0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan21 halaman

Makalah Matriks oleh Alona Situmeang

Makalah ini membahas tentang matriks, termasuk pengertian matriks, jenis-jenis matriks, operasi aljabar matriks seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, determinan dan invers matriks ordo 2x2, serta penerapannya dalam menyelesaikan persamaan linear dan sistem persamaan linear dua variabel menggunakan invers matriks.

Diunggah oleh

Renaldy Armando R
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan21 halaman

Makalah Matriks oleh Alona Situmeang

Makalah ini membahas tentang matriks, termasuk pengertian matriks, jenis-jenis matriks, operasi aljabar matriks seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, determinan dan invers matriks ordo 2x2, serta penerapannya dalam menyelesaikan persamaan linear dan sistem persamaan linear dua variabel menggunakan invers matriks.

Diunggah oleh

Renaldy Armando R
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

MATEMATIKA DASAR
MATRIKS

Dosen Pengajar :
Alona Situmeang, ST., MT

Disusun Oleh :
Hasbi Rahmatullah (12119766)
Kautsar Baihaqi Akasyah (13119237)
Rizki Kafi (15119668)
Syam Fadlan (16119235)
1KA29

SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Matriks ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Ibu Alona
pada Matematika. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang
Matriks bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Alona, selaku dosen mata kuliah Matematika
yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan
sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah
ini.

Tangerang, 22 Januari 2020

1
DAFTAR ISI

BAB I .................................................................................................................................. 4
A. Latar Belakang ........................................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ...................................................................................................... 4
C. Tujuan......................................................................................................................... 4
BAB II................................................................................................................................. 5
A. Pengertian Matriks ..................................................................................................... 5
E. Penjumlahan Dan Pengurangan Matriks .................................................................... 9
1. Penjumlahan Matriks .............................................................................................. 9
2. Pengurangan Matriks .............................................................................................. 9
F. Perkalian Matriks ...................................................................................................... 10
1. Perkalian Matriks Dengan Bilangan Real ............................................................. 10
[Link] Dua Matriks ........................................................................................... 10
G. Determinan Dan Invers Matriks Ordo 2x2 .............................................................. 11
H. Persamaan Matriks ................................................................................................... 12
I. Pemakaian Invers Matriks ......................................................................................... 14
Contoh Soal Matriks Beserta Pembahasannya ................................................................. 15
BAB III ............................................................................................................................. 20
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 21

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Matematika merupakan salah satu pelajaran pokok yang di ujikan dalam Ujian
Nasional untuk itu matematika salah satu mata pelajaran yang wajib di pelajari, dan
matematika merupakan permasalahan dunia sehingga matematika tidak hanya berkaitan
dengan angka .Untuk itu banyak sekali bidang kajian yang di pelajari di program studi
matematika, bagi anda yang ingin melatih daya nalar dan kemampuan mengalisa, program
studi ini media yang tepat untuk mengembangkan diri, melalui program studi ini, anda
juga akan mengetahui manfaat matematika dalam kehidupan sehari- hari misaya masalah-
masalah yang bebrkaitan dengan telekomukasi asuransi dan perbankan, keuangan dan
pengkodean, kendali, stabilisasi, optimisasi dll.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Matriks ?
2. Bagaimana cara menentukan determinan 2x2 ?
3. Bagaimana menentukan invers 2x2 ?
4. Bagaimana menentukan persamaan matriks dan persamaan linear ?
5. Bagaimana menyelesaikan sistem persamaan linear dua variable dengan
invers matriks ?

C. Tujuan
Setelah mempelajari makalah ini diharapkan dapat:
1. Melakukan operasi aljabar atas dua matriks
2. Menentukan determinan matriks 2x2
3. Menentukan invers dari matriks 2x2
4. Menentukan persamaan matriks dari persamaan linear
5. Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dengan invers matriks

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Matriks
Matriks adalah kumpulan bilangan yang disusun dalam bentuk baris dan kolom.
Bilangan yang tersusun dalam baris dan kolom disebut elemen matriks.
Nama matriks ditulis dengan menggunakan huruf kapital.
Banyaknya baris dan kolom matriks disebut ordo matriks.
Bentuk umum :
 a1.1 a1.2 a1.3 ... a1.n 
a a 2.2 a 2.3 ... a 2.n 
 2.1
A =  a3.1 a3.2 a3.3 ... a3.n 
 
 : : : ... : 
a m.1 a m.2 a m.3 ... a m.n 

a1.1  elemen matriks pada baris 1, kolom 1

a1.2  elemen matriks pada baris 1, kolom 2

a1.3  elemen matriks pada baris 1, kolom 3


.
.
.
a m.n  elemen matriks pada baris m, kolom n
Contoh :
 2 5  4
B=  
 1 6 7 
Ordo matriks B adalah B2 x 3
a1.3  - 4

a 2.2  6

4
B. Jenis-Jenis Matriks
1. Matriks baris
adalah matriks yang hanya memiliki satu baris
Contoh : A = [ 2 3 0 7 ]
2. Matriks kolom
adalah matriks yang hanya memiliki satu kolom
2
  1
Contoh : C =  
0
 
7
3. Matriks persegi
adalah matriks yang jumlah baris dan kolomnya sama.
2 0 5 3
1 8 6 4 
Contoh : A = 
5 9 0 6
 
7  3  5 10
Diagonal samping Diagonal utama
4. Matriks Identitas
adalah matriks persegi yang elemen-elemen pada diagonal utamanya 1, sedangkan
semua elemen yang lainnya nol.
Contoh :

1 0
A=  
0 1 
1 0 0
B = 0 1 0 
 
0 0 1

5. Matriks segitiga atas


adalah matriks persegi yang elemen-elemen dibawah diagonal utamanya nol.
Contoh :

5
2 3  1
A = 0 1 4 
 
0 0 5 

6. Matriks segitga bawah


adalah matriks persegi yang elemen-elemen diatas diagonal utamanya nol.
Contoh :
 2 0 0
B = 9 1 0 
 
3 2 5

7. Matriks nol
adalah matriks yang semua elemennya nol.
Contoh :
0 0 0 
C=  
0 0 0 

6
C. Transpose Matriks
adalah perubahan bentuk matriks dimana elemen pada baris menjadi elemen pada
kolom atau sebaliknya.
Contoh :
 2 4 1
A=  
  3 5 0
2  3
At = AT = A = 4 5 
 
1 0 

D. Kesamaan Matriks
Dua matriks dikatakan sama jika, keduanya mempunyai ordo yang sama dan elemen-
elemen yang seletak juga sama.
Contoh :
A = B

2  3  6 9 
5 4  =  3  3
   5 4 

Contoh : Tentukan nilai a dan b dari kesamaan matriks berikut


3a  4  12  4
a.    5
2b  5  9
3a = -12
a = -12/3
a = -4
2b = 9
b = 9/2
b = 4,5
 1 6a  1  1 3b  2
 4a  5 
b  3  2a 3 

4a + 5 = 2a
4a – 2a = -5

7
2a = -5
a = -5/2
6a – 1 = 3b + 2
6(-5/2) – 1 = 3b + 2
-15 – 1 = 3b + 2
-16 = 3b + 2
3b = 18
b =6

E. Penjumlahan Dan Pengurangan Matriks


1. Penjumlahan Matriks
Dua matriks dapat dijumlahkan, jika keduanya berordo sama, dengan cara
menjumlahkan elemen-elemen yang seletak.
Contoh :
 2 4 1  4 3 0 
 3 5  5 6   2 11
     
2. Pengurangan Matriks
Dua matriks dapat dikurangkan, jika keduanya beorodo sama, dengan cara
mengurangkan elemen-elemen yang seletak.
Contoh :
2 7 4   1 3 5   3 4  1
 3  6  5   2 4  7   5  10 2 
     

8
F. Perkalian Matriks
1. Perkalian Matriks Dengan Bilangan Real
Suatu matriks dikalikan dengan bilangan real k, maka setiap elemen matriks
tersebut dikalikan dengan k.
Contoh :
 3 5  6 10
2  
 4 6  8 12
[Link] Dua Matriks
Dua matriks dapat dikalikan jika banyaknya kolom matriks sebelah kiri sama
dengan banyaknya matriks sebelah kanan.
Am x n . Bp x q = Cm x q

n=p

Contoh :
2  3  1 0 2.(1)  (3).1 2.0  (3).5  2  (3) 0  (15)
 
1. 3 4   1 5  3.(1)  4.1 3.0  4.5   (3)  4 0  20 
.

 5  15
= 
1 20 

1 5 2 1.2  5.3  2  15 17


2.  .      
4 0 3 4.2  0.3  8  0   8 
2 3 0  1 2 0  3  2  9 4  9 3  11 13
3.  .   
1 1 1  3 3  0  1  1  3 2  3 1  4 5 
1  2 4 
4. 2 .2 4  4 8 
 
   
3 6 12

9
G. Determinan Dan Invers Matriks Ordo 2x2
a b 
Jika matriks A =   , determinan dari matriks A dinotasikan det A atau
c d 
A = ad - bc

1  d  b
A-1 =
ad  bc  c a 
Invers matriks A dinyatakan dengan notasi

 Jika ad – bc = 0, maka matriks tidak mempunyai invers disebut matriks


singular.
 Jika ad – bc  0, maka matriks mempunyai invers disebut matriks non
singular.
Contoh :
2 5
Diketahui A =   , Tentukan determinan dan invers matriks A.
1 3
Det A = ad – bc
= 2.3 – 5.1
=6–5
= 1
1  d  b
A-1
ad  bc  c a 
=

1  3  5  3  5
A-1
1  1 2   1 2 
= =

10
H. Persamaan Matriks
1. A.X = B
A-1.A.X = A-1.B
I.X = A-1.B
X = A-1.B
Jadi jika A.X = B, maka X = A-1.B

2. X.A = B
X.A.A-1 = B.A-1
X.I = B.A-1
X = B.A-1
Jadi jika X.A = B, maka X = B.A-1

Contoh : Tentukan matriks X nya

3 1 5  15
1.  .X   
1 2 0 10 
1
3 1  5  15
X   . 
1 2 0 10 

1  2  1 5  15

6  1  1 3  0 10 
.

1  10  40

5  5 45 

 2  8
 
 1 9 

1 2  6  4
2. X .  
1 4  2 4 

11
1
 6  4 1 2
X  . 
 2 4  1 4

 6  4  1  4  2
X  .  
 2 4  4  2  1 1 

1  6  4  4  2
X  .
2  2 4   1 1 
.

1  28  16
X  .
2  12 8 

 14  8
X  
 6 4 

12
I. Pemakaian Invers Matriks
Invers matriks dapat digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan linear.
Contoh :
Selesaikan sistem persamaan linear berikut dengan matriks
x + 7y = 13
2x + 5y = 8
jawab :
1 7  x  13
2 5. y    8 
    

1
 x  1 7 13
 y   2 5 . 8 
     

 x 1  5  7 13

 y  5  14  2 1 . 8 
    

 x 1  9 
 y    9  18
   

 x   1
 y   2 
   

jadi x = -1, dan y = 2

13
Contoh Soal Matriks Beserta Pembahasannya

Dibawah ini dibahas contoh soal matriks invers, matriks perkalian, dan matriks transpose,
penjumlahan, dan pengurangan beserta pembahasan dan jawabannya :

1. Diketahui A = ,B= ,C= , Tentukan :

 A+B:
 A+C:

Penyelesaian :

 A+B= =

 A+C= tidak dapat dijumlah karena ordonya tidak


sama.

2. Jika A = dan B = adalah =….

Penyelesaian :

 B–A= –

 B–A= =

Sifat dari penjumlahan dan pengurangan sebuah matriks yaitu :

 A+B=B+A
 (A + B) + C = A + (B + C)
 A–B≠B–A

14
3. Jika matriks dan saling invers, tentukan nilai x !

Penyelesaian :

Diketahui bahwa kedua matriks diatas tersebut saling invers, maka berlaku syarat AA-1 =
A-1A = I.

Maka :

Sehingga pada elemen baris ke-1 pada kolom ke-1 memiliki persamaan yaitu :

 9(x -1) – 7x = 1
 9x – 9 – 7x = 1
 2x = 10
 x=5

Jadi, nilai x adalah = 5

4. Diketahui A = , Tentukan nilai 3A !

Penyelesaian :

 3A = 3

 3A =

Jadi, nillai 3A adalah =

5. Tentukan nilai x, y, dan z berikut ini, jika :

15
Penyelesaian :

Maka :
z = 1 ………………………………….……..(1)
–2y – 4x = –10
y + 2x = 5

y = 5 – 2x ..…………………………. (2)
6y + 2x = 3x + 4
6y + 2x – 3x = 4

6y – x = 4 …………………………… (3)

(2) akan disubtitusikan ke (3), sehingga menjadi :

6(5 – 2x) – x = 4
30 – 12x – x = 4
–13x = –26 maka x = 2
y = 5 – 2(2) = 1
z=1

16
1. Dua buah matriks A dan B masing-masing berturut-turut:

Maka, tentukan A-B

Pembahasan:
A-B =

2. Perhatikan matriks P dan matriks Q, berikut ini.

Tentukan matriks PQ

Pembahasan:

3. Dari dua buah matriks di bawah ini:

Tentukan 2A + B

Pembahasan:

4. Tentukan determinan dari matriks A berikut ini

Pembahasan:
det A = |A| = ad − bc = (5)(2) − (1)(−3) = 10 + 3 = 13

17
5. Tentukan nilai a + b + x + y dari matriks berikut ini:

Diketahui bahwa P = Q

Pembahasan:

3a = 9 → a = 3
2b = 10 → b = 5
2x = 12 → x = 6
y = 6
y=2

Sehingga:
a + b + x + y = 3 + 5 + 6 + 2 = 16

18
BAB III
PENUTUP

Penulis menyadari banyak terdapat kekeliruan dalam penulisan makalah ini, maka penulis
mengharapkan masukan dan keritikan atau saran dari pembaca demi perbaikan makalah
penulis di masa yang akan datang demi kesempurnaan makalah ini. Atas masukan kritikan
dan sarannya penulis ucapkan terima kasih.

19
DAFTAR PUSTAKA

Pemerintah Kota Semarang, 2006. Matematika Program Ilmu Pengetahuan Sosial,


Semarang :
H. Sunardi, Slamet Waluyo, Sutrisno, H. Subagya, 2005. Matematika IPS, Penerbit Bumi
Aksara, Jakarta.
Wilson Simangunsong, 2005. Matematika Dasar, Penerbit Erlangga, Jakarta.

20

Anda mungkin juga menyukai