
ke dalam PU dilakukan secara acak, dan diberi kode sesuai dengan perlakuan
yang diberikan. Dalam hal ini jenis pengolahan tanah diberi kode huruf T (T0
= tanpa olah tanah, T1 = dibajak sapi, T2 = Hand traktor), seperti pada denah
berikut
2. Bagilah PU ke dalam anak petak (AP). Banyaknya AP dalam setiap PU sama
dengan banyaknya perlakuan anak petak. Penempatan ke dalam PU dilakukan
secara acak, dan diberi kode sesuai dengan perlakuan yang diberikan,
misalnya V (Varietas sebagai anak petak) untuk varietas kedelai (V1 =
Slamet; V2 = Wilis; V3 = Lokon; V4 = Orba),.
3. Dengan system pengacakan diatas, Rancangan Petak Terbagi ini sering
digunakan dengan alasan kemudahan pelaksanaan di lapangan, sebagai contoh
:Penelitian Irigasi
• Penelitian Olah Tanah
• Penelitian Hidroponik
Keterangan :
I = Kelompok 1 T0 = tanpa olah tanah VI = Slamet
II = Kelompok 2 TI = tanah dibajak sapi V2 = Wilis
III = Kelompok 3 T2 = tanah dibajak tractor V3 = Lokon
V4 = Orba
Model Rancangan
Keterangan:
𝒀𝒊𝒋 = Pengamatan pada satuan percobaan ke-k yang memperoleh
kombinasi perlakuan taraf ke-i dai factor A dan taraf ke-j
dari factor B
μ = nilai rata-rata yang sesungguhnya (rata – rata populasi)
𝝆𝒌 = pengaruh aditif dari kelompok ke-k
𝜶𝒊 = pengaruh aditif taraf ke-I dari factor A
𝜷𝒋 = pengaruh aditif taraf ke-j dari factor B
(𝜶𝜷)𝒊𝒋 = pengaruh aditif taraf ke-I dari factor A dan pengaruh aditif
taraf ke-j dari factor B
𝒀𝒊𝒌 = pengaruh acak dari petak utama,, yang muncul pada taraf ke-
I dari factor A dalam kelompok ke-k. sering disebut galat
petak utama
𝜺𝒊𝒋𝒌 = pengaruh acak dari satuan percobaan ke-k yang memperoleh
kombinasi perlakuan ij. Sering disebut galat anak petak.
Contoh :
Suatu percobaan tentang respons empat varietas kedelai (V1, V2, V3, dan V4) pada
tiga jenis pengolahan lahan yaitu tanpa olah tanah (T0), Bajak sapi (T1), dan Hand
traktor (T2) terhadap hasil biji kering (ton/ha). Percobaan ini menggunakan rancangan
lingkungan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Berikut data
pengamatan hasil biji kering dalam satuan ton per hektar (ton/ha):
Untuk memudahkan menghitung analisis ragamnya, kita buat tabel tersendiri untuk
petak utama sebagai berikut :
Kemudian anda buat lagi tabel tersendiri untuk data anak petak sebagai berikut :
Kemudian anda tentukan nilai-nilai derajad bebas (db) untuk masing-masing sumber
keragaman seperti berikut ini :
• db Kelompok (ulangan/ blok) = 3 – 1 = 2
• db Pengolahan tanah (T) = 3 – 1 = 2
• db Galat (a) = db kelompok x db pengolahan tanah = 2 x 2 = 4
• db Varietas = 4 – 1 = 3
• db Interaksi Pengolahan tanah x Varietas = db Pengolahan tanah x db Varietas
=2x3=6
• db Galat(b)=(db Varietas + db Pengolahan tanah x varietas) x db Kelompok
=(3+6) x 2 = 18
• db total = (r x a x b) - 1 = (3 x 3 x 4) – 1 = 35
Tabel Analisis Varian
Kesimpulan :
1. Terdapat Pengaruh Interaksi (TxV), Karena Fhitung 16.5619 > 3.66
2. Uji Lanjut/kesimpulan menggunakan pengaruh Sederhana (simple effect) >>>>
dengan LSD atau DMRT.