0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
351 tayangan3 halaman

Panduan Tatalaksana PTSD di RSUD Cibinong

Panduan ini memberikan pedoman tentang diagnosis dan penatalaksanaan gangguan stres pasca trauma (PTSD) berdasarkan kriteria ICD-10. PTSD didefinisikan sebagai respons berkepanjangan terhadap peristiwa traumatik yang menakutkan. Diagnosis didasarkan pada gejala klinis seperti flashback dan pemeriksaan fisik. Pengobatan utama meliputi farmakoterapi seperti SSRI dan benzodiazepin beserta terapi kognitif perilaku dan edukasi.

Diunggah oleh

kenzie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
351 tayangan3 halaman

Panduan Tatalaksana PTSD di RSUD Cibinong

Panduan ini memberikan pedoman tentang diagnosis dan penatalaksanaan gangguan stres pasca trauma (PTSD) berdasarkan kriteria ICD-10. PTSD didefinisikan sebagai respons berkepanjangan terhadap peristiwa traumatik yang menakutkan. Diagnosis didasarkan pada gejala klinis seperti flashback dan pemeriksaan fisik. Pengobatan utama meliputi farmakoterapi seperti SSRI dan benzodiazepin beserta terapi kognitif perilaku dan edukasi.

Diunggah oleh

kenzie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS

RSUD CIBINONG

KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

Gangguan Stress Pasca Trauma (Post Traumatic Stress Disorder)


ICD 10 : F43.1
Keadaan yang timbul sebagai respons berkepanjangan dan/atau
Pengertian tertunda terhadap kejadian atau situasi yang bersifat stresor
1.
(Definisi) katastrofik, sangat menakutkan dan cenderung menyebabkan
penderitaan pada hampir semua orang.

Apakah ada peristiwa yang menyebabkan trauma sebelumnya?

2. Anamnesis Berapa lama peristiwa tersebut berlangsung?


Apakah anda pernah mengalami flashback yang berulang ketika anda
mencoba mengingat pengalaman yang mengerikan ?
Pasien dengan PTSD dapat datang dengan luka akibat trauma yang
dialami (misalnya memar-memar yang dialami korban kekerasan).

3. Pemeriksaan Fisik Pada pasien juga biasanya didapatkan denyut jantung yang
meningkat dalam 24 jam sesudah trauma.
Seringkali pasien nampak agitasi, respon yang berlebih, dan
biasanya menjadi bermasalah pada kontrol impuls.
Pemeriksaan Pemeriksaan laboratorium dan radiologi tidak direkomendasikan
4.
Penunjang untuk menunjang diagnosis PTSD
5. Kriteria Diagnosis Pedoman Diagnosis Berdasarkan ICD- 10 dan PPDGJ-III

1. Mengalami atau menyaksikan atau dikonfrontasi peristiwa


trauma. Timbulnya gangguan enam bulan setelah peristiwa
traumatik yang bersifat katastrofik tersebut. Bila lebih dari
enam bulan masih bisa asal manifestasi klinisnya khas dan
tidak didapat gangguan lain (misalnya gangguan ansietas,
obsesif-kompulsif, atau episode depresif).

2. Bukti adanya trauma yaitu selalu adanya dalam ingatan


bayangan atau mimpi mengenai peristiwa tersebut, secara
berulang.

6. Diagnosis Kerja Gangguan stres pasca-trauma (Post-traumatic stress disorder)

1. Psikosis akut

7. Diagnosis Banding 2. Reaksi stres akut


3. Gangguan penyesuaian
4. Gangguan depresi mayor
Farmakoterapi
Beberapa golongan obat yang dapat dipakai untuk terapi PTSD:
1. Benzodiazepine
a. Klobazam 2 x (5-10mg)
b. Lorazepam 1-2 x (0,5 – 1 mg)
2. SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor)
a. Setralin, dosis awal 1 x 12,5 – 25 mg/hari, dapat dinaikkan 1
x 50 mg.
b. Fluoksetin, dosis awal 1 x 5 – 10 mg/hari, dapat dinaikkan
menjadi 1 x 20- 40 mg / hari.
8. Penatalaksanaan c. Fluvoksamin, dosis awal 1 x 25 mg, dapat dinaikkan
menjadi 1 x 50 – 100 mg/hari.
d. Escitalopram, dosis awal 1 x 5-10 mg/hari, dapat dinaikkan
menjadi 1x20 mg/hari.
3. Derivat trisiklik
a. Amitriptilin 2 x (10-25) mg
b. Imipramin 1-2 x (10-25) mg
SSRI seringkali menjadi pilihan pertama terapi karena bersifat
lebih aman untuk terapi jangka panjang. Benzodiazepine dapat
memperbaiki kecemasan dengan cepat namun pemakaian jangka
panjang berisiko untuk terjadinya dependensi.
9. Edukasi 1. Edukasi tentang reaksi umum terhadap trauma.
2. Terapi kognitif perilaku.
Ad Vitam : dubia ad bonam
10. Prognosis Ad Sanationam : dubia ad bonam
Ad Fungsionam : dubia ad bonam
11. Tingkat Evidens Diagnosis : I/ II/ III/ IV
Terapi : I/ II/ III/ IV
12. Tingkat A/ B/ C
Rekomendasi

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa :


13. Penelaah Kritis 1. dr. Laeli Andita, [Link]., [Link]
2. dr. Nur Hakim, [Link]
14. Indikator Medis Angka penggunaan benzodiazepine jangka panjang

1. Direktorat Jendral Pelayanan Medik Departemen Kesehatan


RI. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di
Indonesia III. Cetakan Pertama. 1993
2. Kaplan & Sadock. Comprehensive textbook of Psychiatry 7th
15. Kepustakaan ed. Lippincott William & Wilkins (2000): 1500-1501.
3. Ipser J, Seedat S, Stein DJ. Pharmacotherapy for post-
traumatic stress disorder – a systematic review and meta-
analysis. S Afr Med J. 2006;96(10):1088-96.
[Link]

Mengetahui,
KETUA KOMITE MEDIK KEPALA KSM PSIKIATRI

dr. I Wayan Wisnu Brata, Sp.B dr. Laeli Andita, [Link]., [Link]
NRPTT. 1000 681 NRPTT. 1000374

Anda mungkin juga menyukai