LAPORAN KASUS
PIODERMA
Oleh : Gylang Adi Prakoso
Pembimbing : dr. Ayu Nur Ain H., Sp. KK
I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Anak E
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 10 tahun
Alamat : Kalisapu RT 03 RW 04 Kecamatan Slawi, Tegal
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar
Pendidikan : SD
Status Pernikahan : belum menikah
Suku Bangsa : Jawa
II. ANAMNESIS
Anamnesis dengan pasien dan ibu pasien dilakukan pada hari Rabu, tanggal 18
Desember 2019 pukul 11.00 WIB di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD DR. Soeselo
Slawi.
Keluhan Utama
Koreng di kedua kaki.
Riwayat Penyakit Sekarang
Seorang Perempuan usia 10 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin diantar
oleh ibunya dengan keluhan koreng di kulit. Keluhan koreng muncul sejak satu bulan yang
lalu, koreng berlokasi di kedua kaki, pasien mengaku tidak ada di tampat lain. Keluhan
koreng dikulit awalnya sedikit kemudian menjadi banyak. Pasien mengaku koreng di kulit
gatal sepanjang hari sehingga pasien suka menggaruk-garuk. Menurut ibunya awal
munculnya adalah adalah benjolan benjolan kecil berisi nanah, yang semakin lama semakin
1
besar dan pecah menjadi kering bernanah kuning dan darah berwarna merah hitam. Pasien
mengaku sudah menghabiskan obat dari dokter dan belum sembuh.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien memiliki riwayat penyakit eksim ketika umur 1,5 tahun di tangan. Tidak ada
riwayat asma, bersin-bersin di pagi hari, dan alergi lainnya baik makanan maupun obat-
obatan.
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada riwayat penyakit yang sama pada keluarga. Tidak ada riwayat asma,
eksim, bersin-bersin di pagi hari, dan alergi lainnya baik makanan maupun obat-obatan.
Riwayat Pengobatan
Pasien sudah mengkonsumsi obat sampai habis yang diberikan dari dokter umum
keluhan membaik namun belum sembuh.
Riwaya Kebiasaan
Pasien mandi 2 kali sehari dengan sabun, memakai handuk hingga kering dan air
di rumah menggunakan air pam. Pakaian ganti setiap hari, sprei tempat tidur di jemur 1
minggu sekali. Sehari-hari pasien sekolah di SD dekat rumah.
Riwayat Lingkungan Rumah
Pasien tinggal di rumah dengan kedua orang tuanya dan adik. Di dalam rumah
cahaya matahari dapat masuk, dan ventilasi udara baik, dan lantai sudah berkeramik.
Keluarga dan teman teman tidak ada yang mengluhkan yang sama dengan pasien.
III. PEMERIKSAAN FISIK
A. Status Generalis
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis
Tanda vital :
a. Tekanan darah : Tidak dilakukan
b. Nadi : Tidak dilakukan
c. Suhu : Tidak dilakukan
d. Pernafasan : Tidak dilakukan
Kepala : Rambut hitam dan putih, tidak ada kelainan kulit kepala
Mata : Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, alis
2
mata hitam.
Telinga : Normotia, tidak ada kelainan kulit
Hidung : Normal, deviasi (-), sekret (-), tidak ada kelainan kulit
Mulut : Bibir tidak pucat, tidak ada kelainan kulit
Thorax : Tidak terdapat kelainan kulit
Abdomen : Tidak terdapat kelainan kulit.
Genitalia : Tidak diperiksa
Punggung : Tidak terdapat kelainan kulit.
Ekstremitas atas : Akral hangat, tidak ada edema, tidak sianosis,
Ekstremitas bawah : Akral hangat, tidak ada edema, tidak sianosis, terdapat kelainan
kulit sesuai dengan status dermatologis.
B. Status Dermatologikus
1. Distribusi : Regional
Ad region : cruris dextra et sinistra
Lesi : lesi multiple berbentuk benjolan, ukuran 4x2cm, batas tegas,
konsistensi padat, kering, eritema dan ungu disekitar lesi.
Efloresensi : ulkus dangkal, krusta purulenta, krusta sanguilenta, papul
eritematosa, skuama eksfoliatif, pustul.
3
IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dilakukan pada paisen ini.
V. RESUME
Seorang Perempuan usia 10 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin diantar
oleh ibunya dengan keluhan koreng di kulit. Keluhan koreng muncul sejak satu bulan yang
lalu, koreng berlokasi di kedua kaki, pasien mengaku tidak ada di tampat lain. Keluhan
koreng dikulit dirasakan semakin hari semakin besar dan bertambaht. Pasien mengaku
koreng dikulit gatal sepanjang hari sehingga pasien suka menggaruk-garuk koreng.
Menurut ibunya awal munculnya adalah adalah benjolan benjolan kecil berisi nanah, yang
semakin lama semakin besar dan pecah menjadi kering bernanah kuning dan darah
berwarna merah hitam. Pasien mengaku sudah menghabiskan obat dari dokter dan belum
sembuh.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan pada kaki kanan dan kiri ditemukan lesi
berdistribusi regional, lesi multiple berbentuk benjolan, ukuran 4x2cm, batas tegas,
konsistensi padat, kering, eritema dan ungu disekitar lesi. Ujud kelainan kulit berupa ulkus
dangkal, krusta purulenta, krusta sanguilenta, papul eritematosa, skuama eksfoliatif, pustul.
VI. DIAGNOSIS BANDING
Ektima
Impetigo nonbulosa
Impetigo bulosa
4
VII. DIAGNOSIS KERJA
Ektima
VIII. USULAN PEMERIKSAAN
Usulan pemeriksaan penunjang dilakukan untuk menyingkirkan diagnosis banding:
1. Pemeriksaan gram
2. Pemeriksaan kultur
IX. PENATALAKSANAAN
1. Non medikamentosa
a. Menjelaskan kepada pasien tentang penyakit dan penatalaksanaan
b. Menjaga kebersihan diri, cuci tangan dengan sabun, mandi dengan sabun
c. Mencegah garukan dan gosokan
d. Makan tinggi protein dan tinggi kalori
2. Medikamentosa
a. Sistemik
Amoxicilin clavulanat 250mg/125mg 3x1
b. Topical
Mupirocin krim 2% dioleskan tipis 3-4x/hari pada lesi
X. KOMPLIKASI
- Skar
- Jarang: Sepsis, osteomielitis, artritis, endokarditis, GNAPS ,selulitis, toxic shock
syndrome, Staphylococcal scalded skin syndrome,
XI. PROGNOSIS
- Quo ad vitam : Ad bonam
- Quo ad fungtionam : Ad bonam
- Quo ad sanationam : Ad bonam
- Quo ad kosmetikum : Ad bonam