Panduan Sistem AC untuk Alat Berat
Panduan Sistem AC untuk Alat Berat
PT Trakindo Utama
Training Center Cileungsi
i i
ii
Trakindo Utama Training Center Service Technician Module
Diterbitkan oleh:
Training Center Dept. PT Trakindo Utama
Jl. Narogong Raya Km. 19 Cileungsi
Bogor 16820
INDONESIA
April 2009
DAFTAR ISI
Module Outline Document .................................................................... 1
PT TRAKINDO UTAMA
TRAINING CENTER CILEUNGSI
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
II
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
TERDIRI ATAS:
Keterangan Learning Outcome dan Informasi Modul
3
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
4
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Tujuan:
Modul ini mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan untuk menguji dan
melaksanakan perbaikan sistem air conditioning pada machine dengan benar.
Prerequisite:
• BUS006 Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Version: 4.0
Recommended Delivery
a. Instruktur yang menyampaikan modul ini minimal harus telah mempunyai status
Caterpillar Trainer Assessor Program (CTAP) Level 1, atau yang setara.
e. Resources:
- Flask
- Flask hose
- Inline Dryer
- Thermostat switch
- TX-Valve (Internal equalize)
- AC Lubricants
- Receiver Dryer
- R12 and R134a Portable Refrigerant Recovery System
- Recharge oil pump
- Manual refrigerant charging scale
- Manifold gauges
- Refrigerant recofery tanks
- Heater Blanket
- R134a Air conditioning charging hoses, yellow
- R134a Air conditioning charging hoses, blue
- R134a Air conditioning charging hoses, red
- Service couplers, low side
- Service couplers, high side
- Vacuum pump
- Electronic Leak Detector
- Oil Injector
- Orifice tube remover kit
- Belt tension gauge
- Fin Comb
- Digital Thermometer
- Analog Thermometer
5
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
f. Referensi:
- APLTCL024 Facilitator Guide
- SENR56641 Specifications Systems Operation Testing and Adjusting Disassembly
and Assembly - Air Conditioning and Heating R134a for All Caterpillar Machines
- RENR7298 Specifications Systems Operation Testing and Adjusting – 320D, 323D,
324D, 325D, 328D, and 330D Excavator Air Conditioning and Heating
- Spesifikasi pabrik yang sesuai
Revisi
Assessment
Modul ini merupakan modul underpinning knowledge dan praktek. Learning Outcome harus
dinilai dengan menggunakan penilaian formatif dan summatif. Bukti tercapainya learning
outcome ini dalam hal pengetahuan, diperoleh dari penilaian lisan dan tertulis. Assessment
tertulis dilakukan secara close book dan harus tercapai standar minimum 80%. Perolehan
kinerja siswa pada dalam hal praktek, diperoleh dari penilaian secara hand-on yang dicapai
dengan kegiatan praktek yang disesuaikan dengan pedoman penilaian.
Kegiatan praktek dapat digunakan sebagai kegiatan pembelajaran atau sebagai assessment
praktek. Jika kegiatan praktek digunakan sebagai assessment praktek, siswa harus bekerja
sendiri dan dianggap kompeten di semua aspek. Metode assessment harus konsisten dan
akurat terhadap performa siswa bersamaan dengan penerapan underpinning knowledge.
Assessment harus dilakukan secara langsung pada saat siswa melakukan tugas, dengan
menanyakan hal yang berkaitan dengan underpinning knowledge. Assessor harus berstatus
sebagai workplace assessor.
6
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
7
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
2.2 Menjelaskan fungsi komponen dan prinsip-prinsip operasi orifice tube pada
sistem air conditioning
2.4 Menjelaskan fungsi komponen dan prinsip-prinsip operasi ’H’ block expansion
valve pada sistem air conditioning
8
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
9
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
10
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
11
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
12
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
TOPIK 1
PRINSIP-PRINSIP AIR CONDITIONING
DEFINISI AIR CONDITIONING
Air conditioning merupakan proses pengontrolan kuantitas dan kualitas pendinginan,
pembersihan dan pensirkulasian udara dengan tujuan memperoleh kondisi ruangan yang
nyaman dan sesuai keinginan.
Gambar 1.
Banyak orang mengetahui kegunaan air conditioner, namun hanya sedikit yang mengetahui
cara kerjanya. Pada prinsipnya sistem air conditioner bekerja mirip dengan proses
pendidihan sepanci air di atas kompor (Gambar 1) dimana pada sistem air conditioner juga
terjadi proses pendidihan cairan “refrigerant ” didalam evaporator koil.
Tentu saja semua orang tahu bahwa air yang mendidih didalam panci dalam kondisi “panas”
namun refrigerant yang mendidih didalam evaporator air conditioning dalam kondisi “dingin”.
Mungkin kita bertanya-tanya kenapa cairan refrigerant yang mendidih dapat bersuhu dingin?
Memahami suatu cairan yang mendidih pada suhu dingin sepertinya cukup membingungkan
namun pada pembahasan selanjutnya kita akan mempelajari lebih dalam kenapa hal tersebut
dapat terjadi.
Kondisi yang dianggap “dingin” sebenarnya tidaklah ada. Suatu kondisi dikatakan dingin
pada dasarnya karena dibuangnya panas dari suatu zat. Panci yang berisi air mendidih dan
air conditioner adalah peralatan sederhana untuk membuang panas.
Gambar 2.
13
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Dasar semua sistem air conditioning adalah proses pemindahan panas dari suatu obyek
yang lebih panas menuju obyek yang lebih dingin (gambar 2).
Secara teori, suhu terendah yang paling dingin adalah -273° C (belum ada yang pernah
mencapai suhu tersebut) dan segala sesuatu diatas suhu ini dikatakan masih mengandung
panas.
Pada proses pendinginan, panas dalam obyek yang hendak didinginkan kemudian dialirkan
ke benda lain. Tiga metode perpindahan panas yang umum adalah:
PENGUKURAN PANAS
Gambar 3.
Panas diukur berdasarkan intensitas dan jumlahnya. Jika sebuah panci yang berisi air
ditempatkan diatas kompor maka secara perlahan air akan menjadi semakin panas hingga
akhirnya mendidih. Saat sebuah termometer dimasukkan ke dalam air, maka suhu air
tersebut dapat diketahui (Gambar 3). Suhu yang ditunjukkan oleh termometer tersebut
merupakan intensitas panas dan bukan jumlah panas yang ada.
Satuan untuk mengukur jumlah panas adalah kalori. Satu kalori adalah jumlah panas yang
dibutuhkan untuk meningkatkan suhu 1 gram air sebesar 1° celcius. Satuan ini disebut small
kalori atau gram kalori.
Kilogram kalori lebih sering digunakan. Satu kilogram kalori merupakan jumlah panas yang
diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 kilogram air sebesar 1° C.
Satuan SI (Sistem Internasional) untuk pengukuran jumlah panas atau energi adalah
kilojoule. 1 kilojoule sama dengan sekitar 4,19 kilogram kalori.
Satuan untuk mengukur jumlah panas pada sistem imperial disebut dengan British Thermal
Unit, disingkat BTU. Satu BTU didefinisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk
menaikkan temperatur 1 pound air sebesar 1°F (473.6 ml air sebesar 0.55°C).
14
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 4.
Jumlah panas dapat dianalogikan dengan mengibaratkan panas sebagai tetesan zat
pewarna merah (gambar 4). Setiap tetesan warna dianggap setara dengan 1 kalori atau 1
kilojoule. Jika satu tetes ditambahkan pada segelas air, air akan berubah warna menjadi
sedikit merah muda. Dua tetes akan mengubah warna air menjadi kemerahan. Lebih banyak
tetesan yang ditambahkan akan menambah warna merah dalam air. Dengan cara yang
sama, menambahkan sejumlah kalori kedalam air akan meningkatkan suhunya.
JENIS PANAS
Panas dapat dikategorikan menjadi dua tipe yaitu:
1. Sensible heat.
2. Latent heat.
Sensible Heat
Gambar 5.
Panas yang dapat diukur menggunakan thermometer disebut "sensible heat” atau panas
yang dapat dirasakan. Sensible heat adalah jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan
temperatur 1 pound air dari 0°C (32°F) hingga 100°C (212°F) dengan jumlah 189.9 kJ atau
180 BTU.
Laten Heat
Gambar 6.
15
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Latent heat adalah panas yang tersembunyi. (“laten” adalah bahasa latin untuk tersembunyi).
Panas laten tidak dapat dirasakan dan tidak juga dapat diukur dengan sebuah thermometer.
Panas laten dapat dijelaskan dengan cara memasukkan sebuah termometer ke dalam
sebuah balok es (Gambar 6). Termometer membaca suhu 0°C (32°F). Biarkan balok es
mencair dan kumpulkan airnya pada sebuah tempat penampungan. Pada saat balok es
diperiksa beberapa jam kemudian, balok es tersebut berukuran lebih kecil karena sebagian
sudah mencair. Namun termometer tetap membaca suhu 0°C (32°F). Kemana perginya
panas yang menyebabkan es mencair? Ada yang menganggap bahwa panas yang
ditambahkan terdapat dalam air dari es yang mencair. Namun, ketika suhu air diperiksa
setelah es mencair maka didapati suhu air hanya sedikit lebih tinggi dari suhu es.
Peningkatan suhu air yang relatif kecil bukan karena seluruh panas telah diserap oleh es
namun panas tersebut sudah dihabiskan untuk mengubah es dari bentuk padat menjadi
bentuk cair.
Semua benda padat akan menyerap panas dalam jumlah besar pada saat berubah dari
bentuk padat menjadi bentuk cair.
Gambar 7.
Air berubah menjadi es atau sebaliknya pada 0°C (32°F) sensible heat. Proses perubahan
dari es menjadi air atau air menjadi es disebut "latent heat of fusion". Untuk mengubah 1
pound es menjadi 1 pound air dibutuhkan 144 BTU latent heat diserap oleh es. Begitu juga
sebaliknya, untuk mengubah 1 pound air menjadi 1 pound es, 144 BTU latent heat dibuang
dari air.
Air berubah menjadi uap atau uap berubah menjadi air pada suhu 100°C (212°F). Proses
mengubah air menjadi uap atau uap menjadi air memerlukan sejumlah panas yang disebut
”latent heat of vaporization". Untuk mengubah 1 pound air menjadi uap dibutuhkan 970 BTU
latent heat.
Seperti halnya seluruh zat padat akan menyerap banyak panas ketika berubah menjadi cair,
cairan juga menyerap banyak panas untuk berubah menjadi gas.
Masukkan sedikit air dalam panci, tempatkan sebuah termometer raksa dalam air, letakkan
panci di atas api. Saat air memanas, nilai pembacaan termometer akan meningkat. Pada
tekanan atmosfir, air akan mendidih pada saat suhu termometer menunjukkan nilai sebesar
100°C (212°F) sensible heat.
Jika nyala api diperbesar lagi maka air akan mendidih lebih cepat. Namun, nilai pembacaan
pada termometer tidak akan meningkat diatas 100°C (212°F). Apa yang terjadi dengan panas
tambahan dari nyala api yang diperbesar? Panas tambahan digunakan untuk mengubah air
dari bentuk cair menjadi bentuk gas. Karena suhu air mendidih tidak meningkat diatas 100°C
16
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
(212°F), maka proses pendidihan dapat dikatakan merupakan proses pendinginan secara
alami karena banyaknya panas yang diserap tidak sebanding dengan peningkatan suhu yang
terjadi pada zat tersebut.
Gambar 8.
Seringkali kita mendengar pernyataan ”pada tekanan atmosfir dipermukaan laut, air mendidih
pada suhu 100°C (212° F)”. Apa yang dimaksud dengan tekanan atmosfir? Tekanan atmosfir
dapat dinyatakan sebagai “berat atmosfir pada sebuah benda” (Gambar 8).
Pada permukaan laut, tekanan atmosfir adalah 101,35 kPa (14.7 psi). Setiap tekanan yang
lebih rendah dari tekanan atmosfir di permukaan laut (101,35 kPa) dikenal sebagai “partial
vacuum” (vakum sebagian), atau biasa disebut “vakum”. Vakum diukur dalam In Hg (mm Hg).
Suatu vakum yang sempurna (0 kPa) belum pernah dapat dihasilkan manusia hingga saat
ini.
Gambar 9.
Titik didih cairan dan tekanan terhadap permukaan cairan memiliki hubungan langsung satu
sama lainnya. Pada gambar 9 terlihat tiga panci air mendidih. Panci pada sebelah kiri
memiliki tekanan sebesar 101,35 kPa dan air mendidih pada suhu 100°C (212°F).
Meningkatkan tekanan dalam panci menyebabkan air mendidih pada suhu yang lebih tinggi.
Menurunkan tekanan di dalam panci menyebabkan air mendidih pada suhu yang lebih
rendah. Apabila tekanan terus dikurangi, maka pada suatu titik, air dapat mendidih tanpa
nyala api.
17
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 10.
Hubungan langsung antara suhu uap dan tekanan uap adalah pada saat tekanan uap
ditingkatkan, maka suhu uap juga meningkat (Gambar 10).
Gambar 11.
Juga terdapat hubungan langsung antara vakum, suhu udara sekitar, dan titik didih cairan.
Pada Gambar 11 terdapat rangkaian manifold gauge yang dihubungkan dengan sebuah
vacuum pump dan sebuah tabung yang berisi air. Vacuum pump menurunkan tekanan dalam
flask sehingga terjadi kevakuman. Pada suhu ruangan 21,1°C (71°F), air mendidih pada
kevakuman 716,28 mm Hg (4,8 kPa). Saat air mendidih, terjadi penyerapan panas laten yang
besarnya sama dengan penyerapan panas laten pada saat air mendidihkan pada suhu
100°C (212°F)
Zat-zat lainnya juga akan beraksi dalam cara yang sama dengan air namun pada suhu yang
berbeda.
18
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
TOPIK 2
SISTEM AIR CONDITIONING PADA MACHINE
REFRIGERANT (PENDINGIN)
Gambar 12.
Bahan yang digunakan dalam sistem air conditioning disebut “refrigerant”. Dewasa ini banyak
sekali refrigerant yang tersedia di pasaran dan bahkan setiap zat cair yang memiliki titik didih
mendekati titik beku air dapat digunakan sebagai refrigerant. Refrigerant yang baik haruslah
memenuhi persyaratan berikut :
1. Tidak beracun.
2. Tidak mudah meledak agar aman.
3. Tidak menyebabkan korosi.
4. Tidak berbau dan dapat tercampur baik dengan oli.
Refrigerant yang umum digunakan pada sistem Air conditioning kendaraan saat ini adalah
"Refrigerant HFC-134a." HFC-134a yang terbuat dari Hydrogenated Fluorocarbons yang
merupakan pengganti R-12 karena berdasarkan penelitian refrigerant R12 dapat merusak
lapisan ozon di atmosfir.
Safety
Selalu berhati-hati ketika bekerja dengan refrigerant jenis apapun. Ikutilah dasar tindakan
pencegahan untuk menghindari kecelakaan dan kerusakan pada peralatan.
19
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Jangan panaskan tabung refrigerant, tabung bisa saja meledak tanpa ada peringatan
terlebih dahulu.
Jangan buang refrigerant ke udara. Jangan lakukan pemindahan refrigerant antara dua
tabung.
Jangan lakukan:
1. Mengelas atau membersihkan dengan steam cleaner saluran air conditioning.
2. Membawa refrigerant dalam ruang penumpang kendaraan.
3. Memaparkan refrigerant pada api terbuka, suhu tinggi, atau sinar matahari langsung.
4. Tidak memakai kaca mata pengaman.
5. Membuang refrigerant ke udara.
6. Mencampurkan R134a dengan udara untuk pengujian kebocoran.
7. Mengumpulkan atau memindahkan refrigerant kedalam sebuah tangki bekas
8. Mengisi tangki penyimpanan lebih dari 80% kapasitasnya
Lakukan:
1. Pada saat mengosongkan sistem dengan refrigerant R12, pastikan bahwa gas
refrigerant R12 dikumpulkan dan dibuang sesuai dengan peraturan-peraturan
pemerintah yang relevan.
2. Selalu bekerja dalam ruangan dengan ventilasi yang memadai.
3. Pada saat mengisi sebuah sistem dengan engine menyala, pastikan bahwa valve
pengukur tekanan tinggi ditutup.
4. Waspadalah pada saat engine sedang menyala serta menjauhlah dari komponen-
komponen yang berputar.
5. Selalu gunakan safety google dan gloves
20
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 13.
Pada gambar 13 terlihat sebuah tabung (flask) berisi refrigerant HFC-134a yang terbuka
terhadap suhu ruangan. Tabung (Flask) terbuka ini akan berfungsi seperti evaporator dalam
sistem air conditioning. Pada saat berada dalam tekanan atmosfir (101,35 kPa), HFC-134a
mendidih pada suhu -27° C (-16° F). Panas dalam ruangan mengakibatkan refrigerant
mendidih. Saat refrigerant mendidih, panas akan diserap dari daerah sekitar dan
berkurangnya panas membuat area sekelilingnya menjadi dingin. Namun sistem sejenis ini
tidak baik secara ekonomi dan juga tidak baik untuk atmosfir.
Gambar 14.
Pada gambar 14 terlihat sebuah kompresor dan sebuah tabung bertekanan tinggi dan
sebuah tabung bertekanan rendah. Saat refrigerant cair mendidih, gas ditarik melalui selang
kedalam kompresor. Kompresor kemudian akan meningkatkan tekanan dan suhu gas akan
mendorongnya ke dalam tabung bertekanan tinggi. Karena suhu gas bertekanan tinggi lebih
tinggi dari suhu daerah sekelilingnya maka panas akan mengalir dari gas ber-tekanan tinggi
ke area sekelilingnya. Gas bertekanan tinggi kemudian menjadi dingin dan berubah menjadi
zat cair bertekanan tinggi.
21
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 15.
Pada saat tabung berisi cairan refrigerant bertekanan rendah mendidih, panas dari area
sekelilingnya akan diserap. Gas refrigerant bertekanan rendah ditarik melalui selang kedalam
kompresor. Kompresor meningkatkan tekanan dan suhu gas serta mendorongnya ke dalam
tabung bertekanan tinggi. Panas dari gas yang bertekanan dan bersuhu tinggi akan
berpindah ke daerah sekitar yang lebih dingin sehingga gas bertekanan tinggi menjadi dingin
dan berkondensasi menjadi cairan bertekanan tinggi. Cairan refrigerant bertekanan tinggi
mengalir melalui sebuah selang dan orifice menuju tabung cairan refrigerant bertekanan
rendah. Cairan refrigerant bertekanan rendah mendidih dan mengulangi siklus di atas.
22
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Air conditioning dengan sistem orifice tube memiliki lima komponen dasar (Gambar 16) yaitu:
Pada sistem orifice tube, masih terdapat cairan refrigerant yang meninggalkan evaporator
dan apabila dibiarkan hal ini dapat merusak kompresor. Oleh karena itu, sebuah akumulator
diletakkan pada jalur hisap antara kompresor setelah evaporator sebagai pemisah cairan/gas
serta memastikan hanya gas yang mencapai kompresor.
Pada beberapa AC dengan sistem Orifice tube pengering (desiccant) berada dalam
akumulator. Pada sistem-sistem dengan sebuah in-line dryer, bahan pengering berada
didalam dryer.
Kompresor
Kompresor memiliki reed valves untuk mengontrol masuk dan keluarnya gas refrigerant
selama proses pemompaan.
Ketika piston bergerak turun pada bore, suction reed atau intake valve terbuka dan discharge
reed atau exhaust valve tertutup. Gas tekanan rendah dan mengandung panas dihisap dari
evaporator menuju kompresor ketika piston bergerak keatas pada bore. Kompresor
meningkatkan tekanan gas dan temperatur gas.
Gas bertekanan dan bertemperatur tinggi menutup suction reed atau intake valve dan
membuka discharge reed valve atau exhaust valve. Gas didorong melewati hose menuju
kondenser.
23
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Peningkatan tekanan diperoleh karena peningkatan hambatan sisi bertekanan rendah pada
sistem. Hambatan disebabkan oleh orifice tube, TX valve atau “H” block dan akan dijelaskan
nanti.
Untuk sistem proteksi, kompresor menggunakan on delay timer yang dimonitor oleh tiga
switch. Adapun fungsi dari delay timer adalah:
• Meningkatkan usia pakai kompresor, jika sistem AC hanya berisi sedikit refrigerant.
• Menunda proses engage kompresor selama engine start-up.
• Melindungi clutch kompresor dari Low voltage dan High voltage.
Keterangan:
(1) Output (signal voltage)
(2) Chassis ground
(3) Compresor clutch
(4) Power supply
Ketika switch AC diaktifkan dari dalam kabin, switch AC menyuplai tegangan 24 Volt ke delay
timer melalui pin (4). Jika tegangan pada pin (4) kurang dari 18 volt atau lebih besar dari 32
volt, delay timer tidak akan melakukan proses engage pada koil clutch kompresor. Jika
diberikan tegangan yang sesuai, delay timer akan melakukan proses engage pada clutch
kompresor setelah 30 detik switch AC diaktifkan. Delay timer memonitor dari tiga switch yang
mengirim sinyal tegangan melalui pin (1). Tiga switch yang memonitor Delay timer adalah:
Ketiga switch ini terhubung secara seri pada ground . Jika salah satu atau lebih switch dalam
kondisi open, maka on delay timer mendeteksi sinyal tegangan.
Jika salah satu atau lebih switch dalam kondisi on dan off secara berulang-ulang, on delay
timer akan memulai waktu tunda (30 detik). Waktu tunda ini hanya membatasi siklus
kompresor sebanyak 4 kali per menit.
24
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
2. Arc Suppessor
Pada machine Caterpillar menggunakan pressure switch untuk melindungi sistem AC.
Dibeberapa machine Caterpillar lainnya menggunakan pressure switch dan on delay timer
assembly untuk melindungi kompresor. Clutch Arc Suppressor melidungi kompenen elektrik
lainnya didalam sistem AC. Arc suppressor ini digunakan untuk membuang (discharge)
induktansi listrik ketika kompresor disengages. Tidak berfungsinya arc suppressor bisa
disebabkan pada pressure switch.
Kondenser
Kegunaan dari kondenser (Gambar 21) adalah untuk memindahkan panas dari gas
refrigerant menuju atmosfir dan mengubah gas refrigerant menjadi cair. Refrigerant
dengan tekanan dan temperatur tinggi mengalir dari kompresor menuju kondenser,
Panas yang mengalir dari gas panas menuju udara dingin yang mengalir melalui koil
kondenser. Refrigerant dalam bentuk gas bertekanan tinggi menjadi dingin dan
mengkondensasi menjadi cairan bertekanan tinggi. Cairan bertekanan tinggi mengalir
dari kondenser menuju in-line dryer.
Ram air condenser tergantung pada gerakan machine untuk menarik udara dengan
volume yang lebih besar menuju koil kondenser.
25
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Forced air condenser menggunakan kipas untuk mendorong udara dengan volume
yang besar menuju koil kondenser. Udara lebih dingin dari gas refrigerant yang
mengalir dari dalam kondenser sehingga panas mengalir dari gas refrigerant menuju
udara yang lebih dingin.
In-line dryer (Gambar 22) memiliki kantung pengering (desiccant bag) dan dua quick
disconnect. Disconnect memungkinkan in-line dryer diganti tanpa perlu membuang
refrigerant. Beberapa in-line dryer juga dilengkapi indikator embun (moisture indicator).
Desiccant bag memiliki zat yang dapat menyerap embun, seperti Activate Alumina,
selanjutnya menyaring refrigerant untuk menangkap air dan kotoran. Jika dryer
dilengkapi dengan indikator embun (moisture indicator), dryer perlu diganti ketika
indikator menunjukkan kejenuhan terhadap air. Jika sistem tidak dilengkapi moisture
indicator, drayer umumnya diganti setiap jadwal perawatan berkala.
Pada kebanyakan sistem orifice tube, dipasang pada in-line dryer. Orifice tube terdiri
dari pipa kecil ditengah-tengah rumahan yang terbuat dari plastik, dua buah o-ring, dua
buah saringan dan dua buah penahan.
Dua buah saringan (satu pada masing-masing sisi) menyaring refrigerant yang mengalir
melalui pipa kecil. Dua buah o-ring dipasang untuk menyekat kebocoran ke sisi luar
orifice tube. Dua buah penyangga untuk menahan alat ketika melepas dan memasang
pipa orifice.
Orifice tube memisahkan sisi bertekanan tinggi dan sisi bertekanan rendah pada sistem
air conditioning. Cairan refrigerant bertekanan tinggi mengalir menuju orifice tube dan
refrigerant bertekanan rendah keluar dari orifice tube.
Refrigerant mengalir dari orifice tube menuju evaporator. Jumlah cairan refrigerant
masuk menuju evaporator biasanya lebih banyak dari kemampuan evaporator
mendidihkan semua cairan, sehingga sejumlah refrigerant akan meninggalkan
evaporator masih dalam bentuk cairan.
Pada beberapa sistem orifice tube dipasang pada sisi masuk evaporator.
26
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Kegunaan dari evaporator dan Blower fan (gambar 23) adalah untuk memindahkan panas
dari ruangan operator menuju refrigerant air conditioner.
Blower fan mendorong udara yang mengadung panas dari ruang operator melalui fin
evaporator dan koil dan kemudian panas tersebut diserap refrigerant.
Saat suhu cairan refrigerant bertekanan rendah yang memasuki evaporator lebih dingin
dibanding dengan suhu udara dari Blower fan, panas yang terkandung didalam udara akan
diserap oleh cairan refrigerant bertekanan rendah yang lebih dingin. Sejumlah refrigerant
mendidih dan berubah menjadi gas. Panas yang terkandung didalam campuran gas dan
cairan refrigerant bertekanan rendah mengalir menuju accumulator dan udara yang telah
dingin mengalir kembali menuju ruang operator.
Accumulator
Accumulator (Gambar 24) menyimpan campuran gas dan cairan serta memungkinkan hanya
gas refrigerant yang mengalir menuju kompresor. Refrigerant mengalir masuk ke
accumulator dari sisi masuk (inlet) yang berada diatas vapour line.
Accumulator jenis lama memiliki sebuah diverter cap untuk menjaga cairan menjauh dari
lubang pada vapour line. Oil bleed hole memungkinkan oli mengalir kembali ke kompresor.
27
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Sejumlah accumulator mengandung desiccant bag untuk membuang uap air dari refrigerant.
Pada sistem dengan sebuah in-line dryer, desiccant tidak dipasang pada accumulator dan
ditempatkan pada in-line dryer.
Sejumlah model machine terdahulu dilengkapi dengan sistem thermostatic expansion valve
(TX valve) (Gambar 25). Kegunaan thermostatic expansion valve adalah untuk :
• Menghambat aliran refrigerant dan memungkinkan kompresor meningkatkan tekanan di
sisi bertekanan tinggi pada sistem air conditioning.
• Mengontrol jumlah refrigerant yang memasuki evaporator.
Sistem air conditioning yang berada dari outlet kompresor outlet hingga inlet expansion valve
disebut sisi bertekanan tinggi. Thermostatic expansion valve menyebabkan hambatan aliran
refrigerant yang meningkatkan tekanan antara expansion valve dan kompresor. Peningkatan
tekanan memungkinkan refrigerant berubah wujud dari gas menjadi cairan.
28
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 26.
Internally equalized dan externally equalized expansion valve memiliki sebuah Thermal
bulb yang terhubung ke diaphragma melalui pipa kecil (tube). Thermal bulb tersebut
berisi refrigerant. Sebuah pengikat menahan Thermal bulb terpasang dengan baik pada
jalur keluaran evaporator. Thermal bulb sangat sensitif terhadap temperatur jalur keluar
evaporator. Jika temperatur jalur keluaran evaporator meningkat, refrigerant dibagian
dalam bulb mengembang. Refrigerant yang mengembang, melawan tekanan diaphragma
pada sisi atas valve. Diaphragma terhubung melalui pin menuju dudukan valve. Tekanan
yang mendorong diaphragma menyebabkan pin diaphragma dan valve seat bergerak.
Ketika valve seat menjauh dari orifice, semakin banyak refrigerant mengalir ke
evaporator. Peningkatan aliran refrigerant menyebabkan sisi keluar evaporator menjadi
lebih dingin. Temperatur pada sisi keluaran menyebabkan refrigerant terkondensasi
didalam Thermal bulb, mengurangi tekanan yang mendorong diaphragma pin dan valve
seat. Valve seat bergerak mengurangi aliran yang melalui orifice.
Pada Internally equalized valve, tekanan refrigerant yang memasuki evaporator bekerja
dibawah diaphragma melalui internal equalizing passage. Pengembangan gas pada
Thermal bulb harus melawan internal balancing pressure dan spring sebelum valve
membuka untuk meningkatkan aliran refrigerant
Pada Externally equalizer valve, tekanan yang bekerja pada bagian bawah diaphragma
berasal dari jalur outlet evaporator melalui equalizer tube. Equalizer tube
menyeimbangkan tekanan keluaran evaporator dengan tekanan yang disebabkan oleh
mengembangnya gas didalam Thermal bulb.
29
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Receiver-Dryer
Pada sistem "H" Block expansion valve (Gambar 28), thermostatic expansion valve
diganti dengan "H" Block expansion valve.
Ketika "H" Block expansion valve membuka, cairan refrigerant diatur pada bagian
bawah evaporator. Refrigerant bertekanan rendah mulai mendidih saat mengalir
melewati evaporator koil. Gas refrigerant menyerap sejumlah panas dari udara yang
disirkulasikan oleh kipas evaporator.
30
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Kompresor menghisap gas refrigerant keluar dari bagian atas evaporator dan melewati
temperatur sensor (gambar 29). Semakin dingin gas, maka semakin dingin temperatur
sensor. Saat temperatur sensor dingin, gas pada sensor terkondensasi dan
menurunkan tekanan dibagian atas diaphragma temperatur sensor. Diaphragma
mengembang naik menggerakkan rod menjauh dari bola dan pegas. Bola dan spring
akan mulai menutup dan menghambat aliran menuju expansion valve.
Selama mode cut-out kompresor, tekanan pada bagian bawah diphragma temperatur
sensor meningkat diatas tekanan pada bagian atas diaphragma. Diaphragma
mengembang, menarik rod keatas dan memungkinkan bola dan spring menutup valve.
Selama mode kompresor cut-in, tekanan pada bagian bawah diaphragma temperatur
sensor turun dengan cepat. Tekanan yang lebih tinggi pada bagian atas diaphragma
menyebabkan diaphragma menguncup kebawah dan menggerakkan rod melawan bola
dan pegas, kemudian membuka valve.
31
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Thermostatic switch pada sirkuit kelistrikan kompresor electrical circuit (gambar 30)
mengatur siklus kompresor yang memungkinkan operator mengatur tekanan pada
sistem.
Thermostatic switch terdiri dari kontak tetap dan pivoting frame yang terpasang ke
capillary belLows assembly. Capillary tube diisi dengan R134a atau refrigerant yang
sama. Capillary tube dimasukkan diantara evaporator core fin. Refrigerant pada
capillary tube mengembang atau mengerut, tergantung pada temperatur evaporator.
Bagian dari sirkuit yang menuju koil kompresor clutch terhubung dengan stationary
contact, bagian lainnya dari sirkuit terhubung ke pivoting frame. Contact dan pivoting
frame harus terhubung untuk supaya sirkuit tertutup dan mengoperasikan kompresor
clutch.
Thermostats yang dapat disetel memiliki pengaruh untuk mengatur jarak antara bukaan
dan penutupan switch. Adjustment screw ditempatkan dibawah penutup yang dapat
dibuka. Jika adjustable screw tidak terdapat pada lokasi ini berarti thermostat ini
memiliki jenis non-adjustable.
Kompresor Clutch
32
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Kopling kompresor (Gambar 31) digerakkan oleh crankshaft engine melalui sebuah belt
yang terhubung dengan pulley assembly yang terpasang pada magnetic clutch. Pulley
assembly memutar bearing dan tidak tehubung ke shaft. Drive plate displine
menggunakan hub ke shaft. Koil assembly ditempatkan pada frame kompresor dan
tidak berputar.
Arus listrik dari thermostat menciptakan medan magnet pada koil assembly. Medan
magnet menarik drive plate terhadap pulley assembly. Pulley assembly kemudian
memutar drive plate, hub dan shaft untuk mengoperasikan kompresor.
Gambar 32.
Gambar 32 menunjukkan Low pressure sensing switch (panah) yang dipasang pada
receiver-dryer. Low pressure sensing switch digunakan untuk memproteksi sistem dari
kerusakan akibat kekurangan oli. Berada pada sirkuit listrik yang menuju magnetic clutch,
switch terbuka ketika tekanan sistem turun dibawah 175 kPa (25 psi) dan mematikan
kompresor. Switch dapat ditempatkan pada dryer, expansion valve, liquid line, atau pada
kompresor.
Gambar 33.
High pressure relief valve (gambar 33) dapat ditempatkan pada kompresor atau
receiver-dryer. High pressure relief valve memungkinkan refrigerant terbuang ke
33
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
atmosfir jika tekanan didalam sistem meningkat diatas 3450 kPa (500 psi). Pada sistem
saat ini, High pressure relief valve membuka High pressure switch. Hal ini dimaksudkan
guna menghidari refrigerant dibuang ke atmosfir.
Moisture Indicator
Gambar 34.
Moisture indicator harus diperiksa disetiap pergantian gilir (shift) pengoperasian machine.
Untuk memeriksa indikator embun (moisture indicator, perhatikan indicator ring (2) melalui
sight glass (1). Jika indicator ring berwarna biru, sistem dalam kondisi kering. Jika indicator
ring berwarna merah jambu, sistem mengandung embun (moisture). Moisture harus dibuang
dan receiver dryer harus diganti.
CATATAN :
Pembacaan moisture indicator lebih efisien setelah sistem air conditioning beroperasi selama
tiga jam atau lebih. Untuk menghasilkan hasil yang terbaik, operator memeriksa moisture
indicator pada siang hari dan pada akhir setiap shift.
34
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
TOPIK 3
AIR CONDITIONING SERVICE TOOL
MATERIAL DAN SERVICE TOOL
Gambar 35.
Ketika melakukan servis pada sistem air conditioning, banyak tool khusus yang dibutuhkan
sebagai tambahan tool box teknisi. Beberapa tool khusus ditunjukkan pada gambar 35.
Gambar 36.
Electronic leak detector (Gambar 36) merupakan perlengkapan yang paling aman dan paling
akurat untuk menemukan sumber kebocoran pada sistem. Kebanyakan detector electronic
dapat mendeteksi kebocoran kecil sekitar 60 ml per tahun. Detector akan berbunyi "beep",
lampu akan aktif, atau kedua-duanya jika ditemukan kebocoran.
Untuk memperoleh hasil yang akurat, pendeteksian kebocoran harus dilakukan pada saat
sistem bertekanan. 50% refrigerant yang terisi didalam sistem cukup untuk melakukan
pengetesan kebocoran, namun kebocoran yang sangat kecil membutuhkan peningkatan
sistem pressure dinaikkan diatas normal sebelum kebocoran tersebut dapat ditemukan.
35
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Refrigerant Tank
Gambar 37.
Standar tangki (gambar 37 kiri) yang merupakan tangki refrigerant baru yang seharusnya
tidak digunakan untuk menampung refrigerant bekas. Tangki refrigerant (kanan) digunakan
sebagai perlengkapan untuk me-recovery/recycling refrigerant guna memenuhi standar
aturan pemerintah.
Peraturan keselamatan merekomendasikan tangki tidak diisi dengan cairan melebihi 80%
volume tangki. Sisa 20% (disebut "head pressure room") guna mengkompensasi
pengembangan volume refrigerant.
Refrigerant recovery unit harus digunakan untuk menampung refrigerant dari sistem air
conditioning ketika melakukan perbaikan. Refrigerant kemudian dapat digunakan kembali
pada sistem pada saat perbaikan selesai dilakukan.
Peralatan automatic air conditioning recover, evacuate and charge unit (gambar 38) dapat
digunakan untuk melakukan satu tahapan penampungan, pemindahan dan pengisian. Waktu
pemindahan dan jumlah refrigerant yang akan diisikan ke sistem dapat diprogram pada
peralatan ini.
36
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Vacuum Pump
Vacuum pump (Gambar 39) membuang udara dan embun dengan sempurna dari sistem air
conditioning dengan menurunkan tekanan sistem hingga embun berubah menjadi uap. Uap
kemudian dipompa keluar dari sistem bersamaan dengan udara.
Untuk membuang embun dari sistem, vacuum pump harus beroperasi dengan tekanan gauge
sebesar 981 mbar (29 [Link]) selama minimal 30 menit.
Catatan:
Seluruh refrigerant harus dibuang dari sistem sebelum terhubung dengan vacuum pump.
Gambar 40. Manual Refrigerant Charging Scale (1) 1681961 Automatic dan (2) 1681958 Manual
Dua tipe refrigerant charging scales (Gambar 40) yaitu yang dioperasikan secara manual dan
yang dioperasikan secara otomatis. Masing-masing tipe memungkinkan pengisian refrigerant
dalam jumlah tertentu ke sistem mengacu pada temperatur udara sekitar.
Saat ini, charging scale direkomendasikan ketika melakukan pengisian pada Machine
Caterpillar.
37
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Refrigerant Analyser
Refrigerant analyser (Gambar 41) merupakan tool yang penting untuk melakukan service
pada air conditioning.
Air conditioning component flusher (Gambar 42) menggunakan udara untuk meng-atomisasi
larutan untuk pembilasan (flashing). Tool ini memungkinkan membuang residu dan
kontaminan jenis lainnya dari hose, evaporator dan kondenser.
38
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Manifold gauge set (Gambar 43) merupakan perlengkapan penting untuk memeriksa
performa, diagnosa dan melakukan service pada sistem air conditioning. Gauge set terdiri
dari Low side (compound) gauge (1), Manifold (3) tempat Low side gauges dan High side
gauge (2) dipasang. High side hand valve (5) dan Low side hand valve (4) memungkinkan
sistem dikosongkan dan di-service malalui manifold.
Low side hose connector (6) dan High side hose connector (7) menghubungkan gauge
manifold ke sistem air conditioning. Centre service hose (8) menghubungkan manifold gauge
ke sumber dari luar.
Tekanan manifold gauge akan dipengaruhi oleh temperatur ambient. Tekanan High side akan
lebih banyak terpengaruh dibanding Low side pressure.
Pembacaan manifold gauge pada dua sistem tidak dapat diperoleh sama dan akan terdapat
variasi pembacaan. Mengacu pada spesifikasi pabrik mengenai nilai tekanan yang normal.
Gambar 44.
39
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 44 merupakan tampak potongan manifold gauge set yang digunakan pada saat
melakukan test performa.
Compound gauge terhubung dengan Low side internal passage menuju Low side service
connector. Low side service connector terhubung melalui sebuah hose ke Low pressure side
sistem air conditioning. Ketika Low side hand valve ditutup, compound gauge hanya
menunjukkan pembacaan tekanan Low side.
High pressure gauge terhubung menuju High side internal passage menuju High side service
connector. High side service connector terhubung menuju hose ke High pressure side sistem
air conditioning. Ketika High side hand valve ditutup, High pressure gauge hanya
menunjukkan pembacaan tekanan High side.
Centre internal passage pada manifold menghubungkan centre service connector ke Low dan
High side passage.
Selama melakukan pemeriksaan performa, hand valve yang tertutup mengisolasi Low dan
High side passage dari centre service connector.
Gambar 45.
Gambar 45 merupakan tampak potongan manifold gauge set saat menambah refrigerant ke-
sistem.
Bukaan Low side hand valve membuka centre service connector ke Low side service
connector dan Low side gauge. Refrigerant mengalir ke centre service connector, melalui
manifold gauge dan keluar melalui Low side service connector. Compound gauge membaca
tekanan Low side pressure selama operasi
40
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Schrader Valves
Gambar 46.
Schrader valves (Gambar 46) digunakan untuk memasang manifold gauge set pada sistem
air conditioning. Dengan Schrader valve, service valve pada sistem tidak diperlukan.
Schrader valve secara efektif menyekat refrigerant dibagian dalam sistem hingga Schrader
valves dibuka.
Schrader fitting pada High side (2) lebih besar dibanding fitting pada Low side (1). Perbedaan
ukuran fitting menghindari kesalahan pemasangan manifold gauge set.
Gambar 47.
Gambar 47 adalah tampak potongan Schrader valve dan service hose dengan Schrader core
depressor.
Ketika High atau Low side pressure hose dipasangkan ke Schrader valve service port,
Schrader core depressor pada hose menekan pin dibagian tengan Schrader valve. Valve
terbuka sehingga memungkinkan refrigerant mengalir diantara manifold gauge set dan
kompresor. ketika hose dilepas, valve secara otomatis tertutup.
41
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
42
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
TOPIK 4
PROSEDUR SERVICE AIR CONDITIONING
PENGENALAN
Agar diperoleh sistem air conditioning yang berfungsi dengan baik dan tahan lama, sejumlah
prosedur selama proses perawatan dan perbaikan berikut ini harus dapat dilakukan oleh
setiap service technician dengan benar, prosedur- prosedur tersebut terdiri dari:
• Keselamatan
• Penampungan refrigerant (recovery)
• Pengosongan udara dari sistem (evacuation)
• Pengisian refrigerant kedalam sistem
• Pemeriksaan kondisi kompressor
• Pemeriksaan oil kompressor
• Pemeriksaan kebocoran
• Penyetelan Thermostatic Switch
• Pemeriksaan TX Valve
• Pemeriksaan orifice tube
• Melepas dan memasang reciever dryer
PROSEDUR KESELAMATAN
Prosedur keselamatan merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan oleh setiap
technician yang bekerja pada sistem air conditioning guna meyakinkan selama proses
perawatan dan perbaikan, baik alat dan pekerja selalu berada dalam kondisi aman dan
selamat. Prosedur-prosedure keselamatan tersebut antara lain adalah :
43
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Peralatan
• Manifold dan gauge set dilengkapi dengan pressure gauge.
• Tiga service hose dengan Schrader adapter pin.
• Kunci yang sesuai untuk melepas tutup pelindung service port.
• Pelindung mata yang sesuai.
• Tutup pelindung
1. Lepas tutup pelindung dari service valve stem. Tutup terbuat dari logam lunak atau plastik
dan umumnya dapat dilepas menggunakan tangan.
2. Hubungkan manifold service hose ke kompressor.
44
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
a. Hubungkan hose tekanan rendah (warna biru) ke sisi hisap kompressor atau pada
service konektor bertekanan rendah.(Gambar 48).
b. Hubungkan hose tekanan tinggi (warna merah) ke sisi buang kompressor atau
service konektor bertekanan tinggi (gambar 48).
c. Yakinkan hand shut-off valve yang berada di manifold tertutup sebelum menuju
langkah selanjutnya.
3. Kosongkan service hose dari udara dengan:
a. Buka Low pressure valve beberapa putaran selama beberapa detik hingga sejumlah
refrigerant keluar dari charging hose dan kencangkan kembali kedua valve.
b. Buka High pressure valve beberapa putaran selama beberapa detik hingga sejumlah
refrigerant keluar dari charging hose dan kencangkan kembali kedua valve.
4. Sistem siap untuk diperiksa.
Peralatan
• Manifold dan gauge set lengkap
• Service valve wrench
• Protective cover
• Hand wrench yang sesuai
• Kaca mata
• Recovery unit
Prosedur
1. Hubungkan manifold dan gauge set ke sistem.
Gambar 49.
45
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 50.
2. Hubungkan recovery unit ke manifold & gauge set (hose bagian tengah) (gambar 49
atau gambar 50).
3. Buka penuh High dan Low manifold valve. Pasang valve ke recovery tank jika
memungkinkan
4. Buka valve pada recovery tank.
5. Hidupkan recovery unit.
6. Biarkan seluruh refrigerant dikeluarkan dari sistem (manifold Low-gauge
menunjukkan vacuum sekitar 34 kPa (10in. Hg).
7. Matikan recovery unit dan tunggu sampai 5 menit guna membiarkan refrigerant
terpisah dari oli.
8. Ulangi langkah 5. dan 6.
9. Tutup seluruh manifold dan recovery tank valve.
Prosedur selesai dan lepas recovery unit.
Catatan:
Ikuti petunjuk spesifik yang tersedia pada recovery unit yang ada di workshop anda.
46
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Ketika tekanan di sistem air conditioning rendah, titik didih air (moisture) yang ada di
sistem juga rendah (Tabel 2) sehingga uap air dapat dibuang dari dalam sistem.
Tabel 2: Variasi boiling point air pada kondisi vacuum di sea level
Sistem Vacuum
Pada permukaan laut (sea level) Boiling point of w ater
[Link] kPa
26.45 -89.6 48.9
95 kPa (28 in hg) hingga 98 kPa (29 in hg) merupakan spesifikasi pada sea level. Setiap
kenaikan 305 m (1000 ft) diatas sea level, kurangkan spesifikasi yang diperlukan dengan 3
kPa (1 in hg) atau dengan kata lain pada daerah ketinggian kevakuman yang diperlukan
berkurang.
Peralatan
• Service valve wrench
• Hand wrench
• Tutup pelindung
• Manifold dan gauge set
• Vacuum pump atau charging station
• Kacamata safety
Prosedur
1. Persiapkan sistem.
a. Hubungkan manifold dan gauge set.
b. Kosongkan sistem.
47
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
c. Posisikan High & Low side manifold hand valve pada posisi tertutup.
d. Sambungkan centre manifold hose ke inlet vacuum pump dan buka access
valve.
2. Mengevakuasi sistem.
Gambar 51.
3. Penyelesaian Evakuasi
a. Evakuasi minimal selama 30 menit, lebih lama diperbolehkan jika
memungkinkan.
b. Setelah evakuasi, tutup High & Low side manifold hand valve dan vacuum
pump line hand valve.
c. Matikan vacuum pump, lepas manifold hose, dan persiapan untuk mengisi
sistem.
48
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Catatan
Saat sistem telah dibiarkan terbuka lebih dari 1/2 jam, maka sistem sudah dianggap terpapar
dengan udara atau uap air dan receiver-dryer, in-line dryer atau desiccant accumulator yang
baru perlu dipasang.
Gambar 52.
49
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Peralatan
Proses pengisian dilakukan dengan memasang perlengkapan charging yang terdiri dari :
Prosedur
Proses pengisian refrigerant kedalam sistem air conditioning dapat dilakukan dengan baik
menggunakan prosedur berikut ini :
1. Yakinkan engine tidak dalam kondisi hidup jika akan mengisi refrigerant cair ke sistem
2. Tentukan kapasitas pengisian refrigerant kedalam sistem mengacu pada spesifikasi
pabrik pembuat dan untuk machine Caterpillar dapat diperoleh pada bagian
Specifications, "System Capacities for Refrigerant " Service Manual, SENR5664.
3. Pasang dan kencangkan dengan tangan charging hose manifold gauge set (3) dan valve
(13) pada tangki refrigerant (12). Buka valve (13) yang berada dibagian atas tangki
refrigerant (12). Hal ini memungkinkan refrigerant mengalir melalui charging hose (3)
menuju manifold gauge set (6).
4. Kendorkan hose (3) di manifold gauge set (6) selama 2-3 detik dan kencangkan kembali.
Prosedur dimaksudkan membuang udara dari charging line.
5. Tempatkan tangki refrigerant (12) pada timbangan (scale) (14) dengan posisi valve (13)
disisi bawah. Periksa berat tangki.
6. Buka High pressure valve (2) pada manifold gauge set (6). Posisi tangki seperti ini
memungkinkan cairan refrigerant diisikan ke sistem melalui sisi tekanan tinggi (High
pressure side) kompresor.
7. Sesering mungkin periksa berat tangki refrigerant (12). Berat tangki akan berkurang saat
refrigerant keluar dari tangki dan masuk ke sistem. Ketika jumlah refrigerant (kapasitas
sistem) telah mencukupi, tutup valve (13) dan High pressure valve (2) untuk
menghambat aliran refrigerant.
Catatan :
Heater blanket mungkin diperlukan saat mengisi air conditioning sistem menggunakan tangki
refrigerant yang terisi sebagian.
8. Untuk meyakinkan sistem bekerja dengan benar, lepas charging hose (3) dan lakukan
performance check. Mengacu pada Service Manual, SENR5664, Performance checks for
the Air conditioning System" section.
50
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
4. Periksa kekencangan V belt, pada V belt yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan
kekencangan otomatis, kekencangan belt baru harus sebesar 534 N (120 lb) dan untuk
belt yang sudah dipakai, harus berkisar sebesar 400 N (90 lb).
5. Periksa putaran kompresor dengan memutar baut pada ujung kompresor shaft dan
putaran harus halus dan tidak terhambat.
6. Periksa tingkat pengisian refrigerant, jumlah pengisian refrigerant harus sesuai
dengan spesifikasi pabrik pembuat.
7. Low pressure test sebaiknya dilakukan ketika machine yang diparkir pada daerah
dengan temperatur lebih rendah dari 300 celcius. Tutup seluruh pintu kabin dan blok
aliran udara bersih yang mengalir menuju kabin, bypass switch Low pressure. Start
machine dan operasikan pada High idle dan AC dihidupkan serta blower cabin disetting
pada putaran rendah. Ukur pressure pada sisi tekanan rendah setelah kompresor
beroperasi selama 10 – 15 menit. Jika pressure yang dibaca adalah 69 kPa (10 psi)
maka kompresor inlet valve beroperasi dengan benar.
Catatan :
Jika temperatur cabin di atas 25 derajat celcius, ketika melakukan test blower harus
disetting pada kecepatan tinggi terlebih dahulu untuk menurunkan temperatur kabin
sebelum melakukan pengetesan.
8. High pressure test, start engine. Set kecepatan engine 1200 rpm hidupkan AC. Pasang
karton untuk menutupi condenser supaya aliran udara tertutup, hal ini kan menyebabkan
tekanan outlet kompresor naik dan biarkan hingga mencapai 350 psi. Ketika pressure
tercapai lepas karton. Jika tekanan tercapai maka outlet valve beroperasi dengan baik.
Ketika mengganti oil refrigerant, penting untuk menentukan tipe dan kuantitas yang spesifik
dari oli yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat kompresor. Jika oli pada sistem terlalu
banyak maka oli bersirkulasi dengan refrigerant, mengakibatkan kapasitas pendinginan pada
sistem akan berkurang. Terlalu sedikit oli akan menyebabkan kurangnya pelumasan pada
kompresor. Ketika mengeluarkan refrigerant dari sistem atau penggantian komponen sistem,
tambahkan oli secukupnya untuk mengganti oli yang berkurang karena terbawa bersama
refrigerant.
Selama siklus pendinginan, sejumlah oli bersirkulasi dengan refrigerant didalam sistem.
Ketika memeriksa jumlah oli didalam sistem, terlebih dahulu jalankan komporessor untuk
51
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
mengembalikan oli ke kompresor. Berikut ini adalah prosedur umum dalam penambahan oli
ke kompresor :
1. Operasikan engine pada 1000 rpm. Set temperatur pendinginan maksimum, posisikan
blower pada kecepatan tertinggi dan operasikan engine selama 10 menit.
2. Stop engine. Keluarkan refrigerant dari sistem. Pasang plug pada semua line yang
terbuka. Untuk prosedur yang benar selalu mengacu pada Testing dan Adjusting untuk
“Refrigerant Recovery”.
3. Lepas kompresor dari machine dan pasang tutup pelindung pada fitting dan hose.
4. Tempatkan kompresor pada posisi horizontal sehingga oil plug mengarah ke bawah,
lepas oil plug dari kompresor dan tampung oli di tempat yang bersih. Putar shaft
kompresor untuk membuang sisa oli yang masih tersisa dan catat volume dari oli yang
ditampung dan periksa apakah terdapat kontaminan, serpihan logam, partikel karet dan
material asing.
5. Periksa secara visual kontaminasi didalam oli. Tidak seperti engine oil, oli kompresor
tidak mengandung cairan pembersih. Meskipun masa pakai oli diperpanjang, seharusnya
oli tidak menjadi berwarna buram. Periksa oli yang telah dikeluarkan apakah dalam
kondisi berikut :
• Berwarna buram, teroksidasi atau terkontaminasi oleh refregirant yang mengembun,
Refrigerant yang teroksidasi dengan parah dapat menyebabkan timbulnya gumpalan
yang lengket dan dapat menyumbat filter dan saluran.
• Warnanya berubah merah, dimana mengindikasikan terjadinya varnishing akibat
bercampurnya dengan udara.
• Terdapatnya partikel asing seperti serbuk logam dan lain sebagainya dalam oil.
6. Pegisian oli kompresor.
• Jika jumlah oli yang ditampung dari kompresor berkisar antara 177 ml hingga 237
ml isikan oli baru dengan jumlah yang sama.
• Jika kompresor baru atau setelah diperbaiki buang seluruh oli dari kompresor dan
isi oli baru sebanyak 177 ml sampai 237 ml.
• Jika sistem telah di flush jangan buang oli dari kompresor baru . Jika terlalu banyak
oli yang ditambahkan ke sistem dengan total jumlah oli di sistem lebih dari 325 ml
kapasitas pendingan akan berkurang, jika terlalu sedikit kompresor akan rusak.
7. Pasang drain plug dan O-ring baru yang dilumuri dengan oli kompresor dan kencangkan
plug dengan torsi tertentu.
Catatan:
Putar kompresor shaft beberapa putaran supaya oli mengalir ke dalam kompresor, jumlah oli
yang perlu ditambahkan setiap kali melakukan penggantian komponen adalah sebagai
berikut:
- Accumulator 30 ml
- Condenser 30 ml
- Evaporator 90 ml
- In line dryer 30 ml
- Receiver dryer 30 ml
Penambahan oli tersebut dilakukan dengan menginjeksikan oli melalui Low pressure
charging port.
52
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Ketika melakukan pemeriksaan kebocoran, semua sambungan dan fitting harus bebas dari
oli. Tindakan pencegahan ini mengurangi kemungkinan kesalahan pembacaan disebabkan
oleh refrigerant terserap oli. Asap rokok dan uap refrigerant diudara sekitar dapat juga
menyebabkan pembacaan yang salah pada detector.
Halide leak detector hanya boleh digunakan di area yang memiliki ventilasi yang baik.
Seharusnya tidak digunakan di daerah yang terdapat gas yang dapat meledak. Ketika
refrigerant kontak dengan nyala api, maka gas beracun akan terbentuk. Jangan menghirup
gas atau asap dari halide leak detector kerena beracun.
Electronic leak detector merupakan leak detektor ter-sensitive kedua. Sejumlah electronic
detector dapat merasakan kebocoran refrigerant sampai minimal 14 gram. Harga awal dan
seberapa besar utilisasi alat ini harus menjadi bahan pertimbangan penggunaan electronic
leak detector ini. Jika pada workshop terdapat banyak pekerjaan service air conditioner, tipe
leak detektor ini dapat menjadi peralatan yang bernilai untuk mendeteksi kebocoran.
Gambar 53.
53
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 54.
a. Buka valve dan nyalakan gas. Atur nyala api kecil; yang terbakar kira 12 mm (1/2
in) diatas reactor plate.
b. Biarkan nyala api terbakar hingga copper reactor plate menjadi berwarna merah
terang.
c. Kecilkan nyala api hingga 6 mm (1/4 in) diatas reactor plate.
INGAT :
Refrigerant lebih berat daripada udara sehingga ketika melakukan pemeriksaan kebocoran
tempatkan kebocoran dibawah sambungan yang dicurigai bocor.
54
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 55.
Catatan :
Ikuti prosedure yang dijelaskan pada instruksi pabrik pembuat leak detector. Meskipun
prosedur berbeda-beda untuk setiap tipe leak detector. Langkah berikut dapat digunakan
sebagai panduan:
1. Yakinkan battery terisi penuh
2. Hidupkan
3. Jika terdapat knob sensitifitas, setel hingga terdengar suara berdetak terdengar.
Jika memungkinkan lakukan periode pemanasan.
4. Jika leak detector digunakan dibagian dalam vehicle, ingat bahwa dashboard,
karpet, kursi mengeluarkan gas sendiri dan jika unit dihidupkan diluar kendaraan
dan pengukuran diambil didalam kendaraan dapat terjadi kesalahan signal yang
sebenarnya tidak ada kebocoran. Untuk itu, hidupkan alat didalam kendaraan dan
jauh dari tempat yang diperkirakan terdapat kebocoran.
55
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Metode Tracer-Dye
Dye atau trace solution dapat dimasukkan ke sistem air conditioning untuk membantu
menemukan kebocoran kecil. Dye menunjukkan lokasi sebenarnya yang mengalami
kebocoran dengan menghasilkan lapisan berwarna disekitar kebocoran. Lapisan tipis
tersebut dapat berupa orange, merah atau kuning. Sekali Dye dimasukkan kedalam sistem
air conditioning, maka akan tetap berada di sistem hingga sistem dibersihkan. Trace solution
atau dye diformulasikan untuk bekerja pada sistem air conditioning dan tidak berdampak
terhadap sistem karena akan bersirkulasi disekitar sistem dan bercampur dengan oli.
CATATAN:
Untuk menemukan kebocoran kecil yang sulit untuk ditemukan, metode yang paling baik
digunakan adalah dye solution. Dye kompatible dengan seluruh mesin refrigerant-recovery
atau mesin recovery / recycling karena dapat diambil dari mesin oleh penangkap oil.
1. Pemeriksaan sistem.
a. Hubungkan manifold dan gauge set ke sistem. kosongkan sistem.
b. Sambungkan dye adaptor ke centre hose port dan ke tangki refrigerant.
c. Ukur jumlah dye solution yang keluar dari adaptor atau injector.
d. Lakukan pengisian sistem secara normal, kemudian injeksikan dye solution
bersamaan dengan refrigerant.
e. Start engine dan setel kontrol pada kondisi pendinginan maksimum.
2. Observasi sistem.
a. Observasi hose dan fitting untuk menentukan terdapat tanda dye solution.
b. Jika ditemukan satu atau lebih kebocoran, lakukan perbaikan jika dibutuhkan. Dye
solution dapat dibiarkan berada didalam sistem tanpa menyebabkan kerusakan
apapun.
Peralatan
• Service thermometer
• Manifold dan gauge set
• Screwdriver kecil, Phillip dan straight blade
56
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Prosedur
1. Persiapkan sistem untuk melakukan service.
a. Hubungkan manifold dan gauge set ke sistem.
b. Start engine dan atur kecepatan 1500-1700 rpm. Atur kontrol air conditioning
pada kondisi pendinginan maksimum.
c. Operasikan sistem selama 5-10 menit dengan thermometer dimasukkan
kebagian tengah outlet vent udara.
Penting:
Periksa apakah refrigerant dalam kondisi terisi penuh.
Gambar 57.
57
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Catatan:
Design sejumlah evaporator memerlukan thermostat dilepas dari rumahan sebelum adjusting
screw dapat diakses.
Peralatan
• Manifold dan gauge set.
• Hand tool.
Material
• Es dan air didalam wadah.
• Air Panas didalam wadah.
• Garam.
Prosedur
Prosedur ini dilakukan ketika thermostatic expansion valve terpasang pada kendaraan.
1. Persiapkan sistem.
a. Pasang manifold dan gauge set.
b. Start engine dan setel engine speed hingga 1000-1200 rpm.
c. Setel seluruh kontrol air conditioning control ke kondisi pendinginan maksimal
d. Operasikan sistem selama 10-15 menit.
2. Pemeriksaan TX valve.
Gambar 58.
58
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Ikuti langkah 2.a. - 2.e. untuk kondisi pembacaan Low-side gauge yang terlalu rendah, atau
langkah 2.f. - 2.h. untuk pembacaan yang Low-side gauge yang terlalu tinggi.
a. Perhatikan pembacaan Low-side gauge. Jika terlalu rendah. Tempatkan kain yang
dibasahi air panas disekitar body TX valve (lihat gambar 58).
b. Perhatikan pembacaan Low-side gauge. Jika tekanan naik ke nilai normal atau
mendekati normal, maka mengindikasikan adanya embun didalam sistem. Jika
tekanan tidak naik, lanjutkan dengan langkah 2.c.
CATATAN:
Untuk memperbaiki masalah adanya embun di dalam sistem moisture, ganti receiver/drier
atau desiccant. Buang semua udara dan embun yang terdapat didalam sistem, lakukan
pengisian dan test ulang sistem.
c. Lepas TX valve remote bulb dari evaporator outlet dan panaskan dengan
tangan atau dengan kain yang direndam air panas
d. Perhatikan Low-side gauge pressure. Jika tekanan naik, remote bulb
kemungkinan terpasang pada tempat yang tidak sesuai. Jika tekanan tidak naik,
lanjutkan prosedur 2.e.
CATATAN:
Untuk memperbaiki kenaikan tekanan, reposisi remote bulb,dan test ulang sistem.
e. Jika pembacaan Low-side gauge tetap rendah dan langkah 2.a. hingga 2.d. tidak
memperbaiki permasalahan, Lepas valve dari sistem.
CATATAN:
Periksa inlet screen ketika valve dilepas. Jika tersumbat, receiver/drier atau desiccant harus
diganti setelah perbaikan dan bersihkan valve. Setelah membersihkan TX valve lakukan
pemeriksaan ulang; jika tidak juga menyelesaikan permasalahan, ganti valve.
f. Jika pembacaan tekanan Low-side gauge (langkah 2.a.) terlalu tinggi, Lepas
remote bulb dari evaporator outlet dan tempatkan pada wadah yang berisi es dan
air.
CATATAN:
Penambahan garam pada air es akan menurunkan temperatur hingga 0oC.
g. Jika tekanan turun kenilai normal atau mendekati normal, kemungkinan masalah:
• Kurangnya pembungkus pada remote bulb - bungkus ulang dan test.
• Remote bulb tidak berada pada posisi yang benar - reposisi remote bulb
dan test ulang
h. Jika tekanan tidak turun ke nilai normal atau mendekati normal, lepas TX valve
ganti.
3. Akhir pemeriksaan
a. Matikan seluruh kontrol air conditioning.
b. Kurangi RPM engine speed ke Low idle dan matikan engine.
c. Lepas manifold dan gauge set
59
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
CATATAN :
Untuk kebocoran yang sangat kecil atau sulit-ditelusuri, maka metode yang terbaik adalah
untuk menggunakan larutan zat warna. Zat warna cocok dengan semua engine pendingin
recovery dan atau recycling karena akan dikumpulkan dalam engine dengan menggunakan
oil trap.
Harus dicatat bahwa tidak semua orifice tube memiliki ukuran yang sama. Meskipun
peralatan servis yang sama digunakan untuk melepaskan dan mengganti ukuran apapun,
orifice tube tidak dapat saling-ditukarkan. Pada saat mengganti orifice tube, sangat penting
untuk menggunakan pengganti yang tepat.
Beberapa saluran memiliki orifice tube yang tidak dapat diakses di dalam saluran cair.
Lokasinya yang tepat, kira-kira diantara kondenser outlet dan evaporator inlet, ditentukan
oleh depresi melingkar atau tiga takikan yang menekuk di bagian logam pada saluran cair.
Sebuah peralatan pengganti orifice tube digunakan untuk mengganti tipe orifice tube seperti
ini.
Pengetesan orifice tube yang tetap adalah cukup sederhana. Hanya terdapat dua masalah
dasar: kelembaban dalam sistem yang membeku di orifice tube, atau pipa yang ter-sumbat.
Peralatan
1. Manifold dan gauge set
2. Wrench set dengan ujung-terbuka
3. Pemotong tube
4. Pelepas/pemasang FOT
5. Potongan kain bersih.
Bahan
1. Orifice tube, sebagaimana diperlukan.
2. Akumulator, sebagaimana diperlukan.
3. Refrigerant 134a, sebagaimana diperlukan.
4. Refrigerant oil, sebagaimana diperlukan.
60
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
CATATAN:
Mungkin perlu untuk melakukan bypass pada switch tekanan rendah untuk mencegah clutch
berputar pada sistem CCOT. Lakukan bypass pada switch hanya untuk melaksanakan tes.
Langkah-langkah berikut adalah untuk menentukan apakah masalah disebabkan oleh
kelembapan atau pembatasan.
a. Letakkan sepotong kain basah yang panas di sekeliling fixed orifice tube.
b. Perhatikan nilai sisi tekanan rendah. Jika tekanan naik hingga mencapai normal, atau
hampir normal, maka terindikasi uap air didalam sistem.
c. Jika uap air ditemukan didalam sistem, akumulator harus diganti. Jika tidak ada indikasi
uap air, kemungkinan fixed orifice tube tersumbat. Ikuti langkah dibawah ini.
Gambar 59. Lepaskan fixed orifice tube dengan hanya memutar sleeve luar. Jangan memutar [Link]
hanya diputar untuk menyambung takikan pada alat ke orifice tube tetap, keterangan B.
CATATAN:
Kadang-kadang FOT akan patah pada waktu dilepaskan. Jika hal ini terjadi, lanjutkan dengan
langkah 3.g. Jika tidak terjadi, lanjutkan dengan langkah 4 Memasang fixed orifice tube. Alat
yang kedua, yang dikenal sebagai extractor, digunakan untuk melepaskan orifice tube yang
patah.
61
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 60. Menggunakan Perkakas Extractor untuk melepaskan Orifice tube Tetap yang Patah
g. Masukkan extractor ke dalam lubang dan putar T-handle searah jarum jam hingga
bagian yang berulir pada perkakas tersebut dengan aman masuk ke dalam FOT
yang patah (Gambar 60).
h. Tarik tool. FOT yang patah akan meluncur keluar.
CATATAN :
Beberapa bagian dari tube mungkin akan patah, Jika hal ini terjadi, lepaskan bagian yang
patah dari puller dan masukkan kembali puller ke dalam badan. Ulangi Langkah 3.g. dan 3.h.
a. Lakukan pembersihan pada sistem dan jika perlu, lepaskan pipa dari kendaraan.
b. Cari orifice tube (Gambar 61).
c. Gunakan pemotong tube yang tajam untuk melepaskan kira-kira 60 mm pipa cairan.
Sisakan paling sedikit 25 mm dari pipa yang tersingkap yang berada di kedua
lengkungan.
62
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
d. Pasang pengganti FOT valve dan housing seperti yang ditunjukkan dalam Gambar
62. Perhatikan arah aliran yang ditunjukkan dengan panah. Aliran harus menuju ke
evaporator.
e. Tes ulang unit tersebut.
Gambar 63.
CATATAN :
Jika receiver-dryer tidak memiliki quick disconnects air conditioner, maka sistem harus
dikumpulkan refrigerant -nya, dievakuasi dan diisi ulang.
Refrigerant yang berada di dalam sistem harus dikumpulkan jika receiver-dryer tidak memiliki
quick disconnects (3). Jika receiver-dryer memiliki quick disconnects, lakukan prosedur
berikut ini.
1. Matikan engine selama lima menit. Hal ini memungkinkan sistem air conditioning me-
ratakan tekanan.
2. Lepaskan inlet hose (1) dari receiver-dryer lama pada quick disconnects air conditioner.
3. Hubungkan hose yang telah dilepaskan pada langkah 2 ke inlet pada receiver-dryer yang
baru.
4. Lepaskan koneksi pada receiver-dryer yang lama. Hubungkan ke receiver-dryer yang
baru.
5. Tambahkan 30 mL (1fl oz.) oli pada sistem.
63
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
CATATAN :
Jangan menambah oli jika kompresor juga diganti.
Gambar 64.
Memperbaiki performa sistem air conditioning merupakan tujuan dari pelajaran kita, baik itu
dengan melakukan preventive maintenance atau major repair. Ketika melakukan test
performa, langkah pertama adalah inspeksi visual komponen sistem air conditioning. Inspeksi
visual AC dilakukan ketika engine OFF.
Drive belt kompresor dapat rusak atau kendor (gambar 64). Ketika memasang belt baru atau
mengencangkan belt yang kendor, gunakan Caterpillar belt tension gauge atau mengacu
pada spesifikasi pabrik. Mengacu pada Service Manual machine yang sesuai untuk melihat
spesifikasi kekencangan belt.
Gambar 65.
64
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Periksa kondenser dari debu dan kotoran yang dapat menghambat aliran. Aliran udara yang
tidak mencukupi melalui kondenser dapat menyebabkan pendinginan yang tidak baik dan
dapat menyebabkan kerusakan kompresor.
Gambar 66.
Blower evaporator atau fan hanya akan efektif ketika saluran udara lancar. Kondensasi
menangkap kotoran dan debu pada sisi blower evaporator. Kotoran dan debu membentuk
lapisan yang menghambat aliran udara (gambar 66). Lapisan tersebut harus dilepas.
Periksa kebersihan dan sirkulasi udara pada air filter. Bersihkan atau ganti filter jika
diperlukan.
Gambar 67.
Periksa blower motor beroperasi dengan baik (Gambar 67). Operasikan blower motor pada
semua kecepatan. Lakukan perbaikan jika aliran udara tidak meningkat ketika kontrol
digerakkan dari kecepatan rendah hingga kecepatan tinggi serta jika terdengar suara aneh
pada motor atau motor gagal beroperasi pada beberapa kecepatan.
65
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 68.
Operasikan semua air duct dan louver control (Gambar 68). Kontrol harus bergerak bebas
tanpa macet dan bengkok.
Gambar 69.
Ketika melakukan pemeriksaan kerja air conditioning, engine harus berada pada temperatur
operasi normal dan sistem air conditioning harus stabil.
66
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 70.
Ketika air conditioner bekerja, dengan hati-hati periksa temperatur relative pada HIGH
dan LOW SIDE dari sistem.
HIGH SIDE temperatur harus bervariasi dari "panas" pada keluaran kompresor
discharge hingga "hangat " pada expansion valve. Setiap penurunan temperatur yang
drastis mengindikasikan terjadi penyumbatan sebagian pada titik tersebut.
LOW SIDE temperatur harus "dingin". Bisa saja terdapat air pada bagian luar atau
embun yang membeku pada sisi hisap antara evaporator ke akumulator tergantung
pada ambient temperatur.
Evaporator Output
Gambar 71.
Ketika kecepatan engine disetel 1300 hingga 1400 rpm, setel temperatur kontrol keposisi
dingin MAXIMUM dan fan switch pada posisi HIGH.
Jalankan sistem air conditioning selama 15 sampai 20 menit. Tempatkan thermometer pada
blower air outlet duct dan catat pembacaannya. Kemudian gunakan thermometer untuk
67
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
membaca ambient temperatur. Perbedaan temperatur diantara udara dari duct dan ambient
air harus sebagai berikut :
Tabel 3
Temperatur Udara Sekitar Perbedaan Temperatur (minimum)
Gambar 72.
Gambar diatas menunjukkan sight glass (ditunjukkan panah) pada 775B Off-Highway Truck
(gambar 72 kiri) yang berada pada jalur cairan refrigerant sebelum thermostatic expansion
valve.
Pada kebanyakan machine, sight glass berada pada receiver-dryer (gambar 72 kanan).
Sight glass mengindikasikan kondisi refrigerant didalam sistem. Jika sistem AC dingin, sight
glass yang terang mengindikasikan sistem terisi penuh dan jika sistem AC tidak dingin maka
sight glass yang terang mengindikasikan sistem sedang kosong. Gelembung yang terlihat
pada sight glass mengindikasikan refrigerant yang ada pada sistem dalam jumlah yang
sedikit. Jika ditemukan material desiccant, refrigerant yang tersisa pada sistem harus
dibuang, sistem harus dibilas (flush) dan reciever dryer harus diganti.
Berdasarkan gambar 72 (kanan), ada tiga indikasi yang ditampilkan didalam sight glass :
A. Tidak ada gelembung udara yang tampak, ini mengindikasikan bahwa refrigerant
terlalu banyak didalam sistem.
B. Terlihat beberapa jumlah kecil gelembung udara. Ini mengindikasikan jumlah
refrigerant yang tepat.
C. Terlalu banyak gelembung udara, ini mengindikasikan sistem kekurangan refrigerant.
68
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 73.
Pada machine yang dilengkapi dengan orifice tube sistem, temperatur jalur refrigerant yang
berisi cairan dari kondenser outlet hingga orifice tube harus hangat secara konstan. Setiap
perubahan temperatur menandakan hambatan dan jalur yang berisi cairan harus dibilas
(flush).
Saluran hisap dan akumulator harus dingin mulai dari evaporator outlet sampai ke kompresor
inlet. Penurunan temperatur yang tiba-tiba manandakan adanya hambatan dan saluran hisap
harus dibilas (flush) dan akumulator harus diganti.
1. Coolant control valve pada heater core tidak tertutup dengan benar. Pada saat dites,
tekanan high side dan low side normal serta sight glass bening, akan tetapi tetap kabin
kurang dingin.
2. Infiltrasi udara luar yang berlebihan. Segel pintu yang rusak atau pintu ventilasi yang
terbuka pada kabin mengakibatkan sistem air conditioning tidak mungkin dapat
mengimbangi kebocoran beban panas ke dalam kabin.
1. Sistem kurang refrigerant. Tekanan high side dan low side terbaca rendah; gelembung
dapat terlihat dalam sight glass; dan kabin kurang dingin.
2. Aliran udara yang melalui evaporator core. Kecepatan motor blower rendah atau
dalam arah yang salah; filter kotor; kotoran menempel pada evaporator fin; atau
evaporator beku yang disebabkan oleh pembentukan es.
3. Kelembaban dalam sistem. Kinerja sistem berubah-ubah antara normal dan abnormal
karena uap air yang membeku pada expansion valve dan menghambat aliran pendingin.
Tekanan high side dan low side bersiklus antara normal dan rendah pada saat uap air
membeku dan mencair pada expansion valve.
69
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
4. Expansion valve yang tersumbat. Sight glass bening, dan kabin tidak dingin.
5. Orifice tube tersumbat. Sedikit dingin tetapi tidak cukup dingin dalam kabin penum-
pang.
6. Receiver-dryer tersumbat. Sight glass bening, dan kabin kurang dingin.
7. Pressure cycling switch rusak. Kompresor aktif sesaat dan tidak memungkinkan high
side membentuk tekanan yang normal.
8. Evaporator pressure regulating valve rusak. Evaporator pressure regulating valve
yang rusak dapat menghambat aliran pendingin, yang menyebabkan tekanan sistem
yang rendah dan kabin kurang dingin.
Tekanan High Pressure Side dan Low Pressure Side Terlalu Rendah
1. Refrigerant terisi berlebihan kedalam sistem. Sight glass terlihat bening, dan pendingin di
kabin normal.
2. Sistem terisi dengan terlalu banyak oli. Sight glass terlihat bening, kabin kurang dingin.
3. Terdapat sejumlah besar udara dalam sistem. Pada sight glass terlihat gelembung udara,
dan kabin kurang dingin.
4. Expansion valve macet dalam posisi terbuka. Sight glass terlihat bening, dan kabin
kurang dingin.
5. Kontak panas yang buruk di sensing bulb pada TXV dengan outlet pada evaporator.
Kaca pantau terlihat bening dan mungkin kabin kurang dingin.
6. Aliran udara tidak mencukupi melalui kondenser core. Sight glass terlihat bening, kabin
kurang dingin.
Tekanan High Pressure Side Rendah dan Tekanan Low Pressure Side Tinggi
1. Kompresor yang rusak. Mungkin terdapat bunyi kompresor yang abnormal – sight glass
terlihat bening, dan kabin kurang dingin.
2. Sensing bulb pada TXV Diposisikan Tidak Tepat. Kontak panas yang buruk antara
sensing bulb dan outlet pada evaporator dapat mengakibatkan TXV tetap berada dalam
posisi terbuka penuh, yang membuat fungsi sistem yang normal terhambat.
70
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
3. Pipa kapiler pada sakelar termostatik diposisikan tidak benar. Jika pipa kapiler pada
sakelar termostatik tidak dipasang dengan benar (disisipkan terlalu jauh) di dalam
evaporator core, maka kompresor dapat berhenti terlalu cepat, dengan tidak memberi
waktu pada tekanan high side untuk terbentuk atau tekanan low side untuk diturunkan.
1. Bersihkan filter udara atau pasang filter udara yang baru (jika dipasang). Bersihkan filter
udara re-sirkulasi (jika dipasang).
2. Periksa condenser koil. Periksa evaporator koil. Jika perlu, bersihkan koil-koil tersebut.
Jangan membersihkan koil dengan uap. Untuk meluruskan fin-fin, gunakan sebuah
Radiator Tool Fin Straightener.
3. Periksa pipa saluran untuk aliran kondensasi. Periksa lokasi drain valve yang tepat. Jika
perlu, siram saluran dengan air dan cari valve. Valve harus berada di antara 0.0 mm
(0,00 inci) dan 76 mm (3 inci) dari ujung pipa saluran.
4. Periksa koneksi kabel listrik ke kompresor. Jika perlu bersihkan koneksi kabel untuk
kompresor. Untuk memeriksa operasi clutch pada sistem dengan thermostat yang bisa
disetel, nyalakan dan matikan thermostat. Pada beberapa sistem nyalakan dan matikan
A/C. Sistem-sistem yang memiliki sistem pelindung kompresor akan membutuhkan waktu
sampai 30 detik sebelum clutch menjadi aktif.
5. Untuk sistem yang tidak beroperasi dalam jangka waktu yang lama, jalankan kompresor
setiap bulan selama 30 detik. Ini akan mencegah sekat pada shaft mengering, kebocoran
oli dan pendingin.
6. Periksa kondisi dan ketegangan kompresor drive belt.
7. Periksa semua selang dan penghubung untuk memeriksa kebocoran refrigerant.
Kebocoran dapat diidentifikasi oleh hal-hal berikut ini : akumulasi oli, akumulasi debu dan
akumulasi cat. Periksa selang untuk memeriksa area yang rusak. Ganti selang yang
rusak. Jika diperlukan, tambahkan pelindung pada selang-selang atau relokasi selang.
8. Lakukan pemeriksaan kinerja (dengan engine menyala). Suhu luar harus sekurang-
kurangnya 21ºC (70ºF).
4. Jika pemeriksaan kinerja menunjukkan suatu pengisian yang rendah sedangkan sistem
tersebut telah digunakan selama dua tahun atau lebih, maka laksanakan langkah-
langkah yang berikut ini :
• Periksa sistem tersebut untuk mencari adanya kebocoran.
• Lakukan pengumpulan refrigerant pada pengisian sistem.
• Ganti receiver-dryer, dryer, in-line dryer, dan akumulator yang mempunyai desiccant.
• Evakuasi sistem selama 30 menit.
• Isi ulang sistem tersebut sesuai dengan spesifikasi.
• Periksa sistem untuk melihat adanya kebocoran.
• Lakukan lagi pemeriksaan kinerja setelah sistem diisi.
• Hendaknya diingat bahwa mengisi suatu sistem mengharuskan pengisian yang tepat
sesuai dengan beratnya.
• Ganti dryer setiap tahun.
• Periksa penutup debu (dust cap) untuk memastikan bahwa penutup debu yang
berada pada service port kencang.
71
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
72
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
TOPIK 5
SISTEM AIR CONDITIONING 300 SERIES
EXCAVATOR
SISTEM HEATER/AIR CONDITIONER EXCAVATOR
Gambar 76. Layout Sistem Air Conditioning 300 Series Excavator Keluaran Baru.
73
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Dari gambar 75 kompresor, kondenser dan accumulator terletak pada ruang engine
dibelakang kabin. In-line dryer berada dibawah lantai pada bagian depan kabin dan
evaporator (tidak terlihat) berada dibagian dalam heater/air conditioner unit. Heater/air
conditioner unit berada didalam kabin dibelakang tempat duduk operator.
Heater (tidak terlihat) berada dibagian dalam heater/air conditioner unit. Water valve
(terpasang pada water valve actuator) dan water valve actuator terpasang pada sisi kiri
heater/air conditioner unit.
Electronic control module (ECM) terpasang pada bagian depan heater/air conditioner unit.
Inside air sensor terpasang pada bagian dalam tempat pemasukan udara ke kabin dibagian
depan heater/air conditioner unit. Outside air sensor terpasang pada sisi luar ventilasi udara
dibagian belakang kabin. Sun light sensor terpasang pada bagian depan dash panel pada
sisi kanan kabin.
Sistem air conditioning terdiri dari dua sisi yaitu sisi bertekanan tinggi (High pressure side)
dan dan sisi bertekanan rendah (Low pressure side).
Sisi bertekanan tinggi (High pressure side) dimulai dari sisi keluaran kompresor. Kompresor
mengalirkan gas refrigerant bertemperatur dan bertekanan tinggi menuju kondenser. Pada
kondenser, udara dari fan membuang panas dari gas refrigerant yang bertekanan dan
bertemperatur tinggi menjadi cairan refrigerant yang hangat dan bertekanan tinggi. Cairan
refrigerant yang hangat dan bertekanan tinggi mengalir melalui in-line dryer menuju orifice
tube.
Refrigerant bertekanan rendah keluar dari orifice tube, hambatan pada orifice tube
menyebabkan cairan bertekanan tinggi berubah menjadi cairan bertekanan rendah. Cairan
bertekanan rendah mengalir menuju evaporator dimana akan mendidih dan berubah menjadi
gas bertekanan rendah.
Refrigerant yang mendidih akan mendinginkan udara yang mengalir melalui evaporator. Gas
bertekanan rendah yang dingin akan bercampur dengan sejumlah kecil cairan refrigerant,
mengalir menuju accumulator. Accumulator memisahkan cairan refrigerant dari gas
74
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Water valve mengontrol aliran air dari engine menuju water heater. Water heater
memanaskan udara dari evaporator sesuai dengan temperatur yang diinginkan berdasarkan
posisi dari temperatur switch (tidak terlihat) pada kontrol panel (tidak terlihat).
Gambar 78.
Heater/Air Conditioner Electronic Control Sistem mengontrol semua panas dan sistem
operasi air conditioning.
75
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 79.
Gambar 79 menunjukkan air box pada air conditioning and heating Excavator Series 300B
dan komponen-komponen electric. Komponen-komponen Elektronik yang terdapat air box
adalah:
Komponen-komponen elektronik lainnya yang tidak terletak pada air box adalah:
Saluran Udara
Gambar 80.
76
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar di atas menunjukkan saluran-saluran udara di dalam dan di luar air box. Udara
masuk ke air box melalui outside air inlet (2) dan cabin air inlet (3). Udara keluar dari air box
melalui upper body air outlet (1), defrost outlet (4) dan under seat outlet (5).
Gambar 81. Kontrol Panel Sistem Heater/Air Condition 300 Series Excavator.
Gambar 82. Kontrol Panel Sistem Heater/Air Condition 300 Series Excavator Keluaran Baru
Ketika kontrol panel pada mode ON dan engine start switch di putar ke posisi ON, kontrol
panel akan memberikan power ke back lighting dan menghidupkan semua LED segment
selama dua detik.
Ketika switch fan increase atau decrease atau switch temperatur increase atau decrease
ditahan lebih dari satu detik nilainya akan berpindah pada kisaran 2 tingkat per detik.
Dengan menekan switch temperatur increase, switch temperatur decrease dan switch On/Off
akan memunculkan pembacaan English dan Metric pada control panel.
77
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 83.
Ketika switch air upper body, air under seat, air upper body/under seat atau switch air defrost
sinyal dikirim ke ECM. ECM memberikan power ke upper body dan under seat actuator.
Actuator akan membuka atau menutup damper yang diinginkan.
Dengan menekan switch air upper body akan membuka upper body air damper dan menutup
under seat air damper. Udara mengalir melalui upper body air vent.
Dengan menekan switch air under seat akan membuka under seat air damper dan menutup
upper body air damper. Udara mengalir melalui under seat air vent.
Dengan menekan switch air upper body/under seat akan membuka upper body air damper
dan under seat air damper. Udara mengalir melalui upper body air vent dan under seat air
vent.
Dengan menekan switch air defrost akan menutup upper body air damper dan under seat air
damper. Udara yang mengalir melalui upper body dan under seat vent diblok. Seluruh udara
mengalir melalui defrost vent.
Ketika switch air outside atau switch air recirculate ditekan sinyal dikirim ke ECM. ECM
memberikan power ke outside air actuator. Outside air actuator membuka dan menutup
outside air dan cab air damper.
Dengan menekan switch air outside akan menggerakkan outside air dan cab air damper
untuk menutup cab air vent dan membuka outside air vent. Udara luar mengalir melalui unit
heater dan air conditioner.
Dengan menekan switch air recirculate switch akan menggerakkan outside air dan cab air
damper untuk menutup outside air vent dan membuka cab air vent. Udara kabin mengalir ke
dalam unit heater dan air conditioner.
78
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 84.
Dengan menekan switch FAN SPEED INCREASE atau switch FAN SPEED DECREASE
sinyal akan dikirimkan ke ECM untuk menaikkan atau menurunkan kecepatan fan satu
tingkat. Tingkat kecepatan fan ditunjukkan pada FAN SPEED BAR GRAPH.
Dengan menekan dan menahan salah satu switch akan menyebabkan ECM memindahkan
kecepatan fan. Perpindahan kecepatan fan ditunjukkan pada bar graph. Apabila berada pada
AUTOMATIC MODE switch kecepatan fan akan dipindahkan ke automatic fan setting.
Apabila salah satu switch ditekan, ECM memberikan respon dengan menghidupkan MODE
indikator yang dipilih pada control panel.
Gambar 85.
Apabila pada mode AUTOMATIC, ECM mengontrol output heater dan/atau air conditioner
yang sesuai untuk mempertahankan temperatur yang diinginkan. ECM juga menghidupkan
AUTOMATIC indikator pada kontrol panel.
79
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Dengan menekan switch A/C OVERRIDE ketika dalam keadaan automatic mode, sinyal akan
dikirim ke ECM untuk kontrol manual sistem air conditioning. ECM akan menghidupkan
kompresor seterusnya. ECM akan menghidupkan A/C override indikator pada kontrol panel.
Aplikasi A/C override digunakan untuk keadaan yang ekstrim terjadi di lingkungan sekitar.
Dengan menekan switch A/C OVERRIDE ketika dalam keadaan A/C override mode akan
memberikan sinyal pada ECM untuk memindahkan ke automatic control sistem air
conditioning. A/C override indicator dimatikan.
Gambar 86. Sistem Heater/Air Condition 300 Series Excavator Keluaran Baru
Gambar 87.
80
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Pada ilustrasi di atas ditunjukkan unit heater/air conditioner dan diagram alir unit heater/air
conditioner.
ECM mengontrol outside air actuator. Outside air actuator mengontrol udara segar dan
recirculate air damper. Ketika operator menekan switch AIR OUTSIDE, kontrol panel
mengirim sinyal ke ECM. ECM mengirim sinyal ke outside air actuator. Outside air actuator
membawa udara segar dan recirculate air damper yang membuka outside air inlet.
Campuran udara luar dan udara yang bersirkulasi mengalir melalui unit heater/air conditioner.
Ketika operator menekan switch AIR RECIRCULATE, kontrol panel mengirim sinyal ke ECM.
ECM mengirim sinyal ke outside air actuator.
Outside air actuator mendorong udara segar dan recirculate air damper. Sehingga membuka
kabin air inlet dan menutup outside air inlet. Hanya udara dari dalam kabin yang mengalir
melalui unit heater/air conditioner.
Blower motor menggerakkan Blower sehingga mengirimkan udara melalui evaporator dan
heater. Evaporator dan heater secara bersama-sama mempertahankan temperatur udara
yang diinginkan.
Gambar 88.
Apabila operator menekan switch AIR UPPER BODY, kontrol panel mengirim sinyal ke ECM.
ECM mengirim sinyal ke upper body actuator dan under seat actuator. Upper body actuator
menggerakkan upper body damper ke posisi OPEN. Under seat actuator menggerakkan
under seat damper ke posisi CLOSE. Sekitar 90 persen udara mengalir melalui upper body
outlet dan 10 persen mengalir melalui defrost outlet.
Ketika operator menekan switch AIR UNDER SEAT, kontrol panel mengirim sinyal ke ECM.
ECM mengirim sinyal ke upper body actuator dan under seat actuator. Upper body actuator
menggerakkan upper body damper ke posisi CLOSE. Under seat actuator menggerakkan
under seat damper ke posisi OPEN. Sekitar 90 persen udara mengalir melalui under seat
outlet dan 10 persen udara mengalir melalui defrost outlet.
81
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Gambar 89.
Apabila operator menekan switch AIR UPPER BODY/UNDER SEAT, kontrol panel mengirim
sinyal ke ECM. ECM mengirim sinyal ke upper body actuator dan under seat actuator. Upper
body actuator menggerakkan upper body damper ke posisi OPEN. Under seat actuator
menggerakkan under seat damper ke posisi OPEN. Udara mengalir melalui upper body,
under seat dan defrost outlet.
Apabila operator menekan switch AIR DEFROST, kontrol panel mengirim sinyal ke ECM.
ECM mengirim sinyal ke upper body actuator dan under seat actuator. Upper body actuator
MEMBUKA perlahan upper body damper dan under seat actuator menggerakkan under seat
damper ke posisi CLOSE. Udara mengalir sekitar 80 persen melalui defrost outlet dan 20
persen melalui upper body outlet.
Gambar 90.
82
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Apabila operator menekan switch AIR RECIRCULATE, kontrol panel mengirim sinyal ke
ECM. ECM mengirim sinyal ke outside air actuator. Outside air actuator mendorong fresh air
damper dan menutup outside air duct. Hanya udara dari kabin yang mengalir melalui unit
heater/air conditioner. Operator dapat memilih switch (upper body, under seat, dan lain-lain)
yang sudah disediakan untuk memasukkan udara ke kabin.
Gambar 91.
DIAGNOSTICS
Service Codes
Ketika ada masalah pada sistem pemanas dan air conditioning, kontrol panel akan
memunculkan tanda "ERR." Selanjutnya kontrol panel akan memunculkan nomor yang
berhubungan dengan error tersebut. Contohnya, kontrol panel memunculkan tanda "ERR"
diikuti dengan angka "032." Lihat pada Service Manual, akan ditemukan bahwa ini adalah
service code untuk EEPROM Failure of Parameter Memory.
Service code ditemukan pada Testing and Adjusting Section of the Specifications, Sistem
Operation, Testing and Adjusting Module untuk machine anda.
Parameter-parameter Sensor
Gambar 92.
83
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Ketika ECM pada mode AUTOMATIC, automatic temperatur control unit (ATC) secara terus
menerus akan memonitor input dari berbagai sensor. Nilai parameter dari berbagai input
sensor tersebut dapat naik atau turun. Walaupun demikian, ECM harus pada mode
DIAGNOSTIC untuk melihat atau mengganti sensor parameter valve.
Ketika pada mode diagnostic, parameter-parameter dipilih dengan menggunakan switch FAN
SPEED INCREASE dan switch FAN SPEED DECREASE.
Sebagai contoh nomor parameter/parameter number (P02), akan ditampilkan secara singkat.
Nomor parameter akan diikuti oleh current parameter valve sekarang (008). Pada contoh ini,
(P02) adalah heater water valve. Angka (008) mengindikasikan posisi heater water valve
(dimana 0 tertutup penuh dan 15 terbuka penuh).
Gambar 93.
Pada mode self diagnostic, kontrol panel akan mengarahkan mekanik melalui diagnostik test.
Untuk masuk ke mode self diagnostic, harness harus tidak di-plug dari kontrol panel. Dengan
menggunakan kabel jumper, ikuti prosedur yang ditunjukkan pada Specifications, Sistems
Operation, Testing and Adjusting Module untuk macine anda. Kontrol panel akan
menampilkan self diagnostics. Setelah self-diagnostics, display akan menampilkan icon
switch untuk air upper body selection. Mekanik selanjutnya harus menekan switch air upper
body. Kontrol panel selanjutnya akan menampilkan display icon lainnya. Mekanik harus
menekan switch untuk icon yang ditampilkan. Jika mekanik tidak berhasil menekan switches
pada icon yang ditampilkan, ECM akan menampilkan kembali display untuk memulai test.
84
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
TOPIK 6
TROUBLESHOOTING
PENDAHULUAN
Sebelum kita melakukan pemeriksaan atau diagnosa terhadap sistem AC, kita harus kembali
memahami:
Gambar 94.
85
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Prosedur pemecahan masalah berdasarkan pada kondisi sistem pada saat problem
berlangsung. Untuk mengetahui tekanan sistem, gunakanlah manifold gauge set. Gauge ini
digunakan hanya untuk diagnosa permasalahan. Saluran (line) refrigerant juga bisa sebagai
indikasi operasi sistem yang tidak normal. Perbedaan temperatur antara High dengan Low
side bisa sebagai indikasi operasi sistem yang tidak normal pada saluran (line). Pada line
juga bisa terbentuk bunga es. Sistem AC R134a, bisa saja terbentuk bungan es pada line
pada kondisi operasi normal. Bunga es terbentuk antara orifice dan akumulator. Temperatur
aliran udara dari evaporator juga bisa sebagai indikasi permasalahan pada sistem.
Mengetahui kondisi sistem yang lengkap adalah langkah yang penting untuk melakukan
diagnosa yang tepat
PROSEDUR
1. Pasang manifold gauge set.
2. Hidupkan engine pada 1000 rpm. Letakkan knob temperatur AC pada posisi
maksimum COOL. Letakkan switch fan pada posisi HIGH. Agar sistem stabil
operasikan selama 10 menit.
3. Naikkan rpm engine 1300-1400 rpm. Catat pembacaan pada High dan Low pressure.
Pembacaan pada gauge mengindikasikan kondisi sistem.
Catatan:
Ketika temperatur sekitar diatas 210C (700F), pembacaan Low pressure 70-138 kPa (10-20
psi) adalah tekanan operasi normal untuk sistem AC. Ketika temperatur sekitar diatas 210C
(700F), pembacaan High pressure 820-1300 kPa (120-190 psi) adalah tekanan operasi
normal untuk sistem AC. Dalam cuaca yang cukup panas, pembacaan High dan Low
pressure akan berada pada batas tertinggi dari range operasi normal. Dalam cuaca yang
dingin pembacaan pada sisi Low pressure akan berada pada pertengahan menuju batas
bawah dari range operasi normal, sepanjang pembacaan pada High pressure rendah. Untuk
pembacaan gauge yang dihubungkan dengan kondisi temperatur lingkungan, mengacu pada
tabel 4
Catatan:
Seluruh nilai tekanan yang diberikan hanya sebagai panduan. Berdasarkan berat adalah
acuan yang tepat dalam pengisian refrigerant. Pengisian refrigerant yang tidak tepat dapat
mengakibatkan kerusakan dini pada kompresor.
Tabel 4
Pressure Range
Ambient Air Temp. High Pressure Test Low Pressure Test
C0 (F0) Fitting kPa (psi) Fitting kPa (psi)
210C (700F) 820 – 1300 kPa 70 – 138 kPa
(120 – 190 psi) (10 – 20 psi)
270C (800F) 950 – 1450 kPa 70 – 173 kPa
(140 – 210 psi) (10 – 25 psi)
320C (900F) 1175 – 1650 kPa 105 – 210 kPa
(170 – 240 psi) (15 – 30 psi)
380C (1000F) 1300 – 1850 kPa 105 – 210 kPa
(190 – 270 psi) (15 – 30 psi)
430C (1100F) 1450 – 2075 kPa 105 – 210 kPa
(210 – 300 psi) (15 – 30 psi)
86
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Kondisi Sistem 1
1. Pembacaan pada Low pressure dibawah normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pada High pressure dibawah normal
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F).
3. Dari evaporator, temperatur aliran udara hanya dingin sebahagian (partially cool).
Kemungkinan Penyebab
Kebocoran pada sistem hingga mengakibatkan kekurangan refrigerant.
Kondisi Sistem 2
1. Pembacaan pada Low pressure adalah normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pada High pressure bergerak naik-turun atau tidak stabil.
Kemungkinan Penyebab
Ada udara didalam sistem
Kondisi Sistem 3
1. Pembacaan pada Low pressure dibawah normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pada High pressure diatas normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F).
87
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Kemungkinan Penyebab
Udara atau uap air (air) berada dalam sistem
Kondisi Sistem 4
1. Pembacaan pada Low pressure dibawah normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pada High pressure adalah normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F).
Kemungkinan Penyebab
Adanya hambatan di sisi tekanan tinggi pada saluran liquid, yang mengakibatkan refrigerant
keluar dari evaporator telah melampui pada batasan tertinggi. Hambatan ini juga bisa
mengakibatkan pada evaporator akan kekurangan refrigerant dari receiver dryer atau dari in-
line dryer. Filter yang tersumbat atau kerusakan pada blower motor adalah kemungkinan
penyebab adanya hambatan aliran udara.
Catatan:
Hambatan pada aliran refrigerant dapat di identifikasi dengan terbentuknya bunga es pada
line atau pada receiver dryer/in-line dryer.
Kondisi Sistem 5
Catatan:
Sistem AC hanya terasa dingin pada pagi dan malam hari. Sistem AC tidak dingin pada siang
hari.
88
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
2. Pembacaan pada High pressure adalah normal, tetapi pembacaan gauge akan
turun ke bawah normal ketika pembacaan pada Low pressure turun ke range
vakum.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F).
3. Aliran udara dari evaporator sangat dingin, tetapi akan hangat ketika pembacaan Low
pressure turun menuju vakum.
Kemungkinan Penyebab
Sistem banyak terdapat moisture. Desiccant pada Receiver dryer atau In-line dryer penuh
dengan air. Es bisa terbentuk didalam orrifice tube atau expansion valve dan ini bisa
menghambat aliran refrigerant.
Catatan:
Low pressure (suction) akan turun menuju vakum ketika es terbentuk didalam expansion
valve. High pressure (discharge) akan turun ketika Low pressure turun menuju vakum.
Kondisi Sistem 6
1. Pembacaan Low pressure tidak mengalami perubahan. Tekanan naik ketika
kompresor tidak beroperasi.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pressure gauge berada pada range tertinggi dari range normal.
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F).
Kemungkinan Penyebab
Didalam sistem terdapat udara atau moisture. Sistem tidak diisi penuh dengan refrigerant.
89
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Kondisi Sistem 7
1. Pembacaan pada Low pressure diatas normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pada High pressure diatas normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
Catatan:
Kompresor tidak bekerja dibawah temperatur sekitar yang sangat ekstrim. Kompresor tidak
bekerja dibawah kelembaban tinggi yang sangat ekstrim.
Kemungkinan Penyebab
Sistem diisi berlebihan.
Catatan:
Lakukan prosedur berikut ini jika sistem telah lama tidak dilakukan pemeliharaan dan lakukan
juga jika tekanan pada sistem tidak sesuai.
Kondisi Sistem 8
1. Pembacaan pada Low pressure diatas normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pada High pressure dibawah normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F) dan refrigerant terisi penuh didalam sistem.
Kemungkinan Penyebab
Kompresor mengalami kebocoran internal. Reed valve mengalami kebocoran. Piston, ring,
atau silinder kompresor mengalami keausan.
Jika ditemukan kebocoran eksternal seperti connection hose, lakukan prosedur berikut ini
• Pindahkan refrigerant.
• Perbaiki kebocoran.
90
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Jika jumlah refrigerant yang keluar cukup banyak, periksa oli kompresor.
• Evakuasi sistem.
• Isi sistem dengan jumlah yang tepat. Pengukuran refrigerant berdasarkan berat.
• Setelah sistem diisi, operasikan minimum 10 menit, dan lakukan performance check.
Kondisi Sistem 9
1. Pembacaan pada Low pressure diatas normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pada High pressure adalah normal atau rendah.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F) dan refrigerant terisi penuh didalam sistem.
Kemungkinan Penyebab
Aliran refrigerant melalui koil evaporator terlalu berlebihan. Expansion valve bisa saja stuck
atau tertahan pada posisi OPEN.
Catatan:
Sensing bulb harus terpasang dengan benar, untuk menyakinkan pengoperasian expansion
valve telah benar.
• Evakuasi sistem.
• Isi sistem dengan jumlah yang tepat. Pengukuran refrigerant berdasarkan berat.
• Setelah sistem diisi, operasikan minimum 10 menit, dan lakukan performance check.
2. Jika pressure gauge menunjukkan pembacaan yang benar dari operasi expansion
valve, maka lakukan prosedur berikut ini
• Gunakan Clip 8P-6355 untuk menahan sensing bulb pada outlet pipa evaporator.
Penempatan sensing bulb seharusnya sedekat mungkin dengan evaporator dan
terpasang erat menggunakan Strip Insulation 5P-7070.
• Tahapan selanjutnya yakinkan sistem beroperasi dengan benar, dan lakukan
performance check.
91
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
1. Capilarry tube
2. Expansion valve diapraghma
chamber
3. Inlet
4. Outlet
Gambar 95.
Kondisi Sistem 10
1. Pembacaan pada Low pressure terlalu rendah.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pada High pressure terlalu rendah.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F).
3. Temperatur alira udara dari evaporator dingin sebahagian (partially cool) atau hangat.
4. Moisture (air) atau bunga es pada inlet expansion valve atau pada orrifice tube
assembly.
Kemungkinan Penyebab
Permasalahan yang digambarkan dalam Step 1 sampai Step 4 bisa menyebabkan kesalahan
berikut ini.
Catatan:
Kesalahan berikut ini akan menyebabkan hambatan aliran refrigerant ke evaporator.
Catatan:
Inlet ke expansion valve akan hangat selama operasi normal
1. Jika inlet expansion valve terlalu dingin, lakukan prosedur berikut ini:
• Posisikan kontrol temperatur AC pada maksimum COOL dan switch Fan pada posisi
HIGH.
• Dinginkan pada bahagian atas ruang diaphragma expansion valve dengan es atau
cairan nitrogen. Catat pembacaan Low pressure. Pembacaan seharusnya
mengindikasikan ke arah vakum.
92
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
• Jika Low pressure mengindikasikan vakum, siramkan air panas pada bahagian atas
ruang diaphragma expansion valve. Urutan test ini untuk menyakinkan operasi dari
expansion valve, lakukan lagi test diatas. Jika operasi expansion valve telah benar,
lanjutkan ke Step 2.
• Jika pembacaan Low pressure mengindikasikan pengoperasian expansion valve
yang tidak benar, pindahkan refrigerant dari sistem.
• Ganti expansion valve.
Catatan:
Sensing bulb harus dipasang dengan benar dan yakinkan dapat beroperasi dengan benar.
Bersihkan lokasi penempatan bulb dengan benar.
• Evakuasi sistem.
• Isi sistem dengan jumlah yang tepat. Pengukuran refrigerant berdasarkan berat.
• Setelah sistem diisi, operasikan minimum 10 menit, dan lakukan performance check.
2. Jika Low pressure gauge mengindikasikan expansion valve bekerja dengan benar,
lakukan prosedur berikut ini:
• Sensing bulb terletak di posisi yang benar pada outlet pipa evaporator. Bulb
seharusnya berada pada sisi upstream dari pressure sensing connection dalam outlet
pipa evaporator. Isolasi disekeliling bulb dan jepitkan pada outlet pipa evaporator.
• Yakinkan kembali bahwa sistem telah beroperasi dengan benar, lakukan
performance check.
1. Capilarry tube
2. Expansion valve diapraghma
chamber
3. Inlet
4. Outlet
Gambar 96.
Catatan:
Untuk sistem expansion valve mengacu pada Step 1. Untuk sistem orifice tube mengacu
pada Step 3.
93
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Kondisi Sistem 11
1. Pembacaan pada Low pressure terlalu tinggi.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pada High pressure terlalu tinggi.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F).
Kemungkinan Penyebab
Kondenser tidak bekerja dengan benar.
Catatan:
Pengisian refrigerant pada sistem normal atau bisa berlebihan.
Catatan:
Jangan operasikan engine.
• Pindahkan refrigerant
• Evakuasi sistem
• Isi sistem kembali dengan jumlah yang tepat. Pengukuran refrigerant berdasarkan
berat.
Catatan:
Dengan temperatur sekitar diatas 210C (700F), pembacaan normal pada gauge untuk sisi Low
pressure adalah 70 – 138 kPa (10-20 psi) sepanjang pembacaan normal pada gauge untuk
sisi High pressure adalah 820 – 1300 kPa (120-190 psi).
4. Jika pembacaan Low dan High pressure gauge terlalu tinggi, lakukan prosedur
berikut ini:
• Pindahkan refrigerant dari sistem.
• Ganti receiver dryer atau ganti in-line dryer.
• Jika receiver dryer atau in-line dryer tidak dilengkapi dengan quick couplers, evakuasi
sistem.
• Isi sistem dengan jumlah yang tepat. Pengukuran refrigerant berdasarkan berat.
• Setelah sistem diisi, operasikan minimum 10 menit, dan lakukan performance check.
94
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Kondisi Sistem 12
• Air ada didalam vent.
• Kebocoran air dari unit.
Kemungkinan Penyebab
Nonreturn valve dari drain
1. Periksa nonreturn valve pada posisi dan arah yang benar.
Kondisi Sistem 13
1. Pembacaan pada Low pressure diatas normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pada High pressure dibawah normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F).
Kemungkinan Penyebab
1. Thermostatic switch stuck open. Hal ini tidak memungkinkan magnetic clutch untuk
memutar kompresor.
• Periksa konektor kabel pada thermostatic switch dan pada magnetic clutch.
3. Kabel yang terhubung antara switch dengan magnetic clutch open circuit.
• Periksa resistansi koil dengan multimeter.
• Periksa ground kabel pada magnetic clutch dengan benar.
• Gabungkan dua kabel pada switch. Periksa magnetic clutch operasi dengan benar.
• Lanjutkan pengecekan komponen elektrik.
Jika kabel pada switch atau magnetic switch tidak terhubung, lakukan perbaikan. Jika ada
kerusakan pada kabel menuju clutch, maka akan menyebabkan switch tetap open,
lakukan perbaikan. Untuk memastikan sistem telah bekerja dengan baik, lakukan
performance check.
Jika capilary tube tidak terisi atau switch selalu open, masalah ada pada thermostatic
switch
• Ganti switch
• Untuk memastikan sistem telah bekerja dengan baik, lakukan performance check.
95
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Catatan:
Masalah bisa disebabkan oleh satu berikut ini: pengisian yang kurang, pengisian yang
berlebihan, atau evaporator beku.
Kondisi Sistem 14
1. Pembacaan pada Low pressure dibawah normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
2. Pembacaan pada High pressure dibawah normal.
Untuk tekanan operasi normal mengacu pada tabel 4
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F).
Kemungkinan Penyebab
Thermostatic switch menutup. Terjadi short pada kabel menuju magnetic clutch. Magnetic
clutch tidak bisa release.
Kemungkinan Penyebab
Catatan:
Temperatur sekitar diatas 210C (700F).
3. Outlet pada akumulator seharusnya dingin. Jika tidak dingin, periksa pembacaan
manifold gauges.
• Jika pembacaan pada Low pressure diatas 345 kPa (50 psi), periksa orifice tube.
• Jika pembacaan pada Low pressure menuju vakum, periksa apakah orifice tube
tersumbat atau ada hambatan didalam line.
96
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
• Hambatan pada liquid line dapat dikenali dengan meraba line selama sistem hidup
hingga ada terasa perubahan temperatur. Perubahan temperatur pada line biasanya
mengindikasikan lokasi hambatan.
4. Jika inlet dan outlet pada accumulator hangat, mengacu pada service manual.
2 - Hambatan:
Pembacaan Gauge: High dan Low pressure terlalu
rendah.
97
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Amati: Tidak ada tanda terlihat dari luar. Uap air akan
menyebabkan internal korosi dengan cepat pada
komponen alumunium.
4 – Kelebihan Oli :
Pembacaan Gauge: Kondisi ini tidak mudah dikenali
melalui pembacaan gauge, kecuali dalam kondisi
yang sudah ekstrim. Masalah ini muncul biasanya
telah diservis dengan teknisi yang berbeda dari
sebelumnya. Dia berpendapat dengan menambah
sedikit oli (hanya untuk kasus ini) akan menghindari
kerusakan pada kompresor. Dalam kondisi yang
ekstrim, kelebihan oli mengindikasikan High dan Low
pressure akan tinggi melebihi normal, dan oli
membentuk gumpalan sehingga perpindahan panas
(pada kondenser dan evaporator) tidak sempurna
karena gumpalan tersebut membentuk lapisan.
98
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Tips dan Trik: Masalah pada clutch kadang terjadi Juga periksa fuse dan wiring. Periksa
disebabkan tidak berfungsinya koil. Pada kondisi kekurangan tegangan atau air gap
pada clutch. Siklus yang terlalu cepat
start-up, ketika temperatur kompresor dingin, koil akan mendahului permukaan clutch
beroperasi dengan baik. Setelah beberapa menit yang berakibat terbakar atau keausan
beroperasi, temperatur naik dan menyebabkan belitan dan kerusakan clutch yang terlalu
koil tidak bekerja dan membuka rangkaian. Ini cepat.
terkadang sulit dideteksi, kita harus melakukan
pemeriksaan wiring diagram untuk mengetahui
bagaimana sistem clutch ini bekerja dengan baik.
Charge port caps ini hanya sebuah penutup plastik kecil yang mempunyai ulir dan
dipasangkan pada charge port, tetapi benda ini sangat penting, khususnya ketika sistem
mengalami kebocoran. Perhatikan dengan seksama, pada bahagian dalam atas dari cap,
akan terlihat sebuah rubber seal atau o-ring seal. (Tipe seal tergantung pada tipe charge port
sistem, charge port R-12 akan berbeda dengan sistem R-134a, tetapi kedua desain ini
mempunyai seals).
Charge port caps mempunyai seals karena kebanyakan charge port mengalami kebocoran,
sama halnya yang terjadi dengan schrader valve. Pasang kembali charge port caps ketika
telah selesai melukukan service, ini akan membantu menutup (sealed) dan sistem tidak akan
kekurangan refrigerant.
Seperti sebuah filter, drier atau akumulator hanya bisa menahan sejumlah uap air dan
kotoran. Ketika komponen ini telah jenuh, tidak ada solusi lain kecuali menggantinya.
Kejenuhan dari komponen ini adalah salah faktor yang menyebabkan kegagalan komponen
lain. Ketika komponen ini tidak dapat lagi dapat menyerap uap air, uap air akan bercampur
dengan refrigerant dan membentuk zat asam yang berbahaya didalam sistem. Kemudian zat
asam dapat menyebabkan korosi pada komponen lain, seperti kondenser dan evaporator.
Jika kondenser dan evaporator mengalami korosi, akan mempercepat kejenuhan drier atau
akumulator dan akan mempercepat penggantian komponen.
Jika terjadi kerusakan pada kompresor, kebanyakan garansi pabrik mensyaratkan untuk
melakukan penggantian drier atau akumulator. Hal ini dilakukan karena kerusakan kompresor
kebanyakan disebabkan contaminant dan kotoran yang berasal dari kegagalan fungsi dari
drier atau akumulator.
100
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Kegunaan proses vakum untuk membuang udara dari sistem. Udara tidak dapat
terkondensasi, oleh karena itu udara akan tetap berada diatas dari bahagian kondenser dan
akan menghambat aliran refrigerant. Udara juga akan menaikkan pembacaan gauge pada
high side serta juga menyebabkan performa AC menjadi berkurang (tidak dingin).
Kegunaan lainnya, didalam sistem AC terdapat uap air atau kelembaban. Uap air yang
mengandung air masuk kedalam sistem secara bersamaan melalui hose. Sehingga hose
pada sistem AC menahan pressure refrigerant, tetapi (secara mikroskopis) hose tersebut
melewatkan air. Oleh karena itu uap air harus dibuang dari sistem AC. Permalahannya
adalah jika uap air tersebut tidak dapat dibuang, maka akan bercampur dengan refrigerant
dan membentuk zat asam yang berbahaya karena akan mengakibatkan korosi pada
komponen AC. Korosi pada komponen AC akan berakibat kebocoran sistem. Bagaimanapun
juga, jika sistem AC dilakukan proses vakum yang benar, seluruh udara dan uap air dapat
dibuang. (Uap air atau air akan mendidih dalam kondisi vakum)
Kita tidak memahami masalah yang terjadi dengan menambahkan sedikit refrigerant ke
sistem. Mari kita perhatikan contoh berikut ini. Pada kondisi temperatur sekitar 270C
pembacaan tekanan pada high side 150 psi dan low side 35 psi. Total pengisian refrigerant
pada sistem adalah 0,9 kg. Dari pembacaan yang diperoleh pada gauge, berapa banyak
refrigerant yang harus ditambahkan? Jika kita tidak yakin seberapa banyak jumlah yang
ditambahkan hanya ada satu cara, yakni kosongkan sistem dan isi kembali dengan jumlah
(berat) yang benar.
Tanpa memperhatikan jenis kontaminan didalam sistem AC, proses ini perlu dilakukan. Ingat,
dengan mengambil kurang 1/10 sendok teh kotoran akan menghambat aliran refrigerant dan
oli kompresor didalam sistem AC. Hal ini cukup menyebabkan kerusakan yang cukup besar
dalam sistem AC.
Jenis partikel asing yang bersirkulasi pada sistem AC akan terperangkap pada inlet screen di
orifice tube. Ketika ada indikasi kontaminan, sistem AC seharusnya dilakukan proses flush
sehingga kontaminan dapat dibuang. Jika anda tidak melakukan melepas dan memeriksa
orifice tube, anda tidak akan mengetahui kondisi sebenarnya dari sistem AC tersebut.
101
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
TT025 SISTEM AIR CONDITIONING (AC)
Jawabannya: Mungkin. Permasalahan yang besar pada saat menjalankan metode test
kebocoran adalah kebanyakan teknisi jika menemukan satu kebocoran dan kemudian
berhenti. Teknisi tidak memeriksa secara keseluruhan sistem dimana bisa saja terjadi
kebocoran ditempat lain. Jadi hanya dengan mengganti kondenser yang sebenarnya hanya
memperbaiki satu kebocoran saja.
Alangkah baiknya mengikuti pemeriksaan dan mendeteksi kebocoran sistem dimulai dari
kompresor. Diteruskan disepanjang hose hingga menuju kondenser, lanjutkan ke tiap-tiap
komponen hingga kembali ke kompresor. Dengan begitu kita telah memeriksa sistem AC
secara menyeluruh.
Ada dua alasan mengapa metode ini sangat membantu kita. Pertama, jika kita memeriksa
dimulai dan diakhiri dari kompresor sekalipun pada bahagian yang sulit dicapai, kita yakin
telah memeriksa setiap komponen dan hose di sistem AC. Kedua, metode ini akan
menyakinkan aliran refrigerant didalam sistem. Oleh karena itu sangat membantu ketika
melakukan diagnosa atau mencoba untuk mengetahui kemungkinan permasalahan berada.
102
PT TRAKINDO UTAMA
Training Center Cileungsi
Indikasi kebocoran internal pada kompresor meliputi pembacaan tekanan rendah yang lebih tinggi dari normal dan pembacaan tekanan tinggi yang rendah. Kebocoran dapat disebabkan oleh reed valve yang bocor atau keausan komponen internal. Pemeriksaan melibatkan uji kebocoran dan inspeksi visual .
Pencampuran R134a dengan udara dapat meledak saat campuran ini bertekanan, makanya saat memeriksa kebocoran sangat penting untuk tidak mencampur R134a dengan udara .
Membuang refrigerant ke atmosfer sangat berbahaya bagi lingkungan. Refrigerant R12, misalnya, dapat merusak lapisan ozon dan, ketika dibakar, menghasilkan gas beracun phosgene yang mematikan . Penanganan refrigerant yang benar melibatkan pengosongan sistem dan menyimpan refrigerant di tangki yang dirancang khusus untuk recover, bukan di tangki bekas. Proses ini harus mengikuti peraturan pemerintah untuk mencegah kontaminasi dan kerusakan lingkungan . Menggunakan peralatan seperti recovery unit dan melakukan proses vakum adalah langkah-langkah penting untuk memastikan bahwa refrigerant dan kelembaban dikeluarkan dengan aman dari sistem . Keamanan harus diutamakan dengan memakai perlengkapan pelindung dan bekerja di area yang berventilasi baik untuk mencegah efek berbahaya dari menghirup gas refrigerant .
Pembentukan es di dalam orifice tube mengindikasikan adanya moisture di dalam sistem AC, yang berarti desiccant pada receiver dryer atau in-line dryer sudah penuh dengan air. Penggantian diterapkan untuk memastikan penghilangan moisture dan mencegah hambatan .
Tes kebocoran dan perbaikan harus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada refrigerant yang terbuang selama pengisian ulang dan bahwa sistem berfungsi dengan efisien. Kehilangan refrigerant tidak hanya menurunkan performa tetapi juga meningkatkan risiko lingkungan .
Jika terdeteksi kebocoran saat melakukan proses evakuasi sistem pendingin udara, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan proses evakuasi dan memperbaiki sumber kebocoran tersebut sebelum melanjutkan pengosongan sistem . Kebocoran dapat diperiksa dengan menggunakan leak detector electronic untuk deteksi yang lebih akurat . Setelah kebocoran diperbaiki, kosongkan sistem lagi, buang seluruh udara dan uap air, dan lakukan pengisian ulang sistem dengan refrigerant yang tepat . Pastikan juga untuk memeriksa dan mengganti komponen seperti drier atau akumulator jika diperlukan, karena ini dapat membantu mencegah kontaminasi lebih lanjut dalam sistem .
Hambatan aliran refrigerant dalam sistem pendingin udara dapat diindikasikan oleh beberapa tanda utama. Salah satu indikasi adalah pembacaan tekanan pada manifold gauge, di mana tekanan Low pressure menuju ke vakum menunjukkan kemungkinan hambatan atau sumbatan, seperti pada orifice tube atau liquid line . Selain itu, perubahan suhu yang mendadak pada liquid line saat sistem AC menyala juga menandakan adanya hambatan . Hambatan dapat disebabkan oleh kotoran dalam sistem yang menyumbat filter, orifice tube, atau membentuk es dalam expansion valve, yang semuanya dapat menghambat aliran refrigerant . Pembentukan bunga es pada liquid line atau receiver dryer/in-line dryer juga bisa menjadi indikator adanya hambatan .
Jika high-pressure valve pada manifold gauge tidak dibiarkan tertutup saat engine sedang berjalan, beberapa konsekuensi negatif dapat terjadi. Pertama, tindakan ini berisiko menyebabkan masuknya refrigerant ke bagian sistem yang tidak diinginkan, yang dapat membahayakan komponen sistem AC, seperti kompresor . Kedua, tekanan tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan atau ledakan pada sistem, mengingat tekanan sistem yang tinggi dapat berpotensi melebihi batas aman yang ditetapkan oleh komponen sistem, seperti high pressure relief valve . Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa high-pressure gauge valve selalu tertutup saat melakukan pengisian refrigerant atau selama sistem beroperasi dengan engine berjalan ."} 15 20
Jika tekanan refrigerant lebih tinggi dari normal pada kedua sisi low dan high pressure, ada beberapa kemungkinan penyebab yang perlu diperiksa dan diatasi: 1. Periksa adanya hambatan dalam sistem, seperti orifice tube atau TX valve yang mungkin tersumbat, yang bisa menyebabkan peningkatan tekanan pada kedua sisi . 2. Evaluasi keberadaan udara atau uap air di dalam sistem, yang dapat mempengaruhi tekanan dan kinerja sistem AC. Solusinya adalah dengan mengeluarkan refrigerant dari sistem, mengganti receiver dryer atau in-line dryer, dan melakukan evakuasi sistem sebelum mengisi ulang dengan jumlah refrigerant yang tepat . 3. Pastikan tidak ada kontaminan dalam sistem yang bisa menghambat aliran refrigerant dan menyebabkan tekanan meningkat. Sistem mungkin perlu di-flush untuk menghilangkan kotoran tersebut . Langkah-langkah ini dapat membantu menormalkan tekanan dan memulihkan fungsionalitas sistem AC.
Langkah awal saat memasang manifold gauge set pada sistem AC adalah melepas tutup pelindung dari service valve stem yang biasanya dapat dilepas dengan tangan karena terbuat dari logam lunak atau plastik . Selanjutnya, hubungkan manifold service hose ke kompresor. Hose tekanan rendah (warna biru) dihubungkan ke sisi hisap kompresor, dan hose tekanan tinggi (warna merah) ke sisi buang kompresor . Pastikan bahwa hand shut-off valve pada manifold tertutup sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya .