HIRARC pada Proyek Pengendalian Banjir
HIRARC pada Proyek Pengendalian Banjir
LAPORAN MAGANG
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Balai Wilayah Sungai Sumatera V Provinsi Sumatera Barat
Oleh :
Rahmat Syafrianto
NIM : 1611212050
Rahmat Syafrianto
NIM : 1611212050
Menyetujui:
Pembimbing Lapangan Pembimbing Akademik
Koordinator Magang,
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan magang
dengan judul “Penerapan Metode Hazard Identification, Risk Assessment and
Risk Control (HIRARC) pada Proyek Pembangunan Sarana/Prasarana
Pengendalian Banjir Batang Agam Tahun 2019”. Dalam proses penyelesaian
laporan ini tidak lepas dari pihak-pihak yang telah membantu dan mendukung
penulis untuk tetap yakin dan bisa menyelesaikan laporan ini. Pada kesempatan
ini penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Defriman Djafri, SKM, MKM, Ph.D selaku Dekan Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas Padang.
2. Bapak Ch. Tuty Ernawati, SKM, [Link] selaku koordinator Magang
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas tahun akademik
2019.
3. Bapak Reski Wahyudi, ST, MT selaku Pembimbing Lapangan yang telah
memberikan bimbingan, pengarahan, dan petunjuk selama pelaksanaan
kegiatan magang di Balai Wilayah Sungai Sumatera V khususnya di
Bidang Sungai Pantrai I.
4. Bapak Dr. Nopriadi, SKM, [Link] selaku Pembimbing Akademik Magang
yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, dan petunjuk dalam
menyelesaikan Laporan Akhir Magang.
5. Bang Yusuf, Bang Arnol, Kak Dean, Mas Satria dan Mas Sigit yang telah
banyak membantu dan memberikan ilmu serta pengalaman yang
bermanfaat selama melakukan kegiatan magang.
6. Staf pegawai Balai Wilayah Sungai Sumatera V yang telah banyak
memberi ilmu yang bermanfaat selama kegiatan magang berlangsung.
7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Laporan Akhir
Magang ini.
Penulis menyadari bahwa laporan akhir magang ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis
i
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan
yang akan datang.
Penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak yang
membutuhkannya. Semoga semua bantuan, bimbingan, semangat dan amal
kebaikan yang telah diberikan dijadikan amal shaleh dan diridhoi Allah SWT.
Amin
Penulis
ii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. vi
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... vii
DAFTAR ISTILAH ............................................................................................. viii
BAB 1 : PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1
1.2 Tujuan.......................................................................................................... 2
2.5 HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control) ..... 10
3.3 Struktur Organisasi Bagian SNVT PJSA WS. IAKR Provinsi Sumbar.... 19
iii
3.4 Kegiatan Magang ...................................................................................... 19
3.5.1 Perencanaan..................................................................................... 22
iv
DAFTAR TABEL
v
DAFTAR GAMBAR
vi
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 : DOKUMENTASI
vii
DAFTAR ISTILAH
1. APD : Alat Pelindung Diri
2. BPJS : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
3. BWS : Balai Wilayah Sungai
4. Dirjen : Direktorat Jenderal
5. FMEA : Failure Modes and Effect Analysis
6. FTA : Fault Tree Analysis
7. HAZOPS : Hazard and Operability Study
8. HIRARC : Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control
9. JSA : Job Safety Analysis
10. K3 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja
11. KSO : Kerjasama Operasional
12. NKE : Nusa Konstruksi Enjinering
13. OHSAS : Occupational Health and Safety Assessment Series
14. P2K3 : Panitia Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja
15. PHA : Preliminary Hazard Analysis
16. PPK : Pejabat Pembuat Komitmen
17. PUPR : Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
18. SDA : Sumber Daya Air
19. SHE : Safety, Health and Environment
20. SNVT : Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu
21. SP I : Sungai Pantai I
22. WIKA : Wijaya Karya
23. WS : Wilayah Sungai
viii
1
BAB 1 : PENDAHULUAN
1.2 Tujuan
1. Mengetahui gambaran umum Balai Wilayah Sungai Sumatera V
2. Mengetahui gambaran umum bidang Sungai Pantai I SNVT PJSA WS.
IAKR Balai Wilayah Sungai Sumatera V
3. Mengetahui gambaran perencanaan kegiatan penerapan Metode Hazard
Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) pada Proyek
Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam Tahun
2019
4. Mengetahui gambaran pengorganisasian kegiatan penerapan Metode
Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) pada
Proyek Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam
Tahun 2019
5. Mengetahui gambaran pelaksanaan kegiatan penerapan Metode Hazard
Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) pada Proyek
Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam Tahun
2019
6. Mengetahui gambaran monitoring dan evaluasi penerapan Metode Hazard
Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) pada Proyek
Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam Tahun
2019
3
2.1 Bahaya
Bahaya adalah segala sesuatu termasuk situasi atau tindakan yang berpotesi
menimbulkan kecelakaan atau cidera pada manusia, kerusakan atau gangguan
lainnya. Karena hadirnya bahaya maka diperlukan upaya pengendalian agar
bahaya tersebut tidak menimbulkan akibat yang merugikan. Bahaya merupakan
sifat yang melekat dan menjadi bagian dari suatu zat, sistem, kondisi atau
peralatan.(5)
Jenis bahaya dapat diklasifikasiakan antara lain(5) :
a. Bahaya Mekanis
Bahaya mekanis bersumber dari peralatan mekanis atau benda
bergerak dengan gaya mekanika baik yang digerakkan secara manual
maupun dengan penggerak. Misalnya mesin gerinda, bubut, potong,
press, tempa, pengaduk dan lain-lain.
b. Bahaya Listrik
Adalah sumber bahaya yang berasal dari energi listrik. Energi listrik
dapat mengakibatkan berbagai bahaya seperti kebakaran, sengatan
listrik, dan hubungan arus pendek. Dilingkungan kerja banyak
ditemukan bahaya listrik, baik dari jaringan listrik, maupun peralatan
kerja atau mesin yang menggunakan energi listrik.
c. Bahaya Kimiawi
Bahan kimia mengandung berbagai potensi bahaya sesuai dengan
sifat dan kandungannya. Banyak kecelakaan terjadi akibat bahan
kimiawi.
d. Bahaya Fisik.
Bahaya yang berasal dari faktor fisik diantaranya : karena getaran,
tekanan, gas, kebisingan, suhu panas atau dingin, cahaya penerangan,
radiasi dari bahan radioaktif.
2.2 Analisis Risiko
Menurut OHSAS 18001, risiko adalah kombinasi dari kemungkinan
terjadinya kejadian berbahaya atau paparan dengan keparahan dari cidera atau
5
d. Warning System
Pengendalian bahaya yang dilakukan dengan memberikan
peringatan, intruksi, tanda, label yang akan membuat orang waspada
akan adanya bahaya dilokasi tersebut. Sangatlah penting bagi semua
orang mengetahui dan memperhatikan tanda-tanda peringatan yang ada
dilokasi kerja sehingga mereka dapat mengantisipasi adanya bahaya
yang akan memberikan dampak kepadanya. Aplikasi didunia industry
untuk pengendalian jenis ini antara lain berupa alrm system , detektor
asap, tanda peringatan.
e. Administrative control
Pengendalian bahaya dengan melakukan modifikasi pada interaksi
pekerja dengan lingkungan kerja, seperti rotasi kerja, pelatihan,
pengembangan standar kerja (SOP), shift kerja, dan housekeeping.
f. Alat Pelindung Diri
Alat pelindung diri dirancang untuk melindungi diri dari bahaya
dilingkungan kerja serta zat pencemar, agar tetap selalu aman dan sehat.
Adapun langkah-langkah keselamtan APD :
1) Selalu Gunakan APD
2) Bicarakanlah, apabila peralatan pelindung pribadi yang digunakan
tidak tepat untuk pekerjaan, atau tidak nyaman atau tidak sesuai
sebagaimana mestinya dengan mengatakan kepada rekan-rekan kerja
atau kepada supervisior.
3.3 Struktur Organisasi Bagian SNVT PJSA WS. IAKR Provinsi Sumbar
PPK Sungai Pantai I PPK Sunagai Pantai II PPK Danau, SITU dan Embung
Reski Wahyudi, ST. MT Nuriman, [Link] Syatriawan, ST. MT
b. Material
Dasar hukum yang diperlukan dalam perencanaan adalah:
1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Hygine dalam
perniagaan dan kantor-kantor keselamatan kerja.
2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.
3) Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
4) Permenakertrans RI No. Per.02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan
Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja
5) Permenaker RI No. Per.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
23
c. Metode
Metode perencanaan penerapan metode HIRARC pada Proyek
Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam ini
dilakukan dengan Penilaian dan Pengendalian Risiko
1) Membuat HIRARC dan Aspect-Impact
2) Membuat perencanaan pemenuhan peraturan perundangan
3) Riview HIRARC, Aspect-Impact dan kebijakan-kebijakan
d. Dana
Sumber pembiayaan kegiatan penerapan metode HIRARC pada
Proyek Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang
Agam diperoleh dari Anggaran project yang berasal dari Anggaran
Pendapatan Belanja Negara (APBN).
e. Mesin
Media yang digunakan dalam penerapan metode HIRARC pada
Proyek Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang
Agam diantaranya adalah laptop/computer yang menggunakan aplikasi
tertentu dan media lain pendukungnya.
2) Proses
Proses perencanaan kegiatan penerapan metode HIRARC pada
Proyek Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang
Agam diawali dengan mengadakan rapat yang membahas bagaimana
pelaksanaan kegiatan tersebut.
3) Output
Output kegiatan penerapan metode HIRARC pada Proyek
Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam
adalah meningkatnya pengetahuan tentang pemahaman penerapan
metode HIRARC pada Proyek Pembangunan Sarana/Prasarana
Pengendalian Banjir Batang Agam.
24
3.5.2 Pengorganisasian
Sistem pengorganisasian Panitia Pembina K3 (P2K3) dapat dilihat pada
gambar 3.3 berikut ini:
Ketua
Wakil Ketua
- Ahli K3 - Ahli K3
- Monitoring - Monitoring
- Inspeksi - Inspeksi
- Evaluasi - Evaluasi
Anggota :
3.5.3 Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan penerapan metode HIRARC pada Proyek
Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam telah
dilaksanaakan di awal perencanaan Proyek dengan hasil sebagai berikut:
25
Tabel 3. 1 Form Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC)
1 PEKERJAAN PERSIAPAN
- Pengukuran - Man : Pekerjaan rawan terhadap Surveyor terjatuh, Permen PU 5 D E N - Memasang rambu-rambu peringatan dan 2 D L Y
tertabrak kendaraan yang melintas atau tenggelam No : pengaman pada saat melakukan kegiatan
saat bekerja diatas atau didekat air 09/PER/M/200 seperti : ("KURANGI KECEPATAN ", "
8 HATI-HATI"), movable barrier, pagar
pengaman, rubbercone dll.
- Mac : Kesalahan data pada alat ukur. Permen PU 3 C L N - Melakukan kalibrasi seluruh alat ukur sesuai 1 E L Y
No : dengan prosedur.
09/PER/M/200
7
- Mat : Alat ukut terjatuh saat pengukuran menimpa kaki Permen PU 2 D L N - Pastikan dudukan alat ukur kuat dan aman, 1 E L Y
pekerja No : dan surveyor menggunakan alat pelindung
09/PER/M/200 diri.
8
- Met : Data hasil pengukuran tidak sesuai dengan rencana. 2 D L N - Pelaksanaan pengukuran dilakukan setelah 1 E L Y
Permen PU data rencana diterima kemudian diplotting di
No : lapangan.
09/PER/M/200
8
- Env : Debu menyebabkan gangguan pernafasan Permenakertra 2 B H N - Menggunakan APD masker 1 D L Y
ns Tahun
2011 no
26
13
- Mobilisasi peralatan - Man Tertabrak kendaraan yang sedang melintas Permen PU 5 C E N - Adanya Traffic management, supervisi 2 D L Y
dan material : No : - engineering & koordinasi untuk pelaksanaan
09/PER/M/200 pekerjaan dengan fungsi [Link]
8 menggunakan APD standar (Rompi reflector,
- helmet, sepatu safety)
- Mac : Terjadi kecelakaan pada saat melakukan mobilisasi PP No 50 5 C E N - Penempatan peralatan harus melihat kondisi 2 D L Y
peralatan Tahun 2012 lingkungan, tekstur tanah, kepadatan tanah
(lembek atau keras)
- Mat : Material tumpah, tercecer, terjatuh dan rusak Permen PU 3 C H N - Kapasitas muat kendaraan tidak boleh melewati 2 D L Y
No : batas
09/PER/M/200 Material tertata rapi, pengikatan yang kuat,
8 diberi terpal dan pemuatan beban yang
seimbang
- Met : Kesalahan penempatan alat dan material sehingga 3 D L N - Peralatan/Operator truck trailer harus 1 D L Y
tidak efisien waktu. Permen PU merencanakan route, mobilisasi dan
No : handling pada saat menaikkan/menurunkam
09/PER/M/200 alat berat dan material sesuai prosedur.
8
Material menimpa pekerja dan properti pengguna 5 C E N - Pastikan muatan yang dibawa tidak melebihi 1 D L Y
PP No 50
jalan muatan
Tahun 2012
maksimum yang dijinkan
- Env : Adanya keluhan pengguna jalan karena keluar PP No 50 1 B M N - Penempatan petugas / helper / lagman yang 1 B L Y
masuk kendaraan proyek berakibat menimbulkan Tahun 2013 memakai rompi beserta peralatan bantu
kemacetan lalu lintas pengaturan lalu lintas.
- Mac : Tergores chainsaw saat menebang pohon Permanaker 3 C H N - Chain saw dalam keadaan mati ketika berpindah 2 D L Y
RI [Link] pohon.
01/MEN/1981
- Mat :
- Met : Personil terbentur alat berat Permen PU 5 D E N - Memberikan batas minimal jarak orang 2 D L Y
No : terhadap manuver alat berat sekitar 3 m,
09/PER/M/200 dijelaskan saat tool box meeting
8
Tertimpa pohon yang tumbang Permanaker 3 C H N - Tidak seorangpun yang boleh berdiri sejajar 2 D L Y
RI [Link] dengan pohon yang ditebang.
01/MEN/1980
- Mat : Tanah longsor dan menimpa pekerja Permenaker 5 C E N - Penggunaan / pemasangan turap / shoring / 2 E L Y
RI No. Per. penahan dinding galian untuk melindungi
01MEN/1980 pekerja dari longsoran tanah atau mengatur
kemiringan lereng dinding galian dengan
kemiringan yang aman untuk mencegah
kelongsoran tanah
- Met : Longsor ketika hujan / pasang Permenaker 3 C M N - Melaksanakan galian sesuai design/kondisi 2 D L Y
RI [Link]. aman
01/MEN/1980
Dinding galian rubuh akibat pembebanan berlebih 4 C E N - Tidak meletakkan sisa galian tanah / material 2 D L Y
terlalu dekat di pinggir galian (minimal 1.5 m
dari pinggir galian)
28
4 DEWATERING
- Man Kecelakaan akibat operasional alat pendukung Permanaker 3 C M N - Pemasangan lampu penerangan di 2 D L Y
: dewatering RI [Link] lokasi apabila bekerja pada malam hari.
01/MEN/1981
- Gunakan Alat Pelindung Diri (Helm, Rompi,
Sepatu & sarung tangan)
Tersetrum kabel-kabel alat pompa di lokasi 4 D E N - Pasang Isolasi untuk setiap sambungan dengan 2 D L Y
pekerjaan benar
- Instalasi kabel dengan rapi
- Memastikan kabel berada di lokasi yang
bebas genangan air
- Mac : Alat pompa terguling / terjatuh ke sungai Permenaker 5 C H N - Pastikan dudukan atau penempatan alat 2 D L Y
RI [Link]. pompa diposisi yang aman, kokoh dan datar.
01/MEN/1980
- Mat : -
- Met : -
- Env : Menyebabkan gangguan ekosistem Permen LH 1 B M N - Mengerjakan galian sesuai dengan gambar dan 1 D L Y
no. 33 isntruksi kerja
tahun 2009
5 PEKERJAAN GALIAN TANAH
- Man Terjatuhnya alat berat ke dalam galian Permenaker 5 C H N - Operator harus punya Surat Izin Operasi 2 D L Y
: RI [Link].
01/MEN/1980
- Penempatan petugas yang memakai romp
(flagman / helper)
29
Pekerja terkena cangkul saat penggalian manual 2 C M N - Diusahakan agar menjaga jarak yang aman 1 D L Y
antar pekerja jika penggalian mengunakan
tenaga manusia dengan alat bantu
(Cangkul, balincong, dll)
- Mac : Alat rusak, mengalami kerusakan hidrolik, oli Kepmenaker 4 D H N - Operator wajib memiliki SIO 2 D L Y
bocor dan track lepas RI No - Pemeriksaan alat pada saat diterima dan
Kep. sebelum digunakan
174/MEN Pastikan alat wajib memiliki SIA
1986
- Mengatur operasional dan jalur kerja alat
Ceceran oli alat berat mencemari lingkungan 2 C M N berat 2 D M Y
sekitar - Perawatan rutin alat berat sesuai
dengan jadwal maintenance yang
telah ditentukan
- Menyediakan wadah / tempat penampung
tumpahan / ceceran
- Mat : Terkena material yang diangkat Kepmenaker 2 C H N - Penempatan seseorang untuk mengawasi 2 D M Y
RI No Kep. atau memberi aba-aba pergerakan peralatan
174/MEN sehingga area disekitar dianggap aman.
1986
- Met : Terjatuh ke galian yang dalam baik pekerja maupun Permenaker 2 C M N - Mempergunakan pagar pengaman, barikade 1 E L Y
pihak luar. RI [Link]. dan pemasangan rambu peringatan
01/MEN/1980
Dinding galian rubuh akibat pembebanan berlebih 4 C E N - Tidak meletakkan sisa galian tanah / material 2 D L Y
terlalu dekat di pinggir galian (minimal 1.5 m
dari pinggir galian)
- Penggunaan / pemasangan turap / shoring /
penahan dinding galian untuk melindungi
pekerja dari longsoran tanah atau mengatur
kemiringan lereng dinding galian dengan
kemiringan yang aman untuk mencegah
kelongsoran tanah
- Env : Menyebabkan gangguan ekosistem lahan galian Permen LH 1 B M N - Mengerjakan galian sesuai dengan gambar dan 1 D L Y
no. 33 isntruksi kerja
30
tahun 2009
- Mac : Alat berat mengalami kerusakan Permen PU 2 C E N - Dilakukan inspeksi pada secara berkala 1 D L Y
No : sebelum digunakan, Maintenance rutin,
09/PER/M/20 Pastikan alat wajib memiliki SIA
08
- Mat :
Tanah berjatuhan, berceceran di jalan Permen PU 3 C M N - Bak truk diberi penutup dan muatan tidak boleh 1 D L Y
membahayakan pengguna jalan. No : melebihi kapasitas.
09/PER/M/20
- Met : Dump truck terguling saat membuang muatannya. 08 4 C H N - Pada lokasi timbunan ditempatkan 1 E L Y
pekerja/checker untuk mengatur posisi
Permen PU dump truck aman untuk melakukan
No : dumping muatan.
- Env :
09/PER/M/20
08
Debu menyebabkan gangguan pernapasan Permenakertra 2 B H N - APD tambahan : masker 1 D L Y
ns Tahun 2011
no 13
7 COBBLESTONE
- Man : Terhimpit / terbentur material batu 4 B E N - Pekerja wajib menggunakan Alat Pelindung Diri 1 D L Y
(Helm, Rompi, Sepatu, Sarung tangan)
31
8
- Env : -
9 PEMASANGAN BATU KALI
- Man : Kecelakaan akibat penempatan stock material 3 C H N - Susun batu dengan benar dan aman, pastikan 1 E L Y
terutama batu yang tidak tepat tumpukan batu kuat dan tidak terlalu tinggi
- Mac : -
- Mat : Tangan atau kaki lecet akibat kontak langsung 2 D M N - Pekerja diwajibkan menggunakan sarung tangan 1 E L Y
dengan permukaan batu yang tajam. dan sepatru safety
- Met : Kecelakaan terkena alat gali (cangkul) akibat 2 C M - N Diusahakan agar menjaga jarak yang 1 E L Y
jarak antar penggali terlalu dekat aman antar pekerja jika penggalian mengunakan
tenaga manusia dengan alat bantu (Cangkul,
balincong, dll)
Kaki pekerja kejatuhan batu pada saat 2 C M N - Bila pengangkatan harus dilakukan untuk 1 E L Y
mengangkut batu kali jarak yang jauh, cari tempat yang dapat
digunakan untuk beristirahat dan
meletakkan material sementara waktu
1 D L Y
- Bila pengangkatan dilakukan berulang-
ulang, ambil waktu untuk beristirahat
- Genggam material dengan kuat (gunakan
seluruh jari tangan)
- Periksa material yang hendak diangkat dari
adanya permukaan yang licin dan berminyak.
Hilangkan minyak sebelum diangkat.
Gunakan sarung tangan untuk
meningkatkan genggaman dan sepatu
4 C E N pengaman 2 D L Y
- Env : Bahaya akibat lereng galian longsor
11 PEKERJAAN SIARAN
34
- Mat : Ukuran besi semakin besar maka semakin berat, 3 C H N - Memilah dan memberi label sesuai ukuran 1 E L Y
rangkaian besi membuat beda level pada besi. Meletakkan besi dengan rapi sesuai
permukaan dasar dengan pemakaian, pemasangan rambu
peringatan dan ergonomi
- Met : Penempatan besi tidak rapi, kelebihan berat beban 2 C M N - Memilah dan memberi label sesuai ukuran besi. 1 E L Y
yang diangkat, pemotongan dan pembengkokan Pemindahan secara bersama
besi bukan oleh operator berpengalaman, desain
rangkaian besi yang rapat
- Mesin dioperasikan oleh operator yang
berpengalaman, pemasangan rambu-rambu
peringatan
- Env : Lokasi tempat bar bender/cutter sempit dan tidak 2 C M N - Memberi batas area kerja yang aman, 1 E L Y
tertata berakibat kinerja kurang optimal dan setiap selesai pekerjaan peralatan dirapikan
berpotensi timbul kecelakaan kerja. dan barang-barang yang tidak terpakai
segera dibuang dan waste besi dipisahkan.
13 PEKERJAAN BEKISTING
35
- Man : Terkena paku, palu, kejatuhan dan terjepit saat 3 B H N - Paku yang berserakan ditampung di ember/ 1 D L Y
pasang sambungan karena meleset dan kurang kantong, menggunakan magnet. Bekas
konsentrasi bekisting bersih dari paku
Terkena mesin potong kayu 3 B H N - Pekerja wajib menggunakan APD (helm, rompi, 1 C L Y
sepatu)
- Mac : Mesin potong kabelnya terkelupas dan konslet 4 C E N - Pemeriksaan kelayakan dan kondisi mesin 1 E L Y
kerja sebelum bekerja dan digunakan
- Mat : Bekisting terlalu lebar dan berat 2 B H N - Perencanaan ukuran bekisting dan bahan 1 E L Y
yang digunakan agar lebih ringan
diaplikasikan oleh pekerja
- Met : Terjepit bekisting yg akan diereksi karena suportnya 2 B M N - Memastikan sambungan antar bekisting kuat 2 D L Y
tidak kuat
Kurang berhati-hati yg berakibat bekisting 2 B M N - Kayu potongan bekisting yang tidak terpakai 1 E L Y
mengenai pekerja segera dipindahkan ke lokasi yang tidak
mengganggu aktivitas pekerjaan yang lain.
- Env : Lokasi pemasangan bekisting tidak rapi berakibat 2 C M N - Memberi batas area kerja yang aman, setiap 1 E L Y
pekerja terkena potongan kayu. selesai pekerjaan peralatan dirapikan,
barang-barang yang tidak terpakai segera
dibuang.
14 PEKERJAAN BETON
- Man : luka oleh karena paku-paku yang menonjol keluar, 2 D L N - Gunakan Alat Pelindung Diri (Helm, Sarung 1 E L Y
tertimpa/ terhimpit/ kayu/ bekisting Tangan dan Sepatu)
- Mat : Anggota badan iritasi akibat kontak langsung 2 C M N - Menggunakan sarung tangan dan sepatu boot. 1 E L Y
dengan beton curah (concrete)
- Gunakan baju lengan panjang dan celana
panjang
36
15 GEBALAN RUMPUT
- Man : Terkena alat pemotong rumput seperti parang, 2 D L N - Pekerja wajib menggunakan Alat Pelindung 1 E L Y
cangkul, dll Diri (Helm, rompi, Sepatu boot dan sarung
tangan)
- Simpan kembali peralatan yang tajam bila
tidak digunakan atau setelah digunakan.
- Mac :
- Mat :
- Met :
- Env :
37
BAB 4 : PEMBAHASAN
4.1 Perencanaan
Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan
dan menentukan cakupan pencapaiannya. Merencanakan berarti mengupayakan
penggunaan sumber daya manusia (human resourses), sumber daya alam (natural
resourses), dan sumber daya lainnya (other resources) untuk mencapai tujuan.
Suatu perencanaan adalah suatu aktivitas integratif yang berusaha
memaksimumkan efektifitas seluruhnya dari suatu organisasi sebagai suatu
sistem, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Adapun tujuan perencanaan diantaranya adalah :
a. Memberikan pengarahan baik kepada manajer maupun karyawan non
manajerial. Dengan adanya rencana, maka langkah-langkah mencapai
tujuan lebih mudah dilaksanakan bawahan. Tanpa rencana, departemen
dan individual akan bekerja sendiri-sendiri sehingga kerja organisasi
kurang efisien.
b. Mengurangi ketidakpastian kegiatan ketika seorang manajer membuat
rencana. Seorang manajer diharuskan untuk melihat kedepan,
meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut,
dan menyusun rencana untuk menghadapinya.
c. Meminimalisir pemborosan sumber daya. Pekerjaan yang terarah dan
terencana memungkinkan karyawan dapat bekerja lebih efisien dan
mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer
juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat
menimbulkan infesiensi dalam perusahaan.
d. Menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam proses
pengontrolan dan pengevaluasian. Proses pengevaluasian adalah
proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada.
Perencanaan kegiatan penerapan metode HIRARC pada Proyek
Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam sudah sesuai
dengan konsep manajemen. Dalam pembuatan perencanaan kegiatan ini sudah
ditetapkan dari awal tenaga pengelola dan tenaga pelaksananya (sumber daya
39
4.2 Pengorganisasian
Organisasi dapat didefinisikan sebagai kelompok orang yang saling
berinteraksi dan bekerja sama untuk merealisasikan tujuan. Struktur organisasi
adalah susunan dan hubungan antar bagian, komponen, dan posisi dalam suatu
perkumpulan. Pengorganisasian dalam kegiatan pengawasan metote HIRARC
diserahkan kepada P2K3 sebagai penanggungjawab.
Pengorganisasian sudah dilakukan sebelum kegiatan penerapan metode
HIRARC pada Proyek Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir
Batang Agam berlangsung, dimana sudah terbentuknya struktur organisasi P2K3.
Sehingga dalam pelaksanaannya kegiatan sudah jelas tugas dan fungsi masing-
masing.
Adapun prinsip dalam organisasi adalah sebagai berikut :
a. Prinsip pembagian kerja yaitu dilakukan dengan adanya spesialisasi,
sehingga jumlah objek yang akan diperhatikan dan dikerjakan akan
berkurang.
b. Prinsip satu arah yaitu menjelaskan keharusan untuk menunjuk satu
orang manajer yang bertugas mengkoordinasikan aktivitas yang
berkaitan.
c. Prinsip sentralisasi yaitu pada setiap situasi terdapat keseimbangan
optimum antara sentralisasi dan desentralisasi. Keseimbangan tersebut
tidak dapat ditentukan tanpa memperhatikan kecakapan para manajer
yang ditunjuk untuk mengkoordinasi departemen.
40
4.3 Pelaksanaan
Pelaksanaan lebih memusatkan perhatian pada pengelolaan sumber daya
manusia, menggerakan dan mengarahkan pelaksanaan program. Fungsi
menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan yaitu actuating (memberi
bimbingan), motivating (membangkitkan motivasi), directing (memberikan
arahan), influencing (mempengaruhi), commanding (memberi komando atau
perintah). Fungsi pelaksanaan ini adalah usaha untuk menciptakan iklim kerja
sama diantara staf pelaksana program sehingga tujuan organisasi dapat tercapai
secara efektif dan efisien.
Pelaksanan kegiatan pengamatan penerapan metode HIRARC pada Proyek
Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam ini sesuai
dengan pelaksanaan pengawasan oleh P2K3 di perusahaan. Selain itu P2K3
sebagai panitia pengawas yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan K3 di
lingkungan proyek telah melaksanakan tugasnya dengan baik selama proyek
berlangsung. Pengamatan juga dilakukan penulis pada tanggal 21 Oktober s.d 22
November 2019 dimana jadwa ini sudah sesuai dengan pelaksanaan magang.
yaitu pada saat kegiatan kegiatan proyek berlangsung. Monitoring dan evaluasi
dalam kegiatan pengamatan penerapan metode HIRARC pada Proyek
Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam ini sudah
terlaksana dengan baik sesuai dengan peraturan dan SOP yang berlaku. Hal ini
bias kita lihat dari adanya lporan bulanan yang diterbitkan oleh P2K3 sebagai
salah satu bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan pengendalian risiko dan
pembaruan rambu K3 setra APD di lapangan sepanjang pelaksanaan
pembangunan proyek.
42
5.1 Kesimpulan
1. Balai Wilayah Sungai Sumatera V merupakan Unit Pelaksana Teknis
Pusat dan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Sumatera V
yang berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
2. Bidang Sungai Pantai I merupakan salah satu dari tiga bidang yang ada di
SNVT PJSA WS. IAKR Provinsi Sumatera Barat yang mengurus masalah
pengelolaan dan pembangunan sumber daya air di kabupaten/kota wilayah
Sungai Indragiri-Akuaman, Wilayah Sungai Kampar, Wilayah Sunagai
Rokan.
3. Perencanaan kegiatan penerapan metode HIRARC pada Proyek
Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam sudah
sesuai dengan konsep manajemen. Dalam pembuatan perencanaan
kegiatan ini sudah ditetapkan dari awal tenaga pengelola dan tenaga
pelaksananya (sumber daya manusia), landasan hukumnya (material),
metode, dana, dan sarana prasana.
4. Pengorganisasian sudah dilakukan sebelum kegiatan penerapan metode
HIRARC pada Proyek Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian
Banjir Batang Agam berlangsung, dimana sudah terbentuknya struktur
organisasi P2K3. Sehingga dalam pelaksanaannya kegiatan sudah jelas
tugas dan fungsi masing-masing.
5. Pelaksanan kegiatan pengamatan penerapan metode HIRARC pada Proyek
Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian Banjir Batang Agam ini
dilakukan sesuai dengan pelaksanaan pengawasan oleh P2K3 di
perusahaan.
6. Monitoring dan evaluasi dalam kegiatan pengamatan penerapan metode
HIRARC pada Proyek Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendalian
Banjir Batang Agam ini sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan
peraturan dan SOP yang berlaku.
43
5.2 Saran
1. Pihak perusahaan/penyedia jasa sebaiknya melakukan pemantauan terhadap
komunikasi hasil penilaian risiko. Hasil penilaian risiko dikomunikasikan
atau disosialisasikan kepada seluruh pekerja dan dipantau pelaksanaannya
sehingga penerapan penilaian risiko terhadap proyek pembangunan
sarana/prasarana pengendalian banjir batang agam dapat berjalan dengan
semestinya.
2. SHE sebagai pemegang peranan penting dalam pelaksanaan analisis risiko
suatu proyek seharusnya meningkatkan sosialisi perundang-undangan
kepada pekerja agar pekerja mempunyai pilar hukum dengan kuat dan
dapat memenuhi peraturan yang berlaku.
44
DAFTAR PUSTAKA
Toolbox Meeting
Penggunaan APD