100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
206 tayangan36 halaman

Panduan Lengkap Membuat PivotTable Excel

Tulisan ini memberikan tutorial singkat tentang cara membuat laporan yang powerful menggunakan fitur PivotTable di Excel. PivotTable dapat digunakan untuk merangkum dan menganalisis data besar dalam waktu singkat serta memanipulasi layout datanya sesuai kebutuhan pengguna."

Diunggah oleh

Dzakwan Project
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
206 tayangan36 halaman

Panduan Lengkap Membuat PivotTable Excel

Tulisan ini memberikan tutorial singkat tentang cara membuat laporan yang powerful menggunakan fitur PivotTable di Excel. PivotTable dapat digunakan untuk merangkum dan menganalisis data besar dalam waktu singkat serta memanipulasi layout datanya sesuai kebutuhan pengguna."

Diunggah oleh

Dzakwan Project
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tutorial PivotTable untuk

Membuat Laporan Yang


Powerful
April 9, 2016 by Untung Kasirin
Belajar Akuntansi & Pembukuan Bisnis UKM.
Pelajari Sekarang »
Tutorial PivotTable
PivotTable adalah salah satu fitur Excel
untuk merangkum, menganalisa, mengeksplorasi dan mempresentasikan dat
a.
PivotTable sangat powerful untuk merangkum data dalam jumlah besar dalam
waktu yang sangat singkat.

Dengan PivotTable, kita bisa memanipulasi layout data sesuai kebutuhan.

Misalnya, departemen penjualan ingin menganalisa data penjualan dalam


beberapa sudut pandang yang berbeda seperti dari sudut pandang wilayah,
produk, maupun tenaga penjualan.

Untuk itu, penguasaan PivotTable sangat penting bagi Anda yang sering
berurusan dengan data dalam jumlah besar, misalnya data analyst, accounting
dll.
Sayangnya, banyak Excel user yang kurang percaya diri dalam menggunakan
PivotTable. Umumnya karena menganggap PivotTable terkesan kaku dan kurang
fleksibel. Saya harap, setelah membaca tutorial ini Anda lebih percaya diri dalam
menggunakan PivotTable.

Manfaat PivotTable

Seperti disebutkan sebelumnya, PivotTable sangat powerful untuk menganalisa


data. Manfaat penggunaan PivotTable adalah sebagai berikut:

 Mengelompokkan data berdasarkan kategori yang diinginkan


 Merangkum atau meringkas data dalam berbagai perhitungan (sum,
average, dll)
 Memfilter data untuk menampilkan data yang diinginkan
Step by Step: Tutorial PivotTable

Untuk mempraktikkan PivotTable dalam tutorial ini, Anda membutuhkan contoh


data. Untuk itu, saya telah menyediakan data yang bisa didwonload di sini.
Pada data yang telah Anda download tadi, kita bisa melihat contoh data yang
akan dianalisa menggunakan PivotTable.

Data tersebut adalah data penjualan PT. Javafood Makmur Sejahtera tahun 2011-
2012. PT. Javafood Makmur Sejahtera adalah sebuah perusahaan yang bergerak
di bidang makanan dengan produknya berupa mi instan dengan merek JavaMie
dengan tiga varian rasa yaitu Ayam Bawang, Soto Spesial dan Kari Ayam.

Langkah-langkah untuk membuat pivottable adalah sebagai berikut:

Step 1: Pilih data yang akan dibuat PivotTable


Pilih range data yang akan dibuat PivotTablenya. Range data yang dipilih bisa
dalam bentuk range, range yang diberi nama, atau table. Pada contoh ini kita
akan menggunakan data dalam bentuk table yaitu TableSales.

Step 2: Pilih PivotTable di tab Insert > PivotTable > PivotTable


Fitur PivotTable ada di menu bar Insert > PivotTable (ada di paling kiri ribbon). Di
menu PivotTable, ada dua pilihan yaitu PivotTable dan PivotChart. Pilih yang
PivotTable lalu akan muncul dialog box PivotTable.

Step 3: Pilih tempat untuk menempatkan PivotTable


Ada dua opsi untuk menempatkan PivotTable report, yaitu di worksheet yang
baru atau worksheet yang sudah ada. Saran saya, gunakan New Worksheet untuk
menempatkan PivotTable. Selanjutnya klik OK untuk melanjutkan.
Step 4: Pilih OK
Setelah klik OK, pada workbook Anda secara otomatis akan muncul sheet baru
yang berisi layout PivotTable kosong di sebelah kiri dan PivotTable Field di
sebelah kanan. Layout PivotTable adalah tempat dimana PivotTable akan
ditampilkan sedangkan PivotTable field adalah pengaturan data PivotTable
apakah akan ditempakan Row, Column, Value atau Filter.
Step 5: Pilih dan Drag Field yang akan ditampilkan di PivotTable
Selanjutnya, pilih field yang akan ditampilkan pada PivotTable di Row, Column,
Value dan Filter. Data yang ditempatkan di Row dan Column biasanya data non
numeric, sedangkan data numeric ditempatkan di Value. Jika diperlukan, Anda
bisa menggunakan Filter (biasanya untuk data yang berupa waktu atau tanggal).
Jangan lupa untuk mengubah format value ke format yang sesuai. Dalam kasus
ini, ubah format sales kedalam currency atau mata uang. Anda juga bisa
menamahkan filter, dengan menempatkan field waktu, tanggal atau bulan di
Filter.

Agar lebih fokus, saya biasakan untuk menghilangkan gridlines (di tab View,
hilangkan tick Gridlines), sehingga hasil akhirnya seperti pada gambar berikut.
Meskipun format PivotTable di atas sebenarnya sudah cukup bagus, seringnya
kita membutuhkan modifikasi lebih lanjut.

Misalnya pada contoh PivotTable di atas, ketika menginginkan agar Region dan
Salesman tidak dalam satu row. Untuk keperluan ini, kita membutuhkan
pengaturan layout PivotTable lebih lanjut.

Untungnya, hal tersebut bisa dilakukan dengan PivotTable pengaturan PivotTable


layout.

Untuk melakukannya, aktifkan PivotTable selection dengan cara klik salah satu
cell di PivotTable. Setelah PivotTable selection aktif, pada tab akan muncul
Options dan Design, selanjutnya pilih Design > Report layout.
Ada 3 opsi pada Report layout yaitu compact form, outline form dan tabular
form. Selanjutnya pilih tabular form. Berikan juga sedikit sentuhan design dengan
mengganti PivotTable style. Dan, hasil akhirnya menjadi seperti berikut.

Tips Menggunakan PivotTable


Setelah membaca tutorial PivotTable ini, bagaimana pendapat Anda tentang
PivotTabel? Menarik bukan?

Sebagai penutup, berikut tips dalam menggunakan PivotTable:

 Ubah data range (misalnya A1:H10000) dengan menamai range (misalnya


dengan nama Sales) ataupun mengubahnya kedalam format table
(TableSales) agar lebih mudah pada saat memilih range.
 Tempatkan field non-numeric di Row atau Column, data numeric pada
Values dan data waktu atau tanggal sebagai Filter.
 Hilangkan gridliness biar laporan lebih fokus
 Pilih design yang fungsional sekaligus eye-catching.
Cara Membuat Pivot Table di Excel
BY BUNG_BRIBIL · PUBLISHED MARCH 29, 2018 · UPDATED MAY 24, 2019
Pivot Table adalah fasilitas excel yang digunakan untuk merangkum,
menganalisa dan membuat suatu laporan data yang disajikan dalam bentuk
tabel. Dengan menggunankan Pivot Table kita dapat membuat satu laporan
yang dinamis dari sumber data yang besar. pivot tabel bekerja dengan
matriks qube sebagai back end aplikasinya, sehingga kita dapat mengolah
data secara dinamis untuk menganalisa data dalam bentuk kolom atau baris.
pada materi ini kita akan membuat Pivot Table dari satu data

fitur pivot table ini sangat cocok untuk anda yang bekerja di level managerial,
perhitungan pada pivot dilakukan secara otomatis tanpa anda belajar fungsi
atau rumus excel, dengan pivotTable anda sudah dapat membuat suatu
laporan yang dapat anda analisa untuk pengambilan keputusan dengan tepat
dan cepat.

Cara Membuat Pivot Table


Sebelum anda mengolah data dengan PivotTable ada 3 syarat yang harus
diperhatikan sebelum anda membuat pivot table, dimana data atau tabel yang
akan kita olah memenuhi syarat tabel yang ideal :

 Terdapat judul kolom atau header untuk satu jenis data. hal ini
dikarenakan pivot table akan mengambil judul kolom sebagai nama field
dalam tabelnya
 Tidak terdapat cell yang dimerge dalam satu tabel.
 Tidak terdapat kolom dan Baris kosong.
Catatan : Tipe table sebagai sumber data PivotTable harus dalam
bentuk data range, anda tidak diperkenankan membuat Pivot Table
dari table dalam bentuk “Format As Table” karena mengandung
xml.
Langkah-langkah membuat Pivot Table :
1. Buka File latihan “[Link]”
2. Letakan Pointer pada area data.
3. Masuk ke Tab Insert kemudian Pilih PivotTable (seperti gambar
diatas).
4. Pada Window Create PivotTable Ada 2 pertanyaan, Choose the data
that you want to analyse yaitu memilih data yang akan dianalisa.
 Select a table or range (Blok range data yang akan di buat
pivotTable)
 Use an external data source (mengambil data dari luar file
Excel)
 Use this workbooks Data model (untuk versi 2013
keatas)
2. Choose where you want the PivotTable report to be placed , yaitu
memilih lokasi dimana hasil pengolahan Pivot Tabel akan ditempatkan
 New Worksheet (Pivot akan di buat di worksheet baru)
 Existing Worksheet (worksheet yang sedang aktif)
3. Sesuaikan dengan gambar dibawah ini :
 Pada table/range : Akan terisi otomatis jika format tabel sudah
ideal, atau anda dapat blok tabel manual pada range B7:N51
 Pada pilihan lokasi pivotTable Pilih New Worksheet, agar kita
mudah untuk analisa datanya.

4. Klik OK dan PivotTable akan dibuat pada worksheets baru di


“Sheet1” berikut ini tampilannya

5. Selanjutnya siap kita proses datanya sesuai kebutuhan.

Cara menggunakan PivotTable


Setelah kita membuat PivotTable pada worksheet baru sebelum kita
memprosesnya lebih jauh, sebaiknya kita pahami dulu bagian-bagian pada
Pivot Table. ada 2 tampilan window pada pivotTable yaitu : “lihat gambar
diatas”
 Report Pivot Area adalah area cell untuk menempatkan dan
menampilkan data report.
 PivotTable Field List adalah window yang berfungsi sebagai tools
untuk mengatur report pivotTable.
Pada PivotTable Field list terdapat 4 blok area :

 Filter adalah area untuk menempatkan data field yang akan difilter
pada pivotTable.
 Rows adalah area untuk menempatkan data field dalam bentuk Baris.
 Column adalah area untuk menempatkan data field dalam bentuk
kolom.
 Values adalah area untuk menempatkan data field yang akan
dilakukan perhitungan.
Langkah-Langkah membuat PivotTable :

Contoh kasus : Anda diminta untuk membuat Pivot table dari data
“sales summary” diatas, untuk menampilkan laporan data
berdasarkan Product, Day, dan hitung berapa Total penjualan masing-
masing penjualannya.
Lakukan prosedur berikut Ini :

1. Buatlah pivotTable dengan langkah-langkah seperti diatas.


2. Drag Field “Day“, “Product“, dan “Total” dari Pivotable Field
List ke Area Pivot, atau Gunakan Ceklist untuk menampilkan data pada
PivotTable report.
3. Letakan Field “Day” dan “Product” pada area “ROWS”
4. Letakan Field “Total” pada area “VALUES” (setiap field yang mau
di hitung letakan pada field Values”
5. Laporan akan otomatis terbentuk di area PivotTable Report. tampilanya
seperti dibawah ini.

Dari tampilan diatas kita dapat melihat dengan mudah laporan penjualan
untuk masing-masing hari beserta kode product yang terjual dan total nilainya
tanpa menggunakan rumus atau fungsi. untuk melihat detail penjualan dalam
perhitunganya anda juga dapat double klik pada setiap nilai di kolom
“sum of total”.
Cross tabulation PivotTable
Selain meletakan fileld pada area “ROWS”, anda juga dapat meletakan object
pada area “COLUMN” atau yang sering disebut analisis Cross tabulation pada
pivottable dilakukan untuk melihat laporan data berdasarkan baris “ROWS”
dan Kolom “COLUMN”. kita dapat melihat perhitungan yang berhubungan
antara 2 variabel.
“Caranya adalah dengan memindahkan Field “Product” atau “Day” ke
area “COLUMN” seperti tampilan berikut ini”

Filter pada Pivot Table


Setelah anda membuat laporan anda juga dapat memfilter laporan sesuai
dengan kriteria yang diinginkan. filter pada Pivot Table digunakan untuk
analisa data lebih spesifik. sebagai ontoh dari data diatas anda akan
menampilakan laporan yang harinya adalah “FRIDAY” saja.

1. Pemindahkan Field “Day” ke area “FILTER” seperti tampilan berikut


ini”
2. Klik menu Report Filter dan Cheklist “Fry” saja.

3. Klik OK
Anda juga dapat melakukan filter pivotTable dengan menampilkan beberapa
data dengan cara cheklist item data seperti gambar diatas dengan
mengaktifkan pilihan “select multiple item“.
Ada berbagai fasilitas dalam pivottable yang belum kita explore lebih jauh
lagi, untuk lebih dalamnya nanti akan di bahas di materi selanjutnya, sampai
disini untuk materi pivot dasar semoga bermanfaat untuk anda semua…
Terimakasiiiih….

Pengertian dan Cara Menggunakan


Pivot Table di Excel
Penulis

Advernesia

8
Pivot Table adalah fitur Microsoft Excel yang paling powerful memungkinkan
pengguna mengambil informasi dengan cepat dari kumpulan data dalam jumlah
besar. Pivot Tabel dapat digunakan sebagai alternatif untuk melakukan analisis
data terkait mengelompokkan dan meringkas data. Dengan menggunakan
Pivot Table, pengguna dapat menghemat waktu secara signifikan.

A. Tombol Perintah PivotTable di Microsoft Excel

Tombol perintah PivotTablet terletak pada ribbon Insert tepatnya pada grup
perintah Tables. Selain itu terdapat juga perintah Recommended
PivotTables sebagai rekomendasi untuk memilih tabel pivot.
B. Cara Membuat Pivot Table di Microsoft Excel

Untuk membuat tabel pivot anda cukup menyorot satu sel yang termuat pada
tabel atau range yang akan digunakan sebagai Pivot Table. Microsoft Excel
dapat melakukan analisis secara otomatis terhadap sel yang disorot untuk
menentukan tabel yang memuat sel tersebut.

Contoh:

Misalkan diketahui data pemesanan harian suatu pabrik kertas adalah sebagai
berikut,

Untuk mempermudah proses produksi, dilakukan analisis data menggunakan


Pivot Table adalah sebagai berikut,

 Menghitung jumlah pemesanan total dan jumlah pemesanan setiap


produk.
 Melakukan list produk yang dipesan setiap konsumen.

Langkah-langkah membuat Pivot Table (Analisis 1: Menghitung jumlah)

1. Klik salah satu sel dari tabel (misalkan A3 dari range A2:D15)
2. Klik ribbon Insert pilih PivotTable

3. Sehingga terbuka jendela Create PivotTable

o Pada opsi Choose the data that you want to analyze.

1. Pilih Select Table Range, kemudian akan dipilih


secara otomatis oleh Microsoft Excel range yang
sesuai. Opsional: Anda juga dapat memilih secara
manual dengan drag langsung atau memasukkan
alamat range secara manual pada kolom ini.

2. Opsional: anda juga dapat memilih range diluar


sheet dengan memilih “Use an external data
source” (penggunaan tingkat lanjut).

o Pada opsi Choose where you want the PivotTable report


to be placed, digunakan untuk menentukan lokasi Pivot
Table yang dibuat. Terdapat 2 opsi,

1. New Worksheet – Microsoft Excel akan membuat


sheet baru untuk Pivot Table.

2. Existing Worksheet – Menempatkan Pivot Table


pada sheet yang aktif. Untuk mempermudah, akan
digunakan Existing Worksheet. Anda tinggal
memasukkan alamat sel kosong untuk penempatan
Pivot Table misalkan E1.

o Opsional: Untuk penggunaan tingkat lanjut yang bekerja


dengan banyak tabel. Anda dapat mencentang “Add this
Data to the Data Model“
4. Kemudian Klik OK

5. Anda dapat melakukan centang pada PivotTable Fields untuk analisis


mencari jumlah pesanan seperti ilustrasi di bawah. Tabel Pivot yang
dibentuk, berdasarkan urutan anda mencentang,

1. Data teks diolah dalam baris bertingkat.

2. Data numerik diolah dengan menambah kolom.

2. Sehingga untuk mencari jumlah pesanan tiap produk dapat dengan


mencentang (produk)#1 kemudian (jumlah)#2
Selain itu Pivot Table menyediakan filter button untuk mempermudah
mengurutkan data. Pelajari lebih lanjut mengenai filter button di tautan berikut.

Artikel terkait: Apa itu Filter Button?

C. Menggunakan Drag Fields Area: Filters, Columns, Rows, dan Values

Fitur Drag Fields Area digunakan untuk membuat Pivot Table yang lebih leluasa
dibandingkan menggunakan teknik mencentang seperti di atas. Fitur ini
memungkinkan pengguna dapat menentukan urutan baris tabel dan kolom tabel
dengan melakukan drag.

1. Filters Area

Filters Area digunakan untuk menampilkan Pivot Table untuk data


tertentu. Anda dapat melakukan filter lebih dari satu item dengan
mencentang Select Multiple Items.

2. Columns Area

Column Area digunakan untuk menambah/mengurangi dan


mengurutkan kolom pada Pivot Table.

3. Rows Area

Rows Area digunakan untuk menambah/mengurangi dan mengurutkan


baris pada Pivot Table.

4. Values Area

Values Area digunakan untuk melakukan eksekusi tertentu terhadap


kategori data, misalnya COUNT (data teks) dan SUM/TOTAL (data
numerik).
Contoh: Analisis 2 (List Pesanan Konsumen)

E. Melakukan Refresh Pivot Table

Saat range yang dijadikan Pivot Table mengalami perubahan data, Pivot Table
yang telah dibuat sebelumnya harus dilakukan Refresh. Pivot Table tidak dapat
melakukan perubahan data secara otomatis. Untuk melakukannya anda dapat
melakukan langkah berikut,

1. Klik salah satu tabel Pivot


2. Klik ribbon Analyze kemudian pilih Refresh

Anda juga dapat menggunakan shortcut keyboard Alt+F5.

F. Menghapus Pivot Table

Anda dapat menghapus tabel pivot dengan menyorot tabel yang telah dibuat
lalu tekan Delete.

Bagaimana Memanfaatkan
5 Teknik PivotTable
Excel Lanjutan
by Andrew Childress28 Apr 2017
Difficulty:AdvancedLength:MediumLanguages:
Microsoft ExcelSpreadsheetsSoftwareAnalysisHow-To
This post is part of a series called How to Do Your Excel PivotTables Right (Mastery Guide).
How to Use PivotTables to Analyze Your Excel Data
How to Insert Slicers in Microsoft Excel PivotTables
Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Permasalahan yang kita semua hadapi bukanlah kurangnya data; namun, menemukan
makna di dalam jumlah data yang besar! Itulah mengapa saya menganjurkan
penggunaan PivotTable, sebuah fitur menakjubkan dalam Excel untuk merangkum
dan menganalisis data.

Melihat kekuatan PivotTable sesederhana membandingkan data asil dengan versi


PivotTable; hanya dengan beberapa klik saya dapat melihat rata-rata harga item
berdasarkan negara bagian.
Sebagai profesional keuangan, saya secara genetik cenderung menyukai spreadsheet.
Namun saya juga menemukan bahwa saya menggunakan spreadsheet untuk
mengelola pekerjaan kreatif dan freelance saya. Tidak peduli untuk apa kamu
menggunakan spreadsheet, sebuah PivotTable dapat membantumu menemukan makna
yang lebih besar di dalam data.
Di dalam tutorial ini, kita akan membahas tentang tutorial pemula dalam
menggunakan PivotTable untuk berkerja lebih baik dengan data. Saya akan
menunjukkan lima teknik PivotTable lanjutan favorit saya.

Sepanjang tutorial ini, saya akan menggunakan data sampel yang disediakan oleh
Microsoft pada halaman ini. Gunakan data ini untuk membuat ulang contoh-contoh
atau tes dari fitur yang saya tampilkan.

Bagaimana Menggunakan Teknik PivotTable


Lanjutan Dalam Excel (Video Singkat)
Saya suka mengajar dengan screencast, yang memberikanmu kesempatan untuk
menyaksikan saya menggunakan fitur-fitur tersebut tahap demi tahap. Periksa video
singkat di bawah yang membahas lima fitur PivotTable Excel lanjutan favorit saya:

5 Teknik PivotTable Excel Lanjutan


Teruskan membaca sebagai panduan bagaimana menggunakan masing-masing dari
lima fitur dalam tutorial tertulis di bawah, yang membahas: Slicers, Timelines,
Tabular View, Calculated Fields, dan Recommended PivotTables. Mari kita masuki ke
dalamnya.

Advertisement

1. Slicers
Slicers merupakan tool arahkan dan klik untuk mengurai data yang berada di dalam
Excel PivotTable. Masukkan sebuah slicer, dan kamu dapat secara mudah mengubah
data yang berada di dalam PivotTable.

Di dalam contoh ini, saya telah memasukkan sebuah slicer untuk jenis Item. Setelah
saya mengklik pada Backpack, PivotTable hanya menunjukkan item di dalam tabel.
Kebanyakan waktu, saya mengembangkan laporan PivotTable yang akan digunakan
oleh kebanyakan lainnya. Dengan menambahkan slicer dapat membantu pengguna
akhir saya menyesuaikan laporan sesuai keinginannya.

Untuk menambahkan slicer, klik di dalam PivotTable dan temukan tab Analyze pada
ribbon Excel.
Cen
tang kotak berganda untuk mencantumkan seleksi kolom, masing-masing sebagai
slicernya sendiri.
Tahan Control pada keyboard untuk memilih lebih dari satu item di dalam sebuah
slicer, yang akan mencantumkan pilihan berganda dari sebuah kolom sebagai bagian
data PivotTable.

2. Timelines
Timelines merupakan jenis slicer khusus, digunakan untuk menyesuaikan tanggal
sebagai bagian dari data PivotTable. Jika datamu mencantumkan tanggal di dalamnya,
kamu benar-benar perlu mencoba Timelines sebagai sebuah cara untuk memilih data
dari periode waktu tertentu.
Jelajahi Analyze > Insert Timeline untuk menambahkan Timeline, sebuah slicer jenis
khusus yang mengendalikan data yang dicantumkan di dalam Excel PivotTable
lanjutan berdasarkan pada tanggal.
Tip: Jika fitur ini tidak berkerja untukmu, pastikan bahwa data aslimu telah memiliki
format tanggal di dalam spreadsheet.

Untuk menambahkan sebuah Timeline, pastikan bahwa kamu telah memilih sebuah
PivotTable (klik di dalamnya) dan kemudian klik Insert > Timeline pada ribbon
Excel. Pada jendela pop-up, centang pada kotak kolom (atau beberapa) tanggal dan
tekan OK untuk membuat sebuah timeline.
Klik dan drag di dalam jendela timeline untuk memilih kisaran waktu spesifik untuk
mencantumkan dengan PivotTable.
Setelah timeline dimasukkan, kamu dapat mengklik dan drag handel di dalam timeline
untuk mengubah apa yang dicantumkan sebagai bagian PivotTable.

Kamu dapat mengubah cara kerja Timeline dengan mengklik pada kotak dropdown di
sudut kanan bawah. Alih-alih timeline menunjukkan tanggal spesifik, kamu dapat
mengubah timeline untuk menunjukkan data berdasarkan pada kuartal tahun,
misalnya.

3. Tabular View
Tampilan default PivotTable pada Excel tampak seperti sebuah air terjun; dimana saat
kamu menyeret lebih banyak tingkatan isian ke dalam kotak row, Excel membuat
lebih banyak "lapisan" di dalam data.

Permasalahannya adalah bahwa PivotTable dalam tampilan standar sulit untuk


menuliskan formula di dalamnya. Jika kamu memiliki data di dalam PivotTable,
namun kamu ingin menampilkannya seperti spreadsheet tradisional, kamu hendaklah
menggunakan tabular view untuk PivotTable.

Pilih Design > Report Layout > Show in Tabular Form untuk berkerja dengan
PivotTable dalam gaya spreadsheet standar.
Mengapa kamu harus menggunakan Tabular View? Dengan menempatkan data
PivotTable di dalam cara klasik, tampilan bergaya tabel akan memungkinkanmu
menuliskan formula pada data secara mudah, atau menempelkannya di dalam laporan
terpisah.
Gunakan Tabular View sebagai cara untuk membuat PivotTable tampak lebih seperti
tampilan baris dan kolom yang standar.
Bagi saya, lebih mudah untuk menggunakan tabular view dalam Excel dalam
kebanyakan waktu. Itu tampak lebih seperti tampilan spreadsheet standar dan terasa
lebih mudah untuk menuliskan formula dan berkerja dengan data di dalamnya. Saya
juga dapat mengambil tampilan ini dan menempelkannya ke dalam sebuah tab baru
secara lebih mudah.

4. Calculated Fields
Calculated merupakan cara untuk menambahkan kolom pada PivotTable yang bukan
merupakan data asli. Kamu dapat menggunakan operasi matematika standar untuk
membuat isian baru untuk dikerjakan. Ambil dua kolom yang ada dan gunakan
matematika untuk membuat kolom yang baru.
Katakanlah bahwa kita memiliki data penjualan di dalam spreadsheet. Kita memiliki
angka item yang terjual, dan harga jual untuk masing-masing item. Ini merupakan
waktu yang sempurna untuk menggunakan calculated field untuk menghitung total
pesanan.

Untuk memulai dengan calculated fields, mulai dengan mengklik di dalam PivotTable
dan temukan kemudian klik Analyze pada ribbon. Klik pada menu Fields, Items &
Sets, dan kemudian pilih Calculated Field.

Gunakan Analyze > Fields, Items & Sets > Calculated Field untuk memasukkan
sebuah calculated field di dalam PivotTable.
Di dalam jendela pop up yang baru, mulai dengan memberikan nama pada calculated
field. Di dalam contoh saya, saya akan menamainya Total Order. Harga pesanan total
adalah kuantitas dikalikan dengan harga tiap unit. Kemudian, saya akan mendobel
klik pada nama isian pertama (quantity) di dalam daftar isian di dalam jendela ini.
Untuk
menghitung biaya pesanan total, saya mengalikan isian Unit Price yang ada
dengan isian Quantity.
Setelah saya menambahkan nama isian tersebut, saya akan menambahkan tanda
perkalian, *, dan kemudian melakukan dobel klik pada kuantitas total. Mari lanjutkan
dan tekan OK.

Sekarang, Excel telah memperbaharui PivotTable lanjutan saya dengan calculated


field yang baru. Kamu juga akan melihat daftar PivotTable di dalam daftar isian,
sehingga kamu dapat melakukan drag dan drop itu dimana pun di dalam laporan saat
membutuhkannya.

Jika kamu tidak ingin menggunakan matematika pada dua kolom, kamu dapat juga
mengetikkan sendiri nilai aritmatika di dalam calculated field. Misalnya, jika saya
ingin menambahkan pajak penjualan 5% pada tiap pesanan, saya dapat menuliskan
calculated field berikut:
Saya mengalikan
biaya pesanan total dengan 1.05 untuk menghitung biaya temasuk pajak penjualan;
kamu dapat menggunakan nilai angka bersamaan dengan isian yang telah ada.
Pada dasarnya, calculated field dapat berisi operator matematika standar, seperti
penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Gunakan calculated fields ini
ketika kamu tidak ingin memperbaharui data asli itu sendiri.

5. Recommended PivotTables
Fitur Recommended PivotTables begitu bagus hingga terasa seperti curang. Alih-alih
menghabiskan waktu untuk melakukan drag and drop pada field, saya mulai dengan
konfigurasi yang Recommended.
Pergi ke Insert >
Recommended PivotTables untuk mencoba fitur ini.
Fitur ini begitu mudah dan tidak banyak yang dapat dikatakan. Kamu dapat
menggunakannya untuk membuat Pivot Tables lanjutan dalam Excel secara cepat.
Cukup soroti data, jelajahi ke tab Insert pada ribbon Excel, dan pilih Recommended
PivotTables.

Jendela pop-up window memuat serangkaian pilihan dalam membuat PivotTable dari
data asli. Klik melalui thumbnail pada sisi kiri jendela ini untuk melihat pilihan
Recommended PivotTable yang dibuat Excel.
Fitur recommended PivotTable menawarkan berbagai jenis pilihan satu klik untuk
menganalisis datamu.
Walaupun ini merupakan fitur lanjutan yang tidak banyak dipikrkan kebanyakan
pengguna, itu juga merupakan alat yang bagus untuk memulai dengan PivotTable.
Tidak ada yang dapat menghentikanmu dari memodifikasi PivotTable dengan
mengubah field sendiri, namun ini merupakan titik awal dalam menghemat waktu.

Saya juga menyukai fitur ini sebagai cara untuk menjelajah data. Jika saya tidak
mengetahui apa yang saya cari ketika mulai menjelajah data, Recommended
PivotTables dari Excel seringkali lebih banyak memiliki pandangan daripada saya
sendiri!
Rekap dan Terus Belajar (Dengan Lebih
Banyak Tutorial Excel)
Tutorial Excel tingkat lanjutan ini membantumu menggali lebih dalam ke dalam
PivotTable, salah satu fitur favorit saya untuk menganalisis dan mengkaji spreadsheet
Excel. Saya menggunakan PivotTable untuk menemukan makna di dalam set data
yang besar, dimana saya dapat membuat keputusan yang bagus dari situ dan
mengambil tindakan.

Tutorial-tutorial ini akan membantumu meningkatkan skill Excel dan PivotTable ke


level selanjutnya. Coba lihat:

 ExcelZoo memiliki kumpulan teknik PivotTable yang bagus di dalam artikel


mereka, 10 Tutorial Untuk Menguasai PivotTables.
 Kami di Envato Tuts+ telah membahas PivotTable dengan tutorial
pengguna, Bagaimana Membuat PivotTable Pertamamu di Dalam Microsoft
Excel.

 Untuk lebih banyak pendahuluan dasar Microsoft Excel, periksa seri


pembelajaran kami Bagaimana Membuat dan Menggunakan Formula Excel
(Bootcamp Pemula).

Apakah kamu tetap ingin belajar tentang PivotTable? Silahkan beritahu saya tentang
ide dan pertanyaanmu di dalam komentar tutorial di bawah ini.

Common questions

Didukung oleh AI

'Slicers' mempermudah pemfilteran data berdasarkan kriteria spesifik dengan memungkinkan pemilihan beberapa item sekaligus. 'Timelines' adalah slicer khusus untuk menyesuaikan data berdasarkan periode tanggal, berguna untuk analisis waktu.

Fungsi filter pada PivotTable membantu pengguna menampilkan hanya data yang memenuhi kriteria tertentu. Misalnya, untuk menampilkan laporan hanya 'Friday', Anda dapat memindahkan 'Day' ke area filter, kemudian pilih dan checklist 'Friday'. Ini mempermudah fokus pada subset data yang relevan.

Langkah-langkah untuk membuat PivotTable adalah: 1) Letakan pointer pada area data. 2) Masuk ke Tab Insert kemudian Pilih PivotTable. 3) Pilih 'New Worksheet' sebagai lokasi hasil pengolahan PivotTable supaya mudah dianalisis. 4) Klik OK, dan PivotTable akan dibuat pada worksheet baru.

Menambahkan data ke Data Model memungkinkan pengguna mengelola dan menganalisis banyak tabel dalam satu PivotTable. Ini mengoptimalkan pengolahan data dalam berbagai tabel dan mendukung penggunaan untuk analisis yang lebih kompleks.

Menggunakan Tabular View membuat PivotTable tampak seperti spreadsheet tradisional dengan baris dan kolom terstruktur. Ini memfasilitasi penulisan formula dan manipulasi data, serta memungkinkan penyalinan data ke laporan terpisah dengan mudah.

Sebelum membuat PivotTable di Excel, data harus memenuhi beberapa syarat: 1) Terdapat judul kolom atau header untuk satu jenis data karena pivot table akan menggunakan judul kolom sebagai nama field. 2) Tidak ada cell yang dimerge dalam satu tabel. 3) Tidak terdapat kolom dan baris kosong.

'Calculated Fields' memungkinkan pengguna menambahkan kolom tambahan yang bukan merupakan bagian dari data asli dengan menggunakan operasi matematika. Ini memfasilitasi analisis lanjut, seperti perhitungan total biaya atau penambahan pajak ke pesanan, tanpa memodifikasi data asli.

Ketika sumber data berubah, PivotTable tidak memperbarui secara otomatis. Anda perlu melakukan refresh untuk memperbarui data dengan mengklik salah satu tabel PivotTable, lalu klik ribbon Analyze dan pilih Refresh, atau gunakan shortcut keyboard Alt+F5.

Untuk menampilkan laporan penjualan berdasarkan 'Product' dan 'Day', lakukan: 1) Buat PivotTable dan drag field 'Product' dan 'Day' ke area 'ROWS'. 2) Drag field 'Total' ke area 'VALUES'. Laporan akan secara otomatis terbentuk, menunjukkan total penjualan pada masing-masing hari dan produk.

Fitur Recommended PivotTables memberikan beberapa pilihan konfigurasi secara otomatis. Untuk menggunakannya, soroti data, pergi ke tab Insert di ribbon Excel, dan pilih Recommended PivotTables. Pilih salah satu dari rekomendasi untuk membuat PivotTable dengan cepat.

Anda mungkin juga menyukai