SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
“ROM AKTIF DAN PASIF”
DISUSUN OLEH :
EPRINA UTAMI
20166523025
PRODI DIV KEPERAWATAN PONTIANAK
POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN PONTIANAK
TAHUN 2019/2020
LEMBAR PENGESAHAN
Mata Kuliah : Praktek Klinik Keperawatan 11 (Promosi Kesehatan)
Semester : VII / Ganjil
Tanggal : 2 Desember – 7 Desember 2019
Tempat : RS Bhayangka Anton Soedjarwo Pontianak
Jurusan/Prodi : Prodi D-IV Keperawatan Pontianak
Mengetahui,
Pembimbing Klinik (CI) Mahasiswa
Eprina Utami
NIM. 20166523025
Pembimbing Akademik
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
BATUK EFEKTIF
Topik : Batuk Efektif
Sasaran : 1 orang pasien dengan gangguan persyarafan dan keluarga yang menemani pasien
selama dirawat
Tempat : Ruang Darpa Husada RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak
Hari/Tanggal : Jumat, 06 Desember 2019
Waktu : 1 x 30 menit
Pelaksana : Mahasiswa Prodi DIV Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pontianak
A. Tujuan Instruksional
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, diharapkan pasien dan keluarga
memahami dan memperagakan teknik latihan ROM aktif dan pasif.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu:
a. Mengetahui pengertian ROM aktif dan pasif
b. Mengetahui tujuan dari ROM aktif dan pasif
c. Mengetahui jenis-jenis latihan ROM aktif dan pasif
d. Mampu memperagakan gerakan latihan ROM aktif dan pasif
B. Pokok Bahasan
Teknik Latihan ROM aktif dan Pasif
C. Sub Pokok Bahasan
a. Pengertian Teknik Latihan ROM aktif dan Pasif
b. Tujuan Teknik Latihan ROM aktif dan Pasif
c. Teknik Teknik Latihan ROM aktif dan Pasif
D. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Diskusi dan tanya jawab
E. Media dan Alat
1. Media : Leaflet
2. Alat :-
F. Proses Pelaksanaan
G. Pengorganisasian
a. Penyaji : Eprina Utami
b. Observer/fasilitator : Eprina Utami
H. Uraian Tugas
a. Penyaji
- Bertangung jawab memberikan penyuluhan
- Memahami topik penyuluhan
- Meexplore pengetahuan audien tentang batuk efektif
- Menjelaskan dan mendemonstrasikan teknik batuk efektif dengan bahasa yang
mudah dipahami oleh audien
- Memberikan reinforcement positif atas partisipasi aktif audien
b. Observer
- Mengoreksi kesesuaian penyuluhan dengan jadwal dan target
- Mengamati jalannya kegiatan penyuluhan
- Memberikan laporan evaluasi penyuluhan dengan merujuk ke SAP
I. Evaluasi
Evaluasi akan dilakukan adalah:
1. Evaluasi Struktur
a. Pengorganisasian dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan.
b. Kontrak dengan peserta pada H-1, diulangi kontrak pada hari H.
c. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sesuai satuan acara penyuluhan.
d. Pasien dan keluarga ± 10 orang ditempat penyuluhan sesuai kontrak yang
disepakati.
2. Evaluasi Proses
Peserta antusias dalam menyimak uraian materi penyuluhan tentang latihan
batuk efektif, tentang definisi batuk efektif, tujuan batuk efektif, teknik batuk efektif
dan mampu memperagakan cara batuk efektif.
3. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan selama 5 menit peserta mampu
a. 80% sasaran mampu menyebutkan pengertian batuk efektif dengan benar
b. 60% sasaran mampu menjelaskan tujuan batuk efektif
c. 60% sasaram mampu menjelaskan teknik batuk efektif dengan benar
d. 60% sasaran mampu mendemonstrasikan batuk efektif
Lampiran Materi
LATIHAN AKTIF DAN PASIF /
RANGE OF MOTION (ROM)
1. Pengertian
Latihan aktif dan pasif / ROM adalah merupakan suatu kebutuhan manusia untuk melakukan
pergerakan dimana pergerakan tersebut dilakukan secara bebas. Latihan aktif dan pasif / ROM
dapat dilakukan kapan saja dimana keadaan fisik tidak aktif dan disesuaikan dengan keadaan
pasien.
Range of motion ( ROM ) adalah gerakan dalam keadaan normal dapat dilakukan oleh sendi yang
bersangkutan. Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk
mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian
secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot .
Latihan ROM biasanya dilakukan pada pasien semikoma dan tidak sadar, pasien dengan
keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan rentang gerak
dengan mandiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan paralisis ekstermitas total.
2. Tujuan
1. Untuk memelihara fungsi sendi dan mencegah kemunduran.
2. Untuk memelihara dan meningkatkan pergerakan dari persendian.
3. Untuk memperlancar sirkulasi darah.
4. Untuk mencegah kelainan bentuk.
5. Untuk memelihara dan meningkatkan kekuatan otot.
3. Jenis-jenis ROM (Range Of Motion)
ROM dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
a. ROM Aktif
ROM Aktif yaitu gerakan yang dilakukan oleh seseorang (pasien) dengan menggunakan
energi sendiri. Perawat memberikan motivasi, dan membimbing klien dalam melaksanakan
pergerakan sendiri secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal (klien aktif).
Kekuatan otot 75 %.
Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan cara menggunakan
otot-ototnya secara aktif. Sendi yang digerakkan pada ROM aktif adalah sendi di seluruh tubuh
dari kepala sampai ujung jari kaki oleh klien sendri secara aktif.
b. ROM Pasif
ROM Pasif yaitu energi yang dikeluarkan untuk latihan berasal dari orang lain (perawat)
atau alat mekanik. Perawat melakukan gerakan persendian klien sesuai dengan rentang gerak yang
normal (klien pasif). Kekuatan otot 50 %.
Indikasi latihan pasif adalah pasien semikoma dan tidak sadar, pasien dengan keterbatasan
mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan rentang gerak dengan mandiri,
pasien tirah baring total atau pasien dengan paralisis ekstermitas total (suratun, dkk, 2008).
Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga kelenturan otot-otot dan persendian dengan
menggerakkan otot orang lain secara pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki
pasien. Sendi yang digerakkan pada ROM pasif adalah seluruh persendian tubuh atau hanya pada
ekstremitas yang terganggu dan klien tidak mampu melaksanakannya secara mandiri.
4. Langkah-langkah Latihan Aktif dan Pasif / ROM
Menurut Potter & Perry, (2005), ROM terdiri dari gerakan pada persendian sebagai berikut :
1. Leher, Spina, Serfikal
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Menggerakan dagu menempel ke dada, rentang 45°
Ekstensi Mengembalikan kepala ke posisi tegak, rentang 45°
Hiperektensi Menekuk kepala ke belakang sejauh mungkin, rentang 40-45°
Memiringkan kepala sejauh mungkin sejauh
Fleksi lateral rentang 40-45°
mungkin kearah setiap bahu,
Memutar kepala sejauh mungkin dalam gerakan
Rotasi rentang 180°
sirkuler,
2. Bahu
Gerakan Penjelasan Rentang
Menaikan lengan dari posisi di samping tubuh ke
Fleksi rentang 180°
depan ke posisi di atas kepala,
Mengembalikan lengan ke posisi di samping
Ekstensi rentang 180°
tubuh,
Mengerkan lengan kebelakang tubuh, siku tetap
Hiperektensi rentang 45-60°
lurus,
Menaikan lengan ke posisi samping di atas kepala
Abduksi rentang 180°
dengan telapak tangan jauh dari kepala,
Menurunkan lengan ke samping dan menyilang
Adduksi rentang 320°
tubuh sejauh mungkin,
Dengan siku pleksi, memutar bahu dengan
Rotasi dalam menggerakan lengan sampai ibu jari menghadap ke rentang 90°
dalam dan ke belakang,
Dengan siku fleksi, menggerakan lengan sampai
Rotasi luar rentang 90°
ibu jari ke atas dan samping kepala,
Sirkumduksi Menggerakan lengan dengan lingkaran penuh, rentang 360°
3. Siku
Gerakan Penjelasan Rentang
Menggerakkan siku sehingga lengan bahu bergerak
Fleksi rentang 150°
ke depan sendi bahu dan tangan sejajar bahu,
Ektensi Meluruskan siku dengan menurunkan tangan, rentang 150°
4. Lengan bawah
Gerakan Penjelasan Rentang
Memutar lengan bawah dan tangan sehingga
Supinasi rentang 70-90°
telapak tangan menghadap ke atas,
Memutar lengan bawah sehingga telapak tangan
Pronasi rentang 70-90°
menghadap ke bawah,
5. Pergelangan tangan
Gerakan Penjelasan Rentang
Menggerakan telapak tangan ke sisi bagian dalam
Fleksi rentang 80-90°
lengan bawah,
Mengerakan jari-jari tangan sehingga jari-jari,
Ekstensi tangan, lengan bawah berada dalam arah yang rentang 80-90°
sama,
Membawa permukaan tangan dorsal ke belakang
Hiperekstensi rentang 89-90°
sejauh mungkin,
Abduksi Menekuk pergelangan tangan miring ke ibu jari, rentang 30°
Menekuk pergelangan tangan miring ke arah lima
Adduksi rentang 30-50°
jari,
6. Jari- jari tangan
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Membuat genggaman, rentang 90°
Ekstensi Meluruskan jari-jari tangan, rentang 90°
Menggerakan jari-jari tangan ke belakang sejauh
Hiperekstensi rentang 30-60°
mungkin,
Mereggangkan jari-jari tangan yang satu dengan
Abduksi rentang 30°
yang lain,
Adduksi Merapatkan kembali jari-jari tangan, rentang 30°
7. Ibu jari
Gerakan Penjelasan Rentang
Mengerakan ibu jari menyilang permukaan telapak
Fleksi rentang 90°
tangan,
Ekstensi menggerakan ibu jari lurus menjauh dari tangan, rentang 90°
Abduksi Menjauhkan ibu jari ke samping, rentang 30°
Adduksi Mengerakan ibu jari ke depan tangan, rentang 30°
Menyentuhkan ibu jari ke setiap jari-jari tangan
Oposisi –
pada tangan yang sama.
8. Pinggul
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Mengerakan tungkai ke depan dan atas, rentang 90-120°
Menggerakan kembali ke samping tungkai
Ekstensi rentang 90-120°
yang lain,
Hiperekstensi Mengerakan tungkai ke belakang tubuh, rentang 30-50°
Menggerakan tungkai ke samping menjauhi
Abduksi rentang 30-50°
tubuh,
Mengerakan tungkai kembali ke posisi media
Adduksi rentang 30-50°
dan melebihi jika mungkin,
Memutar kaki dan tungkai ke arah tungkai
Rotasi dalam rentang 90°
lain,
Memutar kaki dan tungkai menjauhi tungkai
Rotasi luar rentang 90°
lain,
Sirkumduksi Menggerakan tungkai melingkar –
9. Lutut
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Mengerakan tumit ke arah belakang paha, rentang 120-130°
Ekstensi Mengembalikan tungkai kelantai, rentang 120-130°
10. Mata kaki
Gerakan Penjelasan Rentang
Menggerakan kaki sehingga jari-jari kaki
Dorsifleksi rentang 20-30°
menekuk ke atas,
Menggerakan kaki sehingga jari-jari kaki
Plantarfleksi rentang 45-50°
menekuk ke bawah,
11. Kaki
Gerakan Penjelasan Rentang
Inversi Memutar telapak kaki ke samping dalam, rentang 10°
Eversi Memutar telapak kaki ke samping luar, rentang 10°
12. Jari-Jari Kaki
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Menekukkan jari-jari kaki ke bawah, rentang 30-60°
Ekstensi Meluruskan jari-jari kaki, rentang 30-60°
Abduksi Menggerakan jari-jari kaki satu dengan yang lain, rentang 15°
Adduksi Merapatkan kembali bersama-sama, rentang 15o
DAFTAR PUSTAKA
Kowalak , J. (2011). Buku ajar patofisiologi. Jakarta: EGC.
Rab, T. (2010). Ilmu penyakit syaraf. Jakarta: TIM.
Tamsuri, A. (2008). Asuhan keperawatan klien gangguan persyarafan. Jakarta: EGC.
[Link] diakses 05 Desember 2019