PAPER
JOB DESIGN
(Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia
Bidang Kesehatan Kelas A)
Dosen Pengampu :
Yennike Tri Herawati, [Link]., [Link].
Disusun Oleh :
Kelompok 9
Risdatul Mumtamah (162110101023)
Sri Pramiraswari H.I. (162110101097)
Brima Sahwa Sukma S. (162110101171)
BAGIAN ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN
PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS JEMBER
2019
A. Definisi Job Design
Job Design atau desain pekerjaan adalah fungsi penetapan
kegiatan-kegiatan kerja seorang individu atau kelompok karyawan secara
organisasional (Handoko dalam Subekhi dan Jauhar, 2012). Job design
adalah sebuah metode untuk memotivasi karyawan, suatu perusahaan
perlu memiliki sistem kerja yang dapat memotivasi karyawan sehingga
tujuan perusahaan dapat tercapai dengan suasana kerja yang meningkatkan
kepuasan kerja karyawan. Job design digunakan pula untuk mengurangi
rasa bosan dan menghadapi stress kerja yang dihadapi karyawan.
Menurut Rivai dan Sagala (2009), job design adalah proses
penentuan tugas yang akan dilaksanakan, metode yang digunakan untuk
melaksanakan tugas, dan bagaimana pekerjaan tersebut berkaitan dengan
pekerjaan lainnya di dalam perusahaan. Sedangkan menurut Mondy
(2008), job design adalah proses menentukan tugas-tugas spesifik untuk
dikerjakan, metode yang dipakai dalam menjalankan tugas, dan cara
pekerjaan yang bersangkutan berhubungan dengan pekerjaan lain dalam
organisasi.
B. Alasan dan Tujuan Job Design
Desain pekerjaan perlu dilakukan kepada setiap karyawan dan
kelompok karyawan dengan alasan sebagai berikut :
1. Pada hakekatnya sering terjadi konflik antara kebutuhan-kebutuhan
dan keinginan karyawan dan kelompok karyawan dengan berbagai
persyaratan desain pekerjaan
2. Sifat unik setiap karyawan mengakibatkan munculnya bermacam-
macam tanggapan dalam wujud sikap, kegiatan fisik, dan
produktivitas dalam pelaksanaan pekerjaan tertentu
3. Perubahan-perubahan lingkungan, organisasional, dan perilaku
karyawan membuat desain pekerjaan, ketepatan pendekatan-
pendekatan pengembangan kerja standar dan model-model tradisional
perilaku karyawan harus selalu dipertanyakan.
Bila tuntutan-tuntutan itu dipertimbangkan dan dipadukan secara
hati-hati dengan desain pekerjaan yang tepat, hasilnya adalah pekerjaan
yang produktif dan memuaskan. Tetapi bila masukan atau keluaran yang
diinginkan diabaikan, maka dapat menimbulkan masalah.
Desain pekerjaan mutlak dimiliki oleh setiap perusahaan karena
dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas
menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah
dan jelas. Menurut (Sunarto, 2005) desain pekerjaan memiliki tujuan agar :
1. Efisiensi operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi
optimal.
2. Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara
horizontal dan hirarki.
3. Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal.
4. Tanggung jawab tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bisa
meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim.
5. Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi
C. Kerangka Proses Job Design
Kerangka proses Job Design menurut Handoko (1988) adalah
sebagai berikut :
Keluaran-
Proses
Masukan- Masukan keluaran yang
Transformasi
Diinginkan
Permintaan-
permintaan
Organisasional :
- Tujuan
- Sasaran
- Strategi
- Kebijaksanaan
- Organisasi
- Rencana
- Kegiatan
Permintaan- Pekerjaan yang
permintaan Desain Pekerjaan Produktif dan
Lingkungan : Memuaskan
- Teknologi
- Kondisi
Ekonomi
- Pemerintah
- Sosial Budaya
- Persaingan
Permintaan-
permintaan
Keprilakuan :
- Kebutuhan-
kebutuhan
Sumber Daya
Manusia
- Motivasi
- Kepuasan
Kerja
Umpan Balik
Gambar 1 Kerangka Proses Job Design
D. Teknik Job Re-design
Teknik-teknik dalam perancangan kembali pekerjaan adalah
sebagai berikut (Handoko, 2010) :
1. Simplifikasi Pekerjaan
Bila tingkat spesialisasi pekerjaan-pekerjaan terlalu rendah
(underspecialization), departemen personalia dapat melakukan
simplifikasi pekerjaan. Ini berarti pekerjaan disederhanakan. Tugas-
tugas suatu pekerjaan dibagi menjadi dua. Tugas-tugas yang tidak
diperlukan diidentifikasi dan dihapuskan.
Risiko simplifikasi pekerjaan adalah bahwa pekerjaan-pekerjaan bisa
menjadi terlalu terspesialisasi sehingga menimbulkan kebosanan yang
pada gilirannya menyebabkan kesalahan-kesalahan atau permintaan
keluar. Masalah potensial ini lebih mungkin terjadi dalam organisasi
dengan karyawan-karyawan terdidik atau terampil.
2. Perluasan Kerja
Kadang-kadang berbagai pekerjaan dapat dibuat lebih menarik dengan
memperluasnya. Pekerjaan-pekerjaan yang terlalu rutin atau
terspesialisasi jarang menawarkan kesempatan untuk pertumbuhan
psikologis, penghargaan, atau sumber-sumber kepuasan lainnya. Ada
tiga metode untuk memperbaiki kondisi pekerjaan-pekerjaan yang
terlalu terspesialisasi (overspecialization) melalui perancangan
kembali, yaitu rotasi jabatan, perluasan pekerjaan secara horizontal
(job enlargement), dan perluasan pekerjaan secara vertikal (job
enrichment).
a. Rotasi jabatan adalah memindahkan para karyawan dari suatu
pekerjaan ke pekerjaan lain. Pekerjaan-pekerjaan itu sendiri secara
nyata tidak berubah, hanya para karyawan yang berputar. Rotasi
mengatasi sifat monoton dari pekerjaan yang sangat terspesialisasi
melalui pemberian kesempatan untuk menggunakan berbagai
ketrampilan dan kecakapan lain. Organisasi memperoleh manfaat
karena para karyawan menjadi cakap dalam beberapa pekerjaan
bukan hanya satu pekerjaan. Penguasaan terhadap berbagai macam
pekerjaan memberikan kesempatan tumbuh dan membuat
karyawan merasa lebih bernilai bagi organisasi. Menurut Gomez et
al dalam Radita dan Netra (2017), rotasi pekerjaan (job rotation)
merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan produktivitas
pada suatu organisasi, tetapi tetap diperlukan pelatihan dan
pendidikan untuk mendukung jabatan atau posisi yang akan
ditempati karyawan tersebut.
b. Job enlargement berarti penambahan lebih banyak tugas kepada
karyawan untuk meningkatkan variasi pekerjaan dan mengurangi
sifat pekerjaan yang membosankan (monoton). Ini bukan berarti
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan
untuk melakukan pekerjaan yang telah diperluas tersebut. Dalam
kasus job enlargement, masalah pokok adalah menghentikan
spesialisasi yang berlebihan, dengan kemungkinan kehilangan
sedikit efisiensi, untuk mengurangi kebosanan dan sifat monoton.
Dengan demikian, hal ini akan membuat para karyawan lebih
terpuaskan dan termotivasi secara efektif.
c. Job enrichment adalah perluasan pekerjaan dan tanggungjawab
secara vertikal. Perluasan pekerjaan ini merupakan suatu
perubahan yang direncanakan (planned change) pada berbagai
kegiatan pekerjaan untuk memberikan variasi yang lebih besar
kepada karyawan yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan
lebih. Perluasan secara vertikal diterapkan untuk dapat
memberikan kepuasan yang lebih besar kepada karyawan dan
kesempatan bagi pengembangan pribadi. Para karyawan diberi
kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan
manajerial pekerjaan mereka di samping operasionalnya.
E. Job Characteristic
Karakteristik pekerjaan merupakan sifat dari tugas yang meliputi
tanggung jawab, macam tugas dan tingkat kepuasan yang diperoleh dari
pekerjaan itu sendiri. Pekerjaan yang secara instrinsik memberikan kepuasan dan
lebih memotivasi bagi kebanyakan orang dari pada pekerjaan yang tidak
memuaskan (Stoner dan Freeman, 1994). Wood, at al (1998) menjelaskan inti
karakteristik pekerjaan sebagai berikut:
1. Skill Variety (Variasi Keterampilan)
Skill Variety (Variasi Keterampilan) adalah suatu tingkatan dimana
pekerjaan membutuhkan variasi aktifitas yang berbeda dalam
menyelesaikan pekerjaan yang melibatkan sejumlah keterampilan dan
bakat yang berbeda dari karyawan.
2. Task Identity (Identitas Tugas)
Task Identity (Identitas tugas) adalah suatu tingkatan dimana pekerjaan
membutuhkan penyelesaian menyeluruh dan teridentifikasi
pembagianya, oleh karena seseorang terlibat mengerjakan pekerjaan
dari awal sampai akhir dengan hasil yang memungkinkan.
3. Task Significance (Signifikasi Tugas)
Task Significance (Signifikasi Tugas) adalah suatu tingkatan dimana
pekerjaan adalah penting dan melibatkan kontribusi yang berarti
terhadap organisasi atau masyarakat pada umumnya.
4. Autonomy (Otonomi)
Autonomy (Otonomi) adalah suatu tingkatan dimana pekerjaan
memberikan kebebasan secara substansial, kemerdekaan dan
keleluasaan dalam membuat schedule pekerjaan dan menentukan
prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan.
5. Job Feedback (Umpan Balik Pekerjaan)
Job Feedback (Umpan balik Pekerjaan) adalah suatu tingkatan dimana
hasil aktifitas penyelesaian pekerjaan diperoleh langsung oleh
karyawan dan informasi yang jelas mengenai seberapa baik pekerjaan
telah dikerjakan.
DAFTAR PUSTAKA
Handoko, T. H. 2010. Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia.
Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Mondy, R. W. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga.
Radita, N. P. Y. dan I. G. S. K. Netra. 2017. Pengaruh job rotation dan job
performance terhadap organizational commitment pada karyawan melia
bali. E-Jurnal Manajemen Unud. 6(3): 1340-1367.
Rivai, V. dan E. J. Sagala. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk
Perusahaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Subekhi, A. dan M. Jauhar. 2012. Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Pustakaraya.
Subyantoro, A. 2009. Karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, karakteristik
organisasi dan kepuasan kerja pengurus yang dimediasi oleh motivasi kerja (Studi
pada pengurus KUD di Kabupaten Sleman). Jurnal Manajemen dan
Kewirausahaan. 11(1): 11 – 19.
Lampiran
CONTOH JOB DESIGN
A. Job Design oleh Risdatul Mumtamah (162110101023)
B. Job Design oleh Sri Pramiraswari H.I. (162110101097)
Nama Jabatan : Kepala Klinik
1. Uraian Pekerjaan :
a. Ringkasan Pekerjaan :
Mengatur jenis pelayanan klinik, mengawasi pelaksanaan ISO
9001:2008 dan K3, melakukan pemeriksaan umum, penilaian
kinerja staf klinik, pendokumentasian dokumen-dokumen.
b. Fungsi Jabatan
Berperan dalam pengaturan pelayanan klinik, mengawasi
pelaksanaan ISO 9001:2008 dan K3 di lingkungan klinik,
melakukan pemeriksaan umum, penilaian kinerja dan mengatur
pendokumentsaian dokumen-dokumen.
c. Deskripsi Tugas :
1) Harian : Memeriksa kebersihan klinik dan alat-alat kesehatan,
melakukan pemeriksaan umum, mencatat kesehatan
karyawan di laporan kesehatan, dan melakukan rujukan ke
rumah sakit jika diperlukan.
2) Mingguan Tidak ada.
3) Bulanan : Memberikan pengarahan kesehatan, mendiagnosis
penyakit akibat kerja/hubungan kerja (PAK/PAHK),
melakukan pembinaan lingkungan kerja yang fokus pada
asesmen risiko, mengevaluasi laporan kesehatan karyawan
dan pelaksanaan K3, berkoordinasi dengan kantin terkait
dengan makanan yang bergizi, kesehatan dan keamanan
pangan.
4) Tahunan : Mengevaluasi rekapitulasi laporan kesehatan
karyawan, merencanakan program kesehatan karyawan,
menganalisis kebutuhan obat periode selanjutnya, menilai
kinerja staf.
5) Insidentil Tidak ada.
d. Tanggung Jawab :
Bertanggung jawab atas kesehatan karyawan, pendokumentasian
dokumen klinik, penilaian kinerja staf dan pelaksanaan K3 di
lingkungan klinik.
e. Wewenang
Mengatur jenis pelayanan klinik, penilaian kinerja staf,
perencanaan program kesehatan dan kebutuhan obat.
f. Peralatan dan Dokumen Kerja
Peralatan yang digunakan berupa stetoskop, tensimeter,
termometer, P3K, timbangan berat badan, jarum suntik,
komputer, ATK, sedangkan dokumen yang digunakan laporan
harian dan bulanan kesehatan karyawan, laporan kebutuhan obat,
penilaian kinerja.
g. Hasil Kerja
Terpenuhinya standar kesehatan karyawan, dokumentasi
kesehatan karyawan, pelaksanaan K3.
h. Hubungan Kerja
1) Internal perusahaan : Seluruh jabatan pada PT Unitex.
2) Eksternal perusahaan : Dinas Kesehatan, rumah sakit
rujukan, supplier obat.
i. Kondisi Kerja
100% berada di dalam ruangan berpenyuk udara dan tanpa suara
bising yang mengganggu kenyamanan.
j. Variansi Masalah
1) Internal perusahaan : Terkadang terjadi kesalahan informasi
pada karyawan, kurang berkembangnya program pelayanan
klinik.
2) Eksternal perusahaan : Tidak ada.
2. Spesifikasi Pekerjaan
a. Kualifikasi Pekerjaan
1) Pendidikan, minimal Sarjana bidang keperawatan atau
kesehatan masyarakat, memiliki SIP.
2) Pelatihan, K3dan hyperkes.
3) Pengalaman, perawat puskesmas minimal 2 tahun dan rumah
sakit minimal 1tahun.
b. Kompetensi
1) Pengetahuan
Mengetahui hal-hal berkenaan dengan kesehatan karyawan
secara umum dan penanganan emergency.
2) Ketrampilan
Komunikasi, pemeriksaan umum, penanganan emergency.
3) Motivasi
Meningkatkan kesadaran kesehatan pada karyawan.
4) Sikap
Teliti, disiplin, analitis, tegas, sabar.
5) Konsep Diri
Menyadarkan pentingnya kesehatan pada karyawan dan
pencegahan PAK.
C. Job Design oleh Brima Sahwa S. S. (162110101171)
1. Contoh rancangan pekerjaan
Jabatan : Kepala Departemen Kepegawaian
Fungsi : 1. Melakukan perekrutan, perencanaan jenjang karir, dan
pemutusan hubungan kerja
2. Melakukan pengembangan kompetensi karyawan
3. Bertanggungjawab terhadap pemberian kompensasi
Komponen : 1. Melakukan perekrutan, perencanaan jenjang karir, dan
kegiatan pemutusan hubungan kerja
a. Merencanakan jumlah kebutuhan SDM
b. Melakukan seleksi SDM
c. Menempatkan SDM sesuai dengan keahlian dan
kompetensi yang dimiliki
d. Melakukan promosi, demosi, dan mutasi
e. Melakukan pelepasan SDM
2. Melakukan pengembangan kompetensi karyawan
a. Mengadakan program pendidikan dan pelatihan
b. Melakukan penilaian prestasi kerja karyawan
c. Memberikan evaluasi dan feedback terhadap
kinerja karyawan
3. Bertanggungjawab terhadap pemberian kompensasi
a. Mengatur pemberian gaji kepada karyawan
b. Mengatur pemberian bonus dan tunjangan sesuai
dengan kinerja karyawan
2. Contoh uraian dari teknik pada job design
a. Job rotation :
1) Seorang perawat yang sehari-harinya bekerja di bagian poli
mata dilakukan rotasi pekerjaan sehingga menjadi bekerja di
bagian poli jantung.
2) Perawat yang terbiasa menangani pasien lanjut usia dilakukan
rotasi pekerjaan menjadi menangani pasien yang akan
melakukan persalinan.
3) Dokter yang sehari-hari bekerja dengan melakukan praktik di
poli umum dilakukan rotasi pekerjaan sehingga menjadi
bekerja membantu di UGD.
b. Job enlargement :
1) Perawat yang hanya bertugas untuk memasang infus pasien
diberi tambahan pekerjaan yaitu membantu menyuntikkan obat
pasien dan menulis rekam medik.