100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
576 tayangan28 halaman

Proses dan Jenis Routing dalam Jaringan

Routing adalah proses pengiriman paket oleh router ke jaringan tujuan yang tepat berdasarkan alamat IP tujuan. Router dapat mempelajari rute optimal secara dinamis dengan berkomunikasi dengan router lain atau secara statis melalui konfigurasi administrator jaringan. Router memiliki fungsi penting dalam menghubungkan dan merutekan lalu lintas antarsegmen jaringan.

Diunggah oleh

Nicolaus Rahayaan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
576 tayangan28 halaman

Proses dan Jenis Routing dalam Jaringan

Routing adalah proses pengiriman paket oleh router ke jaringan tujuan yang tepat berdasarkan alamat IP tujuan. Router dapat mempelajari rute optimal secara dinamis dengan berkomunikasi dengan router lain atau secara statis melalui konfigurasi administrator jaringan. Router memiliki fungsi penting dalam menghubungkan dan merutekan lalu lintas antarsegmen jaringan.

Diunggah oleh

Nicolaus Rahayaan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Materi Routing /Router

1. Pengertian

Gambar 4.1. Router

Routing adalah proses dimana suatu router memforward paket ke jaringan yang dituju.
Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket.
Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan
routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika
router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain.
Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator mengkonfigurasi
informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.

Jika routing yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara
manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika
terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing
statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan
update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk jaringan
skala [Link] routing dinamis bisa diterapkan di jaringan skala besar dan
membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.

Untuk dapat me-route paket dibutuhkan [Link] adalahmerupakanalat yang di


gunakanuntukmenghubungkan komputer 1 dengan yang lainnya, padadasarnya
komputer bisa berhubungandengan komputer lainnyakarenaadanya IP Address. IP
Address merupakanalamat yang di milikisebuah komputer, denganadanya IP Address
tersebut komputer dapatberhubungansatusamalain, IP address yang
menghubungkanantarakomputer haruslahsatusegmenatausatu network,
tetapidenganadanya router komputer yang memilikisegmen yang
berbedabisaberhubungan.

Informasi Yang Dibutuhkan Router

 Alamat Tujuan/Destination Address – Tujuan atau alamat host yang akan


dirouting
 Mengenal sumber informasi – Dari mana sumber (router lain) yang dapat
dipelajari oleh router dan memberikan jalur sampai ke tujuan.
 Menemukan rute – Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke
tujuan.
 Pemilihan rute – Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.
 Menjaga informasi routing – Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan
yang sudah diketahui dan paling sering dilalui.
2. Fungsi Router

Seperti yang kita ketahui, router berfungsi sebagai pengatur lalu lintas jaringan atau
mengaturjalannya IP address dengan segment yang berbeda. Router sebenarnya
memiliki fungsi ataupun kemampuan seperti berikut :

 Mengatur jalur sinyal secara effisien


 Mengatur Pesan diantara dua buah protocol
 Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan Bintang(star)
 Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, kabel koaaksialm atau kabel
twisted pair.

Router bekerja di lapisan ke-3 OSI [Link] umumnya tugas router adalah untuk
menghantar/menghalakan paket dengan menggunakan metrik yang paling optimal
ketujuanya, router hanya perlu mengetahui Net-Id (nomor jaringan) dari data yang
diterimanya untuk diteruskan ke jaringan yang [Link] kerjanya setiap paket data
yang datang, paket data tersebut dibuka lalu dibaca header paket datanya kemudian
mencocokan atau membandingkan ke dalam table yang ada pada routing jaringan dan
diteruskan ke jaringan yang dituju melalui suatu interface. Untuk mengetahui network
mana yang akan dilewatkan router akan menambahkan (Logical AND) Subnet Mask
dengan paket data tersebut.

Gambar 4.2 OSI layer

Arah paket yang ditransmisikan mungkin dapat dipelajari dari tugas lapisan ke 3 OSI
layer yaitu IP [Link] selalu dikaitkan sebagai gateway tetapi sebenarnya tidak
semestinya gateway adalah [Link] terdapat komponen hardware dan juga
software contohnya pada router Cisco software yang digunakan bernama Cisco IOS
(Internetworking Operating System).Hardware sebuah router terdiri daripada CPU
contohnya Cisco router 2505 menggunakan processor 20MHz Motorola [Link]
d itu router juga mempunyai komponen memori seperti, NVRAM, flash RAM, dan juga
RAM.
3. Prinsip Kerja Routing

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau
Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses
routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack
protokol tujuh-lapis OSI.

Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki
kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute
perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain pada
satu network yang sama ataukah berada di network yang berbeda.

Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan
meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host
yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.

Ilustrasi mengenai cara kerja router ini dapat dilihat pada gambar dibawah:

Gambar [Link] kerja routing

Pada gambar diatas terdapat 2 buah network yang terhubung dengan sebuah router.
Network sebelah kiri yang terhubung ke port 1 router mempunyai alamat network
[Link] dan network sebelah kanan terhubung ke port 2 dari router dengan
network address [Link]

 Komputer A mengirim data ke komputer C, maka router tidak akan meneruskan


data tersebut ke network lain.
 Begitu pula ketika komputer F mengirim data ke E, router tidak akan
meneruskan paket data ke network lain.
 Barulah ketika komputer F mengirimkan data ke komputer B, maka router akan
menruskan paket data tersebut ke komputer B.

Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket
data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau
menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga
pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang
digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan
berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan
skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.

Router digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan


protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen
jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas
dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan,
mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju.

4. Jenis Konfigurasi Routing

[Link] Statis

Routing statis adalah suatu mekanisme routing yang dilakukan secara manual dengan
membuat tabel routing pada setiap perangkat router yang [Link] jaringan skala kecil
yang terdiri hanya dua atau tiga router saja, kita lebih umum menggunakan routing
statis. Routing statis harus dikonfigurasi secara manual dan dipelihara secara manual
juga karena tidak dapat melakukan pertukaran informasi tabel routing secara

dinamis dengan router-router lainnya. Routing statis akan berfungsi dengan baik bila
tabel routing pada setiap jaringan didalam internetwork sudah dikonfigurasi secara
manual oleh administrator jaringan.

Gambar 4.4. Router Statis

Setiap host pada pada jaringan harus dikonfigurasi untuk mengarah kepada routing
default atau default gateway agar sesuai dengan alamat IP dari interface pada router
lokal, router tersebut akan memeriksa tabel routing dan menentukan route yang mana
yang akan digunakan untuk meneruskan paket.

Cara kerja routing statik dapat dibagi menjadi 3 bagian:

 Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router


 Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam table routing
 Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data
4.2. Routing Default

Default route adalah sebuah rute yang dianggap cocok dengan semua IP address
tujuan.

Gambar 4.5. Default Routing

Dengan default route ketika IP address destination(tujuan) dari sebuah paket


tidak ditemukan dalam tabel routing, maka router akan menggunakan default route
untuk mem-forward paket tersebut. Default route paling cocok berfungsi ketika hanya
ada satu rute ke suatu network. syarat membuat default routing adalah hanya memiliki
satu jalur keluar / 1 gateway ke network lain.

[Link] Dinamik

Gambar 4.6. Dinamic Routing


Router Dinamik adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara
otomatis dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling
berhubungan antara router lainnya. Protokol routing mengatur router-router sehingga
dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi satu
dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi
forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router
mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data ke arah yang
benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table
routing secara otomatis.

Router dinamikmempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk
meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak
menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya
menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router
mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran
yang didapatkan oleh router.

Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama
maka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah dynamic routing dibangun berdasarkan
informasi yang dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk
mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi
[Link] routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan
akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute
utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik
untuk mencapai tujuan tersebut.

Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh
[Link] saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan
dan menerima tabel [Link] jalur dilakukan berdasarkan pada jarak
terpendek antara device pengirim dan device tujuan.

5. Konfigurasi Dasar pada Router

 Mode user diindikasikan dengan tanda ‘>’ dimana pada mode ini user dapat
melihat setting yang ada tetapi tidak bisa merubahnya. Untuk itu dibutuhkan hak
khusus yang diistilahkan dengan mode privileged yang diindikasikan dengan
tanda ’#’.
 Untuk dapat masuk pada mode privileged ketik enable.
 Untuk menset password digunakan perintah #enable password telematika
 Dari mode privileged kita dapat masuk pada mode konfigurasi terminal dengan
mengetikkan #configure terminal
 Host Name Router dapat dirubah dengan menggunakan perintah #hostname
Router1
 Lalu masuk pada konfigurasi interface FastEthernet0/0 #interface
FastEthernet0/0
 Masukkan ip address [Link] /24 #ip address [Link] [Link]
 Aktifkan interface #no shutdown
 Keluar dari menu konfigurasi interface #end
 Untuk melihat hasil konfigurasi ketikkan perintah #show ip interface brief
[Link] configurasi pada router dinamis

Mengkonfigurasi routing statis pada router pada topologi yang diberikan pada gambar
dibawah.

Gambar 4.7. Konfigurasi Router Dinamis

Konfigurasi Dasar Pada PC & Router

o Untuk set alamat IP pada PC dan Router lakukan sama persis seperti pada routing
statis sebelumnya.

o Yang perlu diperhatikan disini, berikan clock rate 56000 pada interface serial0
Router1 dan serial1 Router2

Konfigurasi Routing Dinamis Pada Router

o Pada mode privileged mode ketik show ip route, perintah ini digunakan untuk
menampilkan tabel routing yang sudah ada.

o Masuk pada menu konfigurasi

#configure terminal

o Masukkan perintah untuk mengaktifkan protokol routing OSPF

#router OSPF 1

o Masukkan alamat jaringan yang terkoneksi fisik secara langsung pada router
tersebut.

#network [Link] [Link] area 0

#network [Link] [Link] area 0


o Keluar dari menu konfigurasi

#end

o Lihat tabel routing

#show ip route

o Lakukan analogi yang sama pada Router2 dan Router3.

Berikut adalah konfigurasi untuk Router1

Router1#config t

Enter configuration commands, one per line. End

Router1(config)#router ospf 1

Router1(config-router)#network [Link] 0.0

Router1(config-router)#network [Link] 0.0.

Router1(config-router)#end

Router1#show ip route

Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – Mobile, B – BGP

D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area

E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E- EGP

I – IS-IS,L1 – IS-IS level-1, L2 –IS-IS level-2, *- candidate default

U – per-user static route

Gateway of last resort is not set

C [Link]/24 is directly connected, Ethernet0

C [Link]/24 is directly connected, Serail0

O [Link]/24 [110/65] via [Link], 00:00:25, Serial0

O [Link]/24 [110/65] via [Link], 00:00:26, Serial0

O [Link]/24 [110/193] via [Link], 00:00:50, Serial0

C:>ping [Link]

o Lakukan Perintah tracert <IPtujuan> untuk melihat jalur yang dilewati paket data

C:>tracert [Link]

6. Routing Protokol
Routing protocol adalah suatu aturan yang mempertukarkan informasi routing yang
akan membentuk sebuahtabel routing sehingga pengalamatan pada paket data yang
akan dikirim menjadi lebih jelas dan routing protocol mencari rute tersingkat untuk
mengirimkan paket data menuju alamat yang dituju.

Routing protocol dibagi menjadi 2, yakni:

 Interior Gateway Protocol (IGP):Protokol Routing yang di desain dan dibuat


untuk digunakan didalam sebuah Autonomous System tunggal.
 Exterior Gateway Protocol (EGP): Protokol Routing yang di desain dan
dibuat untuk digunakan oleh router-router antar Autonomous System yang
berbeda.

Perbedaan dasar:

Interior Gateway Protocol Exterior Gateway


(IGP) Protocol (EGP)
Antara autonomous
Dalam sebuah single autonomous
system (AS) yang
system (AS)
berbeda
Memiliki entitas
Memiliki single network
administrasi yang
administration
independen
Pertukaran informasi
Pertukaran informasi routing routing bisa dilakukan
dilakukan antar host dalam sebuah antar host pada dua
autonomous system atau sebuah buah autonomous
routing domain system (AS) yang
berbeda
IGP dibagi menjadi dua kategori :

 Distance Vector Protocol

o Routing Information Protocol


(RIP)
Contohnya adalah BGP
o Interior Gateway Routing
(Border Getway
Protocol (IGRP)
Protocol), hanya satu
protocol Routing.
 LinkStateProtocol

o Open shortest-path first


(OSPF)

o Intermediate System to
Intermediate System (IS-IS)

Table 4.1 Perbedaan IGP dan EGP

Karakteristik Protokol Routing IGP dan EGP

IGP digunakan untuk routing dalam satu domain routing, jaringan-jaringan itu berada
dalam kontrol dari satu [Link] otonom umumnya terdiri dari banyak jaringan
individu milik perusahaan, sekolah, dan lembaga [Link] IGP digunakan untuk
rute dalam sistem otonom, dan juga digunakan untuk rute dalam jaringan individu
[Link] contoh, CENIC mengoperasikan sistem otonom terdiri dari sekolah,
akademi, dan universitas [Link] menggunakan IGP untuk rute dalam sistem
otonom dalam rangka untuk menghubungkan semua lembaga [Link] lembaga
pendidikan juga menggunakan IGP mereka sendiri memilih untuk rute dalam jaringan
individu [Link] yang digunakan oleh setiap entitas menyediakan penentuan jalur
terbaik dalam domain routing sendiri, seperti IGP yang digunakan oleh CENIC
menyediakan rute jalan terbaik dalam sistem otonom itu [Link] untuk IP antara
lain RIP, IGRP, EIGRP, OSPF, dan IS-IS.

Protokol routing, dan lebih khusus algoritma yang digunakan oleh protokol routing,
menggunakan metrik untuk menentukan jalur terbaik ke jaringan. Metrik yang
digunakan oleh routing protokol RIP adalah hop count, yang merupakan jumlah router
yang harus melintasi sebuah paket dalam mencapai jaringan lain. OSPF menggunakan
bandwidth untuk menentukan jalur terpendek.

EGP di sisi lain, dirancang untuk digunakan antara sistem otonomi yang berbeda yang
berada di bawah kontrol administrasi yang berbeda. BGP adalah EGP satu-satunya saat
ini dan merupakan protokol routing yang digunakan oleh [Link] adalah protokol
vektor jalan yang dapat menggunakan atribut yang berbeda untuk mengukur [Link]
tingkat ISP, ada banyak masalah yang lebih penting dari sekedar memilih jalan
[Link] biasanya digunakan antara ISP dan kadang-kadang antara perusahaan
dan [Link] bukan bagian dari kursus ini atau CCNA, melainkan tercakup dalam CCNP.

6.1. Routing Information Protocol (RIP)

RIP (Router Information Protocol) adalah Routing protokol yang menggunakan


algoritma distance vector, yaitu algortima Bellman-Ford. Pertama kali dikenalkan pada
tahun 1969 dan merupakan algoritma routing yang pertama pada ARPANET. Versi awal
dari routing protokol ini dibuat oleh Xerox Parc’s PARC Universal Packet Internetworking
dengan nama Gateway Internet Protocol. Kemudian diganti nama menjadi Router
Information Protocol (RIP) yang merupakan bagian Xerox network Services.

RIP yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang
menghitung jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop
yang diperbolehkan adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap
30 detik, melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split
horizonwith poison reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk
di konfigurasi.

Gambar 4.8 RIP


RIP memiliki 3 versi yaitu :

1. RIPv1 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau
router terbaik,rip versi 1 juga merupakan class pul routing.
2. RIPv2 merupakan bagian dari distance vektor yang mencari hop terpendek atau
router terbaik,rip versi2 juga merupakan class list routing.
3. RIPng

Kelebihan Dari RIP sebagai berikut :

 Menggunakan metode Triggered Update.


 RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan
informasi routing.
 Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap
harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut
(triggered update).
 Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang
cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

Kekurangan dari RIP sebagai berikut :

 Jumlah host Terbatas


 RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
 RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
 Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri
(informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
 Hop CountRIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum
tentu hop count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus, dan
bisasaja RIP memilih jalur jaringan yang lambat.
 Hop Count Limit RIP tidak dapat mengatur hop lebih dari 15. Hal ini digunakan
untuk mencegah loop pada jaringan.
 Classful Routing Only RIP menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ). RIP
tidak dapat mengatur classless routing.

[Link] Gateway Routing Protocol (IGRP)

IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang
diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah hop
maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU,
delay dan load. IGRP adalah protocol routing yang menggunakan Autonomous System
(AS) yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau
[Link] distance untuk IGRP adalah 100.

Interior Gateway routing Protocol atau yang biasa dikenal dengan sebutan IGRP
merupakan suatu protokol jaringan kepemilikan yang mengembangkan sistem Cisco
yang dirancang pada sistem otonomi untuk menyediakan suatu alternatif RIP (Routing
Information Protocol). IGRP merupakan suatu penjaluran jarak antara vektor protokol,
bahwa masing-masing penjaluran bertugas untuk mengirimkan semua atau sebagian
dari isi table penjaluran dalam penjaluran pesan untuk memperbaharui pada waktu
tertentu untuk masing-masing penjaluran.

Penjaluran memilih alur yang terbaik antara sumber dan [Link] menyediakan
fleksibilitas tambahan, IGRP mengijinkan untuk melakukan penjaluran multipath.
Bentuk garis equal bandwidth dapat menjalankan arus lalu lintas dalam round robin,
dengan melakukan peralihan secara otomatis kepada garis kedua jika sampai garis
kesatu turun.

Tujuan dari IGRP

 Penjaluran stabil dijaringan kompleks sangat besar dan tidaka ada pengulangan
penjaluran.

 Overhead rendah, IGRP sendiri tidak menggunakan bandwidth yang diperlukan


untuk tugasnya.
 Pemisahan lalu lintas antar beberapa rute paralel.
 Kemampuan untuk menangani berbagai jenis layanan dengan informasi tunggal.
 Mempertimbangkan menghitung laju kesalahan dan tingkat lalu lintas pada alur
yang berbeda.
 Penjaluran stabil dijaringan kompleks sangat besar dan tidaka ada pengulangan
penjaluran
 Overhead rendah, IGRP sendiri tidak menggunakan bandwidth yang diperlukan
untuk tugasnya.

Operasi IGRP

Masing-masing penjaluran secara rutin mengirimkan masing-masing jaringan lokal


kepada suatu pesan yang berisi salinan tabel penjaluran dari tabel lainnya. Pesan ini
berisi tentang biaya-biaya dan jaringan yang akan dicapai untuk menjangkau masing-
masing jaringan tersebut. Penerima pesan penjaluran dapat menjangkau semua
jaringan didalam pesan sepanjang penjaluran yang bisa digunakan untuk mengirimkan
pesan.

Perubahan IGRP

Kemudian setelah melalui proses pembaharuan IGRP kemudian menjadi EIGRP


(Enhanced IGRP), persamaannya adalah IGRP dan EIGRP sama-sama kompatibel dan
antara router-router yang menjalankan EIGRP dan IGRP dengan autonomous system
yang sama akan langsung otomatis terdistribusi. Selain itu EIGRP juga akan
memberikan tagging external route untuk setiap route yang berasal dari:

ü Routing protocol non EIGRP.

ü Routing protocol IGRP dengan AS number yang sama.

Karakteristik IGRP

 Protokol routing distance vector


 Menggunakan composite metric yang terdiri atas bandwitch, load, delay, dan
realibilty
 Update routing dilakukan broadcast setiap 90 detik

KelebihanIGRP

 IGRP memiliki jumlaah hop maksimum sebanyak 255, dengan nilai default 100
 IGRP emdukung organisasi banyaak orang dengan besar internetworks untuk
menggatikan RIP dengan IGRP

Kekurangan IGRP

 Jumlah host terbatas


6.3. Open Shortest Path First (OSPF)

OSPF (Open Shortest Path First ) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP
(interior gateway routing protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal
suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di
mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya.
Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan
tersebut.

Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka
jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan [Link] itu, OSPF juga
merupakan routing protokol yang berstandar [Link] adalah routing
protokol ini bukan ciptaan dari vendor [Link] demikian, siapapun dapat
menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun
routing protokol ini dapat [Link] merupakan routing protokol yang
menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi
beberapa [Link]-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem
pengelompokan area.

OSPF memiliki 3 table di dalam router :

1. Routing table

Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the
lowest cost untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router
mempunyai Routing table yang berbeda-beda.

2. Adjecency database

Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency
database yang berbeda-beda.

3. Topological database

Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu
networknya/areanya.

Karakteristik OSPF

 Protokol routing link – state merupakan open standart protokol routing yang
dijelaskna di RFC2328
 Menggunakan alogaritma SPF untuk menghitung cost terendah
 Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan
 Menggunakan protokol broadcast.
 Antara RIP dan OSPF menggunakan di dalam Autonomous System (AS)

Kelebihan OSPF

1. Tidak meghasilkan routing loop


2. Mendukung penggunaan beberapa metriks sekaligus
3. Dapat menghasilkan banyak jalur kesebuah tujuan
4. Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat

Kekurangan OSPF

1. Membutuhkan basis data yang besar


2. Lebih rumit

6.4. Enchanced Interior Gatway Routing Protocol (EIGRP)

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) merupakan hasil


pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah
routing pengembangan dari [Link] itu dihasilkan oleh perubahan dan
bermacam-macam tuntutan dalam jaringan Skala jaringan yang besar. EIGRP
menggabungkan kemampuan dari Link-State Protokol dan Distance Vector
Protokol, terlebih lagi EIGRP memuat beberapa protocol penting yang secara baik
meningkatkan efisiensi penggunaannya ke routing protocol lain.

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol


yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol
pada CISCO. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router CISCO saja dan
routing ini tidak didukung dalam jenis router yang lain.

Gambar 4.9. EIGRP

EIGRP sering disebut juga Hybrid-Distance-Vector Routing Protocol, karena cara


kerjanya menggunkan dua tipe routing protocol,yaituDistance vector protocol dan
Link-State protocol, Dalam pengertian bahwa routing EIGRP sebenarnya merupakan
distance vector protocol tetapi prinsip kerjanya menggunakan links-states
[Link] EIGRP disebuat sebagai hybrid-distance-vector,mengapa dikatakan
demikian karena prinsip kerjanya sama dengan links-states protocol yaitu mengirimkan
semacam hello packet.

Perbandingan antar IGRP dan EIGRP di bagi menjadi beberapa kategori :

Kategori IGRP EIGRP


Compability Tidak mendukung Mendukung
Mode multi protocol multiprotokol
Perhitungan
Perhitungan dengan
dengan metrik
Metric metrik paling efisien
paling efisien
Calculation menuju ke network
menuju ke network
tujuan
tujuan
HopCount maksimal 255 maksimal 224
mendistribusikan
Automatic Tidak
secara otomatis ke
Protocol mendistribusikan
routing protokol yang
Redistribution secara otomatis
lain
Ada, route tagging
yang berfungsi untuk
mengecek external
routing ,sehingga
EIGRP akan
mengetahui routing
Routing
Tidak ada protocol yang
Tagging
digunakan oleh router
tetangganya

Table 4.2 Perbandingan IGRP dan EIGRP


Karakteristik EIGRP

 Menggunakan protokol routing enchanced distance vector


 Menggunakan cost load balancing yang tidak sama
 Menggunakan algoritma kombinasi antara distance vector dan link – state
 Menggunakan Diffusing Update Algoritma (DUAL untuk menghitung jaulur
terpendek.

Kelebihan EIGRP

 Melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop


 memerlukan lebih sedikit emori dan proses
 memerlukan fitur loopavoidance

[Link] Gateway Protocol (EGP)

Protokol routing eksterior didesain untuk penggunaan antara dua jaringan yang
berbeda yang dikontrol oleh dua organisasi yang [Link] digunakan antara
ISP dengan ISP atau antara ISP dengan [Link], suatu perusahaan
menjalankan BGP sebagai protokol routing eksterior antar router perusahaan tersebut
dengan router ISP. IP protokol eksterior gateway membutuhkan 3 seting informasi
berikut ini sebelum router tersebut bias digunakan:

 Daftar router-router tetangga untuk pertukaran informasi routing


 Daftar jaringan untuk advertise sebagai tanda jaringan dapat dicapai secara
langsung
 Nomor autonomous system dari router local

Routing protokol eksterior harus mengisolasi autonomous [Link] bahwa,


autonomous system diatur oleh administrasi yang berbeda.

Kelebihan EGP

 Sangat sederhana dalam instalasi

Kekurangan EGP

 Sangat terbatas menggunakan topologi

6.6. Border Gateway Protocol (BGP)

Gambar 4.10. BGP


BGP atau yang kepanjangannya Border Gateway Protokol merupakan salah satu jenis
routing protokol yang digunakan untuk koneksi antar Autonomous System (AS), dan
salah satu jenis routing protokol yang banyak digunakan di ISP besar (Telkomsel)
ataupun [Link] termasuk dalam kategori routing protokol jenis Exterior
Gateway Protokol (EGP).

Dengan adanya EGP, router dapat melakukan pertukaran rute dari dan ke luar jaringan
lokal Auotonomous System (AS).BGP mempunyai skalabilitas yang tinggi karena dapat
melayani pertukaran routing pada beberapa organisasi [Link] karena itu BGP
dikenal dengan routing protokol yang sangat rumit dan kompleks.

Karakteristik BGP

1. Menggunakan algoritma routing distance [Link] routing distance


vector secara periodik menyalin table routing dari router ke router. Perubahan
table routing di update antar router yang saling berhubungan pada saat terjadi
perubahan topologi.
2. Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client.
3. Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system.
4. BGP adalah Path Vector routing [Link] proses menentukan rute-rute
terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang
didapatnya dari router BGP yang lainnya.
5. Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port
nomor 179.
6. Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik.
7. Metrik (atribut) untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat
dimodifikasi dengan fleksibel.
8. BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat prefiks-prefiks routing
yang diterimanya dari router BGP lain

Cara Kerja BGP

Routing protokol BGP baru dapat dikatakan bekerja pada sebuah router jika sudah
terbentuk sesi komunikasi dengan router tetangganya yang juga menjalankan BGP. Sesi
komunikasi ini adalah berupa komunikasi dengan protokol TCP dengan nomor port 179.
Setelah terjalin komunikasi ini, maka kedua buah router BGP dapat saling bertukar
informasi rute.

Untuk berhasil menjalin komunikasi dengan router tetangganya sampai dapat saling
bertukar informasi routing, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Kedua buah router telah dikonfigurasi dengan benar dan siap menjalankan
routing protokol BGP.
2. Koneksi antarkedua buah router telah terbentuk dengan baik tanpa adanya
gangguan pada media koneksinya.
3. Pastikan paket-paket pesan BGP yang bertugas membentuk sesi BGP dengan
router tetangganya dapat samp dengan baik ke tujuannya.
4. Pastikan kedua buah router BGP tidak melakukan pemblokiran port komunikasi
TCP 179.
5. Pastikan kedua buah router tidak kehabisan resource saat sesi BGP sudah
terbentuk dan berjalan.
6. Setelah semuanya berjalan dengan baik, maka sebuah sesi BGP dapat bekerja
dengan baik pada router Anda.
Untuk membentuk dan mempertahankan sebuah sesi BGP dengan router tetangganya,
BGP mempunyai mekanismenya sendiri yang [Link] sesi BGP ini
mengandalkan paket-paket pesan yang terdiri dari empat macam. Paket-paket tersebut
adalah sebagai berikut:

1. Open Message

Sesuai dengan namanya, paket pesan jenis ini merupakan paket pembuka sebuah sesi
[Link] inilah yang pertama dikirimkan ke router tetangga untuk membangun
sebuah sesi komunikasi. Paket ini berisikan informasi mengenai BGP version number,
AS number, hold time, dan router ID.

2. Keepalive Message

Paket Keepalive message bertugas untuk menjaga hubungan yang telah terbentuk
antarkedua router [Link] jenis ini dikirimkan secara periodik oleh kedua buah router
yang bertetangga. Paket ini berukuran 19 byte dan tidak berisikan data sama sekali.

3. Notification Message

Paket pesan ini adalah paket yang bertugas menginformasikan error yang terjadi
terhadap sebuah sesi BGP. Paket ini berisikan field-field yang berisi jenis error apa yang
telah terjadi, sehingga sangat memudahkan penggunanya untuk melakukan
troubleshooting.

4. Update Message

Paket update merupakan paket pesan utama yang akan membawa informasi rute-rute
yang ada. Paket ini berisikan semua informasi rute BGP yang ada dalam jaringan
[Link] tiga komponen utama dalam paket pesan ini, yaitu Network-Layer
Reachability Information (NLRI), path attribut, dan withdrawn routes.

7. Algoritma Routing untuk HOST

7.1. Algoritma Routing

Routing adalah proses pemilihan rute atau jalan pada suatu network pada saat
pengiriman paket data. Proses ini terjadi pada setiap router di jaringan tersebut. Atau
kalau dilihat pada router, routing adalah proses forwarding paket data dari interface
input ke interface output suatu router dengan melihat alamat IP tujuan. Untuk
melakukan forwarding tersebut maka router membentuk suatu tabel routing yang
memetakan suatu alamat IP ke interface tertentu. Tabel routing umumnya berisi alamat
IP dan next hop routing. Artinya untuk mencapai alamat IP tertentu maka paket data
tersebut diforwarding ke IP atau interface next hop.

Proses pengisian tabel routing dilakukan dengan menggunakan algoritam routing.


Prinsip umum dari routing adalah bagaimana paket dapat sampai di tujuan dengan
melewati lintasan terpendek dan utilisasi [Link] jenis algoritma routing yang
dikembangkan untuk berbagai jenis kebutuhan. Beberapa macam algoritma routing
adalah :

ü Distance Vector Algorithm adalah algoritma routing dengan menggunakan


algoritma Bellman Ford untuk memilih rute terbaik. Pada algoritm ini setiap router
memiliki distance table yang berisi alamat router berikutnya (next hop) dan cost dari
link ke router tersebut. Proses pengisian tabel ini dilakukan melalui proses updating
secara periodik oleh router tetangga. Pemilihan rute terbaik dilakukan dengan cara
memilih next hop yang memiliki cost paling kecil. Kelemahan protokol ini adalah
menjadi tidak stabil jika ditemukan lebih dari satu cost paling kecil.

ü Link State Algorithm adalah algoritma routing dengan menggunakan algoritma


Djikstra untuk mencari rute terbaik. Pada algoritma ini masing-maing router
membangun topologi network dalam bentuk map/graph berdasarkan informasi yang
dikirim oleh node-node lain. Dengan menggunakan map tersebut suatu rute dipilih
berdasarkan algoritma Djikstra untuk mendapatkan path paling pendek. Kelemahan
protokol ini adalah menyebabkan trafik yang besar pada jaringan untuk kebutuhan
update informasi routing.

ü Path Vector Protocol adalah protokol yang dipakai sebagai inter domain routing
yaitu routing antar domain yang berbeda. Hal ini berbeda dengan protokol sebelumnya
yang hanya bisa dipakai pada domain yang sama. Prinsip kerjanya mirip dengan
distance vector hanya saja informasi routing dipertukarkan antar speaker node, yaitu
node yang mewakili masing-masing domain. Informasi yang dipertukarkan adalah path
yang ada di dalam masing-masing domain, bukan cost seperti pada distance vector.

Pola routing ini akan menentukan aliran trafik yang mengalir pada link-link transmisi.
Jika pola routing tidak optimal maka akanmenghasilkan utilisasi yang tidak seimbang
pada link-link sehingga aliran yang mengalir menjadi tidak optimal. Salah satu algoritma
yang banyak dipakai untuk menghasilkan maksimum flow adalah algoritma Ford-
Fulkerson. Pada algortima ini proses dimulai dengan pencarian flow augemented path
(FAP) untuk suatu pasangan sumber-tujuan. Pada masing-masing FAP tersebut
dialirkan trafik sampai tercapai maksimum flow pada masing-masing FAP tersebut.
Jumlah semua trafik yang mengalir ke tujuan adalah maksimum flow yang bisa dibawa
oleh network tersebut.

Algortima routing untuk host

Proses routing yang dilakukan oleh host cukup sederhana. Jika host tujuan terletak di
jaringan yang sama atau terhubung langsung. IP datagram dikirim langsung ke
[Link] tidak, IP datagram dikirm ke default router. Router ini yang akan mgnatur
perngiriman IP selanjutnya, hingga sampai ke tujuannya. Dalam suatu table routing
terdapat : IP address tujuan, IP address next hop router (gateway), Flag yang
menyatakan jenis routing, Spesifikasi network interface tempat datagram dilewatkan.

Dalam proses meneruskan paket ke tujuan, IP router akan melakukan hal-hal berikut;

1. Mencari di table routing, entry yang cocok dengan IP address tujuam. Jika
ditemukan, paket akan dikirim ke next hop router atau interface yang terhubung
langsung dengan nya.
2. Mencari di table routing, entry yang cocok dengan alamat network dari network
tujuan. Jika ditemukan, paket dikirm ke nxt hop router tersebut.
3. Mencari di table routing, entry data yang bertanda default, jika ditemukan, paket
dikirim ke router tersebut.

Mekanisme routing adalah ketika route mencari routing tabel dan memutuskan interface
yang akan mengirimkan paket data .
8. Eliminasi Routing Loop

[Link] Split Horizon

Beberapa routing loop terjadi ketika terdapat informasi salah yang dikirim kembali ke
router. Seperti yang digambarkan oleh contoh berikut:

1. Router A melewatkan update ke router B dan router D, yang menginformasikan


bahwa jaringan 1 putus. Sedangkan router C mengirimkan update ke router B
dengan informasi bahwa jaringan 1 jaraknya 4 melalui router D.
2. Router B menyimpulkan salah, bahwa router C masih memiliki informasi ke
jaringan 1, sehingga jalur tersebut masih menjadi jalur pilihan. Router B
mengirimkan update ke router A yang memberikan informasi ke jaringan 1.
3. Router A sekarang mengetahui bahwa kalau ke jaringan 1 harus melalui router
B. Router B juga demikian kalau ke jaringan 1 melalui router C. Demikian pula
dengan router C kalau mau ke jaringan 1 harus melalui router D. Dengan
demikain paket mengalami loop di antara router-router.
4. Split Horizon digunakan untuk mencegah keadaan itu. Jika routing update ke
jaringan 1 dari router A, B atau D tidak dapat mengirimkan informasi mengenai
jaringan 1 kembali ke router A. Split Horizon mengurangi informasi routing yang
salah dan mengurangi beban routing.

8.2. Metode Route Poisoning

Route poisoning digunakan oleh protokol distance vector untuk mencegah routing loop
dan menentukan informasi lengkap ketika suatu subnet atau jaringan tidak dapat
diakses dengan cara seting satu atau lebih nilai maksimum.

Salah satu cara untuk mencegah update yang tidak konsisten adalah route poisoning.
Pada gambar di bawah ini, pada saat jaringan 5 putus, router E akan men-set distance
ke 16 untuk jaringan 5 ke route poison. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan
[Link] saat route poison, router C tidak menerima update tentang jaringan
5. Setelah router C menerima route poison dari router E, ia mengirimkan update yang
disebut dengan poison reverse, kembali ke router E. Hal ini akan menyebabkan semua
router dalam segmen menerima informasi route poison.

Ketika route poisoning digunakan dengan triggered update, ia akan menyebabkan


waktu konvergen cepat karena router-router tetangga tidak harus menunggu waktu 30
detik sebelum mereka advertise route poison.

Route poisoning menyebabkan routing protokol advertise infinite-metric untuk jalur


yang putus. Route poisoning tidak merusak konsep split horizon. Split horizon dengan
poison reverse merupakan route poisoning yang ditempatkan pada link-link dimana split
horizon secara tidak normal menerima informasi routing.

8.3. Metode Triggered update

Tabel routing baru dikirim ke router-router [Link], RIP update terjadi setiap
30 [Link], triggered update dikirim secara langsung atas respon
terjadinya perubahan table routing. Router yang mengetahui telah terjadi perubahan
topologi jaringan secara langsung mengirimkan pesan update ke router-router
terdekatnya. Kemudian router-router ini membangkitkan triggered update untuk router-
router tetangganya yang lain. Pada saat terjadi jalur putus, update secara langsung
dikirim. Triggered update, digunakan sebagai hubungan dengan route poisoning untuk
meyakinkan bahwa semua router tahu tentang router-router yang putus sebelum
holddown timer habis waktunya

Triggered update tidak menunggu waktu update habis. Mereka mengirimkan informasi
ketika informasi routing mengalami perubahan. Sebuah router akan secara langsung
mengirimkan routing update dalam interfacenya. Kemudian melewatkan informasi
tentang jlaur yang mengalami perubahan dan mulai menghitung holddown timer dan
informasi ini merambat ke seluruh jaringan.

Router C mengeluarkan triggered update, yang berisi bahwa jaringan [Link]


unreachable. Router B menerima informasi ini dan menginformasikannya melalui
interface S0/1 bahwa jaringan [Link] putus. Router A mengirimkan update keluar
melalui interface Fa0/0.

[Link] Holddown Timer

Ketika router menerima update dari tetangganya, dimana isi informasinya menyatakan
bahwa jaringan sebelumnya tidak dapat diakses, router menandai jalur yang putus
tersebut dan mulai melakukan holddown timer. Sebelum holddown timer habis
waktunya, jika update diterima dari tetangga yang sama, hal ini menyatakan bahwa
jaringan dapat diakses, router memberi tanda bahwa jaringan dapat diakses dan
menghapus holddown timer

Pada saat update berasal dari tetangga yang lain dengan metric ke jaringan lebih baik,
maka router menandai ke jaringan itu sebagai tanda dapat diakses dan menghapus
holddown timer.

Jika update berasal dari router yang berbeda lagi dengan metric yang lebih besar
sebelum holddown timer habis waktunya, update tidak dihiraukan.

RANGKUMAN

Routing adalah proses dimana suatu router memforward paket ke jaringan yang dituju.
Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket.

Seperti yang kita ketahui, router berfungsi sebagai pengatur lalu lintas jaringan atau
mengaturjalannya IP address dengan segment yang berbeda. Router sebenarnya
memiliki fungsi ataupun kemampuan seperti berikut :

 Mengatur jalur sinyal secara effisien


 Mengatur Pesan diantara dua buah protocol
 Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan Bintang(star)
 Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, kabel koaaksialm atau kabel
twisted pair.

Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket
data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau
menyatukan segmen-segmen jaringan.

Jenis Konfigurasi Routing adalah sebagai berikut:

 Router Statis
 Routing Default
 Routing Dinamik
Routing protocol dibagi menjadi 2, yakni:Interior Gateway Protocol (IGP) dan Exterior
Gateway Protocol (EGP).IGP adalah Protokol Routing yang di desain dan dibuat untuk
digunakan didalam sebuah Autonomous System [Link] EGP adalah
protokol Routing yang di desain dan dibuat untuk digunakan oleh router-router antar
Autonomous System yang berbeda.

Macam-macam dari Interior Gateway Protocol (IGP) yaitu:

 Routing Information Protocol (RIP)adalah Routing protokol yang menggunakan


algoritma distance vector, yaitu algortima Bellman-Ford.
 Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)adalah juga protocol distance vector
yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP.
 Open Shortest Path First (OSPF)merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP
(interior gateway routing protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan
internal suatu ogranisasi atau perusahaan.
 EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) merupakan hasil
pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya
adalah routing pengembangan dari CISCO.
 Exiterior Gateway Protocol (EGP) yaitu Protokol routing eksterior didesain untuk
penggunaan antara dua jaringan yang berbeda yang dikontrol oleh dua
organisasi yang berbeda.

Algoritma Routing adalah proses pemilihan rute atau jalan pada suatu network pada
saat pengiriman paket data. Proses ini terjadi pada setiap router di jaringan tersebut.
Beberapa macam algoritma routing adalah :

ü Distance Vector Algorithm

ü Link State Algorithm

ü Path Vector Protocol

Eliminasi Routing Loop

 Metode Split Horizon


 Metode Route Poisoning
 Metode Triggered update
 Metode Holddown Timer
DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN

1. Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan :


2. Router
3. Routing

Jawab:

1. Router adalahmerupakanalat yang di gunakanuntukmenghubungkan komputer 1


dengan yang lainnya, padadasarnya komputer bisa berhubungandengan
komputer lainnyakarenaadanya IP Address.
2. Routing adalah proses dimana suatu router memforward paket ke jaringan yang
dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju
oleh paket.
3. Sebutkan dan jelaskan 5 macam table routing?

Jawab:

KarenaTabel routing (routing table) terdiri atas entri-entri rute yang setiap entri rute
tersebut terdiri dari IP Address, maka tabel routing terdiri dari :

1. Destination

Dapat berupa alamat IPv4 atau prefix alamat IPv4. Dalam Windows, kolom ini
dinamakan Network Destination dalam display perintah route print.

2. Network Mask

Subnet mask digunakan untuk menyesuaikan tujuan alamat IPv4 dari nilai paket yang
dikirim dari field destination. Pada windows, kolom ini dinamakan Netmask.

3. Next-Hop

Alamat IPv4 yang [Link] tabel router di Windows, kolom ini dinamakan Gateway.

4. Interface

Interface jaringan yang digunakan untuk mengirim kembali paket IPv4. Dalam
Windows, kolom ini berisi alamat IPv4 yang ditugaskan sebagai interface.

5. Metric

Merupakan angka yang digunakan sebagai indikasi penggunaan route sehingga menjadi
route yang terbaik di antara banyak route dengan tujuan yang sama bisa dipilih. Metric
dapat menunjuk pada banyak links di jalan ke tujuan atau rute yang diinginkan untuk
digunakan, tergantung banyak link.

3. Sebutkan fungsi router!

Jawab:

 Mengatur jalur sinyal secara effisien


 Mengatur Pesan diantara dua buah protocol
 Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan Bintang(star)
 Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, kabel koaaksialm atau kabel
twisted pair.

4. Jelaskan prinsip kerja dari routing!

Jawab:

Router mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju
tujuannya. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet
Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI yang menggunakan skema pengalamatan
yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Router secara cerdas dapat
mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah
ditujukan untuk host lain pada satu network yang sama ataukah berada di network
yang berbeda. Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router
akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk
host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.

5. Sebutkan dan jelaskan ketiga jenis konfigurasi routing

Jawab:

1. Router Statis

Routing statis adalah suatu mekanisme routing yang dilakukan secara manual dengan
membuat tabel routing pada setiap perangkat router yang ada.

2. Routing Default

Dengan routing default ketika IP address destination (tujuan) dari sebuah paket
tidak ditemukan dalam tabel routing, maka router akan menggunakan default route
untuk mem-forward paket tersebut.

3. Routing Dinamik

Router Dinamik adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara
otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling
berhubungan antara router lainnya.

6. Apa yang dimaksud dengan routing protocol?

Jawab:

Routing protocoladalah suatu aturan yang mempertukarkan informasi routing yang


akan membentuk sebuahtabel routing sehingga pengalamatan pada paket data yang
akan dikirim menjadi lebih jelas dan routing protocol mencari rute tersingkat untuk
mengirimkan paket data menuju alamat yang dituju.

7. Sebut dan jelaskan jenis routing protocol

Jawab:

1. Interior Gateway Protocol (IGP): Protokol Routing yang di desain dan dibuat
untuk digunakan didalam sebuah Autonomous System tunggal.
2. Exterior Gateway Protocol (EGP): Protokol Routing yang di desain dan dibuat
untuk digunakan oleh router-router antar Autonomous System yang berbeda.
3. Jelaskan perbedaan antara IGP dengan EGP
Jawab :

Interior Gateway Protocol (IGP):

 Dalam sebuah single autonomous system (AS)


 Memiliki single network administration
 Pertukaran informasi routing dilakukan antar host dalam sebuah autonomous
system atau sebuah routing domain
 IGP dibagi menjadi dua kategori :

1. Distance Vector Protocol, yang terdiri dari Routing Information Protocol (RIP)
dan Interior Gateway Routing Protocol (IGRP).
2. LinkStateProtocol, yang terdiri dari Open shortest-path first (OSPF) dan
Intermediate System to Intermediate System (IS-IS).

Exterior Gateway Protocol (EGP):

 Antara autonomous system (AS) yang berbeda


 Memiliki entitas administrasi yang independen
 Pertukaran informasi routing bisa dilakukan antar host pada dua buah
autonomous system (AS) yang berbeda
 Contohnya adalah BGP (Border Getway Protocol) , hanya satu protocol Routing.

9. Sebutkan dan jelaskan kelas-kelas IGP

Jawab:

1. Routing Information Protocol (RIP) merupakan routing protokol dengan


algoritma distance vector, yang menghitung jumlah hop (count hop) sebagai
routing metric.
2. Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) merupakan suatu penjaluran jarak
antara vektor protokol, bahwa masing-masing penjaluran bertugas untuk
mengirimkan semua atau sebagian dari isi table penjaluran dalam penjaluran
pesan untuk memperbaharui pada waktu tertentu untuk masing-masing
penjaluran.
3. Open Shortest Path First (OSPF) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP
(interior gateway routing protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan
internal suatu ogranisasi atau perusahaan.
4. Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP) merupakan hasil
pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya
adalah routing pengembangan dari CISCO.
5. Sebutkan kelebihan dari RIP

Jawab:

 Menggunakan metode Triggered Update.


 RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan
informasi routing.
 Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap
harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut
(triggered update).
 Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang
cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
1. Sebutkan beberapa tujuan IGRP !

Jawab:

 Penjaluran stabil dijaringan kompleks sangat besar dan tidaka ada pengulangan
penjaluran.
 Overhead rendah, IGRP sendiri tidak menggunakan bandwidth yang diperlukan
untuk tugasnya.
 Pemisahan lalu lintas antar beberapa rute paralel.
 Kemampuan untuk menangani berbagai jenis layanan dengan informasi tunggal.
 Mempertimbangkan menghitung laju kesalahan dan tingkat lalu lintas pada alur
yang berbeda.

2. Jelaskan tabel routing yang terdapat pada OSPF

Jawab:

1. Routing table

Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the
lowest cost untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router
mempunyai Routing table yang berbeda-beda.

2. Adjecency database

Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency
database yang berbeda-beda.

3. Topological database

Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu
networknya/areanya.

3. Mengapa EIGRP sering disebut sebagai Hybrid-Distance-Vector Routing Protocol?

Jawab:

Karena cara kerjanya menggunkan dua tipe routing protocol, yaitu Distance vector
protocol dan Link-State protocol. Dalam pengertian bahwa routing EIGRP sebenarnya
merupakan distance vector protocol tetapi prinsip kerjanya menggunakan links-states
protocol. Sehingga EIGRP disebut sebagai hybrid-distance-vector, mengapa dikatakan
demikian karena prinsip kerjanya sama dengan links-states protocol yaitu mengirimkan
semacam hello packet.

4. Jelaskan karakteristik BGP

Jawab:

1. Menggunakan algoritma routing distance vektor. Algoritma routing distance


vector secara periodik menyalin table routing dari router ke router. Perubahan
table routing di update antar router yang saling berhubungan pada saat terjadi
perubahan topologi.
2. Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client.
3. Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system.
4. BGP adalah Path Vector routing [Link] proses menentukan rute-rute
terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang
didapatnya dari router BGP yang lainnya.
5. Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port
nomor 179.
6. Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik.
7. Metrik (atribut) untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat
dimodifikasi dengan fleksibel.
8. BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat prefiks-prefiks routing
yang diterimanya dari router BGP lain
9. Bagaimana cara kerja routing protocol BGP?

Jawab:

Routing protokol BGP baru dapat dikatakan bekerja pada sebuah router jika sudah
terbentuk sesi komunikasi dengan router tetangganya. Sesi komunikasi ini adalah
berupa komunikasi dengan protokol TCP dengan nomor port 179. Setelah terjalin
komunikasi ini, maka kedua buah router BGP dapat saling bertukar informasi rute.

6. Jelaskan Paket Pesan yang dimiliki oleh BGP!

Jawab:

1. Open Message, paket pesan jenis ini merupakan paket pembuka sebuah sesi
BGP. Paket inilah yang pertama dikirimkan ke router tetangga untuk membangun
sebuah sesi komunikasi. Paket ini berisikan informasi mengenai BGP version
number, AS number, hold time, dan router ID.
2. Keepalive Message bertugas untuk menjaga hubungan yang telah terbentuk
antarkedua router BGP. Paket jenis ini dikirimkan secara periodik oleh kedua
buah router yang bertetangga. Paket ini berukuran 19 byte dan tidak berisikan
data sama sekali.
3. Notification Message adalah paket yang bertugas menginformasikan error yang
terjadi terhadap sebuah sesi BGP. Paket ini berisikan field-field yang berisi jenis
error apa yang telah terjadi, sehingga sangat memudahkan penggunanya untuk
melakukan troubleshooting.
4. Update Message merupakan paket pesan utama yang akan membawa informasi
rute-rute yang ada. Paket ini berisikan semua informasi rute BGP yang ada
dalam jaringan tersebut. Ada tiga komponen utama dalam paket pesan ini, yaitu
Network-Layer Reachability Information (NLRI), path attribut, dan withdrawn
routes.
5. Jelaskan perbedaan diantara ketiga jenis algoritma routing !

Jawab:

ü Distance Vector Algorithm adalah algoritma routing dengan menggunakan algoritma


Bellman Ford untuk memilih rute terbaik. Pada algoritm ini setiap router memiliki
distance table yang berisi alamat router berikutnya (next hop) dan cost dari link ke
router tersebut.

ü Link State Algorithm adalah algoritma routing dengan menggunakan algoritma


Djikstra untuk mencari rute terbaik. Pada algoritma ini masing-maing router
membangun topologi network dalam bentuk map/graph berdasarkan informasi yang
dikirim oleh node-node lain.
ü Path Vector Protocol adalah protokol yang dipakai sebagai inter domain routing yaitu
routing antar domain yang berbeda. Hal ini berbeda dengan protokol sebelumnya yang
hanya bisa dipakai pada domain yang sama.

8. Jelaskan bagaimana proses algoritma routing untuk host !

Jawab:

Proses routing yang dilakukan oleh host cukup sederhana. Jika host tujuan terletak di
jaringan yang sama atau terhubung langsung. IP datagram dikirim langsung ke
[Link] tidak, IP datagram dikirm ke default router. Router ini yang akan mgnatur
perngiriman IP selanjutnya, hingga sampai ke tujuannya. Dalam suatu table routing
terdapat : IP address tujuan, IP address next hop router (gateway), Flag yang
menyatakan jenis routing, Spesifikasi network interface tempat datagram dilewatkan.

9. Jelaskan proses pembentukan tabel routing yang menggunakan konsep distance


vector dan link state

Jawab:

 Proses pembentukan tabel pada protokol routing yang menggunakan konsep


distance vector adalah sebagai berikut :

ü Mula-mula tabel routing yang dimiliki oleh masing-masing router atau PC router akan
berisi informasi alamat jaringan yang terhubung langsung dengan router atau PC router
tersebut.

ü Secara periodik masing-masing router atau PC router akan saling bertukar informasi
sehingga isi tabel routing dari semua router terisi

 Tabel routing yang dibentuk dengan menggunakan konsep link state dilakukan
melalui beberapa tahapan sebagai berikut :

ü Pada awalnya setiap router atau PC router akan saling mengirimkan dan melewatkan
paket link state.

ü Paket link state yang diterima dari router atau PC router lain dikumpulkan dalam
sebuah database topologi.

ü Berdasarkan informasi yang terkumpul di dalam database, router atau PC router


melakukan perhitungan dengan mengggunakan algoritma short path first (SPF).

ü Algoritma SPF menghasilkan short path first tree.

1. Sebut dan jelaskan metode Eliminasi Routing Loop

Jawab:

1. Metode Split Horizon: beberapa routing loop terjadi ketika terdapat informasi
salah yang dikirim kembali ke router.
2. Metode Route Poisoning digunakan oleh protokol distance vector untuk
mencegah routing loop dan menentukan informasi lengkap ketika suatu subnet
atau jaringan tidak dapat diakses dengan cara seting satu atau lebih nilai
maksimum.
3. Metode Triggered update digunakan sebagai hubungan dengan route poisoning
untuk meyakinkan bahwa semua router tahu tentang router-router yang putus
sebelum holddown timer habis waktunya
4. Metode Holddown Timer yaitu proses dimana isi informasinya menyatakan
bahwa jaringan sebelumnya tidak dapat diakses, sehingga router menandai jalur
yang putus tersebut

1. Jelaskan dengan contoh proses kerja Metode Split Horizon

Jawab:

1. Router A melewatkan update ke router B dan router D, yang menginformasikan


bahwa jaringan 1 putus. Sedangkan router C mengirimkan update ke router B
dengan informasi bahwa jaringan 1 jaraknya 4 melalui router D.
2. Router B menyimpulkan salah, bahwa router C masih memiliki informasi ke
jaringan 1, sehingga jalur tersebut masih menjadi jalur pilihan. Router B
mengirimkan update ke router A yang memberikan informasi ke jaringan 1.
3. Router A sekarang mengetahui bahwa kalau ke jaringan 1 harus melalui router
B. Router B juga demikian kalau ke jaringan 1 melalui router C. Demikian pula
dengan router C kalau mau ke jaringan 1 harus melalui router D. Dengan
demikain paket mengalami loop di antara router-router.
4. Split Horizon digunakan untuk mencegah keadaan itu. Jika routing update ke
jaringan 1 dari router A, B atau D tidak dapat mengirimkan informasi mengenai
jaringan 1 kembali ke router A. Split Horizon mengurangi informasi routing yang
salah dan mengurangi beban routing.

DAFTAR PUSTAKA

[Link]
[Link]

[Link]
akses 18-3-2013

[Link]

[Link]

[Link]
[Link]#.UUbA5zcefMA

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Kelebihan EGP termasuk kesederhanaan instalasi, membuatnya mudah diterapkan. Namun, kekurangannya adalah keterbatasan dalam topologi yang dapat digunakan, yang menjadikannya kurang fleksibel untuk lingkungan jaringan skala besar dan dinamis .

Pada OSPF, tabel routing dikenal sebagai forwarding database berisi biaya terendah menuju router lain, membentuk adjecency database berisi tetangga router dan topological database berisi informasi seluruh jaringan dalam area yang sama . Sementara pada EIGRP, meskipun tidak dijelaskan detail tabel routing, EIGRP dikenal sebagai hybrid-distance-vector sehingga menggunakan informasi link-state dalam pengambilan keputusan rutenya .

Pada model OSI, router berfungsi di lapisan ketiga (network layer) dan memutuskan rute berdasarkan alamat IP. Sementara bridge bekerja di lapisan kedua (data-link layer) dan menggunakan alamat MAC untuk meneruskan paket data. Router lebih kompleks karena dapat meningkatkan bandwidth dengan tidak meneruskan paket broadcast, serta mampu menghubungkan segmen jaringan yang menggunakan protokol berbeda .

Route poisoning mencegah routing loop dengan mengiklankan jalur putus ke jaringan menggunakan metrik infinity, menandakan bahwa jalur tersebut tidak dapat digunakan. Triggered update memaksa pengiriman informasi segera setelah perubahan dalam jaringan terdeteksi, memastikan cepatnya penyebaran informasi mengenai perubahan topologi sebelum routing loop terjadi .

Router mengirim paket data melalui jaringan menuju tujuan yang dikehendaki dengan proses yang disebut routing. Proses ini terjadi pada lapisan ketiga dari model OSI, di mana router memanfaatkan informasi IP untuk menentukan apakah paket harus diteruskan ke jaringan berbeda atau tetap di dalam jaringan yang sama .

Holddown timer dalam mekanisme routing berguna menahan rute yang dianggap tidak dapat diakses dari penerimaan update yang menyatakan sebaliknya selama waktu tertentu. Ini mencegah perubahan tiba-tiba yang salah memengaruhi jaringan, menstabilkan rute sementara jaringan menyesuaikan dengan topologi baru. Hanya rute dengan metrik lebih baik yang diterima sebelum timer habis, menghindari fluktuasi terus-menerus dalam tabel routing .

Karakteristik BGP yang membedakannya dari protokol routing lainnya adalah penggunaannya untuk merutekan trafik internet antar autonomous system, menjadikannya khusus untuk skala besar antar organisasi yang berbeda. BGP menggunakan algoritma path vector dan menjaga koneksi antar-peer dengan port 179 melalui sinyal keepalive yang dikirimkan secara periodik. BGP juga memiliki fleksibilitas tinggi untuk memodifikasi metrik dalam menentukan jalur terbaik .

RIP menggunakan metode triggered update untuk mengirimkan informasi routing secara instan ketika jaringan mengalami perubahan, meskipun timer belum habis. Hal ini bermanfaat dalam meminimalisir waktu penyesuaian konvergensi, meningkatkan kecepatan respons terhadap perubahan, yang pada akhirnya menjaga stabilitas jaringan .

BGP dikenal rumit dan kompleks karena skalabilitasnya tinggi, memungkinkan pertukaran rute pada banyak organisasi besar. Penggunaan atribut banyak dan fleksibel sebagai metrik, serta cara menjaga koneksi antar-peer dengan sinyal keepalive dan proses menentukan rute terbaik menurut path vector yang terpilih, semua ini memerlukan konfigurasi dan pemeliharaan yang teliti .

EIGRP disebut protokol routing hybrid karena menggambungkan metode distance vector dan link-state, sehingga mampu memanfaatkan kelebihan kedua pendekatan tersebut. Ini mempengaruhi performa dengan mengurangi waktu konvergensi serta menghindari loop melalui algoritma DUAL, yang pada gilirannya memperbaiki stabilitas jaringan dan efisiensi memori serta proses .

Anda mungkin juga menyukai