No Absen : 24
SANG PEMIMPI
Sang Pemimpi merupakan sebuah novel buah karya dari penulis Andrea
Hirata. Novel Sang Pemimpi sangat kental dengan nuansa semangat juang untuk
menggapai cita-cita. Perjuangan yang tidak pernah padam untuk sebuah impian
berada di Kota Sorbonne, Prancis.
Karya buku fiksi ini mempunyai unsur persahabatan dan sedikit sentuhan
kisah cinta yang sangat unik. Dalam novel ini saya sepakat bahwa penulis Andrea
Hirata mempunyai maksud yang sangat jelas. Yaitu itu ingin menyampaikan
sebuah pemikiran tentang sebuah impian suci yang harus berlandaskan tekad dan
semangat yang kuat serta tidak mudah berputus asa.
Melalui karyanya ini, ia mengajak kita untuk melihat dan menyadari akan
lemahnya sistem tatanan pendidikan di negeri tercinta ini yang dilihat dari sudut
pandang sosial masyarakat golongan kebawah.
Sang Pemimpi menceritakan tentang betapa susahnya hidup ditanah
Belitung yang diperankan oleh anak-anak yang mempunyai sejuta impian. Mereka
adalah seorang bocah yang berjuang untuk hidup dengan banyak tantangan.
Bocah-bocah inilah yang berjuang untuk melanjutkan pendidikan di SMA
Negeri yang letaknya sangatlah jauh dari kampung halamannya. Hingga pada
akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal di sebuah pasar kumuh dan bekerja
menjadi kuli ngambat untuk tetap bisa bertahan hidup.
Tokoh utama Novel Sang Pemimpi adalah seorang pria yang bernama Ikal.
Ia adalah anak seorang pegawai PT. Timah yang terancam bangkrut. Selain Ikal,
tokoh lainnya adalah Arai yang merupakan seorang anak yang hanya hidup
sebatang kara.
Tak lupa juga dengan si Jimbron, seorang anak yang diasuh dengan
seorang pendeta namun justru tetap kukuh dengan agama yang dianutnya, yaitu
agama Islam. Ia juga seorang anak yang selalu mengidam-idamkan ingin
mempunyai seekor kuda.
Arailah yang menjadi awal dari semua mimpi-mimpi meraka. Arailah yang
terus bersemangat dan menyemangati kedua sahabatnya tersebut agar semua
mimpi dan cita-cita mereka dapat menjadi sebuah [Link] Ikal bertekad
akan terus bersama Arai sampai mereka bisa menjelajahi dunia dengan sejuta
impian mereka. Selama 3 tahun menempuh pendidikan SMA, mereka bertiga
bekerja keras untuk dapat membantu ekonomi orang tua mereka dengan
membiayai hidup sendiri.
Walaupun sebagian waktu mereka digunakan untuk bekerja, mereka
termasuk murid-murid yang berprestasi di sekolahnya. Mozaik di novel itu
menceritakan saat ketiga bocah itu melewati masa pendidikannya di [Link]
sangat disayangkan mereka pernah terjerumus menonton film dewasa di bioskop.
Karena film itulah mereka lupa untuk dapat menahan nafsunya. Meskipun Ikal
pernah kehilangan kepercayaan dirinya untuk sukses, sehingga ia tersungkur dari
prestasi yang pernah ia capai.
Akan tetapi ayah Ikal tetap menyambut semua itu dengan senyuman dan
kesabaran. Saat itulah Ikal semakin tercambuk untuk bisa menjadi orang yang
sukses. Setelah SMA, Ikal dan Arai memutuskan untuk pergi ke Jakarta. Tapi
tidak dengan Jimbron, ia memilih untuk bekerja di peternakan.
Jakarta merupakan tujuan utama mereka berdua akan tetapi telah sirna
karena bus yang mereka tumpangi menuju Kota Bogor. Namun itu bukanlah
sebuah masalah yang pelik bagi mereka. Dengan pantang menyerah mereka tetap
berjuang untuk menggapai impian mereka.
Liku kehidupan belum berakhir. Dengan berbekal ijazah SMA, Ikal dan
Arai tidak kunjung mendapatkan sebuah pekerjaan. Hingga akhirnya mereka
berdua melamar di Kantor Pos namun takdir berkata lain. Hanya Ikal yang lolos
dan Arai gagal pada tes [Link] yang tidak terduga, ketika Arai
memutuskan untuk pergi meninggalkan Ikal begitu saja. Arai memutuskan untuk
merantau ke Kalimantan dan meninggalkan Ikal yang sudah bekerja dan berhasil
menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia.
Di akhir novel ini, penulis Andrea Hirata memberikan sajian cerita yang
tidak terduga. Setelah sekian lama Ikal dan Arai berpisah, akhirnya mereka
dipertemukan pada saat tes untuk mendapatkan beasiswa S2 di [Link]
pengumuman tes tersebut bertuliskan kalau keduanya lolos dan diterima di
Universite de Paris, Sorbonne, Prancis.
KATA HATI sebutlah itu cinta
Novel ini menceritakan seorang fotografer bernama Randi dan seorang
kekasihnya yang bernama Dera. Dera berprofesi sebagai seorang model di
Yogyakarta. Suatu ketika demi menitih karirnya Dera harus meninggalkan Randi
yang sudah 5 tahun berpacaran dan meninggalkan Yogyakarta untuk ke Jakarta.
Randi dan Dera selalu menghabiskan waktunya di cafe yang bernama
Djendelo Koffie. Semenjak ditinggalkan oleh Dera hari – hari Randi berantakan.
Ia selalu memesan kopi item baginya mungkin cuma kopi item ini yang cocok
menggambarkan kehidupannya. Gelap, Item, Pahit.
Fila, cewek yang mempunyai sahabat bernama Adrian. Ia berteman selama
10 tahun dan Fila sayang kepada Adrian namun Fila tidak berani mengungkapkan
kata hatinya sampai Adrian melanjutkan kuliah diluar negeri. Mereka menjalin
hubungan melalui webcam, hingga suatu ketika Adrian mencoba belajar dan
meminta komentar kepada Fila untuk untuk “menembak” calon pacarnya diluar
negeri tetapi Fila beranggapan bahwa itu untuknya. Hati Fila hancur dan ia
memutuskan untuk merobek foto dan semua kenangan bersama Adrian.
Setiap hari Fila suka datang ke Djendelo Koffie, selama beberapa hari ia
juga melihat Randi. Fila menghampiri Randi dan mereka berkenalan. Randi
melihat bayang – bayang Dera ada didalam Fila. Setiap hari mereka ngobrol –
ngobrol bersama karena Fila juga suka fotografi Rendi mengajak Fila untuk
hunting foto bersama.
Kini hidup Randi tidak pahit, hidup Randi sudah manis. Ia mulai tidak
minum Kopi pahit itu lagi. Disaat hidupnya sudah kembali manis. Dera tiba-tiba
ada jadwal pemotretan di Yogyakarta ia sengaja tidak menghubungi Randi karena
ingin memberi surprise. Setelah bertemu Dera meminta Randi untuk kembali lagi
dengannya. Setelah apa yang Dera lakukan kepada Randi. Hidup Randi
berantakan, kerjaan Randi tidak karuan hampir dipecat kini Dera datang dan
meminta kembali? Rendi langsung meninggalkan Dera sendiri.
Dera tiba – tiba muncul di kos Randi, ia membereskan semua kos Randi
yang berantakan. Handphone Randi berbunyi, Fila menghubungi Randi. Dera
semakin penasaran apakah ada orang lain selain ia yang ada dihati Randi? Dera
mengajak Fila untuk bertemu, ia pernah bertemu sebelumnya di Djendelo Koffie.
Dera menceritakan semuanya kepada Fila tentang masa lalunya. Namun Fila tidak
berpikir negatif, Dera mengajak Fila untuk berkompetisi mendapatkan Rendi
tetapi Fila menolak Love is not a competition biarlah Randi yang memilih.
Randi dan Fila melakukan hunting bersama keliling Yogyakarta, mereka
semakin dekat. Randi memberi usul bagaimana kalau Fila membuka Pameran
Foto hasil karyanya sendiri karena menurut Randi Fila memiliki potensi untuk itu.
Dengan konsep Black and White pameran foto itu berlangsung di Djendelo
Koffie.
Fila : “Menurut aku, cinta itu hitam dan putih. Ada gelap ada terang.
Ada yang pergi ada yang datang.”
Randi : “Aku rasa, cinta tidak setegas itu. Tidak hanya sekedar hitam dan
putih. Cinta itu abstrak. Tidak jelas.”
Selepas acara itu berakhir dengan sukses. Saat itu dikeheningan malam
yang mewakili suara hati mereka. Fila mulai menanyakan bagaimana kabar Dera.
Dera sudah pergi jauh, ia mengirim email kepadaku.
“ Fila, dia masa lalu aku. Sampai kapan pun, dia akan jadi seperti itu.
Nggak bakal jadi masa sekarang, apalagi masa depan aku”. Randi dengan penuh
keyakinan menggenggam tangan Fila dan menatap Fila,“ kamu mau jadi masa
depan aku?”. Fila mengangguk, membalas genggaman Randi. Senyum Fila itu,
senyum yang sama dengan yang Randi lihat saat pertama kali ia bertemu Fila. Di
tempat yang sama , diwaktu yang berbeda. Saat itu, Randi dan Fila dua orang
asing yang tidak saling kenal. Namun sekarang mereka adalah dua orang yang tak
ingin saling kehilangan. Dua orang yang saling menjadikan satu sama lain sebagai
catatan rencana masa depan.