0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
252 tayangan32 halaman

Peran Fintech dalam Daya Saing Keuangan

Dokumen tersebut membahas mengenai perkembangan fintech dan tantangan yang dihadapi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengatur industri keuangan digital. Fintech hadir untuk memudahkan transaksi konsumen namun membutuhkan pengaturan yang tepat oleh OJK agar risikonya dapat dikendalikan. OJK berupaya menjadikan sektor jasa keuangan yang tangguh dan inklusif dengan meningkatkan kapasitas pengawasannya yang menyesuaikan

Diunggah oleh

EndarLemonTea
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
252 tayangan32 halaman

Peran Fintech dalam Daya Saing Keuangan

Dokumen tersebut membahas mengenai perkembangan fintech dan tantangan yang dihadapi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengatur industri keuangan digital. Fintech hadir untuk memudahkan transaksi konsumen namun membutuhkan pengaturan yang tepat oleh OJK agar risikonya dapat dikendalikan. OJK berupaya menjadikan sektor jasa keuangan yang tangguh dan inklusif dengan meningkatkan kapasitas pengawasannya yang menyesuaikan

Diunggah oleh

EndarLemonTea
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Andika Bayu Saputra, [Link]., M.

Kom
FINTECH PICU E ra digital telah menyergap semua lini
kehidupan, baik interaksi sosial maupun
bisnis. Berbagai inovasi selalu berkaitan
dengan digital melalui berbagai
pengembangan Teknologi Informasi (TI).
Tak terkecuali ranah regulasi pun

DAYA SAING menyesuaikan diri dan berpacu dalam


pengembangan TI, seperti halnya Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) yang dalam program kerja lima
tahun ke depan mengembangkan pengawasan
sistem jasa keuangan menggunakan TI Based
Financial Technology (fintech) hadir Supervision, penguatan peraturan, perizinan
dan pengawasan terintegrasi bagi konglomerasi
untuk memberikan kemudahan bagi keuangan.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh
konsumen dalam melakukan Santoso menegaskan bahwa perkembangan fintech
transaksi keuangan, termasuk untuk membutuhkan penanganan yang tepat. Bahkan,
OJK terus memastikan fintech memberi peran
membuka akses publik terhadap strategis agar risikonya dapat dikendalikan.
“Perkembangannya memerlukan kebijakan
potensi pasar modal, pembiayaan,
yang tepat dari OJK. Kemudian menjadikan
dan industri keuangan lainnya. sektor jasa keuangan yang tangguh dan tumbuh

DESEMBER 2017 EDUKASI KONSUMEN 5


berkelanjutan dan mampu melindungi dan efisien, infrastruktur kerja dan IT menjadi peluang bagi pasar modal
konsumen sekaligus berperan yang dapat mengimbangi tuntutan untuk menambah jumlah emiten. Dia
memfasilitasi melalui kebijakan yang OJK ke depan. menyatakan, kondisi ini sangat baik,
berkeadilan,” katanya dalam Dalam istilah Ketua OJK periode pasar modal juga sudah paling siap
keterangan tertulis yang diterima di 2012-2017, Muliaman D. Hadad apa menerima fintech, karena pasar modal
Jakarta, Senin (9/12). yang disebut dengan fintech adalah sudah biasa dengan teknologi.
Saat ini, OJK dihadapkan dengan penguatan pengaturan dan “Saya melihat cross border
tantangan, misalnya kapasitas (size) pengawasan untuk mengendalikan trading sudah dari dulu, online
dan daya saing sektor jasa keuangan risiko. Membicarakan teknologi trading juga dari dulu. Tinggal
Indonesia yang masih rendah finansial, lanjutnya, harus terkait sekarang ekstensinya bertambah,
dibandingkan dengan kawasan dengan Internet of Things (IoT). misalnya model fund supermarket,
regional dan internasional. “Di negara maju sekalipun IoT model-model baru yang padu padan
Selanjutnya tingkat inklusi keuangan masih ada pada tahap awal. IoT sudah dengan layanan lain,” ujarnya di
yang masih rendah dan tidak merata, mengubah cara manusia hidup dan Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI),
dan ditambah masih maraknya bekerja. IoT juga membantu proses pada Senin (25/10).
penawaran investasi ilegal belakangan bisnis bergerak lebih efektif dan Menurutnya, fintech bisa
ini di tengah masyarakat. efisien, serta membantu perusahaan membuat pasar modal tidak lagi
Sebagai solusi, OJK merumuskan menjalin hubungan lebih mendalam eksklusif sehingga nantinya
empat inisiatif strategis. Keempat hal dengan para pelanggan,” katanya saat membuka kenaikan volume
tersebut adalah Pertama, menjadikan memberikan kuliah umum tentang transaksi. Memang, katanya, tidak
OJK sebagai lembaga pengawas yang Fintech di IBS Jakarta, 2 Juni 2017. ditargetkan akan naik berapa, tapi
independen dan kredibel Beberapa hal yang mendorong dengan automasi, akses anggota
yang didukung kapasitas internal pertumbuhan IoT antara lain bursa kepada calon investor lebih
yang handal. Kedua, mewujudkan meningkatnya penetrasi gawai luas. Tentu harapannya orang lebih
sektor jasa keuangan yang tangguh, bergerak, teknologi komputer yang banyak yang investasi sehingga
stabil, berdaya saing dan tumbuh lebih cepat dan lebih murah, biaya volumenya akan naik.
berkelanjutan. piranti keras yang lebih rendah, serta Diharapkan penyedia jasa industri
Ketiga, sektor jasa keuangan yang protokol keamanan yang semakin keuangan untuk terus meningkatkan
berkontribusi dalam pemerataan baik. IoT memengaruhi semua penggunaan teknologi keuangan yang
kesejahteraan. Untuk Keempat adalah industri dan secara bersama-sama semakin canggih. Hal ini
mewujudkan perlindungan konsumen saling menghubungkan manusia, alat, diperuntukkan agar masyarakat bisa
yang handal untuk mendukung dan informasi melalui jalur baru. dengan mudah mengakses keuangan.
terciptanya keuangan inklusif. “Tidak menutup kemungkinan akan
Tentunya, katanya, diperlukan Emiten Bertambah terjadi disintermediasi di sektor
pembenahan berbagai aspek Kehadiran fintech, menurut keuangan. Jadi penyedia layanan
manajemen internal agar keputusan Direktur Operasional dan Sarana perantara itu berguguran. Karena
lebih cepat, proses kerja organisasi Sistem Informasi OJK Fithri Hadi, dengan internet dan mobile
dapat dilakukan secara lebih efektif konsumen bisa langsung mengakses
produsen,” ujarnya.
Nantinya, OJK juga akan
membentuk one stop services yang
akan memberikan kemudahan bagi
perusahaan fintech untuk berurusan ke
regulator dan otoritas terkait, seperti
Bank Indonesia, Kementerian
Kominfo, Ditjen Pajak dan lainnya.
Mengenai potensi penggunaan
fintech di masyarakat, Data Financial
Inclusion Insights dan InterMedia
“Indonesia Wave Report” (2016)
menyebutkan bahwa fintech memang
memiliki potensi meningkatkan
literasi finansial masyarakat,
khususnya di Indonesia.
Indonesia menempati peringkat
pertama pertumbuhan tercepat
koneksi internet di dunia, peringkat
ketiga pertumbuhan pengguna
internet tercepat di dunia, peringkat
keempat pengguna Facebook, dan
peringkat kelima pengguna Twitter.

E-Commerce Atau Fintech


B isnis digital tak hanya milik generasi millenial, tapi bisnis
ini sudah menjadi milik semua kalangan. Tak salah jika
as Service, fintech, educational hingga advertising
technology,” katanya dalam gelaran Tech in Asia Jakarta
kemudian di berbagai kesempatan Presiden Joko Widodo 2017, Rabu (1/11).
selalu menekankan Sementara Putra Setia Utama, Chief Operation Officer
masyarakat agar meninggalkan cara lama (offline) dan Tech in Asia Indonesia menambahkan bahwa pihaknya
memanfaatkan cara baru atau yang lebih dikenal online. melihat salah satu hal yang sudah dilewatkan oleh para
Jika mau, tak ada yang sulit dengan era digital. penggiat start up di Indonesia adalah ketidaksiapannya
Istilah gagap teknologi wajib dilupakan jika tak ingin dalam merencanakan strategi untuk meningkatkan revenue.
ditinggalkan. Oleh karena itu update informasi menjadi “Itu sebabnya, kami ingin membantu mengatasi tantangan
keharusan. Bisnis digital mencakup beragam inovasi tersebut lewat revenue stage. Harapannya penggiat start up
teknologi, seperti E-Commerce dan Financial Technology lokal dapat memiliki perencanaan yang lebih matang saat
atau fintech. ingin terjun ke industri ini,” jelasnya.
Merujuk data yang dihimpun Tech in Asia, meski Pergerakan start up di Indonesia dapat dikatakan terus
jumlah start up baru yang muncul hingga kuartal kedua mengalami perkembangan yang pesat. Jenis start up
2017 mengalami penurunan 23% dibandingkan dengan dibedakan menjadi dua, yaitu e-commerce dan fintech. E-
2016, tapi tren start up masih akan terus menguat dengan commerce merupakan perusahaan yang menyediakan
banyaknya jumlah investor yang mencari peluang untuk platform jual beli online, sementara istilah fintech lebih
mendanai start up yang menjanjikan. berpusat pada perusahaan yang melakukan inovasi
Hendri Salim, Chief Executive Officer Tech in Asia di bidang jasa keuangan dengan sentuhan teknologi
Indonesia mengatakan berdasarkan data start up yang modern.
berpartisipasi dalam “Bootstarp Alley-Start Up Exhibition Fintech cukup beragam, mulai dari pengelolaan aset,
Tech on Asia Jakarta 2017”, start up-start up baru yang penggalangan dana, e-money, P2P lending, payment
bermunculan masih cukup banyak didominasi oleh start gateway, remittance, saham, hingga bidang asuransi.
up e-commerce. Dengan perkembangan start up yang ada, banyak pula
“Walaupun begitu jumlahnya turun dari tahun lalu investor, baik dari individu maupun institusi yang melirik
dengan diikuti semakin meningkatnya start up Software perusahaan jenis ini sebagai lahan untuk berinvestasi.
Dalam laporan InterMedia
disebutkan bahwa 40% penduduk bekerja sama dengan Lembaga
kategori sangat miskin pun memiliki Layanan Pemasaran-Koperasi Usaha
telepon bergerak dan yang menarik, Kecil dan Menengah (LLP-KUKM).
0,1% dari 40% penduduk kategori Sementara Asisten Deputi
sangat miskin sudah memiliki akun Pengawasan Kementerian Koperasi
mobile money. dan UKM, Asep Kamarudin yang
Sebagai tambahan informasi, hadir dalam seminar nasional
Indonesia menempati peringkat itu berpendapat bahwa sistem
pertama pertumbuhan tercepat digitalisasi sudah mewarnai dunia
koneksi internet di dunia, peringkat perkoperasian di Tanah Air.
ketiga pertumbuhan pengguna Misalnya, koperasi kini sudah bisa
internet tercepat di dunia, peringkat Saat ini, melihat menggelar Rapat Anggota Tahunan
keempat pengguna Facebook, dan (RAT) secara online yakni
peringkat kelima pengguna Twitter. perkembangan industri menyelenggarakan RAT dengan
“Meski masih sangat kecil, memanfaatkan media digital.
fintech di Indonesia,
eksistensi angka ini jelas Memang dibutuhkan regulasi yang
menunjukkan potensi fintech dalam pelaku usaha keuangan akan menjadi dasar penerapan sistem
meningkatkan literasi keuangan di digitalisasi keuangan mikro di
Indonesia dan mendorong skala mikro dituntut koperasi.
pertumbuhan perekonomian nasional untuk menyikapi “Kami akan merancang aturan-
melalui transaksi perdagangan,” aturan dan pedoman dalam
jelasnya. tren digitalisasi yang mendukung digitalisasi koperasi.
Saat ini sudah banyak koperasi yang
Bisnis UMKM sedang berkembang menerapkan digitalisasi dalam
Saat ini, melihat perkembangan saat ini dengan sistem keuangannya. Ada beberapa
industri fintech di Indonesia, pelaku yang melakukan aktivitas tarik dan
usaha keuangan skala mikro dituntut menguasai dan simpan dana dengan menggunakan
untuk menyikapi tren digitalisasi uang digital. Cara seperti ini sangat
yang sedang berkembang saat ini mengadopsi sistem menguntungkan koperasi karena
dengan menguasai dan mengadopsi digitalisasi, sehingga lebih efisien dan efektif,” tuturnya.
sistem digitalisasi, sehingga kinerja Kendati demikian, dalam
lembaga keuangan mikro dapat terus kinerja lembaga kacamata perbankan, Direktur
berkembang dan mengikuti Teknologi Informasi PT Bank
perkembangan fintech. keuangan mikro dapat Tabungan Pensiunan Nasional
Direktur Industri Keuangan Non terus berkembang dan (BTPN) Tbk. Karim Siregar menilai,
Bank (IKNB) Syariah OJK, Moch. layanan fintech tidak hanya menjadi
Muchlasin menyatakan bahwa pelaku mengikuti ancaman bagi industri perbankan, tapi
usaha keuangan mikro mau tidak mau juga seluruh sektor industri.
harus mampu beradaptasi dengan
perkembangan fintech. Menurutnya, fintech itu bukan
perkembangan fintech agar dapat hanya ancaman di perbankan saja,
terus berkembang dan meningkatkan karena seluruh industri itu akan
skala usahanya. secara online. Jadi supaya tidak terjadi perubahan dan disruption
Hal ini ditunjukkan fakta semakin tertinggal, pelaku usaha mikro mutlak dengan adanya digital, misalnya
menjamurnya aplikasi-aplikasi digital mengikuti perkembangan zaman,” seperti biro perjalanan, restoran, ritel
dalam kehidupan bermasyarakat dan katanya dalam Seminar Nasional dan lainnya. Tentunya perbankan
kini orang berbelanja maupun bertajuk “Membangun Akuntabilitas juga akan kena dampaknya.
bertransaksi sudah memanfaatkan Sistem Keuangan Mikro di Era Maka dari itu semua lembaga
aplikasi digital, sebaliknya cara-cara Digital” di Rumah Desain Gedung keuangan harus segera memperbaiki
offline sudah semakin menyusut. SMESCO KUKM, Jakarta, Selasa kinerjanya dengan memanfaatkan
“Hanya dengan mengandalkan telepon (24/10). fintech yang sekarang ini berkembang
seluler, siapa saja bisa bertransaksi Seminar nasional tersebut digelar untuk dapat memberi pelayanan yang
bisnis, sebagian besar produk kerajinan oleh Induk Koperasi Simpan Pinjam maksimal kepada konsumen dan
ditransaksikan Syariah-Baitut Tamwil memperoleh keuntungan yang optimal
Muhammadiyah (KSPPS-BTM) bagi perusahaan. ⚫
Penguatan dan Penyehatan
Sektor Industri Keuangan Non Bank
“Utamanya menyehatkan industri
keuangan di sektor non bank,
D emikian tegas Riswinandi, Anggota
Dewan Komisioner Otoritas Jasa
dengan sejumlah jabatan, termasuk
Corporate Banking Director dan
Keuangan periode 2017 – 2022, komisaris independen.
misalnya asuransi, dan mitigasi
selepas Baru pada April 2005, dia mulai
risikonya. Industri multifinance, ditetapkan dalam rapat dewan merambah ke jasa keuangan non
dan sektor non bank lainnya juga komisioner menjabat sebagai Kepala bank, khususnya sektor pergadaian.
akan lebih diperkuat.” Eksekutif Industri Keuangan Non Riswinandi ditunjuk sebagai Direktur
Bank (IKNB) pada Kamis, 20 Juli Utama PT Pegadaian (Persero) hingga
2017. akhirnya terpilih sebagai Anggota DK
Di sektor jasa keuangan, OJK.
Riswinandi sebenarnya bukan Meskipun periode karir di sektor
merupakan orang baru. Setelah IKNB itu terbilang singkat,
menamatkan pendidikan tinggi di Riswinandi menegaskan
Universitas Trisakti dengan gelar komitmennya untuk bisa
sarjana ekonomi pada 1983, memperkuat sektor IKNB. Seusai
Riswinandi pun mulai merajut dengan penunjukkannya sebagai
karir di sejumlah korporasi besar, Kepala Eksekuti Pengawas IKNB, dia
khususnya di sektor perbankan. mengatakan bakal menyusun
Beliau bekerja lebih dari 13 tahun di sejumlah program-program strategis
PT Bank Niaga Tbk.—sekarang yang akan diimplementasikan selama
menjadi PT Bank CIMB Niaga Tbk.—, masa kepemimpinannya.
setelah itu pada Agustus 1999 atau saat Terkait dengan program
periode ‘krisis pengawasan, dia mengungkapkan
ekonomi’ bergabung dengan bahwa OJK akan melanjutkan
Badan Penyehatan Perbankan program-program kepengurusan
Nasional. terdahulu, sembari melakukan
Pada Mei 2001, dia perbaikan pada sejumlah hal yang
menjabat sebagai Corporate dinilai masih memerlukan
Banking Director di peningkatan. “Intinya program yang
PT Bank Danamon dijalankan akan tetap mengutamakan
Indonesia Tbk. efisiensi. Bisa saja dilakukan melalui
hingga pertengahan integrasi dengan sektor lainnya,” ujar.
2003. Setelahnya, Rencana itu pun mulai
Riswinandi direalisasikannya. Pada penghujung
menghabiskan tahun ini, Riswinandi mengatakan
sebelas setengah bahwa OJK telah menetapkan Arah
tahun di PT Bank Strategis Pengawasan Industri
Mandiri Keuangan Non Bank (IKNB) 2018.
(Persero) Secara umum arah strategis
Tbk. tersebut meliputi integrasi proses
bisnis pengawasan, pengembangan
ekonomi dan keuangan syariah,
pendalaman pasar keuangan dalam
rangka perluasan akses dan
penguatan resilience sektor jasa
keuangan, penguatan konglomerasi
di sektor jasa keuangan, penguatan Selanjutnya, dia menambahkan akses masyarakat terhadap layanan
koordinasi fiskal dan moneter bahwa pengawasan berbasis TI yang jasa berbasis syariah. Peningkatan
termasuk koordinasi Komite terkait data kualitatif dan kuantitatif jenis dan jumlah produk asuransi,
Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), mencakup analisis risiko dan sebutnya, akan dilakukan untuk
serta kebijakan dan pengembangan perhitungan rasio kesehatan mewujudkan arah kebijakan strategis
financial technology (fintech). keuangan IKNB secara realtime dan ketiga, yakni pendalaman pasar
Terkait dengan arah kebijakan akurat melalui sistem aplikasi keuangan dalam rangka perluasan
strategis pertama, Riswinandi pengawasan. Analisis risiko dan akses keuangan.
menjelaskan bahwa pihaknya akan perhitungan rasio kesehatan “Beberapa program atau produk
mendorong pengawasan IKNB keuangan tersebut diharapkan dapat asuransi yang telah berjalan antara
berbasis Teknologi Informasi (TI) mengurangi risiko error dalam lain asuransi mikro, asuransi usaha
dan pengawasan bersama dengan perhitungannya. tani padi, asuransi nelayan, asuransi
pengawas bank. Hal itu, jelasnya, Selain itu, jelasnya, sistem usaha ternak sapi, serta baru-baru ini
pertama-tama akan mencakup aplikasi pengawasan diharapkan OJK telah memberikan persetujuan
penggunaan sistem aplikasi dapat mengelompokan IKNB secara polis standar asuransi budidaya
pengawasan terintegrasi dengan realtime berdasarkan tingkat risiko udang,” ujarnya.
pusat data pelaporan Xtended dan kesehatan keuangannya. Terkait dengan pengawasan
Bussiness Reporting Language “Selanjutnya yang ketiga adalah konglomerasi keuangan, Riswinandi
(XBRL) dari IKNB, baik terkait aspek sistem pelaporan online dan menilai, pihaknnya akan
perizinan, pelaporan keuangan dan terintegrasi dengan sistem aplikasi berkoordinasi secara internal melalaui
operasional. pengawasan yang dapat memberikan pengawas terintegrasi yang dibantu
peringatan dini atau early warning masing-masing pengawas di sektor
systems bagi pengawas dan jasa keuangan. OJK pun akan
menghasilkan pelaporan berkala mendorong penciptaan kesehatan
kepada pengawas termasuk data keuangan secara industri sehingga
perbandingan kesehatan keuangan mampu mendukung Komite Stabilitas
individual dan tren rasio kesehatan Sistem Keuangan (KSSK) dalam
keuangan secara realtime,” menjaga stabilitas sistem keuangan
ungkapnya. sebagai salah satu arah kebijakan.
Riswinandi menuturkan, Sementara itu, arah strategis
pengawasan bersama antara terakhir yang terkait pengembangan
pengawas IKNB dengan pengawas di fintech, menurutnya, OJK akan
sektor perbankan akan terkait dengan mendukung dan mengkaji
aspek bancassurance sehingga diperlukannya regulasi dan
tercipta prinsip good corporate perubahan arah pengawasan
governance atau GCG memadai mengikuti perkembangan fintech,
antara bank sebagai jalur distribusi baik dari aspek distribusi pemasaran,
atau pemasaran, serta perusahaan maupun dari aspek akseptasi atau
asuransi yang memiliki produk underwriting, serta mekanisme
asuransi. “Selain itu, pengawasan klaim.
bersama juga diharapkan mampu “Fintech menurut hemat kami
memitigasi risiko market conduct telah memperbesar akses dan
yang biasanya terjadi dari hubungan kemudahan masyarakat terhadap
para pemasar produk asuransi dan lembaga jasa keuangan.
nasabah atau pemegang polis, serta Perkembangan fintech juga kami lihat
risiko anti pencucian uang dan tindak sangat pesat yang juga merambah
pidana terorisme.” industri asuransi, dimana kami
Untuk merealisasikan arah melihat potensi masyarakat yang
strategis kedua, Riswinandi terhubung internet sudah sangat luas
mengatakan bahwa OJK akan dan hal tersebut menjadi harapan bagi
meningkatkan ketersediaan dan industri asuransi untuk
keragaman produk keuangan IKNB di mengembangkan jalur distribusi
sektor syariah, kapasitas Sumber Daya pemasaran melalui layanan keuangan
Manusia (SDM), serta perluasan digital,” tambah Riswinandi. ⚫
Debut Perusahaan Rintisan di Lantai Bursa

Tanggal 5 Oktober 2017 bisa dikatakan menjadi hari yang bersejarah bagi pasar modal Tanah Air.
Pasalnya, pada tanggal tersebut untuk pertama kalinya sebuah perusahaan rintisan alias start up yakni
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. mencatatkan saham perdananya di lantai bursa Tanah Air.

H arga sahamnya pun langsung


disambut antusias oleh investor
bertengger di level Rp2.930 per November 2017, PT M Cash Integrasi
yang tercermin dari lonjakan harga saham. Bahkan level Rp3.000 per Tbk. menjadi perusahaan start up
saham hingga saham sempat diukir oleh perusahaan kedua yang mencatatkan sahamnya di
50% dan terpaksa harus terkena rintisan teknologi yang baru berusia 2 lantai BEI.
autoreject. Tak berhenti di situ, tren tahun itu. Perusahaan rintisan digital
bullish saham emiten bersandi KIOS Tingginya minat investor terhadap distribution itu melepas 25%
itu berlanjut pada perdagangan hari- saham emiten rintisan ini juga sahamnya ke publik dengan raihan
hari berikutnya dengan kisaran tercermin dari proses bookbuilding dana segar sebesar Rp300 miliar.
kenaikan sebesar 24%. yang mengalami kelebihan IPO saham emiten bersandi saham
Sempat dikenai sanksi penghentian permintaan alias oversubscribed MCAS itu juga disambut antusias oleh
sementara (suspensi) perdagangan oleh sebanyak 10 kali. investor. Pada saat bookbuilding,
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena KIOS adalah perusahaan teknologi perusahaan mencatatkan kelebihan
dinilai sahamnya bergerak di luar penyedia jasa Online to Offline (O2O) permintaan sebanyak 10,69 kali
kewajaran. BEI tercatat dua kali e-commerce pertama di Indonesia. dengan mayoritas investor domestik
melakukan suspensi perdagangan Saat ini, Kioson menyediakan sebesar 62,3% dan investor asing
saham KOIS yakni pada 17 Oktober dan berbagai layanan yang bisa digunakan 37,7%.
20 Oktober. oleh para mitra untuk bertransaksi, Saat debut perdagangan di lantai
Sejak debut perdagangan di lantai mulai dari pulsa, paket data, PPOB, bursa, saham MCAS menguat hingga
BEI, saham KIOS sudah meningkat transfer uang, pinjaman, hingga tiket 49,46% dari harga Rp1.385 per saham
tajam dari harga IPO sebesar Rp300 kereta api. menjadi Rp2.070 per saham.
per saham, kini harga sahamnya Seperti ingin mengulang kisah MCAS merupakan perusahaan
sukses KIOS, pada tanggal 1 penyedia kios digital yang mampu
mengeluarkan berbagai jenis kartu
fisik termasuk SIM Card hingga e-
money dengan registrasi otomatis.
Layanan lain yang diberikan adalah
isi pulsa, membayar tagihan hingga
transaksi e-commerce.
IPO-nya dua perusahaan rintisan
tersebut menjadi prestasi tersendiri
bagi otoritas pasar modal mengingat
program IPO perusahaan rintisan ini
sudah diinisiasi sejak lama.

IDX Incubator
Dalam rangka mendorong IPO
perusahaan rintisan ini, BEI telah
membentuk Inkubator start up dan
UKM yang efektif berjalan pada Maret
2017.
Menurut Direktur Utama BEI
Tito Sulistio, inkubator tersebut
merupakan fasilitas yang dibuat “Jadi persepsi pasar modal berbeda perusahaan rintisan diperkirakan
oleh otoritas pasar modal untuk dengan lembaga jasa keuangan seperti bakal semarak ke depannya.
memberikan pembekalan tentang bank. Kalau LJK langsung terkait laba Sejumlah perusahaan sekuritas pun
aspek hukum, penyusunan laporan rugi saat itu, sedangkan bursa terkait mengaku tengah menyiapkan
keuangan, hingga memperkenalkan dengan prospek, proyeksi ke depan. Jadi perusahaan rintisan untuk IPO pada
perusahaan rintisan kepada venture meski mereka masih merugi, 2018.
capital atau angle investor. perusahaan bisa mencatatkan sahamnya Salah satunya PT Kresna Sekuritas.
“Bursa sangat ingin mereka IPO. di bursa,” jelasnya di sela-sela Seminar Direktur Utama Kresna Sekuritas
Kalau mereka tidak IPO, mereka tidak Nasional Pasar Modal di Universitas Octavianus Budiyanto mengaku
efisien, tapi kalau tidak mau tidak apa- Negeri Malang, Sabtu (14/10). tengah menyiapkan IPO dua
apa. Yang penting perusahaannya maju, Terlebih, OJK juga memberikan perusahaan rintisan digital. “Asetnya
idenya terlaksana, menciptakan fasilitas berupa regulasi yang kurang lebih sama dengan MCAS,”
lapangan kerja, bayar pajak dengan mempermudah syarat perusahaan katanya, Rabu (1/11).
benar,” katanya awal tahun ini. kecil untuk IPO. Kini, dengan modal Direktur Penilaian BEI Samsul
Pada Agustus 2017, BEI Rp5 miliar, perusahaan rintisan bisa Hidayat mengungkapkan, ada dua
menggandeng HHP Law Firm untuk IPO. Syarat laporan akuntansi pun perusahaan start up didikan IDX
meningkatkan kualitas inkubator agar juga tak lagi seketat perusahaan yang Incubator yang berpotensi menggelar
para pebisnis pemula yang tergabung sudah besar. IPO saham pada tahun depan.
dalam IDX Incubator memiliki Pada Juli 2017, OJK juga telah Menurutnya, kedua perusahaan
pengetahuan dan mampu mengelola merilis POJK Nomor 53 Tahun 2017 tersebut bergerak di sektor financial
perusahaan dari sisi aspek hukum. yang mengatur tentang listing dan technology alias fintech. Saat ini, ada
Kerja sama tersebut diharapkan rights issue perusahaan dengan aset sekitar 20 perusahaan start up yang
dapat melahirkan generasi wirausaha skala kecil dan menengah. sedang menjalani penggemblengan di
berbasis digital dengan fondasi bisnis Saat ini, Dewan Standar IDX Incubator.
dan legal yang kuat sebagai modal di Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Kendati memiliki prospek yang
kemudian hari. Indonesia (DSAK IAI) tengah menarik, Analis PT Koneksi Kapital
Direktur Pengembangan BEI menyusun Pernyataan Standar Alfred Nainggolan mengingatkan
Hosea Nicky Hogan berharap Akuntansi Keuangan atau PSAK yang investor untuk tetap cermat dalam
perusahaan rintisan yang IPO mengakomodir kapitalisasi bisnis berinvestasi pada perusahaan start
semakin banyak. Menurutnya, start up. Penyusunan PSAK tersebut up. Menurutnya, setidaknya ada tiga
melalui IPO, perusahaan start up bisa diharapkan rampung sebelum akhir poin yang harus dicermati yakni
mendapatkan alternatif pembiayaan tahun ini. fundamental (kinerja keuangan
selain dari perbankan atau lembaga Dengan dukungan dari otoritas perusahaan), prospek usaha (prospek
keuangan lainnya. pasar modal dan kisah sukses IPO bisnis di masa depan), dan
dua perusahaan rintisan, tren IPO keberlanjutan (kestabilan perusahaan
menjaga kinerja yang positif). ⚫
atau menyesatkan sehingga
mempengaruhi harga efek di BEI.
Ini Dia Ketiga, perubahan gaya
manajemen perusahaan. Dalam
pengambilan keputusan/kebijakan,
Kewajiban Perusahaan manajemen emiten harus lebih
memperhatikan kepentingan publik.
Prinsip tata kelola perusahaan yang
baik harus menjadi rambu-rambu
Setelah Go Public dalam menjalankan proses bisnis
perusahaan.
Secara struktur organisasi, emiten
Menjadi perusahaan publik dengan embel-embel Terbuka (Tbk.) harus memiliki komisaris independen
pada bagian akhir nama perusahaan, tentu tak sekadar perubahan minimal 30% dari anggota Dewan
Komisaris dengan masa jabatan
status, tetapi ada konsekuensi yang harus dijalankan. paling banyak 2 periode berturut-
turut. Di jajaran direksi, emiten harus
S ejumlah konsekuensi itu adalah
Pertama, sharing kepemilikan
Laporan insidentil yang dimaksud
antara lain laporan perubahan
memiliki 1 Direktur Independen
dengan masa jabatan paling banyak 2
saham dengan pemegang
kepemilikan saham, informasi rencana periode berturut-turut. Struktur
saham publik. penyelenggaraan Rapat Umum organisasi lain yang harus dimiliki
Jumlah saham yang dimiliki oleh Pemegang Saham, dan informasi adalah Komite Audit dan Sekretaris
pemegang saham publik minimal 50 tentang pemegang saham tertentu. Pada Perusahaan.
juta saham dan minimal 7,5% dari intinya, informasi atau fakta material Keempat, emiten harus
jumlah saham dalam modal disetor. yang wajib dilaporkan adalah segala membayar biaya pencatatan. Biaya
Selain itu, jumlah pemegang saham informasi dan fakta penting terkait pencatatan ini ada tiga yakni biaya
publik minimal harus terdiri dari peristiwa, kejadian, atau fakta yang pencatatan awal pada saat listing,
300 pihak (memiliki rekening efek di dapat mempengaruhi harga efek pada biaya pencatatan tahunan, dan biaya
Anggota Bursa). bursa efek/keputusan pemodal, calon pencatatan saham tambahan apabila
Kedua, emiten (sebutan untuk pemodal, atau pihak lain yang mencatatkan saham tambahan.
perusahaan yang mencatatkan berkepentingan atas informasi atau Merujuk pada Peraturan BEI No.
sahamnya di Bursa Efek Indonesia) fakta tersebut. I-A tentang Pencatatan Saham dan
harus lebih transparan dalam Semua informasi baik yang berkala Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham
keterbukaan informasi. maupun yang insidentil tersebut harus Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan
Merujuk pada UU Nomor 8 Tahun disampaikan melalui sistem pelaporan Tercatat, besaran biaya pencatatan
1995 tentang Pasar Modal Pasal 86 elektronik (e-reporting) yang disebut awal adalah Rp1 juta untuk setiap
ayat (1), emiten wajib menyampaikan IDXnet untuk diumumkan di website kelipatan Rp1 miliar dari nilai
laporan secara berkala kepada resmi BEI. kapitalisasi saham atau minimum
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Selain dua prosedur pelaporan Rp10 juta dan maksimum Rp150 juta.
mengumumkan laporan tersebut tersebut, otoritas pasar modal Sementara itu, biaya pencatatan
kepada masyarakat. biasanya akan meminta penjelasan tahunan ditetapkan sebesar
Laporan berkala tersebut yaitu kepada emiten dalam hal antara lain Rp500.000 untuk setiap kelipatan
laporan keuangan berkala, laporan terdapat informasi penting yang Rp1 miliar dari jumlah modal disetor
realisasi penggunaan dana hasil beredar dan belum diinformasikan terkini emiten yang bersangkutan,
penawaran umum, dan laporan emiten kepada BEI, terjadi unusual atau minimum Rp5 juta dan
keuangan tahunan. transaction atas efek emiten di BEI, maksimum Rp100 juta. Adapun
Selain laporan berkala, emiten wajib dan bursa meminta penjelasan lebih besaran biaya pencatatan saham
menyampaikan laporan kepada OJK lanjut atas informasi yang telah tambahan sama dengan biaya
dan mengumumkan kepada masyarakat disampaikan emiten. pencatatan awal.
tentang peristiwa material (insidentil) Dalam hal penyampaian Kelima, iuran kepada Otoritas Jasa
yang dapat mempengaruhi harga efek informasi, emiten dilarang keras Keuangan. Khusus emiten, iuran
selambat-lambatnya pada akhir hari membuat pernyataan atau dikenakan saat melakukan emisi dan iuran
kerja kedua setelah terjadinya peristiwa memberikan keterangan yang yang dibayarkan setahun sekali. ⚫
tersebut. secara material tidak benar
Perbankan
TEKNOLOGI
FINANSIAL

BANK
UMUM

BANK BANK
PEMBANGUNAN PERKREDITAN
DAERAH RAKYAT

Arah Kebijakan Bank 2018


OJK Perkuat Kolaborasi
Otoritas Jasa Keuangan berencana mengarahkan kebijakan industri perbankan sudah dapat
perbankan pada 2018 untuk berkolaborasi dan sinergi. Kolaborasi menyelesaikan konsolidasi pada
kuartal I/2018. “Bila telah selesai
dan sinergi itu dilakukan dari bank umum, bank pembangunan konsolidasi, nantinya perbankan
daerah, bank perkreditan rakyat, dan teknologi finansial. Indonesia bisa fokus dalam

T ahun depan
momentum
disebut
bagi
menjadi
industri
Bisnis Bank (RBB) terkait dengan
mendorong pertumbuhan ekonomi,”
ujarnya melalui pesan tertulis, Kamis
perbankan untuk mulai ekspansi. pertumbuhan kredit diubah menjadi (16/11).
Walaupun, dari segi 11%. Lalu, pada kuartal IV/2017, Heru menyebutkan, selaku
kinerja, sampai akhir 2017 di bawah OJK memperkirakan pertumbuhan otoritas, pada tahun depan arah
target yang ditentukan pada awal kredit sampai akhir 2017 berada kebijakan untuk industri perbankan
tahun. pada kisaran 7% sampai 9%, seperti akan mendorong untuk melakukan
Dari data statistik perbankan dikutip dari presentasi Ketua Dewan kolaborasi dan sinergi. Dia
Indonesia (SPI) Otoritas Jasa Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan, ke depan, bank umum
Keuangan (OJK) sampai kuartal pada acara PWI, Kamis (2/11). akan menyesuaikan dan berkolaborasi
III/2017, pertumbuhan kredit Walaupun, pertumbuhan kredit lebih lanjut dengan teknologi finansial
perbankan hanya naik 7,86% menjadi masih belum menggeliat, tetapi dari (tekfin). Pasalnya, kolaborasi itu
Rp4.543 triliun dibandingkan dengan sisi rasio kredit bermasalah atau sudah menjadi kebutuhan dari
akhir tahun lalu. Tingkat Non Performing Loan (NPL) gross perbankan.
pertumbuhan itu masih jauh dari perbankan secara industri membaik “Saat ini, pada umumnya
target awal pertumbuhan kredit yang setelah turun ke level 2,93%. perbankan sudah berkolaborasi
sebesar 10% sampai 12%. Anggota Dewan Komisioner dengan teknologi terutama dengan
Adapun, memasuki semester Kepala Eksekutif Pengawas maraknya digital banking pada
II/2017, rata-rata revisi Rencana Perbankan OJK Heru Kristiana beberapa bank besar,” tuturnya.
mengatakan, pihaknya ingin Selain bank umum, Bank
FOKUS
Perbankan

Pembangunan Daerah (BPD) akan Dengan berkolaborasi, baik dari Edie melanjutkan, selain terkait
melanjutkan transformasi yang sudah sisi bank maupun tekfin akan pembiayaan mikro, beberapa kelompok
dicanangkan sejak tahun lalu. menciptakan hubungan mutualisme. BPD juga tengah menunggu kesiapan
Heru mengatakan, untuk Bank “Bank yang memiliki basis nasabah platform untuk layanan kantor
Perkreditan Rakyat (BPR) juga akan yang luas bisa memberikan layanan nircabang atau Laku Pandai. “Sebagian
disinergikan dengan bank umum agar yang nyaman, cepat, dan terkini BPD kecuali bank BUKU [Bank Umum
bisa lebih berperan dalam melayani dengan lebih efisien, sedangkan Kegiatan Usaha] I sudah siap, tetapi dulu
kebutuhan masyarakat. Dari sisi bank tekfin yang terkendala jaringan bisa ada komitmen untuk menggunakan
umum, kolaborasi dengan tekfin menawarkan produknya tersebut,” platform yang sama, Namun, ketika
memang menjadi solusi dalam melayani ujarnya. sekarang ditagih, platform-nya belum
perkembangan teknologi. Adapun, bank berkode BBNI itu siap,” lanjutnya.
Direktur PT Bank Negara Indonesia pun juga tengah menunggu izin dari Dia juga menuturkan, beberapa
(Persero) Tbk. Putrama Wahyu OJK terkait salah satu produk sistem BPD yang sudah memiliki layanan
Setyawan menyatakan, perbankan pembayaran yang bekerja sama Laku Pandai saat ini telah memilih
memang mendapatkan tantangan dari dengan salah satu perusahaan tekfin. menggunakan platform lain.
disruption technology. Banyak tekfin Di sisi lain, dari sisi bank Sementara itu, dari segi BPR justru
yang berupaya untuk mendapatkan pembangunan daerah (BPD) pun sudah menantikan sinergi dengan bank
porsi dari sistem pembayaran transaksi masih terus berupaya untuk umum. Pasalnya, melalui sinergi dengan
keuangan. “Untuk itu, perbankan bertransformasi yang sudah berjalan bank umum, BPR bisa lebih efisien
sebagai lembaga keuangan yang lebih selama dua tahun terakhir. dalam menjalankan bisnisnya.
tua pun harus mengubah diri juga,” Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Ketua Perhimpunan Bank
ujarnya dalam wawancara, Kami (9/11). Daerah (Asbanda) Edie Rizliyanto Perkreditan Rakyat (Perbarindo) Joko
menuturkan, untuk perkembangan Suyanto menjelaskan, sinergi dengan
Dia menyebutkan, agar perbankan transformasi BPD, pihaknya sudah bank umum sudah menjadi misi
bisa tetap menjaga eksistensinya dalam menyiapkan standarisasinya yang pihaknya dalam mengembangkan BPR
sistem pembayaran, mau tidak mau terlampir dalam standar operasional di Indonesia. “Kalau otoritas sudah
harus memberikan pelayanan kepada prosedur (SOP). “Standarisasi itu mempunyai pandangan yang sama,
nasabah yang lebih nyaman dan nantinya untuk layanan pembiayaan berarti ini akan semakin baik dalam
canggih. Menurut Putrama, untuk bisa mikro. Sebentar lagi, kami akan bahas proses sinergi antara BPR dan bank
tetap kompetitif, salah satu solusinya untuk sistem teknologi informasinya,” umum. Soalnya, proses perizinan kan
adalah perbankan berkolaborasi dengan ujarnya melalui pesan tertulis Jumat harus melalui regulator dan dengan
tekfin. (17/11). begitu antara BPR dan bank umum tidak
dibiarkan bersaing,” ujarnya.
Joko melanjutkan, sejauh ini
antara bank umum dengan BPR pun
sudah melakukan beberapa sinergi
seperti program linkage dalam
pinjaman modal yang sudah berjalan
sejak lama. Lalu dengan BPD juga ada
kerja sama dalam mengelola
likuiditas, dana bergulir, dan
sebagainya untuk setiap regional bank
daerah.
“Soalnya, kan bank umum punya
kekuatan di infrastruktur, sedangkan
kami punya kelebihan di jaringan.
Jadi dengan bersinergi intermediasi
yang dilakukan bank umum lewat BPR
semakin mengena ke seluruh lapisan
masyarakat,” ujarnya. Adapun,
beberapa kerja sama yang dilakukan
antara bank umum dengan BPR juga
terkait jaringan Anjungan Tunai
Mandiri (ATM). ⚫
Manajemen Risiko Perbankan
Kredit Bermasalah yang Membuat Resah

K redit atau pembiayaan adalah fasilitas


dana yang dipinjamkan bank kepada
kredit tidak dapat ditagih, sehingga
menimbulkan kerugian bagi bank
Sebagai kreditur, bank memiliki
kriteria dan penggolongan terhadap
pihak lain, baik itu yang bersifat penyalur atau kreditur. kualitas kredit yang mereka keluarkan.
perorangan Sebaik apapun analisis kredit yang Hal ini dimaksudkan untuk
ataupun badan usaha. dilakukan dalam mempertimbangkan mempermudah proses klasifikasi dan
Dalam proses pinjam meminjam permohonan kredit, kemungkinan penanganan terhadap berbagai macam
itu dilakukan perjanjian (akad) kredit terjadinya gagal bayar tetap ada. permasalahan yang mungkin saja
yang akan mengikat kedua belah Namun, kredit bermasalah juga bisa timbul dalam sebuah perjanjian kredit
pihak dengan berbagai ketentuan disebabkan oleh faktor internal bank. yang dilakukan.
serta kewajiban yang memiliki Faktor internal yang menjadi Penggolongan kualitas kredit yang
kekuatan hukum. penyebab timbulnya kredit dilakukan oleh bank bertujuan untuk
Di dalam perjanjian kredit, bermasalah adalah kebijakan menghitung cadangan potensi
seorang debitur (peminjam) akan perkreditan yang ekspansif, kerugian yang akan berpengaruh
diwajibkan melakukan kredit dan penyimpangan dalam pelaksanaan terhadap portofolio bank dan menjadi
melunasi seluruh pinjaman tersebut prosedur perkreditan, itikad kurang salah satu indikator penilaian
berikut bunga dan berbagai biaya baik dari pemilik, pengurus atau kesehatan bank yang dilakukan oleh
yang dikenakan oleh kreditur (bank). pegawai kreditur, lemahnya sistem Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pembayaran angsuran dan bunga administrasi, dan pengawasan kredit Bank akan memiliki catatan
harus dilakukan tepat waktu dan serta lemahnya sistem informasi lengkap mengenai pembayaran cicilan
sesuai dengan kesepakatan awal yang kredit bermasalah. dari setiap nasabah. Catatan ini akan
tertuang dalam akad kredit. Adapun, faktor eksternal penyebab menunjukkan lancar atau tidaknya
Namun, apabila dalam proses timbulnya kredit bermasalah adalah pembayaran yang dilakukan oleh
pembayaran angsuran gagal bayar, kegagalan usaha debitur, musibah debitur terhadap pinjaman kreditnya.
maka kredit tersebut masuk kategori terhadap debitur atau terhadap Berdasarkan data itu, debitur
bermasalah. Jadi, kredit bermasalah kegiatan usaha debitur, iklim yang masuk kolektabilitas 3, 4, dan
adalah fasilitas pinjaman yang persaingan usaha yang tidak sehat, 5 adalah kredit bermasalah yang
diberikan bank kepada debitur tetapi dan penurunan kegiatan ekonomi biasa disebut dengan istilah Non
mengalami gagal bayar. Akibatnya, serta tingginya suku bunga kredit. Performing Loan (NPL).
Adapun, penggolongan kredit ini
juga memiliki manfaat bagi debitur.
Pasalnya, debitur akan memiliki
Penggolongan Kualitas Kredit yang Dibuat oleh Bank pengertian dan penjelasan yang
cukup mengenai kualitas kredit yang
mereka lakukan, sehingga membuat
mereka berpikir untuk membayar
0 1-90 91-120 121-180 >180 kewajiban dengan baik.
Hal ini sangat penting untuk
1 2 3 4 5 dijelaskan kepada debitur, terutama
mengenai konsekuensi yang akan
mereka dapatkan jika ternyata mereka
mengalami kemacetan pembayaran
Lama Tunggakan/DPD (Hari) Kolektibilitas
terhadap kredit yang mereka ajukan.
Lancar Kurang lancar Macet Apabila debitur tidak melakukan
pembayaran kredit tepat waktu, maka
Dalam perhatian khusus Diragukan akan merugikan debitur pada kemudian
Sumber: ............................. hari, terutama jika mereka ingin
mengajukan pinjaman kembali. ⚫
TINJAUAN REGULASI

Kebijakan Batas Maksimum Suku Bunga Deposito

Antisipasi Kenaikan
Suku Bunga agar
Tak Terlalu Tinggi
S ejak awal tahun 2017, OJK
mewacanakan pemangkasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum mengambil keputusan terkait
selisih capping antara dua
kategori bank tersebut. kebijakan pembatasan maksimum (capping) suku bunga deposito
Bahkan, pada September 2017,
OJK juga melempar wacana untuk untuk Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III serta BUKU IV.
penghapusan capping.

Ditemui usai upacara HUT ke-6


OJK, Rabu (22/11), Ketua Dewan kisaran 11%, di atas suku bunga acuan dari 7,5% pada Agustus 2014 menjadi
Komisioner OJK Wimboh Santoso BI saat itu 7,5% maupun suku bunga kini 4,25%.
mengatakan, capping deposito sudah penjaminan LPS 7,75%. Untuk Turunnya suku bunga ini
tidak menarik untuk dibicarakan mencegah dampak negatif persaingan membuat industri perbankan juga
lantaran suku bunga, baik simpanan suku bunga dana perbankan yang merespons dengan penurunan
maupun kredit, sudah mulai turun. lebih luas, OJK mengeluarkan aturan deposito. Seiring dengan itu, biaya
“Wong suku bunga sudah turun, capping deposito. dana bank (cost of fund) yang
[capping] itu ada dan tiada, Saat itu, bank kategori BUKU III menjadi lebih murah, pada akhirnya
meaningless. Sementara ini jangan yakni yang memiliki permodalan inti mendorong bank menurunkan suku
bicara capping dulu, justru akan lebih Rp5 triliun-Rp30 triliun, hanya boleh bunga kredit.
menarik bagaimana untuk membuat memberikan bunga deposito maksimal Hal ini terjadi secara alamiah
suku bunga turun,” kata Wimboh. 225 basis poin (bps) di atas BI Rate. sebagai konsekuensi persaingan di
Dia menuturkan bahwa capping Sedangkan BUKU IV, dengan modal inti pasar. Mengutip data Analisis Uang
deposito pada dasarnya dibuat untuk di atas Rp30 triliun, hanya dapat Beredar per September 2017,
mengantisipasi kenaikan suku bunga memberikan bunga deposito maksimal penyaluran kredit tumbuh 7,7% year
agar tidak terlalu tinggi. Menilik latar 200 bps di atas BI Rate. on year (yoy) melambat
belakangnya, OJK pertama kali Aturan tersebut kemudian direvisi dibandingkan Agustus 2017 8% (yoy).
mengeluarkan aturan capping kembali pada Maret 2016. Batas atas Pada saat yang sama, pertumbuhan
deposito pada akhir September 2014 bunga deposito Bank BUKU IV diatur DPK perbankan justru naik dari 9,4%
lalu untuk mengawasi maksimum suku menjadi maksimal 75 bps di atas BI (yoy) pada Agustus 2017 menjadi
bunga dana pihak ketiga (DPK) yang Rate dan BUKU III menjadi 100 bps di 11,1% (yoy).
diberikan bank. atas BI Rate. Ketika pertumbuhan DPK masih
Saat itu, persaingan Pada kondisi saat ini, capping lebih tinggi dibandingkan dengan
penghimpunan dana di perbankan dinilai sudah tidak diperlukan lagi. kenaikan kredit, likuiditas bank
mendorong bank memperebutkan Pasalnya, suku bunga kredit dan suku masih longgar sehingga persaingan
DPK melalui persaingan pemberian bunga deposito terus menunjukkan perebutan dana menjadi berkurang.
suku bunga dana. Tren suku bunga tren penurunan sejalan dengan niat Bahkan, tak lagi jor-joran perang
perbankan yang terus meningkat pemerintah menuju suku bunga bunga bahkan cenderung membatasi
berdampak negatif terhadap kinerja kredit satu digit. penghimpunan dana mahal agar tak
perkreditan. Suku bunga kredit ikut Hal ini juga dipicu kebijakan menjadi beban.
terkerek dan ekspansi kredit moneter berupa tingkat suku bunga PT Bank Central Asia Tbk.,
melambat. acuan BI 7 Days Repo Rate (dulu misalnya, menurunkan bunga
Suku bunga dana perbankan yang menggunakan BI Rate) yang telah deposito counter rate untuk saldo
dinilai telah di luar kewajaran, dengan beberapa kali mengalami penurunan, di bawah Rp2 miliar dengan tenor 1
bulan sebesar 4%, sedangkan untuk
tenor 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan Rp3.972,13 triliun, atau sebesar Jika tidak, dana-dana akan mudah
masing-masing 4,25%. 44,4% dari total simpanan Rp5.225,16 berpindah.
“Soalnya saat ini jumlah DPK triliun. Di sisi lain, penurunan bunga “Jadi selama masih ada bank
sudah lebih dari cukup. Untuk itu, deposito masih menyisakan yang memberikan suku bunga
kami pun berusaha menurunkan tantangan tersendiri bagi sejumlah deposito tinggi, kami pun terpaksa
bunga deposito secara bertahap,” bank, yakni menyangkut bunga juga menyesuaikan,” ungkapnya.
kata Presiden Direktur BCA Jahja deposito special rate. Beragam realita tersebut
Setiaatmadja, Jumat (22/10). Direktur Utama PT Bank Mandiri membuat OJK masih tak kunjung
Tidak hanya bank-bank bermodal (Persero) Tbk. Kartika Wirjoatmodjo memutuskan kebijakan capping
kakap dan menengah, penurunan menyatakan, posisi bunga special bunga deposito. Otoritas masih
bunga dana secara berangsur-angsur rate perseroan masih di kisaran 6%. melakukan pengkajian untuk
juga dilakukan oleh bank-bank kecil. Idealnya, suku bunga tersebut harus mencabut ketentuan batas
Seperti diakui oleh Presiden didorong mendekati posisi suku maksimum bunga deposito bank.
Direktur PT Bank Ina Perdana Tbk. bunga acuan BI. Kepala Eksekutif Pengawas
Edy Kuntardjo yang mengatakan, Tiko, begitu dia biasa disapa, Perbankan OJK Heru Kristiyana
perseroan saat ini berada pada posisi mengatakan penurunan tingkat bunga mengatakan pihaknya akan kembali
yang lebih berani menawarkan bunga deposito special rate cukup sulit melakukan evaluasi capping deposito
deposito lebih rendah. lantaran segmentasi deposannya yang pada akhir tahun ini. “Ya pasti nanti
Menurutnya, dengan pertumbuhan sangat terkonsentrasi pada institusi, akan dievaluasi. Sekarang kan suku
kredit yang masih terbatas, dana yang dana pensiun dan asuransi besar. bunga sudah rendah, jadi buat apa
masuk hanya akan berpotensi idle fund Pemilik dana besar masih lagi. Dengan suku bunga rendah
dan bahkan menambah beban biaya. cenderung “menekan” perbankan sekarang, bank-bank sudah otomatis
Apalagi posisi Loan to Deposit Ratio untuk memberikan imbal hasil tinggi. menyesuaikan,” kata Heru. ⚫
(LDR) perseroan masih di kisaran 70%.

“Saat ini kan likuiditas masih


longgar, jadi bank BUKU I dan II
bisa negosiasi bunga lebih rendah,”
jelasnya.
Secara industri, menurut data
Statistik Perbankan Indonesia sampai
September 2017, suku bunga deposito
pada semua tenor telah turun ke level
6%, lebih rendah dibandingkan dengan
September 2016 yang masih ada
beberapa di level 7%.
Secara yoy, bunga simpanan
berjangka dengan tenor 1 bulan turun
54 bps menjadi 6,09%, tenor 3 bulan
turun 38 bps menjadi 6,46%, tenor 6
bulan turun 51 bps menjadi 6,8% dan
tenor 12 bulan turun 67 bps menjadi
6,99%.

Special Rate
Kendati bunganya terus turun,
deposito masih menjadi instrumen
favorit bagi nasabah. Data distribusi
simpanan yang diterbitkan oleh
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
menunjukkan bahwa sampai
September 2017, simpanan deposito
menjadi kontributor terbesar yakni
BISNIS PEMULA

H
Pilihan
adirnya pilihan investasi dan layanan
pembiayaan alternatif ini
diharapkan meningkatkan inklusi
jasa keuangan di
Indonesia. Alhasil, pelaku fintech
lending pun terus bertambah dengan

Layanan Kian
menawarkan keunikan layanannya
masing-masing.
Salah satunya adalah PT Cicil
Solusi Mitra Teknologi, fintech
dengan brand [Link], berfokus
pada pembiayaan pada segmen

Beragam mahasiswa.
Yuppie Wietanto, Marketing
Head [Link], pihaknya mencoba
mengatakan pihaknya menawarkan
sesuatu yang memang menjadi
Layanan keuangan pinjam meminjam langsung berbasis teknologi kebutuhan mahasiswa selama
atau financial technology (fintech) lending terus berkembang. ini. Menurutnya, sejak beroperasi
Apalagi, setelah Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan Peraturan pada September 2016 [Link]
mendapatkan respon positif lantaran
OJK No. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam minimnya kemungkinan mahasiswa
Uang Langsung Berbasis Teknologi pada akhir 2016. mendapatkan pendanaan dari
layanan jasa keuangan konvensional.
“Selama ini tidak ada celah bagi
mahasiswa untuk mendapatkan
pinjaman, mungkin beli laptop untuk
skripsi, kamera untuk kelas fotografi.
Dan kalau beli harus tunai, paling
harus menabung berbulan-bulan,”
ujarnya.
Oleh karena itu, Yuppie mengatakan
pihaknya mulai mengembangkan
layanan pembiayaan dengan berfokus
pada segmen tersebut. Hingga saat ini
pihaknya sudah melayani kebutuhan
pendanaan mahasiswa di lima wilayah,
yakni Bandung, Jabodetabek,
Yogyakarta, Malang dan Semarang.

DESEMBER 2017 EDUKASI KONSUMEN 19


BISNIS PEMULA

Fintech lending yang telah


terdaftar di OJK sejak Oktober 2017
ini sudah mampu mengakses sekitar
50 kampus untuk mendanai ribuan
mahasiswa. Yuppie mengatakan
pihaknya baru masuk ke Malang dan
Semarang sejak dua bulan terakhir
sehingga ingin terus meningkatkan
jangkauan di dua wilayah tersebut.
“Kami perkirakan hingga akhir
tahun bisa sampai 70 kampus, di
Semarang dan Malang kami baru
buka sehingga kira-kira bisa tambah
masing-masing 7 kampus di dua kota
itu,” ungkapnya.
Terkait produk, Yuppie
menjelaskan sejauh ini pihaknya
memberikan pembiayaan untuk
sejumlah kebutuhan mendasar
mahasiswa, seperti pembelian laptop
dan kamera untuk mendukung
aktivitas perkuliahan. Pinjaman itu
diberikan dengan tenor maksimal
mencapai 24 bulan.
Di luar itu, sambung dia, Cicil. Fintech lending lain yang Dino mengatakan dari sisi investasi
[Link] juga membuka layanan tengah gencar berekspansi adalah pihaknya telah mendapatkan komitmen
pendanaan bagi kebutuhan sekunder AwanTunai. Berbeda dengan pendanaan dari perusahaan
mahasiswa, seperti produk fesyen penyedia jasa lainnya yang multifinance, PT Finansia Multi Finance
dan biaya transportasi bagi aktivitas menjalankan skema peer-to-peer (Kredit Plus) sebesar US$30 juta untuk
organisasi. Kendati begitu, dia (P2P) lending, AwanTunai membiayai pinjaman dan mendukung
menegaskan pendanaan tersebut menyalurkan dana dari lembaga pertumbuhan bisnis AwanTunai. Selain
diberikan secara selektif dan diproses atau institusi kepada peminjam itu, AwanTunai pada tahun ini juga
berdasarkan pengajuan khusus dari perorangan. mendapatkan beberapa pendanaan kecil
mahasiswa. “Platform kami lebih kepada dari Singapura. “Untuk tahun depan,
“Kalau tujuan pinjaman sungguh institusi to peer. Bukan P2P,” ungkap kami masih membicarakan dengan
jauh dari kegiatan mahasiswa kami Founder & Chief Executive Officer beberapa bank, namun masih
tidak akan berikan,” ungkapnya. AwanTunai Dino Setiawan. negosisasi,” jelasnya.
Dino mengatakan hingga saat ini
pihaknya menawarkan sebuah produk
pendanaan mikro kepada masyarakat
dengan plafon maksimal mencapai Rp4
juta. Untuk memasarkan dana tersebut,
sambung dia, pihaknya bekerjasama
dengan beberapa mitra atau channel,
antara lain 50 toko offline yang dapat
memberikan fasilitas cicilan kepada
konsumen untuk pembelian
smartphone .
Selain itu, AwanTunai telah
menggandeng perusahaan
transportasi, Blue Bird Group,
untuk menyediakan fasilita cicilan
dalam pembelian smartphone bagi
para pengemudi taksi. ⚫
Bicara ANGKA

Perkembangan Fintech di Indonesia


11.11% 8.15%
42.22% 8.15%
Financial Technology On Demand Services
(Fintech) Pangsa pasar Indonesia tinggi 17.78%
12.59%
Proyeksi transaksi Nominal transaksi 132,7 juta 63,4 juta
di Indonesia 2016 per populasi 2014 Pengguna internet Pengguna
US$ 14,5 miliar US$ 56,98 ponsel pintar
(Rp190 triliun) (Rp747 ribu) Profil Fintech di Indonesia
Sumber: Kominfo, Tech in Asia, IDC, Daily Social,
BI, Statista, IDEA, Bank Dunia
E-Commerce
(Berdasarkan sektor)
Potensi transaksi di Indonesia Payment
2013 2016 2020 Lending
US$ 8 miliar US$ 20 miliar US$ 130 miliar
Aggregator
(Rp104 triliun) (Rp261 triliun) (Rp1.700 triliun)
Crowdfunding
Personal or Financial Planning
Others
SUMBER: ASOSIASI FINTECH INDONESIA DAN OJK

Realisasi Pertumbuhan Pembiayaan Fintech

2016 Rp1,46 Rp

triliun 2016 50.863 Rp


Pendanaan Peminjam/
Fintech Borrower
2017
Rp242,49 miliar
Rp

2017
(Per Agustus) 120.174 Rp
(Per Agustus)

Sumber: OJK

2016 12.145
Pemberi
Pinjaman/
Lender 2017
48.034
(Per Agustus)
“Industri Pembayaran akan Berevolusi”
Sejak dua tahun terakhir, industri financial technology atau fintech di Tanah Air berkembang begitu pesat.
Tren inipun membuat para pelaku industri berkumpul dan mendirikan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech).
Hanya dalam kurun 1 tahun, fintech yang semula belum diketahui banyak orang, menjadi topik
perbincangan hingga akhirnya memiliki payung hukum sendiri di bawah naungan OJK.
Niki Luhur, Chairman Aftech sekaligus Founder dan Presiden Komisioner Kartuku menceritakan kisah
perjalanan asosiasi yang mewadahi industri yang kekinian tersebut. Berikut petikan wawancaranya.

Bisa diceritakan awal mula pembayaran, termasuk semua untuk bank, tidak usah mikirin
masuk ke dunia fintech sistem untuk memfasilitasi gudang, sekuriti, dan lain-lain.
hingga kemudian mendirikan penerimaan kartu debit dan kartu Semua di-outsourcing ke Kartuku.
asosiasi? kredit, sudah berjalan puluhan Orang tahunya outsourcing, tetapi
Tujuan dan visi misi dari tahun. Persepsi selama ini, yang itu sebenarnya sudah fintech.
asosiasi adalah untuk mendorong bangun infrastrukturnya bank. Itu suatu tren yang sudah kami
inklusi keuangan, dengan cara Sebetulnya bank cari vendor. Pola tebak, industri pembayaran akan
digital. Dengan cara konvensional, lamanya, jual barang. Bank yang berevolusi.
selama ini penetrasi pasarnya lakukan semua, beli alat, pasang, Setelah fase itu, 2006 – 2009,
maksimal baru 35%. Kami ingin maintain, dan manage sendiri. kami semua kejar deadline. Mulai
mendukung strategi pemerintah Itu pola yang umum ditemui di ganti-ganti jaringan. Bank mulai
untuk meningkatkan inklusi Indonesia sebelum 2006. lepas, enggak mau lagi manage
keuangan hingga menjadi 70% Lalu pada 2006, waktu kartu sendiri. Banyak yang belum tahu
pada 2019. chip baru diimplementasikan, bahwa ada garis yang jelas antara
Teknologi yang sudah semua jaringan sistem core kompetensi fintech dan core
berkembang secara pesat pembayaran harus diubah, karena kompetensi perbankan. DNA-nya
membuka kesempatan untuk ada regulasi dari Bank Indonesia. aja udah beda. Kalau di fintech,
mengubah paradigma bahwa Deadline-nya akhir 2008, kami ngomonginnya tren mobile,
membangun infrastruktur yang diperpanjang ke 2009. Nah pada personalization, user experience,
tidak harus selalu fisik. Nah, saat itu bank mulai mengevaluasi, interface baru. Memang fintech
bagaimana kita bisa mengikuti apakah efisien untuk mengelola dan bank dua industri yang
tren-tren teknologi, seluruh proses mulai dari jualan berbeda, tapi saling
memanfaatkannya, untuk bantu ke merchant, akuisisi merchant, membutuhkan. Itu isu terbesar
industri jasa keuangan. Ini yang manage jaringan, hingga call yang masih banyak orang enggak
penting sekali. Kadang-kadang center di mereka sendiri? mengerti.
banyak yang salah paham, bahwa Maka kita bisa lihat, dari dulu
fintech akan menggeser bank. ada banyak core function yang Apa yang menjadi
Tidak. Fintech dasarnya dibutuhkan untuk bangun sistem permasalahan utama di
merupakan perusahaan teknologi, pembayaran, yang sebetulnya industri ini?
yang melayani industri keuangan, bukan core kompetensinya bank, Kalau saya lihat masalah
berpartner, bukan mengganti tetapi core kompetensinya utamanya bukan kompetisi, tetapi
industri keuangan. teknologi. kuenya masih kecil. Padahal
Memang sejak 2015, kami Saya pun memulainya sejak potensinya besar. Itu karena dari
lihat fintech mulai berkembang 2006, dengan Kartuku. Kami mulai sisi regulasi masih banyak yang
lebih cepat, tetapi bukan berarti manage service. Ada biaya perlu dioptimalkan. Contohnya
belum ada sebelumnya. Sistem langganan, sehingga lebih fleksibel soal keamanan data. Walaupun
TOKOH

sudah ada standar internasional


dan banyak market leader di
sistem pembayaran sudah adopsi,
tetapi belum ada satu kesepakatan
dari sisi regulasi.

Apa yang membuat Anda


dan teman-teman di fintech
kemudian bergabung?
Tahun 2012, ekosistem startup
di Indonesia mulai komplit. Terlihat
dari akses ke funding, kemudian
muncul beberapa senior atau
promising young entrepreneurs,
ekosistem mentoring, dan lain-lain.
Lalu pada 2015, e-commerce mulai bukan e-commerce tetapi lebih komplit, POJK No. 77/2016 yang
membangun secara besar. Di negara mengarah ke fintech-nya seperti mengatur peer-to-peer lending
mana pun dalam tren digital, sistem pembayaran, perlindungan (P2P Lending), bisa selesai. Itu
kemunculan e-commerce ini konsumen, keamanan data, dan salah satu kebanggaan kami. Dan
merupakan awal. Ada dua hal lain-lain. Akhirnya kami melihat ini itu membuktikan kemitraan yang
terkait ini yaitu pembayaran dan saatnya [membentuk asosiasi]. sehat antara asosiasi fintech sama
logistik. Di logistik enggak ada Awalnya lima perusahaan yaitu OJK. Untuk itu kami sangat
masalah karena semua sudah Kartuku, Mitrans, Doku, Bareksa, berterima kasih.
digital. Tetapi di sistem dan Cekaja. Itu tahun 2016. Pada tahun kedua ini (2017),
pembayarannya masih bermasalah. Ternyata kami dapat dukungan kami fokusnya membangun
Itulah kenapa salah satu solusi awal positif dari pemerintah. Malah dari community, yaitu antar anggota
fintech adalah sistem pembayaran, OJK bilang, “Justru kita lagi cari dan antara perbankan-fintech-
karena untuk juga melayani kalian dari dulu.” regulator. Selanjutnya pada tahun
ekosistem digital yang mulai depan, membangun awareness di
berkembang dari sisi e-commerce. Perubahan yang terjadi masyarakat.
Kartuku, salah satu early mover dalam 2 tahun Aftech berdiri?
di industri merasakan susahnya, Asosiasi ini sifatnya nonprofit, Bagaimana Anda
karena banyak kesalahpahaman. Itu tapi harus sustainable. Kami meproyeksikan industri
human nature. Kalau muncul memperlakukan asosiasi ini sebagai fintech ke depan dan apa
sesuatu yang baru, dan kita tidak startup. Kami mau bergerak cepat harapan Anda?
mengerti, refleksnya adalah defense sekali secara efisien. Kami bangun Saya lihat target pemerintah
dulu. Itu wajar. Tapi kami ingin ada sekretariat. Kami juga ada banyak yakni inklusi keuangan 70% pada
dialog. Banyak yang ingin kami wakil ketua, yang menangani 2019 bisa tercapai. Jalurnya sudah
dorong, misalnya standar masing-masing bidang fintech. ada. Apa yang perlu dilakukan ke
keamanan data, cara inkripsi, dan Pada tahun pertama, 2016, depan sudah jelas. Yang jadi
lain-lain. Supaya tidak lagi terjadi fokus utama kami adalah concern saya, harapan saya adalah,
kasus-kasus jutaan data nasabah membangun kebijakan, ini bisa tercapai, tetapi tidak
yang diambil. Tapi kami ada gap ke berkontribusi kepada regulator. mungkin sendiri. Perlu peran tiap-
pemerintah. Makanya kami ada working group tiap pihak. Dan satu hal yang paling
Pada 2015, karena e-commerce dengan OJK. Melalui asosiasi, kami penting, konsumen harus percaya.
mulai hot, kami banyak diundang kumpulin dulu suara-suara dari Ini bukan sesuatu yang bisa
ketemu oleh regulator. Tetapi pelaku industri, kemudian kami dibangun dalam jangka pendek.
pertanyaan-pertanyaan dari bertemu dengan regulator. Kami Maka kita harus bekerjasama,
regulator, OJK dan BI, justru kerjain bareng-bareng. Makanya bergotong royong. Itu penting
dalam 6 bulan, satu regulasi sekali. Itu tantangan terbesar untuk
industri. ⚫
Regulasi untuk Mendorong Kontribusi Tekfin

K eberadaan perusahaan teknologi


finansial atau tekfin sebagai
pendatang baru
di sektor jasa keuangan di
Indonesia disambut positif, karena
dinilai dapat turut berkontribusi
terhadap perekonomian nasional dan
mendorong tumbuhnya alternatif
pembiayaan bagi masyarakat.
Plt. Direktur Kelembagaan dan
Produk Industri Keuangan Non Bank
Otoritas Jasa Keuangan (IKNB OJK)
Asep Iskandar menyatakan, jumlah
perusahaan tekfin yang Guna menjaga transparansi atas Adapun, untuk keperluan
menyelenggarakan kegiatan pinjam penggunaan dana, penyelenggara pengawasan, penegakan hukum,
meminjam uang berbasis teknologi wajib menyediakan akses informasi penyelesaian sengketa dan verifikasi,
informasi di Indonesia terus tumbuh. lengkap kepada pemberi pinjaman regulator juga mewajibkan
atas penggunaan dananya, penyelenggara untuk menyediakan
Hingga Oktober 2017, perusahaan a.l. memuat jumlah dana yang rekam jejak audit terhadap seluruh
tekfin yang telah terdaftar di OJK dipinjamkan dan tujuan pemanfaatan kegiatan dalam sistem elektronik.
mencapai 24 entitas, sedangkan dana oleh peminjam, dan lainnya. Direktur Pengaturan, Perizinan,
perusahaan yang telah mengantongi Penyelenggara juga diwajibkan dan Pengawasan Fintech Otoritas
izin usaha berjumlah 1 entitas. memenuhi ketentuan mengenai Jasa Keuangan (OJK) Hendrikus
Untuk mengatur penyelenggaraan permodalan. Sementara itu, terkait Passagi menyatakan, regulator tengah
kegiatan usaha tersebut, pada 28 dengan ketentuan pemberian menyiapkan dua rancangan surat
Desember 2016 OJK menerbitkan pinjaman, penyelenggara diwajibkan edaran OJK atau SEOJK sebagai
Peraturan OJK atau POJK No. memenuhi ketentuan batas aturan turunan atau aturan pelaksana
77/2016 tentang Layanan Pinjam maksimum total pemberian pinjaman dari POJK tentang LPMUBTI.
Meminjam Uang Berbasis Teknologi dana kepada setiap penerima Kedua rancangan SEOJK itu terdiri
Informasi (LPMUBTI). pinjaman, yakni Rp2 miliar. dari aturan tentang penyelenggaraan
Beleid itu menyebutkan, badan LPUMBTI, dan aturan terkait
hukum penyelenggara dapat Sistem Teknologi Informasi pendaftaran, perizinan, dan
berbentuk perseroan terbatas atau Berkaitan dengan sistem kelembagaan penyelenggara LPMUBTI.
koperasi yang didirikan atau dimiliki Teknologi Informasi (TI), OJK juga Menurutnya, OJK telah menerima
oleh warga negara Indonesia (WNI), mewajibkan penyelenggara dan masukan dari pelaku industri terkait
badan hukum Indonesia. Selain itu, pengguna untuk memitigasi risiko poin-poin yang akan dimuat dalam
warga negara asing atau badan dengan menjadi anggota sistem peraturan itu.
hukum asing juga boleh menjadi layanan informasi keuangan OJK atau Dalam membuat regulasi,
pendiri atau pemilik dengan batas sistem layanan informasi lainnya yang Hendrikus di sela-sela pertemuan
kepemilikan saham secara langsung terdaftar di OJK. dengan pelaku industri tekfin di
maupun tak langsung maksimum Penyelenggara juga wajib Jakarta, Rabu (22/11), menegaskan
sebesar 85%. menggunakan pusat data dan pusat bahwa OJK harus transparan ke
Penerima pinjaman harus berasal pemulihan bencana yang ditempatkan di publik. “Sehingga setiap regulasi yang
dan berdomisili di wilayah hukum RI, Indonesia, serta memenuhi standar kami buat pasti kami mengundang
baik berupa perseorangan atau badan minimum sistem TI dan pengelolaan pelaku atau stakeholder untuk
hukum Indonesia. Sementara itu, risiko TI. Kerahasiaan data pribadi, data meyakinkan dan mencapai
pemberi pinjaman dapat berasal dari transaksi dan data keuangan juga harus kesepakatan.”
dalam ataupun luar negeri. terjaga.
keuangan di Indonesia. Saat (virus, ransomware)
Teknologi keuangan atau ini diperkirakan terdapat merupakan cyber crime yang
financial technology (fintech), lebih dari 140 perusahaan paling banyak dijumpai di
melahirkan berbagai moda start-up dan diprediksi terus Indonesia.
baru yang lebih praktis bagi bertambah sejalan dengan
konsumen dalam mengakses masih besarnya potensi pasar Semakin erat relasi antara
produk dan layanan yang belum terjamah. teknologi dan layanan
keuangan. Keberadaan keuangan, dimana kegiatan
fintech pun menggugah status Sejalan dengan meningkatnya keuangan dapat dilakukan
quo dan merevolusi cara kerja jumlah pemain, layanan yang kapan saja dimana saja, maka
institusi keuangan ditawarkan oleh fintech juga potensi ancaman kejahatan
tradisional. semakin beragam, mulai dari yang lebih sophisticated pun
pembayaran, semakin besar. Tidak ada
Interaksi nasabah dalam pembiayaan/pinjaman, sektor yang begitu rawan
kegiatan perbankan, investasi di pasar modal terekspos ancaman ini selain
misalnya, menjadi semakin hingga asuransi dikemas sektor layanan keuangan –
dinamis. Seperti ditunjukkan lebih menarik dengan dan terutama fintech.
oleh survey McKinsey & sentuhan fintech.
Company (2015); sejak 2011, Pengetahuan, tuntutan, Meski cyber crime yang paling
adopsi layanan digital- tingkat kenyamanan dan banyak terjadi adalah terkait
banking meningkat pesat di inklusi keuangan publik pun malware, namun yang paling
seluruh Asia. Nasabah beralih semakin meningkat. Namun mengkhawatirkan adalah
pada komputer, smartphone demikian, sebagai kejahatan yang terkait
dan tablet dalam interaksinya konsekuensi logis dari akses dengan transaksi keuangan
dengan perbankan – yang lebih terbuka dan opsi seperti transaksi fiktif,
menjadikan kegiatan yang lebih banyak ini adalah carding (penggunaan kartu
berkunjung ke kantor cabang meningkatnya resiko kredit orang lain), penipuan
dan bercakap lewat saluran keamanan dalam di marketplace, yang tentunya
telpon untuk menikmati bertransaksi. juga menjurus ke area-area
layanan perbankan, jauh fintech.
berkurang. Ancaman Kejahatan Cyber
di Indonesia Resiko besar dari hal ini
Khusus di negara-negara adalah hilangnya
berkembang Asia, termasuk Indonesia berada pada kepercayaan nasabah yang
Indonesia, pemanfaatan peringkat pertama justru merupakan dasar
channel tradisional seperti pertumbuhan tercepat utama dari pertumbuhan
melalui ATM memang masih koneksi di dunia. Namun fintech ke depannya.
mendominasi, namun sayangnya, Indonesia
demikian survey yang sama menempati peringkat Memastikan Kenyamanan
menyebutkan lonjakan pertama dengan jumlah cyber dan Keamanan Layanan
penggunaan internet dan crime terbanyak di dunia dan Fintech
smartphone banking oleh di peringkat kedua dunia
nasabah hampir 5 kali lipat terkait kegiatan hacking. Secara teknis, terdapat
dibandingkan 2011. Direktorat Reserse Kriminal banyak cara untuk
Khusus Polda Metro Jaya melakukan pengamanan yang
Semakin bergantungnya melaporkan ada sekitar 1.627 dapat dilakukan baik oleh
konsumen terhadap kasus pidana sepanjang 2016 penyedia layanan maupun
teknologi ini pun menjadi dan cyber crime menjadi pengguna. Dari sisi penyedia
faktor kunci pesatnya kasus dengan jumlah layanan, pertama dapat
perkembangan fintech untuk tertinggi (1.207 kasus), menggunakan pasangan user
mendukung berbagai layanan dimana saat ini malware id dan password sebagai
proteksi paling dasar. Kedua, Keamanan Informasi (KAMI),
dapat menggunakan proteksi namun diperlukan lebih
tambahan yang dirancang banyak terobosan
khusus untuk pengguna, pemerintah di luar respon
misalnya kartu atau token. terhadap bisnis seperti biasa,
Ketiga, menciptakan proteksi dan jangan hanya bersikap
yang lebih sophisticated reaktif jika muncul kasus. Ke
seperti fitur biometrik. depannya, diharapkan
Keempat, menggarap terdapat kewajiban baku
pengamanan data dari sisi pengamanan dan standar
jaringan dan server melalui yang dapat digunakan sebagai
berbagai teknik. panduan bersama oleh pelaku
usaha dalam mengukur dan
Hal utama yang perlu meningkatkan keamanan.
diperhatikan oleh penyedia
layanan terkait pengamanan Adanya mekanisme
data adalah inovasi teknik pelaporan dan penanganan
(pengembangan aplikasi dan kasus – jika terjadi – menjadi
pengoperasiannya) dan sebuah keharusan agar tidak
pengujian proteksi secara ada lagi kekhawatiran terkait
berkala dan terus menerus. keamanan layanan fintech.
Selain itu, investasi serius Resiko selalu ada, namun
juga perlu dilakukan - tidak harus terkontrol dalam
hanya untuk sistem, namun koridor yang dapat diterima.
juga SDM yang kompeten.

Sementara itu dari sisi


pengguna, edukasi
merupakan kunci.
Masyarakat perlu diberi
edukasi bahwa data pribadi –
terlebih data finansial – harus
dijaga baik. Masyarakat juga
harus berhati-hati dalam
memilih penyedia jasa
keuangan. Sekolah-sekolah
pun perlu terus didorong
untuk mulai mengajarkan
sistem keamanan data sejak
dini.

Peran pemerintah dan


asosiasi terkait juga menjadi
kunci untuk melakukan
quality control dan evaluasi
terhadap kegiatan
perusahaan-perusahaan start
up fintech yang menjamur.
Kementerian Informasi dan
Komunikasi telah
merumuskan Indeks
Teknologi Keuangan (Fintech) :
Konsep Dan Implementasinya Di
Indonesia
Deposito, pinjaman dan penambahan

T idak ada yang bisa memungkiri


bahwa saat ini gelombang
Aktivitas-aktivitas FinTech dalam layanan
jasa keuangan dapat diklasifikasikan ke
dalam 5 (lima) kategori, yaitu sebagai
modal (deposits, lending and capital
raising). Inovasi FinTech yang paling
revolusi umum di bidang ini adalah crowdfunding
dalam teknologi digital terus berlangsung. berikut (FSB, 2017): dan platform pinjaman P2P (peer-to-
Kemajuan yang dianggap sebagai disrupsi peer) secara online, mata uang digital
Pembayaran, transfer, kliring, dan
inovatif tersebut telah mengubah wajah (digital currencies) dan DLT. Aplikasi
penyelesaian (payment, clearing and
dunia melalui cara-cara melakukan ini terkait erat dengan intermediasi
settlement). Aktivitas ini terkait erat
interaksi sosial dan hubungan personal. keuangan.
dengan pembayaran mobile (baik oleh
Seandainya bank atau lembaga keuangan non-bank),
Bagi sektor keuangan, inovasi teknologi dompet elektronik (digital wallet), mata
sebenarnya bukan merupakan fenomena uang digital (digital currencies) dan Manajemen risiko (risk management.).
baru—karena penggunaan teknologi kasbuk/ buku besar Perusahaan FinTech yang berpartisipasi
antara teknologi dan keuangan memiliki terdistribusi (distributed ledger di sektor asuransi (InsurTech)
sejarah simbiosis yang panjang—sehingga technology, DLT) untuk infrastruktur berpotensi mempengaruhi tidak hanya
secara inheren teknologi keuangan pembayaran (Griffoli, 2017). Model- pemasaran dan distribusi asuransi,
(financial technology), atau yang lebih model ini bertujuan untuk meningkatkan melainkan juga underwriting, penetapan
populer dengan sebutan FinTech, juga inklusi keuangan (financial inclusion) dan harga risiko dan klaim penyelesaian.
bukan merupakan pengembangan baru bagi memastikan akses konsumen yang lebih Manajemen risiko juga memperhatikan
industri jasa keuangan. Meskipun demikian, besar pada layanan jasa pembayaran serta komitmen dan registrasi jaminan dan
intensitas pembahasan dan kajian tentang memastikan berfungsinya sistem penjaminan dalam operasi kredit.
keterkaitan keduanya cukup tinggi akhir- pembayaran dengan baik (smooth). Model
akhir ini, terutama karena penetrasi FinTech ini juga dapat berkontribusi pada
itu sangat cepat. Isu tersebut juga menjadi pengelolaan sejumlah besar transaksi
Dukungan pasar (market support).
perhatian banyak pihak pada berbagai level serta transfer dan settlements besar antar
Bagian teknologi FinTech dapat
di Indonesia, baik lembaga keuangan.
menyediakan proses yang lebih
sederhana atau lebih efisien, seperti e-
aggregators, big data, verifikasi ID
di kalangan pengambil keputusan, secara digital, penyimpanan data dan
akademisi, dan praktisi bisnis keuangan pemrosesan (cloud computing), atau
maupun di tingkat publik (masyarakat) pelaksanaan perintah melalui kontrak
sebagai konsumen atau pengguna FinTech. “pintar” (smart contracts). Akses dan
kontestabilitas informasi merupakan isu
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara penting di sini.
singkat tentang teknologi keuangan
(FinTech) di Indonesia, yang diawali dengan
Manajemen investasi (investment
pemaparan terkait konsep dasar FinTech dan
management). Dimensi ini mencakup
kemudian dilanjutkan dengan faktor-faktor
platform e-trading yang memungkinkan
penggerak inovasi FinTech. Pada bagian
konsumen untuk berinvestasi secara
selanjutnya akan dibahas mengenai langsung melalui komputer pada semua
perkembangan FinTech di Indonesia dan jenis aset, kontrak “pintar” (smart
implikasi serta potensi risiko yang
contracts), dan inovasi FinTech yang
dibawanya. Pada bagian akhir akan
menawarkan saran otomatis (robo-
dikemukakan beberapa catatan sebagai advice) mengenai layanan keuangan
penutup. (penasehat keuangan), termasuk
manajemen investasi dan portofolio.
Pemicu Inovasi FinTech
Evolusi FinTech yang terlihat akhir-akhir yang mudah dan kemampuan Sementara itu, faktor penggerak
ini sesungguhnya berawal dari inovasi kartu pengguna jaringan internet dari sisi penawaran adalah
kredit pada tahun 1960-an, kartu debit dan bertransaksi real-time telah perubahan regulasi keuangan
terminal yang menyediakan uang tunai, mendorong ekspektasi yang tinggi dan struktur pasar, terutama
seperti anjungan tunai mandiri (automatic terutama menyangkut kenyamanan, paska krisis keuangan global
teller machine, ATM) pada tahun 1970-an kecepatan, biaya yang lebih murah, 2008/2009. Perubahan tersebut
(Arner et al, 2015; FSB, 2107b). Kemudian dan kemudahan penggunaan ditujukan untuk mereduksi risiko
disusul dengan munculnya telephone layanan keuangan. Selain itu, terjadinya krisis di masa yang
banking pada tahun 1980-an dan beragam perubahan preferensi juga terjadi akan datang. Sebutlah misalnya
produk keuangan menyusul deregulasi karena pengaruh faktor demografi regulasi terkait ketentuan neraca,
pasar modal dan obligasi pada tahun 1990- yang mendorong permintaan, seperti persyaratan modal yang
an. Selanjutnya, muncul internet banking seperti akseptansi yang meningkat lebih tinggi dan leverage yang lebih
yang kemudian mendorong eksisnya dari kelompok yang memang rendah di sektor perbankan untuk
perbankan tanpa cabang (branchless tumbuh dengan teknologi digital menangani risiko yang ditimbulkan
banking) dan aktivitas perbankan yang (digital natives) dan para millennials. oleh aktivitas dan entitas shadow
dilakukan jarak jauh. Dengan perubahan ini Kedua, evolusi teknologi. Inovasi banking, evaluasi ketahanan
para nasabah tidak perlu lagi bertemu teknologi dalam layanan keuangan (robustness) rezim resolusi dan
berhadap-hadapan dengan pihak bank. berkembang dengan pesat dan pemulihan serta persyaratan stress
dengan cara-cara baru serta test. Kombinasi perubahan berbagai
memanfaatkan model-model bisnis regulasi keuangan tersebut telah
yang berbeda. Sebutlah misalnya menimbulkan banyak perubahan
Lebih lanjut, muncul teknologi perangkat model bisnis dengan menggunakan dalam aktivitas keuangan dan yang
selular (mobile) yang lebih memudahkan teknologi big data, artificial terkait dengan penetapan harga
dalam transaksi keuangan. Perubahan intelligence (AI), machine learning, (pricing). Akibatnya perusahaan-
tersebut telah mendorong munculnya cloud computing dan biometrics. perusahaan keuangan tradisional,
pembiayaan dan intermediasi langsung, Selain ini, dengan inovasi yang termasuk bank, didesak untuk
yang diprediksi akan menggantikan agak berbeda juga telah diterapkan menekan biaya dan menggunakan
pembiayaan tidak langsung dan teknologi baru, seperti DLT (He, et modal secara lebih efisien,
intermediasi keuangan yang mahal dan al., 2017 dan Griffoli, 2017). Dengan sehingga mengurangi aktivitas
tidak efisien (FSB, 2017b). model bisnis dan aplikasi teknologi perusahaan-perusahaan keuangan
baru memungkinkan munculnya tersebut. Bahkan ada diantaranya
pemain-pemain baru di sektor jasa yang menarik diri dari sejumlah
Ada dua faktor utama yang
keuangan. Majalah terkenal, the Economist aktivitas. Persyaratan modal
menggerakkan terjadinya evolusi dalam
(Edisi 9 May 2015) menyebutkan bahwa yang lebih tinggi, misalnya telah
inovasi teknologi keuangan, yaitu
kemajuan teknologi dalam jasa keuangan mengakibatkan perubahan perilaku
(Bernanke, 2009; Awrey, 2013; de Haan,
ini berpotensi mendemokratisasikan sejumlah bank dalam memberikan
et al, 2015; FSB, 2017a; dan 2017b) :
keuangan. Paling tidak, kombinasi pinjaman. Hal ini memberikan
kekuatan permintaan (demand side) dan
sejumlah teknologi yang bersamaan peluang bagi pemberi pinjaman
kekuatan penawaran (supply side).
dengan perangkat akses yang berada di online untuk mendapatkan traksi
Faktor yang bersumber dari sisi
telapak tangan konsumen, seperti ponsel dalam penyediaan kredit karena
permintaan antara lain adalah :
dan perangkat seluler lainnya yang bank mengurangi sejumlah
Pertama, pergeseran preferensi
terhubung ke internet telah menambah pinjaman berisiko. Selain itu, ada
konsumen yang mempengaruhi
dimensi baru bagi dunia digital. kemungkinan dimana regulasi baru
permintaan (demand) konsumen
Konektivitas yang lebih besar telah menciptakan insentif untuk
terhadap inovasi. Akses internet
memungkinkan bentuk baru dalam mengembangkan layanan dan
penyediaan layanan. model bisnis baru dengan solusi
8

Grafik 1. Jumlah
Perusahaan FinTech di
Indonesia, 2006 - 2016

Sumber : Asosiasi FinTech Indonesia dan OJK, (2017).

Konfigurasi FinTech di Indonesia

Terjadinya evolusi global dalam inovasi tersebut hanya tumbuh sekitar 177,78%, Growth, yang ditulis oleh Garvey, K. et
teknologi keuangan juga turut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan al. (2017) diketahui bahwa sepanjang
mempengaruhi perkembangan FinTech di tahun 2006-2007 yang mencapai sekitar tahun 2016 di Indonesia dijumpai 9
Indonesia. Hanya 300%. Dalam tahun 2013-2014 jumlah (sembilan) jenis model pembiayaan
saja indikator yang tersedia dan dapat perusahaan FinTech bertambah sebanyak alternatif online, yaitu1
digunakan untuk melihat konfigurasi 15 perusahaan hingga menjadi 40 : (i) Peer-to-peer (P2P)/market place
FinTech di Indonesia saat ini masih perusahaan, atau tumbuh sekitar 60%. business lending; (ii) Peer-to-peer
sangat terbatas. Perkembangan yang spektakuler terjadi (P2P)/market place consumer lending; (iii)
Berdasarkan data yang tersedia, hanya dalam tahun 2014-2016, dimana jumlah Peer-to-peer (P2P)/market place real
jumlah perusahaan perusahaan FinTech bertambah sebanyak estate lending; (iv) Donation-based
dan market size yang dapat dijadikan 125 perusahaan hingga menjadi 165 crowdfunding; (v) Equity-based
sebagai referensi untuk menjelaskan perusahaan. Artinya terjadi peningkatan crowdfunding; (vi) Reward-based
konfigurasi tersebut. Dari sisi jumlah jumlah perusahaan FinTech sekitar 312,5% crowdfunding; (vii) Revenue-sharing/
perusahaan, dalam periode sebelum tahun dibandingkan tahun sebelumnya (Grafik profit-sharing crowdfunding; (viii)
2006 jumlah perusahaan FinTech yang 1). Debentures (debt-based securities); dan
berpartisipasi baru 4 perusahaan dan (ix) Balance sheet consumer lending. Dari
kemudian bertambah menjadi sembilan jenis model tersebut 6 (enam)
model diantaranya mulai diperkenalkan
16 perusahaan pada tahun 2006-2007. dalam tahun 2016 dan 3 model
Pertambahan jumlah pelaku (perusahaan)
dalam aktivitas pembiayaan alternatif
lainnya sudah tersedia sejak tahun 2013
Dalam kurun waktu empat tahun setelah (FinTech) ini telah mempengaruhi
(Tabel 1).
itu hanya terjadi penambahan sebanyak perkembangan jenis model FinTech di
9 perusahaan yang melakukan aktivitas Indonesia. Berdasarkan laporan publikasi Dengan bertambahnya jumlah perusahaan
FinTech, sehinga menjadi 25 perusahaan CCAF (Cambridge Centre for Alternative dan jenis model pembiayaan alternatif yang
dalam tahun Finance) dalam The tersedia, tahun 2016 merupakan tahun yang
istimewa bagi aktivitas FinTech di
2011-2012. Secara relatif, jumlah 2nd Asia Pacific Region Alternative Indonesia dengan focal point
perusahaan FinTech dalam tahun Finance Industry Report - Cultivating
9

Tabel 1. Jenis Model Pembiayaan FinTech Indonesia, 2013 – 2016

Model 2013 2014 2015 2016

P2P (market place) business lending ✓ ✓ ✓ ✓

P2P (market place) consumer lending ✓

P2P (market place) real estate lending ✓

Donation-based crowdfunding ✓ ✓ ✓ ✓

Equity-based crowdfunding ✓

Reward-based crowdfunding ✓ ✓ ✓ ✓

Revenue-sharing/profit-sharing crowdfunding ✓

Debentures (debt-based securities) ✓

Balance sheet consumer lending ✓

Sumber : CCAF (September 2017)

terjadinyanya ekspansi yang pesat


di pasar pembiayaan online. Bahkan, Grafik 2. Market Size FinTech di Indonesia, 2013 - 2016
Indonesia dikatakan sebagai salah
satu negara di kawasan Asia Pasifik
dengan laju pertumbuhan pasar
(market size) tertinggi dalam layanan
FinTech (CCAF, 2017). Meskipun
dalam periode 2013 – 2015, market
size jasa layanan FinTech tumbuh
modest sekitar 24,2% rata-rata per
tahun, dalam tahun 2016 menjadi
titik balik bagi kegiatan pembiayaan
alternatif dengan total nilai
pembiayaan mencapai US$35.35 juta
atau setara dengan Rp470,6 miliar.
Artinya terjadi kenaikan yang
sangat substansial dibandingkan
tahun 2015 yang hanya mencapai Sumber : CCAF (September 2017)
US$2.26 juta (setara dengan Rp30,3
ini sebagian besar disebabkan US$0.11 juta (setara dengan Rp1,5
miliar) atau tumbuh dengan laju lebih
karena booming yang terjadi pada miliar) dalam tahun 2015 menjadi
dari 1.464% (Grafik 2).
model pinjaman (peer-to-peer US$28.47 juta (setara dengan
Pertumbuhan yang sangat massif dalam lending, P2PL), yang meningkat dari Rp378,9 miliar) dalam tahun 2016
kegiatan pembiayaan online
10

Grafik 3. Total Volume


Pasar menurut Jenis Model

Sumber : CCAF, September 2017 (diolah)

(Grafik 3). Model pembiayaan ini (incumbent) baik perbankan maupun dengan nilai pembiayaan sebesar
memiliki proporsi paling besar yaitu sekitar lembaga keuangan bukan bank. US$0,02 juta (setara Rp266,2 juta).
80,5% dari total market size FinTech. Bila Beberapa Implikasi dan
Jenis model lain yang juga
ditelusuri lebih jauh, dalam model P2PL ini
tumbuh tinggi dalam tahun 2016 Potensi Risiko
sekitar 76,0% diantaranya (sebesar
adalah crowdfunding. Total dana
US$21,65 juta atau setara Rp288,1 miliar) Walaupun belum banyak jenis pilihan
pembiayaan dengan menggunakan
berasal dari pinjaman kalangan dunia usaha model FinTech yang tersedia di Indonesia,
model crowdfunding mencapai
(peer-to-peer business lending). Konstituen namun hampir dapat dipastikan bahwa
US$6,62 juta (setara Rp88,1 miliar),
kedua terbesar dalam model P2PL ini keberadaan FinTech akan memberikan
atau tumbuh dengan laju lebih dari
dalam tahun 2016 adalah pinjaman warna dan membawa implikasi pada
200% dibandingkan tahun 2015,
konsumen (peer-to-peer consumer lending) layanan jasa keuangan dan para pihak
yang hanya mencapai US$2,16 juta
dengan pangsa pasar 22,9% (senilai (stakeholders) di dalam negeri.
(setara Rp28,9 miliar). Konstituen
US$6,52 juta atau setara Rp86,8 miliar).
terbesar dalam model crowdfunding
Pertama, bagi layanan keuangan,
Sebagai model baru yang diperkenalkan FinTech memiliki potensi untuk
ini adalah pembiayaan yang
dalam tahun 2016, proprosi pinjaman
berbasis sumbangan (donation- “memecah” (unbundling) dan
konsumen sebesar itu tergolong tinggi merestrukturisasi jasa keuangan yang ada.
based crowdfunding) senilai US$3,29
dibandingkan dengan model pembiayaan Keberadaan FinTech bisa “memecah”
juta (setara Rp43,8 miliar) dan
online yang diluncurkan pada waktu konsentrasi yang terjadi di pasar keuangan
yang berbasis ekuitas (equity-based
bersamaan—yaitu (peer-to-peer real estate sehingga market share akan terdistribusi
crowdfunding) sebesar US$3,2 juta (setara
lending) dengan proporsi hanya sekitar antar pesaing yang menawarkan jasa
Rp42,6 miliar). Model crowdfunding
1,1% (dengan nilai sebesar US$0,3 juta layanan yang sama. Akibatnya, tidak ada
berbasis ekuitas ini juga merupakan model
setara Rp86,8 miliar). Fakta ini dapat lagi dominasi lembaga perantara
baru yang diperkenalkan dalam tahun 2016
dijadikan sebagai indikasi awal bahwa (intermediari) keuangan tertentu di pasar
dan memiliki pangsa yang cukup besar
pasar pembiayaan konsumen akan semakin keuangan dan kompetisi yang terjadi
dalam pembiayaan model crowdfunding,
kompetitif, baik sesama penyedia pinjaman berpotensi menurunkan tingkat harga jasa
yaitu sekitar 48,3%. Model crowdfunding
online (FinTech) maupun antara FinTech layanan keuangan. Selain itu, FinTech juga
lain yang juga baru diluncurkan dalam
dengan lembaga keuangan lainnya akan mengubah kontestabilitas dalam jasa
tahun 2016 adalah model bagi hasil
layanan keuangan karena relatif murahnya
(revenue-sharing/profit-sharing
crowdfunding), hanya saja proporsinya
masih sangat kecil yaitu sekitar 0,3%,
11

biaya bagi pendatang baru (new entrants) data (cyber risks), privasi, dan kepemilikan melindungi kepentingan nasional terkait
untuk memasuki pasar (He, et al., 2017). data serta tata kelola (governance) data. dengan pencegahan kegiatan pencucian
Dengan terpecahnya konsentrasi pasar Risiko ini bisa muncul karena kerentanan uang (money laundering), pendanaan
dan terjadinya perubahan kontestabilitas sistem dan proses yang berbasis komputer terorisme, dan stabilitas sistem
dalam jasa layanan keuangan maka yang saling terkait dan dapat dimanfaatkan keuangan.
komposisi (struktur) jasa layanan oleh para hacker untuk kesenangan atau
keuangan juga akan mengalami niat kriminal (Narain, 2016 dan Wellisz,
Di lain pihak, Bank Indonesia juga
perubahan. Perubahan tersebut selain 2016). Risiko yang dihadapi konsumen
telah menetapkan regulasi bagi para
membuka peluang terjadinya diversifikasi tentu saja turut berpengaruh pada
penyelenggara FinTech yang
dan desentralisasi juga berpotensi operasional (operational risks) perusahaan
aktivitasnya terkait dengan sistem
mendorong efisiensi dalam sistem FinTech, infrastruktur pasar keuangan,
pembayaran.
keuangan. Implikasi yang tidak kalah atau bahkan sektor-sektor yang rentan
Hal ini tertuang Peraturan Bank
pentingnya bagi sistem keuangan adalah terhadap guncangan. Kristalisasi risiko-
Indonesia (PBI) No.19/12/ PBI/2017
terciptanya transparansi sehingga dapat risiko tersebut lebih lanjut bisa memiliki
tentang Penyelenggaraan Teknologi
mengurangi—kalaupun tidak dapat dampak sistemik terhadap sistem
Finansial dan ketentuan pelaksanaannya
menghilangkan—informasi yang keuangan secara keseluruhan.
dalam Peraturan Anggota Dewan
asimetris (asymmetric information) dan
Gubernur (PADG) No.
memperbaiki kemampuan pelaku pasar
19/14/PADG/2017 tentang Ruang Uji
dalam mengelola risiko.
Coba Terbatas (Regulatory Sandbox)
Penutup Teknologi Finansial

Dengan berbagai implikasi tersebut,


dan PADG No. 19/15/PADG/2017
peranan regulator menjadi sentral terutama
tentang Tata Cara Pendaftaran,
dalam merancang dan menerapkan regulasi
Kedua, keberadaan FinTech membuka Penyampaian Informasi, dan
keuangan yang proporsional. Keberadaan
peluang yang lebih besar bagi Pemantauan Penyelenggara Teknologi
FinTech membutuhkan regulasi yang tidak
konsumen—rumah tangga dan kalangan Finansial. Salah satu poin penting yang
lagi semata-mata tergantung pada entitas/
dunia usaha, termasuk usaha kecil dan tertuang dalam peraturan tersebut adalah
intermediari (entity-based regulation)
menengah (UKM)— untuk mengakses ditetapkannya kewajiban para
dan/atau aktivitas (activity-based
jasa keuangan. Selain itu FinTech juga penyelenggara FinTech di bidang jasa
regulation), melainkan memberikan
menawarkan kemudahan, kecepatan sistem pembayaran keuangan untuk
proporsi yang lebih pada regulasi berbasis
layanan, dan biaya yang lebih murah serta melakukan pendaftaran kepada Bank
aktivitas. Langkah
kenyamanan bagi konsumen dalam Indonesia. Selain itu, para
menikmati layanan jasa keuangan. penyelenggara diwajibkan untuk
Implikasi dan dividen terpenting dari melakukan uji coba terbatas atas produk
yang ditempuh oleh Otoritas Jasa
berbagai manfaat FinTech tersebut adalah layanan teknologi dan/ model bisnis
Keuangan (OJK) dengan menerbitkan
inklusi keuangan (financial inclusion). keuangannya dalam regulatory sandbox.
Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016
Hal ini lebih lanjut diharapkan akan Pendekatan regulatory sandbox ini akan
Tentang Layanan Pinjam Meminjam
mendorong pertumbuhan ekonomi yang membantu regulator memahami risiko
Uang Berbasis Teknologi Informasi,
berkelanjutan dan memungkinkan yang mungkin muncul jika suatu produk
paling tidak bisa menjadi bukti awal
dilakukannya diversifikasi eksposur FinTech digunakan secara luas, namun
adanya proporsi khusus untuk regulasi
terhadap risiko investasi secara berada dalam lingkungan yang
jasa keuangan berbasis aktivitas di
keseluruhan. terkendali. Ini akan membantu para
Indonesia. Kendati demikian, tujuan
penyelenggara FinTech, terutama
regulasi tersebut lebih luas. Selain
perusahaan pemula (start-up), untuk
ditujukan untuk melindungi kepentingan
Ketiga, keberadaan FinTech selain konsumen terkait keamanan dana dan
menguji produk tanpa harus
menanggung biaya penuh regulasi atau
membawa manfaat juga berpotensi data, POJK tersebut juga bertujuan untuk
menghadapi tindakan penegakan hukum.
membawa sejumlah risiko. Risiko
FinTech yang paling awal ditanggung
oleh konsumen, terutama risiko
keamanan
Boks : Model FinTech Indonesia

1. Crowdfunding atau penggalangan dana adalah proses 3. Peer–to–Peer Lending(P2PL)atau biasa juga disebut
mengumpulkan sejumlah uang untuk suatu proyek atau usaha sebagai social lending atau person-to-person lending
oleh sejumlah besar orang, biasanya dilakukan melalui merupakan salah satu bentuk crowdfunding berbasis utang
platformonline. Ada tiga pihak yang terlibat dalam platform berupa praktik pemberian pinjaman uang antar individu
crowdfunding, yaitu project owner, supporter (publik yang dimana peminjam dan pemberi pinjaman (investor)
memberikan dukungan dana) dan penyedia platform. Ketiga dipertemukan melalui platform yang diberikan oleh
pihak ini memiliki peran masing-masing dalam menciptakan perusahaan P2PL. P2PL memberikan wadah bagi seseorang
sebuah ekosistem yang dapat menunjang kebutuhan tiap yang ingin meminjam uang dari seseorang yang tidak pernah
pihak. dijumpai secara langsung sebelumnya. Begitu juga dengan
investor, ia dapat memberikan pinjaman kepada seseorang
yang ia tidak kenal dan informasi yang diketahui bisa hanya
2. Berdasarkan bentuk imbalan yang diberikan kepada
berdasarkan rekam jejak kredit dari peminjam. Model P2PL
pemberi dana, crowdfunding dapat dibedakan menjadi
ini dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
beberapa jenis, yaitu : reward-based/donation-based
crowdfunding, equity-based crowdfunding, dan loan-based
crowdfunding.
• Peer–to–Peer (P2P) Business Lending adalah transaksi
• Reward-based crowdfunding adalah
berbasis utang antara individu dan dunia usaha/bisnis yang
bentuk crowdfunding yang berbasis hadiah atau
ada, yang sebagian besar merupakan usaha kecil dan
penghargaan (reward). Reward-based crowdfunding akan
menengah (UKM) dengan banyak pemberi pinjaman
memberikan reward kepada investor, biasanya berupa individual yang memberikan kontribusi terhadap satu
versipertama atau edisi terbatas dari produk atau layanan
pinjaman. Contoh : Gandengtangan
yang didanai. Reward yang diberikan umumnya
disesuaikan dengan jumlah dana yang diberikan, semakin
besar dananya semakin eksklusif reward yang didapatkan • Peer–to–Peer (P2P) Consumer Lendingadalah transaksi
investor. berbasis utang dimana individu menggunakan platform
online untuk meminjam dari sejumlah pemberi pinjaman
individual, yang masing-masing memberikan pinjaman
• Donation-based crowdfunding adalah bentuk sejumlah kecil. Sebagian besar bentuknya berupa pinjaman
crowdfunding tanpa imbalan, dan biasanya pribadi/personal tanpa jaminan.
terkait dengan suatu kegiatan filantropi.

• Peer-to-Peer (P2P) Property Lendingadalah transaksi


• Equity-based crowdfunding merupakan bentuk
hutang yang aman (terjamin) berbasis properti antara
crowdfunding dimana penggalang dana akan memberikan
individu/institusi dengan umumnya dunia usaha (bisnis),
imbalan berupa saham kepada crowd investor. Saham
yang sebagian besar merupakan bisnis pengembangan
yang dijual kepada sejumlah investor merupakan imbalan
properti.
atas investasi. Besaran saham berbeda-beda tergantung
pada penawaran yang diberikan oleh perusahaan 4. Balance sheet consumer lending adalah suatu
penggalang dana yang didasarkan pada valuasi dari
platform yang memberikan pinjaman langsung kepada
perusahaan tersebut. Model ini seringkali digunakan oleh
perusahaan rintisan (start-up) atau pemula (early–stage). peminjam konsumen. Berbeda dengan pinjaman peer-to-peer
(P2P), di mana platform online mencocokkan pemberi
pinjaman pihak ketiga dengan peminjam, mengambil
potongan dari setiap transaksi.
• Revenue/Profit sharing crowdfunding merupakan bentuk
crowdfunding dimana emiten mengajukan kewajiban untuk
melunasi kreditur, namun pembayaran ini bervariasi dan 5. Debentures (debt-based securities) adalah surat
merupakan fungsi dari pendapatan atau keuntungan
perusahaan. berharga berbasis utang, dimana pemberi pinjaman menerima
kewajiban utang tanpa agunan yang biasanya dibayar kembali
dalam jangka waktu yang panjang. Serupa dalam struktur
untuk pembelian obligasi, namun dengan hak dan kewajiban
yang berbeda.

Anda mungkin juga menyukai