0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan12 halaman

Rute Wisata di Banda Aceh: Analisis dan Strategi

Makalah ini membahas karakteristik wisatawan dan pemilihan rute perjalanan wisata di Kota Banda Aceh. Penelitian menganalisis karakteristik pengunjung dan kunjungan wisatawan untuk menentukan alternatif rute perjalanan wisata. Ditemukan dua kelompok rute berdasarkan objek wisata dan keragaman objek. Hasilnya diharapkan dapat meningkatkan pariwisata Kota Banda Aceh.

Diunggah oleh

Ayu Indah Lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan12 halaman

Rute Wisata di Banda Aceh: Analisis dan Strategi

Makalah ini membahas karakteristik wisatawan dan pemilihan rute perjalanan wisata di Kota Banda Aceh. Penelitian menganalisis karakteristik pengunjung dan kunjungan wisatawan untuk menentukan alternatif rute perjalanan wisata. Ditemukan dua kelompok rute berdasarkan objek wisata dan keragaman objek. Hasilnya diharapkan dapat meningkatkan pariwisata Kota Banda Aceh.

Diunggah oleh

Ayu Indah Lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CRITICAL BOOK REVIEW

Manajemen Perjalanan Dinas dan Wisata


D
I
S
U
S
U
N
OLEH

NAMA : ERNITA MUNTHE


NIM : 7163344013
KELAS : C EKSTENSI
DOSEN PENGAMPU : ROTUA SP SIMANULLANG

JURUSAN PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmat-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini . Penulisan makalah ini
merupakan salah satu tugas Critical Jurnal review yang diberikan dalam mata kuliah
Manajemen Perjalanan Dinas dan Wisata di Universitas Negeri Medan.
Dalam Penulisan makalah ini saya merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang saya miliki. Untuk itu, kritik
dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah
ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini,
khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada saya,
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini.

Medan, 4 November 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i


DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I ......................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG .................................................................................................... 1
BAB II........................................................................................................................................ 2
PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 2
IDENTITAS JURNAL ........................................................................................................... 2
BAB III ...................................................................................................................................... 3
RINGKASAN ISI JURNAL ...................................................................................................... 3
BAB III ...................................................................................................................................... 7
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ...................................................................................... 7
BAB IV ...................................................................................................................................... 8
KESIMPULAN DAN SARAN.................................................................................................. 8
A. Kesimpulan ..................................................................................................................... 8
B. Saran ............................................................................................................................... 8
DAFTAR KEPUSTAKAAN ..................................................................................................... 9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kota Banda Aceh memiliki berbagai macam objek wisata yang ditawarkan kepada wisatawan
baik domestik atau mancanegara mulai dari taman rekreasi, wisata alam, wisata tsunami,
wisata budaya dan bersejarah (Kota Banda Aceh Dalam Angka, 2016). Salah satu bentuk
pengembangan khusus untuk potensi tersebut adalah pengembangan di bidang pariwisata.
Dengan adanya kerja sama pemerintah kabupatan/kota, pariwisata Aceh telah dikemas dalam
sebuah branding baru,“The Light of Aceh” atau “Cahaya Aceh”, hal ini merupakan strategi
Pemerintah Aceh dalam memasarkan pariwisata [Link] sektor pariwisata di
Kota Banda Aceh masih kurang merata, sedangkan potensi yang dimiliki cukup bervariasi
dan memiliki peluang untuk [Link] hal ini menjadi dasar untuk
mengembangkan potensi wisata Kota Banda Aceh dengan menghubungkan antar kawasan
wisata tersebut menjadi sebuah rute perjalanan wisata Kota Banda [Link] rute
wisata memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan pengembangan wisata Kota
Banda Aceh. Dalam menunjang pengembangan wisata Kota Banda Aceh diperlukan
penentuan alternatif rute wisata yang beragam untuk ditawarkan kepada wisatawan yang
datang ke Kota Banda Aceh sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang
berkunjung dan meningkatkan PAD Kota anda Aceh.

1
BAB II

PEMBAHASAN

IDENTITAS JURNAL

Judul : Karakteristik Wisatawan Dan Pemilihan Rute Perjalanan Wisata Di Kota

Banda Aceh
Penerbit : Khairul1, Sugiarto2, Safwan3

Tahun terbit : Desember, 2017

Volume : 1 Special Issue Nomor 2

ISSN : 2088-9321

KARAKTERISTIK WISATAWAN DAN PEMILIHAN RUTE PERJALANAN WISATA


DI KOTA

Abstrak
Kota Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh merupakan tujuan utama wisatawan dengan
berbagai macam objek wisata yang ditawarkan. Hal ini sesuai dengan program Dinas
Pariwisata Aceh tahun 2017 dalam memasarkan pariwisata Aceh yang dikemas dalam sebuah
branding “The Light of Aceh”. Dalam menunjang pengembangan wisata Kota Banda Aceh
diperlukan penentuan alternatif rute perjalanan antar objek wisata sebagai pedoman bagi
wisatawan yang berkunjung. Secara teoritis, penentu kunjungan wisatawan adalah faktor
objek dan lokasi (kemudahan pencapaian). Pengaruh kedua faktor tersebut terhadap
perkembangan pariwisata suatu wilayah dapat diukur melalui penilaian rute perjalanan
wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk
melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik wisatawan dalam melakukan rute
perjalanan wisata yang meliputi analisis pengunjung dan analisis kunjungan. Selanjutnya
berdasarkan analisis kuantitatif melalui perhitungan lama perjalanan dan penentuan rute
perjalanan wisata maka diperoleh bentuk alternatif rute perjalanan wisata di Kota Banda
Aceh yang dilengkapi dengan [Link] penelitian menunjukkan karakteristik
wisatawan dalam melakukan rute perjalanan wisata yang terbagi dalam karakteristik
pengunjung (jenis kelamin, asal, umur, pekerjaan, biaya yang dikeluarkan, teman perjalanan,
sumber informasi, dan kendaraan yang digunakan),karakteristik kunjungan (objek daerah
tujuan wisata, motif, frekuensi kunjungan, lama tinggal wisatawan, rute perjalanan
wisatawan, dan waktu tempuh). Penentuan rute perjalanan berdasarakan hasil analisis
terdapat alternatif rute perjalanan wisata yang dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu
berdasarkan karakteristik jenis objek wisata (wisata tsunami dan wisata budaya) dan
berdasarkan dari keragaman jenis objek wisata yang terdapat di Kota Banda Aceh.
Kata kunci : Kota Banda Aceh, pariwisata, rute perjalanan wisata.

2
BAB III

RINGKASAN ISI JURNAL

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Pariwisata

Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta
layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah.
(UU RI Nomor 10 Tahun 2009).

Wisatawan

Definisi wisatawan, yakni semua orang yang memenuhi dua syarat, pertama bahwa mereka
meninggalkan rumah kediamannya untuk jangka waktu kurang dari satu tahun dan kedua
bahwa sementara mereka pergi, mereka mengeluarkan uang di tempat yang mereka kunjungi
tidak dengan mencari nafkah di tempat tersebut. (Yoeti, 1996:141).

Perjalanan pariwisata

Bentuk-bentuk perjalanan wisata: (Nuriata, 1999:26):

1. Perjalanan wisata berdasarkan waktu; tour setengah hari, tour lebih dari setengah hari,
tour satu hari, dan tour lebih dari satu hari
2. Perjalanan wisata berdasarkan jumlah peserta; tour perorangan, tour rombongan, dan
tour massa.
3. Perjalanan wisata berdasarkan wilayah; berdasarkan wilayah tempat tujuan dan
berdasarkan topografi.
4. Perjalanan wisata berdasarkan tujuan; tujuan bisnis, tujuan kesehatan, tujuan olahraga,
tujuan pendidikan, ziarah.
5. Perjalanan wisata berdasarkan minat wisatawan; Scientific, tour, Museum tour,
Industrial tour.

Rute perjalanan wisata

Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan rute perjalanan wisata (Gunawan dalam


Deviana, 2004) adalah: aksesibilitas (jarak tempuh, waktu tempuh, jumlah kendaraan umum,
kondisi prasarana), objek dan daya tarik wisata, dan fasilitas pelayanan (akomodasi, fasilitas
penunjang.

METODE PENELITIAN

Lokasi penelitian
Penelitian ini dilakukan pada 9 objek wisata yang terdapat di Kota Banda Aceh, meliputi
Kapal di Atas Rumah Lampulo,Kapal PLTD Apung, Makam Tgk. Syiah Kuala, Masjid Raya

3
Baiturrahman, Pantai Ulee Lheue, Museum Rumoh Aceh, Museum Tsunami, Taman Putro
Phang dan Pinto Khop,dan Gunongan.
Metode penelitian
Penelitian ini termasuk jenis metode penelitian deskriptif karena penelitian ini
mengumpulkan atau mencari informasi mengenai karakteristik wisatawan yang meliputi
karakteristik kunjungan serta karakteristik pengunjung dalam menentukan rute perjalanan
wisata di Kota Banda Aceh. Kemudian dilakukan beberapa analisis dari data dan informasi
yang diperoleh untuk mendapatkan arahan dalam penentuan bentuk alternatif rute perjalanan
wisata di Kota Banda Aceh.
Variabel penelitian
Penentuan variabel yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pada penelitian
terdahulu yang sesuai dengan rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini.
1. Pengunjung (jenis kelamin, asal wisatawan, umur wisatawan, pekerjaan
wisatawan,biaya yang dikeluarkan, teman perjalanan, kendaraan yang digunakan,
sumber informasi).
2. Kunjungan (objek tujuan wisata, motif wisata, frekuensi kunjungan, lama tinggal,
waktu tempuh)
3. Bentuk alternatif rute perjalanan wisata

Metode analisis data

Analisis data dilakukan berdasarkan hasil kompilasi dari data primer dan data sekunder.
Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

1. Metode Analisis Kualitatif


Analisis kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif
tentang karakteristik wisatawan. Langkah ini digunakan untuk memperoleh gambaran
tentang karakteristik wisatawan yang berkunjung ke Kota Banda Aceh.
2. Metode Analisis Kuantitatif
Dalam menganalisis perhitungan lama perjalanan dan penentuan rute perjalanan
menggunakan metode analisis [Link] menganalisis analisis perhitungan
lama perjalanan menggunakan “Shortest Path Method”. Prinsip dasar metode ini
adalah penentuan jaringan dengan jarak terpendek.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Karakteristik wisatawan dalam melakukan rute perjalanan wisata di Kota Banda Aceh
a. Karakteristik pengunjung:
1. Sebagian besar wisatawan adalah perempuan yaitu sebanyak 61% sementara laki-laki
adalah 39%.
2. Asal wisatawan berasal dari luar Kota Banda Aceh yaitu 92%, dengan wilayah seperti
Aceh Besar, Pidie, Bireuen,Lhokseumawe, dan di luar wilayah Provinsi Aceh.
Sementara 8% wisatawan berasal dari Kota Banda Aceh.

4
3. Wisatawan yang berkunjung sebagian besar (40%) dari kelompok umur 21-30
[Link] 20% dari kelompok umur 31-40 tahun, 17% (11-20 tahun), 16% (41-50
tahun), 5% dan 2% dari kelompik umur 51-60 tahun dan lebih dari 60 tahun.
4. Pekerjaan wisatawan didominasi oleh pelajar/ mahasiswa dengan persentase 52%.
Sementara ibu rumah tangga sebesar 17%, swasta (14%), PNS (12%), pensiunan 3%
dan lainnya 2%.
5. Jumlah biaya yang dikeluarkan wisatawan selama berkunjung ke objek wisata
sebesar 53% di angka Rp. 500.000. Sementara 30% wisatawan menghabiskan Rp.
500.000 – Rp. 1.000.000, wisatawan mengeluarkan biaya Rp. 1000.000- Rp.
1.500.000 sebesar 14% dan hanya 3% wisatawan menghabiskan biaya sebesar Rp.
1.500.000 – Rp. 2.000.000.
6. Keluarga merupakan teman perjalanan paling banyak dipilih oleh wisatawan, yaitu
sebesar 59%. Wisatawan dengan teman menuju objek wisata sebesar 28%, serta 7%
dan 6% memilih sendiri dan rombongan sekolah/ kantor sebagai teman perjalanan
wisata.
7. Mobil pribadi adalah pilihan kendaraan terbanyak (56%) yang digunakan wisatawan.
Wisatawan yang menggunakan sepeda motor sebesar 30%, menggunakan bus
pariwisata/kendaraan sewa 12%, dan menggunakan kendaraan umum hanya 2%
wisatawan.
8. Sumber informasi yang diperoleh wisatawan sebagian besar berasal dari teman atau
keluarga sebanyak 66% wisatawan. Melalui Televisi/Radio/Majalah/ Koran/Internet
sebanyak 30% dan 4% sumber informasi melalui biro perjalanan atau travel agent.
b. Karakteristik kunjungan:
1. Masjid Raya Baiturrahman merupakan objek wisata paling diminati wisatawan
sebesar 40%. Museum Tsunami (23%),Pantai Ulee Lheue (13%), Kapal PLTD Apung
(11%), Museum Rumoh Aceh (5%), Kapal di Atas Rumah Lampulo (2%), serta
Gunongan dan Makam Tgk. Syiah Kuala masing-masing sebesar 1%.
2. Berlibur merupakan motif utama (90%) wisatawan dalam menikmati perjalanan
wisata. Wisatawan memilih olahraga/ petualangan sebesar 6%, studi/penelitian (3%)
dan pengobatan hanya 1%.
3. Frekuensi kunjungan sebagian besar wisatawan (43%) adalah sebanyak lebih dari
enam kali. Sementara 2-3 kali (29%), 4-5 kali (11%), baru kali ini (10%), dan 5-6 kali
(7%).
4. Lama tinggal wisatawan di objek wisata sebagian besar (63%) menghabiskan waktu
selama 1-2 jam. Sementara 3-4 jam (24%), 5-6 jam (5%), lebih dari 1 hari (5%) dan
lebih dari 6 jam (3%).
5. Sebagian besar wisatawan (56%)membutuhkan waktu tempuh lebih dari 3 jam untuk
mencapai objek [Link] kurang dari 30 menit (27%), 30 menit - 1jam
(14%), 1-2 jam (2%) dan 2-3 jam (1%).

Analisis Perhitungan Lama Perjalanan Wisata

Analisis perhitungan lama perjalanan wisata dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan
pencapaian objek wisata yang dilalui rute wisata di Kota Banda Aceh, yang selanjutnya akan

5
digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan alternatif rute perjalanan wisata di
Kota Banda Aceh. Setelah diketahui lama perjalanan (Tij) pada masing-masing objek wisata
di Kota Banda Aceh, maka tahap selanjutnya adalah menentukan titik awal (origin) dan titik
akhir (destination) objek wisata dalam perjalanan sehingga arah pergerakan dapat
[Link] Baiturrahman merupakan titik awal objek wisata dalam pergerakan
wisatawan. Adapun lokasi awal-akhir perjalanan terpilih merupakan pilihan wisatawan serta
lokasi yang mampu menghasilkan rute perjalanan dengan total jarak terpendek. Selain itu
pemilihan juga didasarkan pada jumlah rute yang dapat dihasilkan setiap titik awal (tiap rute
mebutuhkan satu hari perjalanan, sehingga jumlah rute akan menunjukkan jumlah hari
perjalanan).

Bentuk Alternatif Rute Perjalanan Wisata


Berdasarakan analisis yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa alternatif rute perjalanan
wisata yang dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu :
1. Alternatif rute perjalanan wisata I berdasarkan karakteristik jenis objek wisata (wisata
tsunami), meliputi Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Kapal PLTD
Apung dan Kapal di Atas Rumah Lampulo
2. Alternatif rute perjalanan wisata II berdasarkan karakteristik jenis objek wisata
(wisata budaya), meliputi Masjid Raya Baiturrahman, Museum Rumoh Aceh, Taman
Putro Phang dan Pinto Khop,Gunongan dan Makam Tgk. Syiah Kuala
3. Alternatif rute perjalanan wisata III berdasarkan dari keragaman jenis objek wisata,
meliputi Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Kapal PLTD Apung, dan
Pantai Ulee Lheue.

6
BAB III

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

✓ Memiliki abstrak yang singkat tetapi sudah berkenaan dengan semua isi jurnal,tidak
ada permasalahan pada pendahuluan karena jurnal tersebut berkaitan dengan
manajemen perjalanan dinas dan wisata tentang menentukan rute perjalanan wisata
lengkap berkaitan dengan isi jurnal.
✓ Mengenai rumusan masalah sudah dimuat langsug di pendahuluan kajian kepustakaan
yang dituliskan sangat berhubungan dengan manajemen perjalanan dinas dan wisata
yang memberikan sumbangan secara langsung pada peningkatan kepariwisataan
melalui penentuan dan cara-cara yang lebih efisien dan efektif untuk menentukan
karakteristik dan rute perjalanan wisata tujuan dan secara tidak langsung melalui
peningkatan mutu kepariwisataan .
✓ Metode penelitiannya juga bagus karena menggunakan metode survei dan wawancara
terstruktur terhadap para wisatawan dan rute perjalanan dilakukan untuk
mengidentifikasi para wisatawan sekaligus rute yang dijalani menggunakan populasi
dan sampel.
✓ Pada hasil pembahasan juga sudah dijelaskan melalui tabel dari hasil penelitian maka
akan lebih mudah untuk dipahami tentang kepariwisataan dalam tabel sudah bagus
karena dimuat melalui tabel serta penjelasan tabel tersebut secara mendetail sehingga
lebih mudah dimengerti.
✓ Keterbatasan penelitian hanya sebatas mengemukakan permasalahan yang ditemukan
dan memberikan saran seputar permasalahan penelitian ini berhasil membuktikan
bahwa dalam menentukan rute perjalanan wisata bisa mentotal jarak terpendek.

7
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Sebagian besar wisatawan berasal dari luar kota Banda Aceh dan memilih Masjid
Raya Baiturrahman sebagai objek wisata yang paling utama dikunjungi dengan
menghabiskan waktu hingga dua jam pada objek wisata tersebut.
2. Alternatif rute perjalanan wisata
a. Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Kapal PLTD Apung dan Kapal di
Atas Rumah Lampulo
b. Masjid Raya Baiturrahman, Museum Rumoh Aceh, Taman Putro Phang dan
Pinto Khop, Gunongan dan Makam Tgk. Syiah Kuala
c. Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Kapal PLTD Apung, dan Pantai
Ulee Lheue.
B. Saran

Untuk penelitian selanjutnya diharapkan membahas potensi objek wisata, atraksi


wisata yang terpadu serta terintegrasi, yang dapat menghasilkan produk wisata berupa
paket wisata serta membahas mengenai potensi ekonomi, yaitu kontribusi sektor
pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Banda Aceh.

8
DAFTAR KEPUSTAKAAN

Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh.2017. Banda Aceh dalam Angka 2016. Banda Aceh.
Yoeti, O. A. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung : Angkasa.
Triongko, A. 1991. Teknik Penilaian Rute Perjalanan Wisata. Jurnal PWK Vol.1 pp. 46-
[Link]-undang Republik IndonesiaNomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan
Nuriata, T. 1999. Perencanaan Perjalanan Pariwisata. Jakarta : Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.
Deviana, F. 2004. Penentuan Perjalanan Wisata dalam Menunjang Pengembangan Bandung
City Tour.

Anda mungkin juga menyukai