0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan7 halaman

Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA

Dokumen tersebut membahas mengenai penyuluhan dan deteksi dini kanker serviks dengan tes IVA di Puskesmas Kota Utara. Tes IVA dilakukan pada 35 peserta untuk mendeteksi kanker serviks pada wanita usia subur. Hasilnya mayoritas negatif (83%), radang (14%), erosi (3%), dan tidak ditemukan kasus positif.

Diunggah oleh

Iyunn Mohamadd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan7 halaman

Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA

Dokumen tersebut membahas mengenai penyuluhan dan deteksi dini kanker serviks dengan tes IVA di Puskesmas Kota Utara. Tes IVA dilakukan pada 35 peserta untuk mendeteksi kanker serviks pada wanita usia subur. Hasilnya mayoritas negatif (83%), radang (14%), erosi (3%), dan tidak ditemukan kasus positif.

Diunggah oleh

Iyunn Mohamadd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENYULUHAN DAN DETEKSI DINI KAKER SERVIKS DENGAN IVA TES DI

PUSKESMAS KOTA UTARA

dr. Isnawaty Mohamad (Dokter Internsip Puskesmas Kota Utara)


dr. Yeni Utiarahman (Dokter Umum Puskesmas Kota Utara)
Dinas Kesehatan Kota Gorontalo
ABSTRACT

Insiden kanker serviks di Indonesia terus meningkat dan mayoritas penderitanya baru
terdeteksi pada stadium lanjut. Promosi kesehatan dan deteksi dini menjadi prioritas untuk
mencegah dan menangani penyakit ini. Salah satu cara yang praktis dan murah untuk mencegah
terjadinya kanker serviks adalah melalui tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Adapun tujuan
dari diadakannya kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai kanker
serviks dan mendeteksi dini penyakit kanker serviks. Design penelitian ini ada penelitian
kuantitatif dan kualitatif. Kegiatan pemeriksaan IVA dilakukan pada bulan November - Desember
2019 yang diikuti oleh 35 peserta yang tujuannya untuk deteksi dini kanker serviks terutama untuk
perempuan usia subur (produktif) yang sudah menikah di Puskesmas Kota Utara. Dari hasil
kegiatan diperoleh data mayoritas hasil IVA Test WUS adalah negatif (83%), radang (14 %), erosi (3%)
dan positif (0 %).

Keyword: Penyuluhan, Kanker Serviks, Tes Iva


PENDAHULUAAN

Kanker serviks yang menyerang Kanker serviks merupakan salah satu


daerah leher rahim merupakan penyebab masalah utama kesehatan reproduksi pada
kematian tertinggi kedua pada wanita di perempuan di Indonesia. Menurut data dari
dunia setelah penyakit kanker payudara Kementerian Kesehatan Republik
dan merupakan penyebab utama kematian Indonesia (Kemenkes RI) pada tahun
wanita di negara berkembang. Data dari 2013, kejadian kanker serviks di Indonesia
Global Burden Cancer (GLOBOCAN), sebesar 0,8%. Sedangkan di Gorontalo
International Agency for Research on DINKES mencatat di tahun 2017 ada 98
Cancer (IARC) menunjukkan pada tahun wanita usia 30 – 50 tahun positif IVA, jumlah
2012 insidens kanker serviks di seluruh ini bisa bertambah jika cakupan IVA tes yang
dunia sebesar 16 per 100.000 penduduk. dilakukan berjalan optimal. Pasalnya, di
Berdasarkan data dari World tahun 2017 sasaran perempuan Gorontalo
Health Organization (WHO) pada tahun sebanyak 173.604 orang, progress cakupan
2014 terdapat lebih dari 528.000 kasus iva tes hanya mencapai 5% (2.572
baru dan 266.000 kasus kematian di perempuan Gorontalo) dari target 30%
seluruh dunia akibat kanker serviks pada (52.082 perempuan) usia 30 – 50 tahun. Di
wanita dengan usia 15-44 tahun. Puskesmas Kota Utara pada tahun 2019
jumlah total WUS yang melakukan 5% akan merespon lebih cepat daripada
pemeriksaan tes IVA sebanyak 490 orang larutan 3%. Efek akan menghilang sekitar 50-
dan diantaranya 256 orang perempuan usia 60 detik sehingga dengan pemberian asam
30-50 tahun. asetat akan didapat hasil gambaran serviks
yang normal (merah homogen) dan bercak
Salah satu penyebab utama tingginya angka
putih (displasia). Berdasarkan hasil
kejadian kanker serviks disebabkan oleh
wawancara dengan beberapa wanita usia
kesadaran perempuan yang sudah menikah
subur (ibu) yang berada di Kelurahan
masih rendah untuk melakukan skrinng
wongkaditi didapatkan informasi bahwa
kanker serviks baik dengan IVA maupun
sebagian besar wanita usia subur (ibu) tidak
paps smear. Setiap perempuan yang telah
mengetahui tentang kanker serviks, belum
melakukan hubungan seksual mempunyai
pernah mendengar tentang IVA (Inspeksi
risiko menderita kanker serviks. Sehingga
Visual Asam Asetat) tes, tidak pernah
diperlukan pemeriksaan skrining secara
melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi
berkala. Bila penyakit kanker diketahui
kanker serviks hal ini disebabkan karena
dalam stadium lanjut, maka akan semakin
kurangnya kesadaran ibu untuk melakukan
rendah harapan untuk dapat sembuh. Selain
pemeriksaaan kesehatan yang dipengaruhi
itu perawatan dan pengobatan juga
oleh kurangnya informasi yang didapatkan
memerlukan waktu yang lama.
oleh ibu baik tentang bahaya kanker serviks
Upaya pengendalian kanker, dapat dilakukan dan cara mendeteksi dini kanker serviks.
melalui pencegahan faktor risiko, deteksi
Dari beberapa masalah di atas, maka kegiatan
dini, surveilans epidemilogi, dan penyebaran
ini dilakukan dengan tujuan untuk
informasi. Pencegahan kanker serviks serta
meningkatkan pengetahuan masyarakat
monitoring lesi pra kanker adalah melalui tes
tentang kanker serviks dan IVA serta
Pap smear, metode pemeriksaan lain yang
membantu masyarakat untuk melakukan
lebih sederhana adalah Inspeksi Visual
screening kanker serviks dengan melakukan
dengan Asam asetat (IVA) yang cukup
tes pemeriksaan IVA.
terjangkau harganya.
TINJAUAN PUSTAKA
Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam
Asetat) tes merupakan alternatif skrining Kanker Serviks
untuk kanker serviks. Tes sangat mudah dan
Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah
praktis dilaksanakan, sehingga tenaga
tumor ganas yang tumbuh di dalam leher
kesehatan non dokter ginekologi, bidan
rahim atau serviks (bagian terendah dari
praktek bisa melakukannya. Prosedur
rahim yang menempel pada puncak
pemeriksaannya sangat sederhana,
vagina).Penyakit ini disebabkan oleh virus
permukaan serviks/leher rahim diolesi
Human Papiloma Virus (HPV).
dengan asam asetat, akan tampak bercak-
bercak putih pada permukaan serviks yang Diagnosis ditegakkan atas dasar anamnesis,
tidak normal. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan klinik..
Dibutuhkan waktu satu sampai dua menit Temuan hasil anamnesis biasanya pada
untuk dapat melihat perubahan pada jaringan kanker serviks sangat tidak khas pada
epitel. Serviks yang diberi larutan asam asetat stadium dini. Gejala yang paling umum fluos
dengan sedikit darah, perdarahan postkoital a. Setiap perempuan yang berusia antara
atau perdarahan pervaginam yang disangka 25-35 tahun yang sudah pernah
sebagai perpanjangan waktu haid terkadang melakukan hubungan seksual,
nampak pada stadium tersebut. Tanda-tanda b. Perempuan yang mengalami perdarahan
yang lebih khas untuk kanker serviks, baik abnormal pervaginam, perdarahan pasca
berupa perdarahan yang hebat (terutama sanggama atau perdarahan pasca
dalam bentuk eksofilik), fluor albus yang menopause atau mengalami tanda dan
berbau dan rasa sakit yang sangat hebat akan gejala abnormal lainnya.
muncul pada stadium lanjut, dan dapat c. Untuk perempuan usia 25-49 tahun, bila
berkembang menjadi nyeri pinggang atau sumber daya memungkinkan, skrining
perut bagian bawah karena desakan tumor di hendaknya dilakukan 3 tahun sekali.
daerah pelvik ke arah lateral sampai obstruksi d. Bila skrining hanya mungkin dilakukan
ureter, bahkan sampai oligo atau anuria. 1 kali seumur hidup maka sebaiknya
Gejala lanjutan bisa terjadi sesuai dengan dilakukan pada perempuan antara usia
infiltrasi tumor ke organ yang terkena, 35-45 tahun.
misalnya: fistula vesikovaginal, fistula e. Untuk perempuan dengan usia diatas
rektovaginal, edema tungkai. 50 tahun, cukup dilakukan 5 tahun
sekali
Pada pemeriksaan fisik, serviks dapat teraba
f. Bila 2 kali berturut-turut hasil
membesar, ireguler, teraba lunak, terlihat lesi
skrining sebelumnya negatif,
pada porsio atau sudah sampai vagina bila
perempuan usia diatas 65 tahun, tidak
tumor tumbuh eksofitik. Pemeriksaan in
perlu menjalani skrining.
spekulo biasanya ditemukan adanya portio
ulseratif, fluor albus, munculnya darah jika Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)
lesi tersentuh (lesi rapuh), serta terdapat Pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan
gambaran seperti bunga kol pada stadium skrining kanker serviks dengan cara inspeksi
lanjut. Pemeriksaan bimanual ditemukan visual pada serviks dengan aplikasi asam
adanya fluor albus, massa benjolan ataupun asetat (IVA). Dengan metode inspeksi visual
erosi ataupun ulkus pada portio uteri. Selain yang lebih mudah, lebih sederhana, maka
itu juga dapat dilakukan beberapa skrining dapat dilakukan dengan cakupan
pemeriksaan yang merupakan deteksi dini lebih luas. Prinsip metode IVA adalah
kanker serviks. Diagnosis harus dipastikan melihat perubahan warna menjadi putih
dengan pemeriksaan histologi dan jaringan (acetowhite) pada lesi prakanker jaringan
yang diperoleh dari biopsi. ektoserviks rahim yang diolesi larutan asam
Deteksi dini kanker serviks meliputi program asetoasetat (asam cuka). Bila ditemukan lesi
skirining yang terorganisasi dengan sasaran makroskopis yang dicurigai kanker,
perempuan kelompok usia tertentu, WHO pengolesan asam asetat tidak dilakukan
mengindikasikan skrining dilakukan pada namun segera dirujuk ke sarana yang lebih
kelompok berikut : lengkap. Perempuan yang sudah menopause
tidak direkomendasikan menjalani skrining
dengan metode IVA karena zona transisional
leher rahim pada kelompok ini biasanya (NIS-1) menunjukkan lesi putih pucat
berada pada Endoserviks rahim dalam yang bisa berbatasan dengan
kanalis servikalis sehingga tidak bisa dilihat sambungan skuamokolumnar. Lesi
dengan inspeksi spekulum. yang lebih parah (NIS 2-3 seterusnya)
menunjukkan lesi putih tebal dengan
Syarat ikut IVA TEST :
batas yang tegas, dimana salah satu
a. Sudah pernah melakukan tepinya selalu berbatasan dengan
hubungan seksual sambungan skuamokolumnar (SSK).
b. Tidak sedang dating bulan/haid
Kategori Temuan IVA :
c. Tidak sedang hamil
d. 24 jam sebelumnya tidak a. Normal : licin,
melakukan hubungan seksual merah muda, bentuk porsio normal
Untuk melaksanakan skrining dengan b. Infeksi :
metode IVA, dibutuhkan tempat dan servisitis banyak fluor ektropion
alat: polip
c. Positif IVA : plak
a. Ruangan tertutup, karena pasien
putih epitel acetowhite (bercak
diperiksa dengan posisi litotomi.
putih)
b. Meja/tempat tidur periksa yang
d. Kanker leher Rahim :
memungkinkan pasien berada
seperti bunga kol pertumbuhan
pada posisilitotomi.
mudah berdarah
c. Terdapat sumber cahaya untuk
melihat servik.
METODE
d. Spekulum vagina
e. Asam asetat (3-5%) Penelitiaan ini menggunakan metode
f. Swab-lidi berkapas deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang
g. Sarung tangan dilakukan di Puskesmas Kota Utara pada
Perempuan yang akan diskrining bulan September – Desember 2019. Subjek
berada dalam posisi litotomi, kemudian penelitian adalah WUS yang sudah menikah.
dengan spekulum dan penerangan yang Subjek Penelitian diperoleh menggunakan
cukup, dilakukan inspeksi terhadap teknik accidental sampling. Melalui teknik
tersebut, didapatkan 35 responden. Adapun
kondisi serviksnya. Setiap abnormalitas
kriteria sampel dalam penelitian ini adalah:
yang ditemukan, dicatat. Kemudian
Kriteria inklusi: Menikah dan bersedia
serviks dioles dengan larutan asam
menjadi responden. Sedangkan kriteria
asetat 3-5% dan didiamkan selama ekslusi: pernah melakukan Pap Smear atau
kurang lebih 1-2 menit. Setelah itu IVA dalam setahun terakhir, sedang
dilihat hasilnya. Serviks yang normal menstruasi, sedang hamil, melakukan
akan tetap berwarna merah muda, hubungan suami istri dalam 2 x 24 jam.
sementara hasil positif bila ditemukan
area plak atau ulkus yang berwarna
putih. Lesi prakanker ringan/jinak
Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk Wirausaha 2 6
penyuluhan kesehatan, konseling dan IRT 22 63
melakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi 4 Umur Pertama
Visual Asam Asetat). Pelaksanaan kegiatan Menikah
15-20 14 40
penyuluhan dilakukan berkeliling kerumah –
21-30 15 43
rumah warga dan di lakukan di poli umum 31-35 5 15
maupun di poli APRAS, dan pelaksanaan 36-40 1 2
pemeriksaan IVA di lakukan di Poli KIA.
Kegiatan mini project ini dilaksanakan
dengan beberapa tahapan. Tahap pertama Tabel 1. Karakteristik Subjek Penelitian
dilakukan dengan pendekatan kepada sasaran
(WUS yang sudah pernah melakukan Berdasarkan tabel 1 diperoleh data
hubungan suami istri). Tahap kedua mayoritas WUS berusia 36-45 tahun
menyarankan peserta untuk melakukan (43%), pendidikan terakhir SMA (43%),
registrasi di meja yang sudah disediakan, pekerjaan terbanyak IRT (63%) menikah
kemudian dilakukan wawancara apakah pertama kali umur 21 - 30
(43%).
respondan mengetahui tentang kanker
serviks dan tes IVA kemudian dibagikan
leaflet dan mendengarkan penyuluhan 2. Riwayat penggunaan alat
tentang IVA tes dan tanya jawab. Tahap kontrasepsi
ketiga memberikan konseling kepada mitra Riwayat
No Responden
terkait permasalahan kanker serviks dan penggunaan alat
F %
pemeriksaan IVA. Tahap keempat adalah kotrasespsi
melakukan pemeriksaan IVA yang dilakukan 1 Tidak pernah 9 26
oleh bidan. 2 Pil 4 11
HASIL DAN PEMBAHASAN 3 Suntik 15 43
4 Spiral 5 14
1. Karakteristik Subjek Penelitian Implant 2 6
5
No Karakteristik Responden
Umum Responden F %
Tabel 2. Riwayat Penggunaan Alat
1 Usia
15 - 35 tahun 14 40 Kontrasepsi
36 - 45 tahun 15 43 Berdasarkan Tabel 2 diperoleh data
46 - 60 tahun 6 17
2 Pendidikan mayoritas WUS memakai alat kontrasepsi
Tamat SD 5 14 berupa suntik sebanyak 43 %. Pemberian
Tamat SMP 2 6 kontrasepsi hormonal dapat menyebabkan
Tamat SMA 15 43 hipersekresi kelenjar endoservikal serta
Perguruan Tinggi 13 37 proliferasi kelanjar endoservikal. Keadaan ini
3 Pekerjaan terutama disebabkan oleh komponen
PNS 6 17
gestagen yang terdapat didalam kontrasepsi
Karyawan 5 14
hormonal. Selain itu gestagen juga Tidak 34 97
menyebabkan metaplasia dan displasia epitel 8 Haid/perdarahan
portio dan selaput lendir dari endoserviks. tidak teratur
Terdapat informasi bahwa kejadian kanker Ya 1 3
Tidak 34 97
serviks termasuk stadium prakankernya
sedikit meningkat di bawah
pengaruh kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi
hormonal meningkatkan risiko kanker
Tabel 3. Riwayat Obstetri
serviks bagi wanita dengan HPV. Diduga
gestagen memicu efek karsinogenik dari Berdasarkan tabel 3 diperoleh data
HPV. riwayat obstetri mayoritas WUS
melahirkan 3 kali (34%), tidak pernah
3. Riwayat Obstetri
periksa (100%), tidak ada keluhan
No Karakteristik Umum Responden
kandungan (63%) tidak banyak keputihan
Responden F % (83%), tidak ada sakit dibawah perut/
1 Jumlah Melahirkan panggul (89%), tidak ada perdarahan saat
0 1 3 bersenggama (97%) , tidak nyeri saat
1 3 9 bersenggama (97%) dan tidak
2 7 20
mengalami haid tidak teratur (97%).
3 12 34
4 9 25 4. Hasil IVA Tes
5 3 9 Hasil tes IVA Responden
2 Pernah Periksa F %
Ya 0 0
Negatif 29 83
Tidak 100 100
Radang 5 14
Keluhan
3 Kandungan Erosi 1 3
Ya 13 37 Positif 0 0
Tidak 22 63
4 Keluhan sering
Tabel 4. Hasil Tes IVA
keputihan
Ya 6 17 Berdasarkan tabel 4 diperoleh data
Tidak 29 83 mayoritas hasil IVA Test WUS adalah
5 Sakit perut bawah / negatif (83%),radang (14 %), erosi (3%) dan
panggul positif (0 %). WUS yang mengalami peradangan
Ya 4 11 dan erosi pada serviks di lakukan pengobatan.
Tidak 31 89
6 Perdarahan bila KESIMPULAN
bersenggama
Ya 1 3 Mini projeck ini dilakukan di Puskesmas
Tidak 34 97 Kota Utara pada bulan September-desember
7 Nyeri saat 2019, dengan jumlah responden sebanyak 35
Bersenggama orang. Responden yang melakukan
Ya 1 3 pemeriksaan tes IVA adalah WUS yang
sudah pernah melakukan hubungan suami DAFTAR PUSTAKA
istri. Dari hasil pemeriksaan didapatkan 1. GLOBOCAN, Estimated Cancer Incidence,
semua respoden tes IVA negative tetapi ada Mortality and Prevalence Worldwide In 2012
sebanyak 5 orang yang mengalami International Agency For Research On
peradangan pada serviks dan 1 orang [Link]://[Link]/Pages/fact_sh
eets_cancer.aspx.2012. Diakses tgl 07
mengalami erosi.
Desember 2019.
SARAN
2. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak
Menular Kementerian Kesehatan RI. (2015).
Untuk Masyarakat sebagai berikut: Panduan Program Nasional Gerakan
Pencegahan dan Deteksi
Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker
1. WUS yang berada disekitar wilayah Payudara,
3. Kemenkes RI. (2015). Infodatin “Situasi
Puskesmas Kota Utara dapat meningkat Penyakit Kanker”. Pusat Data dan Informasi
motivasi, kesadaran dan keikutsertaannya Kemenkes RI
dalam melakukan pemeriksaan IvA 4. WHO. (2018). Cervical Cancer.
tes sebagai deteksi terjadinya kanker [Link]
leher rahim secara dini sehingga dapat osisscreening/cervicalcancer/en//
5. Baziad, Ali. 2008. Kontrasepsi Hormonal.
dilakukan penanganan yang lebih awal Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono
dan tepat saat ada kejadian kanker leher Prawirohardjo.
rahim. 6. Aziz M. F., (2006). Buku Acuan Nasional
2. WUS yang sudah mendapatkan Onkologi Ginekologi. Jakarta: Yayasan Bina
penyuluhan pemeriksaan tes IVA PustakaSarwono Prawirohardjo. 112: 274;
2006
dapat menyampaikan pengetahuan 7. Juandai.D.,Kesuma.H.,(2015).Pemeriksaan
dan pengalamannya kepada WUS lain Metode IVA (Inspeksi Visual Asam
sehingga dapat menambah motivasi dalam Asetat) untuk Pencegahan Kanker
pemeriksaan Tes IVA. [Link]: Jurnal Kedokteran dan
Kesehatan, Volume2, No. 2, April 2015:
169-174
Saran untuk petugas Puskesmas 8. Depkes, RI. 2008. Skrining Kanker Leher
Rahim dengan Metode Inspeksi Visual
1. Di himbau agar petugas puskesmas dengan Asam Asetat (IVA). Health
membuat leaflet, poster untuk di bagikan Technology Assesment Indonesia.
kepada para kader dan masyarakat. 9. Stark. A; Gregoire. L; Pilarski. R;
Zarbo.A;Gaba.A,andWayneD,Lancaster.
2. Di himbau agar petugas puskesmas 2008. Human Papilomavirus,
memberikan pelatihan atau penyuluhan Cervical Cancer and Womens
kepada para kader agar para kader lebih [Link].32(1):15-22; 10
mengerti tentang kanker serviks dan IVA April 2008
tes.

Anda mungkin juga menyukai