SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
DIABETES MELITUS
Disusun oleh :
Arif Akmaludin
014.012
AKADEMI KEPERAWATAN YATNA YUANA LEBAK
Jl. Jenderal Sudirman Km. 2 Rangkasbitung Lebak - Banten
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIABETES MELITUS
Pokok Bahasan : Diabetes melitus
Sub Pokok Bahasan :
1. Pengertian Diabetes Melitus
2. Penyebab Diabetes Melitus
3. Tanda dan Gejala Diabetes Melitus
4. Cara Mengatasi Diabetes Melitus
5. Komplikasi pada Diabetes Melitus
Sasaran : Tn. U.
Pelaksanaan/waktu : 29 Juni 2018 / 15 menit
Tempat : Ruang salak
I. Analisa Situasi
A. Peserta
- Tn. U
B. Penyuluh
- Arif Akmaludin
II. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah mendapatkan penyuluhan Tn.U dapat menjelaskan tentang Penyakit Diabetes
Melitus
III. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 1x15 menit, pasien dapat :
1. Menjelaskan Pengertian Diabetes Melitus
2. Menjelaskan Penyebab Diabetes Melitus
3. Menjelaskan Tanda dan Gejala Diabetes Melitus
4. Menjelaskan Cara Mengatasi Diabetes Melitus
5. Menjelaskan Komplikasi pada Diabetes Melitus
IV. Materi Penyuluhan
Terlampir
V. Metode Penyuluhan
Ceramah dan Tanya Jawab
VI. Media Penyuluhan
Leaflet dan Lembar Balik
VII. Kegiatan Penyuluhan
No. Tahap Kegiatan Penyuluh Kegiatan Audiens Waktu
1. Pendahuluan 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam 2 menit
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan TIU dan TIK 3. Memperhatikan
2. Kegiatan inti 1. Menjelaskan Pengertian Diabetes 1. Mendengarkan 4 menit
2. Mendengarkan
melitus
3. Mendengarkan
2. Menjelaskan Penyebab Diabetes
4. Mendengarkan
melitus 5. Mendengarkan
3. Menjelaskan Tanda dan Gejala
Diabetes melitus
4. Menjelaskan Cara Mengatasi
Diabetes melitus
5. Menjelaskan Komplikasi pada
Diabetes melitus
3. Tanya Jawab 1. Memberi kesempatan bertanya 1. Bertanya 3 menit
2. Menjawab pertanyaan 2. Memberi
tanggapan
4. Evaluasi 1. Menjelaskan Pengertian Diabetes - Memberikan 4 menit
melitus Jawaban sesuai
2. Menjelaskan Penyebab Diabetes
pertanyaan
melitus
3. Menjelaskan Tanda dan Gejala
Diabetes melitus
4. Menjelaskan Cara Mengatasi
Diabetes melitus
5. Menjelaskan Komplikasi pada
Diabetes melitus
5. Penutup 1. Merangkum hasil penyuluhan 1. Mendengarkan 2 Menit
dan
2. Salam penutup
memperhatikan
2. Menjawab salam
VIII. Kriteria Evaluasi
a. Struktur
1. Media dan alat memadai
2. Waktu pelaksanaan tepat waktu
3. Lingkungan tenang dan mendukung
b. Proses
1. Kegiatan Penyuluhan dilaksanakan tepat waktu sesuai waktu yang
direncanakan.
2. Penyaji menyampaikan materi sesuai bahasa masyarakat dan mudah
dimengerti.
3. 85% peserta mendengarkan dengan penuh perhatian.
4. Peserta penyuluhan kooperatif dan partisi aktif dalam proses.
5. Tujuan khusus dapat tercapai.
c. Hasil
Setelah mengikuti Penyuluhan, 85% peserta mampu :
1. Menjelaskan Pengertian Diabetes melitus
2. Menjelaskan Penyebab Diabetes melitus
3. Menjelaskan Tanda dan Gejala Diabetes melitus
4. Menjelaskan Cara Mengatasi Diabetes melitus
5. Menjelaskan Komplikasi pada Diabetes melitus
IX. Sumber
- Amin Huda Nurarir. 2015. Nanda Nic noc. Yogyakarta: Mediaction
X. Lampiran
- Materi penyuluhan dan SAP tentang DIABETES MELITUS
MATERI PENYULUHAN
A. Definisi
Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemi
yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang
disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau
keduanya dan menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler, makrovaskuler, dan
neuropati.
B. Etiologi
Diabetes melitus tipe 1
1. Faktor genetik
2. Faktor Imunologi
3. Faktor lingkungan
Diabetes melitus tipe 2
1. Usia
2. Obesitas
3. Riwayat keluarga
C. Tipe DM
DM TIPE 1 DM TIPE 2
Penderita menghasilkan sedikit insulin Pankreas tetap menghasilkan insulin,
atau sama sekali tidak menghasilkan kadang kadarnya lebih tinggi dari
insulin. batas normal. Tetapi tubuh
membentuk kekebalan terhadap
efeknya, sehingga terjadi kekurangan
insulin relatif.
Umumnya terjadi sebelum usia 30 Bisa terjadi pada anak-anak dan
tahun, yaitu anak-anak dan remaja. dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah
usia 30 tahun.
faktor lingkungan (infeksi virus atau Faktor resiko untuk diabetes tipe 2
faktor gizi pada masa kanak-kanak adalah obesitas dimana sekitar 80-
atau dewasa awal) menyebabkan 90% penderita mengalami obesitas.
sistem kekebalan menghancurkan sel
penghasil insulin di pankreas.
90 % penghasil insulin (sel beta) Diabetes melitus tipe 2 juga
mengalami kerusakan permanen. cenderung di turunkan secara genetik
Terjadi kekurangan insulin yang berat dalam keluarga.
dan penderita harus mendapatkan
suntikan insulin secara teratur.
D. Tanda dan gejala
1. Polipagi (sering merasa lapar)
2. Polidipsi (sering merasa haus)
3. Poliuri (sering buang air kecil)
4. Berat badan menurun
5. Kelemahan,keletihan dan mengantuk
6. Infeksi kulit
7. Timbul gejala ketoasidosis
E. Pemeriksaan DM
1. Tes kadar glukosa darah
Macam – macam Tes gula darah (Fransiska, K. 2012) :
a. Tes gula darah puasa.
Puasa yang dimaksud adalah tidak mengomsumsi makanan selama 10 jam dan dalam
keadaan istirahat atau tidur malam. Minum air putih diperbolehkan. Jadi, lakukan tes darah
10 jam setelah makan malam terakhir.
b. Tes gula darah 2 jam setelah makan. Tes gula darah yang dilakukan 2 jam setelah m akan.
Ingat, selain makan, diabetisi juga harus minum obat ataupun suntik insulin seperti biasa.
Hal ini dilakukan agar dokter bisa melihat gambaran gula darah dengan dosis obat atau
pun insulin.
c. Tes gula darah sewaktu. Gula darah sewaktu adalah gula darah kapan saja,bukan saat
puasa ataupun 2 jam setelah [Link] gula darah sewaktu dipakai sebagai patokan oleh
diabetisi untuk mengetahui apakah dirinya mengalami hipoglikemia ataupun
hiperglikemia
d. Tes hemoglobin A1c(HbA1c). HbA1c Menggambarkan kondisi gula darah rata-rata
selama 3 bulan kebelakang.
Gula darah yang baik :
1) Puasa : 80 sampai < 100 mg/dL
2) 2 jam setelah makan : 80 sampai < 145 mg/dL
3) HbA1c : < 6,5%
Bukan Belum pasti DM DM
DM
Kadar glukosa darah tidak puasa
Plasma vena
Darah kapiler < 110 110- 200 ≥ 200
< 80 80 - 200 ≥ 200
Kadar glukosa darah puasa
Plasma vena
Darah kapiler < 110 110- 126 ≥ 200
< 90 90- 110
≥ 110
2. Pemeriksaan urine
Pemeriksaan urine dapat memberi dugaan kuat adanya diabetes melitus, tetapi
pemeriksaan urine tidak dapat digunakan sebagai dasar diagnosis adanya diabetes melitus.
Pada pemeriksaan urine, urine akan dianalisis, mengandung glukosa atau tidak. Jika dalam
urine di temukan adanya glukosa, hal itu dapat memperkuat dugaan adanya diabetes
melitus.
3. Tes keton
Keton ditemukan dalam urine jika kadar glukosa darah sangat tinggi atau sangat rendah.
Jika hasil tes positif dan kadar glukosa darah juga tinggi, dapat memperkuat dugaan
adanya diabetes melitus.
4. Pemeriksaan mata
Dari hasil pemeriksaan, pada mata yang menampakkan adanya retina yang abnormal, hal
ini terjadi pada penderita diabetesmelitus kronis akibat komplikasi penyakit tersebut.
F. Penatalaksanaan
Tujuan utama terapi adalah mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa
dalam upaya untuk mengurangi terjadinya komplikasi vaskuler serta neuropatik.
Ada lima komponen dalam penatalaksanaan diabetes, yaitu : diet, latihan, pemantauan,
terapi, pendidikan.
1. Penatalaksanaan Diet
Tujuan utama dari penatalaksanaan diabetes mellitus ini yaitu untuk mengendalikan
konsentrasi glukosa darah dalam batas normal. Kadar gula darah yang normal sulit untuk
di pertahankan, tetapi semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadi
komplikasi sementara maupun jangka panjang adalah semakin berkurang (Mirza
Maulana,2015).
Diet dan pengendalian BB merupakan dasar dari penatalaksanaan diabetes.
Tujuannya:
Ø memberikan semua unsur makanan yang esensial (vitamin dan mineral)
Ø mencapai dan mempertahankan BB yang sesuai
Ø memenuhi kebutuhan energi
Ø mencegah fluktuasi kadar glukosa darah setiap harinya dengan mengupayakan kadar
glukosa darah mendekati normal
Ø menurunkan kadar lemak darah jika meningkat
Ø Karbohidrat sekitar 60 – 70 % dari jumlah kalori
Ø Protein minimal 1 gram/Kg BB per hari (untuk dewasa) dan 2-3 gram/Kg BB perhari
(untuk anak-anak)
Ø Lemak sebaiknya dikurangi terutama yang mengandung kolesterol, lemak yang baik adalah
lemak tak jenuh contohnya minyak jagung
Syarat diet DM hendaknya dapat:
1) kesehatan umum penderita
2) Mengarahkan pada berat badan normal
3) Menormalkan pertumbuhan DM anak dan DM dewasa muda
4) Mempertahankan kadar KGD normal
5) Menekan dan menunda timbulnya penyakit angiopati diabetik
6) Memberikan modifikasi diit sesuai dengan keadaan penderita
7) Menarik dan mudah diberikan
Prinsip diet DM, adalah:
1) Jumlah sesuai kebutuhan
2) Jadwal diet ketat
3) Jenis: boleh dimakan/tidak
2. Secara Medis
a. Obat Hiperglikemi Oral (OHO).
Golongan sulfonilurea sering kali dapat menurunkan kadar gula darah secara mencukupi
pada penderita diabetes tipe 2, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe 1. Contohnya adalah
glipizid, gliburid, tolbutamid,dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah
dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan
efektivitasnya. OHO biasanya diberikan pada pederita diabetes tipe 2 jika diet dan
olahraga gagal menurunkan kadar gula darah dengan cukup. Obat ini kadang bisa
diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali
pemberian. Jika OHO tidak dapat mengontrol kadar gula dalam darah dengan baik,
mungkin perlu diberikan dengan suntik insulin.
b. Insulin
Insulin diperlukan pada keadaan :
1) Penurunan berat badan yang cepat.
2) Hiperglikemia berat yang disertai ketoasidosis.
3) Ketoasidosis diabetik.
4) Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat.
Insulin disuntikkan dibawah kulit kedalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau
dinding perut. Digunakan jarum yang sangan kecil agar tidak terasa terlalu nyeri. Insulin
terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memliki kecepatan dan lama kerja yang
berbeda :
a) insulin kerja cepat
contonya adalah insulin reguler, yang bekerja paling cepat dan paling sebentar. Insulin
ini sering kali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya
dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam. Insulin ini sering kali digunakan untuk
penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disuntikkan dalam 15-
20 menit sebelum makan.
b) Insulin kerja sedang
contohnya adalah insulin suspensi seng atau isofan. Mulai bekerja dalam waktu 1-3
jam, mencapai puncak maksimum dalam waktu 6-10 jam, dan bekerja selama 18-26 jam.
Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan
dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.
c) Insulin kerja lambat
contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan. Efeknya baru timbul
setelah 6 jam dan bekerja selama 23-6 jam.
c. Debridement
Debridement yaitu menghilangkan jaringan mati atau nekrotik pada luka. Jaringan
yang perlu dihilangkan adalah jaringan nekrotik dan slough. Debridement memberikan
banyak manfaat diantaranya menghilangkan jaringan yang sudah tidak
tervaskularisasi,bakteri,dan juga eksudat sehingga akan menciptakan kondisi luka yang
dapat menstimulasi munculnya jaringan sehat.