0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
241 tayangan18 halaman

Pemotongan Babi dan Metode Restrain

Dokumen tersebut membahas tentang metode restrain dan casting pada hewan besar seperti kuda, sapi, babi, dan kambing untuk tujuan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan pembedahan. Metode-metode tersebut meliputi restrain perilaku, kimia, dan fisik serta casting menggunakan tali dan alat bantu lainnya."

Diunggah oleh

kemin junersi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
241 tayangan18 halaman

Pemotongan Babi dan Metode Restrain

Dokumen tersebut membahas tentang metode restrain dan casting pada hewan besar seperti kuda, sapi, babi, dan kambing untuk tujuan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan pembedahan. Metode-metode tersebut meliputi restrain perilaku, kimia, dan fisik serta casting menggunakan tali dan alat bantu lainnya."

Diunggah oleh

kemin junersi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS

PENYAKIT DALAM HEWAN BESAR


RESTRAIN DAN CASTING PADA KUDA, SAPI, BABI, DAN KAMBING

OLEH

KELOMPOK KOAS F4

OLIVIA M. UJAN, S. KH
WINDA A. TOSI, S. KH
KAROLINA T. DIAS, S. KH
MARIA K. JUNERSI, S. KH
ALVIN H. SUNBANU, S. KH
JEMS G. BELL, S. KH
ROMULA A. JEMADI, S. KH

PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN DAN PROFESI KEDOKTERAN HEWAN
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS NUSA CENDAN
KUPANG
2019
1. Restrai dan Casting pada Hewan

Restrain adalah menghalangi gerak atau aksi dari hewan sehingga dapat menghindari

atau mengurangi bahaya untuk dokter hewan, asisten maupun sapi itu sendiri. Bahaya

tersebut dapat berupa sepakan, desakan, injakan dari sapi pada waktu sapi akan diperiksa

kesehatannya , dilakukan pemeriksaan, pengobatan, dioperasi, dibersihkan, maupun pada

waktu akan diperah (bagi sapi perah). Casting adalah cara merebahkan hewan untuk tindakan

medis dan pembedahan. Untuk casting pada sapi bisa menggunakan tali yang dililit kebagian

ektremitas caudal dari arah punggung kemudian ke arah abdomen dan ditarik secara berlahan

maka sapi akan rebah secara perlahan.

Jenis dari restrain terdiri dari 3 tipe dasar, yaitu sebagai berikut:

1. Restrain Perilaku (Behavioral Restraining)

2. Restrain Kimia (Chemical Restraining)

3. Restrain Fisik (Physical Restraining)

2. Metode Restrain Dan Casting pada Kuda


2.1 Metode Restrain Pada Kuda
a) Restrain Fisik
 Mengangkat salah satu kaki kuda
Mengangkat salah satu kaki kuda biasanya dilakukan pada kaki depan kuda,
akan membuat kuda kehilangan keseimbangan ketika mau menendang. Cara ini
sering dilakukan untuk tujuan pemeriksaan ataupun dalam melakukan
pengobatan.
 Metode haltering (menggunakan halter)
Metode ini dilakukan dengan menggunakan halter (pakaian kuda) atau dapat
juga dengann menggunakan tali yang diikatkan dibelakang telinga lalu
dimasukkan kedalam mulut dan kemudian ditarik kedepan.

 Twitches (Pram)

Pram merupakan salah satu metode pengekangan yang paling tua, paling

sederhana dan paling banyak dipakai. Meskipun ada banyak jenis pram, tetapi

prinsip yang menyebabkannya efektif adalah pada saraf sensori bibir dilakukan

tekanan dan kesakitan yang ditimbulkannya dapat mengalihkan perhatian kuda.

Terdapat 2 jenis pram pada kuda, yaiutu : pram cincin dan pram komersial.
b) Restrain Verbal
Restrain verbal dilakukan dengan cara membangun komunikasi dengan kuda
dapat memberikan pengaruh besar pada kuda. Berbicara dengan nada yang
menenangkan dan menyakinkan akan lebih baik dibandingkan dengan nada yang
keras dan kasar. Kuda dapat menjadi lebih tenang dan mudah untuk dilakukan
handling maupun tindakan medis laiinnya.
c) Restrain Kimiawi
Chemical restrain adalah pengendalian hewan dengan bahan-bahan kimia.
Bahan kimia yang dapat digunakan antara lain yaitu acepromazine maleat dan
xylazine hidroklorida yang dianggap sebagai obat penenang paling berguna dalam
restrain kuda. (Dodman NH, Equine Vet J. 1980).
2.2 Metode casting pada Kuda
Casting pada kuda umumnya dilakukan untuk tujuan terapi (surgical therapy) dapat
dilakukan dengan :

 Hoble/Kluister
Hoble berupa tali tambang yang dipasang pada salah satu kaki belakang kemudian
dihubungkan ke leher dan satu ujungnya masuk ke dalam tali yang ada di leher dan
ditarik ke belakang dan kuda akan jatuh pada bagian yang ada talinya lalu dilakukan
pengikatan pada kaki.

 Metode Harness
Metode ini dilakukan dengan menggunakan semacam sabuk dari kulit dengan
talinya. Alat ini dipasang melingkar pada dada dan kedua kaki belakang
dihubungkan dengan ring yang ada dan kedua ujung tali ditarik ke belakang dan
kuda akan terjatuh lalu dilakukan pengikatan pada kaki. Dari kedua metode diatas
metode Harness lebih sering digunakan karena lebih aman dan mudah dilakukan.
3. Metode Restrain Dan Casting Pada Sapi
a) Restrain pada sapi
 Restrain dengan menggunakan Kandang Jepit
Teknik restrain ini menggunakan kandang jepit sebagai alat untuk merestrain,
teknik ini biasa digunakan untuk palpasi rektal atau ekplorasi rektal pada sapi,
kawin suntik atau Inseminasi Buatan (IB).

 Restrain Kepala
Teknik restrain ini didesain untuk mengalihkan perhatian dari posisi
menangkap dan menghindarkan dari tendangan dan membuat beberapa
langkah khusus yang mungkin.

 Restrain hidung
Teknik restrain kali ini biasa di kenal dengan tali ketuh atau tali telusuk.
Caranya: angkat kepala hewan hampir tinggi dan tarik ke arah sisi yang
berlawanan dengan tempat bekerja. Lakukan tekanan pada jembatan batas
antara lubang hidung untuk menyebabkan sakit pada jaringan sensitif
diantara lubang hidung.

 Restrain Leher
Teknik restrain ini didesain untuk mengalihkan perhatian dari posisi
menangkap. Sealain itu restrain ini bertujuan untuk menahan sapi agar tidak
berlari kemana-mana saat akan diobati atau diperiksa.

 Restrain ekor (Tail Lift)


Restrain ini dilakukan bilamana perlu untuk mengalihkan perhatian
sapi dari bagian lain tubuhnya dimana pekerjaan sedang dilakukan. Itu dapat
digunakan saat memberikan injeksi ambing ke syaraf sapi. Jaga kedua tangan
dekat dengan pangkal ekor sedapat mungkin. Berdiri disamping sapi untuk
menghindari tendangan, dan lakukan mengangkat ekor dengan kekuatan. Itu
harus lembut tetapi tegas.

 Restrain pada anak sapi (Pedet)

Raih seluruh punggung hewan dan tarik kaki pada samping terdekat
dari luar. Pedet kemudian diturunkan kebawah pada lantai dengan berat
melawan kaki. Sehingga jatuh ke tanah secara lembut. Jangan menjatuhkan
anak sapi dengan menarik kakinya secara cepat dari bawah tubuhnya
sehingga ia jatuh keras pada sampingnya. Pada hewan yang sangat muda,
dengan cara ini mungkin bisa melukainya.
b) Casting pada Sapi
Casting adalah cara merebahkan hewan untuk tindakan medis dan
pembedahan. Untuk casting pada sapi bisa menggunakan tali yang dililit kebagian
ektremitas caudal dari arah punggung kemudian ke arah abdomen dan ditarik
secara berlahan maka sapi akan rebah secara perlahan. Casting pada sapi terdapat
dua metode, yaitu Burley Rope dan Squeese methode. Sebelum melakukan casting
pada sapi, alangkah baiknya bila memperhatikan pesyaratan sebagai berikut :
- Berhati-hati, jangan sampai melukai sapi.
- Tempat cukup lapang, rata, empuk, dan jauh dari pepohonan, tembok,
batu/benda lain yang membahayakan. Alas dibuat dari jerami
kering/rumputyang kering, usahakan di tempat yang teduh.
- Tali yang digunakan cukup besar dan panjang kurang lebih 10 m.
- Sediakan tenaga manusia 4-5 orang, satu untuk mengarahkan jatuhnya
sapi, sedangkan yang lain sebagai penarik tali.
- Setelah sapi rebah, cepat dikuasai agar tidak berusaha berdiri kembali.
- Pada sapi bunting sebaiknya jangan dilakukan.
Metode casting pada sapi adalah sebagai berikut:
 Burley Rope
Metode casting ini dirancang oleh Dr. DR. Burley Georgia. Metode ini
memiliki banyak keuntungan dibandingkan metode casting lainnya. Pertama,
dalam metode ini tidak perlu untuk mengikat tali di sekitar tanduk atau leher.
Tali hanya melewati sekitar tubuh hewan yang memakan waktu singkat.
Kedua, metode ini tidak memberikan tekanan pada dada dan dengan
demikian tidak mengganggu kinerja dari jantung dan paru-paru. Ketiga, itu
tidak membahayakan organ genital sapi atau pembuluh mammae sapi.
Dengan menahan kedua kaki belakang, dapat diikat dengan ujung tali casting.
Menarik tali pada bagian ujung untuk merobohkan sapi. Penarik bisa saja
mengontrol arah jatuhnya sapi dengan menarik tali pada satu sisi, sehingga
sapi terjatuh ke arah yang diinginkan. Untuk mengikat kaki belakang,
operator membuat kedua tali tetap terselip di sepanjang permukaan yang
paling atas dari kaki belakang untuk fetlock tersebut. Penarik menekuk kaki
bawah dan membuat setengah halangan sekitar fetlock tersebut.

Ujung dari tali dibawa mengelilingi kaki di atas hock, melewati mata kaki, dan
kembali ke fetlock sehingga tali berbentuk seperti angka 8.
Untuk mengikat kaki depan dibutuhkan tali yang berat dan pendek atau
diperlukan tali yang panjangnya kurang-lebih enam kaki. Salah satu ujung tali
diikat di sekitar pastern dengan clove hitch meninggalkan ujung tali yang
bebas yang panjangnya sekitar delapan inci. Kaki depan tertekuk dan ujung
panjang tali dibawa ke depan dan melewati bawah tali utama turun dari
withers.

Kabel ini melewati sekitar bagian depan kaki beberapa kali tertekuk dan
diikat simpul reefer untuk ujung bebas pendek di pastern tersebut.
Hewan tersebut lalu digulingkan dan kaki belakangnya di sisi yang berlawanan
diikat dengan ujung tali casting yang tadi. Hal tersebut juga dilakukan pada
kaki depan, sehingga hewan tersebut kemudian benar-benar terkendali.

 Squeese methode
Merupakan metode standar casting untuk sapi. Membebankan pada titik-
titik berat tubuh dari sapi. Langkah-langkah untuk cara ini adalah:

Membuat lingkaran di sekitar leher sapi menggunakan simpul bowline

ditempatkan seperti yang ditunjukkan dalam gambar.


Lempar ujung tali di punggung ke sisi yang berlawanan

Mencapai bawah sapi, mengambilnya sebuah membawanya ke seluruh tubuh


dan di bawah bagian berdiri tali dekat bowline untuk membentuk setengah
halangan tepat di belakang bahu.

Dengan melempar akhir atas punggung sapi lagi, membuat setengah halangan
lain hanya dalam dari ambing. Menarik tali akan memaksa sapi untuk
berbaring.
4. Metode Restrain dan Casting pada Kambing
a) Restrain pada Kambing
Restrain pada kambing dilakukan pada tendo achiles. Apabila tendo achiles
di penggang maka tendo tersebut tidak berkontraksi. Usahakan kaki yang terangkat
adalah kaki bagian belakang. Setelah tertangkap kakinya kita berada di samping
kanan kambing.

b) Casting Kambing

Tali yang mengikat kambing dipegang dengan posisi tubuh berada disamping
kambing. Kaki dipegang dengan tangan kanan sedang tangan kiri memegang leher
atau kepalanya. Kepala didorong perlahan-lahan kearah samping. Tangan kanan
pindah ke kaki belakang yang satunya dan tangan kiri pindah posisi memegang kaki
depan sebelah dexter dari bagian dalam dan tarik kaki belakang kearah kita maka
kambing akan roboh kearah dexter.
5. Metode Restrain dan Casting pada Babi

Pada babi terdapat beberapa kekhususan dalam bentuk dan tempramen yang harus

selalu diperhatikan oleh orang yang menangani hewan tersebut. Sehingga babi harus

diperlakukan dengan ramah. Meskipun penampilan babi kuat tetapi babi tidak tahan akan

perlakuan yang kasar terutama pada cuaca panas.

a. Menangkap seekor babi kecil

Jika hendak menangkap seekor babi kecil, maka hewan itu harus ditangkap segera dan

dipegang kuat tetapi halus. Hewan itu tidak boleh dikejar-kejar atau diburu, karena akan

menimbukan ketakutan yang tidak perlu dan jika berulang-ulang dapat menyebabkan

hewan tersebut bertabiat buruk atau gugup. Untuk mengangkat seekor anak babi yang

berumur beberapa hari, kita harus menangkapnya secara cepat dari belakang, dengan

menangkap satu atau kedua kaki belakang atau memegang tubuhnya tepat dibelakang

pundak.

b. Menangkap seekor babi besar

Sebuah lingkaran yang dibentuk dari seutas tali dengan sebuat mata dililitkan pada leher

babi. Kemudian melemparkan badan tali ke tanah sehingga babi akan melangkahinya jika
hendak lari dan setelah itu diikat mati di badan babi. Posisi manusia berada di belakang

babi.

c. Pengekangan (Restrain) pada Babi

 Pram Babi

Alat ini disekitar rahang atas dibelakang taring atau disekitar rahang bawah. Seorang

asisten memegang kepala babi pada pram sedangkan dokter hewan mengerjakan

bagian lain dari tubuh hewan tersebut. Pram babi terdiri atas sebuah papan kay

sepanjang 18 inchi yang pada satu ujungnya dipasang rantai.

 Pengekangan untuk vaksinasi atau kastrasi pada babi kecil

Seekor babi dapat dipegang pada kaki belakangnya oleh seorang asisten dan dengan

permukaan ventral perut menghadap kedepan, dijepit dengan lutut serta kepalanya

ada dibawah. Metode ini merupakan cara sederhana untuk vaksinasi. Untuk kastrasi

babi dapat dibalikkan sehingga punggung di depan dan kepala di antara lutut asisten.
 Pengekangan untuk vaksinasi atau kastrasi pada babi besar

Dipegang pada kedua kaki depan serta badannya dijepit diantara lutut.

d. Casting pada Babi

 Merobohkan babi dengan tangan

Seekor babi diikan dengan tali moncong. Tangan diulurkan dibawah badan hewan

dan memegang kaki depan dan kaki belakang sisi yang jauh serta menariknya kearah

kita sehingga babi tersebut akan roboh menjauhi kita. Hewan yang sudah jatuh diikat

atau ditahan di tanah oleh seorang asisten.


DAFTAR PUSTAKA

Driessen, Bert dkk. 2013. Practical handling skills during road fattening pigs from farm to
slaughterhouse: A brief review. Vol.4, No.12, 756-761 (2013) Agricultural Sciences.

Indarjulianto, S. Raharjo, Slamet. Widiyono, Irkham. 2011. Diagnosa Klinik Veteriner.


Yogyakarta : Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKH-UGM
Indarjulianto, S. Raharjo, Slamet. Widiyono, Irkham. 2011. Diagnosa Klinik Veteriner.
Yogyakarta.

Leahy,John Barrow, [Link] Of [Link] York. Cornel Campus Store,Inc, Ithaca.

Leahy, John R., and Barrow, Pat. Cara-cara Mengekang Hewan. 2007. IPB Press. Bogor.

McCurnin D.M. 1985. Clinical Textbook for Veterinary Technicians. London : W. B. Saunders

Anda mungkin juga menyukai