A.
QFD (Quality Function Deployment)
1. Pengertian
Quality Function Deployment (QFD) merupakan pendekatan
sistimatik yang menentukan tuntutan atau permintaan konsumen kemudian
menterjemahkan tuntutan tersebut secara akurat kedalam teknis,
manufacturing, dan perencanaan produksi yang tepat. QFD adalah metode
terstruktur yang digunakan dalam proses perencanaan dan pengembangan
produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen,
serta mengevaluasi suatu produk dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumen. a QFD dibuat untuk membantu organisasi dalam meningkatkan
kemampuan organisasi di sekolah dalam memahami kebutuhan konsumen
dan secara efektif memberi tanggapan kepada kebutuhan konsumen (Lou
cohen, 2007)
2. Tahapan dalam Metode QFD (Quality Function Deployment)
a. Kualitas Quality Function Deployment
Kualitas Quality Function Deployment adalah salah satu
metodelogi untuk membantu suksesnya membuat perubahan pada
operasi bisnis yang menekankan pada pencegahan (preventive) dari
pada reaksi (resctive). Dimulai dengan identifikasi kebutuhan
konsumen yang selalu dinyatakan dalam item kualitatif seperti:
kelihatan bagus, efektif penggunaan, aman, sesuai dengan tujuan yang
diharapkan, secara garis besar QFD adalah sebagai berikut :
. Tingkat kualitas dapat dijaga di bawah proses produksi yang
direncanakan dengan baik. Hal ini dilakukan agar dapat diterima oleh
konsumen. Kualitas juga menunjang biaya produksi dan harga jual. Pada
umumnya mengembangkan produk, keinginan konsumen bukan
mengimplementasikan secara global tetapi pada implementasi sistim, sub-
sistim, atau tingkat kebutuhan.
b. Penilaian Konsumen
Kepuasan konsumen sebagai harapan konsumen yang berupa
perkiraan atau keyakinan konsumen tentang apa yang diterimanya dan
dirasakannya setelah membeli dan menggunakan produk atau jasa
Untuk mengetahui kepuasan konsumen, digunakan angket penilaian
konsumen terhadap rencana pengembangan dari sebuah produk
(Andreassen, 2004)
c. Angket
Angket merupakan sebuah teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau
pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden. Kelebihan
metode angket adalah dalam waktu yang relatif singkat dapat
memperoleh data yang banyak, tenaga yang dipxerlukan sedikit dan
konsumen dapat menjawab dengan bebas tanpa terpengaruh orang lain
(Sugiyono, 2010)
d. Survei
Definisi survei di sini adalah survei kebutuhan konsumen. Survei
digunakan untuk mengetahui informasi penting yang dapat
berpengaruh pada usaha seseorang (Palmer, 2010). Cara yang efektif
dalam melakukan survey adalah dengan melakukan interview langsung.
Alat yang digunakan dalam interview sama dengan angket, hanya saja
diisi oleh petugas lapangan yang bertanya kepada responden. Informasi
yang diperoleh bisa lebih banyak dan suasananya bisa lebih santai
(Sugiyono, 2010)
e. Kebutuhan
Kebutuhan sebagai salah satu aspek psikologis yang menggerakkan
mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya serta menjadi dasar atau
alasan untuk berusaha. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan,
lingkungan, waktu dan agama. Kebutuhan konsumen diperoleh setelah
melaksanakan penyebaran angket dan survei didata dalam bentuk daftar
periksa atau checklist (Puspita, 2013)
f. Daftar Periksa (Checklist)
Metode yang paling sederhana dalam penilaian kinerja adalah metode
penilaian kategori. Penilaian ini meminta para manajer memberi nilai
untuk tingkat-tingkat kinerja karyawan dalam formulir khusus yang
dibagi dalam ketegori kinerja. Daftar periksa (checklist) merupakan
cara umum dalam metode penilaian kategori. Daftar periksa dapat
dimodifikasi sehingga bobot yang berbeda-beda dapat diterapkan pada
kalimat atau kata-kata (Rai, 2010)
3. Manfaat Metode QFD
Menurut Nasution (2001) QFD membawa sejumlah manfaat bagi organisasi
yang berupaya meningkatkan persaingan mereka secara terus menerus
memperbaiki kualitas dan produktifitas. Manfaat dari QFD antara lain :
a. Fokus pada Pelanggan
QFD memerlukan pengumpulan masukan dan umpan balik dari
pelanggan. Informasi kemudian diterjemahkan ke dalam sekumpulan
persyaratan pelanggan yang spesifik.
b. Efisiensi Waktu
QFD dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam pengembangan
produk karena memfokuskan pada persyaratan pelanggan yang spesifik
dan telah diidentifikasikan dengan jelas.
c. Orientasi Kerjasama Tim
QFD merupakan pendekatan orientasi kerjasama tim. Semua
keputusan dalam proses didasarkan atas consensus dan dicapai melalui
diskusi mendalam dan brainstorming.
d. Orientasi pada Dokumentasi
Salah satu produk yang dihasilkan dari proses QFD adalah dokumen
komprehensif mengenai semua data yang berhubungan dengan segala
proses yang ada dan perbandinganya dengan persyaratan pelanggan.
Sementara Menurut pendapat ASI (2003) manfaat utama QFD yaitu
menurunkan waktu 28 proses, meningkatkan komunikasi internal,
dokumentasi yang lebih baik, menghemat biaya.
QFD dapat diterapkan untuk membantu pelaksanaan filosofi
TQM, Peranan utama QFD adalah pada perencanaan, pengelolaan dan
pengembangan produk, salah satu produk yang dihasilkan dari proses
QFD adalah dokumen komprehensif mengenai semua data yang
berhubungan dengan segala proses yang ada dan perbandingannya
dengan persyaratan pelanggan.
4. Kelemahan
Metode Quality Function Deployment (QFD) ini mempunyai
kelemahan juga, dalam pendapat Tony Wijaya (2010) berpendapat bahwa
Quality Function Deployment (QFD) mempunyai kelemahan- kelemahan,
sebagai berikut.
a. Memerlukan keahlian spesifik beragam yaitu input pada QFD
memerlukan analis pasar. Penerjemahan karakteristik kualitas
membutuhkan keahlian peramcangan. Penerjemahan ke spesifikasi
teknis.
b. Kesulitan dalam pengisian matriks
c. Hanya merupakan alat, tidak ada kejelasan kerangka pemecahan masalah.
QFD merupakan metode yang beroprasi berdasarkan input, mengolahnya,
dan mengeluarkan output tertentu. Keberhasilan alat ini ditentukan oleh
kejelian melihat konteks permasalahan yang dapat dikategorikan menjadi
upstream yaitu penentuan sumber input yang tepat, dan downstream yaitu
tindak lanjut yang dilakukan pada output.
d. Bersifat proyek tanpa kelanjutan yaitu tidak ada pembakuan institusi atau
job discipsion yang tepat untuk orang-orang yang terlibat didalamnya.
5. Metodelogi QFD
Pada bagian ini akan menjelaskan tentang unsur-unsur yang terlibat
langsung dalam QFD. Metode QFD menurut Lou Cohen memiliki beberapa
tahap perencanaan dan pengembangan melalui matriks, yaitu :
a. Matrik perencanaan produk (House of Quality): HOQ lebih dikenal
dengan rumah pertama yang menjelaskan tentang customer needs,
technical requirment, co-relationship, relationship, customer
competitive evaluation, competitive technical assement dan targets.
HOQ terdiri dari tujuh bagian utama tersebut.
b. Matrik perencanaan part (Part Deployment): lebih dikenal dengan
rumah kedua adalah metrik yang mengidentifikasi faktor-faktor teknis
yang kritikal terhadap pengembangan produk.
c. Matrik Perencanaan proses (Process Planing): lebih dikenal dengan
rumah ketiga yang merupakan matrik untuk mengidentifikasi
pengembangan proses pembuatan suatu perencanaan pengembangan
mengetahui proses perencanaan matik HOQ.
d. Matrik perencanaan manufacturing: Lebih dikenal dengan rumah
keempat yang memaparkan tindakan yang perlu diambil didalam
perbaikan.
Daftar Pustaka
Andreassen, Tor W. (2004). Satisfaction, loyalty and reputation as indictator of
castumer orientation in the public sector. NORWAY: Magma.
Ayu Rai. (2010). Metode-metode untuk penilaian kinerja. Surabaya: UNNAR.
Cohen, Lou. (1995). Quality function deployment : How to make QFD work of you.
New York: Wesley Publishing Company
Nasution, M. N. (2005). Manajemen mutu terpadu (Total Quality Management)
Edisi kedua. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Palmer, Kock (2012). Voice of customer. USA: Little Brown.
Stephani Puspita. (2013). Pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder dalam
kehidupan
Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan. Bandung: ALFABETA.
Tony Wijaya. (2011). Manajemen kualitas jasa. Yogyakarta: PT. Index.