SATUAN ACARA PENYULUHAN
“PERAWATAN LUKA POST OPERASI DI RUMAH”
DISUSUN OLEH :
RICHO BORNEO S
193203088
PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)
RSUD KOTA YOGYAKARTA RUANG BOUGENVILLE
2019
LEMBAR PENGESAHAN
STASE KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
SATUAN ACARA PENYULUHAN
“PERAWATAN LUKA POST OPERASI DI RUMAH”
Disahkan Pada :
Hari/Tanggal : Kamis, 28-11-2019
Oleh
Pembimbing Klinik Pembimbing Akademik Mahasiswa
( ( ) (Richo Borneo S)
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Pokok Bahasan : Perawatan Luka Post Operasi Di Rumah
Sasaran : Pasien, dan keluarga pasien
Hari/Tanggal : Selasa, 28-11-2019
Tempat : Ruang Bougenville RSUD Kota Yogyakarta
Waktu : 30 Menit
Penyuluh : Mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani
Yogyakarta
A. Latar Belakang
Penyembuhan luka adalah proses penggantian dan perbaikan fungsi jaringan
yang rusak (Manuaba, 2010).
Adapun pemberian penkes (pendidikan kesehatan) kepada pasien mengenai
cara perawatan luka post operasi adalah untuk memberikan informasi mengenai
betapa pentingnya perawatan luka post operasi guna mencegah terjadinya infeksi
post operasi.
B. Tujuan
Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan tentang perawatan luka post operasi diharap
pasien dapat lebih mengerti dan memahami cara merawat luka post operasi.
Tujuan Khusus
1. Setelah mengikuti proses penyuluhan selama 60 menit peserta diharapkan
dapat :
a. Menjelaskan definisi luka operasi dan pengertian luka operasi
b. Mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka
c. Mampu menjelaskan cara merawat luka post operasi
d. Mampu menjelaskan apa saja makanan yang baik untuk mempercepat
proses penyembuhan luka post operasi
2. Setelah di berikan penyuluhan tentang perawatan luka post
operasi diharapkan pasien dapat mengetahui cara merawat luka post
operasi setelah sampai di rumah
C. Sasaran
Sasaran penyuluhan adalah pasien, dan keluarga pasien,
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
E. Media
1. Leaflet
F. Kegiatan Penyuluhan
Tahapan dan Waktu Kegiatan Pendidikan Kegiatan Peserta Metode Media
Pembukaan 1. Membuka dengan salam 1. Menjawab salam Ceramah -
(5 MENIT) 2. Memperkenalkan diri. 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan maksud dan 3. Memperhatikan
tujuan penyuluhan 4. Menjawab
4. Melakukan kontrak waktu. pertanyaan
5. Menanyakan kepada peserta
tentang materi yang akan
disampaikan
Penyajian 1. Menjelaskan definisi luka 1. Mendengarkan Ceramah, Tanya Leaflet
(15 MENIT) operasi memberikan Jawab
2. Mampu menjelaskan faktor tanggapan dan
yang mempengaruhi pertanyaan mengenai
penyembuhan luka hal yang kurang di
3. Mampu menjelaskan cara mengerti.
merawat luka post operasi di 2. Memberikan
dirumah pemaparan dan
4. Mampu menjelaskan apa saja penjelasan dengan
makanan yang baik untuk baik.
mempercepat proses
penyembuhan luka post operasi
5. Memberikan kesempatan
bertanya
6. Menjawab pertanyaan
Penutup 1. Menanyakan pengetahuan pada 1. Menjawab Ceramah, Tanya Leaflet
10 (MENIT) peserta setelah dilakukan pertanyaan Jawab
penyuluhan 2. Memberikan
2. Menyimpulkan hasil kegiatan tanggapan baik
penyuluhan
3. Menutup dengan salam
G. Evaluasi
1. Proses
- Peserta melipusi pasien dan keluarga pasien
- Media yang digunakan adalah leaflet
- Waktu penyuluhan adalah 30 menit
- Pembicara diharapkan menguasai materi dengan baik
- Peserta aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan
-
2. Hasil
- Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan peserta diharapkan mengerti
dan memahami tentang menjelaskan definisi luka operasi, mampu
menjelaskan faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka, mampu
menjelaskan cara merawat luka post operasi di dirumah dan mampu
menjelaskan apa saja makanan yang baik untuk mempercepat proses
penyembuhan luka post operasi
- Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan ada perubahan
perilaku kesehatan, misalnya menjaga kebersihan agar tidak terjadi
infeksi pada luka
MATERI PERAWATAN LUKA POST OPERASI DI RUMAH
A. Definisi Luka Operasi
Luka operasi merupakan luka bersih sehingga mudah untuk perawatannya,
namun jika salah dalam merawat, maka akan bisa berakibat fatal. Oleh karena
itu pastikan Anda tidak salah dalam merawat luka operasi.
B. Tujuan Perawatan Luka
1. Untuk mencegah infeksi.
2. Untuk memberikan perasaan nyaman pasien.
3. Mempercepat proses penyembuhan pasien.
C. Faktor yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka
1. Nutrisi yang cukup.
2. Perawatan luka yang baik
3. Istirahat
D. Prinsip-Prinsip Dalam Perawatan Luka
1. Gunakan tehnik aseptik.
2. Ganti balutan bila balutan basah.
3. Awasi adanya tanda-tanda infeksi seperti gatal, kemerahan, bengkak, panas,
nyeri, daan penurunan fungsi (Novita, 2011).
E. Cara Perawatan Luka Post Operasi Dirumah
1. Jagalah kebersihan pada luka bekas operasi
Pada dasarnya, luka bekas operasi harus kita jaga kebersihan area bekas
luka, kebersihan lingkungan, serta penggunaan benda atau peralatan yang
steril agar luka tersebut tidak terinfeksi karena perkembangbiakan bakteri.
2. Rutin membersihkan luka
a. Cucilah dan bersihkan luka dengan cairan saline (seperti NaCl).
b. Gantilah verban bila verban terkena basah.
c. Oleskan salep antibiotik yang dianjurkan oleh dokter.
d. Anda bisa membersihkan luka dengan kapas atau cotton bud yang steril
dengan menggunakan cairan antiseptik.
3. Gunakan pakaian yang longgar dan juga nyaman
Untuk menghindari iritasi sebaiknya Anda menggunakan pakaian yang
longgar dan nyaman dipakai, seperti piyama, baby doll atau daster. Selain
itu untuk menghindari iritasi ini juga disarankan dalam membungkus luka
bekas operasi sebaiknya juga jangan terlalu ketat.
4. Konsumsi obat-obatan dan vitamin sesuai saran dokter
Tetap konsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter Anda untuk
mempercepat penyembuhan luka bekas operasi. Berkonsultasilah dengan
dokter jika diperlukan obat untuk menghilangkan rasa nyeri.
5. Minum air putih yang banyak
Dengan mengkonsumsi banyak cairan selama proses penyembuhan, maka
akan menggantikan volume cairan yang hilang saat melahirkan dan
menyusui dan tentu ini dapat mencegah sembelit.
6. Cukupi kebutuhan gizi dan nutrisi yang seimbang
Selain melakukan perawatan luka dari luar sebaiknya Anda juga
memperhatikan perawatan luka dari dalam dengan mengkonsumsi makanan
sehat yang mengandung banyak gizi serta nutrisi yang seimbang yang dapat
membantu mempercepat kesembuhan luka bekas operasi tersebut. Makanan
yang dianjurkan adalah makanan yang tinggi akan kandungan protein,
mineral, zinc, dan juga vitamin A & C. Apabila Anda dalam masa nifas
tidak cukup mengkonsumsi makanan berprotein seperti telur, ikan, tahu,
tempe, daging dan susu, maka penyembuhan luka bekas operasi akan
berlangsung lama dan berpotensi infeksi akibat kekurangan gizi.
7. Lakukan kegiatan olahraga yang ringan
Bukan berarti pasca melakukan operasi Anda diharuskan berdiam diri
(istirahat total) tanpa melakukan aktifitas sama sekali. Lakukanlah olahraga
ringan seperti berjalan santai dipagi hari untuk mempercepat proses
penyembuhan ini. Kenapa demikian? Karena olahraga ringan dapat
mencegah konstipasi serta penggumpalan darah sehingga membuat sirkulasi
darah pada tubuh meningkat. Olahraga juga bisa membuat sistem imun
menjadi meningkat dan membantu untuk mencegah terjadinya pneumonia
atau terjadinya gangguan pada kesehatan umum yang di akibatkan oleh
operasi.
8. Lakukan pemeriksaan secara berkala
Lakukan kontrol sesuai jadwal untuk memastikan perkembangan dari
kesembuhan luka bekas operasi Caesar tersebut, tetapi jangan tunda waktu
kunjungan ke dokter jika terdapat gejala-gejala sebagai berikut:
Luka bekas operasi terlihat kemerahan, bengkak atau terdapat cairan
yang keluar.
Demam lebih dari 38 derajad Celsius.
Nyeri hebat pada luka bekas operasi. (Novita, 2011).
F. Makanan yang Baik untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Post
Operasi
Kita pasti pernah mempunyai luka yang menimbulkan kerusakan
permukaan kulit sampai bagian dalam kulit terlihat. Sebagai contoh, dari yang
ringan seperti luka di lutut akibat jatuh dan tergores aspal, sampai luka yang
parah seperti pasca operasi atau akibat kecelakaan. Sering kita dengar saat kita
mempunyai luka-luka tersebut kita tidak diperbolehkan makan telur dan ikan.
Jika kita makan makanan tersebut maka luka tidak cepat kering atau lama
sembuhnya. Apakah benar statement tersebut? Atau hanya mitos? Untuk lebih
jelasnya mari kita ulas di pembahasan di bawah ini. Ikan dan telur mempunyai
kandungan nutrisi yang kompleks. Berikut tabel kandungan dan manfaat telur
dan ikan.
Kandungan Manfaat
Ikan Protein Membantu pembentukan dan perbaikan
sel
Omega 3 dan Omega 6 Nutrisi otak
Vitamin B kompleks
Bermanfaat untuk keseimbangan tubuh
Taurin dan Selenium
Bermanfaat sebagai antioksidan dan
nutrisi otak.
Telur Protein Membantu pembentukan dan perbaikan
sel
Zat besi
Melancarkan sirkulasi darah karena
berfungsi untuk mengangkut oksigen
mengedarkannya dalam tubuh.
Kolin
Nutrisi penting bagi otak dan sistem
saraf
Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa telur dan ikan sama-sama
mengandung protein. Protein mempunyai fungsi utama yaitu membantu
pembentukan dan perbaikan sel-sel tubuh. Sebagai zat pembangun, protein
merupakan bahan pembentuk jaringan-jaringan baru yang selalu terjadi dalam
tubuh. Seperti yang kita ketahui kandungan protein dalam telur dan ikan cukup
tinggi. Kandungan protein yang tinggi ini tentunya sangat membantu dalam
penyembuha luka karena membantu pembentukan jaringan-jaringan baru.
Pada ikan tertentu seperti ikan gabus, sangat dianjurkan untuk dikonsumsi
ketika kita mengalami luka. Ikan gabus mengandung Albumin yang tinggi.
Albumin merupakan jenis Protein terbanyak dalam plasma mencapai kadar 60%.
Manfaatnya untuk membantu jaringan sel baru. Dalam ilmu kedokteran,
albumin ini digunakan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang
terbelah atau rusak. Albumin juga berperan mengikat Obat-obatan serta logam
berat yang tidak mudah larut dalam darah. Hampir semua pasien berkadar
Albumin rendah yang diberi Sari Ikan Gabus ini, naik lebih cepat dari
pada pemberian lewat infus.
Telur juga mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi. Protein yang
terkandung dalam putih telur rata-rata 6 gram dengan kualitas tinggi. Asam
animo yang terdapat dalam telur dapat membantu pemulihan otot. Kandungan
putih telur juga dapat mengurangi resiko terjadinya pembekuan darah. Kelebihan
lainnya, protein yang ditemukan dalam putih telur mudah diserap dalam tubuh.
Dari paparan di atas jelas bahwa “tidak boleh makan ikan dan telur saat
punya luka” hanyalah mitos belaka Saat kitamengalami luka seperti luka
goresan, pasca operasi, luka kecelakaan dan sebagainya, justru kita dianjurkan
makan makanan yang banyak mengandung protein. Protein ini akan membantu
pembentukan sel-sel baru sehingga luka cepat pulih. Mengkonsumsi telur dan
ikan adalah cara tepat untuk mensuplai protein guna mempercepat
penyembuhan. Jadi, kita tidak peru takut lagi mengkonsumsi ikan dan telur saat
mempunyai luka.
DAFTAR PUSTAKA
Manuaba, Ida Bagus Gde, (2010), Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan
Keluarga Berencana, EGC. Jakarta
Novita, Regina VT. 2011. Keperawatan Maternitas. Bandung : Kapita Selekta
Sarwono, Prawiroharjo(2010) Ilmu Kebidanan Edisi 2 Revisi II. Jakarta:Yayasan
Bina Pustaka
Winkjosastro, Hanifa, 2010, Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka