0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
192 tayangan13 halaman

Pengantar Senyawa Alkana dan Sifatnya

Dokumen tersebut membahas tentang jenis-jenis hidrokarbon alifatik yaitu alkana, alkena, dan alkuna. Alkana merupakan hidrokarbon jenuh yang hanya memiliki ikatan tunggal. Alkena memiliki satu ikatan rangkap ganda, sedangkan alkuna memiliki satu ikatan rangkap tiga. Ketiga jenis hidrokarbon tersebut memiliki sifat yang mirip namun alkuna paling reaktif.

Diunggah oleh

Raysha Wulandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
192 tayangan13 halaman

Pengantar Senyawa Alkana dan Sifatnya

Dokumen tersebut membahas tentang jenis-jenis hidrokarbon alifatik yaitu alkana, alkena, dan alkuna. Alkana merupakan hidrokarbon jenuh yang hanya memiliki ikatan tunggal. Alkena memiliki satu ikatan rangkap ganda, sedangkan alkuna memiliki satu ikatan rangkap tiga. Ketiga jenis hidrokarbon tersebut memiliki sifat yang mirip namun alkuna paling reaktif.

Diunggah oleh

Raysha Wulandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALKANA, ALKENA, ALKUNA

Dari berbagai unsur-unsur kimia yang kita kenal….ada satu unsur yang
cakupannya sangat luas dan pembahasannya sangat mendalam yakni KARBON.
Karbon mempunyai nomor atom 6 sehingga jumlah elektronnya juga 6….dengan
konfigurasi 6C = 2, 4. Dari konfigurasi elektron ini terlihat atom C mempunyai 4
elektron valensi (elektron pada kulit terluar)…..Untuk memperoleh 8 elektron
(oktet) pada kulit terluarnya (elektron valensi) dibutuhkan 4 elektron sehingga
masing-masing elektron valensi mencari pasangan elektron dengan atom-atom
lainnya. Kekhasan atom karbon adalah kemampuannya untuk berikatan dengan
atom karbon yang lain membentuk rantai karbon. Bentuk rantai2 karbon yang
paling sederhana adalah Hidrokarbon.
Hidrokarbon hanya tersusun dari dua unsur yaitu Hidrogen dan Karbon.
Berdasarkan jumlah atom C lain yang terikat pada satu atom C dalam rantai
karbon, maka atom C dibedakan menjadi :
a. Atom C primer, yaitu atom C yang mengikat satu atom C yang lain.
b. Atom C sekunder, yaitu atom C yang mengikat dua atom C yang lain.
c. Atom C tersier, yaitu atom C yang mengikat tiga atom C yang lain.
d. Atom C kwarterner, yaitu atom C yang mengikat empat atom C yang lain.

• atom C primer, atom C nomor 1, 7, 8, 9 dan 10 (warna hijau)

• atom C sekunder, atom C nomor 2, 4 dan 6 (warna biru)

• atom C tersier, atom C nomor 3 (warna kuning)


• atom C kwarterner, atom C nomor 5 (warna merah)
Berdasarkan bentuk rantai karbonnya :
• Hidrokarbon alifatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai lurus/terbuka yang
jenuh (ikatan tunggal/alkana) maupun tidak jenuh (ikatan rangkap/alkena atau
alkuna).
• Hidrokarbon alisiklik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar /
tertutup (cincin).
• Hidrokarbon aromatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar (cincin)
yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan rangkap secara selang-seling /
bergantian (konjugasi)
Selanjutnya dalam artikel ini saya batasi membahas hidrokarbon rantai terbuka
(alifatik) saja….
Berdasarkan ikatan yang ada dalam rantai C-nya, senyawa hidrokarbon alifatik
dibedakan atas :
1. Alkana (CnH2n+2)
2. Alkena (CnH2n)
3. Alkuna (CnH2n-2)
Keterangan : n = 1, 2, 3, 4, …….dst
Alkana (Parafin)
adalah hidrokarbon yang rantai C nya hanya terdiri dari ikatan kovalen tunggal
saja. sering disebut sebagai hidrokarbon jenuh….karena jumlah atom Hidrogen
dalam tiap2 molekulnya maksimal. Memahami tata nama Alkana sangat vital,
karena menjadi dasar penamaan senyawa2 karbon lainnya.
Sifat-sifat Alkana

1. Hidrokarbon jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom
H nya maksimal)
2. Disebut golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung)
3. Sukar bereaksi
4. Bentuk Alkana dengan rantai C1 – C4 pada suhu kamar adalah gas, C4 –
C17 pada suhu adalah cair dan > C18 pada suhu kamar adalah padat
5. Titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah…dan bila jumlah atom
C sama maka yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah
6. Sifat kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
7. Massa jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C
8. Merupakan sumber utama gas alam dan petrolium (minyak bumi)

Rumus umumnya CnH2n+2


Deret homolog alkana
Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon dengan rumus
umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya
mempunyai beda CH2 atau dengan kata lain merupakan rantai terbuka tanpa
cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama.
Sifat-sifat deret homolog alkana :
o Mempunyai sifat kimia yang mirip
o Mempunyai rumus umum yang sama
o Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14
o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya
n Rumus Nama
1. CH4 = metana
2 . C2H6 = etana
3 . C3H8 = propana
4. C4H10 = butana
5. C5H12 = pentana
6. C6H14 = heksana
7. C7H16 = heptana
8. C8H18 = oktana
9. C9H20 = nonana
10. C10H22 = dekana
11. C11H24 = undekana
12. C12H26 = dodekana
TATA NAMA ALKANA
1. Nama alkana didasarkan pada rantai C terpanjang sebagai rantai utama. Apabila
ada dua atau lebih rantai yang terpanjang maka dipilih yang jumlah cabangnya
terbanyak
2. Cabang merupakan rantai C yang terikat pada rantai utama. di depan nama
alkananya ditulis nomor dan nama cabang. Nama cabang sesuai dengan nama
alkana dengan mengganti akhiran anadengan akhiran il (alkil).
3. Jika terdapat beberapa cabang yang sama, maka nama cabang yang jumlah C
nya sama disebutkan sekali tetapi dilengkapi dengan awalan yang menyatakan
jumlah seluruh cabang tersebut. Nomor atom C tempat cabang terikat harus
dituliskan sebanyak cabang yang ada (jumlah nomor yang dituliskan = awalan
yang digunakan), yaitu di = 2, tri = 3, tetra =4, penta = 5 dan seterusnya.
4. Untuk cabang yang jumlah C nya berbeda diurutkan sesuai dengan urutan abjad
( etil lebih dulu dari metil ).
5. Nomor cabang dihitung dari ujung rantai utama yang terdekat dengan cabang.
Apabila letak cabang yang terdekat dengan kedua sama dimulai dari :
• Cabang yang urutan abjadnya lebih dulu ( etil lebih dulu dari metil )
• Cabang yang jumlahnya lebih banyak ( dua cabang dulu dari satu cabang )
Contoh :
Apakah nama idrokarbon di bawah ini ?

pertama kali kita tentukan rantai utamanya…..Rantai utama adalah rantai


terpanjang :

rantai utamanya adalah yang di kotak merah…… Kenapa?? coba kalian perhatikan
sisi sebelah kiri, bila rantai utamanya yang lurus (garis putus2) maka sama2 akan
bertambah 2 atom C tapi hanya akan menimbulkan satu cabang (bagian yang belok
ke bawah)….sedangkan bila kita belokkan ke bawah akan timbul 2 cabang (Aturan
no 1). Sekarang coba kalian perhatikan bagian kanan, penjelasannya lebih
mudah….bila rantai utamanya yang lurus (garis putus2) hanya bertambah satu
atom C sedangkan bila belok ke bawah maka akan bertambah 2 atom C. Jadi
rangkaian rantai utama itu boleh belak-belok dan gak harus lurus……asal masih
dalam satu rangkaian yang bersambungan tanpa cabang.
rantai karbon yang tersisa dari rantai utama adalah cabangnya…..
terlihat ada 3 cabang yakni 1 etil dan 2 metil…..penomoran cabang kita pilih yang
angkanya terkecil :
• bila dari ujung rantai utama sebelah kiri maka etil terletak di atom C rantai utama
nomor 3 dan metil terletak di atom C rantai utama nomor 2 dan 6
• bila dari ujung rantai utama sebelah kanan maka etil terletak di atom C rantai
utama nomor 6 dan metil di atom C rantai utama nomor 3 dan 7
kesimpulannya kira urutkan dari ujung sebelah kiri…..
Urutan penamaan : nomor cabang – nana cabang – nama rantai induk
jadi namanya : 3 etil 2,6 dimetil oktana
cabang etil disebut lebih dahulu daripada metil karena abjad nama depannya
dahulu (abjad “e” lebih dahulu dari “m”). karena cabang metil ada dua buah maka
cukup disebut sekali ditambah awalan “di” yang artinya “dua”. karena rantai
utamanya terdiri dari 8 atom C maka rantai utamanya bernama : oktana.
bentuk struktur kerangka Alkana kadangkala mengalami
penyingkatan…..misalnya :

CH3 (warna hijau) merupakan ujung rantai


CH2 (warna biru) merupakan bagian tenganh rantai lurus
CH (warna oranye) percabangan tiga
C (warna merah) percabangan empat
Kegunaan alkana, sebagai :
• Bahan bakar
• Pelarut
• Sumber hidrogen
• Pelumas
• Bahan baku untuk senyawa organik lain
• Bahan baku industri
Alkena (Olefin)
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 2 (-
C=C-)
Sifat-sifat Alkena

 Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua


 Alkena disebut juga olefin (pembentuk minyak)
 Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur –> 2-metil-2-butena)
 Sifat sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif
 Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam
udara (pada konsentrasi 3 – 34 %)
 Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking”

Rumus umumnya CnH2n


TATA NAMA ALKENA
hampir sama dengan penamaan pada Alkana dengan perbedaan :

 Rantai utama harus mengandung ikatan rangkap dan dipilih yang


terpanjang. Nama rantai utama juga mirip dengan alkana dengan mengganti
akhiran -ana dengan -ena. Sehingga pemilihan rantai atom C terpanjang
dimulai dari C rangkap ke sebelah kanan dan kirinya dan dipilih sebelah
kanan dan kiri yang terpanjang.
 Nomor posisi ikatan rangkap ditulis di depan nama rantai utama dan
dihitung dari ujung sampai letak ikatan rangkap yang nomor urut C nya
terkecil.
 Urutan nomor posisi rantai cabang sama seperti urutan penomoran ikatan
cabang rantai utama.

Contoh :

menpunyai rantai utama……

penghitungan atom C pada rantai utama dimulai dari ikatan rangkap….sebelah kiri
ikatan rangkap hanya ada satu pilihan sedangkan sebelah kanan ikatan rangkap ada
dua pilihan yaitu lurus dan belokan pertama ke bawah….kedua2nya sama2
menambah 4 atom C namun bila belokan pertama kebawah hanya menghasilkan
satu cabang sedangkan bila lurus menimbulkan dua cabang.
Jadi namanya : 3 etil 4 metil 1 pentena
1 pentena dapat diganti dengan n-pentena atau khusus ikatan rangkap di nomor
satu boleh tidak ditulis….sehingga namanya cukup : pentena. Nomor cabang
diurutkan sama dengan urutan nomor ikatan rangkapnya. Pada soal di atas dari
ujung sebelah kanan….
Kegunaan Alkena sebagai :

 Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)


 Untuk memasakkan buah-buahan
 bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol.
Alkuna
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 3 (–
C≡C–). Sifat-nya sama dengan Alkena namun lebih reaktif.

Rumus umumnya CnH2n-2

Tata namanya juga sama dengan Alkena….namun akhiran -ena diganti -una

Kegunaan Alkuna sebagai :

 etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.


 untuk penerangan
 Sintesis senyawa lain.

Alkil Halida (Haloalkana)


Senyawa alkil halida merupakan senyawa hidrokarbon baik jenuh maupun tak
jenuh yang satu unsur H-nya atau lebih digantikan oleh unsur halogen (X = Br, Cl.
I)
Sifat fisika Alkil Halida :

 Mempunyai titik lebih tinggi dari pada titik didih Alkana dengan jumlah
unsur C yang sama.
 Tidak larut dalam air, tapi larut dalam pelarut organik tertentu.
 Senyawa-senyawa bromo, iodo dan polikloro lebih berat dari pada air.

Struktur Alkil Halida : R-X


Keterangan :
R = senyawa hidrokarbon
X = Br (bromo), Cl (kloro) dan I (Iodo)
Berdasarkan letak alkil dalam hidrokarbon di bagi menjadi :

 Alkil halida primer, bila diikat atom C primer


 Alkil halida sekunder, bila diikat atom C sekunder
 Alkil halida tersier, bila diikat atom C tersier

CH3-CH2-CH2-CH2-Cl (CH3)2CH-Br (CH3)3C-Br


Primer sekunder tersier
Pembuatan Alkil Halida

1. Dari alkohol
2. Halogenasi
3. Adisi hidrogen halida dari alkena
4. Adisi halogen dari alkena dan alkuna

reaksi adisi dapat dilihat dalam TAUTAN artikel berikut dengan Judul:
“REAKSI-REAKSI SENYAWA KARBON“
Penggunaan Alkil Halida :

 Kloroform (CHCl3) : pelarut untuk lemak, obat bius (dibubuhi etanol,


disimpan dalam botol coklat, diisi sampai penuh).
 Tetraklorometana = karbontetraklorida (CCl4) : pelarut untuk lemak, alat
pemadam kebakaran (Pyrene).
 Freon (Freon 12 = CCl2F2, Freon 22 = CHCl2F) : pendingin lemari es, alat
“air conditioner”, sebagai propellant (penyebar) kosmetik, insektisida, dsb.

Perbedaan antara alkana, alkena dan alkuna


Perbedaan Antara Alkana, Alkena dan Alkuna. Alkana, alkena dan alkuna semuanya merupakan
hidrokarbon dengan struktur dan sifat fisik dan kimia yang berbeda.
Hidrokarbon
Dalam studi kimia organik, senyawa organik yang terdiri dari karbon dan hidrogen disebut hidrokarbon.
Mereka bisa menjadi dalam bentuk gas seperti propana, mereka bisa dalam wujud cairan, misalnya,
benzena, atau mereka juga dapat dalam bentuk padatan atau lilin, misalnya, polistirena. Ada empat
klasifikasi hidrokarbon, hidrokarbon jenuh atau alkana, hidrokarbon tak jenuh atau alkena dan alkuna,
sikloalkana, dan hidrokarbon aromatik atau Arena.
Alkana
Alkana merupakan hidrokarbon jenuh yang berarti mereka adalah senyawa dengan ikatan tunggal antara
atom. Hidrokarbon jenuh jenuh dan dengan hidrogen yang paling sederhana. Mereka diwakili secara
umum dengan rumus kimia CnH2n+2 dalam kasus struktur non-siklik atau struktur rantai lurus.
Mereka juga disebut parafin. Dalam alkana, ada empat ikatan untuk setiap atom karbon; itu baik bisa
ikatan antara CH atau CC. Setiap atom hidrogen harus terikat dengan sebuah atom karbon. Alkana yang
paling sederhana adalah CH4. Senyawa alkana yang sangat tidak reaktif, ini karena ikatan karbon yang
stabil dan tidak mudah pecah. Mereka tidak memiliki gugus fungsional yang melekat pada atom karbon.
Kegunaan Alkana sebagai :
 Bahan bakar
 Pelarut
 Sumber hidrogen
 Pelumas
 Bahan baku untuk senyawa organik lain
 Bahan baku industri

Alkana
Nama-nama sepuluh alkana dengan jumlah atom karbon 1 sampai 10 terdapat pada tabel berikut:
Jumlah Atom C Rumus Molekul Nama

1 CH4 Metana

2 C2H6 Etana

3 C3H8 Propana

4 C4H10 Butana

5 C5H12 Pentana

6 C6H14 Heksana

7 C7H16 Heptana

8 C8H18 Oktana

9 C9H20 Nonana

10 C10H22 Dekana

Alkena
Alkena adalah hidrokarbon tak jenuh yang berarti mereka adalah senyawa dengan satu atau lebih ikatan
rangkap antara atom karbon. Alkena yang khusus adalah mereka hidrokarbon tidak jenuh yang memiliki
setidaknya satu ikatan rangkap. Mereka direpresentasikan dengan rumus kimia CnH2n pada umumnya ketika
tidak ada gugus fungsional lainnya. Mereka juga disebut olefin. Alkena memiliki ikatan pi antara atom
karbon, dan ketika mengalami banyak sekali reaksi yang memecah ikatan pi dalam rangka untuk
membentuk ikatan tunggal sehingga mereka lebih reaktif daripada alkana tetapi relatif stabil dibandingkan
dengan alkuna.
Alkena

Kegunaan Alkena sebagai :


 Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2).
 Untuk memasakkan buah-buahan.
 bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol.
Alkuna
Alkuna juga hidrokarbon tak jenuh, mereka memiliki satu atau lebih ikatan rangkap tiga antara atom
karbon. Rumus umum mereka adalah CnH2n-2, dalam hal apapun merupakan senyawa non-siklik. Mereka
juga dikenal sebagai Asetilena. Alkuna lebih reaktif daripada alkena dan alkana, mereka banyak
menampilkan sebagai polimerisasi dan oligomerisasi. Polimer yang dibentuk disebut Polyethylene yang
menunjukkan sifat semikonduktor. Mereka sangat reaktif disebabkan oleh adanya, ikatan jenuh rangkap
tiga dan mudah mengalami reaksi adisi.

Alkuna

Kegunaan Alkuna sebagai :


 Etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
 Untuk penerangan.
 Sintesis senyawa lain.
Ringkasan Perbedaan Antara Alkana Alkena Alkuna:
1. Alkana adalah hidrokarbon jenuh, yang berarti memiliki ikatan tunggal antara atom karbon; alkena
adalah hidrokarbon tak jenuh yang berarti terdiri dari satu atau lebih ikatan ganda diantara atom
karbon; alkuna juga hidrokarbon tidak jenuh dengan satu atau lebih ikatan rangkap tiga antara atom
karbon.

2. Rumus umum untuk alkana adalah CnH2n+2, rumus umum untuk alkena dalam kasus senyawa non-siklik
adalah CnH2n sedangkan rumus umum untuk alkuna dalam kasus senyawa non-siklik adalah CnH2n-2.
3. Alkana adalah hidrokarbon paling stabil karena ikatan karbon sulit untuk dipecahkan. Mereka tetap tak
berubah selama jutaan tahun, alkena kurang stabil daripada alkana dan lebih stabil dari alkuna, alkuna
lebih reaktif daripada alkana dan alkena.
4. Alkana juga disebut parafin, alkena juga disebut olefin, alkuna juga disebut asetilena.

Hidrokarbon
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dalam bidang kimia, hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri
dari unsur atom karbon (C) dan atom hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon
dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga
sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik.
Sebagai contoh, metana (gas rawa) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat
atom hidrogen: CH4. Etana adalah hidrokarbon (lebih terperinci, sebuah alkana) yang terdiri dari
dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal, masing-masing mengikat tiga atom
karbon: C2H6. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2).

Daftar isi
[sembunyikan]

 1Tipe-tipe hidrokarbon
o 1.1Ciri-ciri umum
o 1.2Hidrokarbon sederhana dan variasinya
 2Penggunaan
o 2.1Pembakaran hidrokarbon
 3Bibliografi
 4Pranala luar
 5Referensi

Tipe-tipe hidrokarbon[sunting | sunting sumber]


Klasifikasi hidrokarbon yang dikelompokkan oleh tatanama organik adalah:

1. Hidrokarbon jenuh/tersaturasi (alkana) adalah hidrokarbon yang paling sederhana.


Hidrokarbon ini seluruhnya terdiri dari ikatan tunggal dan terikat dengan hidrogen.
Rumus umum untuk hidrokarbon tersaturasi adalah CnH2n+2.[1] Hidrokarbon jenuh
merupakan komposisi utama pada bahan bakar fosil dan ditemukan dalam bentuk rantai
lurus maupun bercabang. Hidrokarbon dengan rumus molekul sama tapi rumus
strukturnya berbeda dinamakan isomer struktur.[2]
Model tiruan dari molekul metana, CH4. Metana merupakan salah satu
contohhidrokarbon yang masuk dalam kategorialkana, hanya mempunyai 1 jenis ikatansaja.

2. Hidrokarbon tak jenuh/tak tersaturasi adalah hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih
ikatan rangkap, baik rangkap dua maupun rangkap tiga. Hidrokarbon yang mempunyai
ikatan rangkap dua disebut dengan alkena, dengan rumus umum CnH2n.[3] Hidrokarbon
yang mempunyai ikatan rangkap tiga disebut alkuna, dengan rumus umum CnH2n-2.[4]
3. Sikloalkana adalah hidrokarbon yang mengandung satu atau lebih cincin karbon. Rumus
umum untuk hidrokarbon jenuh dengan 1 cincin adalah CnH2n.[2]
4. Hidrokarbon aromatik, juga dikenal dengan arena, adalah hidrokarbon yang paling tidak
mempunyai satu cincin aromatik.
Hidrokarbon dapat
berbentuk gas (contohnya metana dan propana), cairan (contohnya heksana dan benzena), lilin
atau padatan dengan titik didih rendah (contohnya paraffin wax dan naftalena)
atau polimer (contohnya polietilena,polipropilena dan polistirena).
Ciri-ciri umum[sunting | sunting sumber]
Karena struktur molekulnya berbeda, maka rumus empiris antara hidrokarbon pun juga berbeda:
jumlah hidrokarbon yang diikat pada alkena dan alkuna pasti lebih sedikit karena atom
karbonnya berikatan rangkap.
Kemampuan hidrokarbon untuk berikatan dengan dirinya sendiri disebut dengan katenasi, dan
menyebabkan hidrokarbon bisa membentuk senyawa-senyawa yang lebih kompleks,
seperti sikloheksana atau arena seperti benzena. Kemampuan ini didapat karena karakteristik
ikatan di antara atom karbon bersifat non-polar.
Sesuai dengan teori ikatan valensi, atom karbon harus memenuhi aturan "4-hidrogen" yang
menyatakan jumlah atom maksimum yang dapat berikatan dengan karbon, karena karbon
mempunyai 4 elektron valensi. Dilihat dari elektron valensi ini, maka karbon mempunyai 4
elektron yang bisa membentuk ikatan kovalen atau ikatan dativ.
Hidrokarbon bersifat hidrofobik dan termasuk dalam lipid.
Beberapa hidrokarbon tersedia melimpah di tata surya. Danau berisi metana dan etana cair telah
ditemukan pada Titan, satelit alam terbesar Saturnus, seperti dinyatakan oleh Misi Cassini-
Huygens.[5]
Hidrokarbon sederhana dan variasinya[sunting | sunting sumber]

Jumla Alkena(2 ikatan) Alkuna (3 ikatan) Sikloalkana Alkadiena


Alkana(
h atom
karbo 1 ikatan)
n

1 Metana - - – –

2 Etana Etena (etilena) Etuna (asetilena) – –

Propena (propilena Propuna (metilasetilen Siklopropan


3 Propana Propadiena (alena)
) a) a

4 Butana Butena (butilena) Butuna Siklobutana Butadiena

Siklopentan Pentadiena (piperylene


5 Pentana Pentena Pentuna
a )

Sikloheksan
6 Heksana Heksena Heksuna Heksadiena
a

Sikloheptan
7 Heptana Heptena Heptuna Heptadiena
a

8 Oktana Oktena Oktuna Siklooktana Oktadiena

9 Nonana Nonena Nonuna Siklononana Nonadiena

10 Dekana Dekena Dekuna Siklodekana Dekadiena

Penggunaan[sunting | sunting sumber]


Hidrokarbon adalah salah satu sumber energi paling penting di bumi. Penggunaan yang utama
adalah sebagai sumber bahan bakar. Dalam bentuk padat, hidrokarbon adalah salah satu
komposisi pembentuk aspal.[6]
Hidrokarbon dulu juga pernah digunakan untuk pembuatan klorofluorokarbon, zat yang
digunakan sebagai propelan pada semprotan nyamuk. Saat ini klorofluorokarbon tidak lagi
digunakan karena memiliki efek buruk terhadap lapisan ozon.
Metana dan etana berbentuk gas dalam suhu ruangan dan tidak mudah dicairkan dengan
tekanan begitu saja. Propana lebih mudah untuk dicairkan, dan biasanya dijual di tabung-tabung
dalam bentuk cair. Butana sangat mudah dicairkan, sehingga lebih aman dan sering digunakan
untuk pemantik rokok. Pentana berbentuk cairan bening pada suhu ruangan, biasanya
digunakan di industri sebagai pelarut wax dan gemuk. Heksana biasanya juga digunakan
sebagai pelarut kimia dan termasuk dalam komposisi bensin.
Heksana, heptana, oktana, nonana, dekana, termasuk dengan alkena dan beberapa sikloalkana
merupakan komponen penting pada bensin, nafta, bahan bakar jet, dan pelarut industri. Dengan
bertambahnya atom karbon, maka hidrokarbon yang berbentuk linear akan memiliki sifat
viskositas dan titik didih lebih tinggi, dengan warna lebih gelap.
Pembakaran hidrokarbon[sunting | sunting sumber]
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pembakaran
Saat ini, hidrokarbon merupakan sumber energi listrik dan panas utama dunia karena energi
yang dihasilkannya ketika dibakar.[7] Energi hidrokarbon ini biasanya sering langsung digunakan
sebagai pemanas di rumah-rumah, dalam bentuk minyak maupun gas alam. Hidrokarbon
dibakar dan panasnya digunakan untuk menguapkan air, yang nanti uapnya disebarkan ke
seluruh ruangan. Prinsip yang hampir sama digunakan di pembangkit-pembangkit listrik.
Ciri-ciri umum dari hidrokarbon adalah menghasilkan uap, karbon dioksida, dan panas selama
pembakaran, dan oksigen diperlukan agar reaksi pembakaran dapat berlangsung. Berikut ini
adalah contoh reaksi pembakaran metana:
CH4 + 2 O2 → 2 H2O + CO2 + Energi
Jika udara miskin gas oksigen, maka akan terbentuk gas karbon monoksida (CO) dan air:
2 CH4 + 3 O2 → 2CO + 4H2O
Contoh lainnya, reaksi pembakaran propana:
C3H8 + 5 O2 → 4 H2O + 3 CO2 + Energi
CnH2n+2 + (3n+1)/2 O2 → (n+1) H2O + n CO2 + Energi
Reaksi pembakaran hidrokarbon termasuk reaksi kimia eksotermik.

Anda mungkin juga menyukai